The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Contoh telaah atas karya tulis ilmiah populer

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by djpbn.fajar, 2020-11-02 01:58:19

Contoh Telaah

Contoh telaah atas karya tulis ilmiah populer

TUGAS 1
TELAAH ARTIKEL

Nama : Fajar Mulyadiharto
NIP : 197806262000121001

Judul artikel adalah Dampak Penurunan Tarif Imbalan Jasa Pelayanan Bank/Pos Persepsi pada
Penghematan APBN yang ditulis oleh Moch. Abdul Kobir, Kepala Kantor Pelayanan
Perbendaharaan Negara Khusus Penerimaan.

Secara umum, artikel tersebut menyoroti imbalan jasa yang diberikan oleh pemerintah kepada
Bank/Pos Persepsi atas layanan penerimaan negara yang dilaksanakannya. Pemberian
imbalan jasa ini telah diberlakukan sejak tahun 2010.

Pemerintah memberikan imbalan jasa tersebut dengan pertimbangan bahwa Bank/Pos
Persepsi dalam melaksanakan tugas menerima setoran penerimaan negara telah
mengeluarkan biaya antara lain: biaya teller, biaya pengembangan infrastruktur teknologi
informasi, dan biaya operasional cabang bank/pos persepsi.

Penulis menjelaskan bahwa besaran imbalan jasa yang diberikan adalah sebesar Rp5.000,00
atas setiap Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN) sejak tahun 2010 sampai dengan
tahun 2018. Besaran tersebut masih mengacu pada imbalan jasa yang diberikan pada saat
penerimaan negara masih menggunakan sistem MPN G1 padahal telah terjadi perubahan
sistem penerimaan menjadi MPN G2 yang karakteristiknya berbeda jauh. Dari sini dapat
dipahami bahwa menurut penulis besaran imbalan jasa tersebut sudah tidak sesuai lagi.

Selanjutnya penulis mengusulkan untuk menurunkan besaran imbalan jasa tersebut minimal
setara dengan biaya fintech. Dalam paragraf berikutnya dipaparkan simulasi perubahan tarif
imbal jasa dalam tarif progresif, tarif progresif sebagian, tarif sebesar Rp3.000,00 dan tarif
sebesar Rp2.000,00 (sama dengan biaya fintech). Pada masing-masing simulasi ditunjukkan
pula nilai penghematan yang diperoleh pemerintah dibandingkan dengan tarif sebelumnya.

Melalui simulasi atas berbagai skema tarif tersebut, diperoleh kesimpulan bahwa pemerintah
akan memperoleh penghematan terbesar jika tarif ditetapkan sama dengan biaya fintech
(Rp2.000,00) dengan nilai penghematan lebih dari 146 milyar rupiah untuk periode 8 bulan saja
(Januari s.d. Juli 2018).

Pada prinsipnya ide yang disampaikan penulis sangat baik dan mestinya dapat
dipertimbangkan oleh pemerintah. Tentunya masih diperlukan kajian lebih lanjut untuk
menetapkan berapa tarif yang paling tepat. Tarif yang sesuai dengan perkembangan proses
bisnis terkini, wajar dan tetap kompetitif.


Click to View FlipBook Version