DISUSUN OLEH: SALSHABILLA FITRI 21129113 KELAS VI OPERASI BILANGAN BULAT
: Menjelaskan dan melakukan operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian yang melibatkan bilangan bulat KOMPETENSI DASAR INDIKATOR 3.2.1 Menghitung operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian yang melibatkan bilangan bulat (C2) 3.2.2 Memecahkan operasi hitung penjumlahan, pengurangan, perkalian dan pembagian yang melibatkan bilangan bulat (C3g
1. Pengertian bilangan bulat Bilangan bulat adalah bilangan yang terdiri atas himpunan bilangan positif, nol, dan bilangan negatif, seperti dikutip dari situs Rumah belajar. Bilangan bulat dinotasikan dengan B = {bilangan bulat}= {..., -3, -2, -1, 0, 1, 2, 3, ...). Dalam bilangan bulat, berlaku prinsip sebagai berikut. · a > b, apabila a terletak di sebelah kanan b · c < b, apabila c terletak di sebelah kiri b Misalnya b dalam hal ini adalah 0, maka semua angka yang ada di sebelah kiri lebih kecil dari 0 dan yang ada di sebelah kanan lebih besar dari 0.
1. Jenis-jenis bilangn bulat a) Bilangan 0 Sama seperti namanya, bilangan nol adalah bilangan yang berarti kosong. Bilangan ini merupakan bagian dari bilangan cacah, dan hanya terdiri dari satu bilangan, yaitu 0 (nol) b) Bilangan positih ( bilangan asli) Bilangan bulat positif atau bisa disebut sebagai bilangan asli, merupakan himpunan bilangan bulat yang bernilai positif. Bilangan bulat positif juga merupakan bagian dari bilangan cacah, ya. Bilangan asli dilambangkan dengan N yang memiliki kepanjangan Natural Numbers, atau artinya himpunan bilangan asli. Contoh bilangan asli, yaitu 1, 2, 3, 4, 5, 6, 7, 8, 9, 10, …, dst. c) Bilangan bulat negative Sementara itu, bilangan bulat negatif adalah himpunan bilangan bulat yang bernilai negatif. Jadi, kebalikan dari bilangan asli, ya. Contoh bilangan bulat negatif, di antaranya …, -5, -4, -3, -2, -1.
1) Operasi Penjumlahan Dalam menjumlahkan dua bilangan bulat atau lebih, perhatikan ketentuan ini. Jika kedua bilangan bertanda sama (sama-sama positif atau sama-sama negatif), hasilnya menggunakan tanda yang sama dengan kedua bilangan bulat yang ditambahkan. Contoh: 5 + 6 = 11 -7 + (-2) = -9 Jika kedua bilangan bertanda berlawanan (salah satu positif dan yang lainnya negatif), kurangi bilangan yang bernilai lebih besar dengan bilangan bernilai lebih kecil tanpa memperhatikan tanda. Kemudian hasilnya menggunakan tanda sesuai bilangan yang bernilai lebih besar. Contoh: 8 + (-3) = 5 -19 + 7 = -12 20 + (-23) = -3
1) Operasi Pengurangan Operasi pengurangan adalah kebalikan dari operasi penjumlahan. Bilangan bulat dikurangi dengan suatu bilangan, bisa lebih kecil atau lebih besar. Untuk setiap bilangan bulat a dan b, maka berlaku: a - b = a + (-b) Contoh: 12 - 5 = 7 16 + (-9) = 7
1) Operasi Perkalian Perkalian adalah operasi penjumlahan berulang dengan bilangan yang sama. Dalam operasi perkalian, berlaku prinsip: n x a = a+ a + a + a + ... + a (sebanyak n suku) Contoh: 4 x 4 = 4 + 4 + 4 + 4 = 16 Operasi perkalian juga memiliki aturan, yakni: · Hasil perkalian dua bilangan bulat dengan tanda yang sama adalah bilangan bulat positif. · Hasil perkalian dua bilangan bulat dengan tanda berlawanan adalah bilangan bulat negatif. Jika a dan b adalah bilangan bulat, maka: - a x b = ab - (-a) x b = -(a x b) = -ab - a x (-b) = -(a x b) = -ab - (-a) x (-b) = a x b = ab
1) Operasi Pembagian Dalam operasi pembagian bilangan bulat, berlaku aturan sebagai berikut. · Hasil pembagian dua bilangan bulat dengan tanda yang sama adalah bilangan bulat positif. · Hasil pembagian dua bilangan bulat dengan tanda berlawanan adalah bilangan bulat negatif. Untuk setiap a, b, c bilangan bulat, b tidak sama dengan 0 dan memenuhi a : b = c, maka berlaku: - a : b = c - (-a) : b = -c - a : (-b) = -c - (-a) : (-b) = c .