Kurikulum Merdeka Disusun Oleh : Kelompok 3 Kelas 2E PGSD UPI Kampus Sumedang 2023/2024 Pendekatan Komunikatif Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia
Kata Pengantar i Puji dan syukur senantiasa kami ucapkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas karunianya sehingga kami dapat menyelesaikan e-book panduan pendekatan komunikatif. Bahasa merupakan alat komunikasi yang sangat penting dalam kehidupan manusia. Melalui bahasa, kita dapat menyampaikan pikiran, perasaan, dan gagasan kepada orang lain. E-book ini hadir sebagai salah satu panduan guru dalam menggunakan pendekatan komunikatif. Pendekatan ini menekankan pada penggunaan bahasa secara nyata dalam situasi komunikasi yang sebenarnya. Dengan demikian, pembelajaran bahasa tidak hanya berfokus pada penguasaan tata bahasa dan kosakata saja, tetapi juga pada kemampuan menggunakan bahasa secara tepat dalam konteks yang bermakna. Melalui e-book ini, pembaca akan mengetahui bagaimana cara mempraktikan pendekatan komunikatif di pembelajaran bahasa. Kami berharap e-book ini dapat menjadi panduan yang bermanfaat bagi siapa saja yang ingin meningkatkan kemampuan untuk melakukan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa di sekolah dasar.
Daftar Isi ii Kata Pengantar.................................................................i Daftar Isi.............................................................................ii BAB 1 Pendahuluan..........................................................1 A. Latar Belakang.............................................................1 B. Pendekatan Pembelajaran Bahasa Indonesia..2 BAB 2 Teori Dasar...........................................................4 A. Pengertian Pendekatan Komunikatif..................4 B. Tujuan & Manfaat Pendekatan Komunikatif....6 C. Prinsip-Prinsip Pendekatan Komunikatif...........7 D. Karakteristik Pendekatan Komunikatif..............8 BAB 3 Penerapan Pendekatan Komunikatif.........11 A. Contoh RPP Pendekatan Komunikatif...............11 B. Video Simulasi Pendekatan Komunikatif.........14 BAB 4 Penutup.................................................................15 A. Kesimpulan...................................................................15 B. Saran..............................................................................17 Daftar Pustaka................................................................19
BAB 1 1 PENDAHULUAN A. Latar Belakang Bahasa Indonesia adalah bahasa persatuan, bahasa nasional, dan mempunyai peranan yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Penguasaan bahasa Indonesia yang benar merupakan kebutuhan dasar setiap warga negara Indonesia. Penguasaan bahasa Indonesia mempunyai peranan yang sangat penting dalam memajukan pendidikan dan ilmu pengetahuan di Indonesia. Bahasa Indonesia merupakan bahasa pengantar utama dalam dunia pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga universitas. Keterampilan berbahasa Indonesia yang baik secara umum memudahkan proses transfer pengetahuan dan akses terhadap sumber informasi berbasis bahasa Indonesia. Penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar memungkinkan siswa untuk memahami dengan lebih baik materi pelajaran yang diajarkan oleh guru. Guru-guru akan berusaha menjelaskan setiap materi dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar. Jika siswa tidak memahami bahasa Indonesia dengan baik, mereka akan kesulitan dalam memahami penjelasan guru dan materi pelajaran yang disampaikan.
BAB 1 2 Penguasaan bahasa Indonesia yang baik dan benar juga penting dalam kemampuan menulis dan berbicara. Kemampuan menulis dan berbicara yang baik akan membantu siswa dalam menyampaikan gagasan dan pemikiran mereka dengan jelas dan efektif. Selain itu, kemampuan berbahasa yang baik juga akan mempengaruhi kemampuan siswa dalam berkomunikasi secara efektif dan efisien. B. Pendekatan Pembelajaran Bahasa Indonesia Pendekatan pembelajaran bahasa Indonesia adalah cara pandang atau wawasan yang digunakan dalam kegiatan pembelajaran bahasa Indonesia. Pendekatan ini menentukan teori, prinsip, dan metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar bahasa Indonesia. Pendekatan pembelajaran bahasa Indonesia terdiri dari proses belajar mengajar bahasa, yang memberikan arahan pada pemilihan metode dan teknik pembelajaran bahasa (Chaer, 2009). Pendekatan pembelajaran bahasa Indonesia juga dapat diartikan sebagai seperangkat prinsip yang secara teoretis sistematis untuk memandu praktik pembelajaran bahasa Indonesia. Pendekatan ini memberikan arah dan kerangka kerja bagi guru dalam merancang, melaksanakan, dan melakukan
BAB 1 3 evaluasi kegiatan belajar mengajar bahasa Indonesia (Nurhadi, 2010). PBI berusaha untuk membangun pemahaman siswa tentang bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi, ekspresi diri, dan sarana untuk memperoleh, mengolah, serta menyampaikan informasi (Tarigan, 2008). Pendekatan ini menekankan pada penguasaan keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) serta penguasaan aspek kebahasaan seperti kosakata, tata bahasa, dan ejaan (Muslich, 2010).
BAB 2 4 TEORI DASAR A. Pengertian Pendekatan Komunikatif Pendekatan komunikatif menekankan pada proses interaksi dan komunikasi sebagai untuk belajar bahasa. Pendekatan ini mementingkan keterlibatan siswa secara aktif dalam kegiatan komunikatif yang nyata dan bermakna. Pendekatan komunikatif adalah pendekatan yang memandang bahasa sebagai alat komunikasi dan interaksi. Dalam pendekatan komunikatif, pembelajaran bahasa Indonesia tidak hanya berfokus pada penguasaan tata bahasa dan kosakata, tetapi juga melibatkan aktivitas komunikatif seperti berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis. Tujuan utama dari pendekatan ini adalah agar siswa dapat berkomunikasi dengan lancar dan efektif dalam bahasa Indonesia. Beberapa hal yang perlu dipahami mengenai pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia: 1. Ciri-ciri utama: Pendekatan komunikatif memiliki beberapa ciri-ciri utama, antara lain: Mengutamakan kegiatan komunikasi fungsional dan interaksi sosial. Mengembangkan kemampuan siswa dalam mengolah informasi, berbagi informasi, dan bekerja sama dalam berkomunikasi.
BAB 2 5 Menggunakan kegiatan seperti improvisasi, simulasi, dialog, dan diskusi untuk melatih kemampuan komunikasi siswa. Mendorong siswa untuk menggunakan bahasa Indonesia dalam konteks nyata dan bermakna. 2. Aspek-aspek yang berkaitan: Pendekatan komunikatif dalam pembelajaran bahasa Indonesia melibatkan beberapa aspek yang saling berkaitan, antara lain: Teori Bahasa: Pendekatan komunikatif menekankan pada dimensi semantik dan komunikatif bahasa, bukan hanya aspek gramatikal. Teori Belajar: Pendekatan ini cocok dengan teori pemerolehan bahasa kedua secara ilmiah. Tujuan: Tujuan pembelajaran bahasa Indonesia dengan pendekatan komunikatif adalah mengembangkan kemampuan siswa dalam berkomunikasi. Silabus: Silabus disusun berdasarkan tujuan pembelajaran dan kebutuhan siswa. Tipe Kegiatan: Pembelajaran dilakukan melalui kegiatan komunikasi yang nyata dan bermakna. Peran Guru: Guru berperan sebagai fasilitator komunikasi, penganalisis kebutuhan, dan manajer proses belajar.
BAB 2 6 Peran Siswa: Siswa berperan sebagai pemberi dan penerima informasi, negosiator, dan interaktor dalam kegiatan komunikasi. Peran Materi: Materi disusun untuk mendukung dalam pengembangan kemahiran berbahasa dalam tindak komunikasi nyata. B. Tujuan dan Manfaat Pendekatan Komunikatif Tujuan Pendekatan Komunikatif : Mengembangkan kompetensi komunikatif peserta didik, yaitu kemampuan untuk menggunakan bahasa secara efektif dan tepat dalam berbagai situasi komunikasi nyata. Memfasilitasi peserta didik untuk dapat berkomunikasi secara lancar dan bermakna sesuai dengan konteks sosial dan budaya. Mengintegrasikan pembelajaran keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) secara terpadu. Mendorong peserta didik untuk terlibat aktif dalam kegiatan komunikatif yang autentik dan bermakna. Mempersiapkan peserta didik untuk dapat menggunakan bahasa dalam kehidupan seharihari dan dunia kerja.
BAB 2 7 Manfaat Pendekatan Komunikatif: Pembelajaran menjadi lebih interaktif, komunikatif, dan kontekstual. Meningkatkan motivasi dan keterlibatan peserta didik dalam proses belajar. Mengembangkan keterampilan berbahasa secara terpadu dan bermakna. Mendorong peserta didik untuk berpikir kritis dan kreatif dalam menggunakan bahasa. C. Prinsip-Prinsip Pendekatan Komunikatif Bahasa dipelajari sebagai alat komunikasi dalam situasi nyata dan bermakna. Prinsip ini menekankan bahwa tujuan utama mempelajari bahasa adalah untuk dapat menggunakan bahasa tersebut dalam berkomunikasi secara nyata dan bermakna, bukan hanya sekedar menguasai tata bahasa atau kosakata saja. Materi dan aktivitas pembelajaran menggunakan konteks otentik yang mencerminkan kehidupan sehari-hari. Keterampilan berbahasa (menyimak, berbicara, membaca, dan menulis) diajarkan secara terpadu dan terintegrasi. Dalam pendekatan komunikatif, keterampilan berbahasa tidak diajarkan secara terpisah, melainkan terintegrasi satu sama lain.
BAB 2 8 Pembelajaran berpusat pada peserta didik (student-centered) dengan peran guru sebagai fasilitator. Pendekatan komunikatif menekankan pada keterlibatan aktif peserta didik dalam proses pembelajaran, sedangkan guru berperan sebagai fasilitator dan pemandu. Peserta didik didorong untuk berpartisipasi aktif dalam kegiatan komunikatif di kelas. Interaksi dan komunikasi antara peserta didik menjadi sarana utama dalam proses belajar bahasa. Salah satu prinsip utama pendekatan komunikatif adalah menjadikan interaksi dan komunikasi antarpeserta didik sebagai sarana utama dalam belajar bahasa. Kegiatan seperti diskusi, bermain peran, dan proyek kelompok sangat ditekankan dalam pendekatan ini. Mengembangkan kemampuan komunikatif peserta didik secara menyeluruh, meliputi aspek kebahasaan, sosiolinguistik, dan strategi komunikasi. D. Karakteristik Pendekatan Komunikatif Dalam pendekatan komunikatif, materi dan aktivitas pembelajaran dirancang sedemikian rupa agar mencerminkan situasi komunikasi yang sesungguhnya dalam kehidupan nyata.
BAB 2 9 Materi bersumber dari bahan-bahan autentik seperti artikel koran/majalah, rekaman video/audio, formulir, atau percakapan seharihari. Tujuan pembelajaran diarahkan pada pengembangan kompetensi komunikatif peserta didik. Tujuan utama adalah agar peserta didik mampu menggunakan bahasa secara fungsional untuk berkomunikasi secara efektif sesuai konteks, bukan hanya menguasai struktur gramatika. Pembelajaran melibatkan interaksi dan komunikasi antarpeserta didik secara aktif. Kegiatan pembelajaran melibatkan peserta didik untuk berinteraksi dan berkomunikasi secara aktif, seperti diskusi, bermain peran, presentasi, dan proyek kelompok. Interaksi ini menjadi sarana utama dalam proses belajar bahasa. Peran guru sebagai fasilitator, pemandu, dan narasumber dalam pembelajaran. Evaluasi pembelajaran mencakup aspek komunikatif, bukan hanya tata bahasa. Penilaian tidak hanya terfokus pada penguasaan tata bahasa saja, tetapi juga pada kemampuan komunikatif peserta didik dalam menggunakan bahasa secara tepat sesuai konteks.
BAB 2 10 Menggunakan berbagai sumber belajar yang otentik dan berkaitan dengan kehidupan nyata. Melatih keterampilan berbahasa secara terpadu dan terintegrasi dalam konteks yang bermakna.
BAB 3 11 PENERAPAN PENDEKATAN KOMUNIKATIF A. Contoh RPP Pendekatan Komunikatif https://docs.google.com/document/d/1Zn3GQGr PMHortlZTl9Lpz7i1Ib5VWbbs/edit? usp=drivesdk&ouid=112449723513712220817&rtpof =true&sd=true
BAB 3 12 RPP diatas menggunakan kurikulum merdeka. Dengan mengambil capaian belajar dari elemen menulis dan berbicara pada fase awal A kelas 2 sekolah dasar. Dengan menggunakan pendekatan komunikatif, lalu metode belajar dengan melakukan permainan bahasa yang bermanfaat agar anak tidak merasa bosan karena masih dalam tahap peralihan. Adapun strategi yang digunakan untuk melakukan permainan bahasa namun dari permainan tersebut anak juga bisa dapat pelajaran baru dari permainan. Karena diketahui pada suatu pembelajaran dapat dikatakan efektif, apabila terjadi interaksi yang baik antara guru dengan siswa dan bertujuan untuk mencapai suatu tujuan belajar tertentu dengan cara memfasilitasi pengetahuan dan keterampilan siswa melalui kegiatan/aktivitas yang dapat membantu dan memudahkan siswa dalam belajar. Suatu interaksi dikatakan memiliki sifat edukatif bukan semata ditentukan oleh bentuknya melainkan oleh tujuan interaksi itu sendiri. Dilihat dari tujuan interaksi yang dilakukan guru untuk membangkitkan semangat belajar siswa, maka interaksi tersebut sudah berlangsung secara edukatif. Akan tetapi dalam pelaksanaannya selain di dalam kelas juga terjadi diluar kelas.
BAB 3 13Dalam pembelajaran pula jangan lupa untuk mengatur manajemen kelas. Misalnya dengan sebuah denah tempat duduk siswa-siswi dalam suatu kelas mempunyai fungsi yaitu memudahkan guru untuk cepat menghafal nama-nama semua siswa dikelas. Pengetahuan nama setiap siswa merupakan suatu alat psikologis yang efektif bagi proses pembelajaran. Pengaturan tempat duduk hendaklah fleksibel yang artinya dapat diubah sesuai dengan kebutuhan.Berdasarkan hasil penelitian, pengaturan mengenai tempat duduk biasanya dilakukan rolling dan diadakan mungkin seminggu sekali atau sebulan sekali dengan menyesuaikan kondisi dan kebutuhan. Pengaturan tempat duduk akan mempengaruhi kelancaran proses belajar mengajar di kelas.
BAB 3 14 B. Video Simulasi Pendekatan Komunikatif https://docs.google.com/document/d/1Zn3GQGr PMHortlZTl9Lpz7i1Ib5VWbbs/edit? usp=drivesdk&ouid=112449723513712220817&rtpof =true&sd=true
BAB 4 15 PENUTUP A. Kesimpulan Penguasaan Bahasa Indonesia yang baik dan benar memiliki peranan yang sangat penting bagi bangsa Indonesia. Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan dan bahasa nasional merupakan alat komunikasi utama dalam dunia pendidikan, mulai dari tingkat sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Penguasaan Bahasa Indonesia yang baik akan memudahkan proses transfer pengetahuan, memahami materi pelajaran, serta mengembangkan kemampuan menulis dan berbicara secara efektif. Dalam upaya meningkatkan penguasaan Bahasa Indonesia, pendekatan komunikatif menjadi salah satu pendekatan yang dapat diterapkan dalam pembelajaran. Pendekatan komunikatif merupakan cara pandang yang menekankan pada aspek komunikasi dan interaksi dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Pendekatan ini memandang bahasa sebagai alat komunikasi dan interaksi, sehingga pembelajaran tidak hanya berfokus pada penguasaan tata bahasa dan kosakata saja, melainkan juga melibatkan aktivitas komunikatif seperti berbicara, mendengarkan, membaca, dan menulis.
BAB 4 16 Penerapan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia memiliki beberapa tujuan, antara lain mengembangkan kompetensi komunikatif peserta didik, memfasilitasi peserta didik untuk berkomunikasi secara lancar dan bermakna, mengintegrasikan pembelajaran keterampilan berbahasa secara terpadu, serta mendorong keterlibatan aktif peserta didik dalam kegiatan komunikatif yang otentik dan bermakna. Prinsip-prinsip utama dalam pendekatan komunikatif meliputi bahasa dipelajari sebagai alat komunikasi dalam situasi nyata dan bermakna, materi dan aktivitas menggunakan konteks otentik, keterampilan berbahasa diajarkan secara terpadu, pembelajaran berpusat pada peserta didik, interaksi dan komunikasi antarpeserta didik menjadi sarana utama, serta mengembangkan kemampuan komunikatif secara menyeluruh. Dalam implementasinya, pendekatan komunikatif memiliki karakteristik seperti penggunaan materi dan aktivitas yang mencerminkan situasi komunikasi nyata, tujuan pembelajaran diarahkan pada pengembangan kompetensi komunikatif, melibatkan interaksi dan komunikasi antarpeserta didik secara aktif, peran guru sebagai fasilitator, evaluasi mencakup aspek komunikatif, serta penggunaan sumber belajar yang otentik dan
BAB 4 17berkaitan dengan kehidupan nyata. B. Saran Para pengajar dan praktisi pendidikan, khususnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, dapat mengimplementasikan pendekatan komunikatif secara optimal. Pendekatan komunikatif merupakan cara pandang yang menekankan pada aspek komunikasi dan interaksi dalam proses pembelajaran Bahasa Indonesia. Melalui pendekatan ini, pembelajaran Bahasa Indonesia akan lebih bermakna dan kontekstual karena melibatkan situasi komunikasi yang nyata dan sesuai dengan kehidupan sehari-hari peserta didik. Penerapan pendekatan komunikatif dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dapat dilakukan dengan merancang materi dan aktivitas pembelajaran yang menggunakan konteks otentik serta melibatkan peserta didik secara aktif dalam kegiatan komunikatif. Kegiatan seperti diskusi, bermain peran, presentasi, dan proyek kelompok dapat menjadi sarana bagi peserta didik untuk mengembangkan keterampilan berbahasa secara terpadu dan meningkatkan kemampuan komunikasi mereka. Selain itu, pendekatan komunikatif juga menekankan pada peran guru sebagai fasilitator dan pemandu dalam proses pembelajaran, bukan
BAB 4 18 hanya sebagai sumber informasi satu-satunya. Guru dapat memfasilitasi peserta didik untuk berinteraksi dan berkomunikasi secara aktif, serta memberikan umpan balik dan bimbingan yang diperlukan.
Daftar Pustaka 19Ali, M. (2020). Pembelajaran bahasa indonesia dan sastra (basastra) di sekolah dasar. PERNIK, 3(1), 35-44. Krissandi, A. D. S., Widharyanto, B., & Dewi, R. P. (2018). Pembelajaran bahasa indonesia untuk sd. Bekasi: Media Maxima. Kurniawan, K. (2016). Strategi Pembelajaran Bahasa Indonesia Berdasarkan Pendekatan Komunikatif. Jurnal Ilmu Pendidikan, 9(4). Laily, I. F. (2015). Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia di SD/MI. Al Ibtida: Jurnal Pendidikan Guru MI, 2(1). Utami, S. (2016). Pengaruh kemampuan berbicara siswa melalui pendekatan komunikatif dengan metode simulasi pada pembelajaran bahasa indonesia. Likhitaprajna, 18(2), 58-66. Wahyuningsi, E. (2019). Pendekatan Komunikatif dalam Pembelajaran. Lingua Franca: Jurnal Bahasa, Sastra, dan Pengajarannya, 3(2), 179-190.