The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Muatan Lokal Membatik-Xmipa3

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by syalfadellau, 2021-09-27 08:27:33

Muatan Lokal Membatik

Muatan Lokal Membatik-Xmipa3

Keywords: mulok

`

Muatan Lokal
Membatik

1

`

Kata Pengantar

Puji serta syukur kami panjatkan Kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang
mana telah memberikan beribu nikmat dan karunia-Nya karena buku
ini telah selesai disusun. Buku ini disusun agar dapat membantu
menambah pengetahuan mengenai pembelajaran membatik.
Penulis pun menyadari jika didalam penyusunan buku ini mempunyai
kekurangan, namun penulis meyakini sepenuhnya bahwa sekecil
apapun buku ini tetap akan memberikan sebuah manfaat bagi
pembaca.
Akhir kata untuk penyempurnaan buku ini, maka kritik dan saran dari
pembaca sangatlah berguna untuk penulis kedepannya

Bontang,25 SEPTEMBER 2021

SYALFA DELLA UMISYAH

i

2

`

Daftar isi

Kata Pengantar...............................................................................................................................i
Daftar Isi.........................................................................................................................................ii
1.1 Batik Parang Kusumo.............................................................................................................1
A. Sejarah Batik Parang Kusumo..................................................................................................1
B. Motif Batik Parang Kusumo.......................................................................................................2
1:2 Batik Sidomukti........................................................................................................................4
A. Sejarah Batik Sidomukti............................................................................................................4
B. Motif Batik Sidomukti.................................................................................................................5
1:3 Batik Tujuh Rupa Pekalogan...................................................................................................6
A. Sejarah Batik Tujuh Rupa Pekalogan.......................................................................................6
2:1 Batik Sidoluhur........................................................................................................................7
A. Sejarah Batik Sidoluhur............................................................................................................7
B. Motif Batik Sidoluhur.................................................................................................................8
2:2 Batik Bali..................................................................................................................................9
A. Sejarah Batik Bali......................................................................................................................9
B. Motif Batik Bali........................................................................................................................10
2:3 Teknik Pembuatan Batik........................................................................................................12
Kesimpulan.................................................................................................................................................13
Daftar Pustaka............................................................................................................................................14

ii

3

`

1:1 Batik Parang Kusumo

A. Sejarah Batik Parang Kusumo

Batik Parang Kusumo berasal dari
kata “kusumo” yang artinya kembang
atau bunga yang dikaitkan dengan
kembanging ratu. Sesuai dengan
namanya, batik Parangkusumo hanya
dipakai oleh kalangan keturunan raja
secara turun-temurun bila berada
didalam keraton.

Motif batik Parangkusumo terdiri dari unsur motif api dan motif
mlinjon. Motif-motifnya tersusun menurut garis diagonal, motif api
atau motif parang posisinya bertolak belakang dengan motif mlinjon
yang berbentuk segi empat belah ketupat. Di tengahtengah motif api
terdapat dua motif bunga kecil yang bertajuk tiga dan saling bertolak
belakang. Motif batik parang kusuma biasanya digunakan untuk busana
pengantin Kasatrian Ageng. Pengertian bunga sama dengan kusuma
yang mempunyai makna generasi muda bunga harapan, Jika dirasakan
dengan arti perlambangnya memang sesuai dengan fungsinya yaitu
sebagai busana putra-putri Sultan yang semula digunakan untuk malem
selikuran, sekarang menjadi busana pengantin. Batik ini berkembang
pada masa Penembahan Senopati Mataram pada abad XVI.

1

4

`

B. Motif Batik Parang kusumo

1. Batik Parang Kusumo Jogja
Motif Parang Kusumo Jogja ini sekilas terlihat sangat sederhana. Meski
demikian, motif kain ini nampak elegan. Corak utama batik tersebut
hanya berupa kombinasi pola ‘S’ serta bulatan-bulatan dan pola
permata di ujungnya.
Paduan warna yang netral dengan
kombinasi dua atau tiga warna
membuat kesan sederhana dan
elegan pada motif batik ini. Batik ini
cocok dipadukan dengan berbagai
macam outfit, mulai dari tampilan
formal maupun casual.

2. Batik Parang kusumo Solo
Meski namanya hampir sama dengan motif parang kusumo Jogja,
namun keduanya tidaklah sama. Batik parang kusumo memiliki garis-
garis yang lebih tegas. Selain itu, pola huruf ‘S’ pada corak ini juga lebih
ramping daripada parang kusumo Jogja.

2

5

`

Batik ini biasanya dipakai oleh pengantin
wanita pada saat upacara tukar cincin.
Meskipun sederhana, motif ini terlihat
menarik. Kamu bisa menjadikannya
sebagai atasan maupun bawahan yang
membuat tampilanmu makin
fashionable.

3. Batik Parang Kusumo Seling Rusak

motif batik Parang Rusak diciptakan
oleh Panembahan Senopati saat bertapa
di Pantai Selatan. Motif ini terinspirasi
dari ombak yang tidak pernah lelah
menghantam karang pantai. Motif
Parang melambangkan kekuasaan dan
kekuatan.Proses produksi batik ini
memerlukan ketenangan dan kesabaran
yang tinggi. Kesalahan dalam proses
pembuatannya dipercaya akan menghilangkan kekuatan gaib batik
tersebut. Meskipun terkesan magis, batik ini dapat digunakan untuk
pakaian formal sehari-hari .Dominasi warna coklat pada motif ini
terkesan lebih berani jika dibanding motif Parang Kusumo lainnya.

3

6

`

1.2 : Batik Sidomukti

A. Sejarah Batik Sidomukti

Motif batik sidomukti merupakan
motif batik yang berasal dari
Surakarta, Jawa Tengah. Motif ini
merupakan perkembangan dari
motif batik sidomulyo. Latar motif
batik sidomulyo berwarna putih
kemudian oleh Paku Buwono IV
diubah dengan motif ukel yang
kemudian dinamakan motif batik sidomukti. Motif batik ini merupakan
salah satu jenis batik keraton yang biasanya dibuat dengan zat warna
soga alam. Motif batik ini asli dan kuno atau klasik seperti aslinya. Motif
batik ini biasanya digunakan pada saat upacara pernikahan.

B. Motif Batik Sidomukti

1. Sidomukti Kupu Kupu

Ornamen kupu-kupu merupakan ornamen khas sidomukti yang
selanjutnya. Kupu-kupu sebagai lambang kebebasan dan
kesempurnaan mengajarkan bahwa untuk mencapai kebahagiaan
dalam hidup diperlukan sebuah proses yang terkadang menyakitkan.

4

7

` 5

Hal tersebut didasari pada metamorfosis kupu-kupu
yang sangat sempurna dan tentunya waktunya
panjang hingga mencapai kupu-kupu yang indah

2. Sidomukti dan Sidomulyo Garis Ketupat

Motif sidomukti yang satu ini merupakan
motif klasik yang menjadi ciri khas motif
sidomukti. Batik ini merupakan
pengembangan dari batik sidomukti isen.
Gabungan kedua batik yang mirip ini
menjadi sebuah harmoni yang sangat
indah dilihat.

3. Sidomukti singgasana

Unsur singgasana merupakan salah satu
unsur utama di dalam isen sidomukti. Unsur
singgasana ini memiliki harapan bahwa
nantinya seseorang yang memakainya akan
mendapat derajat yang tinggi serta
kehormatan di mata masyarakat

8

`

1.3 : Batik Tujuh Rupa Pekalogan

A. sejarah Batik Tujuh Rupa Pekalogan

Batik motif tujuh rupa merupakan salah
satu motif batik unggulan dan terkenal dari
Pekalongan, Jawa Tengah. Pekalongan
sendiri memiliki julukan yang unik yaitu
kota batik Pekalongan sehingga membuat
kota tersebut menjadi kota yang kreatif
akan batiknya. Batik Pekalongan
merupakan batik yang terkenal di Indonesia bahkan sudah dikenal
sampai mancanegara. Batik tujuh rupa ini memiliki keunggulan
tersendiri jika dibandingkan dengan batik lainnya, karena dari
pewarnaan batik ini cenderung lebih cerah dan mempunyai daya tarik
tersendiri. Untuk urusan motif batik ini juga lebih beragam khas batik
pesisir.

6

9

`

2.1 : Batik Sidoluhur

A. Sejarah Batik Sidoluhur

Terdapat mitos mengenal penciptaan motif batik sido luhur yang
menuntut pencipta awalnya hanya menahan nafas berlama lama. Motif
sido luhur diciptakaan Ki Ageng Henis. Kakek dari panembahan senopati
pendiri Mataran Jawa, serta cucu Ki Ageng selo. Konon motif sido luhur
dibuat khusus oleh Ki Ageng Henis untuk anak keturunannya. Harapan
agar si pemakai dapat berhati serta berpikir luhur sehimgga dapat
berguna bagi masyarakat banyak.
Menurut seorang pengamat budaya jawa. Winarso kalinggo, motif itu
kemudian dimanifestasikan ke selembar kain (dicanting) oleh Nyi Ageng
sendiri adalah seorang yang mempunyai kesaktian. Mitosnya, Nyi
Ageng selalu memegang (menahan) nafas dalam mencanting sampai
habisnya lilin dalam canting tersebut. Hal itu dimaksudkan agar
konsentrsi sampai habisnya harapan dapat tercurah secara penuh ke
kain batik tersebut. Sampai sekarang pun, secara umum, proses
penciptaan batik masih sama seperti jaman dulu. Laki laki membuat
motif, yang wanita mencanting.

7

10

`

B. Motif Batik Sidoluhur

1. Batik Motif Sido Mukti Luhur

Batik motif Sido Mukti Luhur yang berasal dari Keraton
Yogyakarta memiliki kegunaan yaitu dikenakan pada saat
mitoni dan menggendong bayi. Batik ini memiliki filosofi,
Sido Mukti, berarti gembira, kebahagiaan untuk
mengendong bayi sehingga bayi merasakan ketenangan,
kegembiraan.

2.Motif Sido Luhur Karaton Sukarta

Motif batik Sido Luhur merupakan jenis batik
keraton yang berasal dari Keraton Yogyakarta
dan Keraton Surakarta. Di Keraton Surakarta,
biasanya motif Sido Luhur dikenakan oleh
temanten putri pada malam pengantin. Batik
motif Sido Luhur memiliki filosofi keluhuran. Bagi
orang Jawa, hidup memang untuk mencari
keluhuran materi dan non materi. Keluhuran
materi artinya bisa tercukupi segala kebutuhan ragawi dengan bekerja
keras sesuai dengan jabatan, pangkat, derajat, maupun profesinya.
Sementara keluhuran budi, ucapan, dan tindakan adalah bentuk
keluhuran non materi. Orang Jawa sangat berharap hidupnya kelak
dapat mencapai hidup yang penuh dengan nilai keluhuran.

8

11

`

3. Motif Batik Sido Luhur

Motif Sido Luhur juga bermakna harapan untuk mencapai kedudukan
yang tinggi, dan dapat menjadi panutan masyarakat.

2.2 : Batik Bali

A. Sejarah Batik Bali
Industri batik Bali dimulai sekitar tahun 1970 yang dipelopori antara
lain oleh Pande Ketut Krisna yang berasal dari Banjar Tegeha, Desa
Batubulan, Sukawati Gianyar, Bali. Pada awalnya, Ketut Krisna masih
menggunakan teknik batik cap dengan bantuan alat tenun yang manual
atau biasa disebut dengan Alat Tenun Bukan Mesin.
Masyarakat Bali sendiri sebenarnya menggunakan kain batik dalam
berbagai aktivitas yang erat kaitannya dengan upacara adat ataupun
ritual keagamaan yaitu kain batik yang diikatkan pada bagian pinggang
juga dijadikan sebagai ikat kepala atau dalam bahasa bali diistilahkan
dengan udeng.
gambar batik bali – udeng

9

12

`

Seiring perkembangannya batik Bali tidak
hanya menjelma sebagai ikat untuk kepala
saja, namun sudah menjadi souvenir atau
barang koleksi yang bisa dimiliki oleh siapa
saja. Motif batik bali sangat beragam dan
memiliki kreativitas yang unggul manjadikan
wisatawan ingin mengoleksi batik tersebut.
Hal ini dibuktikan dengan respon pasar yang
sangat luar biasa serta makin terkenalnya batik Bali. Batik Bali terus
berkembang dengan menambah motif-motif baru yang cenderung
abstrak seperti motif awan dan relief candi wayang beber.Jika kita
definisikan batik Bali adalah batik yang berasal dari daerah bali dengan
corak seperti tersebut diatas. Cukup Banyak para pelaku batik di Bali
yang mulai melakukan langkah strategis dan inovatif untuk menghindari
tingkat kejenuhan konsumen pada batik. Misalnya dengan melakukan
kombinasi motif batik Bali dengan motif batik yang berasal dari luar Bali
yaitu dengan memadukan motif batik Bali dan corak menara Eifel yang
melambangkan Negara Prancis, atau dikombinasikan dengan motif
kangguru yang merupakan ciri khas negara Australia.

Bagi para pecinta batik, ini adalah suatu produk baru yang sangat patut
untuk dikoleksi dan dikabarkan kepada para masyarakat luas agar batik
Bali lebih berkembang dan menjadi salah satu oleh-oleh wajib saat
berkunjung ke Bali.

10

13

`

B. Motif Batik Bali

1. Batik Bali Buketan

Kata siapa Batik tdiak basi mendapatkan pengaruh
dari budaya luar? Buktinya, batik bali buketan
mendapat pengaruh dari prancis juga. Batik bali
buketan mendapatkan namanya dari bahasa
prancis yaitu bouquet atau rangkaian bunga. Sama
denagan namanya. Batik bali ini pun bergambar
bunga dan tumbuhan. Terkadang ditemukan juga motif burung atau
kupu kupu sebagai hiasan kecil pasa motif batik bali yang satu ini.

2. Batik Bali Ulamsari Mas

Motif batik Bali berupa ulamsari Mas
merupakan salah satu dari sekian banyaknya
motif Bali yang terkenal di masyarakat luas.
Batik bali motif ini berisikan gambar ikan dan
udang yang mewakili mata pencaharian
masyarakat Bali, yakni sebagai nelayan

11

14

`

3. Batik Bali Singa Borong

Batik Bali dengan motif barong bisa jadi
paling unik dari batik-batik yang pernah
ada. Kok bisa begitu? Tidak jauh dari
namanya sendiri, batik singo barong
terinspirasi dari makhluk mitos, yakni
barong yang banyak diyakini masyarakat Bali. Makna yang sering
dikaitkan dengan motif singo barong adalah keajaiban, kekuatan dan
keperkasaan.

2:3 Teknik Pembuatan Batik

-Langkah pertama adalah membuat desain batik yang biasa disebut molani.
Dalam penentuan motif, biasanya tiap orang memiliki selera berbeda-beda.
Membuat design atau motif ini dapat menggunakan pensil.

Setelah selesai melakukan molani, langkah kedua adalah melukis dengan (lilin)
malam menggunakan canting (dikandangi/dicantangi) dengan mengikuti pola
tersebut.

-Tahap selanjutnya, menutupi dengan lilin malam bagian-bagian yang akan tetap
berwarna putih (tidak berwarna). Canting untuk bagian halus, atau kuas untuk
bagian berukuran besar. Tujuannya adalah supaya saat pencelupan bahan
kedalam larutan pewarna, bagian yang diberi lapisan lilin tidak terkena.

-Tahap berikutnya, proses pewarnaan pertama pada bagian yang tidak tertutup
oleh lilin dengan mencelupkan kain tersebut pada warna tertentu.

Setelah dicelupkan, kain tersebut di jemur dan dikeringkan.

12

15

`

Setelah kering, kembali melakukan proses pembatikan yaitu melukis dengan lilin
malam menggunakan canting untuk menutup bagian yang akan tetap
dipertahankan pada pewarnaan yang pertama.

Kemudian, dilanjutkan dengan proses pencelupan warna yang kedua. Proses
berikutnya, menghilangkan lilin malam dari kain tersebut dengan cara meletakkan
kain tersebut dengan air panas diatas tungku.

Setelah kain bersih dari lilin dan kering, dapat dilakukan kembali proses
pembatikan dengan penutupan lilin (menggunakan alat canting)untuk menahan
warna pertama dan kedua.

Proses membuka dan menutup lilin malam dapat dilakukan berulangkali sesuai
dengan banyaknya warna dan kompleksitas motif yang diinginkan.

Proses selanjutnya adalah nglorot, dimana kain yang telah berubah warna direbus
air panas. Tujuannya adalah untuk menghilangkan lapisan lilin, sehingga motif
yang telah digambar sebelumnya terlihat jelas. Tidak perlu kuatir, pencelupan ini
tidak akan membuat motif yang telah Anda gambar terkena warna, karena bagian
atas kain tersebut masih diselimuti lapisan tipis (lilin tidak sepenuhnya luntur).
Setelah selesai, maka batik tersebut telah siap untuk digunakan.

Proses terakhir adalah mencuci kain batik tersebut dan kemudian
mengeringkannya dengan menjemurnya sebelum dapat digunakan dan dipakai.

Kesimpulan :

Batik merupakan salah satu budaya khas Indonesia yang patut
dijaga,dikembangkan, dilindungi, dan dilestarikan. Sebagai warga Indonesia yang
peduli terhadap budaya, senantiasa harus memajukan batik baik dari segi motif
dan ragam hiasnya, atau pun memperluas kembali pemasarannya. Hal ini
tentunya akan berpengaruh terhadap kelangsungan batik Indonesia kedepannya.

13

16

`

Daftar Pustaka

http://batikdan.blogspot.com/2011/07/batik-parangkusumo.html
https://lifestyle.okezone.com/read/2021/03/19/194/2380845/3-motif-
batik-parang-kusumo-dahulu-hanya-dipakai-keturunan-raja
https://batik-tulis.com/blog/batik-sidomukti/
https://lifestyle.okezone.com/read/2021/03/02/194/2370824/ragam-
motif-batik-sidomukti-dan-maknanya
https://www.bahankain.com/2020/06/03/mengenal-batik-tujuh-rupa-
dari-pekalongan
https://www.semarangpos.com/sidoluhur-batik-pembawa-kemuliaan-
104461
https://sakyabatiktenun.blogspot.com/2019/07/4-motif-batik-sido-
sidomulyo-sidomukti.html
https://batik-tulis.com/blog/batik-bali/
https://riverspace.org/motif-batik-bali/
https://www.mikirbae.com/2014/11/proses-pembuatan-batik.html

14

17


Click to View FlipBook Version