E - BOOK
GEOGRAFI DESA DAN KOTA
Penyusun :
1. Meytriana Wiwin Aryany Ado ( 2105156041 )
2. Bernadet Lidwina Soni ( 2105156051 )
3. Serafinus Herry Ria ( 2105156052 )
4. Regina Defita Sari ( 2105156055 )
Program Studi Pendidikan Geografi
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan
Universitas Mulawarman
Samarinda
2022
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala limpahan rahmat dan hidayah-Nya
sehingga penyusun dapat menyelesaikan penyusunan Ebook ini. Ebook Mata Kuliah
Geografi Desa Kota ini berisi Strategi Pengembangan Desa dan Kota Berbasis Impact
Innovation. Ebook Mata kuliah Geografi Desa dan Kota ini juga disusun sesuai dengan Pola
Strategi Pengembangan Desa dan Kota yang ada di Paser guna sebagai dasar dalam arah
pengembangan pengetahuan dan kompetensi mahasiswa. Harapan penyusun semoga Ebook
ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi pembaca, sehingga penyusun dapat
memperbaiki bentuk maupun isi Ebook sehingga dapat lebih baik lagi kedepannya. Masih
terdapat banyak kekurangan di dalam Ebook ini, namun penyusun menyakini bahwa dalam
pembuatan Ebook ini telah dibuat dengan sebaik-baiknya. Oleh karena itu, kami
mengharapkan masukan yang bersifat membangun dari pembaca untuk menyempurnakan
Ebook ini.
Samarinda, November 2022
Penyusun
i
Daftar isi
Kata Pengantar ................................................................................................. i
Daftar isi........................................................................................................... ii
Bab 1 pendahuluan........................................................................................... 1
A. Latar belakang...................................................................................... 1
Bab 2 pembahasan............................................................................................ 3
A. Karakteristik wilayah ........................................................................... 3
B. Kondisi Geografis ................................................................................ 5
C. Mata Pencaharian ................................................................................. 6
D. Pola Pemukiman .................................................................................. 7
E. Penduduk.............................................................................................. 7
F. Agama .................................................................................................. 8
G. Migrasi ................................................................................................. 8
H. Suku ..................................................................................................... 9
I. Ketenagakerjaan................................................................................... 13
J. Agama dan sosial ................................................................................. 13
K. Pertanian............................................................................................... 14
L. Transportasi dan komunikasi ............................................................... 16
M. Pertambangan dan energy .................................................................... 17
N. Pariwisata ............................................................................................. 18
O. Pendidikan............................................................................................ 18
Daftar Pustaka
ii
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Kabupaten Paser adalah sebuah kabupaten di Provinsi Kalimantan
Timur,Indonesia, Ibu kota kabupaten ini terletak di Tana Paser. Kabupaten Paser
awalnya adalah Kabupaten Pasir sebagai daerah otonomi Kalimantan Timur yang
pengesahannya berdasarkan UU Nomor 27 Tahun 1959 tentang Penetapan UU
Darurat Nomor 3 Tahun 1953 tentang Pembentukan Daerah Tingkat II di Kalimantan,
dengan sebutan Daerah Swatantra Tingkat II Pasir. Sebelum UU 27 Tahun 1959
ditetapkan, daerah Pasir berbentuk kewedanaan yang berada dalam wilayah
Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan berdasarkan Keputusan Menteri Dalam
Negeri yang dikeluarkan di Yogyakarta pada tanggal 29 Juni 1959 Nomor C-17/15/3
yang bersifat sementara, dan Penetapan Gubernur Kalimantan Timur tanggal 14
Agustus 1950 Nomor 186/OPB/92/14. Lahirnya UU Nomor 27 tahun 1959 tanggal 29
Desember 1959 memberikan momentum yang sangat penting yakni terlepasnya
kewedanaan Batu Besar dari wilayah daerah Swatantra Tingkat II Pasir dan
dimasukkan ke dalam wilayah Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan. Pada tanggal
3 Agustus 1961 Daerah Swatantra Tingkat II Pasir dimasukkan ke dalam Wilayah
Kalimantan Timur. Pada tanggal 29 Desember 1961 dilaksanakanlah serah terima oleh
Gubernur Kepala Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Selatan, H. Maksid kepada
Gubernur Kepala Daerah Swatantra Tingkat I Kalimantan Timur, A.P.T. Pranoto di
Departemen Dalam Negeri, Jakarta. Melalui perjuangan Bupati Paser H.M. Ridwan
Suwidi dan Wakil H.M. Hatta Garit waktu itu, Kabupaten Pasir berubah nama menjadi
Kabupaten Paser yang ditandai dengan terbitnya Peraturan Pemerintah No. 49 Tahun
2007. Sampai dengan 1959, wilayah Paser berstatus kewedanaan di dalam wilayah
Provinsi Kalimantan Selatan. Undang-undang No. 27 tahun 1959 tanggal 29
Desember 1959, Wilayah Paser direstui dan diresmikan Kepala Daerah Swatantra
Tingkat Kalimantan Selatan menjadi daerah otonom, meliputi sembilan kecamatan
dan terdiri dari 91 desa dan ditetapkan sebagai hari jadi Kabupaten Paser. 3 Agustus
1961, Daerah Swatantra Tingkat II Paser dimasukkan ke dalam wilayah Kalimantan
Timur. PP No. 21 Tahun 1987, tanggal 13 Oktober 1987, Kabupaten Paser yang
semula terdiri dari sembilan Kecamatan menjadi 10 kecamatan yaitu dengan
dimasukkannya Kecamatan Balikpapan Seberang dari wilayah Kotamadya Dati II
1
Balikpapan ke wilayah Paser, dengan nama Kecamatan Penajam. Adapun Dasar
Hukum Pembentukan Kabupaten Pasir: Kabupaten Pasir dibentuk dengan Undang-
Undang Nomor 27 tahun 1959 dengan ibu kotanya Tanah Grogot.Peringatan hari
ulang tahun Kabupaten Pasir dilaksanakan pada setiap tanggal 29 Desember. Dengan
berdasarkan terbitnya Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2007, maka nama
Kabupaten Pasir berubah menjadi Kabupaten Paser.
2
BAB II
PEMBAHASAN
A. Karakteristik Wilayah
Kabupaten Paser merupakan wilayah Provinsi Kalimantan Timur yang
terletak paling selatan, tepatnya pada posisi 00 45'18,37"–20 27'20,82" LS
dan 1150 36'14,5" -1660 57'35,03" BT. Kabupaten Paser terletak pada
ketinggian yang berkisar antara 0-500 meter di atas permukaan laut.
Batas wilayah Kabupaten Paser adalah sebagai berikut:
1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Kutai Barat dan
Kabupaten Penajam Paser Utara
2. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Kota Baru,
Kalimantan Selatan
3. Sebelah Timur berbatasan Selat Makassar
4. Sebelah Barat berbatasan dengan Kabupaten Tabalong dan
Kabupaten Barito Utara
Luas Wilayah Kabupaten Paser
Luas wilayah Kabupaten Paser saat ini adalah 11.603,94 km²,
terdiri dari 10 kecamatan dengan 125 buah desa/kelurahan (data
sampai tahun 2008) dan empat buah UPT (Unit Pemukiman
Transmigrasi). Jumlah penduduk pada tahun 2010 mencapai 231.593
jiwa atau memiliki kepadatan penduduk 8 jiwa/km². Kecamatan
dengan wilayah terluas di Kabupaten Paser adalah Kecamatan Long
Kali, Paser, dengan luas wilayah 2.385,39 km², termasuk di dalamnya
luas daerah lautan yang mencapai 20,50 persen dari luas wilayah
Kabupaten Paser secara keseluruhan, sedangkan kecamatan yang luas
wilayahnya terkecil adalah Kecamatan Tanah Grogot, hanya seluas
33,58 km² atau 2,89 persen. Dari segi konstelasi regional, Kabupaten
Paser berada di sebelah Selatan Provinsi Kalimantan Timur. Posisinya
dilintasi oleh jalan arteri primer (jalan negara/nasional) yang
menghubungkan Provinsi Kalimantan Timur dengan Kalimantan
Selatan. Pada bagian timur Kabupaten Paser melintang selat Makassar,
3
dimasa yang akan datang memiliki prospek dan fungsi penting sebagai
jalur alternatif pelayaran internasional. Pelabuhan laut utama di
Kabupaten Paser, yaitu Pelabuhan Teluk Adang terletak 12 km ke arah
utara ibu kota Kabupaten (Kota Tanah Grogot), sedangkan Kota Tanah
Grogot berjarak lebih kurang dari 145 km dari Balikpapan atau 260 km
dari Ibu kota Provinsi Kalimantan Timur, Kota Samarinda.
Secara garis besar Kabupaten Paser dibagi menjadi 2 wilayah, yaitu:
1. Bagian timur, merupakan daratan rendah, lantai hingga
bergelombang. Daerah ini memenjang dari utara ke selatan dengan
lebih melebar di bagian selatan yang terdiri dari rawa-rawa dan
daerah aliran sungai. Jalan Negara Penajam-Kedeman-Kuaro dan
Kuaro Batu Aji sebagai batas topografi.
2. Bagian barat, merupakan daerah bergelombang hingga berbukit
dan bergunung sampai ke perbatasan dengan Provinsi Kalimantan
Selatan dan Kalimantan Tengah, pada wilayah ini terdapat
beberapa puncak gunung, yaitu :
a. Gunung Sarumpaka (1.380 m)
b. Gunung Lumut (1.233 m)
c. Gunung Narujan atau Gunung Rambutan
d. Gunung Halat
Di kabupaten ini terdapat 3 buah sungai besar, antara lain :
a. Sungai Pasir (221 km)
b. Sungai Kandilo (191 km)
c. Sungai Talusukar (169 km)
4
Geologi
Struktur geologi Kabupaten Paser berumur antara metozoik, tertiar dan
kuartair. Penyeberangannya adalah sebagai berikut:
a. Wilayah bagian timur, berumur kuarter dan miosen (neogen)
b. Wilayah bagian tengah, berumur meosen bawah (paleogen)
c. Wilayah bagian barat, berumur tersier dan pra-tersier (mesozoik)
Iklim
Keadaan iklim di Kabupaten Paser banyak dipengaruhi oleh lintang
dan topografi wilayahnya. Suhu rata-rata tahunan adalah 25 derajat
Celcius, sedangkan rata-rata curah hujan di kawasan ini adalah 222,9
milimeter.
B. Kondisi Geografis
Kabupaten Paser merupakan salah satu kabupaten di Provinsi
Kalimantan Timur, yang secara geografis terletak antara 0°45’- 2°27’
Lintang Selatan dan 115°36’ - 166°57’ Bujur Timur dengan luas wilayah
11.603,94 Km2. Kabupaten Paser terletak pada ketinggian yang berkisar
antara 0-500 meter di atas permukaan laut.Kabupaten Paser merupakan
wilayah Provinsi Kalimantan Timur yang terletak di wilayah paling
Selatan, dengan batas-batas sebagai berikut :
1. Pada wilayah bagian utara berbatasan dengan Kabupaten Kutai
Kartanegara dan Kutai Barat.
2. WilayahbagianTimurberbatasandenganKabupatenPenajamPaser
Utara dan Selat Makasar.
3. Wilayah Selatan dan Barat berbatasan dengan Provinsi Kalimantan
Selatan (Kabupaten Kota Baru dan Tabalong) dan Provinsi
Kalimantan Tengah.
5
C. Mata Pencaharian
NO Mata Pencharian 2010 2011 2012 2013 2014 x)
r)
1 Pertanian 42 013 41 777 41 402 48 246
2 Pertambagan dan 10 658 15 417 15 039 39 791 15 523
13 873
penggalian
3 Industri Pengelohan 1 827 7 593 7 983 8 677 5 081
4 Kontruksi 6 180 2 668 3 299 3 592 2 246
5 Perdagangan,Hotel & 11 720 19 297 17 578 14 643 19 040
Restoran 5155 1 531 1 607 2 106 2 333
6 Pengakutan dan
13 103 13 234 23 004 15 692 14 833
komunikasi 90 656 101 517 109 912 98 374 107 302
7 Jasa-jasa
Jumlah
Dalam Tabel diatas Lapangan pekerjaan Kabupaten Paser yang
meningkat adalah Pertanian, sampai tahun 2014 pertanian meningkat
48.246 yang tahun sebelumnya menurun menjadi 39.791.Meningkatnya
pertanian dikab.Paser dikarenakan juga meningkatnya perkebunan kelapa
sawit.
6
D. Pola Permukiman
Dari gambar di atas dapat di lihat bahwa kabupaten paser sebagian besar
masuk ke dalam pola pemukiman memanjang karena pola permukiman ini
biasanya berada di tepi jalan, tepi sungai, atau di tepi pantai. Pola ini mengikuti
bentuk kenampakan jalan, sungai, dan pantai yang memanjang mengikuti
kenampakan objek geografis.Jalan raya, sungai, dan pantai penting keberadaannya
untuk mendukung kegiatan atau aktivitas penduduk, sebagai prasarana
transportasi dan mobilitas penduduk dari satu daerah ke daerah lain. Banyak
penduduk yang memilih untuk tinggal di dekat jalan, sungai, dan pantai karena
kelebihannya dalam hal aksesibilitas.
E. Penduduk
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil)
Kementerian Dalam Negeri mencatat, jumlah penduduk Kabupaten
Paser, Kalimantan Timur, sebanyak 280.250 jiwa pada Juni 2021. Dari jumlah
tersebut terdapat 261.349 jiwa (93,26%) atau mayoritas penduduk Kabupaten
Paser beragama Islam. Ada pula 9.308 jiwa (3,32%) penduduk di Kabupaten
Paser yang memeluk agama Kristen dan sebanyak 8.651 jiwa (3,09%) beragama
Katolik. Terdapat pula 490 jiwa (0,17%) di kabupaten tersebut yang beragama
Buddha, sebanyak 450 jiwa (0,16%) memeluk agama Hindu, serta terdapat 2 jiwa
(0,0%) yang menganut aliran kepercayaan. Berdasarkan jenis kelamin, terdapat
7
145.366 jiwa (51,87%) penduduk Kabupaten Paser berjenis kelamin laki-laki dan
ada pula 134.884 jiwa (48,13%) adalah perempuan. Jumlah penduduk di
kabupaten tersebut tercatat dalam 92.755 kepala keluarga (KK). Paser adalah
salah satu kabupaten di Provinsi Kalimantan Timur yang memiliki wilayah seluas
7.730,88 km persegi dengan kepadatan penduduk 36 jiwa per km persegi. Secara
administrasi, wilayah kabupaten tersebut terbagi menjadi 10 kecamatan yang
terdiri dari 139 desa dan 4 kelurahan.
F. Agama
Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil)
Kementerian Dalam Negeri mencatat, jumlah penduduk Kabupaten
Paser, Kalimantan Timur, sebanyak 280.250 jiwa pada Juni 2021. Dari jumlah
tersebut terdapat 261.349 jiwa (93,26%) atau mayoritas penduduk Kabupaten
Paser beragama Islam. Ada pula 9.308 jiwa (3,32%) penduduk di Kabupaten
Paser yang memeluk agama Kristen dan sebanyak 8.651 jiwa (3,09%)
beragama Katolik. Terdapat pula 490 jiwa (0,17%) di kabupaten tersebut yang
beragama Buddha, sebanyak 450 jiwa (0,16%) memeluk agama Hindu, serta
terdapat 2 jiwa (0,0%) yang menganut aliran kepercayaan.
G. Migrasi
Migrasi merupakan bagian dari mobilitas penduduk. Migrasi
merupakan perpindahan penduduk dari suatu tempat (negara dan
sebagainya) ke tempat (negara dan sebagainya) lain dengan tujuan untuk
menetap.
Sebanyak 6.141 orang pendatang dari berbagai daerah telah
melakukan migrasi atau berpindah menjadi warga Kabupaten
Paser, Kalimantan Timur pada 2016. 6.141 orang berpindah menjadi
warga Kabupaten Paser, “ warga pendatang dari Jawa, Sulawesi dan
8
Sumatera itu telah mengganti status kependudukan mereka dengan
menetap di Kabupaten Paser.
“Ada beberapa faktor pendatang melakukan pindah status kependudukan,
di antaranya faktor :
pekerjaan,
keluarga,
pendidikan,
kpendidikan
kesehatan,
”Namun, kedatangan warga baru itu tidak sebanding dengan jumlah
penduduk yang pergi meninggalkan kabupaten Paser.Disdukcapil Paser
mencatat hingga akhir Mei 2016 terdapat 9.149 orang yang awalnya
dikategorikan pendatang telah meninggalkan kabupaten Paser.6.003
pendatang pada tahun 2015 dan 3.146 pendatang yang tercatat hingga 31
Mei 2016 cukup banyak warga di daerahnya yang pindah ke daerah lain
karena beberapa faktor dan alasan.
Terkait pendatang baru yang kemungkinan bertambah seusai lebaran,
hingga saat ini Disdukcapil Paser belum bisa memastikan jumlahnya.
“Masih dalam pendataan,”
H. Suku
Suku Dayak Paser adalah suku bangsa yang tanah asal leluhurnya
berada di sepanjang tenggara pulau Kalimantan atau Borneo atau terletak
di bagian Selatan dari provinsi Kalimantan Timur, Indonesia. Orang
Dayak Paser mendiami di beberapa kabupaten dan kota di provinsi
Kalimantan Timur maupun provinsi Kalimantan Selatan yakni di
Kabupaten Paser, Kabupaten Penajam Paser Utara, dan Kota Balikpapan.
Juga ada di Samboja yang kini masuk kabupaten Kutai Kartanegara,
Bongan, Resak dan Pringtali yang kini masuk Kabupaten Kutai Barat
(Kalimantan Timur), serta di Sekayu Baru, Pondok Labu, Sekandis dan
Binturung yang sekarang ada di Kecamatan Pamukan utara dan Pamukan
9
Selatan, Kabupaten Kota Baru di provinsi Kalimantan Selatan. Suku Paser
sebagian besar beragama Islam berkisar 95 % dan sebagian beragama
Kristen, Hindu Kaharingan atau Iden.
Orang Paser telah mendirikan kerajaan/Kesultanan Islam yaitu Kesultanan
Paser (Kerajaan Sadurangas) semenjak awal abad ke XVI yakni Tahun
1516 hingga berakhir pada tanggal, 07 April 1906 Suku bangsa Paser
memiliki tiga kultur Budaya dasar yakni Budaya Pedalaman, Pesisir dan
Budaya Keraton/Kesultanan sehingga termasuk ke dalam suku yang
berbudaya Melayu (budaya kesultanan/lingkungan hukum adat Melayu).
Suku bangsa Paser memiliki peradaban yang sangat tua bahkan dalam
cerita Mitologi (Sempuri) Suku bangsa Paser adalah Salah satu Suku
bangsa yang tertua di pulau Kalimantan/Borneo dan mereka menyebut
peradaban Bansu Tatau Datai Danum yang artinya manusia yang hidup di
pesisir pantai, sungai dan danau dari peradaban Bansu Tatau Datai Danum.
Selanjutnya, muncul peradaban Benuo Rekan Tatau yang pusatnya
terletak di hulu sungai Telake dan sungai Kendilo di Kabupaten Paser,
provinsi Kalimantan Timur. Diantara kedua sungai tersebut, terdapat
gunung yang disakralkan oleh orang-orang suku bangsa Paser yakni
Tunden jamut yang kini lebih di kenal dengan nama Gunung Lumut dalam
ritual suku bangsa Paser sering disebut dalam mantra-mantra Besoyong
dengan nama "Lumut olo bolum". Sebelum orang-orang luar menamai
Pulau yang besar ini dengan Nama Kalimantan atau Borneo, orang Paser
jauh berabad-abad yang lalu telah menamai pulau Kalimantan/Borneo ini
dengan nama Pulau Benuo Rekan Tatau yang artinya adalah Negeri yang
Luas dan kaya raya kemudian dari peradaban Benuo Rekan Tatau ini
Melahirkan Budaya Belian dan membuat anyaman Anjat sehingga pada
lambang Kabupaten Paser terdapat gambar anjat.
Kemudian dari peradaban Benuo Rekan Tatau inilah melahirkan suku
Kerawong atau Merawong, yang konon memiliki tubuh yang besar dan
tinggi. Kemudian, dari suku Kerawong atau Merawong ini, melahirkan
suku Paser Lembuyut dan Paser Saing Puak, dan dari kedua suku ini
10
menurunkan Subsuku/anak suku Paser yang hingga kini masih bertahan
yakni:
Suku Paser Luangan. Kini, orang Paser Luangan ini sebagian besar
tidak mengakui diri mereka sebagai Suku bangsa Paser lagi namun
mereka lebih senang di sebut dengan suku bangsa Dayak
Lawangan karena mereka memang kini banyak berdomisili di
daerah Kalimantan Tengah
Suku Paser Telake. Suku Paser Telake terbagi lagi menjadi dua
bagian yakni Suku Paser Nyawo yang dahulu memiliki tanah
ulayat di sepanjang kiri ke hulu sungai Telake dan suku Paser
Tikas yang dahulu tanah ulayatnya sepanjang kanan ke hulu
Sungai Telake) Letak wilayah nya sekarang meliputi Kecamatan
Long Kali Kabupaten Paser.
Suku Paser Adang. Suku Paser Adang terbagi lagi menjadi Suku
Paser Semunte dan Suku Paser Tajur) Wilayah Suku Paser Adang
ini kini berada di Wilayah Kecamatan Long Ikis Kabupaten Paser.
Suku Paser Migi. Wilayahnya kini masuk Kecamatan Kuaro
Kabupaten Paser.
Paser Pematang. Wilayahnya kini masuk Kecamatan Paser
Belengkong dan Kecamatan Muara Samu Kabuptaen Paser.
Paser Leburan atau Paser Pembesi. Wilayahnya kini masuk
Kecamatan Paser Belengkong.
Paser Peteban atau Paser Keteban. Suku ini termasuk sebagai suku
Paser yang memikiki karakter sangat Pemberani kini masuk
wilayah Kecamatan Paser Belengkong Kabupaten Paser.
Paser Pamukan. Kini wilayahnya masuk Kecamatan Pemukan
Utara dan Pamukan Selatan Kabupaten Kotabaru, di provinsi
Kalimantan Selatan.
Paser Bukit Bura Mato. Wilayahnya kini masuk Kecamatan Muara
Samu serta dipegunungan Meratus, dan orang Paser Bukit ini
sebagian besar tidak mengakui diri mereka sebagai Suku bangsa
11
Paser lagi dan mereka banyak mengakui diri mereka sebagai suku
bangsa Dayak Meratus.
Paser Balik. Suku ini kini hampir punah, komunitasnya sangan
minoritas dibandingkan subsuku Paser lainnya di tanah ulayat.
Suku Paser Balik ini dahulu kala wilayahnya meliputi Kabupaten
Penajam Paser Utara, Kota Balikpapan, Samboja di Kabupaten
Kutai Kartnegara serta di Pringtali,vResak,vBongan di Kabupaten
Kutai Barat.
Suku bangsa Paser masih berkerabat dengan suku Dayak Benuaq, Dayak
Tunjung, Dayak Bentian, Dayak Deah, Dayak Semihim, Dayak Maanyan,
Dayak Teboyan dan Dayak Ot Danum]]. Suku bangsa Paser juga bagian
dari suku Dayak hanya karena perbedaan keyakinan, administratif serta
campur tangan Kolonial Hindia Belanda yang memisahkan rumpun ini
dengan Suku bangsa dayak. Populasi suku bangsa Paser saat ini
diperkirakan sebesar 150.000 jiwa.
Sebagian besar suku bangsa Paser saat ini bermukim di sepanjang
Tenggara pulau Kalimantan/Borneo dan terkonsentrasi didaerah
pedalaman sepanjang Sungai Kendilo dan Sungai Telake serta di dataran
gunung lumut serta pengunungan meratus namun yang berdomisili di
pesisir juga banyak namun keberadaan mereka kalah banyak dengan
populasi dari para Pendatang yang mayoritas seperti suku Jawa,Bugis dan
Banjar.
Sebenarnya di Kota Balikpapan Suku Paser masih bisa bertahan dari
dahulu hingga kini hanya saja keberadaan mereka tidak terlihat nyata pada
pergaulan sehari-hari sebab mereka kebanyakan sudah tidak memakai
bahasa Paser sebagai bahasa sehari-hari mereka, namun kini para mudi
mudi suku Paser dari berbagai subsuku Paser mulai timbul kesadaran
mereka untuk kembali memelihara nilai luhur peninggalan nenek moyang
suku bangsa Paser termasuk mulai menggunakan Bahasa Paser jika
bertemu sesama suku Paser. Di kota Balikpapan Komunitas Suku Paser
terdapat di daerah TPA Manggar yang terletak di Kecamatan Kecamatan
12
Balikpapan Timur, kemudian di daerah Sungai Wayen/Sungai Wain, serta
di Kariangau. Lalu di KM 30-35, Selok Api, Amborawag Darat dan
Amborawang Laut yang masuk Kecamatan Samboja Kabupaten Kutai
Kartanegara terdapat komunitas-komunitas kecil perkampungan suku
Paser.
I. Ketenagakerjaan
Tenaga kerja adalah modal dalam pembangunan ekonomi. Jumlah
dan komposisi tenaga kerja akan Mengalami perubahan seiring dengan
pertumbuhan penduduk. Tenaga Kerja yang aktif secara ekonomi Disebut
angkatan kerja. Tingkat Partisipasi Angkatan (TPAK) adalah persentase
penduduk usia 15 tahun Keatas yang merupakan angkatan kerja.
Selama kurun waktu 2018-2019, angkatan kerja di Kabupaten Paser
meningkat dari 135.854 orang menjadi 137.737 orang. Adapun TPAK
Kabupaten Paser pada tahun 2019 sebesar 66,43 persen, menurun 0,79
persen Dibandingkan dengan kondisi tahun 2018 sebesar 67,22 persen.
Jika ditinjau berdasarkan jenis kelamin,Terlihat bahwa TPAK laki-laki
lebih tinggi dibanding TPAK perempuan. Tahun 2019, TPAK laki-laki
sebesar
85,28 persen, sedangkan TPAK perempuan sebesar 44,62 persen.Proporsi
pekerja menurut lapangan pekerjaan juga merupakan salah satu ukuran
untuk melihat potensi Perekonomian suatu wilayah. Hal ini dikarenakan
indikator tersebut merupakan cerminan perekonomian Suatu wilayah.
Untuk tahun 2019, masih sama dengan tahun-tahun sebelumnya, sektor
pertanian, Kehutanan, perburuan, dan perikanan (37%) masih merupakan
sektor dominan yang paling banyak Menyerap tenaga kerja.
J. Agama dan sosial
Sama seperti tahun-tahun sebelumnya, pada tahun 2019 mayoritas
penduduk Kabupaten Paser beragama Islam. Berdasarkan data
Kementerian Agama Kabupaten Paser, penduduk kabupaten Paser 93,53%
Beragama Islam, 3,29% beragama Protestan, 2,87% beragama Katolik,
13
0,15% beragama Hindu, 0,16% Beragama Budha, dan 0.001% beragama
lainnya.
Seiring berkembangnya ragam agama di Kabupaten Paser, tentunya perlu
didukung dengan tempat Peribadatan yang mengakomodir seluruh agama.
Pada tahun 2019, tempat peribadatan yang tersedia di Kabupaten Paser
antara lain 330 masjid, 445 mushola, 5 gereja protestan, 25 gereja
katholik, dan 1 pura. Untuk vhara dan kelenteng belum tersedia di
Kabupaten Paser.
K . Pertanian
Tanaman Pangan
Tahun 2019, luas lahan pertanian Kabupaten Paser adalah
1.090.380 hektar, yang terdiri dari 13.729 hektar Lahan sawah dan
1.076.651 hektar lahan pertanian bukan sawah. Sedangkan luas lahan
bukan pertanianKabupaten Paser adalah 69.934 Ha. Adapun kecamatan
dengan luas lahan pertanian terbesar adalah Kecamatan Long Kali dengan
3.705 hektar lahan sawah dan 216.326 hektar lahan pertanian bukan
sawah.
Selain itu, perkembangan luas panen padi sawah pada tahun 2019
mengalami peingkatan dari tahun Sebelumya. Luas panen padi sawah
turun dari 5.992,5 hektar pada tahun 2018 menjadi 6.706 hektar pada
Tahun 2019. Sedangkan untuk padi ladang mengalami peningkatan dari
2.389 hektar pada tahun 2018 Menjadi 2.943 hektar pada tahun 2019.
Adapun kecamatan dengan luas panen terbesar adalah Kecamatan Long
Kali dengan luas panen padi sawah sebesar 3.275 hektar atau sekitar 48,8
persen dari total luas panen Padi sawah se-Kabupaten Paser dan luas
panen padi ladang sebesar 443 hektar atau sekitar 15,05 persen Dari total
luas panen padi ladang se-Kabupaten Paser.
14
Hortikultura
Tahun 2019, produksi tanaman sayuran terbanyak adalah cabai
yaitu sebesar 3.408 kuintal, yang mana Nilainya menurun 1.032 kuintal
dari tahun 2018. Adapun produksi buah-buahan terbanyak adalah buah
Pisang yang jumlahnya juga menurun dari 84.854 kuintal pada tahun 2018
menjadi 76.148 kuintal pada Tahun 2019.Untuk tanaman biofarmaka,
tanaman dengan luas panen dan produksi terbesar adalah tanaman jahe.
Namun, secara keseluruhan nilai luas panen dan produksi pada tahun 2019
mengalami peningkatan dari Tahun sebelumnya. Begitu juga dengan
tanaman jahe yang luas panennya meningkat dari 15.484 m2 menjadi
Hanya 18.035 m2 Namun Produksi tanaman jahe menurun dari 13.864 kg
menjadi 11.227 kg.
Pertanian
Pembangunan Daerah Kabupaten Paser Dalam Angka 2020 117
Sampai dengan tahun 2019, produk unggulan sektor perkebunan di
Kabupaten Paser masih dikuasai oleh Tanaman kelapa sawit dengan hasil
produksi sebesar 1.987.340,35 ton. Jumlah produksi ini jika dibandingkan
Dengan tahun 2018 mengalami peninngkatan sebesar 7.509,04 ton.
Tanaman perkebunan lain yang juga Merupakan tanaman unggulan di
Kabupaten Paser adalah tanaman karet. Dibandingkan tahun 2018,
Produksi tanaman perkebunan karet di Kabupaten Paser di tahun 2019
mengalami penurunan sebesar 6 Persen. Produksi karet tahun 2018
mencapai 8.703,86 Ton, sedangkan pada tahun 2019 produksinya
Mencapai 8.213,08 Ton.
Peternakan
Populasi ternak paling banyak pada tahun 2019 adalah sapi potong,
yaitu sebanyak 18.626 ekor. Dibandingkan dengan keseluruhan jumlah
ternak yang terdiri dari 7 (tujuh) jenis ternak yaitu sapi potong, Sapi perah,
kerbau, kuda, kambing, domba, dan babi maka populasi sapi mencapai
15
67,35 persen. Untuk jenis unggas, populasi unggas paling banyak tahun
2019 adalah ayam pedaging, sebanyak 383.372 Ekor. Selain itu, produksi
telur yang dihasilkan unggas pada tahun 2019 mencapai 23.399.034 butir
yang Berasal dari ayam buras/ayam kampong dan itik.
Perikanan
Perikanan dikelompokkan menjadi 2 jenis, yaitu perikanan tangkap
dan perikanan budidaya. Perikanan Tangkap terdiri dari perikanan laut dan
perairan umum, sedangkan perikanan budidaya terdiri dari budidaya Laut,
tambak, kolam, keraba, jaring, dan, sawah.Tahun 2019 produksi perikanan
tangkap Kabupaten Paser menurun 3,23% dari tahun 2018, yaitu dari
11.319,20 ton menjadi 10.953,5 ton. Namun, jumlah rumah tangga
perikanan mengalami penurunan dari 3.590 rumah tangga pada tahun 2018
menjadi 3.466 rumah tangga di tahun 2019.
L. Transportasi dan komunikasi
Jalan dan jembatan merupakan prasarana yang sangat penting bagi
penunjang sarana angkutan darat. Sesuai dengan fungsinya, kondisi jalan
sangat mempengaruhi kelancaran hubungan dari satu wilayah ke Wilayah
lain. Pada tahun 2019, panjang jalan di Kabupaten Paser adalah 1.244,45
Km, dengan 224,71 Km Jalan dengan tingkat kewenangan negara, 14,45
Km jalan dengan tingkat kewenangan Provinsi, dan 1.005,19 Km jalan
dengan tingkat kewenangan kabupaten.
Jika ditinjau menurut kondisi jalan, 38.82% kondisi jalan di Kabupaten
Paser masih dikategorikan rusak berat. Hanya 20,61% saja jalan yang
dikategorikan dalam kondisi baik. Kondisi jalan yang kurang baik/rusak
dapat Mengakibatkan suatu wilayah menjadi terisolir dan
perkembangannya menjadi tertinggal dari daerah lain.
16
M. pertambangan dan energi
Pertambangan
Kegiatan pertambangan di Kabupaten Paser masih didominasi oleh
pertambangan Batubara. Hasil Pertambangan batubara sangat besar
pengaruhnya terhadap perekonomian Kabupaten Paser. Setelah Sempat
turun produksi batubara dari tahun 2015 ke tahun 20 16, produksi batubara
mulai meningkat pada Tahun 2017 dan 2018.Produksi Batubara tahun
2015 ialah 39.694.250 ton, turun menjadi 32.687.753 Ton pada tahun
2016. Kemudian meningkat menjadi 32.879.307 ton pada tahun 2017. Dan
pada tahun 2019 meningkat kembali Menjadi 34.001.363 ton.
Listrik
Listrik adalah komoditas penting bagi keberlangsungan sendi-sendi
kehidupan manusia saat ini. Tanpa Pasokan energi listrik, hampir
dipastikan banyak dunia usaha, rumah tangga maupun sektor yang lain
Lumpuh. Sebagian besar sumber energi listrik di Kabupaten Paser hingga
saat ini masih dipasok oleh PT. PLN Keterbatasan pasokan energi listrik
suatu daerah tak jarang membuat para investor yang ingin menanamkan
Modal mengurungkan niatnya untuk berinvestasi khususnya kegiatan
usaha yang membutuhkan pasokan Energi listrik yang cukup besar. Di
Kabupaten Paser pun masih terdapat daerah-daerah yang belum
Terjangkau energi listrik dari PT.PLN.Pada tahun 2019, jumlah pelanggan
PLN Rayon Tanah Grogot sebanyak 48.661. Data pada PLN Rayon Tanah
Grogot merupakan gabungan dari data Batu Sopang, Kerang, Tanjung
Aru, Tanah Grogot dan Muara Komam. Sedangkan jumlah pelanggan
PLN Rayon Long Ikis sebanyak 20.840. Data pada PLN Rayon Long Ikis
termasuk Kuaro, Pasir Mayang, Long Ikis, dan Long Kali. Sehingga secara
total, jumlah pelanggan PT.PLN se-Kabupaten Paser sebanyak 69.501
pelanggan.
Air Minum
17
Satu-satunya perusahaan yang mengelola air bersih di Kabupaten
Paser adalah Perusahaan Daerah Milik Daerah (PDAM). Namun, sampai
saat ini, PDAM belum mampu memenuhi kebutuhan air bersih untuk
seluruh desa di Kabupaten Paser. Masih terdapat wilayah yang belum
tersentuh jaringan air bersih seperti Kecamatan Muara Samu dan Tanjung
Harapan yang belum sama sekali mendapatkan layanan air bersih.
N. Pariwisata
Saat ini sektor pariwisata merupakan salah satu sektor primadona
dalam menghasilkan devisa negara. Selain Itu juga diharapkan sebagai
sektor yang padat karya yakni sektor yang banyak menyerap tenaga kerja,
dan Diharapkan berperan dalam meningkatkan pendapatan
masyarakat.Jumlah wisatawan dalam negeri (wisnus) dan manca negara
(wisman) adalah tolak ukur dari semakin Diminatinya Kabupaten Paser
sebagai salah satu tujuan wisata. Tercatat bahwa Tahura Lati Petangis dan
Museum Sadurengas merupakan obyek pariwisata dengan pengunjung
terbanyak pada tahun 2019. Namun, Secara kesuluruhan jumlah
pengunjung obyek wisata tahun 2019 mengalami penurunan. Tahun 2019
jumlah Pengunjung obyek wisata sebayak 4.376 orang. Jumlah ini turun
sekitar 45,68 % dibanding tahun 2018.
Rumah makan atau restoran dapat menjadi penunjang sector pariwisata di
kabupaten Paser. Pada tahun 2019, jumlah Rumah makan atau Restoran
sebanyak 84 Unit, menurun dari taun 2018 yang berjumlah 89 Unit. Usaha
rumah makan atau restoran paling banyak dijumpai di Kecamatan Long
Kali.
O. Pendidikan
Kemajuan dunia pendidikan pada suatu wilayah tidak lepas dari campur tangan
pemerintah baik pemerintah pusat maupun daerah. Peningkatan jumlah sekolah,
jumlah guru dan kualitas anak didik dari tahun ke tahun terus diupayakan.
Pemberian dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) merupakan salah satu
upaya pemerintah untuk mencegah terjadinya peningkatan angka putus sekolah.
18
Sampai dengan tahun 2008, jumlah sekolah yang ada di Kabupaten Paser ada
sebanyak; untuk sekolah dasar ada sebanyak 214, SLTP sebanyak 40, SLTA
sebanyak 18, dan PT sebanyak 3 unit.
19
Daftar Pustaka
Ahdhan, R. D. (2017). Implementasi Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2009
Tentang Pelayanan Publik Pada Dinas Kependudukan Dan Pencatatan
Sipil Kabupaten Paser. Jurnal Universitas Mulawarman, 2(2), 2185-2199.
Jufri, Fikri, and Lilis Ummul Qirram. "ANALISIS KONTRIBUSI SUBSEKTOR
PETERNAKAN TERHADAP PRODUK DOMESTIK REGIONAL
BRUTO (PDRB) DI KABUPATEN PASER." Jurnal Magrobis 20.1
(2020): 131-139.
Alif . 2017. Dirjen Imigrasi Dukung Pembentukan Kantor Kerja Imigrasi Di
paser.
http://humas.paserkab.go.id/berita/dirjen-imigrasi-dukung-pembentukan-kantor-
kerja-imigrasi-di-paser. Diakses pada 28 September 2022.
Antra Kaltim. 2016. 6.141 Orang Pendatang Jadi Warga Paser
.https://kaltim.antaranews.com/berita/33204/6141-orang-pendatang-jadi-
warga-paser
http://humas.paserkab.go.id/berita/dirjen-imigrasi-dukung-pembentukan-kantor-
kerja-imigrasi-di-paser. Diakses pada 28 September 2022.
Wikipedia. Suku Dayak Paser.
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Suku_Dayak_Paser. Diakses pada 28
September 2022.
Eprints. Deskripsi Daerah Paser. https://eprints.umm.ac.id/35901/4/jiptummpp-
gdl-liayunita-47499-4-babiii.pdf. Diakses pada 28 September 2022.
Kusnandar, Budy Viva. 2022. Mayoritas Penduduk Kabupaten Paser Beragama
Islam. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/01/28/mayoritas-
20
penduduk-kabupaten-paser-beragama-islam. Di akses pada 28 September
2022.
Lia yunita, Struktur Organisasi Badan Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu,
diakses darikpmppt.paserkab.go.id
http://kpmppt.paserkab.go.id/v2/home.php?mode=content&id=75
21