Modul Ajar PEMBELAJARAN BAHASA JAWA Disusun Oleh : Latifatul Khofi Materi Pacelathon SMP/Mts/Sederajat VII
Identitas Modul 1 Identitas Penulis Mata Pelajaran Fase/Kelas/Semester Alokasi Waktu Target Peserta Didik Jumlah Peserta Didik Karakteristik Peserta Didik Moda Pembelajaran : Bahasa Jawa : D/VII/Gasal : 2 Pertemuan (2 JP x 40 menit) : Reguler/Tipikal : 32 Siswa : Heterogen (Umum) : Tatap Muka Latifatul Khofi ig : Latifatulkhf email : [email protected] 082145494485
2 Elemen Capaian Pembelajaran Menulis Peserta didik mampu menulis gagasan, pikiran, pandangan, arahan atau pesan tertulis tentang sosial budaya untuk berbagai tujuan secara logis, kritis, dan kreatif dengan menggunakan bahasa Jawa sesuai kaidah unggah-ungguh basa dan tata bahasa. Peserta didik mampu menulis teks paragraf aksara Jawa sesuai kaidah penulisan aksara Jawa. Peserta didik mampu menyampaikan ungkapan rasa simpati, empati, peduli, dan pendapat pro/kontra secara etis dalam memberikan penghargaan secara tertulis dalam teks multimodal. Peserta didik mampu menggunakan kosakata baru yang dimiliki tentang busananing basa dan ungkapan Jawa untuk menulis berbagai tujuan. Peserta didik mampu menyampaikan tulisan berdasarkan fakta, pengalaman, dan imajinasi secara indah dan menarik dalam bentuk gancaran (prosa) dan geguritan (puisi jawa) dengan penggunaan kosa kata secara kreatif.
Tujuan Pembelajaran 3 Identitas Penulis Pemahaman Bermakna Setelah mengamati konteks dialog dan dengan melakukan diskusi kelompok (gotong royong), peserta didik mampu bernalar kritis menuliskan (merumuskan) ungkapan simpati, empati, peduli, dan penghargaan dengan undha-usuk bahasa Jawa yang tepat. Melalui diskusi kelompok (gotong royong), peserta didik dapat menganalisis kesalahan penggunaan undha-usuk basa dalam penerapan ungkapan simpati, empati, peduli, dan penghargaan dalam dialog (pacelathon). Peserta didik mampu menuliskan (merumuskan) dialog sederhana berisi ungkapan simpati empati, peduli, dan penghargaan menggunakan undha-usuk berbahasa Jawa yang tepat. b. a. c. Melalui kegiatan praktik menuturkan ungkapan berupa dialog (pacelathon) sesuai undha-usuk basa yang tepat, peserta didik dapat meningkatkan kemampuan peserta didik dalam berunggah-ungguh. Melalui kegiatan menulis, peserta didik dapat meningkatkan kosa kata Basa Jawa yang dimengerti. Melalui kegiatan menulis, peserta didik dapat terlatih menuliskan pacelathon sesuai undha-usuk basa. a. b. c.
Indikator Pencapaian 4 Pe Identitas Penulis rtanyaan Pemantik Peserta didik dapat menuliskan (merumuskan) ungkapan simpati, empati, peduli, dan penghargaan sesuai konteks yang ditentukan. Peserta didik dapat menganalisis kesalahan penggunaan undha-usuk basa dalam penerapan ungkapan simpati, empati, peduli, dan penghargaan dalam dialog (pacelathon). Peserta didik dapat menuliskan (merumuskan) dialog sederhana berisi ungkapan simpati, empati, peduli, dan penghargaan menggunakan undha-usuk berbahasa Jawa. b. a. c. Wis nate krungu bapak utawa simbah ngaturi unjukan nalika ana tamu? Apa kang kokucapake nalika siswa arep ijin metu kelas? Kepiye patrape nalika matur sangarepe wong tuwa? a. b. c.
Strategi Pembelajaran 5 Identitas Penulis Pendekatan Model Metode Sarana dan Prasarana : Saintifik : Problem Basic Learning (PBL) : Diskusi, ceramah, unjuk kerja. : Gawai dan internet, modul ajar berbasis flipbook materi pacelathon. Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia Peserta didik dapat mempraktikkan unggah-ungguh basa sebagai wujud kepribadian jawa. Berkebinekaan Global Peserta didik melakukan praktik komunikasi dengan unggah- ungguh basa yang tepat. Gotong Royong Peserta didik diharapkan dapat berkolaborasi dalam diskusi pemahaman materi dan pemecahan masalah. Bernalar Kritis Peserta didik dapat menganalisis ketepatan penggunaan undha-usuk basa dalam komunikasi harian. b. a. c. d. Profil Pelajar Pancasila
6 Penilaian Sikap Observasi (Jurnal Penilaian Sikap) Penilaian Pengetahuan > Asesmen Diagnostik > Tes Formatif - LKPD Gladhen 2 (Assesment as learning) Peserta didik mengerjakan LK memilih benar/salah tentang penggunaan undha-usuk basa. > Tes Sumatif - (Assesment of learning) Peserta didik mengerjakan tes tulis mandiri terstruktur tentang unggah-ungguh basa. Penilaian Keterampilan Produk (Assesment as learning) Peserta didik menyusun kalimat sesuai konteks yang sudah ditentukan dalam LKPD Gladhen 1. a. c. b. Rencana Asesmen
Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Pendahuluan Siswa menjawab salam yang disampaikan oleh guru Siswa dan guru berdoa bersama untuk memulai pembelajaran Guru menyapa siswa Guru menanyakan kehadiran siswa Siswa menyimak penjelasan guru mengenai kompetensi,tujuan dan kegiatan yang akan dilakukan Siswa menyimak apersepsi dari guru mengenai materi pacelathon (Pertanyaan Pemantik). Kegiatan Inti Orientasi peserta didik pada masalah > [Menjelaskan dan memotivasi] Siswa menelaah tujuan pembelajaran yang disampaikan oleh guru, yaitu “Siswa mampu menuliskan (merumuskan) ungkapan simpati, empati, peduli, dan penghargaan dalam dialog (pacelathon) sesuai konteks.” > [Brainstorming] Siswa menyimak video berisi undhausuk Basa Jawa melalui link yang dicantumkan dalam modul ajar. [MENGAMATI] 7
8 Kegiatan Pembelajaran > [Menetapkan Masalah] Siswa bersama guru mendiskusikan permasalahan yang dihadapi dalam keseharian terkait hambatan penerapan undha-usuk basa. [MENANYA] Mengorganisasi peserta didik untuk belajar > [Mendefinisikan Masalah] Siswa berdiskusi dengan guru terkait konteks penggunaan ragam Bahasa Jawa dalam pacelathon. > [Mengorganisasi Tugas Belajar] Siswa membentuk kelompok untuk mendiskusikan LKPD yang berisi berbagai konteks pacelathon. [MENALAR] Membimbing penyelidikan > [Mendorong Mengumpulkan Informasi] Siswa dalam kelompok memperhatikan konteks-konteks pacelathon yang disajikan dalam LKPD (Gladhen 1). [MENGUMPULKAN INFORMASI] > Siswa dalam kelompok menuliskan kalimat yang benar sesuai konteks dan undha-usuk yang tepat.
9 Kegiatan Pembelajaran Mengembangkan dan menyajikan hasil karya > [Mengembangkan Hasil Karya] Siswa dalam kelompok menyusun ungkapan yang telah didiskusikan dalam bentuk teks pacelathon. [MENALAR] > [Menyajikan Hasil Karya] Siswa (perwakilan kelompok) melakukan praktik pacelathon sesuai undha-usuk basa dan konteks di hadapan kelompok lain. [MENGOMUNIKASIKAN] Menganalisis dan mengevaluasi proses pemecahan masalah > [Menganalisis Proses Pemecahan Masalah] Siswa (kelompok lain) dan guru berdiskusi menganalisis ketepatan penggunaan undha-usuk basa yang disampaikan kelompok penyaji. > [Mengevaluasi Proses Pemecahan Masalah] Siswa dalam kelompok menganalisis kebenaran penggunaan undha-usuk basa dalam dialog yang tersaji dalam LKPD (Gladhen 2). > Siswa bersama guru berdiskusi untuk mencari ketepatan undha-usuk basa dalam pacelathon yang tersaji dalam Gladhen 2.
10 Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Penutup Siswa bersama guru menyimpulkan materi pembelajaran pada hari ini. Siswa bersama guru mengevaluasi pembelajaran yang telah dilakukan. Siswa mendapat penugasan dari guru Guru mengakhiri pembelajaran. Pembelajaran Remidial Peserta didik yang belum mencapai ketuntasan belajar sesuai hasil analisis penilaian akan diberikan : pemberian pembelajaran ulang, bimbingan perorangan, belajar kelompok dan pemanfaatan tutor sebaya. Pembelajaran Pengayaan Berdasarkan hasil analisis penilaian, peserta didik yang sudah mencapai ketuntasan belajar diberi langkah-langkah pembelajaran pengayaan untuk perluasan dan/atau pendalaman materi (kompetensi) dalam bentuk mengerjakan tugas dengan bentuk soal lainnya.
11 Banter lirihe swara Polatane kudu bener Intonasine kudu bener Ngadege ngawur Guneman ngawur Owahe badan ngawur Ayo siswa kudu nggatekake tenanan lho...!!! Siswa lan guru bareng-bareng nyemak video ing link iki https://youtu.be/Hi1lrw0AUdU? si=RwOtyr3TxN4xJNkJ Budi pakartine wong kang nindakake pacelathon iku kudu nganggo waton (tata cara), yaiku: Wenehana tanda utawa
12 Coba saiki siswa gladhen maca lan meragakake pacelathon ing ngisor iki! Marwanto Pak Agung Marwanto Pak Agung Marwanto Pak Agung Marwanto Pak Agung Marwanto Pak Agung : “Sugeng sonten Pak, badhe matur sekedhap”. : “Iya-iya Le, kene mampir mlebu dhisik”. : “Inggih Pak, matur nuwun”. : “Ana wigati apa?, dene sliramu sore-sore tekan kene”. : “Mekaten Pak, kula dipundhawuhi bapak supados matur kaliyan Pak Agung menawi benjing Minggu, jam 07.00 dhusun ngriki ngawontenaken kerja bakti sesarengan. Kanthi mekaten panjenengan kapurih ngumumaken dhateng warga sanesipun”. : “Apa maneh Le, welinge Bapak”? : “Sampun Pak, mekaten kemawon”. : “Matura bapak, menawa welinge wis daktampa lan arep daktindakake saiki”. : “Inggih Pak, matur nuwun sanget. Menawi mekaten sampun cekap anggen kula sowan matur. Kula nyuwun pamit”. : “Ya, Le, padha-padha. Ngati-ngati ya ning dalan” Atur Kerja Bakti Nulis Pacelathon
13 Sawise gladhen maca, saiki pahami materi ing ngisor iki banjur mengko siswa bisa gladhen nulis pacelathon. Nulis Pacelathon Paugeran kanggo nulis pacelathon iku kaya ing ngisor iki. a. Jeneng paraga ditulis b. Nalika ana jeneng “wong” ditulis nganggo huruf kapital c. Gunakake tandha wacan titik loro (:) sawise jeneng paraga d. Guneman ditulis ing jero tandha kutip (“....”) Cathetan Rumuse ragam basa ngoko alus: tembung ngoko + krama inggil + krama andhap + afiks (awalan + imbuhan) ngoko. Rumuse ragam krama lugu: tembung krama + afiks (awalan, akhiran) krama Rumuse ragam basa ngoko lugu: ngoko+ afiks (imbuhan+akhiran) ngoko
Tuladha : Guru marang muride Bu Darni : "Le, njaluk tulung jupukake buku ning meja kana." 14 Adhik marang kakange Dhokter marang pasien Anak buah marang pimpinan Saiki ayo padha gladhen gawe ukara kang trep karo katrangan sadurunge !
Saiki ayo padha gladhen gawe ukara kang trep karo katrangan sadurunge ! Bakul marang sing tuku 15 Kanca karo kanca Dhokter marang pasien Anak buah marang pimpinan
1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. 15. 16. 17. 18. 19. 20. 21. 22. 23. 24. 25. Celathu Waton Polatan Tembung Cetha Gladhi Wigati Tuladha Ngandharake Ancas Kalebu Mranani Paugeran Dumadi Ngajeni Raket Senadyan Nembe Pramila Sekedhap Pinarak Wigati Kapurih Welinge Cekap : Omongan : Tata cara : Tingkah : Kata : Jelas : Latih : Penting : Contoh : Menyampaikan : Tujuan : Termasuk : Menyentuh hati : Aturan : Terjadi : Menghargai : Akrab : Walaupun : Baru saja : Maka : Sebentar : Mampir : Penting : Disuruh : Pesannya : Cukup 16 Bausastra
17 Asesmen Diagnostik No. Soal 1. Saiki wetawis jam 07.00. Nalika ketemu pak guru ing sekolahan, kang kokucapake sepisanan yaiku ... A. sugeng enjing B. sugeng siyang C. sugeng sonten D. sugeng dalu 2. Angka 50 yen dibasakake unine... A. gangsal dasa B. seket C. selawe D. sewidak 3. Yen arep ngenalake jenengmu sangarepe kanca sekelasmu, ukara sing mbok ucapake yaiku .... A. Tepangaken, nama kula Rama. B. Tepangaken, asma kula Sinta. C. Kenalaken, asma kula Rama. D. Kenalake, jeneng kula Sinta.
No. Soal 4. Basa kang trep digunakake nalika pacelathon antarane bocah marang wong tuwa yaiku ... A. ngoko lugu B. ngoko alus C. krama lugu D. krama alus 5. “Wetengipun budhe radi ngelu.” Tembung “weteng” ing ukara kasebut luput. Benere yaiku .... A. pasuryan B. padharan C. mustaka D. palarapan 6. “Kula tindak dhateng peken mbekta kranjang.” Tembung kang luput ana ing ukara kasebut yaiku .... A. tindak B. dhateng C. peken D. mbekta 18 Asesmen Diagnostik
19 Asesmen Diagnostik No. Soal 7. Atur-atur kang trep nalika kowe pamit marang wong tuwamu arep mangkat sekolah yaiku ... A. “Pak, Bu, nyuwun pamit, kula badhe tindak sekolah!” B. “Pak, Bu, nyuwun donga pangestu, kula badhe bidhal sekolah!” C. “Pak, Bu, nyuwun idi kula badhe tindakan sekolah!” D. “Pak, Bu, arep pamit, kula badhe kesah sekolah!” 8. Basa krama lugu digunakake nalika awak dhewe omong-omongan karo .... A. wong kang durung kenal B. kanca raket ing omah C. adhine dhewe D. bocahcilik
20 Asesmen Diagnostik No. Soal 9. Mbah Tejo lagi nandang gerah. Dheweke lagi wae presan ing RS. Nalika sowan besuk, kang bakal kokucapake marang Mbah Tejo yaiku ... A. “Mugi-mugi Simbah enggal mantun nggih!” B. “Muga-muga enggal mantun nggih, Mbah!” C. “Mugi-mugi enggal dhangan, Mbah!” D. “Gek ndang saras nggih, Mbah!” 10. Gendhis nembe madosi dalemipun Mbak Ayun. Amargi boten mangertos dalemipun, Gendhis banjur nyuwun pirsa dhumateng salah sijining tukang ojek. Ukara kang trep diaturake dening Gendhis yaiku .... A. “Nyuwun pangapunten, Pak! Kepareng badhe tanglet, dalemipun Mbak Ayun sisih pundi nggih?” B. “Nyuwun pangapunten, Pak! Kepareng nyuwun pirsa, dalemipun Mbak Ayun sisih pundi nggih?” C. “Nyuwun pangapurane, Pak! Kinten-kinten dalemipun Mbak Ayun sisih pundi nggih? Nuwun!” D. “Nyuwun pangapunten, Pak! Kepareng nyuwun pirsa, griyanipun Mbak Ayun sisih pundi nggih?”
Penilaian Sikap 21 Jenis Penilaian Bentuk Instrumen : Proyek : Uraian 1. Beriman, bertakwa kepada Tuhan YME, dan berakhlak mulia. Akhlak beragama Akhlak pribadi Akhlak Kepada Sesama 1. 2. 3. Berdoa sesuai kepercayaan masing- masing saat memulai pembelajaran. Menerapkan unggah-ungguh selama mengikuti pembelajaran. Menjawab salam saat mengawali dan mengakhiri pembelajaran. Memberi bantuan saat teman lain membutuhkan. 1. 2. 3. 4. 2. Berkebinekaan Global Mengenal dan menghargai budaya Antusias memberikan pertanyaan, tanggapan, respons terkait materi pembelajaran yang sedang dibahas. 3. Gotong Royong Kolaborasi Berbagi Bekerjasama dalam kelompok. Menyampaikan hasil diskusi di hadapan teman 4. Mandiri Regulasi Diri Tidak menyalin (plagiat) pekerjaan teman lain saat proses kegiatan mandiri. Tidak mengganggu teman yang sedang serius mengerjakan tugas. 5. Bernalar Kritis Memperoleh dan memproses informasi dan gagasan. Mengumpulkan tugas sesuai target yang telah ditetapkan. NO. Profil Pelajar Pancasila Elemen Kunci Indikator Pencapaian Peserta Didik Rubrik Penilaian
22 No. Nama Siswa Tgl Catatan Perilaku Butir Sikap Tanda Tangan Tindak Lanjut Hasil Tanda Tangan 1. 2. 3. Jurnal Observasi Nilai A Sangat Baik (Tercapai) Jika siswa memiliki sikap sesuai indikator pencapaian yang diharapkan. B Baik (Berkembang) Jika siswa baru menampakkan sikap sesuai indikator pencapaian yang diharapkan. C Kurang (Belum Terlihat) Jika siswa memiliki sikap kurang baik, tidak sesuai indikator pencapaian yang diharapkan.
1. Kesesuaian jawaban dengan konteks tercapai berkembang baru mulai terlihat belum terlihat 2. Kesesuaian penerapan undhu-usuk basa tercapai berkembang baru mulai terlihat belum terlihat 3. Kelengkapan atau kompleksitas penggunaan kalimat. tercapai berkembang baru mulai terlihat belum terlihat NO. KRITERIA SKOR 93-100 SKOR 84-92 SKOR 75-83 SKOR <75 Kesesuaian jawaban dengan konteks Kalimat yang digunakan sesuai dengan konteks percakapan. Kalimat yang digunakan cukup sesuai dengan konteks percakapan. Kalimat yang digunakan kurang sesuai dengan konteks percakapan. Kesesuaian penerapan undha-usuk basa Penerapan undha usuk basa tepat. Masih terdapat satu kesalahan kata penerapan undha usuk basa. Masih terdapat banyak kesalahan kata penerapan undha usuk basa. Kelengkapan atau kompleksitas penggunaan kalimat. Kalimat yang digunakan kompleks, menggunakan atur- atur dan pangareparep. Kalimat yang digunakan hanya menggunakan atur-atur. Kalimat yang digunakan menggunakan atur- atur sangat sederhana. Jenis Penilaian Bentuk Tes Bentuk Instrumen : Proyek : Tes Tulis - Kelompok : Uraian INDIKATOR TERCAPAI BERKEMBANG BARU MULAI TERLIHAT Norma Penilaian Penilaian Keterampilan 23
Gladhen 1 PITUDHUH Tulisana jeneng kelompokmu. Rembugana karo kelompokmu nalika nggarap gladhen iki. Garapen kanthi tliti 1. 2. 3. KELOMPOK 1. 2. 3. 4. 5. 24
Gladhen 1 Gawea ukara atur-atur kang trep manut unggahungguhe jumbuh karo prastawa (konteks) kang wus dicawisake! Atur-atur Prastawa Sepatumu jebol amarga wingi kanggo mlaku-mlaku ing acara pramuka. Weruh bab mangkono, Pak Prayit, guru olahragamu maringi sepatu. Apa kang bakal kokucapake marang Pak Prayit? "Matur nuwun, Pak! Sampun dipunparingi sepatu. Mugi-mugi saged migunani. Kula boten saged ngaturi menapa-menapa. Mugi-mugi dados ganjaranipun Bapak, dipunwales dening Gusti Allah.” Tuladha Atur-atur Dina iki ngepasi dina laire Ibukmu. Nalika kowe ketemu Ibukmu, apa kang bakal kokucapake marang Ibukmu? 1. Prastawa 25
Atur-atur 2. Prastawa Bu Tejo lagi nandang sungkawa. Bapake, Mbah Beja seda. Nalika nglayad, apa kang bakal kokucapake marang Bu Tejo? 26 Atur-atur 3. Prastawa Mas Dayat lagi nandang lara. Dheweke lagi wae tiba saka montor. Nalika nuweni, apa kang bakal kokucapake marang Mas Dayat? Atur-atur 4. Prastawa Sesuk kuwi ngepasi Riyaya Idul Fitri. Kowe sakulawarga arep sowan daleme simbah. Nalika tekan daleme simbah lan arep nindakake sungkeman, apa kang bakal kokaturake?
Atur-atur 5. Prastawa Sedhela maneh ing itungan menit wis ngancik taun anyar. Kowe lagi nganakake acara sakulawarga. Apa kang bakal kokucapake marang bapak/simbokmu? Atur-atur 6. Prastawa Satengahe pamulangan, awakmu kebelet arep nguyuh. Apa kang kokucapake marang Bapak/Ibu Guru nalika arep ijin ana paturasan? 27 Atur-atur 7. Prastawa Dina iku kowe ora ngumpulake tugas amarga mau bengi lek-lekan. Apa kang bakal kokucapake marang Bapak/Ibu Guru supaya ora didukani?
Atur-atur 8. Prastawa Dina iki Bapak ngaturi sedulur-sedulur dolan menyang omah amarga ing dhusunku lagi nganakake pengajian. Apa kang bakal kokucapake nalika nyuguhake pangan lan omben marang dhayoh kang wis teka? Atur-atur 9. Prastawa Kowe arep dolan menyang omahe Siti liya dhusun saprelu sinau klompok. Satengahe dalan, kowe lali omahe Siti. Kebeneran, ana warga dhusun kang ana ngarepan omah. Ana kalodhangan kanggo takon persise omahe Siti. Apa kang bakal kokucapake nalika takon marang warga dhusun mau? 28
29 Atur-atur 10. Prastawa Pak Kadus arep nganakake kumpulan saprelu ngrembug acara nyadran sasi ngarep. Kowe minangka anggota karang taruna diwenehi tugas mbagekake ulem (undhangan). Nalika sowan Pak Bejo ngaturake ulem, apa kang bakal kokucapake?
No. Materi No Soal Soal Bentuk Level Indikator Soal 1. Undhausuk Basa 1-10 Coba temtokna ukara iki bener utawa luput manut paugeran unggah- ungguh basane! Yen pranyata bener, centhangen Bener (B), yen luput centhangen Luput (S)! Yen wangsulanmu Luput (S) coba wenehana garis ngisor tembung kang ora trep undha-usuk basane banjur golekana tembung kang bener! Bener Salah C4 Disajikan teks dialog sederhana, peserta didik dapat menganalisis kesalahan penggunaan undha-usuk basa dalam percakapan. No. Bener (B) Luput (S) Pilihan Wangsulan Tembung sing Luput Tembung sing bener Katerangan 1. Asma Nama 2. 3. 4. Kondur Wangsul 5. Maem Dhahar 6. 7. 8. 9. Dalem Griya 10. Kagungan Gadhah Kunci Jawaban Penilaian Pengetahuan Jenis Penilaian Bentuk Tes Bentuk Instrumen : Formatif : Tes Tulis-Kelompok Terstruktur : Benar Salah Kisi-kisi Soal dan Penilaian 30
No. Aspek Penilaian Skor Nomor Soal Jumlah Skor 1. Benar@Butir soal 1 2, 3, 6, 7, 8 5 2. Salah@Butir soal 3 1, 4, 5, 9, 15 20 Norma Penilaian Nilai = X SkorIdeal (100) Skor Perolehan Skor Maksimal 31
Gladhen 2 Tulisana jeneng kelompokmu Rembugana karo kelompokmu nalika nggarap LKPD iki Garapen kanthi tliti 1. 2. 3. Jeneng Kelompok 1. 2. 3. 4. 32 Pitudhuh
No. Pacelathon Bener Salah 1. Bu Yuni : " Jenengmu sapa, Le?" Fatma : "Asmane kula Fatma, Bu." Benere : 2. Yeni : "Badhe mundhut menapa, Bu?" Ibu : "Arep tuku beras iki. Ndhuk." Benere : 3. Ardi : "Ren apa awakmu tepang Bu Reni : "Oh inggih, Mas. Ingkang Benere : 4. Kardi : "Bu kula badhe kundur nggih." Bu Guru : "Lho durung bel kok, mengko Benere : Coba temtokna ukara iki bener utawa luput manut paugeran unggah-ungguh basane! Yen pranyata bener, centhangen Bener (B), yen luput centhangen Luput (S)! Yen menurutmu salah banjur golekana tembung kang bener! 33 Bu Rina?” ngasta Basa Jawa, ta?” dhisik, Mas.”
No. Pacelathon Bener Salah 5. Siti : "Nyuwun sewu, Pak. Bapak Bapak : "Sak anane wae. Le. Jupukke Siti : "Oh nggih, Bapak." Benere : 6. Lina : "Bapak kalawau dipunpadosi Bapak : "Ana pesen apa, Ndhuk?" Lina : "Wonten uleman, Bapak diaturi Benere : 7. Anggi : "Eyang, menapa eyang Eyang : "Lha arep gawe apa ta, Le?" Anggi : "Kagem praktik mbenjang Benere : 34 badhe maem menapa?” sithik wae ya.” kaliyan Pak Dhanu.” tindak rapat wonten baledesa.” kagungan sinjang bathik?” wonten ing sekolahan, Eyang.”
No. Pacelathon Bener Salah 8. Simbah : "Aku tak budhal sek ya. Zak." Zaki : "Kok mboten nitih sepedha, Simbah : "Ora wis dipethuk Pakdhe Zaki : "Oh nggihpun, ngatos-atos Benere : 9. Rumi : "Mangga Bu pinarak Bu Rahma : "Iya maturnuwun, Nok. Benere : 10. Pak Yuda : "Kowe duwe ingon-ingon apa Ical : "Kula kagungan ulam, Pak." Pak Yuda : "Iwak apa?" Ical : "Wah namung nila kaliyan Benere : 35 Mbah?” nganggo montor.” nggih, Mbah.” dalemipun kula.” Gampang sesoke wae nek ana ibumu.” ning omah, Cal?” patin mawon, Pak.”
No. Materi No Soal Bentuk Level Indikator Soal 1. Pacelathon lan unggah-ungguh basa. 1 PG C3 Disajikan dialog sederhana, peserta didik dapat menentukan informasi yang terdapat dalam dialog tersebut. 2. Pacelathon lan unggah-ungguh basa. 2 PG C3 Disajikan dialog sederhana, peserta didik dapat menentukan informasi yang terdapat dalam dialog tersebut. 3. Pacelathon lan unggah-ungguh basa. 3 PG C3 Disajikan dialog sederhana, peserta didik dapat menentukan diksi yang tidak sesuai dengan unggah-ungguh berbahasa Jawa. 4. Pacelathon lan unggah-ungguh basa. 4 PG C3 Disajikan dialog sederhana, peserta didik dapat menentukan arti diksi yang terdapat dalam dialog tersebut. 5. Pacelathon lan unggah-ungguh basa. 5 PG C5 Disajikan konteks peristiwa, peserta didik dapat menentukan kalimat percakapan yang tepat sesuai unggahungguh berbahasa Jawa. 6. Pacelathon lan unggah-ungguh basa. 6 PG C4 Disajikan konteks peristiwa, peserta didik dapat menentukan kalimat percakapan yang tepat sesuai unggahungguh berbahasa Jawa. 7. Pacelathon lan unggah-ungguh basa. 7 PG C4 Disajikan konteks peristiwa, peserta didik dapat menentukan kalimat percakapan yang tepat sesuai unggahungguh berbahasa Jawa. 8. Pacelathon lan unggah-ungguh basa. 8 PG C3 Disajikan konteks peristiwa, peserta didik dapat menentukan kalimat percakapan yang tepat sesuai unggahungguh berbahasa Jawa. 9. Pacelathon lan unggah-ungguh basa. 9 PG C5 Disajikan dialog sederhana, peserta didik dapat menentukan kalimat percakapan yang tepat sesuai unggahungguh berbahasa Jawa. 10. Pacelathon lan unggah-ungguh basa. 10 PG C3 Disajikan dialog sederhana, peserta didik dapat menentukan informasi yang terdapat dalam dialog tersebut. Penilaian Pengetahuan Jenis Penilaian Bentuk Tes Bentuk Instrumen : Sumatif : Tes Tulis-Mandiri Terstruktur : Pilihan Ganda Kisi-kisi Soal 36
No. Materi No Soal Bentuk Level Indikator Soal 11. Pacelathon lan unggah-ungguh basa. 11 PG C5 Disajikan dialog sederhana, peserta didik dapat menentukan diksi yang tepat yang terdapat dalam dialog tersebut. 12. Pacelathon lan unggah-ungguh basa. 12 PG C5 Disajikan dialog sederhana, peserta didik dapat menentukan informasi yang terdapat dalam dialog tersebut. 13. Pacelathon lan unggah-ungguh basa. 13 PG C5 Disajikan dialog sederhana, peserta didik dapat menentukan kesalahan berbahasa yang terdapat dalam dialog tersebut. 14. Pacelathon lan unggah-ungguh basa. 14 PG C5 Disajikan dialog sederhana, peserta didik dapat menentukan informasi yang terdapat dalam dialog tersebut. 15. Pacelathon lan unggah-ungguh basa. 15 PG C5 Disajikan dialog sederhana, peserta didik dapat menentukan undha usuk basa yang terdapat dalam dialog tersebut. Kisi-kisi Soal No. Kunci PG No. Kunci PG No. 1. D 6. D 11. 2. C 7. D 12. 3. A 8. C 13. 4. A 9. B 14. 5. D 10. B 15. Kunci Jawaban Kunci PG A-B A-D C-D A-B A-D 37
No. Aspek Penilaian Skor 1. Pilihan Ganda @butir soal 10x1 10 Jawaban Benar 1 Jawaban Salah 0 2. Pilihan Ganda Kompleks @butir soal 5x2 10 Jawaban Benar 2 Jawaban 2 Jawaban Benar 1 Jawaban 1 Jawaban Salah 0 20 Rubrik Penilaian Nilai = X SkorIdeal (100) Skor Perolehan Skor Maksimal Norma Penilaian 38
Nama : Kelas : No. Absen : GATEKNA! 1. Ndedongaa marang Gustisadurunge awakmu nggarap! 2. Aja kelalen anggone ngisi NAMA lan KELAS! 3. Soal kaperang dadi 10 pilihan ganda lan 5 pilihan ganda kompleks. Kang omahe ana Dhusun Semayu yaiku .... A. Pak Tani B. Nanang C. Simbah D. Pakdhe Kasmo Isine layang kanggo Pakdhe Kasmo yaiku .... A. pasamuan prangkat desa B. rapat panitia koperasi C. sosialisasi rega pupuk D. kumpulan koperasi PILIHAN GANDA Wangsulana pitakon-pitakon iki kanthi milih wangsulan kang bener (A), (B), (C), utawa (D)! Pacelathon kanggo mangsuli pitakon 1 – 4. Simbah : “Nang, Nanang, mrenea sedhela!” Nanang : “Wonten punapa, Mbah?” Simbah : “Iki layange aturna kanggo Pakdhe Kasmo, ya!” Nanang : “Pakdhe Kasmo ingkang dalemipun wonten ing Simbah : “Iya, Nang. Layang iki wigati banget. Iki uleman Nanang : “Inggih, Mbah, mangke kula paringaken.” 1. 2. Dhusun Semayu menika, Mbah?" saka Koperasi Tani, babagan sosialisasi rega pupuk." 39
40 Tembung kang luput ana ing pacelathon kasebut yaiku .... A. paringaken B. dalemipun C. mrenea D. aturna Tembung “ulem” ana ing pacelathon kasebut tegese yaiku .... A. layang B. iwak C. alem D. awak 4. 3. 5. : “Apa kowe nggoleki Tuti? Entenana sedhela tak undangake Tuti. Bocahe ki lagi ngrewangi biyunge olah-olah.” : “..........” Menawa Siti bocah kang ngerti unggah-ungguh, wangsulane Susi becike ... A. “Inggih, Pak. Kula entosi. Sampun kedangon lo, Pak.” B. “Sampun lah, Pak. Boten usah ditimbali!” C. “Nah, ngaten ta, Pak, dipuntimbali saniki.” D. “Inggih, Pak. Kula tengga. Matur nuwun. Pak Yuda Susi Gatekake pacelathon ing ngisor iki!
7. 6. "Mangke ndalu wonten griyanipun Raka wonten slametan. Raka dipundhawuhi bapak supados ndhawuhi Pak Kyai rawuh.” Raka anggone matur kang trep becike kepiye? “Pak Kyai, mangke ndalu dhateng wonten griya kula saprelu slametan nggih!” “Pak Kyai kasuwun teka wonten griya kula saprelu mandhegani slametan.” “Pak Kyai kasuwun rawuh wonten dalemipun kula saprelu ngrawuhi slametan.” “Pak Kyai kasuwun rawuh wonten griya kula saprelu mandhegani slametan. A. B. C. D. Kardi nembe madosi dalemipun Bu Guru Endah. Amargi boten mangertos dalemipun, Kardi banjur nyuwun pirsa dhumateng salah sijining tukang ojek. Ukara kang trep diaturake dening Kardi yaiku .... “Nyuwun pangapunten, Pak! Kepareng badhe tanglet, dalemipun Bu Endah sisih pundi nggih?” “Nyuwun pangapunten, Pak! Kepareng nyuwun pirsa, dalemipun Bu Endah sisih pundi nggih?” “Nyuwun pangapurane, Pak! Kinten-kinten dalemipun Bu Endah sisih pundi nggih? Nuwun!” “Nyuwun pangapunten, Pak! Kepareng nyuwun pirsa, griyanipun Bu Endah sisih pundi nggih?” A. B. C. D. 41
Adhik wangsul sekolah banjur wisuh nyandhak kendhi arep ngombe. Semana uga Simbah ingkang ngelak arep ......... teh anget. Tembung kanggo ngganepi ukara kasebut manut unggahungguhe yaiku .... A. dhahar B. ngombe C. ngunjuk D. nginum Wangsulane Sena kang trep yaiku ... A. “Inggih njenengan mangan dhisik ta, Mas!” B. “Inggih panjenengan nedha rumiyin ta, Mas!” C. “Inggih panjenengan dhahar dhisik ta, Mas!” D. “Inggih kowe dhahar rumiyin ta, Mas!” Pacelathon kanggo mangsuli pitakon 9 lan 10. Sena : “Mas apa panjenengan mengko sida tindak? Kardi : “Sida Dhik, ning aku ngenteni kancaku dhisik.” Sena : “Hla panjenengan wis siram durung? Mengko Kardi : “Iya aku tak adus dhisik. Nanging aku ya krasa Sena : “. . . . .” yen kanca panjenengan rawuh mrene panjenengan durung siap.” 9. 8. 42 luwe jane.”
Pratelan kang bener miturut pacelathon kasebut yaiku ... A. Kardi lagi adus. B. Kardi arep lelungan. C. Kardi arep adus. D. Kardi lagi ngenteni Sena 10. 43 PILIHAN GANDA KOMPLEKS Wangsulana pitakon-pitakon iki kanthi milih wangsulan kang bener (A), (B), (C), utawa (D)! Anggone mangsuli bisa milih pilihan wangsulan luwih saka siji. Pacelathon kanggo mangsuli pitakon 11 – 12. (Surti nembe wonten griya wingking. Dumadakan Bapak mlebet kanthi busana ingkang gluprut kenging lendhut.) “Pak, sonten-sonten kok nembe wangsul?” “Iya, Nok. Bubar kerjabakti mbukak dalan sing kalangan lemah jugrug.” “Lah wonten pundi?” “Kae, wetan desa.” “Wanci kapan kadadosanipun, Pak?” “Mau esuk bubar udan gedhe kae.” “Lah menapa kala minggu kepengker nembe mawon dipunresiki dhapuran pringipun ingkang wonten ereng-ereng margi kaliyan Mbah Nata?” Surti : Bapak : Surti : Bapak : Bapak : Surti : Surti :
11. 12. “Lah ya mbokmenawa amarga iku. Banyu udan banjur ora bisa ngresep ing lemah. Yen wit-witan wis dibabadi, oyod ora bisa nguwati lemah, mula gampang jugrug.”“Persis kados ingkang dipunterangaken guru kula, Pak!” “Mula awake dhewe prelu ngati-ati yen arep negor wit, Ndhuk!” “Nggih, Pak! Kula emut-emut. Bapak sampun kesupen adus riyin!” Tembung kang ora trep manut unggah-ungguhe ana ing pacelathon kasebut yaiku .... A wangsul B adus C wanci D dhewe Informasi kang bener manut pacelathon kasebut yaiku ... A Mbabadi dhapuran pring bisa ndadekake lemah jugrug. B Surti lagi jagongan ing omah ngarep nalika weruh bapak kondur. C Daleme Mbah Nata ambruk amarga kejugrugan lemah lan pring. D Bapak agemane reged amarga nembe rampung kerja bakti. 44 Bapak : Surti : Bapak :
Pacelathon kanggo mangsuli pit–akon 13 - 15 45 “Sugeng sonten Pak, badhe kandha sekedhap”. “Iya-iya Le, kene pinarak mlebu dhisik”. “Inggih Pak, matur nuwun”. “Ana wigati apa dene sliramu sore-sore tekan kene?” “Mekaten Pak, kula dikengken bapak supados matur kaliyan Pak Agung menawi benjing Minggu, jam 07.00 dhusun ngriki ngawontenaken kerja bakti sesarengan. Kanthi mekaten panjenengan kapurih ngumumaken dhateng warga sanesipun”. “Apa maneh Le, welinge Bapak”? “Sampun Pak, mekaten kemawon”. “Matura bapak, menawa welinge wis daktampa lan arep daktindakake saiki”. “Inggih Pak, matur nuwun sanget. Menawi mekaten sampun cekap anggen kula sowan. Kula nyuwun pamit”. “Ya, Le, padha-padha. Ngati-ngati ya ana dalan” Marwanto : Pak Agung : Marwanto : Pak Agung : Marwanto : Marwanto : Marwanto : Pak Agung : Pak Agung : Pak Agung :
13. 14. Tembung kang luput lan benere kang trep manut undha usuke ing pacelathon kasebut yaiku .... A sliramu - panjenengan B pinarak - lungguh C kandha – matur D dikengken - dipundhawuhi Welinge bapake Marwanto marang Pak Agung yaiku ... A Dina minggu ana kerja bakti bebarengan ing dhusun. B Pak Agung kapurih ngumumake kerja bakti marang warga. C Marwanto diutus ngumumake kerja bakti marang warga. D Pak Agung maringi pirsa kerja bakti marang Marwanto. Panganggone basa krama kang ana ing pacelathon kasebut yaiku ... A Kanthi mekaten panjenengan kapurih ngumumaken dhateng warga sanesipun. B Matura bapak, menawa welinge wis daktampa lan arep daktindakake saiki. C Ana wigati apa dene sliramu sore-sore tekan kene? D Menawi mekaten sampun cekap anggen kula sowan.. 15. – 46
47 Rangkuman Pacelathon yaiku omong-omongan wong loro utawa luwih kang duweni ancas tartamtu. Pacelathon iku uga kalebu kasusastran Jawa. Basa kang digunakake kudu empan papan nyocokaken sing omong-omongan lan sing diajak omongomongan, dadi kudu nggatekake unggah-ungguh basa. Unggah-ungguh basa Jawa, yaiku adat sopan-santun, tata krama, tata susila, nggunakake basa Jawa. Wujude unggahungguh basa Jawa kaperang dadi papat, yaiku ngoko lugu, ngoko alus, krama, lan krama alus. Nalika nulis pacelathon iku mesthine ana paugerane. Paugeran kanggo nulis pacelathon iku kaya : (a). Wujude guneman; (b). Jeneng paraga ditulis; (c). Gunakake tandha wacan titik loro (:) sawise jeneng paraga; (d). Guneman ditulis ing jero tandha kutip (“....”); (e). Katrangan panggonan, wektu lan swasana ditulis ing jero tandha kurung (). Nalika nyemak pacelathon uga kudu nggatekake bab-bab kang wigati kaya: a) Catheten bab-bab kang wigati, yaiku topik kang diomongake, sapa kang celathu, lan papan dumadine pacelathon. b) Nulis isine pacelathon, yaiku owahana saben bab kang wigati saka pacelathon mau dadi ukara banjur ukara-ukara iku disusun kanthi urut.
48 Daftar Pustaka Harjawiyana, Haryana. Kamus Unggah-ungguh Basa Jawa. (2001). Yogyakarta: Kanisius. Sasangka, Sry Satriya Tjatur Wisnu. Unggah-ungguh Bahasa Jawa. 2009. Jakarta:Yayasan Paramalingua. J.S.Poerwadarminta. (1939). Baoesastra Djawa. Batavia: J.B. Wolters’ Uitgevers Maatschappij N.V. Tukijo., Eko, Wahyudi., & Trimo. 2022. Mardika Basa lan Sastra Jawa. Jakarta:penerbit Erlangga.