The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

BUKU SISWA TATA TERTIB SMP NEGERI 1 KUTA

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by One Kuta Dolt, 2023-02-05 05:32:57

BUKU SISWA TATA TERTIB SMP NEGERI 1 KUTA

BUKU SISWA TATA TERTIB SMP NEGERI 1 KUTA

BUKU SAKU TTAATTAA TTEERRTTIIBB TE R AMPI L TE R AMPI L S O PAN DISIPL IN CE RDAS S ANTUN


TATA TERTIB PESERTA DIDIK SMP NEGERI 1 KUTA Jl. Dewi Sartika, Kuta, Badung, Bali Telp. (0361) 751506 Website: https://smpn1kuta.sch.id/


VISI SMP NEGERI 1 KUTA UNGGUL DALAM PRESTASI DAN BERWAWASAN LINGKUNGAN BERLANDASKAN BUDAYA LOKAL UNTUK MEMBENTUK PROFIL PELAJAR PANCASILA


JANJI SISWA SMP NEGERI 1 KUTA KAMI SISWA DAN SISWI SMP NEGERI 1 KUTA, BERJANJI 1. TAAT DAN TAQWA KEPADA TUHAN YANG MAHA ESA. 2. MENAATI DAN MELAKSANAKAN TATA TERTIB SEKOLAH. 3. HORMAT DAN PATUH KEPADA BAPAK/IBU GURU DAN STAFF SEKOLAH 4. MENJAGA NAMA BAIK DIRI SENDIRI, KELUARA DAN SEKOLAH 5. BERSEDIA MENERIMA SANKSI APABILA MELANGAR JANJI


MARS SMP NEGERI 1 KUTA SMP 1 KUTA CITRA DIRI KAMI KEMBANGKAN BELAJAR BERLANDAS IMAN DAN TAQWA BERPRESTASI BERBUDAYA PEDULI ALAM KAN MAMPU BERSAING JUJUR DAN BERTANGGUNG JAWAB MARI SIAPKAN DIRI MU BELAJAR LAH SELALU UNGGULLAH DALAM PRESTASI BERBUDI YANG LUHUR MARI WUJUDKAN ANGAN MU SETINGGI CITA CITAMU RAIHLAH MASA DEPANMU NYATA KAN HASILNYA MENGEMBANGKAN KREATIFITAS BAKAT MINAT DAN POTENSI MANDIRI KREATIF INOVATIF MAJU LAH ONE KUTA (2x)


TIM PENYUSUN Penulis: Ni Made Rishka Permata Sinta Pradnya Udrayana Dewa Ayu Kirana Dwi Putri Nadyiya Dwiyanti Ni Nyoman Triana Cintia Pramasitha Dewi Editor: Pt. Febry Budi Hendrawan, S.Pd.


TATA TERTIB PESERTA DIDIK SMP NEGERI 1 KUTA A. PENDAHULUAN Seiring perkembangan zaman bahwa peningkatan dan keberhasilan siswa harus diawali dengan disiplin yang tinggi, maka SMP Negeri 1 Kuta membuat tata tertib dengan tujuan: 1. Untuk digunakan sebagai rambu-rambu yang jelas dan tegas tentang norma, etika, dan disiplin yang harus di patuhi peserta didik dalam kegiatan sehari-hari di sekolah. 2. Mengantisipasi munculnya penyimpangan perilaku peserta didik seiring dengan perkembangan zaman. 3. Menciptakan suasana belajar yang harmonis, aman, dan nyaman penuh dengan suasana kekeluargaan B. KEWAJIBAN DAN HAK PESERTA DIDIK KEWAJIBAN PESERTA DIDIK 1. Melaksanakan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) 2. Menjalankan ajaran agama sesuai dengan kepercayaan masing-masing 3. Menciptakan suasana belajar yang kondusif, tertib, dan disiplin dalam meraih ilmu pengetahuan dan keterampilan


4. Hormat, sopan dan santun kepada semua warga SMP Negeri 1 Kuta termasuk juga tamu sekolah 5. Menjaga nama baik diri sendiri, keluarga, dan sekolah dimana pun dan kapan pun berada. 6. Memelihara 8K (Keamanan, ketertiban, kebersihan, kerindangan, kenyamanan, kesehatan, dan keindahan serta kekeluargaan sekolah). 7. Melaksanakan tugas-tugas pembelajaran dan tugas tugas lain dari guru atau sekolah dengan sebaik – baiknya 8. Mengikuti kegiatan ekstrakulikuler. 9. Mengenakan seragam sekolah sesuai ketentuan yang berlaku di sekolah 10.Mengikuti upacara bendera setiap hari Senin (bagi siswa siswi yang bersekolah pagi), dan mengikuti upacara penurunan bendara setiap hari Sabtu (bagi siswa siswi yang bersekolah siang), serta hari hari besar Nasional lainnya 11.Menjaga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah (tidak membuang sampah sembarangan dan tidak mencoret – coret fasilitas sekolah) 12.Mematuhi semua peraturan yang berlaku di sekolah HAK PESERTA DIDIK 1. Mendapatkan pelayanan Pendidikan sesuai dengan bakat, minat, dan kemampuannya 2. Memperoleh pelajaran agama 3. Mengikuti program berkelanjutan, baik untuk mengembangkan kemampuan diri maupun untuk


memperoleh pengakuan tertentu yang telah dibakukan 4. Pindah ke sekolah yang sesuai dengan syarat penerimaan siswa pada sekolah menengah yang dimasuki 5. Memperoleh laporan hasil belajar siswa 6. Menyelesaikan program Pendidikan sesuai dengan kemampuan dan aturan yang berlaku C. KEHADIRAN 1. Membudayakan 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan Santun) dilaksanakan setiap harinya dan berada di kawasan SMP Negeri 1 Kuta. 2. Peserta Didik diharuskan datang kesekolah sebelum jam 7 pagi (bagi siswa siswi kelas 8 dan 9), bagi siswa siswi kelas 7 diharuskan datang ke sekolah sebelum jam 12.15. 3. Mengikuti apel pagi (bagi siswa siswi kelas 8 dan 9), dan mengikuti apel siang (bagi siswa siswi kelas 7) 4. Peserta didik yang terlambat akan dicatat secara berkala oleh BK dan akan diberikan sanksi keterlambatan sesuai aturan yang ada di BK. 5. Selama kegiatan belajar mengajar berlangsung peserta didik tidak diperkenankan keluar masuk kelas dan bermain handphone di kelas tanpa seijin guru pengajar.


6. Pada waktu pergantian jam pelajaran, peserta didik tetap berada di ruang kelas menunggu guru berikutnya 7. Apabila 5 menit dari jadwal guru mata pelajaran belum masuk kelas, pengurus kelas wajib lapor kepada guru piket 8. Selambat lambatnya 60 menit setelah jam pelajaran berakhir siswa sudah meninggalkan sekolah, kecuali ada kegiatan sekolah lainnya yang telah mendapat ijin dari pihak sekolah. 9. Selama jam belajar, siswa tidak diperkenankan keluar dari halaman sekolah tanpa seijin guru piket, guru BK, dan petugas keamanan sekolah. 10.Kegiatan sekolah pada hari libur atau diluar jam pelajaran harus didampingi guru atau pihak sekolah. D. KETIDAKHADIRAN 1. Bagi peserta didik yang tidak hadir/absen di sekolah, maka pada hari pertama ia masuk kembali harus menyertakan surat dari orang tua/ wali siswa kepada guru piket/ wali kelas disertai surat ijin. 2. Apabila ketidakhadiran disebabkan sakit diwajibkan menyerahkan surat keterangan sakit dari dokter, dan diserahkan kepada wali kelas 3. Apabila karena suatu hal direncanakan akan tidak hadir di sekolah, maka orang tua/ wali peserta didik harus mengajukan permohonan ijin


kepada wali kelas atau pimpinan kelas disertai surat ijin 4. Ketidakhadiran peserta didik di sekolah tanpa keterangan (alpa) 3 kali atau lebih berturut – turut dalam satu minggu ataupun ijin lebih dari 3 hari, maka peserta didik diwajibkan menghadap kepala sekolah bersama orang tua/wali siswa E. PAKAIAN SERAGAM 1. Pakaian seragam sekolah diatur oleh satuan tingkat Pendidikan dengan ketentuan sebagai berikut: a. HARI SENIN – SELASA 1. Putra: Topi berlogo sekolah, baju putih lengan pendek lengkap dengan atribut sekolah seperti di saku sebelah kiri berisi emblem osis, dasi berlogo sekolah, dan di lengan kanan bertuliskan SMP Negeri 1 Kuta. Celana pendek biru dengan ketentuan 5 cm diatas lutut, ikat pinggang sekolah, sepatu hitam, kaos kaki putih berlogo sekolah yang ditentukan tingginya 10 cm diatas mata kaki serta sepatu hitam polos. 2. Putri: Topi berlogo sekolah, baju putih lengan pendek lengkap dengan atribut sekolah seperti di saku sebelah kiri berisi emblem osis, dasi berlogo sekolah, dan di


lengan kanan bertuliskan SMP Negeri 1 Kuta. Rok pendek biru dengan ketentuan harus menutupi lutut atau dibawah lutut, ikat pinggang berlogo sekolah, sepatu hitam, kaos kaki putih berlogo sekolah yang ditentukan tingginya 10 cm diatas mata kaki serta sepatu hitam polos. 3. Bagi siswa putri diwajibkan memakai pita biru, tidak boleh memakai poni dan dikepang dua. b. HARI RABU 1. Pakaian endek merah dengan ketentuan yang sama pada poin (a) di atas. c. HARI KAMIS 1. Siswa siswi menggunakan pakaian adat daerah bali • Putra: diwajibkan menggunakan kemeja endek merah serta menggunakan udeng. Tidak diperbolehkan mengenakan pakaian kaos ataupun berkerah. • Putri: kebaya diwajibkan berlengan Panjang, dengan model kartini berwarna merah dan tidak diperbolehkan menggunakan kain yang tipis/menerawang. Serta siswa


putri diwajibkan diikat satu dengan menggunakan pita biru. Kamen yang digunakan berupa kamen lembaran (bukan kamen jadi). 2. Alas kaki siswa dan siswi • Untuk siswa siswi tidak diperbolehkan menggunakan sandal jepit dan high heels. d. HARI JUMAT – SABTU 1. Pakaian pramuka lengkap dengan kacu dan ring berwarna merah. 2. Putri: menggunakan kulot/rok coklat diwajibkan sampai menutupi lutut atau dibawah lutut serta diwajibkan menggunakan pita coklat, tidak boleh memakai poni dan dikepang dua. 3. Putra: menggunakan celana coklat dengan ketentuan 5 cm di atas lutut. 4. Kaos kaki hitam berlogo sekolah, ikat pinggang berlogo sekolah atau berlogo tunas kelapa serta sepatu hitam polos. e. HARI RAYA BESAR UMAT HINDU 1. Siswa siswi menggunakan pakaian adat persembahyangan • Putra: menggunakan baju kemeja berwarna putih (tidak diperbolehkan


menggunakan baju kaos atau berkerah), saput berwarna kuning dan udeng berwarna putih. • Putri: diwajibkan menggunakan kebaya berwarna putih bermodel kartini (tidak boleh berbahan dasar brokat, tipis/menerawang). Kamen lembaran berwarna kuning (tidak boleh terlalu pendek dan kamen jadi), selendang berwarna kuning, serta rambut harus diikat 1. 2. Tidak diperbolehkan menggunakan alas kaki berupa sandal jepit dan high heels. f. Khusus 1. Putra diwajibkan menggunakan dalaman singlet putih (tidak boleh menggunakan baju kaos). 2. Putri: diwajibkan menggunakan dalaman yang berlapis sehingga tidak tampak dari luar serta menggunakan celana pendek sebagai dalaman rok.


F. BERPENAMPILAN (RAMBUT) Siswa siswi wajib mengikuti ketentuan yang mengatur dalam berpenampilan 1. Putra: Rambut dicukur pendek dan rapi menurut ketentuan sekolah dengan ukuran (3-2-1 cm) 2. Putri: Rambut dikepang dan mengenakan pita sesuai hari dan tidak boleh memakai poni. G. LARANGAN Peserta didik di larang melakukan hal-hal sebagai berikut: 1. Mengendarai sepeda motor untuk tujuan ke sekolah, jika melanggar akan dikenakan sanksi berupa kunci motor disita dan pemanggilan orang tua. 2. Membawa dan mengkonsumsi rokok, vape, narkoba, dan minuman keras yang mengandung alkohol atau sejenisnya di dalam maupun luar lingkungan sekolah. 3. Membawa/menggunakan mainan seperti kartu ( uno, dom, remi,dan lainnya), serta lato – lato. 4. Membawa/ menggunakan benda – benda berbahaya ke sekolah, seperti senjata tajam, senjata api atau alat lain yang dapat menimbulkan bahaya. 5. Membawa buku/ majalah/ bacaan yang mengandung unsur pornografi, dan buku diluar buku pelajaran sekolah seperti komik dan buku


lainya yang tidak mendukung pembelajaran literasi disekolah. 6. Mengajak atau memulai perkelahian secara pribadi atau sekelompok (genk) di dalam dan di luar sekolah 7. Membuat genk 8. Melawan secara langsung atau tidak langsung terhadap kepala sekolah, guru, dan tenaga pendidik. 9. Mencuri barang orang lain secara pribadi / kelompok. 10.Berpacaran. 11.Merusak/ menghilangkan sarana sekolah. Apabila hal ini terjadi maka siswa yang bersangkutan harus mengganti/ memperbaiki barang atau sarana yang rusak/hilang tersebut. 12.Melakukan pemerasan atau meminta uang/barang lainnya dengan cara paksa. 13.Melakukan perundungan secara verbal, nonverbal ataupun cyber bullying. 14.Bersolek (berhias diri) berlebihan dengan membawa alat seperti perhiasan, make up, liptint, lipstick, lip balm berwarna, kutek, penjepit bulu mata, sisir, bedak, dan catokan 15.Membawa earphone, headset. 16.Berpenampilan • Putra: potongan rambut tidak botak/ gundul, tidak diperbolehkan memotong rambut


dengan divariasikan atau model gaya rambut apapun, rambut tidak gondrong, tidak melebihi telinga dan kerah baju, tidak diwarnai. Serta tidak diperbolehkan untuk bertindik dan codet. • Peserta didik laki laki tidak diperbolehkan memakai perhiasan seperti anting, kalung, cincin serta gelang, sedangkan peserta didik perempuan tidak diperbolehkan memakai perhiasan seperti kalung, cincin, gelang. • Peserta didik Perempuan: dilarang untuk mewarnai rambut dan kuku, memakai lipstick, lip balm berwarna, liptint, memakai pensil alis, mascara, eyeliner, dan lensa mata (soflens). 17.Memakai/ menggunakan peralatan elektronik gawai (smartphone) selama kegiatan belajar mengajar berlangsung kecuali perintah dari guru pengajar. 18.Membeli/ menerima contekan/ kerjasama saat ulangan atau ujian. 19.Melakukan kegiatan vandalisme atau membuat coretan pada tempat yang tidak semestinya (dinding, meja, kursi, pagar, dan lainnya) jika melanggar harus memperbaiki seperti semula. 20.Meninggalkan sekolah sebelum kegiatan belajar berakhir tanpa seijin guru, wali kelas/ pimpinan sekolah


21.Membeli makanan atau minuman di luar area sekolah di saat kegiatan belajar mengajar. 22.Menyimpan atau membuang sampah di sembarangan tempat. 23.Memakai topi, jaket, kemeja flannel, dan sebagainya di area sekolah. Beberapa hal yang dituangkan pada aturan larangan siswa, dapat dikecualikan atau boleh dibawa ke sekolah apabila mendapat ijin dan konfirmasi dari guru yang mengampu pelajaran tersebut. H. KEBERSIHAN KELAS 1. Setiap siswa bertanggung jawab atas kebersihan kelas sebelum dimulainya pelajaran, dalam proses pembelajaran, serta sebelum meninggalkan kelas. 2. Setiap kelas wajib membentuk tim piket kelas yang secara bergiliran bertugas menjaga kebersihan kelas. 3. Setiap piket kelas wajib melaksanakan tugas: a. Membersihkan lantai, kolong meja, serta merapikan meja/kursi sebelum jam pelajaran pertama dimulai. b. Merapikan dan memelihara alat kebersihan dan harus diletakkan secara rapi pada pojok ruang kelas. c. Menulis papan absensi kelas.


d. Kebersihan tangga yang berada diantara 2 kelas yang saling berdekatan adalah tanggung jawab kedua kelas tersebut. e. Melaporkan kepada guru piket/wali kelas tentang Tindakan-tindakan pelanggaran di kelas yang menyangkut kebersihan dan ketertiban kelas. Misalnya: coret-coret f. Setiap siswa membiasakan membuang sampah pada tempat yang telah ditemukan. I. PENJELASAN TAMBAHAN 1. Rambut laki-laki dinyatakan panjang apabila rambut belakang melewati kerah baju, di samping menyentuh daun telinga serta rambut bagian atas melewati jari ketika disisir dengan jari. 2. Sepatu hitam polos maksudnya warnanya benarbenar hitam secara keseluruhan. J. SANKSI DAN TINDAKLANJUT Peserta didik yang melakukan pelanggaran terhadap ketentuan yang tercantum dalam tata tertib di sekolah dikenakan sanksi melalui tahapan berupa: 1. Teguran lisan dan tertulis 2. Penugasan kebersihan atau yang lainnya 3. Pemanggilan orang tua / wali 4. Dikembalikan kepada orang tua / wali


Pembinaan dan sanksi yang di maksud adalah: 1. Teguran lisan dan langsung oleh guru atau tenaga pendidik. Guru atau tenaga pendidik menegur secara langsung peserta didik yang melakukan pelanggaran ringan. 2. Teguran tertulis dan dicatat Guru atau tenaga pendidik mencatat pelanggaran peserta didik. 3. Peserta didik membuat perjanjian Bersama orang tua/ wali siswa. Peserta didik membuat perjanjian tertulis bila terjadi pelanggaran yang dilakukan. Perjanjian tertulis Bersama orang tua/ wali di hadapan guru BK atau kesiswaan atau kepala sekolah. 4. Skorsing Skorsing diberikan oleh kepada sekolah, apabila memenuhi salah satu kriteria berikut: a. Usulan guru atau tenaga pedidik yang di putuskan pada forum rapat guru. b. Melakukan pelanggaran yang berulang – ulang atau dinilai pimpinan sekolah cukup berat atau berdampak negatif. c. Karena melanggar perjanjian tertulis yang dibuat bersama orang tua/ wali siswa. d. Melakukan pelanggaran tata tertib yang dinilai atau dianggap berat atau berdampak luas oleh pimpinan sekolah.


5. Dikembalikan kepada orang tua atau wali a. Sudah di kenakan sanksi skorsing 3x dalam setahun. b. Tidak masuk sekolah 12 hari efektif tanpa mengirim pemberitahuan (alpa) c. Berbuat asusila, baik di lakukan di sekolah atau di luar sekolah. d. Terbukti menjadi genk sekolah. e. Melakukan tindak kriminal, baik dilakukan di sekolah atau di luar sekolah. f. Berkelahi secara pribadi atau kelompok (genk) baik di lakukan di sekolah atau di luar sekolah. g. Mencuri barang orang lain secara pribadi atau berkelompok. K. PENUTUP Hal – hal yang belum atau tidak diatur dalam tata tertib ini akan diperbarui kemudian. Dengan dikeluarkan nya tata tertib ini, maka tata tertib yang terdahulu dinyatakan tidak berlaku lagi. Kuta, Februari 2023 Kepala SMP Negeri 1 Kuta I Wayan Sutarsa, S.Pd., M.Pd. NIP. 197308081999031012


Click to View FlipBook Version