The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by junymona, 2021-09-22 12:49:37

SANG FAJAR DI UFUK TIMUR

KARYA PRIYONO, S.Pd.SD

Keywords: PUISI,KUMPULAN PUISI

Wijaya Kusuma

Malam terasa sepi….
Rembulan tampak malu-malu
Tak mau menemani
Di kala aku menunggu

Suara jangkrik menghilang
Menjauh meninggalkan malam
Hanya desiran angin
Menusuk tulang-tulangku
Tapi aku, tak mau berhenti di sini

Ku tunggu keajaiban Tuhan
Pada alam semesta ini
Tanpa ragu….

Tengah malam telah tiba
Hati ini makin tak sabar
Ku lihat wijaya kusuma telah mekar
Indah dan semerbak baunya

43

Rindu Kehidupanku Dulu

Hari demi hari aku lalui
Tak tampak teman-teman berjalan di depan rumah

Hanya angin sepoi-sepoi yang setia menemani
Rasanya pemikiran dan tubuh mulai lelah
Menjalani hidup tanpa bersosialisasi
Pintu-pintu tertutup rapat
Seolah menolak untuk dikunjungi
Apakah ini yang namanya bermasyarakat?
Korona mengubah cerita hidupku
Melupakan tawa dan canda yang ku rindu

44

Belajar di Rumah

Ku tatap layar handphone yang berbunyi
Link tugas tiap pagi menjadi sarapanku
Tumpukan buku mulai berdebu
Lama tak ku gapai dan ku baca

Video terlihat menarik dari pada buku
Orangtuaku sibuk bekerja hingga larut malam
Meninggalkan aku dan makanan di meja
Ku kerjakan semua tugas hingga mata terpejam

Langkah kaki membangunkan tubuh yang tak berdaya
Aku ingin belajar tapi tidak seperti ini
Mengerti saja aku sendiri
Ganti hari pun sudah lupa semua ini

45

Bunga Teratai
Danau sekitar rumah nenek begitu indah
Tak jenuh aku memandangnya
Berbagai jenis teratai tumbuh subur di atasnya
Berwarna-warni memenuhi permukaan air yang jernih
Melayang di atas air terbawa angin
Mempercantik suasana saat senja
Ingin ku petik dan ku simpan sebagai keberuntungan
Sebagaimana kepercayaan umat Budha

46

Senja
Langit berwarna jingga menutup hari
Kisahku turut tenggelam bersama sang surya
Hingar bingar mulai lenyap bersamanya

Ini saatnya aku untuk kembali
Berkumpul bersama keluarga tercinta
Menyeruput segelas teh ditemani odading Mang Eja

Lelah yang kurasa di tempat kerja
Kini seolah menghilang begitu saja

47

Ayah
Sosok yang tak akan tergantikan
Dan selalu aku sayang
Semangatnya seperti tak pernah hilang
Sekalipun terik membakar tubuhnya

Dinginnya pagi tak pernah ia rasa
Hanya keluarga yang ada dalam benaknya
Berangkat sebelum adzan subuh berkumandang
Pulang saat hari mulai petang

Uang yang ia dapatkan dipersembahkan untuk keluarga
Tanpa pernah mengeluh terus bekerja
Menghidupi kebutuhan yang kian mahal harganya
Akibat pandemi yang melanda

48

PROFIL PENULIS

Priyono, S.Pd.SD., lahir di Kab. Semarang,
09 Juni 1969 Pak guru yang suka humor
dan murah senyum ini merupakan sosok
yang bersahaja dan penuh tanggung
jawab dalam menjalankan tugasnya.
Pengalaman dalam menuntut ilmu
pernah mengenyam pendidikan di SD
Kopeng 03 (1983), SMP Pendowo (1986) SPG N, Kota Salatiga
(1989), dan S 1 Universitas Terbuka (2012).
Sejak tahun 2007 sampai sekarang mengajar di SDN Pendrikan
Kidul. Bapak yang suka membaca buku ini selalu
memanfaatkan lingkungan sekitar sebagai sumber inspirasi.
Buku kumpulan puisi “Sang Fajar di Ufuk Timur” merupakan
karya inovasi yang pertama kali diterbitkan sebagai upaya
pengembangan profesi guru.
Semboyan hidupnya “Tak Ada Mawar yang Tak Berduri
(No Rose Without E Thorns)”. Bersama sang istri, Johanna
Sustaminawhanti mereka dikarunia dua buah hati Yulius Dani
Saputra, Immanuel Berli Septian. Bersama keluarga kecilnya
mereka menikmati kehidupan yang damai di Jl. Dewi Sartika
Barat VII/29, Sukorejo, Semarang.

49

SANG FAJAR DI UFUK TIMUR
Kumpulan Puisi

Membaca puisi karya Pak Priyono, seakan terbawa pada
kenangan masa lalu tentang nuansa riang dalam mengisi hari.
Tuangan gagasan tekstual dari narasi-narasi sederhana
mengalir dari berbagai arah yang saling menyatu. Kerinduan
pada alam semesta berjalan lurus menggandeng pertemanan,
keluarga, dan peristiwa sehari-hari, seperti beriringan dalam menggabungkan
melodi kehidupan yang indah. Karenanya, buku kumpulan puisi “Sang Fajar di Ufuk
Timur” ini layak menjadi bahan bacaan bagi guru dan siswa Sekolah Dasar. Bukan
hanya pada isi dan makna puisinya, namun juga mengantarkan pembaca untuk
sadar akan keindahan dan keagungan alam semesta. Selamat Pak Pri, semoga
karya yang sangat menginspirasi ini dapat membuka ruang hidup guru-guru dalam
berliterasi. (Trie Elang Sutajaya, Penulis Buku, tinggal di Semarang)

Buku Berjudul “Sang Fajar di Ufuk Timur“ Karya Priyono, S.Pd,
Guru SDN Pendrikan Kidul, Semarang Tengah, Kota Semarang,
Jawa Tengah berisi kumpulan puisi karya terbaik tentang
kehidupan, fenomenal alam, dan kehidupan sosial masyarakat.
Buku kumpulan puisi ini pilihan kata dan bahasanya jelas dan
mudah dipahami. Untuk bapak,ibu guru buku ini sangat dapat menginspirasi untuk
menulis dan memperbanyak karya cipta buku yang lain.
Komentar saya setelah membaca buku kumpulan puisi adalah bagus, bermakna,
memotivasi, mudah-mudahan bermanfaat bagi siapapun yang membaca.
Kumpulan puisi ini layak menjadi bahan koleksi perpustakaan di sekolah-sekolah
sehingga bisa menjadi bahan bacaan bagi peserta didik.
Hebat... Selamat semoga melahirkan karya-karya terbaru di masa datang.
(Daryana, M. Pd., Kons. Pengawas Dabin 2 Kecamatan Semarang Tengah)


Click to View FlipBook Version