The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by joe2dominika, 2022-04-22 21:58:42

Sakramen Dalam Gereja Katolik

Materi Semester Genap Kelas 8

Keywords: 12345

20. Sakramen Baptis minyak katekumen agar ia dimampukan untuk memasuki
kehidupan baru di dalam Kristus yang akan diterimanya
• Aspek sakramen: dalam sakramen baptis
1. Antropologis/manusiawi: orang yang menerima sakramen 2. Masa katekumenat: masa pengajaran dan pembinaan iman
2. Kristologis/Kristus: kehadiran Tuhan Yesus melalui symbol serta latihan hidup dalam jemaat, yang diakhiri dengan
dan tanda upacara tahap kedua: Upacara Pengukuhan Katekumenat
3. Eklesiologis/Gereja: jemaat yang hadir dalam sakramen terpilih.
3. Masa persiapan terakhir: masa khusus yang mempersiapkan
• Kata baptis berasal dari kata Yunani baptizein yang berarti diri menerima sakramen-sakramen inisiasi, yang diakhiri
membenamkan atau menenggelamkan diri ke dalam air atau dengan tahap ketiga: Upacara penerimaan sakramen-
mencuci diri, entah seluruhnya atau sebagian. sakramen inisiasi.
4. Masa mistagogi: masa pembinaan lanjutan setelah seseorang
• Sarana yang dipergunakan dalam sakramen baptis: menerima sakramen inisiasi
1. Air yang berarti membersihkan dari dosa-dosa. Dalam • Pembaptisan dapat dibedakan menjadi 4 yaitu:
perjanjian lama air dilihat sebagai sumber kehidupan dan 1. Baptisan dewasa. Untuk baptisan dewasa ada beberapa syarat
kematian, contohnya dalam kisah bahtera Nuh yang yang harus dipenuhi sebagai berikut: percaya kepada Kristus
diselamatkan lewat air, dalam kisah penyebrangan Laut sebagai penyelamat, mengikuti pelajaran calon katekumen
merah yang membebaskan Israel dari perbudakan di Mesir, sekurangkurangnya 1 tahun, mengucapkan pengakuan iman
semua pralambang dalam perjanjian lama ini digenapkan pada waktu pembaptisan.
dalam diri Yesus, di kayu salib, air dan darah keluar dari 2. Baptisan bayi. Beberapa syarat untuk baptisa bayi adalah:
lambung yang ditikam, perlu pendampingan orangtua dan Gereja untuk mengucapkan
2. Lilin yang melambangkan cahaya Kristus sebagai penerang pengakuan iman. Gereja membaptis bayi karena ketika bayi
dalam kehidupan, karena kita adalah anak terang Kristus (Ef lahir dosa asal sudah ada maka pembatisan bayi berarti bayi
5:8). telah diselamatkan dari kuasa jahat untuk dibebaskan menjadi
3. Kain Putih yang melambangkan kita “mengenakan Kristus” anak-anak Allah.
artinya 3. Baptisan Rindu: Saat seseorang ingin dibaptis dan ingin
bahwa sesudah dibaptis kita mengandalkan kekuatan Kristus menjadi anggota Gereja Katolik, menjalani masa katekumenat
dalam menjalani hidup. namun sebelum dibaptis, ia sudah meninggal. Maka ia sudah
4. Minyak katekumen atau OC (Oleum Catechumenorum), menerima Baptisan Rindu.
dipakai imam untuk pemberkatan calon baptis 4. Baptisan Darah: Saat seseorang ingin dibaptis dan ingin
melambangkan penyembuhan katekumen dari dosa asal serta menjadi anggota Gereja Katolik, menjalani masa katekumenat
memberi kekuatan untuk menjalani hidup sebagai orang namun sebelum dibaptis, ia sudah meninggal karena membela
Katolik. imannya.
• Ada beberapa istilah yang kita jumpai untuk mempelajari
• Tahap-tahap dalam penerimaan sakramen baptis: sakramen baptis, yakni:Katekumen (calon baptis), katekis
1. Masa Prakatekumenat: masa pemurnian motivasi calon, (gurupengajar agama dalam gereja), katekese(bahan
diakhiri dengan upacara tahap pertama: Pelantikan menjadi
Katekumen (calon baptis) pda tahap ini orang diurapi dengan

ajaran/pewartaan tentang YesusKristus), Katekismus 3. Sakramen ekaristi berpuncak pada saat doa syukur agung. 4
(kamus/buku yang mencakup materi pewartaan Yesus Kristus). bagian besar Ekaristi: Liturgi Pembuka, Liturgi Sabda, Liturgi
• Buah atau rahmat dari pembaptisan adalah: Ekaristi, dan Penutup.

1. Menghapuskan dari segala dosa, 4. Makna bahwa ekaristi adalah sumber dan puncak hidup kristiani:
2. Dilahirkan kembali menjadi anak Allah, • Di dalam Perayaan Ekaristi, seluruh pengalaman
3. Mendapat rahmat pengudusan dan kehidupan (dengan Allah dan sesama) mengalami
kepenuhannya (mendapatkan rahmat dan kekuatan).
pembenaran yang mempersatukan seseorang dengan • Perayaan Ekaristi merupakan perjamuan sakramental
Kristus dan Gereja-Nya, yang menjadi puncak kegiatan orang Kristiani.
4. Ikut ambil bagian dari tugas Gereja, dan
5. Dimateraikan yang menandakan menjadi milik Kristus 5. Roti dan anggur dalam perayaan Ekaristi melambangkan Tubuh
selama-lamanya. dan darah Kristus.
• Konsekuensi dari orang yang sudah di baptis: mulai membangun
relasinya dengan Tuhan, menyerahkan hidupnya kepada Tuhan 6. Dasar Biblis Perayaan Ekaristi: Peristiwa perjamuan malam
yang menyelamatkan hidupnya, mau dibentuk hidupnya sesuai terakhir Yesus dengan para muridNya
dengan nilai-nilai Kerajaan Allah dan bersama dengan semua
orang mewartakan dan mewujudkan nilai-nilai Kerajaan Allah Makna ekaristi bagi hidup umat kristiani:
dalam hidup di tengah masyarakat. Roti dan anggur yang telah diberkati (dikonsekrasikan) benr-benar
berubah menjadi tubuh dan darah Tuhan Yesus. Tubuh dan darah
21. Sakramen Ekaristi Kristus yang kita santap dan minum dalam Ekaristi hendaknya
menjadi sumber hidup kita. Oleh karena itu kita dianjurkan untuk
1. Arti kata ekaristi: mengikuti Perayaan Ekaristi harian atau devosi pada Sakramen
• Ekaristi berasal dari bahasa Yunani yakni Mahakudus.
eucharistien/Eucharistia yang berarti puji syukur,
dan kegembiraan. 6. Buah atau rahmat Sakramen Ekaristi:
• Dengan demikian kita memandang ekaristi sebagai: a. Menjadi satu dengan Allah
a) Syukuran dan pujian kepada Bapa, b. Menguduskan diri
b) Kenangan akan kurban Kristus dan tubuh-Nya, c. Serupa dengan Allah
c) Kehadiran Kristus oleh kekuatan perkataan-Nya dan Roh- d. Memaknai keselamatan (lewat tubuh dan darah Yesus)
Nya. e. Mengucap syukur
f. Menjadi pewarta Injil
2. Dalam perayaan Ekaristi, sikap dalam berdoa ada beberapa yang
antara lain: ada saatnya untuk berdiri, duduk dan juga berlutut. 22. Sakramen Penguatan (Krisma)
sikap yang pantas dalam mengikuti perayaan ekaristi hendaknya
mengenakan pakaian yang pantas dan bersih, serta menjaga sikap 1. Ciri-ciri orang yang sudah dewasa dalam kehidupan sehari-hari
dan perilaku selama Perayaan Ekaristi berlangsung. a. bertanggungjawab

b. mampu membedakan yang baik dan jahat e. mau mengikuti seluruh ajaran dan kehendak Tuhan dan tidak
c. mandiri memilih-milih dan menyesuaikan dengan kehendak kita sendiri.
d. mampu mengambil keputusan dengan bijak 5. Rahmat dari sakramen penguatan:
e. mampu mengendalikan diri 1. Curahan Roh Kudus dalam kelimpahan seperti yang dialami
f. tidak mudah terbaw arus
2. Syarat-syarat untuk mendapatkan Sakramen Penguatan: oleh Para Rasul dalam peristiwa Pentakosta
a. Sudah menerima sakramen baptis dan ekaristi 2. Menjadikan kita sungguh Anak-Anak Allah
b. Berusia minimal 14 tahun ke atas 3. Menyatukan kita lebih teguh dengan Kristus
c. mengikuti pelajaran agama kurang lebih 1 tahun 4. Mengikat kita lebih sempurna kepada Gereja
3. Lambang-lambang dalam perayaan Sakramen Penguatan:
a. Minyak: pengurapan dengan minyak berarti kita yang sudah 23. Sakramen Tobat
menerima Krisma dikuduskan, dikhususkan, dan menerima kuasa
untuk melakukan tugas perutusan kita sebagai umat beriman. 1. Dosa: rusaknya relasi atau hubungan antara manusia dengan Allah
b. Pengurapan atau penumpangan tangan: mengundang Roh dan manusia dengan manusia yang lain/ suatu keadaan di mana
Kudus untuk tinggal di dalam kita. manusia jauh dari Allah. Dilakukan dengan sadar, sengaja dan
4. Makna sakramen Krisma berdasarkan ajaran Gereja (Kis.2:1-13): dalam keadaan bebas.
sakramen Krisma adalah sakramen kedewasaan. Dengan menerima
sakramen ini orang sudah dianggap dewasa dalam iman, dicurahi 2. Akibat dari dosa: relasi dengan Allah dan manusia dengan
Roh Kudus, dan memiliki kensekwensi bertanggungjawab menjadi manusia yang lain rusak/jauh dari Allah, merugikan diri sendiri.
saksi Kristus baik dalam Gereja, sekolah, keluarga dan di
lingkungan masyarakat. 3. Arti kata tobat: berpaling atau berbalik kepada Allah
5. Tanda kedewasaan iman dalam Kristus: 4. Menghayati pertobatan berdasarkan Kitab Suci: Lukas 15:11-32
a. dapat memusatkan perhatian kepada Kristus dan bukan kepada
diri sendiri Si Bungsu melakukan tindakan meninggalkan bapanya. Itulah
b. bersedia untuk memberikan diri kita untuk pekerjaan-pekerjaan dosa sari si bungsu yaitu meninggalkan kebersamaannya dengan
Allah di dunia dengan kata lain kita mau melayani daripada bapa, meminta warisan seolah mengharapkan orangtuanya cepat
dilayani. meninggal. Dia memilih hidup menurut kehendak sendiri dalam
c. tidak mudah bertengkar dengan sesama terutama dengan dunia yang tanpa rahmat Allah.
sesama umat Berdasarkan kisah di atas, maka bertobat diartikan sebagai
d. kita bertumbuh di dalam iman jika kita mau dengan hati lapang sikap/tindakan yang berani untuk kembali kepada Bapa, kembali
memikul salib yang Tuhan izinkn terjadi dalam kehidupan kita, kepada pangkuan Bapa, kembali ke jalan menuju kepada Bapa.
dengan harapan akan kebangkitan bersama Kristus. 6. Tahap-tahap dalam pertobatan:
1. Mengakui/menyadari kesalahan/dosa
2. Menyesali segala kesalahan/dosa

3. Berjanji untuk tidak mengulangi lagi atas kesalahan/dosa yang - Gereja sampai saat ini juga senantiasa memperhatikan orang
pernah dilakukan yang sakit, yaitu dengan memberikan pendampingan kepadanya
4. menyatakan diri bertobat melalui pemberian Sakramen Pengurapan Orang Sakit.
7. Langkah-langkah pengakuan dosa: - Sakramen ini diberikan kepada orang beriman yang merasa
1. Melakukan pemeriksaan batin mulai menghadapi bahaya maut karena sakitnya atau karena
2. Mempunyai niat untuk bertobat menyesali dosa-dosa lanjut usia atau orang yang menghadapi operasi besar.
3. Masuk ruang pengakuan dan mengakui dosa-dosa, minta Sakramen ini dapat diterima seseorang lebih dari satu kali.
pengampunan (absolusi) dan melakukan penitensi (denda dosa) 4. Urutan perayaan Sakramen ini:
4. Merubah sikap dan tutur kata yang senantiasa menjadi baik.
8. Buah atau rahmat sakramen tobat: 1. Jika memungkinkan sangat baik dimulai dengan sakramen
1. Perdamaian kembali dengan Allah dan Gereja-Nya tobat
2. Kekudusan Gereja dipulihkan kembali karena pertobatan kita 2. Uskup/imam meletakkan tangan ke atas orang sakit sambil
3. Rahmat Tuhan yang hilang karena dosa dipulihkan kembali berdoa bagi si sakit
4. Membeikan kekuatan untuk berjuang mengalahkan kuasa dosa 3. Pengurapan dengan minyak
4. Jika memungkinkan dapat dilanjutkan dengan penerimaan
24. Sakramen Pengurapan Orang Sakit komuni

1. Pandangan masyarakat tentang penderitaan atau sakit: 5. Buah atau rahmat sakramen Pengurapan Orang Sakit:
- Setiap orang pasti pernah mengalami sakit, meskipun 1. Si sakit mendapat kekuatan, ketenangan, dan kebesaran hati
berbeda-beda sakit yang diderita. Setiap orang berbeda pula dalam mengatasi kesulitan karena sakitnya.
dalam menyikapi sakit yang diderita. 2. Si sakit membarui iman dan harapan kepada Allah dan
- Ada yang menyikapinya secara positif: menyesali tindakan menguatkannya melawan godaan setan, godaan untuk berkecil
sebelumnya yang menyebabkan sakit, banyak berdoa, hati dan rasa takut akan kematian.
berserah diri kepada Tuhan. Ada pula yang menyikapinya 3. Bantuan Tuhan membawa si sakit pada kesembuhan jiwa
secara negative: terus menerus mengeluh, menyalahkan diri tetapi juga menuju kesembuhan badan; kalau itu sesuai
sendiri, menyalahkan orang lain, merasa ditinggalkan sanak dengan kehendak Allah.
saudara, takut mati. 4. Jika ia berbuat dosa maka dosanya akan diampuni

2. Cara-cara mendampingi orang saki: memberikan dukungan dan
motivasi, mendokan.

3. Cara gereja mendampingi orang yang sakit (Yak.5:13-16;
Mrk.6:12-13; Mrk.16:18; Kis.9:34; Kis.14:3):


Click to View FlipBook Version