MEKANISME
ADAPTASI
SEL
Fitria hasanuddin
Prodi Keperawatan FKIK Unismuh Mks
Pertemuan 2 Capaian pembelajaran
Mekanisme adaptasi sel
(proses cedera Jens Martensson
fisik)…..(Sub CPMK) :
1. Organisasi sel
2. Adaptasi sel
3. Cedera (jejas) sel
4. Sel yang diserang
2
Adaptasi Sel Jens Martensson
Sel pada umumnya dapat berfungsi dengan
baik kendati terdapat perubahan keadaan
atau stress.
Perubahan atau stress yang berat dan
berkepanjangan dapat mencederai atau
melukai sel.
Ketika integritas sel terancam (hipoksia,
cedera kimia, infeksi atau suhu tubuh
ekstrim , sel akan bereaksi : bergantung pd
cadangan energy untuk mempertahankan
fungsinya dan melakukan perubahan adaptif
atau disfungsi seluler
3
Jens Martensson
4
Jens Martensson
5
• Jika cadangan energy sel tersedia dalam Jens Martensson
jumlah cukup dan tubuh tidak
mendeteksi abnormalitas , maka sel akan
beradaptasi dengan menjadi atrofi,
hipertrofi, hyperplasia, metaplasia atau
dysplasia.
• Jika cadangan sel tidak mencukupi, maka
terjadi kematian sel (nekrosis)
6
Organisasi Sel Jens Martensson
• Sitopllasma (Mengelilingi komponens sel
• Lisosom (berisi enzim-enzim cerna)
• Mitokondria (memproduksi energy sel)
• Aparatus Golgi ( Mengolah dan
mengemas protein)
• Membran sel (membungkus sel)
• Nukleus menyimpan DNA)
• Ribosom (mensintesa protein)
• Retikulum endoplasma (mengangkut
komponen protein dan lipid)
7
Sitoplasma Organel meluputi Jens Martensson
Sitosol • Mitokondria, Ribosom, RE,Aparatus golgi,
lisosom, peroksisom, unsur sitokskeletal,
• Menyerupai gel dan merupakan cairan sentrosom, mikrofilamen, dan mikrotubulus.
kental semi transparan
• Organel mesin metabolism
• Tersusun air disertai berbagai protein,
garam dan gula. • Berfungsi mempertahankan sel
8
4 tipe Adaptasi sel : Jens Martensson
• Atrofi adalah mengecilnya ukuran sel dari
organ yang sebelumnya berkembang
sempurna atau norma
• Hipertropi : penurunan ukuran sebuah sel
atau organ yang terjadi karena peningkatan
beban kerja
• Hiperplasia : peningkatan jumlah sel yang
disebabkan karena peningkatan beban kerja,
stimulasi hormonal atau densitas jaringan
• Metaplasia : pergantian tipe sel yg satu
dengan yang lain
• Displasia : diferensiasi abnormal sel-sel yg
sedang membelah dan menghasilkan sel dgn
ukuran, bentuk dan penampilan abnormal.
9
Jejas dikelompokkan 2 kategori :
• Jejas reversible • Jejas irreversible Jens Martensson
• Degenerasi sel • Nekrosis
• Suatu keadaan dimana sel dapat kembali ke • Suatu keadaan saat kerusakan berlangsung
fungsi dan morfologi semula jika rangsangan secara terus menerus sehingga sel tidak
perusak ditiadakan dapat kembali ke keadaan semula dan sel
tersebut mati
10
Modalitas Cedera Sel
Faktor yang melukai sel • Robeknya sel Jens Martensson
• Defesiensi oksigen atau bahan • Adanya Gangguan hubungan spasial umum
makanan. antara organela atau gangguan integritas
(cedera mekanik dan suhu)
• Sel-sel khusus bergantung pada suplai
oksigen yang kontinyu, sebab energy • Agen –agen menular
dari reaksi kimiaoksidatif yang
menggerakkan sel dan • Agen kimia : zat toksik masuk kedalam sel,
mempertahankan integritas metabolisme
komponen sel
• Tanpa oksigen berbagai aktifitas
pemeliharaan dan sintesis sel berhe
11
Penyebab cedera sel (Jejas)
• Hipoksia • Cedera sel akibat penurunan suplay oksigen Jens Martensson
• Bahan kimia
• Agen fisik • Termasuk obat obatan yang menyebabkan
• Agen mikroba perubahan terhadap berbagai fungsi sel
• Agen fisik seperti trauma mekanik, suhu
rendah dan terlalu tinggi, radiasi dan trauma
listrik
• Agen mikroba :Virus, fungus,protozoa dan
bakteri menimbulkan cedera sel atau
kematian sel. Mempengaruhi integritas atau
keutuhan sel dgn mengganggu proses
pembelahan sel.
12
Sel yang diserang
Efek Pertama : Lesi biokimia Efek kedua : Kerusakan bikimia Jens Martensson
terjadi
• Reaksi metabilisme di dalam sel.
• Perubahan biokimia • Seringkali sel memiliki cadangan u bekerja
tanpa gangguan fungsi : terjadi kegagalan
kontraksi, sekresi atau kegiatan sel yang lain
• Terdapat mekanisme adaptasi sel terhadap
berbagai gangguan
13
YTohuank