MAKALAH
“TATA RIAS MANTEN GAYA SURAKARTA”
Makalah ini disusun untuk memenuhi tugas mata kuliah Busana Jawi
Dosen Pengampu : Sri Hertati Wulan, S.Pd., M.Hum.
KELOMPOK 4
Disusun Oleh:
1. Firda Afifah Rahmawati (21205241027)
2. Vany Aprilia (21205241033)
3. Wahyu Desantyo (21205241036)
4. Avifah Nur Rohmah (21205241087)
5. Mukhamad Khanifudin Ali (21205241099)
6. Arina Sasmita Dewi (21205244030)
7. Illala Ridya Indriyani (21205244058)
PENDIDIKAN BAHASA JAWA
FAKULTAS BAHASA DAN SENI
UNIVERSITAS NEGERI YOGYAKARTA
TAHUN 2022/2023
1
KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan rahmat, taufik dan
hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul “Tata Rias
Manten Gaya Surakarta” dengan tepat waktu. Tujuan dari penulisan makalah ini adalah untuk
menambah wawasan dan pengetahuan penulis maupun pembaca.
Kami ucapkan terima kasih kepada Ibu Sri Hertanti Wulan S.Pd., M.Hum. selaku Dosen
Pengampu Mata Kuliah Busana Jawi yang telah membantu memberikan bimbingannya dalam
pembuatan makalah ini. Tidak lupa juga kami ucapkan kepada pihak-pihak yang telah
berkontribusi dalam penyelesaian makalah ini.
Kami menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, maka dari
itu kami mengharap kritik dan saran yang dapat membangun dari pembaca untuk mencapai
makalah yang sempurna.
Yogyakarta, 12 Oktober 2022
Kelompok 4
2
DAFTAR ISI 1
COVER.............................................................................................................................. 2
KATA PENGANTAR.......................................................................................................
DAFTAR ISI....................................................................................................................... 3
BAB I PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang................................................................................................................ 4
1.2 Rumusan Masalah........................................................................................................... 4
1.3 Tujuan Penulisan............................................................................................................. 4
BAB II PEMBAHASAN
2.1 Pengertian Tata Rias Pengantin...................................................................................... 5
2.2 Ragam Tata Rias Gaya Surakarta................................................................................... 5-11
2.3 Karakteristik Tata Rias Pengantin Solo.......................................................................... 11-15
2.4 Makna Yang Terkandung Dalam Tata Rias Gaya Surakarta.......................................... 15-21
BAB III PENUTUP
3.1 Kesimpulan...................................................................................................................... 22
3.2 Saran................................................................................................................................ 22-23
DAFTAR PUSTAKA.......................................................................................................... 24
LAMPIRAN......................................................................................................................... 25-27
3
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Kebudayaan menurut Koentjaraningrat adalah sebagai seluruh sistem gagasan dan rasa,
tindakan, serta karya yang dihasilkan manusia dalam kehidupan bermasyarakat yang dijadikan
miliknya dengan cara belajar. Di Indonesia terdapat berbagai kebudayaan salah satunya yaitu
kebudayaan dalam hal pernikahan. Pernikahan adalah salah satu prosesi yang sakral dan
merupakan momen spesial yang tidak terlupakan. Di setiap daerah memiliki adat pernikahan
sendiri-sendiri baik dari segi busana, tata rias maupun susunan acara dalam pernikahannya.
Salah satu adat pernikahan yang ada di Indonesia yaitu pernikahan adat Jawa gaya
Surakarta. Pernikahan gaya Surakarta memiliki karakteristik tersendiri dari gaya busana, tata
rias, aksesoris, dan susunan acara pernikahannya. Pernikahan adat Surakarta ini dahulu hanya
dilakukan oleh pengantin berdarah biru dan keturunan ningrat. Namun seiring berkembangnya
zaman dan dan kehidupan sosial hal tersebut mulai meluntur. Saat ini sudah banyak masyarakat
di luar keraton yang melaksanakan pernikahan dengan adat Keraton Surakarta. Hal ini
dilakukan untuk menjunjung tinggi budaya dan kearifan lokal yang ada. Terdapat dua jenis
pengantin Solo yang dikenal oleh masyarakat yaitu pengantin Solo Putri dan pengantin Solo
Basahan begitu juga dengan Tata Riasnya yang didalamnya ada berbagai filosofi serta makna
yang terkandung. Tata rias pengantin di Kasunanan Surakarta dipilih berdasarkan uwoh
pangolahing budi. Gaya tata rias ini bentuk, warna, maupun cara penggunaannya dilandasi
dengan lampah batin (Himbokusumo, 1990:1). Makalah ini akan membahas tentang tata rias
wajah dan rambut manten gaya Surakarta serta makna yang terkandung di dalamnya.
1.2 Rumusan Masalah
1. Pengertian Tata rias pengantin
2. Bagaimana ragam bentuk tata rias pengantin gaya Surakarta
3. Apa makna yang terkandung dari tata rias pengantin gaya Surakarta
4. Hasil Penelitian
1.3 Tujuan Penulisan
1. Untuk mengetahui pengertian dari tata rias pengantin
2. Untuk mengetahui ragam bentuk tata rias pengantin gaya Surakarta
3. Untuk mengetahui makna yang terkandung pada tata rias pengantin gaya Surakarta
4
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian
Tata rias merupakan bagian penting dari sebuah pernikahan Menurut Martha Tilaar (1995),
Tata rias merupakan seni untuk mempercantik wajah dengan cara menonjolkan bagian wajah
yang indah dan menyamarkan atau menutupi bagian kekurangan pada wajah yang bertujuan
untuk menunjang penampilan dan rasa percaya diri seseorang.
Haymawan (1993) mengatakan tata rias merupakan seni dalam menggunakan bahan-bahan
kosmetika yang bertujuan untuk mewujudkan wajah dengan riasan yang bertujuan memberi
perubahan pada pemain diatas panggung sesuai dengan suasananya.
Sedangkan dalam pernikahan pengertian tata rias pengantin menurut Sayoga, 1984 adalah
suatu kegiatan tata rias wajah pada pengantin yang bertujuan untuk menonjolkan kelebihan
yang ada dan menutupi kekurangan wajah pengantin. Selain berfokus pada tata rias wajah juga
harus memperhatikan tata rias pada rambut, keserasian busana serta aksesorisnya yang tiap-
tiap bagian riasan mengandung arti atau makna tertentu.
2.2 Ragam Bentuk Tata Rias Gaya Surakarta
Terdapat dua jenis tata rias pengantin Solo yang dikenal oleh masyarakat dan sudah
dibakukan yaitu tata rias pengantin Solo Putri dan tata rias pengantin Solo Basahan. Tetapi selain
dua ragam tata rias pengantin tersebut terdapat pula ragam tata rias pengantin Solo yang belum
dibakukan, namun sering digunakan oleh masyarakat Solo dalam rangkaian acara pernikahan.
Ragam tata rias tersebut antara lain: Tata Rias Pengantin Solo Kesatrian, Tata Rias Pengantin Solo
Sawitan, Tata Rias Pengantin Solo Langenharjan, dan Tata Rias Pengantin Solo Takwo.
Pada acara midodareni, akad nikah, dan tukar cincin, pengantin wanita menggunakan tata
rias yang sangat sederhana. Dilihat dari tata rias nya, cengkorongan maupun atau paes yang belum
diberi pidih dan lutho. Begitupun dengan busana yang sederhana tanpa menggunakan aksesoris.
Tata rias pengantin pada saat panggih menggunakan riasan dan busana yang terbaik. Dilhat
dari tata rias wajah, cengkorongan dan bentuk paes yang sudah di isi pidih untuk solo putri dan
lutho untuk solo basahan. Tata rias pengantin solo yang sudah merakyat karena keindahan dan
makna filosofis yang tinggi. Ragam tata rias pengantin solo menunjukkan kekayaan budaya Solo
5
yang menghargai adat, terutama upacara pernikahan. Penciptaan tata rias tersebut memberikan
kesempatan bagi semua kalangan masyarakat untuk tampil istimewa dengan tetap menunjukkan
karakteristik tata rias solo itu sendiri.
A. Tata Rias Pengantin Solo Putri
- Tata rias wajah :
Pengantin Putri : Bedak kekuningan, alis coklat berbentuk blanyak (melengkung
indah), eye shadow berwarna hijau dan coklat, blush on berwarna merona, lipstick
berwarna merah dan paes nya berwarna hitam.
Pengantin Putra : Riasan hanya tipis dan samar atau hanya menggunakan bekas dari
pengantin putri.
- Busana :
Pengantin Putri : Kebaya Panjang berwarna hitam berbahan bludru, jarit gaya solo
berwarna dasar coklat, dan selop manten.
Pengantin Putra : beskap berbahan bludru dengan motif lung-lungan yang senada
dengan kebaya bludru yang digunakan pengantin wanita,blangkon, selop.
- Roncean Melati :
Pengantin Putri : Roncean melati bermotif “bangun tulak”, tibo dada berbentuk
“bawang sebungkul”, dan sinthingan usus-ususan yang pendek tidak sampai
menyentuh pundak.
Pengantin Putra : Roncean melati yang dikalungkan dan roncean melati yang terdapat
di keris, dan sepasang melati mekar yang diselipkan di kedua telinga.
- Penataan rambut :
Pengantin Putri : Penataan rambut gaya Solo terdiri dari Sunggaran, lungsen, sanggul
berbentuk “bangun tulak dari pandan, dan cundhuk mentul terdiri dari 9 buah.
Pengantin Putra : Hanya memakai blangkon gaya Surakarta.
- Aksesoris :
Pengantin Putri : Kalung, gelang, suweng, ali-ali, bros sanggul berbentuk burung,
sepasang centhung kecil, dan cundhuk jungkat.
Pengantin Putra : Bros, keris, dan kalung panjang.
6
Berikut contoh gambar Pengantin Solo Putri
Sumber : Internet
B. Tata Rias Pengantin Solo Basahan
- Tata Rias Wajah :
Pengantin Putri : Bedak kekuningan, alis menjangan mranggah, eye shadow berwarna
hijau dan coklat, blush on berwarna merah merona, lipstick berwarna merah, dan paes
berwarna hijau.
Pengantin Putra : Riasan hanya tipis dan samar atau hanya menggunakan bekas dari
pengantin putri.
- Busana :
Pengantin Putri : Kain dodot alas-alasan dan tumbuhan hutan, selendang udet cindhe,
kampuh dodot bermotif alas-alasan dan buntal.
Pengantin Putra : Kain dodot bermotif alas-alasan dan tumbuhan hutan, celana
Panjang dari kain cindhe (digunakan pada bagian dalam), buntal udan mas, dan keris
ladrang.
- Roncean Melati :
Pengantin Putri : Berbentuk Teplok, tibo dada berbentuk “Pager Timun”, sinthingan
berbentuk “Bawang Sebungkul”.
Pengantin Putra : Roncean melati dibagian keris yang terselip di pinggang, roncean
yang dikalungkan, dan melati yang diselipkan di kedua telinga.
- Penataan Rambut :
7
Pengantin Putri : Penataan rambut manten Solo Basahan terdiri dari sunggaran,
lungsen, sanggul bokor mengkurep dari pandan, cundhuk mentul berjumlah 9 buah
yang berbentuk alas-alasan.
Pengantin Putra :
- Aksesoris :
Pengantin Putri : Kalung Rembulan Tumanggal, Bros, gelang, subang, peniti Semyok
Garuda Mungkur, sepasang centhung, ddan cundhuk jungkat.
Pengantin Putra : Kalung, dan gelang.
Berikut contoh gambar Pengantin Solo Putri Basahan
Sumber : Internet
C. Tata Rias Pengantin Solo Ksatrian
- Tata Rias Wajah : Bedak kekukningan, alis mangot, eye shadow hijau dan coklat,
blush on merah merona , lipstik merah merona, paes warna hitam.
- Penataan Rambut : Sunggaran,lungsen, sanggul bangun tulak dari pandan.
- Busana: Kebaya pendek berbahan kain lami dengan motif bunga-bunga, kain sido
mukti atau sido asih, selo.
- Roncean Melati: Bangun Tulak, sisir, tibo dada bawang sebungkul, sintingan usus-
ususan.
- Aksesoris : Kalung, suweng ronyok, bros sunggun sebanyak tiga buah, gelang tretes,
ali-ali ulun-ulun, 7 cunduk mentul nanas-nanasan, 6 buah tanjungan, simyok bunga
sokan, sepasang centung dan cunduk jungkat.
8
Berikut contoh gambar Pengantin Solo Ksatrian
Sumber : Internet
D. Tata Rias Pengantin Solo Sawitan
- Tata Rias Wajah : Bedak kekuningan, alis mangot, eye shadow hijau dan coklat,
blush on merah merona , lipstik merah merona, paes pada tata rias ini belum diwarna.
- Penataan Rambut : Sunggaran,lungsen, sanggul “bangun tulak” dari pandan.
- Busana : Kain citah motif daun/bunga untuk kebaya pendek dan jarik, selop.
- Roncean Melati : tidak menggunakan roncean melati.
- Aksesoris : Pada tata rias ini tidak menggunakan aksesoris apapun.
Berikut contoh gambar Pengantin Solo Sawitan
Sumber : Internet
E. Tata Rias Pengantin Solo Langenharjan
- Tata Rias Wajah : Bedak kekukningan, alis mangot, eye shadow hijau dan coklat,
blush on merah merona , lipstik merah keoranyean, paes warna hitam.
- Busana : Kebaya panjang berbahan kain bludru dengan motif merak, kain sido mukti
atau sido asih, selop.
9
- Roncean Melati: Bangun Tulak, sisir, tibo dada “bawang sebungkul”, sinthingan
usus-ususan.
- Penataan Rambut : Sunggaran,lungsen, sanggul bangun tulak dari pandan.
- Aksesoris : Kalung, suweng ronyok, bros sunggun sebanyak tiga buah, gelang tretes,
ali-ali ulun-ulun, 7 cunduk mentul nanas-nanasan, 6 buah tanjungan, simyok bunga
sokan, sepasang centung dan cunduk jungkat.
Berikut contoh gambar Pengantin Solo Langenharjan
Sumber : Internet
F. Tata Rias Pengantin Solo Takwo
- Tata Rias Wajah : Bedak kekukningan, alis menjangan mranggah, eye shadow hijau
dan coklat, blush on merah merona , lipstik merah keoranyean, paes warna hijau.
- Busana : kebaya panjang bahan sama dengan busana takwo pengantin pria, jarik, dan
selop.
- Roncean Melati : Teplok, sisir, Tibo dada berbentuk “Pager Timun”, sinthingan
“Bawang Sebungkul”.
- Aksesoris : kalung rembulan tumanggal, bros contok, gelang, subang, Peniti Semyok
Garuda Mungkur, 9 cundhuk mentul alas-alasan, sepasang centhung dan cunduk
jungkat.
10
Berikut contoh gambar Pengantin Solo Takwo
Sumber : Internet
2.3 Karakteristik Tata Rias Pengantin Solo
Ragam tata rias pengantin solo standar adalah Solo Basahan dan Tata Rias Pengantin Solo
Putri. Namun, terlepas dari dua jenis rias pengantin, ada juga jenis tata rias lain yang tidak
digunakan Standar, tetapi sering digunakan oleh orang-orang solo dalam rangkaian pernikahan.
Tata rias pengantin tersebut merupakan tata rias pengantin yang dipergunakan dalam lingkungan
Keraton kesunanan Surakarta. Tata rias ini awalnya hanya dipergunakan di lingkungan Keraton
saja namun sekarang banyak masyarakat yang menggunakannya untuk melestarikan peninggalan
yang ada di Jawa. Tata rias pengantin Solo yang diketahui dan banyak digunakan masyarakat
adalah tata rias pengantin Solo Putri Dan Solo Basahan. Tata rias pengantin Solo Putri dirias
menggunakan alas bedak dengan nuansa kuning sesuai dengan ciri khas pengantin Jawa. Pada
pengantin wanita Solo Putri ini disebut hiasan dahi yang biasanya disebut dengan paes yang
berwarna hitam. Sedangkan pengantin Solo Basahan, menggunakan busana dodotan hanya
digunakan oleh kerabot keraton. Pembeda dari riasan yang lain adalah paes berwarna hijau dan
alis berbentuk menjangan meranggah (Tilar, 1992:24). Tata rias pengantin di Keraton Kesunanan
Surakarta dipilih berdasarkan uwoh pangolahing budi. Gaya tata rias ini bentuk, warna, maupun
cara penggunaannya dilandasi dengan lampah batin (Himbokusumo, 1990: 1).
a. Tata Rias Wajah
Persamaan Tata Rias Pengantin Solo termasuk dalam riasan wajah yang
mengandung bedak berwarna eyeshadow kuning, coklat, dan hijau. Warna lipstik dan
rona merah cerah dan bentuknya. Paes yang terdiri dari gajahan, pengapit, penitis,
godeg dicirikan sebagai karakteristik Tata rias pengantin solo. Bentuk gajahan yang
11
terletak di tengah-tengah dahi, kemudian bentuk pengapit yang mengapit gajahan,
bentuk penitis yang terletak diatas ujung alis, dan bentuk godheg yang terletak didepan
telinga.
b. Penataan Rambut
Kesamaan ragam tata rias pengantin wanita Solo terdapat pada penataan rambut,
meliputi sanggul yang terbuat dari rajangan daun pandan, bentuk sunggar, aksesoris
meliputi cunduk jungkat, cunduk mentul, semyok, centung, serta roncean melati sisir,
sintingan, dan tibo dada. Kesamaan tersebut merupakan karakteristik tata rias
pengantin Solo.
Sumber : Internet dan Pribadi
c. Tata Busana
Kesamaan ragam tata rias pengantin wanita Solo terdapat pada busananya juga,
walaupun busananya paling beragam. Kesamaan terlihat dalam motif flora fauna dalam
busana pengantin wanita Solo. Selain itu, pengantin wanita Solo memakai kain
panjang/jarik.
12
Sumber : Internet
Karakteristik tata rias pengantin Solo tersebut yang digunakan untuk membedakannya
dengan tata rias pengantin daerah yang lain. Namun, adanya perbedaan diantara ragam tata rias
pengantin Solo juga merupakan karakteristik tersendiri dari masing-masing ragam tersebut.
Seperti halnya tata rias pengantin solo Basahan yang tidak menggunakan kebaya namun
menggunakan busana dodotan. Semua keragaman tata rias pengantin ini turut memperkaya
kebudayaan Indonesia. Karakteristik tersebut bisa disimpulkan bahwa :
Karakteristik Contoh
Bedak berwarna kekuningan
Riasan mata coklat dan hijau
Riasan pipi merah merona
Riasan bibir merah merona
Riasan dahi
Gajahan
Pengapit
13
Penitis
Godheg
Sanggul dari rajangan daun pandan membulat
Sunggar dan lungsen
Cundhuk mentul
Cundhuk jungkat
Centhung
Tibo dada
Sinthingan
Sisir
14
Kebaya motif flora dan fauna
Jarik
Selop
Dodot solo basahan
2.4 Makna Yang Terkandung Dalam Tata Rias Gaya Surakarta
Dalam pengantin adat Surakarta, tata rias dibagi menjadi dua yakni tata rias wajah dan tata
rias sanggul. Tata rias digunakan untuk mempercantik pengantin agar terlihat seperti putri kraton.
Merias wajah dimulai dengan membuat sanggul, lalu melakukan riasan wajah. Hal ini dilakukan
agar rambut tidak mengganggu pada saat merias wajah. Menurut masyarakat Surakarta, seorang
perempuan yang mempunyai alis bulan nanggal sepisan dianggap sebagai seseorang yang cantik.
Merias bibir yang menggunakan lipstik merah menggambarkan seorang perempuan yang habis
mengunyah sirih. Sebab, pada jaman dahulu, para perempuan di daerah Surakarta mengunyah
sirih.
Hal yang menjadi ciri khas dari tata rias pengantin adat Jawa Tengah adalah dibentuknya
paes pada bagian kening pengantin wanita. Paes adalah riasan pengantin adat Jawa yang
menyimbolkan sebuah kecantikan dan kedewasaan dalam diri seorang perempuan. Paes sendiri
memiliki beberapa bagian yang memiliki makna masing-masing. Bagian paes yang berbentuk
15
seperti telur setengah bulat disebut dengan jenis gajah atau gajahan. Gajahan mempunyai makna
bahwa seorang perempuan diharapkan dapat ditinggikan derajatnya dan dihormati.
Selain itu, lekukan yang terdapat pada samping kanan dan kiri gajahan disebut dengan
pengapit. Hal ini mempunyai makna bahwa mengapit gajahan agar selalu berjalan lurus.
Tujuannya adalah bahwa agar tidak ada rintangan dalam menjalankan sebuah rumah tangga.
Selian itu, ada bentuk seperti telur, tetapi lebih kecil di sebelah kanan dan kiri pengapit. Hal itu
disebut dengan penitis. Penitis bermakna bahwa sesuatu harus mempunyai tujuan dan
perencanaan yang matang. Bagian terakhir dari paes adalah godheg. Godheg mempunyai makna
bahwa agar kedua mempelai saling intropeksi diri dan tidak tergesa-gesa dalam mengambil
segala keputusan.
Selain tata rias wajah, ada juga tata rias sanggul. Dalam adat pernikahan Jawa Tengah,
ada dua macam sanggul, yakni sanggul bangunan tulak dan sanggul bokor mengkurep. Sanggul
bangunan tulak berbentuk seperti kupu-kupu dan ada bunga melati yang dirangkai dan dipasang
di bagian bawah sanggul. Bunga melati tersebut berbentuk kupu-kupu dan rambut di atas telinga
berbentuk sanggaran. Sanggul bagun tulak ini melambangkan kehendak calon keluarga
pengantin yang berusaha menghindari bahaya. Hal ini dilambangkan dengan calon pengantin
yang berusaha menolak bahaya yang mungkin datang. Makna bangun tulak adalah suatu
permohonan keselamatan dari para kerabat pengantin (Slamet Ds, 1990: 41).
Sementara itu, sanggul bokor mengkurep digunakan pada saat pengantin melaksanan ritual
siraman. Sanggul ini dihiasi dengan bunga melati yang dirangkai dan dibentuk seperti rajutan
untuk membungkus sanggul tersebut. Makna dari sanggul bokor mengkurep adalah sikap
pengambian diri dan bakti seorang istri terhadap sang suami.
Berikut makna dari Tata Rias Gaya Surakarta yang sering digunakan di masyarakat :
a. Tata Rias dan Busana Pengantin Solo Putri
No. Bagian Makna Foto
1. Bedak berwarna Memunculkan aura pengantin
kekuningan
16
2. Alis berbentuk Pengantin cantik seperti
blanyak (melengkung bidadari
indah)
Bermakna kesuburan, mampu
3. Eye shadow membangun keluarga yang
berwarna coklat hijau Makmur dan sejahtera
Pengantin cantik seperti
4. Riasan bibir merah bidadari
Pengantin cantik seperti
5. Blush on merah bidadari
merona
Paes
6. Gajahan Wanita harus menjadi manusia
berilmu untuk mampu
menghadapi dunia
7. Pengapit Mampu membedakan baik dan
buruk
8. Penitis Mampu memilih yang tepat
9. Godheg Memiliki keturunan untuk
meneruskan ilmu dan kehidupan
10. Warna hitam pada Kesempurnaan
paes
11. Sanggul bangun Penolak balak
tulak
12. Sunggar Selalu mendengar nasehat yang
baik
13. Aksesoris
a. 9 buah cunduk Mendapatkan pertolongan dari
mentul Tuhan
17
b. Centhung Kesucian wanita
c. Cundhuk jungkat Kesucian wanita
d. Tibo dodo bawang Cahaya yang diberikan Tuhan
sebungkul harus diresapi dan dirasakan
e. Sinthingan Kesetiaan pada suami
f. Sisir atau keket Kesetiaan pada suami
14. Kebaya bludru Melambangkan keanggunan
15. Jarik Memiliki harapan dan saling
16. Wiron menghormati
17. Aksesoris
Saling mencintai dengan
pasangannya
Kejayaan dan kekayaan
- Pelajaran-pelajaran yang harus diketahui pengantin wanita setelah pernikahan, agar
mampu membangun keluarga yang harmonis dan sejahtera.
b. Tata Rias dan Busana Pengantin Solo Basahan
No. Bagian Makna Foto
1. Bedak berwarna kekuningan Memunculkan aura
pengantin
2. Alis menjangan mranggah Keindahan/kemakmuran
18
3. Eye shadow coklat dan hijau Kesuburan/kemakmuran
4. Riasan bibir merah merona Secantik bidadari
5. Blush on berwarna merah Secantik bidadari
merona
Paes
6. Gajahan Mampu menjadi wanita
yang berilmu
7. Pengapit Mampu membedakan
baik dan buruk
8. Penitis Mampu memilih yang
tepat
9. Godheg Mampu memiliki
keturunan yang
melanjutkan ilmu dan
kehidupan
10. Warna hijau Selalu berfikir positif
dan banyak ide
11. Daun sirih Ilmu berfokus pada
kebenaran, ketetapan
hati
12. Sanggul bokor mengkurep Mandiri dan nerimo ing
pandum
13. Sunggar Mau mendengarkan
nasehat yang baik
14. 9 buah cunduk mentul
bermotif alas-alasan Mampu menghadapi
kehidupan dengan
bijaksana
19
15. Semyok garuda mungkur Waspada terhadap
16. Cunduk jungkat datangnya
permasalahan
Kesucian wanita
17. Centhung Kesucian wanita
18. Rajut melati motif truntum Selalu mendapatkan
pertolongan dari Tuhan
19. Tibo dada pager timun Jujur dan bertanggung
20. Sisir/keket jawab
Setia kepada suami
21. Kampuh gadhung melati Sumber kehidupan
Motif alas-alasan
22. Pending januran Petunjuk dari Tuhan
diikat kuat, agar tidak
lepas
23. Udet cindhe Rajin bekerja dan hidup
mandiri
Buntal udan emas
a. Daun Kerokot Ketetapan hati
b. Daun pupus pisang Cinta kasih
c. Daun beringin Melindungi
d. Daun bayam Damai
e. Daun pandan Sepadan
f. Bunga kenikir Masuk akal
g. Bunga melati Kesucian hati
h. Bunga kantil Hidup rukun sampai
akhir hayat
20
Aksesoris Kejayaan atau kekayaan
- Pelajaran-pelajaran yang ahrus diketahui pengantin wanita setelah pernikahan, agar
mampu membangun keliuarga yang harmonis dan sejahtera, selaras dengan alam dan
tetap berpegang teguh pada petunjuk Tuhan Yang Maha Esa.
21
BAB III
PENUTUP
3.1 Kesimpulan
Terdapat dua ragam tata rias pengantin Solo wanita yang telah dibakukan yaitu Solo
Putri dan Solo Basahan. Namun, juga terdapat tata rias pengantin yang belum dibakukan
yaitu : Solo Sawitan, Solo Langerhajan, Solo Kesatrian dan Solo Takwo. Dalam hal tata
rias wajah, penataan rambut, aksesoris, dan roncean melati antara tata rias pengantin Solo
Putri, Solo Kesatrian, dan Solo Langerhajan memiliki kesamaan. Namun dalam hal busana
ketiganya berbeda, Solo Putri menggunakan kebaya dari kain bludru, Solo Langenharjan
kebaya dari kain brokat, dan Solo Kesatrian dari kebaya kain lami. Sedangkan Tata Rias
Pengantin Solo Sawitan memiliki kesamaan dengan Solo Putri, namun riasan dahi belum
diwarna, tidak menggunakan aksesoris dan roncean melati, serta busana berupa kebaya dan
jarik dari kain citah yang sama. Dalam hal tata rias wajah, penataan rambut, aksesoris dan
roncean melati antara tata rias pengantin Solo Basahan dan Solo Takwo memiliki
kesamaan. Namun dalam hal busana keduanya berbeda, Solo Basahan menggunakan dodot
sedangkan Solo Takwo menggunakan kebaya panjang.
Makna tata rias pengantin wanita solo adalah pelajaran-pelajaran yang harus
diketahui oleh pengantin wanita setelah pernikahan agar mampu membangun keluarga
harmonis dan sejahtera. Dan karakteristik tata rias pengantin solo yaitu : bedak berwarna
kekuningan, riasan mata berwarna coklat dan hijau, riasan pipi merah merona, riasan bibir
merah keoranyean, dan riasan dahi yang terdiri dari gajahan, pengapit, penitis, dan godeg.
Sanggul dari rajangan daun pandan membulat, sunggar dan lungsen, yang dihias dengan
aksesoris cunduk mentul bermotif hayati berjumlah ganjil, cunduk jungkat, centung, dan
simyok serta manggunakan roncean melati tibo dodo, sintingan, dan sisir. Sedangkan
busana yang digunakan adalah kebaya bermotif flora fauna, jarik, dan selop.
3.2 Saran
Tata rias pengantin solo merupakan tata rias mempunyai nilai folosofi yang sangat
tinggi yang sangat menarik untuk diteliti lebih mendalam. Diharapkan para perias
pengantin juga mempelajari tentang makna yang terkandung dalam tata rias pengantin solo
dan menyampaikannya pada masyarakat. Agar makna filosofis yang tinggi tersebut dapat
22
diketahui oleh masyarakat dan kebudayaan tersebut tetap lestari dan supaya tata rias yang
beraneka ragam tersebut tidak musnah.
23
DAFTAR PUSTAKA
Giyarto, 2008, Selayang Pandang Jawa Tengah. Klaten: PT Macan Jaya Cemerlang.
Koentjaraningrat, 1974, Pengantar Antropologi. Jakarta: Aksara Baru.
Moleong, Lexy J. 2010.Metodelogi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Saryoto, Naniek, 2004, Tata Rias Pengantin Basahan Surakarta. Jakarta: Mautia Cipta
Sarana. Saryoto, Naniek, 2003, Tata Rias Pengantin Solo Basahan. Jakarta: Mautia Cipta
Sarana.
24
LAMPIRAN
HASIL WAWANCARA : Jawaban dari Narasumber
Pertanyaan Boleh, perkenalkan saya Leni Ekowati dari
Magelang berusia 45 tahun.
Selamat siang ibu, apakah boleh Saya mengikuti kursus dimulai dari tahun 2001
perkenalan terlebih dahulu? kemudian langsung buka usaha sendiri. Dengan
Sejak kapan mulai merintis menjadi harga standar, jauh lebih murah karena tidak
perias dan usaha ini? bertempat dipinggir jalan
Biasanya sesuai selera, atau mengikuti trend
Apa saja riasan yang diminati ? sekarang ini dengan menggunakan gaya
Yogyakarta ataupun Surakarta. Tetapi awalnya
Apa perbedaan antara Gaya Solo putri kebanyakan gaya Surakarta yang sering diminati.
dan basahan? Kalau solo putri memakai bludru dengan motif
bunga sedangkan solo basahan memakai dodot
Perbedaan antara wiru solo dengan dengan riasan cunduk mentul berjumlah 9 serta
jogja? bermotif hewan alas-alasan.
Kalau solo bagian tepi dari jarik dimasukkan
Perbedaan sanggul solo dengan jogja? kedalam jadi tidak terlihat, kalau jogja bagian tepi
terlihat dengan jumlah ganjil. Dan ukuran wiru
Panjang roncean tibo dodo sekitar putra selebar 3 jari sedangkan putri hanya 2 jari.
berapa kira-kira? Sanggul solo berbentuk sanggul tekuk sedangkan
Bagaimana riasan pengantin putra? jogja berbentuk ukel biasa.
Apakah perlu dipertegas riasannya Kalau solo putri dibawah pinggang, kalau solo
juga? basahan bisa sampai diatas lutut lebih panjang.
Tidak perlu, pengantin pria cukup memakai make
up bekas dari pengantin putri. Alis dan bibir tidak
boleh diberi make up, tetapi boleh diberikan sedikit
maskara pada bagian alis.
25
Bagaimana perbedaan alis solo dengan Alis jogja berbentuk mangot, terus alis solo putri
jogja? berbentuk blanyak atau melengkung indah, dan
solo basahan berbentuk ranggah menjangan atau
cawang.
Adakah dari pengantin yang meminta Kebanyakan dari pengantin lebih memilih memakai
melati palsu? melati asli, karena lebih wangi dan diambil dari
segi filosofinya yaitu awal hidup baru lebih baik
menggunakan yang benar-benar hidup saja.
Apakah ibu masih memakai pakaian Itu dulu, perias memakai pakaian yang lengkap
adat seperti kebaya ketika merias? beserta sanggul, tapi sekarang jarang bahkan tidak
zamannya.
Apakah kebanyakan perias lebih fokus Kalau saya lebih fokus ke belajar merias daripada
pada belajar merias atau yang lainnya penataan rambut ya.
juga?
Lalu, apa ibu meng-handle penagntin Iya, saya handle sendiri tapi saya juga butuh
sendiri atau diserahkan ke asisten? pendamping atau crew lainnya untuk meng-handle
diluar riasan pengantin.
Berapa lama ya kira-kira merias atau Merias manten kalau saya minimal membutuhkan
make up in pengantin? waktu 3 jam.
Apa ibu ada melakukan ritual dahulu Iya ada, dulu sering puasa 3 hari sebelum merias
sebelum merias? tujuannya sebagai ibadah saja dan lebih ke
filosofinya yaitu puasa dapat membersihkan hati di
dlaam diri agar terpancar aura dalam diri dan
merias client dengan hati tenang.
Apakah ibu pernah menyewa baju di Pernah, itu sudah menjadi hal wajar dan lumrah
salon lain atau mungkin harus membeli bagi para perias dan harus berani rugi.
sesuai permintaan?
Kira-kira berapa harga sewa baju + Kalau saya menyesuaikan budget pengantinnya
biaya tata riasnya? mbak, minta nya gimana dan itu juga
mempengaruhi kualitas make up dan aksesoris yang
dipakai.
26
Yang terakhir, kendala apa yang ibu Banyak sekali, contohnya ya barang ketinggalan
alami ketika merias? dan tidak mau mengembalikan, lalu tipe kulit
manten yang kita harus tau apakah nanti jika di
make up berjerawat atau tidak, itu sih.
27