FEB 2022
AZURE
AMAZING CULTURE OF INDONESIA
Golden Generation
PENGENALAN BUDAYA DAN PERAN GENERASI MUDA DALAM
PELESTARIAN WARISAN BUDAYA INDONESIA
S Pimpinan Redaksi
U M. Chaesav Al
REPORTER
S Azriel P.J
U Editor
N Lintang A.M
Penulis
A Louise M.G
N Penulis
Dwi Nurul I
Photographer
R Ayasofya A. I
E Photographer
Nadin C
D Desain
A Cintya D
K Desain
Amara V
S
I
DAFTAR ISI SALAM REDAKSI
Salam Redaksi .......................................1 Salam Budaya!
Prakata .................................................. 2 Hallo milenial, welcome to first edition our
Pengertian Budaya ............................. 3
Wayang Gedog .................................... 4 magazine. Gimana nih kabarnya readers
Candi Cetho ......................................... 6 sekalian di masa pandemi covid-19 yang sudah
Tarian Daerah ...................................... 8 berlangsung hampir 2 tahun ini? Semoga sehat
Tokoh Budaya ................................... 11 semua ya! Emm.. Finally kami bisa menerbitkan
Upacara Adat .................................... 12 majalah bertemakan kebudayaan, yeayyy...
Rumah Adat ....................................... 15 Majalah ini kami beri nama 'AZURE'.
Puisi ..................................................... 18
Senjata Tradisional ........................... 20 The first kami mengucapkan terima kasih
Alat Musik Tradisional ..................... 23 dan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Cerpen ................................................ 26 Terima kasih juga kami ucapkan kepada Bapak
Pakaian Adat ...................................... 28 Wawan Budi Susanto, S.Pd selaku guru PKWU di
Pesan Anonim ................................... 31 SMA Negeri 1 Surakarta khususnya kelas X
Makanan Khas Daerah .................... 32 MIPA 1 dan teman - teman semua yang telah
Keberagaman Indonesia ................ 35 membantu sehingga majalah kami dapat
Event Pelestarian Budaya ............... 37 tersusun sedemikian hingga.
Teka Teki Silang ................................. 39
Daftar Pustaka .................................. 40 Btw guys kalian udah pada tahu belum sih
apa itu AZURE? Azure memiliki kepanjangan
Amazing Culture, harapannya majalah ini dapat
menjadi wadah aspirasi bagi masyarakat
Indonesia dan khususnya generasi muda dalam
menjaga dan melestarikan budaya kita.
Pembuatan majalah ini sebenarnya dilatar
belakangi oleh tugas kami dalam mata
pelajaran PKWU yakni materi desain grafis.
Untuk edisi pertama ini tema majalah kita
adalah "Amazing Culture of Indonesia". Kami
memilih tema tersebut karena kami ingin
generasi muda lebih mengenal budaya bangsa
kita sendiri, sehingga kedepannya diharapkan
generasi milenial memiliki peran penting dalam
pelestarian budaya bangsa Indonesia di masa
yang akan datang. Untuk lebih lengkapnya,
langsung baca aja yukkk!!!
1
BUDAYA
Budaya atau kebudayaan berasal dari
bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang
merupakan bentuk jamak dari buddhi
(budia atau akal), diartikan sebagai hal-hal
yang berkaitan dengan budi dan akal
manusia. Bentuk lain dari kata budaya
adalah kultur yang berasal dari bahasa
Latin yaitu cultura.
Budaya adalah suatu cara hidup yang
berkembang dan dimiliki bersama oleh
sekelompok orang, serta diwariskan dari
generasi ke generasi. Budaya terbentuk
dari banyak unsur yang rumit, termasuk
sistem agama dan politik, adat istiadat,
bahasa, perkakas, pakaian, bangunan,
dan karya seni.
Kebudayaan
21
PENGERTIAN BUDAYA
MENURUT TOKOH
RALPH EDWARD BURNETT
LINTON TYLOR
Menurut Edward Burnett Tylor atau E.B Tylor.
Pengertian dari budaya menurut Tylor dituangkan ke
dalam buku berjudul Primitive Culture. Dalam buku
tersebut dijelaskan bahwa budaya adalah keseluruhan
yang bersifat kompleks dan rumit dan di dalamnya
mengandung ilmu pengetahuan, moral, kepercayaan,
hukum, adat istiadat, dan lain sebagainya.
Linton yang menjelaskan KI HAJAR PARSUDI
bahwa budaya adalah DEWANTARA SUPARLAN
keseluruhan sikap & pola
perilaku serta pengetahuan Ki Hajar Dewantara memaparkan pendapatnya Pendapat dari Parsudi Suparlan yang
yang merupakan suatu terkait definisi dari budaya. Menurut beliau menjelaskan bahwa pengertian
kebiasaan yang diwariskan & budaya adalah hasil dari usaha perjuangan budaya adalah seluruh pengetahuan
dimiliki oleh suatu anggota masyarakat pada alam serta zaman yang manusia yang dimanfaatkan untuk
masyarakat tertentu. memberikan bukti kemakmuran dan kejayaan mengetahui serta memahami
Menurut Linton budaya hidup. Disebut usaha perjuangan, karena dengan pengalaman dan lingkungan yang
mencakup tiga hal yakni suatu budaya masyarakat bisa bertahan. mereka alami. Sehingga segala sesuatu
sikap, pola perilaku, dan juga Bertahan dalam melewati segala kesulitan yang diketahui manusia kemudian
pengetahuan. Semuanya dalam hidup. Mulai dari kebiasaan dalam digunakan untuk membangun sebuah
merupakan kebiasaan dari menentukan bahan makanan, cara mengolah budaya.
kelompok masyarakat bahan makanan tertentu, cara berpakaian, cara
tertentu yang diterapkan dan berkomunikasi dengan bahasa yang khas, dan 3
diwariskan dari generasi ke lain sebagainya. Sehingga tidak keliru rasanya
generasi. Sehingga budaya jika budaya disebut sebagai sebuah cara usaha
sifatnya kompleks karena perjuangan.
mencakup 3 hal pokok
tersebut.
WAYANG GEDOG
Wayang Gedog adalah wayang kulit yang
menceritakan kisah sejak Sri Gatayu, Wayang gedog yang kita kenal
Putera Prabu Jayalengkara sampai masa sekarang, konon dihasilkan oleh
Prabu Kuda Laleyan. Sebutan Wayang Sunan Giri pada tahun 1485 (gaman
Gedog diperkirakan berasal dari naga kinaryeng bathara) pada waktu
pertunjukan Wayang Gedog yang mula mewakili raja Demak yang sedang
mula tanpa iringan kecrek (besi), sehingga melaksanakan penyerbuan ke Jawa
bunyi suara keprak "dog" sangat dominan.
Beberapa sumber ada yang mengatakan Timur (invasi Trenggono ke
Wayang Gedhog bersumber dari kata Pasuruan).
kedok atau topeng, versi lain ada yang
mengatakan Gedhog mengambil kata
suara hentakan kaki kuda. Wayang Gedog baru memakai keris
pada zaman panembahan Senapati
Cerita Wayang Gedog bersumber pada
cerita Panji yang muncul pada zaman di Mataram. Barulah pada masa
Kediri dan Majapahit. Istilah Panji sebagai Pakubuwana III di Solo wayang
gelar ksatria dan raja muncul pada zaman gedog diperbarui, dihasilkan mirip
pemerintahan Jayabaya di Kediri pada wayang purwa, dengan nama Kyai
abad XI. Pada masa itu Jayabaya bergelar
Sang Mapanji Jayabaya yang memerintah Dewakaton.
pada tahun 1135-1157. Selain gelar panji,
muncul juga gelar dengan mengambil 41
nama-nama binatang perkasa sebagai
penghormata Ln.
Candi Cetho
Candi Cetho telah dibangun di abad ke 15, sama halnya dengan Candi Sukuh. Candi ini
dibangun di masa Kerajaan Majapahit Hindu. Keunikan dari candi ini adalah Candi Cetho
memiki arsitektur yang berbeda dengan candi candi Hindu lain di Jawa. Candi Cetho
memiliki arsitektur seperti punden berundak, berbeda dengan arsitektur candi pada
umumnya. Perbedaan arsitektur ini lantaran candi ini dibangun di akhir masa kejayaan
Kerajaan Majapahit, dimana saat ini kerajaan ini sudah akan runtuh. Dengan keruntuhuhan
Kerajaan Majapahit, maka kebudayaan asli masyarakat sekitar kembali muncul.
Menurut sejarah, penemuan kembali Candi Cetho dilakukan pertama kali oleh
sejarahwan Belanda bernama Van de Vlies. Ia menemukan Candi Cetho di tahun 1842.
Selain Van de Vlies, terdapat beberapa sejarahwan dan ahli lainnya yang telah melakukan
penelitian terhadap Candi Cetho yakni A.J. Bennet Kempers, K.C. Crucq, W.F. Sutterheim,
N.J. Krom dan Riboet Darmosoetopo yang berkebangsaan Indonesia.
Setelah penemuan pertama dan penelitian dari para ahli, di tahun 1928 Candi Cetho
ini digali kembali. Dari penggalian ini, diketahui bahwa Candi Cetho ini dibangun di masa
akhir Majapahit yakni di sekitar abad ke 15.
51
Nama Candi Cetho diambil dari
penyebutan masyarakat sekitar terhadap
candi ini dimana nama ini sebenarnya juga
merupakan nama dusun tempat candi ini
dibangun yakni Dusun Cetho. Dalam
bahasa Jawan, cetho memiliki arti jelas.
Dinamakan cetho karena bila Anda berada
di Dusun Cetho, Anda bisa dengan jelas
melihat pemandangan pegunungan di
sekitar dusun ini. Pegunungan tersebut
antara lain Gunung Merbabu, Gunung
Lawu dan Gunung Merapi ditambah
Candi Utama puncak Gunung Sindoro dan Gunung
Gapura Candi Cetho
Sumbing. Selain pemandangan
pegunungan, dari dusun ini Anda juga bisa
melihat dengan jelas pemandangan Kota
Surakarta dan Kabupaten Karanganyar di
bawahnya.
Candi Cetho memiliki arsitektur unik
berupa punden berundak. Keunikan
arsitektur ini membuat perdebatan
diantara para ahli sejarah tentang tahun
dibuatnya candi ini. Melihat arsitekturnya,
bisa jadi Candi Cetho telah dibuat jauh
sebelum masa Kerajaan Majapahit. Bahan
Andesit yang digunakan di candi Cetho ini
berbeda dengan candi Hindu di masa
kerajaan Majapahit yang pada saat itu
dibangun menggunakan bata merah. Sejak
penemuan kembali Candi Cetho ini,
banyak wisatawan yang telah mengunjungi
candi ini karena keunikan arsitekturnya bila
dibandingkan candi pada umumnya. Selain
itu, karena letaknya yang berada di dataran
tinggi membuat Candi Cetho memiliki
pemandangan pegunungan yang mampu
menarik hati para wisatawan.
61
TARIAN DAERAH
Tari Pendet
populer pada tahun
1950 an-1980 an
Sejarah Tari Pendet Makna Tari Pendet
Tari pendet adalah salah satu tarian yang paling tua. Makna yang ada di dalam tari pendet tergolong cukup
Dimana tarian ini sudah ada sejak tahun 1950. Awal mula kompleks. Salah satu makna yang paling mendasar
tarian ini muncul adalah sebagai tarian sembahan yang adalah bentuk rasa syukur terhadap Dewa atas
dilakukan ketika sembahyang di pura-pura. Tarian ini kehadiranNya di dunia. Lalu ada juga makna
ditujukan sebagai bentuk ucapan selamat datang atas kehormatan yang ditujukan kepada Dewata yang sudah
turunnya dewa di Bumi. Tari pendet adalah hasil dari memberi yang terbaik untuk manusia.
gubahan maestro seni tari dari Bali yang bernama I Setelah itu, ada pula makna lain yang berkaitan dengan
Wayan Rindi. Gerakan tari pendet diambil dari pakem- rasa kegembiraan dalam menyambut tamu yang telah
pakem gerakan tari pendet dewa atau tari pendet asli hadir di dalam acara tersebut. Di setiap gerakan yang
yang dilakukan untuk persembahan. Tanpa ditunjukkan, ada makna syukur serta ucapan selamat
menghilangkan nilai religi, sakral, dan keindahan tari ini, I datang atas kedatangan tamu di lokasi pementasan.
Wayan beserta temannya bernama Ni Ketut Reneng Simbol rasa gembira tersebut akan terlihat dari
berhasil memasukkan suatu unsur tarian pendet dewa pemberian bunga dan juga janur kepada para tamu
ke dalam tari pendet yang populer hingga saat ini. dengan cara diletakkan di depan mereka.
Fungsi Tari Pendet Keunikan Tari Pendet
Tarian ini sangat berkaitan dengan unsur sakral. Gerakan tarian yang khas
Awalnya tarian ini ditujukan untuk persembahan atau
ritual keagamaan. Umumnya, tari pendet dibawakan Salah satu tarian kelompok dengan karakteristik yang
oleh pasangan penari putri setelah adanya penampilan
tari rejang yang dilakukan di halaman pura. Tarian ini semangat, energik dan ekspresif!
akan dipentaskan menghadap ke arah suci atau disebut
juga pelinggih. tari pendet memiliki 2 fungsi. Pertama Para penari membawa sebuah bokor atau piring
adalah sebagai tari wali dan dipentaskan di dalam pura
ketiak upacara keagamaan serta budaya. Kedua adalah besar yang berbentuk cekung serta bertepian lebar
sebagai tari balih-balihan yang dipentaskan ketika akan
menyambut tamu. dalam setiap tariannya.
Sikap tarian ini mencakup gerakan tangan, kepala,
bahu dan kaki yang khas sekali.
Gerakan mata (seledet) yang dilakukan para penari.
Mereka akan menggerak-gerakkan mata ke kiri ke
kanan dengan tegas. 7
Tarian asal Surakarta
Ciri khusus : Gambyong merupakan salah satu
bentuk tarian Jawa klasik yang
berasal-mula dari wilayah Surakarta
dan biasanya dibawakan untuk
pertunjukan atau menyambut tamu.
Gambyong bukanlah satu tarian saja
melainkan terdiri dari bermacam-
macam koreografi, yang paling
dikenal adalah Tari Gambyong
Pareanom dan Tari Gambyong
Pangkur. Meskipun banyak
macamnya, tarian ini memiliki dasar
gerakan yang sama, yaitu gerakan
tarian tayub/tlèdhèk. Pada dasarnya,
gambyong dicipta untuk penari
tunggal, tetapi sekarang lebih sering
dibawakan oleh beberapa penari
dengan menambahkan unsur blocking
panggung, sehingga melibatkan garis
dan gerak yang serba besar.
Pakaian yang digunakan 81
bernuansa warna kuning dan
warna hijau sebagai simbol
kemakmuran dan kesuburan.
Sebelum tarian dimulai, selalu
dibuka dengan gendhing
Pangkur.
Teknik gerak, irama iringan tari
dan pola kendhangan
mampu menampilkan
karakter tari yang luwes,
kenes, kewes, dan tregel.
TARI SAMAN
Asal Muasal Tari Tarian asal Aceh
Saman Tari Saman merupakan tarian yang berasal dari suku
Gayo dan biasanya ditampilkan dalam suatu perayaan
Tari saman berasal dari Aceh yang penting di suatu peristiwa adat. Syair pada tariannya juga
kemudian akan dibawa langsung mempergunakan Bahasa-bahasa Gayo. Selain itu tarian
oleh suku Gayo sebagai suku ini juga kerap ditampilkan saat merayakan hari raya
tertua di wilayah Aceh. Sebagian kelahiran Nabi Muhammad SAW.
besar suku ini menempati wilayah Beberapa literatur menyatakan Syekh Saman yaitu
Kabupaten Bener Meriah, Aceh seorang ulama yang berasal dari Suku Gayo di Aceh
Tengah, dan Kabupaten Gayo Lues Tenggaralah yang kemudian menemukan dan mendirikan
saat merayakan peristiwa-peristiwa tari Saman hingga akhirnya ditetapkan oleh UNESCO
penting terkait berbagai adat sebagai Daftar Representatif Budaya Takbenda pada 24
setempat. Tarian asal Serambi November 2011 silam.
Mekkah ini kemudian juga Sebelum Tari Saman dimulai dilakukan pembukaan
dikembangkan oleh ulama besar dimana tampil pemuka adat atau seorang tua cerdik
dari Gayo di Aceh Tenggara, Syekh pandai yang akan mewakili masyarakat setempat
Saman. (keketar) dengan nasihat-nasihat yang berguna bagi
para penonton dan pemainnya sekaligus.
Tari Saman juga merupakan pengembangan dari Syair dan lagu pengungkapannya sendiri dilakukan
permainan rakyat, Tepuk Abe kian diminati masyarakat secara Bersama-sama dan berkesinambungan, penari
Aceh pada saat itu. Kondisi ini jugalah yang membuat saman biasanya terdiri dari pria-pria muda yang
Syekh Saman terinspirasi untuk mengembangkan tari menggunakan pakaian adat. Penyajian tarian ini juga
Tepuk Abe dengan menyisipkan berbagai syair-syair kemudian dipertandingkan antar grup dan grup tamu.
berisi pujian kepada Allah SWT. Tarian ini juga Penilaian pada tari saman akan dititik beratkan pada
kemudian menjadi salah satu media dakwah pada saat kemampuan setiap grup dalam mengikuti berbagai
itu. gerakan, lagu (syair) dengan bentul tari yang disajikan
oleh pihak lawan. Sebab tari saman dapat dikreasikan
Sejarah Tari Saman dengan gerakan yang berbeda-beda.
Pada zaman Kesultanan Aceh, 9
Tari Saman sendiri hanya boleh
dilakukan pada waktu perayaan
Maulid Nabi Muhammad SAW di
kawasan masjid dekat Gayo.
Seiring perkembangan zaman,
Tarian ini kemudian dipentaskan
di acara-acara publik, seperti
kunjungan tamu, pernikahan,
pembukaan festival, dll. Nama
“Saman” sendiri diambil dari
salah satu ulama besar Islam
Aceh bernama Syekh Saman.
Pada mulanya tarian ini sebagai
permainan rakyat yang disebut
Pok Ane.
Tari Saman juga digunakan sebagai media dakwah,
dimana para penari latihan di bawah kolong masjid
agar tidak tertinggal saat shalat berjamaah.
Kemudian Syekh akan menambahkan puisi-puisi
perjuangan pada tarian Aceh ini untuk meningkatkan
semangat masyarakat setempat. Tari Saman
umumnya dilakukan oleh laki-laki atau perempuan
yang akan dilakukan sambil berlutut atau duduk pada
suatu barisan yang rapat. Pemimpin tarian ini akan
duduk di tengah baris dan memimpin syair.
Keunikan Tari Saman
Para penari Saman umumnya
akan menggunakan pakaian
dengan baju dasar atau
kerawang (baju dasar hitam,
sulaman benang putih, hijau dan
merah, sulaman bagian
pinggang kedawek dan kekait,
baju berlengan pendek),
kemudian sarung, dan celana
dalam berupa celana.
Selain itu penari juga akan menggunakan Ikat Kepala
dalam bentuk Hiasan melingkar yang dikenakan pada
kepala penari pria yaitu bulung teleng atau tengkuluk
kain dengan dasar persegi berwarna hitam. Dua istilah
sebagai pakaian yang disulam dengan benang, edit
kepies. Hijab yang Menjadi bagian dari pakaian adat
penari wanita yang mengidentifikasikan dirinya sebagai
wanita muslimah.
UPACARA ADAT
Salah satu tradisi masyarakat tradisional yang masih
dianggap memiliki nilai-nilai yang masih cukup relevan
bagi kebutuhan masyarakat pendukungnya.
UPACARA
METATAH
BALI
Tradisi Umat Hindu di Bali telah mengenal istilah potong
gigi dengan istilah Metatah. Metatah berasal dari kata
tatah yaitu bahasa Bali yang berarti pahat. Potong Gigi
dalam bahasa Bali Mepandes bisa juga disebut Matatah
atau Mesanggih, dimana 6 buah taring yang ada di
deretan gigi atas dikikir atau ratakan, upacara ini
merupakan satu kewajiban, adat istiadat dan
kebudayaan yang masih terus dilakukan oleh umat
Hindu di Bali secara turun temurun sampai saat ini.
Upacara Metatah ini bermakna sebagai penyucian bagi
anak yang telah akil balik.
Upacara Potong Gigi mengandung arti pembersihan sifat
buruk yang ada pada diri manusia. Adapun 6 sifat buruk
dalam diri manusia atau disebut juga sad ripu yang harus
dibersihkan tersebut adalah:
(1) Hawa nafsu,
(2) Rakus/Tamak/Keserakahan,
(3) Angkara murka/Kemarahan,
(4) Mabuk membutakan pikiran,
(5) Perasaan bingung, dan
(6) Iri hati/ dengki.
Pakaian orang yang akan melakukan Upacara Metatah
harus sesuai yaitu berisikan kain kuning, memakai kain
cepuksari dan berbagai kain pendukung lainnya, serta
yang terpenting antara pakain pria dan wanita dibedakan.
Sarana yang dipakai untuk alas dan juga tempat air liyur
di tempat khusus serta pada nantinya sarana yang
dipergunakan terserbut mendapat tempat khusus
sehingga tidak dibuang sembarangan.
110
UPACARA MEKIKUWA
MANADO
UPACARA MEKIKUWA Upacara adat Mekikuwa Manado diselenggarakan
ADALAH UPACARA ADAT dengan melakukan pawai yang dilakukan oleh
SUKU MINAHASA DI seluruh warga kampung dengan memainkan alat
MANADO. MEKIWUKA musik sambil bernyanyi. Mereka mengunjungi setiap
MERUPAKAN UNGKAPAN rumah untuk memberi selamat tahun baru. Mekiwuka
RASA SYUKUR ATAS dilakukan mulai dari tengah malam pergantian
PEMELIHARAAN TUHAN tahun hingga subuh. upacara Mekiwuka ini sudah
DISEPANJANG TAHUN YANG ada sejak sejak beberapa tahun lalu di pesisir teluk
TELAH DILEWATI DAN Manado.
PERMOHONAN KEPADA
TUHAN AGAR DIBUKAKAN Tradisi ini merupakan hasil kesepakan antara suku
JALAN UNTUK MEMPEROLEH
BANYAK BERKAT DALAM Minahasa dan orang Borgo. Orang Borgo adalah
MENJALANI TAHUN YANG
BARU. keturunan langsung hasil perkawinan campur antara
suku Minahasa asli dan orang-orang Eropa, Spanyol,
dan Portugis yang datang untuk berdagang di Kota
Manado. 111
UPACARA
Upacara Adat Jawa Barat Masyarakat Sunda
Upacara Seren Taun adalah
ungkapan syukur dan doa
masyarakat sunda atas suka duka
yang mereka alami terutama di
bidang pertanian selama setahun
yang telah berlalu dan tahun yang
akan datang. Seren taun
dilaksanakan setiap tanggal 22 Bulan
Rayagung sebagai bulan terakhir
dalam perhitungan kalender sunda.
Selain ritual-ritual yang bersifat sakral,
digelar juga kesenian dan hiburan.
Dengan kata lain kegiatan ini
merupakan hubungan antara
manusia dengan tuhan, dan juga
dengan sesama mahluk atau alam
baik lewat kegiatan kesenian,
pendidikan, dan sosial budaya. Dalam
upacara seren taun yang menjadi
objek utama adalah PADI.
Padi dianggap sebagai lambang Dalam upacara seren taun inilah
kemakmuran karena daerah sunda dituturkan kembali kisah-kisah klasik
pada umumnya merupakan daerah pantun sunda yang bercerita tentang
pertanian. Puncak acara Seren Taun perjalanan Pwah Aci Sahyang Asri. Selain
berupa penumbukan padi pada itu, padi merupakan sumber bahan
tanggal 22 Rayagung juga memiliki makanan utama yang memiliki
makna tersendiri. Bilangan 22 pengaruh langsung pada ke-20 sifat
dimaknai sebagai rangkaian bilangan wujud manusia
20 dan 2. Padi yang ditumbuk pada
puncak acara sebanyak 22 kwintal
dengan pembagian 20 kwintal untuk
ditumbuk dan dibagikan kembali
kepada masyarakat dan 2 kwintal
112
Rumah Adat
Rumah adat dikatakan sebagai rumah yang dibangun dengan
memperhatikan kegunaan serta fungsi sosial dan arti budaya dibalik gaya
bangunannya. Di Indonesia sendiri terdapat 34 rumah adat yang berbeda di
tiap provinsi.
Rumah Joglo
Rumah joglo merupakan salah satu rumah adat yang
berasal dari Jawa Tengah. Nama rumah adat Joglo
berasal dari tajug loro yang berarti dua gunung atau
juglo. Hal ini identik dengan bentuk atap rumah Joglo
yang menyerupai kenampakkan dua gunung. Rumah
Joglo sendiri memiliki beberapa ruangan seperti
pendhapa atau pendopo, pringgitan, dan omah dalem
atau omah njero. Rumah Joglo juga memiliki keunikan
dan daya tarik tersendiri.
Keunikan rumah joglo, Bangunan rumah Joglo menerapkan nilai filosofi Jawa pada setiap bagiannya. Memiliki 4 tiang
utama yang disebut sebagai saka guru. Saka guru merupakan fondasi penegak atau fondasi utama yang berfungsi
sebagai penopang dari keseluruhan bagunan rumah Joglo. Pintu rumah Joglo berjumlah tiga, yaitu pintu utama di
tengah, dan pintu lainnya di kedua sisi (kanan dan kiri) bawah.Tata letak pintu ini melambangkan kupu-kupu yang
sedang berkembang dan berjuang di dalam sebuah keluarga besar. Selain itu, filosofi dari pintu rumah yang terletak di
tengah adalah keterbukaan serta kedekatan antara penghuni rumah dengan tamu.
Rumah Panjang
Rumah panjang merupakan rumah adat suku Dayak
yang berada di Kalimantan Barat dengan ukuran
yang fantastis, yaitu panjang 138 meter dan tinggi 7
meter.Bahkan, ada Rumah Panjang yang ukurannya
mencapai 300 meter. Filosofi dari rumah berbentuk
persegi panjang ini menggambarkan persatuan
dan kesatuan yang harus dijaga dari setiap anggota
keluarga. yaa..... Setiap anggota keluarga karena
satu rumah panjang dihuni banyak keluarga, bisa
mencapai 60 Kepala Keluarga.
Keunikan rumah panjang, Pada umumnya bagian hulu rumah menghadap timur, sedangkan bagian hilirnya
menghadap ke barat. Menghadap ke timur dan ke barat merupakan simbol bagi orang Dayak.Hulu sebagai
tempat terbitnya matahari memiliki filosofi kerja keras, yakni bekerja sedini mungkin. Hilir yang menghadap
ke barat memiliki filosofi tidak akan pulang atau berhenti bekerja sebelum matahari terbenam.Rumah
panjang dimanfaatkan masyarakat setempat untuk melakukan kegiatan adat,termasuk upacara, musyawarah,
113
Rumah Adat
Rumah gadang
Rumah gadang berasal dari Provinsi Sumatera Barat.
Rumah suku Minangkabau ini bentuknya hampir
sama seperti rumah panggung pulau Sumatera.
Tetapi, rumah ini memiliki keunikan tersendiri mulai
dari bentuk, bahan bangunan, sampai motif ukiran
kayu. Rumah adat suku ini memiliki keunikan di
bagian atap. Bentuk atap memanjang ke samping
dan bergonjong runcing seperti tanduk kerbau.
Keunikan rumah gadang, bentuk atapnya yang seperti tanduk kerbau. Atap ini disebut sebagai gonjong,
yang akan semakin lancip pada bagian ujung.Menurut cerita, suku Minangkabau sering memenangkan
adu kerbau saat melawan raja dari kerajaan Jawa. Hal inilah yang menginspirasikan masyarakat
Minangkabau untuk membuat rumah adat seperti tanduk kerbau. Selain itu, bentuk tanduk kerbau juga
melambangkan persatuan dan kesatuan masyarakat Minangkabau dengan simbol atap gonjong sebanyak
tiga lapis yang disatukan. Rumah gadang juga dilengkapi dengan tiang-tiang anti gempa, mengingat
wilayah Sumatera Barat cukup rawan bencana gempa bumi.
Rumah tongkonan
Rumah tongkonan berasal dari Toraja, Sulawesi Selatan.
Tongkonan berasal dari kata tongkon yang artinya
menduduki atau tempat duduk. Sementara ma' tongkon
artinya duduk berkumpul. Jadi tongkonan adalah tempat
tinggal penguasa adat sebagai tempat berkumpul dari
Tana Toraja,Sulawesi Selatan. Tongkonan terbentuk
berdasarkan hubungan kekerabatan atau keturunan.
Rumah ini menjadi tempat berlangsungnya ritual dan
upacara yang melibatkan keluarga besar.
iKeunikan rumah tongkonan,ialah pada bagian atapnya yang melengkung menyerupai perahu. Atap tersebut
mengingatkan bahwa nenek moyang masyarakat Toraja dahulu menyebrangi pulau Sulawesi dengan
menggunakan perahu. Rumah adat Tongkonan juga memikiki ukiran dinding yang syarat akan keindahan.
Ukiran unik ini didominasi dengan empat macam warna yaitu merah, putih, hitam dan kuning.Tiap-tiap warna
memiliki makna dan tujuan yang berbeda. Merah sebagai lambang kehidupan manusia, kuning sebagai
lambang kekuatan, putih melambangkan kesucian, dan hitam sebagai lambang duka atau kesedihan. Adanya
hiasan tanduk yang dianggap sangat sakral bagi masyarakat setempat. Karena memiliki fungsi sebagai lambang
dari status kelas sosial. Semakin tinggi & banyaknya susunan tanduk kerbau maka semakin tinggi pula kelas
sosial dari si pemilik rumah.
114
Rumah Adat
Rumah Hanoi
Rumah honai merupakan rumah adat suku Dani,berasal
dari Provinsi Papua. Honai sendiri berasal dari kata ‘Hun’
dan juga ‘ai’, dimana artinya adalah rumah untuk laki-laki.
Sementara untuk para wanita akan tinggal di sebuah
rumah bernama Ebei. Keduanya memiliki bentuk yang
sama, hanya saja rumah Honai memiliki ukuran yang
lebih tinggi dibandingkan Ebei.
Keunikan Rumah honai Rumah Honai mengandung nilai-nilai filosofi yang sangat indah bagi kehidupan orang Papua.
Bentuk rumah adat Papua Honai yang melingkar, melambangkan persaudaraan erat tanpa putus.Lantai rumah Honai
yang dilapisi rumput atau jerami, menggambarkan kebersamaan antara penghuni dengan para tamu. Selain itu, Honai
biasanya dipakai suku Dani untuk mendidik anak laki-laki untuk memimpin keluarga dan sukunya.Sedangkan Ebei,
digunakan untuk melatih anak perempuan mengurus rumah tangga dan menganyam token.Jika terjadi peperangan,
rumah Honai berfungsi sebagai tempat menyimpan barang berharga dan lokasi untuk menyusun strategi peperangan.
Rumah Musalaki
Rumah musalaki merupakan rumah adat khas Nusa
Tenggara Timur. Rumah adat Musalaki juga telah
ditetapkan oleh pemerintah sebagai lambang dari
Provinsi Nusa Tenggara Timur. Kata musalaki berasal
dari bahasa suku Ende Lio yaitu Mosa yang artinya
ketua atau kepala dan Laki yang artinya adat atau suku.
Arti kata Musalaki berkaitan dengan fungsi dari rumah
adat itu sendiri, yaitu rumah tempat tinggal bagi para
ketua suku atau ketua adat suku Ende Lio.
Keunikan Rumah musalaki mempunyai atap yang menjulang tinggi yang merupakan simbol kesatuan dengan
sang pencipta. Pada atap rumah adat ini,sekilas terlihat menyerupai bentuk layar perahu sebagaimana diceritakan
nenek moyang pertama Suku Ende Lio datang menggunakan perahu. Di puncak bagian atas terdapat dua ornamen
yang memiliki simbol yaitu kolo Musalaki (kepala rumah keda) dan kolo ria (kepala rumah besar) dimana diyakini
kedua bangunan memiliki hubungan spiritual.Tidak hanya sebagai tempat tinggal,rumah adat ini juga berfungsi
sebagai tempat untuk melakukan berbagai ritual seperti upacara adat, musyawarah dan kegiatan yang lainnya.
115
SENJATA TRADISIONAL
RENCONG
Nanggroe Aceh Darussallam
Rencong atau Rincong atau Rintjoeng Pada abad ke-18, tokoh pahlawan sastra Pocut
adalah senjata pusaka bagi rakyat Aceh Muhammad memerintahkan untuk membuat rencong
yang merupakan simbol keberanian, sebanyak-banyaknya karena persediaan baja pada
keperkasaan, pertahanan diri, dan saat itu menumpuk. Pada masa itu, simbolisme Islam
kepahlawanan Aceh dari abad ke abad. dari rencong telah dihubungkan dengan Perang Suci
atau Jihad. Dengan kekuatan senjata di tangan dan
Menurut salah satu sumber, Rencong telah keyakinan pada kuasa Allah, rencong seperti memiliki
dikenal pada awal Islam Kesultanan di kekuatan ghaib, sehingga masyarakat Aceh sangat
abad ke-13. Di zaman Kerajaan Aceh terkenal dengan pepatah "Tatob ngon reuncong jeuet
Darussalam, rencong ini tidak pernah lepas Ion peu-ubat, nyang saket yang tapansie Haba".
dari hampir setiap pinggang rakyat Aceh Rencong memiliki makna filosofi religius dan
yang rata-rata mempunyai keberanian luar keislaman, Gagangnya yang berbentuk huruf Arab
biasa baik pria maupun wanita. Bagi orang diambil dari padanan kata Bismillah.
Aceh, rencong itu ibarat tentara dengan
bedilnya yang merupakan simbol Rencong mempunyai tingkatan yang menjadi ciri
keberanian, kebesaran, ketinggian khas strata masyarakat, untuk seorang Raja/Sulthan
martabat, dan keperkasaan orang Aceh. dan Ratu/Sulthanah, sarungnya terbuat dari gading
Sehingga orang-orang Portugis harus dan belatinya terbuat dari emas. Sedangkan strata
berpikir panjang untuk mendekati atau masyarakat bawa sarungnya terbuat dari dari tanduk
menyerang orang Aceh. kerbau ataupun kayu dan belatinya terbuat dari
kuningan atau besi putih.
Di masa Perang Aceh, mengusir Portugis dari
seluruh tanah sumatra dan tanah malaka serta masa
penjajahan Belanda, rencong merupakan senjata
yang mematikan di samping pedang dan bedil yang
digunakan di medan perang. Rencong tidak hanya
digunakan oleh para Sulthan, Laksamana, dan Teuku
(para kaum pria) saja, namun juga oleh Teungku
Inong, Syarifah, Cut Kak, Cut Adoe, Cut Putroe, dan
Cut Nyak (kaum wanita). Senjata ini diselipkan di
pinggang depan setiap pria dan wanita perkasa Aceh
sebagai penanda keperkasaan dan ketinggian
martabat, sekaligus simbol pertahanan diri,
keberanian, kebesaran, dan kepahlawanan ketika
melawan penjajah.
116
- PISAU BELATI -
Pisau belati merupakan salah satu senjata Senjata tradisional ini diperkenalkan pertama
tradisional khas Papua. Senjata ini digunakan kali oleh warga suku Asmat. Dipercaya jika
untuk melindungi diri dari serangan musuh atau dulunya senjata tersebut hanya digunakan untuk
hal yang lainnya. Di balik hal itu, pisau belati ritual pembunuhan saja. Namun, untuk saat ini
khas Papua cukup populer dan dikenal karena pisau belati sering dikenakan sebagai pelengkap
memiliki keunikan. Keunikannya ialah karena pakaian adat pria khas Papua. Cara
bahan utama pembuatannya berbeda dengan memakainya adalah dengan dililitkan di sisi
senjata tradisional pada umumnya, yakni dari pinggang prianya. Menurut Rahmat M (2010),
tulang burung kasuari. Walau terbuat dari tulang pisau belati selain digunakan sebagai pelengkap
burung kasuari, senjata ini cukup tajam dan bisa pakaian adat, juga dimanfaatkan untuk berburu
mematikan musuh atau targetnya. Selain hewan serta berperang.
menggunakan tulang, bulu burung yang terdapat
pada senjata tradisional ini juga dimanfaatkan
dan dipasang pada gagang pisau belatinya.
Posisinya bisa berada di bagian ujung gagang,
tetapi ada pula yang dipasang di bagian
samping. Untuk membuatnya semakin unik,
pada gagangnya diberi anyaman kulit kayu yang
sebelumnya telah dicat warna putih. Keunikan
lain dari pisau belati ini ialah adanya kerang
sebagai hiasan senjata. Kerang tersebut terletak
di bagian gagang senjatanya yang dipasang
bersamaan bulu burung kasuari.
117
Mandau
KALIMANTAN
Suku Dayak merupakan salah satu suku bangsa
yang ada di Pulau Kalimantan. Suku Dayak
memiliki ragam kebudayaan layaknya suku bangsa
yang lain. Salah satu kebudayaan Suku Dayak
dapat dilihat dari senjata tradisional mereka yang
disebut Mandau. Berbeda dengan senjata
tradisional pada umumnya yang terbuat dari logam,
Mandau ini terbuat dari batu mantikei. Bagi
masyarakat Dayak, Mandau bukan sekadar senjata
belaka, ia juga menjadi simbol kehormatan dan jati
diri pemiliknya.
Mandau merupakan senjata pusaka Suku Dayak Mandau merupakan senjata yang berbentuk
yang diwariskan secara turun-temurun kepada seperti pedang, yang terdiri dari pegangan,
generasi berikutnya. Selain sebagai senjata sarung, dan bilah. Seperti disinggung
pusaka, Mandau juga selalu menemani keseharian sebelumnya, Mandau terbuat dari batu khusus
masyarakat Dayak, seperti untuk memotong yang berjenis mantikei. Batu ini memiliki unsur
daging, tumbuh-tumbuhan dan sebagainya. Di besi yang dominan. Namun di masa modern,
masa lalu, Mandau dibuat dengan teknik sederhana Mandau juga diproduksi dari bahan logam. Hanya
sehingga menghasilkan senjata yang sedikit kasar. Mandau asli dan tua yang menggunakan batu
Namun seiring berjalannya waktu, pembuatan mantikei. Meski sebagai senjata, Mandau juga
Mandau dilakukan dengan cara yang lebih baik dan menjadi simbol ksatria, penjaga, tanggung jawab,
menghasilkan senjata yang berkualitas tinggi. dan persaudaraan bagi masyarakat Dayak.
Mandau dibuat oleh seorang pandai yang disebut
dengan nama Peneraat. Senjata tradisional ini juga
menjadi saksi peperangan antarsuku yang terjadi di
kalangan masyarakat Dayak. Selain itu, Mandau
juga menjadi senjata Suku Dayak saat berjuang
melawan penjajahan baik Belanda maupun Jepang.
Mandau sangat kental akan unsur magisnya. Hal ini
konon membuat tentara Belanda dan Jepang lari
terbirit-birit saat berhadapan dengan senjata yang
satu ini..
118
Indonesia merupakan bangsa yang kaya akan keberagaman salah satunya
ialah Kebudayaan Nusantara contohnya alat musik tradisional, hal itu mampu
menjadi identitas suatu bangsa, kekayaan, sumber untuk membangun bangsa
khususnya di bidang ekonomi, sosial budaya, dan pariwisata. Alat musik
tradisional Nusantara sebagai contoh : Keso-keso, Serunai, Tifa, Sape,
Gamelan.
Keso-Keso Serunai dikenal merata di Sumatera Barat.
Serunai diperkirakan berasal dari nama
Gesok-gesok atau Keso-Keso termasuk pada Shehnai, yaitu alat musik yang digunakan
kategori jenis alat musik yang digesek atau untuk mengikat ular, Shenhai berasal dari
kordofon. Gesok-gesok adalah alat musik Lembah Kashmir, India Utara.
sejenis rebab, tetapi hanya memiliki dua buah Serunai terdiri atas tiga bagian utama, yaitu
dawai. penatan bunyi, puput, dan corong. Penatan
bunyi terbuat dari kayu capo ringkik atau
Gesok-gesok terbuat dari bahan kayu yang dari bambu talang yang ukurannya selebar
dibentuk menyerupai jantung atau daun ibu jari tangan, dengan panjang 20 cm serta
keladi, kulit hewan dan senar atau dawai. Alat diberi empat lubang yang berselisih jarak 2,5
gesek nya terbuat dari bahan kayu dan senar cm. Lubang-lubang tersebut berfungsi untuk
yang memiliki bentuk seperti busur panah. memberi beda tinggi dan rendahnya nada.
Jenis nada yang dijadikan sebagai acuan
Alat musik ini dimainkan untuk mengiringi ialah nada pentatonis, yaitu “do-re-mi-fa-
syair-syair sinlirik pada zaman dahulu. sol”.
Namun pada masa kini gesak-gesok Puput adalah bagian yang ditiup pada
dimainkan dalam lingkungan yang lebih kecil serunai, terbuat dari kayu, bambu talang,
seperti dalam satu keluarga dan masyarakat atau batang padi tua. Puput disambungkan
sekitar. oleh bagian penyambung yang memiliki
panjang sekitar 5 cm dan terbuat dari kayu
keras. Penyambung ini dilubangi untuk
saluran udara tiup yang bersambungan
dengan poros badan dan poros corong.
Di bagian belakang penyambung berbentuk
corong membesar dengan diameter sekitar 2
cm. Corong ini bertujuan untuk
memperbesar volume suara. Bagian corong
terbuat dari kayu gabus, tanduk kerbau yang
telah berbentuk lancip mengembang
ataupun dari daun kelapa yang dililitkan.
Panjang bagian corong ini biasanya sekitar
10 sampai 21 cm dengan diameter 6 cm di
bagian yang mengembang.
serunai
119
Alat musik tifa dikategorikan sebagai single-
headed frame drum. Alat musik ini dihiasi
oleh ukiran motif dan corak warna dasar
masyarakat Papua. Motif ukiran pada tifa
dapat menjadi tanda identitas dan dari marga
mana orang itu berasal.
Berdasarkan warna suara Tifa dibagi menjadi
beberapa jenis yaitu Jekir, Potong, Dasar dan
Bas. Apabila dimainkan dapat menghasilkan
suara yang berbeda namun tetap berirama
harmonis.
Tifa terbuat dari kayu yang bagian tengahnya
dilubangi. Serta kulit hewan dijadikan sebagai
membran yang dililitkan melingkar dengan
rotan.
Tifa merupakan instrumen pongiring pada
setiap gerakan pada tarian adat masyarakat TTTifiiffaaa
Papua, contohnya Tari Asmat, Gatsi, perang
dan menyambut tamu, namun dalam konteks
sosial budaya, Tifa sebagai bentuk kebesaran
kepala suku sekaligus menjadi alat musik yang
bernilai sakral. mengapa ? karena orang yang
akan membunyikan Tifa harus mendapatkan
izin dari kepala suku.
Keunikan dan ciri khas alat musik sampe ini
dapat dilihat dari bentuknya yang mirip
seperti perahu dengan salah satu ujungnya
terdapat gagang yang terdiri dari 3 buah senar
ssaappee dan dihiasi ornamen motif corak khas suku
Dayak yaitu motif ornamen Burung Enggang
serta taring binatang buruan. Dalam bahasa
suku Dayak Kenyah, bagian-bagian Sampe ini
dinamai, Usa, Mulan, Batak, Hudoq Sampe,
Uta, Batuk, Ndon(penyelaras nada-nada),
Lowong sampe. Sampe berfungsi sebagai
pengiring upacara adat, hiburan atau tarian
daerah serta ucapan syukur atas berlimpahnya
hasil panen.
Menurut orang Dayak sendiri alat musik ini
dijadikan untuk menyatakan perasaan, baik
rasa gembira, rasa sayang, rindu dan rasa duka.
Konon apabila memainkan alat musik Sampe
pada siang hari makan nada-nada yang
dihasilkan adalah nada riang gmbira penuh
keceriaan. sedangkan untuk malam hari
menghasilkan irama sedih, syahdu, serta
sendu.
Ungkapan suku dayak yakni "Sape benua
tulang towah" yang memiliki makna Sape
mampu membuat orang yang mendengarnya
merinding sehingga menyentuh tulang atau
perasaan.
210
Gamelan merupakan seperangkat alat musik Dalam satu set Gamelan terdapat
tradisional dari Jawa yang sudah berkembang instrumen alat musik yang
dari zaman kerajaan Hindu-Buddha, hingga mempunyai fungsi dan ciri khas nya
masuknya Islam ke Nusantara, salah satu tokoh masing-masing, seperti :
Wali Songo yang menggunakan Gamelan 1.Berbentuk Pencon dan dipukul :
sebagai media penyebaran agama Islam ialah Bonang, Kenong, Gong dan
Sunan Bonang. Kempul.
Menurut fungsinya Gamelan dibagi menjadi 7 2.Berbentuk Bilahan dan dipukul :
jenis yaitu : Saron, Demung, Gambang,
1.Gamelan Gedhe. Gamelan yang memiliki Slenthem dan Gender.
ricikan lengkap yaitu laras slendro dan pelog. 3.Memiliki Dawai dan digesek :
Gamelan Gedhe digunakan dalam Rebab dan Kemanak.
pertunjukkan karawitan atau Uyon-Uyon. 4.Memiliki Dawai dan dipetik : Siter.
2.Gamelan Wayangan adalah Gamelan yang 5.Terbuat dari kulit hewan dan
memiliki laras slendro dan pelog untuk ditepuk : Kendang dan Gendrum.
mengiringi pertunjukkan Wayang Madya dan
Wayang Gedog dengan instrumen alat musik
yaitu kendang, gender barung, gender
penerus, slenthem, Saron barung, Demung,
Gambang, seruling, Siter, Kecer, Ketuk,
ggaammeelanKempyang, Kenong, Kempul, Gong suwukan.
3.Gamelan Pakurmatan adalah Gamelan yang
gaammelandigunakan untuk mengiringi acara-acara
penghormatan, Gamelan Pakurmatan dibagi
elaanmenjadi 3 jenis yaitu Gamelan Monggang
nyang digunakan untuk mengiringi Grebeg
Mulud tepatnya saat keluarnya Gunungan
serta Jumenengan Raja, yang kedua yaitu
Gamelan Carebaen yang digunakan sebagai
simbol penghormatan untuk para tamu yang
diundang oleh kalangan keluarga keraton
pada saat mempunyai acara hajatan, yang
ketiga adalah Gamelan Kodhok Ngorek yang
digunakan untuk mengiringi acara syukuran
khitanan putra raja serta perkawinan baik
keluarga keraton ataupun orang biasa.
4.Gamelan Sekaten adalah Gamelan yang
digunakan sekali dalam 1 tahun untuk
memperingati lahirnya Nabi Muhammad
SAW pada tanggal 6-12 Mulud dan
dimainkan di halaman Masjid Agung.
5.Gamelan Gadhon hanya memiliki komposisi
Kendang, Siter, Gender, Slenthem, Gambang,
Gong.
6.Gamelan Cokekan, Gamelan ini bersifat
menghibur semata. Instrumen alat musik
yang ada hanya Siter, Kendang, dan Gong
Bumbung.
7. Gamelan Senggani. Gamelan ini terbuat dari
besi dan kuningan yang berbentuk bilah
kecil, gamelan ini bersifat Pendidikan, yaitu
latihan karawitan untuk mengiringi Tari
Tayub. dalam mengiringi Tari Tayub
dibutuhkan beberapa instrumen alat musik
Gamelan yaitu Bonang Barung, Bonang
Penerus, Demung, Saron, Slenthem,
Kendang, Kempul, dan Kenong.
211
'Payas
Agung'
Payas Agung adalah salah satu jenis
pakaian adat yang berasal dari Bali.
Filosofi pakaian adat Bali pada dasarnya bersumber pada ajaran Sang Hyang
Widhi, yakni Tuhan yang dipercayaii memberikan keteduhan, kedamaian dan
kegembiraan bagi umat Hindu yang mempercayainya. Payas Agung merupakan
pakaian adat Bali yang digunakan dalam berbagai acara adat seperti pernikahan,
munggah deha (upacara kedewasaan), pitra yadnya (ngaben), mesagih
(upacara potong gigi), dan upacara adat lainnya. Pada zaman dahulu, pakaian
adat ini hanya digunakan oleh para bangsawan saja. Namun, sekarang semua
kalangan dapat mengenakannya. Payas Agung didominasi warna emas dan
mahkota yang menjulang tinggi, serta hiasan yang mewah.
Bagian dahi wanita dirias dengan lengkungan Pada pria, Payas Agung
mengkombinasikan
(srinata). Di antara kedua alis terdapat bindi yang lilitan kain songket
mewah dengan jas
diyakini sebagai simbol cinta, kecantikan,
beludru bermotif prada
kemakmuran, kehormatan, dan penangkal nasib Bali.
buruk. Busananya memakai tapih (kain) panjang yang 212
melilit tubuh dari dada hingga ke jari kaki. Tapih
dilapisi kemben sebagai penutup dada dan kamen
untuk menutup hingga ke mata kaki. Perhiasan yang
digunakan adalah cerik (seperti gelang) di bahu
sebelah kiri serta pending emas (seperti ikat
pinggang) di pinggang, gelang kana di lengan, dan
gelang satru di pergelangan tangan.
Jawi Jangkep
~ Pakaian Adat Daerah Jawa Tengah ~
Jawi jangkep merupakan setelan adat Peletakan keris di belakang Pakaian Jawi
khusus untuk kaum laki-laki. Pakaian bermakna agar manusia dapat Jangkep juga
ini asalnya dari Keraton Kasunanan menolak segala godaan setan dikenal dengan
Surakarta. dan keris merupakan simbol Piwulang
perlawanan. Sinandhi.
Berdasarkan fungsinya, busana adat
ini ada dua jenis yaitu Jawi Jangkep Baju Jawi Jangkep diselaraskan
dan Jawi Jangkep Padintenan. dengan kain jarik panjang yang
dililitkannya di pinggang.
Jawi Jangkep terdiri atas beskap Sebagai penyempurna,
berwarna hitam polos disertai bros digunakan penutup kepala
sebagai aksesoris dan digunakan di berupa blangkon. Arti
acara formal. Sedangkan Jawi Jangkep penggunaan blangkon untuk
Padintenan (keseharian) dapat menunjukkan bahwa laki-laki
digunakan dengan Beskap selain yang memakainya adalah laki-
warna hitam. Baju adat ini banyak laki yang menutupi aib.
dipakai di acara non-formal.
Bagian depan dan belakang sebelah Kancing di dalam beskap
bawah baju Jawi Jangkep ini sengaja memberikan isyarat agar pria
dibuat tidak simetris. Bagian depan Jawa Tengah selalu bertindak
dibuat lebih panjang dibandingkan cermat dan penuh perhitungan
bagian belakang sebagai antisipasi dalam melakukan segala
untuk menyimpan keris. sesuatu.
PAKAIAN ADAT TRADISIONAL 213
Pakaian Adat Tradisional Budaya memiliki filosofi tersendiri
mengenai pemakaian kebaya.
'Kebaya' Kesabaran dan lemah lembut
merupakan makna yang
Jawa Tengah tersimpan dalam kebaya.
Pada mulanya, kebaya adalah budaya Potongan kebaya selalu mengikuti
milik Jawa dan Bali, namun karena bentuk tubuh. Artinya,
keberagaman budaya dan daerah,
kebaya sudah tersebar dan dikenakan perempuan Jawa diharuskan
di berbagai daerah. Kebaya bisa menyesuaikan diri dan
sikhususkan untuk wanita. menjaga diri sendiri
di manapun mereka berada.
Kebaya kerap dibuat dari kain yang
tipis, seperti sutra, katun tipis dan 214
nilon tembus pandang yang disertai
dengan hiasan brokat atau sulam.
Pada umumnya kebaya Jawa Tengah
berwarna hitam keemasan. Untuk
memastikan bagian dada tertutup
dengan aman, digunakan kemben
sebagai dalaman. Keelokan kebaya
diselaraskan dengan bentuk tubuh
wanita sehingga perlu stagen untuk
mengencangkan bagian perut dan
pinggang. Agar stagen tidak terlihat
dari luar, diperlukan tapih tanjung.
Di bagian bawah, para wanita Jawa
Tengah mengenakan kain panjang
yang disebut jarik yang bermotif batik.
Untuk menambah kesan tegas dan
terlihat anggun, rambut wanita ditata
berbentuk konde dengan hiasan
bunga melati di atasnya, serta
aksesoris lainnya.
Makanan Khas Daerah
Gudeg
Gudeg merupakan makanan khas daerah asal
Yogyakarta. Dibuat dengan sayur dari nangka
muda yang dimasak dengan santan dengan
proses yang lama. Gudeg biasa disajikan
dengan nasi panas, kuah santan kental (areh),
ayam kampung, telur dan juga sambal krecek
yang nikmatnya tiada dua.
Serabi
Serabi merupakan makanan khas daerah dari
Jawa Barat yang memiliki rasa manis. Terbuat
dari tepung beras yang di panggang. Kini,
serabi juga sudah dilengkapi dengan berbagai
topping yang lezat menggoda.
Kerak Telor
Makanan khas Indonesia ini sudah cukup
terkenal, yaitu kerak telor. Kerak telor menjadi
salah satu kuliner khas Jakarta yang selalu
sukses menggoda selera.
215
Rendang
Makanan khas Indonesia dari Sumatera Barat ini
pernah dinobatkan sebagai makanan terlezat di
dunia. Makanan dari daging sapi yang dimasak
dengan santan kelapa serta bumbu rempah selama
berjam-jam ini memang begitu terkenal. Rasanya
yang gurih dan juga nikmat, sukses membuat
makanan khas daerah Sumatera Barat ini begitu
disukai banyak orang.
Pempek
Makanan khas daerah Sumatera Selatan ini
sudah cukup terkenal dengan kelezatannya.
Makanan yang terbuat dari olahan ikan yang
dicampur dengan sagu dan dilengkapi dengan
kuah cuko atau cuka yang begitu menggoda
selera membuat banyak orang menggemarinya,
terutama anak muda.
Bika Ambon
Walaupun namanya Bika Ambon, namun
makanan ini bukan berasal dari Ambon. Kue ini
berasal dari Sumatera Utara dan biasanya
banyak dijual di Kota Medan sebagai oleh-oleh.
Kue berwarna kuning ini memiliki tekstur yang
lembut dan manis.
216
Kue Cucur
Makanan khas daerah Sulawesi Barat yang
terkenal dan tak kalah lezat adalah kue cucur.
Kue ini sangat terkenal, bahkan hingga hampir
sebagian wilayah Indonesia pun mengenalnya.
Kue cucur terbuat dari bahan dasar tepung
beras dan gula merah yang dijadikan adonan,
lalu dibentuk bulat pipih, kemudian digoreng.
Ayam Taliwang
Makanan khas daerah Nusa Tenggara Barat
ini berbahan dasar daging ayam. Daging ayam
tersebut dibakar dengan bumbu cabai merah
kering, bawang merah, bawang putih, tomat,
terasi goreng, kencur, gula merah dan garam.
Disajikan bersama bumbu tambahan dan menu
tambahan seperti plecing kangkung.
Papeda
Papeda adalah makanan khas Indonesia dari
Papua yang terbuat dari sagu. Papeda harus
dimasak selama beberapa menit sampai tekstur
makanan berubah menjadi bubur. Bubur putih
dengan tekstur lengket seperti itu terasa hambar.
Sebagai pelengkap, makanan khas daerah Papua
ini diberi ikan kuah pedas dan sayur-sayuran.
217
Ke-budaya-an
Oleh : Louise Marie Grignion de Bare Tukan
Terdengar istimewa.....
Petikan dawai nan mengagumkan
Tiupan seruling nan menghangatkan
Pukulan gendang nan membangkitkan
Gesekan rebab nan menenangkan
Terlihat mempesona.....
Jerami nan meneduhkan dan sederhana
Atap melengkung runcing bagai kemenangan
Soko Guru bagai kekuatan perlindungan
Asta Kosala Kosali bagai aturan peletakan
Kekhasan nan Gemulai
Seledet nan agem, tangkep dan tandang
Bedaya nan anggun, ekspresif dan teratur
Falabea nan sakral dan energi
Pamonte bagai rasa syukur dan kegembiraan
Ke-budaya-an
Kemana budaya diwariskan
Kemana budaya ditebarkan
Hanya kita bibit berbalutkan butiran awan
Hanya bisa sejalan dengan arus yang tak aman
Akankah ada?
Kita menjadi penjunjung martabat bangsa
Kita menjadi penjunjung kehormatan bangsa
Dengan kekayaan keberagaman Nusantara
Yakinlah Indonesia berjaya
218
Kemana identitas yang dahulu?
Oleh : Louise Marie Grignion de Bare Tukan
Lahir oleh darah Nusantara
Dewasa oleh kearifan lokal
Menua oleh kejayaan
Untuk ketenteraman
Hormat pada Tuhan dan sesama
Hargai keberagaman bangsa
Sopan santun dalam bersikap
Lembah manah dalam bertindak
Namun tak setenteram dahulu
Hanya dapat menyimpan malu
Malu pada sikap dan tindakan mu
Tak sengaja merusak identitas mu
Bagaimana kabar bangsa ku ?
Melihat kebodohan itu
Menjadi kebiasaan baru
Untuk melupakan tata krama berperilaku
Generasi yang sepantasnya
membanggakanmu
Dengan pesona kekayaanmu
Bangga pun tak terucap padamu
Perlahan menjauh dan meninggalkanmu
219
Cerita Pendek
Si Pendiam, Kinasih Keshwari
Di pagi hari yang cerah, lapangan SMA Negeri 1 Surakarta mulai dipenuhi
dengan siswa-siswi yang hendak berolahraga. Nampak dari halaman sekolah,
lewatlah seorang ibu mengantar anak perempuan berseragam putih abu-abu
dengan sepeda yang terlihat sudah tua. Di Depan gerbang berwarna coklat,
sang ibu menurunkan anak perempuannya, sebut saja ia Kinasih. Ketika sudah
turun dari sepeda, Kinasih mencium tangan sang ibu dengan tersenyum. Ia
mencium tangan ibunya dengan sebanyak-banyaknya. Ibunya bertanya,
“Mengapa kamu mencium tangan ibu terlalu lama, Nak?”. “Karena restu orang
tua terutama dari ibu, akan membawa berkah dan mengantarkan anaknya ke
jalan kesuksesan, Bu”, jawabnya. Mendengar jawaban dan melihat ketulusan
hati anaknya tentu membuat sang ibu tersentuh.
Kinasih Keshwari, seorang siswi yang duduk di bangku kelas Sepuluh MIPA 1.
Di sekolahnya, Kinasih termasuk anak yang pemalu dan pendiam. Ia jarang
berkumpul dengan teman-temannya dan apabila ditanya, terkadang ia tidak
menjawab. Saat bel masuk berbunyi, para murid mulai masuk kelas. “Eh,
Kinasih! Selama istirahat tadi, kamu tidak keluar kelas ya?”, Tanya Sekar,
teman sebangkunya. Menjawab pun tidak, ia hanya menggelengkan
kepalanya dan membuka buku pelajaran Seni Budaya karena Bu Nara sudah
datang. Saat pelajaran sudah berlangsung selama 30 menit, Bu Nara memberi
informasi bahwa akan ada lomba Menari Tradisional Tingkat Nasional dan
meminta perwakilan dua orang dari kelas Sepuluh MIPA 1. Ketika Bu Nara
bertanya, tidak ada satupun anak yang mengajukan diri sehingga
mengharuskan Bu Nara untuk menunjuk salah satu muridnya. “Sekar,
bukannya kamu anaknya Bu Lia pelatih tari itu ya?”, Tanyanya. “Ehe, iya bu”,
jawabnya sambil terkekeh kecil. “Nah, kalau begitu kamu mau mewakili kelas
kamu ya, Nak. Sudah tidak usah menawar, sekarang ajak satu teman kamu
untuk bergabung juga ya..”, ucap Bu Nara lagi. “Kinasih Keshwari, Bu! Dia
gemar menari, hanya saja orangnya pemalu dan pendiam”, jawabnya. Kinasih
yang mendengarnya langsung terkejut, “Tidak, Bu”, ucapnya dengan suara
kecil. “Orang pendiam mana bisa menari, Bu”, ucap teman laki-lakinya diikuti
tawa teman sekelasnya.
310
Hal itu membuat Kinasih tambah tidak percaya diri dan merasa kurang
pantas, namun, dengan bayangan ibunya yang pernah bercerita bahwa
sebagai anak muda penerus bangsa ia harus menghargai dan mencintai
kebudayaan-kebudayaan di Indonesia, karena dengan kebudayaan itu
terciptalah persatuan dan kesatuan bangsa, salah satunya dengan tarian
tradisional. Akhirnya, Kinasih memberanikan diri untuk menerima tantangan
itu dan tidak peduli akankah ia menang atau tidak karena tujuannya adalah
untuk membuat ibunya bangga dan menunjukkan ke teman-temannya bahwa
orang pendiam pasti bisa.
Hari yang ditunggu-tunggu telah tiba, kelompok tari tradisional dari SMA
Negeri 1 Surakarta mulai bersiap untuk naik ke atas panggung. Perlahan demi
perlahan, alunan musik khas gamelan dibunyikan dan para penari mulai
menggerakkan badannya. Sekar tampil dengan penuh percaya diri karena ia
sudah lebih berpengalaman, tidak kalah indahnya dengan Kinasih yang
memunculkan aura baru tariannya dengan senyuman yang ia tampakkan ke
hadapan semua orang. Betapa terkejut teman-temannya melihat Si Pendiam
menari dengan sangat indah dan cantik. Alunan musik pun berhenti, dan
inilah saat yang paling ditunggu-tunggu. “Selamat kepada SMA Negeri 1
Surakarta berhasil meraih Juara 1 Tarian Tradisional Tingkat Nasional dengan
total nilai yang diraih sebesar 502! Beri tepuk tangan yang meriah untuk SMA
Negeri 1 Surakarta!”, ucap pembawa acara membuat semua orang terkejut,
terutama Kinasih. Betapa terharu dan tidak percayanya mereka diberi
kebahagiaan ini, mereka berhasil membawa nama baik sekolah sekaligus
membuat bangga para orang tua. Terima kasih, itulah kata yang mereka
ucapkan di atas panggung dengan ekspresi terharu.
“Mengenalkan dan mempertahankan
budaya itu penting, supaya manusia bisa
mengenal dirinya sendiri dan lebih saling
menghargai.” ― Maisie Junardy
311
Pesan Anonim
"Budaya bukan hanya untuk dipromosikan, namun juga
perlu dipelajari dan diwariskan kepada generasi muda"
"Bubduadyaayaitukimtaahhaanl yhaamrgaannuyasi.aTtaankpa "Jika kita ingin meletariskan
beradab" budaya, kita harus terus
menciptakannya"
"Budaya itu abadi dan akan selalu
dikenang"
"Culture is the widening of "Keragaman budaya bukan
the mind and of the spirit" menjadi pemecah melainkan
menjadi pemersatu bangsa"
"Keberhasilanmu adalah
kebanggaan bagimu, kami, dan
negeri ini"
312
"Jika kamu merasa ingin "Kebudayaan tidak akan
menyerah, menyerahlah, selamanya muda, kelak
akan dilupakan dunia,
Namun, lihatlah yang terpenting adalah
seberapa jauh kamu
sudah melangkah untuk tua dan bijaksana"
berjuang sampai ke titik
ini sedangkan yang lain
masih di belakang"
"Jangan pernah lupakan "Seni tidak dapat
negeri yang pernah ditentukan oleh waktu.
mendampingimu selama Seni akan datang di
ini" saat semuanya sudah
"Yang keren siap"
bukanlah anak
muda yang banyak
gaya, tetapi anak
muda yang banyak
karya"
313
PERTUNJUKAN TARI EVENT PELESTARIAN BUDAYA
Solo Menari 2022 SOLO MENARI
29 APRIL 2022
KBRN Surakarta: Pemerintah Kota
Surakarta menyelenggarakan kembali THE EVENT
Solo Menari Tahun 2022 secara hybrid
pada Jumat (29/4/2022) dari pukul 08.00 Tema Solo Menari 2022 yaitu Gatra
WIB hingga pukul 17.30 WIB. Solo Menari Manggala Muda yang berarti para
2022 digelar di lima lokasi, yaitu Lobby pemimpin muda membangun kota.
Utama Solo Square Kota Surakarta; Acara ini diharapkan menjadi ajang
DepanRumah Dinas Walikota Surakarta bersatunya para pemimpin muda di Kota
(Loji Gandrung); Area Pasar Antik Solo dalam semangat membangun kota.
Ngarsopuro; Area parkir McDonald’s
Slamet Riyadi; dan Halaman Balaikota Solo Menari 2022 mengangkat Wayang
Surakarta. Orang sebagai salah satu ikon Kota
Surakarta sebagai pertunjukan dalam
Solo Menari yang menampilkan Banjaran
Parikesit dengan konsep pertunjukan
wayang plataran. Pertunjukan ini akan
digarap secara kolosal dan kekinian oleh
Diwasa Diranagara sebagai sutradara.
314
2 1
3
10
4 13
5 67 15
89
11 12
14
16
Menurun
1. Candi Cetho dibangun pada masa kerajaan...
3. Payas agung berasal dari...
6. Serunai berasal dari kata...
7. Jogjakarta dikenal dengan makanan khasnya yaitu...
10. Rencong ada berbagai tingkatan, untuk para raja atau ratu
belatinya terbuat dari...
12. Senjata pisau belati pertama kali diperkenalkan oleh suku...
MENDATAR
2. Bali telah mengenal istilah potong gigi dengan nama....
4. Kebudayaan mekikuwo adalah upacara adat suku...
5. Bagian depan dari Jawi jangkep dibuat lebih panjang dibandingkan
bagian depan sebuah antisipasi untuk menyimpan...
8. Rumah Tongkonan dari Toraja, berasal dari kata tongkon yang artinya...
9. Rumah panjang merupakan rumah adat suku...
11. Gamelan merupakan alat musik tradisional dari...
13. Tari gambyong biasanya dibawakan untuk menyambut...
14. Tari saman berasal dari suku...
15. Papeda terbuat dari... 315
16. Cerita wayang gedog bersumber pada cerita...
Daftar Pustaka
Pengertian Budaya
https://id.wikipedia.org/wiki/Budaya
https://penerbitbukudeepublish.com/materi/pengertian-budaya/.
Wayang gedog
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Wayang_gedog
https://ebooks.gramedia.com/id/buku/sulukan-dan-lelagon-wayang-gedog-gaya-
surakarta
Candi Cetho
http://cagarbudaya.kemdikbud.go.id/cagarbudaya/detail/PO2016011200010/candi-
cetho
Tari Tradisional
Tari Pendet
https://ilmuseni.com/seni-pertunjukan/seni-tari/keunikan-tari-pendet
https://www.gramedia.com/literasi/tari-pendet/
Tari gambyong
https://id.wikipedia.org/wiki/Tari_Gambyong
Tari saman
https://www.gramedia.com/literasi/tarisaman/#Pengertian_Tari_Saman
Upacara Daerah
Definisi http://scholar.unand.ac.id/4586/2/BAB%201.pdf
Metatah
1.Ni Wayan Ernawati, “Makna Upacara Potong Gigi (Metatah) bagi Peserta Umat
Hindhu Bali di Pura Agung Jagad Karana Kota Surabaya”, hal.27-34.
2.VIDYA DARŚAN Vol 1 No 1 | November 2019 Jurnal Mahasiswa Prodi Filsafat Hindu
STAHN Mpu Kuturan Singaraja 78 MAKNA FILOSOFIS UPACARA METATAH DALAM
LONTAR EKA PRATHAMA
3. https://obs.linescdn.net/0h2UZxLnKfbXpnAXqA90gSLV9XYQtUZ3dzRWFyGERROk0e
LS57Wjc-GUIFN1ZCZH5_R2QjGEAIYB8aZiIoDg/w644
4. https://www.ngopibareng.id/images/uploads/2022/2022-01-12/uniknya-tradisi-
potong-gigi-di-bali-sebagai-tanda-kedewasaan--01.webp
316
Mekikuwo
https://voinews.id/indonesian/index.php/component/k2/item/97
https://voinews.id/indonesian/media/k2/items/cache/e44a6f32e15cb53ee479b2697e75
9e2e_L.jpg
https://inibaru.id/nuploads/5/mekiwuka.jpg
Seren Taun
https://www.kuningankab.go.id/wisata-dan-budaya/upacara-seren-taun
https://www.infobudaya.net/wp-content/uploads/2017/09/SUNDA-seren-taun.jpg
https://static.republika.co.id/uploads/images/inpicture_slide/warga-membawa-padi-
sebagai-simbol-kebersamaan-saat-perayaan-adat-_170914134329-213.jpg
Rumah adat
https://katadata.co.id/safrezi/berita/61542f995d634/7-keunikan-bangunan-rumah-
gadang
https://www.ruparupa.com/blog/rumah-gadang/
https://amp.kompas.com/yogyakarta/read/2021/12/27/204430678/5-rumah-adat-jawa-
tengah-keunikan-ciri-khas-dan-fungsi
https://kontraktor-jogja.co.id/rumah/adat/tongkonan/keunikan/
https://travel.detik.com/travel-news/d-5369545/8-keunikan-rumah-adat-tongkonan-
dari-toraja
https://www.indozone.id/life/d5soWqm/5-keunikan-honai-rumah-adat-papua-suku-dani
https://beranimengabdi.com/uncategorized/mengenal-keanekaragaman-rumah-adat-
ntt/
https://kearifanlokal.com/keunikan-rumah-adat-ntt-musalaki/
Senjata Tradisional
Rencong
https://acehprov.go.id/berita/kategori/jelajah/rencong-aceh
Pisau belati
https://www.kompas.com/skola/read/2021/05/20/142831369/keunikan-pisau-belati-
senjatatradisionalpapua#:~:text=Senjata%20tradisional%20ini%20diperkenalkan%20pe
rtama,pakaian%20adat%20pria%20khas%20Papua
Mandau
https://makassar.kompas.com/read/2022/01/18/103500778/asal-usul-mandau-senjata-
tradisional-suku-dayak-yang-terbuat-dari-batu page=all#:~:text=Mandau%20dibuat%
20oleh%20seorang%20pandai,terjadi%20di%20kalangan%20masyarakat%20Dayak.&te
xt=Selai%20itu%2C%20Mandau%20juga%20menjadi,penjajahan%20baik%20Belanda%
20maupun%20Jepang
317
Alat Musik Tradisional
1. Fathur Rohman, Keunikan Alat Musik Tifa dan Cara Memainkannya,
Katadata.co.id, dibuat pada 7 Desember 2021, diakses pada 14 Mei 2022,
https://katadata.co.id/safrezi/berita/61ae29d4ad820/keunikan-alat-musik-tifa-dan-
cara-memainkannya
2. Eris Kuswara, Keunikan Serunai Alat Musik Tiup Tradisional dari Minangkabau,
Koropak.co.id, dibuat pada 27 Maret 2022, diakses pada 14 Mei 2022,
https://koropak.co.id/17873/keunikan-serunai-alat-musik-tiup-tradisional-dari-
minangkabau
3. Raisha Azzahro, Sape Kalimantan Barat, Wikipedia.org, disunting pada 19
Oktober 2021, diakses pada 14 Mei 2022,
https://id.m.wikipedia.org/wiki/Sape_Kalimantan_Barat
4. Lala Nilawati, Asal Contoh Alat Musik Gamelan & Cara Memainkannya,
Gramedia.com, dibuat pada 2021, diakses pada 14 Mei 2022,
https://www.gramedia.com/literasi/alat-musik-gamelan/
5. Oase, Keso-keso, Budaya Indonesia.org, dibuat pada 31 Mei 2018, diakses pada
14 Mei 2022,
https://budaya-indonesia.org/Keso-keso/
Pakaian adat
https://katadata.co.id/iftitah/berita/615ac4e23039d/memahami-pakaian-adat-bali-
dari-makna-jenis-dan-unsurnya
https://katadata.co.id/safrezi/berita/615fc3af678d5/4-pakaian-adat-jawa-tengah-
yang-berkelas-dan-penuh-filosofi
https://www.gramedia.com/literasi/pakaian-adat-jawa-
tengah/#:~:text=Bisa%20dikatakan%2C%20pakaian%20adat%20Jawa,resmi%20m
engenakan%20pakaian%20Jawi%20Jangkep
Makanan khas
https://hot.liputan6.com/read/4464901/40-makanan-khas-daerah-di-indonesia-
beserta-asalnya-wajib-dicicipi
317
FEB 2022
Golden Generation
PENGENALAN BUDAYA DAN PERAN
GENERASI MUDA DALAM PELESTARIAN
WARISAN BUDAYA INDONESIA