adalah Abu Ayyub Al-Anshari dan Ummu Ayyub. Ketika mereka
ini mendengar berita tersebut segera mengomentari bahwa itu
merupakan berita bohong. Mereka membebaskan Aisyah dari
tuduhan palsu yang dialamatkan kepadanya.
Kelompok ketiga: Mereka adalah sejumlah umat Islam yang tidak
mempercayai dan juga tidak mendustakannya, dan tiada yang mereka
ucapkan kecuali kebaikan. Mereka tidak membenarkan dan tidak pula
mendustakan apa yang dilontarkan penyebar berita bohong tersebut.
Mereka meyakini bahwa pembicaraan tentang hal itu merupakan
sesuatu yang mudah dan tidak mendapat hukuman dari Allah. Sebab
orang yang menyampaikan informasi kekufuran bukanlah orang
kafir, orang yang menyampakian berita bohong bukanlah orang yang
menuduh berzina. Mereka yang tergabung dalam kelompok ini adalah
Hamnah binti fahsy, Hassan bin Tsabit, dan Misthah bin Utsatsah.
Kelompok keempat: Mereka adalah orang-orang yang sengaja
menyebarkan berita bohong, terutama orang yang memusuhi Allah
bernama Abdullah bin Ubay bin Salul, yang merupakan pemimpin
orang-orang munafik. Semoga Allah mengutuknya karena dialah yang
menguasai kesombongannya.
Allah menjelaskan kelebihan kelompokkedua dari keempat kelompok
ini dan seharusnya seluruh umat Islam mengikuti sikap mereka ini'
Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah,
"Mengapa di waktu kamu mendengar berita bohon itu orang'orang
mukminin dan mukminat tidak bersangka baik terhadap diri mereka
sendiri, dan (mengapa tidak) berkata, "lni adalah suatu berita bohong
yang nyatq.'l (An-Nur: 12)
Adapun kelompok ketiga, maka Allah menjelaskan bahwa tidak
selayaknya mereka memperbincangkan masalah semacam ini.
Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah,
"(Ingatlah) di waktu kamu menerima berita bohong itu dari mulut ke
mulut dan kamu katakan d eng a n mulutmu a p a y a ng ti d ak kamu ketahu i
sedikitjugo, dan kamu menganggopnya suatu yang ringan saia. Padahal
dia pada sisi Allah adalah besar. Dan Mengapa kamu tidak berkata,
diwaktu mendengar berita bohong itu,"sekaltkali tidaklah pantas bagi
kita memperkatakan ini, Mahasuci Engkau (Ya Tuhan kami), Ini adalah
dustoyang besar." (An-Nur: 15'15)
Allah senantiasa memperlihatkan keutamaan dan kelebihan kelompok
KetikaRasulullahHarusBerperang & 331
ketiga ini dengan berbagai kebaikan yang mereka lakukan seperti
Misthah bin Utsatsah yang dikenal dengan hijrahnya dan keimanannya
ketika Abu Bakar Ash-Shiddiq bersumpah untuk tidak memberikan
nafkah kepadanya dan tidak mengeluarkan zakatnya sedangkan dia
adalah kerabatnya.
Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah,
"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan
kelapangan di antara kamu bersumpah bahwa mereka (tidak) okan
memberi (bantuan) kepada kaum kerabat(nya), orang-orang yang
miskin dan orang -orang yang berhijrah pado jolan Allah, dan hendaklah
mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin
bahwa Allah mengampunimu? dan Allah adalah Maha Pengampun lagi
M aha Penyayang." [An-Nur: 2 2)
Adapun kelompok keempat; Mereka adalah kelompok pendukung
Abdullah bin Ubay bin Salul yang merekayasa berita bohong dan
memprofokasikannya. Allah menjelaskan bahwa mereka akan
meninggal dalam kekufuran, taubat mereka tidak diterima, dan
mereka berhak mendapatkan kutukan di dunia dan di akhirat.Ta8
Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah,
"Sesungguhnya orong-orang yang menuduh wanita yang baik-baik,
yang lengah lagi beriman (berbuat zina), mereka kena laknat di dunia
dan akhirat, dan bogi mereka adzab yang besar. Pada hari (ketika),
lidah, tang an dan kaki mereka menj adi saksi qtqs mereka terhadap apa
yang dahulu mereko kerjakan. Di hari itu, Allah akan memberi mereka
balasan yag setimpal menurut semestinya, dan tahulah mereka bahwa
Allahlah yang benar, lagi yang menj elaskan (seg ala sesutatu menurut
h akikat y a ng seb enarny a). " (An-Nur: 23 -25)
Ketujuh: Manfaat, Hukum-hukum, dan Pelajaran yang Dipetik
dari Peristiwa Al-Ifk dan Perang Bani Al-Musthaliq
1. KemanusiaanRasulullah
Cobaan dalam peristiwa Al-Ifk mengandung hikmah Allah yang
bertujuan membersihkan pribadi Rasulullah dan memperlihatkannya dalam
keadaan jernih dan istimewa dari segala sesuatu yang mengganggunya.
Kalaulah wahyu itu merupakan sesuatuyangberada dalam diri Rasulullah
7 48 Lihat Fiqh Al-lslam Syarh Bulugh Al-Moram, Asy-Syaikh Abdul Qadir Syaibah Al-Hamd, 9/5.
332 S Ketika Rasulullah Harus Berperang
dan tidak terpisah kepribadiannya, maka tentulah Rasulullah tidak
menghadapi kehidupan yang demikian itu dengan segala dimensinya
selama sebulan penuh. Akan tetapi realita yang terlihat oleh manusia
dengan adanya cobaan ini memperlihatkan sisi kemanusiaan Rasulullah
dan kenabiannya sekaligus.
Ketika wahyu Allah memberikan keputusan final mengenai berita-
berita bohong yang berkaitan dengan Ummul Mukminin Aisyah, situasi
dan kondisi pun kembali normal, hubungan beliau dengan Aisyah juga
kembali seperti semula hingga semua orang merasa bahagia dengan
keputusan akhir ini setelah sekian lama menghadapi ujian berat ini. Hal
itu membuktikan hakikat wahyu dan bahwasanya jika bukan karena
keputusan Allah maka segala yang terjadi tidak akan pernah tuntas dan
residu-residu dari cobaan itu akan tetap mengendap dalam diri Rasulullah
secara khusus dan tentunya kondisi yang demikian itu akan berimbas pada
sikap dan perilaku beliau dalam kehidupan rumah tangganya bersama
Aisyah.
Beginilah kehendakAllah jika cobaan ini dijadikan sebagai bukti kuat
kenabian Muhamad Shallallahu Alaihi wa Sallam.Tae
2. Hukuman Qadzaf Atau Tuduhan Berzina dan Arti Pentingnya
dalam Menjaga Harga Diri Umat Islam
Masyarakat muslim terdidik melalui berbagai peristiwa yang
menyertainya. Ketika peristiwa Al-lfk terjadi, Allah ingin menerapkan
hukum-hukum yang berkontribusi dalam menjaga dan melindungi harga
diri orang-orang beriman. Karena itulah, Allah menurunkan surat An-
Nur, yang membahas tentang hukum berzina laki-laki dan perempuan,
keburukan perbuatan zina, tindakan yang harus diambil pemerintah jika
salah seorang dari pasangan suami-istri menuduh pasangannya berzina,
hukuman Allah yang dijatuhkan kepada orangyang menuduh perempuan
baik-baik berzina tanpa menghadirkan empat saksi, dan berbagai hukum
lainnya.Tso
Islam mengharamkan perbuatan zina dan mengharuskan dijatuh-
kannya hukuman bagi pelakunya. Allah juga mengharamkan semua faktor
yang berpotensi menyebabkan terjadinya perzinaan, dan semua jalan yang
mengantarkan ke sana, yang di antaranya memperbincangkan perbuatan
7 49 Lihat As - S i r ah An- N ab aw iyy ah fi D h au' Al- M a sh a dir Al -Ashliyy a h, hlm. 44 1.
750 Lihat Hadits Al-Qur'an Al-Karim An Ghazawat Ar-Rasul,l/357.
Ketika Rasulullah Horus Berperang O 33 3
zina dan tuduhan berzina guna menghindarkan masyarakat darinya dengan
membendung penyebaran kata-kata kotor dan pembicaraan tentangnya.
Sebab memperbanyak perbincangan tentang perzinaan dan terlalu mudah
mempergunjingkannya di setiap waktu dan kesempatan akan mendorong
orang yang mendengarnya mudah melakukannya, dan mereka yang lemah
imannya akan berani melakukannya.
Karena itu, syariat Islam mengharamkan tuduhan berzina dan
mengharuskan orang yang menuduh orang lain berzina mendapatkan
hukuman, yaitu cambuk sebanyak delapan puluh kali dan kesaksiannya
tidak diterima kecuali setelah bertaubat secara sungguh-sungguh dan
berjanj i tidak mengulangi lagi.7s1
Beginilah Rasulullah menegakan hukuman bagi orang yang menuduh
berzina, di mana beliau menjatuhkan hukuman tersebut kepada Misthah
bin Utsatsah, Hassan bin Tsabit, dan Hamnah binti fashy. Muhammad bin
Ishaq dan lainnya meriwayatkan bahwasanya Rasulullah menjatuhkan
hukuman cambuk kepada dua orang lelaki dan seorang perempuan
dalam masalah Al-Ifk. Ketiga orang tersebut adalah Misthah bin Utsatsah,
Hassan bin Tsabit, dan Hamnah binti fahsy. Imam At-Tirmidzi juga
meriwayatkannya.Ts2
Imam Al-Qurthubi berkata, "Riwayat paling populer di kalangan para
ulama adalah bahwasanya yang dijatuhi hukuman cambuk adalah Hassan
bin Tsabit, Misthah bin Utsatsah, dan Hamnah binti fahsy, dan tidak ada
riwayat yang menyatakan bahwa beliau menjatuhkan hukuman cambuk
kepada Abdullah bin Ubay bin Salul.7s3
Beberapa riwayat dha'if menunjukkan bahwa Abdullah bin Ubay bin
Salul dijatuhi hukuman cambuk. Akan tetapi semua riwayat ini dha'if dan
tidak bisa dijadikan hujjah.Tsa
Imam Ibnul Qayyim mengemukakan hikmah tentang tidak
dijatuhkannya hukuman itu kepadaAbdullah bin Ubaybin Salul, ia berkata,
a. Ada yang mengatakan bahwa hukuman-hukuman tersebut
dimaksudkan untuk meringankan pelakunya dan dijadikan sebagai
kafarat baginya. Sedang penjahat besar seperti Abdullah bin Ubay bin
Salul tidak layak mendapatkan hukuman semacam itu. Sebab Allah
75\ Lihat Atsar Tathbiq Asy-Syari'ah,Dr. Muhammad Az-Zahim, hlm. 117.
7 52 Lihat Tafsir Al- Qurthubi,l2 / 197 .
753 rbid, t2/20r.
754 Lihat Maruiyyat Ghazwah Bani Al-Mushthaliq, hlm. 242.
334 S, KetikaRasulullahHarusBerperang
telah mengancamnya dengan siksaan yang amat pedih di akhirat dan
tidak perlu dihukum cambuk.
b. Adapula yang mengatakan bahwa hukuman tidak bisa dijatuhkan
kecuali adabukti ataupun pengakuan, sedangkan ia tidakmengakuinya
tidak seorang yang bersaksi mengenai keterlibatannya. Ia pernah
dihadapkan pada para pendukungnya akan tetapi tidak seorang pun
dari mereka yang bersedia menjadi saksi atasnya dan tidak seorang
pun dari orang-orang beriman menyebutnya.
c. Adapula yang mengatakan bahwa hukumannya tidak dijatuhkan
demi kepentingan yang lebih besar dibandingkan iika dijatuhkan
kepadanya. Sebagaimana ia tidak dibunuh meskipun kemunafikan
dan perkataannya yang mengharuskan dijatuhkannya hukuman mati
berulang kali tidak dijatuhkan. Kepentingan yang dimaksud adalah
membiasakan kaumnya dan menjaga mereka agar tidak menjauh dari
Islam.
Dalam akhir penjelasannya, Imam Ibnul Qayyim berkata, "Barangkali
ia tidak dijatuhi hukuman-hukuman semacam itu karena alasan-alasan
tersebut."Tss
3. Permintaan Maaf Hassan bin Tsabit kepada Sayyidah Aisyah
Riwayat-riwayat tersebut menyatakan bahwa barangsiapa yang
tenggelam dalam pembicaraan tentang Al-lfk telah bertaubat kecuali
Abdullah bin Ubay bin Salul. Hassan bin Tsabit telah meminta maaf atas
apa yang pernah dilakukannya. Sayyidah Aisyah sendiri telah memuji sikap
ksatria yang ditunjukkan Hassan bin Tsabit tersebut.Ts6
4. Di Antara Hukum-hukum yang Dapat Disimpulkan dari Perang
Bani Al-Musthaliq
Diperbolehkannya melancarkan serangan terhadap mereka yang telah
mendapatkan seruan dakwah Islam tanpa peringatan terlebih dahulu.
Diperbolehkannya menjadikan pemerdekaan hamba sahaya sebagai
maskawin. Hal ini sebagaimana yang dilakukan Rasulullah terhadap
fuwairiyah binti Al-Harits dalam perang ini.
Dianjurkannya mengadakan undian di antara para istri ketika seorang
suami ingin bepergian dengan salah satu dari mereka.
7 55 Lihat Z ad Al- M a' ad,3 / 2 63 -2 64. & 335
7 5 6 Lihat /s-Si rah An - N ab aw iyy ah, Abu Sythbah, 2 / 2 63.
Ketika Rasulullah Harus Berperang
Adanya kasus perbudakan pada bangsa Arab sebagaimana yang
terjadi dalam perang Bani Al-Musthaliq. Inilah pendapat fumhur ulama.7s7
Para ulama bersepakat bahwa barangsiapayang memaki Sayyidah
Aisyah setelah terbukti bahwa ia tidak bersalah secara mutlak berdasarkan
ayatAl-Qur'an dan tetap menuduhnya dengan tuduhan tersebut, maka ia
kafir. Sebab melawan Al-Qur'an.7sB
Di antara hukum-hukum yang dapat dipetik dari perang ini adalah
hukum beri'tizal (tidak melepaskan sperma dalam vagina istri ketika
berhubungan badan) dari para istri di mana para sahabat bertanya kepada
Rasulullah tentangnya dan beliau mengizinkannya. Beliau berkata, "Boleh
saja kalian tidak melakukan Azl (tidak mengubah takdir). Sebab tiada suatu
jiwa pun yang hidup hingga Hari Kiamat kecuali akan tetap hidup (dalam
pengetahuan Allah, baik kamu melakukan Azl ataupun tidak)."7se fumhur
ulama berpendapat diperbolehkannya Azl atau mengeluarkan batang
kemaluan dari kemaluan istri untukyang merdeka dengan izinnya untuk
berejakulasi.T60
Dalam perang ini juga diturunkan tentang tayammum yang
mengisyaratkan tentang shalat dan mengingatkan betapa pentingnya
shalat itu. Dan bahwasanya tiada halangan untuk melakukan shalat
meskipun tidak ada air. Tayammum merupakan salah satu sarana untuk
memenuhi syarat sahnya shalat. Kita tidak perlu khawatir dan merasa
tidak nyaman dengan tidak adanya air untuk mendirikan shalat.@
7 57 Lihat Al- U mm, Imam Asy-Syafr' i, 4 / 186.
758 Lihat Syarh Shahih Muslim, Imam An-Nawawi,S/643.
759 Lihat.As-Sirah An-Nabawiyyah Ash-Shahihalr, Al-Umari, 2 / 4t5.
760 Lihat Nail AI -Au th ar, Asy-Syaukani, 6 / 222 -224.
336 O Ketika Rasulullah Harus Berperang
PERANGAT-AHZAB
TAHUN KE-5 HIIRIYAH
't { r r rr;rrr*aes
SEIARAH DAN FAKOR-FAKTOR YANG
MENYEBABKAN PERANG, SERTA
IALANNYA PEPERANGAN INI
Pertama: Sejarah Perang dan Faktor-faktor yang Menyebabkan
Perang
a. Sejarah Perang
Sebagian besar pakar sejarah dan biografi berpendapat bahwa Perang
Al-Ahzab terjadi pada bulan Syawal tahun kelima Hijriyah.T6l Al-Waqidi762
berkata, "Perang Al-Ahzab terjadi pada hari Selasa delapan Dzulqa'dah
tahun kelima Hijriyah." Ibnu Sa'ad763 berkata, "Sesungguhnya Allah
mengabulkan doa Rasulullah dan berhasil memenangkan PerangAl-Ahzab
pada hari Rabu bulan Dzulqa'dah tahun keliam Hijriyah. Diriwayatkan
dari Az-Zuhri, Malik bin Anas, dan Musa bin Uqbah, bahwasanya perang
Al-ahzab terjadi pada tahun keempat Hijriyah.T6a
Para ulama berpendapat bahwa mereka yang menyatakan bahwa
perang Al-Ahzab terjadi pada tahun keempat, menghitung penanggalan
tersebut dari bulan Muharram yang terjadi setelah Hijrah dan menafikan
bulan-bulan sebelumnya hingga Rabiul Awwal. Pendapat ini tentunya
bertentangan dengan pendapat fumhur ulama yang menjadikan tahun
Hijriyah itu dimulai dari bulan Muharram.765 Pendapat ini didukung oleh
Ibnu Hazm,766 yang menyatakan bahwa perang tersebut terjadi pada tahun
761 Lihat.As-Sirah An-Nabawiyyah fi Dhau' Al-Mashadir Al-Ashliyyah, hlm. 443.
7 62 Lihat Al- Mag hazi,Z / 440, tanpa sanad.
763 LihatAth-Thabaqat Al-Kubra, Ibnu Sa'd,2/65-73, dengan sanad muttashil.
7 64 Lihat Al- Bidayah wa An- N ihayah,4 / 705.
765 Lihat.As-Sirah An-Nabawiyyah fi Dhau' Al-Mashadir Al-Ashliyyah, hlm. 443.
7 66 Lihat Jawami' As-Siral\h1m.185.
338 O KetikaRasulullahHarusBerperang
keempat. Hal ini berdasarkan pendapat Ibnu Umar, yang mengatakan,
"sesungguhnya Rasulullah menolaknya (untuk ikut serta) dalam Perang
Uhud -yang terjadi pada tahun ketiga Hijriyah berdasarkan kesepakatan
para ulama- dan ketika itu baru berusia empat belas tahun."767 Akan tetapi
Imam Al-Baihaqi,768 Ibnu Hajar,76e dan lainnya menafsirkan peristiwa itu
bahwa dalam Perang Uhud itu Abdullah bin Umar baru memasuki usia
keempat belas tahun. Sedangkan Perang Al-Khandaq ini terjadi pada akhir
usianya kelima belas. Dan ini lebih cocok dengan fumhur ulama.770
Pendapat jumhur ulama inilah yang lebih bisa dipertanggungjawabkan
menurut penulis dan juga didukung Ibnul Qayyim, yang mengatakan,
"Perang Al-Ahzab terjadi pada tahun kelima Hijriyah bulan Syawwal
menurut pendapat yang lebih bisa dipertanggungjawabkan. Sebab tiada
perbedaan pendapatbahwa Perang Uhud terjadi pada bukan Syawal tahun
ketiga Hijriyah dan orang-orang musyrik mengadakan perjanjian dengan
Rasulullah untuk bertemu pada tahun depan yaitu tahun keempat (dalam
Perang Badar yang dijanjikan) dan kemudian mereka mengingkarinya
karena masa paceklik yang terjadi pada tahun tersebut. Akhirnya mereka
memutuskan untuk kembali. Pada tahun kelima hijriyah, maka mereka pun
memutuskan untuk menyerang beliau.771
2. Faktor-faktor yang menyebabkan meletusnya Perang Al-Ahzab
Pada dasarnya kaum Yahudi Bani An-Nadhir yang terusir dari
Madinah berimigrasi ke Khaibar dengan membawa segenap kedengkian
mereka kepada umat Islam. Ketika mereka telah menetap di Khaibar,
maka mereka pun mulai membangun konspirasi baru untuk membalaskan
dendam terhadap umat Islam. Mereka pun bersepakat untuk melobi
kabilah-kabilah Arab yang beragam untuk membujuk mereka agar bersedia
memerangi umat Islam. Demi tujuan jahat ini, mereka membentuk sebuah
delegasi yang terdiri dari Salam bin Ubay Al-Haqiq, Huyai bin Akhthab,
Kinanah bin Ar-Rabi'bin Abu Al-Haqiq, dan Haudzah bin Qais Al-Wa'ili
serta Abu Ammar.772
Delegasi tersebut meraih keberhasilan gemilang dalam menjalankan
7 67 Lihat As-Sirah An-Nabawiyyah fi Dhau' Al-Mashadir Al-Ashliyyah, hlm. 444.
768 Lihat DaIa'il An-Nubuwwafi, Al-Baihaqi, 3/396.
7 69 Lihat Al-Fath,3 / 39 6.
770 Lihat /s-Sirah An-N abawiyyah fi Dhau' Al-Mashadir Al-Ashliyyah, hlm. 444.
7 7 L Lihat Zad Al- Ma' ad,2 / 288.
7 7 2 Lihat As - S i ra h An- N ab aw iyy a h, lbnu Hisy am, 3 / 237 .
&Ketika Rasulullah Harus Berperang 339
tugasnya, di mana kaum kafir Quraisy yang merasakan pahitnya blokade
ekonomi yang ditimpakan kepada mereka oleh umat Islam memberikan
persetuj uan mereka. Kabilah Ghathfan j uga memberikan kesepakatannya
dengan harapan dapat memperoleh berbagai sumber daya alam dan
potensi kota Madinah, mendapatkan ghanimah, harta rampasan, dan
kemudian keputusan ini diikuti kabilah-kabilah lainnya.
Seorang delegasi Yahudi berkata kepada seorang musyrik Makkah,
"Sesungguhnya agama kalian jauh lebih baik dibandingkan agama
Muhammad, dan bahwasanya kalian lebih berhak menguasainya diban-
dingkan dia.'773
Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah,
"Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang diberi bagian
dari Al-kitab? mereka percaya kepada jibt dan thaghut, dan mengatakan
kepada orang-orang kafir (musyrik lfiakkah), bahwa mereka itu lebih
benar jalannyo dari orang-orang yang beriman. Mereka itulah orang
yang dikutuk Allah. Barangsiapa yang dikuuk Allah, niscaya kamu sekalt
kali tid ak akan memperoleh penolong bag inya."' (An-Nisaa' : 5 1-52)
Mengenai artikel ini, Prof. Wilfinson menyatakan bahwa kaum
Yahudi itu melakukan kesalahan besar, yang lebih memilih agama kaum
kafir Quraisy yang paganis dibandingkan agama Islam yang menyerukan
penyembahan Allah yang Maha Esa. Ia berkata, "Yang menyakitkan semua
orang yang beriman dengan Tuhan yang Maha Esa baik dari kaum Yahudi
dan umat Islarn adalah terjadinya dialog antara sejumlah orang Yahudi
dengan kaum kafir Quraisy yang paganis, di mana kaum Yahudi lebih
mengutamakan agama-agama kaum kafir Quraisy dibandingkan agama
pembawa risalah Islam.'774
Tidakdiragukan lagi bahwa kaum kafir Quraisymerasa senang dengan
pujian yang dilontarkan terhadap agama mereka. Mereka pun semakin
bersemangatdan lebih membulatkan tekad untuk memerangi umat Islam.
Kemudian mereka menyatakan persetuiuan rnereka atas seruan dan ajakan
untuk bergabung dalam ekspedisi militer yang bertujuan menyerang kota
Madinah dan mereka pun menentukan waktu pelaksanaannya.TTs
Delegasi dari Yahudi itu menandatangani kesepakatan bersama para
773 LihatAt-Tarikh As-Siy.asi wa Al-Askari, Dr. Ali Mu'thi, hlm. 310.
774 Lihat Tarikh AI-Yahud fi Bilad Al-Arab, Prof.Wilfinson, hlm. 142
775lbid, hlm.310.
34O S Ketika Rasulullah{arus Berperang
pemimpin Ghathfan dalam sebuah forum yang mereka namakan Persatuan
Militer Arab Paganis-Yahudi melawan umat Islam. Poin-poin terpenting
yang tertuang dalam dokumen kesepakatan ini antara lain:
a. Hendaknya pasukan Ghathfan yang tergabung dalam persatuan ini
sebanyak enam ribu personel.
b. Kaum Yahudi bersedia membayar kepada kabilah-kabilah Ghathfan
[dengan imbalan kesediaan mereka itu untuk bergabung) sebanyak
hasil panen kurma Khaibar selama satu tahun.776
Delegasi Yahudi itu berhasil membawa pulang misinya ke Madinah
dengan disertai sepuluh ribu tentara: Empat ribu personel dari kaum
Quraisy dan para sekutunya dan enam ribu lainnya dari Ghathfan dan para
sekutunya. Pasukan dengan jumlah sebesar itu pun mendirikan pangkalan
militer dekat kota Madinah.
Kedua: Pengawasan Umat Islam terhadap Kelompok-kelompok
Pasukan Tersebut
Badan keamanan negara Islam senantiasa meningkatkan kewas-
padaannya atas orang-orang yang memusuhinya: Karena itu, badan
ini mengawasi pergerakan kelompok-kelompok pasukan tersebut dan
mengintai pergerakan-pergerakan mereka. Badan keamanan ini juga
mengintai aktivitas dan gerakan kaum Yahudi sejak kepergian mereka
dari Khaibar menuju Makkah. Badan keamanan benar-benar memahami
apa yang terjadi antara delegasi Yahudi dengan kaum kafir Quraisy dan
juga Ghathfan.
Ketika pihak Madinah berhasil mendapatkan informasi'informasi
tentang musuh ini, maka Rasulullah segera mengambil beberapa langkah
dan kebijakan pertahanan yang diperlukan. Beliau mengadakan pertemuan
darurat yang dihadiri tokoh-tokoh terkemuka pasukan umat Islam, baik
dari kaum Muhajirin maupun kaum Anshar. Dalam pertemuan tersebut,
beliau membahas situasi dan kondisi yang genting ini, yang diakibatkan
konspirasi jahat yang dibangun kaum Yahudi.777
Dalam pertemuan tersebut, Salman Al-Farisi memberanikan diri
mengemukakan pendapatnya, yang berisikan ide penggalian parit besar
untuk menghadapi serangan musuh dari berbagai kelompok tersebut'
Rasulullah kagum mendengar pendapat yang diusulkannya. Al-Waqidi
776 LihalGhazwah AI-Ahzab, Muhammad Ahmad Pasyamel, hlm' 141. s 34L
777 lbid, hlm. 144-145.
Ketika Rasulullah Harus Berperang
berkata, "Salman berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya kami di
wilayah Persia, apabila merasa terancam dengan pasukan berkuda, maka
kami menggali parit. Lalu apakah engkau wahai Rasulullah, bersedia
menggali parit?" Umat Islam merasa kagum dengan pendapat Salman Al-
Farisi ini."77q
Ketika pendapat itu dimatangkan -melalui musyawarah- untuk
menggali parit, maka Rasulullah pergi bersama beberapa para sahabatnya
untuk menentukan posisi parit yang akan digali dan umat Islam memilih
sebuah tempat strategis yang mampu memberikan perlindungan dan
keamanan kepada seluruh pasukan.
Al-Waqidi menuturkan, "Bahwasanya Rasulullah mengendarai
seekor kudanya bersama sejumlah sahabatnya baik dari kaum Muhajirin
maupun dari kaum Anshar. Mereka lalu menentukan tempat untuk turun.
Posisi yang paling strategis menurut beliau adalah dengan menempatkan
pegunungan Sal' di belakang punggungnya dan mulai menggali dari
Al- M adzad menuj u DzubabT 7 e hingga Raj i j. 780 Rasulullah memanfaatkan
kekokohan pegunungan Sal'781 untuk melindungi tubuh para sahabat.
Pemilihan tempat-tempat tersebut tepat dan strategis: karena sebelah
Utara Madinah adalah sisi yang terbuka bagi musuh, di mana mereka dapat
memasuki Madinah dan mengancamnya. Adapun sisi-sisi yang lain, maka
sangat terlindung dengan kuat dan dapat menahan berbagai serangan
musuh yang diarahkan kepadanya. Dengan demikian, maka permukiman
warga yang berada di sisi Selatan saling berhimpitan dan tinggi bagaikan
pagar-pagar yang kokoh. Sedangkan Harrah Waqim,782 dari arah Timur,
Harrah Al-Wabrah dari arah Barat yang berdiri bagaikan benteng
alam. Sedangkan Atham atau benteng yang terbuat dari bebatuan yang
didirikan Bani Quraizhah di sebelah renggara Madinah sudah cukup untuk
mengamankan punggung umat Islam, di mana antara Rasulullah dengan
778 Lihat Al-Maghazi, Al-Waqidi,2/444, d,an Ath-Thabaqat Al-Kubra,lbnu Sa'd, 2/66.
779 Kata Adz-Dzubab dalam riwayat ini adalah nama sebuah bukit kecil di Madinah, di mana
antara bukit ini dengan gunung Sal' dipisahkan dengan sebuah lembah bernama Al-Wada'.
780 Kata Ratii dalam riwayat ini berarti nama sebuah benteng di Madinah yang dibangun kaum
Yahudi.
781 Pegungan Sal' adalah sebuah pegunungan terpopuler di Madinah. Lihat Mu'jam Al-Buldan,
3/236.
782 Harrah Waqim adalah sebuah daerah bebatuan berwarna hitam di Madinah bagian Timur.
Lihat Mu'j am M a'alim Al - Hij az,Z / 283 -285.
342 S Ketika Rasulullah Harus Berperang
Bani Quraizhah terdapat sebuah perjanjian agar mereka tidak berpihak
kepada siapa pun dan tidak membantu suatu musuh pun melawannya.Ts3
Dari pencarian Rasulullah terhadap posisi strategis untuk menggali
parit dan penempatan pasukan memiliki arti penting bagi jaminan
keamanan pasukan. Penempatan pasukan tersebut haruslah memenuhi
unsur-unsur penting dan utama, yaitu pengamanan penuh terhadap
pasukan. sebab hal itu sangat berpengaruh pada jalannya perang dan
implikasi-implikasinya.TEa
strategi Rasulullah dalam Perang Al-Khandaq atau Perang Al-Ahzab
sudah berkembang pesat dan maiu; di mana beliau mengambil keputusan
cepat dan strategi baru dalam perang tersebut. Penggalian parit belumlah
dikenal di kalangan masyarakat Arab dalam peperangan-peperangan
mereka. Bahkan penggunaan strategi ini dianggap aneh sekali. Karena
itulah, maka Rasulullah merupakan pemimpin pertama yang menerapkan
penggalian parit ini dalam perang dalam sejarah Arab dan umat Islam. Parit
ini merupakan kejutan besar bagi orang-orang yang memusuhi Islam dan
menyerangnya dan berhasil menggagalkan berbagai strategi perang yang
telah mereka rumuskan sebelumnya.
Di antara faktor-faktor pendukung suksesnya penggunaan strategi
yang mengejutkan ini adalah penerapan strategi secara rahasia dan
melakukannya dengan profesional, serta cepat pelaksanaannya. Ini
merupakan strategi baru dalam sejarah perang bangsa Arab dan memiliki
implikasi luar biasa dalam melemahkan semangat perang kelompok-
kelompok pasukan tersebut dan menyebabkan mereka tercerai-berai.
Keenam: Perhatian Rasulullah terhadap Kondisi Dalam Negeri
1. Ketika Rasulullah mengetahui kedatangan pasukan Al-Ahzab
(pasukan multinasional atau pasukan yang berkelompok-kelompok) dan
ingin pergi ke Al-Khandaq, maka beliau memerintahkan putra-putri, kaum
perempuan, dan anak-anak untuk diamankan di benteng Bani Haritsah
agar mereka aman dari ancaman musuh. Rasulullah mengambil kebijakan
demikian karena menjaga dan melindungi keturunan, kaum perempuan,
dan anak-anak memberikan pengaruh signifikan bagi peningkatan semangat
tempur para pejuang. Sebab iika seorang tentara merasa tenang dengan
keamanan istri dan anak-anaknya akan merasa lebih tenang dan tidak
783 Lihat Al-Abqariyyah Al-Askariyyah fi Ghazawat Ar-Rasul,hlm.442.
f784 LihatAl-Qiyadah Al-Askariyyah Ahd Ar-Rasul, hlm. 426.
KetikaRasulullahHarusBerperang O 343
tegang. sehingga fokus perhatiannya tidak terganggu dengan masalah
kehidupan dan ia dapat mencurahkan segenap kemampuan dan kompetensi
akal dan fisiknya untuk bertempur secara total. Akan tetapi jika yang terjadi
adalah sebaliknya, maka seorang tentara akan mengalami kegoncangan jiwa
dan kecemasan serta melemahkan semangatnya. Akibatnya, ia akan dilanda
keresahan yang berpotensi memperlemah semangat perangnya. Dengan
begitu, bencana akan menimpa semua orang.TBs
2. Di antara hal-hal yang berpotensi memperkuat dan memperkokoh
kekuatan dalam negeri adalah partisipasi langsung Rasulullah dengan
pasukannya dalam mengemban tugas dan tanggung jawabnya. Rasulullah
bekerja sama dengan para sahabatnya dan saling membantu dalam bekerja.
Beliau langsung turun tangan dalam menggari parit. Dari Ibnu Ishaq, ia
berkata, "Aku mendengar Al-Barra' bercerita, ia berkata, "Ketika perangAl-
Ahzab terjadi dan Rasulullah ikut serta dalam menggali parit, aku melihat
beliau memindahkan tanah dan bebatuan hingga aku melihat debu itu
melingkar pada kulit perutnya dengan bulu yang lebat."786
Rasulullah aktif bekerja membantu para sahabatnya mengemban
tugas yang mulia tanpa mengenal lelah. Beliau berupaya memperlihatkan
teladan yang baik kepada para sahabatnya hingga mereka mengerahkan
segenap potensi dan kemampuan mereka merealisasikan terwujudnya
parit tersebut.
3. Rasulullah berpartisipasi aktif dengan para sahabatnya dalam
merasakan suka dan duka serta menggapai harapan mereka. Bahkan
beliau merasakan berbagai kesulitan yang tidak mereka rasakan. Dalam
perang Al-Ahzab, kita mendapati bahwasanya Rasulullah mengalami rasa
nyeri karena kelaparan layaknya para sahabat yang lain, dan bahkan lebih
dari mereka. Karena kelaparan itu, beliau terpaksa mengikatkan sebuah
batu pada perutnya karena sangat lapar.7,7 Di samping itu, Rasulullah
berpartisipasi langsung dengan mereka daram menggapai harapan,
tepatnya ketika beliau mendapatkan sesuatu yang dapat mengatasi
kelaparannya yangberlangsung selama tiga hari. Beliau merasakan semua
itu tanpa mereka ketahui. Inilah masalah yang akan kita bahasa lebih
mendalam dengan izin Allah ketika membahas tentang pesta Jabir bin
Abdullah.
785 Lihat Ghazwah Al-Ahzab, Muhammad Abclul Qadir Abu Faris, hlm. 98.
786 Lihat shahih Al-Bukhari, Kitabi Al-Maghazi, Bab: Ghazwah At-Ahzab,s/s7,no. 4106.
787 Lihat Ghazwah AI-Ahzab, Muhammad Abdul eadir Abu Faris, hlm. tr6-1,r2.
344 @ Ketika Rasulullah Harus Berperang
4. Meningkatkan semangat juangtentaranya dan menghibur mereka;
Penggalian parit tentulah disertai dengan berbagai kesulitan luar biasa.
Terlebih lagi ketika itu cuaca sangat dingin dengan hembusan angin
yang kencang dan kondisi perekonomian masyarakat yang sulit. Lebih
dari itu, mereka juga dihingga kecemasan jika sewaktu-waktu musuh
datang menyerang tanpa mereka sadari. Di samping itu, para sahabat
bekerja tanpa mengenal lelah dalam menggali parit dengan tangan-tangan
mereka dan memindahkan tanah-tanah dengan punggung-punggung
mereka. Tidak diragukan lagi bahwa situasi dan kondisi yang sulit ini
tentulah membutuhkan tekad dan semangat yang membara. Akan tetapi
dalam situasi dan kondisi yang sulit ini, Rasulullah tidak lupa bahwa para
tentaranya adalah manusia biasa. Mereka memiliki nafsu dan jiwa yang
membutuhkan istirahat dari pekerjaan yang melelahkan itu. Di samping
itu, jiwa-jiwa mereka juga membutuhkan para penghibur kelelahan dan
kepenatan mereka sehingga dapat melupakan rasa nyeri dan penderitaan
yang mereka rasakan. Karena itulah, maka kita mendapati Rasulullah
sering mendendangkan bait-bait syair yang biasanya dilontarkan Ibnu
Rawahah sambil memindahkan tanah-tanah tersebut. Di antara syair-syair
itu adalah,
Ya Allah, kalau bukan karena Allah mqka tentulah kita tidak mendapatkan
petunjuk
Tidak mengeluarkan zakat dan tidak pula mengerjakan
Sehingga Dia berkenan menitiskan ketenangan pada kita
Dan menenangkan jiwa ketika kami berhadapan dengan musuh
Sesungguhnya orang-orang yang memusuhi kita telah menyerang kita
Jika menghendaki fitnah atau tragedi, makq kita siapa menghadapinya.
Kemudian suara yang lain menyusul,788
Dari Anas bin Malih ia berkata, "Bahwasanya para sahabat Muhammad
sering mengucapkan dalam perang Al-Khandaq,
Kami adalqh orong-orang yang berbaiat kepada Muhammad
Untuk setia kepada Islam selama kami ada selamanya."
Atau dia mengatakan, "Setia dalam berjihad." Dan Rasulullah berkata,
Ya Allah, sesungguhnyq kebaikqn adalah kebaikan akhirat
Karena itu, ampunilah kaum Anshqr dan kaum Muhajirin."TBe
7BB HR.Al-Bukhari,Kitab;.41-Maghazi,Bab:GhazwahAl-Khandaq,S/57,no.4106.
789 HR.Muslim,Kitab:Al-JihadwaAs-Siyar,Bab:GhazwahAl-Ahzab,3/1432,no.L29.
Retika Rasulullah Harus Berperang & 345
Keriangan dan kesenangan pada waktu itu berpengaruh besar dalam
meringankan penderitaan yang dialami para sahabat karena situasi
dan kondisi-sulit yang mereka rasakan. Keriangan dan kesenangan juga
berimplikasi positif bagi peningkatan semangat dan aktivitas mereka
dalam menyelesaikan pekerjaan yang menjadi tuntutan bagi mereka
sebelum musuh-musuh itu datang menyerang.Teo
5. Memahami kondisi tentara dan mengizinkan mereka pergi ketika
ada keperluan
Para sahabat Rasulullah mempunyai sopan santun dan tata krama luar
biasa dalam berhadapan dengan Rasulullah. Mereka senantiasa meminta
izin kepada beliau ketika ingin pergi meninggalkan tugasnya jika mereka
harus menyelesaikan keperluannya seperti buang hajat lalu kembali lagi
ke tempat semula karena senang mendapatkan pahala dan taat kepada
perintah utusan-Nya. Mengenai orang-orang semacam ini, maka turunlah
firman Allah, "sesungguhnya yang sebenar-benar orang mukmin ialah
orang-orang yang beriman kepada Allah dan Rasul'Nya, dan apabila mereka
berada bersama-sama Rasulullah dalam sesuatu urusanyang memerlukan
pertemuan, mereke tidak meninggalkan (Rasulullah) sebelum meminta
izin kepadanya. Sesungguhnya orang-orang yang meminta izin kepadamu
(Muhammad) mereka itulah orong-orang yang beriman kepada Allah dan
Rasul-Nya, maka apobila mereka meminta izin kepadamu karena sesuatu
keperluan, berilah izin kepada siapa yang kamu kehendaki di antara mereka,
dan mohonkanlah ampunon untuk mereka kepada Allah. Sesungguhnya
Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang." (An-Nur: 62)
Ayat ini mengandung pengertian: Wahai Muhammad, apabila orang-
orang yang ingin pergi meminta izin kepadamu, maka izinkanlah mereka
dalam kondisi seperti ini menyelesaikan beberapa urusan mereka yang
memaksa mereka meninggalkan tugasnya di medan perang. Izinkanlah
kepada siapa saja yang engkau kehendaki untuk meninggalkanmu untuk
menyelesaikan urusannya dan mintakan ampunan untuk mereka.Tel
Rasulullah memiliki hak untuk memilih antara mengizinkan mereka
jika memang dipandang sangat penting dan mendesak bagi yang meminta
izin sedangkan ia melihat tidak ada ancaman bahaya apa pun dengan
kepergiannya, dan boleh saja untuk tidak mengizinkannya. Beliau boleh
790 Lihat Al-Qiyadah Al-Askariyyah fi Ahd Ar-rasul, hlm. 482.
791 Lihat Shafwah At-Tafasir, Ash-Shabuni, 2/351.
346 @ Ketika Rasulullah Harus Berperang
mengizinkan dan melarang seseorang pergi berdasarkan tuntutan kebu-
tuhan dan kondisi lapangan.Tez
6. Pembagian para sahabat dalam beberapa putaran untuk penjagaan
Rasulullah membagi para sahabatnya ke dalam beberapa kelompok
untuk melakukan tugas penjagaan dan menghadapi setiap orang yang
akan menyeberang parit. Umat Islam berkewajiban menjaga parit tersebut
dan juga menjaga Rasulullah, dan mereka pun mampu membendung
berbagai manuver dan serangan yang dilancarkan orang-orang musyrik
terhadapnya. Mereka senantiasa siap melakukan perlawanan baik di
tingkat perwira maupun komandannya. Bahkan mereka harus bertempur
mulai dari waktu sahur hingga menjelang malam di hari berikutnya,
hingga umat Islam tidak dapat menjalankan empat waktu shalat wajib.
Mereka pun terpaksa mengqadha'nya karena ketidakmampuan mereka
menghentikan perang sama sekali ketika terjadi konfrontasi bersenjata
secara terbuka.
Dalam pada itu, Imam Ali bin Abu Thalib bersama sejumlah sahabat
berhasil membendung serangan yang dilancarkan Ikrimah bin Abu f ahal,
dan bahkan Imam Ali bin Abu Thalib harus menghadapi pahlawan kaum
Quraisy bernama Amr bin Abd Wudd dan berhasil membunuhnya.Te3
Di sana terdapat sejumlah kaum Anshar yang bertugas menjaga
Rasulullah setiap malam, terutama Ubbad bin Busyr. Sebab Rasulullah
adalah pemimpin tertinggi dan beliau-lah yang bertugas mengatur secara
langsung jalannya pertempuran. Beliau yang mengatur strategi dan
merumuskannya, serta mengawasi pelaksanannya. Dengan demikian,
tugas-tugas beliau sebagai seorang pemimpin adalah sebagai berikut:
a. Memerintahkan dimulainya penggalian parit setelah melalui
musyawarah dalam masalah tersebut'. Beliau memilih tempat yang
strategis untuk tujuan itu, yaitu padang rumput yang terletak di
sebelah Utara Madinah. Sebab sisi tersebut satu-satunya sisi atau
bagian yang terbuka dan sangat berpotensi menjadi sasaran serangan
musuh.
b. Membagi tugas dan tanggung jawab penggalian parit di antara para
sahabat, di mana setiap empat puluh hasta harus diselesaikan sepuluh
7 9 2 Lihat Ah kam Al- Qu r' a n, Ibnul Arabi, 3 / | 470.
793 Llhat Fiqh As-Sirah, Munir Al-Ghadhban, hlm. 504.
Ketika Rasulullah Harus Berperang @ 347
orang sahabat dan masing-masing kelompok diharuskan segera
menggalinya.
Rasulullah yang menguasai langsung pengerjaan atau penyelesaian
tugas tersebut, sheingga tiada seorang pun yang boleh meninggalkan
pekejaannya kecuali atas izin beliau.
d. Rasulullah membagi para petugas yang harus menjaganya secara
langsung agar penjagaan dapat terus berlanjut siang-malam atas
parit tersebt. Beliau juga bertugas mengawasi secara umum terhadap
tentara dengan memotivasi mereka dan memperkuat semangat
mereka.
e. Rasulullah berhasil menerapkan strategi yang gemilang dengan
segenap kecerdasan dan kepiawaiannya dengan kepribadiannya
sebagai seorang nabi. Beliau berhasil mengendalikan segala
persoalan dan menyelamatkan orangberiman dari situasi dan kondisi
yang sulit yang terjadi pada mereka ketika kelompok-kelompok
pasukan gabungan itu menyerang Madinah hingga ancaman itu pun
menghantui kota Madinah dan sekitarnya."n Kepemimpinan umat
Islam mampu dipersatukan di bawah tanggung jawab Rasulullah, dan
itulah yang menjadi salah satu faktor diraihnya kemenangan dalam
pertempuran tersebut.@
794 Lihat Al-Qiyadah Al-Askariyah li Ashr Ar-Rasul, hlm. Ll.
348 S KetikaRasulullahHarusBerperang
UJIAN BAGI UMAT ISLAM
SEMAKIN BERAT
Meskipun umat Islam telah melakukan berbagai langkah dan
antisipasi dalam mengamankan kondisi dalam negeri dan upaya membela
dan mempertahankan Islam serta Madinah dari serangan beberapa
kelompok pasukan, akan tetapi hukum Allah senantiasa diberlakukan, di
mana tiada kemenangan kecuali setelah menghadapi kesulitan dan tiada
anugerah dan keberuntungan kecuali setelah melalui ujian dan cobaan.
Setiap kali kemenangan itu dekat dan hendak diraih, maka ujian semakin
bertambah besar. Ujian yang dihadapi umat Islam semakin berat dalam
perang Al-Khandaq karena beberapa poin berikut:
Pertama: Kaum Yahudi dari Bani Quraizhah Melanggar Perjanjian
dan Berusaha Menyerang Umat klam dari Betakang
Umat Islam senantiasa khawatir jika kaum Yahudi dari Bani Quraizhah
yang mendiami sisi Selatan Madinah itu melanggar perjanjian, sehingga
akan menempatkan umat Islam dalam posisi antara dua api; Api dari kaum
Yahudi di belakang mereka dan api dari gabungan kelompok-kelompok
pasukan dengan jumlah mereka yang banyak yang berada di depan mereka.
Kaum Yahudi di bawah pimpinan Bani An-Nadhir membujuk Ka'ab bin
Asad pemimpin Bani Quraizhah untuk bergabung dengan kelompok-
kelompok pasukan gabungan tersebut untuk menyerang umat Islam.
Gosip pun menyebar di antara umat Islam bahwa Bani Quraizhah
telah melanggar janji yang mereka sepakati. Rasulullah juga khawatir jika
Bani Quraizhah itu benar-benar melanggar perjanjian itu. Sebab kaum
Yahudi dikenal sebagai orang-orang yang tidak bisa dipercaya. Karena itu,
Rasulullah segera menugaskan Az-Zubair bin Al-Awwam (yang dikenal
KetikaRasulullahHarusBerperang & 349
sebagai orang yang banyak mengatasi berbagai tugas sulit) agar mencari
kebenaran informasi tersebut. Az-Zubair bin Al-Awwam pun pergi dan
melihat-lihat keadaan lalu kembali seraya berkata, "Wahai Rasulullah, aku
melihat mereka memperbaiki benteng-benteng mereka dan memperbaiki
jalan raya, dan juga mengumpulkan binatang-binatang ternak mereka."Tes
Setelah berbagai bukti dan realita menunjukkan bahwa Bani
Quraizhah benar-benar melanggar janji, maka Rasulullah mengutus Sa'ad
bin Mu'adz, Sa'ad bin Ubbadah, Abdullah bin Rawahah, dan Khawwat
bin fubair seraya berkata kepada mereka, "Pergilah hingga kalian dapat
memperhatikan, apakah benar informasi yang sampai kepada kita tentang
orang-orang itu ataukah tidak? fika memang benar, maka berilah isyarat
kepadaku yang kukenal. Dan janganlah kalian mengungkapkannya di
hadapan banyak orang. fika mereka masih setia dan menepati janji antara
kita dengan mereka, maka umumkanlah hal itu kepada orang-orang."7e6
Mereka pun segera pergi hingga mendatangi tempat mereka dan
mendapati mereka memang melanggar perjanjian. Para utusan Rasulullah
itu pun segera kembali dan mengucapkan salam kepada Rasulullah seraya
berkata, "Adhl dan Al-Qarah.il7e1 Rasulullah pun memahami maksud
mereka.TeB
Rasulullah menghadapi pelanggaran perjanjian dan pengkhianatan
yang dilakukan Bani Quraizhah tersebut dengan tenang dan tegar, serta
menggunakan berbagai sarana yang mampu memperkuat semangat juang
orang-orang yang beriman dan menghadapi musuh yang menyerang.
Untuk itu, maka pada saat yang bersamaan Rasulullah mengirim Salamah
bin Aslam bersama dua ratus prajurit dan Zaid bin Haritsah dengan tiga
puluh prajuritnya untuk menjaga Madinah dan menyerukan takbir untuk
menebarkan ketakutan pada diri Bani Quraizhah. Di saat di mana Bani
Quraizhah sedang mempersiapkan sebuah pasukan untuk bergabung
dengan kelompok-kelompok pasukan gabungan itu. Mereka mengirimkan
dua puluh ekor unta kepada pasukannya untuk membawa kurma dan
gandum serta buah tin untuk dikirimkan kepada mereka sehingga mampu
bertahan di tempat-tempat mereka. Akan tetapi pada akhirnya semua itu
7 95 Lihat Al- M ag hazi, Al-W aqid| 2 / 457 .
796 Lihat/s-Sirah An-Nabawiyyah, lbnu Katsir, 3/199.
797 AdhldanAl-QarahadalahduakabilahdariHudzailyangseringmelakukanpengkhianatan
terhadap para sahabat Rasulullah dalam perang Dzat Ar-Raji'.
798 Lihat Al-Bidayah wa An-Nihayah, 4 /95.
3 50 & Ketika Rasulullah Harus Berperang
menjadi ghanimah umat Islam yang mampu menyitanya dan membawanya
kepada Rasulullah.Tee
Kedua: Pengetatan Blokade Atas Umat Islam dan Sikap Orang-
orang Munafik yang Mengundurkan Diri dari Medan Perang
dengan Mengemukakan Kabar Burung
Kelompok-kelompok pasukan gabungan itu semakin ketat mene-
rapkan blokade terhadap umat Islam setelah Bani Quraizhah bergabung
dengannya. Kesedihan pun semakin dirasakan umat Islam dan situasi dan
kondisi semakin kritis. Al-Qur'an mengilustrasikan situasi dan kondisi sulit
yang dihadapi umat Islam ini dan menjelaskan puncak penderitaan yang
mereka alami seperti kelaparan dan rasa takut, dan terkejut dalam ujian
yang menyedihkan itu dengan sebaik-baiknya.
Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah, "(Yaitu)
ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu, dan ketika
tidak tetap lagi penglihatan(mu) dan hatimu naik menyesak sampai ke
tenggorokan dan kamu menyangka terhadap Allah dengan bermacam-
macampurbasangka. Di situlah diuji orang-orang mukmin dan digoncangkan
(hatiny a) deng an g onc ong an y ang sang et" (Al-Ahzab: 1 0- 1 1).
Kepercayaan umat Islam kepada Allah sangatlah kuat. Hal ini
sebagaimanayang disebutkan dalam firman Allah, "Dan tatkalo orqng-
orang mukmin melihat golongan-golongan yang bersekutu itu, mereka
berkata, "lnilah yang dijonjikan Allah dan Rasul-Nya kepada kita." Dan
benarlah Allah dan Rasul-Nya. Dan yang demikian itu tidaklah menambah
kepada mereka kecuali iman dan ketundukan." (Al-Ahzab=22)
Adapun orang-orang munafik maka mereka mengundurkan diri dari
pasukan umat Islam dan ketakutan mereka semakin bertambah, hingga
Mu'tib bin Qusyair saudara Bani Amr bin Auf berkata, "Muhammad
menjanjikan kita untukmemakan harta simpanan Kisra Persia dan Kaisar
Romawi, sedangkan masing-masing kita tidak merasa aman meskipun
untuk sekadar buang hajat." Sebagian yang lain meminta izin untuk kembali
ke rumah-rumah mereka dengan alasan bahwa rumah-rumah tersebut
terbuka. Sikap dan perilaku mereka bernuansa ketakutan, pengkhianatan,
dan penipuan terhadap orang-orang yang beriman.
799 Lihat,4s-Sirah Al_Halabiyyah,2 /323.
KetikaRasulullahHarusBerperang & 351
Beberapa riwayat yang lemah mengisahkah perkataan-perkataan
mereka yang penuh penghinaan, pengkhianatan, dan penipuan.8o0 Akan
tetapi Al-Qur'an menjamin penyajian informasi dan persepsi yang
demikian itu dengan sebaik-baiknya.
Hal ini sebagaimana yang disebutkan dalam firman Allah, "Dan
(ingatlah) ketika segolongan di antara mereka berkata, "Wahai penduduk
Yatsrib (Madinah), tidak ada tempatbogimu, moka kembqlilah kamu." Dan
sebagian dari mereka minta izin kepada nabi (untukkembali pulang) dengan
berkata, "Sesungguhnya rumah-rumah kami terbuka (tidak ada penjaga)."
Dan rumah-rumah itu sekali-kali tidak terbuka, mereka tidak lain Hanya
hendak lari. Kalau (Yatsrib) diserang dari segala penjuru, kemudian diminta
kepada mereka supaya murtad, niscaya mereka mengerjakannya; dan
mereka tiada akan bertangguh untuk murtad itu melainkan dalam waktu
yang singkat, Dan sesungguhnya mereka sebelum itu telah berjanji kepada
Allah, "merekq tidak akan berbalik ke belakang (mundur)." Dan adalah
perjanjian dengan Allah akan diminta pertonggungan jawabnya. Katakanlah,
"Lari itu sekaltkali tidaklah berguna bagimu, jika kamu melarikan diri dari
kematian atau pembunuhon, dan jiko (kamu terhindar dari kematian) kamu
tidak juga akan mengecap kesenangan kecuali sebentar saja." Katakanlah,
"Siapakah yang dapot melindungi kamu dari (takdir) Allah jika dia
menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?"
Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan
penolong selain Allah. Sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yong
menghalang- halangi di antara kamu dan orang-orang yang Berkata kepada
saudara- saudaranya, "Marilah kepada kami." Dan mereka tidak mendatangi
peperongon melainkan sebentar. Mereka bakhil terhadapmu, apabila datang
ketakutan (bahaya), kamu lihat mereko itu memandang kepadamu dengan
mato yang terbalik-balik seperti orang yang pingsan karena akan mati, dan
apabila ketakutan telah hilang, mereka mencaci kamu dengan lidah yang
tajam, sedang mereka bakhil untuk berbuat kebaikan. Mereka itu tidak
beriman, maka Allah menghapuskan (pahala) amalnya. Danyang demikian
itu adolah mudah bagi Allah. Mereka mengira (bahwa) golongan-golongan
yang bersekutu itu belum pergi; dan jika golongan-golongan yang bersekutu
itu datang kembali, niscaya mereko ingin berada di dusun-dusun bersama-
sama orang arab badui, sambil menanya-nanyakan tentang berita-beritamu.
800 Lihat/I-Mu'jam Al-Kabir, Ath-Thabrani, Ll/376, dan Majma' Az-Zawa'id, 6/131.
352 & KetikaRasulullahHarusBerperang
Dan sekiranya mereka berada bersama kamu, mereka tidakakan berperang,
melainkan sebentar saja. Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah
itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yong mengharap
(rahmat) Allah dan (kedatangan) Hari Kiamat dan dia banyak menyebut
Allah." (Al-Ahzab: l3-2O)
Ayat-ayat di atas menj elaskan tentang kemunafikan dampak buruknya
seperti kecemasan jiwa, ketakutan hati, tidak percaya kepada Allah ketika
menghadapi masalah besar, dan berani membangkang terhadap Allah
dibandingkan harus mengadu kepada-Nya ketika ujian itu datang. Bahkan
masalahnya tidakterbatas pada keyakinan, melainkan juga menurun pada
sikap dan kebijakan yang bersifat mengelabuhi dan menipu. Dalam hal
ini, mereka meminta izin kepada Rasulullah untuk meninggalkan rnedan
tugas dan perang dengan alasan yang lemah; menyatakan bahwa rumah-
rumah mereka terbuka untuk musuh. Padahal tujuan utama mereka adalah
melarikan diri dari kematian karena keyakinanyanglemah dan ketakutan
yang menguasai diri mereka. Bahkan mereka mendorong orang lain untuk
meninggalkan posisi-posisi dan tugas mereka lalu kembali ke rumah-
rumah mereka tanpa memperhatikan komitmen keimanan dan janji setia
kepada Islam.801
Berbagai upaya dilakukan orang-orang musyrik untuk memperkuat
tekanan dan serangan ke parit. Kuda-kuda orang musyrik itu senantiasa
mengitari parit itu dengan jumlah besar setiap malam hingga pagi. Khalid
bin Al-Walid bersama sejumlah pasukan kavalerinya dari kaum Quraisy
berupaya menerobos parit untuk menyerang umat Islam dari sisi yang
lemah dan sempil Mereka berhasil menembusnya. Akan tetapi Usaid bin
Hudhair dengan dua ratus para sahabat senantiasa mengawasi gerak-gerik
mereka hingga kemudian terjadilah manuver-manuver militer hingga
menewaskan Ath-Thufail bin An-Nu'man yang harus gugur sebagai syahid
di tangan Wahsyi pembunuh Hamzah bin Abdul Muthalib dalam Perang
Uhud. Wahsyi melemparnya dengan bayonetnya melewati parit hingga
mengenainya dan menewaskannya.so2
Hibban bin Al-Ariqah dari pasukan orang musyrik berhasil melempar
panahnya dan mengenai Sa'ad bin Mu'adz pada pembuluh darah yang
terletak di tengah hasta seraya berkata, "Rasakanlah, aku adalah Ibnu
B0 1 Lihat As-Si r ah An- N ab aw [4t ah Ash - Shahihah 2 / 425.
802 Lihat Hadits AI-Qur'an Al-Karim An Ghazawat Ar-Rasul,2/424.
KetikaRasulullahHarusBerperang O 353
Al-Ariqah." Ketika terkena anak panah tersebut, maka Sa'ad bin Mu'adz
berkata, "Ya Allah, jika Engkau menetapkan perang dengan kaum Quraisy
itu terjadi, maka tetapkanlah aku untuknya. Karena sesungguhnya tiada
suatu kaum yang lebih aku sukai untuk memerangi mereka dibandingkan
orang-orang yang menyakiti utusan-Mu dan mendustakannya lalu
mengusirnya. Ya Allah, jika Engkau menghentikan perang antara kami
dengan mereka, maka jadikanlah ini sebagai kesyahidan dan janganlah
Engkau mematikan aku hingga jiwaku tenang menghadapi Bani
Quraizhah."803 Allah mengabulkan doa Sa'ad bin Mu'adz seorang hamba
yang saleh ini. Dan dialah di kemudian hari yang akan menentukan status
hukum mereka (setelah perang).
Kemudian orang-orang musyrik mengirimkan sebuah batalyon yang
besar menuju kediaman atau tempat peristirahatan Rasulullah. Umat
Islam pun menghadapi mereka dengan sengit selama sehari semalam
penuh. Menjelang shalatAshar, batalyon itu semakin mendekat, sehingga
Rasulullah bersama para sahabatnya tidak bisa melaksanakan shalat
Ashar. Rasulullah sibuk menghadapi mereka bersama sejumlah sahabatnya
sehingga tidak dapat melaksanakan shalat Ashar. Batalyon itu tidak
kunjung pergi kecuali setelah larut malam.
Menghadapi situasi ini, maka Rasulullah berkata, "Semoga Allah
memenuhi rumah-rumah dan kuburan mereka dengan api, sebagaimana
mereka menyibukkan kita dari melaksanakan shalatAshar hingga matahari
terbenam."soa
Kedua: Upaya Rasutultah Melunakkan Blokade Setelah Bernegosiasi
dengan Ghathfan dan Menebarkan Isu Perpecahan di Kalangan
Pasukan Musuh
1. Kebijakan Rasulullah Bernegosiasi dengan Ghathfan
Kecerdikan Rasulullah dan strateginya yang baik tampak ketika
memilih kabilah Ghathfan secara langsung untuk diajak bernegosiasi
dengan membayar sejumlah harta yang beliau serahkan kepada mereka
dengan catatan mereka bersedia meninggalkan medan perang dan kembali
ke negeri mereka.
Rasulullah mengetahui bahwa Ghathfan dan para pemimpinnya
tidak memiliki agenda poiltik apa pun dalam perang itu atau motif
803 HR.Muslim,Kitab: Al-Jihad wa As-Siyar,Bab: Ikhraj Al-Yahud,3/L389,no.1769.
804 HR.AI-Bukhari, Kitab: Al- Maghazi,Babt Ghazwah Al-Khandaq,S/58, no. 4111.
354 S KetikaRasulullahHarusBerperang
keyakinan yang harus mereka perjuangkan, melainkan karena bertujuan
mendapatkan harta dalam keikutsertaan mereka dalam perang besar
ini, dengan menguasai sumber-sumber dan kekayaan alam Madinah jika
berhasil menguasainya. Karena itulah, maka Rasulullah tidak berupaya
mengadakan kontak dengan para pemimpin kelompok pasukan yang lain
seperti dari kaum Yahudi (Huyai bin Akhthab, Kinanah bin Ar-Rabi', dan
lainnya), atau para pemimpin kaum kafir Quraisy seperti Abu Sufyan bin
Harb. Sebab tujuan utama mereka ini bukanlah harta, melainkan politik
dan keyakinan, yang realisasinya tergantung pada keberhasilan mereka
menghancurkan eksistensi Islam dari dasarnya'
Karena itu, beliau memilih mengadakan kontak dengan para
pemimpin Ghathfan saja. Mereka pun benar-benar menerima tawaran
tersebut, sebagaimana yang sodorkan Rasulullah.s0s Dua pemimpin utama
kabilah Ghathfan bersedia memenuhi permintaan Rasulullah. Kedua
pemimpin tersebut adalah Uyainah bin Hushn dan Al-Harits bin Auf.
Keduanya bersedia datang bersama sejumlah pasukannya ke pangkalan
militer Rasulullah untuk bernegosiasi. Pembicaraan difokuskan pada
tawaran Rasulullah, di mana beliau meminta mereka untuk berdamai
secara sepihak antara dirinya dengan kabilah Ghathfan. Poin-poin
terpenting yang dilontarkan dalam dokumen perjanjian damai tersebut
antara lain:
a. Mengadakan perjaniian damai sepihak antara umat Islam dengan
kabilah Ghathfan yang tergabung dalam barisan kelompok-kelompok
pasukan gabungan.
b. Ghathfan bersedia berdamai dengan umat Islam dan menghentikan
aktivitas perang melawan mereka (terutama pada masa-masa ini).
c. Kabilah Ghathfan bersedia membubarkan diri dari blokade terhadap
Madinah dengan mendapat kompensasi sepertiga hasil kurma
Madinah secara keseluruhan dari berbagai jenisnya dan berlangsung
selama satu tahun.806 Al-Waqidi mengemukakan, "Bahwasanya
Rasulullah berkata kepada dua pemimpin Ghathfan, "Bagaimana
pendapatmu jika kusisihkan sepertiga hasil bumi kurma Madinah
bagi kalian asalkan kalian bersedia kembali bersama pasukan
kalian dan melepaskan diri dari pasukan Arab?" Keduanya berkata,
805 Lihat Ghazwah At-AhzaD, Muhammad Ahmad Pasyamel, hlm. 201.
806 lbid, hlm.20L'2o2.
KetikaRasulullahHarusBerperang S 355
"Engkau harus menyerahkan separuh dari hasil bumi kurma Madinah
kepada kami." Akan tetapi Rasulullah enggan menambah kompensasi
tersebut lebih dari sepertiga. Keduanya pun menerimanya. Keduanya
mendekati sepuluh orang dari kaumnya ketika waktunya semakin
dekat."807
Sikap menerima yang ditunjukkan kabilah Ghathfan terhadap tawaran
Rasulullah dari sisi militer memperlihatkan jelasnya tujuan yang hendak
mereka capai dalam perang tersebut, yaitu bahan bakar yang mampu
membakar jiwa mereka dan menggerakkannya untuk perang. Tidak
diragukan lagi bahwa, jika seorang prajurit kehilangan faktor pendorong
ini, maka ia telah kehilangan dua pertiga kemampuannya dalam perang.
Dengan begitu, maka berpotensi melemahkan semangat juang yang
mendorong mereka untuk bertempur habis-habisan menghadapi musuh.
Dengan demikian, maka Rasulullah berhasil memperlemah kekuatan pihak
musuh.so8
Perundingan-perundingan ini memperlihatkan sisi-sisi kejeniusan
pendekatan kenabian dalam mengatasi berbagai krisis ketika mencapai
puncaknya dan rumit agar menjadi pelajaran dan pendidikan penting bagi
generasi masyarakat muslim ketika menghadapi krisis dan ujian.80e
Sebelum mengadakan perjaniian damai dengan kabilah Ghathfan,
Rasulullah berkomunikasi terlebih dahulu dengan para sahabatnya dalam
masalah ini. Mereka berpendapat untuk tidak memberikan sesuatu pun
dari hasil bumi Madinah kepada Ghathfan. As-Sa'dan [Dua Sa'ad), Sa'ad
bin Mu'adz dan Sa'ad bin Ubbadah berkata, "Wahai Rasulullah, apakah
itu merupakan keputusan yang engkau inginkan sehingga kami harus
melaksanakannya ataukah keputusan yang merupakan perintah Allah
kepadanya untuk melakukannya sehingga kami pun harus mengerjakannya,
ataukah sesuatu yang engkau usahakan untuk kami?" Beliau menjawab,
"Melainkan sesuatu yang kuusahakan untuk kalian. Demi Allah, aku
tidak mengambil keputusan tersebut kecuali aku melihat orang-orang
Arab itu dapat melemparmu dengan satu kali lemparan anak panah dan
mereka mengepung kalian dari semua sisi. Karena itu, aku ingin memecah
kekuatan mereka hingga batas tertentu." sa'ad bin Mu'adz berkata, "Wahai
Rasulullah, ketika kami dan mereka itu berada dalam kemusyrikan dengan
BO7 Lihat Al- M aghazr, Al-Waqidi, 2 / 47 7 .
808 Lihat,AlQiyadah Al-Askariyah fi Ahd Ar-Rasul, hlm. 4L3.
809 Lihat Mulrammad Rasulullah, Muhammad Shadiq Arjun,4/L76.
3 56 O Ketika Rasulullah Harus Berperang
menyekutukan Allah dan menyembah berhala, kami tidak menyembah
Allah dan tidak mengenalnya, maka mereka tidak mengharapkan dapat
memakan suatu buah pun kecuali melalui jual beli. Lalu apakah ketika
Allah memulaikan kami dengan Islam dan memberikan petunjuk kami
dengannya serta memuliakan kami dengannya, kita memberikan harta
mereka kepada mereka? Kita tidak membutuhkan ini. Demi Allah, kita
tidakperlu memberikan sesuatu pun kepada mereka kecuali pedang hingga
Allah memutuskan antara kita dengan mereka." Rasulullah, "Kamu dengan
pendapatmu itu."
Sa'ad bin Mu'adz pun meminta dokumen perjanjian itu dan meng-
hapus isi tulisannya. Lalu ia berkata, "Hendaklah mereka melawan
kita."810 Penolakan pemimpin kaum Anshar Sa'ad bin Mu'adz dan Sa'ad
bin Ubbad sangat dipengaruhi oleh sikap penyerahan diri kepada Allah
tanpa melupakan kesantunan dan ketaatan kepada Rasulullah. Mereka
mengajukan tiga kriteria kepada Ghathfan dalam perundingan tersebut:
Pertama: f ika masalah ini merupakan keputusan Allah sehingga tiada
tempat untuk berpendapat di dalamnya, melainkan harus menerima dan
menjalankannya.
Kedua; fika keputusan itu merupakan sesuatu yang dicintai atau
disukai Rasulullah sebagai pendapat pribadi beliau. Sebab pendapat beliau
lebih diutamakan dan ditaati dalam masalah tersebut.
Ketiga: fika keputusan itu merupakan upaya Rasulullah demi menjaga
kepentingan umat Islam sebagai bentuk kasih sayang terhadap mereka,
maka di sinilah pendapat mereka (kedua Sa'ad) itu memiliki tempat.
Ketika kedua Sa'ad itu mengetahui jawaban Rasulullah, di mana
menghendaki jawaban ketiga, maka Sa'ad bin Mu'adz memberikan
jawaban yang kuat yang membungkam kedua pemimpin Ghathfan,
di mana ia menjelaskan bahwa kaum Anshar tidak bersedia tunduk
kepada para penyerang itu pada masa fahiliyyah, lalu bagaimana ketika
mereka telah dimuliakan Allah dengan Islam. Rasulullah kagum terhadap
jawaban Sa'ad dan memperlihatkan semangat kaum Anshar yang tinggi.
Mereka senantiasa menyimpan semangat juang yang tinggi sehingga
menghapuskan isi perjanjian dengan Ghathfan.811
Dalam sabda Rasulullah, "Sesungguhnya aku mengetahui bahwa orang-
810 Lihat.Al-Bidayah wa An-Nihayah, 4/706.
81 1 Lihat At- Ia rikh Al- I slami, Al-Humaidi, 6/1 2 5.
Ketika Rasulullah Harus Berperang & 357
orang Arab itu dapat melempar kalian dengan sotu kali lemparan anak
panah,'a12 membuktikan bahwa tujuan dari upaya Rasulullah tersebut adalah
agar musuh iu tidak bergabung meniadi satu barisan. Hal ini memberikan
beberapa petunjuk penting kepada umat Islam, YanB di antaranya:
- Hendaknya umat Islam berupaya mengamati beberapa kelemahan
pasukan musuh.
- Hendaknya tuiuan strategis bagi pemimpin umat Islam adalah
mempengaruhi orang-orang yang bisa dipengaruhi tanpa melupakan
fatwa dan musyawarah serta mempertimbangkan kepentingan
sekarang maupun di masa depan bagi Islam.813
Konsultasi yang dilakukan Rasulullah dengan para sahabatnya
menjelaskan kepada kita bagaimana beliau mengelola kepemimpinannya
dan upayanya menerapkan musyawarah dalam setiap urusan kemiliteran
yang berkaitan dengan kepentingan umum. Sebab masalah tersebut
memerlukan musyawarah dan tidak bisa dilakukan dengan pendapat
pribadi, meskipun orang tersebut adalah utusan Allah selama masalah
tersebut masuk dalam kategori ijtihad tanpa dukungan wahyu.81a
Sikap Rasulullah yang menerima pendapat para sahabat yang menolak
isi perjanjian ini, membuktikan bahwa pemimpin yang sukses adalah
yang mampu menjalin kerja sama antara dirinya dengan tentaranya dan
memperkuat kepercayaan diri di antara mereka, di mana Rasulullah
mengenali potensi dan kemampuan mereka, dan menghormati mendapat
mereka dan mereka menghormati pendapat beliau. Perjanjian damai
yang diupayakan Rasulullah dengan para pemimpin Ghathfan merupakan
kebijakan politik yang memperhatikan beberapa kepentingan umat Islam
dan dampak-dampak negatifnya berdasarkan pandangan pemimpin yang
bijak demi umatnya.sls
Sesungguhnya sikap para sahabat terhadap perjanjian damai ini
mengandung tiga pengertian penting:
a. Menegaskan keberanian umat Islam dalam menemukakan pen-
dapatnya tanpa melupakan etika dan bermusyawarah dalam masalah
yang bersinggungan dengan kelompok. Sebab situasi dan kondisi
menuntut demikian.
872 Lihat Al-Bidayah wa An-Nihayah,4/706.
813 Lihat.Al-l4 sas fi As-Sunnah, 2 / 687.
Bt4 Lihat Al-Abqariyyah Al-Askariyyah fi Ghazawat Ar-Rasul, hlm. 414.
815 Lihat A/-Qiyadah Al-Askariyah fi Ahd Ar-Rasul, hlm.4l4.
3 58 $ Ketika Rasulullah Harus Berperang
b. Mengungkap jati diri umat Islam dan hakikat hubungan mereka
dengan Allah dan utusan-Nya serta Islam'
c. Menjelaskan semangat juangumatlslam sehingga mampu menghadapi
bebagai situasi dan kondisi sulit dengan penuh kesabaran dan
keinginan kuat mengalahkan musuh meski sebesar apa pun iumlah
musuhnya dengan sekutu-sekutu mereka yang memusuhinya'816
2. Perhatian Rasulullah Dalam Menebarkan Tipu Daya di Kalangan
Barisan Musuh
Rasulullah dalam kesempatan ini mempergunakan seniata meragukan
dan propaganda untuk memecah-belah persatuan dan kesatuan
kelompok-kelompok pasukan yang melakukan blokade dengan mengusik
kepercayaan diri simpati mereka. Rasulullah mengetahui bahwa di sana
terdapat benturan ringan di antara kelompok-kelompok pasukan tersebut.
Karena itu, beliau berupaya keras menonjolkan dan memperluas benih-
benih perpecahan ini dan memanfaatkannya untuk mendukungnya.
Sebelumnya diketahui bahwa Rasulullah berupaya menghancurkan
semangat kabilah Ghathfan, dan sekarang Allah berkenan membawa
seorang dari mereka bernama Nu'aim bin Mas'ud Al-Ghathfani menghadap
kepada Rasulullah untuk menyatakan keislamannya. Nu'aim berkata,
"Wahai Rasulullah, ssungguhnya kaumku tidak mengetahui keislamanku.
Karena itu, perintahkanlah aku sesuai kehendakmu"' Rasulullah berkata,
"sesungguhnya engkau di antara kami hanyalah satu orang saja' Karena
itu, tipulah untuk kami iika engkau mampu melakukannya. Karena
sesungguhnya perang itu adalah tipu daya"'817
Kemudian Nu'aim bin Mas'ud bangkit dan mulai menanamkan benih-
benih keraguan di antara kelompok-kelompok pasukan yang bersekutu
berdasarkan perintah Rasulullah. Ia menyarankan kepada kaum Yahudi
agar meminta jaminan dari kaum kafir Quraisy agar tidak meninggalkan
mereka dan meninggalkan blokade. Sementara kepada kaum Quraisy, ia
berkata bahwa kaum Yahudi hanya meminta jaminan untuk diserahkan
kepada umat Islam sebagai harga dari kesediaan mereka mengadakan
perjanjian damai.
Kisah Nu'aim bin Mas'ud ini telah populer di kalangan masyarakat
816 lbid, hlm. 415-416. o 35e
Bl7 Lihat Al-Bidayah wa An-N ihayah, 4 / LL3.
Ketika Rasulullah Harus Berperang
Islam dan tidak berkontradiksi dengan prinsip-prinsip kebijakan politik.
Sebab perang adalah tipu daya.818
Nu'aim bin Mas'ud berhasil menebarkan propaganda di antara
mereka. Keraguan pun telah menitis dalam jiwa mereka hingga di antara
para pemimpin pasukan itu tidak saling mempercayai, yang tentunya
menyebabkan perpecahan di antara mereka dan kekuatan mereka pun
melemah, serta menghapuskan tekad dan semangat mereka.
Di antara faktor-faktor kesuksesan tugas yang dijalankan Nu'aim bin
Mas'ud adalah karena dibangun di atas pirnsip-prinsip berikut:
a. Ia merahasiakan keislamannya dari berbagai pihak musuh yang
bersekutu, sehingga masing-masing kelompok mempercayai pesan
yang disampaikannya.
b. Ia menyebutkan nasib Bani Quraizhah, Bani Qainuqa', dan Bani An-
Nadhir, seraya memperlihatkan masa depan yang menunggu mereka
jika mereka bersikeras berperang melawan Rasulullah. Poin ini
menjadi faktor penting dalam mengubah arah pemikiran mereka dan
memutarbalik strategi dan kebijakan serangan yang telah mereka
rumuskan.
c. Nu'aim bin Mas'ud berhasil meyakinkan masing-masing pihak agar
masing-masing pihak merahasiakan apa yang dikatakannya kepada
masing-masing pemimpin kelompok pasukan. fika kerahasiaan ini
tetap terjaga, maka berarti misinya berhasil. Kalaulah kemudian
terungkap oleh salah satu pihak dari kelompok-kelompok pasukan
gabungan tersebut, maka misinya gagal. Beginilah Nu'aim bin Mas'ud
Al-Ghathani berhasil memainkan perannya yang luar biasa dalam
perang Al-Ahzab.81e@
818 Lihat /s-Sirah An-N abowiyyah Ash-Shahihah, 2 / 430.
819 Lihat Al-Qiyadah Al-'Askariyah fi 'Ahdi Ar-Rasul,hlm. 477 .
360 O KetikaRasulullahHarusBerperang
DATANGNYA PERTOTONGAN ALTAH
DAN DESKRIPSI AL-QUR' AN
TENTANG PERANG AHZAB
Pertama: Rasulullah Berdoa dan Merendahkan Diri di Hadapan
Allah dan Datanglya Pertolongan
Rasullah banyak bertadharu', [merendahkan diri) dalam berdoa dan
meminta pertolongan kepada Allah, terlebih dalam perang-perang yang
dilakukannya. Ketika kesusahan-kesusahan yang menimpa kaum muslimin
terasa berat, lebih daripada kesusahan-kesusahan sebelumnya hingga hati
mereka mencapai tenggorokan dan mereka sangattergunjang, maka tidak
ada yang dilakukan kaum muslimin selain menghadap kepada Rasulullah.
Mereka berkata, "Apakah ada sesuatu yang dapat kami katakan? Hati-hati
telah mencapai tenggorokan!" Beliau bersabda, "Ya, (ucapkanlah), "Ya Allah,
tutupilah aurat- qurqt kami dan amankanlqh ketakutan-ketakutan komi.'a21
Ash-Shahihain menyebutkan sebuah riwayat dari Abdullah bin Abu
Aufa yang mengatakan, "Sesungguhnya Rasulullah berdoa di perang
Ahzab. Beliau berdoa, "Wahai Dzat yang menurunkan kitab Al-Qur'an,
cepat perhitungan-Nya, kalahkanlah Ahzab, ya Allah, kolahkanlah mereka
dan gunjanglah mereka.'€2l Kemudian Allah mengirim angin yang sangat
dingin kepada mereka, menggunjang badan dan hati mereka, memporak-
porandakan golongan mereka dengan perselisihan dan menurunkan
pasukan-pasukan dari sisi-Nya. Allah berfirman,
820 HR. Ahmad,4/lB dari Abu Said Al-Khudri.
821 HR. Al-Bukhari, Kitab: Al-Maghazi, Bab: Ghazwah Al-Ahzab,5/59,no.41L4.
KetikaRasulullahHarusBerperang S 361
GJti'""tiq:d.
!U-.'oj3,L,{i{ surYi;i ti:j2e#
{ l:+r;-!r}
"Wahai orang-orang yang beriman! Ingatlah akan nikmatAllah (yang
telah dikaruniakan) kepadamu ketika bala tentara datang kepadamu,
lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan bala tentara
yang tidak dapat terlihat olehmu. Allah Mahq Melihat apa yang kamu
kerj akan. " (Al-Ahzab : 9)
Al-Qurthubi mengatakan, "Angin ini merupakan mukjizat bagi Nabi,
karena Nabi dan kaum muslimin berada di tempat yang dekat dengan
mereka. farak yang memisahkan antara mereka hanyalah lebar parit.
Mereka selamat dari tiupan angin itu dan tidak ada berita tentang angin yang
menimpa mereka. Allah mengirim para malaikat kepada mereka (pasukan
gabungan kafir). Maka angin itu mencabut pasak-pasak, memotong tali-
tali tenda perkemahan, memadamkan api-api, menumpahkan panci-panci
dan kuda-kuda saling bertabrakan. Allah mengirim rasa takut kepada
mereka. Gemuruh takbir para malaikat terdengar di sisi-sisi perkemahan
pasukan hingga masing-masing ketua tenda berseru, "Wahai bani fulan,
kemarilah!" Ketika mereka telah berkumpul, ketua tenda berkata kepada
mereka, "selamat! Selamat!" Hal itu ketika Allah menimpakan rasa takut
ke dalam hati mereka.Bz2
Rasulullah berusaha secara sungguh-sungguh untuk menjelaskan
kepada para sahabat, kemudian kepada kaum muslimin secara umum di
muka bumi bahwa pasukan Ahzab yang melebihi sepuluh ribu personil
tidak kalah karena perlawanan kaum muslimin, meskipun mereka telah
mengerahkan pengorbanan-pengorbanan, dan juga tidak dikalahkan
karena kepandaian mereka dalam menghadapi musuh. Sesungguhnyayang
membuat pasukan Ahzab kalah hanyalah Allah. Dia berfirman,
"Wahai orong-orang yang beriman! Ingatlah akan nikmatAllah (yang
telah dikaruniakan) kepadamu ketika balq tentara datang kepadamu,
lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan bala tentqra
yang tidak dapat terlihat olehmu. Allah Maha Melihat apa yang kamu
kerjakan." (Al-Ahzab: 9)
822 Lihat Tafsir Al-Qurthubi, 4 /144.
362 @ Ketika Rasulullah Harus Berperang
Abu Hurairah meriwayatkan bahwasanya Rasulullah bersabda, "Tidak
oda tuhan (yang berhak disembah) selain Allah semata, Dia memuliakan
pasukan-Nya, menolong hamba'Nya, mengalahkan Ahzab dengan sendiri'
Nya, tidak ada sesuatu apa pun setelah-Nya.'823
Rasulullah berdoa kepada Allah tidak bertentangan dengan menjalani
usaha-usaha manusia (untuk memenangkan perang). Dalam perang ini
Rasulullah mengambil sebab-sebab kemenangan. Beliau mengerahkan
daya dan upaya untuk memecah-belah pasukan Ahzab, membuka
pengepungan dan perkara-perkara lain yang telah kami sebutkan.B2a
Rasulullah mengajarkan perilaku menjalani sebab-sebab kepada kita,
pentingnya meminta pertolongan kepada Allah dan memurnikan ibadah
kepada-Nya. Hal itu karena sarana-sarana kekuatan tidak bermanfaat
ketika sarana tadharu'kepada Allah dan senantiasa menengadahkan doa
kepada-Nya serta meminta pertolongan kepada-Nya tidak terpenuhi. Doa
dan tadharu' merupakan perbuatan yang senantiasa dilakukan Rasulullah
dalam seluruh hidupnya.szs
Kedua: Upaya Agar Pasukan Ahzab Hengkang
Rasulullah mengikuti perkembangan pasukan Ahzab dan ingin
mengetahui apa yang terjadi di antara mereka dari jarak dekat. Beliau
bersabda, "Adakah seseorang yang datang kepada kita dengan membawa
berita kaum (Ahzab)? Allah meniadikonnya bersamaku di Hari Kiamat"E26
Rasulullah menggunakan cara motivasi dan mengulanginya tiga kali'
Ketika cara ini tidak berhasil, beliau menggunakan cara perintah. Beliau
menunjuk langsung satu orang. Beliau bersabda, "Bangkitlah wahai
Hudzaifah, lalu datanglah kepada kita dengan berita kaum dan iangan
membu at m er eka b erg er ak ke p a daku.'82 7
Hal ini mengandung makna pendidikan, yaitu sesungguhnya
kepemimpinan yang sukses adalah yang mengarahkan pasukannya kepada
tuiuan-tuiuannya melalui cara motivasi-motivasi dan tidak menggunakan
cara perintah tegas kecuali terpaksa.
Hudzaifah mengatakan, "Aku berjalan seolah aku berjalan dalam air
823 HR.Al-Bukhari,Kitab Al-Maghazi,Bab:GhazwahAl-Khandaq'5/59,no.4!14-
824 Lihat Fiqh As-Sirah An-Nabawiyyah, Al-Ghadhban, hlm. 503'
825 Lihat Fiqh As-Sirah, Al-Buthi, hlm. 222.
826 HR. Muslim, Kitab: Al-Jihad wa As'Siyar, Bab: Ghazwah Al-Ahzab,3/1'4L4, no. 1788.
827 HR.Muslim,Kitab:Al-JihadwaAs'siyar,BabtGhazwahAl-Azhab,3/L414'no. 1788'
@Ketika Rasulullah Harus Berperang 363
hangat. Ternyata Abu Sufizan memanasi punggungnya dengan api. Maka
aku memasang panah di busur. Aku hendak memanahnya. Kemudian
aku teringat sabda Rasulullah, "Jangan kamu membuat mereka bergerak
kepadaku." Andaikata aku memanahnya, maka aku dapat mengenainya. Aku
kembali seolah aku berjalan dalam air hangat. Aku mendatangi Rasulullah.
Aku merasa kedinginan ketika aku sampai di tempat kembali. Maka aku
pun memberi kabar kepada Rasulullah dan mengenakanku dengan pakaian
yang beliau gunakan untuk shalat. Aku tidur hingga subuh. Ketika waktu
subuh tiba, Rasulullah bersabda kepadaku, "Bangkitlahwahai orang yong
banyak tidur.'828
Beberapa pelajaran yang diambil dari kisah Hudzaifah:
L. Rasulullah mengetahui kepribadian manusia, karena beliau memilih
Hudzaifah untuk melakukan tugas mata-mata karena kepribadian
Hudzaifah yang sangat tinggi. Sesungguhnya dia adalah pemberani.
Tidak mampu melakukan tugas-tugas seperti ini kecuali orang yang
memiliki keberanian langka. Di samping itu, dia adalah orang yang
cerdik pandai, samar gerakannya dan cepat keluar dari kondisi-
kondisi terjepit dan sulit.
2. Tingkat kedisiplinan militer yang tinggi. Hudzaifah mendapat
kesempatan yang mudah untuk membunuh pemimpin pasukan
Ahzab dan ia ingin melakukannya. Namun, ia teringat dengan perintah
Rasulullah agar tidak membuat mereka bergerak kepada kaum
muslimin dan bahwa tugasnya membawa informasi mereka. Maka ia
pun tidak jadi melepaskan panah dari busurnya.s2e
3. Karamah para wali. Sesungguhnya apa yang dialami Hudzaifah bin
Al-Yaman ketika ia melakukan tugas mematai-matai musuh dalam
cuaca yang dingin, hujan dan angin yang bertiup kencang. Namun, ia
tidak merasakan cuaca yang dingin ini. Ia berjalan seoalah berjalan
dalam air yang hangat. Ia terus merasa seperti ini selama ia berada
di antara pasukan Ahzab hingga ia kembali ke pangkalan militer
kaum muslimin. Tidak diragukan lagi, ini merupakan karamah yang
diberikan Allah kepada hamba-hambaNya yang mukmin.83o
4. Sikap lembut Nabi ketika Hudzaifah kembali. Sesungguhnya beliau
B2B lbid.
829 Lihat Fiqh As-Sirah An-Nawabiyyah, Al-Ghadban, hlm. 505 dan As-Sirah An-Nawabiyyah,
Abu Faris, hlm. 367.
830 Lihat.As-Sirah An-Nabawiyyah, Abu Faris, hlm. 367.
364 S KetikaRasulullahHarusBerperang
bersikap lemah lembut terhadap sahabat-sahabatnya. Shalat malam
dan nikmatnya munajat kepada Allah tidak menghalanginya untuk
bersikap lembut terhadap Hudzaifah yang datang dengan membawa
informasi yang amat berharga. Beliau pun menyelimutinya dengan
kain yang beliau gunakan untuk shalat. Hal ini agar Hudzaifah
merasa hangat. Beliau membiarkannya berselimut hingga beliau
menyelesaikan shalatnya, bahkan sampai setelah ia menyampaikan
informasi penting kepada beliau. Ketika waktu shalat Shubuh tiba,
beliau membangunkannya dengan lemah lembut dan sendau gurau
seraya bersabda, "Bangunlah wahai orang yang banyak tidur. " Sendau
gurau yang menetes dengan manis, meluap dengan kasih sayang dan
mengalir dengan lembut. Sesungguhnya hal itu merupakan bentuk
lemah lembut dan kasih sayang hati Rasulullah dan praktik luhur dari
kedua sifat tersebut terhadap para sahabatnya yang mulia.831 Benarlah
Allah dalam firman-Nya,
"Penyantun dan penyayang terhadap orang -orang yang beriman." (At-
Taubah:128)
5. Inisiatif yang cepat dari Hudzaifah bin Al-Yaman ketika ia telah
berada di antara tengah-tengah musuh, sebagaimana yang tersebut
dalam riwayat Az-Zarqani. Abu Sufyan berseru, "Hendaklah setiap
orang memegang tangan teman di sampingnya." Hudzaifah berkata,
"Maka aku memukulkan tanganku kepada tangan orang di samping
kananku. Aku berkata, "Siapakah kamu?" Ia berkata, "Muawiyah bin
Abu Sufyan." Lalu aku memukulkan tanganku ke tangan orang di
samping kiriku. Aku berkata, "Siapakah kamu?" Ia menjawab, "Amr
bin Al-Ash."832 Demikianlah Hudzaifah mendahului mereka dalam
bertanya hingga mereka tidak punya kesempatan untuk menanyainya.
Dengan ini Hudzaifah dapat selamat dari kondisi terjepit yang sulit
yang bisa jadi mengakhiri hidupnya.t"
Ketiga: Deskripsi Al-Qur'an tentang Perang Ahzab dan Hasil-
hasilnya
Al-Qur'an berbicara tentang PerangAhzab dan mengembalikan urusan
kepada Allah. Al-Qur'an merekam Perang Ahzab dan Perang Quraizhah.
831 Lihat Shuwar wa 'lbar min Al-Jihad An-Nabawi fi Al-Madinah, hlm.246.
832 Lihat Syarh Az-Zarqani, 2 / LZO.
833 Lihat Min Ma'in As-Sirah, hlm. 293.
Ketika Rasulullah Harus Berperang 0 355
Sebagaimana yang kita kenal, Al-Qur'an merekam kisah-kisah kekal fterus
berulang dalam setiap zaman dan tempat). Kaum muslimin senantiasa
dalam ancamam serangan musuh-musuh mereka di negeri mereka dan
senantiasa terancam diserang oleh musuh-musuh yang bersekutu. f ika Al-
Qur'an merekam peristiwa Ahzab dan Quraizhah, maka hal itu merupakan
tanda terulangnya peristiwa-peristiwa sepanjang sejarah.s3a
Hal itu agar kaum muslimin mengambil pelajaran-pelajaran dari
peristiwa-peristiwa yang telah berlalu yang disebutkan dalam Al-Qur'an
secara khusus. Orang yang mentadaburi kisah Al-Qur'an tentang Perang
Abzab, maka ia akan melihatnya menjelaskan perkara-perkara penting,
antara lain:
L. Mengingatkan kaum mukminin dengan nikmat-nikmat Allah,
sebagaimana Dia berfirman,
"Wahai orang-orang yang beriman! Ingotlah akan nikmatAllah (yang
telah dikaruniakan) kepadamu ketika bala tentara datang kepadamu,
lalu Kami kirimkan kepada mereka angin topan dan bala tentara
yang tidak dapat terlihat olehmu. Allah Maha Melihat apa yang kamu
ke rj akan." (Al-Ahzab : 9)
2. Deskripsi yang indah tentang kesedihan yang menimpa kaum
muslimin karena pengepungan pasukan Ahzab terhadap kota
Madinah. Allah berfirman,
"(Yaitu) ketika mereka datang kepadamu dari atas dan dari bawahmu,
dan ketika penglihatan(mu) terpana dan hatimu menyesak sampai ke
tenggorokan dan kamu berprasangka yang bukan-bukan terhadap
Allah." (Al-Ahzab: 10)
3. Menyingkap niat-niat jahat kaum munafik, akhlak-akhlak buruk
mereka, sifat mereka yang penaku! alasan-alasan batil mereka dan
pembatalan mereka terhadap perjanjian-perjanjian. Allah berfirman,
"Dan (ingatlah) ketika orang-orqng munafik dan orang-orang yang
hatinya berpenyakit berkata, "Yang diianiikan Allah dan Rasul-Nya
ke p a d a ka m i h a ny a ti p u d ay a b e l aka. " (Al- Ahzab: 1.2)
4. Mendorong kaum mukminin di setiap zaman dan tempat untuk
mencontoh Rasulullah dalam ucapan-ucapannya, perbuatan-
perbuatannya, jihadnya dan semua keadaannya karena memenuhi
firman Allah,
834 Lihat AI-Asas ft As-Sunnah, 2 / 662.
366 S RetikaRasulullahHarusBerperang
"Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri telodan yang baik
bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan
(kedatangan) Hari Kiamat dan yang banyak mengingat Allah." (Al'
Ahzab:21)
5. Memuji orang-orang atas sikap-sikap besar mereka ketika mereka
menghadapi pasukan Ahzab dengan iman yang benar dan memenuhi
janji Allah. Dia berfirman,
"Di antara orang-orang mukmin itu ada orang'orang yang menepati
qpayqng telah merekaianiikan kepada Allah. Dan di antara mereka ada
yang gugur, dan di antara mereka ada (pula) yqng menunggu-nunggu
d an m e r eka s e d ikit p un ti d a k m e ng ub ah fi a ni i ny a). " (Al' Ahzab : 2 3 )
6. Menjelaskan Sunnatullahyangtidakberubah-ubah, yaitu menjadikan
kemenangan bagi kaum mukminin dan kekalahan bagi musuh-musuh
mereka. Allah berfirman,
"Dan Allah menghalau orang-orang kafir itu yang keadaan mereka
p enuh kej engkelan, karena mereka fi ug a) tidak memp eroleh keuntung on
apa pun. Cukuplah Alloh (yang menolong) menghindarkan orang-orang
mukmin dalam peperangan. Dan Allah Mahakuat, Mahoperkasa. " (Al-
Ahzab:25)
7. Allah menyebutkan kenikmatan-Nya kepada kaum mukminin karena
Allah memenangkan mereka atas Bani Quraizhah tanpa peperangan
yanga berarti, padahal mereka ada dalam benteng yang kuat. Allah
menimpakan rasa takut ke dalam hati Bani Quraizhah. Lalu mereka
karena harus tunduk kepada hukum Allah dan Rasulullah. Allah
berfirman,
"Dan Dia menurunkan orang-orang Ahli Kitab (Bani Quraizah) yang
membantu merekq (g olongan-g olongan yang bersekutu) dari benteng -
benteng mereka, dan Dia memasukkan rasa takutke dalam hati mereka.
Sebagian mereka kamu bunuh dan sebagiqnyang lain kamu tawon.
Dan Diq mewariskan kepadamu tqnah'tanah, rumah-rumqh dan harta
benda mereka, dan (begitu pula) tanah yang belum kamu iniak. Dan
Atlah Mahakuasa terhadap seg ala sesuatu"' (Al-Ahzab': 26'27)
Perang Ahzab merupakan bagian dari perang-perang penting yang
dilakukan kaum muslimin dalam melawan musuh-musuh mereka. Kaum
muslimin mencapai hasil-hasil penting darinya, antara lain:
- Kaum muslimin memenangkan peperangan dan musuh-musuh
mereka berhasil terkalahkan, cerai berai dan kembali dengan
kemarahan hati. Angan-angan dan cita-cita mereka pupus.
@Ketika Rasulullah Harus Berperang 367
- Situasi menguntungkan berubah memihak kepada kaum muslimin.
Sebelumnya kaum muslimin dalam posisi bertahan dan setelah itu
mereka mengambil posisi menyerang. Hal ini sebagaimana disampaikan
Nabi dalam sabda-Nya, "Sekarang kita menyerang mereka dan mereka
tidak menyerang kita. Kita berjalan ke arah mereko.'a3s
- Perang ini menyingkap kaum Yahudi Bani Quraizhah, kedengkian
mereka terhadap kaum muslimin dan cita-cita mereka untuk
membinasakan kaum muslimin. Mereka terbukti membatalkan janji
mereka dengan Nabi dalam situasi yang paling sulit.
- Perang Ahzab mengungkap hakikat iman kaum muslimin, hakikat
orang-orang munafik dan hakikat kaum Yahudi Bani Quraizhah.
Adanya ujian yang berupa perang Ahzab menjadi filter bagi kaum
muslimin dan menampakkan kaum munafik dan Yahudi.
- Perang Bani Quraizhah merupakan hasil kelanjutan dari perang
Ahzab. Di dalam perang tersebut berlangsung penegakan hukum
terhadap kaum Yahudi Bani Quraizhah yang membatalkan janji
dengan Rasulullah dalam situasi yang paling gawat dan berbahaya.836
Keempat: Solusi terhadap Bani Quraizhah
Seusai Nabi kembali dari Khandaq dan meletakkan senjata-senjata,
Allah memerintahkan kepada beliau agar memerangi Bani Quraizhah. Maka
Nabi memerintahkan kepada para sahabat agar bergerak menuju mereka.
Allah memberitahukan kepada mereka bahwa Dia mengutus fibril untuk
mengguncang benteng Bani Quraizhah dan menancapkan rasa takut ke
dalam hati mereka. Beliau berwasiat kepada mereka, "Janganlah salah
seorong di antara kalian shalatAshar kecuali di Bani Quraizhah.'837
Kaum muslimin melakukan pengepungan terhadap Bani Quraizhah
selama dua puluh lima malam.838
Ketika pengepungan terasa semakin berat dan semakin menyeng-
sarakan bagi Bani Quraizhah, mereka ingin menyerah dan Rasulullah
menyerahkan keputusan hukum mereka kepada Sa'ad bin Mu'adz. Mereka
akan mengikuti keputusan hukum Sa'ad bin Mu'adz tentang mereka.
Mereka berpandangan bahwa Sa'ad bin Mu'adz akan bersikap lunak dan
835 HR.Al-Bukhari,Kitab:Al-Maghazi,Bab GhazwahAl-Khandaq,S/58,no.4110.
836 Lihat Hadits Al-Qur'an Al-Karim An Ghazawat Ar-Rasul,2/442.
837 HR. Al-Bukhari, Kitab: z4l-Maghazi, Bab: Marji'An-Nabi min AI-Ahzab,5/60,no.4719.
838 Lihat Sftalr ih As-Sirah An-Nabawiltyah, hlm. 373.
368 O KetikaRasulullahHarusBerperang
kasihan terhadap mereka karena mereka memiliki ikatan janji dengan suku
Aus (suku Sa'ad bin Mu'adz).
Sa'ad didatangkan dalam keadaan dibopong karena tangannya terkena
panah dalam perang Khandaq. Sa'adbin Mu'adz memutuskan bahwakaum
laki-laki Yahudi dibunuh, kaum perempuan dan anak-anak ditawan dan
harta benda mereka dibagi-bagikan. Rasulullah mengakui keputusan Sa'ad
bin Mu'adz ini dan bersabda, "Kemu telah memutuskan dengan hukum
Allah.'83e
Hukuman mati dilaksanakan terhadap empat ratus orang di pasar
Madinah, tempat dibuatnya lobang-lobang yang besar dan mereka dibunuh
di dalam secara bersama-sama. Sedikit sekali yang selamat dari hukuman
mati ini karena memenuhi ianji dan masuk ke dalam agama Islam. Harta
benda mereka, kaum perempuan dan anak-anak dibagi-bagikan kepada
kuam muslimin. Ini merupakan balasan yang adil terhadap orang yang
mengkhianati kaum muslimin dan melepaskan janjinya dari mereka.
Balasan mereka setimpal dengan perbuatan mereka ketika mereka
menghadapkan nyawa kaum muslimin untuk dibunuh, harta benda mereka
untuk dirampas, dan perempuan dan anak-anak mereka untuk ditawan
dengan pengkhinatan yang mereka lakukan. Karena itu, hukuman yang
mereka terima itu merupakan hukuman yang setimpal.sao
Setelah kaum Yahudi Bani Quraizhah berhasil ditumpas, kota Madinah
bersih dari eksistensi Yahudi, murni dihuni kaum muslimin dan wilayah
dalam bebas unsur bahaya yang memiliki kemampuan untuk melakukan
konspirasi, tindakan makar dan tipu daya terhadap kaum muslimin. Mimpi
orang-orang Quraisy pudar karena selama ini mereka berharap kaum
Yahudi memiliki sikap yang memusuhi kaum muslimin. Setelah itu bahaya
Yahudi yang suka menyokong orang-orang munafik baik dengan dorongan
maupun kekuatan, sudah pergi jauh.8al
Meniaga wilayah dalam negara Islam dari orang-orang yang ingin
mempermainkannya merupakan manhaj kenabian yang telah digariskan
oleh Rasulullah terhadap umat Islam.@
839 HR Al-Bukhari, Kitab: Al-Maghazi, Bab: Marji' Rasulillah min Al-Ahzab, 5/6L, no' 4L21.
840 Lihat As-Si rah An - N ab aw iyy ah Ash- Shahihah, 1 / 315 -3 17 .
841 LihatSirahAr-Rasul,Daruzah,2/T6,ntkilandariDirasatfiAhdiAn-Nubuwwah,Asy-Syuia',
hlm. 153.
KetikaRasulullahHarusBerperang O 369
dt{tt\11\!
1 i I Ia 1t Ilt*&eetffi,g:,r|i*rr*sd|i))r*rrr&3r1,:.;ta.4ds$** *J s r r ru
BEBERAPA FAIDAH DAN PELAIARAN
DARI KISAH AIJZAB
Pertama: Mukjizat-mukjizat Fisik Rasulullah
Dalam proses penggalian Khandaq (parit) muncul mukjizat-mukjizat
fisik Nabi. Di antaranya makanan yang dipersiapkan fabir bin Abdullah
berubah menjadi banyak. |abir bin Abdullah mengatakan, "sesungguhnya
kami pada hari Khandaq melakukan penggalian. Lalu muncul batu besar
yang sulit diangkat. Para sahabat datang kepada Rasulullah. Mereka
berkata, "lni batu besar menghalang di parit." Beliau bersabda, "Aku
turun." Beliau mengikat perutnya dengan batu. Selama tiga hari kami tidak
merasakan makanan. Lantas Nabi mengambil cangkul dan memukulkannya
kepada batu hingga pecah berkeping-keping."
fabir berkata, "Aku berkata, "Wahai Rasulullah, izinkan aku pulang
ke rumah." Lantas aku berkata kepada istriku, "Aku melihat sesuatu pada
diri Nabi yang tidak kuat sabar bagi orang lain. Apakah kamu memiliki
sesuatu?" Istrinya berkata, "Aku memiliki gandum dan kambing betina
kecil." Aku pun menyembelih kambing dan menumbuk gandum hingga
kami meletakkan daging ke dalam panci. Kemudian aku mendatangi Nabi,
sementara adonan telah lembut dan panci ada di atas tungku api. Daging
hampir masak. Aku berkata, "Aku memiliki sedikit makanan, bangkitlah
engkau wahai Rasulullah atau dua orang." Beliau bertanya, "Berapakah
makanan itu?" Aku pun menyebutkannya kepada beliau. Beliau bersabda,
"Banyak dan bagus." Beliau bersabda, "Katakan kepadanya (istri fabir),
jangan mengangkat panci dan roti dari tungku api hingga aku datang."
Beliau lantas bersabda kepada para sahaba! "Bangkitlah kalian." Kaum
Muhajirin dan kaum Anshar pun bangkit."
Setelah datang kepada istrinya, fabir berkata, "Bagaimana ini, Nabi
37O 0 KetikaRasulullahHarusBerperang
datang bersama dengan kaum Muhajirin dan kaum Anshar." Istrinya
berkata, "Apakah beliau telah bertanya kepadamu?" fabir menjawab,
"Ya." Beliau bersabda, "Masuklah dan janganlah berdesak-desakan."
Beliau mengubah roti menjadi banyak, meletakkan daging di atasnya dan
menutupi panci dan tungku seusai mengambil darinya. Beliau mendekat
kepada sahabat-sahabatnya. Beliau senantiasa membagi-bagi roti dan
mengambil daging hingga para sahabat merasa kenyang. Makanan
masih tersisa. Beliau bersabda (kepada istri |abir), "Makanlah ini dan
hadiahkanlah karena sesungguhnya manusia mengalami kelaparan."saz
Anak perempuan Basyir bin Sa'ad mengatakan, "lbuku Umrah binti
Rawahah memanggilku,lalu memberi kurma sepenuh kedua telapaktangan
dalam bajuku. Lalu ia berkata, "Wahai anakku, pergilah kepada ayahmu
dan pamanmu Abdullah bin Rawahah untuk menyerahkan makanan
mereka." Anak perempuan Basyir bin Sa'ad berkata, "Aku mengambilnya
dan membawanya. Aku melewati Rasulullah saat aku mencari ayahku dan
pamanku. Beliau bersabda, "Kemarilah wahai anak perempuan. Apakah
yang kamu bawa ini?" Aku berkata, "Wahai Rasulullah, ini kurma yang
dikirimkan ibuku kepada ayahku Basyir bin Sa'ad dan pamanku Abdullah
bin Rawahah agar mereka makan." Beliau bersabda, "Serahkan kepadaku."
Aku menuangkannya ke dalam dua telapak tangan Rasulullah, namun tidak
sampai memenuhinya. Beliau meminta diambilkan kain, lalu dibentangkan
kepada beliau. Beliau berdoa atas kurma yang ada di situ. Lalu kurma
terpecah-pecah di atas kain, kemudian berkata kepada manusia yang ada
di sisinya, "Berserulah kepada pasukan Khandaq agar datang ke sini untuk
memakan makanen." Pasukan Khandaq pun berkumpul dan memakan
kurma. Kurma terus bertambah hingga seluruh pasukan Khandaq kenyang.
Kurma-kurma tersebut berjatuhan dari ujung-ujung kain."e+s
Dua kisah tersebut menunjukkan mukjizatyang jelas dari Rasulullah,
di samping menampakkan peran perempuan muslim yang ikut serta kaum
muslimin dalam jihad mereka. Ketika kaum muslimin sibuk menggali parit,
mereka meninggalkan pekerjaan-pekerjaan mereka, rezeki-rezeki mereka
menjadi jauh, makanan pokok menjadi sedikit dan kelaparan menjangkiti
manusia. Rasulullah dan kaum muslimin sampai mengikat perut mereka
dengan batu-batu karena amat lapar. Perempuan muslimin membantu
kaum musimin dengan menyiapkan makanan yang mereka mampu.saa
842 Al- Bukhar i, Kitabt AI - M ag ha zi, Bab: Gh azw ah Al - Kha nda q, 5 / 55, no. 4 1 0 1.
843 Lihat ^As-S i rah An - N a b aw iyy ah, lbnt Hisy am, 3 / 2 47.
844 LihatAl-Mar'ah fi Al-Ahd An-Nabawi, hlm. 175.
Ketika Rasulullah Harus Berperang S 371
Di antara bukti-bukti kenabian saat penggalian Khandaq, beliau
mengabarkan kepada Ammar bin Yasir yang juga ikut menggali Khandaq
bahwasanya Ammar bin Yasir akan dibunuh oleh kelompok pemberontak.
Ammar bin Yasir terbunuh pada perang Shiffin yang ketika itu ia ikut
bergabung bersama pasukan Ali bin Abu Thalib.sas
Saat para sahab.at mendapati batu besar yang tidak dapat mereka
angkat Rasulullah memukulnya tiga kali hingga menjadi pecah berkeping-
keping. Setelah pukulan pertama, beliau bersabda, "Allah Mahabesar, aku
diberi kunci-kunci Syam, demi Allah, sesungguhnya saat ini aku melihat
istana-istanqnya yang berwarna merah." Beliau memukul batu untuk kedua
kalinya dan bersabda, "Allah Mahabesar, aku diberi kunci-kunci Persia,
demi Allah, sesungguhnya aku melihat istana Madain berwarna putih."
Kemudian beliau memukul batu untuk ketiga kalinya dan bersabda, "Allah
Mahabesar, sesungguhnya aku melihat pintu-pintu Shanaa dari tempatku
ini sekarang.'846
Kabar gembira tentang perluasan penaklukan-penaklukan Islam ini
benar-benar terwujud. Beliau menyampaikan kabar gembira ini pada saat
kaum muslimin terkepung di kota Madinah dan mengalami ujian yang
berat, rasa takut, kelaparan dan hawa yang sangat dingin.saT
Kedua: Antara Imajinasi dan Realita
Seorang laki-laki dari penduduk Kufah berkata kepada Hudzaifah bin
Al-Yaman, "Wahai Abu Abdullah, apakah kalian melihat Rasulullah dan
yang menemani beliau?" Hudzaifah bin Al-Yaman menjawab, "Ya, wahai
anak saudaraku." Laki-laki bertanya, "Bagaimana dulu kalian berbuat?"
Hudzaifah bin Al-Yaman menjawab, "Sesungguhnya dulu kami mengalami
kepayahan." Laki-laki ini berkata, "Demi Allah, andaikata kami mendapati
beliau, maka kami tidak akan membiarkan beliau berjalan di atas bumi
dan kami akan memanggul beliau dengan leher-leher kami." Hudzaifah
bin Al-Yaman berkata, "Wahai anak saudaraku, demi Allah, sesungguhnya
kami bersama dengan Rasulullah di Khandaq."sa8 Kemudian Hudzaifah bin
Al-Yaman mengisahkan tugas yang diberikan Rasulullah kepadanya untuk
pergi ke pangkalan militer kaum musyirin.
845 Lihat ^As-Sirah An-Nabawiyyah fi Dhau' Al-Mashadir Al-Ashliyyah, hlm. 448.
846 lbid., hlm.449.
847 Lihat Nadhrah An-Na'im, t/325.
B4B Lihatz4s-Sirah An-Nabawiyyah, lbnu Hisyam, 3/255.
372 S Ketika Rasulullah Harus Berperang
Laki-laki tersebut seorang tabi'in yang bertemu dengan sahabat Nabi
Hudzaifah bin Al-Yaman. Ia berimajinasi, andaikata ia bersama Rasulullah,
maka ia akan mampu melakukan sesuatu yang tidak mampu dilakukan
para sahabat. Imajinasi adalah sesuatu dan realita adalah sesuatu yang
lain. Para sahabat adalah manusia yang memiliki kemampuan-kemampuan
sebagaimana manusia biasa. Mereka telah memberikan semua yang
mereka mampu. Mereka tidak kikir dengan jiwa mereka, apalagi harta
benda dan tenanga. Rasulullah telah menjelaskan posisi mereka terkait
dengan masalah itu. Beliau bersabda, "Seboik-baik abad adalah abadku."
Beliau menjelaskan amal para sahabat tidak ada yang membandinginya.
Orang-orang yang datang setelah mereka, lalu menemukan kekuasaan
Islam telah melebar luas. Mereka hidup dalam kondisi aman, sejahtera,
adil jauh dari cobaan-cobaan. Mereka butuh loncatan jauh untuk dapat
merasakan situasi-situasi masa lalu yang penuh dengan kebodohan,
kesesatan dan kekufuran. Setelah itu, mereka dapat menilai daya dan upaya
yang telah dikerahkan para sahabat untuk memperjuangkan Islam hingga
Islam tegak di muka bumi.sae
Ketiga: Salman Bagian dari Kami Ahlul Bait
Kaum Muhajirin berkata pada hari Khandaq, "Salman bagian dari
kami." KaumAnsharberkata, "Salman bagian dari kami." Lantas Rasulullah
bersabda, "Salmen bagian dari kami AhIuI Boit.'as0 Penghargaan Nabi
yang kekal untuk Salman ini menunjukkan bahwa Salman termasuk dari
golongan Muhaiirin karena Ahlul Bait dari kaum Muhajirin.ssl
Keempat: Shalat Wustha
Rasulullah bersabda, | ..
e #;uv Ju:lt :fut j; rr)* t'tu ;;tr"3 I,u:
.,_djr
"Semog a Allah memenuhi rumah dan kubur mereko deng an api karena
mereka telah menyibukkan kami dari shalatWustha hingga matahari
terbenom.'as2
849 Lihat Min Ma'in As-Sirah, Asy-Syami, hlm. 291.
850 lbid.,3/247.SyaikhAl-Albanimenilaihaditsinidhaifdalam Dha'ifAl-Jami'Ash-Shaghir.
B5 1 Lihat lt-fa rikh AI- lslami, Al-Humaidi, 6/108.
852 HR. Al-Bukhari, Kitab: 14 l-Maghazi, Bab: Ghazwah Al-Khandaq, no. 471L.
Ketiko Rasulullah Harus Berperang e 373
Berdasarkan hadits ini sebagian ulama berpendapat bahwa shalat
Wustha adalah shalat Ashar, sebagaimana tersebut dalam nash. Qadhi Al-
Mawardi menguatkan madzhab Asy-Syaf i dengan hadits ini. Berdasarkan
hadits ini pula sebagian ulama berpendapat bahwa diperbolehkan
mengakhirkan shalat karena udzur perang, sebagaimana madzhab Makhul
dan Al-Auza'i.8s3
DR. Al-Buthi mengatakan, "Sebagaimana yang kamu lihat dalam
peristiwa ini, Nabi tidak sempat melaksanan shalat Ashar (sesuai
waktunya) karena sangat sibuk. Beliau melaksanakan shalatAshar secara
qadha setelah matahari terbenam. Dalam riwayat Iain selain Ash-Sh ahihain
disebutkan bahwa shalat yang terlewatkan beliau lebih dari satu shalat.
Beliau melaksanakannya secara berurutan setelah waktunya keluar.
Hal ini menunjukkan diperbolehkannya melakukan qadha shalat yang
terlewatkan. Makna ini tidak dibatalkan oleh pendapat sebagian ulama
bahwa mengakhirkan shalat karena kesibukan seperti itu diperbolehkan,
kemudian dihapus karena disyariatkan shalat Khauf bagi kaum muslimin
baik dengan berjalan kaki atau berkendara ketika perang berkecamuk
antara mereka dan kaum musyrikin. Hal itu disebabkan nasakh, andaikata
benar demikian, bukan terhadap hukum bolehnya menqadha shalat.
Nasakh berlaku terhadap hukum sahnya mengakhirkan shalat fdari
waktunya) karena sibuk. Artinya, nasakh hukum sahnya mengakhirkan
shalat bukanlah nasakh terhadap hukum qadha shalat. Hukum qadha shalat
tidak tersangkut di sini, sehingga masih tetap disyariatkan sebagaimana
yang dulu."8sa
Kelima: Masalah Halal dan Haram
Quraisy menawarkan tebusan terhadap jasad Amr bin Wud. Lantas
Rasulullah bersabda, "Serahkanlah bangkainya kepada mereka, karena
sesungguhnya bangkai yang buruk adalah diyatyang buruk." Beliau tidak
menerima tebusan dari mereka.
Hal ini terjadi pada saat kaum muslimin mengalami kesulitan hidup.
Meskipun demikian, sesuatu yang halal tetap halal dan sesuatu yang haram
tetap haram. Itulah standar agama Islam dalam masalah halal dan haram.
Di manakah hal ini dari manusia yang terhitung sebagai kaum muslimin,
853 Lihat //-A sas fi As-Sunnah, 2 / 682.
B 5 4 Lihat Fiqh As - S i r a h An - N a b awiyy a h, hlm. 223.
374 S KetikaRasulullahHarusBerperang
namun berusaha mewujudkan alasan-alasan untuk memakan riba dan
sejenisnya?Bss
Keenam: Keberanian Shafiyah Bibi Rasulullah
Rasulullah menempatkan kaum perempuan dan anak-anak di benteng
Fari', sebuah benteng yang kuat untuk menjaga keamanan mereka. Hal ini
karena kaum muslimin sibuk dari mereka untuk menghadapi pasukan
Ahzab. Ketika kaum Yahudi Bani Quraizhah membatalkan perjanjian
mereka dengan Rasulullah, pasukan Ahzab mengirim seorang Yahudi untuk
mengetahui letak benteng yang di dalamnya kaum perempuan muslim dan
anak-anak ditempatkan. Shafiyah binti Abdul Muthalib melihat laki-laki ini.
Maka ia mengambil tiang dan turun dari benteng. Shafiyah memukulnya
dengan tiang dan berhasil membunuhnya. Tindakan Shafiyah ini membuat
kaum Yahudi jera untuk mencoba-coba menerobos benteng yang hanya
dihuni kaum perempuan dan anak-anak. Dengan adanya persitiwa tersebut
Kaum Yahudi Bani Quraizhah menduga bahwa benteng ini dijaga oleh
pasukan Islam atau paling tidak, di dalamnya ada kaum laki-laki yang
menjaganya.Bss
Kisah ini menjadi petunjukbagi perempuan untuk mempertahankan
dirinya sendiri jika tidak ada orang yang membela dirinya.ssT
Ketujuh: Riwayat tentang Hassan Penakut Tidak Shahih
Tentang kisah Shafiyah binti Rasulullah dan pembunuhannya
terhadap orang Yahudi, terdapat sebuah riwayat yang sanadnya dhaifsss
bahwa Shafiyah berkata kepada Hassan bin Tsabit, "Sesungguhnya orang
Yahudi ini mengelilingi benteng sebagaimana yang kamu lihat dan aku
tidak merasa aman darinya karena dia akan menunjukkan kelemahan-
kelemahan kita terhadap orang-orang Yahudi yang ada di belakang kita.
Sementara Rasulullah dan para sahabatnya tersibukkan dari kami. Maka
turunlah kepadanya dan bunuhlah." Hassan bin Tsabit berkata, "Semoga
Allah mengampunimu wahai putri Abdul Muthalib. Demi Allah, kamu
telah mengetahui aku tidak ahli di bidang ini." Shafiyah berkata, "Ketika
ia mengatakan demikian, aku mengambil tiang, lalu turun dari benteng
untuk menuju laki-laki Yahudi itu. Aku memukulnya dengan tiang hingga
855 Lihat Min Ma'in As-Sirah, hlm. 294.
856 Lihat Ar-R ahiq AI- Makhtum, hlm. 223.
857 Lihat Al-Mustafad min Qishah Al-Qur'an li Ad-Da'wah wa Ad-Du'ah, 2 /246.
858 Lihat Shah ih As- Sirah An-N abawiyyah, hlm. 365.
KetikaRasulullahHarusBerperang 0 375
membunuhnya. Kemudian aku kembali ke benteng. Aku berkata, "Wahai
Hassan, turunlah dan rampaslah, karena sesungguhnya tidak ada sesuatu
yang mencegahku dari merampasnya kecuali karena ia seorang laki-
laki." Hassan berkata, "Aku tidak butuh merampasnya wahai Binti Abdul
Muthalib."sse
Kisah ini tidak shahih karena beberapa hal, antara lain:
1. Dari segi sanad kisah tidak shahih. Sanadnya gugur, tidak shahih dan
tidak boleh diriwayatkan karena menjelekkan nama baik sahabat
Rasulullah yang telah membela dalnvah dan Rasulullah dalam seluruh
umurnya.
2. Andaikata Hassan bin Tsabit terkenal penakut sebagaimana yang
telah tersebut dalam kisah tadi, maka niscaya musuh-musuhnya
dan para pembencinya akan mencacinya, terlebih orang-orang yang
pernah ia caci. Padahal tidak ada pemimpin fahiliyah yang terlepas
dari caciannya. Rasulullah mendukungnya, mendoakannya dan
memotivasinya untuk mencaci para pemimpin kaum musyrikin.860
Kedelapan: Rumah Sakit Militer Islam Pertama Kali
Kaum muslimin mendirikan rumah sakit militer Islam pertama
kali dalam Perang Ahzab. Rasulullah membangun tenda di masjid
beliau di Madinah ketika Perang Ahzab sedang berlangsung. Rasulullah
memerintahkan supaya Rafidah Al-Aslamiyah Al-Anshariyah ketua rumah
sakit tersebut. Dengan demikian, Rafidah menjadi perawat militer pertama
kali dalam Islam.861
Dalam As-Sirah An-Nabawiyyah karya lbnu Hisyam disebutkan,
"Rasulullah menempatkan Sa'ad bin Mu'adz dalam tenda perempuan dari
Aslam, namanya Rafidah, di masjid beliau. Rafidah mengobati orang-orang
yang terluka dan menjadi relawan terhadap orang-orang yang lemah dari
kaum muslimin. Rasulullah bersabda kepada para sahabat ketika Sa'ad bin
Mu'adz terkena panah dalam perang Khandaq, "Letakkanlah ia di tenda
Rafidah agar aku dapatmenjenguknya dari dekat.'862
Dari teks di atas kita dapat memahami bahwa orang muslim yang
terluka, jika ia memiliki keluarga, maka keluarganya merawatnya dan jika
859 Lihat lbid., hlm. 365.
86O lihat Ghazwah Al-Ahzab, DR. Abu Faris.
861 Lihat Al- M ustasyfayat Al- lslamlryah, Dr. Abdullah As-Said, hlm. 43.
862 Lihat As-Si rah An- N a b awiyyah, Ibnu Hisyam, 3 I 263.
376 O KedkaRasulullahHarusBerperang
ia tidak memiliki keluarga, maka ia dibawa ke masjid untuk ditempatkan
ke dalam tenda yang dibangun untuk kaum muslimin yang lemah. Sa'ad bin
Mu'adz Al-Ausi bukanlah orang yang lemah. Akan tetapi, ketika Rasulullah
ingin selalu mengetahui perkembangannya dari dekat, maka beliau
menempatkannya di dalam tenda tersebutyang dipersiapkan untuk orang
muslim yang lemah dan tidak memiliki keluarga. Mereka dalam penjagaan
Rasulullah. Jika tidak demikian, maka kenapa tenda dibangun di masiid,
padahal tenda dapat dibangun di tempat manapun selain masjid?
Sesungguhnya Sa'ad bin Mu'adz dimuliakan Rasulullah karena
perjuangan-periuangan dan pengorbanan-pengorbanannya demi membela
agama Allah. Penghormatan ini dalam bentuk penempatannya di tenda
yang disediakan untuk orang-orang lemah. Demikianlah ketika para
pemimpin mencapai derajat tinggi ditempatkan bersama dengan orang-
orang yang tidak terkenal yang mengikhlaskan amal-amal mereka karena
Allah. Maka mereka berhak mendapatkan peniagaan dan perhatian dari
Rasulullah.s63 Ini merupakan manhaj Nabi yang menjadi undang-undang
bagi kaum muslimin dalam sepanjang sejarah.
Kesembilan: Seorang Muslim Terjatuh dalam Dosa, Namun Ia
Segera Bertaubat
Bani Quraizhah mengirim utusan kepada Abu Lubabah bin Abdil
Mundzir. Bani Quraizhah adalah sekutunya. Mereka meminta pendapat
kepada Abu Lubabah tentang keputusan hukum Rasulullah. Abu Lubabah
berisyarat ke arah tenggorokannya, artinya mereka akan dibunuh. Setelah
memberikan informasi ini, Abu Lubabah menyesal, kemudian menuju
ke masjid Nabi dan mengikat dirinya di tiang masjid. Ia senantiasa
terikat di masiid selama enam malam. Setiap waktu shalat tiba, istrinya
mendatanginya dan melepaskan ikatannya agar melakukan shalat. Seusai
shalat, ia kembali mengikat diri di tiang masjid.s6a Abu Lubabah berkata,
"Aku tidak akan meninggalkan tempat ini hingga Allah menerima taubatku
atas apa yang telah aku perbuat."
Ummu Salamah berkata, "Aku mendengar Rasulullah pada waktu
sahur tertawa. Aku bertanya, "Apa yang membuatmu tertawa wahai
Rasulullah? Semoga Allah membuatmu senang." Beliau bersabda, "Abu
Lubabah diterima taubatnya." Ummu Salamah berkata, "Apakah aku
863 Lihat Min Ma'in As-Sirah, hlm. 294. o 377
864 Lihata Al-Mustafad min Qishash Al-Qur'an, 2 /286.
Ketika Rasulullah Harus Berperang
memberinya kabar gembira wahai Rasulullah?" Beliau bersabda, "ya, jika
kamu menginginkan."lJmmu salamah lantas berdiri di pintu kamarnya. Hal
ini sebelum turun wahyu tentang perintah hijab. ummu Salamah berkata,
"Wahai Abu Lubabah, bergembiralah, sesungguhnya Allah telah menerima
taubatmu." Orang-orang bergegas untuk melepaskan ikatannya. Namun, ia
berkata, "Tidak, demi Allah, hingga Rasulullah sendiri yang melepaskanku
dengan tangannya." Ketika Rasulullah melewatinya untuk melaksanakan
shalat Shubuh, beliau melepaskannya.B6s Itulah pengakuan dosa dan
pertaubatan yang baik.
Sesungguhnya sisi pelajaran dalam kisah tersebut adalah tindakan
Abu Lubabah setelah memberikan informasi rahasia perang yang sangat
penting. Abu Lubabah tidak berusaha menyembunyikan kesalahan yang
telah ia lakukan, tidak menampakkan diri di hadapan Rasuluilah dan
para sahabat sebagai orang yang sukses menjalankan tugasnya dan tidak
melakukan suatu kesalahan apa pun. Ia dapat saja menyembunyikan
perbuatannya tersebut karena tidak ada seorang pun kaum muslimin
yang mengetahuinya dan meminta kepada orang-orang yahudi untuk
merahasiakannya.
Akan tetapi, ia teringat dengan pengawasan Allah dan ilmu Allah
terhadap apa yang rahasia dan apa yang tampak. Ia juga teringat hak
besar Rasulullah terhadap dirinya. Beliau telah mempercayainya untuk
menjaga rahasia ini. Maka ia merasa sangat menyesal dengan dosa yang
dilakukannya ini.B66la mengakui dosanya dan segera melakukan hukuman
terhadap dirinya sendiri secara langsung tanpa menunggu penyelidikan
atau penjatuhan hukuman yang wajib terhadapnya. sesungguhnya hal ini
merupakan potret penerapan firman Allah,
"Sesungguhnya bertaubat kepada Allah itu hanya (pantas) bagi mereka
yang melakukan kejahatan karena tidak mengerti, kemudian segera
bertaubat. Taubat mereka itulah yang diterima Allah. Allah Maha
Mengetahui, Mahabijaksana." (An-Nisaa': 17)
Sesungguhnya itu merupakan protet langka: manusia menjatuhkan
hukuman terhadap dirinya sendiri. Tidak melakukan perbuatan seperti
itu kecuali orang yang beriman. Hal itu merupakan pengaruh dari iman
yang dalam yang pemiliknya tidak rela jika tercampuri dosa atau kefasikan.
B 6 5 Lihat .As-Sl r ah An - N a b aw iyy a h, lbnu H isyam, blm. 29 4.
866 Lihat At-Tarikh Al-Islami, Al-Humaidi, 6/1 65.
378 @ Kefika Rasulullah Harus Berperang
Rasulullah dan para sahabat merasa gembira dengan diterimanya taubat
Abu Lubabah oleh Allah. Mereka berlomba-lomba untuk memberikan
ucapan selamat kepadanya hingga Ummu Salamah segera memberikan
ucapan selamat setelah meminta izin dari beliau. Ummu Salamah memberi
kabar gembira kepadanya bahwa Allah menerima taubatnya.867
Tentang Abu Lubabah, Allah menurunkan firman-Nya,
n) 7z \:;,A Ji;t'ifr \;,;3 i rfrt:.'uti q=U
eb
{rv:Ju!} @1,;#
"Wahai orong-orang yang beriman! J anganlah kamu mengkhianati
Allah dan Rasul dan (juga) j anganlah kamu mengkhianati amanatyang
d i p e r c ay aka n ke p a d a mu, s e d a n g ka mu m e ng e ta h u i. " (Al- Anfalz 27 )
Dan tentang pertaubatannya, turunlah firman Allah,
"Dan (ada pula) orang lainyang mengakui dosa-dosa mereka, mereka
mencampurodukkan pekerjaan yang baik dengan pekeriaan lain yang
buruk. Mudah-mudahan Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya
Allah Mahq Pengampun, Maha Penyayang." (At-Taubah: 102)
Kesepuluh: Keutamaan-keutamaan Sa'ad bin Mu'adz
Dalam perangAhzab Sa'ad bin Mu'adz memiliki kontribusi-kontribusi
yang menunjukkan keutamannya dan derajatnya di sisi Allah dan
Rasulullah, antara lain:
- Allah mengabulkan doanya ketika ia berdoa, "Ya Allah, sesungguhnya
engkau mengetahui bahwa tidak ada seorang yang lebih aku sukai untuk
memeranginya dalam membela agama-Mu kecuali kaum yang telah
mendustakan Rasul-Mu dan telah mengusir beliau. Ya Allah, jika masih ada
perang Quraisy, berilah aku kehidupan hingga aku memerangi mereka demi
Engkau." Allah mengabulkan doanya sehingga lukanya terhenti dan hampir
sembuh868 sampai Perang Bani Quraizhah. Sa'ad bin Mu'adz juga berdoa,
"|anganlah Engkau mewafatkanku hingga membahagiakanku dari Bani
Quraizhah."E6e Rasulullah menyerahkan hukum tentang Bani Quraizhah
terhadapnya. Sa'ad bin Mu'adz menjatuhkan hukuman terhadap mereka
dengan hukuman yang benar dan dalam hal itu ia tidak peduli dengan
867 Lihat Shuwar wa'lbar min Al-Jihad An-Nabawi fi Al-Madinah, hlm.26t.
868 Lihat Fiqh As-Sirah, Al-Buthi, hlm. 228.
869 HR.Muslim,Kitab:AI-JihadwaAs-Siyar,Bab:lkhraiAl-Yahud,3/1389,no.1769.
Ketika Rasulullah Harus Berperang @ 379
pencelaan orang yang mencela. Hal ini menunjukkan ketulusan hatinya
kepada Allah.87o
- Rasulullah memberikan penghormatan kepadanya ketika beliau
bersabda kepada kaum Anshar yang saat itu Sa'ad datang untuk
memutuskan hukum tentang Bani Quraizhah. Beliau bersabda, "Berdirilah
untuk pemimpin kolion.'E71 Ini merupakan penghormatan kepada Sa'ad
dan penghargaan atas keberaniannya. Beliau menamakannya dengan
Sayyid [tuan/pemimpin) dan memerintahkan para sahabat untuk berdiri
kepadanya.872
- Ketika hukum Allah diterapkan terhadap kaum Yahudi Bani
Quraizhah, Sa'ad mengangkat tangannya seraya berdoa, "Ya Allah,
sesungguhnya aku menyangka bahwasanya Engkau telah menyudahi
perang antara kami dan mereka (Quraisy dan orang-orang musyrik),
jika Engkau telah menyudahi antara kami dan mereka, maka buatlah
luka mengalirkan darah dan jadikan kematianku dengannya."873 Doanya
terkabulkan. Darah lukanya mengalir deras malam itu hingga membuatnya
meninggal dunia. Semoga Allah merahmatinya.sTa
Melalui doanya yang pertama dan kedua, kita memperhatikan doa
yang mengherankan ini. Doa orang-orang besar yang mengetahui risalah
mereka dalam kehidupan bukanlah mati syahid saja. Akan tetapi, risalah
itu adalah mengikuti jihad hingga akhir kehidupan. Dia bertanggung jawab
atas pembelaan terhadap Islam dalam kaum dan umatnya.sTs
- Melalui sejarah hidupnya kita mengetahui bahwa andaikata ia
bersumpah kepada Allah, maka Allah membuatnya memenuhi janjinya. Ia
orang yang memiliki posisi di langit dan bumi. Allah telah menghendaki
urusan tentang Bani Quraizhah dikembalikan kepadanya dan Bani
Quraizhah meminta agar hukum tentang mereka diputuskan oleh Sa'ad
bin Muadz.
- Ia tidak ingin hidup lebih lama ketika perang telah usai serta
tanggung jawab dan pelaksanaan amanat yang dibebankan kepadanya
untuk memimpin kaumnya untuk memerangi musuh telah berakhir. Ketika
87 O Lihat At-Tarikh Al-lslami, AI-Humaidi, 3/170.
87 1 Lihat,4s-S i ra h An - N ab aw iyy a h, lbnu Hisy am, 3 / 2 63.
872 Lihat Shuwar wa 'Ibar min Al-Jihod An-Nabawi fi Al-Madinah,hlm.265.
8 73 Lihat,As-Si r ah An - N a b aw iyy ah, lbn:u Hisy am, 3 / 27 5.
87 4 Lihat Fiqh As-Sirah, Al-Buthi, hlm. 228.
87 5 Lihat At-Tarbiyyah Al-Qiyodiyyah, 3 /7 O.
380 & KetikaRasulullahHarusBerperang