PEMERINTAH PROVINSI JAWA TIMUR DINAS PENDIDIKAN SEKOLAH MENENGAH ATAS NEGERI 18SURABAYA Jl.Bibis Karah Sawah No.9 .Telp. (031) 8286003 – Fax. (031) 8286003 http://www.sman18surabaya.sch.id Email :[email protected] 60232 MODUL AJAR STOIKIOMETRI REAKSI A. INFORMASI UMUM SMA Negeri 18 Surabaya Penyusun : Wheny Dwi Ratnawati,S.Si Jenjang/Kelas Tapel Kelas: XI fase F 2023-2024 Mata Pelajaran : Kimia Alokasi waktu 4JP (4x 45 menit) Profil Pelajar Pancasila yang berkaitan Melalui pengembangan sejumlah pengetahuan dan keterampilan, peserta didik menjadi pribadi yang memiliki profil pelajar Pancasila Bernalar Kritis: mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan menganalisis informasi yang relevan serta memprioritaskan beberapa gagasan tertentu. Mandiri: mengelola pikiran, perasaan, dan tindakannya agar tetap optimal untuk mencapai tujuan pengembangan diri dan prestasinya. Bergotong royong: Memiliki kemampuan kolaborasi, bekerja sama dengan orang lain disertai perasaan senang dan menunjukan sikap positif, memahami perspektif orang lain, memiliki kemampuan berbagi dan menempatkan segala sesuatu sesuai tempat dan porsinya, serta menghargai pencapaian dan kontribusi orang lain, dan menghargai keputusan bersama dan berusaha untuk membuat keputusan melalui musyawarah untuk mufakat.
Moda Pembelajaran Tatap Muka Fase F Topik/pokok bahasan Perhitungan Kimia Capaian pembelajaran a) Pada akhir kelas 11, peserta didik mampu menerapkan operasi matematika dalam perhitungan kimia; mempelajari sifat, struktur dan interaksi partikel dalam membentuk berbagai senyawa; memahami dan menjelaskan aspek energi, laju dan kesetimbangan reaksi kimia. b) Peserta didik mampu menjelaskan penerapan berbagai konsep kimia dalam keseharian dan menunjukkan bahwa perkembangan ilmu kimia menghasilkan berbagai inovasi. c) Peserta didik memiliki pengetahuan kimia yang lebih mendalam sehingga menumbuhkan minat sekaligus membantu peserta didik untuk dapat melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya agar dapat mencapai masa depan yang baik. d) Peserta didik diharapkan semakin memiliki pikiran kritis dan pikiran terbuka melalui kerja ilmiah dan sekaligus memantapkan profil pelajar pancasila khususnya jujur, objektif, bernalar kritis, kreatif, mandiri, inovatif, bergotong royong, dan berkebhinekaan global. Kompetensi Awal Kompetensi yang harus dimiliki sebelum mempelajari pokok bahasan ini yaitu peserta didik telah memahami : a) Hukum-hukum dasar Kimia b) konsep mol, pereaksi pembatas dan kadar zat Deskripsi Umum Modul ajar ini digunakan untuk membantu peserta didik memahami materi tentang cara melakukan perhitungan kimia dengan benar
Target peserta didik Target modul ini adalah peserta didik reguler dan peserta didik dengan kesulitan belajar karena terdapat contoh apresepsi dengan mengaitkannya pada aplikasi kehidupan sehari-hari. Modul ini ditujukan untuk pembelajaran tatap muka, namun sangat bisa diterapkan secara online dalam jaringan sesuai kreatifitas guru. Alat dan Bahan Spidol Seperangkat alat praktikum Bahan-bahan praktikum Sarana dan Prasarana Laptop Proyektor/LCD handpone dan koneksi internet yang lancar Papan tulis Media pembelajaran 1. LKPD, dapat diakses melalui google drive, link: https://drive.google.com/file/d/125vVleVXAWtpUSOj5 6DIFpFdjlW3DNjC/view?usp=sharing 2. Power point, dapat diakses melalui link: https://docs.google.com/presentation/d/1lzIRF9Mv DAiIMe5awaeKBJJm2TmJc64/edit?usp=sharing&ouid=114 095825664925411486&rtpof=true&sd=true Sumber Belajar 1. Buku pegangan siswa 2. Bahan ajar, dapat diakses melalui google drive, link: https://drive.google.com/file/d/1uAMr3G1ARpbkUn1rHN5gxAgE9skQhGg/view?usp=sharing Ketersediaan materi a. Ada pengayaan untuk siswa berpencapaian tinggi: YA / TIDAK b. Ada materi khusus untuk siswa yang mengalami kesulitan belajar: YA / TIDAK c. Ada materi khusus untuk siswa yang berkebutuhan khusus. YA/TIDAK
B. KOMPONEN INTI 1. Pengetahuan Prasyarat (Kompetensi Awal) Sebelum mempelajari materi ini, peserta didik diharapkan sudah mampu melakukan perhitungan mol, pereaksi pembatas, dan kadar zat. 2. Tujuan pembelajaran Menggunakan prinsip hukum dasar kimia, konsep mol dan pereaksi pembatas dalam penyelesaian perhitungan kimia. 3. Pemahaman Bermakna Dalam kimia sangat penting untuk memahami hubungan antara reaktan dan produk dalam suatu reaksi. Stoikiometri adalah hubungan kuantitatif antara jumlah mol dari berbagai produk dan reaktan dalam reaksi kimia. Materi ini penting digunakan dalam industri, terutama dalam menentukan jumlah bahan yang dibutuhkan untuk menghasilkan jumlah produk yang diinginkan dalam persamaan yang berguna. Perhitungan stoikiometri membantu para ilmuwan dan engineer yang bekerja di industri untuk memperkirakan jumlah produk yang akan mereka peroleh dari prosedur tertentu: juga dapat membantu memutuskan apakah produk tersebut menguntungkan untuk diproduksi atau tidak. Pada pertemuan ini peserta didik mengaplikasikan 3 perhitungan dasar pada 6 pertemuan selanjutnya pada berbagai latihan soal kimia. 4. Pertanyaan Pemantik Untuk mengingatkan peserta didik pada pertemuan selanjutnya, salah satu pemantik yang bisa diberikan adalah dengan mengilustrasikan pereaksi pembatas dengan pembuatan kue apel (Apple pie). d. Ada materi pengayaan alternatif menggunakan teknologi. YA/TIDAK Model Pembelajaran Model Pembelajaran : Problem Based Learning (PBL) Pendekatan : Saintifik Metode : Diskusi, tanya jawab, dan praktikum.
a. Berapa jumlah roti apel yang dapat dibuat dari 150 apel dan 33 roti dasar? b. Apakah yang masih tersisa, kue dasar atau buah apel? berapa banyak? C.Kegiatan Pembelajaran a. Persiapan Pembelajaran Pertemuan ke-1 Guru menyiapkan lembar kerja praktikum, alat dan bahan yang digunakan. Pertemuan ke-2 Guru menyiapkan lembar soal yang akan diujikan. Peserta didik diminta untuk meriew pembelajaran sebelumnya. b. Kegiatan Pembelajaran Pertemuan ke-1 Pembukaan (15 menit) 1. Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan pertanyaan kepada peserta didik mengenai pertemuan sebelumnya. 3. Memberi tahu siswa tentang pemahaman konsep perhitungan kimia dengan hubungan jumlah mol, partikel, massa, volume gas, hukum dasar kimia, dan pereaksi pembatas dalam reaksi kimia. 4. Guru menyampaikan tujuan dan manfaat mempelajari hubungan jumlah mol, partikel, massa, dan volume gas dalam reaksi kimia.. 5. Guru menyampaikan apersepsi 6. Guru menyampaikan motivasi berupa pertanyaan atau rangsangan . 7. Guru menyampaikan proses kegiatan yang dilakukan. Kegiatan Inti (60 menit) Mengamati 1. Peserta didik di bagi dalam beberapa kelompok secara heterogen 2. Guru membagikan lembar kerja praktikum dan meminta peserta didik membaca prosedur alat dan bahan 3. Peserta didik mengamati apakah alat yang tertera di meja praktikumnya sudah sesuai dengan yang di daftarkan pada lembar kerja Menanya
4. Guru mengajukan pertanyaan untuk mengetahui apakah peserta didik benar-benar paham apa yang akan dilakukan dalam praktikum. 5. Peserta didik melakukan tanya jawab sehubungan kegiatan praktikum Pengumpulan Data 6. Peserta didik melakukan praktikum dengan pengawasan guru 7. Peserta didik dalam kelompok mendiskusikan data pengamatan yang perlu mereka tulis berikut pertanyaan yang tertera. Mengasosiasikan 8. Setiap kelompok berdiskusi menyelesaikan perhitungan kimia tersebut. Mengkomunikasikan 9. Perwakilan kelompok mempersentasikan hasil praktikum, hasil yang didapat dan kesimpulan 10.Perwakilan kelompok diminta untuk memberikan tanggapan dengan mengajukan pertanyaan, meminta konfirmasi ataupun memberikan masukkan terhadap kelompok lainnya. 11.Memberikan penguatan terhadap hasil diskusi kelompok mengenai konsep perhitungan kadar suatu zat dalam senyawa Penutup (15 menit) 1. Bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari 2. Bersama siswa melakukan refleksi terhadap pembelajaran hari ini 3. Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja terbaik 4. Pemberian informasi untuk pertemuan berikutnya Catatan: Jika praktikum tidak mendukung, guru dapat menampilkan video praktikum serupa dan mendiskusikannya kepada peserta didik. Untuk pembelajaran online, guru dapat melakukan demonstrasi secara langsung dari laboratorium kimia lalu mendiskusikan hasilnya dengan peserta didik.
Pertemuan ke-2 Pembukaan (15 menit) 1. Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan pertanyaan kepada peserta didik mengenai pertemuan sebelumnya. 3. Guru menyampaikan apersepsi 4. Guru menyampaikan motivasi berupa pertanyaan atau rangsangan 5. Guru menyampaikan kompetensi yang akan di capai. 6. Guru menyampaikan proses kegiatan yang dilakukan hari ini adalah Latihan soal. Kegiatan Inti (60 menit) Mengamati 1. Peserta didik di bagi dalam beberapa kelompok secara heterogen 2. Guru membagikan lembar kerja kepada masing-masing kelompok 3. Guru menyiapkan kartu soal yang akan di bagi yang nantinya kepada peserta didik untuk menjawab pertanyaan yang ada pada kartu soal. 1 kartu soal dapat diisi 5 soal, soal dapat di ambil di assesmen formatif. 4. Guru mengecek jawaban peserta didik dalam kelompok tersebut dan membimbing mereka sampai mendapatkan pemahaman yang akurat. 5. Apabila jawaban kelompok betul maka kelompok mendapatkan poin Menanya 6. Guru mengecek pemahaman peserta didik secara acak dengan menanyakan peserta didik mengenai konsep mol, pereaksi pembatas, kadar zat yang dipilih secara acak. Jika mendapai peserta didik yang belum paham, guru memberikan kesempatan 3 orang peserta didik yang paham untuk menjelaskan di depan untuk masing-masing sub materi tersebut. 7. Jika peserta didik masih belum paham, guru memberikan waktu beberapa menit untuk teman sekolompok membantu temannya yang belum paham dan melaporkan perkembangannya kepada guru. Mengasosiasikan 8. Peserta didik mengerjakan tes uji kepahaman yang terdapat pada lampiran secara individu lalu mengumpulkan lembar jawabannya jika sudah selesai, Mengkomunikasikan 9. Guru menanyakan soal tipe apa yang sulit untuk di kerjakan, dan
membahasnya dengan meminta bantuan peserta didik yang memberikan jawaban benar. Penutup (15 menit) 1. Bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari 2. Bersama siswa melakukan refleksi terhadap pembelajaran hari ini 3. Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja terbaik 4. Pemberian informasi untuk pertemuan berikutnya c. Alternatif pembelajaran Pertemuan 1: peserta didik diajak berpikir mengenai aplikasi perhitungan kimia pada industri atau kehidupan sehari-hari dan dampak yang dirasakan. Pembukaan (10 menit) 1. Guru membuka kelas dengan salam, memeriksa kehadiran peserta didik. 2. Guru memberikan pertanyaan kepada peserta didik mengenai pertemuan sebelumnya. 3. Guru memberi tahu peserta didik tentang pemahaman konsep perhitungan kimia dengan hubungan jumlah mol, partikel, massa, volume gas, hukum dasar kimia, dan pereaksi pembatas dalam reaksi kimia. 4. Guru menghubungkan apa yang mereka pelajari dengan masalah-masalah yang banyak ditemui saat ini seperti limbah prabik yang mencemari sungai dan laut. 5. Guru menyampaikan kegiatan yang akan dilakukan hari ini yaitu mencermati artikel dan melakukan debat. Kegiatan Inti (70 menit) Mengamati 12.Peserta didik di bagi dalam kelompok yang terdiri dari 3-4 orang. Jumlah kelompok dalam satu kelas harus kenap, bisa 4-6 kelompok. 13.Guru membagikan artikel kepada peserta didik. Guru dapat memilih artikel dengan tema apa saja namun penekananya adalah pentingnya perhitungan kimia agar dapat memprediksi hasil buangan. Contoh artikel yang dapat digunakan: Emisi kendaraan bermotor https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2017/01/27/emisi-co2-didki-jakarta-mencapai-206-juta-ton-per-tahun
https://www.esdm.go.id/id/media-center/arsip-berita/mengenal-standaremisi-gas-buang-standar-eropa https://www.researchgate.net/publication/324534698_Analisis_Besaran_ Emisi_Gas_CO2_ Kendaraan_Bermotor_Pada_Kawasan_Industri_SIER_Surabaya Limbah buangan pabrik limbah buangan ke sungai https://kumparan.com/zahra-fani-robyanti/pencemaran-sungai-citarumdan-tanggung-jawab-sosial-perusahaan-1urHoN1LdOb/full limbah buangan ke udara https://www.kompasiana.com/asnamauliannihayah/60e6fa58152510498 d7662e2/pencegahan-peningkatan-emisi-zat-karbon-di-bumi-akibatpeternakan-ayam 14.Peserta didik membaca artikel yang dipilihkan guru dengan seksama dan menandai poin penting dari artikel tersebut Menanya 15.Guru mengajukan pertanyaan umum seperti “apa yang dibahas dalam artikel tersebut?” dan pertanyaan lain yang mengacu pada kedalaman siswa memahami artikel 16.Peserta didik melakukan tanya jawab sehubungan kegiatan praktikum Pengumpulan Data 17.Peserta didik mengumpulkan bahan-bahan artikel lain yang dapat mendukung argument mereka dengan kelompoknya 18.Peserta didik dalam kelompok mendiskusikan data pengamatan yang perlu mereka tulis berikut pertanyaan yang tertera. Mengasosiasikan 19.Guru meminta 2 kelompok untuk maju dan melakukan debat. Kelompok lain memperhatikan jalannya debat dengan seksama. Dua kelompok tersebut dibagikan perannya yaitu tim pro dan kontra. Debat berlangsung selama maks. 20 menit per sesi. Mengkomunikasikan 20.Dalam berkelompok setiap orang menyampaikan argument dan membantah argument kelompok lain. 21.Perwakilan kelompok yang menonton diminta untuk memberikan tanggapan
jalannya debat dan kesimpulan dari pembahasan yang dilakukan 22.Guru memberikan penguatan terhadap hasil debat yang dilakukan. 23.Debat bergantian dilakukan pada kelompok lain dengan peraturan yang sama. Sebaiknya guru menggunakan jenis artikel yang berbeda agar bahan diskusi lebih beragam. Penutup (10 menit) 5. Bersama siswa menyimpulkan materi yang telah dipelajari 6. Bersama siswa melakukan refleksi terhadap pembelajaran hari ini 7. Memberikan penghargaan kepada kelompok yang memiliki kinerja terbaik 8. Pemberian informasi untuk pertemuan berikutnya catatan: jika pembelajaran dilakukan online (daring maupun luring) cukup sulit untuk melakukan debat. Pertemuan ke-2. Peserta didik melakukan drilling soal. Alternatif Pembelajaran Secara umum: Jika dilakukan secara online, peserta didik dapat menyajikan soal yang dikerjakan secara individu pada platform online seperti quizziz, kahoot, atau google form, dengan syarat peserta didik menuliskan cara pengerjaannya pada buku atau kertas lalu dikirimkan kepada guru. Soal assemen perkelompok dapat dilakukan sebagai prasyarat sebelum memasuki kelas. Surabaya, Juli 2023
d. Perangkat Asesmen Asesmen Formatif 1. UN 2018 Type A Pembakaran sempurna gas etanol sebagai bahan bakar altematif mengikuti persamaan reaksi berikut. C2H5OH(g) + O2(g) → CO2(g) + H2O(g ) (belum setara). Jika pada pembakaran tersebut dibutuhkan 5,6 L dan volume etanol yang dibakar 1,12 L, massa air yang terbentuk diukur pada keadaan STP adalah .... (Mr H2O = 18 L) A. 1,8 g B. 2,7 g C. 9,0 g D. 18 g E. 27 g 2. UN 2018 Type A Pada ruang tertutup dilakukan pembakaran 7 gram besi dengan 4 gram sulfur menghasilkan besi sulfida sebanyak 11 gram. Kenyataan ini sesuai hukum dasar kimia, yaitu.... A. Hukum Perbandingan Tetap (Proust) B. Hukum Perbandingan Volume (Gay Lussac) C. Hukum Kekekalan Massa (Lavoisier) D. Hukum Perbandingan Berganda (Dalton) E. Hukum Perbandingan Molekul (Avogadro) 3. UN 2017 T-1-02 Massa rata-rata satu atom unsur X adalah 6,47 x 10-23 gram, sedangkan massa satu atom C- 12 adalah 1,992 x 10-23 gram. Massa atom relatif (Ar) unsur X adalah ...
4. UN Kimia 2017 - 12 Unsur karbon dan unsur oksigen dapat membentuk dua macam senyawa. Persentase massa unsur-unsur penyusun senyawa I dan II sebagai berikut: No Senyawa Persentase Unsur C O 1 I 40 60 2 II 25 75 Perbandingan massa C dalam senyawa I dan II sesuai Hukum Dalton adalah .... A. 1 : 2 B. 1 : 3 C. 2 : 1 D. 2 : 3 E. 3 : 1 5. UN Kimia 2017 - 13 Bila unsur belerang dibakar dengan oksigen akan diperoleh senyawa belerang dioksida. Hasil percobaannya adalah sebagai berikut. No. Percobaan Massa (gram) Belerang (S) Oksigen (O) Belerang dioksida (1) 32 32 64 (2) 64 66 128 (3) 8 10 16 Bila belerang (S) direaksikan sebanyak 16 gram, massa unsur oksigen yang diperlukan adalah ....
A. 20 gram B. 18 gram C. 16 gram D. 14 gram E. 12 gram 6. UN 2016 T-1-10 Sebanyak 5,4 g aluminium dilarutkan dalam 400 mL asam sulfat 1 M membentuk aluminium sulfat dan gas hidrogen menurut persamaan reaksi: 2Al(s) + 3 H2SO4(aq) → Al2(SO4)3(aq) + 3H2(g) Massa H2 yang terbentuk adalah .... (Ar H = 1; Al = 27) A.0,3 gram B. 0,4 gram C. 0,6 gram D. 1,0 gram E. 2,7 gram 7. UN 2016 T-1-15 Pada persamaan reaksi yang belum setara: NO (g) + H2(g) → N2O(g) + H2O(g) Perbandingan volume gas pereaksi dan hasil reaksi yang stoikiometris sesuai hukum Gay Lussac adalah .... Volume gas (mL) NO H2 N2O H2O A. 20 20 20 20 B. 15 7,5 7,5 7,5 C. 35 20 20 20 D. 5 10 10 10 E. 25 10 10 20 8. UN-SMA-2015-1-06 Suatu senyawa tersusun dari 52% massa karbon, 35% massa oksigen dan sisanya hidrogen. Rumus molekul senyawa karbon tersebut (Mr = 46) adalah .... (Ar: C = 12, H = 1, O = 16) A. C2H6O2 B. C2H4O C. C2H6O D. C3H8O E. C3H8O2 9. UN-SMA-2015-1-07 Kalsium dan oksigen dapat bereaksi membentuk kalsium oksida dengan perbandingan massa sebagai berikut:
Massa (gram) Ca O CaO 10 4 14 15 2 7 15 4 14 20 10 28 Berdasarkan data tersebut, perbandingan massa kalsium dengan oksigen dalam senyawa tersebut adalah .... A. 2:3 B. 2:5 C. 3:2 D. 3:4 E. 5:2 10. UNAS 2014 – Type 1 - 5 Data percobaan reaksi magnesium dengan oksigen membentuk magnesium oksida sebagai berikut: Percoba an Massa Magnesium (gram) Massa Oksigen (gram) Massa Magnesium Oksida (gram) 1 9 7 15 2 18 8 20 3 15 12 25 4 24 16 40 Berdasarkan data tersebut perbandingan massa magnesium dengan oksigen dalam magnesium oksida adalah.... A. 2:1 B. 2:3 C. 3:2 D. 3:4 E. 4:3 11. UNAS 2014 – Type 1 - 6 Pada proses industri pengolahan logam besi terjadi reaksi: Fe2O3 (s) + CO(g) → Fe(s) + CO2(g) (belum setara) Jika dibutuhkan 16 gram besi (III) oksida, maka volume gas CO2 yang dihasilkan (STP) sebanyak ... (Jika Ar = Fe = 56 ; O = 16) A. 1,12 L
B. 2,24 L C. 4,48 L D. 6,72 L E. 11,20L 12. UNAS 2014 – Type 2 - 5 Dari suatu persamaan reaksi: Fe + S → FeS didapat data sebagai berikut: Massa Fe Massa S Massa FeS 3,0 g 1,6g 4,4 g 1,4 g 0,8 g 2,2 g 4,2 g 3,0 g 6,6 g 5,6 g 3,2 g 8,8 g Berdasarkan data dapat disimpulkan bahwa perbandingan massa Fe dan S dalam FeS adalah.... A. 2:1 B. 3:2 C. 7:4 D. 10:7 E. 15 : 8 13. UNAS 2014 – Type 2 - 6 Gas amonia dapat dibuat melalui reaksi: N2(g) + H2(g) → NH3(g) (belum setara) Jika sebanyak 14 gram gas nitrogen direaksikan dengan gas hidrogen, volume gas amonia yang dihasilkan pada keadaan standar (STP) adalah .... (Ar N= 14; H= 1) A. 6,72 liter B. 11,2 liter C. 22,4 liter D. 44,8 liter E. 67,2 liter 14. UNAS 2014 – Type 3 - 5 Data percobaan reaksi unsur X dengan unsur Y membentuk senyawa X Y sebagai berikut:
No. Massa X (gram) Massa Y (gram) Massa XY (gram) 1. 3 4 7 2. 6 8 14 3. 4,5 6 10,5 4 . 7,5 10 17,5 Berdasarkan data, perbandingan massa unsur X dan unsur Y dalam senyawa X Y adalah .... A. 1:2 B. 2:3 C. 3:4 D. 3:5 E. 4:5 15. UNAS 2014 – Type 3 - 6 Pada saat bijih besi, besi (III) oksida direduksi dalam tungku pembakaran dihasilkan besi dengan reaksi berikut: Fe2O3(s) + CO(g) → Fe(s) + CO2(g) (belum setara) Jumlah volume gas CO2 (STP) yang dapat dihasilkan dari 80 gram bijih besi tersebut adalah .... (Ar. O = 16, Ar Fe = 56) A. 0,36 L B. 1,12 L C. 7,47 L D. 33,60 L E. 44,80 L 16. UNAS 2014 – Type 4 - 5 Data percobaan unsur X dan Y membentuk senyawa sebagai berikut. Pada reaksi X + Y → XY diperoleh data : No Massa X (gram ) Massa Y (gram ) Massa XY (gram ) 1. 7,0 4,0 11
2. 14 8,0 22 3. 21 12 33 4. 3,5 2,0 5,5 Dari data tersebut, perbandingan unsur X dan unsur Y dalam senyawa adalah .... A. 1:2 B. 2:3 C. 3:4 D. 4:7 E. 7 :4 17. UNAS 2014 – Type 4 - 6 Pada industri asam sulfat menurut proses kontak dilakukan dengan mereaksikan gas SO2 dan O2 menurut persamaan reaksi: SO2 (g) + O2 (g) ⇄ SO3 (g) Sebanyak 12,8 gram gas SO2 (Ar S = 32, O = 16) direaksikan dengan gas oksigen. Volume gas SO3 (STP) yang terjadi adalah .... A. 2,24 L B. 4,48 L C. 6,72 L D. 22,40 L E. 44,80 L 18. UNAS 2013 – Type 1 - 7 Sebanyak 3 gram logam magnesium dibakar dengan 2 gram oksigen dalam ruang tertutup menurut persamaan reaksi: 2 Mg (s) + O2 (g) → 2 MgO (s) Massa magnesium oksida yang dihasilkan sebanyak (Ar Mg = 24 ; O = 16) A. 3 gram B. 4 gram C. 5 gram D. 6 gram E. 8 gram 19. UNAS 2013 – Type 1 - 8 Sebanyak 246 gram kristal magnesium sulfat MgSO4. xH2O dipanaskan sehingga terbentuk kristal MgSO4 sebanyak 120 gram, menurut reaksi: MgSO4. xH2O(s)→MgSO4(s) + xH2O(g) Rumus senyawa kristal tersebut adalah .... (Ar Mg = 24; S = 32; 0=16) A. MgSO4 . 2 H2O B. MgSO4. 4 H2O C. MgSO4. 5 H2O D. MgSO4. 6 H2O E. MgSO4 . 7 H2O
20. UNAS 2012 –A83- 7 Pada reaksi: 2Al (s) + 6HCl (aq) → 2AlCl3 (aq) + 3H2 (g). Sebanyak 5,4 gram logam Al direaksikan dengan 10,95 gram larutan HCl. Jika reaksi diukur dalam kondisi STP, maka pada akhir reaksi volume gas hidrogen yang dihasilkan adalah .... (Ar . Al = 27, H = 1, CI = 35,5) A. 1,12 L B. 2,24 L C. 3,36 L D. 6,72 L E. 22,4 L 21. UNAS 2012 –A83- 8 Berikut persamaan reaksi pembakaran sempurna gas propana: C3H8 (g) + 5 O2 (g) → 3 CO2 (g) + 4 H2O (g) Pada suhu dan tekanan yang sama, sebanyak 20 liter gas propana digunakan untuk menghasilkan 60 liter gas karbon dioksida dan 80 liter uap air. Fenomena ini sesuai hukum .... . A. Dalton B. Lavoisier C. Boyle D. Gay Lussac E. Proust 22. UNAS 2012 –B67- 7 Sebanyak 20 gram padatan kalsium karbonat bereaksi dengan 7,3 gram larutan asam klorida menurut reaksi: CaCO3 (s) + 2 HCl (aq) → CaCl2 (aq) + H2O (1) + CO2 (g) Jika reaksi diukur dalam kondisi STP, maka volume gas karbon dioksida yang dihasilkan pada akhir reaksi adalah .... (Ar . Ca = 40, C = 12, O = 16, H = 1, CI = 35,5) A. 1,12 L B. 2,24 L C. 5,60 L D. 11,2 L E. 22,4 L 23. UNAS 2012 –B67- 8 Pada suhu dan tekanan yang sama, sebanyak 50 liter gas N2 dan 75 liter gas O2 bereaksi menghasilkan 50 liter gas N2O3 dengan reaksi sebagai berikut: 2N2(g) + 3O2(g) →2N2O3 (g) Kenyataan ini sesuai dengan hukum .... A. Lavoisier B. Proust C. Dalton D. Gay Lussac E. Avogadro 24. UNAS 2012 –C79- 7 Sebanyak 5,4 gram logam aluminium bereaksi dengan 9,8 gram larutan asam sulfat menurut reaksi: 2 Al (s) + 3 H2SO4 (aq) → Al2(SO4)3 (aq) + 3 H2 (g) (Ar. Al = 27; H = 1; S = 32 ; O = 16) Jika reaksi diukur dalam kondisi STP,
maka volume gas hidrogen yang dihasilkan pada akhir reaksi adalah.... A. 0,56 L B. 1,12 L C. 2,24 L D. 5,60 L E. 11,20 L 25. UNAS 2012 –C79- 8 Pada suhu dan tekanan yang sama, sebanyak 1 liter campuran gas yang terdiri dari 80% gas metana dan 20% gas etana dibakar sempurna dengan gas oksigen, penentuan volume gas oksigen yang diperlukan dapat menggunakan pendekatan hukum .... A. Dalton B. Proust C. Avogadro D. Lavoisier E. Gay Lussac 26. UNAS 2011 –P15- 6 Gas amoniak, NH3, dapat dihasilkan dari reaksi: (NH4)2SO4 + 2 KOH → K2SO4+ 2 NH3+ 2 H2O Volume gas amoniak yang dihasilkan apabila sebanyak 0,56 liter (NH4)2SO4 digunakan pada reaksi tersebut adalah .... A. 1,12 liter B. 1,20 liter C. 2,24 liter D. 11,20 liter E. 22,40 liter 27. UNAS 2010 – P60 – 6 Pembuatan asam nitrat dalam industri pada tahap awal melibatkan reaksi oksidasi amoniak yang menghasilkan gas nitrogen monoksida dan uap air, menurut reaksi: 4 NH3(g) + 5 O2(g) → 4 NO (g) + 6 H2O(g) Jika gas amoniak yang bereaksi sebanyak 11,2 liter pada 0°C, 1 atm, maka massa gas nitrogen monoksida yang dihasilkan sebanyak ... gram (Ar N = 14; 0 = 16; H = 1) A.15 B. 20 C. 30 D.45 E, 60 28. UNAS 2010 – P27 – 5 Belerang bersifat mudah terbakar dan menghasilkan gas belerang dioksida (SO2). Gas ini dapat menyesakkan pernapasan dan menimbulkan gejala batuk. Dalam jumlah besar, gas ini dapat merusak paru-paru bahkan menyebabkan kematian. Di udara, gas SO2 dapat teroksidasi menjadi belerang trioksida, menurut reaksi: 2SO2(g) + O2(g) → 2SO3(g)
Jika sebanyak 10 liter gas sulfur dioksida yang teroksidasi, maka volume gas belerang trioksida yang dihasilkan pada P.T. yang sama adalah ... L. A.1 B. 3 C. 5 D.7 E.10 29. UN –SMA-09-7 Gas nitrogen direaksikan dengan gas oksigen menghasilkan gas dinitrogen trioksida sesuai persamaan reaksi : N2 (g) + O2 (g) → N2O3 (g) (belum setara). Jika volume gas diukur pada suhu dan tekanan yang sama, maka perbandingan volume N2 : O2 adalah....... A. 2:5 B. 2:3 C. 2:1 D. 1:2 E. 1:1 30. UN –SMA-09-8 Sebanyak 231 gram CCl4 (Mr = 154) direaksikan dengan SbF3 berlebih menurut persamaan reaksi: 3CCl4 + 2SbF3 → 3CCl2F2 + 2SbCl3 . Massa SbCl3 yang terbentuk adalah ... [Ar C = 12, CI = 35,5, F = 19, Sb = 121,81.] A. 114,15 gram B. 228,30 gram C. 342,45 gram D. 393,60 gram E. 435,75 gram Catatan: Tidak semua soal harus diberikan kepada peserta didik. Guru dapat menentukan berapa soal yang ingin diberikan dan tipe soal apa saja sesuai kebutuhan peserta didik.
Rubrik Penilaian Keterampilan Praktikum INSTRUMEN KINERJA MELAKUKAN PRAKTIKUM No Aspek yang dinilai Penilaian 1 2 3 1 Merangkai alat 2 Pengamatan 3 Data yang diperoleh 4 Kesimpulan Rubrik Aspek yang dinilai Penilaian 1 2 3 Merangkai alat Raingkaian alat tidak benar Rangkaian alat benar, tetapi tidak rapi atau tidak memperhatikan keselamatan kerja Rangkaian alat, benar, rapi, dan memperhatikan keselamatan kerja Pengamatan Pengamatan tidak cermat Pengamatan cermat, tetapi mengandung interpretasi Pengamatan cermat dan bebas interpretasi Data yang diperoleh Data tidak lengkap Data lengkap, tetapi tidak terorganisir, atau ada yang salah tulis Data lengkap, terorganisir, dan ditulis dengan benar Kesimpulan Tidak benar atau tidak sesuai tujuan Sebagian kesimpulan ada yang salah atau tidak sesuai tujuan Semua benar atau sesuai tujuan Rubrik penilaian diskusi kelompok No Nama Kelompok Aspek yang dinilai Jumlah Nilai 1 2 3 4 5 Keterangan:
1. Kerjasama kelompok/ keaktifan 2. Uraian yang disampaikan jelas dan tepat 3. Distribusi pendapat dalam kelompok 4. Kelengkapan jawaban 5. sikap dalam kelompok
Materi Pengertian Mol Mol merupakan suatu satuan jumlah, yang berasal dari kata moles yang artinya sejumlah massa / sejumlah kecil massa , hampir sama dengan lusin. 1 mol = 6,02 X 1023 jumlah partikel/molekul/atom. Menghitung Volume suatu gas pada kondisi tertentu a. Keadaan STP ( 0°C , 1 atm ) , maka V = n . 22,4 b. Keadaan RTP ( 25°C , 1 atm ), maka V = n . 24 c. Tidak dalam keadaan STP dan RTP , maka V . P = n . R . T ; R = 0,082 atm L./mol K , T = suhu mutlak Menghitung volume gas pada kondisi (T dan P), yang sama dengan kondisi (T dan P) pada pengukuran gas lain, dapat dipakai rumus n 1 = mol gas 1 V 1 = volume gas 1 n 2 = mol gas 2 V 2 = volume gas 2
Rumus Empiris (RE ) dan Rumus Molekul (RM) 1. Rumus Empiris (RE) adalah perbandingan paling sederhana dari atom – atom penyusun senyawa. 2. Rumus Molekul (RM ) adalah Rumus senyawa kimia atau rumus lengkap. Menghitung massa dan persentase unsur tertentu dalam suatu senyawa, dpt digunakan rumus : e. Pengayaan dan remedial Pengayaan Guru dapat memberikan tugas wawancara kepada murid yang dibebaskan pada tokoh-tokoh yang mereka kenal dan bekerja di bidang industry kimia. Guru memberikan bimbingan dalam menyusun pertanyaan-pertanyaan yang akan diajukan dan tokoh siapa yang akan diwawancara. Peserta didik diberi jeda waktu lalu untuk melakukan wawancara tokoh. Pertemuan selanjutnya setiap kelompok mempresentasikan hasil wawancara. Selain wawancara, guru dapat meminta siswa untuk membuat konten digital yang di unggah di sosial media masing-masing peserta didik dari hasil resume hasil interview yang mereka lakukan. Dapat dibuat seperti infografik ataupun tulisan kreatif. Alternatif Pengayaan lain: Pada pertemuan 9, peserta didik diberikan tantangan untuk mengerjakan soalsoal yang memiliki level kesulitan lebih tinggi agar melatih kemampuan analisisnya. Namun jika tidak memungkinkan, soal-soal yang lebih mudah bisa diberikan. SBMPTN 2013 Berdasarkan persamaan reaksi berikut N2N4(g) + 3O2(g) → 2NO2(g) + 2H2O(g) Banyaknya N2H4 yang diperlukan untuk menghasilkan 6 mol campuran gas NO2 dan uap H2O adalah ... (A) 4,5 mol (B) 3,0 mol
(C) 2,0 mol (D) 1,5 mol (E) 1,0 mol SBMPTN 2013 Pada kemungkinan kertas, sebanyak 6,17 g uap dietilseng (Mr = 123,4) habis bereaksi dengan campuran uap air dan oksigen. Jika reaksi ini menghasilkan 1,76 g CO2, maka massa gas etana yang terbentuk adalah ... (A) 3,0 g (B) 2,4 g (C) 1,5 g (D) 0,6 g (E) 0,2 g SBMPTN 2013 Sejumlah 18 g zat nonelektronik X yang tidak mudah menguap dilarutkan dalam 100 g air memiliki titik didih yang sama dengan larutan K2CO3 0,3 m. Massa molekul relative zat X adalah … (A) 60 (B) 120 (C) 180 (D) 200 (E) 320 SBMPTN 2014 Gas etana C2H6(Mr = 30) sebanyak 60 gram direaksikan dengan gas bromin (Br2) sehingga gas etana habis dan ternyata hanya menghasilkan 282 gram C2H4Br2 (Mr = 188), dan x gram C2H2Br4 (Mr = 346). Massa C2H2Br4 yang dihasilkan adalah ... (A) 34,6 gram (B) 79,2 gram (C) 173 gram (D) 188 gram (E) 346 gram SBMPTN 2015
Sebanyak 54,8 g batuan yang mengandung barium dilarutkan dalam HCl pekat berlebih. Semua ion Ba2+ (Ar Ba = 137) dalam larutan ini diendapkan sebagai barium sulfat (Ar S = 32, O = 16) dengan penambahan Na2SO4. Bila diperoleh 2,33 g endapan, maka kadar barium dalam batuan tersebut adalah ... (A) 17,5% (B) 12,5% (C) 10,0% (D) 5,0% (E) 2,5% SBMPTN 2015 Silikon karbida atau karborundum dapat diperoleh dengan mereaksikan SiO2(Ar Si = 28, O = 16) dengan karbon (Ar C = 12) pada temperatur tinggi menurut reaksi: 2C(s) + SiO2(s) SiC(s) + CO2(g) Jika 4,5 g karbon direaksikan dengan 3,0 g SiO2 menghasilkan 1,5 g karborundum, maka persentase hasil reaksi tersebut adalah ... (A) 20% (B) 38% (C) 60% (D) 75% (E) 90% SBMPTN 2016 Alumina, dapat dibuat melalui reaksi berikut: 2 3 Al O 102 r M 3 2 2 3 CaOAlF CaF Al O (belum setara) Jika 16,8 g CaO (Mr =56) direaksikan den-gan 8,4 g AlF3 (Mr =84), maka massa Al2O3 yang dihasilkan adalah .... (A) 2,5 g (B) 5,1 g (C) 10,2 g (D) 15,3 g (E) 30,6 g SBMPTN 2016
Gas Xyang merupakan oksida belerang dapat diperoleh dari reaksi berikut : Pada kondisi tertentu, reaksi antara 1,5 L gas dengan gas berlebih menghasilkan 4,8 g gas X. Pada kondisi ini 2,8 g gas memiliki volume 2 L. Berdasarkan data di atas, maka massa molekul relatif 2 H S 2 O 2 N (A N=14) r (M ) gas X adalah .... (A) 32 (B) 34 (C) 44 (D) 64 (E) 128 SBMPTN 2017 Sebuah tabung bervolume tetap berisi 6 g gas H2 (Ar H = 1) memiliki tekanan 12 atm pada temperatur tertentu. Ke dalam tabung tersebut ditambahkan gas Ne (Ar Ne = 20), sehingga tekanannya menjadi 40 atm tanpa mengubah temperatur. Massa gas total di dalam tabung tersebut adalah .... (A) 26 g (B) 56 g (C) 140 g (D) 146 g (E) 286 g SBMPTN 2017 Perhatikan persamaan reaksi (belum setara) berikut! MCl2(s) + Cs3PO4(aq) → M3(PO4)2(aq) + CsCl(g) Reaksi sempurna 20 mL Cs3PO4 1 M menghasilkan 3,10 g M3(PO4)2 (Ar P = 31 dan O = 16). Massa atom relatif M adalah .... (A) 24 (B) 40 (C) 56 (D) 120 (E) 310 SBMPTN 2017 Sebanyak 3,42 g Ba(OH)2 (Mr = 171) dima-sukkan ke dalam suatu tabung yang berisi 100 mL HCl 0,2 M menurut reaksi (belum setara) berikut.
Ba(OH)2(aq) + HCl(aq) → BaCl2(aq) + H2O (l) Konsentrasi Ba(OH)2 setelah reaksi adalah .... (A) 0,025 M (B) 0,050 M (C) 0,075 M (D) 0,100 M (E) 0,125 M SBMPTN 2018 Persentase massa atom karbon (Ar = 12) dalam aspirin adalah 60%. Jika tetapan Avogadro = 6,0×1023, jumlah atom karbon yang terdapat dalam 3,6 g aspirin adalah …. (A) 1,08 × 1022 (B) 2,4 × 1022 (C) 4,8 × 1022 (D) 5,4 × 1022 (E) 1,08 × 1023 SBMPTN 2018 Logam nikel (Ar = 59) bereaksi dengan gas karbon monoksida (Mr = 28) pada suhu 130°C menurut reaksi berikut. Ni(s) + 4CO(g) → Ni(CO)4(g) Jika 252 g gas CO direaksikan dengan 118 g logam Ni massa gas tetrakarbonilnikel (Mr = 171) yang dihasilkan adalah …. (A) 430 g (B) 427 g (C) 342 g (D) 280 g (E) 171 g SBMPTN 2018 Gas metanol dapat dibuat dengan mereaksi-kan gas karbon monoksida dan gas hidrogen menurut reaksi berikut. CO(g) + 2H2(g) → CH3OH(g) Gas hasil reaksi tersebut pada V dan T tetap memberikan tekanan 6 atm. Jika kedua pereaksi habis bereaksi, tekanan total gas sebelum reaksi adalah ….
(A) 6 atm (B) 12 atm (C) 18 atm (D) 24 atm (E) 30 atm Remedial Bagi peserta didik yang belum mencapai tujuan pembelajaran, silahkan berikan kegiatan berikut sebagai remedial. Aktivitas 1) Pemberian bimbingan secara individu. Hal ini dilakukan apabila ada beberapa anak yang mengalami kesulitan yang berbeda-beda, sehingga memerlukan bimbingan secara individual. Bimbingan yang diberikan disesuaikan dengan tingkat kesulitan yang dialami oleh peserta didik. 2) Pemberian bimbingan secara kelompok. Hal ini dilakukan apabila dalam pembelajaran klasikal ada beberapa peserta didik yang mengalami kesulitan sama. 3) Pemberian pembelajaran ulang dengan metode dan media yang berbeda.Pembelajaran ulang dilakukan apabila semua peserta didik mengalami kesulitan. Pembelajaran ulang dilakukan dengan cara penyederhanaan materi, variasi cara penyajian, penyederhanaan tes/pertanyaan. 4) Pemanfaatan tutor sebaya, yaitu peserta didik dibantu oleh teman sekelas yang telah mencapai KKM, baik secara individu maupun kelompok. Refleksi siswa dan guru Guru bersama-sama dengan peserta didik mengisi refleksi mengenai hal-hal yang positif dan negative selama proses proses KBM; atau dipahami dan belum dipahami dari materi; terkait tujuan pembelajaran yang telah dikemukakan di awal pembelajaran (untuk kelas dengan PJJ, silahkan gunakan link refleksi yang harus diisi menggunakan aplikasi yang sesuai). Jenis pertanyaan yang bisa digunakan dapat Bapak/Ibu lihat sebagai berikut. Refleksi Guru Refleksi Siswa 1. Hal terbaik apa yang terjadi selama proses pembelajaran 1. Ingat kembali mengenai seluruh tugas yang telah kamu selesaikan.
hari ini dan bagaimana hal tersebut dapat terjadi? 2. Hal apa yang paling menantang dalam proses pembelajaran hari ini dan mengapa? bagaimana respon saya untuk pertemuan selanjutnya? 3. Seberapa jauh peserta didik dapat mengerti pembelajaran hari ini? 4. apakah peserta didik terlihat antusias selama pembelajaran? jika tidak, bagaimana saya bisa memperbaiki keadaan ini? 5. Bagaimana mood saya Ketika mengajar dan berinteraksi dengan orang lain hari ini dan bagaimana saya memperbaiki hal tersebut? 6. Bagaimana cara saya berkomunikasi dengan peserta didik Ketika mengajar dan dengan orang lain hari ini dan bagaimana cara agar saya bisa berkomunikasi lebih baik? 7. Dalam hal apa peserta didik mengejutkan saya hari ini? 8. Apa masalah terbesar saya dalam menghadapi kendalakendala selama mengajar? diadaptasi dari: https://wabisabilearning.com/ Apa saja yang telah kamu pelajari selama pembelajaran pada topik ini? 2. Apakah kamu memiliki ketertarikan untuk mempelajari topik ini lebih lanjut? mengapa? 3. Diantara hal-hal yang telah kamu pelajari tersebut, manakah yang paling berkesan untuk kamu? Mengapa? 4. Hal apa yang ingin kamu pelajari secara lebih mendalam di pembelajaran selanjutnya? Mengapa? Pertanyaan diadaptasi dari Mahanal, 2006.
C. LAMPIRAN 1. Lembar Uji Kepahaman yang Dilakukan secara Individu PETUNJUK UMUM 1 Berdoalah sebelum mengerjakan 2 Tulis nomor absen dan nama Anda pada kolom yang disediakan 3 Periksa dan bacalah soal dengan teliti sebelum Anda mengerjakan 4 Gunakan waktu dengan efektif dan efisien 5 Periksalah pekerjaan Anda sebelum diserahkan kepada guru A. Pilihlah salah satu jawaban yang paling tepat. 1. Harga perbandingan antara massa rata-rata 1 atom suatu unsur dengan massa 1 atom C-12 disebut…. A. Bilangan Avogadro D. Massa molekul relatif B. Massa rumus relatif E. Massa atom relatif C. Satuan massa atom 2. Jika massa 1 atom C-12 = 1,99 10-26 kg dan massa 1 atom Na = 3,6 10-26 kg, maka massa atom relatif Na adalah…. A. D. B. E. C. 3. Jika Ar C = 12 sma; H = 1 sma; O = 16 sma. Maka Mr dari CH3COOH adalah…. A. 30 sma D. 60 sma B. 45 sma E. 70 sma C. 56 sma 4. Massa molekul relatif (NH4)2SO4 adalah…. (Ar N = 14 sma, H = 1 sma, S = 32 sma, O = 16 sma) A. 132 sma D. 96 sma B. 114 sma E. 63 sma C. 100 sma 5. Jumlah partikel sebanyak 1 mol setara dengan partikel yang terdapat di dalam…. A. 1 gram atom karbon-12 D. 6,02 1023 gram atom karbon-12 B. 0 gram atom karbon-12 E. 1,99 1023 gram atom karbon-12
C. 12 gram atom karbon-12 6. Jumlah molekul yang terdapat dalam 8 gram gas O2 adalah….(massa molar O = 16 g/mol) A. 0,150 1023 molekul D. 6,020 1023 molekul B. 1,505 1023 molekul E. 12,04 1023 molekul C. 3,010 1023 molekul 7. Massa gas NH3 yang mengandung 6,02 1022 molekul NH3 adalah…. (massa molar: N = 14 g/mol dan H = 1 g/mol) A. 0,1 gram B. 0,1 gram C. 1,5 gram D. 1,7 gram E. 2,0 gram 8. Jika 4 gram A terdapat partikel sebanyak 3,01 x 1022 atom, maka massa molar unsur A adalah…. A. 0,8 g/mol D. 30 g/mol B. 8 g/mol E. 120 g/mol C. 80 g/mol 9. Diantara unsur atau senyawa berikut ini, yang mengandung jumlah partikel terbanyak adalah…. A. 1 mol besi (Fe) D. 4 mol glukosa (C6H12O6) B. 2 mol air (H2O) E. 5 mol natrium hidroksida (NaOH) C. 3 mol ammonia (NH3) 10. Zat yang mempunyai jumlah atom sama dengan yang terdapat pada 6 gram H2O adalah…. (massa molar: H = 1 g/mol, He = 4 g/mol, O = 16 g/mol, N = 14 g/mol) A. 16 gram oksigen (O2) D. 22,4 liter gas H2 pada STP B. 6 gram helium (He) E. 11,2 liter gas CO2 pada STP C. 10 gram NO 11. Jumlah mol yang terdapat di dalam 4 gram CH4 adalah…. (massa molar C = 12 g/mol, H = 1 g/mol) A. C. 1 mol D. 2 mol B. E. 4 mol
12. Jika diketahui massa molar: C = 12 g/mol, O = 16 g/mol, N = 14 g/mol, dan H = 1 g/mol, maka massa urea (CO (NH2)2) yang mengandung 0,15 mol urea adalah…. A. 6 gram C. 12 gram B. 9 gram D. 15 gram E. 20 gram 13. Diketahui massa molar: C = 12 g/mol; O = 16 g/mol; K = 39 g/mol, maka massa 2 mol K2CO3 adalah…. A. 138 gram B. 212 gram D. 276 gram E. 308 gram C. 256 gram 14. Jika diketahui massa kalsium hidroksida (CaOH) sebanyak 2,85 gram (massa molar: Ca = 40 g/mol; O = 16 g/mol; H = 1 g/mol), maka banyaknya mol zat tersebut adalah…. A. 0,05 mol D. 0,25 mol B. 0,10 mol E. 0,50 mol C. 0,20 mol 15. Zat berikut yang mempunyai massa terbesar adalah….(massa molar: C = 12 g/mol, H = 1 g/mol, O = 16 g/mol) A. 0,2 mol C2H4 B. 0,1 mol CO2 D. 0,1 mol CH4 E. 0,2 mol H2O2 C. 0,2 mol H2O 16. Diketahui massa molar O = 16 g/mol; N = 14 g/mol; C = 12 g/mol. Diantara gas berikut, yang massanya sama dengan massa 1 mol gas oksigen (O2) adalah…. A. 1 mol gas nitrogen (N2) B. 2 mol gas karbondioksida (CO2) C. 5 mol gas karbondioksida (CO2) D. 8 mol gas metana (CH4) E. 16 mol gas hidrogen (H2) 17. Volume 1 gram gas hidrogen (H2) yang diukur pada suhu 27oC dan tekanan 1 atm adalah…. A. 6,02 L D. 15,6 L
B. 11,2 L E. 24,6 L C. 12,3 L 18. Massa 5,6 liter CH4 (massa molar = 16 g/mol) yang diukur pada 0oC dan tekanan 1 atm adalah…. A. 1 gram D. 4 gram B. 2 gram E. 5 gram C. 3 gram 19. Berapa tekanan tabung gas LPG yang volumenya 30 liter agar pada 27oC didalamnya berisi gas CH4 sebanyak 12 kg? (Diketahui massa molar CH4 = 16 g/mol dan dianggap bahwa CH4 merupakan gas ideal)…. A. 615 atm B. 650 atm D. 750 atm E. 800 atm C. 715 atm 20. Molekul H2O sebanyak 0,5 mol pada suhu 0oC dan tekanan 1 atm akan menempati ruang yang volumenya…. A. 44,8 liter B. 22,4 liter D. 9,6 liter E. 5,6 liter C. 11,2 liter 21. Pada P dan T tertentu, volume 1 gram gas CH4 (massa molar = 16 g/mol) adalah 1 liter, maka…. A. massa 1 liter gas N2 (massa molar = 28 g/mol) adalah 1,75 gram B. massa 1 liter gas H2 (massa molar = 2 g/mol) adalah 1 gram C. massa 1 liter O2 (massa molar = 32 g/mol) adalah 2 gram D. massa 1 liter gas Cl2 (massa molar = 70 g/mol) adalah 1 gram E. massa 1 liter gas CO2 (massa molar = 44 g/mol) adalah 1 gram 22. Bila diukur pada suhu dan tekanan yang sama, diantara gas-gas berikut yang menempati volume yang sama dengan 1 mol gas nitrogen adalah…. (massa molar: H =1 g/mol, N = 14 g/mol, O = 16 g/mol, C = 12 g/mol) A. 1 gram gas H2 D. 2 gram gas O2 B. 6,02 1023 molekul gas NH3 E. 22 gram gas CO2 C. 3,01 1023 molekul gas CO2 23. Rumus paling sederhana dengan perbandingan mol atom dari unsur-
unsur penyusun senyawa disebut …. A. rumus empiris B. rumus molekul D. rumus kimia E. rumus mol C. rumus senyawa 24. Rumus kimia yang menyatakan jenis dan jumlah atom yang membentuk molekul senyawa disebut…. A. rumus empiris B. rumus molekul D. rumus kimia E. rumus mol C. rumus senyawa 25. Unsur Fe dapat membentuk oksida yang mengandung 30% massa oksigen. Jika massa molar oksida 160 g/mol, maka rumus empiris oksida tersebut adalah….(massa molar Fe = 56 g/mol; O = 16 g/mol) A. FeO D. FeO2 B. Fe2O3 E. Fe2O C. Fe3O2 26. Suatu senyawa karbon mengandung unsur C, H, dan O. Pada pembakaran 0,29 gram senyawa itu diperoleh 0,66 gram CO2 dan 0,27 gram H2O. Bila massa molar senyawa tersebut 58g/mol, maka rumus empiris senyawa tersebut adalah…. A. C3H6O D. C5H10O2 B. C4H8O2 E. C6H12O C. C5H10O 27. Suatu senyawa terdiri dari 75% C dan sisanya hidrogen. Jika diketahui massa molar: H = 1g/mol dan C = 12 g/mol, maka rumus empiris senyawa itu adalah… A. CH D. CH4 B. CH2 E. C2H3 C. CH3 28. Suatu senyawa mempunyai rumus empiris CH2O dan massa molar 60 g/mol. Jika diketahui massa molar unsur H = 1 g/mol, C= 12 g/mol, dan O = 16 g/mol, maka rumus molekul senyawa tersebut adalah…
A. HCHO B. CH3COOH D. C2H6O2 E. CH3CH2OH C. CH3CH2O 29. Suatu senyawa mempunyai massa molar 30 g/mol mengandung 80% unsur karbon dan 20% unsur hidrogen, maka rumus molekul senyawa tersebut adalah…. A. CH4 D. C3H8 B. C2H4 E. C4H8 C. C2H6 30. Suatu senyawa hidrokarbon (CxHy) terdiri dari 84% karbon dan 16% hidrogen. Jika diketahui massa molar hidrokarbon = 100 g/mol, maka rumus molekul hidrokarbon tersebut adalah…. A. CH4 D. C5H12 B. C2H2 E. C7H16 C. C4H8 31. Suatu senyawa mempunyai rumus empiris CH2O, maka rumus molekul senyawa tersebut adalah…. (massa molar C = 12 g/mol, H = 1 g/mol, O = 16 g/mol) A. CH2O2 D. C2H4O B. C2H2O2 E. C2H4 C. C2H4O2 32. Pirimidin tersusun dari 60% karbon, 5% hidrogen, dan sisanya nitrogen (massa molar C = 12 g/mol, H = 1 g/mol, N = 14 g/mol). Jika massa molar pirimidin adalah 80 g/mol, maka rumus molekulnya adalah… A. C4H4N2 B. C4H4N D. C3H6N2 E. C3H5N C. C4H5N2 33. Suatu senyawa memiliki massa molar = 80 g/mol dan mengandung 50% unsur X (massa molar unsur X= 10 g/mol). Selain unsur X, senyawa ini juga mengandung unsur Z (massa molar unsur Z = 20 g/mol). Maka rumus molekul senyawa tersebut adalah…. A. ZX6 D. Z2X B. Z3X2 E. Z4X2 C. Z2X4 34. Massa masing-masing unsur kalsium dan oksigen dalam 11,2 gram senyawa CaO adalah…(massa molar Ca = 40 g/mol, O = 16 g/mol)
A. 8 gram dan 3,2 gram B. 8 gram dan 4,4 gram D. 3,2 gram dan 4,4 gram E. 3,2 gram dan 3,2 gram C. 3,2 gram dan 8 gram 35. Kadar nitrogen di dalam pupuk urea (CO (NH2)2 adalah… (massa molar N = 14 g/mol, C = 12 g/mol, O = 16 g/mol, dan H = 1 g/mol) A. 23,3% B. 46,6% C. 50,0% D. 83,6% E. 93,3% 36. Dari senyawa berikut ini yang mengandung jumlah oksigen terbanyak adalah…. A. Al2(SO4)3 D. Ca (CH3COO)2 B. Na2SO4 E. NaOH C. C6H12O6 37. Zat penyedap masakan (Monosodium Glutamat atau MSG) merupakan senyawa yang mengandung nitrogen dengan kadar 9,05%. Jika massa molar MSG = 155 g/mol, maka jumlah atom nitrogen dalam setiap molekul MSG adalah… A. 1 B. 2 D. 4 E. 5 C. 3 38. Kadar karbon dalam vitamin C adalah 41%, maka jumlah atom karbon yang terdapat dalam vitamin C adalah… Bila diketahui massa molar senyawa tersebut adalah 176 g/mol dan massa molar C = 12 g/mol. A. 3 B. 4 D. 6 E. 7 C. 5 39. Jika diketahui massa molar C = 12 g/mol, O = 16 g/mol, N = 14 g/mol, dan H = 1 g/mol, maka banyaknya nitrogen yang terdapat dalam 120 kg CO(NH2)2 adalah… A. 40 kg C. 56 kg B. 50 kg D. 67 kg E. 80 kg 40. Unsur X yang massanya 7 gram bergabung dengan oksigen membentuk 19 gram senyawa X2O3, maka massa molar unsur X adalah…
A. 12 g/mol B. 14 g/mol C. 16 g/mol D. 28 g/mol E. 32 g/mol B. Jawablah soal-soal berikut dengan tepat! 1. Jika massa rata-rata 1 atom N adalah 14 sma, berapa massa atom relatif N? 2. Hitunglah volume gas CO2 sebanyak 11 gram pada keadaan STP! (massa molar CO2 = 44 g/mol) 3. Suatu senyawa memiliki rumus empiris (NO2)n. Jika diketahui massa molar senyawa 92 g/mol (massa molar: N = 14 g/mol, O = 16 g/mol), bagaimana rumus molekul senyawa tersebut? 4. Tentukan komposisi masing-masing unsur dalam senyawa Al2O3! (massa molar Al = 27 g/mol; O = 16 g/mol) 5. Nikotin yang terdapat dalam tembakau mengandung unsur nitrogen 17,5%. Jika massa molar nikotin adalah 160 g/mol, berapa atom nitrogen yang terdapat dalam setiap molekul nikotin tersebut? (massa molar N = 14 g/mol) Catatan: Tidak semua soal harus diberikan kepada peserta didik. Guru dapat menentukan berapa soal yang ingin diberikan dan tipe soal apa saja sesuai kebutuhan peserta didik.
2. Lembar Praktikum Stoikiometri A. Tujuan Praktikum 1. Untuk mengetahui teknik atau cara dalam perhitungan jumlah produk reaktan dalam sebuah reaksi stoikiometri. 2. Untuk mengetahui faktor yang mempengaruhi stoikiometri. B. Alat dan Bahan Alat-Alat 1. Gelas Kimia 100 ml 2. Gelas ukur 25 ml 3. Termometer 4. Alat tulis 5. Pipet tetes 6. Kertas label Bahan 1. Larutan NaOH 0,1 M 2. Larutan HCl 0,1 M 3. Larutan H2SO4 0,1 M C. Prosedur Percobaan Stoikiometri Sistem NaOH-HCl Dimasukkan ke dalam gelas kimia 100 Ml secara bergantian berturutturut larutan NaOH 0,1 M volume 2,5 mL, 7,5 mL, 10 mL, dan 12,5 mL. Diukur masing-masing suhunya. Dimasukkan larutan HCl ke dalam NaOH sehingga volume campurannya menjadi 15 mL. Diukur suhu campuran larutan tersebut. Stoikiometri Sistem NaOH-H2SO4 Dimasukkan ke dalam gelas kimia 100 Ml secara bergantian berturutturut larutan NaOH 0,1 M volume 2,5 mL, 5 mL, 7,5 mL, 10 mL, dan 12,5 mL. Diukur masing-masing suhunya. Dimasukkan larutan H2SO4 0,1 M ke dalam gelas kimia berturut-turut
dengan volume 12,5 mL, 10 mL, 7,5 mL, 5 mL, dan 2,5 mL. Diukur masing-masing suhunya. Dicampur larutan H2SO4 kedalam NaOH sehingga volume campurannya menjadi 15 mL. Diukur suhu campuran larutan tersebut. D. Hasil Percobaan Sistem NaOH-HCl No Vol NaOH (mL) Vol HCl (mL) Suhu NaOH (°C) Suhu HCl (°C) Suhu Campuran 1 2.5 12.5 2 5 10 3 7.5 7.5 4 10 5 5 12.5 2.5 Sistem NaOH-H2SO4 No Vol NaOH (mL) Vol H2SO4 (mL) Suhu NaOH (°C) Suhu HCl (°C) Suhu Campuran 1 2.5 12.5 2 5 10 3 7.5 7.5 4 10 5 5 12.5 2.5 E. Reaksi NaOH dan HCl __NaOH + __HCl → ___NaCl + __H2O NaOH dan H2SO4 __NaOH + ___H2SO4 → ___Na2SO4 + __H2O F. Perhitungan Sistem NaOH-HCl MolNaOH = VNaOH×MNaOH
MolHCl = VHCl×MHCl Reaksi NaOH HCl NaCl H20 Mula-mula Bereaksi Setimbang Peraksi pembatas = Pereaksi sisa = Sistem NaOH-H2SO4 MolNaOH = VNaOH×MNaOH MolHCl = VH2SO4×M H2SO4 Reaksi NaOH HCl NaCl H2SO4 Mula-mula Bereaksi Setimbang Peraksi pembatas = Pereaksi sisa = Sumber referensi belajar guru dan siswa Buku paket yang disediakan Sekolah dan video pembelajaran mengenai penamaan perhitungan kimia. Bagi peserta didik yang ingin meningkatkan kemampuannya dalam perhitungan kimia dapat mengunjungi: https://www.khanacademy.org/science/chemistry/chemical-reactions-stoichiome Bagi guru yang memiliki kemampuan bahasa Inggris, dapat melihat contoh lain aplikasi stoikiometri dalam kehidupan sehari-hari: https://studiousguy.com/stoichiometry-examples/
DAFTAR PUSTAKA hmad. 2021. Reaksi Kimia: Pengertian, Ciri-ciri, Faktor, dan Contohnya. diakses melalui Johari dan Rachmawati. 2017. ESPS Kimia SMA kelas X. Jakarta: Erlangga https://www.gramedia.com/literasi/reaksi-kimia/ pada 22 Juni 2021 Mahanal, Susriyati. 2006. Suatu Contoh Implementasi Portofolio sebagai Asesmen Autentik Pada Mata Pelajaran Sains di Sekolah Dasar. SEMINAR NASIONAL MIPA: Penelitian, Pendidikan, dan Penerapan MIPA serta Peranannya dalam Peningkatan Keprofesionalan Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Yogyakarta: UNY Ruffin, Lora dan Polk, Michael. 2009. S115: Stoichiometry – Limiting Reagents : Mg + HCl. diakses melalui https://www.colorado.edu/lab/lecture-demomanual/general-reactions/s115-stoichiometry-limiting-reagents-mg-hcl pada 25 Juni 2021 Sunyono. 2017. Model Pembelajaran Kimia Berbasis Lingkungan dan Keterampilan Generik; Solusi Alternatif dalam Memecahkan Masalah Pembelajaran Kimia. Yogyakarta: Innosain Tim Dosen Mata Kuliah Ilmu Terpadu. 2017. Modul Praktikum Kimia Dasar. Jakarta: Universitas Esa Unggul Tramidiya. 2014. Penerapan Media Story Picture untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa dalam Pembelajaran PKN. Bandung: Universitas Pendidikan Indonesia Vernandes, Andrian. 2021. 10 Contoh Soal (Pilihan Ganda) Persamaan Reaksi Kimia Sederhana dan Pembahasannya. diakses pada https://www.avkimia.com/ pada 25 Juni 2021 Warlina, Lina. 2016. Modul Kimia dasar I . Jakarta: Universitas Terbuka Watanabe-Crockett, Lee. 2018. 10 Self-Reflective Questions Teachers Can Debrief With Every Day. diakses melalui https://wabisabilearning.com/blogs/mindfulness-wellbeing/reflectivequestions-teachers pada 21 Juni 2021
GLOSARIUM Problem-based learning : dikenal dengan Pembelajaran berbasis masalah adalah suatu pembelajaran yang menyuguhkan berbagai situasi bermasalah yang autentik dan bermakna kepada siswa yang berfungsi sebagai landasan bagi investigasi dan penyelidikan siswa. Reaksi kimia : suatu proses di mana satu atau lebih zat, diubah menjadi satu atau zat yang berbeda dan menghasilkan produk yang baru. Reaktan : Pereaksi (kimia) seperti yang tertera dalam suatu persamaan reaksi Stoikiometri : hubungan kuantitatif antara jumlah mol dari berbagai produk dan reaktan dalam reaksi kimia. Zat : sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang dan berdasarkan wujudnya, zat dibagi atas 3 jenis, yaitu zat padat, cair, dan gas.