permusuhan dan perpecahan walaupun antara ayah dan
ibu berbeda keyakinan. Bagi saya dan kedua kakak saya,
kedua orang tua kami yang berbeda keyakinan
merupakan orang tua yang baik dan saya hormati.
Khatam Al Quran Pertama Kali
Karya: Fakhri Putra Al Ahwan / 5B
Selalu ada cerita pengalaman dan kesan religi
pada diri seseorang, begitu juga dengan saya.
Alkhamdulillah, saya bersyukur dan selalu bersyukur
setelah melewati pelajaran dan perjuangan yang cukup
panjang, saya bisa khatam Al Quran untuk pertama
kalinya. Pengalaman ini terjadi menjelang bulan suci
Ramadhan tahun lalu, tepatnya Ramadhan tahun 1442 H
atau tahun 2021.
Saya belajar mengaji sejak kelas satu dengan
mengenal huruf Hijaiyah atau huruf Arab. Saya belajar
mulai dari Iqra ke-1 sampai dengan Iqra ke-6. Selasai
Iqra, saya naik untuk belajar Juz Ama. Saat belajar Juz
Ama saya masih banyak salah, guru mengajiku pun selalu
sabar membimbing sampai saya benar dalam membaca
Juz Ama.
Setelah menyelasaikan Juz Ama denga benar,
saya mulai membaca Al Quran di bawah bimbingan guru
saya. Bertahun-tahun saya mengaji, bahkan kadang
timbul rasa bosan dan jenuh. Apa lagi ada tugas sekolah
yang cukup banyak. Akan tetapi, saya akan tetap
semangat dan tidak akan menyerah serta berusaha keras
untuk menyelesaikan membaca Al Quran.
Akhirnya pada tahun kelima, yaitu tahun 1442 H
menjelang Ramadhan saya berhasil khatam Al Quran
untuk pertama kalinya. Seperti umumnya, orang tua
mengadakan syukuran kecil untuk ankanya yang telah
khatam Al Quran pertama kali. Hal ini menambah
semangat saya untuk menjalani ibadah puasa Ramadhan
dengan baik. Saya pun dapat melaksankan puasa
Ramadhan hingga selesai sebulan penuh.
Ramadhanku
Karya: Jalila Intan Lestari / 5B
Dengan niat dan tekad yang kuat, aku memulai
hari pertama berpuasa. Rasa lapar dan haus menyerang
bukan main beratnya. Badanku terasa lemas. Aku segera
tidur siang setelah salat Lohor. Aku terbangun menjelang
waktu salat Asar. Setelah salat aku pun bergegas pergi
mengaji. Akhirnya aku berhasil melewati puasa hari
pertama dengan baik sampai azan maghrib
berkumandang sebagai tanda berbuka puasa.
Ramadhan tahun ini berbeda dengan Ramadhan
tahun-tahun sebelumnya karena adanya pandemi Covid-
19. Insya Allah Ramadhan kali ini keadaan sudah lebih
baik sehingga dapat melaksanakan semua ibadah
Ramadhan dengan khusyuk. Dengan semangat saya
menyambut Ramadhan tahun ini dengan melaksanakan
buka bersama keluarga besarku di hari pertama puasa.
Rasanya tidak sabar aku menunggu hari raya Idul
Fitri yang akan datang. Hari raya Idul Fitri tahun ini pasti
ramai dan lebih semarak dibanding tahun lalu. Aku
membayangkan saat Idul Fitri nanti akan benyak
kegiatan, salah satunya halal bihalal. Aku berharap bisa
melaksankan halal bihalal dengan keluarga besarku dan
teman-teman beserta masyarakat di sekitar tempat
tinggalku. Semoga Ramadhan tahun depan keadaannya
lebih baik lagi daripada tahun ini.
Tarawih Berjamaah
Karya: Kharel Febrian Nugroho / 5B
Hari-hari telah berlalu, tak terasa bulan Ramadhan
telah di depan mata. Seperti bulan Ramadhan di tahun
sebelum-sebelumnya seluruh umat Islam melaksanakan
ibadah salat Tarawih. Saya dan keluarga sangat
bersemangat untuk salat Tarawih. Selepas berbuka puasa
dan melaksanakan salat Magrib, kami sekeluarga
bergegas menuju masjid untuk salat Tarawih berjamaah.
Sepanjang jalan saya selalu tersenyum karena bisa
bertemu dengan jamaah lain yang akan melaksanakan
Tarawih. Sesampainya di masjid kami langsung
mengambil air wudhu dan duduk sambil bersolawat di
dalam masjid hingga menunggu adzan isya.
Adzan salat Isya pun telah berkumandang.
Suaranya begitu merdu sampai menembus relung hati.
Semua jamaah merapatkan shafnya dan salat Isya
dimulai .Tiba waktunya salat tarawih dimulai, saya
mengikuti setiap rakaat dengan khusyuk. Di masjid
tempat saya tinggal salat Tarawih dilaksanakan sebanyak
23 rakaat. Meskipun di tengah pandemi covid-19, namun
tidak menyurutkan semua masyarakat untuk
melaksanakan salat Tarawih berjamaah. Tentunya
dengan mematuhi protokol kesehatan dengan ketat.
Setelah salat Tarawih di masjid selesai biasanya
ada ceramah dan tadarus Al Quran. Saya sangat senang
mendengar ceramah dari Pak Ustadz. Isi ceramah yang
beliau sampaikan menambah wawasan saya, terutama
dalam hal iman dan agama. Saya juga mengikuti tadarus
Al Quran. Banyak teman teman seusia saya yang ikut
tadarus. Tadarus Al Quran selesai pukul 22.00 dan saya
begegas pulang ke rumah. Sesampai di rumah saya
beristirahat. Saya langsung tidur karena besok harus
bangun pagi untuk melaksanakan sahur.
Kisahku di Bulan Ramadhan
Karya: Janitra Hana Ortadan / 5B
Ramadhan selalu membawa suasana yang
berbeda. Tentu karena Ramadhan adalah bulan suci,
bulan yang tunggu-tunggu oleh umat Muslim. Bahkan aku
yakin teman-temanku yang berbeda keyakinan pun
menghormati dan merasakan suasana lain di saat bulan
Ramadhan. Keindahan tolenransi lebih terasa di bulan
Ramadhan.
Di hari pertama puasa itu memang terasa berat,
lapar dan haus menyerang bukan main hebatnya
membuat tubuhku terasa lemas, namun dengan niat dan
tekad aku berhasil menjalankan hari pertama puasaku
dengan lancar. Di hari keduaku berjalan dengan baik.
Pada malam hari saya salat Tarawih berjamaah dan
tadarus di masjid. Di hari ketiga aku harus bersekolah
dengan waktu sekolah lebih pendek dibanding belajar di
luar bulan Ramadhan. Akan tetapi, hal itu membuatku
terasa lelah dan lemas. Di hari-hari berikutnya, aku mulai
terbiasa dan rasa lelahku mulai berkurang.
Hari demi hari kujalani ibadah puasa bulan
Ramadhan dengan baik. Setiap aktivitas di bulan
Ramadhan pun kuusahakan untuk mengikutinya. Belajar
di sekolah, salat Tarawih berjamaah di masjid dilanjut
dengan tadarus dan beberapa kegiatan lainnya. Hari-hari
kulewati dengan semangat. Tanpa terasa bulan
Ramadhan akan segera berakhir. Berpuasa
mengajarkanku tentang banyak hal, salah satunya adalah
menahan hawa nafsu dan selalu rendah hati. Semoga
Allah menerima semua ibadah yang aku laksankan di
bulan suci ini.
Kegiatanku Di Bulan Ramadhan
Karya: Tristan Alfaridzi / 5B
Ramadhan tahun ini aku sambut dengan suka cita
setelah dua tahun melewati Ramadhan dengan pandemi,
sehingga aku tidak bisa beribadah keluar rumah. Banyak
kegiatan yang sudah aku rencanakan ketika Ramadhan
tiba, Selain bersekolah,aku juga melakukan ibadah di
masjid dengan teman-temanku.
Aku mengikuti pesantren Ramadhan di masjid
dekat rumah. Setiap pukul 16.00 aku dan teman-teman
datang ke masjid dan melakukan berbagai macam
kegiatan, seperti mengaji, mendengarkan tausyiah, dan
hal yang paling menyenangkan adalah berbuka bersama
di masjid dengan ustadz dan teman-teman. Setelah itu
kami salat Maghrib berjamaah dilanjutkan dengan salat
Isya dan Tarawih bersama.
Apabila aku tidak bisa ikut pesantren Ramadhan,
aku buka bersama di rumah dengan keluargaku. Salat
Isya dan Tarawih berjamaah di masjid bersama ayah,
ibu, dan kakakku. Kata ayahku tahun ini aku harus lebih
khusyuk menjalani ibadah salat Tarawih karena sudah
besar, tidak boleh bercanda dan ribut selama di masjid,
agar pahalaku bertambah banyak.
Satu hal lagi yang membuat aku bersemangat
adalah membangunkan orang sahur. Ini aku lakukan
ketika hari libur. Aku bersama teman-teman berkeliling
kampung. Kami menggunakan alat seadanya seperti botol
bekas, kaleng bekas, atau kayu untuk membuat bunyi-
bunyian agar orang-orang terbagun mendengar suara
dari kami. Begitulah kegiatanku di bulan Ramadhan tahun
ini yang aku lalui dengan khusyuk dan suka cita. Aku
berharap, semoga Allah SWT memberikan pahala yang
banyak kepadaku. Aamin.
Puasa Dan Salat Tarawih Pertamaku
Karya: Andi Devita Aulianisa / 5B
Bagiku bulan Ramadhan 1443 H merupakan
pengalaman yang sangat berkesan, aku sangat gembira
menyambut bualan suci kali ini. Aku berangan-angan
ingin sahur untuk melaksanakan ibadah puasa dan salat
Tarawih Bersama di mushala.
Ketika hari pertama salat Tarawih, setelah salat
Maghrib aku bersama teman-temanku menaruh sajadah
dan mukena di mushala dekat rumah. Alasannya, agar
mendapatkan tempat karena kata mama pada hari
pertama banyak warga yang melaksanakan salat Tarawih.
Benar juga, hari pertama salat Tarawih jamaahnya
sampai ada yang salat di luar mushala.
Pada hari pertama puasa, aku makan sahur
bersama keluarga. Berat rasanya untuk bangun dan
makan sahur, tetapi karena dorongan dari mama dan
keinginanku untuk bisa berpuasa sehari penuh
menjadikan aku bersemangat untuk memakan hidangan
sahur masakan mama. Bulan Ramadhan ini aku bertekad
harus bisa puasa satu hari. Mulai masuk waktu imsak,
aku berpuasa semoga puasa ku lancar. Aamiin.
Pada siang hari, aku gunakan waktu untuk
istirahat, menjelang sore aku membantu mama masak di
dapur, membantu mengupas bawang atau mengiris
wortel. Di sore hari aku mengaji dengan Ustadz Soleh
hingga menjelang buka puasa. Saat yang ditunggu-
tunggu telah tiba, yaitu beruka puasa. Alhamdulillah
begitu nikmat terasanya, setelah sehari penuh menahan
lapar dan dahaga.
Setelah berbuka aku lanjutkan salat Magrib
bersama teman-temanku, dan dilajutkan salat Isya dan
Tarawih di mushala dekat rumahku. Di sela-sela salat
Tarawih ada ceramah oleh ustadz, ustadz itu mengatakan
bahwa puasa adalah ibadah wajib yang harus dilakukan
oleh semua umat Muslim. Keberkahan menjalankan
ibadah di bulan Ramadahn akan dilipatgandakan oleh
Allha. Hal inilah yang menjadikan aku semakin
bersemangat untuk berpuasa. Semoga bulan Ramadhan
ini aku bisa menyelesaikan puasaku dengan baik.
Sahur Bersama
Karya: Sjahrir Attar Widyatmaja / 5B
Pada saat hari pertama puasa bulan Ramadhan
1443 H, saya dan teman-teman menginap di pesantren
untuk sahur bersama. Setelah salat Tarawih saya dan
adik bersiap-siap berangkat ke pesantren. Saya
membawa bantal, alas tidur,Al Quran, dan peralatan
salat.
Setibanya di pesantren, saya menunggu teman
dan guru. Saya dan teman-teman menggelar tikar untuk
tidur. Sebelum tidur, asisten guru saya yang bernama
Mas Angga bercerita tentang horror sehingga membuat
saya dan teman-teman tidak bisa tidur. Saya dan teman
saya begadang hingga larut malam. Setelah guru saya
datang semuanya langsung tidur karena takut dimarahi.
Saya terbangun jam 02.00 dini hari sambil melihat
sekitar dan ternyata teman saya sudah bangun terlebih
dahulu. Kami berencana berkeliling membangunkan
warga untuk makan sahur, tetapi tidak jadi karena teman
yang terbangun hanya sedikit. Kami pun menyiapkan
makanan untuk sahur Bersama-sama. Pukul 03.00 kami
melaksanakan salat Tasbih berjamaah.
Selesai salat Tasbih kami melakukan tadarus
dengan membaca Al Quran masing-masing. Setelah
tadarus saya dan teman-teman menyiapkan makanan
untuk sahur. Kami membagi makanan dengan adil.
Sesudah sahur saya dan teman saya tadarus sambil
menunggu adzan subuh berkumandang. Saat adzan
subuh berkumandang kami berwudhu dan salat Subuh
berjamaah.
Bulan Ramadhan Yang Menyenangkan
Karya: Anis Naabila 'Aarifatuzzahraa / 5B
Bulan Ramadhan di tahun ini sangat istimewa dan
menyenangkan, berbeda dengan tahun yang lalu. Di
tahun yang lalu sangat sepi dikarenakan masih ada virus
corona yang menyerang di negara kita. Sekarang aku
merasa sangat senang karena aku dapat melaksanakan
ibadah puasa, salat Tarawih berjamaah dan melakukan
tadarus bersama teman-teman di masjid.
Sebelum memasuki bulan Ramadhan aku
menyadari betapa berat untuk menjalankan ibadah puasa
karena harus menahan lapar dan minum dari waktu
subuh sampai maghrib. Apalagi sekarang sekolah sudah
mulai tatap muka pasti aku sangat lemas dan tidak bisa
menahan kantuk. Namun demikian, aku akan berusaha
sebisa mungkin untuk menjalankannya dengan baik.
Pada hari pertama puasa aku merasa lemas sekali
dan ngantuk berat. Alhamdulillah, meskipun begitu, aku
bisa menahan lapar sampai buka.Puasa di hari kedua aku
harus masuk sekolah sesuai jadwal yang sudah
diberitahukan oleh sekolah. Pulang sekolah badanku
terasa capek, lemas, dan mengantuk. Sesampai di rumah
aku tertidur sampai mendekati waktu berbuka puasa dan
akhirnya aku berbuka puasa dengan keluarga. Setelah itu
aku pergi untuk wudhu dan salat Maghrib. Selesai salat
Maghrib aku makan dan menunggu adzan isya, rasanya
sudah tidak sabar untuk salat Tarawih bersama teman-
teman.
Setiap hari aku melaksanakan ibadah di bualn suci
Ramadhan dengan senag dan semangat. Tak terasa
bulan Ramadhan sudah hampir habis dan akan memasuki
bulan Syawal. Semoga aku bisa menjalankan dan
menyelesaikan ibadah puasa selama satu bulan penuh.
Aamiin, ya robbal alamin.