The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by muhyunussunusi, 2021-11-29 09:54:08

CAWAS Yunus

CAWAS Yunus

PROPOSAL RENCANA PROGRAM PENGAWASAN

MENINGKATKAN KEMAMPUAN GURU MENERAPKAN
PEMBELAJARAN KETERAMPILAN BERPIKIR TINGKAT
TINGGI (HOTS) MELALUI BIMBINGAN TEKHNIS
BERBASIS LITERASI DIGITAL
DI SDI PACCERAKKANG

OLEH:
MUHAMMAD YUNUS SUNUSI
N I P. 1 9 7 1 0 5 11 1 9 9 5 0 1 1 0 0 3
SD INPRES PACCERAKKANG

KOTA MAKASSAR
TAHUN 2021

BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang

 Untuk mengembangkan potensi peserta didik secara
maksimal perlu pembelajaran yang membuat peserta didik
dapat menguasai keterampilan berpikir tingkat tinggi HOTS
(Higher Order Thinking Skill).

 Kenyataannya kemampuan guru di SD Inpres Paccerakkang
menerapkan pembelajaran HOTS masih rendah.

 Diperlukan tindakan pengawasan bimbingan dan latihan
untuk membantu guru di SD Inpres Paccerakkang agar
mereka mampu melaksanakan pembelajaran HOTS.

B. MASALAH PEMBELAJARAN DAN
GAGASAN INOVASI PENGAWASAN

 Rendahnya kemampuan guru menerapkan
pembelajaran HOTS di SD Inpres Paccerakkang

 Kegiatan bimbingan dan latihan guru berbasis literasi
digital diyakini mampu meningkatkan kemampuan guru
menerapkan pembelajaran HOTS di SD Inpres
Paccerakkang .

C. VISI, MISI, TUJUAN DAN INDIKATOR

Visi
 Pengawasan yang profesional untuk penjaminan mutu

pendidikan sesuai dengan Standar Nasional.

MISI

 Meningkatkan Pengembangan profesi pengawas.

 Mengembangkan supervisi akademik dan supervisi manajerial

 Melaksanakan penilaian, pembinaan dan pemantauan terhadap
penerapan Standar Nasional Pendidikan

 Meningkatkan penjaminan mutu sekolah sesuai dengan delapan
Standar Nasional Pendidikan

 Meningkatkan mutu Pendidikan melalui
workshop,diklat/pelatihan serta pengembangan
keprofesionalisme

LANJUTAN: VISI, MISI, TUJUAN DAN
INDIKATOR

3. Tujuan

a. Pengawas yang mampu mengembangkan supervisi
akademik dan supervisi manajerial

b. Pengawas yang mampu meningkatkan mutu
Pendidikan melalui workshop,diklat/pelatihan serta
pengembangan keprofesionalisme

c. Pengawas yang mampu mengoptimalkan perannya
yang berorentasi pada peningkatan mutu pendidikan
nasional

4. INDIKATOR

 Terlaksananya supervisi akademik dan supervisi manajerial di
seluruh sekolah wilayah binaan di tahun 2022

 Semua guru di wilayah binaan sudah mengikuti
workshop,diklat/pelatihan sesuai kebutuhannya serta
pengembangan keprofesionalisme minimal dua kali di tahun
2022

 Terjadinya peningkatan SKL di seluruh sekolah binaan di tahun
2022

 Seluruh sekolah binaan mengalami peningkatan akademik
maupun manajerial di tahun 2022

BAB II RENCANA PROGRAM PENGAWASAN

A. BIMBINGAN LATIHAN (BIMLAT) PROFESIONAL GURU.

 Untuk meningkatkan kemampuan guru menerapkan
pembelajaran HOTS CBPS mencoba melakukan
inovasi bimlat yakni merencanakan bimbingan latihan
(Bimlat) berbasis literasi digital.Seluruh interaksi
diharapkan dapat dilakukan dengan literasi digital. Di
samping menigkatkan kemampuan pembelajaran
HOTS , peserta juga dapat memperoleh keterampilan
literasi digital

STRATEGI

 BCPS mencoba teknik bimbingan latihan berbasis
literasi digital.

 Segala interaksi diupayakan menggunakan literasi
digital

 Semua peserta membawa laptop
 Ruangan difasilitasi listrik dan internet (wifi)
 Kontrak belajar berliterasi digital

LANGKAH-LANGKAH
1. PERENCANAAN

 Panitia bertugas untuk mempersiapkan semua yang berkaitan
dengan rencana pelaksanaan kegiatan bimbingan latihan.

2. PELAKSANAAN

 Pelaksanaan mengikuti jadwal dan rundown acara yang telah
disusun oleh panitia pelaksana.

 Semua kegiatan dan interaksi peserta dan pemateri berbasis
literasi digital

3. MONITORING DAN EVALUASI

 Monitoring merupakan kegiatan untuk mengetahui apakah
program yang dibuat itu berjalan dengan sebagaimana mestinya
sesuai dengan yang direncanakan, adakah hambatan yang terjadi
dan bagaimana para pelaksana program itu mengatasi hambatan
tersebut.

 Evaluasi adalah suatu proses untuk menyediakan informasi
tentang sejauh mana suatu kegiatan tertentu telah dicapai,
bagaimana perbedaan pencapaian itu dengan suatu standar
tertentu untuk mengetahui apakah ada selisih di antara keduanya,
serta bagaimana manfaat yang telah dibandingkan dengan
harapan-harapan yang ingin diperoleh

4. REFLEKSI

 Meminta seluruh pendapat peserta dan narasumber tentang
kegiatan pelaksanaan bimbingan latihan berbasis literasi digital
peningkatan kompetensi guru mengimplementasikan
pembelajaran HOTS di SD Inpres Paccerakkang Kota Makassar.
Hasil refleksi tersebut digunakan untuk melakukan perbaikan
bimbingan dan latihan yang akan dilaksanakan selanjutnya.

C. RENCANA PELAPORAN

Sistematika pelaporan direncanakan sebagai berikut:
BAB I. PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
B. Fokus Masalah
C. Tujuan dan Sasaran
D. Ruang Lingkup Pengawasan
BAB II. KERANGKA BERPIKIR PEMECAHAN MASALAH
A. Landasan
B. Kerangka berpikir
BAB III. PENDEKATAN DAN METODE
A. Pendekatan
B. Metode
BAB IV. HASIL
BAB V. KESIMPULAN DAN SARAN
A. Kesimpulan
B. Saran
LAMPIRAN

BAB III PENUTUP

 Dalam menghadapi era 4.0 guru dituntut untuk mampu
menerapkan pembelajaran keterampilan berpikir tingkat tinggi
(HOTS).

 Rendahnya kemampuan guru di SD Inpres Paccerakkang dapat
ditingkatkan dengan bimbingan latihan berbasis literasi digital

 Model pelatihan ini diyakini dapat meningkatkan kemampuan guru
menerapkan pembelajaran HOTS sekaligus mengasah
keterampilan guru berliterasi digital.


Click to View FlipBook Version