PROGRAM KKN TEMATIK STUNTING DAN
SANITASI
UNIVERSITAS JEMBER MEMBANGUN DESA
LP2M Universitas Jember
Paradigma/Pendekatan KKN UNEJ
Lokus KKN : Menggerakkan peran desa yang didalamnya mengkolaborasikan kelompok, pemerintahan desa,
dan kelembagaan ekonomi desa → Mitra utama KKN adalah Pemerintahan Desa
Fokus KKN : 1) KKN diarahkan pada kebutuhan kemajuan desa yang meliputi 3 ASPEK YAITU : Pelayanan Sosial Dasar (
Problem Kesehatan, pendidikan, dan Pemukiman),Ketahanan Ekonomi ( Kelembagaan wirausaha, produk unggulan desa dan
kawasan ) , Ekologi ( Kualitas lingkungan pemukiman, dan kerawanan bencana ); 2) KKN diarahkan tematik dan berkelanjutan ; 3)
KKN diarahkan pada pemberdayaan dan kolaborasi yang inovatif antar stakeholders; 4) KKN sifatnya interdisipliner dengan
penekanan pada kerja tim
Co-creation, artinya kegiatan-kegiatan KKN disusunberdasarkan gagasan-gagasan
bersama antara Universitas, Pemerintah Daerah, mitra kerja dan masyarakat
setempat
Co-ffnancing, artinya pendanaan KKN didukung bersama antaramahasiswa,
Universitas, Pemerintah Daerah, Mitra kerja dan masyarakat setempat
PRINSIP KKN Fleksibel, artinya bahwa program kegiatan KKN dapatdisesuaikan dengan situasi
dan kebutuhan Pemerintah Daerah, mitra kerja dan masyarakat
Sustainibility, artinya bahwa program kegiatan KKN pada suatulokasi dapat
diprogramkan lebih dari satu periode sesuai dengan target
Research based community services, artinya program kegiaytan yang
dilaksanakan berbasis penelitian.
CAPAIAN PEMBELAJARAN
1. Mahasiswa mampu nenerapkan participatory action research dalam menemu-kenali persoalan persoalan utama
masyarakat dalam berbagai bidang kehidupan (social kebudayaan, ekonomi, pertanian dan lainnya) yang dipahami
secara interdisipliner dan kontekstual.
2. Mahasiswa mampu bekerjasama kelompok lintas disiplin dalam program KKN dalam seluruh tahapan
pelaksanaannya
3. Mahasiswa mampu bekerjasama bersama stakeholders program KKN sehingga dapat mengakselerasi kegiatan KKN
4. Mampu menyusun rancangan berbagai program untuk melakukan intervensi atas temuan masalah-masalah yang
dimaksud dalam berbagai bentuk pendidikan, pelatihan, dan pembiasaan
5. Mampu mengimplementasikan rancangan intervensi kegiatan untuk melakukan perubahan dalam berbagai segi
kehidupan komunitas sesuai rancangan program
6. Mampu menyusun laporan kegiatan pelaksanaan KKN secara berkelompok dan mempertahankannya dalam ujian
pelaksanaan KKN
INTEGRASI KKN UNEJ DENGAN PENGEMBANGAN DESA MELALUI
DESA BINAAN
• Program Desa Binaan harus dimulai dengan komitmen antara
perguruan tinggi, pemerintah daerah dan desa ( bukan
sebatas ijin)→ Semangat kolaborasi
• Program Desa Binaan harus dimulai dengan proses diagnosis
bersama antara perguruan tinggi, pemerintah daerah dan
desa → Melahirkan tematik tertentu
• Program Desa Binaan didesain dengan pola inovasi dan
berkelanjutan
• Program Desa Binaan dilaksanakan dengan dukungan
bersama sama → terdapat pembagian peran antar
stakeholders
• Program Desa Binaan harus dievalusi bersama bahkan
memungkinkan praktek terbaik harus menjadi Inspirasi
PROGRAM DESA BINAAN HARUS
DIDESAIN SEBAGAI PROGRAM
INOVASI
PROBLEM DASAR PEMBANGUNAN DESA
DATA KEMISKINAN KESEHATAN PENDIDIKAN KETIMPANGAN GENDER
• Basis data untuk penentuan • Ketersediaan Air • Angka lama sekolah • Pemberdayaan
sasaran dan target program • Akses pendidikan Perempuan dan anak
yang berbeda (baik antar Bersih dan Sanitasi
OPD maupun juga dengan • Angka Kematian Ibu • Kesetaraan dalam
pemerintah pusat ) bahkan akses pada perempuan
dengan kenyataan riil dan Anak
dimasyarakat/desa • Kesehatan KETIMPANGAN
WILAYAH (PEDESAAN)
Reproduksi dan
• Indeks desa
kehamilan beresiko membangun (IDM) →
• Perkawinan Usia dini Desa sangat tertinggal
dan Tertinggal
LEGAL IDENTITY
• Pelayanan sosial
• Kepemilikan dokumen Dasar
kependudukan ( Akte
kelahiran dan E KTP • Ketahanan Ekonomi
• Kualitas lingkungan
dan kerawanan
bencanan
DESA MANDIRI
KUALITAS LINGKUNGAN LAYAK, DAN
SEJAHTERA
DESA SENTRA, DESA SADAR LINGKUNGAN, DESA WISATA, DESA BUDAYA, DESA INKLUSI, DESA
SADAR PELAYANAN
PROGRAM BERKELANJUTAN W W P
I E
R SS L Membangun Pilar Program I I L
A TA I Inovasi berbasiskan pada S N A
U UN T A K Y
S NI E data DAN INTERVENSI T L A
A TT R MELALUI PEMANFAATAN A U N
H IA A TEHNOLOGI TEPAT GUNA ( & S A
A NS S Permasalahan , potensi dan B I N
GI I U
sumberdaya dan juga D
kearifan lokal ) A
Y
A
MELAKUKAN PENGUATAN KESADARAN PENTINGNYA DATA TERINTEGRATIF BAGI
PEMERINTAH DESA DAN PEMERINTAH KABUPATEN
MENGIDENTIFIKASI PROBLEM DESA TERUTAMA PADA PROBLEM DATA DAN PENGELOLAAN
DATA
UMD UNEJ
KKN TEMATIK
KEWIRAUSAHAAN
KKN TEMATIK
DESA WISATA /KAWASAN UNGGULAN
KKN TEMATIK
DESA TANGGUH BENCANA
LATAR BELAKANG DILAKSANAKAN PADA TAHUN
2018-2019
• Masalah stunting menjadi masalah nasional yang perlu
mendapat perhatian multipihak karena menyangkut DI 10 DESA KAB BONDOWOSO
persoalan untuk mempersiapkan “generasi emas” YANG PRAVELANSI STUNTING
generasi yang berkualitas dimasa yang akan datang
TINGGI
• Masalah stunting harus mendapat perhatian dari SERTA 1 DESA DI KABUPATEN
multiperspektif baik dari sudut pandang kesehatan,
etno kultural , tehnologi dan kebijakan yang BANGKA BARAT
membutuhkan pola intervensi dengan terobosan yang
inovatif dan kreatif Mahasiswa yang di Terjunkan 1 desa 1 Tim 10
MAHASISWA INTERDISIPLINER ( MINIMAL 2 MAHASISWA
• Universitas Jember sebagai perguruan tinggi yang ada
di sekitar kabupaten yang mempunyai angka merah di KEDOKTERAN DAN 2 MAHASISWA KEPERAWATAN
level nasional dan regional mempunyai kepedulian
dengan di dukung oleh sumber daya manusia (dosen
dan mahasiswa) yang memiliki interdisipliner melalui
pola program dan kegiatan yang bervariasi ( Riset,
Pengabdian dosen dan KKN Mahasiswa) dan
harapannya berkelanjutan
TUJUAN TARGET
• Mahasiswa dapat menemu-kenali persoalan • Teridentifikasi kelompok sasaran pada : 1)
persoalan Stunting dan sanitasi, kelompok sasaran Keluarga dengan 1000 HPK untuk
dan kemudian memahami secara interdisipliner dan optimalisasi kesehatan jangka panjang ( Ibu
kontekstual hamil, Ibu Menyusui, dan balita 24 bulan , 2)
Anak Remaja usia produktif
• Mahasiswa mampu untuk menyusun program
terhadap kelompok sasaran melalui kegiatan • Terdidentifikasi problem permasalahan
edukasi, pendampingan dan juga pemanfaatan lingkungan (kondisi sanitasi )
tehnologi dengan program yang lebih inovatif ,
kreatif dan interdisipliner • Tersusunnya Program Gizi Spesifik dan
Program Gizi Sensitif dari mahasiswa secara
• Mahasiswa dapat bekerjasama bersama kreatif, inovatif, interdisipliner dan
stakeholders dilokasi program sehingga dapat berkelanjutan
mengakselerasi program sesuai dengan target yang
diharapkan • Pengoptimalan peran kader desa dalam
upaya pencegahan resiko Growth Faltering /
• Mahasiswa mampu menyusun laporan kegiatan Gagal Tumbuh melalui edukasi dengan pola
pelaksanaan KKN secara berkelompok dan kegiatan yang lebih kreatif dan inovatif
mempertahankannya dalam ujian pelaksanaan KKN
TAHAP PERSIAPAN
TAHAP 1 TAHAP 2 TAHAP 3 TAHAP 4
PENYIAPAN KONSEP PEMBEKALAN
KKN MELALUI MODUL PENDAFTARAN DAN MAHASISWA , DPL DAN PENYIAPAN LOKASI
DAN PANDUAN KKN PLOATING DESA CALON LOKASI KKN SASARAN ( KABUPATEN
MAHASISWA DAN DAN DESA )
KEGIATAN WORKSHOP DPL PEMBEKALAN UMUM
MELIBATKAN (ADMINISTRATIF), KEGIATAN SOSIALISASI
MULTIPIHAK KEGIATAN SELEKSI PEMBEKALAN TEHNIS DAN KOMITMEN
MAHASISWA DPL DAN MAHASISWA PROGRAM
PENDAFTAR DAN
PLOATING LOKASI
TAHAP IMPLEMENTASI
TAHAP 5 TAHAP 6 TAHAP 7 TAHAP 8
PENERJUNAN DAN IMPLEMENTASI IMPLEMENTASI
SERAH TERIMA DESA SOSIALISASI DAN IMPLEMENTASI
SURVEY DAN PELAKSANAAN
UPACARA PENGENALAN PROGRAM PELAPORAN DAN
PENERJUNAN DAN LOKASI SERTA DOKUMENTASI
SERAH TERIMA KE SUSUN PROGRAM 35 HARI MAHASISWA PROGRAM ( VIDEO,
SELAMA DI DESA BERITA DESA, ARTIKEL ,
DESA MELALUI MAKSIMAL 5 HARI KATALOG, BROSUR )
KECAMATAN SETELAH MAHASIS
TERJUN LAPANGAN 5 HARI SEBELUM
PENARIKAN
TAHAP EVALUASI DAN DISPLAY
TAHAP 9 TAHAP 10 TAHAP 11
EVALUASI PROGRAM TIM PANGGUNG INOVASI DOKUMENTASI PROGRAM TERBAIK
PROGRAM TERBAIK KKN
KKN OLEH DPL PENERBITAN BUKU DAN JUGA
KOMPETISI PROGRAM SOSIALISASI HASIL KKN
KEGIATAN UJIAN KKN TERBAIK DARI MASING-
MAHASISWA DAN MASING DPL
PENENTUAN PROGRAM
TERBAIK DI DPL
PANDUAN DAN MODUL KKN
REVISI ATAU
PENYESUAIAN
Sebaran mahasiswa Tidak mungkin
di mobilisasi dalam satu wilayah
atau lokasi tertentu dalam situasi
pandemi saat ini
https:sdunej.id
Proses Migrasi
https:sd.unej.ac.id
MEMBANGUN KOMITMEN DESA BINAAN
• BANGUN KOMITMEN PENGABDIAN MASYARAKAT SECARA BERSAMA DAN BERKELANJUTAN→ DESA MITRA/BINAAN, KELOMPOK
MITRA → SK REKTOR /LPPM→ 350 DESA DI 5 KABUPATEN→ Profilling desa binaan dalam Sistem Informasi Desa Binaan
TEMATIK KKN
TEMATIK LOKUS FOKUS KOLABORASI TUJUAN
DESA DESA YANG 1. Kelembagaan : Data Permasalahan (1) Keluarga 1. Pemerintah Daerah/ 1. Inisiasi munculnya
STUNTING DAN STATUSNYA DESA dengan 1000 HPK untuk optimalisasi kesehatan jangka Dinas kesehatan, Desa Bebas Stunting
SANITASI TERTINGGAL DAN panjang ( Ibu hamil, Ibu Menyusui, dan balita 24 bulan , DPMD dan Sanitasi
SANGAT 2) Anak Remaja usia produktif , serta Pembentukan
TERTINGGAL 2. Puskesmas 2. Inisisi munculnya
Kelompok /Komunitas, Komitmen Dan Dukungan 3. Pemerintah Desa pengembangan
DESA YANG 4. Posyandu komunitas sadar
MEMILIKI Pemerintah Desa 5. Dasa Wisma stunting dan sanitasi
PROGLEM 6. PKK
KESEHATAN , 2. Pemberdayaan kelompok/ komunitas melalui 3. Inisiasi munculnya
PENDIDIKAN DAN branding unggulan
PEMUKIMAN pelatihan : desa dan kawasan
• Gizi Spesifik : Edukasi terhadap resiko Growth desa bebas stunting
Faltering / Gagal Tumbuh terutama dalam dan sanitasi
penerapan rekomendasi infant feeding yang
dilakukan dengan pendekatan lebih kreatif,
inovatif, interdisipliner dan berkelanjutan
• Gizi Sensitif : program untuk perbaikan kualitas
lingkungan (air bersih, MCK, dan Persampahan)
baik melalui edukasi maupun intervensi yang
kolaboratif dengan pemangku kepentingan
(pemerintah desa) melalui kebijakan
pembangunan desa
• Pengoptimalan peran kader desa dalam upaya
pencegahan resiko Growth Faltering / Gagal
Tumbuh melalui edukasi dengan pola kegiatan
yang lebih kreatif dan inovatif
3. Tennologi Tepat Guna : Model dan desain
penanganan stunting dan sanitasi, Tehnologi,
Terkait Sistem Informasi desa
KKN TEMATIK
DESA BEBAS STUNTING DAN SANITASI
Tradition of Excellenc