1 BAHAN AJAR Sekolah : SMA Global Madani Bandar Lampung Mata Pelajaran : Sejarah Indonesia Kelas / Semester : XII/2 Materi Pokok : Peran Pelajar, Mahasiswa, dan Pemuda dalam Perubahan Politik dan Ketatanegaraan Indonesia dan Mendorong lahirnya Reformasi A. Kompetensi Dasar 3.7 Mengevaluasi peran pelajar, mahasiswa, dan pemuda dalam perubahan politik dan ketatanegaraan Indonesia 4.7 Menulis sejarah tentang peran pelajar, mahasiswa, dan pemuda dalam perubahan politik dan ketatanegaraan Indonesia B. Tujuan Pembelajaran 1. Setelah literasi dan menyimak penjelasan dari guru peserta didik mampu menentukan dan menyimpulkan perubahan-perubahan politik dan ketatanegaraan di Indonesia dengan benar. 2. Setelah melakukan diskusi kelompok pemecahan masalah peserta didik mampu menganalisa peran pelajar, mahasiswa dan pemuda dalam perubahan politik dan ketatanegaraan Indonesia dengan benar 3. Setelah melakukan diskusi kelompok dan presentasi peserta didik mampu menilai keberhasilan peran pelajar, mahasiswa dan pemuda dalam perubahan politik dan ketatanegaraan Indonesia dengan benar 4. Setelah melakukan kegiatan pembelajaran secara keseluruhan, peserta didik mampu menyajikan informasi dalam bentuk laporan tertulis di LKPD mengenai peran peran pelajar, mahasiswa, dan pemuda dalam perubahan politik dan ketatanegaraan Indonesia dengan benar. C. Pendahuluan Bahan ajar ini berisikan materi tentang Peran Pelajar, Mahasiswa, dam Pemuda dalam Perubahan Politik dan Ketatanegaraan Indonesia dan Mendorong lahirnya Reformasi yang terdiri sub materi antara lain Krisis multidimensional pada masa orde baru dan peran pelajar, mahasiswa dan pemuda perubahan politik dan ketatanegaraan Indonesia. Melalui bahan ajar ini diharapkan peserta didik dapat mengevaluasi secara garis besar Peran pemuda dalam perubahan politik pemerintahan. D. Petunjuk Penggunaan Modul Agar dapat mempelajari modul ini dengan efektif kalian harus memahami terlebih dahulu tujuan yang akan dicapai sehingga dalam memahami setiap materi kalian mampu berpikir sisitematissesuai dengan arah tujuan yang ditetapkan. Panduan Belajar 1. Pahami setiap materi, teori dasar yang akan menunjang penguasaan suatu pekerjaan dengan membaca secara teliti. 2. Apabila terdapat tugas baik tugas individu maupun kelompok, maka kerjakan tugas-tugas tersebut sebagai sarana latihan. 3. Catatlah kesulitan yang kalian dapatkan dalam modul ini untuk ditanyakan pada guru pada saat kegiatan tatap muka. Bacalah referensi yang lain yang berhubungan dengan materi modul agar kalian mendapatkan pengetahuan tambahan.
2 E. Uraian Materi Sudah dua dasawarsa era reformasi berjalan. Sejak Presiden Soeharto dan rezim Orde Baru dijatuhkan pada 1998, banyak perubahan terjadi di Indonesia, terutama dalam ranah politik. Salah satu perubahan besar yang terjadi pasca-reformasi adalah pembatasan kekuasaan presiden. Pada era Orde Baru, Soeharto dapat dipilih berkali-kali sebagai presiden tanpa ada periode pembatasan. Sistem demokrasi pun mulai diterapkan dengan baik di era reformasi. Hal yang paling menonjol adalah sistem pemilihan umum yang memungkinkan presiden dipilih langsung, tidak lagi dipilih melalui oleh Majelis Permusyawaratan Rakyat melalui Sidang Umum MPR. Di atas adalah contoh perubahan-perubahan politil pemerintahan yang terjadi dalam rentang waktu 25 tahun terakhir. Indonesia melewati berbagai macam perubahan politk dan pemeritahan sejak proklamasi kemerdekaan. Sistem politik dan pemerintahan yang kita jalankan hari ini merupakan hasil dari proses panjang yang Indonesia lewati termasuk peristiwa lepasnya Timor-Timur dari bagian dari NKRI. Perubahan politik ketatanegaraan tidak lepas dari keterlibatan para pelajar, mahasiswa dan pemuda. Pemuda dan mahasiswa adalah kumpulan orang-orang yang memiliki semangat jiwa muda, kreatif, berpikir kritis dan punya ide yang visioner. 1. Berakhirnya Orde Baru dan Terjadinya Krisis Multidimensional Gambar 1 Presiden Soeharto Silahkan kalian buka link berikut untuk mengetahui detik detik presiden Soeharto menyerahkan mandatnya https://www.youtube.com/watch?v=JXIZx2hNsX8 Gambar 2 Presiden Soeharto menyerahkan mandat presiden beliau adalah Presiden Soeharto, beliau menjabat Presiden di Indonesia selama 32 Tahun , masa pemerintahan beliau disebut dengan masa Orde Baru, sejak 1966-1998. Krisis politik yang terjadi pada tahun 1998 merupakan puncak dari berbagai kebijakan politik pemerintahan Orde Baru. Mari kita cari tahu penyebab berakhirnya Orde baru dan mulainya masa Reformasi di Indonesia…….. Lets Go !!!
3 Pada tahun 1997, krisis ekonomi yang melanda Thailand, mulai berdampak pada perekonomian Indonesia. Nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mulai merosot hingga Rp 15.000/dollar. Harga-harga kemudian melambung tinggi, jumlah utang luar negeri mencapai 163 miliar dollar AS lebih, pengangguran dan kemiskinan penduduk meningkat tajam, banyaknya bank bermasalah, pertumbuhan ekonomi minus 20% – 30%, dan KKN dikalangan para pejabat Pemerintah menyebabkan krisis kepercayaan dari masyarakat. Kondisi krisis ekonomi dan krisis kepercayaan rakyat terhadap pemerintah ini kemudian mendorong ribuan mahasiswa turun ke jalan untuk berdemonstrasi. Tuntutan para mahasiswa adalah sebagai berikut: 1. Pemerintah segera mengatasi krisis ekonomi. 2. Menuntut dilaksanakannya reformasi di segala bidang. 3. Menuntut dilaksanakannya sidang istimewa MPR. 4. Meminta pertanggungjawaban presiden. Mahasiswa bersama-sama rakyat yang berdemonstrasi di jalan-jalan semakin gencar menuntut Presiden Soeharto untuk mundur dari jabatannya. Gambar tesebut merupakan peristiwa menjelang berakhirnya Orde Baru dan lahirnya reformasi. Ribuan mahasiswa dari berbagai kampus di Indonesia berkumpul menduduki gedung DPR menuntut Presiden Soeharto mengundurkan diri dari presiden. Nah, pada bagian ini kalian akan mempelajari lebih dalam tentang jatuhnya masa pemerintahan orde baru dan lahirnya Reformasi. Gambar 3 demonstrasi mahasiswa menuntut reformasi A. Terjadinya Krisis Multidimensional 1. Krisis Politik Pada masa Orde Baru, kehidupan politik sangat represif, yaitu adanya tekanan yang kuat dari pemerintah terhadap pihak oposisi atau orang-orang yang berpikir kritis. Ciri-ciri kehidupan politik yang represif, diantaranya: a. Setiap orang atau kelompok yang mengkritik kebijakan pemerintah dituduh sebagai tindakan subversif (menentang Negara Kesatuan Republik Indonesia). b. Terjadinya korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) yang merajalela dan masyarakat tidak memiliki kebebasan untuk mengontrolnya. c. Pelaksanaan Dwi Fungsi ABRI yang memasung kebebasan setiap warga negara (sipil) untuk ikut berpartisipasi dalam pemerintahan. d. Terciptanya masa kekuasaan presiden yang tak terbatas. Meskipun Suharto dipilih menjadi presiden melalui Sidang Umum MPR, tetapi pemilihan itu merupakan hasil rekayasa dan tidak demokratis. 2. Krisis Ekonomi Krisis moneter yang melanda negara-negara Asia Tenggara sejak Juli 1996 mempengaruhi perkembangan perekonomian Indonesia. Ternyata, ekonomi Indonesia tidak mampu menghadapi krisis global yang melanda dunia. Krisis ekonomi yang melanda Indonesia tidak dapat dipisahkan dari berbagai kondisi, seperti hutang luar negeri Indonesia yang sangat besar menjadi penyebab terjadinya krisis ekonomi. Perusahaan milik negara dan swasta banyak yang tidak dapat membayar utang luar negeri yang telah jatuh tempo, angka pemutusan hubungan kerja (PHK) meningkat karena banyak perusahaan yang melakukan efisiensi atau menghentikan kegiatannya sama sekali, Akibatnya harga-harga barang naik tidak terkendali dan hal itu berarti biaya hidup juga makin tinggi.
4 3. Krisis Hukum Gambar 4 Pada 7 September 2004, aktivis hak asasi manusia (HAM), Munir Said Thalib, meninggal dunia karena diracun ketika sedang dalam penerbangan menuju Belanda. Krisis hukum pada masa Orde Baru juga tercermin dari berbagai praktik pelanggaran HAM. Pelanggaran HAM tersebut seperti pemberlakuan Daerah Operasi Militer (DOM) di Aceh, penumpasan Organisasi Papua Merdeka (OPM) di Papua, terjadinya kasus Marsinah, dan penculikan aktivis mahasiswa reformasi. Kasus pelanggaran HAM antara lain berupa pembunuhan, penculikan, penyiksaan, dan penghilangan secara paksa. Pelanggaran tersebut merupakan dampak pendekatan. Untuk lengkapnya silahkan klik link berikut : https://nasional.tempo.co/read/1631349/18-tahun-kematian-munir-begini-kronologipembunuhan-aktivis-ham-itu-dengan-racun-arsenik 4. Krisis Sosial Krisis politik, hukum dan ekonomi merupakan penyebab terjadinya krisis sosial. Pelaksanaan politik yang represif dan tidak demokratis menyebabkan terjadinya konflik politik maupun konflik antar etnis dan agama. Semua itu berakhir pada meletusnya berbagai kerusuhan di beberapa daerah, khususnya kerusuhan-kerusuhan anti-Cina di sejumlah kota di Indonesia. Kelompok Cina/Tionghoa merupakan sasaran kemarahan masyarakat. Hal itu karena kelompok Cina/Tionghoa mendominasi perekonomian di Indonesia. Badai krisis ekonomi makin menjalar dalam bentuk gejolak-gejolak non-ekonomi.. Ketimpangan perekonomian Indonesia memberikan sumbangan terbesar terhadap krisis sosial. Pengangguran, persediaan sembako yang terbatas, tingginya harga-harga sembako, rendahnya daya beli masyarakat merupakan faktor-faktor yang rentan terhadap krisis sosial Gambar 5 Kerusuhan dan penjarahan terjadi pada Mei 198 silam akibat krisis ekonomi dan politik yang melanda Indonesia. 5. Krisis Kepercayaan Krisis multidimensional yang melanda bangsa Indonesia telah mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap kepemimpinan Presiden Suharto. Ketidakmampuan pemerintah dalam membangun kehidupan politik yang demokratis, menegakkan pelaksanaan hukum dan sistem peradilan, dan pelaksanaan pembangunan ekonomi yang berpihak kepada rakyat banyak telah Semasa hidupnya Munir sangat gigih memperjuangkan keadilan dan kebenaran, ketika masa orde baru. Keberpihakan Munir selalu kepada kaum buruh, aktivis mahasiswa, pemuda, serta kelompok masyarakat lain yang mengalami penindasan.
5 melahirkan krisis kepercayaan. Krisis ini akhirnya berujung pada diturunkannya Soeharto dari kursi kepresidenan yang juga merupakan tanda berakhirnya Orde Baru. B. Peran Pelajar, Mahasiswa, dam Pemuda dalam Perubahan Politik dan Ketatanegaraan Indonesia dan Mendorong lahirnya Reformasi Pada bulan Mei 1998, mahasiswa dari berbagai daerah mulai bergerak untuk menggelar unjuk rasa dan aksi keprihatinan yang menuntut turunnya harga Sembilan bahan pokok (sembako), dihapuskannya praktik korupsi, kolusi dan nepotisme (KKN), dan lengsernya Suharto dari kursi kepresidenan. Menurut Muhammad Najib, isu-isu yang digulirkan dalam demonstrasi mahasiswa 1998 berisi agenda reformasi, seperti suksesi kepemimpinan nasional, penghaspusan Dwi Fungsi ABRI, dan pemberantasan KKN. Peristiwa Trisakti 1998 Gambar 6 Sambil membawa poster bergambar empat wajah rekan mereka yang tewas dalam tragedi Trisakti, ratusan mahasiswa Trisakti Jakarta berunjuk rasa di Gedung Kejaksaan Agung, Senin 12 Mei 2008. Mereka menuntut pemerintah agar menuntaskan kasus tragedi Trisakti serta Semanggi I dan II ❖ 12 Mei 1998 merupakan aksi demonstrasi besar-besaran yang dilakukan berbagai elemen mahasiswa, termasuk Mahasiswa Universitas Trisakti. Kala itu, sekitar pukul 12.30 aksi damai dilakukan dari kampus Trisakti menuju Gedung Nusantara, tetapi massa aksi diblokade pasukan Polri dan militer. Negoisasi dengan aparat keamanan sempat dilakukan, namun pada 17.15 mahasiswa memutuskan bergerak mundur, diikuti bergerak majunya aparat keamanan yang menghujani mahasiswa dengan tembakan. Gambar 7 4 mahasiswa yang menjadi korban tragedi Trisakti 12 Mei 1998
6 ❖ Tragedi Trisakti menewaskan empat orang mahasiswa yang hingga kini namanya selalu dikenang, yakni Elang Mulia Lesmana (1978-1998), Heri Hartono (1977-1998), Hafidin Royan (1976-1998), dan Hendriawan Sie (1975-1998) ❖ Peristiwa tersebut tidak membuat semangat mahasiswa surut, dan justru menyulut adanya demonstrasi yang lebih besar pada 13-14 Mei 1998. Di Jawa Tengah, mahasiswa menduduki kantor DPRD Jawa Tengah dan memaksa para wakil rakyat untuk turut dalam aksi keprihatinan. Selain di Jawa Tengah, kerusuhan juga terjadi di wilayah Indonesia lainnya, termasuk Jakarta. Aksi tersebut diperparah dengan penjarahan di berbagai belahan Jakarta. Puncaknya, pada 18 Mei 1998, mahasiswa berhasil menduduki atap gedung DPR/MPR RI di Senayan. Di hari yang sama, ketua MPR/DPR RI, Harmoko, menyarankan presiden untuk mengundurkan diri. Mahasiswa pun menuntut dilakukannya Sidang Istimewa. Meski begitu, Presiden Soeharto masih belum mau mundur dari jabatannya. Berbagai usaha tersebut akhirnya membuahkan hasil. Pada 19 Mei 1998, beberapa menteri kabinet Soeharto memutuskan untuk mundur dari jabatannya. Kondisi yang semakin tidak terkendali akhirnya memaksa Soeharto untuk meletakkan jabatannya di depan Mahkamah Agung pada tanggal 21 Mei 1998 pukul 10.00 pagi. Pada saat yang sama, Soeharto kemudian menunjuk wakilnya B.J. Habibie untuk menggantikan posisinya. Gejayan pada Jumat Kelabu ❖ Puncak unjuk rasa di Yogyakarta terjadi pada 8 Mei 1998. Pagi harinya jam 09.00 WIB, sejumlah kampus sudah memulai aksi damai, antara lain di Institut Sains dan Teknologi Akprind, STTNAS Yogyakarta, serta UKDW. Siang harinya, pukul 13.00 WIB atau selepas salat Jumat, ribuan mahasiswa menggelar aksi di Bundaran Kampus UGM dan berlangsung tertib. Mereka menyatakan keprihatinan atas kondisi perekonomian negara, penolakan Soeharto sebagai presiden kembali, memprotes kenaikan harga-harga, serta mendesak segera dilakukan reformasi. Bentrok pecah sekitar pukul 17.00 WIB. Dirangkum dari berbagai sumber, pasukan keamanan menggerakkan panser penyemprot air dan tembakan gas air mata untuk membubarkan aksi massa di pertigaan antara Jalan Gejayan dan Jalan Kolombo. ❖ Moses Gatotkaca ditemukan bersimbah darah di ruas jalan sebelah selatan kampusnya dan tewas dalam perjalanan menuju rumah sakit. Diduga, mahasiswa Universitas Sanata Dharma ini kehilangan nyawa akibat pukulan benda tumpul di kepalanya. Dari telinga dan hidungnya, darah segar terus mengalir. Gambar 8 peristiwa Gejayan Jogjakarta
7 Peristiwa Semanggi I dan II (November 1998) Meski kepemimpinan Orde Baru saat itu sudah berganti, bukan berarti permasalahan selesai. Pada November 1998 pemerintahan transisi Indonesia mengadakan Sidang Istimewa untuk membahas agenda pemerintahan serta Pemilu. Mahasiswa bergolak kembali karena tidak mengakui pemerintahan B. J. Habibie dan tidak percaya dengan anggota DPR/MPR ketika itu. Mereka juga mendesak untuk menyingkirkan militer dari politik serta menuntut pembersihan pemerintahan dari orang-orang Orde Baru. Sama seperti Tragedi Trisakti, tragedi ini mampu menurunkan tahta kepresidenan Baharuddin Jusuf Habibie yang cuma bertahan 1 tahun. Ketika itu, pada awal September 1999, sasaran unjuk rasa yang mereka tuju adalah rumah dinas BJ Habibie, yang dituding mendapatkan harta kekayaannnya dari korupsi. Namun, pada 24 September 1999, Baharuddin Jusuf Habibie akhirnya dilengserkan dari jabatannya. Akhirnya, pada bulan Oktober 1999, MPR menunjuk Abdurrahman Wahid dan Megawati Soekarnoputri untuk menjadi Presiden RI 1999-2004. Identifikasi Masalah dan Solusi Setelah selesai membaca modul ajar maka lakukan : 1. Analisa Peran Pelajar, Mahasiswa, dam Pemuda dalam Perubahan Politik dan Ketatanegaraan Indonesia dan Mendorong lahirnya Reformasi! 2. Uraikanlah perubahan politik dan ketatanegaraan sejak Masa Orde Baru sd awal Reformasi! 3. Bagaimana penilaianmu terhadap keberhasilan peran pelajar, mahasiswa dan pemuda dalam perubahan politik dan ketatanegaraan Indonesia terutama mendorong lahirnya Reformasi! Sampaikan di depan kelas 4. Tuliskan hasil pemahamanmu di dalam LKPD kelompok! Sejarah Indonesia membuktikan bahwa perjuangan pemuda tak bisa dibendung. Pemuda merupakan sosok yang berani dan cerdas, termasuk peran pemuda di masa perubahan Orde Baru ke Reformasi.
8 ❖ Pada tahun 1997 Indonesia mengalami krisis moneter yaitu penurunan nilai mata uang rupiah terhadap dolar, harga barang barang meningkat tajam dan tidak terjangkau oleh masyarakat sehingga terjadilah krisis ekonomi, krisis ini membuka tabir tentang praktek KKN (Korupsi, Kolusi dan Nepotisme) dalam pemerintahan akibatnya terjadilah krisis politik yang menyebabkan goyahnya pemerintahan Soeharto yang memang sudah mulai melemah legitimasinya. ❖ Dampak dari krisis politik ini adalah munculnya krisis hukum dan krisis sosial, puncaknya adalah terjadinya krisis kepercayaan terhadap pemerintah , demo besar besaran tidak terjadi di berbagai wilayah di Indonesia, demo ini dipelopori oleh kalangan Mahasiswa, puncaknya adalah terjadinya peristiwa Trisakti dalam peritiwa ini terjadi korban jiwa dari kalangan Mahasiswa, hal ini tentu saja menimbulkan kemarahan Mahasiswa yang tidak hanya di Jakarta tetapi juga diberbagai daerah di Indonesia, sehingga Mahasiswa melakukan aksi yaitu menduduki gedung DPR dan MPR, sehingga ketua MPR pada saat itu Harmoko menyarankan agar Soeharto mundur dari Jabatan Presiden, dan akhirnya pada tanggal 21 Mei 1998 Soeharto menyatakan mundur dari Jabatan Presiden dan menunjuk wakilnya B.J Habibi sebagai pejabat sementara presiden sampai dilakasanakannya PEMILU. ❖ Di dalam perubahan politik dan ketatanegaraan peranan para pemuda ini sangat dibutuhkan karena mereka adalah orang-orang yang akan meneruskan negara tercinta kita ini, mereka juga bisa menjadi agen perubahan baik maupun buruk dalam politik, ketatanegaran, ekonomi dan sosial maka dari itu para guru dan orang yang telah melewati masa mudanya berusaha membimbing para nak muda ini ke jalan yang baik agar negara ini bisa berkembang menjadi lebih baik lagi. DAFTAR PUSTAKA https://nasional.tempo.co/read/1631349/18-tahun-kematian-munir-begini-kronologipembunuhan-aktivis-ham-itu-dengan-racun-arsenik, diunduh pada 19 Januari 2023 https://sumber.belajar.kemdikbud.go.id diunduh pada Rabu, 23 Januari 2023 KESIMPULAN