MODUL AJAR MATERI SESORAH BAHASA JAWA INFORMASI UMUM Nama Penyusun Wahyu Tia Rinnjani, S. Pd Nama Sekolah SMK 7 SEMARANG Tahun Penyusunan 2023 Fase / Kelas F/11 Alokasi Waktu 8 JP Kompetensi Awal/Prasyarat Peseta didik perlu memiliki pengetahuan tentang jenis teks non sastra. Profil Pelajar Pancasila • Beriman, Bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan Berakhlak Mulia • Berkebinekaan Global • Gotong Royong • Mandiri • Bernalar Kritis • Kreatif Sarana dan Prasarana • Alat • Sumber Ajar • Media Pembelajaran • Proyektor, gawai, laptop • Buku Lantip Basa lan Sastra Jawa • Salindia, video youtube, LKPD. Target Peserta Didik • Peserta didik reguler/tipikal • Peserta didik dengan kesulitan belajar • Peserta didik dengan pencapaian tinggi Pendekatan Student Centered Model Pembelajaran PjBL (Project Based Learning) Moda Pembelajaran Luring Metode Pembelajaran Diskusi, tanya jawab, demonstrasi. Elemen Menulis Capaian Pembelajaran Peserta didik mampu menulis pikiran dalam jenis teks non-sastra sesorah untuk berbagai tujuan secara logis, kritis dan kreatif. KOMPONEN INTI Tujuan Pembelajaran Setelah berdiskusi peserta didik mampu menulis teks sesorah dengan benar.
Pemahaman Bermakna Berikut adalah manfaat yang akan peserta didik terima setelah mempelajari materi berikut. • Menulis dapat mengekspresikan suasana hati peserta didik dalam bentuk hal yang positi menjadi sebuah karya yang mungkin bisa mendapatkan hasil komersil dari penulisan teks sesorah. • Membangun sisi kreatifitas berfikir untuk lebih bisa mengerti lebih kompleks kegiatan bermasyarakat. Pertanyaan Pemantik 1. Apa kang kok ngerteni ngeneni sesorah? 2. Apa wis tau manggihi sesorah? Ana ngendi? Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Pendahuluan [1] Peserta didik menjawab salam guru. [2] Peserta didik berdoa sebelum memulai kegiatan pembelajaran dengan dipimpin salah satu peserta didik untuk memimpin doa. [3] Peserta didik menjawab presensi guru dan kesiapan belajar. [4] Peserta didik mengingat kesepakatan kelas dan mengecek kebersihan kelas. [5] Peserta didik menyimak Capaian Pembelajaran dan tujuan pembelajaran yang akan dicapai yang disampaikan oleh guru melalui salindia. (TPACK) [6] Peserta didik menyimak motivasi dari guru. [7] Peserta didik menyimak dan merespon apersepsi dengan mengajukan pertanyaan yang berkaitan dengan materi yang akan dibahas. [8] Peserta didik menyimak garis besar cakupan materi dan kegiatan yang akan dilakukan. Kegiatan Inti Pertanyaan Mendasar [9] Peserta didik melakukan tes diagnostic kognitif menggunakan gform dengan link berikut: https://forms.gle/ZhvncmxA7CGYdYnq5 [10]Peserta didik mencermati beberapa gambar pemantik yang disiapkan oleh guru melalui salindia (TPACK) [11]Peserta didik memilih konten berupa video-video dengan jenis sesorah yang berbeda-beda sesuai dengan minat belajar siswa (sesorah resmi, sesorah setengah resmi dan sesorah non-resmi). [12] Peserta didik memilih konten sesuai dengan minat belajarnya. [13]Peserta didik berdiskusi dengan guru terkait beberapa pertanyaan mendasasar. - Apa para siswa tau manggihi sesorah utawa tau dadi pamaos sesorah? Kirakira ana ngendi, lan coba peragakake sithik nalika sesorah kalawau! (CONCRETE EXPERIENCE) - Apa bedane video 1, Video 2 lan video 3 sing wis kok simak kalawau? (CONCRETE EXPERIENCE) - Apa kang wis kok simak mau? (CONCRETE EXPERIENCE) - Kepriye penemumu ngenani sesorah kang wis kok simak? (CONCRETE EXPERIENCE)
[14] Peserta didik mengidentifikasi dan menuliskan perbedaan dan persamaan dari video yang ditayangkan oleh guru yakni video sesorah jenis resmi, setengah resmi dan non-resmi. (REFLECTIVE OBSERVATION) [15] Peserta didik membuat catatan atau refleksi dari perbedaan dan persamaan tersebut. (REFLECTIVE OBSERVATION) [16] Peserta didik membandingkan perbedaan antara kegunaan dan fungsi sesorah dan pariwara dalam kehidupan sehari-hari. (REFLECTIVE OBSERVATION) Mendesain Perencanaan Produk [17] Peserta didik mencermati paparan materi dari guru mengenai teks sesorah melalui salindia dan youtube. (TPACK) [18] Peserta didik melakukan ice breaking. (Joyfull Learning) [19] Peserta didik dibagi menjadi beberapa kelompok sesuai minat belajarnya untuk mengerjakan proyek menggali potensi topik yang diangkat sesuai dengan minat belajar siswa. (Diferensiasi Konten) [20] Peserta didik menentukan topik proyek sesorah yang akandikerjakan sesuai dengan petunjuk proyek yang sudah diarahkan oleh guru. Menyusun Jadwal pembuatan produk [21] Peserta didik menyusun jadwal pembuatan proyek, menentukan sumber referensi, narasumber yang dapat dijadikan sumber menggali potensi belajarnya melalui internet. (TPACK) (ABSTRACT CONSEPTUALIZATION) [22] Peserta didik menyepakati batas waktu pengerjaan proyek dan menentukan penanggung jawab proyek dalam kelompoknya. Memonitor keaktifan dan perkembangan produk [23] Peserta didik melakukan kegiatan wawancara dan studi literatur tentang topik yang akan diangkat setelah kegiatan pembelajaran di sekolah selesai. (Diferensiasi Proses) (ABSTRACT CONSEPTUALIZATION) [24] Peserta didik menganalisis hasil wawancara dan studi literatur yang sudah dilakukan pada pertemuan sebelumnya atau pada saat di luar jam pembelajaran. (HOTS) (ABSTRACT CONSEPTUALIZATION) [25] Peserta didik secara aktif menyampaikan ide gagasan dan masukan terhadap proyek yang akan dikembangkan. [26] Peserta didik mengkonsultasikan proyeknya dengan guru. [27] Peserta didik melakukan pembuatan produk dengan cara membuat projek sesorah. (HOTS) (ACTIVE EXPERIMENTATION) [28] Peserta didik melakukan kegiatan editing naskah sesorah pada proyek sesorah yang dibuat. Menguji Hasil [29] Peserta didik mengunggah hasil tulisannya pada akun media sosial pribadi. (TPACK) (ACTIVE EXPERIMENTATION) [30] Peserta didik menyajikan hasil dan mempresentasikannya di depan kelas (ACTIVE EXPERIMENTATION). [31] Peserta didik lain memberikan komentar dan mengevaluasi hasil proyekyang dibuat menggunakan format penilaian yang tersedia. (HOTS) (ACTIVE EXPERIMENTATION)
[32] Peserta didik mengumpulkan hasil pekerjaannya kepada ketua kemudianmengunggahnya dalam kanal youtube atau instagram. (TPACK) (ACTIVE EXPERIMENTATION) Evaluasi Pengalaman Belajar (proses revisi) [33] Peserta didik bersama dengan guru melakukan kegiatan evaluasi terhadapkegiatan penyusunan proyek yang sudah dilakukan. (HOTS) [34] Peserta didik bersama dengan guru melakukan kegiatan diskusi dan tanya jawab terhadap pengalaman belajar yang sudah dilakukan melalui kegiatanpenyusunan proyek sesorah. Kegiatan Penutup [35] Peserta didik membuat rangkuman/simpulan terkait dengan materi yang dipelajari pada hari ini dengan penuh antusias, cermat dan tepat [36] Peserta didik menerima penilaian/refleksi hasil kegiatan yang sudah dilaksanakan [37] Peserta didik menyimak rencana pembelajaran pada pertemuan berikutnya Peserta didik mengakhiri pembelajaran dengan “Doa”dan salam penutup.
Refleksi Siswa No Pratelan Iya Ora Kang bakal dilakokake 1. Aku bisa mangerteni apa iku sesorah 2. Aku bisa nulis naskah sesorah kanthi bener Refleksi Guru - Apakah semua peserta didik terlibat aktif dalam mengikuti pembelajaran? - Apa yang bisa dilakukan untuk membuat peserta didik aktif bertanya dan berpendapat? - Apakah ada kendala ketika proses pembelajaran dilakukan? Assesment Jenis Bentuk Diagnostik (Asesmen sebelum pembelajaran) Pilihan ganda Formatif (Asesmen selama pembelajaran: penilaian proses, observasi sikap, keterampilan, dan pengetahuan) LKPD, Laporan Diskusi Sumatif (Asesmen pada akhir prosespembelajaran) Proyek Sesorah Remedial Peserta didik melakukan kegiatan pembelajaran berkelompok dan terbimbing oleh guru mengenai materi yang belum dikuasai pada bab ini. Peserta didik memindai QR Code yang ada di buku paket. Pengayaan Peserta didik menulis teks pariwara mengenai jurusan yang sesuai dengan peserta didik di sekolahnya. Daftar Pustaka Nugroho Rianto Pujo, dkk. 2023. “Buku Lantip Basa lan Sastra Jawa 1 kanggo SMK/MAK Kelas 10 K-Merdeka”. Erlangga.
MODUL IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN SOSIAL EMOSIONAL (PSE) Aspek yang dikembangkan Tujuan Skenario Penerapan Deskripsi Kegiatan (Apa yang dilakukan dan dikatakan guru) Deskripsi Tambahan (Siapa yang terlibat, dimana, waktu durasi dan kebutuhan perlengkapan) Self awareness (Kesadaran Diri) Mengidentifikasi emosi diri Guru mengajak murid untuk melakukan kegiatan “Mengidentifikasi Emosi Diri” agar dapat menyatakan perasaan mereka hari ini dan memastikan mereka siap belajar. Murid diminta untuk menuliskan kondisi dirinya, baik secara fisik maupun emosi. Apa yang fisiknya rasakan? Apa yang sedang dipikirkan? Apa yang sedang dirasakan dalam hatinya? Murid dapat menyampaikannya melalui kertas kemudian ditempel di papan tulis Yang terlibat: Guru, murid Tempat: Ruang Kelas Waktu: Diawal pembelajaran Durasi: 5-10 menit Perlengkapan: kertas Kesadaran sosial Peduli dengan lingkungan sekitar Guru mengajak murid untuk melakukan kegiatan bersih kelas sebelum pembelajaran akan dimulai agar ruang kelas yang digunakan siswa dalam proses belajar dapat menjadi ruang yang nyaman bagi mereka, sekaligus mengajak siswa untuk peduli akan lingkungan sekitar siswa. selain itu, guru mengajak siswa untuk memakai atribut sesuai dengan tata tertib yang berada di lingkungan sekolah agar selama pembelajaran berlangsung dapat berlangsung dengan nyaman dan kondusif. Yang terlibat: Guru, murid Tempat: Ruang Kelas Waktu: Diawal pembelajaran Durasi: 3-5 menit Perlengkapan: Alat kebersihan Self Management (Management diri) Mengelola emosi diri Guru mengajak siswa melakukan icebreaking ketika pembelajaran terasa sudah membosankan bagi siswa, hal ini ditujukan agar siswa dapat mengelola emosi diri serta untuk melatih fokus siswa ketika proses pembelajaran berlangsung. Yang terlibat: Guru, murid Tempat: Ruang Kelas Waktu: di pertengahan pembelajaran Durasi: 5 menit
Pengambilan Keputusan Memiliki rasa tanggungjawab atas Keputusan yang telah dipilih Guru mengajak siswa untuk membuat kesepakatan kelas yang dilakukan oleh siswa, bagaimana mengenai pendapat siswa dalam pengambilan Keputusan kesepakatan kelas tersebut. Yang terlibat: Guru, murid Tempat: Ruang Kelas Waktu: Awal pembelajaran Durasi: 10-15 menit Ketrampilan Sosial (Communication Relationship) Membangun komunikasi aktif antarpeserta didik Guru mengajak siswa untuk membuat kelompok-kelompok besar untuk melakukan kegiatan diskusi dalam proses pembelajaran. Kegiatan diskusi ini dilakukan guna membantu siswa dalam melatih keterampilan sosial siswa dengan cara berkomunikasi dan berkolaborasi dengan siswa lainnya. Selain itu, guru mengajak siswa untuk melakukan kegiatan penilaian teman sebaya dengan meresponse teman yang melakukan presentasi. Yang terlibat: Guru, murid Tempat: Ruang Kelas Waktu: Saat pembelajaran berlangsung Durasi: 30 menit Semarang, 31 Januari 2024 Penyusun
LAMPIRAN ASSESMENT ASSESMENT DIAGNOSTIK NONKOGNITIF Assesment Diagnostik non-kognitif dilakukan pada awal pembelajaran, dengan guru mengidentifikasi emosi peserta didik menggunakan media berupa “papan pangraosan” hal ini dilakukan sebagai kesiapan awal sebelum peserta didik melakukan pembelajaran. ASSESMENT DIAGNOSTIK KOGNITIF Assesment Diagnostik kognitif dilakukan pada awal bab materi, dengan menggunakan tes diagnostik kognitif awal sebagai medianya. Terdapat 5 butir soal berbentuk essay singkat. Soal dapat di unduh melalui link berikut: https://forms.gle/ZhvncmxA7CGYdYnq5 ASSESMENT FORMATIF Assesment Formatif Dilakukan penilaian sikap (profil pelajar pancasila) berupa observasi saat melakukan pengamatan, saat berdiskusi (menghargai pendapat orang lain, mandiri). Serta dilakukan Penilaian performa saat presentasi (kreatif dan bernalar kritis) dan penilaian individu melalui LKPD. Soal dapat diunduh melalui link berikut: https://anyflip.com/qbdue/klpt/ ASSESMENT SUMATIF Assesment Sumatif Dilakukan penilaian melalui Lembar Kerja dengan lembar penilaian teman sejawat. Soal dapat di unduh melalui link berikut: https://anyflip.com/qbdue/klpt/
LAMPIRAN BAHAN AJAR SESORAH Bebuka Materi Sesorah yaiku micara ing sangarepe wong akeh kanggo ngandharake gagasan utawa panemu kanthi ancas tartemtu. Sesorah uga diarani pidhato, tanggap wacana, lan sabdatama. Bisa micara ing sangerepe wong akeh iku penting amarga ing kagiyatan tartamtu, wong kudu bisa ngandharake panemune. Mulane iku, kaprigelan micara dadi salah sawijine cara kanggo nggayuh kautaman utawa kasuksesan ing panguripan. Nanging, micara ing sangarepe wong akeh iku ora bisa ujug-ujug, kudu akeh gladhen. Sangsaya akeh pengalamane, saya lancar anggone sesorah. Sesorah duwe ancas sing werna-werna kang ditujokake marang wong liya. Ancase mau bisa dingerteni adhedhasar isine sesorah. Saliyane adhedhasar isine, sesorah uga bisa diperang adhedhasar jinise. A. Jinising Sesorah Kaya sing wis diandharake ana ing ndhuwur, sesorah ana maneka jinis. Ing piwulangan iki, jinis kang arep diandharake kayata ing ngisor iki. 1. Sesorah Resmi Sesorah resmi ditindakake ing acara-acara resmi/formal sing adate dirawuhi para pejabat misuwur utawa wong-wang penting. Sesorah iki mbutuhake persiapan sing mateng, wiwit saka nyepakake naskah nganti ageman utawa busanane. Tuladhane kaya sesorah ing lembaga kanagaran, jumenengan jabatan, lan liya-liyane. 2. Sesorah Setengah Resmi Sesorah satengah resmi ditindakake nganggo ragam basa campuran. Tegese sesorah bisa nganggo basa Jawa ngoko, krama, utawa bebarengan (ngoko lan krama). Mula saka kuwi, jinis sesorah iki rada luwes jalaran ora kaiket dening paugeran paramasastra sing baku. Tuladhane sesorah setengah resmi, yaiku sesorah ing acara kagiyatan masarakat, kayata karang taruna. 3. Sesorah Ora Resmi Kaya dene jenenge, sesorah jinis ora resmi adate dilakokake ing acara-acara ora resmi, kayata acara kulawarga. Basa sing dienggo uga adate nganggo basa padinan saengga apa sing diaturake luwih gampang dingerteni dening pamireng, malah sok uga diselingi guyonan. Sesorah ora resmi dipilih supaya pamicara bisa luwih cedhak marang pamireng. Kajaba kuwi, sesorah iki duwe kahanan sing luwih luwes tinimbang sesorah liyane amarga ora kudu nganggo busana tartamtu, sing penting rapi lan sopan. B. Ancase Sesorah Kaya sing wis diandharake, sesorah yaiku kagiyatan wicara ing sangarepe wong akeh sing duwe ancas tartemtu. Ancase sesorah lumrahe kanggo aweh kawruh marang wong liya lumantar tetembungan sing wis dirakit. Kawruh mau awujud gogoson utawa panemune pamicara ngenani bab sing bakal ditampa dening wong sing ngrungokake minangka informasi, guyonan, utawa pangajak. Adhedhasar bab mau, bisa dingerteni yen sesorah duwe pirang- pirang ancas. Ing bab iki, ancase sesorah kaperang dadi telu. - Aweh Kawruh (Informatif) Sesorah sing duwe ancas menehi kawruh tartamtu adate ngandharake informasi sing wigati utawa kawruh sing anyar supaya pamireng bisa ngerti lan nampa informasi mau kanthi bener lan jangkep. - Panglipur (Rekreatif) Wong-wong sing sesorah kanthi ancas panglipur, kudu bisa nindakake sesorah kanthi swasana sing nyenengake, utawa bisa uga sesorah sing pancen dianakake kanggo guyonan (hiburan).
- Pangajak (Persuasif) Sesorah kang asipat persuasif iku kanggo ngrimuk/ngglembug supaya wong sing ngrungokake gelem nglakoni apa sing diandharake dening pamicara. Tuladhane sesorah kang ancase ngejak reresik lingkungan. C. Struktur Sesorah Struktur sesorah yaiku urut-urutane sesorah sing kudu ana sajroning naskah lan kudu dilakokake dening pamicara, Anane struktur, pamicara bisa ngaturake panemune kanthi runtut saengga pamireng bisa luwih gampang anggone ngerti sing dikarepake, Kajaba kuwi, struktur sesorah uga gegayutan karo trapsilaning wicara ing sangarepe wong akeh, wiwit pambuka nganti panutup. Ora mung wigati kanggo pamicara, struktur sesorah uga wigati kanggo wong sing ngrungokake. Struktur mau bisa dianggo nitiki perangan endi sing ngemot isine sesorah. Mula saka kuwi, kanggo ngerteni isine sesorah, wong sing ngrungokake uga kudu nggatekake struktur utawa urut-urutane. Struktur sesorah bisa diperang dadi Lima. 1. Salam Pambuka Salam pambuka yaiku perangan kapisan jroning sesorah sing prelu ditindakake dening pamicara kanggo atur pakurmatan marang pamireng. Salam pambuka iku maneka warna, gumantung kahanane. Tuladhane kayata assolamu'alaikum, nuwun, sugeng enjing, lan liya-liyane. 2. Pambuka/Purwaka Basa Perangan pambuka bisa kaperang dadi telu, yaiku: - Sapa aruh/atur pakurmatan Sapa aruh diaturake marang wong-wong sing teka utawa rawuh ing acara kanthi cara ngaturake pakurmatan. Sapa aruh bisa diurutake saka wong sing dianggep paling penting. Dene tetembungan sing sok dianggo yaiku: Ingkang kinurmatan .... Ingkang kula kurmati.... Ingkang kula bekteni... Ingkang kula tresnani.... lan sapanunggalane. - Puji sukur Sawise sapa aruh, diterusake kanthi muji sukur dhumateng Gusti - Atur panuwun Atur panuwun diaturake marang wong-wong sing wis rawuh ing acara. Nanging, ora kabeh sesorah ana atur panuwun, gumantung apa ancase lan sapa sing sesorah. 3. Isi/Surasa Basa Perangan iki kalebu bab sing paling wigati saka sesorah amarga ngemot wose sesorah. Tegese, isine sesorah gumantung bab sing arep diandharake sajroning sesorah. 4. Panutup/Wasana Basa Panutup bisa kaperang dadi loro, yaiku pangajeng-ajeng lan atur pangapura. Tuladhane kaya ing ngisor iki, “Pungkasaning atur, sepisan malih kula ndedonga mugi Bapak lon Ibu Guru, saha adhik-adhik lan kanca sedaya tansah pinaringan rahmat saking Gusti Kang Maha Agung. Wasana cekap semanten atur kawula, menawi kathah kolepatan, atur, lan solah bawa, kula nyuwun pangapunten.” 5. Salam Panutup Pungkasane sesorah ditutup kanthi salam panutup, kayata wassalamu'alaikum, matur nuwun, lan liya-liyane. Metodhe Sesorah
Metodhe sesorah yaiku cara sing dianggo utawa dipilih pamicara anggone sesorah Pamicara bisa nindakake sesorah kanthi ngangge panuduh utawa metodhe sing beda-beda miturut pengalaman tan kaprigelane dhewe dhewe Metodhe-metodhe sesorah kurang luwih bisa diandharake kaya ing ngisor iki 1. Naskah Metodhe naskah yaiku sesorah kanthi maca naskah sing wis dicepakake sadurunge Naskah dicepakake wiwit pambuka nganti panutup. Metodhe iki apike kanggo wong- wong sing durung kulina micara ing sangarepe wong akeh. Bisa uga kanggo sesorah sing kahanane resmi amarga naskahe bakal didadekake arsip. Materi sing dicepakake lan disusun kanthi runtut saengga panemu utawa gagasan sing diaturake ora bakal ana sing keri utawa kliwat. 2. Apalan (Memoriter) Metodhe apalan yaiku sesorah kang ditindakake kanthi ngapalake naskah sing wis dicepakake luwih dhisik. Kanggo ngetrapake metodhe iki dibutuhake apalan sing kuwat. Metodhe iki adate dianggo dening para siswa amerga isih sinau carane sesorah utawa kanggo lomba. 3. Cathetan Cilik (Ekstemporan) Metodhe ekstemporan yaiku sesorah kanthi nggawa cathetan cilik sing isine bab-bab wigati kang bakal diandharake nalika sesorah. Tegese, naskah sing digawe ora jangkep jalaran mung kanggo cekelan. Metodhe iki adate dianggo dening wong-wong sing wis pengalaman utawa kulina. 4. Dadakan (Impromptu) Metodhe impromptu yaiku sesorah kanthi dadakan tanpa nyepakake naskah luwih dhisik. Metodhe dadakan adate dipilih dening wong-wong sing wis prigel anggone sesorah. Sesorah kanthi dadakan ditindakake jalaran dumadakan anggone dijaluki sesorah saengga ora nyandhak nyepakake naskah utawa materine. Nanging, adate informasi sing diaturake jroning sesorah wis kaambah dening pamicara. Kajaba kuwi, wong-wong sing sesorah duwe pengalaman lan wis kulina.