SMA NEGERI 46 JAKARTA
SEJARAH
PRAMUKA DI
INDONESIA
KELAS XII IPS 1
KELOMPOK 3
NAMA ANGGOTA KELOMPOK :
1. Intan Saskia Dwi Putri
2. Khalisa Aurelie Navira
3. Nazua Shabrina Az-Zahra
4. Ray Nathan Pratama Perangin-angin
5. Shabrina Irsalina Valiandra
6. Wahyu Kurniawan
Cikal Bakal Terbentuknya Pramuka
Awal berdirinya organisasi Pramuka dimulai dengan munculnya
organisasi kepanduan (pramuka) milik Belanda bernama
Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO) tahun 1912. Empat
tahun kemudian, organisasi kepanduan ini berganti nama menjadi
Nederland Indische Padvinders Vereniging (NIPV) pada 1916. NIPV
dikhususkan bagi pandu-pandu Hindia Belanda semata. Orang
Indonesia kala itu dilarang bergabung karena dianggap berpotensi
mencetuskan aspirasi kemerdekaan Indonesia.
Di tahun yang sama, tanpa adanya campur tangan Belanda,
Mangkunegara VII membentuk organisasi kepanduan pertama
Indonesia yang bernama Javaansche Padvinders Organisatie (JPO).
Lahirnya JPO menjadi pemicu berdirinya organisasi kepanduan lain
di Indonesia seperti Jong Java Padvinderi (JJP), Pandoe Pemoeda
Sumatra (PPS), dan Nationale Islamitische Padvinders.
Maraknya kemunculan organisasi kepanduan, membuat Belanda
melarang organisasi kepanduan di luar milik Belanda yang
menggunakan istilah Padvinder. Tak kehilangan akal, K.H Agus
Salim kemudian menggunakan istilah "Pandu" atau "Kepanduan"
untuk organisasi pramuka milik Indonesia. Hingga pada 23 Mei 1928
seluruh organisasi kepanduan (pramuka) asli Indonesia bergabung
dalam satu wadah yang diberi nama PAPI (Persaudaraan Antar
Pandu Indonesia) dan berganti nama setelah kemerdekaan menjadi
PERKINDO (Persatuan Kepanduan Indonesia).
Perkembangan Pramuka
Setelah Indonesia Merdeka
Pada 1960 pemerintah dan MPRS berupaya membenahi organisasi
kepramukaan di Indonesia. Presiden Soekarno pada 9 Maret 1961
mengumpulkan tokoh-tokoh dari gerakan kepramukaan Indonesia
dan menyatakan akan memperbarui organisasi kepanduan. Aktivitas
kepanduan dilebur menjadi satu dengan nama Pramuka dan masuk
dalam aktivitas pendidikan.
Hari Jadi Pramuka Indonesia
Hasil kerja panitia pembentukan gerakan Pramuka, dikeluarkan
dalam Keppres Nomor 238 tahun 1961 pada 20 Mei 1961 tentang
gerakan Pramuka. Keppres tersebut menandai sebagai Hari
Permulaan Tahun Kerja.
Pada 30 Juli 1961, bertempat di Istora Senayan, berkumpul
seluruh tokoh kepanduan Indonesia yang menyatakan bergabung
dalam organisasi Pramuka. Peristiwa itu disebut sebagai Hari Ikrar
Gerakan Pramuka. Selang satu bulan kemudian, pada 14 Agustus
1961, Presiden Soekarno memimpin pelantikan MAPINAS (Majelis
Pimpinan Nasional), Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, yang
dibarengi dengan penganugerahan Panji-panji Gerakan Pramuka.
Struktur MAPINAS saat itu adalah:
Presiden Soekarno, sebagai Ketua MAPINAS
Sultan Hamengkubuwono XI, sebagai Wakil Ketua I
Aziz Saleh, sebagai Wakil Ketua II
Pada acara ini Pramuka resmi diperkenalkan kepada
Masyarakat, dan dijadikan sebagai hari lahir Pramuka. Hingga
kini Jambore Nasional telah diadakan sebanyak 11 kali
Pencipta dan Arti Lambang Pramuka
Lambang Pramuka berupa Tunas Kelapa disahkan dalam
Keppres Nomor 238 Tahun 1961. Lambang ini disematkan dalam
ragam atribut Pramuka yang dipakai pada hari tertentu di sekolah.
Lambang Tunas Kelapa diciptakan oleh Soehardjo Admodipura,
seorang pembina pramuka aktif yang bekerja di lingkungan
Departemen Pertanian. Penetapan tunas kelapa terjadi pada 16
Agustus 1961, 2 hari setelah terbentuknya pramuka.
Lambang tunas kelapa atau nyiur memiliki arti sebagai berikut:
Buah nyiur yang bertumbuh disebut cikal. Dan istilah cikal bakal
ini memiliki arti penduduk asli yang menurunkan generasi baru.
Buah Nyiur mengiaskan bahwa setiap anggota Pramuka
merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia.
Buah nyiur juga dapat hidup lama dalam kondisi apa pun. Hal
tersebut juga mengkiaskan setiap anggota pramuka adalah
seorang yang rohaniah dan jasmaniah sehat, kuat, dan ulet
menghadapi tantangan hidup dan kesukaran dalam mengabdi
pada tanah air dan bangsa.
Nyiur juga dikiaskan dengan kemampuan beradaptasi di
masyarakat di mana pun berada dan dalam kondisi apa pun.
Nyiur mampu tumbuh tinggi dan menjulang lurus ke atas. Hal ini
menghiaskan setiap anggota pramuka mempunyai cita-cita
tinggi dan lurus serta mulia dan jujur yang tidak mudah goyah.
Akar nyiur tumbuh kuat dan erat di dalam tanah. Lambang akar
mengkiaskan tekad dan keyakinan tiap pramuka pada dasar dan
landasan yang baik, kuat, dan nyata dalam mencapai cita-cita.
Tunas Kelapa berguna dari ujung pohon hingga akar.
Mengiaskan anggota pramuka adalah manusia berguna bagi
tanah air, bangsa, negara, serta sesama manusia.
Satuan Karya yang ada di Kepramukaan
Berdasarkan Pasal 39 dalam Anggaran Dasar dan Anggaran
Rumah Tangga (Keputusan Musyawarah Nasional X Gerakan
Pramuka Tahun 2018 Nomor: 07/Munas/2018), saka atau satuan
karya menjadi salah satu organisasi pendukung dalam gerakan
kepramukaan bagi anggota pramuka penegak serta pandega.
Mengutip dari buku Scout Book: Materi Lengkap Pramuka (2014)
karya Alim Sutoto dan Toni Hermanto, saka merupakan aktivitas
kepramukaan yang ditujukan untuk memberi bekal pengetahuan
serta keterampilan, khususnya di bidang kejuruan.
Jenis Saka dalam Pramuka
Dalam pelaksanaannya, gerakan pramuka bekerja sama dengan
organisasi atau instansi lain. Aktivitas saka dibina oleh Kwartir
Ranting atau Cabang, sebagai upaya peningkatan kemampuan
serta pengetahuan di bidang tertentu dan supaya nantinya bisa
mengabdi kepada masyarakat dan negara.
Menurut Zuli Agus Firmansyah dalam buku Panduan Resmi
Pramuka (2015), ada 11 jenis saka atau satuan karya pramuka, yaitu:
Saka Dirgantara
Jenis saka ini menjadi wadah pendidikan serta pelatihan di bidang
kedirgantaraan. Harapannya setelah melalui serangkaian proses,
para anggota pramuka bisa mengabdi dan berguna bagi
masyarakat, bangsa serta negara.
Saka Bhayangkara
Jenis saka ini menjadi wadah pendidikan serta pelatihan di bidang
keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Para anggota
pramuka diharapkan nantinya bisa berguna serta mengabdi kepada
masyarakat, bangsa dan negara.
Saka Bahari
Jenis saka ini menjadi wadah pendidikan serta pelatihan
keterampilan di bidang kebaharian. Pelatihan ini juga menjadi upaya
menumbuhkan rasa cinta dan sikap hidup yang berorientasikan
pada kebaharian, termasuk laut serta perairan dalam.
Saka Bakti Husada
Jenis saka ini menjadi wadah pendidikan serta pelatihan
keterampilan di bidang kesehatan. Setelah menempuh pendidikan di
saka ini, para anggota pramuka diharapkan bisa membaktikan
dirinya kepada masyarakat di bidang kesehatan.
Saka Keluarga Berencana (Kencana)
Jenis saka ini menjadi wadah pendidikan serta pelatihan di bidang
keluarga berencana. Para anggota pramuka akan mendapat
pengetahuan serta keterampilan praktis di bidang bakti
masyarakat, khususnya keluarga berencana, keluarga sejahtera
serta pengembangan kependudukan.
Saka Taruna Bumi
Jenis saka ini menjadi wadah pendidikan serta pelatihan yang
bergerak dalam pertanian. Dalam saka ini, anggota pramuka akan
mendapat pengetahuan, pelatihan kepemimpinan, keterampilan dan
kecakapan, sehingga nantinya diharapkan mereka bisa produktif
dan membantu mengembangkan pembangunan pertanian.
Saka Wanabakti
Jenis saka ini menjadi wadah pendidikan serta pelatihan di bidang
sumber daya alam dan lingkungan hidup. Lebih spesifiknya, saka ini
melatih anggota pramuka untuk lebih terampil, dapat menumbuhkan
kesadaran, dan rasa tanggung jawab terhadap pelestarian sumber
daya alam serta lingkungan hidup.
Saka Wirakartika
Jenis saka ini menjadi wadah pendidikan serta pelatihan di bidang
pendidikan bela negara. Pelatihan saka ini dibina oleh TNI AD
(Angkatan Darat). Pengajarannya berfokus untuk memberi
pengetahuan, mengembangkan keterampilan di bidang bela negara.
Saka Pariwisata
Jenis saka ini menjadi wadah pendidikan serta pelatihan di bidang
pariwisata. Pelatihan ini dapat mencakup pemandu wisata, penyuluh
wisata serta kuliner.
Saka Widya Bakti
Jenis saka ini menjadi wadah pendidikan dan pelatihan di bidang
bakti masyarakat. Dalam saka ini akan diajarkan berbagai
pengetahuan dan keterampilan, khususnya pembelajaran mengenai
pendidikan kecakap hidup, media pendidikan dan pemerataan
pemberatasan buta aksara (buta huruf).
Saka Kalpataru
Jenis saka ini menjadi wadah pendidikan dan pelatihan di bidang
lingkungan hidup. Artinya anggota pramuka akan diberikan
pengetahuan dan keterampilan di bidang pemeliharaan lingkungan
hidup.