Agnatha dan Chondrichthyes
A. PISCES
Pengertian
Ikan ialah salah satu jenis hewan vertebrata yang bersifat poikilotermis (berdarah dingin),
mempunyai ciri khas pada tulang belakang, insang (operculum) dan juga siripnya serta
bergantung pada air tempat tinggal sebagai medium kehidupannya
Ciri-Ciri
a. hidup di perairan di sungai atau di laut
b. tubuhnya di lengkapi dengan sirip-sirip untuk membantu berenang dan menjaga
keseimbangan tubuh
c. mempunyai gurat sisi yang berfungsi untuk mengetahui teknan air
d. berkembangbiak dengan cara bertelur
Sistem Ekresi
Mekanisme ekskresi ikan yang hidup di air tawar berbeda dengan ikan yang hidup di air
laut. Ikan yang hidup di air tawar, mengekskresi amonia dan aktif menyerap ion
anorganik melalui insang serta mengeluarkan urine dalam jumlah besar. Sebaliknya, pada
ikan yang hidup di laut mengekskresikan sampah nitrogen berupa trimetilamin oksida
(TMO) yang memberi bau khas ikan laut, menghasilkan ion-ion lewat insang, serta
mengeluarkan urine sedikit. Ginjal ikan air laut tidak memiliki glomerulus. Akibatnya,
tidak terjadi ultrafiltrasi di ginjal dan pembentukan urine sepenuhnya oleh sekresi garam-
garam dan TMO yang berkaitan dengan osmosis air
Sistem Respirasi
Proses respirasi pisces dilakukan dengan menggunakan insang. Insang berbentuk
lembaran-lembaran tipis berwarna merah muda dan selalu lembap. Bagian terluar dari
insang berhubungan dengan air, sedangkan bagian dalam berhubungan erat dengan
kapiler-kapiler darah. Tiap lembaran insang terdiri dari sepasang filamen, dan tiap
filamen mengandung banyak lapisan tipis (lamela). Pada filamen terdapat pembuluh
darah yang memiliki banyak kapiler sehingga memungkinkan O2 berdifusi masuk dan
CO2 berdifusi keluar. Insang pada ikan bertulang sejati yang ditutupi oleh tutup insang.
Tutup insang disebut operculum. Insang pada ikan bertulang rawan tidak ditutupi oleh
operkulum.
Fase pernapasan pada ikan
a. Respirasi eksternal (ekspirasi)
O2 dari air masuk ke dalam insang kemudian O2 diikat oleh kapiler darah untuk
dibawa ke jaringan-jaringan yang membutuhkan.
b. respirasi internal (inspirasi)
CO2 yang dibawa oleh darah dari jaringan akan bermuara ke insang dan dari insang
diekskresikan keluar tubuh
Sistem pencernaan
Dimulai dari rongga mulut – makanan masuk ke esophagus melalui faring – dari
kerongkonan makanan di dorong masuk ke lambung – dari lambung makanan masuk
ke usus – bermuara pada anus
Sistem reproduksi
Reproduksi ikan dilakukan fertilisasi, ditandai dengan peleburan gonad jantan dan gonad
betina. Proses fertilisasi pada ikan ada dua cara, yaitu fertilisasi internal (pembuahan di
dalam) dan fertilisasi eksternal (pembuahan di luar). Meskipun demikian, sebagian besar
ikan melakukan fertilisasi eksternal dan hanya sebagian kecil yang melakukan fertilisasi
internal
Sistem saraf
Ikan menerima rangsang dari lingkungannya melalui organ perasa. Rangsangan tersebut
selanjutnya diteruskan dalam bentuk impuls ke otak. Respon yang diberikan oleh otak
dimanifestasikan dalam bentuk tingkah laku. Sel-sel saraf mulai berkembang sejak
permulaan stadia embrio dan berasal dari lapisan germinal terluar (ectoderm). Unit
terkecil dari sistem saraf disebut neuron (sel saraf). Setiap neuron terdiri atas inti dan
jaringan (perpanjangan sel). Perpanjangan sel terdiri atas dendrite (berfungsi sebagai
penerima impuls) dan axon (berfungsi sebagai penerus impuls). Pertemuan antara axon
dan dendrite dari sel saraf lainnya disebut synapse.
1. AGNATHA
Pengertian
Kata Agnatha berasal dari kata (A = tidak , Gnathos = rahang ). Hewan yang termasuk
Agnatha merupakan ikan primitif belum punya rahang . Hidup secara parasit ataupun
pemakan bangkai (Scavanger ) .Bentuknya mirip seperti belut yang memiliki mulut
pengisap bundar
Struktur tubuh aghnata
Agnatha bernapas dengan insang. Pertukaran gas pada Agnatha terjadi pada pasangan-
pasangan ingsang interna, dengan tiap ingsang ditunjang oleh satu lengkung tulang. Air
masuk melalui mulut, melalui insang dan keluar melalui serangkaian kantung insang
yang bermuara dipermukaan
Klasifikasi
Ciri-ciri ikan yang termasuk dalam kelas Agnatha.
- Tidak memiliki rahang.
- Mereka memiliki notokorda dengan kerangka yang terdiri atas tulang rawan.
- Mereka telah memiliki celah insang.
- Mereka adalah ikan yang hidup paling primitive.
- Memiliki sepasang mata, badannya memanjang berbentuk silinder, ekornya pipih,
kulitnya licin tanpa sisik dan diliengkapi kelenjar lendir (Mucus).
- Sirip tengah dorsal disokong oleh tulang -tulang sirip bertulang rawan.
- Mulutnya ventro anterior dan merupakan mulut pengisap yang di pinggirnya terdapat
tentakel.
- Kantong hidung terdapat disebelah tengah atas dan jumlahnya hanya satu.
- Tengkorak kepala dan lengkung insang (Viceral) terdiri dari tulang rawan dan
notocord masih didapati /dilengkapi Archus neuralis yang tidak sempurna.
- Jantung terdiri dari 2 ruang (Serambi & Bilik).
- Memiliki darah merah yang berbentuk bulat-bulat dan berinti serta memiliki butir-
butir darah putih.
- Insang terdiri dari 6-14 pasang terdapat di sisi Pharynx berbentuk kantong.
- Ginjalnya sepasang bermuara di Papilurogenitalis.
- Suhu tubuh tidak tetap (Poililoterm).
- Pembuahan terjadi di luar tubuh, telur yang sudah dibuahi menetas menjadi larva dan
ada yang langsung menjadi hewan (anak) dewasa.
- Otaknya berkembang baik, dengan 8 atau 10 pasang saraf Cranial, mempunyai alat
pendengaran dengan 1 atau 2 bentuk saluran setengah lingkaran.
- Mempunyai Indra pembau
klasifikasi aghnata
- Hagfish (hewan bermulut lingkar) merupakan hewan berdarah dingin dengan mulut
berbentuk lingkaran, gigi dari zat tanduk, mempunyai lidah dan kulit tidak bersisik.
Pencernaan makanan berupa pipa lurus, mempunyai anus, tanpa kloaka. Hagfish
adalah jenis ikan pemakan bangkai ikan yang diyakini memiliki hubungan dengan
vertebrata tertua yang ada.
- petromyzontiformes (Lamprey) Lamprey adalah salah satu jenis ikan yang primitif,
muncul pada zaman Devon 400 juta tahun yang lalu. Ikan ini tidak memiliki tulang
rahang, memiliki tujuh pasang lubang insang (gill-holes) dan mulut itu dilengkapi
dengan suctorial. Lamprey dapat menyerang ikan yang lebih besar, karena lamprey
bersifat parasit pada mangsanya dengan melekat dan memarut badan ikan tersebut, air
ludahnya mengandung bahan kimia zat anti-coagulant yang membuat luka di tubuh
inangnya tetap terbuka, sehingga mereka bisa terus menghisap darah inangnya
tersebut. Lemprey ditemukan dalam lingkungan laut dan air tawar.
Sistem Pada Agnatha
- Sistem Respirasi
Sistem respirasi agnatha dicirikan dengan tujuh pasang kantong insang, berisi
lembaran-lembaran insang yang mengandung banyak kapiler darah
- Metabolisme
Agnatha termasuk hewan hewan ektoterm, suhu tubuh mengikuti suhu lingkungan.
- Sistem pencernaan
Saluran pencernaan makanan dimulai dari mulutà pharynx yang pendek tidak ada
lambung
- Sistem Peredaran Darah
serambi dan bilik. Ventrikel memompakan darah ke arteri dan atrium menerima darah
- Sistem Eksresi
Terdapat dua buah ginjal (tingkat mesonephros) dilengkapi saluran sampai ke sinus
urogenitalis selanjutnya ke papila urogenitalis
- Sistem rangka
Sistem Rangka agnatha terdiri dari tulang rawan, berupa jaringan ikat yang rapat
Sistem pada aghnata
- Sistem Saraf
Agnatha hanya mempunyai notochord, yang merupakan bentuk colomna vertebralis
paling awal
- Sistem reproduksi
Hewan betina mempunyai ovariy menghasilkan beribu-ribu telor dan hewan jantan
mempunyai testis menghasilkan sperma. Saluran kelamin tidak ada pada kedua jenis
kelamin tersebut
2. CHONDRICHTHYES
Pengertian
Chondrichthyes berasal dari bahasa latin yaitu chondros: tulang rawan; ichtyes:ikan, yang
artinya ikan bertulang rawan. Kelas ini merupakan vertebrata rendah. Ikan adalah
anggota vertebrata poikilotermik (berdarah dingin) yang hidup di air dan bernafas dengan
insang. Ikan bertulang rawan adalah ikan berahang, mempunyai sirip berpasangan,
lubang hidung berpasangan, sisik, jantungberuang dua, dan rangka yang terdiri atas
tulang rawan bukan tulang sejati. Mereka dibagi menjadi dua subkelas: Elasmobranchii
(hiu, pari dan skate) dan Holocephali (kimera, kadang-kadang disebut hiu hantu, dan
kadang dipisahkan menjadi kelas tersendiri)
Ciri umum
- Rangka tulang rawan; Kerangka bertulang rawan pada ikan-ikan kelas ini adalah
karakteristik yang diperoleh, bukan karakteristik primitif. hal itu disebabkan leluhur
chondrichthyes ternyata memiliki kerangka bertulang keras dan kerangka bertulang
rawan yang merupakan karakteristik kelas itu berkembang setelahnya. Selama
perkembangan sebagian besar vertebrata, mula-mula kerangka tersusun atas tulang
rawan, kemudian menjadi tulang keras (mengeras) seiring dengan mulai digantinya
matrik tulang rawan yang lunak dengan matrik kalsium fosfat yang keras.
- Ada yang bersisik dan ada pula yang tidak
- Letak celah insang lateral dan ventral
- Ada yang mempunyai spirakulum dan ada yang tidak
- Sirip berpapasan
- Lubang hidung sepasang; Lubang hidung pada kelas chondrichthyes hanya berfungsi
untuk penciuman.
Klasifikasi
- Ordo Squaliformes
mencakup semua jenis ikan hiu
- Ordo Rajiformes
mencakup jenis-jenis ikan pari
Sistem eksresi
Dua ginjal yang ramping terdapat tepat dibawah selom disepanjang aorta dorsal. Urine
dikumpulkan dalam tubulus segmental yang bergabng dengan saluran longitudinal
Sistem respirasi
Dengan membuka dan menutup mulut ikan hiu menghalau air kedalam mulut dan
menekan keluar dengan kekuatan (mulut menutup) melalui celah insang dan spiracle.
Insang tersusun atas filamen (lembaran-lembaran) yang banyak mengandung pembuluh
darah kapiler. Darah dari ventral aorta akan melalui kapiler tersebut melepaskan CO2
dan mengikat oksigen yang larut dalam air.
Sistem pencernaan
Pada Chonrichthyes terdiri dari mulut, faring, oesofagus yang pendek, lambung, usus dan
bermuara ke anus. Mulut yang lebar dibatasi oleh barisan transversal gigi yang meruncing
tajam; gigi ini tertanam didalam daging pada rahang dan secara berkala digantikan oleh
barisan gigi baru dari belakang, lidah yang rata menempel ke lantai mulut, disisi faring
yang lebar terdapat lubang yang mengarah ke celah insang dan spirakel yang terpisah.
Sistem reproduksi
Fertilisasi internal, ikan hiu jantan mempunyai alat kopulasi yang disebut klasper
(penjepit). Yang betina mempunyai 2 ovarium didekat ujung anterior kavum abdominal,
telur yang masak melepaskan diri menembus selaput ovarium, dan masuk kedalam selom.
Telur itu lalu ditarik masuk kedalam ostium yang membentuk corong, terus masuk
oviduk. Ujung posterior oviduk itu masing-masing membesar menjadi uterus. Dalam
uterus embrio berkembang sampai menjadi ikan hiu yang dapat berenang
Sistem saraf
Otak ikan hiu sudah lebih maju di banding lamprey, dari dua sakus olfaktori dibagian
moncong, saluran ofaktori memanjang ke lobus olfaktori besar yang melekat pada
pasangan selebral hemisfer diencephalon
3. PLEUROTREMATA
Pengertian
Memiliki bentuk tubuh kumparan dengan penampang melintang subsilinder, insang
terletak pada bagian latero-anterior tubuh (kiri-kanan kepala) anterior dari sirip pektoral.
Hidup di laut tropis dan subtropis Terdapat 80 genera dan 280 spesies
Seperti ikan laut lainnya, ordo pleurotremata juga memiliki ciri khas yang mudah dikenal.
- Badan hiu biasanya memanjang berbentuk cerutu atau poros.
- Sirip ekornya banyak berujung runcing, dimana cuping ekor atas sering jauh lebih
panjang dari cuping bawahnya
- posisi mulutnya yang terletak di bagian bawah.
- Insangnya terbuka keluar dengan celah insang 5-7 buah yang terletak pada sisi
kepala.
Contoh : Carcharias (hiu sejati), Sphyrna (hiu palu), Mustelus, Scyliorhinus (dogfish),
Cetorhinus
Sistem reproduksi
Pada umunya ikan hiu memiliki tiga cara reproduksi. Namun kebanyakan hiu bersifat
ovovivipar, ada beberapa hiu yang bertelur.
- Viviparity, Hal ini terjadi ketika hiu betina menyediakan makanan bagi embrio yang
ada dalam tubuhnya. Makanan ini disebut sebagai sekresi susu uterus atau melalui
koneksi plasenta.
- Oviparity, Cara ini dimana ikan hiu akan meletakkan telurnya di ganggang atau koral.
Setelah telur aman telur tidak menerima perlindungan atau makanan dari induknya.
- Ovoviviparity, Teknik ini mirip dengan viviparity karena telur dibuahi, menetas dan
berkembang di dalam tubuh hiu betina kemudian anak di lahirkan
Sistem pencernaan
- Mulut : diperkuat oleh gigi polipiodont
- Faring : terdapat celah insang dan spirakel
- Kerongkongan : pendek dan lebar
- Lambung : tempat penxernaan secara kimia dan mekanik
- Usus : memliki klep spiral
- Rectum : dari usus makanan kemudian disalurkan ke rectum dan di keluarkan melalui
kloaka
4. HYPOTREMATA
Pengertian
Hypotremata termasuk pada ordo ini semua jenis ikan pari, bentuk tubuh pipih
dorsoventral, kecuali pada ikan gergaji. Letak celah insang ventral. Di bagian dorsal
selalu terdapat spirakel. Hidup di laut tropis dan subtropis. Terdapat 49 Genera dengan
315 spesies. Contoh : Pristis (hiu gergaji), Raja (hiu pari), Dasyatis (sting rays),
Dasybatus, Manta, Myobatis.
Secara Morfologi :
Kerangka tulang rawan
- Memiliki 5 -6 celah insang yang terletak pada bagian ventral
- Memiliki spirakel dan clasper
- Tubuh dilapisi lendir dengan bentuk sisik plakoid
- Bentuk tubuh gepeng melebar (depressed)
- Ekor seperti cambuk, beberapa spesies terdapat satu atau lebih duri penyengat di
bagian ventral dan dorsal
Secara fisioligi
Sistem Respirasi
Ikan pari melakukan respirasi dengan membuka dan menghalau air ke dalam mulut dan
menekan keluar dengan kekuatan menutup mulut melalui celah insang dan spiracle.
- Sistem Pencernaan
Alat pencernaannya terdiri atas mulut, faring, esofagus, lambung, usus, kloaka, dan
anus. Mulut : terdapat rahang yang bergigi
Faring : terbuka dan berhubungan dengan 5 celah
- Sistem Ekskresi
Memiliki sepasang ginjal yang berbentuk memanjang serta memiliki kelenjar pada
permukaan kulitnya.
Kelenjar tersebut berfungsi untuk menghasilkan lendir untuk melicinkan tubuh ikan
sehingga memudahkan gerakan ikan di dalam air.
- Sistem Reproduksi Ikan pari
merupakan dioecious.
Vivipar (Pastenague) = melahirkan anaknya lahir serupa dengan induknya
Ovipar (Rajdae) = bertelur yang di erami dan menetas di luar tubuh induk Ovovivipar
(pari manta) telur menetas saat masih berada di dalam tubuh induknya
- Sistem Saraf
Sel saraf pada ikan pari berkembang menjadi suatu susunan yang kompleks dengan
mengagabungkan sistem sarafnya Sekitar 5000 sel terdapat di bagian ekor Claspers
pada ikan pari
5. CHIMAERAFORMES
Pengertian
Sub kelas Holocephali adalah takson ikan bertulang rawan, dimana urutan
Chimaeraformes adalah satu-satunya kelompok yang masih hidup. Ordo Chimaeras
adalah ikan kartilaginosa dalam urutan Chimaeraformes, sering dikenal secara informal
sebagai hiu hantu, ratfish, spookfish, atau baronang. Chimaera dikatakan langka
Klasifikasi
- Ploughnose chimaera
- Cape elephantfish
- Callorhinchus milii
Struktur dan fungsi
Morfologi :
- Chimaera memiliki kerangka yang tersusun atas tulang rawan.
- Kulit mereka halus dan sebagian besar ditutupi oleh sisik placoid.
- Untuk pertahanan Chimaera memiliki duri berbisa yang terletak di depan sirip
punggung.
- Chimaera menyerupai hiu dalam beberapa hal yaitu mereka menggunakan penjepit
untuk fertilisasi internal betina dan mereka bertelur dengan cangkang yang keras.
- Namun, tidak seperti hiu umumnya, Chimaera jantan juga memiliki pelengkap
seksual di depan kepalanya (sejenis tentaculum) dan di depan sirip perut
- Chimaeras memiliki dua sirip punggung, sirip punggung pertama memiliki tulang
beracun. Sirip punggung kedua adalah bertulang.
- Sub kelass Holocephali didefinisikan dengan memiliki satu bukaan insang setiap sisi
kepala, piring gigi menyatu, dan sirip punggung pertama dengan memanjang tulang
belakang.
Ciri-ciri umum
Chimaera termasuk dalam keluarga ikan laut dalam yang tubuhnya tidak ditopang oleh
tulang keras, melainkan oleh tulang rawan. Hewan ini memiliki ciri mata yang besar,
sirip seperti sayap burung, dan gigi pipih untuk menggilas makanan.
- Celah insang tertutup celah operculum
- Dorsal dan caudal meruncing
- Hidup pada kedalaman sekitar 200 meter
- Makanannya adalah ikan, invertebrata dan juga rumput laut
Sistem Reproduksi
Mereka memiliki tubuh tebal yang lancip, ekor tikus yaitu tipis panjang. Jantan memiliki
tiga organ menggenggam. Mereka memiliki dua graspers pada panggul mereka yang
mereka gunakan ketika mereka kawin. Mereka memiliki satu orang tamak dengan hook
di atasnya yaitu di kepala mereka yang mereka gunakan untuk menangkap perempuan