The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Koneksi antar materi-Refleksi modul 1.1 (1.1.a.8)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by muhamadjaelanithea, 2022-11-05 05:22:29

Koneksi antar materi-Refleksi modul 1.1 (1.1.a.8)

Koneksi antar materi-Refleksi modul 1.1 (1.1.a.8)

Saya percaya bahwa peserta didik ditempatkan di satuan pendidik untuk menjadi
orang yang pintar, berguna bagi kedua orang tua, masyarakat dan bangsa Indonesia, siswa
mempunyai berbagai keinginan atau cita-cita yang ingin dicapai melalui pendidikan formal
setiap peserta didik merupakan pribadi yang unik, mereka mempunyai bakat, minat dan
potensi masing-masing dari latar belakang keluarga yang berbeda-beda. Setiap anak bisa
unggul dengan pengetahuan, keterampilan proses, dan lingkungan belajar yang menunjang.
Dengan keunikan tersebut, pendidik maupun orang tua hendaknya melakukan pendekatan
individu atau kelompok sehingga keunikan anak dapat terakomodir dengan baik. Sehingga
dalam pembelajaran selalu mengedepankan pemahaman dan materi yang disampaikan
dalam pelaksanaan pembelajaran baik dibidang akademik ataupun non akademik. Tidak
sedikit dari mereka dan orang tua yang memandang bahwa nilai belajar merupakan tolak
ukur keberhasilan dalam mengikuti pembelajaran disekolah.

Modul 1.1 memberikan pemahaman dan ilmu pengetahuan untuk saya, bahwa
pendidikan yang berpihak pada anak/berhamba pada anak dan disesuaikan dengan
kemampuan masing-masing anak didik. Hal ini yang menguatkan saya mengenai dasar-
dasar pendidikan yang bertujuan untuk menuntun segala potensi kodrat yang ada pada
anak agar anak dapat belajar dalam kondisi yang merdeka, bebas dari segala tekanan, serta
mengembangkan ide pikiran kreatif dengan mengembangkan bakat dan minat anak dengan
terus diarahkan dan dituntun oleh pendidik supaya anak tidak kehilangan arah dan dapat
berkembang sesui kodratnya. Yang paling saya sadari bahwa kebebasan dan kreativitas
anak seharusnya tidak dibatasi oleh ekspektasi guru karena dapat berakibat pada ketidak
percayaan diri, tidak nyaman, merasa terkekang sehingga berakibat pada hilangnya
motivasi belajar. Dalam melaksanakan tugas di sekolah juga harus sangat
mempertimbangkan sosial budaya, kearifan lokal sehingga tidak mengkaburkan filosifi dari
KHD bahwa kita sebagai pendidik harus mempertimbangkan kodrat alam dan kodrat zaman,
hal itu bertujuan agar pendidikan bisa disesuaikan dengan kondisi disekolah sesuai dengan
keadaan yang sebenarnya dan mampu berkolaborasi, terintergrasi dengan sosial budaya,
kearifal lokal tersebut.

Saya melakukan proses pengajaran selalu tersiratkan kata kunci “menuntun” dan
pada setiap awal pembelajaran selalu membuat kesepakatan kelas, dimana kesepatan ini
bisa saling diketahui dan dilaksanakan dengan konsisten, membuat pembelajaran dengan
menarik disertai ragam media ajar yang dapat mewakili/menyempurkankan materi ajar yang
disampaika serta selalu berpusat pada peserta didik tidak terlalu monoton dalam
menggunakan metode ceramah. Dalam kegiatan penutup disetiap proses pembelajaran
selalu melaksanakan refleksi karena dengan adanya kegiatan refleksi peserta didik mampu
menyampaikan pengetahuan, informasi dari apa yang telah dipelajarinya sehingga
pembelajaran dapat membekas dalam ingatan peserta didik. Dengan pengetahuan saya
dalam mempelajari Modul 1.1 saya belajar untuk tidak egois dalam melakukan kehendak
saya ketika proses pembelajaran lebih menerima anak dengan segala keunikannya dan
tidak mudah menyalahkan, memberikan sanksi tanpa pertimbangan apapun anak saat anak
melakukan hal-hal baru selama mengikuti proses pembelajaran.


Click to View FlipBook Version