The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by cintya.perdananingrum, 2023-04-27 11:35:46

Jurnal Refleksi Lokakarya 4

Jurnal Refleksi Lokakarya 4

JURNAL REFLEKSI LOKAKARYA 4 JURNAL REFLEKSI LOKAKARYA 4 Oleh: Y. Cintya Perdana Ningrum, S.Pd.,Gr. CGP Angkatan 6 Kab. Lampung Utara Lampung


Fasilitator Muhamad Mansur Pengajar Praktik Lusi Elisa PERKENALKAN CGP Angkatan 6 Y. Cintya Perdana N


Melalui lokakarya keempat ini diharapkan para calon guru penggerak dapat menghasilkan bantuan kekuatan, area pengembangan dan umpan balik guru atau rekan sejawat, serta melakukan rencana perbaikan dan strategi pengembangan proses pembelajaran yang berpihak pada murid. PENGANTAR


Tujuan kegiatan peserta mampu menunjukkan kemampuan coaching, mengidentifikasi kekuatan dan pengembangan diri, menyusun rencana perbaikan Dalam proses pembelajaran dan mampu menunjukkan kemampuan melakukan rangkaian supervisi akademik dengan menggunakan pola pikir coaching. TUJUAN


Hal yang saya kuasai setelah mengikuti lokakarya 4 ini adalah bagaimana melaksanakan coaching untuk supervisi akademik menggunakan alur TIRTA, yakni T = menentukan tujuan utama I = identifikasi masalah R = rencana aksi TA = tanggung jawab


fokus pada coachee/ rekan yang akan dikembangkan berpikir terbuka dan ingin tahu memiliki kesadaran diri yang kuat mampu memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berbobot dan memancing coachee menemukan sendiri jawaban atas permasalahannya. Dalam proses coaching menggunakan alur TIRTA , saya mampu menerapkan paradigma berfikir coaching diantaranya:


kemitraan memaksimalkan potensi kreatif kehadiran penuh/presence Saat melaksanakan proses coaching, saya mampu menerapkan proses berpikir coaching antara lain:


Dengan mempelajari Coaching yang membuat saya merasa menguasainya yaitu: karena saya sudah mempraktekkan kegiatan coaching baik dalam ruang kolaborasi maupun pada demonstrasi kontekstual. Dengan melaksanakan beberapa praktek tersebut saya dapat mengetahui kemampuan saya dalam coaching karena mendapatkan umpan balik dari rekan yang berperan sebagai observer untuk dijadikan evaluasi.


Dari apa yang sudah saya Praktekkan ternyata masih ada beberapa hal yang membuat saya bingung saat melaksanakan praktek coaching diantaranya adalah Bagaimana menghilangkan sepenuhnya asumsi-asumsi yang muncul dalam pemikiran saya sendiri tentang peristiwa atau masalah yang dihadapi oleh coachee. Saya sudah berusaha untuk tidak memunculkan asumsi saya sendiri namun terkadang hal tersebut masih muncul di momen-momen tertentu. Hal tersebut masih membuat saya bingung karena kadang terjadi saat percakapan yang cukup panjang dalam proses coaching. Pada prakteknya ketika kita berusaha untuk menuntun coachee agar mampu berpikir ke arah solusi pemecahan masalah, namun coachee tak kunjung memberikan tanggapan yang sesuai dan tidak kunjung menemukan solusi sehingga terkadang mendorong saya untuk mengemukakan pendapat saya mengenai solusi pemecahan masalah tersebut.


DOCUMENTATION


THANK YOU "Guru Bergerak Indonesia Maju"


Click to View FlipBook Version