B
U
K
U
S
A
K
U
PROGRAM
KEHAMILAN SEHAT
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim
B
PROGRAM U
K
U
KEHAMILAN SEHAT S
A
K
U
Diterbitkan oleh :
Mahasiswi Profesi Kebidanan Angkatan I
Poltekkes Kemenkes Kaltim
Tim Penyusun :
Eliza Anggraini (Ide)
Esa Lustiana (Setting/Layout)
Mirya Astatnti (Ide)
Nani Yulianti (Editor)
Nisa Hudiyana (Ide)
Preceptor Lahan :
Ari Kastiwin, S.Tr.Keb
Dosen Pembimbing Institusi :
Dwi Hendriani, M.Kes
Ratna Wati, SST
Riana Trinovita Sari, S.Keb., Bd
Cetakan pertama :
Samarinda, 26 Februari 2021
Hak Cipta @2021
Kelompok IV Profesi Bidan
Poltekkes Kemenkes Kaltim
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim
B
U
KATA PENGANTAR K
U
S
A
K
U
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa
atas segala berkah dan karunia Nya,
sehingga buku saku “Program Kehamilan
Sehat” yang telah disusun dan dipergunakan
sejak tahun 2021 ini dapat direvisi dicetak
kembali untuk memenuhi kebutuhan informasi
kesehatan masyarakat yang semakin
berkembang.
Buku saku ini disusun untuk melengkapi
Lembar Balik Program Kehamilan Sehat
sebagai KIE di fasilitas pelayanan kesehatan.
Diharapkan buku saku ini dapat dimanfaatkan
secara optimal oleh calon pasangan usia
subur sehingga mendapatkan informasi
kesehatan bagaimana merencanakan dan
mempersiapkan kehamilan yang sehat.
Kami menyadari bahwa buku saku ini masih
perlu untuk terus disempurnakan sesuai
dengan perkembangan program dan ilmu
kesehatan. Oleh karena itu, segala masukan
dalam rangka perbaikan buku ini, akan
sangat kami hargai dan harapkan.
Samarinda, 26 Februari 2021
Penulis
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim
DAFTAR ISI B
U
K
U
S
A
BAB 1 K
U
PANDUAN PELAKSANAAN KONSELING PADA MASA
PANDEMI COVID-19 DAN ADAPTASI KEBIASAAN BARU
[1]
BAB 2
PERENCANAAN PERSIAPAN KEHAMILAN SEHAT [5]
BAB 3
MAKANAN YANG DIANJURKAN [10]
BAB 4
INFORMASI TENTANG KEHAMILAN [13]
BAB 5
KEHIDUPAN SEKSUAL SUAMI ISTRI [23]
BAB 6
GERAKAN MASYARAKAT HIDUP SEHAT (GERMAS) [29]
DAFTAR PUSTAKA
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim
BAB 1 B
U
PANDUAN PELAKSANAAN K
KONSELING PADA MASA U
PANDEMI COVID-19 DAN S
A
ADAPTASI KEBIASAAN BARU K
U
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 1
B
Ketersediaan Sarana dan U
K
Prasarana Pelaksanaan Konseling U
S
A
1. Tempat cuci tangan pakai sabun K
dengan air mengalir (pintu masuk, U
toilet)
2. Disinfektan
3. Penyediaan alat skrining kesehatan:
thermometer gun.
4. Penyediaan masker dan faceshield
bagi petugas
5. Tersedianya media KIE atau pesan-
pesan kesehatan tentang
pencegahan penularan Covid-19
Ketersediaan Sarana dan Prasarana
Pelaksanaan Konseling
1. Untuk konseling tatap muka, ruang
bimbingan memiliki ventilasi dan aliran
udara yang baik serta masuk sinar
matahari.
2. Desinfeksi secara berkala ruang
bimbingan setiap hari menggunakan
desinfektan sesuai standar.
3. Penerapan menjaga jarak antar orang
minimal 1-2 meter.
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 2
Pengaturan Waktu B
U
Pelaksanaan konseling tatapmuka K
disesuaikan dengan materi yang U
akan disampaikan mengenai S
bimbingan Program Kehamilan A
Sehat. K
U
Fasilitator Konsesling pada PUS
1. Harus dalam kondisi kesehatan yang baik
(tidak demam atau batuk pilek), bila
memungkinkan melakukan skrining
sederhana dengan memanfaatkan
kuisoner pada aplikasi sehatpedia atau
halodoc atau aplikasi lainnya.
2. Wajib menggunakan masker, faceshield
dan mencuci tangan pakai sabun dengan
air mengalir sebelum memulai sesi.
3. Fasilitator membatasi sesi tatap muka
dan mengoptimalkan Pemberian Materi
Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE)
secara online/ daring atau memberikan
bahan bacaan mandiri.
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 3
Pasangan Usia Subur B
U
K
1. Harus dalam kondisi kesehatan U
S
A
yang baik (tidak demam atau batuk K
U
pilek), bila memungkinkan
melakukan skrining sederhana
dengan menggunakan formulir
penapisan atau memanfaatkan
kuisioner pada aplikasi sehatpedia
atau halodoc atau aplikasi lainnya.
2. Hadir bersama pasangan.
3. Wajib menggunakan masker.
4. Mencuci tangan pakai sabun dengan
air mengalir atau menggunakan
hand sanitizer ketika memasuki
ruang bimbingan.
5. Sudah membaca materi terkait
bimbingan perkawinan yang
diperoleh melalui media online.
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 4
BAB 2 B
U
PERENCANAAN PERSIAPAN K
KEHAMILAN SEHAT U
S
A
K
U
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 5
B
U
K
U
S
A
K
U
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 6
B
U
K
U
S
A
K
U
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 7
B
U
K
U
S
A
K
U
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 8
B
U
K
U
S
A
K
U
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 9
BAB 3 B
U
MAKANAN YANG K
DIANJURKAN U
S
A
K
U
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 10
KONSUMSI MAKANAN B
U
K
YANG MENGANDUNG U
S
A
K
U
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 11
KONSUMSI MAKANAN B
U
K
YANG MENGANDUNG U
S
A
K
U
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 12
B
U
K
U
S
A
K
U
BAB 4
INFORMASI TENTANG
KEHAMILAN
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 13
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 14
B
U
K
U
S
A
K
U
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 15
B
U
K
U
S
A
K
U
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 16
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 17
B
U
K
U
S
A
K
U
“Rencanakan kehamilan dengan baik
Bersama pasangan. Setiap kehamilan
harus direncanakan dan diinginkan serta
dijaga agar ibu dan bayi sehat dan
selamat.”
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 18
Tanda-tanda Kehamilan B
U
K
Terdapat beberapa tanda-tanda U
kehamilan, antara lain : S
1. Tidak mendapat menstruasi / haid A
K
U
sebagaimana biasanya (tidak
menstruasi pada siklus haid bulan
berikutnya)
2. Timbul rasa mual, muntah-muntah
dan pusing terutama pada pagi hari
serta sering buang air kecil (BAK)
3. Tidak nafsu makan
4. Tes kehamilan positif (+)
5. Pada usia kehamilan lebih lanjut
dengan alat tertentu dapat terdengar
detak jantung janin
6. Perut membesar dan dirasakan
gerakan janin
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 19
Kehamilan Ideal vs B
U
Kehamilan Berisiko K
U
Kehamilan yang ideal adalah kehamilan S
yang direncanakan, diinginkan dan dijaga A
perkembangannya dengan baik. Namun ada K
kalanya terjadi kehamilan yang tidak U
diinginkan seperti :
1. Akibat hubungan seks sebelum menikah
2. Wanita usia subur yang ingin menunda
atau tidak ingin punya anak tetapi tidak
menggunakan kontrasepsi
3. Akibat gagal KB
Walaupun demikian, setiap perempuan tetap
harus dijaga dan dipantau kesehatan dan
perkembangannya.
Usia terbaik perempuan untuk hamil adalah
antara 20-35 tahun dan jarak antar kelahiran
antara 3-5 tahun atau tidak lebih dari 2 balita
dalam satu keluarga. Adanya jarak kelahiran
tersebut akan memberi kesempatan kepada ibu
untuk memulihkan kembali kesehatan tubuhnya
serta memberi kesempatan bagi anak yang
dilahirkan untuk tumbuh dan berkembang secara
optimal serta mendapatkan perhatian dan kasih
sayang penuh dari orang tuanya.
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 20
Apabila merencanakan punya anak lagi, perlu B
dipertimbangkan secara matang mengenai U
biaya perawatan, Pendidikan dan kehidupan K
yang layak termasuk pemenuhan gizinya. U
S
A
K
U
Setiap kehamilan mempunyai risiko untuk terjadi
komplikasi walaupun sebelumnya baik-baik saja.
Sebagai contoh, saat hamil kondisi ibu dan bayi
sehat, namun saat persalinan ibu dapat mengalami
perdarahan hebat atau bayi mengalami sesak nafas
(asfiksia).
Terdapat beberapa kondisi yang dapat
meningkatkan risiko komplikasi pada kehamilan
dan persalinan yang disebut 4 Terlalu dan 3
Terlambat.
4 (EMPAT) TERLALU yaitu:
1. Terlalu muda untuk hamil (kurang dari 20
tahun)
2. Terlalu tua untuk hamil (lebih dari 35 tahun)
3. Terlalu sering hamil (anak lebih dari 3)
4. Terlalu dekat atau rapat jarak kehamilannya
(kurang dari 2 tahun)
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 21
B
U
3 (TIGA) TERLAMBAT yaitu: K
U
1. Terlambat mengenali tanda bahaya pada S
A
kehamilan, persalinan dan nifas, serta K
mengambil keputusan untuk mencari U
pertolongan medis
2. Terlambat tiba di fasilitas pelayanan
kesehatan
3. Terlambat mendapat pertolongan medis yang
adekuat.
“Hindari 4 terlalu dan 3
Terlambat untuk mengurangi
risiko terjadinya komplikasi
pada kehamilan dan persalinan”
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 22
BAB 5 B
U
KEHIDUPAN SEKSUAL K
SUAMI ISTRI U
S
A
K
U
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 23
B
U
Kehidupan seksual suami dan istri K
U
adalah suatu hubungan yang dibina S
A
oleh suami dan istri, dimana masing- K
U
masing pihak dapat memperlihatkan
bentuk kasih sayang cintanya lewat
sebuah tindakan pribadi yang dilakukan
berdua.
Kehidupan seksual dapat
dipengaruhi oleh faktor fisik dan
psikis. Fungsi seksual akan baik jika
kedua faktor tersebut baik.
Faktor fisik antara lain :
1. Ada tidaknya penyakit
2. Pola hidup atau sedang dalam
pengobatan tertentu
Faktor psikis antara lain : 24
1. Ada tidaknya stress
2. Kejenuhan
3. Suasana hubungan yang harmonis
atau kadar cinta dengan pasangan
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim
B
U
Komunikasi apa yang menjadi K
U
kebutuhan seksual dari masing-masing S
A
pasangan. Kehidupan seksual K
U
dalam rumah tangga tidak boleh
berpihak hanya kepada satu
orang saja, tetapi harus dapat
dikomunikasikan apa yang menjadi
kebutuhan seksual dari masing-masing
pihak, apa yang disukai dan apa yang
tidak disukai, sehingga ketika kegiatan
seksual itu dilaksanakan, pihak suami
dan istri sama-sama mengetahui apa
yang bisa dan apa yang tidak bisa
dilakukan oleh mereka.
Tujuannya adalah agar kedua
belah pihak dapat menikmati
kehidupan seksual yang sehat
dan berkualitas.
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 25
B
U
Pada dasarnya setiap orang yang K
sudah dewasa memiliki dorongan U
untuk melakukan hubungan seksual S
A
K
U
terutama bagi mereka yang menikah
dan telah hidup Bersama setiap hari.
Namun ada kalanya dorongan seksual
tersebut terganggu oleh beberapa hal.
Gangguan kehidupan seksual dapat
terjadi pada istri (perempuan) ataupun
suami (laki-laki).
Gangguan Seksual Pada Perempuan
Gangguan seksual yang sering ditemukan pada
perempuan antara lain :
1. Gangguan dorongan seksual, misalnya dorongan
seksual rendah atau dorongan seksual berlebih
2. Gangguan bangkitan seksual, yaitu vagina yang
kurang mengeluarkan cairan meskipun sudah
dalam keadaan cukup terangsang
3. Rasa sakit atau tidak nyaman di kelamin dan
sekitarnya setiap kali berhubungan seksual
4. Tidak bisa atau sulit untuk mencapai orgasme
saat berhubungan seksual
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 26
Gangguan Seksual Pada Laki-laki B
U
Gangguan seksual yang sering ditemukan K
pada laki-laki antara lain : U
1. Gangguan dorongan seksual, misalnya S
A
dorongan seksual rendah atau dorongan K
seksual berlebih U
2. Gangguan ereksi, hal ini disebabkan oleh
faktor fisik misalnya karena menderita
diabetes melitus atau faktor psikis
misalnya stress
3. Gangguan ejakulasi, yaitu ejakulasi dini
atau justru ejakulasi yang terhambat
4. Gangguan orgaseme, yaitu tidak bisa
merasakan orgasme
Mencegah Gangguan Seksual
1. Selalu ingat bahwa kehidupan seksual
adalah milik Bersama dan dibina
Bersama pasangan
2. Bersikap dan bicaralah secara terbuka
apa adanya. Masing-masing pasangan
berhak tahu mana hal yang mereka
suka dan mana hal yang tidak mereka
suka
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 27
B
U
3. Jaga kesehatan tubuh dan jiwa. Tubuh dan K
U
jiwa yang sehat menjadi faktor pendukung S
A
untuk membangkitkan gairah dari masing- K
U
masing pasangan
4. Hindari gaya hidup tidak sehat, misalnya
rokok, stress, kurang tidur, pola makan
tidak baik. Stamina akan berkurang
sehingga akan cepat Lelah. Akibatnya,
keinginan untuk melakukan hubungan
seksual akan berkurang
5. Jangan mengkonsumsi obat/ramuan yang
tidak jelas isi dan indikasinya. Meminum
obat yang tidak diketahui efek sampingnya
akan membahayakan fungsi organ tubuh
lain seperti hati dan ginjal
6. Jagalah keseimbangan antara kesibukan
dan rileksasi
7. Selalu usahakan untuk memiliki waktu
khusus hanya berdua Bersama pasangan
8. Jangan melakukan hubungan seksual
sebagai hal yang rutin
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 28
BU
U
BAB 6 K
S
GERAKAN MASYARAKAT A
K
HIDUP SEHAT (GERMAS) U
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 29
GERMAS atau Gerakan Masyarakat B
U
Hidup Sehat adalah suatu tindakan K
yang sistematis dan terencana yang U
dilakukan secara Bersama-sama oleh S
seleuruh komponen bangsa dengan A
berdasarkan, kemampuan dan K
kemampuan berprilaku sehat untuk U
meningkatkan kualitas hidup.
Tujuan :
GERMAS bertujuan agar masyarakat
berprilaku sehat sehingga berdampak pada :
1. Kesehatan terjaga
2. Produktif
3. Lingkungan bersih
4. Biaya untuk obat berkurang
Pelaksanaan GERMAS melalui :
1. Melakukan aktivitas fisik
2. Konsumsi gizi seimbang
3. Tidak merokok
4. Tidak mengonsumsi alcohol
5. Mengelola stres
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 30
6. Melakukan Perilaku Hidup Bersih B
dan Sehat (PHBS) U
K
7. Memeriksa kesehatan secara U
berkala S
A
K
U
Pasangan harus menerapkan
perilaku hidup bersih dan sehat
untuk mewujudkan keluarga
sehat berkualitas.
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim 31
DAFTAR PUSTAKA B
U
K
U
S
A
K
U
BKKBN.2014.Buku Saku Untuk Calon Pengantin. Jakarta :
Direktorat Bina Ketahanan Remaja.
Herrick Jack, Hannah Josh. 2005. Gambar wikiHow. Wiki
format How-to Manual. Diakses melalui
https://g.co/kgs/SxBjNH ,24 Februari 2021.
Kemenkes RI.2015.Kesehatan Reproduksi dan Seksual
Bagi Calon Pengantin. Jakarta: Kemenkes RI.
.2018.Kesehatan Reproduksi dan Seksual
Bagi Calon Pengantin. Jakarta : Kemenkes RI.
.2020.Panduan Pelayanan Kesehatan
Reproduksi Calon Pengantin Dalam Masa
Pandemi Covid-19 Dan Adaptasi Kebiasaan
Baru.Jakarta : Kemenkes RI.
Zakiya Zika. 2020. Poster. Diakses melalui
https://www.haibunda.com/kehamilan/202002
26105944-52-82989/7-tanda-masa-subur-
adakah-bunda-alami-gejalanya , 12 Maret 2021.
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim
B
U
K
U
S
A
K
U
Hak Cipta @2021
Kelompok IV Profesi Bidan
Poltekkes Kemenkes Kaltim
Profesi Bidan Poltekkes Kemenkes Kaltim