LAPORAN PERTANGGUNG JAWABAN
PENDIDIKAN KESEHATAN
“Pemenuhan Gizi Pada Anak”
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata pelajaran Komunikasi
Keperawatan dan Ilmu Kesehatan Masyarakat
Disusun oleh: 10.21.2.703
1. Devi 10.21.2.708
2. Ella Nurlaela 10.21.2.709
3. Farida 10.21.2.715
4. Marsha Adi Putri 10.21.2.731
5. Sindy Agustin 10.21.2.733
6.Vania Yaafiah Atsil
SMKF AVICENNA CILEUNGSI
PROGRAM KEAHLIAN ASISTEKEPERWATAN
Jl.Raya Jonggol No.Km 1,RT.06/RW.01,Cileungsi kidul,kec.Cileungsi,
Bogor, Jawa Barat 16820
Tlp/Fax. 02182482640
2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga kami dapat menyelesaikan tugas makalah yang berjudul Pemenuhan Gizi Pada
Anak ini tepat pada waktunya. Adapun tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk
memenuhi tugas guru pada Ilmu Kesehatan Masyarakat dan Komunikasi Keperawatan.
Selain itu, makalah ini juga bertujuan untuk menambahkan wawasan tentang Pemenuhan
Gizi Pada Anak bagi para pembaca dan juga bagi penulis.
Kami mengucapkan terima kasih kepada Ibu Yesy Karyani, S.Kep dan Ibu Wiwin
Sri Sukma Yunita, S.ST, selaku guru mata pelajaran Ilmu Kesehatan Masyarakat dan
Komunikasi Keperawatan yang telah memberikan tugas ini sehingga dapat menambah
pengetahuan dan wawasan sesuai dengan bidang studi yang kami tekuni. Kami juga
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membagi pengetahuannya
sehigga kami dapat menyelesaikan makalah ini. Kami menyadari makalah yang kami tulis
ini masih jauh dari kata sempurna. Oleh karena itu, kritik dan saran yang membangun akan
kami nantikan demi kesempurnaan makalah ini.
Bogor, Februari 2022
Penyusun
ii
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL................................................................... i
KATA PENGANTAR ................................................................ ii
DAFTAR ISI ............................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang ............................................................................. 1
1.2 Rumusan Masalah ........................................................................ 2
1.3 Tujuan Penelitian.......................................................................... 3
BAB II SASARAN
2.1 Pengertian Anak Usia Pra Sekolah dan Dewasa ......................... 4
2.2 Ciri-Ciri Anak Usia Pra Sekolah dan Dewasa ............................ 4
2.3 Karakteristik Anak Usia Pra Sekolah dan Dewasa ..................... 5
2.4 Komunikasi Pada Anak Usia Pra Sekolah dan Dewasa ............. 6
BAB III PEMBAHASAN
3.1 Pemenuhan Gizi Pada Anak ......................................................... 7
3.2 Pentingnya Menjaga Pemenuhan Gizi Pada Anak ....................... 7
3.3 Cara Menjaga Pemenuhan Gizi Pada Anak ................................. 8
3.4 Akibat Tidak Menjaga Pemenuhan Gizi Pada Anak ................... 14
3.5 Cara Pencegahan Gizi Buru Pada Anak ....................................... 17
3.6 Cara Memenuhi Gizi Pada Anak Dengan Baik............................ 20
BAB IV PENUTUP
4.1 Kesimpulan...................................................................................23
4.2 Saran.............................................................................................23
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................
iii
BAB I
PENDAHULUAN
1.1. Latar Belakang
Pemenuhan gizi yang seimbang berarti mengkonsumsi makanan
yang mengandung zat gizi dalam jenis dan jumlah yang sesuai dengan
kebutuhan tubuh. Permasalahan gizi pada balita di Indonesia merupakan
masalah ganda, yaitu masih ditemukannya masalah gizi kurang dan gizi
lebih. Anak balita merupakan salah satu golongan paling rawan karena pada
rentang waktu ini anak masih sering sakit. Kurangnya pemenuhan gizi pada
anak khususnya protein akan menimbulkan gangguan pertumbuhan dan
perkembangan pada anak.
Menurut World Health Organization (WHO), stunting adalah
gangguan perkembangan pada anak yang disebabkan oleh gizi buruk,
infeksi yang berulang, dan stimulasi psikososial yang tidak memadai.
Apabila seorang anak memiliki tinggi badan lebih dari -2 standar deviasi
median pertumbuhan anak yang telah ditetapkan oleh WHO, maka ia
dikatakan mengalami stunting.
Berdasarkan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdes) Kementrian
Kesehatan 2018 menunjukan 17,7% bayi usia bawah 5 tahun (balita) masih
mengalami masalah gizi. Angka tersebut terdiri atas balita yang mengalami
gizi buruk sebesar 3,9% dan menderita gizi kurang sebesar 13,8%. Adapun
pravelensi balita yang mengalami stunting (tinggi badan di bawah atandar
menurut usia) sebesar 30,8% , turun dibanding 2013 sebesar 37,2%.
Wakil Mentri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono mengatakan
pada 2018, angka stunting mencapai 30,8%. Sementara pada 2019 turun
menjadi 27,7%, kemudian pada 2021 kembali turun menjadi 24,4%. Sejak
2018 hingga 2019, Kementrian Kesehatan menemukan terjadi pergerseran
1
kelompok usia dengan stunting paling banyak terjadi pada anak usia 12
sampai 23 bulan. Sedangkan pada 2019, stunting cenderung terjadi pada
usia 24 sampai 35 bulan.
Dente mencatat, ada 3 provinsi yang memiliki angka stunting
terrendah pada 2021, yakni Bali 10,9%, DKI Jakarta 16,8%, dan DI
Yogyakarta 17,3%. Sejalan dengan stunting, angka wasting juga menurun.
Pada 2018, angka wasting sebesar 10,2%. Kemudian pada 2019 turun
menjadi 7,4%. Di 2021, wasting kembali merosot ke angka 7,1%.
Pandemi Covid-19 berpotensi meningkatkan jumlah anak
kekurangan gizi di Indonesia . Hal ini lantaran tingkat perekonomian banyak
keluarga menurun dan memengaruhi pemenuhan pangan anak. Padahal
salah satu penyebab kurang gizi anak menurut Persatuan Ahli Gizi
Indonesia (Persagi), adalah ketahanan pangan tak memadai. Pola asuh orang
tua juga berperan penting dalam mencegah stunting. Oleh karena itu, perlu
digencarkan penyuluhan kepada masyarakat mengenai bahaya stunting dan
cara pencegahannya. Sehingga kelak Ketika sudah menjadi orang tua
diharapkan masyarakat dapat berperan dalam mencegah stunting sejak dini.
Sehingga, pravelensi stunting di Indonesia tidak berada di angka
mengkhawatirkan lagi.
Dari data diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa kasus gizi pada
anak memang sudah menurun beberapa persen dibanding tahun 2013,tetapi
penurunan angka gizi buruk belum mencapai 0% dan Gizi buruk di
Indonesia masih 24,4% . Kami selaku siswa jurusan asisten keperawatan
tertarik mengambil penkes dengan judul “pemenuhan gizi pada anak”,
diharapkan dengan adanya penkes dan edukasi ini bisa membantu
menurunkan angka gizi buruk pada anak dengan persentasi 0% , sehingga
tidak ada lagi gizi buruk pada anak di Indonesia.
1.2 Rumusan Masalah
a. Apa pengertian pemenuhan gizi pada anak?
b. Apa saja sumber-sumber gizi pada anak?
2
c. Bagaimana cara menjaga pemenuhan gizi yang sehat pada
anak?
d. Apa akibat jika tidak menjaga pemenuhan gizi pada anak?
1.3 Tujuan Penulisan
Tujuan penulisan makalah ini adalah sebagai berikut :
a. Menjelaskan pengertian pemenuhan gizi pada anak
b. Menjelaskan sumber-sumber gizi pada anak
c. Menjelaskan tujuan pemenuhan gizi pada anak
d. Menjelaskan cara menjaga pemenuhan gizi yang sehat pada
anak
e. Menjelaskan akibat jika tidak menjaga pemenuhan gizi anak
3
BAB II
SASARAN
2.1 Pengertian Anak Usia Pra Sekolah dan Dewasa
Anak prasekolah adalah anak yang berumur antara 3-6 tahun, pada
masa ini anak-anak senang berimajinasi dan percaya bahwa mereka
memiliki kekuatan. Pada usia prasekolah, anak membangun kontrol sistem
tubuh seperti kemampuan ke toilet, berpakaian ,dan makan sendiri (Potts
& Mandeleco, 2015), Menurut Montessori (dalam Noorlaila 2013) , bahwa
usia 3-6 tahun anak-anak dapat diajari menulis, membaca, dan belajar
mengetik.Usia prasekolah merupakan kehidupan tahun-tahun awal yang
kreatif dan produktif bagian anak –anak.
Masa dewasa adalah masa yang sangat panjang, dimana sumber
potensi dan kemampuan bertumpu pada usia ini .Masa ini adalah peralihan
dari masa remaja yang masih dalam ketergantungan menuju masa dewasa,
yang menuntut kemandirian dan di ujung fase ini adalah fase dewasa akhir,
dimana kemampuan sedikit demi sedikit akan berkurang.
2.2 Ciri-Ciri Anak dan Dewasa
2.2.1 Ciri-ciri Anak :
a. Belum mengalami pubertas atau perkembangan organ
reproduksi.
b. Masih belum pandai beradaptasi.
c. Tingkat kreatifitasnya masih tinggi.
d. Masih memiliki sifat berkegantungan dengan orang dewasa
atau orang tuanya.
e. Aktif, energik dan lincah.Sulit menerima kritikan, namun
mudah menerima pujian.
f. Mulai kegiatan menjelajah dan banyak bertanya.
4
g. Pertunbuhannya belum sempurna, masih dalam proses
pertumbuhan .
h. Selalu ingin menjadi pusat perhatian.
i. Emosinya masih berubah-ubah, belum stabil
j. Memiliki imajinasi dan fantasi yang tinggi
2.2.2 Ciri-Ciri Dewasa :
a. Punya sense of self yang semakin kuat.
b. Dapat menjalin hubungan dengan orang lain secara sehat atau
hangat.
c. Punya kematangan emosi sehingga mood nya tidak 100%
bergantung pada aksi atau reaksi orang lain/keadaan.
d. Bisa menerima dirinya secara sehat dan seimbang.
e. Bisa membuat pendapat,presepsi dan bertindak sesuai dengan
kenyataan diluar dirinya.
f. Bisa menjalani hidup sesuai dengan hukum kehidupan yang
berlaku sehingga harmonis hidupnya
2.3 Karakteristik Anak Usia Pra Sekolah dan Dewasa
2.3.1 Karakteristik Anak:
2.4.1 Bersifat relative spontan.
2.4.2 Berada dalam masa potensial untuk dapat terus belajar.
2.4.3 Mempunyai semangat belajar yang cukup tinggi.
2.4.4 Memiliki rasa ingin tau yang kuat.
2.4.5 Memandang segala sesuatu dari sudut pandangnya sendiri
dan Berdasarkan pada pemahamannya sendiri.
2.4.6 Cenderung ceroboh dan kurang perhatian.
2.4.7 Sulit diajak focus.
2.4.8 Cenderung mudah putus asa, frustasi dan mudah kehabisan
kesabaran terhadap sesuatu yang menurutnya sulit.
2.4.9 Senang meniru.
2.4.10 Sikap egosentris cukup kuat.
5
2.4.11 Berkata apa adanya
2.3.2 Karakteristik Dewasa :
2.5.1 Konsep diri orang dewasa berubah,dari seseorang yang
tergantung menjadi mengatur diri sendiri
2.5.2 Orang dewasa memilliki sejumlah pengalaman dan
pemahaman yang semakin banyak, yang berfungsi sebagai
sumber daya pembelajaran yang kaya, walau diakui bisa juga
menjadi penghabat proses pembelajaran
2.5.3 Kebutuhan untuk belajar akan lebih banyak berorientasi pada
tugas perkembangan dari peran sosial
2.5.4 Perspektif orang dewasa dalam menggunakan pengetahuan
beubah dari penerapan yang tertunda menjadi penerapan
segera
2.4 Komunikasi Pada Anak Pra Sekolah
Komunikasi pada dasarnya merupakan kegiatan penyampaian
pesan.Komunikasi dapat diartikan sebagai suatu proses pembentukan,
penyampaian, penerimaan dan pengolahan pesan yang terjadi di dalam diri
seseorang dan atau diantara dua atau lebih dengan tujuan tertentu. Anak
perlu di rangsang untuk dapat saling bercakap-cakap satu dengan yang
lainnya. Dengan interaksi aktif antar anak, maka bahasa anak akan
berkembang dengan cepat.
Komunikasi pada usia pra sekolah yaitu mulai dari usia 2-5/6 tahun
dimana pada masa ini anak sudah mulai manditi dan dapat mengembangkan
keterampilan dirinya untuk berinteraksi dengan orang lain. Mereka
memandang sesuatu hanya dalam hubungannya dengan diri mereka dan
sudut pandang mereka sehingga berkomunikasi yang di lakukan hendaknya
di fokuskan pada diri mereka.
6
BAB III
PEMBAHASAN
3.1 Pemenuhan Gizi Pada Anak
Kesehatan adalah hal terpenting dan sangat berharga bagi
masyarakat pada umumnya untuk mewujudkan kondisi ini, diperlukan
asupan gizi yang cukup.Gizi mrupakan zat makanan yang apabila
dikonsumsi seorang maka bisa mendatangkan kesehatan.Jadi Kesehatan dan
gizi sangat berhubungan.Menyiapkan asupan gizi untuk anak merupakan
hal yang penting untuk diperhatikan oleh orangtua.karena asupan gizi yang
diterima anak akan mempengaruhi proses tumbuh kembang mereka di usia
dewasa kelak.
Menurut Dr.dr.Saptawati Bardosono, M.Sc, ahli gizi dari fakultas
Kedokteran Universitas Indonesia, pemenuhan gizi untuk anak sebaiknya
dilakukan tidak hanya sejak lahir tetapi sejak anak masih berada didalam
usia kandungan.Sistem kekebalan tubuh anak terbentuk dari asupan gizi
yang diterimanya sejak dini.Nutrisi ini diperlukan untuk membentuk sel-sel
kekebalan tubuh untuk melawan berbagai virus dan penyakit yang bisa
menyerang kapan saja.Dengan demikian, anak menjadi tidak mudah sakit
dan terjaga kesehatannya.
3.2 Menjaga Kesehatan Pemenuhan Gizi Pada Anak
Anak usia dini memiliki pertumbuhan dan perkembangan yang
sangat pesat.Selama periode tersebut, anak harus menjaga Kesehatan dan
asupan gizi yang seimbang.Hal itu penting supaya fisik maupun mental anak
dapat berkembang secara optimal.Sebaliknya, jika kebutuhan Kesehatan
dan gizi anak tidak terpenuhi dapat mengganggu dan menghambat berbagai
perkembangannya.Kebersihan juga sangat penting untuk Kesehatan
anak.Kebersihan juga menjadi salah satu factor penting untuk tumbuh
7
kembang anak.Sumber penyakit muncul dari manapun dari kotoran yang
menempel pada tubuh anak.
3.3 Cara Menjaga Kesehatan Pemenuhan Gizi Pada Anak
Dengan menegetahui komposisi dan penggolongan berbagai macam bahan
makanan (Rosida Wachani, Mei 2012)
3.3.1 Makanlah aneka ragam makanan yang sehat setiap hari.
Ada beberapa penggolongan bahan makanan:
1. Pada lapisan pertama ada bahan makanan pokok seperti
karbohidrat misalnya pada : Nasi, oatmeal, kentang, yougurt,ubi
yang memiliki peran penting dalam memberikan energi pada
tubuh.
2. Pada lapisan kedua ada pada bahan makanan yang mengandung
vitamin seperti pada : Sayur-sayuran, dan buah-buahan, sayuran
memiliki fungsi untuk menjaga Kesehatan sytem pencernaan,
sedangkan buah-buahan salah satu sumber serat makanan yang
sangat baik bagi tubuh.
3. Pada lapisan ketiga ada pada makanan yang mengandung protein
dan lemak seperti pada : Lauk pauk (ikan,daging-dagingan) dan
susu. Lauk pauk berfungsi untuk sumber zat pembangun tubuh
dan mengandung protein yang berguna sebagai pembangun dan
pengatur tubuh, sedangkan susu memiliki peran sebagai
penunjang pertumbuhan pada tulang, kuku dll.
Nutrisi anak usia 4-6 tahun :
( Sumber : Karinta Ariana Setiaputri, Mei 2021)
Untuk kebuutuhan zat makro pada anak:
1. Energi : 1600 kkal
2. Protein : 35 gram
3. Lemak : 62 gram
4. Karbohidrat : 220 gram
5. Serat : 22 gram
8
6. Air : 1500 ml
Untuk kebutuhan zat mikro harian anak :
Vitamin :
1. Vitamin A : 375 mikrogram (mcg)
2. Vitamin D : 15 mcg
3. Vitamin E : 7 miligram (mg)
4. Vitamin K : 20 mcg
Mineral :
1. Kalsium : 1000 mg
2. Fosfor : 500 mg
3. Magnesium : 95 mg
4. Natrium : 1200 mg
3.3.2 Makan makanan untuk mencukupi kebutuhan energi
Kebutuhan energi bisa dipenuhi dengan memakan makanan
Kaya karbohidrat, protein dan lemak.
Beberapa contoh makanan yang mengandung karbohidrat dan
protein :
( Sumber : Sylvia Setio , November 2021)
1. Karbohidrat banyak terdapat pada bahan makanan : beras ,
jagung , singkong , kentang , dan gandum.
9
2. Protein banyak terdapat pada bahan makanan : daging , tahu ,
tempe , telur dan ikan.
3.3.3 Batasi konsumsi lemak
Meski berguna sebagai sumber energi dan menambah kelezatan
Masakan, konsumsi lemak berlebihan bisa menimbulkan
penyumbatan pembuluh darah. Ada beberapa macam lemak baik
yang dapat di komsumsi , seperti lemak tak jenuh.
Makanan yang mengandung lemak baik, bisa berasal dari hewan
(hewani) seperti pada ( ikan salmon, ikan sarden , kacang kenari),
ada juga yang berasal dari tumbuhan (nabati) seperti pada ( kacang-
kacangan , minyak zaitun , selai kacang , alpukat)
( Sumber : dr. Merry Dame Cristy Pane, Desember 2019)
3.3.4 Gunakan garam beryodium
Yodium adalah zat gizi mikro yang diperlukan tubuh untuk
mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak melalui
fungsi tiroid. Yodium bermanfaat bagi pertumbuhan, menjaga
kesehatan kulit, gigi dan rambut. Kekurangan yodium dapat
10
menyebabkan berbagai penyakit, diantaranya kreatinisme (kerdil),
gondok, retardasi mental dan gangguan intelektual. Sumber asupan
yodium berasal dari makanan dan minuman, seperti ikan laut, susu,
telur, dan beberapa jenis sayuran.( Sumber : N FITRI, 2017)
3.3.5 Konsumsi zat besi
Zat besi berguna dalam pembentukan sel darah merah. Zat besi bisa
di dapat dari hati, kuning telur, daging, kacang kacangan, dan
sayuran hijau. Tubuh membutuhkan zat besi untuk membentuk
hemoglobin, yaitu protein khusus pada sel darah merah yang
berfungsi mengikat oksigen. Jika jumlah hemoglobin rendah, sel
darah merah tidak bisa membawa cukup oksigen ke seluruh tubuh.
Kebutuhan zat besi disesuaikan dengan usia seseorang dan biasanya
semakin bertambah seiring pertambahan usia. Anak berusia 1-3
tahun membutuhkan 7 miligram zat besi, usia 4-8 tahun
kebutuhannya menjadi 10 miligram, dan saat usianya mencapai 9-
13 tahun asupannya menjadi 8 miligram per hari.(Maria Rosari Dwi
Putri, Desember 2019)
3.3.6 Biasakan sarapan
11
Sarapan samgat bermanfaat memelihara ketahan fisik dan
meningkatkan produktivitas kerja. Terutama bagi anak anak,
sarapan sangat penting untuk meningkatkan kosentrasi mereka saat
belajar. Banyak penelitian yang menyimpulkan efek dari sarapan
terhadap prestasi sangat significant.
Riset yang telah di lakukan oleh per gizi pangan Indonesia
menegaskan bahwa konsumsi sarapan sehat dengan gizi seimbang
berperan besar bagi anak anak sekolah.Selain sarapan sehat dapat
memenuhi kebutuhan gizi harian sebanyak 30%,sarapan juga
meningkatkan semangat,mencegah kelelahan,meningkatkan
konsentrasi pada saat belajar hingga membantu meningkatkan
prestasi akademis,menjaga daya tahan tubuh agar tetap
sehat,sekaligus mencegah anak dari konsumsi jajanan yang tidak
sehat.( Sumber riauriview.com,2018).
3.3.7 Minum cukup air
Air dibutuhkan tubuh diantaranya untuk mengatur keseimbangan
cairan dan garam mineral dalam tubuh sehingga melancarkan
pencernaa. Minumlah 6-8 gelas air putih. Mengkonsumsi air mineral
yang baik dan cukup bagi tubuh dapat membantu proses
pencernaan,mengatur metabolisme,mengatur zat-zat makanan
dalam tubuh dan mengatur keseimbanagan tubuh (Asmadi, 2011).
Setiap hari tubuh manusia membutuhkan antara 1,5 liter
sampai2,5liter air mineral setiap hari untuk menghindari kekurangan
cairan tubuh, jumlah pastinya bergantung pada tingkat aktivitas,
12
suhu, kelembaban, dan beberapa faktor lainnya. Air minum yang
dimaksud adalah air mineral yang dikonsumsi sehari hari(sumber :
IPTP Sari 2014)
3.3.8 Olahraga teratur
Aktivitas fisik teratur bisa meningkatkan kebugaran, menjaga berat
badan, meningkatkan fungsi jantung, paru paru, dan otot serta
mencegah penuaan dini. Laksanakan olahraga teratur minimal 3 kali
dalam seminggu dengan durasi 45-60 menit. Aktivitas fisik mampu
mengurangi lemak tubuh serta membangun massa otot dan
meningkatkan metabolisme tubuh dan untuk Meningkatkan
perkembangan otak dan kemampuan belajarnya. Menjaga kesehatan
tubuhnya dan membuat jantung, otot, tulang, dan sendinya kuat.
Membuatnya tidur lebih nyenyak, Menghindarkannya dari stres.
Membantunya untuk tumbuh dengan optimal, Meningkatkan rasa
percayanya dan membuat suasana hatinya lebih baik dan mencegah
penuaan dini. Laksanakan olahraga teratur minimal 3 kali dalam
seminggu dengan durasi 45-60menit.(Irma Lidia, 2020)
13
3.4 Akibat tidak menjaga Pemenuhan Gizi pada Anak
3.4.1 Berat badan kurang (Underweight)
Berat badan anak kurang atau underweight ditandai ketika berat
badan anak tidak setara dengan berat normal di kelompok usianya.
Namun, kondisi ini juga menunjukkan ketidakselarasan antara berat
dan tinggi badan anak. Dalam arti, berat anak biasanya terlalu ringan
untuk ukuran tinggi badan yang dimilikinya.Oleh karena, berat
badan kurang dapat diukur dengan menggunakan indikator berat
badan berbanding dengan usia (BB/U) atau berbanding dengan
tinggi badan (BB/TB).Anak dikatakan memiliki berat badan kurang
ketika nilai pengukuran z score di grafik pertumbuhan berada di
antara <-2 SD sampai -3 standar deviasi (SD).Selain tubuh yang
kurus, gejala khas lainnya yang muncul ketika berat badan anak
kurang yakni rentan sekali terserang penyakit.Kondisi ini sulit
ditentukan sendiri oleh orangtua. Butuh bantuan dokter gizi anak
untuk mengeceknya.
14
3.4.2 Kurus ( Wasting)
anak kurang gizi Berbeda dengan berat badan kurang
(underweight),anak yang sangat kurus (wasting) memiliki berat
yang sangat rendah dan tidak sesuai dengan tinggi badan.Berat
badan anak yang mengalami wasting biasanya jauh berada di bawah
rentang normal yang seharusnya.Indikator yang digunakan untuk
menilai kemungkinan wasting pada anak yakni berat badan
berbanding dengan tinggi badan (BB/TB).Kondisi anak kurang gizi
berat juga kerap digunakan untuk menggambarkan
wasting.Pasalnya, anak yang bertubuh sangat kurus biasanya sudah
tidak mendapatkan asupan gizi yang cukup dalam waktu
lama.Bahkan, anak tersebut juga bisa saja mengalami penyakit yang
berhubungan dengan kehilangan berat badan, misalnya diare.Gejala
khas yang mudah terlihat jika anak mengalami wasting yaitu
memiliki tubuh yang sangat kurus karena berat badannya sangat
rendahkan daya tahan tubuh melemah.
15
3.4.5 Pendek (Stunting)
Pendek (stunting) adalah kondisi yang membuat pertumbuhan tubuh
anak terganggu, sehingga tinggi badan anak tidak normal atau tidak
setara dengan teman-teman seusianya.Stunting tidak terjadi dalam
waktu singkat, melainkan sudah terbentuk sejak lama karena tidak
tercukupinya kebutuhan nutrisi anak selama masa
pertumbuhan.Selain asupan gizi, stunting juga disebabkan oleh
penyakit infeksi berulang serta berat badan lahir rendah
(BBLR).Sejak anak berusia 3 bulan, kondisi stunting umumnya
sudah mulai meningkat, hingga prosesnya semakin melambat saat
anak berusia sekitar 3 tahun.Mulai sejak inilah grafik pertumbuhan
tinggi badan anak bergerak mengikuti grafik normal, tapi dengan
penilaian yang berada di bawah normal.Indikator yang digunakan
untuk menilai kemungkinan stunting pada anak yakni tinggi badan
berbanding dengan usia (TB/U).Anak dinyatakan bertubuh stunting
jika grafik pertumbuhan tinggi badan sesuai usianya berada di angka
kurang dari -2 SD.
16
3.4.6 Kekurangan vitamin dan mineral
Bukan anak kurang gizi saja yang bisa mengalami kekurangan
vitamin dan mineral, tapi anak dengan berat badan normal pun
punya risiko yang sama.Tanda kekurangan vitamin menjadi salah
satu kondisi anak kurang gizi.
3.5 Cara Pencegahan Gizi Buruk pada Anak
3.5.1 Hindari memberi makan berdekatan dengan jam tidur anak.
Saat sedang mengantuk , anak bisa tidak berselera lagi untuk makan.
Maka dari itu, hindari memberikan anak makan saat ia sudah
mengantuk atau mendekati jam tidurnya.
17
3.5.2 Hidangkan menu makanan bergizi yang bervariasi
Untuk menghindari anak dari gizi buruk, ia harus cukup
mendapatkan asupan nutrisi. Jadi, selalu hidangkan menu makanan
yang kaya nutrisi secara bervariasi. Menu makanannya harus selalu
mengandung protein, karbohidrat, lemak, vitamin, dan mineral
dengan porsi yang sesuai usia anak.
3.5.3 Meminimalisir gangguan saat jam makan
18
Kondisi gizi buruk bisa diawali dari si anak yang susah makan. Oleh
karenanya, ibu harus berupaya untuk meminimalisir aktivitas yang
dapat mengganggu jam makannya, seperti menonton tv atau
bermain gedjet. Kebiasaan tersebut bisa membuat si anak
kehilangan nafsu makan
.
3.5.4 Belajar memahami gaya makan anak
Saat si anak tidak mau makan, bisa jadi ia masih merasa kenyang
oleh porsi makan yang sebelumnya. Ibu pun harus belajar
memahami gaya makan buah hati.
19
3.5.5 Mengatur tambahan cemilan di luar jam makan
Di antara jam makan, si anak juga harus di beri cemilan tambahan.
Namun, ibu harus mengatur pemberiannya supaya tidak terlalu
banyak dan mendekati jam makannya, karena bisa membuat
kenyang dan menghilangkan selera makan anak.
3.6 Cara Memenuhi Gizi pada Anak dengan baik
3.6.1 Biasakan anak untuk sarapan sejak dini
Sarapan bagi anak usia dini bermanfaat untuk membentuk pola
makan sehat sejak dini. Selain itu, sarapan juga bisa menjadi cara
yang efektif untuk memenuhi kebutuhan nutrisi si anak.
3.6.2 Ajarkan anak untuk makan menu sehat
Menu makanan sehat sama pentingnya dengan pola makan sehat.
Ibu bisa melakukan pemennuhan kebutuhan nutrsi si kecil dengan
mengajarkan si kecil pola makan sehat. Sebagian anak memiliki
ketakutan dengan sayuran, ibu bisa mengajarkan si kecil memakan
sayuran sejak dini agar menjadi kebiasaan yang baik bagi si kecil.
Ibu juga bisa mengenalkan si kecil dengan sayuran, buah, daging
sapi, ayam, susu, dan yougurt secara bergantian.
3.6.3 Biarkan anak memilih makanannya sendiri
20
Salah satu alasan mengapa si kecil susah makan adalah karena si
kecil tidak suka dengan menu makanannya. Ibu bisa berkomunikasi
dengan si kecil tentang makanan apa yang ingin ia makan. Salah satu
cara memenuhi kebutuhan nutrisi anak yang bisa dilakukan adalah
dengan membiarkan si kecil memillih makananya sendiri. Jika si
kecil makan dengann rajin, asupan pemenuhan kebutuhan nutrisi si
kecil pun akan terpenuhi.
3.6.4 Berikan anak cemilan sehat
Cara memenuhi kebuutuhan nutrisi anak berikutnya adalah dengan
cara memberikan si kecil cemilan sehat.Ada beberapa jenis camilan
sehat yang ibu bisa berikan kepada si kecil seperti potongan buah-
buahan, yougurt, roti isi buah(sandwich).Hindari memakan
makanan seperti permen dan coklat ke dalam menu camilan harian
si kecil karena mengandung banyak gula dan bisa merusak gigi si
kecil.
3.6.5 Mencuci tangan dan menjaga kebersihan
Buruknya kebersihan diri bisa memicu diare maupun penyakit lain
disertai muntah, yang akhirnya membuat anak kekurangan gizi.
Sebuah penelitian dilakukan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah,
untuk menganalisis hubungan pemberian makan tahap awal pada
balita, dengan kebiasaan mencuci tangan menggunakan sabun.
Faktor penyebab stunting secara tidak langsung adalah kebersihan
diri ibu yang buruk, yang berujung terhadap meningkatnya risiko
penyakit infeksi pada balita. Kebiasaan ibu yang tidak mencuci
tangan sebelum menyusui, menyiapkan makanan, maupun
menyuapi balita, dapat menimbulkan kontaminasi bakteri pada
makanan. Jika masuk ke dalam tubuh, bakteri ini dapat
mengakibatkan penyakit infeksi pada balita, yang menimbulkan
mual, muntah, serta penurunan nafsu makan, sehingga anak menjadi
kurang gizi. Perilaku buruk ini harus segera dihilangkan. Oleh
21
karena itu, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, penting
dilakukan demi mencegah masuknya bakteri ke tubuh.
3.6.6 Pemberian vitamin A, zinc, seerta mikronutrien lain
Kasus diare pada balita berkaitan erat dengan asupan zat gizi mikro,
yaitu vitamin dan mineral. Vitamin A, zinc, dan polyunsaturated
fatty acid (PUFA) berperan meningkatkan fungsi sistem pertahanan
tubuh di saluran pencernaan, terutama pada balita. Vitamin A dapat
mengurangi risiko terjadinya penyakit mata anak. Sementara itu,
zinc dapat membantu pemulihan balita yang mengalami diare akut,
dengan mengurangi frekuensi dan durasi diare. Mengonsumsi
Omega-3 sebagai PUFA pun bisa mengurangi bakteri E.coli dan
Bacteroides spp pada usus, yang akhirnya meningkatkan
kesembuhan pasien diare. Sebuah penelitian yang dilakukan di suatu
puskesmas membuktikan, sebanyak 76% pasien diare, ternyata
kekurangan asupan vitamin A. Lebih lanjut, tercatat 54,4%
responden dengan keluhan diare, mengalami kekurangan zinc.
Temuan serupa juga muncul pada para responden yang kekurangan
PUFA. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa pemberian
vitamin A, zinc, serta PUFA sebagai mikronutrien bagi balita,
dibutuhkan untuk mengurangi risiko diare yang mengancam
kecukupan gizi.
3.6.7 Pemberian obat cacing
Pemberian vitamin A pada balita perlu disertai dengan obat cacing.
Tujuannya, agar penyerapan zat gizi pada balita dapat sempurna.
Obat cacing diberikan pada balita berusia di atas satu tahun, untuk
membasmi cacing di dalam tubuh, sekaligus menekan potensi
stunting. Dosis pemberian obat cacing bisa berbeda-beda sesuai
umur anak. Balita berusia 1-2 tahun mendapat setengah tablet,
sedangkan di atas 2 tahun, mengonsumsi satu tablet. Selanjutnya,
pemberian obat cacing kembali dilakukan 6 bulan kemudian.
22
BAB IV
PENUTUP
4.1 Kesimpulan
Anak merupakan anugerah dari tuhan yang maha kuasa yang harus
dijaga, di didik sebagai bekal sumber daya, anak merupakan kekayaan yang
tidak ternilai hargannya . Anak memiliki ciri dan karakterisktik tertentu,
dalam berkomunikasi dengan anak pun sedikit berbeda, karena anak-anak
belum mampu memahami sepenuhnya apa yang orang lain sampaikan,
dengan itu kita harus menggunakan Bahasa yang sederhana agar mudah
dipahami oleh mereka.
Pemenuhan gizi pada anak merupakan hal yang penting dalam
kehidupan setiap individu termasuk pada anak, karena jika pemenuhan gizi
pada anak tidak terpenuhi bisa mengakibatkakn anak mengalami masalah
gizi/ gizi buruk(Stunting). Bila pemenuhan gizi pada anak tidak di jaga akan
mengalami gangguan pada tumbuh kembang si anak dan bisa mengganggu
Kesehatan anggota tubuh lainnya. Anak merupaka kelompok umur yang
paling rentan terhadap penyakit. Anak yang memiliki masalah pada
pemenuhan gizinya dapar mengganggu kualitas hidupnya.
4.2 Saran
Di harapkan dengan adanya penkes ini anak-anak dapat memehami
betapa pentingnya menjaga Pemenuhan Gizi pada Anak serta dapat
menerapkan bagaimana menjaga pemenuhan gizi dengan baik dan benar.
Menjaga Pemenuhuan Gizi yang seimbang pada Anak adalah
mengkomsumsi makanan yang mengandung zat gizi dalam jenis dan
jumlah yang sesuai dengan kenutuhan tubuh. Kuantitas dan kualitas
makanan yang di komsumsi akan mempengaruhi tingkat Kesehatan
individu, khususnya anak-anak.
23
DAFTAR PUSTAKA
123dok.2022.Makalah Gizi Pemenuhan Gizi Pada
Balita.Diakses:https://text-id.123dok.com/document/zwvneplq-
makalah-gizi-pemenuhan-gizi-pada-balita.html
Rumah Sakit Umum Mandani Medan.2019 Asupan gizi yang baik pada
anak.Diakses:http://www.rsu-madani-medan.com/post/asupan-gizi-
yang-baik-untuk-anak-usia-dini
Eriscon.2014.komunikasi pada anak usia prasekolah.Diakses:
https://id.scribd.com/doc/239804498/Akper-Komunikasi-Pada-Anak-
Usia-Pra-Sekolah
Mutiara oktaviana.2021.Tips Menjaga Kesehatan dan Gizi Anak Usia
Dini.Diakses: https://www.popmama.com/kid/4-5-years-old/mutiara-
oktaviana/tips-menjaga-kesehatan-dan-gizi-anak-usia-dini
24
LAMPIRAN
1. RPP (RENCANA PELAKSANAAN PENYULUHAN)
2. HANGOUT
3. DAFTAR HADIR PESERTA DIDIK
4. DOKUMENTASI
25