LAPORAN
P ROY E K PERUBAHAN
SINERGITAS PENGGUNAAN SIBIOLA UNTUK
PENINGKATAN PENJUALAN DAN PROMOSI
BENIH, IKAN DAN OLAHAN IKAN DI
KABUPATEN TAPANULI SELATAN
S o f y a n A d i l , S . P. , M M
NDH
30
PELATIHAN KEPEMIMPINAN NASIONAL II ANGKATAN XVII PUSLATBANG
KHAN LEMBAGA ADMINISTRASI NEGARA REPUBLIK INDONESIA
ACEH
2022
Nama : Sofyan Adil, SP.,MM
NDH : 30/ PKN TK. Iy XYII|2ALT
Unit Kerja : Dinas Perikanan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan
Judul
: Sinergitas Penggunaan Sibiola Untuk Peningkatan Penjualan
Dan Promosi Benih, Ikan Dan Olahan Ikan Di Kabupaten
Tapanuli Selatan (SfBIOLA)
Bahwa Laporan Proyek Perubahan ini telah dipresentasikan dihadapan Penguji,
Coach dan Mentor pada Seminar Proyek Perubahan Pelatihan Kepeimpinan
Nasional Tingkat II Angkatan XVII pada Pusat Pelatihan dan Pengembangan
dan Kajian. Hukum Administrasi Negara Lembaga Administrasi Negara, Rabu,
16 November 2022.
Aceh Besar, 15 November 2A22
Peserta,
Disetu.iuioleh
Coach
Umum
Nama : Sofuan Adil, SP.,MM
NDH : 30/ PKN TK. iI/ XYII|2022
Unit Kerja : Dinas Perikanan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan
Judul
: Sinergitas Penggunaan Sibiola Untuk Peningkatan Penjualan
Dan Promosi Benih, Ikan Dan Olahan Ikan Di Kabupaten
Tapanuli Selatan (SIBIOLA)
Bahwa Laporan Proyek Perubahan ini teiah dipresentasikan dihadapan Penguji,
Coach dan Mentor pada Seminar Proyek Perubahan Pelatihan Kepeimpinan
Nasional Tingkat II Angkatan XVII pada Pusat Pelatihan dan Pengembangan
dan Kajian Hukum Administrasi Negara Lembaga Administrasi Negara, Rabu,
16 November 2022.
Aceh Besar, 17 Novernber 2022
Disahkan oleh :
Coach
Umum
Buchori, MM
Deskripsi Singkat
Dinas Perikanan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan merupakan instansi yang bertugas dalam
membantu Bupati Tapanuli Selatan melaksanakan urusan pemerintahan di bidang kelautan dan
perikanan yang menjadi kewenangan Daerah Kabupaten. Salah satu kewenangan daerah
tersebut adalah pemanfaatan potensi perikanan daerah untuk meningkatkan perekonomian
masyarakat Kabupaten Tapanuli Selatan. Pemanfaatan potensi daerah pada sektor perikanan di
Kabupaten Tapanuli Selatan saat ini masih kurang optimal dilihat dari rendahnya tingkat
penjualan produk perikanan jika dibandingkan dengan potensi produk perikanan yang ada.
Rendahnya tingkat penjualan produk perikanan salah satunya dikarenakan belum adanya sarana
dan prasarana sistem informasi produk perikanan di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Peningkatan nilai jual produk perikanan dapat dilakukan dengan sinergitas penggunaan
SIBIOLA yang merupakan sarana dan prasarana sistem informasi digital produk perikanan di
Kabupaten Tapanuli Selatan. Penggunaan SIBIOLA (Sistem Informasi Benih, Ikan dan Olahan
Ikan) sebagai sarana dan prasarana sistem informasi produk perikanan secara digital dapat
menjadi jembatan (hub) bagi seluruh stakeholder perikanan dalam upaya peningkatan
penjualan produk perikanan baik benih, ikan maupun olahan ikan untuk mencapai visi
“TAPANULI SELATAN YANG MAJU BERBASIS SUMBER DAYA MANUSIA PEMBANGUN SEHAT,
CERDAS, SEJAHTERA SERTA SUMBER DAYA ALAM YANG PRODUKTIF DAN LESTARI”.
Penerapan digitaliasi sistem informasi perikanan sebagai jembatan (hub) bagi seluruh
stakeholder perikanan, diharapkan dapat mempermudah akses pasar bagi pengusaha sektor
perikanan, dengan sinergitas SIBIOLA diharapkan dapat menjamin efisiensi proses bisnis baik
waktu, tenaga dan biaya. Selain itu, SIBIOLA menjamin konektivitas rantai bisnis, dari hulu ke hilir
pada sektor perikanan dan juga diharapkan dapat membantu meningkatkan keamanan dan
ketertiban serta kepastian perlindungan hukum bagi pelaku usaha perikanan.
DAFTAR ISI
DESKRIPSI SINGKAT ...................................................................................... i
DAFTAR ISI........................................................................................................ ii
BAB I PENDAHULUAN.................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang................................................................................... 1
1.2 Tujuan Manfaat ................................................................................ 5
1.3 Output dan Outcome...................................................................... 7
BAB II RENCANA PROYEK PERUBAHAN ................................................. 8
2.1 Tahapan Perubahan Rencana Strategis.................................. 8
2.2 Rencana Strategi Marketing........................................................ 12
2.2.1 Strategi Marketing Proses Penyusunan Proyek Perubahan 12
2.2.2 Startegi Marketing Hasil Proyek Perubahan .................... 14
2.3 Rencana Strategi Pengembangan Kompetensi .................. 15
2.4 Potensi Kendala dan Solusinya.................................................. 16
2.4.1 Potensi Kendala............................................................. 16
2.4.2 Solusi............................................................................ 17
2.5 Faktor Kunci Keberhasilan .......................................................... 17
2.6 Tata Kelola Proyek Perubahan................................................... 18
BAB III GAMBARAN DAERAH...................................................................... 20
BAB IV PELAKSANAAN PROYEK PERUBAHAN...................................... 24
4.1 Capaian Tahapan Perubahan...................................................... 24
4.2 Rencana Perubahan Strategis..................................................... 33
4.3 Kepemimpinan Strategis .............................................................. 33
4.4 Implementasi Strategi Marketing ............................................. 35
4.5 Pemberdayaan Organisasi Pembelajar................................... 39
4.6 Keberlanjutan Proyek Perubahan ............................................. 41
4.7 Keterkaitan Mata Pelatihan Pilihan Dengan Proyek Prerubahan42
BAB V PENUTUP .............................................................................................. 45
5.1 Kesimpulan ........................................................................................ 45
4.2 Saran ..................................................................................................... 46
REFERENSI ......................................................................................................... 47
LAMPIRAN ......................................................................................................... 48
I. Pendahuluan
Potensi perikanan budidaya di Kabupaten Tapanuli Selatan
sangat mendukung dalam pengembangan usaha
perikanan, hal ini terlihat banyaknya potensi irigasi
pengairan yang memungkinkan bagi pembudidayaan ikan
Mas (Cyprinus Carpio), ikan Lele Dumbo (Clarias Gariepinus),
ikan Nila (Oreochromis Niloticus), dan jenis ikan lainnya.
Kegiatan usaha budidaya meliputi Kolam Air Tenang, Kolam
Air Deras, Keramba Jaring Apung, Mina Padi, Kolam
Pekarangan. Selain kegiatan budidaya ada juga pengolahan
ikan (ikan asap), kerupuk kulit ikan dan lainnya. Untuk
memanfaatkan potensi ini, telah ditugaskan Dinas
Perikanan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan sebagai
instansi yang melaksanakan urusan pemerintah di bidang
kelautan dan perikanan.
Untuk lengkapnya, tugas pokok dan fungsi Dinas Perikanan
Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan menurut Peraturan
Bupati Tapanuli Selatan Nomor 103 Tahun 2021 adalah:
1. Tugas
Berdasarkan Peraturan Bupati Kabupaten Tapanuli Selatan
Nomor 103 Tahun 2021 tentang Pembentukan dan Susunan
Perangkat Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan, Tugas Dinas
Perikanan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan adalah
membantu Bupati Tapanuli Selatan melaksanakan urusan
pemerintahan di bidang kelautan dan perikanan yang
menjadi kewenangan Daerah Kabupaten.
2. Fungsi
a. Perumusan kebijakan pemberdayaan nelayan kecil dan
usaha kecil pembudidaya ikan, penerbitan SIUP di bidang
pembudidayaan ikan dan usahanya, pengelolaan dan
penyelenggaraan Tempat Pelelangan Ikan (TPI) dan
pengelolaan pembudidayaan ikan;
b. Penerbitan SIUP dibidang pembudidayaan ikan yang
usahanya dalam satu daerah Kabupaten;
c. Pengelolaan dan penyelenggaraan Tempat Pelelangan
Ikan;
d. Pengelolaan pembudidayan ikan;
e. Pelaksanaan evaluasi dan pelaporan pemberdayaan
nelayan kecil dan usaha kecil pembudidaya ikan;
f. Pelaksanaan administrasi Dinas Perikanan Kabupaten;
g. Pelaksanaan fungsi lain yang terkait Bidang Kelautan dan
Perikanan yang diberikan Bupati.
Dinas Perikanan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan
sebagai unsur pelaksana pemerintah daerah dibidang
perikanan dan kelautan dipimpin oleh seorang Kepala Dinas
1 yang berkedudukan di bawah dan bertanggung jawab
kepada Bupati Tapanuli Selatan melalui Sekretaris Daerah
Kabupaten Tapanuli Selatan.
Pergerakan Produksi(ton) dan Kosumsi
Ikan (kg/kapita/tahun)
beberapa permasalahan yang berkaitan antara Permasalahan yang
kondisi dan realisasi, yaitu sebagai berikut : berkaitan antara
kondisi dan realisasi
1. Komsumsi Ikan perkapita terlihat cukup
rendah peningkatannya selama kurun waktu 5 Berdasarkan kondisi realisasi diketahui bahwa
tahun terakhir. Selain itu, tingkat konsumsi pemanfaatan potensi daerah pada sektor
ikan Kabupaten Tapanuli Selatan selalu di perikanan melalui Program Pengolahan dan
bawah konsumsi rata-rata naional. Pemasaran Hasil Perikanan di Kabupaten
Tapanuli Selatan saat ini masih kurang optimal
2. Selama 5 tahun berjalan, realisasi setiap jika dibandingkan dengan potensi perikanan
tahunnya baik produksi dan konsumsi memiliki yang ada. Hal ini di tunjukkan dengan tingkat
kenaikan rata-rata sangat kecil. konsumsi ikan yang selalu di bawah konsumsi
rata-rata nasional dan produksi meningkat
3. Dengan tingkat produksi yang tinggi namun angka konsumsi tetap turun. Salah satu
diharapkan juga dapat meningkatkan penyebabnya adalah rendahnya tingkat
konsumsi produk perikanan, namun yang penjualan produk perikanan.
terjadi adalah sebaliknya.
2
Kondisi Gagasan
Ideal Inovasi
1. Meningkatnya kualitas dan kuantitas usaha Untuk mencapai kondisi ideal maka dapat
perikanan; dilakukan dengan penerapan sistem informasi
2. Meningkatnya konsumsi ikan; digital terintegrasi pada Dinas Perikanan
3. Terpenuhinya bahan baku industri Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan. Hal ini
perikanan untuk lokal dan regional. guna menjamin konektivitas rantai bisnis, dari
Dengan tercapainya kondisi ini diharapkan hulu ke hilir pada sektor perikanan. Selain itu
dapat mewujudkan tujuan berupa juga dapat mendorong terjadinya transformasi
peningkatan Pendapatan Asli Daerah, proses bisnis pada sektor perikanan yang lebih
peningkatan pendapatan dan kesejahteraan efisien. Penerapan sistem informasi digital
masyarakat. terintegrasi sektor perikanan dapat menjadi
jembatan (hub) bagi seluruh stakeholder
3 perikanan, seperti dalam hal akses pasar bagi
pembudidaya perikanan. Sistem ini akan
menjamin efisiensi rantai produksi baik waktu,
tenaga maupun biaya. Dengan digitalisasi
sistem yang terintegrasi terkait data pelaku
usaha perikanan, diharapkan dapat membantu
meningkatkan keamanan dan ketertiban serta
kepastian perlindungan hukum bagi pelaku
usaha perikanan di Kabupaten Tapanuli
Selatan.
Penerapan sistem informasi digital terintegrasi, pada Dinas Perikanan Daerah Kabupaten Tapanuli
Selatan dapat menjamin konektivitas rantai bisnis, dari hulu ke hilir pada sektor perikanan. Selain itu
juga dapat mendorong terjadinya transformasi proses bisnis pada sektor perikanan yang lebih efisien.
Penerapan sistem informasi digital terintegrasi sektor perikanan dapat menjadi jembatan (hub) bagi
seluruh stakeholder perikanan, seperti dalam hal akses pasar bagi pembudidaya perikanan. Sistem ini
akan menjamin efisiensi rantai produksi baik waktu, tenaga maupun biaya. Dengan digitalisasi sistem
yang terintegrasi terkait data pelaku usaha perikanan, diharapkan dapat membantu meningkatkan
keamanan dan ketertiban serta kepastian perlindungan hukum bagi pelaku usaha perikanan di
Kabupaten Tapanuli Selatan.
4
Tujuan
Tujuan Utama
Tujuan Utama disusunnya Rencana Proyek 01 Tujuan
Perubahan ini adalah untuk peningkatan Jangka
penjualan dan promosi Benih, Ikan, dan Pendek
Olahan Ikan di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Dinas Perikanan Kabupaten Tapanuli Selatan
dengan memberikan perubahan dan inovasi
berupa aplikasi sistem informasi digital
terintegrasi bagi seluruh stakeholder Terbentuknya tim efektif yang akan
perikanan khususnya di Kabupaten Tapanuli mempersiapkan dan implementasi sistem
Selatan. Pencapaian tujuan utama dilakukan informasi digital terintegrasi SIBIOLA (Sistem
melalui tiga tahapan tujuan. Informasi Benih, Ikan dan Olahan Ikan).
02 03Tujuan Tujuan
Jangka Jangka
Menengah Panjang
Penerapan aplikasi SIBIOLA terutama untuk a. Monitoring dan evaluasi tujuan jangka
stakeholder perikanan dan masyarakat menengah. Serta mendorong legalitas usaha
Kabupaten Tapanuli Selatan secara umum, perikanan agar dapat bersaing secara digital.
serta monitoring dan evaluasi implementasi
aplikasi di ikuti perbaikan dan b. Penerapan secara berkelanjutan serta
pengembangan. pengembangan aplikasi, seperti penerapan
pembayaran secara elektronik.
5
Manfaat
Manfaat Manfaat Bagi
Bagi Organisasi Stakeholder
Tujuan Utama disusunnya Rencana Proyek a. Sebagai sarana promosi dan penjualan
Perubahan ini adalah untuk peningkatan produk perikanan.
penjualan dan promosi Benih, Ikan, dan Olahan
Ikan di Kabupaten Tapanuli Selatan. Dinas b. Peningkatan penjualan produk perikanan.
Perikanan Kabupaten Tapanuli Selatan dengan
memberikan perubahan dan inovasi berupa c. Peningkatan kualitas hidup masyarakat
aplikasi sistem informasi digital terintegrasi khususnya di Kabupaten Tapanuli Selatan.
bagi seluruh stakeholder perikanan khususnya
di Kabupaten Tapanuli Selatan. Pencapaian d. Dengan adanya sistem informasi digital
tujuan utama dilakukan melalui tiga tahapan terintegrasi memudahkan dalam penginputan
tujuan. ataupun pemeriksaan data yang valid dan
akurat sehingga bermanfaat dalam membuat
rujukan kebijakan.
6
6
Output dan
Outcome
Output Outcome
1. Pedoman manajemen teknis informasi dan 1. Peningkatan penjualan produk dan promosi
transaksi secara elektronik produk perikanan; perikanan;
2. Aplikasi SIBIOLA, untuk peningkatan 2. Peningkatan kualitas hidup masyarakat
penjualan dan promosi produk perikanan; khususnya di Kabupaten Tapanuli Selatan;
3. Monitoring dan evaluasi implementasi 3. Dengan adanya sistem informasi digital
aplikasi di ikuti perbaikan dan pengembangan. terintegrasi memudahkan dalam penginputan
ataupun pemeriksaan data yang valid dan
7 akurat sehingga bermanfaat dalam membuat
7 rujukan kebijakan.
II RENCANA PROYEK
PERUBAHAN
8
Rencana Jangka
Pendek
9
Jangka
Menengah
10
Jangka
Panjang
11
RENCANA Rencana strategi marketing memuat identifikasi
STRATEGI instansi/individu yang berkepentingan dan memiliki
MARKETING pengaruh baik pengaruh positif (mendukung) maupun
negatif (sumber penghambat) terhadap hasil akhir dari
proyek perubahan. Stakeholder dapat dibedakan antara
stakeholder internal (masih dalam satu instansi) atau
eksternal yaitu instansi lain atau individu yang berpengaruh
di luar instansi. Pemetaan stakeholder dan perencanaan
strategi marketing dapat mengacu pada modul pelatihan
Marketing. Strategi yang digunakan dalam proyek
perubahan ini menggunakan 2 (dua) pendekatan, yaitu
Strategi Marketing pada Proses Penyusunan Proyek
Perubahan dan Strategi Marketing pada Hasil Proyek
Perubahan. Kedua pendekatan ini diharapkan dapat
mendukung keberhasilan proyek perubahan.
Strategi marketing yang digunakan pada dua pendekatan
tersebut menggunakan strategic partnership. Strategi ini
untuk mendukung keberhasilan pemasaran proyek
perubahan dengan cara kolaborasi yang erat dengan
stakehoder.
Strategi Marketing Proses Penyusunan Proyek
Perubahan
Strategi marketing diarahkan kepada stakeholder agar
mendukung proyek perubahan. Strategi marketing ini
dimulai dari identifikasi stakeholder kemudian dilakukan
pemetaan. Dari hasil pemetaan stakeholder tersebut
kemudian ditentukan strategi untuk mempengaruhi
dengan harapan seluruh stakeholder mendukung proyek
perubahan.
Promoters (High Influence, HighInterested people):
Punyaminat/kepentingan dan punya pengaruh.Pihak
yang harus dilibatkan karenamemiliki pengaruh besar
terhadapkeberhasilan aksi perubahan,
Defender (Low Influence, High interested
people)
Punya minat/kepentingan dan
sedikit pengaruh. Pihak yang harus dipertahankan
menggali informasi lebih dalam tentang aksi perubahan,
dan selalu melakukan komunikasi efektif untuk
menemukan solusi dalam permasalahan
12
Latens (High Influence, low interested people) Kotler dan Lee (2017) dalam Supriadi (2021),
menyebutkan ada beberapa manfaat dari penerapan
Punya sedikitminat/kepentingan tapi marketing di sektor publik, yang tentu sekaligus
menjadi tujuan dan manfaat marketing tersebut.
berpengaruh,Pihak yang diajak terlibat dalam Tujuan dan manfaat tersebut menurut Kotler dan Lee
adalah:
bekerjadengan batasan-batasan dan
disesuaikankapasitasnya masing-masing.
Apathetics (Low power, low interested people) 1. Meningkatkan pendapatan (increasing revenues);
Tidak punyaminat/kepentingan dan tidakberpengaruh.
Pihak yang tidak harusharus dipertimbangkan 2. Meningkatnya pengguna layanan (increasing
service utilization);
sebagaipendukung dalam aksi perubahan tetapitetap
harus diawasi dengan menjalinkomunikasi yang 3. Meningkatkan pembelian atas barang yang
dihasilkan oleh instansi pemerintah (increasing
harmonis. purchases of products);
Strategi Marketing Hasil Proyek Perubahan
Kotler dan Lee (2017) dalam Supriadi (2021),
menyebutkan ada beberapa manfaat dari penerapan 4. Meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap
hukum (increasing compliance with laws);
marketing di sektor publik, yang tentu sekaligus menjadi
tujuan dan manfaat marketing tersebut. Tujuan dan 5. Meningkatkan kesehatan dan keamanan publik
(improving public health and safety);
manfaat tersebut menurut Kotler dan Lee adalah:
1. Meningkatkan pendapatan (increasing revenues); 6. Meningkatkan perilaku cinta dan perlindungan
lingkungan (increasing citizen behaviors to protect
2. Meningkatnya pengguna layanan (increasing service the environment); dan
utilization);
3. Meningkatkan pembelian atas barang yang dihasilkan 7. Menurunnya biaya penyelenggaraan layanan
oleh instansi pemerintah (increasing purchases of (decreasing costs for service delivery);
products);
8. Meningkatkan kepuasan customer (improving
4. Meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap customer satisfaction ); dan
hukum (increasing compliance with laws);
9. Meningkatkan dukungan masyarakat
(engendering citizen support).
5. Meningkatkan kesehatan dan keamanan publik
(improving public health and safety); Untuk mencapai tujuan dan manfaat pemasaran dari
proyek perubahan, di butuhkan alat dalam
6. Meningkatkan perilaku cinta dan perlindungan pemasaran yang berupa kombinasi beberapa alat
lingkungan (increasing citizen behaviors to protect the dalam pemasaran. Formula yang digunakan adalah
environment); dan 4P sebagaimana dikemukakan oleh Jerome
McCharty (dalam Contantinides, 2004). Unsur 4P
7. Menurunnya biaya penyelenggaraan layanan tersebut adalah price, place, dan promotion dengan
(decreasing costs for service delivery); ditambah unsur customer sebagai sasaran dalam
pemasaran.
8. Meningkatkan kepuasan customer (improving
customer satisfaction ); dan
9. Meningkatkan dukungan masyarakat (engendering
citizen support).
Untuk mencapai tujuan dan manfaat pemasaran dari 13
proyek perubahan, di butuhkan alat dalam pemasaran
yang berupa kombinasi beberapa alat dalam pemasaran.
Formula yang digunakan adalah 4P sebagaimana
dikemukakan oleh Jerome McCharty (dalam
Contantinides, 2004). Unsur 4P tersebut adalah price,
place, dan promotion dengan ditambah unsur customer
sebagai sasaran dalam pemasaran.
Marketing Mix
Strategi marketing dilakukan dengan memperhatikan
elemen dalam pemasaran sektor publik, yaitu 4 P 1 C
(Product, Price, Promotion, Place dan Customer).
14
RENCANA STRATEGI
P E N G E M B A N G A N K O MMPPEETTEENNSSII
1. Melakukan dialog strategis dan Keberhasilan proyek perubahan ini
dipengaruhi oleh beberapa faktor
komunikasi intensif untuk sebagai berikut:
meningkatkan motivasi dan 1. Penerapan strategi komunikasi dan
pemasaran dalam menyampaikan
pemahaman tentang pentingnya pentingnya proyek perubahan pada
proyek perubahan. Dan juga para stakeholder.
menyatakan bahwa proyek
perubahan merupakan kegiatan 2. Delegasi tugas atau pekerjaan
sesuai dengan kemampuan
yang berkelanjutan dan merupakan pegawai.
bagian program strategis daerah
untuk mempercepat implementasi 3. Optimalisasi koordinasi dan
smart city, jadi tetap harus konsultansi dengan seluruh
mendapatkan prioritas untuk stakeholder dalam pengembangan
sistem informasi manajemen untuk
dikerjakan. mempercepat implementasi.
2. Pengusulan dalam perubahan 4. Konsistensi untuk mejalankan
APBD 2022, dan memasukkannya komitmen bersama yang telah
dalam perencanaan APBD tahun dibuat dengan para stakeholder
dalam perencanaan, implementasi
selanjutnya. dan keberlanjutan proyek
perubahan.
3. Project leader selalu berkomunikasi
dengan kepala OPD terkait, agar
terjadi sinergisitas yang kuat dalam
pelaksanaan proyek perubahan.
15
Potensi Kendala
Kendala Internal 02
Kurangnya pemahaman atas pekerjaan yang
01 diberikan, terutama terhadap pemahaman
Kemungkinan terjadinya tumpang tindih akan digitalisasi.
pekerjaan rutin dengan pelaksanaan
pekerjaan untuk proyek perubahan.
0 3 Belum optimalnya pelaksanaan Proyek
Perubahan sesuai rencana, karena kegiatan
belum dianggarkan pada APBD Tahun 2022.
0 1Kendala Eksternal 02
Kurangnya partisipasi dari OPD terkait Stakeholder eksternal dengan posisi sebagai
pelaksanaan Proyek Perubahan, karena sasaran proyek perubahan dimungkinkan
keterbatasan waktu dan banyaknya kurang termotivasi dan resistensi
pekerjaan rutin pada unit kerja masing- menanggapi perubahan karena yang
masing yang mengakibatkan tidak dianggap akan mengganggu zona nyaman.
optimalnya pelaksanaan proyek perubahan.
16
SOLUSI FAKTOR KUNCI
KEBERHASILAN
1. Melakukan dialog strategis dan
Keberhasilan proyek perubahan ini
komunikasi intensif untuk dipengaruhi oleh beberapa faktor
sebagai berikut:
meningkatkan motivasi dan
1. Penerapan strategi komunikasi dan
pemahaman tentang pentingnya pemasaran dalam menyampaikan
proyek perubahan. Dan juga pentingnya proyek perubahan pada
menyatakan bahwa proyek para stakeholder.
perubahan merupakan kegiatan
2. Delegasi tugas atau pekerjaan
yang berkelanjutan dan merupakan sesuai dengan kemampuan
bagian program strategis daerah pegawai.
untuk mempercepat implementasi
smart city, jadi tetap harus 3. Optimalisasi koordinasi dan
mendapatkan prioritas untuk konsultansi dengan seluruh
stakeholder dalam pengembangan
dikerjakan. sistem informasi manajemen untuk
mempercepat implementasi.
2. Pengusulan dalam perubahan
APBD 2022, dan memasukkannya 4. Konsistensi untuk mejalankan
dalam perencanaan APBD tahun komitmen bersama yang telah
dibuat dengan para stakeholder
selanjutnya. dalam perencanaan, implementasi
dan keberlanjutan proyek
3. Project leader selalu berkomunikasi perubahan.
dengan kepala OPD terkait, agar
terjadi sinergisitas yang kuat dalam
pelaksanaan proyek perubahan.
17
Tata Kelola Proyek
Perubahan
1. Mentor (Asisten Administrasi Umum b. Melakukan koordinasi dengan mentor untuk
Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli membantu project leader apabila mengalami
Selatan) permasalahan selama tahapan komitmen
bersama maupun tahapan Laboratorium
a. Bertindak sebagai pembimbing project Kepemimpinan;
leader berdasar sikap profesionalisme; c. Memberikan masukan kepada peserta
terkait usulan proyek perubahan yang sedang
b. Memberikan dukungan, bimbingan dan dirumuskan project leader selama tahap
komitmen bersama dan tahap laboratorium
arahan kepada project leader dalam kepemimpinan;
d. Memberikan feedback terhadap laporan
mempersiapkan, merumuskan atau perkembangan pada implementasi proyek
perubahan yang akan disampaikan project
permasalahan krusial organisasi yang leader bimbingan minimal seminggu sekali;
e. Mengembangkan instrumen monitoring dan
memerlukan perubahan; perekaman terhadap progress yang dilaporkan
oleh project leader;
c. Sebagai atasan langsung memberikan
kesepakatan dan persetujuan atas dokumen 18
proposal proyek perubahan yang diajukan oleh
project leader;
d. Memberikan dukungan penuh kepada
project leader dalam mengimplementasikan
Proyek Perubahan;
e. Memberikan bimbingan kepada project
leader dalam mengatasi kendala yang muncul
selama proses implementasi berlangsung;
2. Coach
a. Melakukan monitoring kegiatan peserta
selama tahap Komitmen Bersama
3. Project Leader 4. Team Internal
a. Mempersiapkan/merencanakan a. Menyiapkan berkas administrasi proyek
(dokumen/instrumen/waktu) yang diperlukan perubahan untuk membentuk Tim Tata
dengan baik sebelum pertemuan dengan Laksana Proyek Perubahan (Tim Agile).
mentor;
b. Menyiapkan berkas administrasi untuk
b. Menggalang komunikasi dan kesepakatan melakukan rapat koordinasi internal dan
dengan stakeholder terkait (internal dan eksternal.
eksternal);
c. Menyiapkan berkas administrasi terkait
c. Melakukan eksekusi keseluruhan tahapan pembentukan Tim Konsolidasi Pengendalian
yang telah dirancang dalam milestone proyek Pembangunan sistem Informasi terintegrasi
perubahan dengan mendayagunakan seluruh secara digital;
sumber daya yang dimiliki;
d. Melakukan pengendalian pembangunan
d. Secara aktif melakukan diskusi dengan sistem Informasi terintegrasi secara digital;
bertanya atau melaporkan progress
impelementasi proyek perubahan kepada e. Bertanggung jawab pada Project Leader.
coach ;
5. Team Eksternal
e. Mengacu rumusan milestones dalam
dukungan pelaksanaan proyek sebagai dasar a. Membantu project leader khususnya
pencapaian target perubahan; dalam hal substansi teknis dalam
mewujudkan proyek perubahan;
f. Menggerakkan seluruh elemen
stakeholders terkait (internal dan eksternal) b. Memberikan dukungan baik administrasi
dalam mendukung keseluruhan tahapan maupun teknis, dan persiapan sarana dan
implementasi perubahan; prasarana;
g. Mengembangkan instrumen monitoring c. Membantu dalam menyusun draf
dan melakukan perekaman terhadap setiap prosedur dan instruksi kerja;
proses perkembangan yang dihasilkan dalam
proses implementasi proyek perubahan; d. Membantu dalam pengelolaan
administrasi keuangan dalam pelaksanaan
h. Menyusun laporan proyek perubahan ke kegiatan proyek perubahan;
dalam sebuah deskripsi utuh mulai dari
proses penyusunan proyek sampai dengan e. Membantu dalam merancang dan
hasil/capaian dari implementasi proyek membuat program Sistem Informasi
perubahan; Terintegrasi secara digital.
i. Menyerahkan laporan implementasi proyek
perubahan kepada penyelenggaran Pelatihan
Kepemimpinan Tk. II sesuai jadwal yang telah
ditetapkan.
19
III
Gambaran
Daerah
Kabupaten Tapanuli Selatan
dengan ibu kota Sipirok adalah
sebuah kabupaten di Provinsi
Sumatera Utara, berada di arah
selatan dari Kota Medan (ibu kota
Provinsi Sumatera Utara).
Kabupaten Tapanuli Selatan memiliki luas total 446.735 Ha terdiri dari 15
kecamatan, 36 kelurahan dan 212 desa. Secara administratif berbatasan dengan
:
1. Sebelah Utara : Kabupaten Tapanuli Tengah dan Kabupaten Tapanuli Utara;
2. Sebelah Selatan : Kabupaten Mandailing Natal;
3. Sebelah Timur : Kabupaten Padang Lawas, Kabupaten Padang Lawas Utara
dan Kabupaten Labuhan Batu Utara;
4. Sebelah Barat : Samudera Indonesia dan Kabupaten Mandailing Natal.
20
Danau Siais
Pemanfaatan danau atau waduk untuk kegiatan
usaha perikanan dengan memanfaatkan budidaya
KJA telah berkembang, namun di Kabupaten
Tapanuli Selatan belum dimanfaatkan dengan baik.
Hal ini disebabkan minimnya pengetahuan dan
permodalan masyarakat, sementara potensi Danau
Siais dan Danau Marsabut sangat besar untuk
budidaya keramba jaring apung (KJA). Danau Siais
secara geografis berada diantara 1º 18'4” LU dan 99º
00’54 02””BT dengan luas + 4.5000 Ha.
Selain kegiatan keramba jaring apung, nelayan di
Rianiate Danau Siais melakukan aktivitas
penangkapan ikan dan pengolahan ikan (penyalean
ikan) setelah ditangkap. Adapun komoditas ikan di
Danau Siais adalah ikan gurami (Osphronemus
gouramy), ikan tawes (Puntius javanicus), ikan nila
(Oreochromis niloticus), ikan Baung (Mystus
Nemurus) dll.
21
Potensi Perikanan
Budidaya
Potensi perikanan budidaya di Kabupaten
Tapanuli Selatan sangat mendukung dalam
pengembangan usaha perikanan, hal ini terlihat
banyaknya potensi irigasi pengairan yang
memungkinkan bagi pembudidayaan ikan Mas
(Cyprinus Carpio), ikan Lele Dumbo (Clarias
Gariepinus), ikan Nila (Oreochromis Niloticus),
dan jenis ikan lainnya. Kegiatan usaha budidaya
meliputi Kolam Air Tenang, Kolam Air Deras,
Mina Padi, Kolam Pekarangan.
Dalam pemanfaatan potensi perikanani, Dinas
Perikanan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan
melakukan pendampingan untuk legalisasi
kelompok perikanan dan pembinaan baik
materi teknis budidaya dan program bantuan
untuk budidaya. Pada tahun 2019 berdasarkan
Surat Keterangan Terdaftar Bupati Tapanuli
Selatan, terdapat 188 Kelompok Pembudidaya
Ikan (POKDAKAN), 27 Kelompok Pengolah dan
Pemasar Perikanan (POKLAHSAR), 9 Kelompok
Usaha Bersama (KUB), dan 41 Kelompok
Masyrakat Pengawas (POKMASWAS). Pada 2021
dengan potensi luas lahan 1.308 Ha,
pemanfaatan lahan di Kabupaten Tapanuli
Selatan hanya pada 758 Ha dengan nilai
produksi 4.907 ton ikan. Proyek perubahan ini
merupakan upaya untuk optimalisasi
pemanfaatan potensi prikanan di Kabupaten
Tapanuli Selatan semaksimal mungkin
Lubuk Larangan
Pemerintah Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan
melalui Dinas Perikanan Daerah konsisten dan
terus mengembangkan pemanfaatan perairan
umum (sungai) dengan sistem lubuk larangan
sehingga diharapkan mampu meningkatkan
produksi ikan serta tetap menjaga kelestarian
lingkungan perairan umum. Pemanfaatan
sungai untuk kegiatan usaha perikanan telah
berkembang untuk kegiatan Lubuk Larangan
dimana kearifan lokal yang diyakini sebagai
salah satu tradisi yang dimanfaatkan dalam
pelestarian sumberdaya perikanan air sungai
dengan sebutan Lubuk Larangan.
Secara tidak langsung, pengelolaan lubuk
larangan mengandung nilai-nilai konservasi,
bisa menjaga kualitas air sungai karena warga
desa akan menjaga sungai agar tidak tercemar
dan ikan lokal (endemik) tetap lestari.
Pengelolaan lubuk larangan berdampak posistif
bagi keberadaan sumberdaya ikan (natural
resource).
22
Pantai Muara Opu
Pantai Muara Opu Kabupaten tapanuli Selatan
memiliki wilayah pesisir yang terletak di
Kecamatan Muara Batang Toru, Desa Muara
Upu dengan panjang garis pantai ± 18 km.
Pantai Muara Upu memiliki potensi pariwisata
Konservasi yang sangat unik dan hanya dapat di
temui di beberapa lokasi di Indonesia, bahkan
dunia yaitu penyu, khususnya penyu belimbing
yang hanya bertelur di 2 (dua) lokasi di
Indonesia yaitu Raja Ampat, Papua dan Muara
Upu, Tapanuli Selatan.
Penyu belimbing adalah sejenis penyu raksasa
dan satusatunya jenis dari suku Dermochelyidae
yang masih hidup.
Musim bertelur penyu di daerah pantai Muara
Upu adalah dari bulan November s.d. Maret.
Tetapi dikarenakan kemiringan pantai yang
cukup landai (5%) penyu bertelur di sekitar
daerah pasang-surut, sehingga terjadi gagal
tetas 100% karena kondisi pasir lokasi bertelur
penyu yang terendam pasang-surut secara
periodik. Oleh karena itu perlu usaha yang lebih
untuk konservasi penyu dan menjaga
keberlanjutan keberadaan penyu yang bertelur
di pantai Muara Upu.
Sesuai dengan UU No. 5 tahun 1990, mengacu
pada UU No. 27 jo permen KP tentang wilayah
pesisir, semua jenis penyu sudah dalam kondisi
terancam punah dan sudah dalam status
dilindungi di Negara Kesatuan Republik
Indonesia. Terakhir, berdasarkan Surat Edaran
Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor
:526/MENKP/ VII/2015 tentang Pelaksanaan
Perlindungan Penyu, Telur, Bagian Tubuh,
dan/atau Produk Turunannya.
23
IV
Pelaksanaan
Proyek
Perubahan
Capaian Tahapan Perubahan
Pelaksanaan proyek perubahan merupakan pelaksanaan komitmen
sebagaimana yang telah direncanakan dalam Rencana Proyek Perubahan.
Implementasi merupakan rangkaian aktifitas dalam rangka menghantarkan
kebijakan kepada masyarakat sehingga kebijakan tersebut dapat membawa
hasil sebagaimana yang diharapkan. Rangkaian kegiatan tersebut mencakup
persiapan seperangkat peraturan lanjutan yang merupakan interpretasi dari
kebijakan tersebut. Berikut adalah bukti-bukti implementasi dari pelaksanaan
proyek perubahan:
24
Sosialisasi Internal
Proyek Perubahan
Sosialisasi proyek perubahan di lingkungan internal
terdiri dari Sekretaris Dinas,seluruh kepala bidang,
analis perencana dan koordinator BBI. Kegiatan ini
merupakan diskusi internal yang bermaksud untuk
menjajaki masalah-masalah dan hambatan dalam
program kegiatan. Setelah dilakukan pemetaan
permasalahan maka muncullah gagasan untuk
meningkatkan nilai jual produk perikanan yang dapat
dilakukan dengan sinergitas penggunaan SIBIOLA
sebagai sarana dan prasarana sistem informasi digital
produk perikanan di Kabupaten Tapanuli Selatan.
25
KP roonys eukl t Pa es ir uJ bu adhual n
Persetujuan Mentor yang diperlukan sebagai
perwujudan dukungan dari Pimpinan untuk
proyek ini. Melalui serangkaian diskusi dengan
Mentor, masukan dan arahan, maka proyek
perubahan ini telah disetujui. Berdasarkan
persetujuan ini, pelaksanaan kegiatan-kegiatan
untuk proyek perubahan dapat dimulai.
26
Koordinasi dan Konsultasi
dengan OPD/Stakeholder terkait
CI KEBERH
ASILAN
Koordinasi dan konsultasi dengan OPD/Stakeholder bertujuan untuk
membantu project leader khususnya dalam hal substansi teknis dalam
mewujudkan proyek perubahan, dukungan baik administrasi maupun teknis,
dan persiapan sarana dan prasarana. Dengan dukungan OPD terkait ini,
diharapkan pelaksanaan kegiatan-kegiatan untuk proyek perubahan dapat
berjalan dengan baik.
27
Pembentukan Tim
Efektif
Kegiatan ini merupakan identifikasi
dalam menentukan anggota tim yang
merupakan pemangku kepentingan
untuk mendukung pelaksanaan
proyek perubahan secara efektif dan
agile. Anggota tim berasal dari
internal dan eksternal Dinas
Perikanan Daerah Kabupaten
Tapanuli Selatan.
Merancang Guidelines Manajemen
Informasi dan transaksi elektronik
Pada tahapan yang ke-5 (lima) project
leader bersama tim efektif merancang
guidelines SIBIOLA (Sistem Informasi
Benih, Ikan dan Olahan Ikan), yaitu
identifikasi kebutuhan untuk
penyusunan desain agar SIBIOLA dapat
menjadi sarana dan prasarana sistem
informasi produk perikanan secara
digital dan menjadi jembatan (hub)
bagi seluruh stakeholder perikanan
dalam upaya peningkatan penjualan
produk perikanan baik benih, ikan
maupun olahan ikan.
28
Menyusun Aplikasi Sistem
Informasi Terintegrasi Digital
ASILAN
Kegiatan merancang aplikasi
SIBIOLA melibatkan Tim
Efektif dengan berbagi peran
sesuai kapasitas teknis
masing-masing.
Instalasi dan konfigurasi Sistem
Informasi Digital
SIBIOLA (Sistem Informasi Benih, Ikan dan
Olahan Ikan) telah di instalasi dan sudah
dapat diakses untuk melakukan uji coba
terkait tampilan dan fungsi sistem melalui
alamat website
sibiola.perikanan.tapselkab.go.id.
29
Koordinasi dengan
Stakeholder BBI
Koordinasi dengan stakeholder BBI
Dinas Perikanan Daerah Kabupaten
Tapanuli Selatan dilakukan guna
memeriksa kesiapan BBI dalam
implementasi SIBIOLA. Mulai dari
kesiapan produk perikanan yang
dalam hal ini adalah Benih Ikan
hingga kesiapan SDM pada BBI Dinas
Perikanan Daerah Kabupaten
Tapanuli Selatan.
Penyusunan Manual Book SIBIOLA
Dokumen manual Aplikasi SIBIOLA ini
dibuat untuk menggambarkan dan
menjelaskan penggunaan aplikasi
SIBIOLA untuk Administrator, Operator
dan User. Sebagai panduan instalasi
dan penggunaan aplikasi. Penyusunan
menyusun manual book SIBIOLA yang
dilakukan Tim Efektif diperuntukkan
dalam mengoperasikan aplikasi ini.
Dalam manual book akan dijelaskan
secara detail tentang cara
menggunakan SIBIOLA yang
dilengkapi dengan gambar yang jelas
sehingga pembaca dapat
menjadikannya sebagai panduan.
30
Uji coba APLIKASI pada BBI(Balai U
Benih Ikan) Batunadua Kabupaten j
Tapanuli Selatan i
Kegiatan uji coba aplikasi SIBIOLA Launching Aplikasi SIBIOLA
pada BBI Batunaduas merupakan Launching SIBIOLA merupakan
peluncuran aplikasi secara resmi
pengenalan aplikasi dan cara sekaligus pengenalan aplikasi pada
stakeholder terkait mengenai
penggunaannya pada pegawai BBI manfaat dan kegunaannya. Project
Leader memperkenalkan SIBIOLA
Batunadua. Materi yang diberikan (Sistem Informasi Benih, Ikan dan
Olahan Ikan) sebagai sarana dan
termasuk pedoman sebagai prasarana sistem informasi produk
perikanan secara digital dapat
operator, metode penyampaian menjadi jembatan (hub) bagi seluruh
stakeholder perikanan dalam upaya
materi praktek secara langsung peningkatan penjualan produk
perikanan baik benih, ikan maupun
sehingga peserta dengan cepat olahan ikan untuk mencapai visi
“TAPANULI SELATAN YANG MAJU
mamahami materi. BERBASIS SUMBER DAYA MANUSIA
PEMBANGUN SEHAT, CERDAS,
SEJAHTERA SERTA SUMBER DAYA
ALAM YANG PRODUKTIF DAN
LESTARI”.
31
Sosialisasi Aplikasi
Aplikasi SIBIOLA (Sistem Informasi
Benih, Ikan dan Olahan Ikan) beserta
manual book telah terselesaikan
sehingga aplikasi sudah siap untuk
dimanfaatkan untuk pengelolaan.
Langkah yang perlu dilakukan agar
aplikasi bisa dioperasionalkan perlu
dilakukan sosialisasi kepada
stakeholder perikanan yang ada di
kabupaten tapanuli selatan.
Kegiatan sosialisasi SIBIOLA (Sistem
Informasi Benih, Ikan dan Olahan Ikan)
dilaksanakan pada Hari Jum’at tanggal 4
Nopember tahun 2022, bertempat di
P2MKP Amphibi Desa Padang Lancat
Kabupaten Tapanuli Selatan. Materi yang
diberikan tentang operasional
penggunaan aplikasi dengan dilengkapi
manual book, metode penyampaian
materi praktek secara langsung dengan
memberikan username SIBIOLA pada
masing masing peserta agar para peserta
cepat memahami materi dan kegiatan
sosialiasi berjalan dengan lancar. Kegiatan
dihadiri oleh Kelompok Pembudidaya Ikan
(POKDAKAN), kelompok Pengolah dan
Pemasar Ikan (POKLAHSAR), dan Unit
Pemenihan Rakyat (UPR).
32
RENCANA PERUBAHAN
S T R AT E G I S
Untuk memenuhi kondisi ideal,
rencana perubahan strategis yang
dapat di lakukan adalah dengan
penerapan SIBIOLA secara
bekelanjutan. Penerapan SIBIOLA
secara berkelanjutan untuk
memberikan nilai tambah bagi
stakeholder terutama stakeholder
perikanan. SIBIOLA saat ini
merupakan prototype untuk
pengembangan sistem informasi
perikanan di Kabupaten Tapanuli
Selatan, untuk mengoptimalkan
penyelenggaraan urusan
pemerintahan yang menjadi Penyelenggaraan urusan
kewenangan daerah dan tugas pemerintahan ini dilakukan dengan
pembantuan di bidang kelautan dan mempromosikan pemberdayaan
perikanan. warga negara seperti mendorong
para stakeholder perikanan untuk
memasarkan produk perikanan pada
e-katalog lokal untuk peningkatan
penggunaan produk lokal di
Kabupaten Tapanuli Selatan sesuai
anjuran pemerintah melaui program
P3DN. Selain itu, SIBIOLA juga
dibangun untuk memperbaiki
penyampaian layanan, penguatan
akuntabilitas, meningkatkan
transparansi, dan memperbaiki
efisiensi pemerintah pada bidang
Perikanan dengan penerapan
digitalisasi transaksi.
33
Kepemimpinan
Strategis
Kepemimpinan Strategis merupakan 01 Tahap
kemampuan untuk mewujudkan Pencairan
kepemimpinan strategis melalui penerapan
organisasi yang adaptif dan kepemimpinan
kewirausahaan dalam membangun organisasi
pembelajaran. Dalam penerapan kepemiminan
strategis, agar proyek perubahan dapat
berjalan dan dapat mengendalikan perubahan
agar berjalan baik dengan beberapa langkah a) Menentukan apa yang perlu diubah: 1)
Melakukan survei organisasi untuk memahami
praktis, sebagai berikut :
kondisi saat ini. 2) Memahami mengapa
perubahan perlu terjadi.
b) Memastikaan adanya dukungan kuat dari
pimpinan puncak dalam hirearki: 1)
Menggunakan analisis dan manajemen
stakeholders untuk mengidentifikasi dan
memenangkan dukungan dari orang-orang
penting dalam organisasi. 2) Bingkai masalah
sebagai persoalan organisasi yang penting.
34
02 Tahap b) Menghilangkan rumor dengan cara: 1) Menjawab
Perubahan setiap pertanyaan secara terbuka dan jujur. 2)
Membuat pesan yang menarik tentang SIBIOLA Menangani masalah dengan segera. 3)
sebagai sarana untuk melakukan perubahan Menghubungkan perlunya perubahan dengan
dengan menggunakan visi dan strategi sebagai kebutuhan operasional.
bukti pendukung. Kemudian
mengkomunikasikan visi dalam hal perubahan c) Memberdayakan partisipasi: 1) Memberikan
yang diperlukan serta memberi tekanan pada kesempatan luas bagi keterlibatan para karyawan.
“mengapa” perubahan harus terjadi. 2) Memiliki pemimpin unit/departemen yang dapat
memberikan arahan sehari-hari. 3) Menghasilkan
a) Mengelola dan memahami keraguan serta kemenangan jangka pendek untuk memperkuat
kekhawatiran akan perubahan dengan: 1) Tetap perubahan. 5) Melakukan negosiasi dan
terbuka dalam berkomunikasi terhadap renegosiasi dengan pemangku kepentingan
kekhawatiran dari para pekerja untuk berubah. 2) eksternal seperti DPRD dan lain sebagainya.
Melakukan komunikasi intensif pada seluruh
perencanaan dan pelaksanaan perubahan. 3)
Menjelaskan manfaat dari suatu perubahan. 4)
Menjelaskan secara seksama bagaimana
perubahan akan memengaruhi semua orang. 5)
Menyiapkan mental semua orang untuk
menerima perubahan yang akan datang;
03 Tahap
Pembekuan
a) Menanamkan jangkar perubahan ke dalam budaya: 1) Identitas apa yang mendukung
perubahan. 2) Mengidentifikasi hambatan untuk mempertahankan perubahan.
b) Mengembangkan cara untuk mempertahankan perubahan: 1) Memastikan adanya
dukungan kepemimpinan. 2) Membuat sistem penghargaan. 3) Membangun sistem umpan
balik. 4) Menyesuaikan struktur organisasi yang diperlukan.
c) Memberikan informasi, dukungan, dan pelatihan.
35
Implementasi Strategi
Marketing
ASILAN
Peta stakeholder diperoleh rendahnya kepentingan dan
tinggi rendahnya pengaruh
melalui identifikasi para terhadap proyek perubahan.
stakeholder terkait baik yang
terlibat dan terdampak dari Setelah mengidentifikasi
pelaksanaan proyek perubahan stakeholder yang
baik secara langsung maupun mempengaruhi proyek
tidak langsung. Kemudian perubahan ini, selanjutnya
dilakukan identifikasi sifat peserta melakukan analisis
masing-masing berdasarkan bagaimana pengaruh
dukungan terhadap stakeholder terhadap
pelaksanaan proyek perubahan pelaksanaan dan keberhasilan
apakah positif (+), negatif (-), proyek perubahan. Analisis
atau netral (+/-). stakeholder dilakukan dengan
Stakeholder yang memiliki analisis tingkat pengaruh
dukungan positif berarti (influence/power) dan tingkat
mendukung dan diprediksi minat (interest) stakeholder
akan mendukung karena tersebut terhadap proyek
menerima dampak positif dari perubahan. Ditemukan
proyek perubahan. Selanjutnya perubahan stakeholder setelah
stakeholder juga akan dilaksanakan implementasi
diidentifikasi terkait tinggi proyek perubahan.
36
Mengingat Stakeholder dibedakan
beberapa jenis, peserta pelatihan
menggunakan strategi komunikasi
yang selanjutnya disampaikan pada
tabel berikut:
Kelompok Stakeholder Strategi Komunikasi
Promotors Kelompok stakeholder yang memiliki kepentingan
terhadap program dan kekuatan untuk membantu
Defenders terhadap keberhasilan proyek perubahan dan sebaliknya.
Strategi komunikasi yang dilakukan:
Latens 1. Memberikan informasi untuk meyakinkan bahwa
Apathetics
kegiatan yang diusulkan sangat perlu dan
bermanfaat;
2. Hal-hal yang dikomunikasikan adalah dengan
menyampaikan maksud,tujuan, manfaat, output
yang dihasilkan serta dampak dari proyek
perubahan;
3. Dalam penyampaian hal-hal tersebut harus dengan
penuh rasa percaya diri, tegas dan proyek
perubahan relatif mudah diaplikasikan,fleksibel dan
bermanfaat bagi masyarakat dan pemerintah
daerah.
Kelompok stakeholder yang memiliki kepentingan dan
menyuarakan dukungan,tetapi kekuatannya sangat kecil
untuk mempengaruhi program.
Strategi komunikasi yang dilakukan:
1. Komunikasi dengan memberikan motivasi bahwa
kegiatan yang dilakukan berkaitan dengan tugas
pokok dan fungsi dinas dan merupakan ajang
pembuktian diri dan kemampuan;
2. Berusaha memberi semangat dan motivasi
untukkeberhasilan program;
3. Bila memungkinkan dapat melibatkan mereka
dalam mengambil keputusan.
Kelompok yang tidak memiliki kepentingan khusus
maupun terlibat dalam program, tapi memiliki kekuatan
besar untuk mempengaruhi program jika mereka tertarik,
Strategi komunikasi yang dilakukan:
1. Membangun komunikasi dengan memberikan
infomasi mengenai maksud, tujuan, sasaran,
manfaat dan output yang dihasilkan.
2. Selalu bersikap sopan, profesional serta
memperlakukan mereka dengan baik.
Kelompok stakeholders yang tidak memilki kepentingan
dan kekuatan terhadap program yang dilaksanakan.
Strategi komunikasi yang dilakukan:
1. Memberi informasi seperlunya dan menjaga agar
tidak menjadi penghambat dalam pelaksanaan
program.
37
Marketing Hasil
Proyek Perubahan
1. Product
Pemanfaatan potensi daerah pada sektor
perikanan di Kabupaten Tapanuli Selatan saat ini
masih kurang optimal dilihat dari rendahnya
tingkat penjualan produk perikanan jika
dibandingkan dengan potensi produk perikanan
yang ada. Produk yang digunakan untuk
menyelesaikan masalah tersebutadalah Sistem
Informasi Digial Terintegrasi SIBIOLA (Sistem
Infromasi Benih, Ikan, dan Olahan Ikan). Agar para
stakeholder lebih mudah memahami
penggunaan aplikasi maka dibuat sosialisasi dan
coaching clinic penggunaan aplikasi.
2. Place
Pelaksanakan program kegiatan yang dirancang,
dilaksanakan pada Dinas Perikanan Kabupaten
Tapanuli Selatan dan digunakan secara umum
untuk masyarakat.
3. Price
Biaya yang dibutuhkan untuk pelaksanaan
proyek dibebankan pada anggaran Dinas
Perikanan Daerah Kabupaten Tapanuli Selatan
dan telah di anggarkan pada PABD TA 2022
Kabupaten Tapanuli Selatan berupa biaya
honorer tenaga ahli dan sosialisasi SIBIOLA.
38
4. Customer
ASILAN
Customer yang akan diberikan pelayanan
utamanya adalah kelompok perikanan,
selain itu pelaku ataupun pengusaha yang
bergerak pada sektor perikanan dan
masyarakat umum.
5. Promotion
Dalam rangka menerapkan strategi
promotion, dilakukan dengan
menggunakan media atau sosial, media
cetak/online, website, brosur atau flyer.
39
Pemberdayaan
Organisasi
Pembelajar
Garvin (1993) mendefinisikan
organisasi pembelajar sebagai
organisasi yang terampil dalam
menciptakan, memperoleh, dan
mentransfer pengetahuan, serta
melakukan modifikasi perilakunya
sejalan dengan pengetahuan dan
wawasan yang didapatkannya.
Pengetahuan itu sendiri menurut Oleh karena itu, fleksibilitas tidak
Garvin didapatkan dari hasil hanya diperlukan untuk pegawai tetapi
penciptaan sendiri karena kreativitas juga struktur dari organisasi. Maka,
dan wawasan, namun bisa juga dalam hal ini Dinas Perikanan
datang dari luar organisasi atau Kabupaten Tapanuli Selatan dapat
disampaikan oleh orang dalam. memberikan pelayanan masyarakat
Darimana pun asalnya pengetahuan dengan meningkatkan SDM yang
tersebut idealnya memberikan profesional, tata kelola pemerintahan,
perubahan bagi organisasi. dan budaya birokrasi yang
Pelaksanaan proyek perubahan ini berorientasi kinerja dan pelayanan.
merupakan pemberdayaan Tuntutan akibat digitalisasi yang
organisasi pembelajar, di Dinas berdampak pada Dinas Perikanan
Perikanan Kabupaten Tapanuli Kabupaten Tapanuli Selatan
memerlukan perubahan holistik dalam
Selatan.
organisasi. Tidak cukup hanya
Dengan perkembangan teknologi
informasi terutama komputerisasi memperoleh peralatan teknis dan
dan media sosial dapat
mempermudah pola kerja organisasi mempekerjakan ahli dalam teknologi
publik saat ini. Organisasi dan
pelayan publik selalu dipengaruhi Informasi yang bertanggung jawab
oleh persyaratan baru akibat
tuntutan perkembangan teknologi. atas digitalisasi. Sebaliknya,
perubahan besar dan keputusan
strategis yang berkelanjutan
diperlukan dalam konteks
transformasi digital.
40
Untuk itu diperlukan kerjasama yang Pimpinan dan pegawai harus selalu
erat antar bidang atau unit di dalam mengembangkan ide dan strategi secara
Dinas Perikanan Kabupaten Tapanuli bersama-sama. Dalam melakukannya, ide
Selatan terkait proses implementasi, dan strategi sangat efisien ketika
alat, dan teknik ke dalam struktur berorientasi pada masalah atau
organisasi yang ada. Kerjasama ini kebutuhan tertentu. Hanya dengan
harus berlabuh dalam struktur demikian adalah mungkin untuk
organisasi dan membutuhkan jangka mempertimbangkan semua perspektif,
waktu yang lama dalam penerapannya baik dari masing-masing pegawai
dan juga dukungan dalam waktu jangka maupun dari para penerima pelayanan.
panjang. Oleh karena itu, penting untuk Dengan cara ini pengalaman dan
merencanakan dan menganggarkan pengetahuan yang ada serta tujuan atau
sumber daya waktu, keuangan yang hambatan, yang secara keseluruhan
cukup untuk proses digitalisasi dan membentuk budaya organisasi dapat
membuat sumber daya ini tersedia bagi diperhitungkan.
pegawai.
Untuk Dinas Perikanan Kabupaten Keterbukaan dan transparansi dalam
Tapanuli Selatan, ini berarti pemikiran proses pengambilan keputusan sangat
ulang yang mendasar tentang profil penting dalam konteks ini, terutama
pegawai, dan kualifikasi baru yang mengenai pengenalan teknologi baru
terkait dengan digitalisasi. Untuk itu atau perubahan proses terkait dengan
perlunya memasukkan kelompok pekerjaan. Inisiatif dan inovasi pribadi
dengan keahlian masing-masing yang harus dihargai dan direfleksikan, cara-
berbeda-beda dalam pengambilan cara positif untuk menangani kesalahan
keputusan. Kelompok-kelompok ini harus dikembangkan, dan pendekatan
dapat berupa pegawai dengan bidang konstruktif terhadap ide maupun kritik
pendidikan tertentu, kolega yang harus didorong.
berpengalaman secara teknis, atau
pakar eksternal.
41
Keberlanjutan Proyek
Perubahan
Semua hal yang di sebutkan sebelumnya,
merupakan bentuk Pemberdayaan Untuk memastikan adanya
Organisasi Pembelajar daalm keberlanjutan terhadap aksi
pelaksanaan Proyek Perubahan ini. perubahan yang dilakukan, maka
Pemberdayaan Organisasi Pembelajar pelaksanaan Milestone Jangka
tersebut dilakukan dengan kegiatan yang Menengah dan Panjang tetap harus
telah dilaksanakan dan akan
dilaksanakan pada Rencana Kerja Proyek dilakukan. Dalam Milestone Jangka
Perubahan, seperti pembentukan Tim Menengah, hal yang utama adalah
Efektif, rapat atau pertemuan yang mengenai pengembangan terhadap
membahas terkait proyek perubahan, SIBIOLA yang didapatkan dari
koordinasi dan konsultasi dengan para Evaluasi Pelaksanaan Jangka Pendek.
stakeholder baik internl maupun Selain itu untuk menjamin
eksternal dan lainnya.
keberlanjutan, penerapan aplikasi
SIBIOLA terutama untuk stakeholder
perikanan dan masyarakat Kabupaten
Tapanuli Selatan harus tetap di
sosialisasikan secara terus menerus,
hal ini juga berguna untuk
pengembangan SIBIOLA melalui
umpan balik yang diberikan oleh
stakeholder perikanan ataupun
masyarakat.
Selain itu, keberlanjutan proyek
perubahan dapat dilaksanakan
dengan dukungan Peraturan Bupati
Nomor 38 Tahun 2022 Tentang
Aplikasi SIBIOLA dan Surat
Pernyataan Bupati Tapanuli Selatan
tentang pelaksanaan jangka
menengah dan jangka panjang
proyek perubahan.
42
Keterkaitan Mata Pelatihan Pilihan
dengan Proyek Perubahan
Suryadinata memandang manajemen Dalam Proyek Perubuahan ini keterkaitan
mata pelatihan pilihan adalah sebagai
pemerintah sebagai suatu kegiatan atau berikut :
usaha untuk mencapai tujuan negara
dengan menggunakan berbagai sumber 1. Perencanaan Proyek Perubahan
yang dikuasai oleh negara. Inti
manajemen pemerintahan, terletak Perencanaan Proyek perubahan ini tidak
pada proses penggerakan untuk lepas dari kesatuan tata cara perencanaan
mencapai tujuan negara, dimana terkait pembangunan untuk menghasilkan
erat apa yang kita kenal dengan fungsi rencana-rencana pembangunan dalam
kepamongprajaan. Proyek Perubahan jangka panjang, jangka menengah, dan
ini merupakan proses penggerakan tahunan. Proyek perubahan ini merupakan
untuk mencapai tujuan daerah proyek untuk pencapaian tujuan
Kabupaten Tapanuli Selatan yaitu pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan
“Tapanuli Selatan yang maju berbasis yang tertuang dalam Rencana
sumber daya manusia pembangun Pembangunan Jangka Menengah Daerah.
sehat, cerdas, sejahtera serta sumber Dalam pelaksanaannya tidak lepas dari :
daya alam yang produktif dan lestari”. a. koordinasi antarpelaku pembangunan;
Taliziduhu Ndraha (2003:160) b. integrasi, sinkronisasi, dan sinergi baik
menyebutkan ruang lingkup antar OPD, antarruang, antarwaktu,
manajemen pemerintahan terlihat antarfungsi pemerintah; c. menjamin
melalui fungsi-fungsi manajemen, keterkaitan dan konsistensi antara
yaitu: perencanaan, penganggaran,
1. Perencanaan Pemerintahan; pelaksanaan, dan pengawasan;
2. Pengorganisasian sumber-
sumber pemerintahan;
3. Penggunaan sumber-sumber
pemerintahan; dan
4. Kontrol Pemerintahan.
43
d. mengoptimalkan partisipasi 4. Kontrol Pemerintahan
masyarakat; dan e. menjamin Kontrol dalam Proyek Perubahan
tercapainya penggunaan sumber daya ini bertujuan untuk memberikan
secara efisien, efektif, berkeadilan, dan keyakinan yang memadai agar
berkelanjutan. tercapai efektivitas dan efisiensi
2. Pengorganisasian sumber-
sumber pemerintahan pencapaian tujuan proyek
Perencanaan yang telah disusun dan perubahan, yang dilaksanakan
diharmonisasi, kegiatan berikutnya melalui kegiatan-kegiatan
pembagian tugas sesuai dengan evaluasi, pemantauan, dan
pendekatan urusan berdasarkan bidang kegiatan pengawasan lain
kerja. terhadap penyelenggaraan
3. Penggunaan sumber-sumber kegiatan sesuai dengan rencana
pemerintahan
Pemanfaatan sumber-sumber kerja perubahan.
pemeritahan yang ada dalam
Pelaksanakan Proyek Perubahan
berdasarkan Tahapan Rencana Strategis
yang telah di tetapkan melalui koordinasi
dan konsultasi dengan OPD dan/
stakeholder baik internal maupun
eksternal.
44
V
Penutup
Kesimpulan
Berdasarkan pelaksanaan proyek perubahan dan penulisan laporan proyek
perubahan ini dapat diambil kesimpulan bahwa :
1. Pemimpin mempunyai peran yang sangat penting dalam suksesnya
pelaksanaan perubahan, melalui pengelolaan perubahan serta bagaimna
mengajak stakeholder untuk bekerjasama dan berkolaborasi.
2. Sinergitas penggunaan SIBIOLA merupakan sarana dan prasarana sistem
informasi produk perikanan secara digital yang dapat menjadi jembatan (hub)
bagi seluruh stakeholder perikanan dalam upaya peningkatan penjualan
produk perikanan baik benih, ikan maupun olahan ikan. Penerapan digitaliasi
sistem informasi perikanan sebagai jembatan (hub) bagi seluruh stakeholder
perikanan diharapkan dapat mempermudah akses pasar bagi pengusaha
sektor perikanan, dengan sinergitas SIBIOLA diharapkan dapat menjamin
efisiensi proses bisnis baik waktu, tenaga dan biaya.
3. Dalam implementasi proyek perubahan, pimpinan dan pegawai harus
selalu mengembangkan ide dan strategi secara bersama-sama. Dengan
demikian adalah semua perspektif dapat dijadikan pertimbangan dalam
pengambilan keputusan, Dengan demikian pengalaman dan pengetahuan
yang ada serta tujuan atau hambatan, yang secara keseluruhan membentuk
budaya organisasi pembelajar dapat diatasi.
4. Selanjutnya terhadap aplikasi yang telah dibangun sesuai target Jangka
Pendek, selanjutnya diperlukan pengembangan lebih lanjut. Dengan evaluasi
pelaksanaan jangka pendek dapat diketahui hal-hal apa yang perlu untuk
perbaikan maupun pengembangan SIBIOLA.
45