The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Buku laporan praktikumm fisika dasar ini dibuat untuk memenuhi tugas proyek mata kuliah praktikum kimia dasar.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by distyagustina5, 2021-11-16 23:52:43

Laporan praktikum fisika dasar

Buku laporan praktikumm fisika dasar ini dibuat untuk memenuhi tugas proyek mata kuliah praktikum kimia dasar.

Keywords: Pendidikan Biologi 2021

2021

fakultas Ilmu Pendidikan Dan Keguruan Universitas Sriwijaya

PENDIDIKAN BIOLOGI UNSRI

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN 2021

KATA PENGANTAR

Segala puji dan syukur tidak henti-hentinya kita panjatkan kehadirat Allah Swt yang
telah memberikan rahmat, nikmat dan anugerah-Nya sehingga Buku Laporan Praktikum
fisika dasar ini dapat terselesaikan dengan baik, meski jauh dari kata sempurna. Kami
mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dan terlihat dalam
proses pembuatan Buku Laporan Praktikum fisika dasar ini, terkhusus kepada:

1. Kepada Ibu Saparini, S.Pd, M.Pd. selaku dosen pengampuh mata kuliah
Praktikum Fisika Dasar.

2. Kepada para orang tua yang tak pernah putus mendoakan agar kuliah kami
berjalan dengan baik.

3. Dan seluruh teman-teman yang berkenan membantu hingga Buku Praktikum
Fisika Dasar ini dapat selesai. Demikianlah Buku Laporan Praktikum Fisika
Dasar kami buat dengan sepenuh hati. Tidak lupa kritik dan saran kami harapkan
agar laporan ini dapat menjadi lebih baik lagi. Semoga laporan ini bisa
bermanfaat bagi semua dan terkhusus bagi selaku penulis. Terima Kasih

Palembang, 17 november 2021

penyusun

I

DAFTAR ISI I
II
Kata pengantar 1
Daftar isi 10
Pengukuran dasar 26
Gaya dan gerak 41
Gerak parabola 54
Tumbukan 71
Hukum hooke 74
Daftar pustaka 88
Lampiran
Identitas

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM FISIKA DASAR
PERCOBAAN ALAT UKUR

DISUSUN OLEH
KELOMPOK 11:
1. ETTA DWI SAPUTRI (06091382126075)
2. LISNA NEPRIANI (06091282126046)
3. SALSABILA ANVINKA MAYZI (06091282126048)
4. MITHA MANDELA (06091382126078)

DOSEN PENGAMPU :
SAPARINI, S.Pd.,M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN 2021

1

I. TUJUAN PERCOBAAN :
Dengan dilakukannya percobaan terhadap alat-alat ukur mahasiswa diharapkan

mampu ;
1. mengetahui cara mencari NST setiap alat ukur, dan
2. mengetahui penggunaan beberapa alat ukur
3. menentukan ketidakpastian pengukuran tunggal dan berulang.

II. ALAT DAN BAHAN :

Alat : 4 buah Mistar Bahan :
1. 4 buah Jangka sorong 1.4 buah Penghapus
2. 4 buah Mikrometer scrup 2. 4 buah Kelereng
3.

III. LANDASAN TEORI
Fisika merupakan ilmu yang memahami segala sesuatu tentang gejala alam

melalui pengamatan atau observasi dan memperoleh kebenarannya secara empiris
melalui panca indera. Karena itu, pengukuran merupakan bagian yang sangat
penting dalam proses membangunkonsep-konsep fisika. Pengukuran merupakan
kegiatan sederhana, tetapi sangat penting dalam kehidupan. Pengukuran
merupakan kegiatan membandingkan suatu besaran dengan besaran lain sejenis
yang dipergunakan sebagai satuannya.(Wasis,2004:19)

Ketepatan hasil pengukuran ditentukan oleh ketepatan hasil melihat skala
induk yang ada pada alat ukur. Kesalahan penglihatan dapat terjadi kalau
memperhatikan skala dari arah samping. Kesalahan demikian dinamakan
kesalahan paralaks. Ketidaktepatan hasil pengukuran dapat juga bersumber pada
keterbatasannya skala terkecil yang pada skala induk. Penafsiran terpaksa
dilakukan dan akan menimbulkan angka yang diragukan. Kesulitan ini dapat
dihindari dengan menambah sebuah skala selain skala induk yang sudah ada.
Sakala pembantu ini dinamakan dengan membaca skala nonius hasil pengukuran
akan lebih teliti.

2

IV. LANGKAH PERCOBAAN

A. Menentukan nilai skala terkecil alat ukur
1. Ambil mistar kemudian tentukan nilai skala terkecil (NST) mistar
tersebut kemudian catat hasilnya pada tabel percobaan 1.
2. Lalu, ambil jangka sorong dan tentukanlah nilai skala terkecil dari
jangka sorong tersebut.
3. Terakhir, ambilah micrometer sekrup lalu amati dan tentukanlah nilai
skala terkecil (NST)-nya dan catat.

B. Pengukuran tunggal
1. Langkah pertama, ambil mistar kemudian ukur panjang penghapus.
Amati hasilnya, lalu catat hasilnya pada tabel percobaan 2.
2. Kemudian, langkah yang kedua yaitu ukurlah diameter kelereng
menggunakan jangka sorong. Lalu catat hasilnya.
3. Terakhir, ambilah micrometer sekrup kemudian ukur diameter
kelereng tadi dan catat hasilnya pada tabel hasil percobaan 2.

C. Pengukuran berulang
1. Langkah pertama yaitu ambilah jangka sorong kemudian ukur diameter
kelereng yang kamu punya. Dan amatilah hasilnya.
2. Lalu, ukurlah kembali kelereng tersebut menggunakan micrometer
sekrup. Kemudian amatilah hasilnya.
3. lakukanlah langkah tersebut bersama anggota kelompok kalian.

V. HASIL PERCOBAAN NST
1 mm
Tabel Percobaan 1 0,1 mm
NO NAMA ALAT 0,01 mm
1 Mistar
2 Jangka sorong 3
3 Micrometer sekrup

Tabel Percobaan 2 ( pengukuran penghapus dan kelereng )

NO NAMA ALAT NAMA BESARAN HASIL

BENDA

1 Mistar Penghapus Panjang 3,2 cm

2 Jangka sorong Kelereng Diameter 25,6 mm

3 Micrometer Kelereng Diameter 19,37 mm

sekrup

Tabel Percobaan 3

JANGKA SORONG

NO PENGAMAT DIAMETER

KELERENG

1 Etta dwi saputri 26.55(mm)

2 Lisna nepriani 26.3 (mm)

3 Salsabila avinka M. 26 (mm)

4 Mitha mandela 26.75 (mm)

MIKROMETER SEKRUP

NO PENGAMAT DIAMETER

KELERENG

1 Etta dwi saputri 12.3 (mm)

2 Lisna Nepriani 12.77 (mm)

3 Salsabila anvinka M. 13.2 (mm)

4 Mitha mandela 12.50 (mm)

VI. ANALISIS DATA

Percobaan 1 : mencari nilai nst
1. Mencari nilai nst pada mistar.

NST = = 0,1 cm = 1 mm

4

2. Mencari nilai nst jangka sorong.
NST = = = 0,01 cm = 0,1 mm

3. Mencari nst pada micrometer sekrup.

NST = = mm = 0,5 mm

= = 0,01 mm.

Percobaan 2 : pengukuran tunggal
1. Mistar

x= 3,2 cm = 32 mm
∆x =1/2 NST =1/2 . 1 mm = 0,5 mm
Hasil pengukuran = (x ± ∆x) mm

= (32 ± 0,5) mm

Kesalahan relative = 100% = 100% = 0,01 %

2. Jangka sorong
X=25,6
∆x=1/2. 0,1 m=0,05 mm
Hasil pengukuran= (x ± ∆x) mm

= (25,6 ± 0,05) mm

Kesalahan relative = 100% = 100% = 0,002%

3. Micrometer sekrup
X=19,37

5

∆x=1/2.0,01 mm=0,005 mm
Hasil pengukuran =(x ± ∆x) mm

=(19,37 ± 0,005) mm

Kesalahan relative = = 100% = 100% = 0,0003%

Percobaan 3 : pengukuran berulang
1. Micrometer sekrup

Pengukuran berulang : ( ̅ ̅)

̅ = = = 26,4

NO PENGAMAT d(mm) (mm)
1. Pengamat 1 26.55 704.90
2. Pengamat 2 26.3 691.69
3. Pengamat 3 26 676
4. Pengamat 4 26.75 715.56
∑ =105,6 ∑ =2.788,15

̅ = [ ∑ (∑ ) ]

=[ ( )]

=[ ]

=[ ]

=( )

=( )

= 0.15 mm

HP = ( ̅ ̅) = ( 26,4 0.15)

̅

KR = ̅ 100% = 100% = 0.005%

6

2. Jangka sorong

Pengukuran berulang : ( ̅ ̅)

̅ = = = 12,69

NO PENGAMAT d(mm) (mm)
1. Pengamat 1 12.3 151.29
2. Pengamat 2 12.77 163,07
3. Pengamat 3 13.2 174,24
4. Pengamat 4 12.50 156,25
∑ = 50,77 ∑ = 644,85

̅ = [ ∑ (∑ ) ]

=[ ( )]

=[ ]

=[ ]

=( )

=( )

= 0,27 mm

HP = ( ̅ ̅) = ( 12,69 0.27)

̅

KR = ̅ 100% = 100% = 0,02%

VII. PEMBAHASAN

7

Dari data tersebut, dapat kita ketahui bahwa kita dapat mencari nilai NST dengan rumus; nilai
skala terkecil dari suatu alat ukur dibagi dengan jumlah garis. Dari pengukuran diatas, dapat
kita ketahui bahwa nst dari mistar atau ketelitian pada mistar adalah 0,1 mm. sedangkan
ketelitian jangka sorong yaitu 0.01 mm, dan yang terakhir ketelitian mikrometer sekrup
adalah 0.001 mm. dari data tersebut dapat kita simpulkan bahwa diantara mistar, jangka
sorong dan mikrometer sekrup yang memiliki ketelitian paling kecil dan yang paling akurat
adalah mikrometer sekrup.
Dari hasil percobaan tersebut dapat diperoleh data-data dari hasil pengukuran mistar, jangka
sorong, dan mikrometer sekrup. Data data tersebut memiliki perbedaan. Hal tersebut terjadi
karna adanya perbedaan ketelitian pada masing masing alat ukur yang berbeda.
Ketidakpastian dalam pengukuran dapat disebabkan oleh beberapa hal seperti, keadaan alat
ukur yang digunakan, perbedaan tingkat ketelitian atau nst suatu alat, metode yang digunakan
dalam mengukur, dan kesalahan kaliberasi. Ketidakpastian tersebut dapat dihitung dengan
cara menghitung kesalahan relative. Dari data hasil percobaan, baik percobaan tunggal
maupun percobaan berulang memiliki perbedaan. Kita depat menghitung kesalahan relatifnya
dengan cara menentukan hasil pengukuran dan mencari nilai kesalahan relatifnya.
Dari data diatas dapat kita ketahui bahwa kesalahan relative pada percobaan tunggal pada
mistar adalah 0,01% sedangkan pada jangka sorong yaitu 0,002% dan pada micrometer
sekrup adalah 0,0003%. Sedangkan kesalahan relative pada percobaan berulang pada jangka
sorong yaitu 0.02% sedangkan pada micrometer sekrup adalah 0,0005%. Ada berbagi tahan
yang harus dilewati untuk mencari nilai kesalahan relative baik pengukuran tunggal maupun
pengukuran berulang.
Berdarasakan analisis data yang telah dilakukan diatas telah benar dan sesuai dengan data
data teori yang telah ada dan akurat. Pengukuran tersebut telah sesuai.dapat dilihat dari
keseuaian dari hasil percobaan analisis data dan pemabahasannya.

KESIMPULAN
1. Pengukuran menggunakan alat ukur yang lebih teliti lebih baik daripada alat ukur yang
kurang teliti sehingga angka ketidakpastiannya menjadi lebih kecil.
2. Kesalahan pengukuran dapat terjadi karena faktor manusia, seperti kesalahan dalam sudut
melihat hasil pengukuran dan kurangnya konsentrasi pada saat pengukuran. Atau juka karna
ketidaksempurnaan alatnya.

8

3. melakukan pengukuran berkali-kali terhadap suatu benda dapat menyebabkan timbulnya
ketidakpastian.
4. dari data-data tersebut dapat diketahui bahwa hasil dari pengukuran yang telat dilakukan
tersebut telah tepat dan sesuai dengan data dan teori.-

9

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM FISIKA DASAR
GAYA DAN GERAK

DISUSUN OLEH
KELOMPOK 11:

1. ETTA DWI SAPUTRI (06091382126075)
2. LISNA NEPRIANI (06091282126046)
3. SALSABILA ANVINKA MAYZI (06091282126048)
4. MITHA MANDELA (06091382126078)

DOSEN PENGAMPU :
SAPARINI, S.Pd.,M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN 2021

10

I. JUDUL PRAKTIKUM
Judul praktikum kali ini yaitu GAYA DAN GERAK ( Forces and Motion )

II. TUJUAN PERCOBAAN
Dengan dilakukan percobaan ini, mahasiswa diharapkan mampu :
1. Mengamati dan menginvestigasi hubungan antara gaya yang bekerja pada
suatu benda dan gerak benda tersebut.
2. Dapat memprediksi gerak suatu benda.

III. ALAT DAN BAHAN

 Alat :
1. Laptop
2. smartphone

 Bahan :
1. Link simulasi praktikum gaya dan gerak di phetcolorado
https://phet.colorado.edu/sims/html/forces-and-motion-
basics/latest/forces-and-motion-basics_in.html

IV. DASAR TEORI
Gerak pada dasarnya adalah suatu bentuk perpindahan yang dialami suatu

benda sehingga benda tersebut berubah tempat, arah, dan titik awalnya. (Hanindya,
2013)

Gerak adalah suatu perubahan tempat kedudukan pada suatu benda dari titik
keseimbangan awal. sebuah benda dikatakan bergerak jika benda itiu berpindah
kedudukannya terhadap benda lain. Baik perubahan menjauhi ataupun perubahan
mendekati benda tersebut.( Purwanto, 2012)

Gerak adalah perpindahan yang disebabkan oleh gaya, karena tanpa gaya
sebuah benda tidak akan bergerak.(serafica Gischa,2020)

Gerak benda dipengaruhi oleh beberapa factor yang berhubungan langsung
dengan benda yang mengalami proses pergerakan maupun factor eksternal yang
diterima oleh benda tersebut sehingga benda tersebut bergerak. (Bawana, 2013).

11

V. LANGKAH KERJA
A. Langkah kerja tugas ke-1.
1. Langkah petama yaitu bukalah link simulasi praktikum gaya dan gerak
di phet.colorado https://phet.colorado.edu/sims/html/forces-and-
motion-basics/latest/forces-and-motion-basics_in.html
melalui google.

2. Setelah link tersebut dibuka, kemudian pilihlah praktikum mengenai
penjumlahan gaya (gaya dan gerak dasar).

3. Lalu Tempatkan 2 orang yang berukuran sama dengan jarak yang sama
dari gerobak.

4. Kemudian Buatlah prediksi tentang pergerakan gerobak tersebut.

12

5. Lalu klik mulai untuk mengamati gerakan yang terjadi.

6. Setelah anda telah mengamati gerakan yang sebenarnya, klik jumlah
gaya pada kotak di sudut kanan atas simulasi.

7. Kemudia catat hasilnya.
B. Langkah kerja tugas 2.

1. Langkah yang petama yaitu bukalah link simulasi praktikum gaya
dan gerak di phet.colorado
https://phet.colorado.edu/sims/html/forces-and-motion-
basics/latest/forces-and-motion-basics_in.html melalui google.

13

2. Setelah itu, pilih bagian percobaan penjumlahan gaya (gaya dan
gerak dasar).

3. Tempatkan 2 orang yang berukuran sama dengan jarak yang
berbeda dari gerobak.

4. Buatlah prediksi tentang pergerakan gerobak tersebut.
5. Lalu, klik mulai untuk mengamati gerakan yang ada yang terjadi.

6. Setelah anda telah mengamati gerakan yang sebenarnya, klik
jumlah gaya pada kotak di sudut kanan atas simulasi.

14

7. Kemudia catat hasilnya.
C. Langkah kerja tugas ke-3

1. Bukalah link simulasi gaya dan gerak di phet.colorado
https://phet.colorado.edu/sims/html/forces-and-motion-
basics/latest/forces-and-motion-basics_in.html melalui google.

2. Kemuadian, pilih percobaan penjumlahan gaya (gaya dan gerak dasar).

3. Tempatkan 2 orang yang berbeda ukuran dengan jarak yang sama dari
gerobak.

15

4. Buatlah prediksi tentang pergerakan gerobak.
5. Lalu, klik mulai untuk mengamati gerakan yang ada yang terjadi.

6. Setelah anda telah mengamati gerakan yang sebenarnya, klik jumlah
gaya pada kotak di sudut kanan atas.

7. Dan catatlah hasilnya.
D. Langkah kerja tugas ke-4

1. Langkah pertama yaitu buka terlebih dahulu link simulasi gaya dan
gerak pada phet.colorado https://phet.colorado.edu/sims/html/forces-
and-motion-basics/latest/forces-and-motion-basics_in.html melalui
google.

16

2. Lalu, pilih simulasi percobaan penjumlahan gaya (gaya dan gerak)
pada simulasi phet.colorado.

3. tempatkan 2 orang yang berbeda ukuran dengan jarak yang berbeda
dari gerobak.

4. Buatlah prediksi tentang pergerakan gerobak tersebut.
5. Lalu klik mulai untuk mengamati gerakan yang terjadi.

17

6. Setelah anda telah mengamati gerakan yang sebenarnya, klik jumlah
gaya pada kotak di sudut kanan atas simulasi.

7. Kemudian Catat hasilnya.

VI. HASIL PRAKTIKUM
1. Table hasil percobaan pertama.

Prediksi Gerekan Jumlah

gerakan yang gaya

sebenarnya

Ukuran yang sama, dan jarak Gerobak Tidak ada Jumlah

penempatan yang sama pada tidak akan pergerakan gaya = 0

tali. bergerak. yang terjadi

pada

gerobak

tersebut.

2. Table hasil percobaan kedua.

18

Prediksi Gerakan Jumlah
gerakan
yang gaya

sebenarnya.

Ukuran yang sama, dan jarak Gerobak Tidak terjadi Jumlah

yang berbeda pada tali. tidak pergerakan gaya = 0

bergerak. sama sekali.

3. Table hasil praktikum ketiga

Prediksi Gerakan Jumlah
gerakan. yang gaya.
sebenarnya.
Bergerak
Ukuran yang berbeda, dan jarak ke kanan. Terjadi Jumlah
yang sama.
pergerakan gaya = 50

kearah gaya N

yang lebih kekanan

besar yaitu

kearah

kanan.

4. Table hasil praktikum keempat

Prediksi Gaya yang Jumlah

gaya. sebenarnya. gaya.

Ukuran berbeda, dengan jarak Bergerak Terjadi Jumlah

yang berbeda. ke kanan pergerakan gaya =

dengan kearah gaya 150 N

cepat. yang lebih kekanan.

besar yaitu

kearah

19

kanan.

VII. ANALISIS DATA.
A. Pertanyaan
1. Apa yang menyebabkan benda bergerak atau tetap diam?
Benda dapat bergerak akibat dikenai gaya. Gaya tersebut dapat berupa
dorongan, tarikan, maupun gaya gravitasi/ gaya berat.
Gerak yang dilakukan oleh benda saat memperoleh gaya mungkin GLB
(gerak lurus beraturan) dimana kecepatannya tetap, mungkin juga GLBB
(gerak lurus berubah beraturan) dimana kecepatannya selalu berubah.
Dapat dijelaskan pada hukum II newton, yang berbunyi “Percepatan yang
ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada suatu benda berbanding lurus
dan searah dengan gaya itu dan berbanding terbalik dengan massa benda”.
Oleh karna itu, jika ada benda yang diberikan dua gaya yang besarnya
berbeda, hal itu akan menyebabkan benda tersebut bergerak. Contohnya
pada percobaan ketiga, gerobak tersebut bergerak kearah gaya yang lebih
besar nilainya, Karena gaya tersebut tidak sama dan resultan gayanya tidak
sama dengan nol (F = m a).
Selain itu, benda akan tetap diam jika jumlah resultan gayanya sama
dengan nol. seperti pada bunyi hukum I newton yang berbunyi “jika
resultan gaya yang berkerja pada suatu benda sama dengan nol. Maka
benda yang mula mula diam akan tetap diam dan benda yang bergerak
lurus beraturan akan bergerak lurus beraturan dengan kecepatan tetap”.
Contohnya pada percobaan pertama yaitu gerobak tetap diam/tidak
berpindah posisi karna gaya yang diberikan oleh kedua pihak tersebut
sama dan resultan gayanya sama dengan nol.

2. Berikan buktinya!

20

Berikut ini merupakan bukti bahwa benda tersebut tetap diam karna
kekuatannya seimbang (resultan gaya = 0).

Berikut adalah bukti bahwa benda bergerak karna gaya yang ada tidak
seimbang (lebih besar kekanan).

B. Analisis pertanyaan.
1. Berikan contoh gaya yang seimbang.
suatu benda dikatakan seimbang apabila resultan gaya yang
bekerja pada benda tersebut sama dengan nol. Dan dua buah gaya yang
bekerja pada sebuah benda besarnya sama tetapi arahnya berlawanan.
contohnya pada percobaan satu yaitu dua orang yang berukuran sama
dengan jarak yang sama dari gerobak sehingga menghasilkan resultan
gaya sama dengan nol.

21

pada percobaan dua yaitu dua orang yang berukuran sama dengan
jarak yang berbeda dari gerobak menghasilkan resultan gaya sama
dengan nol. karena walaupun jaraknya berbeda namun gaya yang
diberikan tetap sama atau orangnya yang berukuran sama. Oleh karna
itu, dua contoh percobaan tersebut dikatakan memiliki gaya yang
seimbang.

2. Berikan contoh gaya yang tidak seimbang!
Gaya yang tidak seimbang berarti gaya yang berkerja pada

benda tersebut tidak sama dengan nol atau besar gaya-nya tidak sama.
Contohnya yaitu pada percobaan ke tiga dan keempat, pada percobaan
ketiga yaitu dua orang yang berbeda ukuran dengan jarak yang sama
dari gerobak dan menyebabkan gerobak tersebut bergerak kearah gaya
yang lebih besar. Begitu pula pada percobaan keempat yaitu dua orang
yang berbeda dengan jarak yang berbeda pula, dan itu akan
menyebabkan gerobak tersebut bergerak kearah gaya yang lebih besar
dan peluang bergeraknya benda akan semakin besar.

3. Benar atau salah? Gaya yang seimbang menyebabkan perubahan
gerak. Berikan alasanmu !
Tidak benar, karena suatu benda yang mengalami keadaan yang
seimbang tidak akan mengalami perubahan gerak karena gaya yang
diberikan sama dengan nol. Seperti pada bunyi hukum I newton yaitu
“jika resultan gaya yang berkerja pada suatu benda sama dengan nol.
Maka bebnda yang mula mula diam akan tetap diam dan benda yang
bergerak lurus beraturan akan bergerak lurus beraturan dengan
kecepatan tetap”.

4. Benar atau salah? Gaya yang tidak seimbang menyebabkan perubahan
gerak. Berikan alasanmu!
Benar, karena benda dapat bergerak akibat dikenai gaya.
Apabila gaya tersebut tidak seimbang maka, resultan gayanya tidak
sama dengan nol dan itu mengakibatkan benda tersebut bergerak
kearah gaya yang lebih besar. Menurut hukum II newton yang
berbunyi “Percepatan yang ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada

22

suatu benda berbanding lurus dan searah dengan gaya itu dan
berbanding terbalik dengan massa benda”. Benda yang mengalami
percepatan berarti benda bergerak lurus berubah beraturan. Oleh karna
itu gaya yang tidak seimbang akan menyebabkan perubahan gerak
suatu benda.

5. Sekarang setelah Anda memiliki kesempatan untuk bereksperimen
dengan simulasi, kembali ke pertanyaan di awal penyelidikan. Menurut
anda apa cara terbaik untuk membagi teman anda untuk permainan
tarik tambang? Pastikan untuk menjelaskan alasan anda!
Dari hasil percobaan yang telah kami lakukan, kami dapat
menyimpulkan bahwa cara terbaik untuk membagi tim dalam
permainan tarik tambang yaitu dengan cara menambah satu orang
laagi yang berbadan besar atau bisa juga dengan cara membagi dua
orang yang besar diarah kiri dan tiga orang yang kecil diarah kanan.
Kami membagi dengan cara seperti itu karna menurut kami cara itu
akan sedikit menyeimbangi kedua tim tersebut. Karena jika akan di
bagi dua orang kecil bersama satu orang besar dan satu orang kecil
bersama satu orang besar itu tidak akan menyeimbangi gaya pada
kedua tim tersebut dan otomatis tim yang sedikit akan kalah. Oleh
karna itu dengan cara membagi 3 kecil : 2 besar akan lebih
menyeimbangi kedua tim tersebut.

C. Pembahasan .
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan, dapat diketahui

bahwa benda akan tetap diam apabila resultan gayanya sama dengan
nol ( F= 0). Seperti pada bunyi hukum I newton yaitu “jika resultan
gaya yang berkerja pada suatu benda sama dengan nol. Maka benda
yang mula mula diam akan tetap diam dan benda yang bergerak lurus
beraturan akan bergerak lurus beraturan dengan kecepatan tetap”.
Sama halnya jika gaya yang diberikan seimbang maka benda tersebut
akan tetap diam ditempat. Karna gayanya sama akan menghasilkan
resultan gaya yang sama dengan nol pula.

Dan benda akan bergerak jika ada gaya yang diberikan kepada
benda tersebut dan resultan gayanya tidak sama dengan nol ( F = m a).

23

seperti pada bunyi hukum II newton yaitu berbunyi “Percepatan yang
ditimbulkan oleh gaya yang bekerja pada suatu benda berbanding lurus
dan searah dengan gaya itu dan berbanding terbalik dengan massa
benda”. Seperti gaya yang tidak seimbang akan menyebabkan benda
tersebut bergerak kearah gaya yang lebih besar, karna adanya dorongan
lebih dari gaya yang diberikan tersebut.

Dari percobaan-percobaan tersebut dapat diketahui bahwa yang
pertama jika ada dua orang yang sama dan jarak pada bendanya sama
maka gaya yang dihasilkannya sama dengan nol atau benda tersebut
tidak akan berubah/berpindah. Pada percobaan kedua orang yang
besarnya sama dan jaraknya yang berbeda juga dapat menghasilkan
resultan gaya yang sama dengan nol. Dan bendanya pun tidak bergerak
sama sekali. Dan pada percobaan yang ketiga yaitu dua orang yang
berbeda dengan jarak yang sama maka gaya yang dihasilkanpun
berbeda yaitu 50 newton. Oleh karna itu benda tersebut bergerak
kearah gaya yang lebih besar. Begitu pula pada percobaan keempat
yaitu dua orang yang berbeda ukuran dan jarak yang berbeda pula akan
menyebabkan benda tersebut bergerak karena gaya yang dihasilkan
lebih besar dari percobaan ketiga yaitu 150 N. oleh karna itu benda
tersebut dapat bergerak.

Pada pembagian tim tarik tambang yang berjumlah 5 orang
yaitu 2 orang besar serta 3 orang kecil. Disini kami setuju akan
pembagian dua tim yaitu 2 orang besar melawan tiga orang kecil.
Karna menurut kami pembagian itu cukup adil karna jika kita bagi dua
tim yaitu 1 kecil dan satu besar : 2 kecil dan satu besar itu tidak akan
adil, karna otomatis yang jumlahnya sedikit akan kalah. Berbeda
dengan yang 3 kecil : 2 besar, walaupun jumlah orangnya beda tapi
gaya yang diberikannya bisa seimbang. Akan tetapi, kembali lagi ke
definisi permainan tarik tambang, dimana harus ada salah satu pihak
yang kalah. Tapi disini pembagiannya kita tidak boleh membagi yang
perbandingan gayannya terlalu jauh. Maka solusinya kita bisa
menambah satu orang lagi yang berukuran besar atau kita juga bisa
membagi dengan 3 orang kecil dan 2 orang besar, supaya
perbandingan gaya yang diberikan oleh orang tersebut tidak terlalu
jauh berbeda.

24

VIII. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa :

1. Benda akan bergerak jika ada gaya yang diberikan kepada benda tersebut. Dan
pergerakan benda dipengaruhi oleh gaya yan diberikan bukan jarak
memberikan gaya tersebut.

2. Bunyi hukum II newton yaitu “Percepatan yang ditimbulkan oleh gaya yang
bekerja pada suatu benda berbanding lurus dan searah dengan gaya itu dan
berbanding terbalik dengan massa benda”.

3. Benda akan tetap diam jika tidak ada gaya yang diberikan kepada benda
tersebut, atau gaya yang diberikan kepada benda tersebut seimbang (sama
sama besar/ sama sama kecil)

4. Hukum I newton yang berbunyi “jika resultan gaya yang berkerja pada suatu
benda sama dengan nol. Maka benda yang mula mula diam akan tetap diam
dan benda yang bergerak lurus beraturan akan bergerak lurus beraturan dengan
kecepatan tetap”.

5. Kesimpilan dari data data hasil percobaan tersebut ialah benaar atau sesuai
dengan fakta yang ada.

25

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM FISIKA DASAR
GERAK PARABOLA

DISUSUN OLEH
KELOMPOK 11:
1. ETTA DWI SAPUTRI (06091382126075)
2. LISNA NEPRIANI (06091282126046)
3. SALSABILA ANVINKA MAYZI (06091282126048)
4. MITHA MANDELA (06091382126078)

DOSEN PENGAMPU :
SAPARINI, S.Pd.,M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN 2021

26

I. JUDUL
Laporan hasil praktikum ini mengangkat judul yaitu GERAK PARABOLA.

II. TUJUAN PERCOBAAN
Dengan dilakukan percobaan ini, mahasiswa diharapkan mampu :
Mengamati gerak parabola dan mendeskripsikan hubungan antara kecepatan awal,
sudut elevasi dengan titik tertinggi

III. ALAT DAN BAHAN
 Alat :
1. Laptop
2. Smartphone
3. Buku tulis
4. pena

 Bahan :
Link simulasi praktikum gerak parabola di phetcolorado
http://phet.colorado.edu/simulations/sims.php?sim=Projectile_Motion

IV. DASAR TEORI

Gerak parabola adalah gerak benda yang lintasannya berbentuk parabola.Gera

k semacam ini dijumpai pada peluru, gerak bola yang tidak vertikal dan lain-lain.

Disini selalu akan ada percepatan yang arahnya vertikal ke bawah dan

konstan.Dalam hal gerak peluru atau bola tali, percepatan tersebut adalah percepatang

ravitasi.

Gaya gravitasi terhadap peluru arahnya ke pusat bumi dan berbanding

terbalik dengan kuadrat jarak dari pusat bumi. Gerak kita proyeksikan pada sumbu-

sumbuyang melekat pada bumi. Karena sistem ini bukan suatu sistem lamban,

tidaklah tepat betul memberlakukan hukum kedua Newton untuk menghubngkan

gayaterhadap peluru itu dengan percepatannya. Tetapi untuk trayektori yang

jaraknyakecil, ketidak tepatan itu sangat kecil. Efek gesekan udarapun diabaikan,

sehingga semua perhitungan hanya berlaku untuk gerak dalam

bakum bumi yang tidak berputar dan permukaannya datar

27

Suatu benda dikatakan bergerak parabola atau gerak peluru apabila benda
yang bergerak tersebut membentuk lintasan yang menyerupai grafik parabola.
Contohnya gerak bola yang ditendang oleh seorang pemain bola ke tengah lapangan
akan membentuk lintasan yang menyerupai parabola, perhatikan gambar berikut ini.

Gambar di atas memperlihatkan lintasan bola yang ditendang miring dengan
sudut tertentu, akan mengalami Gerak yang dinamakan gerak parabola atau gerak
peluru.

Pada arah sumbu X (horisontal) ₀ tidak dipengaruhi oleh percepatan
sehingga terjadi gerak lurus beraturan (GLB), maka berlaku hubungan,
= ₀ cos .........................................................................................(1)
= ₀ cos

Pada arah sumbu Y (vertikal), ₀ akan dipengaruhi percepatan gravitasi yang
arahnya ke bawah yang besarnya g = 9,8 m/s2 . Sehingga pada arah ini terjadi gerak
lurus berubah beraturan (GLBB) yang diperlambat. Perumusannya berlaku
persamaan56 :
= ₀ sin − .......................................................................................(2) 5
= ₀ sin − 1 2

Berdasarkan penjelasan di atas dapat Anda simpulkan, bahwa gerak parabola
terjadi karena perpaduan gerak lurus beraturan (GLB) dan gerak lurus berubah
beraturan (GLBB) yang saling tegak lurus.

V. LANGKAH KERJA :
1. Pecobaan menentukan pengaruh kecepatan awal pada pyoyektil
a. Langkah pertama yaitu Buka link phet Colorado
http://phet.colorado.edu/simulations/sims.php?sim=Projectile_Motion

28

b. Kemudian pilih bagian intro pada simulasi tersebut.

c. Setelah itu, tentukan sudut elevasi pada 60 dengan kecepatan awal yang
berbeda yaitu dimulai dari 12.

d. Lalu klik gambar meriam yang berwarna merah untuk menembakkan
pelurunya.

e. Setelah itu, atur kembali kecepatan awal pada kecepatan 13cm/s lalu
tembakkan tanpa menghapus tembakan awal unutk melihat secara langsung
perbedaannya.

29

f. Kemudian atur kembali kecepatan awal pada posisi 15 m/s. lalu tembakkan.

g. Terakhir, tariklah kotak berwarna biru untuk mengukur waktu dan ketinggian
yang terletak disebelah kanan atas.

h. Kemudian amati dan catat hasilnya.

2. Pecobaan menentukan pengaruh sudut elevasi pada pyoyektil :
a. Langkah pertama yaitu Buka link phet Colorado
http://phet.colorado.edu/simulations/sims.php?sim=Projectile_Motion

b. Kemudian pilih bagian intro pada simulasi tersebut.

30

c. Setelah itu, tentukanlah kecepatan awal 15 m/s dengan sudut elevasi yang
berbeda beda, dimulai dari sudut 60

d. Kemudian klik gambar meriam berwarna merah untuk menembakkannya.

e. Kemudian atur kembali sudutnya menjadi 65 kemudian tembakkan tanpa
menghapus hasil tembakan yang pertama.

f. Setelah itu, atur kembali sudut elevasinya sebesar 70 . Dan tembakkan

31

g. Kemudan untuk mencari nilai ketinggian dan waaktunya, klik table berwarna
biru pada sudut kanan atas.

h. Amatilah hasilnya kemudian catat.

3. Pecobaan menentukan pengaruh massa benda pada proyektil :
a. Langkah pertama yaitu Buka link phet Colorado
http://phet.colorado.edu/simulations/sims.php?sim=Projectile_Motion

b. Kemudian pilih bagian intro pada simulasi tersebut.

c. Setelah itu, aturlah sudut elevasi pada besar sudut 60 dengan kecepatan awal
15m/s. kemudian untuk menentuka benda yang berbeda kami menggunakan
cannonball, football, serta baseball.

32

d. Untuk benda yang pertama kami menggunakan benda cannonball yang
pertama. Kamudian tembakkan dan ukurlah nilai ketinggiannya dan waktunya.

e. Kemudian, tembakkan benda yang kedua yaitu benda baseball. Setelah itu,
ukurlan nilainya

f. Lalu ubah kembali benda menjadi football dan tembakkan kemudia ukur
nilainya.

g. Langkah terakhir yaitu amatilah hasilnya kemudian catat.
VI. HASIL PRAKTIKUM
Dari percobaan praktikum tersebut dapat diperoleh data data yaitu sebagai berikut:

1. Pengaruh kecepatan awal pada gerak peluru dengan benda yang sama.

33

No Kecepatan awal Sudut Waktu titik Jarak Ketinggia
puncak(s) maksimum n
(m/s) elevasi (m) maksimu
m(m)
1. 15 60 1.32 19.87 9.93
2. 13 1.15 15.0 6.46
3. 12 1.06 12.72 5.5

2. Pengaruh besar sudut elevasi pada gerak peluru denga benda yang sama.

No Kecepatan awal Sudut Waktu titik Jarak Ketinggia
puncak(s) maksimum n
(m/s) elevasi (m) maksimu
m(m)

1. 60 1.32 19.90 8.6

2. 15 65 1.39 17.59 9.42

3. 70 1.44 14.70 10.13

3. Pengaruh jenis benda pada gerak peluru.

Kecepatan Sudut Jenis Massa Waktu Jarak Ketinggi
No benda (kg) titik maksimu an
puncak( m (m) maksimu
awal (m/s) elevasi s) m(m)

1. Cannon 17.60 1.32 19.83 8.6
ball
1.32 19.83 8.6
15 60 1.32 19.83 8.6
2. Base ball 0.15
3. football 0.41

VII. PEMBAHASAN DAN ANALISIS

A. Analisis data
Dari percobaan – percobaan yang telah dilakukan tersebut, terdapat beberapa
pertanyaan yang dapat kami jawab yaitu :
1. Tulis pemahaman terbaik Anda tentang kata proyektil :

34

Dari pemahaman yang telah kami dapat setelah melakukan percobaan
praktikum ini proyektil yaitu suatu benda yang ditembakkan ke udara
dengan penerapan beberapa gaya. Dalam pandangan umum, sepak bola
atau baseball dapat dianggap sebagai proyektil, tetapi dalam aksi
praktik kebanyakan proyektil didesain sebagai senjata. Namun dalam
fisika gerak proyektil adalah gerak suatu benda yang diberi kecepatan
awal, kemudian menempuh lintasan yang arahnya sepenuhnya
dipengaruhi oleh percepatan gravitasi dan hambatan udara.

2. Sebutkan semua faktor yang menurut Anda mempengaruhi pergerakan

proyektil (coba sebutkan setidaknya lima faktor):

Dari praktikum yang telah kami lakukan, dapat kami sebutkan faktor

faktor yang mempengaruhi pergerakan proyektil yaitu :

 Besarnya sudut elevasi

 Besarnya kecepatan awal suatu benda.

 Percepatan gravitasi

 Tinggi benda

 Kecepatan akhir

 Waktu



3. Eksperimen 1

1) Dengan mitra lab Anda, pilih salah satu faktor yang baru saja Anda

sebutkan di atas dan ajukan pertanyaan untuk menguji faktor

tersebut. Tujuan Anda adalah untuk mencapai target!

Factor : Tinggi benda

Pertanyaan : Apakah perubahan ketinggian awal mempengaruhi

jarak terjauh benda , titik tertinggi dan waktu jatuh benda ?

2) Tulis hipotesis Anda tentang bagaimana faktor yang Anda pilih akan

mempengaruhi kemampuan Anda untuk mencapai target
(Jika…maka…karena):

Jika benda yangingin dilemparkan semakin tinggi, maka semakin

jauh pula jarak benda yang dihasilkan. Karena benda tersebut telah

mengambil posisi yang paling tinggi sehingga jaraknyapun akan

semakin tinggi.

35

3) Apa variabel pengujian Anda? _______ Variabel hasil?
variabel yang diuji yaitu posisi ketinggian awal benda. Variable
hasinya yaitu variable terikat (jarak yang dihasilkan, waktu selama
benda diudara, dan ketinggian benda dipuncak).

4) Variabel apa yang harus Anda jaga agar tetap konstan :
Variable yang harus dijaga yaitu variable ketinggian awal benda

5) Setelah Anda meletakkan semua variabel di tempatnya, tembak!
Apakah Anda mencapai target Anda? Tulis pernyataan kesimpulan
yang menjelaskan hasil Anda.
Setelah semua variable diletakkan, maka ditembakkan dan dapat
memncapai target pada ketinggian 7 meter. Kami menggunakan
kecepatan 10s dan mencapai sudaut 50°. Ternyata semakin tinggi
posisi awal sebuah benda maka ketinggiann yang dihasilkan tetap
sama tapi jarak yang dihasilkan berbeda.

4. Eksperimen 2
1) Dengan mitra lab Anda, pilih faktor yang berbeda dari faktor di atas
dan ajukan pertanyaan untuk menguji faktor tersebut. Tujuan Anda
adalah untuk mencapai target!
Factor kedua yang kami pilih setelah yang pertama tadi yaitu factor
besarnya sudut elevasi.
Pertanyaan : dari percobaan praktikum tersebut, apakan sudut elevasi
suatu benda dapat mempengaruhi ketinggian puncak benda, jarak
yang di hasilkan, dan waktu yang ditempuh.
2) Tulis hipotesis Anda tentang bagaimana faktor yang Anda pilih akan
mempengaruhi kemampuan Anda untuk mencapai target
(Jika…maka…karena):
Jika besar sudut elevasi suatu benda semakin besar maka akan
semakin tunggi pula puncak ketinggian suatu benda tersebut. Karena
benda yang akan dilemparkan semakin tinggi dan waktunya semakin
lama tapi jarak yang dihasilkan dekat.
3) Apa variabel pengujian Anda? _______ Variabel hasil?
Variabel yang diuji yaitu besar sudut elevasi. Variabel yang
dihasilkan yaitu variabel terikat (waktu benda, ketinggian puncak
suatu benda, dan jarak yang dihasilkan benda).

36

4) Variabel apa yang harus Anda jaga agar tetap konstan?
Variabel yang harus tetap dijaga agar tetap konstan yaitu variabel
sudut dan waktu

5) Setelah Anda meletakkan semua variabel di tempatnya, tembak!
Apakah Anda mencapai target Anda? Tulis pernyataan kesimpulan
yang menjelaskan hasil Anda.
Setelah semuanya diletakkan dan kemudian ditembakkan, maka kami
mendapatkan hasil yang tepat yaitu pada sudut 70° dan pada
kecepatan 15s. maka didapatkan hasil yang sesuai tujuan yaitu 15m.
semakin besar sudut suatu benda semakin tinggi pula ketinggian
puncak suatu benda tersebut dan semakin dekat jarak yang dihasilkan
suatu benda tersebut.

5. Eksperimen 3

1) Dengan mitra lab Anda, pilih faktor yang berbeda dari faktor di atas

dan ajukan pertanyaan untuk menguji faktor tersebut. Tujuan Anda

adalah untuk mencapai target!

Factor : besar kecepatan awal

Pertanyaan : setelah melakukan percobaan tersebuut, apakan

besarnya sudut dapat mempengaruhi jarak ketinggian puncak dan

waktu yang dihasilkan?

2) Tulis hipotesis Anda tentang bagaimana faktor yang Anda pilih akan

mempengaruhi kemampuan Anda untuk mencapai target
(Jika…maka…karena):

Jika besar kecepatan awal suatu benda maka jarak yang dihasilkan

pun semakin jauh karena gesekan diudara diabaikan dan waktu yang

ditempuh benda tersebut semakin singkat dan cepat.

3) Apa variabel pengujian Anda? _______ Variabel hasil?

Variabel yang diuji yaitu variabel kecepatan awal. Kemudian

variabel hasilnya yaitu variabel terikat ( ketinggian puncak benda,

waktu yang ditempuh dan jarak yan dihasilkan).

4) Variabel apa yang harus Anda jaga agar tetap konstan?

Variabel yang tetap harus dijaga yaitu variabel kecepatan awalnya

dan jaraknya.

37

5) Setelah Anda meletakkan semua variabel di tempatnya, tembak!
Apakah Anda mencapai target Anda? Tulis pernyataan kesimpulan
yang menjelaskan hasil Anda.
Dengan meletakkan variabel variabel yang telah di siapkan kemudian
kami melemparkan benda tersebut kemudian didapat hasil dengan
sesuai sasaran pada kecepatang awal denngan besar 13 meter dan
sudut 60° kemudian dengan ketinggian 0 meter. Semakin tinggi
kecepatan awal suatu benda maka semakin jauh pula jarak yang
dihasilkan dan semakin singkat pula waktu tempuh suatu benda.

6) Factor yang paling penting dalam gerak peluru yaitu :
faktor˗faktor yang mempengaruhi jarak terjauh benda, titik tertinggi
benda dan waktu jatuh benda adalah kecepatan awal, posisi awal
benda dan sudut elevasi. Semakin besar kecepatan awal dan posisi
awal benda maka semakin besar jarak terjauh benda, titik tertinggi
benda dan semakin lama waktu jatuh benda. Pada perubahan sudut
elevasi ditemukan sudut istimewa yaitu sudut 45˚ dimana pada sudut
ini jarak terjauh benda mencapai nilai maksimum tetapi titik tertinggi
dan waktu jatuh terus meningkat seiring bertambahnya nilai sudut
elevasi.

B. Pembahasan
Dari hasil praktikum yang telah dilakukan, dapat diketahui bahwa pada

percobaan pertama dengan menentukan pengaruh kecepatan awal pada gerak
peluru yang mengabaikan gesekan diudara dan dengan. Pada praktikum diatas
dapat diketahui dengan mengatur kecepatan awal yang berbeda dan dengan besar
sudut elevasi yaitu 60 dan massa benda yang sama besar dapat dilihat hasilnya
yaitu semakin tinggi kecepatan awalnya maka semakin jauh pula jarak yang
dihasilkan. Sedangkan pada waktunya semakin cepat dan ketinggian maksimalnya
semakin tinggi.

Pada percobaan kedua, dengan menguji pengaruh sudut elevasi pada gerak
peluru. Ditentukan kecepatan awal 15 m/s dan massa benda yan sama maka dapat
dilihat bahwa semakin besar sudut elevasi suatu benda maka semakin tinggi pula
ketinggian maksimum benda tersebut. Sedangkan pada waktu yang dihasilkan
semakin lama dan jaraknya pun semakin singkat.

38

Kemudian pada percobaan ketiga, dengan menguji pengaruh massa benda.
Dari percobaan diatas telah ditentukan bahwa kecepatan awalnya sebesar 15 m/s
dengan sudut elevasi sebesar 60 dengan jenis benda yang digunakan yaitu
cannonball, baseball, dan football. Kemudian dapat dilihat hasilnya yaitu karna
mengabaikan percapatan gravitasi atau mengabaikan gesekan diudara maka dapat
dilihat bahwa massa benda tidak mempengaruhi jarak benda tersebut begitu pula
pada waktu yang ditempuh dan ketinggian maksimumnya.

Jika kecepatan peluru diperbesar maka jarak peluru akan semakin jauh karena
jika peluru ditembakkan maka disitu akan terjadi gesekan dengan udara dan gaya
gravitasi yang menyebabkan adanya hambatan. Oleha karna itu jika kecepatan
peluru semakin besar maka semakin jauh pula jaraknya, begitu pula sebaliknya
jika kecepatan peluru kecil makan jaraknyapun akan semakin pendek.

Factor penting dalam gerak peluru yaitu gaya gravitasi yang mengarah ke
pusat bumi dan kecepatan awalnya serta besar sudut elevasinya ; benda-benda
yang melakukan gerak parabola dipengaruhi oleh gravitasi yang berarah ke bawah
menuju pusat bumi dengan besar g = 9,8 m/s². oleh karna itu pprgerakan benda
yang dilepar keudara akan bergerak lambat, berbeda dengan benda yang jatuh
bebas setelah dilempar keudara. Benda tersebut akan cenderung bergerak cepat
kebawah. Dan kejadian itu merupakan pengaruh gaya gravitasi bumi yang
menarik benda benda menuju kepusat bumi.

Kemudian selain gaya gravitasi, ada pula factor yang penting yaitu kecepatan
awal sebuah peluru atau benda yang ingin dilemparkan. Kecepatan juga
mempengaruhi kelajuan benda dan jarak hasil jatuhnya peluru tersebut. Semakin
besar kecepatannya, semakin jauh pula jarak yang dihasilkan.

Dari hasil praktikum itu pula dapat diketahui bahwa massa benda tidak
mempengaruhi ketinggian puncak suatu benda tersebut serta tidak mempengaruhi
jarak dan ketinggian puncaknya apabila gaya gesek diudara diabaikan.

VIII. KESIMPULAN
Dari hasil percobaan tersebut dapat disimpulkan bahwa: Gerak parabola

merupakan suatu gerak yang membentuk lintasan setengah lingkaran pada saat
dilepaskan ke udara. Gerak parabola sendiri dipengaruhi oleh percepatan gravitasi
yang yang menuju arah pusat bumi dengan besar percepatan gravitasi 9,8 m/s2.

Dengan adanya pengaruh hambatan udara, setiap benda yang diberikan gaya
dan kecepatan awal hingga bergerak ke udara maka benda tersebut mengalami

39

gesekan udara. Namun jika tidak ada pengaruh hambatan diudara maka factor yang
mempengaruhi gerak parabola yaitu pada kecepatan awal dan sudut elevasi suatu
benda. Sedangkan massa benda tidak mempengruhi saa sekali.

40

LAPORAN HASIL PRAKTIKUM FISIKA DASAR
TUMBUKAN

DISUSUN OLEH
KELOMPOK 11:
1. ETTA DWI SAPUTRI (06091382126075)
2. LISNA NEPRIANI (06091282126046)
3. SALSABILA ANVINKA MAYZI (06091282126048)
4. MITHA MANDELA (06091382126078)

DOSEN PENGAMPU :
SAPARINI, S.Pd.,M.Pd.

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BIOLOGI
FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS SRIWIJAYA
TAHUN 2021

41

I. Judul Praktikum
Judul laporan praktikum yang kami buat ini adalah TUMBUKAN

II. Tanggal Praktikum
Praktikum ini dilakukan pada tanggal 24 oktober 2021 dirumah masing masing
menggunakan link simulasi Phet Colorado
http://phet.colorado.edu/en/simulation/collision-lab

III. Tujuan Praktikum
Tujuan dilakukannya praktikum kali ini yaitu :
1. Mengetahui konsep momentum
2. Mengetahui faktor factor mempengaruhi besarnya momentum.

IV. ALAT DAN BAHAN
Alat :
 Laptop
 Handphone
Bahan :
 Simulasi praktikum Tumbukan yang dikembangkan oleh Phet Colorado
http://phet.colorado.edu/en/simulation/collision-lab

V. LANDASAN TEORI
Peristiwa tumbukan antara dua buah benda dapat dibedakan menjadi

beberapa jenis. Perbedaan tumbukantumbukan tersebut dapat diketahui berdasarka
n nilaikoefisien elastisitas (koefisien restitusi) dari dua buah benda yang
bertumbukan.Koefisien restitusi dari dua benda yang bertumbukan sama dengan
perbandingannegatif antara beda kecepatan sesudah tumbukan dengan beda
kecepatan sebelumtumbukan. Dengan e adalah koefisien restitusi (Putranto,
Singgih, dkk 2015).

Koefisien restitusi merupakan konstanta yang menyertai dua benda
ketikamengalami tumbukan. Koefisien restitusi dalam peristiwa tumbukan
menunjukkan jenis tumbukan dua benda. Tumbukan itu dapat berupa tumbukan le
nting sempurna dengan nilai koefisien restitusi sama dengan satu (e = 1),
tumbukan lenting sebagian dengan nilai koefisien restitusi lebih kecil dari satu dan
lebih besar dari nol (0 < e < 1), dan tumbukan tidak lenting sama sekali dengan nil

42

ai koefisien restitusi sama dengan nol (e = 0). Besar nilai koefisien suatu
bendasangat bergantung pada kecepatan dua benda sebelum dan sesudah
tumbukan.Untuk benda jatuh bebas, koefisien tergantung pada ketinggian benda
ketikadijatuhkan. Hal tersebut dikarenakan kecepatan benda yang jatuh bebas
sangatditentukan oleh ketinggian benda dan percepatan gravitasi bumi (Wildan,
2016).

Jika dua benda sangat keras bertumbukkan dan tidak ada panas yang
dihasilkanoleh tumbukan, maka energi kinetiknya kekal, artinya energi kinetik
total sebelumtumbukan sama dengan total sesudah tumbukan. Dalam hal ini,
momentumtotalnya juga kekal. Tumbukkan seperti ini disebut dengan tumbukan
lentingsempurna. Sehingga berlaku

4m1 . v1 + m2 . v2 = m1‟ . v1‟ + m2‟ . v2‟ (kekekalan momentum)
m1 . v12 + m2 . v22 = m1‟ . v12‟ + m2‟ . v22‟ (kekekalan energi)
Tanda aksen („) menunjukkan setelah tumbukkan. Nilai koefisian
tumbukan (e) jenis ini adalah 1 (Rinaldi,2016).
Jika akibat tumbukan terjadi panas yang hilang, maka energi kinetik total
sertamomentum tidak kekal. Tumbukan jenis ini disebut lenting sebagian,
Sehingga berlaku :
m1 . v1 + m2 . v2 = m1‟ . v1‟ + m2‟ . v2‟ (kekekalan momentum)
Ek 1 + Ek 2 =Ek 1‟ + Ek 2‟ + energi panas dan bentuk lainnya ( energi kinetik
yanghilang ), sehingga :∑Ek awal -∑Ek akhir = energi kinetik yang hilang. Nilai
koefisientumbukan jenis ini adalah e = 0 (Sumilat, 2015).
m1 . v1 + m2 . v2 = (m1‟+ m2‟) . v‟ (kekekalan momentum)
Jika akibat tumbukan dua benda bergabung menjadi satu, maka tumbukan
jenis inidisebut tidak lenting sama sekali. Pada tumbukan jenis ini ada jumlah
maksimumenergi kinetik yang di ubah menjadi bentuk lain, tetapi momentum
totalnya tetapkekal. Sehingga berlaku :∑Ek awal -∑Ek akhir = energi kinetik
yang hilang Nilai koefisien tumbukan jenis ini adalah e = 0 (Sumilat, 2015)

VI. PROSEDUR PERCOBAAN simulasi
A. Langkah kerja part 1 skenario 1
1. Langkah pertama yaitu bukalah link
http://phet.colorado.edu/en/simulation/collision-lab.
2. Pilihlah bagian 1 D didalam simulasi pilihan tersebut.
3. Klik pilihan more untuk lebih banyak datanya.

43

4. Kemudian aturlah massa bola agar sama berat. Kemudian catat
massa awal, kecepatan awal dan juga momentum awalnya.

5. Setelah itu klik tanda mulai untuk memuai simulasi tumbukan.
Lalu amatilah.

6. Setelah itu catatlah perubahannya.

B. Langkah kerja part 1 skenario 2

1. Langkah pertama yaitu bukalah link

http://phet.colorado.edu/en/simulation/collision-lab

2. Pilihlah bagian 1 D didalam simulasi pilihan tersebut.

3. Klik pilihan more untuk melihat lebih kecepatan posisi dan

momentumnya.

4. Kemudian aturlah massa bola agar tidak sama. Kemudian catat

massa awal, kecepatan awal dan juga momentum awalnya.

5. Setelah itu klik mulai untuk mengamati proses terjadinya tumbukan

6. Setelah itu catat hasinya.

C. Langkah kerja part 2 skenario 1

1. Langkah pertama yaitu bukalah link

http://phet.colorado.edu/en/simulation/collision-lab

2. Pilihlah bagian 1 D didalam simulasi pilihan tersebut.

3. Klik pilihan more untuk melihat lebih kecepatan posisi dan

momentumnya.

4. Kemudian atur elastisitasnya (0%) kemudian tentukanlah massa

bendanya.

5. Kemudian catatlah massa, kecepatan dan momentum awalnya.

6. Setelah itu klik tombol mulai dan amatilah peristiwanya.

7. Catatlah hasilnya.

D. Langkah kerja part 2 skenario 2

1. Langkah pertama yaitu bukalah link

http://phet.colorado.edu/en/simulation/collision-lab

2. Pilihlah bagian 1 D didalam simulasi pilihan tersebut.

3. Klik pilihan more untuk melihat lebih kecepatan posisi dan

momentumnya.

44

4. Kemudian atur elastisitasnya (25%) kemudian tentukanlah massa
bendanya.

5. Kemudian catatlah massa, kecepatan dan momentum awalnya.
6. Setelah itu klik tombol mulai dan amatilah peristiwanya.
7. Catatlah hasilnya.

E. Langkah kerja part 2 skenario 3

1. Langkah pertama yaitu bukalah link

http://phet.colorado.edu/en/simulation/collision-lab

2. Pilihlah bagian 1 D didalam simulasi pilihan tersebut.

3. Klik pilihan more untuk melihat lebih kecepatan posisi dan

momentumnya.

4. Kemudian atur elastisitasnya (50%) kemudian tentukanlah massa

bendanya.

5. Kemudian catatlah massa, kecepatan dan momentum awalnya.

6. Setelah itu klik tombol mulai dan amatilah peristiwanya.

7. Catatlah hasilnya.

VII. HASIL PRAKTIKUM.
1. Tumbukan antara benda yang bermassa sama

A. Percobaan 1 Sebelum simulasi

Bola Massa (kg) kecepatan (m/s) Momentum
(kg*m/s)
1 2,00 -1,00 -2,00
2 2,00 1,00 2,00
Total 0

B. Percobaan 1 Sesudah simulasi

Bola Massa (kg) kecepatan (m/s) Momentum
(kg*m/s)

45

1 2,00 1,00 2,00

2 2,00 -1,00 -2,00

Total 0

C. Percobaan 2 Sebelum simulasi

Bola Massa (kg) kecepatan (m/s) Momentum
(kg*m/s)
1 0,50 0,62 0,31
2 0,50 -0,62 -0,31
Total 0

D. Percobaan 2 Sesudah simulasi

Bola Massa (kg) kecepatan (m/s) Momentum
(kg*m/s)
1 0,50 -0,62 -0,31
2 0,50 0,62 0,31
Total 0

2. Tumbukan antara benda yang massanya berbeda.
A. Percobaan 1 Sebelum Simulasi

Bola Massa (kg) kecepatan (m/s) Momentum
(kg*m/s)

1 0,50 1,00 0,50

2 1,50 -0,50 -0,75

Total -0,25

B. Percobaan 1 sesudah simulasi

Bola Massa (kg) kecepatan (m/s) Momentum
(kg*m/s)

46

1 0,50 -1,25 -0,63

2 1,50 0,25 0,38

Total -0,25

C. Percobaan 2 sebelum simulasi

Bola Massa (kg) kecepatan (m/s) Momentum
(kg*m/s)

1 2,00 0,88 1,76

2 1,50 -0,88 -1,32

Total 0,44

D. Percobaan 2 sesudah simulasi

Bola Massa (kg) Kecepatan (m/s) Momentum
(kg*m/s)

1 2,00 -0,63 -1,26

2 1,50 1,13 1,70

Total 0,44

3. Tumbukan tidak lenting sama sekali (elastisitas 0%)
A. Elastisitas 0%

Sebelum simulasi

Bola Massa (kg) Kecepatan Momentum
(m/s) (kg*m/s)
0,50
1 0,50 1,00 -0,75
-0,25
2 1,50 -0,50

Total

Sesudah simulasi

Bola Massa (kg) Kecepatan Momentum
(m/s) (kg*m/s)
1 0,50 -0,13 -0,06
2 1,50 -0,13 -0,19
Total -0,25

47


Click to View FlipBook Version