PRAMUKA WAJIB"SENYUM BERSAMA, PRAMUKA" 9 Desember, 2023 SMA SRIJAYA NEGARA PALEMBANG PRAMUKA SABARA SANGGA BARIS SMA SRIJAYA NEGARA PALEMBANG UntukSMA/MA
MATERI KEPRAMUKAAN................................................... 1. Kepanduan Dunia......................................................... 2. Kepanduan Indonesia.................................................. 3. Gerakan Pramuka........................................................ 4. Tujuan Gerakan Pramuka........................................... a. Prinsip Dasar Kepramukaan................................... b. Sifat............................................................................ 5. Lambang Tunas Kelapa............................................... 6. Hymne dan Mars.......................................................... 7. UU Gerakan Pramuka.................................................. 8. Pakaian Seragam.......................................................... a. Pengertian................................................................. b. Fungsi, Tujuan, dan Sasaran................................... 9. Sandi.............................................................................. 1. Sandi Morse............................................................... 2. Sandi Angka............................................................... 3. Sandi Rumput............................................................ 4. Sandi Kurung.............................................................. 5. Sandi Sisipan.............................................................. 6. Sandi AN dan AZ........................................................ 7. Sandi Smaphore........................................................ 8. Sandi Kotak................................................................ MATERI KEPRAMUKAAN 1 MATERI KEPRAMUKAAN
Kepanduan dunia berawal dari pemikiran seorang pemuda Inggris yang merangkum atau menulis pengalamannya saat bertugas di Afrika dan India. Pemuda tersebut adalah Lord Baden Powell of Giwell yang nama lengkapnya adalah Robert Stephenson Smyth Baden Powell namun lebih dikenal dengan Baden Powell saja. Baden Powell lahir pada tanggal 22 Februari 1857 di London, ayahnya seorang Profesor Geometry di Universitas Oxfort, bernama Domine Baden Powell yang meninggal ketika Stephenson masih kecil. Baden Powell bergabung dengan pasukan Hussars ke 13 di India pada tahun 1876, kemudian dari tahun 1888 – 1895 Baden Powell sukses bertugas di India, Afganistan, Zulu, dan Ashanti. Semasa perang Boer Baden powell bertugas sebagai staff dari pasukan Kerajaan Inggris (1896 – 1897), menjadi kolonel pasukan berkuda di Afrika Selatan (Pengalaman terkepung oleh bangsa Boer di Kota Mafeking, Afsel selama 127 hari kekurangan makanan), kemudian mengalahkan bangsa Zulu di Afrika dan mengambil kalung manik kayu milik raja Dinizulu. 2 Kepanduan Dunia 1. Kepanduan Dunia
Pengalamannya tersebut ia tulis menjadi sebuah buku dengan judul “ AIDS TO SCOUTING “ yang sebenarnya untuk memberi petunjuk kepada tentara Inggris agar dapat melakukan tugas penyelidik dengan baik. Buku tersebut memuat cara menjelajahi hutan, diperlukan kecakapan tertentu, baik diperoleh dari alam ataupun tokoh masyarakat yang dilalui, seperti mengenali jejak perjalanan yang baru dilewati untuk keluar dari rimbunnya hutan, mengenali buah-buahan yang dapat dimakan, air yang boleh diminum, mengetahui arah mata angin tanpa melihat arah matahari karena rimbunnya hutan dan sebagainya. Untuk menguji kebenaran isi buku itu, 21 orang pemuda yang menamakan kelompok Boys Brigade mengundang Baden Powell bersama-sama membuktikannya mengadakan perkemahan di Pulau Brownsea (Brownsea Island) pada tanggal 25 Juli 1907 selama 8 hari peserta perkemahan melakukan pengembaraan menerapkan isi buku Aids for Scouting bersama Baden Powell. Pengalaman dalam perkemahan tersebut dicatat setiap hari, pada akhir perkemahan catatan tersebut dikumpulkan menjadi satu oleh Baden Powell dijadikanlah sebuah buku dengan judul “ SCOUTING FOR BOYS “ yang diterbitkan tahun 1908. 3 Kepanduan Dunia
Kelompok anak muda yang melakukan perkemahan di Brownsea tersebut mengubah nama kelompoknya dari Boys Brigade menjadi BOY SCOUT dan menjadikan Scouting For Boys sebagai buku panduannya. Kemudian ajaran Baden Powell ini berkembang dan berdirilah organisasi kepanduan-kepanduan (yang semua hanya untuk anak laki-laki berusia penggalang) yang disebut Boys Scout. Kemudian disusul berdirinya organisasi kepanduan putri yang diberi nama GIRL GUIDES, atas bantuan Agnes adik perempuan Baden Powell dan diteruskan oleh Ny. Baden Powell dengan buku panduan HANDBOOK GIRL GUIDESS (dikerjakan sama-sama dengan Agnes Baden Powell tahun 1912), GIRL GUIDES (1918). Baden Powell kembali ke Inggris tahun 1908 menjadi Letnan Jendral dianugrahi Ksatria tahun 1909, Pada tahun 1910 Baden Powell minta pensiun dari tentara dengan pangkat terakhir Letjend. Ia menikah dengan Olave st.Clair Soames pada tahun 1912 dan dianugrahi tiga orang anak (Peter, Heather, Betty) Pada tahun 1912 berdiri pandu usia siaga yang disebut CUB (anak srigala) dengan buku Jungle Book berisi cerita tentang Mongli anak didikan rimba (anak yang dipelihara oleh Srigala) karangan Rudyard Kliping sebagai cerita pembungkus kegiatan Cub ini. 4 Kepanduan Dunia
Kemudian tahun 1918 Baden powell membentuk Rover Scout (Pramuka usia Penengak) untuk menampung mereka yang sudah lewat usia 17 tahun tetapi masih sering giat di bidang kepanduan, dengan buku panduan ROVERING TO SUCCES (Mengembara Menuju Kebahagiaan) yang telah diterbitkan tahun 1912. Pada tahun 1920 para pandu sedunia berkumpul di Olimpia, London, Inggris dalam acara Jambore Dunia yang pertama. Ketika hari terakhir kegiatan jambore tanggal 6 Agustus 1920 Baden Powell diangkat sebagai Chief Scout of The World atau Bapak Pandu Sedunia. Sejak Tahun 1920 itu dibentuklah Dewan Internasional dengan 9 orang anggota dan Biro Sekretariatnya berada di London Inggris. Pada tahun 1929 Baden Powell mendapat gelar kehormatan ” Lord ” hingga namanya menjadi Lord Baden Powell of Gilwell dengan julukan Baron, gelar tersebut diberikan oleh Raja George V. Setelah berkeliling dunia termasuk berkunjung ke Batavia (Sekarang : Jakarta, Indonesia) tanggal 3 Desember 1934, sepulang meninjau Jambore di Australia. Baden Powell beserta istrinya menghabiskan waktu tinggal di Inggris (sekitar tahun 1935-1938). 5 Kepanduan Dunia
Kemudian ia kembali ke Afrika tanah yang amat dicintainya, masa tuanya di Nyeri, Kenya. Beliau wafat tanggal 8 Januari 1941 dan diantar diatas kereta yang ditarik oleh para pandu yang sangat mencintainya ke tempat peristirahatan terakhir. Pada ahun 1958 Biro Kepanduan Sedunia (Putra) dipindahkan dari London ke Ottawa, Kanada. Pada tanggal 1 Mei 1968 dipindahkan lagi ke Geneva, Swiss (baca: Jenewa Swiss). Biro Kepanduan Dunia (Putra) hanya mempunyai 40 orang staf yangada di Geneva dan 5 kantor kawasan yakni : Costa Rica, Mesir, Philipina, Swiss dan Nigeria. Biro Kepanduan Dunia (Putri) sampai dengan sekarang tetap berada di London dan mempunyai 5 kawasan yakni : Eropa. Asia Pasifik, Arab, Afrika, Amerika Latin. 6 Kepanduan Dunia
Gerakan pendidikan kepanduan di Tanah Air sudah muncul sejak zaman Hindia-Belanda. Pada 1912, dimulai latihan sekelompok pandu di Batavia (nama Jakarta pada masa penjajahan Belanda), yang kemudian menjadi cabang dari Nederlandsche Padvinders Organisatie (NPO). Dua tahun kemudian cabang tersebut disahkan berdiri sendiri dan dinamakan Nederlands-Indische Padvinders Vereeniging (NIPV) atau Persatuan PanduPandu Hindia Belanda. Pada saat itu, sebagian besar anggota NIPV adalah pandu-pandu keturunan Belanda. Namun, pada 1916 berdiri suatu organisasi kepanduan yang sepenuhnya merupakan pandu-pandu bumiputera. Adalah Mangkunegara VII, pemimpin Keraton Solo yang membentuk Javaansche Padvinders Organisatie Setelah itu muncul organisasi kepanduan berbasis agama, kesukuan dan lainnya. Antara lain Padvinder Muhammadiyah (Hizbul Wathan), Nationale Padvinderij, Syarikat Islam Afdeling Pandu, Kepanduan Bangsa Indonesia, Indonesisch Nationale Padvinders Organisatie, Pandu Indonesia, Padvinders Organisatie Pasundan, Pandu Kesultanan, El-Hilaal, Pandu Ansor, Al Wathoni, Tri Darma (Kristen), Kepanduan Asas Katolik Indonesia, dan Kepanduan Masehi Indonesia. 7 Kepanduan Indonesia 2. Kepanduan Indonesia
Kepanduan yang ada di Hindia-Belanda ternyata berkembang cukup baik. Hal itu menarik perhatian pula dari Bapak Pandu Sedunia, Lord Baden-Powell, yang bersama istrinya, Lady Baden-Powell, dan anak-anak mereka, mengunjungi organisasi kepanduan di Batavia, Semarang, dan Surabaya, pada awal Desember 1934. Para pandu di Hindia-Belanda pernah pula mengikuti Jambore Kepanduan Sedunia. Bila pada Jambore Sedunia 1933 di Hungaria hanya sebatas pada kunjungan delegasi kecil untuk menyaksikan kegiatan akbar itu, maka pada Jambore Sedunia 1937 di Belanda, ikut pula Kontingen Pandu Hindia-Belanda yang terdiri dari Pandu-pandu keturunan Belanda, bumi putera khususnya dari Batavia dan Bandung, lalu dari Pandu Mangkunegaran, dari Ambon, dan sejumlah Pandu keturunan Tionghoa dan Arab. Sementara di dalam negeri, kegiatan perkemahan dan jamboree kepanduan juga diadakan di sejumlah tempat. Di antaranya pada 19-23 Juli 1941 di Yogyakarta berlangsung All Indonesian Jamboree atau “Perkemahan Kepanduan Indonesia Oemoem.” 8 Kepanduan Indonesia
Pada 27-29 Desember 1945 berlangsung Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia di Surakarta. Kongres tersebut menghasilkan Pandu Rakyat Indonesia sebagai satu-satunya organisasi kepramukaan di Indonesia. Namun, ketika Belanda kembali mengadakan agresi militer pada 1948, Pandu Rakyat dilarang berdiri di daerah-daerah yang sudah dikuasai Belanda. Hal tersebut memicu munculnya organisasi lain, seperti Kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI), dan Kepanduan Indonesia Muda (KIM). Pada perkembangannya, kepanduan Indonesia kemudian terpecah menjadi 100 organisasi yang tergabung dalam Persatuan Kepanduan Indonesia (Perkindo). Namun, jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia tidak sebanding dengan jumlah anggota perkumpulan. Selain itu masih ada rasa golongan yang tinggi, sehingga membuat Perkindo menjadi lemah. Untuk mencegah hal itu, Presiden Soekarno bersama Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang saat itu merupakan Pandu Agung, menggagas peleburuan berbagai organisasi kepanduan dalam satu wadah. 9 Kepanduan Indonesia
Hal itu pertama kali diungkapkan Presiden Soekarno ketika mengunjungi Perkemahan Besar Persatuan Kepanduan Putri Indonesia di Desa Semanggi, Ciputat, Tangerang, pada awal Oktober 1959. Presiden kemudian juga mengumpulkan tokoh dan pemimpin gerakan kepanduan di Indonesia. Seluruh organisasi kepanduan yang ada, dilebur menjadi satu dengan nama Pramuka. Presiden menunjuk panitia terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prijono, Azis Saleh, Achmadi, dan Muljadi Djojo Martono. Gerakan Pramuka tersebut diawali dengan serangkaian peristiwa yang saling berkaitan. Pada 9 Maret 1961 diresmikan nama Pramuka dan menjadi Hari Tunas Gerakan Pramuka. Pada 20 Mei 1961, diterbitkan Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka dan momen tersebut dikenal sebagai Hari Permulaan Tahun Kerja. Pada 20 Juli 1961, para wakil organisasi kepanduan Indonesia mengeluarkan pernyataan di Istana Olahraga Senayan, untuk meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka. Sehingga disebut sebagai Hari Ikrar Gerakan Pramuka. 10Kepanduan Indonesia
Setelah itu, pada 14 Agustus 1961, Gerakan Pramuka diperkenalkan secara resmi kepada masyarakat luas dalam suatu upacara di halaman Istana Negara. Ditandai dengan penyerahan Panji Gerakan Pramuka dari Presiden Soekarno kepada Sri Sultan Hamengku Buwono IX yang juga menjadi Ketua pertama Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Panji itu lalu diteruskan Sri Sultan Hamengku Buwono IX kepada suatu barisan defile yang terdiri dari para Pramuka di Jakarta, dan dibawa berkeliling kota. Tanggal 14 Agustus itulah yang kemudian ditetapkan sebagai Hari Pramuka dari dirayakan seluruh Pramuka setiap tahunnya. 11Kepanduan Indonesia
Gerakan Pramuka adalah organisasi pendidikan nonformal yang menyelenggarakan pendidikan kepanduan yang dilaksanakan di Indonesia. Kata Pramuka merupakan singkatan dari Praja Muda Karana, yang memiliki arti Orang Muda yang Suka Berkarya. 12Gerakan Pramuka “Pramuka” merupakan sebutan bagi Anggota Gerakan Pramuka, yang meliputi; 3. Gerakan Pramuka
Siaga: Tingkatan pramuka Siaga diperuntukkan untuk anak-anak usia 7-10 tahun. Di tingkatan ini, pramuka akan diajarkan tentang kegiatan kreativitas, kebersihan, keamanan, dan pertolongan pertama. 1. Penggalang: Tingkatan pramuka Penggalang diperuntukkan untuk usia 11-15 tahun. Di tingkatan ini, pramuka akan diajarkan tentang kegiatan ilmu pengetahuan alam, kepramukaan, dan kepemimpinan. 2. Penegak: Tingkatan pramuka Penegak diperuntukkan untuk usia 16-20 tahun. Di tingkatan ini, pramuka akan diajarkan tentang kepemimpinan, keterampilan, dan kemandirian. 3. Pandega: Tingkatan pramuka Pandega diperuntukkan untuk usia 21-25 tahun. Di tingkatan ini, pramuka akan diajarkan tentang kegiatan sosial, kepemimpinan, dan kewirausahaan. Pramuka Pandega juga dapat melakukan kegiatan internasional yang melibatkan organisasi pramuka dari berbagai negara. 4. 13Geragakan Pramuka
Kelompok anggota yang lain disebut anggota dewasa. Sedangkan yang dimaksud “Kepramukaan” adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan Prinsip Dasar Kepramukaan dan Metode Kepramukaan, yang sasaran akhirnya pembentukan watak, akhlak dan budi pekerti luhur. Kepramukaan adalah sistem pendidikan kepanduan yang disesuaikan dengan keadaan, kepentingan dan perkembangan masyarakat dan bangsa Indonesia. Kepanduan di Indonesia telah dimulai sejak tahun 1923 yang ditandai dengan didirikannya (Belanda) Nationale Padvinderij Organisatie (NPO) di Bandung. Sedangkan pada tahun yang sama, di Jakarta didirikan (Belanda) Jong Indonesische Padvinderij Organisatie (JIPO). Kedua organisasi cikal bakal kepanduan di Indonesia ini meleburkan diri menjadi satu bernama (Belanda) Indonesische Nationale Padvinderij Organisatie (INPO) di Bandung pada tahun 1926. 14Gerakan Pramuka
Gerakan Pramuka bertujuan untuk membentuk setiap Pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki berkecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negeara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan. a. Prinsip Dasar Kepramukaan Iman dan taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa; Peduli terhadap bangsa dan tanah air, sesama hidup dan alam seisinya; Peduli terhadap dirinya pribadi; dan Taat kepada Kode Kehormatan Pramuka. Metode Kepramukaan pengamalan Kode Kehormatan Pramuka; belajar sambil melakukan; kegiatan berkelompok, bekerjasama, dan berkompetisi; kegiatan yang menarik dan menantang; kegiatan di alam terbuka; kehadiran orang dewasa yang memberikan bimbingan, dorongan, dan dukungan; penghargaan berupa tanda kecakapan; dan satuan terpisah antara putra dan putri; 15Tujuan Gerakan Pramuka 4. Tujuan Gerakan Pramuka
Berdasarkan resolusi Konferensi Kepanduan Sedunia tahun 1924 di Kopenhagen, Denmark, maka Kepanduan mempunyai tiga sifat atau ciri khas, yaitu : Nasional, yang berarti suatu organisasi yang menyelenggarakan kepanduan di suatu negara haruslah menyesuaikan pendidikannya itu dengan keadaan, kebutuhan dan kepentingan masyarakat, bangsa dan negara. 1. Internasional, yang berarti bahwa organisasi kepanduan di negara manapun di dunia ini harus membina dan mengembangkan rasa persaudaraan dan persahabatan antara sesama Pandu dan sesama manusia, tanpa membedakan kepercayaan/agama, golongan, tingkat, suku dan bangsa. 2. Universal, yang berarti bahwa kepanduan dapat dipergunakan di mana saja untuk mendidik anakanak dari bangsa apa saja. 3. 16Sifat Gerakan Pramuka b. Sifat
Lambang Gerakan Pramuka “Satyaku Ku Dharmakan, Dharmaku Ku Baktikan”. Itulah motto dari Praja Muda Karana atau yang lebih dikenal dengan Pramuka. Sebagaimana yang ditetapkan dalam Anggaran Dasar Gerakan Pramuka pasal 48 dan Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka Bab VII PAsal 120, lambang dari Gerakan Pramuka adalah tunas kelapa. Penjabaran lambang ini ditetapkan dalam SK Kwarnas Nomor 06/KN/72 tentang Lambang Pramuka. Pencipta lambang ini adalah Sunardjo Atmodipuro, seorang Andalan Nasional dan Pembina Pramuka yang juga pegawai dari Departemen Pertanian. Pencipta lambang Pramuka ini lahir pada tanggal 29 Februari 1903 di Blora dan meninggal pada tanggal 31 Mei 1979. Silhouette tunas kelapa adalah lambang Gerakan Pramuka sesuai dengan Surat Keputusan Kwartir Nasional Nomor 06/KN/72 yang merupakan penyempurna dari surat keputusan sebelumnya yaitu 15/KN/67 Tahun 1967. Dicantumkan dalam lampiran surat keputusan tersebuturaian arti kiasan lambang Gerakan Pramuka yang terdiri dari 6 kiasan, yaitu sebagai berikut: 175. Lambang Gerakan Pramuka
SATU :Buah Nyiur dalam keadaan tumbuh dinamakan cikal dan istilah cikal bakal di Indonesia berarti : penduduk aseli yang pertama, yang menurunkan generasi baru. Jadi lambang buah Nyiur yang tumbuh itumengkiaskan, bahwa tiap Pramuka merupakan inti bagi kelangsungan hidup bangsa Indonesia DUA : Buah Nyiur dapat bertahan lama dalam keadaan yang bagaimanapun djuga. Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa setiap Pramuka adalah seorang yang rokhaniah dan jasmaniah sehat, kuat dan ulet serta besar tekadnya dalam menghadapi segala tantangan dalam hidup dan dalam menempuh segala ujian dan kesukaran untuk mengabdi tanah air dan bangsa Indonesia. TIGA: Nyiur dapat tumbuh di mana saja, yang membuktikan besarnya daya-upayanya dalam menyesuaikan dirinya dengan keadaan sekelilingnya.Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka dapat menyesuaikan diri dalam masjarakat dimana ia berada dan dalam keadaan yang bagaimanapun juga. 18Lambang Gerakan Pramuka
EMPAT: Nyiur bertumbuh menjulang luruske atas dan merupakan salah satu pohon yang tertinggi di Indonesia.Jadi lambang itu mengkiaskan, bahwa tiap Pramuka mempunyai cita-cita yang tinggi dan lurus jakni yang mulia dan djudjur dan ia tetap tegak tidak mudah diombang-ambingkan oleh sesuatu. LIMA: Akar Nyiur yang bertumbuh kuat dan erat di dalam tanah melambangkan bahwa tekad dan kejakinan tiap Pramuka mempunjai dan berpegang kepada dasar-dasar dan landasan-landasan yang baik, benar, kuat dan nyata, ialah tekad dan keyakinan yang dipakai olehnyauntuk memperkuat diri guna mencapai cita-citanja. ENAM: Nyiur adalah pohon yang serbaguna, dari ujung hingga akarnya. Jadi lambang itu mengkiaskan bahwa tiap Pramuka adalah manusia yang berguna dan membaktikan diri dan kegunaannya kepada kepentingan tanah air, bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia serta kepada umat manusia. 19Lambang Gerakan Pramuka
20Hymne dan mars Gerakan Pramuka 6. Hymne dan Mars Gerakan Pramuka Hymne Pramuka diciptakan oleh seorang tokoh utama kepanduan sekaligus komponis musik lagu-lagu perjuangan yaitu Kak Husein Mutahar. Mars Jayalah Pramuka diciptakan oleh seorang tokoh utama kepanduan sekaligus komponis musik lagu-lagu perjuangan yaitu Kak H. Munatsir Amin Hymne Pramuka Mars Jayalah Pramuka Kami pramuka indonesia Manusia pancasila Satyaku kudharmakan Dharmaku kubaktikan Agar jaya Indonesia Indonesia tanah airku Kami jadi pandu mu Gerakan Pramuka Praja Muda Karana Sebagai wahana kaum muda suka berkarya Kader pembangunan sebagai perekat bangsa Disiplin berani dan setia berakhlak mulia Bersatu padu menyongsong masa depan yang gemilang Satu pramuka untuk satu Indonesia Melangkah maju menuju masyarakat yang sentosa Jayalah Pramuka Jayalah Indonesia
Pendidikan kepramukaan merupakan salah satu pendidikan nonformal yang menjadi wadah pengembangan potensi diri serta memiliki akhlak mulia, pengendalian diri, dan kecakapan hidup untuk melahirkan kader penerus perjuangan bangsa dan negara. Di samping itu, pendidikan kepramukaan yang diselenggarakan oleh organisasi gerakan pramuka merupakan wadah pemenuhan hak warga negara untuk berserikat dan mendapatkan pendidikan sebagaimana tercantum dalam Pasal 28, Pasal 28C, dan Pasal 31 Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Gerakan pramuka yang pada masa pemerintahan Hindia Belanda tahun 1912 disebut kepanduan terus berkembang dalam dinamika politik didasari oleh politik yang memecah belah bangsa. Namun kegiatan kepanduan di tanah air tetap memiliki komitmen yang sama yaitu menentang kebijakan pemerintahan kolonial Hindia Belanda dan berjuang menuju Indonesia merdeka. 21UU Gerakan Pramuka 7. UU Gerakan pramuka sejarah Terbitnya Undang-Undang Gerakan Pramuka
Sejarah mencatat bahwa gerakan kepanduan melahirkan sikap patriotisme kaum muda yang pada muaranya mematangkan momentum sumpah pemuda 28 Oktober 1928 dan proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Setelah kemerdekaan Presiden Republik Indonesia Soekarno mengumpulkan 60 (enam puluh) organisasi kepanduan untuk dikonsolidasikan menjadi kekuatan pembangunan nasional. Untuk itu, Presiden mengeluarkan Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang intinya membentuk dan menetapkan gerakan pramuka sebagai satu-satunya perkumpulan yang memiliki kewenangan menyelenggarakan pendidikan kepanduan di Indonesia. Perkembangan gerakan pramuka mengalami pasang surut dan pada kurun waktu tertentu kurang dirasakan penting oleh kaum muda. Akibatnya, pewarisan nilai-nilai yang terkandung dalam falsafah Pancasila dalam pembentukan kepribadian kaum muda yang merupakan inti dari pendidikan kepramukaan tidak optimal. 22UU Gerakan Pramuka
Pada waktu yang bersamaan dalam tatanan dunia global bangsa dan negara membutuhkan kaum muda yang memiliki rasa cinta tanah air, kepribadian yang kuat dan tangguh, rasa kesetiakawanan sosial, kejujuran, sikap toleransi, kemampuan bekerja sama, rasa tanggung jawab, serta kedisiplinan untuk membela dan membangun bangsa. Dengan menyadari permasalahan yang digambarkan di atas, pada peringatan ulang tahun gerakan pramuka 14 Agustus 2006 dicanangkan revitalisasi gerakan pramuka. Momentum revitalisasi gerakan pramuka tersebut dirasakan sangat penting dalam upaya pembangunan kepribadian bangsa yang sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan sesuai dengan tuntutan perubahan zaman. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka disusun dengan maksud untuk menghidupkan dan menggerakkan kembali semangat perjuangan yang dijiwai nilainilai Pancasila dalam kehidupan masyarakat yang beraneka ragam dan demokratis. Undang-undang ini menjadi dasar hukum bagi semua komponen bangsa dalam penyelenggaraan pendidikan kepramukaan yang bersifat mandiri, sukarela, dan nonpolitis dengan semangat Bhineka Tunggal Ika untuk mempertahankan kesatuan dan persatuan bangsa dalam wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. 23UU Gerakan Pramuka
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka ini mengatur aspek pendidikan kepramukaan, kelembagaan, tugas dan wewenang Pemerintah dan pemerintah daerah, hak dan kewajiban para pemangku kepentingan, serta aspek keuangan gerakan pramuka. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka menegaskan Pancasila merupakan asas gerakan pramuka dan gerakan pramuka berfungsi sebagai wadah untuk mencapai tujuan pramuka melalui kegiatan kepramukaan yaitu pendidikan dan pelatihan, pengembangan, pengabdian masyarakat dan orang tua, serta permainan yang berorientasi pada pendidikan. Selanjutnya, tujuan gerakan pramuka adalah membentuk setiap pramuka agar memiliki kepribadian yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, berjiwa patriotik, taat hukum, disiplin, menjunjung tinggi nilai-nilai luhur bangsa, dan memiliki kecakapan hidup sebagai kader bangsa dalam menjaga dan membangun Negara Kesatuan Republik Indonesia, mengamalkan Pancasila, serta melestarikan lingkungan hidup. 24UU Gerakan Pramuka
Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka disahkan Presiden Dr. H. Susilo Bambang Yudhoyono di Jakarta pada tanggal 24 November 2010. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka diundangkan di Jakarta pada tanggal 24 November 2010 oleh Menkumham Patrialis Akbar. Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka ditempatkan dalam Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 131. Penjelasan atas Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka ditempatkan dalam Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5169. 25UU Gerakan Pramuka Link UU Gerakan Kepramukaan: https://drive.google.com/file/d/1u6W2VbbUjXZgo8Fzsh19 1eiB3-KrC9a3/view?usp=drive_link Link Penjelasan UU Gerakan Kepramukaan: https://drive.google.com/file/d/15jyhD4_lWPK6vH0WyvZWHvGSVQVdxO6/view?usp=drive_link
Pakaian Seragam Pramuka selain berfungsi sebagai sarana pendidikan dan identitas bagi anggotanya juga ditujukan agar para anggota Gerakan Pramuka yang mengenakannya berakhlak sesuai Satya dan Darma Pramuka, memiliki jiwa korsa, dan berdisiplin. Kwartir Nasional Gerakan Pramuka menerbitkan Surat Keputusan Nomor 174 tahun 2012 tentang Petunjuk Penyelenggaraan Pakaian Seragam Anggota Gerakan Pramuka yang menyempurnakan petunjuk penyelenggaraan yang telah diterbitkan sebelumnya. Gerakan pramuka yang pada masa pemerintahan Hindia Belanda tahun 1912 disebut kepanduan terus berkembang dalam dinamika politik didasari oleh politik yang memecah belah bangsa. Namun kegiatan kepanduan di tanah air tetap memiliki komitmen yang sama yaitu menentang kebijakan pemerintahan kolonial Hindia Belanda dan berjuang menuju Indonesia merdeka. 268. Pakaian Seragam Link UU Pakaian Seragam Pramuka: https://drive.google.com/file/d/1EXx9c 4HM0B3N1xTZ6fzmWbaSdt_4WkLf/vie w?usp=drive_link Pakaian Seragam
selanjutnya disebut Pakaian Seragam Pramuka adalah pakaian yang dikenakan oleh semua anggota Gerakan Pramuka yang bentuk, warna, dan tata cara pemakaiannya ditentukan oleh Kwartir Nasional Gerakan Pramuka. Warna Pakaian Seragam Pramuka adalah coklat muda dan coklat tua. Warna tersebut dipilih dari salah satu warna yang banyak dipakai oleh para pejuang kita di masa perang kemerdekaan (1945-1949). 27a. Pengertian 1. Pakaian Seragam Anggota Gerakan Pramuka 2. Pakaian Seragam Harian adalah pakaian yang dikenakan anggota Gerakan Pramuka pada waktu melakukan kegiatan kepramukaan harian. Pakaian seragam harian juga digunakan pada waktu mengikuti upacara. Pakaian Seragam Kegiatan adalah pakaian yang dikenakan oleh semua anggota Gerakan Pramuka pada saat mengikuti kegiatan lapangan, agar lebih mudah melakukan aktivitas yang diperlukan. Pakaian Seragam
283. Pakaian Seragam Upacara adalah pakaian yang dikenakan oleh anggota dewasa Gerakan Pramuka yang pemakaiannya secara khusus untuk upacara memperingati Hari Proklamasi Kemerdekaan RI, Hari Pramuka, Pelantikan Pengurus Kwartir/ Mabi, upacara pembukaan dan penutupan kegiatan nasional, kegiatankegiatan tertentu yang ditetapkan oleh kwartir, menghadiri upacara dimana TNI menggunakan seragam PDU 4 dan acara resmi kepramukaan di luar negeri. Pakaian Seragam Khusus adalah pakaian yang dikenakan secara khusus, karena adanya pertimbangan tertentu. 4. Pakaian Seragam
Pakaian Seragam Pramuka berfungsi sebagai sarana pendidikan dan identitas bagi anggotanya guna meningkatkan citra Gerakan Pramuka. Tujuan Pakaian Seragam Pramuka bertujuan agar para anggota Gerakan Pramuka yang mengenakannya berakhlak sesuai Satya dan Darma Pramuka, memiliki jiwa korsa, dan berdisiplin.Sasarannya adalah terwujudnya pemakaian Pakaian Seragam Pramuka secara benar, terciptanya ketertiban dan keindahan, dan terciptanya rasa bangga menjadi anggota Gerakan Pramuka. Pakaian Seragam Pramuka terdiri dari: Tutup Kepala, Baju Pramuka, Rok/ Celana, Setangan Leher, Ikat Pinggang, Kaos Kaki, Sepatu, dan Tanda Pengenal. Jenis Pakaian Seragam Pramuka antara lain, Pakaian Seragam Harian, Pakaian Seragam Kegiatan, Pakaian Seragam Upacara, Pakaian Seragam Khusus (Pakaian Seragam Muslim dan Pakaian Seragam Tambahan). 29Pakaian Seragam b. Fungsi, Tujuan, dan Sasaran
309. Sandi Secara istilah, kata 'sandi' berasal dari bahasa sanskerta yang artinya rahasia. Jika dilihat artinya berdasarkan Kamus Besar Bahasa Indonesia, sandi merupakan kode atau rahasia. Jadi, pengertian sandi pramuka adalah tulisan dengan huruf atau kode rahasia tertentu yang hanya dipahami oleh anggota yang berkomunikasi secara khusus dalam kelompok pramuka. Ada banyak sandi yang ada, berikut beberapa sandi pramuka : 1. Sandi Morse Sandi yang diciptakan oleh Samuel FB Morse dan Alfred Vail pada 1835 ini merupakan representasi huruf, angka, tanda baca, dan sinyal dengan menggunakan kode titik dan garis yang disusun untuk mewakili karakter tertentu di dalam alfabet, sinyal, atau pertanda yang sudah disepakati. Cara penggunaan Sandi Morse paling terkenal yaitu dengan menggunakan senter atau peluit. Jika bunyi peluit atau nyala senter panjang artinya garis. Jika bunyi peluit atau nyala senter pendek artinya titik. Sandi
31Sandi Morse Contoh: ... -- .- / ... .-. .. .--- .- -.--- .-/ -. . --. .- .-. .- = SMA SRIJAYA NEGARA 2. Sandi Angka Sesuai namanya, sandi ini menggunakan kode angka untuk menggantikan huruf. Sandi angka termasuk jenis sandi yang cukup mudah jika dibandingkan dengan jenis sandi lainnya yang ada di Pramuka. Kawan tinggal mengganti huruf yang akan disampaikan dengan kode angka. 16 5 12 1 10 1 18 / 25 1 14 7 / 20 5 18 4 9 4 9 11 = PELAJAR YANG TERDIDIK Sandi
323. Sandi Rumput Sandi ini memiliki sistem dengan merepresentasikan huruf, angka, tanda baca yang sudah dibuat dengan menggunakan prinsip Sandi Morse. Jika Sandi Morse menggunakan titik dan garis, Sandi Rumput akan menggunakan strip yang bentuknya menyerupai rumput. Rumput pendek sama dengan tanda titik, rumput panjang sama dengan tanda garis. Sandi kurung adalah salah satu jenis sandi yang menggunakan tanda kurung dan angka untuk mewakili suatu huruf yang akan dijabarkan. 4. Sandi Kurung Sandi
Pada sandi ini, berlaku hukum kebalikan di mana huruf yang akan digunakan dalam menyampaikan sebuah pesan adalah kebalikannya. Sandi balik juga berlaku kebalikannya. 33Sandi Sisipan Sandi yang dalam penggunaan diselipi huruf lain ini biasanya menggunakan kata tambahan agar tidak mudah terbaca oleh orang lain. Dalam membacanya, abaikan kata AND yang diselipkan pada setiap kode. 5. Sande nyandum iand tandu iand dandah = Senyum Itu Indah Contoh penggunaan sandi sisipan 6. Sandi AN dan Az AN = OHNTYNU FNZCNU CNQN GRZCNGALN = Buanglah Sampah Pada Tempatnya AZ = YFZMTOZS HZNKKZS KZWZ GVNKZGMBZ = Buanglah Sampah Pada Tempatnya Sandi
Semaphore diciptakan oleh seorang insinyur sekaligus pendeta asal Perancis bernama Claude Chappe pada tahun 1790. Tujuannya adalah untuk kepentingan komunikasi militer, agar anggota militer bisa berkomunikasi dari jarak yang jauh. Pada saat itu, semaphore nggak menggunakan bendera seperti saat ini, tetapi menggunakan kayu berukuran besar yang bentuknya menyerupai lengan. Kayu ini kemudian dipasang di atas menara-menara tinggi yang jaraknya 5 – 10 mil atau sekitar 8 – 160 km antar satu menara dengan menara lainnya. Pada setiap menara, ditempatkan satu signaller sebagai operator, serta teleskop sebagai alat bantu untuk melihat pesan yang dikirimkan signaller lain dari jarak jauh. Pada abad ke-19, metode ini banyak diadopsi sebagai metode komunikasi antarkapal. Nah, dari sinilah penggunaan bendera semaphore mulai diterapkan. 347. Sandi Smaphore Sandi
35Ketika Perang Dunia I terjadi, semaphore masih sering digunakan meskipun teknologi telepon dan radio sudah ditemukan. Alasannya adalah karena komunikasi melalui telepon atau radio memiliki kemungkinan untuk disadap oleh musuh, sedangkan semaphore tidak. Selain itu, metode ini juga lebih simple dan dapat digunakan dalam kondisi susah sinyal. Karena itulah, semaphore masih banyak digunakan untuk kondisi darurat. Bendera Smaphore Bendera semaphore memiliki bentuk persegi dengan ukuran 45 cm x 45 cm. Sedangkan panjang tongkat untuk memasang bendera semaphore adalah 55 cm. Bendera semaphore umumnya berwarna merah dan kuning. Warna merah dan kuning digunakan karena kedua warna ini cerah dan kontras, sehingga dapat dilihat dengan jelas dari jarak yang jauh sekalipun. Pada dua ujung bendera, terdapat tali untuk mengikat bendera pada tongkat kayu. Sandi
Gerakan semaphore terdiri dari 30 formasi yang masing-masing melambangkan huruf, angka, atau isyarat tertentu. Kamu bisa melihatnya pada gambar berikut. 36Gerakan - Gerakan Smaphore Sandi
37Sandi Kotak adalah metode penyandian dalam kepramukaan yang menggunakan kotak-kotak, sudut, garis, dan titik sebagai basis penyandian setiap huruf. Biasanya, Sandi Kotak akan diwakili oleh sejumlah kotak, sudut, garis, dan titik dengan posisi tertentu yang mewakili setiap huruf dalam alfabet. Untuk sandi kotak ini memiliki 3 jenis yaitu sandi kotak 1, sandi kotak 2 dan sandi kotak 3. Berikut jenis – jenis sandi kotak sandi: Sandi Kotak Disebut sandi kotak karena kode hurufnya ditempatkan dalam kotak yang berorientasi secara vertikal, horizontal, dan menyilang. Kotak ini terdiri dari sembilan bagian dengan huruf a sampai r ditempatkan di dalam kotak berorientasi vertikal dan horizontal, dengan urutan: 1 ab, 2 cd, 3 ef, 4 gh, 5 ij, 6 kl, 7 mn, 8 op, dan 9 qr. Sementara itu, kombinasi huruf st, uv, wx, dan yz ditempatkan dalam kotak menyilang. 8. a. Sandi Kotak 1 Sandi
Dalam setiap kotak vertikal dan horizontal, terdapat dua huruf. Perbedaannya ada pada titik yang menandai huruf kedua. Sebagai contoh, ab memiliki titik pada huruf b. Hal serupa juga berlaku untuk kotak menyilang, di mana titik menandai huruf kedua, seperti st memiliki titik pada huruf t. 38Contoh Sandi Kotak 1 Berbeda dengan sandi kotak 1 yang memiliki dua jenis kotak (vertikal-horizontal dan menyilang), sandi kotak 2 hanya memiliki satu jenis kotak, yaitu vertikal-horizontal. Di dalam kotak ini, ada sembilan segmen dengan tiga huruf di masing-masingnya: Abc, def, ghi, jkl, mno, pqr, stu, vwx, dan yz. b. Sandi Kotak 2 Sandi
39Sandi Cara menggunakannya mirip dengan sandi kotak 1. Di sandi kotak 2, kamu hanya perlu menciptakan simbol sesuai posisi huruf di kotak. Jika kamu menulis huruf kedua dalam sebuah kotak, tambahkan satu titik. Jika itu huruf ketiga, tambahkan dua titik. Sebagai contoh, untuk huruf a, kamu cukup menggambar bentuk siku-siku. Sedangkan untuk huruf b, tambahkan satu titik pada bentuk siku-siku, dan untuk huruf c, tambahkan dua titik di dalam bentuk tersebut. Contoh Sandi Kotak 2 C. Sandi Kotak 3
Dibandingkan dengan sandi kotak 1 dan 2, sandi kotak 3 memiliki tingkat kerumitan yang lebih tinggi. Ini disebabkan karena kamu perlu benarbenar mengingat posisi setiap huruf, berbeda dengan sandi kotak 1 dan 2 yang memiliki susunan huruf yang lebih intuitif dan mudah ditebak. Secara spesifik, sandi kotak 3 merupakan kombinasi dari kotak vertikal-horizontal dan kotak berbentuk belah ketupat. Huruf-hurufnya tersebar di berbagai posisi, ditambah dengan titik pada beberapa huruf. 40Sandi
41Sandi Sebagai contoh, huruf 'a' ditempatkan di tengah kotak, sedangkan huruf 'b' ditempatkan di posisi yang sama namun dengan tambahan titik di tengah. Sementara itu, huruf lain seperti 'n' memiliki posisi yang lebih kompleks, berada di tepi antara garis belah ketupat dan vertikal-horizontal dengan tambahan titik. Jadi, untuk menggambar huruf 'n', kamu harus membuat garis siku-siku dengan sebuah titik di tengahnya. Contoh Sandi Kotak 3
TERIMA KASIH