i|s t o i k i o m e t r i
KATA PENGANTAR
Segala puji bagi Allah SWT yang maha menguasai seluruh alam
semesta beserta isinya. Lagi maha berkehendak atas segala sesuatu, dan
telah menjadikan manusia sebaik-baiknya ciptaan yang diberikan akal untuk
berfikir. Rasa syukur kami ucapkan karena berkat rahmat dan hidayahnya
saya dapat menyelesaikan makalah ini. Sholawat serta salam semoga selalu
tercurahkan kepada Nabiyullah Muhammad SAW kepada keluarganya, para
sahabatnya, dan kepada kita selaku umatnya. Semoga limpahan rahmat yang
diberikan Allah kepada beliau sampai kepada kita semua.
Makalah ini kami buat untuk memenuhi tugas terstruktur mata
kuliah Media Pembelajaran Kimia dengan materi “E-modul Stoikiometri”.
Namun, kami sangat menyadari dalam pembuatan makalah ini jauh dari kata
sempurna dan masih banyak kekurangan baik isi maupun penulisan. Semoga
makalah ini dapat bermanfaat dan dapat di gunakan sebagaimana mestinya.
Belitang, 5 Maret 2021
Penyusun
i|s t o i k i o m e t r i
DAFTAR PUSTAKA
Kata Pengantar..................................................................................i
Daftar Pustaka..................................................................................ii
ISI MATERI.....................................................................................1
A. Hukum Dasar Kimia .......................................................... 1
B. Massa Atom........................................................................4
C. Rumus Molekul dan Rumus Empiris..................................6
D. Perhitunga Kimia............................................................... 6
E. Penentuan Pereaksi Pembatas ...........................................7
F. Menentukan Rumus Kimia Hidrat (Air Kristal) ................8
GLOSARIUM ...................................................................................9
RANGKUMAN............................................................................... 11
SOAL .............................................................................................. 12
DAFTAR PUSTAKA ..................................................................... 16
ii | s t o i k i o m e t r i
STOIKIOMETRI
Stoikiometri berasal dari bahasa Yunani Stoicheion = unsur
dan metron = mengukur sehingga stoikiometri merupakan istilah
yang dipakai untuk menggambarkan bentuk kuantitatif dari reaksi
dan senyawa kimia.
A. Hukum Dasar Kimia
Hukum dasar kimia tersebut adalah hukum kekekalan massa,
hukum perbandingan tetap, hukum perbandingan volume, dan hukum
perbandingan berganda.
1. Hukum Kekekalan Massa (Hukum Lavoisier)
Pada tahun 1774, Lavoiser memanaskan timah dengan oksigen
dalam wadah tertutup. Dengan menimbang secara teliti, ia berhasil
membuktikan bahwa dalam reaksi itu tidak terjadi perubahan
massa. Perubahan ini menjadi dasar hukum Kekekalan Massa,
yang berbunyi:
" Massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap"
2. Hukum Perbandingan Tetap (Hukum Proust)
Proust meneliti perbandingan massa unsur-unsur dalam
senyawa. Misal:
Air (H2O), berapakah perbandingan massa hidrogen (H) dan
oksigen (O). Bila direaksikan 10 gram oksigen ternyata diperlukan
0,125 gram hidrogen. Sesuai dengan hukum Lavoiser akan
terbentuk10,125 gram air.
O + H → H2O
10 gr 0,125 gr 10,125 gr
1|s t o i k i o m e t r i
Sebaliknya, jika 100 gram air diuraikan ternyata menghasilkan
88,9 gram oksigen dan 11,1 gram hidrogen.
H2O → O + H
100 gr 88,9 gr 11,1 gr
Untuk membentuk air diperlukan oksigen dan hidrogen dengan
perbandingan yang tetap yaitu 8 : 1. Dengan kata lain, air
mengandung oksigen dan hidrogen dengan perbandingan massa 8
dan 1.Berdasarkan percobaan di atas, Proust merumuskan
pernyataan yang disebut hukum Perbandingan Tetap,yang
berbunyi :
“ Dalam suatu zat kimia murni, perbandingan massa unsur-unsur
dalam tiap-tiap senyawa adalah tetap”
3. Hukum Perbandingan Berganda (Hukum Dalton)
John Dalton tertarik mempelajari dua unsur yang dapat
membentuk lebih dari satu senyawa, seperti tembaga dengan
oksigen. Perbandingan massa kedua unsur tersebut adalah:
Tembaga dengan oksigen membentuk dua senyawa tembaga
oksida :
Tembaga Tembaga Oksigen Tembaga = Oksigen
oksigen
88,8 % 11,2% 1 0,126
CuO
Cu2O 79,9% 20,1% 1 0,252
Dari contoh di atas massa tembaga adalah sama,
angkaperbandingan atom oksigen yaitu:
Tembaga oksida 0,126 : 0,252 = 1: 2
Maka perbandingan oksigen dalam bilangan bulat dan
sederhana.Berdasarkan percobaan, Dalton menarik kesimpulan
yang disebut Hukum Perbandingan Bergandayang berbunyi :
2|s t o i k i o m e t r i
“ Bila dua unsur dapat membentuk lebih dari satu
senyawa,apabila masaa salah satu unsur dalam kedua senyawa
sama, maka massa dari unsur yang lain berada dalam
perbandingan bulat dan sederhana”
4. Hukum Pernyataan Volume (Gay Lussac)
Perbandingan volume pereaksi merupakan bilangan bulat dan
sederhana, mirip dengan hukum perbandingan tetap. Dalam
hukum penyatuan volume ini yang dibandingkan adalah volume
gas pada Tekanan (P) dan Suhu (T) yang sama.Berdasarkan
kenyataan itu, Gay Lussac membuat pernyataan yang disebut
Hukum Penyatuan Volume, yang berbunyi :
“ Volume gas-gas yang terlibat dalam reaksi kimia pada tekanan
dan suhu yang sama berbanding sebagai bilangan bulat dan
sederhana”
5. Hukum Avogadro
Avogadro menyarankan bahwa unsur gas bukan monoatom
tetapi poliatom. Avogadro sangat tertarik mempelajari sifat gas
dan membuat dugaan sementara yang disebut Hipotesis Avogadro,
yang berbunyi :
“ Pada suhu dan tekanan yang sama, semua gas yang volumenya
sama mempunyai jumlah molekul yang sama”
3|s t o i k i o m e t r i
Hukum dasar kimia dibagi menjadi lima yaitu hukum kekekalan massa,
hukum perbandingan tetap, hukum perbandingan ganda, hukum
perbandingan volume, dan hukum avogadro. Hukum dasar kimia yang
diintegrasikan terdapat pada hukum kekekalan massa yaitu tentang
keterkaitan fotosintesis dan respirasi dengan hukum kekekalan massa, hukum
perbandingan tetap yaitu tentang proses penciptaan manusia dengan hukum
perbandingan tetap, serta hukum perbandingan volume yaitu siklus daur
nitrogen.
B. Massa Atom
1. Massa Atom Relatif (Ar)
Menurut Dalton, massa atom adalah sifat utama unsur
yang membedakan satu unsur dengan yang lain. Karena atom
sangat ringan, maka tidak dapat digunakan satuan gram dan kg
untuk massa atom dan harus dicari suatu atom sebagai massa
standar. Massa atom relatif adalah perbandingan massa satu
atom dengan massa atom standar.
Salah satu syarat massa standar adalah stabil dan murni.
Pada tahun 1960 ditetapkan karbon-12 atau C-12 sebagai
standar, sehingga:
Ar X = 1 1
12 −12
C-12 ditetapkan mempunyai massa 12 sma,
1 sma = 1 1 −12
2
Massa 1 atom C-12 = 1,993 x 10-23 gram
Jadi: 1 sma = 1 1,993 10−23gram
2
1 sma = 1,66 x 10-24 gram
4|s t o i k i o m e t r i
Massa atom relatif merupakan perbandingan massa, sehingga
tidak mempunyai satuan. Massa atom relatif berguna untuk
mengetahui sifat unsur dan senyawa.
2. Massa Molekul Relatif (Mr)
Menurut Dalton, dua unsur atau lebih dapat bergabung
membentuk senyawa dengan perbandingan tertentu. Partikel
terkecil senyawa disebut molekul yang mempunyai massa
tertentu. Perbandingan massa molekul dengan massa standar
disebutmassa molekul relatif (Mr)
Mr X =1
−12
2
Cara menentukan Mr senyawa bila diketahui rumusnya, Mr
senyawa yang diketahui rumusnya ditentukan langsung dari
Ar unsur-unsurnya.
3. Konsep Mol
Untuk menyatakan jumlah penyusun suatu zat, dipergunakan
suatu satuan jumlah zat yaitu mol. Satu mol zat ialah
sejumlah zat yang mengandung 6.0225× 1023 butir partikel
(sejumlah bilangan avogrado). Jadi, bilangan avogrado
merupakan “factor penghubung A” antara jumlah mol zat
dengan jumlah partikel yang dikandung zat.
Jumlah mol = ℎ = ℎ
6 1023
Massa 1 mol suatu zat = massa molekul dalam satuan gram ,
massa dari 1 mol atom disebut massa molar.
5|s t o i k i o m e t r i
C. Rumus Molekul dan Rumus Empiris
1. Rumus molekul
Suatu rumus yang menyatakan tidak hanya jumlah
relative atomatom dari setiap elemen, tetapi juga
menunjukkan jumlah aktual atom setiap unsur penyusun
dalam suatu molekul senyawa. Misalnya, kita kenal benzene
mempunyai rumus molekul C6H6. Artinya benzene tersusun
dari 6 buah atom C dan 6 buah atom H.
2. Rumus empiris
Rumus empiris atau rumus sederhana menyatakan
perbandingan mol unsur-unsur dalam suatu senyawa. Untuk
menentukan rumus empiris, diperlukan perbandingan mol
atau unsu-unsur penyusun. Rumus empiris diperoleh dari
pengukuran hasil percobaan % susunan senyawa. Misalnya,
pada senyawa benzena, dengan rumus molekul C6H6
mempunyai rumus empiris (CH)n karena perbandingan mol
antara C dan H adalah 6:6 atau bila disederhanakan = 1:1.
Artinya dari rumus empiris 74 tersebut dapat diperoleh
senyawa lain dengan mengubah factor n, misalnya = (CH)2
=C2H2.
D. Perhitungan Kimia
Persamaan reaksi dapat diartikan bermacam-macam,
sebagai contoh pembakaran etanol, C2H5OH, alkohol yang
dicampur dengan bensin dalam bahan bakar yang disebut gasohol.
C2H5OH + 3O2 2CO2 + 3H2O
6|s t o i k i o m e t r i
Pada tingkat molekul kita dapat mengandung reaksi tersebut
sebagai reaksi antara molekul-molekul individu.
1 molekul C2H5OH + 3 molekul O2 2 molekul CO2 + 3 molekul
H2O. Perbandingan antara atom suatu unsur yang digunakan
untuk membentuk suatu senyawa sama dengan perbandingan
jumlah molekul atom yang digunakan. Perbandingan atom dan
perbandingan molekul adalah sama (identik).
Perbandingan antara molekul yang bereaksi atau yang
terbentuk sama dengan perbandingan antara mol dari zat tersebut
yang bereaksi atau terbentuk. Jadi pembakaran etanol dapat juga
ditulis:
1 mol C2H5OH + 3 mol O2 2 mol CO2 + 3 mol H2O
Artinya: satu molekul C2H5OH membutuhkan tiga kali lebih
banyak molekul O2 dan setiap satu molekul C2H5OH yang dipakai
terbentuk 2 molekul CO2 dan 3 molekul H2O.
E. Penentuan Pereaksi Pembatas
Suatu reaksi kimia seringkali berlangsung dalam
keadaan zat-zat pereaksinya mempunyai jumlah yang berlebih.
Sebagian dari pereaksi yang berlebih tetap berada dalam campuran
sampai reaksi berakhir. Pereaksi yang habis bereaksi disebut
pereaksi pembatas, pereaksi ini keseluruhannya habis bereaksi.
Di dalam suatu reaksi kimia, perbandingan mol zat-zat
pereaksi yangdicampurkan tidak selalu sama dengan perbandingan
koefisien reaksinya. Halini berarti bahwa ada zat pereaksi yang
akan habis bereaksi lebih dahulu.X + 2Y→XY2
7|s t o i k i o m e t r i
Reaksi di atas memperlihatkan bahwa menurut koefisien reaksi, 1
molzat X membutuhkan 2 mol zat Y. Dalam hitungan kimia,
pereaksi pembatas dapat ditentukan dengan cara membagi semua
mol reaktan dengankoefisiennya, lalu pereaksi yang mempunyai
nilai hasil bagi terkecil,merupakan pereaksi pembatas.
Pereaksi pembatas dalam perspektif islam dijelaskan dalam orbit sebagai
patokan dari sistem tata surya yang rotasi planetnya berjalan terus menerus
secara teratur. Hal ini terdapat dalam QS. Al-Anbiya: 33 yang menjelaskan
bahwa Allah menciptakan malam dan siang, matahari, bulan yang beredar pada
garis edarnya. Garis edar dalam tatasurya disebut orbit. Orbit inilah yang
digunakan sebagai patokan dalam tatasurya.
F. Menentukan Rumus Kimia Hidrat (Air Kristal)
Hidrat berarti mengandung air kristal, molekul-molekul
zat tersebut bersama-sama dengan molekul air membentuk kristal.
Jadi bisa dikatakan air kristal merupakan molekul air yang
terperangkap dalam suatu struktur kristal.
Contoh: MgSO4.7H2O = magnesium sulfat heptahidrat
MgSO4 = menunjukkan senyawa kristal
Angka 7 = menunjukkan jumlah air kristal
H2O = air kristal
Reaksi pemanasan senyawa hidrat:
MgSO4.7H2O MgSO4. + 7H2O
Senyawa kristal air kristal
8|s t o i k i o m e t r i
GLOSARIUM
Atom : suatu materi yang tidak dapat dibagi lagi
secara kimiawi
koefisien reaksi : bilangan yang menyatakan perbandingan
stoikiometri mol zat-zat pereaksi dan hasil
reaksi
massa molar (Mr) : massa yang dimiliki satu mol zat dan
mempunyai satuan gram/ mol.
Mol : bilangan yang memrepresentasikan
jumlah atom, molekul, ion, ataupun
konsentrasi suatu zat.
Molaritas : unit konsentrasi, yang didefinisikan
sebagai jumlah mol zat terlarut dibai
dengan jumlah liter larutan
rumus empiris : rumus kimia yang menyatakan
perbandingan paling sederhana dari atom-
atom unsur dalam senyawa.
rumus molekul : rumus kimia yang menyatakan jenis dan
perbandingan atom-atom dalam molekul.
Unsur : zat murni yang dapat diuraikan lagi menjadi
zat lain yang lebih sederhana dengan reaksi
kimia biasa
9|s t o i k i o m e t r i
Molekul senyawa : atom dihubungkan bersama dengan berbagai
elektron, pada dasarnya mereka mengikat
bersama-sama pada netral partikel elektrik
Zat : sesuatu yang memiliki massa dan menempati
ruangan.
Molekul : suatu ilmu pengetahuan yang berhubungan
dengan atom.
Reaksi kimia : suatu proses alam yang selalu menghasilkan
antarubahan senyawa kimia.
Senyawa kimia : zat kimia murni yang terdiri dari dua atau
beberapa unsur yang dapat dipecah-pecah lagi
menjadi unsur-unsur pembentuknya dengan
reaksi kimia
10 | s t o i k i o m e t r i
RANGKUMAN
Stoikiometri berasal dari bahasa Yunani Stoicheion = unsur dan
metron = mengukur sehingga stoikiometri merupakan istilah yang
dipakai untuk menggambarkan bentuk kuantitatif dari reaksi dan
senyawa kimia.
Hukum dasar kimia tersebut adalah hukum kekekalan massa,
hukum perbandingan tetap, hukum perbandingan volume, hukum
perbandingan berganda dan hukum avogadro
Massa atom adalah sifat utama unsur yang membedakan satu
unsur dengan yang lain. Karena atom sangat ringan, maka tidak
dapat digunakan satuan gram dan kg untuk massa atom dan harus
dicari suatu atom sebagai massa standar, dengan cara mencari
massa atom relatif (Ar) atau massa molekul relatif (Mr)
Rumus molekul dapat ditentukan dari rumus empiris, jika massa
molekul relatif (Mr) senyawa diketahui. Rumus empiris senyawa
dapat ditentukan jika kada unsur diketahui.
Perbandingan antara molekul yang bereaksi atau yang terbentuk
sama dengan perbandingan antara mol dari zat tersebut yang
bereaksi atau terbentuk
Pereaksi pembatas dapat ditentukan dengan cara membagi semua
mol reaktan dengankoefisiennya, lalu pereaksi yang mempunyai
nilai hasil bagi terkecil,merupakan pereaksi pembatas.
11 | s t o i k i o m e t r i
SOAL – SOAL LATIHAN
Pilihan Ganda :
1. Persamaan reaksi a Zn + b HNO3 ⎯⎯→ c Zn(NO3)2 + NH4 NO3 +
3H2 O akan setara, bila koefisien a, b, dan c berturut-turut adalah
….
A. 1, 5, dan 1
B. 4, 8, dan 2
C. 2, 5, dan 2
D. 2, 8, dan 2
E. 4, 10, dan 4
2. Pernyataan di bawah ini yang dikemukakan oleh Gay Lussac
adalah … .
A. energi tidak dapat diciptakan dan tidak dapat dimusnahkan
B. massa zat sebelum dan sesudah reaksi adalah tetap
C. perbandingan massa unsur-unsur dalam senyawa selalu tetap
D. volume gas-gas yang bereaksi dan volume gas-gas hasil reaksi
pada T dan P sama berbanding sebagai bilangan bulat dan
sederhana
E. pada T dan P sama, semua gas bervolume sama mengandung
jumlah molekul yang sama
3. Gas hidrokarbon (Cx Hy ) bervolume 3 liter tepat dibakar
sempurna dengan 18 liter oksigen menghasilkan 12 liter gas
karbon dioksida sesuai reaksi: Cx Hy + O2 ⎯⎯→ CO2 + H2O (belum
setara) Rumus molekul hidrokarbon tersebut adalah … .
A. C5H12
B. C4H8
C. C5H10
12 | s t o i k i o m e t r i
D. C3H8
E. C4H6
4. Suatu campuran terdiri dari 60% volume gas N2 dan 40% volume
gas O2 . Perbandingan molekul gas N2 dan O2 dalam campuran itu
adalah … .
A. 3 : 2
B. 16 : 21
C. 4 : 3
D. 2 : 3
E. 21 : 16
5. Massa zat-zat sebelum dan sesudah reaksi kimia selalu tetap.
Pernyataan tersebut dikemukakan oleh … .
A. Proust
B. Berzellius
C. John Dalton
D. Gay Lussac
E. Lavoisier
6. Perbandingan massa magnesium dengan massa oksigen dalam
senyawa magnesium oksida adalah 3 : 2. Jika 12 gram magnesium
direaksikan dengan 6 gram oksigen, maka massa magnesium
oksida (MgO) yang terbentuk adalah … .
A. 6 gram
B. 21 gram
C. 10 gram
D. 30 gram
E. 15 gram
7. Dalam 100 gram senyawa terdapat 40% kalsium, 12% karbon,
dan 48% oksigen. Jika Ar Ca = 40, C = 12, dan O = 16, maka
rumus empiris senyawa tersebut adalah ... .
13 | s t o i k i o m e t r i
A. CaCO
B. Ca2CO3
C. CaCO2
D. CaC2O
E. CaCO3
8. Pada suhu dan tekanan tertentu, 5 liter gas H2 mempunyai massa
0,4 gram. Pada suhu dan tekanan yang sama, 10 liter gas X
massanya 28 gram. Jika Ar H = 1, maka massa molekul relatif gas
X adalah ... .
A. 30
B. 60
C. 40
D. 70
E. 50
9. Perbandingan massa magnesium dengan massa oksigen dalam
senyawa magnesium oksida adalah 3 : 2. Jika 12 gram magnesium
direaksikan dengan 6 gram oksigen, maka massa magnesium
oksida (MgO) yang terbentuk adalah … .
A. 6 gram
B. 21 gram
C. 10 gram
D. 30 gram
E. 15 gram
10. Jika diketahui massa atom relatif H = 1, S = 32, O = 16 dan
massa molekul relatif (NH4 )2 SO4 = 132, maka massa atom relatif
N adalah … .
A. 7
B. 20
C. 12
14 | s t o i k i o m e t r i
D. 28
E. 14
Esay :
1. Misalkan suatu larutan litium karbonat, Li2CO3 suatu obat
yang digunakan untuk mengobati depresi berat, pada labelnya
tertulis 0,15 M. (a) berapa mol Li2CO3 yang terdapat dalam 250
mL larutan?, (b) berapa gram Li2CO3 yang terdapat dalam 630
mL larutan?, (c) berapa mililiter larutan ini dibutuhkan agar
diperoleh 0,01 mol Li2CO3?
2. Dua sampel Freon (gas pendingin yang digunakan dalam lemari
es dan AC) dianalisis. Dalam sampel pertama 1,00 gram C
ternyata bersenyawa dengan 6,33 gram F dan 11,67 gram Cl.
Dalam sampel kedua 2,00 gram C bersenyawa dengan 12,66
gram F dan 23,34 gram Cl. Bagaimana perbandingan massa
antara karbon dengan fluor, antara karbon dengan klor, dan
antara flor dengan klor dalam masingmasing sampel. Apakah
data-data ini mengandung hukum perbandingan tetap?
Jelaskan jawaban anda!
3. Kemukakan dengan kata-kata sendiri tentang:
a. Hukum kekekalan massa
b. Hukum perbandingan tetap
c. Hukum perbandingan berganda
4. Setarakan reaksi berikut: Sb2S3 + HNO3 Sb2O5 + NO2 + S +
H2O
5. Berapa banyak air yang harus ditambahkan ke dalam 25,0 mL
KOH 0,5 M agar diperoleh konsentrasi 0,35 M?
15 | s t o i k i o m e t r i
DAFTAR PUSTAKA
Djojosuwito, dkk. 1994. Kimia 1. Yudhistira: Jakarta.
https://sainskimia.com/definisi-molaritas-dalam-ilmu-kimia/ diakses pada 21
Maret 2021
https://www.gurupendidikan.co.id/unsur-kimia/ diakses pada 21 Maret 2021
https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/26/192316169/soal-uas-kimia-
konsep-mol-dan-tetapan-avogadro diakses pada 21 Maret 2021
https://www.kompas.com/skola/read/2020/12/26/192316169/soal-uas-kimia-
konsep-mol-dan-tetapan-avogadro diakses pada 21 Maret 2021
https://www.ruangguru.com/blog/atom-molekul-dan-ion diakses pada 21
Maret 2021
https://www.ruangguru.com/blog/atom-molekul-dan-ion diakses pada 21
Maret 2021
Juwita Ratulini. 2017. Kimia Dasar. Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu
Pendidikan (STKIP) PGRI Sumatera Barat: Padang
Parning, dkk. 2007. Kimia 1 SMA. Yudhistira: Jakarta
Permana irvan. 2009. Memahami Kimia SMA/MA Kelas X. Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional: PT. Intan Perwira
Purba, Michael. 2006. Kimia 1 untuk SMA Kelas X . Erlangga:Jakarta.
Raymond Chang. 2005. Kimia Dasar, Konsep-konsep Inti, Jilid 1. Erlangga:
Jakarta
16 | s t o i k i o m e t r i
Sudarmo, Unggul. 2004. Kimia untuk SMA Kelas X Jilid 1. Phibeta Aneka
Gama:Jakarta.
Syukri, S. 1999. Kimia Dasar 1. Bandung: ITB.
Utami budi, dkk. 2009. Kimia 1 Untuk SMA dan MA Kelas X. Pusat
Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional: Jakarta
Wiratmo, dkk. 1994. Ilmu kimia Jilid 1. Macanan Jaya Cemerlang: Klaten.
Wati, 2020. SKRIPSI PENGEMBANGAN BUKU PENGAYAAN KIMIA
TERINTEGRASI KEISLAMAN PADA MATERI STOIKIOMETRI. UIN
Syarif Hidayatullah: Jakarta
Yusus Yusnidar. 2018. Kimia Dasar Panduan untuk Belajar. Edu Center
Indonesia: Jakarta
17 | s t o i k i o m e t r i
TENTANG PENULIS
ulfa Berlian Awwalin
Penulis lahir di OKU Timur Provinsi
Sumatera Selatan pada tanggal 7 Januari
2001.
Jenjang pendidikan dimulai dari
SDN 1 Gumawang lulus pada tahun 2013, SMPN 2 Belitang lulus
pada tahun 2016, dan melanjutkan ke jenjang pendidikan SMAN 1
Belitang lulus pada tahun 2019. Saat ini penulis sedang menempuh
pendidikan di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang
jurusan Pendidikan Kimia.
Dengan usaha dan kerja keras serta motivasi ingin belajar,
penulis berhasil menyelesaikan tugas pembuatan modul ini. Semoga
dengan adanya modul ini bisa bermanfaat bagi pembaca dan mudah
dipahami.
Penulis mengucap syukur Alhamdulillah kepada Allah Swt
dan juga berterima kasih kepada semua pihak yang terlibat dalam
membantu penyusunan modul Stoikiometri ini.
18 | s t o i k i o m e t r i