The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by junymona, 2022-06-01 03:51:09

DEKAT DENGAN TUHAN (KUMPULAN CERPEN)

CERPEN 4B MEI 2022_merged

DEKAT DENGAN TUHAN
(Kumpulan Cerita)

Karya Siswa
Kelas IV

SDN Pendrikan Kidul

DEKAT DENGAN TUHAN
(Kumpulan Cerita)
@Copyright Pendrikan

Penulis
Siswa kelas IV

Editor
Sevi dan Adhi

Perancang Kulit
Tim Kreatif SD Pendrikan Kidul

Perancang Isi
Tim Kreatif SD Pendrikan Kidul

Penerbit
Pendrikan
Tahun 2022

KATA PENGANTAR

Puji syukur atas berkah karunia dari Tuhan Yang
Maha Esa. Anak-anakku kelas IV telah mampu berkarya.
Selamat buku karya kalian kumpulan cerita yang
berjudul “Dekat dengan Tuhan” telah terbit.

Anak-anakku yang hebat buku ini terbit berkat
kerja keras dan semangat kalian yang luar biasa. Kalian
telah mampu berkarya dengan baik. Ini semua berkat
bimbingan Bapak Ibu Guru kalian Pak Adi dan Bu Sevi.
Ibu bangga pada kemampuan kalian yang luar biasa.

Semoga karya kalian akan terus berkembang
dan bermanfaat bagi dunia pendidikan. Semangat
berkarya kalian akan selalu menyala, untuk mewujudkan
branding sekolah kita Berkarya Berbudaya. Berkaryalah
terus, dengan karya kalian akan punya kenangan abadi.

Semarang, Mei 2022
Kepala Sekolah

Rustantiningsih, S.Pd.,M.Pd.
NIP 197510252005012012

Kegiatanku di Bulan Ramadhan
Karya: Aliya Risma Kiranadewi / 4B

Hai, namaku Risma, umurku 10 tahun. Aku
duduk di kelas 4 di SD Pendrikan Kidul, Semarang. Tidak
terasa sebentar lagi Lebaran tiba. Sebelum merayakan
Lebaran kita akan memasuki bulan suci Ramadhan. Di
bulan Ramadhan ini seluruh umat muslim diwajibkan
menjalankan ibadah puasa, begitu juga aku.

Bulan Ramadhan tahun ini berbeda dengan
bulan Ramadhan tahun kemarin. Tahun kemarin kita
menjalankan ibadah bulan Ramadhan di tengah
pandemi covid. Kita harus membatasi aktivitas termasuk
tidak boleh salat tarawih di majid. Tetapi tahun ini
sudah diperbolehkan salat tarawihdi masjid meskipun
dengan menerapkan protokol kesehatan.

Saat bulan Ramadhan, aku senang sekali karena
bisa menjalankan ibadah puasa dan salat tarawih.
Dalam puasa kita dilatih untuk menahan lapar dan
dahaga mulai dari fajar hingga terbenam matahari.
Pernah suatu hari aku tidak terbangun ketika sahur. Aku
tertitur lelap meskipun mama telah membangunkanku
untuk sahur. Aku kaget karena terbangun saat salat
Subuh telah tiba. Aku langsung menghampiri mama dan

bertanya mengapa mama tidak membangukanku untuk
sahur. Ternyata mama sudah membangunkanku aku
berkali-kali tetapi aku tidak bangun. Aku khawatir tidak
kuat puasa jika tidak sahur. Tetapi mama menyakinkan
aku untuk tetap berpuasa. Dan ternyata benar aku kuat
puasa hingga maghrib meskipun tidak sahur.

Setelah berbuka puasa bersama keluarga, aku
shalat maghrib di rumah. Kemudian beristirahat
sebentar sambal menonton televise kesukaanku “Upin
dan Ipin”. Setelah itu aku bersiap-siap pergi ke masjid
bersama kakak untuk salat Isya dan salat tarawih.
Pulang dari masjid, aku dan kakak mengaji bersama
orang tuaku.

Itulah kegiatanku selama bulan Ramadhan ini.
Semoga tahun depan bisa lebih baik lagi.

Menyambut Bulan Ramadhan
Karya: Armand Rakha Firmansyah / 4B

Bulan ramadhan telah tiba seluruh masyarakat
menyambut dengan gembira, begitu juga kami
sekeluarga semua mempersiapkan diri dengan baik dan
penuh semangat.

Bulan ramadhan kali ini sangat berencana untuk
puasa sehari penuh. Disamping untuk melatih diri juga
untuk beribadah secara sempurna sesuai dengan syariat
Islam yang berlaku. Itu dikarenakan pada puasa
ramadhan tahun lalu saya masih berpuasa setengah
hari.

Malamnya setelah sholat Isya kami sekeluarga
melaksanakan sholat tarawih bersama dalam suasana
gembira dan penuh khidmat. Pada pagi harinya sebelum
imsyak kami sekeluarga bersantap sahur bersama.
Selanjutnya kami berpuasa sehari penuh sampai
menjelang maghrib tiba, saatnya kami sekeluarga
berbuka puasa bersama dengan penuh dengan
kenikmatan.

Bulan Ramadhan Dengan Keluarga
Karya: Azzam Haikal Althaf / 4B

Bulan Ramadhan tahun ini sangat istimewa dan
menyenangkan bagiku. Aku dapat melaksanakan puasa
selama sebulan penuh. Selain itu, aku juga dapat
melaksanakan shalat tarwih berjamaah di masjid dan
membaca al-qur’an di rumah, meskipun tidak penuh
selama malam bulan Ramadhan.Yang membuat aku
senang adalah keberhasilan melaksanakan puasa
sebulan penuh. Sebelum memasuki bulan puasa aku
menyadari, betapa berat menjalankan puasa.

Dengan niat dan tekad yang kuat, aku memulai
hari pertama berpuasa. Lapar dan haus menyerang
bukan main. Badanku jadi terasa lemas. Aku segera
tidur siang setelah shalat Zhuhur. Ternyata aku
terbangun menjelang shalat Asyar. Akhirnya aku
berhasil melewati hari pertama puasa dengan baik
ketika azan tanda berbuka puasa telah
berkumandang.Malam harinya, aku shalat tarwih
pertama di masjid. Sangat ramai orang shalat tarwih di
malam pertama Ramadhan itu. Tak lupa membawa
buku agenda Ramadhan dan mencatat inti sari ceramah

yang disampaikan Ustad setelah shalat Isya dan
menjelang shalat tarwih.

Hari kedua dan ketiga berpuasa dapat kujalani
dengan baik. Begitu pula shalat tarwih berjamaah dan
tadarusan. Namun puasa hari keempat, aku harus
bersekolah seperti yang dijadwalkan oleh sekolah. Hari
pertama sekolah di bulan puasa, aku merasakan lelah
dan ngantuk yang luar biasa. Namun hari kedua dan
seterusnya rasa lelah dan ngantuk sudah mulai
berkurang. Hari demi hari kulewati bulan puasa dengan
baik. Setiap aktivitas bulan ramadhan pun kuusahakan
untuk mengikutinya. Belajar di sekolah selama dua
minggu. Salat tarwih berjamaah di masjid, mendengar
dan mencatat isi ceramah di buku agenda Ramadhan.
Dan beberapa malam di antaranya aku sempatkan
membaca Al Qur’an di rumah.

Pengalamanku Di Bulan Suci Ramadhan
Karya: Davis Noviandra Ardiansyah / 4B

Selama bulan puasa saya menjalankan puasa.
Selama bulan puasa saya setiap hari mengikuti tarawih
di masjid Al Munir. Ketika saya tarawih di masjid, saya
mendengarkan ceramah. Menjelang berbuka puasa saya
selalu membantu ayah dan ibu saya menyiapkan
makanan untuk berbuka puasa.

Ketika waktu berbuka puasa tiba, saya
menjalankan sholat maghrib bersama dengan warga di
masjid, di sana sudah disediakan takjil atau makanan
dan minuman untuk berbuka puasa bersama.

Setelah menunaikan ibadah sholat maghrib saya
pulang ke rumah dan makan bersama dengan keluarga,
karena rumah saya dekat dekan masjid ketika adzan
Isya berkumandang terdengar jelas dari rumah saya.
Saya pun bergegas bersiap-siap menunaikan ibadah
sholat Isya dan sholat tarawih.

Demikian kegiatan saya sehari-hari ketika bulan
ramadhan, bagaimana dengan kegiatan teman-teman di
rumah?

Kegiatan Bulan Ramadhan
Karya: Devano Nazril Saputra / 4B

Menyambut Bulan Ramadhan tahun ini yang
jatuh pada hari Minggu tanggal 3 April 2022 sangat
istimewa dan menyenangkan bagi Saya. Saya ingin
dapat melaksanakan puasa selama sebulan penuh.
Selain itu, Saya juga dapat melaksanakan shalat tarwih
berjamaah di masjid dan membaca al-qur’an di rumah,
meskipun tidak penuh selama malam bulan Ramadhan.

Yang membuat Saya senang adalah Saya dapat
menjalankan ibadah puasa sampai saat ini, sebelum
memasuki bulan puasa Saya menyadari, betapa berat
menjalankan puasa karena haus dan lapar disiang hari .
Apalagi saat berpuasa Saya sebagai siswa akan belajar
di sekolah, menerima pelajaran dari guru walaupun
tidak seperti belajar di luar bulan puasa. Dengan niat
dan tekad yang kuat, Saya memulai hari pertama
berpuasa. Lapar dan haus menyerang bukan main.
Badanku jadi terasa lemas. Sasya segera tidur siang
setelah shalat dhuhur. Ternyata aku terbangun
menjelang shalat Asyar. Akhirnya aku berhasil melewati
hari pertama puasa dengan baik ketika azan tanda
berbuka puasa telah berkumandang. Rasanya saat

berbuka hatiku sangat senang dan lega serta bisa
berbuka Bersama dengan keluarga.

Malam harinya, Saya shalat terawih pertama di
masjid dengan keluarga. Dan sangat ramai orang shalat
tarwih di malam pertama Ramadhan itu. Kemudian
disela-sela setelah sholat Isya Saya mendengarkan
Kultum ceramah yang disampaikan ustad yang
membuat hati Saya menjadi tentram dan menambah
wawasan saya tentang ilmu agama Islam, setelah itu
dilanjutkan menjalankan ibadah sholat Tarawih. Hari
kedua, ketiga dan selanjutnya berpuasa dapat Saya
jalani dengan baik. Begitu pula shalat tarawih
berjamaah. Hari demi hari Saya lewati bulan puasa
dengan baik. Setiap aktivitas bulan ramadhan pun Saya
dapat menjalankan dan mengikutinya. Demikian Cerita
Saya dalam menjalankan Ibadah bulan Ramadhan.

Ramadhan Tahun Ini
Karya: Dimas Khairul Azzam / 4B

Aku senang sekali menyambut bulan Ramadhan
tahun ini. Pada tahun ini ada acara perayaan
penyambutan bulan Ramadhan seperti pawai keliling.
Berbeda dengan Ramadhan tahun lalu, Ramadhan
tahun ini aku dapat bebas melaksanakan kegiatan di
masjid.

Kegiatanku pada bulan suci ini banyak sekali. Aku
dibangunkan untuk sahur bersama keluarga pukul
setengah empat, lalu kamipun makan bersama-sama.
Setelah sahur kami shalat berjamaah di masjid. Pada
sore hari bakda ashar saya berangkat mengaji di TPQ
Bintang Kecil. Sepulang mengaji saya bersama teman –
teman berangkat berbuka puasa bersama di masjid.
Saya senang sekali bisa berbuka bersama di masjid.
Pada malam hari aku shalat tarawih bersama teman
teman di masjid beramai ramai penuh suka cita. Kami
melaksanakan shalat isya berjamaah setelah itu kami
lanjut melaksanakan shalat tarawih 8 rakaat dan witir 3
rakaat di masjid Al Ichsan. Kamipun mendengarkan
ceramah dengan baik. Setelah tarawih kamipun pulang

bersama-sama dan berjanji untuk shalat subuh
berjamaah di masjid.

Saya pun mendapatkan pengalaman baru karena
rutin datang ke masjid ini dengan ditunjuk menjadi
panitia zakat fitrah. Aku bertugas untuk membungkus
beras bersama Rizal, Novel dan Yahya. Aku juga
mendapatkan tugas untuk membagi blangko untuk
zakat fitrah, zakat mal, sodkoh. Aku membagi blangko
dengan Yahya di jalan Nakula1. Aku senang karena
dengan begitu aku bertemu banyak orang.

Pengalaman Ramadhan Bersama Keluarga
Karya: Faith Athallah Zaki Saparudin / 4B

Ramadhan tahun ini, saya mempunyai
pengalaman religius yang sangat berkesan. Kemarin
hari Sabtu keluarga kami (saya, ayah dan bunda)
mengikuti lomba cerdas cermat keluarga islami yang
diadakan oleh Klinik Pendidikan MIPA (KPM). Lomba
diikuti oleh ratusan keluarga di seluruh Indonesia.
Lomba terdiri dari 3 babak yaitu: babak penyisihan,
semifinal, dan final yang dilaksanakan secara online.

Pada babak penyisihan keluarga kami
menempati peringkat 4 dan masuk ke babak semifinal
yang diikuti oleh 8 keluarga. Di babak semifinal dibagi
menjadi dua (2) kelompok. Dalam babak semifinal
peserta diberi pertanyaan tentang Al Qur’an, akidah,
fikih, hadist dan Sejarah Kebudayaan Islam.
Alhamdulillah, keluarga kami dapat menjawab beberapa
soal dan berhasil mengumpulkan nilai yang cukup bagus
untuk maju ke babak final.

Di babak semifinal dan final, kami semua
menggunakan zoom meeting. Dalam babak final diikuti
oleh lima (5) keluarga, dengan sistem waktu yang
tercepat yang boleh menjawab. Keluarga kami dapat

menjawab beberapa soal dan kami sama sekali tidak
menyangka akan menjadi juara ke dua (2).
Alhamdulillah, dalam lomba cerdas cermat keluarga
islami yang menjadi juara akan mendapatkan tropi,
bingkisan (sajadah, sari kurma dan madu) dan voucher .
Dan untuk juara kedua (2) keluarga kami mendapatkan
voucher senilai Rp. 150.000,00 .

Itulah salah satu pengalaman saya di bulan
Ramadhan tahun ini. Saya bersyukur kepada Allah SWT
karena di bulan Ramadhan kali ini, saya mendapatkan
pengalaman yang sangat berharga mendapatkan
tambahan ilmu yang bermanfaat dan pengetahuan yang
luas tentang keislaman.

Cerita Ramadhan
Karya: Kenzie Ahza Prasetyo / 4B

Tahun ini 2022, ramadan jatuh pada bulan April.
Saya sangat senang menyambut bulan Ramadhan,
karena pada bulan Ramadhan pahala ibadah kita dilipat
gandakan. Saya memulai puasa pada 3 April 2022.
Alhamdulilah saya bisa bertahan sampai magrib, namun
di hari ke tujuh saya bolong puasa dikarenakan diare.
Dan keesokan hari nya diare saya sudah sembuh dan
dapat melanjutkan puasa.

Ramadhan tahun ini saya juga melakukan
kegiatan sholat taraweh bersama keluarga, kadang
dengan kakek, nenek kalau orangtua belum menjemput
saya di rumah kakek, dan kadang dengan ayah dan
mama hari weekend sabtu minggu. Saya kadang juga
menghafal juz amma dan tadarus. Tiap hari pun banyak
tugas yang harus dikerjakan, kadang harus menunggu
ayah pulang kerja untuk memvideokan tugas atau untuk
memfotokannya.

Bulan puasa mengajarkan saya agar lebih sabar,
dapat menahan lapar dan minum, tidak boleh marah-
marah, agar mendapat pahala dan ridho dari Allah SWT.
Untuk menghabiskan waktu kadang saya bermain

bersama sepupu dengan buka bersama dan menonton
bioskop. Semoga di tahun ini saya semakin
mendekatkan diri kepada Allah SWT dan bisa terus
berpuasa sampai Hari Raya Idul Fitri.

Kegiatanku Saat Ramadhan
Karya: Krisna Aji Prakoso / 4B

Bulan Ramadhan tahun ini adalah tahun kedua
aku berpuasa sehari penuh. Ayah dan Ibu selalu
memberi semangat supaya puasaku lancar

Kemarin aku sempat sakit dan dirawat di
rumah sakit. Tapi sekarang aku sudah mulai berpuasa
lagi. Tiap sehabis sahur aku ke Masjid untuk sholat
subuh. Kalau sore hari aku dan mengaji bersama
teman temanku.

Setelah berbuka puasa aku dan teman
temanku ke Masjid untuk shalat terawih. Selama
Bulan Ramandhan, aku belajar tentang keimanan dan
ketaqwaan kepada Allah SWT.

Puasa Pertamaku
Karya: Kynetha Arkarna Dewi / 4B

Bulan Ramadhan adalah bulan yang dinantikan
oleh semua umat muslim di dunia. dan aku adalah salah
satu orang yang sangat menantikan bulan ramadhan.
Bulan suci Ramadhan adalah bulan yang membawa
berkah. Bulan ramadhan ini sangat berbeda dari 2 tahun
yang lalu dimana ada virus corona semua kegiatan
dilakukan dirumah. tapi tahun ini kegiatan Ramadhan
dapat dilakukan di luar rumah sesuai dengan protokol
kesehatan.

Aku akan bercerita tentang puasa pertamaku.
masih jelas teringat pertama kali aku melakukan ibadah
puasa. dimana usiaku waktu masih 6 tahun dan aku
masih tk B. dengan asal ikut ikutan sahur aku
melakukan puasa. rasa lapar dan haus sangat
menyerang panas yang terik membuat tenggorokan
kering dan seluruh badan terasa lemas. aku berlari
merengek ingin segera makan dan minum. aku
menangis ingin minum mamaku sampai tertawa dan
memberitahuku bahwa ini belum waktunya berbuka.
semua orang tertawa melihat tingkahku yang konyol

karena lapar dan haus membuatku menangis dan
akupun hanya bisa puasa setengah hari.

Di malam hari ramadhan pertama aku ikut shalat
tarawih dimasjid bersama mama dan papaku. masjid
sangat ramai sekali masjid dihiasi dengan lampu warna
warni dan suara kembang api bersahutan. disana aku
senang sekali bertemu dengan teman sekolah, teman
bermain dan para tetangga.

Ternyata salat tarawih itu rakaatnya banyak
sekali. terkadang aku berhenti sesekali karena capek
dan aku hampir tertidur. ternyata selain shalat tarawih
ada shalat witir. Di tengah salat tarawih biasanya di
selingi dengan ceramah dari pak ustad. aku juga melihat
kakak kakak yang membawa buku Ramadhan untuk
ditanda tangani oleh Pak Ustad.

Seminggu berlalu kujalani puasaku setengah hari
dengan lancar. Aku pun mulai berniat dan bertekad
bulat untuk puasa satu hari. walaupun begitu banyak
godaan dan cobaan aku tetap yakin aku bisa. disaat
sahur aku makan banyak dan minum vitamin. pagi hari
menahan rasa lapar dan haus setelah salat dhuhur
mamaku menyuruhku tidur siang untuk mengisi agar
cepat bedug maghrib aku membantu mama memasak
dan jika aku bosan bermain game. dengan keteguhan

hati dan niat aku akhirnya berhasil menjalankan puasa
satu hari penuh.

Alhamdulillah, setiap tahun bulan Ramadhan aku
bisa menjalankan ibadah puasa satu hari penuh sampai
sekarang. setiap melakukan aktivitas di bulan
Ramadhan aku jalani dengan lancar dan penuh
semangat. Aku pun mulai terbiasa melakukan kegiatan
di sekolah, membaca Al-Qur'an dimasjid, dan shalat
berjamaah dimasjid.

Puasa mengajarkanku untuk berlatih sabar.
bukan hanya menahan lapar dan haus tetapi juga
menahan emosi,tutur kata dan perilaku. asal ada niat
dari hati puasa akan terasa lebih ringan dan
menyenangkan. ini adalah pengalamanku berpuasa.
Bagaimana dengan puasa pertama kalian?

Pengalaman Puasaku
Karya: Laila Fala Nilnal Munaa / 4B

Assalamualaikum Hai nama ku Laila semenjak
aku puasa di bulan Ramadan saya semangat untuk
puasa ya walaupun nahan makan dan minum aku tetap
kuat dan saya tidak hanya semangat puasa saya juga
untuk mengaji, tadharus, salat lima waktu, dan sebagai
nya semenjak puasa aku sama ibuku kakakku aku selalu
shalat terawih di masjid aku bersama temen-temenku
dan aku tidak akan kecapean untuk shalat terawih
bersama temen-temen ku aku senang sekali di bulan
rhamadan enggak ada covid 19 semoga nanti hari
idulfitri rame dan tidak ada covid 19 .

Saya suka sekali saya dan temen-temen saya
bisa mainan petasan bersama jalan-jalan bareng sama
temen-temen saya suka sekali. Saya juga suka untuk
shalat berjamaah bersama teman-teman saya.
Kelamaan-kelamaan saya mengantuk tetapi shalat
terawih nya sedikit lagi udah hampir selesai.. berujung
rumah ku deket dari masjid saya dan ibu saya dan
kakak saya pulangnya jalan kaki bersama tetangga yang
juga salat terawih bareng setelah pulang saya dan ibu
saya tadharus bersama saya di rumah dan kakak ku

enggak mau ikut tadharus bareng karena kakak ku
tadharus sendiri. Setelah selesai saya di hampiri sama
teman-teman saya untuk main bersama dehh...

Bismillahirrah manirrahim ya Allah di bulan puasa
ini janganlah ada yang bahaya-bahaya ya Allah, ya Allah
yang Maha Kuasa dan yang maha pengampuni di bulan
Ramadan ini jauhkanlah mara bahaya ya Allah. Ya Allah
saya tidak mau di hari raya Idul Fitri besok enggak ada
yang bahaya-bahaya ya Allah. Ya Allah lindungilah
semua ya Allah untuk merayakan hari raya Idul Fitri dan
lindungilah keluarga ku Ya Allah saya mohon kepada
Allah SWT, jauh kan lah mara bahaya, ya Allah dan
lindunngilah semua yang merayakan Idul Fitri dari
covid 19 dan gejala-gejala buruk ya Allah amin.

Bulan Ramadhan
Karya: Librasoka Guarna Tradelva / 4B

Bulan ini adalah bulan Ramahan. Seperti biasa,
aku berpuasa bersama keluargaku. Bulan Ramahan di
tahun yang sebelumnya, aku masih berpuasa sampai
Dzuhur. Tapi tahun ini aku bisa berpuasa sampai
maghrib. Meskipun aku terkadang berpuasa hanya
sampai dzuhur atau ashar. Karena kata orangtuaku,
beribadah puasa itu tidak boleh dipaksakan, harus ikhlas
dan semampunya. Selain fungsi ibadah, puasa juga
merupakan salah satu bentuk rasa empati kita terhadap
saudara-saudara kita yang terpaksa harus berpuasa
karena keadaan, seperti dalam kondisi perang, krisis
makanan dan minuman, ataupun karena tidak mampu
membeli makan dan minum.

Jam 3.30 pagi biasanya alarm ku berbunyi, saat
itu juga aku mendengar suara yang besar.

“Libra, ayo bangun! Kita sahur dulu, kalau gak
mau bangun, nanti gak usah puasa!" kata Bapak
kepadaku ketika membangunkan aku sahur.

Meskipun masih sangat mengantuk, aku pun
segera bangun dan pergi ke kamar mandi, mencuci
wajah agar tidak mengantuk dan bersiap untuk sahur

pagi itu. Aku sahur bersama keluargaku. Saat sahur,
aku pasti makan dan minum yang cukup. Untuk
menjaga kesehatan, aku juga selalu minum vitamin,
susu dan buah.

Lalu, setelah suara imsak sudah terdengar, aku
pun segera minum air sedikit lagi. Lalu, aku kembali
masuk kamar dan melanjutkan tidurku, bangun jam 6
pagi untuk bersiap berangkat ke sekolah. Terkadang
aku juga menggambar atau melukis untuk mengisi
waktuku sebelum ke sekolah. Jika adikku yang masih TK
sudah bangun, biasanya kami bermain catur, halma
atau kartu.

Pulang sekolah, aku mandi dan tidur siang
bersama adikku, hingga tidak terasa sore sudah
terlewati dan aku pun bergegas bangun. Jika ada tugas
sekolah, aku mengerjakannya terlebih dahulu, jika tidak
ada, aku langsung membantu ibuku mempersiapan
makanan untuk berbuka puasa.

Saat sudah 2 minggu berpuasa, ternyata
badanku sakit. Aku ketularan adikku sakit demam, batuk
dan flu. Jadi selama itu aku tak bisa berpuasa. Aku juga
selalu saja susah tidur selama aku sakit & selalu ingin
cepat sembuh agar bisa segera ikut berpuasa kembali.

Akhirnya, aku sudah sembuh setelah 4 hari sakit.
Jadi sekarang aku bisa berpuasa lagi. Ketika siang hari
aku berpuasa, aku merasakan seperti haus sekali karena
cuaca belakangan ini begitu panas dan terik. Tapi kan
saat itu aku sedang puasa, maka karena itu aku harus
bisa menahannya. Hal yang lucu adalah terkadang aku
lupa jika sedang berpuasa, sehingga tanpa sadar
mengambil gelas dan air di dispenser. Untunglah ketika
bibirku mulai menyentuh air yang dingin, aku langsung
teringat kembali jika sedang berpuasa.

Adikku yang mengetahui hal ini selalu tertawa
terbahak-bahak, katanya, "Kakak lagi puasa kok malah
mau minum sih. Hayooo, mau batal ya."

Dan seketika aku malu dan menjauh dari ruang
makan. Biasanya, ketika aku menunggu azan datang,
aku menonton TV terlebih dahulu. Terkadang, nenek
dan adikku mengajak untuk berdoa bersama-sama.
Doanya macam-macam, dari surah AlFatihah, ayat kursi
hingga shalawat Nabi. Karena itulah, aku bisa lupa
dengan rasa haus dan lapar ku. Tak terasa maghrib pun
tiba, aku bergegas mengambil segelas penuh air putih
dan meminumnya sambil berucap syukur kepada Tuhan,
"Ya Allah, begitu nikmat dan segarnya air ini,
terimakasih karena Kau lancarkan puasaku hari ini dan

puji syukur atas berkah sehingga aku masih bisa
berbuka puasa dengan makanan yang nikmat dan
sehat."

Jadi itu saja pengalamanku selama aku berpuasa
di bulan Ramadan. Kalian tetap semangat menjalani
ibadah puasa ya! Semangat!!

Ramadan Tiba
Karya: Muhammad Haikal Wijanarko / 4B

Bulan Ramadan adalah bulan penuh berkah, dimana
semua umat islam menjalankan ibadah puasa. Aku
sangat bahagia menyambut dan menjalankan ibadah
puasa ini. Aku puasa satu hari penuh. Selalu berusaha
menahan lapar, haus, amarah. Selain itu, aku juga
dapat melakukan shalat tarawih berjamaah di masjid
dan membaca al Qur'an di rumah.

Dengan niat dan tekad yang kuat, aku memulai hari
pertama berpuasa. Lapar dan haus menyerangku.
Badanku jadi terasa lemas. Aku segera tidur siang
setelah shalat Dzuhur. Aku terbangun menjalang shalat
Ashar. Hari demi hari kulewati bulan puasa dengan baik.
Meskipun puasa tahun ini masih ada pandemi covid 19,
tetapi sudah mulai normal kehidupan kita semua. Yang
penting selalu prokes.

Yang membuat aku senang adalah keberhasilan
melaksanakan puasa sebulan penuh. Apalagi saat
berpuasa kami sebagai siswa sudah mulai masuk
sekolah dua minggu kemudian libur lagi untuk ujian
sekolah kelas IV. Jadi puasaku tidak begitu berat karena
libur dua minggu.

Ramadanku Tahun Ini
Karya: Muhammad Hisaam As Sariy / 4B

Bulan Ramadan telah datang, aku bersama
keluargaku menyambutnya dengan penuh kehangatan
dan kegembiraan. Ramadan tahun ini benar –benar
istimewa sangat membuatku sangat bergembira,
Alhamdulillah Pandemi Covid 19 telah mereda di
Negaraku Indonesiaku tercinta.

Perkenalkan namaku Muhammad Hisaam As
Sariy, sekolahku di SDN Pendrikan Kidul, sekarang aku
duduk di Kelas 4 b. Tidak terasa usiaku sekarang sudah
10 Tahun, Ramadan tahun ini aku harus dapat
menjalankan Ibadah puasa menahan lapar dan dahaga
1 Hari lamanya dari Sahur sampai Adzan Maghrib
berkumandang.

Aku mulai melatih berpuasa sejak usiaku 7
Tahun waktu itu masih duduk dikelas 1 Sekolah Dasar.
Orang tuaku memperkenalkanku berpuasa selama bulan
Ramadan walaupun waktu itu ikut sahur, tetapi nanti
pukul 10 pagi makan dan minum lagi. Memang sungguh
berat dan sangat tidak mengenakkan. Tapi kata orang
tuaku ini merupakan bentuk ketaqwaan kita kepada
Allah SWT. Saat ini kalau aku mengingatnya pasti

terdengar sangat lucu dikala sekarang aku sudah duduk
dikelas 4 Sekolah Dasar.

Ada yang sangat membuatku semangat
berpuasa tahun ini, walaupun terdengar sedikit
materialistis kata Ayahku, tapi itu merupakan usaha
ayahku agar aku mau berpuasa. Hari pertama aku
berpuasa setiap menit aku selalu menanyakan waktu
kepada semua orang yang ada disekitarku karena waktu
terasa lama dan aku mulai merasa kehausan.

Aku pernah bilang ke ayahku, "Yah, bolehkan
aku hanya minum sedikit aja, nanti aku lanjut lagi,
ucapku kepada Ayah. Ayahpun menjawab.

“Tahan dulu Sam, Hisaam anak hebat dan
Hisaam anak yang bertaqwa, pasti hisaam dapat
melewatinya. Kamu kan mau ayah beri uang sepuluh
ribu setiap kali berpuasa, apakah hisaam tidak mau ?,
ucap Tanya ayah kepadaku, sembari tersenyum. Hari
demi Hari aku lewati puasaku dan berulang kali Tanya
itu yang selalu aku lontarkan ke Orang tuaku. Dan
Alhamdulillah sampai saat ini aku mampu bertahan
menahan lapar dan dahaga, walaupun 1 kali tidak
berpuasa karena sakit.

Ramadan yang berkah ini mengajarkanku untuk
hidup lebih teratur, di mana waktuku bermain game di

Handphone sangatlah berkurang, karena setiap bangun
sahur, makan sahur lalu menunggu Imsyakiah dan
ambil air wudhu untk persiapan Sholat Subuh, setelah
itu menungguku berangkat ke Sekolah bersama Ayahku.
Alhamdulillah Salat 5 Waktu ku Insyallah terjaga
walaupun sedikit dipaksa dan terlambat. Namanya aja
belajar, pasti harus sedikit dipaksa. Agar supaya kelak
kalau aku sudah besar akan menjadi benteng
kehidupanku. Sepulang ke rumah sorenya aku dan
adikku pergi ke Mushola Annur dekat rumahku untuk
menimba ilmu mengaji bersama teman-temanku di
perumahan. Setiap Jumat aku dan teman –temanku
diajak Guru Ngajiku Berbuka Bersama di Musholla. Aku
sangat senang karena makan bersama sama dengan
teman- teman. Dan untuk Salat Tarawih memang Orang
tuaku ingin Salat berjamaah dirumah karena sering
adikku kalau diajak ke mushola sering tidur. Tetapi
kalau dirumah adikku selalu ikut dan terkadang
tingkahnya membuat menggelitik aku dan orang tuaku.

Ramadan selalu membawa suasana yang
berbeda. Kenapa demikian, tentu saja dikarenakan
Ramadan adalah Bulan Suci, Bulan yang penuh rahmat
dan hidayah serta sangat dinantikan umat islam di
seluruh dunia bahkan sahabat kami yang berbeda

keyakinan. Bulan Suci ini mengajarkan kita untuk hidup
bertoleransi dan bermoderasi antar umat beragama.
Karena Islam adalah ajaran yang rahmatan lil alamin,
Rahmat bagi semua alam semesta.

Hari Pertama Di Bulan Ramadhan
Karya: Muhammad Nur Faiz / 4B

Pada saat menjelang puasa, aku
menjalankan sholat tarawih berjamaah di masjid.
Setelah sholat tarawih selesai aku bergegas pulang
ke rumah belajar untuk besok. Hanya sebentar
belajarku lalu tidur agar tidak terlambat saat sahur.

Alarm ku berbunyi, tandanya sekarang jam
03.00 WIB aku dan keluargaku bangun dan bersiap-
siap untuk sahur bersama. Aku sahur dengan nasi,
sayur bayam, telur, dan minum susu coklat. Setelah
sahur aku tidak tidur, aku menunggu waktu adzan
subuh. Adzanberkumandang, aku bergegas mengambil
wudhu dan melaksanakan sholat subuh di rumah.

Kemudian aku tidur dan bangun jam 7 lalu
mandi, karena sekolah dilakukan secara daring selama
awal puasa. Aku mengecek WA grup kelas untuk
melihat penugasan apa yang diberikan guruku. Tugas
ku kerjakan sesuai dengan perintah yang diberikan.

Aku menonton TV sebagai hiburanku saat
berada dirumah, aku menonton TV hingga adzan
dhuhur. Lalu aku sholat dan kemudian tidur siang. Aku

dibangunkan ibu untuk melakukan sholat ashar dan
mandi.

Aku bermain dengan teman-teman di rumah
sambal menunggu jam berbuka. Aku masuk ke rumah
jam 17.00 WIB dan membantu ibu menyiapkan buka
puasa. Saat berbuka aku hanya minum air putih
danmemakan 1 gorengan lalu mengambil alat sholat
dan pergi ke mushola. Setelah pulang aku makan nasi
untuk mengisi perutku yang lapar, dan melakukan
sholat isya serta tarawih di masjid. Itulah kegiatan hari
pertamaku di bulan Ramadhan.

Kegiatan Rohaniku di Bulan Ramadan
Karya: Nadiva Sahda Faras Putri K.D / 4B

Bulan Ramadan adalah bulan yang penuh
berkah, di mana bulan ini semua umat muslim
sedunia begitu menantikannya datangnya bulan suci
ini. Karena selama bulan suci ini banyak kegiatan
yang aku lakukan bersama teman teman baik di
rumah maupun di sekolah. Seperti melihat arak-
arakan karnaval dugderan yang menjadi tradisi kota
Semarang untuk menyambut bulan suci Ramadan.

Selama bulan suci Ramadhan setiap harinya aku
mengerjakan tugas sekolah dan mengikuti pengajian
anak anak di masjid tempat tinggalku. Banyak teman
teman sebayaku atau lebih kecil dari aku.

Semua itu membuat aku senang karena bisa
menambah teman atau saudara. Aku juga banyak
belajar membaca al-quran dan belajar agama islam
dari guru ngaji. Tentang arti dari maanfaat puasa,
tentang kebaikan di bulan Ramadan dan pengertian
malam nuzulul qur’an.

Selain pengajian rutin setiap sore aku juga
mengikuti buka bersama dan sholat berjamaah di
masjid. Selepas solat magrib aku pulang, jam 7

malam aku kembali ke masjid untuk mengikuti solat
isya dan terawih bersama-sama. Banyak sekali
pelajaran yang aku dapatkan dari sini, seperti
kegiatan berbagi talkjil dan juga membayar zakat.
Semoga di tahun depan aku, keluarga, saudara, dan
teman teman semua masih bisa menikmati dan
menajalankan ibadah bulan suci Ramadan.

Aktivitasku di Bulan Ramadan
Karya: Nanda Aditama Kamil / 4B

Bulan Ramadan tahun ini, aku mulai belajar
berpuasa. Bapak dan ibuku mendampingi dan
memberikan semangat, supaya aku bisa berpuasa
dengan lancar.

Setiap hari ibu rajin menyiapkan makanan untuk
sahur dan berbuka puasa. Selama bulan Ramadan, aku
mengikuti kegiatan mengaji di kampung. Di kelas
mengaji ada acara buka bersama dan belajar sholat
berjamaah bersama teman-teman.

Selama menjalankan puasa, aku belajar tentang
keimanan dan ketaqwaan kepada Tuhan YME.

Kegiatan Bulan Ramadan
Karya: Nashwa Sinathria / 4B

Pada tanggal 3 April sudah waktunya untuk
menjalankan ibadah puasa, aku hari ini sudah
menunaikan ibadah puasa satu hari. Sebelum berpuasa
aku bangun untuk menunaikan sahur bersama ayah, ibu
dan kakakku. Setelah sahur aku melanjutkan kembali
tidurku. Tiba saatnya untuk berangkat sekolah, aku pun
bersiap-siap untuk berangkat sekolah.

Di sekolah aku merasa senang karena bisa
bertemu dengan teman-teman dan juga belajar
bersama ibu guru. Tak terasa pulang sekolah pun tiba.
Setelah sesampainya di rumah aku bergegas mengganti
baju dan mencuci muka, kaki dan tanganku. Setelah itu
aku menonton televisi, ketika berpuasa aku menahan
rasa haus dan lapar selama sehari penuh.

Tiba waktunya untuk berbuka puasa, akhirnya
adzan maghrib yang aku nantikan pun tiba. Bergegas
aku ambil minuman dan camilan, hmm, rasanya segar
sekali setelah berpuasa sehari penuh menahan haus dan
lapar. Inilah kegiatanku di bulan Ramadhan.

Puasaku
Karya: Parisya Yefaurdahany Handoko/4B

Bulan Ramadhan tahun ini aku ikut berpuasa
walaupun tidak sempurna, tapi aku tetap berusaha.
Selain itu, aku juga dapat melaksanakan shalat tarwih
berjamaah di masjid, meskipun tidak penuh selama
malam bulan Ramadhan.

Sebelum memasuki bulan puasa aku menyadari,
betapa berat menjalankan puasa. Beruntung saat
ramadhan kami belajar secara online selama 2 minggu.
Menerima pelajaran dari guru terasa berbeda tidak
seperti belajar di luar bulan puasa.

Dengan niat dan tekad yang kuat, aku memulai
hari pertama berpuasa. Lapar dan haus menyerang
bukan main. Badanku jadi terasa lemas. Akhirnya aku
berhasil melewati hari pertama puasa dengan baik
ketika azan tanda berbuka puasa telah berkumandang.

Malam harinya, aku shalat tarwih pertama di
masjid. Hari kedua dan ketiga berpuasa dapat kujalani
dengan baik. Begitu pula shalat tarwih berjamaah. Hari
demi hari kulewati bulan puasa dengan baik, walaupun
terkadang kalau tidak kuat aku puasa setengah hari.

Ramadan Tahunku Kali Ini
Karya: Pino Zain Al Dzikri / 4B

Ramadan tahun ini sangat istimewa bagiku
karena dapat melaksanakan puasa selama satu bulan
penuh. Selain itu aku juga dapat melaksanakan sholat
tarawih berjamaah di masjid, setelah tarawih aku
membaca Al-Quran di rumah, meskipun tidak penuh
selama malam bulan puasa.

Bulan ramadhan membuat aku merasa sangat
senang, karena aku berhasil melaksanakan puasa
sebulan penuh. Sebelum memasuki bulan puasa, aku
membayangkan betapa beratnya nanti ketika
menjalankan puasa apalagi saat berada di sekolah. Aku
sebagai siswa akan belajar di sekolah dan menerima
pelajaran dari guru.

Meskipun rasanya tidak seperti belajar pada hari
biasanya, tapi aku sangat merasa senang dan
bersemangat. Guru agamaku berkata, di bulan puasa
aku lebih banyak belajar imtaq. Seperti itulah
ramadhanku kali ini.

Bulan Ramadan Tahun ini Begitu Indah
Karya: Rafika Aulya Putri / 4B

Bulan Ramadan tahun ini sangat istimewa dan
menyenangkan bagiku. Aku dapat melaksanakan
puasa selama sebulan penuh. Selain itu, aku juga
dapat melaksanakan shalat tarawih berjamaah di
masjid dan membaca Al-Qur’an. Karena tahun ini
sudah dilonggarkan untuk sholat tarawih bersama
sama di masjid.

Dengan niat dan tekat yang kuat, aku memulai
haru pertama berpuasa. Lapar dan haus menyerang
bukan main. Badanku terasa lemas, tapi ini ujian bagi
seluruh umat islam untuk wajib menjalankan ibadah
puasa ini dengan ikhlas walaupun bulan Ramadan ini
aku tidak masuk sekolaj tapi pelajaran tetap pakai
daring.

Jam 11.30 WIB aku melakukan sholat dzuhur,
setelah itu jam 13.00 – 14.30 WIB aku les pelajaran
serta membuat tugas yang diberikan Ibu Sevi. Setelah
itu jam 15.00 saatnya sholat ashar dan sekalian aku
berangkat mengaji di rumah Ibu Eni,pulang mengaji
sekitar pukil 17.00 WIB

Pengalamanku
Karya: Ronald Sutanto /4B

Saya terlahir dari keluarga Kristen, dari kecil
saya diajarkan orang tua saya untuk berdoa dan
mendengar Firman Tuhan. Saya mengerti bahwa semua
hal yang diberikan Tuhan itu sangat indah dan baik,
tetapi ada masa-masa sulit yang membuat saya benar-
benar down, dari saya kecil sudah banyak masalah yang
saya dan keluarga rasakan, dari mulai saya tidak
mengerti dan sampai saya mengerti, tetapi walaupun
begitu banyak masalah itu.

Tuhan selalu campur tangan menolong keluarga
saya. Saya benar-benar merasakan tangan Tuhan
bekerja untuk keluarga saya, mungkin prosesnya sangat
lama, saya dan keluarga harus benar-benar merasakan
sakit, menangis, dan sampai benar-benar down, tapi
saat itu juga saya dan keluarga merasakan Tuhan itu
benar-benar ada.

Saya percaya muzizat Tuhan itu selalu nyata
bagi keluarga saya dan bagi semua orang yang percaya,
dan kekuatan doa itu sungguh luar biasa, seperti firman
Tuhan mengatakan doa orang benar bila dengan yakin

di doakan sangat besar kuasa Nya dan tidak ada yang
mustahil bagi Tuhan.
Tuhan Yesus Memberkati

Pengalaman Puasa
Karya: Safa Safiya / 4B

Saat sehari sebelum puasa malam harinya
sesudah maghrib, aku dan kakak dan ibuku bersiap-siap
untuk pergi teraweh untuk hari pertama teraweh.
Seperti biasa, setelah sholat isya’ imam berceramah
tentang teraweh.

Keesokan harinya, aku bangun pagi untuk sahur,
setelah makan untuk sahur, aku gosok gigi Imsyak pun
perkumandang, sebelum membaca niat berpuasa, aku
minum terlebih dahulu agar tidak haus saat puasa,
setelah itu aku membaca niat puasa. Setelah itu aku
sholat subuh dan tidur.

Siangnya aku bangun lalu melakukan aktivitas
seperti biasa. Tak terasa hari sudah mau magharib,
buka puasa tinggal 10 menit lagi tapi terasa seperti
sejam terasa lama sekali, sebelum itu aku membuat mie
dan hampir batal karena memakan serpihan mie yang
ada di bungkus, tetapi untung tidak batal. Saat buka
puasa aku makan seperti biasa, lalu wudhu dan salat.

Setelah salat maghrib aku menunggu hingga
adzan isya, adzan isya berkumandang dan aku,
kakakku, dan ibuku berangkat teraweh, di tengah

tengah sholat teraweh hujan turun, selesai sholat
teraweh masih hujan, aku, kakakku, dan ibuku,
menunggu agar hujan udah agak reda, stelah sedikit
terang aku, kakakku, dan ibuku berjalan pulang dengan
kepala ditutupi sajadah. Aku, kakakku, dan ibuku pulang
dengan basah kuyup.

Ramadhanku Itu Indah
Karya: Talitha Yumna Ajiputri / 4B

Pada Ramadan 1443H ini, aku mengisinya
dengan kegiatan yang lebih mendekatkan diri pada Allah
SWT. Salah satu kegiatan yang aku ikuti yaitu Pesantren
Ramadan. Kegiatan ini dilakukan setiap hari kecuali hari
ahad. Pesantren Ramadan ini dimulai dari selepas ashar
hingga menjelang maghrib mendekati waktu berbuka
puasa. Tempat pesantren ini dilaksanakan di masjid
yang tidak jauh dari tempat tinggalku. Aku mengikuti
kegiatan ini bersama kakakku dan adik sepupuku.
Biasanya aku diantar oleh kakekku.

Banyak kegiatan yang kami lakukan di Pesantren
Ramadan, tentunya kegiatan yang membuat aku
semakin faham tentang agama Islam dan semakin dekat
dengan Allah SWT. Aku belajar tentang bagaimana
berwudhu yang benar, cara sholat yang sesuai sunah
Rasul dan tentunya belajar baca tulis Al Qur’an dengan
baik dan benar. Ustad dan Ustadzah di sini membimbing
dan mengajariku dengan sabar sehingga aku bisa lebih
mengerti dan faham tentang agama Islam. Selain
mendapat ilmu, di pesantren ini aku juga mendapat
teman-teman baru. Semua senang dan gembira

mengikutinya, apalagi saat selesai kegiatan kami
mendapatkan beragam makanan ringan untuk berbuka
puasa dan dibawa pulang ke rumah.

Aku bersyukur dan senang sekali bisa mengikuti
Pesantren Ramadhan ini karena hari-hariku terisi
dengan kegiatan yang bermanfaat dan mendapatkan
pahala dari Allah SWT. Aku juga selalu berdo’a mohon
kepada Allah agar kami bisa dipertemukan dengan
bulan Ramadan tahun depan.

Bulan Ramadhan Tahun Ini Menyenangkan
Karya: Ukail Anadatori Nufaitullah / 4B

Bulan Ramadan Tahun Ini sangat menyenangkan
bagiku. Walaupun pandemi covid 19 masih ada, namun
aku dapat menjalankan puasa dengan gembira. Aku
juga dapat melaksanakan salat tarawih berjamaah di
masjid bersama teman-teman, tidak seperti tahun
kemarin, sholat tarawih di batasi.

Dengan niat yang kuat, aku memulai hari pertama
puasa. Lapar dan haus menyerang bukan main, rasanya
tubuhku lemas. Sehabis sholat zhuhur aku tidur siang,
menjelang waktu ashar aku bangun, mandi dan sholat
ashar. Akhirnya aku berhasil melewati hari pertama
puasa dengan baik ketika adzan tanda berbuka puasa
telah berkumandang. Malam harinya, aku sholat tarawih
di masjid bersama keluarga dan teman - teman.

Hari kedua, ketiga aku masih bisa menjalani puasa
dengan baik, begitu pula dengan sholat tarawih dan
tadarusan. Memang waktu hari pertama sekolah di
bulan puasa, aku merasakan lelah dan kantuk yang luar
biasa. Namun hari ke-2 dan seterusnya rasa lelah dan
kantuk sudah mulai berkurang.


Click to View FlipBook Version