1 AD ART Paguyuban Among Mitro (rencana pembaharuan 2023)
2 PEMBUKAAN Dengan Rahmat Tuhan Yang Maha Esa, Bangsa Indonesia telah memiliki Negara Kesatuan Republik Indonesia yang merdeka dan berdaulat berdasarkan Pancasila dan Undang Undang Dasar 1945. Dengan Rasa Kekeluargaan, ramah dan semangat gotong-royong merupakan ciri khas bangsa Indonesia yang merupakan penunjang persatuan dan kesatuan bangsa. Dengan mencintai sesama seperti mencintai diri sendiri adalah suatu wujud Iman kristiani yang perlu dihayati dan diamalkan oleh setiap insan yang mendambakan hidup damai dan sejahtera. Untuk mencapai maksud dan tujuan tersebut diatas dan didorong oleh keinginan luhur untuk hidup bersatu dalam rasa kekeluargaan yang sentosa dibawah panji kristiani, dengan semboyang “Berrat sama dipikul ringan sama dijinjing” maka dibentuklah suatu wadah yang menghimpun seluruh aspirasi keluarga Jawa katolik yang hidup bersama di Kota Pekanbaru di dalam suatu Paguyuban yang diberi nama “Among Mitro”
3 ANGGARAN DASAR PAGUYUBAN AMONG MITRO BAB I NAMA, KEDUDUKAN, WILAYAH DAN WAKTU PASAL I NAMA Paguyuban ini disebut “Paguyuban Among Mitro”. Tidak disingkat. PASAL 2 KEDUDUKAN Paguyuban Among Mitro berkedudukan di Pekanbaru. PASAL 3 WILAYAH Paguyuban Among Mitro wilayahnya meliputi daerah Kota Pekanbaru. PASAL 4 WAKTU Jangka waktu Paguyuban Among Mitro tidak terbatas BAB II LANDASAN, AZAS, TUJUAN, SIFAT & KEGIATAN PASAL 5 LANDASAN Paguyuban Among Mitro berlandaskan Pancasila dan UndangUndang Dasar 1945.
4 PASAL 6 AZAS Paguyuban Among Mitro berazaskan Iman Kristiani, kekeluargaan dan cinta kasih. PASAL 7 TUJUAN 1. Membina dan meningkatkan persatuan dan kesatuan anggota pada khususnya dan umat Katolik di wilayah Pekanbaru pada umumnya. 2. Membina dan meningkatkan penghayatan dan pengamalan Pancasila dan iman Kriastiani. 3. Membina dan meningkatkan anggota Among Mitrountuk lebih menghayati ajaran Kristus/Kristiani di dalam masyarakat yang majemuk. PASAL 8 SIFAT Paguyuban Among Mitro bersifat sosial, kekeluargaan dan berjiwa Kristiani. PASAL 9 KEGIATAN Paguyuban Among Mitro menitik beratkan pada kegiatan : 1. Sosial kemasyarakatan. 2. Pembinaan Iman. 3. Pembinaan dibidang Pendidikan Keterampilan dan Kesenian. 4. Bekerjasama dengan organisasi gereja Katolik lainnya.
5 BAB III KEANGGOTAAN PASAL 10 ANGGOTA Anggota Paguyuban Among Mitro : Syarat menjadi Anggota adalah : 1. Anggota yang berasal dari keturunan Jawa atau salah satu anggota keluarga (suami atau istri) keturunan Jawa dan beragama Katolik. 2. Anggota yang bukan Katolik tetapi keturunan Jawa tetapi mempunyai Visi dan Misi sesuai dengan Jiwa kristiani dan berkeinginan bergabung dengan Paguyuban Among Mitro. BAB IV HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA PASAL 11 HAK ANGGOTA 1. Hak anggota 1.1. Dipilih dan memilih menjadi pengurus Paguyuban Among Mitro. 1.2. Mengajukan, menyatakan, menyampaikan pendapat, usulan, saran serta kritikan yang sifatnya membangun. 1.3. Mendapat Pelayanan dan Bantuan sesuai dengan ketentuan pada anggaran rumah tangga Paguyuban Among Mitro. 2. Hak anggota luar biasa 2.1. Berhak memilih dan tidak berhak untuk dipilih menjadi pengurus Paguyuban Among Mitro. 2.2. Mengajukan, menyatakan, menyampaikan pendapat, usulan, saran serta kritikan yang sifatnya membangun.
6 2.3. Mendapat pelayanan dan bantuan sesuai dengan ketentuan pada Anggaran Rumah Tangga Paguyuban Among Mitro. PASAL 12 KEWAJIBAN ANGGOTA 1. Membayar iuran wajib tiap bulannya yang diatur di dalam anggaran rumah tangga Paguyuban Among Mitro. 2. Menghadiri pertemuan bulanan. 3. Berperan aktif di dalam setiap kegiatan. 4. Memelihara dan menjaga nama baik Paguyuban. BAB V KEPENGURUSAN PASAL 13 PEMILIHAN PENGURUS Pengurus Inti Paguyuban Among Mitro dipilih oleh anggota di dalam pertemuan anggota. PASAL 14 SUSUNAN PENGURUS Susunan Kepengurusan Paguyuban Among Mitro : 1. Ketua dan Wakil ketua 2. Sekretaris dan Wakil Sekretaris 3. Bendahara dan Wakil Bendahara 4. Seksi-seksi : 4.1. Seksi Liturgi 4.2. Seksi Sosial 4.3. Seksi Usaha 4.4. Seksi Humas dan dokumentasi 4.5. Seksi Kesenian dan Olah Raga
7 4.6. Seksi Arisan 4.7. Seksi Perlengkapan 4.8. Seksi koperasi PASAL 15 JABATAN PENGURUS Jabatan Pengurus Paguyuban Among Mitro 1. Masa jabatan pengurus ditetapkan untuk masa bakti 3 tahun 2. Ketua hanya boleh menduduki jabatan dalam satu periode. 3. Pejabat Wakil Ketua otomatis akan menjabat sebagai Ketua saat masa jabatan ketua lama berakhir, dan Formatur bertindak untuk dan atas nama warga paguyuban menetapkan kepengurusan yang baru. 4. Pasangan ketua dan wakil ketua terdiri dari 2 orang, dengan ketentuan bila Ketua berasal dari Paroki St. Maria a Fatima maka Wakil Ketua berasal dari gereja St. Paulus, atau sebaliknya. BAB VI RAPAT DAN PERTEMUAN PASAL 16 RAPAT PENGURUS Rapat pengurus terdiri dari : 1. Rapat inti yang dihadiri oleh pengurus inti. 2. Rapat Pleno yang dihadiri oleh Pengurus inti dan seksi-seksi. Hasil rapat wajib diinformasikan ke anggota. PASAL 17 PERTEMUAN ANGGOTA Pertemuan anggota dihadiri Pengurus dan seluruh anggota.
8 BAB VII KEUANGAN PASAL 18 SUMBER KEUANGAN Sumber Keuangan Paguyuban Among Mitro diperoleh dari : 1. Iuran anggota. 2. Sumbangan sukarela. 3. Kolekte pertemuan. 4. Usaha-usaha Paguyuban yang tidak bertentangan dengan Anggaran Dasar dan Anggaran rumah tangga Paguyuban Among Mitro. PASAL 19 PENGGUNAAN KEUANGAN Penggunaan keuangan lingkungan ditentukan sbagai berikut : 1. Biaya sekretariat. 2. Bantuan Dana Sosial 3. Biaya kegiatan Paguyuban Among Mitro. 4. Sewa tempat pertemuan bulanan. 5. Biaya pembelian dan pemeliharaan peralatan (inventaris) Paguyuban Among Mitro. BAB VIII PEMBUBARAN PAGUYUBAN PASAL 20
9 PEMBUBARAN PAGUYUBAN AMONG MITRO 1. Paguyuban dibubarkan atas keputusan pertemuan anggota atau keputusan pemerintah. 2. Jika Paguyuban Among Mitro bubar semua kekayaan diserahkan pada Paroki. 3. Penyelesaian Pembubaran Paguyuban Among Mitro akan dibentuk Panitia Pembubaran. BAB IX PENGESAHAN PASAL 21 PENGESAHAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGA Pengesahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga serta Peraturan Khusus disahkan pada pertemuan anggota : 1. Pertemuan anggota mengesahkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga dan Peraturan Khusus yang memuat pelaksanaan dan ketentuan-ketentuan yang ada di dalamnya. 2. Pengurus menetapkan pertemuan khusus yang memuat ketentuan pelaksanaan anggaran dasar dan anggaran rumah tangga yang tidak boleh bertentangan dengan anggaran dasar dan Anggaran Rumah Tangga itu sendiri. BAB X PERALIHAN PASAL 22 PENGALIHAN PASAL-PASAL ANGGARAN DASAR ke dalam PASAL-PASAL ANGGARAN RUMAH TANGGA
10 1. Hal-hal yang belum diatur di dalam Anggaran Dasar ini akan diatur di dalam Anggaran Rumah Tangga atau keputusan Pertemuan Anggota. 2. Anggaran Dasar dan peraturan lama tidak berlaku lagi pada saat Anggaran dasar ini disahkan.
11 ANGGARAN RUMAH TANGGA PAGUYUBAN AMONG MITRO BAB I NAMA, KEDUDUKAN, WILAYAH DAN WAKTU PASAL 1, 2, 3, 4 Sudah jelas (Ada pada Anggaran Dasar) BAB II LANDASAN, AZAS, TUJUAN, SIFAT & KEGIATAN PASAL 5, 6, 7, 8 Sudah jelas (Ada pada Anggaran Dasar) PASAL 9 KEGIATAN Ayat 1 Sifat Kemasyarakatan Berorientasi pada Kegiatan yang berhubungan dengan Suka dan Duka Kegiatan Mengunjungi Anggota yang kena musibah (duka) 1.1. Anggota yang sakit diopname 1.2. Anggota/Anggota Keluarga (Suami, Istri, Anak) yang meninggal. Ayat 2 Pembinaan Iman Penerapan pembinaan iman sebagai berikut : 1. Menghadiri Doa khusus. 2. Kunjungan anggota yang kurang aktif dan tidak aktif. 3. Pendalaman Iman 4. Rekoleksi
12 Ayat 3 Pembinaan Pendidikan Keterampilan dan Kesenian Penerapan di dalam Pembinaan Keterampilan dan Kesenian dengan mengadakan sebagai berikut: 1. Latihan Gamelan 2. Latihan Panembrama 3. Latihan Seni Tari Ayat 4 Kerjasama dengan organisasi Gereja Katolik yang lain. Penerapan Kerjasama dengan organisasi Gereja Katolik adalah : 1. Membantu kegiatan Liturgi 2. Kegiatan Organisasi Gereja BAB III KEANGGOTAAN PASAL 10 Ayat 1 Syarat-syarat menjadi anggota 1. Calon anggota dapat mendaftarkan diri pada ketua kelompok masing-masing di dalam wilayah dimana calon anggota berdomisili dan ketua kelompok segera memberitahukan kepada pengurus Paguyuban Among Mitro untuk persetujuannya di dalam pertemuan bulanan. 2. Calon anggota diterima syah sebagai anggota Paguyuban Among Mitro setelah menghadiri pertemuan bulanan 3 (tiga) bulan berturut-turut. 3. Berusia minimal 21 tahun atau sudah menikah. 4. Beragama Katolik atau calon Katolik. 5. Berdomisili di Kota Pekanbaru. 6. Campuran atau salah satu anggota keluarganya berasal dari keturunan Jawa.
13 7. Atas permintaan sendiri untuk bergabung dengan Paguyuban Among Mitro. 8. Menyetujui Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga yang berlaku di Paguyuban Among Mitro. Ayat 2 Berakhirnya keanggotaannya 1. Paguyuban Among Mitro bubar. 2. Anggota meninggal dunia. 3. Minta berhenti atas permintaan sendiri secara tertulis. 4. Pindah dari Kota Pekanbaru. 5. Diberhentikan oleh pengurus karena tidak mematuhi Anggaran Dasar dan Anggaran rumah tangga serrta Peraturan-peraturan khusus. 6. Melakukan Pelanggaran hukum. 7. Tidak mematuhi kewajiban sebagai anggota Paguyuban Among Mitro selama satu tahun berturut-turut, dengan demikian gugurlah hak sebagai anggota Paguyuban Among Mitro. BAB IV HAK DAN KEWAJIBAN ANGGOTA PASAL 11 Ayat 1 dan ayat 2 Sudah jelas di dalam anggaran dasar Ayat 3 Anggota mendapat pelayanan Pemberian bantuan Pelayanan terhadap Anggota Paguyuban Among Mitro sebagai berikut :
14 1. Anggota sakit diopname minimal 3 hari mendapat bantuan sebesar Rp. 200.000,- 2. Anggota meninggal dunia mendapat bantuan sebesar Rp. 200.000,- PASAL 12 Kewajiban Anggota biasa dan anggota Luar biasa Ayat 1 s/d Ayat 4 Sudah jelas di dalam Anggaran dasar BAB V KEPENGURUSAN PASAL 13 Pemilihan Pengurus Teknis pemilihan candidat Pengurus inti akan diatur dengan sistem Formateur. Formateur terdiri dari penasehat dan mantan ketua yang berjumlah minimal tiga orang. Formateur akan memilih dan menetaqpkan wakil ketua dan pengurus inti, dan hasil keputusan Formateur akan disampaikan kepada anggota dalam pertemuan bulanan. Ayat 1 Syarat Pengurus Syarat menjadi Pengurus adalah sebagai berikut : 1. Anggota. 2. Sehat jasmani dan rohani. 3. Melaksanakan Hak dan Kewajiban Pengurus setelah dilantik.
15 PASAL 14 Susunan pengurus Ayat 1 Susunan Pengurus Paguyuban Among Mitro sudah jelas di dalam anggaran dasar. Ayat 2 Tugas dan Tanggng jawab Pengurus Paguyuban Among Mitro Dalam hal tugas dan tanggung jawab pengurus dijabarkan sebagai berikut : KETUA 1. Memimpin jalannya operasional Paguyuban Among Mitro. 2. Melakukan segala tindakan hukum untuk dan atas nama Paguyuban Among Mitro. 3. Mengkoordinir pertemuan bulanan dan laporan seksi-seksi. WAKIL KETUA 1. Mewakili Ketua, jika ketua berhalangan. 2. Tidak berhak mengambil kebijaksanaan baru. SEKRETARIS 1. Memuat Notulen pertemuan/ Rapat pengurus. 2. Membacakan hasil Notulen pada pertemuan berikutnya. 3. Melaksanakan tugas-tugas administrasi dan kearsipan. 4. Mencatat segala harta kekayaan dan inventaris Paguyuban Among Mitro. WAKIL SEKRETARIS 1. Mewakili sekretaris, jika sekretaris berhalangan.
16 2. Tidak berhak mengambil kebijaksanaan baru. BENDAHARA 1. Menarik iuran bulanan anggota. 2. Mencatat dan menyimpan, keluar masuknya keuangan Paguyuban atas persetujuan Ketua. 3. Membuat laporan keuangan bulanan secara tertulis. 4. Menyimpan surat-surat berharga milik Paguyuban. WAKIL BENDAHARA 1. Mewakili bendahara, jika bendahara berhalangan. 2. Tidak berhak mengambil kebijaksanaan baru. SEKSI LITURGI 1. Melaksanakan tugas-tugas liturgi dan pembinaan iman. 2. Mempertanggung jawabkan inventaris buku-buku liturgi. 3. Menyimpan, memelihara inventaris yang bersangkutan dengan liturgi. SEKSI SOSIAL 1. Merencanakan dan melaksanakan kegiatan sosial Paguyuban Among Mitro baik intern maupun ekstern. SEKSI USAHA 1. Mencari sumbangan-sumbangan yang tidak mengikat. 2. Mengadakan kegiatan yang dapat menambah pemasukkan kas Paguyuban Among Mitro. 3. Mengadakan kerjasama dengan lembaga-lembaga lainnya yang saling menguntungkan. 4. Mengadakan usaha simpan-pinjam. SEKSI HUMAS 1. Mengadakan kerjasama dengan pemerintah.
17 2. Mengadakan hubungan / pendekatan dengan organisasi lain. 3. Mempublikasikan kegiatan Paguyuban Among Mitro. SEKSI KESENIAN 1. Menumbuh kembangkan kebudayaan dan kesenian Jawa. 2. Ikut melestarikan Budaya Melayu 3. Bertanggung jawab, merawat dan memelihara inventaris yang ada hubungannya dengan kesenian. SEKSI ARISAN 1. Melaksanakan kegiatan arisan tiap bulannya di pertemuananggota Paguyuban Among Mitro. PASAL 15 JABATAN PENGURUS Jabatan Pengurus Paguyuban Among Mitro sudah jelas. BAB VI RAPAT DAN PERTEMUAN PASAL 16 RAPAT PENGURUS Rapat Pengurus dapat dijabarkan sebagai berikut : 1. Rapat Inti dilakukan minimal 6 (enam) bulan sekali. 2. Yang dimaksud pengurus Inti adalah seperti tersebut pada Pasal 14 butir 1, 2, dan 3 ditambah Seksi terkait, bila diperlukan dalam pertemuan dimaksud. 3. Rapat Pleno dilakukan minimal sekali dalam setahun. PASAL 17 PERTEMUAN ANGGOTA 1. Pertemuan Anggota dilaksanakan 1 (satu) bulan sekali.
18 2. Yang dimaksud Pertemuan Anggota adalah Pertemuan Bulanan yang diadakan secara bergilir di rumah anggota / tempat lain yang ditentukan. BAB VII KEUANGAN PASAL 18 SUMBER KEUANGAN Sumber keuangan didapat dari : 1. Iuran bulanan Anggota sebesar Rp. 10.000,- 2. Penjualan Lotre. PASAL 19 PENGGUNAAN KEUANGAN Penggunaan keuangan dapat dijabarkan sebagai berikut : a) Biaya Kesekretariatan sebesar Rp. 150.000,-/ tahun. b) Biaya dana sosial telah dijelaskan didalam Anggaran Rumah Tangga Bab IV, Pasal 11, Ayat 3 c) Biaya kegiatan Paguyuban Among Mitro akan diatur dalam peraturan khusus. d) Biaya pemeliharaan Inventaris Paguyuban perlu mengajukan surat usulan berbentuk Proposal. BAB VIII PEMBUBARANNPAGUYUBAN PASAL 20 PEMBUBARAN PAGUYUBAN AMONG MITRO Dalam pembubaran Paguyuban Among Mitro dapat dijabarkan sebagai berikut :
19 a. Keputusan Pemerintah karena Paguyuban terbukti syah melanggar ketentuan dan peraturan Pemerintah Republik Indonesia. b. Keputusan Pertemuan Anggota dengan perincian setengah tambah satu anggota dari jumlah anggota atau dua pertiga dari jumlah anggota menyatakan setuju paguyuban bubar. BAB IX PENGESAHAN PASAL 21 PENGESAHAN ANGGARAN DASAR DAN ANGGARAN RUMAH TANGGASERTA PERATURAN KHUSUS. Sudah jelas. BAB X PERALIHAN PASAL 22 PERALIHAN PASAL-PASAL ANGGARAN DASAR kedalam PASAL-PASAL ANGGARAN RUMAH TANGGA. Sudah jelas. BAB XI PENUTUP Anggaran Rumah Tangga ini revisi dari anggaran rumah tangga yang lama setelah disyahkan pada pertemuan anggoa maka anggaran rumah tangga yang lama tidak berlaku lagi, hal-hal yang belum ada pada anggaran rumah tangga ini akan diatur dalam peraturan khusus Paguyuban Among Mitro.
20