The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by amalikurniawan, 2023-09-13 10:41:01

Majalah PRISMA SMABA 2023

Majalah PRISMA SMABA 2023

P R I S M A EDISI II DARI PRISMA UNTUK SMABA YANG LEBIH MAJU Sekolah Siaga Kependudukan Adiwiyata Mandiri Sekolah Sehat Nasional 2 3 5 2023 Sekolah Budaya 6


Pelindung: Dra. Yati Utami Purwanings ih, M.Pd Penas ihat: Ahmad Amali Kurniawan, M.Pd.I. Dwi Putri Praptinings ih, S.S. Dra. I smulyati Pratiwi Andri Nur Wulandari, A.Md. Penanggungjawab: Sutri sna, S.Sos . Redaktur Pelaksana: Seno Azzam Rahman Fotografer : Hilma Lutfia Love Lianto Ammar Aryasuta Repor ter : Seno Azzam Rahman Azzahra Widya Savkirana Nia Widyawati Anni sa Deserli Safitri Leaneta Aqila Zaine Terra Zahira Ramadhani REDAKSI Sambutan Kepala Sekolah Prestasi Siswa 1 2 3 5 6 7 12 13 17 18 25 30 31 DAFTAR ISI EDISI II TAHUN 2023 PRISMA Sekolah Adiwiyata Sekolah Siaga Kependudukan Sekolah Sehat Sekolah Budaya SMABA Event Prestasi Guru English Corner Gurat Pena Artikel Opini Teka-Teki Silang


SAMBUTAN KEPALA SEKOLAH PENGANTAR REDAKSI Assalamu’alaikum Wr. Wb. Pertama dan yang paling utama marilah kita panjatkan puji syukur atas kehadirat Allah, Tuhan yang Maha Esa atas karunianya kami dapat mengeluarkan buletin PRISMA yang baru. Tak lupa salawat serta salam semoga selalu tercurah kepada baginda Nabi Muhammad S.A.W yang kita tunggu syafaatnya kelak di hari akhir. Saya mengapresiasi dan mengucapkan selamat atas terbitnya kembali Majalah PRISMA. Ini menjadi sebuah semangat literasi baru karena menulis itu menjadi sebuah oase bagi seseorang. Oase untuk mengembangkan ide dan gagasan pelajar SMABA. Karena baru maka harus di tata kembali, diberi sentuhan inovasi yang lebih baik daripada kemarin. Yang jelas saya sebagai kepala sekolah, bapak ibu guru, sekolah ini mendukung penuh setiap pengembangan prestasi yang ada di sekolah ini termasuk PRISMA. Dra. Yati Utami Purwaningsih, M.Pd Literasi menjadi hal yang perlu dilakukan tidak hanya dengan pendekatan kelompok maupun individu, namun juga harus dengan organisasi seperti PRISMA karena ; Harapan saya setelah PRISMA diresmikan menjadi organisasi, semua siswa SMAN 1 Banguntapan menjadi bersemangat untuk menulis. Sehingga hasil karya-karyanya dapat dihimpun dan dipublikasikan melalui PRISMA. Ketika PRISMA menghimpun beragam karya siswa, secara otomatis karya tersebut dapat keluar dan SMABA dikenal lebih luas oleh masyarakat. Dan nanti kedepannya mereka dapat menjadi penulis yang andal dan dikenal. Wassalamu’alaikum Wr. Wb. Dengan bangga dan suka cita, redaksi PRISMA mengumumkan peluncuran karya terbaru, yaitu Majalah Sekolah. Setiap halaman dalam Majalah ini memiliki semangat yang sama, yaitu semangat berinovasi. Kami berharap agar Majalah ini dapat menginspirasi seluruh warga sekolah untuk terus menciptakan hal-hal baru yang positif dalam pendidikan. Kami ingin membawa semangat pengembangan diri, kreativitas, dan keunggulan untuk membawa dampak positif bagi sekolah kita. Seno Azzam Rahman Mari kita bersama-sama menjadikan Majalah PRISMA ini sebagai inspirasi nyata bagi kita semua. Teruslah berinovasi, kreatif, dan berkembang dalam berbagai aspek kehidupan di sekolah. Melalui kolaborasi, penelitian dan eksperimen, kita dapat mencapai tujuan yang lebih tinggi, yaitu menjadikan sekolah kita semakin maju dan berkualitas. Dari PRISMA, untuk SMABA! PRISMA SMABA 1 Kebijakan dari KEMENDIKBUDRISTEK, bahwa dengan kurikulum merdeka yang diutamakan adalah literasi. Itu penting karena wawasan bisa diukur seberapa besar dengan literasinya. PRISMA adalah berlandaskan literasi, literasi adalah membaca, segala hasil bacaannya dapat dituangkan dalam bentuk tulisan dan sangat mungkin untuk menghasilkan karya dengan nilai yang tinggi. Dapat dicermati kalau banyak tokohtokoh besar suka membaca. 1. 2.


MANDIRI DALAM ADIWIYATA SMABA RAIH JUARA 1 NASIONAL Kondisi lingkungan sekolah yang teduh itu tak lepas dari prestasi SMAN 1 Banguntapan. Sekolah tersebut telah menorehkan prestasi sebagai sekolah Adiwiyata Nasional. Adiwiyata merupakan penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Sebelum berprestasi di tingkat nasional, sekolahnya lebih dulu meraih penghargaan di tingkat Adiwiyata kabupaten dan provinsi. SMAN 1 Banguntapan meraih penghargaan Adiwiyata tingkat kabupaten dan provinsi pada 2013. Kemudian meningkat menjadi Adiwiyata Nasional setahun berikutnya. Program Adiwiyata dirintis saat kepala sekolah masih dijabat Titi Prawiti Sariningsih. Itu ditandai studi banding ke SMA Probolinggo yang lebih dulu berpredikat Sekolah Adiwiyata. Ada enam elemen dalam menyukseskan program Adiwiyata. Enam lingkup itu disingkat SEKAM-U. Yaitu sampah, energi, keanekaragaman-hayati, air, makanan dan udara. Pertama-tama adalah usaha dalam menyediakan tempat sampah. SEKOLAH ADIWIYATA Itu salah satu implementasi aturan yang sudah disepakati. Setiap ruang diupayakan ada tempat sampah. Selanjutnya, diolah dan dipisahkan antara sampah organik dan anorganik. Serta saat ini ada program "Sampahmu Tanggung Jawabmu" yang mewajibkan warga sekolah membawa pulang sampahnya ke rumah Di sisi lain, salah satu syarat Sekolah Adiwiyata Mandiri memiliki beberapa sekolah binaan untuk menjadi Sekolah Adiwiyata. Hal tersebut juga dilakukan SMAN 1 Banguntapan, Bantul. Setelah menjadi Adiwiyata Nasional pada 2014, setahun berikutnya mulai merintis beberapa sekolah binaan. Di antaranya SD Ngentak, SD AlMutiin, SD Wiyoro, SD Sekarsuli, SD Piyungan, SMP Muhammadiyah Banguntapan, MTs 9 Bantul, SMA Bopkri Satu Banguntapan, SMAN 1 Sedayu dan SD Jomblangan. 2 PRISMA SMABA


PRISMA SMABA 3 HADIRKAN BUNDA GENRE SMAN 1 BANGUNTAPAN BEKALI SISWA SADAR KEPENDUDUKAN Sebagai juara 1 Sekolah Siaga Kependudukan (SSK) Paripurna tingkat Nasional (2021), SMAN 1 Banguntapan memasukkan materi kependudukan dalam kegiatan MPLS (Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah). Salah satunya dilakukan dalam format “Bincang Asyik bersama Bunda GenRe Kab. Bantul.” (13/07/2023). Hadir dalam kegiatan ini I Nyoman Gunarsa, S.Psi., M.Psi (Panewu Banguntapan), M. Hengki Setiawan, SE., M.M dan Ziadatul Fauziah Aryati (Forum Genre [Generasi Berencana] Bantul), Dra. Yati Utami Purwaningsih, M.Pd. (Kepala Sekolah), dewan guru dan Kader PIK-R SSK Parahita serta OSIS Tatagawa SMAN 1 Banguntapan. Bunda Genre, Hj. Emi Masruroh, S.Pd., yang merupakan istri Bupati Bantul, H. Abdul Halim Muslih, menekankan pentingnya pengenalan isu kependudukan kepada siswa untuk mewujudkan Bantul sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA). “Isu kependudukan patut menjadi perhatian kita bersama. Harus disadari bahwa penyiapan generasi berencana sangat penting dilakukan, terutama untuk mencegah stunting. Bantul meraih penurunan angka stunting tertinggi se-DIY sebesar 4,2%, dari 19,1% di tahun 2021 menjadi 14,9% di 2022,” ungkapnya. Dalam paparannya, M. Hengki Setiawan, SE., M.M., mengapresiasi SMAN 1 Banguntapan yang memasukkan materi isu kependudukan dalam kegiatan MPLS. Ia menguraikan 4 program substansi Genre, yaitu Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana), Kesehatan Reproduksi Remaja, Keterampilan Hidup, dan PKBR (Penyiapan Kehidupan Berkeluarga bagi Remaja). "Pembekalan ilmu kependudukan membantu generasi berencana untuk memahami bagaimana pertumbuhan populasi dapat mempengaruhi perekonomian dan pembangunan sosial." SEKOLAH SIAGA KEPENDUDUKAN


4 PRISMA SMABA Kegiatan Bincang Bersama ini diakhiri dengan pendeklarasian Pelajar Jogja Anti Tindak Kekerasan, yang dipimpin oleh ketua OSIS SMAN 1 Banguntapan, Nabiel Syahilabi Rajasa, diikuti oleh seluruh peserta MPLS kelas X, serta penandatanganan bersama Bunda Genre, narasumber dan panewu Banguntapan. SMA Negeri 1 Banguntapan melaksanakan MPLS selama lima hari (10-15/07/2023) dengan ragam materi prioritas. Materi kegiatan MPLS (Kelas X) dan Pramuka Blok (Kelas XI-XII) tahun ajaran 2023/2024 ini meliputi pengenalan Visi dan Misi Sekolah, Struktur Organisasi, Keunggulan Sekolah, Pembinaan kultur sekolah dan Tatatertib Siswa, Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ), Sekolah Aman Bencana, Pengenalan Ragam Ekstrakurikuler dan Kegiatan Bakti sosial kemasyarakatan. “Salah satu hak anak yaitu menerima pendidikan dan edukasi kesehatan reproduksi. Yaitu, membekali remaja dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab. Ini dapat membantu untuk menjaga kesehatan fisik, emosional, dan sosial mereka, serta mempersiapkan mereka untuk masa depan yang lebih baik,” tandasnya. “Salah satu hak anak yaitu menerima pendidikan dan edukasi kesehatan reproduksi. Yaitu, membekali remaja dengan pengetahuan dan keterampilan yang diperlukan untuk mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab. Ini dapat membantu untuk menjaga kesehatan fisik, emosional, dan sosial mereka, serta mempersiapkan mereka untuk masa depan yang lebih baik,” tandasnya. Kegiatan Bincang Bersama ini diakhiri dengan pendeklarasian Pelajar Jogja Anti Tindak Kekerasan, yang dipimpin oleh ketua OSIS SMAN 1 Banguntapan, Nabiel Syahilabi Rajasa, diikuti oleh seluruh peserta MPLS kelas X, serta penandatanganan bersama Bunda Genre, narasumber dan panewu Banguntapan.


BUDIDAYAKAN JAMUR,INOVASI MENUJU SUKSES SEKOLAH SEHAT Penghargaan bergengsi kembali diraih Bantul di tingkat nasional. SMA Negeri 1 Banguntapan Bantul sukses menjadi juara pertama pada Lomba Sekolah Sehat (LSS) tingkat Nasional Tahun 2017 pada kategori Best Achievement (pencapaian terbaik). Kepala Dinas Kesehatan Bantul, Maya Sintowati Pandji, mengatakan, prestasi nasional dalam bidang kesehatan yang diraih SMA Negeri 1 Banguntapan cukup membanggakan. Bukan saja bagi sekolah yang bersangkutan, namun warga masyarakat maupun Pemerintah Kabupaten Bantul kepala SMA N 1 Banguntapan Bantul pada waktu itu. Drs. Ir. Joko Kustanto, M.Pd menyampaikan rasa syukurnya atas kemenangan tersebut, dan terkait dengan program inovasi yang dilakukan sehingga sukses menjadi pemenang, Joko mengatakan adalah jamur. Kami melakukan inovasi yaitu budidaya jamur. Kami biasakan anak-anak membudidayakan dan mengkonsumsi jamur. Namun yang jelas, terkait dengan UKS, SMA N 1 Banguntapan sudah melaksanakan dengan baik, dan hidup bersih sehat. SEKOLAH SEHAT PRISMA SMABA 5


SMABA LAUNCHING SEKOLAH BERBASIS BUDAYA Peresmian SMA Negeri 1 Banguntapan Bantul sebagai Sekolah Berbasis Budaya melengkapi prestasi yang dicapai sebelumnya sebagai Sekolah Adiwiyata Mandiri, Sekolah Sehat Nasional, dan Sekolah Siaga Kependudukan (SSK). Dengan mengambil tema “Mulyaning Kabudhayan Cinipta Mrih Wasising Peserta didik,” acara ini dimeriahkan oleh penampilan karya tari peserta didik SMAN 1 Banguntapan berjudul “Agha Bhumi Shankara (Kebersihan Bumi membawa Kebahagiaan). Kepala Sekolah Dra. Yati Utami Purwaningsih, M.Pd. berharap siswa SMAN 1 Banguntapan di samping unggul dalam bidang akademik, juga memiliki karakter sopan santun, ngajeni, menghormati orang tua, guru, dan kepada siapa pun. Dengan penanaman sikap saling menghormati di antara siswa yang memiliki agama dan budaya yang beragam, akan mewujudkan iklim belajar yang kondusif, toleran dan berbudaya. Setiap individu tidak boleh bergantung kepada orang lain, namun harus menjadi pribadi yang mandiri, berbudaya dan berkarakter unggul. Pesan moral tersebut diungkapkan Drs. Suhirman, M.Pd., Wakil Kepala Dinas Dikpora DIY dalam sambutannya di acara Wisuda Purnasiswa dan Launching Sekolah Berbasis Budaya SMA Negeri 1 Banguntapan. Acara yang dilaksanakan di Sahid Raya Hotel & Convention Yogyakarta, Senin (15/5/2023). SEKOLAH BUDAYA 6 PRISMA SMABA


SMABA EVENT Salah satu event yang berhasil dilaksanakan adalah event Try Out bernama PATRYOUT yang diadakan OSIS dan jajaran organisasi lainnya dengan bekerja sama dengan Neutron Yogyakarta bertujuan agar dapat mempersiapkan adik-adik kelas 9 untuk menempuh ASPD. Kegiatan ini dilaksanakan tanggal 4 Maret 2023 di SMA N 1 Banguntapan. OSIS TATAGAWA : GELAR PATRYOUT BERSAMA NEUTRON Untuk memeriahkan acara ini SMABA mengundang content creator Danang Giri Sadewa sebagai narasumber dan menggelar Talk Show guna menceritakan pengalamannya agar dapat memotvas peserta Try Out. Tak lupa SMABA band tampil mengiringi dari awal hinggal selesai acara. Suasana gembira menghiasi wajah peserta dan panitia serta seluruh warga sekolah. SMABA MULTI MEDIA (SMM) : PODCAST PERKENALAN KEPALA SEKOLAH BARU T-Pod atau Tatagawa Podcast adalah rutinitas podcast dari organisasi Smaba Multi Media yang memberikan informasi tambahan untuk setiap event yang akan diadakan. Kegiatan ini biasanya berada di perpustakaan dan mengundang narasumber dari penyelenggara event yang akan memberi informasi. Salah satu narasumber yang telah berkontribusi dengan SMM dalam pembuatan podcast adalah Kepala Sekolah SMAN 1 Banguntapan yaitu Ibu Dra. Yati Utami Purwaningsih, M.Pd dalam rangka perkenalan kepala sekolah baru. Tentunya T-Pod juga didukung dengan peralatan yang memadai dan juga anggota yang ahli di bidangnya. PRISMA SMABA 7


DEWAN AMBALAN (DA) : PELANTIKAN AMBALAN URIP SUMOHARJO DAN RASUNA SAID PENEGAK BANTARA adalah tingkatan Syarat-syarat Kecakapan Umum pertama dalam satuan Pramuka Penegak sebelum Penegak Laksana. Upacara pelantikan ini dipimpin oleh Bapak Untung Ahdiyat Prakosa, S.Pd, selaku pembina gerakan Pramuka SMABA. Adapun prosesi upacara ini adalah peminuman air kelapa muda kepada pemangku adat putra dan putri dengan harapan yang telah menjadi bantara semakin meneladani makna lambang tunas kelapa di kehidupan sehari-hari. Dewan Ambalan SMA N 1 Banguntapan telah melaksanakan Pelantikan Bantara Urip Sumoharjo dan Rasuna Said pangkalan SMA N 1 BANGUNTAPAN yang dilaksanakan pada 17 Maret 2023 di lapangan utama. SMABA CHRISTIAN COMMUNITY : IBADAH PASKAH BERSAMA Demi membina keharmonisan warga sekolah khususnya umat Kristiani SMACITY berhasil menyelenggarakan ibadah Paskah bersama yang bertempat di aula Jenderal Sudirman SMAN 1 Banguntapan pada tanggal 13 April 2023. Ibadah bersama ini dilakukan secara Kristen yang mengundang Andreas Kristianto, M.Fil sebagai Pendeta. Yang berbeda dengan Paskah yang lalu cara ini juga berkolaborasi dengan SMAN 2 Banguntapan. Kegiatan SMACITY pun didukung penuh oleh SMABA dibawah Bapak Fajar Dwi Purwanta, S. Th sebagai guru penanggung jawab SMACITY. Setelah ibadah selesai, diadakan games mencari telur karena Paskah sendiri identik dengan telur yang diketahui sebagai simbol kehidupan baru. Kegiatan Paskah bersama ini diharapkan dapat menjalin kebersamaan warga Kristiani SMABA dan BADU khususnya dalam memuji Tuhan. 8 PRISMA SMABA


PALANG MERAH REMAJA : DONOR DARAH BERTEPATAN DENGAN HUT SMABA KE-37 Maka dari itu kegiatan ini bertajuk "Be Hero From A Blood", karena darah yang disumbangkan dapat bermanfaat bagi orang lain. Selain donor darah, PMR SMABA juga membagikan Tablet Tambah Darah (TTD) kepada masyarakat SMAN 1 Banguntapan serta peminuman secara bersama-sama setelah senam pagi selesai. Bertepatan dengan hari ulang tahun sekolah yang ke-37, Palang Merah Remaja unit 27 SMAN 1 Banguntapan menggelar kegiatan donor darah yang berada di aula Jenderal Sudirman. Kegiatan ini berkolaborasi dengan SMA UII dan menghadirkan tenaga kesehatan dari PMI Yogyakarta. Donor darah ini di ikuti oleh masyarakat setempat, guru dan karyawan, serta murid SMAN 1 Banguntapan yang telah memenuhi syarat sebagai pendonor sehat. SMABA Social Week merupakan kegiatan bakti sosial yang diadakan pada bulan ramadhan 1444H dan dilaksanakan pada tanggal 3 hingga 13 Maret 2023 di masjid Al- Hikmah SMAN 1 Banguntapan. Kegiatan ini dilaksanakan dengan harapan lebih bertaqwa kepada Allah SWT. Dalam pekan SSW ini setiap pagi siswa/I akan mengikuti tadarus kelompok mandiri yang menuntaskan satu jus dalam satu hari. Selama pekan ini, sering kali mendatangkan narasumber dari luar sekolah untuk memberikan beragam materi. ROHIS KHIDMATUL UMMAH : SMABA SOCIAL WEEK Demi memeriahkan pekan itu, Beberapa lomba digelar diantaranya vlog, MTQ dan fotografi yang di ikuti oleh seluruh kelas. Pada puncak acaranya, SMABA sukses membagikan sembako yang di distribusikan kepada masyarakat sekitar sekolah. Kegiatan ini berhasil dilaksanakan berkat kolaborasi Rohis KU Smaba dan di ikuti oleh seluruh siswa SMAN 1 Banguntapan. PRISMA SMABA 9


MPK : AKSI BAKTI SOSIAL MASYARAKAT BERSAMA ROHIS Majelis Permusyawaratan Kelas (MPK) Tatagawa melakukan aksi bakti sosial kemasyarakatan dengan berbagi takjil bersama Rohis-KU dan OSIS. Kegiatan ini terlaksana pada tanggal 12 Maret 2023 di bulan Ramadhan. Pada kegiatan tersebut MPK mendatangi panti asuhan dan pesantren di sekitar Jl. Giwangan, kegiatan ini bertujuan agar kita semua dapat bersyukur dengan apa yang telah kita dapat, dan bisa berbagi dengan orang lain. Gerakan Anti Napza SMAN 1 Banguntapan (GAZZA) telah melaksanakan program kerja Study Banding bersama Satuan Tugas Anti Narkoba SMAN 1 Kalasan (STARS). Study Banding ini dilaksanakan pada 2 Juni 2023 bertempat di SMAN 1 Kalasan. Study Banding ini dilaksakan untuk menjalin kerjasama dan saling bertukar pendapat serta memperluas pengalaman di gerakan anti narkoba. Tak hanya itu, program ini juga memungkinkan untuk mempererat tali silaturahmi antar sekolah lebih kuat. GERAKAN ANTI NAPZA : STUDY BANDING BERSAMA SATUAN TUGAS ANTI NARKOBA SMAN 1 KALASAN (STARS) 10 PRISMA SMABA


Pusat Informasi Kesehatan Remaja atau PIK-R Kharisma SMABA telah melaksanakan bakti masyarakat yang bertempat di Panti Asuhan Nurul Haq Madania yang diselenggarakan pada 11 Juni 2023. Program ini didampingi oleh Ibu Karimah Nur Fitria, S.Sos.I, M.Pd, selaku guru pengampu PIK-R. Bakti masyarakat ini melakukan sosialisasi Generasi Berencana (GENRE) kepada seluruh warga panti tersebut, dikarenakan pentingnya edukasi kesehatan khususnya pada remaja. PUSAT INFORMASI KESEHATAN REMAJA : BAKTI MASYARAKAT DI PANTI ASUHAN NURUL HAQ MADANIA DEWAN TONTI : PEMBEKALAN BARIS-BERBARIS Dewan Tonti (DT) SMABA melakukan latihan baris-berbaris dalam persiapan Praswatara muda untuk bersaing dalam seleksi PASKIBRAKA pada HUT RI ke-78. Bertempat di lapangan SMABA yang dilatih oleh anggota DT dan alumni PASKIBRAKA Provinsi DIY selama bulan Januari 2023. Latihan ini dimaksudkan untuk membekali para calon pasukan pengibar merah putih agar dapat maju pada tingkat yang lebih tinggi. Persiapan ini meliputi gerakan baris yang benar hingga sharing pengalaman bersama mantan PASKIBRAKA yang berhasil lolos di tingkat kecamatan hingga provinsi. PRISMA SMABA 11


PRESTASI GURU Dalam hal ini dapat dibuktikan dengan hadirnya beberapa tokoh yang meraih kesuksesan baru di SMAN 1 Banguntapan melalui lomba puisi dan cerpen yang diselenggarakan oleh kelompok literasi Prisma dalam rangka perayaan hari Ibu Kartini pada 19-26 April 2023. Seperti yang kita ketahui bersama Kartini adalah salah satu fondasi penting dalam pengembangan laju pendidikan. Terlepas dari segala keterbatasan yang ada, ia senantiasa mengedepankan nilai pendidikan. Lomba karya tulis ini juga bertujuan untuk memperkuat semangat literasi dan memperluas ilmu yang akan diperoleh. Oleh karena itu, peran guru sebagai motivasi dan inspirasi sangat penting bagi pembentukan karakter dan keberhasilan siswa. Guru yang mampu memotivasi siswa menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dimana siswa dapat berkembang secara optimal Guru merupakan sosok yang memegang peranan penting dalam dunia pendidikan. Mereka tidak hanya mengajar tetapi juga berperan dalam memotivasi siswa. Di balik prestasi siswa berprestasi peran guru yang memotivasi dan menginspirasi mereka untuk berhasil. Seorang guru yang baik tahu bagaimana mendorong dan mendukung siswa secara emosional sehingga mereka dapat melakukan yang terbaik. Seorang guru yang memotivasi mampu menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan menyenangkan. Mereka mampu menciptakan suasana kelas yang hidup dimana siswa dapat bertanya, berdiskusi dan bertukar pikiran. SISWA BERPRESTASI CERMINAN GURU BERPRESTASI 12 PRISMA SMABA


PRESTASI SISWA LESTARIKAN BUDAYA MELALUI LOMBA KREASI TARI Tahun ini SMAN 1 Banguntapan kembali bergabung memeriahkan FLS2N cabang lomba Tari Kreasi. Perwakilan SMAN 1 Banguntapan, Firdha Syafa Aulya sukses memperoleh juara 1 FLS2N kategori tari kreasi. Tari sendiri merupakan ekspresi manusia yang diungkapkan melalui tubuh, menghasilkan gerak, gaya, dan pesan. Tari Kreasi pada FLS2N tahun 2023 merupakan hasil kreativitas siswa yang dikembangkan dari kearifan lokal daerah tempat tinggal peserta. Firdha mengaku bahwasannya FLS2N tahun 2023 adalah yang paling menyenangkan. Sebelumnya Firdha juga mengikuti FLS2N tahun 2022. “Tahun lalu belum dapet juara karena seleksinya langsung satu Indonesia. Tapi tahun ini kabupaten, baru provinsi, lalu nasional. Jadi lebih semangat yang tahun ini,” kata Firdha. Walau begitu, Firdha mengalami beberapa kendala pada FLS2N tahun ini. Dengan waktu singkat ia harus memutar otak membuat gerakan dan juga konsep dari awal hingga akhir. Dikejar oleh waktu yang singkat, Firdha mengatakan bahwa penampilan Firdha bukan seadanya, ia berusaha semaksimal mungkin untuk menunjukkan yang terbaik. FLS2N tahun 2023 membuat Firdha merasa berdebar dan bersemangat secara bersamaan. PRISMA SMABA 13


Setelah cukup lama mengikuti tari, Firdha ditunjuk sebagai perwakilan sekolahnya untuk mengikuti Seleksi Peminatan Bakat Khusus se-Kordinator Wilayah Timur Kabupaten Sleman. Hingga sekarang, Firdha masih aktif mengikuti pentas dan kompetisi seperti saat FLS2N tahun kemarin dan juga tahun ini. Pesan dari Firdha Syafa Aulya, ”Harus tetap semangat walau ada rintangan, ada sesuatu yang menghambat kalau selagi ada niat pasti ada jalannya. Kalau doa kita direstui Allah Swt. pasti ada pertolongan. Jadi jangan mudah putus asa dan tetap usaha.” Firdha mengatakan bahwa ia akan terus menekuni bidang seni tari, ia berencana akan melanjutkan pendidikannya ke Universitas Negeri Yogyakarta dengan mengambil Jurusan Pendidikan Seni Tari. PRESTASI SISWA 14 PRISMA SMABA


PRESTASI SISWA Muhammad Rizal N ((Juara I Kejuaraan Nasional Wilayah III Taekwondo Under 55 kg) Alfyana Gea S H (Juara 2 FLSSN cabang monolog tingkat kabupaten 2023 Muhammad Iqbal N. A (Juara I FLSSN cabang gitar solo tingkat kabupaten 2023) Chelsea Bintang M (Juara 2 OSN Cabang Atletik Pancalomba 2023) PRISMA SMABA 15 PENGUKIR PRESTASI LAINNYA Venty Ayu Betari (Juara I Kejuaraan Kapolda Cup Pomsae Taekwondo 2023) Anindya Keisha W (Juara I International Karate Championship 2023)


PRESTASI SISWA Azzahra Widya S (lomba karya tulis tingkat SMA se DIY th 2023) Riznanda Hafidzul I (Juara 3 Olimpiade Bahasa Arab 2023 tingkat kabupaten) Muhammad Hafidz A (Juara 2 Olimpiade Bahasa Arab 2023 tingkat kabupaten) Muhammad Rafi Al G (Juara I Olimpiade Bahasa Arab 2023 tingkat kabupaten) PENGUKIR PRESTASI LAINNYA Bangun W, Wina Aulia, Elvira Putri A (Juara II Gladhi Kawruh Tingkat kabupaten Bantul di TVRI th 2023) Tim Basket SMABA (Juara 1 Sanden Championship 2023) 16 PRISMA SMABA


ENGLISH CO2R0N2E2R By M. Riza Pahlepi (X2) Hey guys its the writer here, today I will be talking about SMABA on “No Garbage, No Littering movement”. Well, you might be asking, what that movement is about well, it is pretty self explanatory by its name. It means that No Garbage and No littering at school. You may ask why do this movement exist, in SMABA? today im going to explain that. Well, we all know what is the purpose of the program based off the name itself, SMABA does this to make its enviroment clean, fresh, and healthy from trash and garbage that people often litter. SMABA does this to reduce plastic waste, food package trash, and much more (mostly plastic due to its danger. For the enviroment as you know plastic waste gone takes long time to decompose about 1000 years or more). SMABA as Adiwiyata school has made a rule for students to bring their own lunch box or plate to bring their food. Why? By bringing their own Lunchbox or plate there Will be less trash and garbage at school. SMABA as Adiwiyata school has an activity focusing on the greens. “On the greens?” you might ask well. SMABA focuses on the greens to make the school fresh, clean, and healthy. Littering of course doesn't support school to create fresh, clean, and healthy enviroment. That is why SMABA launched a program named "No garbage, No littering". Imagine there is a world that has no trash on their enviroment and no people littering. Isn’t it a good sight for your eyes to see and feel? Well it is, and I hope we can reach this condition by supporting this movement in SMABA. Because by supporting this program, we, at the same time, also help the local government to solve the problem of garbage. Well, I think that's all. I hope by understanding the purpose dan the advantages of this program, you all as students, teachers, and staffs will support this movement. SMABA : No Garbage No Littering PRISMA SMABA 17


GURAT PENA Kartini Kita by Azzahra. W.S (XII IPS 3) KI HAJAR DEWANTARA by Sri Wahyuningsih, S,Pd Senja merona di cakrawala Membawa bayang cinta akan kisahnya Sang pejuang peraih asa Menggetarkan jiwa generasi muda Sosok pejuang bagi para wanita Demi menegakkan hak yang sama Mempertaruhkan jiwa dan raga Keberanian sebagai penopangnya Hasil perjuangannya amat berharga Bagai purnama yang bersinar sempurna Mendorong kita generasi muda Untuk beranjak mengikuti jejaknya Inilah dia ibu kartini kita Sang pahlawan tanpa tanda jahasa Disaksikan oleh alam semesta Namanya akan abadi mengangkasa Ku tak pernah menatap wajahmu Tak juga erat jabat tanganmu Hanya nyanyian anak negeri Serentak mengagungkan namamu Menggema mengisi tiap ruang jiwa Kobarkan semangat "Majulah Bangsaku...!" Kau sirnakan gelar kebangsawanan Kau ratakan kasta priyayi- pribumi Demi sebuah kata "Merdeka" Bergema iringi Pawiyatan Luhur Bersenyawa dalam dekap Taman Siswa Berjajar menembus awan ketidakadilan Jemari besimu tak lelah torehkan Kalimat sakti tuk wujudkan keagungan Ing ngarsa sung tuladha Ing madya mangun karsa Dan....Tut Wuri Handayani Jadikan panji pendidikan negeri Penaku Masa Depanku by Hafizah Syahrani A.Z (XII IPS 2) Merangkak letih dalam gelap Menyususri kelamnya asa yangmasih terlelap Perlahan kusibak tirai malasku yang mengendap Dengan goresan pena yang mulai berderap Kutimba ilmu dalam sumur pengetahuan Berharap akan ada keajaiban Merubah hidupku yang hampir berantakan Karena kerasnya sebuah lingkungan Ilmu bagai jendela kehidupan Dengan ilmu hidup akan ada perubahan Kan kulanjutkan perjuangan Sampai titik darah penghabisan Dengan penaku kan kugores tinta sejarah Mengukir prestasi dalam bingkai nan indah Meski harus dengan tetesan darah Aku takkan pernah lelah untuk tetap melangkah 18 PRISMA SMABA


GURAT PENA Kanker Umur Dening Simon Sudarman Darma Gandul ngarepe magrib dadi gawe tangga teparo. Mung merga adus kesoren lan lali ora nganggo banyu panas, ndadekake awake adem-panas. Awake wus diblonyo minyak kayu putih, nanging tetep wae awake ndredek. Kemul cacah telu durung uga ngilange rasa ademe. “Piye yen digawa nang rumah sakit wae?” Sura Kuncrit kanca kenthele menehi usul. Bojone sing disawang Sura Kuncrit dijaluke rujukan mung meneng. Dheweke wus wanuh banget karo prastawa kaya mangkene iki. Wus wola-wali Darma Gandul kena apa wae sing marakake dadi gawe, nanging tetep ora gelem digawa menyang rumah sakit. “Ngapa ndadak digawa nang rumah sakit? Aku iki ora lara! Aku ki luwih ngerti, dhudu kuwi sumber penyakite. Nengna wae! Mengko nak yo mari dhewe!” wangsulane Darma Gandul kanthi ati sing nbegegek atos. Yen kelingan iku kabeh, bojone malah dadi bingung dhewe. Dipeksa kaya ngapa, yen dhudu karepe dhewe mesthi wae Darma Gandul ora gelem. Darma Gandul isih dirubung tangga. “Piye Bu?” Sura Kuncrit takon maneh. “Kowe ki ngerti apa Crit? Sing lara ki sapa?” wangsulane Darma Gandul sengol. Krungu guneme Darma Gandul, kabeh wong meneng ngorong-orong kepidak. Bojone lega. Dheweke apal, yen bojone wus nyuwara atos campur nylekit sing wus dadi padatane iku, pertanda yen awake wus kepenak. Apa maneh, Darma Gandul sing maune turon, saiki wus tangi lan age-age njaluk wedang. Wong sing ngrubung siji nbaka siji padha bali menyang ngomahe. Kaya-kaya uga wus ngerti yen Darma Gandul wus ora nbutuhke liyan maneh. Tundhone yen tetep nunggone, malah kena sembure Darma Gandul. “Nak kowe rasah lunga dhisik Crit! Kene wedangan karo aku! Durung mesti nang ngomahmu ana wedang to?” penjaluke Darma Gandul. Sura Kuncrit ngalah. Kabeh omongane Darma Gandul ora dirasa maneh. Yen kabeh dirasa, wus kawit biyen atine enthek krungu swarane Darma Gandul sing asring nyemoni campur nylekit kuwi. “Walah Bu! Kowe ki durung kober apa piye anggone nggodok wedang?” celatune Darma Gandul nalikane nyekel gelas nanging wus ora panas maneh. Akeh wong padha gumun karo Sura Kuncrit sing sanajan asring kena ulat peteng lan swara landepe Darma Gandul, tetep wae sabar ngadepi. Yen krungu kabeh mau, dheweke mung mesem, mesem nang njeron ati kareben ora bisa disawang. Sanajan asring kena swara landep lan ulat peteng, nanging Darma Gandul iku kalebu loma, calcul dhuwit sanajan anggone menehi kanthi sengol. PRISMA SMABA 19


Bojone Darma Gandul dhewe yo seneng anane Sura Kuncrit, sanajan kudhu kelangan dhuwit, nanging dheweke ngakoni, yen Sura Kuncrit iku sing bisa nyrateni atine bojone. Darma Gandul dhewe yen radha suwe ora nyawang Sura Kuncrit mesti ditakokake sajak kaya wayang kelangan gapite. Liya dina sakbubare dolan nganggo pit montor boncengan karo Sura Kuncrit, Darma Gandul pengin diterke menyang rumah sakit sakwise rampung madang. Penjaluke Darma Gadul iku banget ndadekake bingung bojone lan Sura Kuncrit. Dheweke sing cetha-cetha waras-wiris, kok dhumadakan njaluk diterke nang rumah sakit. Bojone sengaja ora nggape. Sura Kuncrit sajak banget ngrasake udude bal-bul. Nyawang Sura Kuncrit sing katon nanjake banget anggone udud, Darma Gandul uga pengin disuletke udud. Saiki sakloron padha bal-bul nyamleng. Nyawang kuwi, bojone radha lega kanthi pandonga muga-muga Darma Gandul lali karo penjaluke sing pengin diterke nang rumah sakit iku. Nanging iku kleru. Darma Gandul njaluk maneh kon ngeterke nang rumah sakit. Dheweke kandha yen lara. Omong mangkono sinambi cekat-ceket nganggo jaket barang. Darma Gandul wus ora bisa dipenggak maneh “Kowe ki lara apa Pakne?” pitakone bojone sinambi ngetutake saka nburi. Darma Gandul ngetokake pit montor. Bojone diboncengake lan Sura Kuncrit dikon ngetutake saka nburi. Dheweke babar pisan ora nggape pitakone bojone. Tan kocapo nalika tekan rumah sakit, malah bojone sing dikira lara. Bojone digawa menyang IGD “Wooo, wong edan kabeh! Sing lara kuwi aku!” Darma Gandul bengok. Krungu pambengoke Darma Gandul, sakloron petugas malah dadi gumun. Darma Gandul meksa yen dheweke iku sing lara lan kudhu dipriksa. Petugas ora bisa suwala maneh tinimbang diumyeng-umyeng lan mripate bojone kedep sesisih. Nalika dipriksa ana ing ruang IGD dening dokter. Ganti dokter sing kena lantipe swarane Darma Gandul sakwise kandha yen dheweke iku waras-wiris. “Wo, dokter kok ora ngerti apa-apa. Aku iki mrene pengin obat sing bisa marekake lelaraku sing wus tak rasakake kawit biyen. Yen sumber lelara kuwi ora diilangi, mesthi wae aku suwe ning suwe mati. Aku iki lara kanker, Dok,” kandhane Darma Gandul yakin. Dokter lan para petugas padha kaget, semono uga bojone lan Sura Kuncrit. “Terus sing dirasa napa Pak? Niku kanker napa?” pitakone dokter semu mesem. 21 PRISMA SMABA “Aku iki kena kanker umur. Ya umur iku sing ngrogoti awakku sing tembe nburi mesthi aku bakal mati. Apa ora ana obat sing bisa ngedekake umur Dok?,” pitakone Darma Gandul kebak pengarep-arep. Krungu kabeh mau, wong nang ruang IGD iku padha mesem kalebu doktere. Doktere mung maklum, amarga Darma Gandul wus kalebu ngumur.


GURAT PENA Paimo, Gotrek, Dalijo, dan Joko adalah siswa SD Karangkajen di Desa Ademsari. Setiap pulang sekolah, mereka selalu berjalan bersama melewati hamparan sawah yang ada di belakang sekolah. Mereka saling bercanda dan bermain bersama di sepanjang perjalanan. Suatu hari pada siang yang terik, mereka pulang dengan membicarakan tentang acara peringatan hari jadi Desa Ademsari yang akan mempertunjukkan beraneka ragam kesenian daerah. Ada kesenian Reog, Jathilan, Gunungan, dan pertunjukan wayang kulit. Gotrek ingin mengajak teman-temannya untuk menonton pertunjukan wayang kulit yang diadakan nanti malam. Akan tetapi, teman-teman Gotrek belum mengetahui jika nanti malam akan ada pertunjukan wayang kulit. Gotrek bertanya, "Sudah pada tahu belum kalau nanti malam akan ada pertunjukan wayang kulit di balai desa? Gimana kalau nanti malam kita nonton bersama-sama?” Dalijo menjawab, "Iya, aku mau nonton. Pastinya seru jika menonton bersama-sama.” Joko menjawab, "Wah, wayang! Aku mau dong nonton karena aku belum pernah nonton wayang kulit. Boleh juga kita nonton bersama.” “Nanti kita kumpul dulu di pos ronda jam 19.30 terus kita berangkat bareng. Jangan lupa kerjakan PR dulu, ya!” kata Gotrek kepada teman-temannya. Tidak terasa mereka sudah sampai di pertigaan jalan yang memisahkan arah menuju rumah Gotrek, Joko, Paimo, dan Dalijo. Mereka pun pulang ke rumah masing-masing dan langsung mengerjakan PR agar nanti malam dapat menonton pertunjukan wayang kulit di balai desa. Akan tetapi, Paimo tidak mengerjakan PR dan memilih untuk bermain game. Paimo akan mengerjakan PR itu setelah menonton pertunjukan wayang kulit. Nonton Wayang Oleh: Setya Legawa, S.Pd. PRISMA SMABA 22 Hari mulai malam dan jangkrik pun mulai bersuara. Gotrek bersiap untuk segera ke pos ronda bertemu dengan teman-temannya. “Gaeess, apa kalian dengar ada suara gamelan?” tanya Joko. Gotrek menjawab, “Iya, aku mendengarnya. Wah, pasti di sana sudah ramai dan banyak yang menjual makanan dan mainan!” “Iya, Trek. Aku sudah tidak sabar lagi. Ayo kita lomba lari saja ke balai desanya!” kata Dalijo dengan semangat. Gotrek berkata, “Ayo! Aku hitung, ya. 1…2…3…” Mereka pun sampai di balai desa dengan terengahengah. Lalu duduk di kursi yang telah disediakan untuk penonton pertunjukan wayang kulit. Tidak berselang lama, Paimo sudah bosan dengan pertunjukan wayang kulit itu. Paimo mengajak teman-temannya untuk membeli makanan dan melihat-lihat aneka permainan di sekitar sana. “Ayo kita cari makan atau main di sana!” ajak Paimo.


Ayo! Aku juga tidak mengerti apa yang disampaikan dalang tadi,” jawab Joko. Gotrek berkata, “Jangan begitu, Joko! Besok kalau ada pelajaran Bahasa Jawa tentang wayang, kamu tidak bisa lho. Kata Bu Guru wayang itu merupakan kesenian yang harus kita lestarikan. Ya, sudah mari jika mau membeli makanan!” Mereka berjalan-jalan mengelilingi balai desa untuk bermain dan membeli beberapa makanan. Tidak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 01.00. Mereka sudah mengantuk dan memutuskan untuk pulang. Agar tidak terasa sunyi saat perjalanan pulang, Gotrek memulai obrolan tentang PR yang akan dikumpulkan besok pagi. Tampak Paimo dengan santai menjawab, “Gampanglah besok sebelum berangkat ke sekolah aku kerjakan terlebih dahulu karena kalau sekarang aku mengantuk.” Dalijo memberi saran kepada Paimo dan berkata, “Sebaiknya segera kamu kerjakan PR-mu agar tidak dihukum oleh Ibu Guru.” Sampailah mereka di pertigaan jalan dan mereka pun kembali ke rumah masingmasing. Paimo memilih untuk tidur daripada mengerjakan PR. Jam telah menunjukkan pukul 06.30. Paimo terkejut dan bergegas untuk segera berangkat ke sekolah. “Silakan kumpulkan PR kalian di meja Ibu,” kata Bu Guru. Gotrek berbisik ke Paimo, “Mo, kenapa kamu gelisah? Kamu sudah mengerjakan PR belum?” “I..tu..aku belum mengerjakan, Trek. Gimana ini, Trek?” jawab Paimo dengan keringat bercucuran ketakutan. Tiba-tiba Bu Guru memanggil nama Paimo. Paimo pun terkejut. “Paimo, mana buku tulis kamu?” kata Bu Guru. Paimo dengan ketakutan dan gagap menjawab, “Be..gi..ni.. Bu.. Maaf, Bu… Saya belum mengerjakan PR-nya.” Bu Guru bertanya kepada Paimo, “Kenapa kamu belum mengerjakan PR?” “Tadi malam kita pergi ke balai desa untuk menonton pertunjukan wayang kulit, Bu. Paimo sudah kita ingatkan, tapi dia menunda-nunda mengerjakan PR itu, Bu,” sahut Dalijo. “Apa benar begitu, Paimo?” tanya Bu Guru. “Iya, Bu,” kata Paimo sambil menunduk. Bu Guru pun memberi Paimo hukuman untuk mengerjakan soal yang dijadikan PR sebanyak 10 kali di buku tulisnya. Paimo diminta menemui Bu Guru setelah pembelajaran selesai. “Siapa yang bisa menyebutkan wayang Pandawa yang berjumlah lima ada apa saja?” tanya Bu Guru. Gotrek mengangkat tangan dan menjawab pertanyaan dari Bu Guru, “Saya, Bu. Wayang Pandawa terdiri dari Yudhistira, Bima, Janaka, Nakula, Sadewa.” Pembelajaran berjalan dengan sangat menyenangkan. Akan tetapi, tidak dengan Paimo. Paimo merasa menyesal karena telah mendapatkan hukuman dari Bu Guru dan tidak mendengarkan teman-teman yang sudah mengingatkannya untuk mengerjakan PR. Gotrek, Dalijo, dan Joko menunggu Paimo yang sedang diberi nasihat oleh Bu Guru di ruang guru. Setelah Paimo keluar, ia langsung meminta maaf kepada temantemannya karena tidak mendengarkan perkataan mereka. Akhirnya, mereka segera pulang dan mengerjakan PR bersama-sama di pos ronda. 23 PRISMA SMABA


Etnosains atau ethnoscience terdiri atas dua kata yaitu ethnos yang berasal dari bahasa Yunani yang berarti ‘bangsa‘ dan kata scientia berasal dari bahasa Latin yang berarti ‘pengetahuan’. Dengan demikian, Etnosains berarti pengetahuan yang dimiliki oleh suatu bangsa atau suku-bangsa atau kelompok sosial tertentu sebagai bentuk kearifan lokal. Etnosains dapat dianggap sebagai system of knowledge and cognition typical of a given culture. Merujuk pada pengertian ilmu pengetahuan atau pengetahuan ilmiah sebagai pengetahuan yang diperoleh dengan menggunakan metode tertentu serta mengikuti tata urutan tertentu dalam mendapatkannya, maka etnosains dapat didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang dimiliki oleh suatu masyarakat atau suku bangsa yang diperoleh dengan menggunakan metode serta mengikuti prosedur tertentu. Penekanan bidang kajian Etnosains ini adalah pada sistem atau perangkat pengetahuan yang khas dari suatu masyarakat atau suatu komunitas budaya (Sumarni, 2018: 7). Duh, rumit amat sih istilah etnosains ini, simpelnya etnosains yaitu sebuah pendekatan pembelajaran yang dikaitkan dengan budaya. ARTIKEL SIFAT KOLIGATIF LARUTAN DALAM PEMBUATAN ES KRIM PUTER (PENERAPAN KONSEP PENURUNAN TITIK BEKU LARUTAN) Nampaknya istilah Etnosains sedikit asing di dalam keseharian kita. Sebenarnya, apa sih yang dimaksud dengan Etnosains itu? Adakah kalian yang sudah tahu? Kenalan Yuk dengan Etnosains ! Yuk Kita Bahas ! Oleh : Dian Sri Suhesti, S.Pd.Si., M.Pd. 25 PRISMA SMABA


Baskom besar Kaleng kue Pengaduk Susu/ santan Perasa tambahan Garam krosok Es batu Campur susu/santan dan perasa tambahan Pecahkan es batu dan campur dengan garam krosok Timbang es batu, dan garam krosok sebelumnya Puter tanpa berhenti selama kurang lebih 20-30 menit Sajikan es puter dengan platting yang menarik. Alat dan bahan yang perlu dipersiapkan : 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. Cara pembuatan sederhana: 1. 2. 3. 4. 5. TEKNIK PEMBUATAN ES KRIM PUTER Salah satu contoh pembelajaran etnosains yang telah diketahui sejak zaman dahulu adalah pembuatan es puter atau dikenal dengan es dungdung. Pembuatan es krim tradisional Indonesia ini merupakan pemanfaatan dari konsep penurunan titik beku larutan. Konsep ini dapat dijelaskan pada materi kimia Sifat Koligatif Larutan di kelas XII. Bagaimana cara membuat es krim tanpa freezer dan konsep ilmiah yang ada di dalamnya? Yuk, mari kita simak uraian selengkapnya berikut ini! Pengetahuan masyarakat atau komunitas budaya yang telah ada, dapat dijelaskan dari sudut pandang ilmiah, termasuk dalam materi kimia. Karena itu, pola pikir siswa perlu dilatih untuk berpikir ilmiah dengan mengutamakan cara berfikir kritis. Cara ini dapat meningkatkan kualitas pembelajaran dengan menggunakan aspek budaya lokal. Kimia yang semula oleh siswa dianggap sebagai salah satu mata pelajaran yang sulit, namun melalu pendekatan budaya dan ilmu atau pengetahuan yang telah mereka kenal sebelumnya diharapkan menjadi mata pelajaran yang menyenangkan dan mudah untuk dipelajari. PRISMA SMABA 26


KAJIAN KONSEP PENURUNAN TITIK DIDIH Proses pembekuan suatu zat cairiterjadi bila suhu diturunkan, sehingga jarak antar-partikel sedemikian dekat satu sama lain dan akhirnya bekerja gaya tarik menarik antar-molekul yang sangat kuat. Adanya partikel zat terlarut mengakibatkan proses pergerakan molekul pelarut terhalang, akibatnya untuk dapat lebih mendekatkan jarak antarmolekul diperlukan suhu lebih rendah. Jadi titik beku larutan akan lebih rendah daripada titik beku pelarut murninya. Perbedaan titik beku akibat adanya partikel zat terlarut disebut penurunan titik beku (ΔTf). Penurunan titik beku larutan sebanding dengan hasil kali molalitas larutan dengan tetapan penurunan titik beku pelarut (Kf), dinyatakan dengan persamaan : LΔTf= Kf .m atau ΔTf = Kf. (n . 1000) : p ΔTf = Penurunan titik beku Kf = Tetapan penurunan titik beku molal n = Jumlah mol zat pelarut p = Massa zat pelarut Air murni beku pada suhu 0o C, dengan adanya zat terlarut misalnya gula ditambahkan ke dalam air, maka titik beku larutan ini turun dibawah 0o C. Ini yang dimaksud penurunan titik beku. Larutan akan memiliki tiitk beku lebih rendah dari pelarut murninya. Sebagai contohnya larutan garam dalam air memiliki titik beku yang lebih rendah dibandingkan dengan pelarut murninya, yaitu air. Pada percobaan pembuatan es krim penurunan titik beku bahwan sampai di bawah -100 C. Penurunan ini sehingga dapat dimanfaatkan untuk membekukan air atau susu atau santan pada pembuatan es krim puter. PENYEBAB DAN DEFINISI PENURUNAN TITIK BEKU LARUTAN 27 PRISMA SMABA


O P I N I Saat membaca beberapa artikel, ditemukan sebuah berita yang menyatakan lunturnya sopan santun pelajar pada zaman sekarang. Artikel tersebut memaparkan bahwa pelajar yang tidak memiliki sopan santun, jika dibiarkan dapat menghancurkan generasi bangsa. Pasalnya, pelajar termasuk salah satu harapan bangsa di masa yang akan datang. Saat dilakukan pengamatan, banyak dijumpai pelajar yang tidak bertegur sapa kepada guru saat berpapasan dengan mereka. Sebagian dari mereka asyik berbicara dan ada yang seolah tidak melihat guru. Saat ditelusur, ternyata kejadian tersebut tidak hanya terjadi pada satu tempat. Kejadian serupa dijumpai pada tempat yang berbeda dan dengan pelajar yang berbeda dari sebelumnya. Setelah menggali informasi kepada beberapa pelajar, didapatkan sejumlah jawaban singkat. Salah satu pelajar mengemukakan alasan bahwa ia tidak menyapa guru saat berpapasan, karena merasa hal tersebut tidak penting dilakukan. Ia juga tidak terbiasa memberi sapaan sejak kecil. Sedangkan, pelajar yang lain mengatakan bahwa menurutnya hal tersebut tidak akan berpengaruh terhadap apapun. Dapat disimpulkan bahwa pola pikir dan kebiasaan tiap pelajar berpengaruh terhadap lunturnya tata krama. Dampaknya selain mengancam masa depan bangsa juga dapat menghambat komunikasi dalam hidup bermasyarakat. Untuk mengatasi permasalahan tersebut, diperlukan beberapa upaya khusus. PENERAPAN BUDAYA NGAJENI PADA GENERASI PENERUS BANGSA Oleh : Azzahra Widya Savkirana PRISMA SMABA 28


Merujuk dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pendidikan ialah proses pengubahan sikap dan tata laku seseorang ataupun kelompok dalam upaya mendewasakan manusia melalui sebuah pengajaran maupun pelatihan. Pendidikan sejatinya berperan penting dalam menciptakan pelajar sebagai generasi penerus bangsa yang bermartabat, berkualitas, dan berbudi pekerti luhur. Pelajar termasuk salah satu aset besar yang dimiliki bangsa dalam proses mewujudkan cita-cita bersama Saat membaca beberapa Dalam proses tersebut tentu saja terdapat beberapa rintangan yang perlu dihadapi, salah satunya tentang kesopanan pelajar pada saat ini. Terkait permasalahan yang terjadi, lunturnya sopan santun pelajar berkaitan dengan pola pikir dan kebiasaan yang diterapkan. Pelajar yang memiliki pola pikir buruk akan dengan mudah kehilangan perilaku sopan santun. Sebaliknya, pelajar dengan pola pikir baik cenderung tidak mudah kehilangan kesopanan. Menurut Triantis (2013) pola pikir adalah filosofi kehidupan, cara berpikir, sikap, opini, dan mentalitas seseorang atau kelompok. Pola pikir sangat berkaitan dengan tindakan yang akan dilakukan individu. Pasalnya, tindakan adalah bentuk praktik seseorang dari hasil pemikirannya. Pola pikir yang kurang baik cenderung memengaruhi diri untuk melakukan sesuatu tanpa pemikiran matang. Menormalisasikan segala tindakan yang dianggap benar tanpa memperhatikan nilai dan norma yang berlaku. Para pelajar yang beranggapan jika menyapa guru bukanlah suatu hal yang perlu dilakukan merupakan cerminan dari pola pikir yang buruk. Sebagian dari mereka beranggapan jika menyapa tidak penting dan tidak memberikan manfaat apapun. Mereka kurang mengerti akan tata cara memberi penghormatan kepada guru. Pada akhirnya, pemikiran tersebut akan menghasilkan tindakan yang seharusnya tidak patut dilakukan. Di sisi lain, pola pikir yang baik akan mendorong individu untuk melakukan tindakan yang baik dan benar. Mereka yang berpola pikir baik akan memperkirakan risikonya dengan matang sebelum bertindak. Memikirkan baik buruk sebuah tindakan serta mempertimbangkannya dengan nilai dan norma yang berlaku. Para pelajar yang memiliki pemikiran tersebut dapat dipastikan menganggap sapaan sebagai hal yang perlu dilakukan. Mereka mengetahui betapa penting dan bergunanya menyapa dalam kehidupan sehari-hari. Mereka juga mengetahui bahwa menyapa guru termasuk salah satu kewajiban dan sebuah tanda kehormatan. Pengaruh Pola Pikir 29 PRISMA SMABA


Penjabaran di atas merupakan beberapa cerminan pengaruh pola pikir terhadap sikap sopan santun pada pelajar. Pola pikir yang nantinya akan mendorong pelajar melakukan sebuah tindakan. Jika tindakan tersebut dilakukan terus-menerus, maka 3 akan menjadi sebuah kebiasaan. Kebiasaan itulah yang nantinya akan membentuk sebuah karakter dalam diri tiap pelajar. Karakter yang baik akan mendorong terwujudnya generasi bangsa yang berbudi pekerti luhur. Sebaliknya, karakter yang berlawanan dengan cita-cita akan menjadi penghambat dalam mewujudkan generasi harapan bangsa. Dalam upaya mengembalikan sikap sopan santun pelajar pada zaman sekarang, diperlukan kerja sama khusus dari berbagai pihak. Pihak yang berperan penting dalam menangani hal ini adalah sekolah dan keluarga. Sekolah merupakan tempat para pelajar diberi pendidikan dan dibentuk karakternya. Pihak sekolah dapat melakukan berbagai upaya, salah satunya adalah dengan ikut serta dalam program sekolah berbasis budaya. Program tersebut dapat digencarkan dengan memasukkan unsur-unsur budaya dalam pembelajaran. Guru dapat mengajarkan budaya ngajeni kepada siswanya. Budaya ngajeni dapat diartikan sebagai budaya menghargai dan menghormati. Upaya tersebut dapat diterapkan dengan membiasakan berjabat tangan saat memasuki area sekolah, mengucapkan salam ketika bertemu, dan mengucapkan terima kasih kepada guru saat pembelajaran berakhir. Jika kebiasaan tersebut diterapkan setiap hari, maka secara tersirat akan membentuk pola pikir dan karakter yang baik dalam diri pelajar. Di samping upaya dari pihak sekolah, keluarga juga memiliki peran penting dalam mengatasi hal ini. Keluarga merupakan tumpuan terdekat dalam pembentukan karakter antar anggota keluarga di dalamnya. Berkaitan dengan upaya penerapan sikap ngajeni di sekolah, orang tua juga dapat membiasakan anaknya menerapkan sikap menghargai di rumah. Jika kedua pihak berhasil menerapkan upaya tersebut, maka akan mendorong lahirnya generasi bangsa yang berbudi pekerti luhur. UPAYA PENYELESAIAN PRISMA SMABA 30


TEKA TEKI SILANG MENDATAR 3. try out SMABA 6. Tonti 7. Alat pengembang beras 8. Aktivis smaba pencegah narkoba MENURUN 1. Generasi Berencana 2. Sekolah Siaga Kependudukan 4. Wadah berkumpul bagi siswa untuk saling bekerja sama dalam melakukan kegiatan 5. Choice Bar ACROSS 3. The way you feel or think about something based on your perspective 5. The word we say when get something from someone 6. The verb 2 of run 7. The verb 3 of buy 8. The verb 2 of sing 1. The verb 3 of fly 2. Antonym of agree 3. To give something physical or abstract to someone 4. To give suggestions that is to introduce or porpose an idea for someone’s consideration 7. The verb 3 of be DOWN


KINI BK Lebih Dekat Denganmu Tidak perlu repot lagi untuk janji temu dengan guru BK di sekolah. Kami memfasilitasi kamu untuk menentukan suasana, waktu, dan tempat untuk mencurahkan fikiran serta perasaan. Selain itu, kami juga menyediakan berbagai macam bahan bacaan supaya kamu mendapatkan wawasan dan pemahaman yang baru. https://ruangbksmaba.online/


Click to View FlipBook Version