The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by anisaazzhr, 2021-12-08 08:40:40

Goto kel 12

Goto kel 12

MENGELOLA KEUANGAN
BISNIS GOTO

KELOMPOK 12

Disusun Oleh :

Annisa Azzahra (11210810000052)

Gianka Sahila (11210810000133)

Tengku Adil Khalifa (11210810000102)

PROGRAM STUDI MANAJEMEN

FAKULTAS EKONOMI DAN BISNIS

UNIVERSITAS ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA

2021

2

Kata Pengantar

Assalamualaikum Wr. Wb.
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin. Kami mengucapkan puji dan syukur kepada Allah
SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya. Hanya kepada-Nya lah
kami memuji dan bersyukur, meminta ampunan dan memohon pertolongan. Tak
lupa shalawat juga tercurahkan bagi Nabi Muhammad SAW karena telah
menyampaikan ajaran-ajaran Islam dan petunjuk dari Allah SWT.
Penulisan makalah berjudul ‘Mengelola Keuangan Bisnis GoTo’ menyelesaikan
tugas dari dosen mata kuliah Pengantar Bisnis . Adapun tujuan penulisan makalah
ini adalah memberikan informasi tentang cara perusahaan tersebut mengelola
keuangannya dari berbagai sumber sekaligus menambah wawasan dan
pengetahuan pada mata kuliah tersebut. Setiap sumber memiliki pandangan
terhadap perusahaan tersebut. Harapannya, kami sebagai mahasiswa pada
khususnya, dan para pembaca pada umumnya dapat mendapatkan sudut pandang
baru.

Penyusunan makalah ini masih jauh dari kata sempurna. Kami menyadari bahwa
banyak kekurangan dan kelemahan pada penyusunan dan penulisan. Demi
kesempurnaan makalah ini, kami sangat berharap adanya perbaikan, kritik dan
saran dari pembaca yang sifatnya membangun. Semoga makalah ini dapat
memberikan manfaat bagi kelompok kami dan pembaca.

Jakarta, 06 Desember 2021

i

Kelompok 12
ii

Daftar Isi

Kata Pengantar...................................................................................................... i
Daftar Isi............................................................................................................. iii
BAB I................................................................................................................... 1
1.1 Latar Belakang.......................................................................................... 1
1.2 Rumusan Masalah..................................................................................... 2
1.3 Tujuan Penulisan....................................................................................... 2
1.4. Manfaat Penulisan..................................................................................... 2
BAB II..................................................................................................................3
2.1. Sejarah Awal Mula Mergernya GoTo....................................................... 3
2.2. Penjelasan Bisnis Merger GoTo................................................................5
2.3. Model Bisnis GoTo................................................................................... 6
2.4. Dampak Merger GoTo.............................................................................. 9
2.5. Keuntungan dan Tantangan GoTo.......................................................... 14
BAB III.............................................................................................................. 15
3.1. Kesimpulan..............................................................................................15
Daftar Pustaka.................................................................................................... 16

iii

BAB I

Pendahuluan

1.1 Latar Belakang

Perkembangan teknologi semakin berkembang, hal ini tidak bisa kita hindari
dalam kehidupan karena kemajuan teknologi akan berjalan sesuai dengan
kemajuan ilmu pengetahuan. Inovasi-inovasi yang diciptakan memberikan
manfaat positif bagi kehidupan kita. Memberikan banyak kemudahan, serta
sebagai cara baru dalam melakukan aktifitas sehari-hari. Khusus dalam bidang
teknologi masyarakat sudah menikmati banyak manfaat yang dibawa oleh
inovasi-inovasi yang telah dihasilkan, dengan ini memudahkan kita dalam
melakukan aktivitas sehari-hari yakni teknologi Komunikasi, Informasi, dan
Transportasi.

Di masa yang sangat canggih ini pengelolaan keuangan sangat penting dalam
kehidupan sehari-hari khususnya bagi sebuah usaha atau bisnis karena
pengelolaan keuangan yang baik dapat memperlancar jalannya usaha. Keuangan
dalam sebuah perusahaan menjadi pondasi yang kuat terbangunnya sebuah perusahaan.
Keuangan juga bersifat sangat riskan. Jika tidak dikelola dengan baik akan menjadi
amburadul dan tentunya akan menghentikan jalannya sebuah perusahaan. pengelolaan
keuangan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pimpinan untuk menggerakkan
pejabat keuangan untuk menggunakan fungsi-fungsi manajemen termasuk
perencanaan atau penganggaran pencatatan biaya dan tanggung jawab.

Arti Pengelolaan keuangan adalah perencanaan pengorganisasian dan
pengendalian kegiatan keuangan seperti perolehan dan penggunaan dana dari
perusahaan yang menerapkan prinsip-prinsip manajemen umum untuk sumber
daya keuangan.

Dari definisi di atas dapat disimpulkan bahwa manajemen atau pengelolaan
keuangan adalah kegiatan administrasi yang berkaitan dengan kegiatan

1

perencanaan penyimpanan penggunaan pencatatan dan pemantauan anggaran serta
tanggung jawab impor dan ekspor uang atau dana organisasi.
1.2 Rumusan Masalah

1. Apa itu perusahaan merger Gojek-Tokopedia (GoTo) ?
2. Apa yang dimaksud dengan mengelola atau manajemen keuangan ?
3. Bagaimana GoTo mengelola keuangan dalam bisnis mereka ?

1.3 Tujuan Penulisan
Makalah ini ditulis untuk mengetahui bagaimana bisnis merger Gojek-
Tokopedia mengelola keuangan dalam bisnis yang mereka jalani, Adapun
tujuan lain dituliskannya makalah ini yaitu untuk menyelesaikan tugas
kelompok yang diberikan Dosen kepada kelompok ini.

1.4. Manfaat Penulisan
Manfaat dari penulisan makalah ini adalah agar kita menambah wawasan
tentang pengelolaan keuangan suatu bisnis. Dan mempelajari bagaimana
perusahaan GoTo mengelola keuangan mereka.

2

BAB II

Pembahasan

2.1. Sejarah Awal Mula Mergernya GoTo

GoTo Merupakan perusahaan teknologi Indonesia, dibentuk dari merger antara
Gojek dan Tokopedia pada 17 mei 2021. Nama GoTo yang merupakan singkatan
dari kedua perusahaan, juga berasal dari kata gotong royong. Merger GoTo ini
dipastikan akan menjadi kolaborasi terbesar di antara dua perusahaan internet dan
layanan media di asia.

Gojek dan Tokopedia didirikan lebih dari satu dekade yang lalu dan telah
membuka manfaat ekonomi digital bagi jutaan masyarakat di Indonesia dan Asia
Tenggara - termasuk konsumen, mitra driver, dan penjual (merchant) di semua
skala bisnis. Kedua perusahaan ini pertama kali bekerja sama pada tahun 2015
untuk mempercepat layanan pengiriman e-commerce menggunakan jaringan mitra
driver Gojek.

Isu merger Gojek dan Tokopedia mulai muncul sejak awal tahun 2021. Kabar
merger bermula dari salah satu sumber yg menyatakan bahwa Gojek dan
Tokopedia tengah mempertimbangkan potensi merger sejak 2018. Awalnya isu
yang muncul pada awal 2021 itu tidak diberi komentar sama sekali oleh pihak
Gojek dan Tokopedia. Namun, Isu itu rupanya benar-benar nyata dan baru saja di
umumkan pada 17 mei 2021.

CEO GoTo, Andre Soelistyo Menerangkan bahwa: "Hari ini adalah hari yang
sangat bersejarah dengan dibentuknya Grup GoTo serta menandai fase
pertumbuhan selanjutnya bagi Gojek, Tokopedia dan GoTo Financial," terang
Andre dalam keterangan resmi.

3

Andre Soelistyo dari Gojek akan memimpin GoTo sebagai CEO grup dengan
Patrick Cao dari Tokopedia sebagai Presiden GoTo. Sementara Kevin Aluwi akan
tetap menjadi CEO Gojek dan William Tanuwijaya akan tetap menjadi CEO
Tokopedia. Selain tanggung jawabnya di tingkat korporat Andre juga akan terus
memimpin bisnis pembayaran dan jasa keuangan ernama GoTo Financial. GoTo
Financial mencakup layanan GoPay serta layanan keuangan dan solusi bisnis
untuk mitra bisnis.

Setelah dua perusahaan besar itu Bersatu, Gojek dan Tokopedia perusahaan
gabungan ini akan berkontriusi sekitar 2% dari PDB Indonesia dan terus tumbuh
untuk melayani 270 juta konsumen Indonesia serta pasar negara berkemang
lainnya di Asia Tenggara. Grup GoTo akan semakin memuka peluang pendapatan
bagi jutaan mitra driver UMKM dan pengusaha lainnya. Merger ini merupakan
kominasi bisnis teresar yang pernah ada di Indonesia serta merger terbesar dari
dua perusahaan jasa Internet dan media di Asia hingga saat ini.

Kesepakatan ini didukung oleh sejumlah investor utama dari kedua perusahaan
termasuk Alibaba Group, Astra International, BlackRock, Capital Group DST,
Facebook, Google, JD.com, KKR, Northstar Pacific Century Group, PayPal,
Provident, Sequoia, SoftBank Vision Fund 1, Telkomsel, Temasek, Tencent, Visa,
dan Warurg Pincus.

Grup GoTo juga akan terus mengemangkan isnisnya di pasar yang berkemang
pesat di luar Indonesia tempat Gojek beroperasi. Kehadiran GoTo Group
perusahaan pengiriman cepat dengan jangkauan layanan digital yang luas akan
menjadikan layanan same-day delivery untuk layanan e-commerce (same-day
delivery) sebagai praktik sehari-hari di Indonesia. GoTo juga akan meningkatkan
layanan pembayaran dan keuangan untuk menjangkau sekitar 140 juta orang
dengan keterbatasan dalam mengakses sistem keuangan di Indonesia (segmen
yang belum terlayani).

4

2.2. Penjelasan Bisnis Merger GoTo

Tokopedia dan Gojek mengumumkan mergernya dan membentuk sebuah entitas
baru, yaitu GoTo. Untuk mengenali lebih jauh, kita perlu mengenali apa itu
merger bisnis dan bagaimana cara kerjanya di dunia usaha.

Melansir dari Investopedia, merger adalah sebuah kesepakatan yang menyatukan
dua perusahaan eksisting menjadi sebuah perusahaan baru. Ada beberapa tipe dari
merger, serta beberapa alasan kenapa perusahaan melakukan merger. Merger
biasanya dilakukan untuk memperluas jangkauan perusahaan, memperluas usaha
ke segmen baru, atau mendapatkan pangsa pasar. Hal ini dilakukan untuk
meningkatkan nilai pemegang saham.

Perusahaan yang melakukan merger, bisanya punya kesamaan dalam beberapa hal.
Seperti ukuran perusahaan, target pasar, atau skala operasionalnya.Untuk alasan
ini, istilah “merger of equals” terkadang digunakan. Merger memang sering kali
dilakukan untuk mendapatkan pangsa pasar, mengurangi biaya operasional,
memperluas wilayah baru, menyatukan produk umum, menumbuhkan pendapatan,
serta meningkatkan keuntungan. Seluruh kegiatan tersebut, tentunya akan
menguntungkan pemegang saham dari perusahaan tersebut.

Setelah melakukan merger, saham dari perusahaan baru ini akan didistribusikan
ke pemegang saham yang ada dari dua bisnis awalnya. Banyaknya aktivitas
merger ini, membuat munculnya beragam produk reksa dana.

Hal ini pun kemudian memberikan kesempatan pada investor, untuk mendapatkan
keuntungan dari kesepakatan merger. Jadi, proses merger tidak selalu hanya

5

menguntungkan dua perusahaan saja. Namun, juga memungkinkan masyarakat
menikmati keuntungannya. Misalnya seperti kemudahan mencari produk baru,
mencoba inovasi baru dari perusahaan, atau sebagainya yang bisa memudahkan
aktivitas sehari-hari.

2.3. Model Bisnis GoTo

Melalui merger ini, grup GoTo memiliki total Gross Transaction Value (GTV)
gabungan lebih dari 22 miliar dollar AS, atau Rp 310,2 triliun (kurs Rp 14.100 per
dollar AS). Selain itu, merger juga menggabungkan transaksi menjadi sebesar 1,8
miliar transaksi pada tahun 2020. Merger juga meningkatkan jumlah mitra usaha
mencapai lebih dari 11 juta mitra usaha (merchant) per Desember 2020, lebih dari
100 juta pengguna aktif bulanan (Monthly Active User/MAU), dan berkontribusi
sebesar 2 persen terhadap PDB Indonesia.

Presiden GoTo Patrick Cao menyebut, dengan merger dua perusahaan, model
bisnis Grup GoTo menjadi semakin beragam, stabil dan berkelanjutan.
Ditargetkan kedepannya akan menyumbang lebih dari 2 persen terhadap PDB
Indonesia. “Kedepannya, Grup GoTo akan berkontribusi lebih dari 2 persen
kepada total PDB Indonesia dan akan menciptakan lebih banyak lapangan kerja
serta peluang penghasilan seiring dengan berkembangnya bisnis kami dan
bertumbuhnya ekonomi,” ungkap Patrick dalam siaran pers, Senin (17/5/2021).
Melalui merger ini, model bisnis GoTo akan mengombinasikan layanan e-
commerce, pengiriman barang, pengiriman makanan, transportasi, dan keuangan.

Grup GoTo juga akan menciptakan platform konsumen digital terbesar di
Indonesia, melayani sebagian besar kebutuhan konsumsi rumah tangga. Jaringan
mitra usaha serta mitra driver di dalam Grup GoTo akan saling melengkapi serta
menghadirkan pilihan barang dan jasa yang dibutuhkan, didukung oleh layanan

6

pembayaran digital dan keuangan yang akan semakin mempermudah masyarakat
sekaligus meningkatkan inklusi keuangan.

salah satu fokus utama bisnis GoTo adalah layanan keuangan. GoTo Financial
hadir dalam ekosistem merger GoTo sebagai lini utama dari bisnis keuangan
perusahaan hasil merger tersebut. GoTo Financial akan mendukung transaksi
Gojek dan Tokopedia, serta berfokus pada transaksi keuangan sehari-hari.

Patrick mengatakan, GoTo mengombinasikan layanan e-commerce, on-demand,
dan layanan keuangan dan pembayaran dalam satu ekosistem. Grup GoTo akan
menggarap potensi besar pertumbuhan ekonomi Indonesia - terbesar di Asia
Tenggara - yang memiliki segmen kelas menengah yang terus bertumbuh pesat
serta populasi muda yang sangat tanggap teknologi.

Co-founder dan CEO Tokopedia, William Tanuwijaya berharap dengan
berdirinya Grup GoTo dapat menciptakan dampak sosial dalam skala besar,
termasuk memberikan kesempatan yang setara bagi pegiat UMKM lokal
mengembangkan bisnisnya, dan di saat yang sama, memberi pengguna akses yang
sama kepada barang dan jasa di seluruh penjuru negeri.

GoTo akan memudahkan pelanggan untuk melakukan pembelian di Tokopedia
menggunakan pembayaran Gopay dan jaringan pengiriman layanan tercepat di
Gojek. Hal ini tidak hanya memudahkan pelanggan, namun tentunya juga
memudahkan para pelaku UMKM untuk membuka usaha di Tokopedia. “Bagi
konsumen, GoTo Group akan bersinergi untuk memberikan lebih banyak solusi
dan kenyamanan dalam kehidupan sehari-hari mereka,” ujar Andre Sulistyo, CEO
GoTo. GoTo menggabungkan kekuatan dua perusahaan dengan teknologi canggih
di Indonesia. Ciptakan ekosistem yang saling melengkapi dan unik dalam skala
global. GoTo menggabungkan layanan e-commerce, pengiriman dan makanan,
transportasi dan keuangan. Oleh karena itu, GoTo Group akan menciptakan
platform konsumsi digital terbesar di Indonesia, memenuhi sebagian besar
kebutuhan konsumsi rumah tangga. Jaringan mitra bisnis dan mitra pengemudi di

7

dalam GoTo Group akan saling melengkapi dan menawarkan pilihan barang dan
jasa yang tiada tanding. Selain itu, juga didukung oleh layanan keuangan dan
pembayaran digital yang semakin memudahkan pengguna, sekaligus
meningkatkan inklusi keuangan secara signifikan. Andre menambahkan: “Ini
adalah langkah selanjutnya dalam perjalanan luar biasa Gojek dan Tokopedia.

2.3.1. Pembagian Kepemilikan Saham GoTo

CEO dan co-founder Gojek Kevin Aluwi mengatakan Grup GoTo memiliki
daftar investor yang kuat untuk mendukung kinerjanya di masa depan. Di atas
segalanya, Alibaba Group, Astra International, BlackRock, Capital Group,
DST, Facebook, Google, JD.com, KKR, Northstar, Pacific Century Group,
PayPal, Provident, Sequoia Capital, SoftBank Vision Fund 1, Telkomsel,
Temasek, Tencent, Visa Dan Warburg Pincus. Menurut Nikkei Asia News,
Gojek memiliki 58% saham GoTo dan Tokopedia memiliki 42% sisanya.
SoftBank Group, raksasa telekomunikasi dan investasi Jepang, memegang
15,3% saham di GoTo. Softbank adalah investor besar di Tokopedia. Mirip
dengan Alibaba Group, perusahaan e-commerce Cina yang memiliki 12,6%
saham GoTo. Alibaba adalah salah satu investor Tokopedia tiga tahun dari
sekarang. Baik Softbank maupun Alibaba adalah satu-satunya investor yang
memiliki saham dua digit di GoTo. Jumlah itu mengungguli investor lain
seperti Google dan Temasek yang juga memegang saham di Gojek dan
Tokopedia.

Ian Joseph Matheus Edward, pengamat telekomunikasi Institut Teknologi
Bandung (ITB), mengatakan struktur kepemilikan GoTo antara Gojek dan
Tokopedia pada dasarnya merupakan kesepakatan bersama di antara keduanya.
Dengan 58% saham Gojek dan 42% saham Tokopedia, seharusnya bisa

8

menyeimbangkan peran kedua perusahaan dalam menentukan arah
pengembangan bisnis GoTo ke depan.

“Perubahan apa saja yang mempengaruhi bagi hasil. Jumlah peserta hanya
akan menentukan perannya di GoTo pada waktu-waktu tertentu saja,” ujarnya,
Selasa (6/6). Ia juga mengatakan, saham besar SoftBank dan Alibaba akan
berdampak positif bagi perkembangan bisnis GoTo. Keputusan bisnis dari
perusahaan global terkenal GoTo tentu saja dapat dipengaruhi oleh masukan
dari SoftBank dan Alibaba. Peran SoftBank dan Alibaba juga berperan besar
dalam kehadiran GoTo untuk initial public offering (IPO) di Indonesia dan
Amerika Serikat. Sejak itu, GoTo sebenarnya telah dirilis di Bursa Efek AS
dan Indonesia, menghasilkan penilaian hampir $ 40 miliar, mirip dengan
pesaingnya Grab. Sumber yang disebutkan dalam

Nikkei Asia Review mengatakan GoToIPO akan menjadi yang pertama
berlangsung di Indonesia. Sebelum GoTo dirilis, banyak pekerjaan integrasi
yang diperlukan. GoTo dikabarkan lebih tertarik melakukan IPO secara
langsung daripada bermitra dengan special purpose company (SPACs) seperti
perusahaan letterbox dan Grab serta beberapa perusahaan digital lainnya.
Namun, jika GoTo berubah pikiran dan ingin mempublikasikan melalui SPAC,
ia mungkin dapat meminta bantuan Radiant, pemegang saham terbesar ketiga.
Radiant yang dipegang miliarder Hong Kong Richard Lee. Setelah merger,
perusahaan akan memegang 4,7% saham di GoTo dan menjadi pemegang
saham utama Tokopedia. Kedua perusahaan ini juga menggunakan alamat
Hong Kong yang sama dengan yang terdaftar di arsip GoTo.

2.4. Dampak Merger GoTo
2.4.1. Dampak Merger Goto Terhadap Perekonomian Indonesia

9

Penggabungan dua perusahaan teknologi unicorn Indonesia, Gojek dan
Tokopedia, telah memicu perdebatan publik yang meluas. Upaya merger
tersebut diharapkan dapat menciptakan perusahaan baru senilai US$ 40 miliar
atau Rp 560 triliun. Setelah merger, Gojek dan Tokopedia dikabarkan
berencana melakukan penawaran umum perdana (IPO) di Bursa Efek
Indonesia. Basis konsumen, mitra, dan penjual yang besar yang terlibat dalam
aktivitas Gojek dan Tokopedia akan berdampak pada berbagai dampak akibat
merger, khususnya aktivitas ekonomi Indonesia. LPEM FEB UI
memperkirakan penggabungan Tokopedia Gojek dengan GoTo dapat
memberikan manfaat ekonomi yang positif baik di tingkat nasional,
kabupaten, maupun perkotaan. Pertama, LPEM FEB UI menilai dampak
koeksistensi Tokopedia dan Gojek di tingkat kabupaten dan kota sebelum
merger formal. Prani Sastiono dari tim peneliti LPEM FEB UI menemukan
dampak signifikan terhadap pengentasan kemiskinan selama periode 2010-
2019. Menariknya, penurunan kemiskinan terutama terjadi di kabupaten
sebesar 0,3-0,4 bps, dengan mempertimbangkan variabel kontrol masing-
masing kabupaten seperti PDRB, tingkat pengangguran, dan variabel
demografis. Dengan hadirnya Tokopedia dan Gojek, jumlah wirausahawan
meningkat 2,3%, jumlah wirausahawan Internet bertambah 0,22 bps, dan
jumlah wirausahawan di pasar bertambah 0,03 bps. “Kehadiran Tokopedia
dan Gojek menurunkan hambatan masuk ketika memulai bisnis, sehingga
mendorong lebih banyak orang/pekerja untuk menjadi wirausaha.” Memiliki
rekening tabungan dan asuransi rumah juga memiliki dampak besar, masing-
masing meningkat 0,9 basis poin dan 3,45 basis poin, kata Plani. “Dampak
makroekonomi seperti PDB dan dampak pengeluaran saat ini terbatas dan
kuat di daerah perkotaan, sehingga setiap orang dapat memperoleh manfaat
dari efek positif ekonomi digital. Ini menunjukkan bahwa akses perlu
ditingkatkan, tetapi penelitian menunjukkan bahwa efek yang dihasilkan
meningkat dari waktu ke waktu. waktu,” ujarnya.

10

Sebuah survei nasional terhadap 936 responden juga dilakukan untuk menilai
dampak merger di masa depan. Berdasarkan simulasi menggunakan data
survei, Chaikal Nuryakin dari tim peneliti LPEM UI menyatakan
penggabungan Tokopedia dan Gojek akan menambah nilai hampir di setiap
lini bisnis GoTo. Penggabungan dapat meningkatkan jumlah transaksi dan
jumlah pengguna baru. Dengan penghematan biaya dan peningkatan
produktivitas, Tokopedia diperkirakan memiliki tambahan 20,4 juta
pengguna same-day / instant kurir, tambahan 1,3 juta transaksi oleh pengguna
Tokopedia yang ada, dan tambahan 2 juta transaksi dari pengguna lama
Gojek.

Besarnya tambahan pengguna layanan same day courier tersebut utamanya
disebabkan oleh tingginya minat pengguna layanan regular courier untuk
menggunakan layanan same day courier jika ongkir layanan tersebut lebih
murah pasca merger. “Jumlah pengguna baru juga naik, di mana diperkirakan
akan terdapat 3,9 juta pengguna baru Gojek, 9,1 juta pengguna baru
Tokopedia, 15,2 juta pengguna baru dompet digital, dan 589 ribu penjual
terdaftar baru di Tokopedia” ujar Chaikal. Terakhir, riset memperkirakan
peningkatan aktivitas ekonomi setelah merger dapat menciptakan nilai
ekonomi langsung sebesar Rp1734 triliun. “Nilai ekonomi tersebut akan
terjadi pada sektor perdagangan, teknologi informasi dan komunikasi,
restoran, dan pendapatan rumah tangga. Berdasarkan pemodelan level makro,
penggabungan dua unicorn negara tersebut diperkirakan memberikan
kontribusi tambahan (pasca fusi) sebesar 0,1% - 0,3% terhadap PDB negara
tersebut. Mempertimbangkan kontribusi masing-masing perusahaan sebelum
merger, Tokopedia 1,1% (survei LPEM FEB UI 2019) dan Gojek 0,7%
(survei LD FEB UI 2019), dampak dari total merger sekitar 1,9% hingga
2,1% dari PDB. Rs 300 triliun,” ujar Chaikal dalam webinar tentang dampak
penggabungan platform: Gojek dan Tokopedia.

11

Agustinus Prasetiantoko, Rektor Universitas Katolik Atma Jaya Indonesia,
juga mengatakan bahwa dampak dinamis dari kontribusi ekonomi Gojek dan
Tokopedia semakin besar. Agustinus juga menyampaikan, “Sementara
kondisi pandemi COVID-19 menjadi tantangan besar bagi perekonomian
Indonesia, tampaknya industri berbasis informasi dan teknologi yang harus
beradaptasi selama masa social distancing telah menemukan pendorong yang
sangat baik. kekuatan untuk mempertahankan pertumbuhan. “IPO hasil
penggabungan Go-Jek dan Tokopedia dapat berkontribusi untuk
memperdalam posisi keuangan kami dengan mendorong masyarakat untuk
berpartisipasi aktif di sektor keuangan.” Pada kesempatan yang sama, Kiki
Veriko, Wakil Direktur Akademisi FEB UI dan Riset LPEM FEB UI, juga
menekankan peran Gojek dan Tokopedia dalam meningkatkan ketahanan
sosial dan memulihkan perekonomian nasional dalam konteks pandemi
COVID-19. Kiki juga mengatakan penggabungan Gojek dan Tokopedia akan
membantu merampingkan proses penjualan dari manufaktur, misalnya,
mengurangi biaya informasi dan sumber serta pengiriman produk. Dengan
demikian, penggabungan Go-Jek dan Tokopedia diharapkan dapat
memberikan peluang bagi perusahaan-perusahaan Indonesia, khususnya
UKM, untuk memasuki pasar global melalui berbagai inovasi yang dapat
membantu dalam proses produksi dan distribusi.

2.4.2. Dampak merger GoTo Terhadap Bisnis Lain

Penggabungan dua raksasa rintisan digital, GojekTokopedia, melahirkan
GoTo yang diyakini memiliki kelemahan dan juga akan memiliki banyak
kekuatan dalam bisnis digital domestik, tetapi bisa mengulangi kasus raksasa
digital China. Menurut Bhima Yudhistira, Ekonom Institute for Economic
and Financial Development (INDEF), kerugian dari penggabungan dua
raksasa digital Indonesia itu adalah menciptakan oligopoli berisiko karena

12

merupakan sistem terintegrasi yang hanya dapat digunakan oleh beberapa
pemain.

Hal ini dapat menghambat lahirnya inovasi bagi pemain baru dan pemain
kecil yang memasuki bisnis pencarian penumpang. Keduanya memiliki
kekuatan yang sama dan siap mendisrupsi bisnis digital di Indonesia.
Eksistensi GoTo Group terlihat bersaing dengan Shopee dan lainnya. Namun
di sisi lain, hal itu dapat mencegah pemain baru dan yang lebih kecil
memasuki bisnis yang sama,” Penggabungan kedua mitra ini menguntungkan
kedua belah pihak karena masing-masing memiliki basis data pelanggan yang
besar. Tetapi sisi negatifnya adalah menjamurnya informasi milik pelanggan
yang digunakan oleh GoTo dan mitranya. Kemunculan Goto Group di Korea
merupakan salah satu masalah antimonopoli terkait monopoli pasar digital.

Merger Gojek Tokopedia berdampak negatif pada pemain kecil pemula yang
ingin meluncurkan dan bersaing di e-commerce. Startup kecil akan kesulitan
karena e-commerce terintegrasi, yang menimbulkan biaya konversi. “Namun
di sisi lain, jika pengembangan berfokus pada diskon atau promosi untuk
dompet digital, digital boarding, dan aplikasi panggilan penumpang, pesan
antar penumpang bisa menjadi semakin sedikit. Itu mulai berubah menjadi
profitabilitas.

2.4.3. Dampak merger GoTo Terhadap Go-Jek

pendapatan mitra pengemudi Gojek bisa lebih besar setelah perusahaan
merger dengan Tokopedia. Pasalnya, pengemudi nantinya bisa mengantar
lebih banyak belanjaan pengguna Tokopedia. Mitra driver Gojek akan
memiliki peluang pendapatan yang lebih besar antara lain dengan
mengirimkan lebih banyak pesanan dari pengguna Tokopedia. kolaborasi
GoTo akan membuat jaringan mobilitas dari driver dan merchant menjadi
yang paling cepat dan besar di Indonesia.

13

2.4.4. Dampak merger GoTo Terhadap Tokopedia

Pemilik toko di Tokopedia, mereka bisa meningkatkan skala usahanya karena
pengiriman bisa lebih cepat setelah perusahaan merger dengan Gojek.
kehadiran GoTo akan memberi manfaat pengembangan UMKM lokal. Selain
itu, juga memberi manfaat keterjangkauan kelogistikan dan pengiriman
barang dan jasa ke seluruh daerah di Indonesia. dampak konkret ke konsumen
adalah ongkos kirim alias ongkir belanja di Tokopedia bisa lebih murah.
Bahkan, pengiriman juga bisa lebih cepat. Dan ongkos kirim alias ongkir
belanja online di Tokopedia bisa lebih murah usai merger perusahaan dengan
Gojek Indonesia menjadi GoTo. Pengiriman paket ke konsumen pun
berpotensi bisa lebih cepat.

2.5. Keuntungan dan Tantangan GoTo
2.5.1. Keuntungan

Hasil penggabungan kedua perusahaan tersebut diyakini menjadi landasan
ekosistem komunitas dengan memberikan solusi yang berbeda untuk
kehidupan sehari-hari mereka. Layanan GoTo membawa beberapa manfaat
bagi perekonomia yaitu sebagai berikut :
1. Digitalisasi kemudahan

Layanan GoTo bisa mempermudah konsumen. GoTo juga akan
memberikan harga terbauk untuk seluruh masyarakat, atas kebutuhan
konsumsi sehari-hari.

2. Keuntungan Nasional
Kedua adalah berskala nasional, yaitu berupa potensi penerimaan pajak.Hal
ini bisa ditingkatkan dengan pengawasan seluruh pelaku usaha yang masuk
ke dalam ekosistem bisnis GoTo. Pasalnya, omzet produsen akan lebih
transparan, serta kemampuanbelanja konsumen juga bisa diketahui dengan
lebih baik. Dengan demikian, pemerintah bisa mengukur berapa penghasilan
nominal perbulannya.
14

2.5.2. Tantangan
Beberapa Tantangan Bagi Perusahaan Merger GoTo Sebagai berikut :
1. Kesiapan UMKM Di Indonesia

UMKM Indonesia sangat rentan dengan persaingan yang bebas dan terbuka.
Pasalnya, UMKM di Indonesia masih menghadapi beberapa masalah
mendasar.Di antaranya seperti rendahnya produktivitas dan tingginya Harga
Pokok Produksi (HPP), karena proses ekonomi yang tidak efisien.
2. Kesiapan pelaku Bisnis GoTo
para pelaku bisnis harus konsisten menentukan apakah pemegang saham
mayoritasnya masih akan dipegang oleh orang Indonesia. Apalagi secara
bisnis, GoTo akan menentukan mengalirnya arus uang yang menjadi
keuntungan di ekosistem bisnis ini.

BAB III
Penutup

3.1. Kesimpulan
Pengelolaan keuangan adalah kegiatan yang dilakukan oleh pimpinan untuk
menggerakkan pejabat keuangan untuk menggunakan fungsi-fungsi manajemen

15

termasuk perencanaan atau penganggaran pencatatan biaya dan tanggung jawab.
pengelolaan keuangan adalah praktik yang rutin dan penting dalam lingkungan
bisnis. Ini melibatkan pengelolaan sumber daya keuangan perusahaan untuk
memastikan ada atau tidaknya pemborosan dan mengontrol setiap hal mengenai
kegiatan keuangan perusahaan yang meliputi pengadaan dana, penggunaan dana,
pembayaran, proses akuntansi, penilaian risiko dan hal-hal lain yang berkaitan
dengan keuangan.

Daftar Pustaka

https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210517144827-92-643333/kronologi-
merger-gojek-dan-tokopedia-hingga-jadi-goto
https://cerdasbelanja.grid.id/tag/apa-itu-merger

16

https://money.kompas.com/read/2021/05/18/093900026/4-fakta-merger-
tokopedia-dan-gojek?page=all
https://newssetup.kontan.co.id/news/begini-tanggapan-pengamat-terkait-
kepemilikan-saham-goto
https://cerdasbelanja.grid.id/read/522699298/tokopedia-dan-gojek-bergabung-
ciptakan-goto-layanan-digital-terbesar?page=all
https://www.idxchannel.com/market-news/tak-selalu-positif-ini-dampak-negatif-
dari-merger-gojek-tokopedia
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210518142056-92-643796/driver-
gojek-bisa-makin-cuan-usai-merger-dengan-
tokopedia#:~:text=CEO%20GoTo%20Andre%20Soelistyo%20mengatakan,lebih
%20banyak%20belanjaan%20pengguna%20Tokopedia.
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210517190915-92-643501/ongkir-
tokopedia-bisa-lebih-murah-usai-merger-dengan-gojek

17


Click to View FlipBook Version