The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Gisela Ashra, 2023-05-12 05:29:56

MODUL GEOGRAFI SEMESTER 2 FIX

MODUL GEOGRAFI SEMESTER 2 FIX

Perlu diketahui bahwasanya pedosfer memiliki arti sendiri yaitu lapisan kulit terluar yang terdiri atas tanah dan batuan induk pembentuk tanah. tanah merupakan wujud alam yang terbentuk dari campuran hasil pelapukan batuan (anorganik), organik, air, dan udara yang menepati bagian paling atas dari litosfer. Banyak sekali manfaat tanah yang dapat digunakan dalam kehidupan manusia misalnya tanah yang cocok untuk pertanian atau tanah yang tidak cocok untuk pertanian. Manfaat dari tanah bagi kehidupan manusia faktor-faktor berikut yang berpengaruh terhadap proses pembentukan tanah. Pada dasarnya proses pembentukan tanah terbentuk berdasarkan pada pelapisan batuan. Baik pelapukan fisik maupun pelapukan kimia. Ketika terjadi proses pelapukan batuan maka batuan tersebut menjadi lunak dan berubah komposisinya. Pada tahapan ini batuan yang lapuk belum dikatakan sebagai tanah, tetapi sebagai bahan tanah yang masih menunjukkan struktur batuan induk. Proses pelapukan berlanjut secara terusmenerus hingga bahan induk tanah berubah menjadi tanah. Proses pelapukan ini menjadi awal terbentuknya tanah. Dengan demikian faktor tersebut menjadi pendorong pelapukan juga berperan dalam pembentukan tanah. Berikut rumus faktor-faktor pembentukan tanah. Untuk menambah wawasanmu, kalian dapat melihat tayangan berikut Video Lapisan Tanah ! Tahukah Kalian?


Unsur-unsur iklim yang memengaruhi proses pembentukan tanah terutama unsur suhu dan curah hujan. • Suhu/Temperatur Suhu akan berpengaruh terhadap proses pelapukan bahan induk. Apabila fluktuasi suhu tinggi, maka proses pelapukan akan berlangsung cepat sehingga pembentukan tanah juga cepat. • Curah Hujan Curah hujan akan berpengaruh terhadap kekuatan erosi dan pencucian tanah, sedangkan pencucian tanah yang cepat menyebabkan tanah menjadi asam (pH tanah menjadi rendah). Organisme sangat berpengaruh terhadap proses pembentukan tanah dalam hal: • Membantu proses pelapukan baik pelapukan organik maupunpelapukan kimiawi. Pelapukan organik adalah pelapukan yang dilakukan oleh makhluk hidup (hewan dan tumbuhan), sedangkan pelapukan kimiawi terjadi oleh proses kimia seperti batu kapur yang larut oleh air. • Membantu proses pembentukan humus. Tumbuhan akan menghasilkan dan menyisakan daun-daunan dan rantingranting yang menumpuk di permukaan tanah. Daun dan ranting itu akan membusuk dengan bantuan jasad renik/ mikroorganisme yang ada di dalam tanah. “ ”


• Pengaruh jenis vegetasi terhadap sifat-sifat tanah sangat nyata terjadi di daerah beriklim sedang seperti di Eropa dan Amerika. Vegetasi hutan dapat membentuk tanah hutan dengan warna merah, sedangkan vegetasi rumput membentuk tanah berwarna hitam karena banyak kandungan bahan organik yang berasal dari akarakar dan sisa-sisa rumput. • Kandungan unsur-unsur kimia yang terdapat pada tanaman berpengaruh terhadap sifat-sifat tanah. Contoh, jenis tanaman cemara akan memberi unsurunsur kimia seperti Ca, Mg, dan K yang relatif rendah, akibatnya tanah di bawah pohon cemara, derajat keasamannya lebih tinggi daripada tanah di bawah pohon jati. Bahan induk terdiri atas batuan vulkanik, batuan beku, batuan sedimen (endapan), dan batuan metamorf. Batuan induk itu akan hancur menjadi bahan induk, kemudian akan mengalami pelapukan dan menjadi tanah. Tanah yang terdapat di permukaan Bumi sebagian memperlihatkan sifat (terutama sifat kimia) yang sama dengan bahan induknya. Bahan induk terkadang masih terlihat pada tanah baru, misalnya tanah bertekstur pasir berasal dari bahan induk yang kandungan pasirnya tinggi. Susunan kimia dan mineral bahan induk akan memengaruhi intensitas tingkat pelapukan dan vegetasi di atasnya. Bahan induk yang banyak mengandung unsur Ca akan membentuk tanah dengan kadar ion Ca yang banyak pula, akibatnya pencucian asam silikat dapat dihindari dan sebagian lagi dapat membentuk tanah yang berwarna kelabu. Sebaliknya bahan induk yang kurang kandungan kapurnya membentuk tanah yang warnanya lebih merah. Keadaan relief suatu daerah akan memengaruhi:


• Tebal atau Tipisnya Lapisan Tanah Daerah yang memiliki topografi miring dan berbukit, lapisan tanahnya lebih tipis karena tererosi, sedangkan daerah yang datar lapisan tanahnya tebal karena terjadi sedimentasi. • Sistem Drainase/Pengaliran Daerah yang drainasenya jelek seperti sering tergenang menyebabkan tanahnya menjadi asam. Tanah merupakan benda alam yang terus-menerus berubah, akibat pelapukan dan pencucian yang terus-menerus. Oleh karena itu, tanah akan menjadi semakin tua. Mineral yang banyak mengandung unsur hara telah habis mengalami pelapukan, sehingga tinggal mineral yang sukar lapuk seperti kuarsa. Karena proses pembentukan tanah yang terus berjalan, maka induk tanah berubah berturutturut menjadi tanah muda, tanah dewasa, dan tanah tua. Lamanya waktu yang diperlukan untuk pembentukan tanah berbeda-beda. Bahan induk vulkanik yang lepas-lepas seperti abu vulkanik memerlukan waktu 100 tahun untuk membentuk tanah muda dan 1.000–10.000 tahun untuk membentuk tanah dewasa. Komposisi tanah beraneka ragam, mengakibatkan tanah memiliki sifat fisika, kimia, dan sifat biologi yang beragam. Mari kita pelajari dahulu bagaimana sifat-sifat tersebut, agar kalian mampu mengidentifikasikan ciri-ciri tanah. Sifat kimia tanah antara lain pH tanah dan kandungan unsur hara. Kandungan hara terdiri dari kandungan nitrogen, fospor, kalium, dan bahan organic. Sifat fisik dan kimia dalam tanah sangat diperlukan untuk menentukan pertumbuhan dan perkembangan tanaman serta untuk melihat tingkat kesuburan pada tanah. Sifat Kimia


• Tekstur tanah ialah tingkat kasar dan halusnya partikel tanah. Misal Kalian menemukan tanah Pasir, mengapa disebut tanah pasir? Karena pada tanah tersebut terdapat kandungan partikel tanah berukuran 0,05–2 milimeter, dan ini dikategorikan pasir. Penamaan tanah pasir ataupun tanah lempung itu berdasarkan sifat tekstur tanah. • Struktur tanah merupakan cara pengikatan butir-butir tanah yang satu terhadap yang lain. • Konsistensi tanah merupakan sifat fisik tanah yang menyatakan besar kecilnya gaya kohesi dan adhesi dalam berbagai kelembapan. Konsistensi tanah dapat kamu ketahui dengan mencoba memecah tanah tersebut, apabila sulit dipecah berarti bahwa tanah mempunyai konsistensi yang kuat. • Lengas tanah ialah tingkat kebasahan atau kelembaban tanah, yakni banyak sedikitnya air yang terikat secara absorbtif pada permukaan butir-butir tanah. Penyerapan air oleh perakaran tergantung pada persediaan kelembaban air dalam tanah. Kapasitas simpanan air tanah bergantung pada tekstur, kedalaman, dan struktur tanah. • Udara yang berada dalam ruang pori- pori tanah (merupakan fase gas dalam system dispersi). Fungsinya sebagai sumber O2, CO2, N2 O2 → untuk pernafasan akar, mikroorganisme, dan jasad/hewan dalam tanah CO2 → untuk dekomposisi dan pelarutan hara N2 → sebagai suplai N tanah O2 penting dalam tanah kadarnya ≥ 10% 6) Warna Tanah Pada dasarnya, warna tanah tidak murni, melainkan campuran (contoh: kelabu, coklat, karat). Warna tanah merupakan gabungan warna-warna dari komponen tanah seperti oksida besi (merah, cokelat karat), humus (hitam, cokelat), kwarsa (putih), dan lempung (kelabu, putih) Sifat Fisika


Bahan induk merupakan bahan yang seragam baik secara horizontal maupun secara vertikal. Proses pembentukan tanah menyebabkan bahan induk menjadi tidak seragam. Ketidakseragaman bahan induk secara vertikal dicirikan dengan terbentuknya horizon. Proses terbentuknya horizon disebut dengan horizonisasi. Terbentuknya horizon merupakan ciri dari perubahannya bahan induk menjadi tanah. Terdapat empat ketampakan yang dapat dilihat dari hasil proses proses pembentukan tanah yaitu hasil pencampuran bahan, warna, struktur, dan ciri kimia. Hasil pencampuran antara bahan organik dan bahan mineral merupakan horizon A. Horizon ini dapat dikenali karena berada di permukaan berwarna gelap, struktur lebih baik dan mengandung bahan organik lebih banyak bila dibandingkan horizon lain. Warna yang sering muncul merupakan hasil oksidasi besi fero menjadi besi feri yang berwarna merah. Warna merah lebih terlihat pada horizon bawah, sedangkan pada horizon permukaan warna merah terselimuti oleh warna gelap dari bahan organik. Horizon bawah yang berbentuk Karena munculnya warna hasil oksidasi besi disebut dengan horizon B-warna. Struktur tanah akan terbentuk karena bergabungnya partikel primer tanah. Struktur tanah akan berbeda dengan struktur batuan (yang diwariskan ke bahan induk). Selain pada horizon permukaan, struktur tanah dapat terbentuk pada horizon bawah. Horizon bawah yang telah memperlihatkan struktur tanah disebut horizon B- struktur. Ciri tanah akan menjadi berbeda dari bagian yang satu dengan bagian tanah yang lain. Bagian tanah yang mengalami pencucian akan menghasilkan horizon yang miskin akan unsur atau bahan. Horizon ini disebut sebagai horizon pencucian atau horizon eluviasi. Bagian tanah yang mengalami penumpukan bahan dari horizon di atasnya akan menghasilkan horizon yang lebih kaya dari horizon di atasnya. Horizon penumpukan disebut sebagai horizon iluviasi. Tergantung pada


bahan yang di iluviasi, terdapat berbagai jenis horizon iluviasi. Bila klei yang di iluviasi, maka disebut sebagai horizon argilik, bila CaCO3 yang di iluviasi maka disebut sebagai horizon kalsik, bila humus atau besi atau aluminium yang di iluviasi maka disebut horizon spodik. • Terdapat enam horizon utama (master horizon), disandingkan dengan huruf besar O, A, E, B, C, dan R yang saling berbeda sifat-sifatnya dan letaknya Horizon Karakteristik O Dominan bahan organik, dedaunan, moss, bahan organik lain, warna lebih gelap. A Dominan bahan mineral, tercampur dengan sedikit bahan organik. Biasanya dibawa horizon O. E Horizon mineral, warna lebih pucat, akibat dari terjadinya liat halus, Al, Fe dan bahan organik ke horizon dibawahnya (eluviasi). AE Horizon transisi, sifat-sifat horizon A dominan EA Horizon transisi, sifat-sifat horizon E dominan. B Horizon bawah (subsurface) dengan akumulasi hasil cucian liat, Fe, Al, humus, karbonat, gypsum, merupakan horizon iluviasi. C Bahan induk unconsolidated material, belum terlihat perubahan pedagenik. R Batuan (rock). Susunan Horizon


Horizon teratas adalah horizon organik yang disandingkan dengan horizon O. Horison ini ada yang tebal dan ada yang tipis malah ada tanah yang tidak memiliki horizon O. Tanah tanah hutan seringkali memiliki horizon O. Di daerah gunung berapi, sering dijumpai profil tanah terkubur (burried soil) seperti yang dijumpai di Jeju, Korea Selatan. Tepat di bawah horizon O, atau persis di permukaan tanah pada tanah yang tidak memiliki horizon O, terdapat horizon A yang merupakan horizon pencampuran antara bahan mineral tanah dengan bahan organik terhumifikasi. Seperti horizon O, horizon A ada yang tebal dan ada yang tipis, serta memiliki kadar bahan organik yang bervariasi. Di bawah horizon A terdapat horizon eluviasi. Pada tanah-tanah yang mengalami eluviasi yang intensif, horizon ini disandingkan dengan horizon E. Di bawah horizon A atau horizon E terdapat horizon B. Horizon B merupakan horizon iluviasi sebagai hasil dari: 1) Pembentukan warna, 2) pembentukan struktur, 3) atau proses iluviasi. Di bawah horizon B terdapat horizon C yang merupakan bahan induk tanah. Suatu tanah bisa memiliki semua horizon secara lengkap, atau tanah lain hanya memiliki sebagian horizon. Tanah-tanah mudah hanya memiliki horizon A dan horizon C. Tanah yang telah berkembang akan mempunyai horizon yang lengkap. Atas dasar susunan horizon ini maka tanah digolong-golongkan. Di bawah horizon O, A, E, dan B (disebut solum) terdapat bahan seperti batuan tetapi sedang mengalami pelapukan (unconsolidated material) yang biasanya merupakan bahan induk dan disebut horizon C. Di bawah horizon C biasanya ada batuan keras yang belum mengalami pelapukan yang disebut lapisan E. • Oleh karena horizon utama yang mencirikan sifat-sifat umum ditulis dengan huruf besar, maka sifat-sifat khas horizon (lebih detail) ditulis dengan


huruf kecil. Sebagai contoh horizon O dengan bahan organik terdekat komposisi sedikit, sedang dan sempurna berturut-turut ditandai dengan Oi, Oe, dan Oa (Brady dan Weil, 2008). Jenis tanah Interaksi antara faktor-faktor pembentuk tanah akan menghasilkantanah dengan sifat-sifat yang berbeda. Berdasarkan pada faktor pembentuk dan sifat tanah inilah, beberapa ahli mengklasifikasikan tanah dengan klasifikasi yang di: Sumatra, Jawa, Bali, Lombok, Halmahera dan Minahasa. • Tanah berbutir kasar dan berasal dari material gunung api. Terdapat di Bengkulu, pantai Barat Sumatra, Jawa, Bali dan NTB. • Tanah yang terjadi karena hasil pelapukan batuan kapur dan sifatnya tidak subur. Terdapat di Jawa Tengah, Aceh, danSulawesi Selatan. • Tanah yang terbentuk dari batuan keras yang belum mengalami pelapukan secara sempurna. • Tanah yang terbentuk dari sisa-sisa tumbuhan yang telah mengalami pembusukan. Jenis tanah ini berwarna hitam sampai coklat. Terdapat di Kalimantan, Sumatra dan Papua. • Tanah yang terbentuk dari material halus berlempung. Terdapat di Jawa Tengah, Jawa Timur, Madura, Sulawesi Selatan dan Nusa Tenggara. • Tanah yang banyak mengandung zat besi dan aluminium. Jens tanah ini sering disebut tanah merah yang banyak dijumpai di daerah pegunungan. Tanahnya berwarna merah sampai kuning. Terdapat di Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Lampung, Kalimantan Tengah, Sumatra Barat.


Pemanfaatan tanah antara lain sebagai berikut: a) Tempat tumbuh dan berkembangnya perakaran. b) Penyedia kebutuhan primer tanaman (air, udara, dan unsur-unsur hara). c) Penyedia kebutuhan sekunder tanaman (zat-zat pemacu tumbuh: hormon, vitamin, dan asam asam organik; antibiotik dan toksin anti hama; enzim yang dapat meningkatkan kesediaan hara). d) Sebagai habitat biota tanah, baik yang berdampak positif karena terlibat langsung atau tak langsung dalam penyediaan kebutuhan primer dan sekunder tanaman tersebut, maupun yang berdampak negatif karena merupakan hama dan penyakit tanaman. Perbedaan lahan potensial dengan lahan kritis. Lahan potensial adalah lahan yang secara fisis kimiawi dan ekonomi cukup menguntungkan, tetapibelum dimanfaatkan secara optimal. Sedangkan lahan kritis adalah lahan yang sudah tidak berfungsi lagi sebagai media pengatur tata air dan unsur pertanian yang baik. Faktor penyebab terjadinya lahan kritis antara lain meluasnya lahan kritis atau degradasi lahan di permukaan bumi yaitu akibat proses alam dan perilaku manusia dalam memanfaatkan lingkungan.


• Erosi • Tanah longsor • Pencucian tanah • Perusakan hutan, • Pertanian sistem ladang berpindah, • Kegiatan pertambangan terbuka, • Sistem pertanian di pegunungan yang tidak menggunakan terassering (sengkedan). • Penutup vegetasinya kurang dari 25%, • Tingkat kemiringan lebih dari 15%, • Terjadi gejala aerasi lembar (sheet erosion), • Terjadi gejala erosi parit (gully erosion). • Akibat proses erosi yang merupakan penyebab lahan tanah menjadi tidak subur, karena lapisan topsoil hilang, • Produktivitas pertanian menurun sehingga pendapatan petani berkurang, • Terjadi banjir, • Menurunnya kemampuan lahan untuk menyerap air tanah, dan • Terganggunya ekosistem makhluk hidup. Demi mempertahankan kelangsungan hidup kita, sudah saatnya tindakan penyelamatan lingkungan kita lakukan. Berikut ini contoh tindakan dalam menanggulangi beberapa kerusakan tanah. 1) Mengendalikan Erosi Usaha untuk mencegah atau mengurangi erosi dilakukan dengan mengendalikan faktor-faktor penyebab erosi. Banyaknya tanah yang tererosi ditentukan oleh faktor curah hujan, erodibilitas tanah, kemiringan dan panjang lereng, tanaman penutup, pengelolaan lahan, serta praktik konservasi. Dengan mengendalikan faktor-faktor penyebab erosi tersebut, maka erosi tanah dapat dicegah atau dikurangi. Dari seluruh faktor erosi, curah hujan merupakan faktor


yang tidak dapat dikendalikan manusia. Sedang faktor erosi lainnya dapat dipengaruhi atau dikendalikan oleh manusia, seperti mengurangi panjang dan kemiringan lereng, menanami lahan dengan tanaman penutup, dan melakukan pengelolaan lahan. Kegiatan tersebut merupakan bagian dari praktik konservasi. 2) Mengawetkan Tanah Tanah dapat mengalami penurunan kesuburan sehingga berpengaruh terhadap tumbuhnya tanaman. Erosi tanah menyebabkan tingkat kesuburan tanah menurun. Untuk mempertahankan tingkat kesuburan tanah maka perlu usaha pengawetan atau konservasi. Cara pengawetan tanah secara garis besar dapat dibedakan menjadi dua, yaitu dengan metode vegetatif dan metode mekanik. • Penanaman tanaman secara berjalur tegak lurus terhadap arah aliran (strip cropping). • Penanaman tanaman secara berjalur sejajar garis kontur (contour strip cropping). Cara penanaman ini bertujuan untuk mengurangi atau menahan kecepatan aliran air dan menahan partikel-partikel tanah yang terangkut aliran air. • Penutupan lahan yang memiliki lereng curam dengan tanaman keras (buffering). • Penanaman tanaman secara permanen untuk melindungi tanah dari tiupan angin (wind breaks).


Pengolahan lahan sejajar garis kontur (contour tillage). Pengolahan lahan dengan cara ini bertujuan untuk membuat pola rongga-rongga tanah sejajar kontur dan membentuk igir-igir kecil yang dapat memperlambat aliran air danMemperbesar infiltrasi air. • Penterasan lahan miring (terracering). Penterasan bertujuan untuk mengurangi panjang lereng dan memperkecil kemiringan lereng sehingga dapat memperlambat aliran air. • Pembuatan pematang (guludan) dan saluran air sejajar garis kontur. Pembuatan pematang bertujuan untuk menahan aliran air. • Pembuatan cekdam. Pembuatan cekdam bertujuan untuk membendung aliran air yang melewati paritparit sehingga material tanah hasil erosi yang terangkut aliran tertahan dan terendapkan. Adanya cekdam maka parit-parit erosi lama-kelamaan mengalami pendangkalan, erosi tanah dapat dikendalikan, lapisan tanah menebal, dan produktivitas tanah meningkat.


Setelah kita mempelajari dinamika litosfer, kini kita akan berlanjut mempelajari dinamika atmosfer. Planet Bumi dibungkus oleh lapisan atmosfer yang melindungi makhluk hidup di dalamnya dari radiasi-radiasi berbahaya. Dampak atmosfer bagi Bumi dan makhluk hidup tentu memberikan banyak manfaat. Atmosfer sendiri merupakan lapisan udara yang terdiri dari beberapa gas yang digunakan Bumi untuk melindungi diri, tidak hanya dari radiasi, tapi juga dari benda-benda angkasa. Lapisan atmosfer membungkus Bumi dengan ketebalan lebih dari 650 kilometer. Lapisan ini disusun dari nitrogen sebesar 78 persen dan oksigen sebesar 21 persen. Atmosfer juga dibagi menjadi lima lapisan berdasarkan karakteristik termal, komposisi, sifat pergerakan, hingga kepadatannya. Lima lapisan itu meliputi troposfer, stratosfer, mesosfer, termosfer, dan eksosfer. Adanya kehidupan di Bumi merupakan salah satu dampak dari atmosfer. Atmosfer memiliki peran yang sangat penting dalam keberlangsungan makhluk hidup di Bumi. Berkat atmosfer, makhluk hidup terlindung dari radiasi berbahaya, baik dari Matahari maupun radiasi kosmik lainnya. Selain itu, adanya atmosfer juga menjaga suhu di Bumi tetap hangat sehingga dapat ditinggali. Atmosfer juga memungkinkan terjadinya pengangkutan uap air melalui sirkulasi. Cuaca yang kita rasakan tiap harinya, seperti cerah, berawan, atau hujan, pun terjadi dan merupakan dampak atmosfer. Atmosfer menyediakan berbagai macam gas yang bermanfaat bagi makhluk hidup. Tidak hanya itu, atmosfer juga merupakan media yang mampu membawa energi. Tidak jarang meteorit atau benda luar angkasa lain terbang menghantam Bumi, tapi biasanya benda-benda tersebut telah habis terbakar di atmosfer. Karena itu, atmosfer juga melindungi kita dari serangan meteorit. Atmosfer pun menyediakan ruang pagi pesawat untuk terbang atau bagi satelit untuk mengorbit Bumi.


Yuk kenalan dulu sama lapisan atmosfer! Udara yang kita lihat dan rasakan mulai dari bawah sampai ke atas bukanlah satu lapisan yang sama. Atmosfer sangat penting bagi kehidupan karena tanpa atmosfer, manusia, hewan, dan tumbuhan tidak dapat hidup. Manusia bisa bertahan sampai satu hari tanpa air di daerah gurun yang paling panas, namun tanpa atmosfer manusia hanya bertahan beberapa menit saja. Atmosfer juga berfungsi sebagai pelindung kehidupan di bumi dari radiasi matahari yang kuat pada siang hari dan mencegah hilangnya panas ke ruang angkasa pada malam hari. Atmosfer juga sebagai penghambat bagi bergeraknya benda langit (meteor) yang melintas menuju permukaan bumi. Atmosfer berasal dari Bahasa Yunani, atmos = uap dan sphaira = bola. Maka atmosfer dapat diartikan sebagai selubung uap yang menyelimuti bumi. Keadaan atmosfer pada suatu saat dan wilayah yang sempit dinamakan cuaca yang dipelajari secara khusus oleh ilmu Meterologi, sedangkan rata-rata dari cuaca dalam periode yang panjang disebut iklim yang dipelajari secara oleh ilmu Klimatologi. ● Tidak berwarna, tidak berbau, dan tidak dapat dirasakan kecuali dalam bentuk angin. ● Dinamis dan elastis, sehingga dapat mengembang dan mengkerut serta dapat bergerak atau berpindah. Sifat Atmosfer


● Transparan terhadap beberapa bentuk radiasi. ● Mempunyai massa sehingga menimbulkan tekanan. ; Secara vertikal atmosfer bumi dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu sebagai berikut: ● memiliki ciri – ciri sebagai berikut: → Lapisan paling dekat dengan permukaan bumi. → Tempat kejadian fenomena cuaca, seperti angin, hujan, petir, dan pelangi. → Ketebalan lapisan di equator sekitar 18 Km dpl dan sekitar kutub hanya 8 Km dpl. → 80% masa atmosfer berada di lapisan ini. → Terjadi gradien termometrik (penurunan suhu 0,6° C setiap kenaikan 100 m). → Suhu teratas troposfer -60° C sedangkan pada permukaan laut daerah tropis sekitar 27° C. → Terdapat lapisan tropopause (lapisan antara troposfer dan stratosfer). ● memiliki ciri – ciri sebagai berikut: → Terdapat lapisan ozon pada ketinggian 35 Km dpl yang bermanfaat melindungi bumi dari pancaran ultraviolet. → Terdapat lapisan isotermal (18-22 Km dpl) yang memiliki suhu sekitar 60°C. → Terdapat lapisan inversi (20-60 Km dpl). o Pada lapisan ini pesawat jet terbang. → Terdapat lapisan stratopause (lapisan antara stratosfer dan mesosfer). ● memiliki ciri- ciri sebagai berikut: Pojok info


→ Melindungi bumi dari benda – benda luar angkasa. → Tempat terjadinya pembakaran benda luar angkasa. → Suhu bagian atas lapisan ini semakin rendah. → Pada ketinggian 80 Km dpl suhu mencapai -90° C (lapisan paling dingin). → Terdapat lapisan mesopause (lapisan antara mesosfer dan termosfer). ● memiliki ciri –ciri sebagai berikut: → Memiliki temperatur antara -40° C hingga -5° C. → Terjadi ionisasi sebagian molekul dan atom udara. ● memiliki ciri – ciri sebagai berikut: → Memiliki temperatur antara 0° C – 70° C. → Terjadi ionisasi seluruh atom udara. → Terjadi pemantulan gelombang radio pada lapisan ini. Terdapat 3 lapisan, yaitu: 1) Lapisan E (lapisan Kennely – Heavyside). 2) Lapisan F (terjadi pemantulan panjang – pendek gelombang radio). 3) Lapisan atom ● memiliki ciri – ciri sebagai berikut: → Terjadi gerakan atom – atom secara tidak beraturan. → Lapisan paling panas. → Satelit diluncurkan pada lapisan ini. → Disebut juga ruang antar planet dan geostationer. o Adanya unsur gas Nitrogen, Oksigen, dan Karbon Dioksida sangat dibutuhkan oleh makhluk hidup di muka bumi. o Memberikan perlindungan dari benda-benda luar atmosfer yang masuk ke permukaan bumi. Peran Atmosfer


o Menjadi media untuk proses cuaca. Jika tidak ada atmosfer suhu bumi mencapai 93°C pada siang hari dan -149°C pada malam hari. o Adanya lapisan ozon (O3) dapat mengurangi radiasi ultraviolet yang sampai ke permukaan bumi.


Pembicaraan mengenai suhu udara, angin, kelembaban udara, awan, dan hujan merupakan pembicaraan yang membahas tentang cuaca. Sebagaimana telah dibahas diatas dikatakan bahwa cuaca merupakan keadaan udara pada suatu saat dan suatu tempat tertentu. Hal ini dapat dilihat bahwa antara pagi dan siang kondisi udara sudah berbeda, yang berarti cuaca memiliki waktu yang singkat dan pada daerah yang relatif dekat tetapi keadaan udaranya berbeda. Ini berarti bahwa cuaca meliputi wilayah yang sempit. Sedangkan keadaan cuaca ratarata pada daerah yang luas dan dalam waktu yang lama (30 tahun) disebut dengan iklim. Unsurunsur cuaca atau dan unsur-unsur iklim itu sama yaitu: Temperatur udara ialah derajat panas dan dingin udara. Temperatur udara di berbagai tempat tidak sama. Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi tinggi rendahnya temperatur udara suatu daerah adalah: Semakin tegak sudut datang sinar matahari maka energi panas yang diterima semakin besar. Semakin cerah, energi yang sampai ke permukaan bumi semakin banyak. Daerah yang lebih lama menerima radiasi maka daerah tersebut akan semakin panas. Makin dekat dengan equator suhu udara semakin panas. Semakin mendekati daerah pantai maka suhu akan semakin panas (suhu di daerah pegunungan semakin dingin). Andres Celcius (1701-1744) adalah tokoh pencipta celcius sebgai skala temperature yang paling banyak digunakan di dunia saat ini Tokoh Geografi


Udara bersifat diatermal, artinya udara dapat melewatkan panas matahari. Sifat diatermal terdapat pada udara murni. Setelah panas matahari sampai ke permukaan bumi, panas ini memanaskan udara disekitarnya. Udara dapat memanas karena proses konveksi, adveksi, turbulensi dan konduksi. Penjelasan untuk tiap proses tersebut adalah sebagai berikut: Koveksi adalah pemanasan secara vertikal. Penyebaran panas ini terjadi akibat adanya gerakan udara secara vertikal, sehingga udara di atas yang belum panas akan memanas karena pengaruh udara di bawahnya yang sudah panas. Adveksi adalah penyebaran panas secara horizontal. Panas ini terjadi akibat gerakan udara panas secara horizontal dan menyebabkan udara di sekitarnya juga menjadi panas. Turbulensi adalah penyebaran panas secara berputar-putar. Penyebaran panas akan menyebabkan udara yang sudah panas bercampur dengan udara yang belum panas. Konduksi adalah pemanasan ini terjadi karena molekul-molekul udara yang dekat dengan permukaan bumi akan menjadi panas setelah bersinggungan dengan bumi yang memiliki panas internal. Molekulmolekul udara yang sudah panas bersinggungan dengan molekul-molekul udara yang belum panas sehingga ikut memanas.


Suhu udara diukur menggunakan termometer. Termometer maksimum digunakan untuk mengukur suhu tertinggi dan termometer minimum digunakan untuk mengukur suhu terendah. Selain itu, digunakan juga termometer pencatat. Pengukuran suhu digunakan dalam waktu tertentu, biasanya digunakan satu hari. Suhu udara di dataran tinggi lebih tinggi daripada di pegunungan. Demikian pula suhu di daerah tropis lebih tinggi daripada di daerah lintang sedang dan daerah kutub. Menurut teori Braak, semakin tinggi suatu tempat suhu udara akan semakin turun. Setiap naik 100 m maka suhu udara akan turun 0,60 C. Berikut adalah rumus teori Braak : Suatu lokasi (X) berada pada ketinggian 200 m dari permukaan laut bersuhu 300 C. Lokasi lain (Y) berada pada ketinggian 500 m dari permukaan laut. Berapakah Suhu di lokasi Y? Pembahasan : Diketahui : Tinggi X = 200 m Tinggi Y = 500 m Suhu di Y (To) = 300 C Ditanya : Suhu pada lokasi Y (Tx Y)? Dijawab : To = 300 C h = 500 m – 200 m = 300 m Tx = 30 0 C – (300/100 x 0,60 C) = 300 C – (3 x 0,60 C) = 300 C – 1,80 C = 28,20 C Tx = To – (h/100 x 0,60C) Tx : Suhu udara pada ketinggian tempat (X m) To : Suhu udara pada ketinggian awal H : Selisih ketinggian tempat


Permukaan bumi mendapat tekanan dari udara karena udara memiliki masa. Besarnya tekanan udara dapat diukur dengan barometer. Makin tinggi letak suatu tempat dari muka laut, makin rendah tekanan udaranya. Hal ini disebabkan oleh makin berkurangnya udara yang menekan. Tekanan udara dihitung dengan menggunakan milibar. Garis pada peta yang menghubungkan daerah yang bertekanan udara sama disebut isobar. Barometer aneroid sebagai alat pengukur ketinggian tempat disebut altimeter. Altimeter umumya digunakan untuk mengukur ketinggian pesawat terbang. Tekanan udara pada suatu tempat berubah sepanjang hari. Angin ialah udara yang bergerak dari daerah bertekanan tinggi (maksimum) ke daerah bertekanan rendah (minimum). Besarnya kecepatan angin dapat diukur dengan alat yang dinamakan anemometer. Ada tiga hal penting yang menyangkut sifat angin, yaitu kekuatan angin, arah angin, dan kecepatan angin. Kekuatan angin ditentukan oleh kecepatanya, makin cepat angin bertiup maka makin tinggi kekuatanya. Kekuatan angin mengikuti hukum Stevenson. Menurut hukum Stevenson, kekuatan angin itu berbanding lurus dengan gradient Barometriknya. https://youtube.com/shorts/4UXQ d4unUeI?feature=share


Gradient Barometrik adalah angka yang menunjukkan perbedaan tekanan dari 2 isobar pada jarak lurus 111 km. Satuan jarak diambil dari 1° di ekuator yang panjangnya sama dengan 111 km (1/360 × 40.000 km = 111 km). Berikut adalah cara menentukan Gradien Barometrik : Arah angin ditentukan oleh dari mana datangnya angin dan bukan kemana angin itu bergerak. Menurut seorang ahli yang bernama Buys Ballot mengemukakan hukumnya yang berbunyi : a. Udara mengalir dari daerah maksimum ke daerah minimum. Diketahui dua buah isobar masing-masing bertekanan 950 mb dan 900 mb. Kedua isobar itu berjarak 200 km. Berapakah gradien barometriknya? Pembahasan : Diketahui : Isobar 1 = 950 1.050 mb Isobar 2 = 900 1.000 mb Jarak (d) = 200 km Ditanya : Gradien Barometrik? Dijawab : GB = b x (111 km / d) GB = selisih tekanan 2 isobar x ( 111 km / jarak ) = 950 - 900 x (111 km / 200 km) = 50 x (0,5km) = 25 mb Jadi, gradien barometrik antara isobar pertama dan isobar kedua dalam jarak 200 km adalah 25 mb/km. Isobar 950mb 200 km 900 mb Isobar


b. Udara yang mengalir mengalami pembiasan. Pada belahan bumi utara, udara atau angin berbelok/membias ke kanan dan di bumi selatan berbelok/membias ke kiri. Kecepatan angin ditentukan oleh beberapa hal, sebagai berikut: 1) Kekuatan angin Kecepatan angin berbanding lurus dengan kekuatan angin. Semakin kuat angin berhembus maka semakin besar pula kecepatannya. 2) Relief permukaan bumi. Angin bertiup kencang pada daerah yang reliefnya rata dan tidak ada rintangan. Sebaliknya bila bertiup pada daerah yang reliefnya kasar dan rintangan banyak, maka angin akan berkurang kecepatanya. 3) Ada tidaknya tumbuh-tumbuhan. Banyaknya pohon-pohonan akan menghambat kecepatan angin dan sebaliknya, bila pohon-pohonya jarang maka sedikit sekali memberi hambatan kecepatan angin. 4) Tinggi dari permukaan tanah. Angin yang bertiup dekat dengan permukaan bumi akan mendapatkan hambatan karena bergesekan dengan muka bumi, sedangkan angin yang bertiup jauh di atas permukaan bumi bebas dari hambatan- hambatan. 1) Angin tetap adalah angin yang bertiup sepanjang tahun. Angin tetap dibedakan menjadi berikut: → Angin barat adalah angin yang bertiup dari daerah maksimum sub tropis (300 ) ke minimum sub kutub (lintang 600 ), baik lintang utara maupun lintang selatan. → Angin timur adalah angin dingin yang bergerak dari maksimum kutub (900 ) ke arah minimum sub kutub (600 ) baik lintang utara maupun lintang selatan. 1) Angin pasat adalah angin tetap yang berasal dari daerah tekanan maksimum subtropics (300 -400 LU/LS) menuju kearah daerah tekanan minimum equator (katulistiwa). Angin pasat meliputi: a) Angin pasat di belahan bumi utara disebut angin pasat timur laut, dan - angin pasat di belahan bumi selatan disebut angin pasat tenggara. Di sekitar katulistiwa , kedua angin pasat ini bertemu. Bertiupnya angin antipasat dapat berpengaruh terhadap terbentuknya kawasan gurun lho! Angin dan udara, apakah mereka sama? Apa yang membedakan keduanya? Mari kita cari tahu dengan melihat video berikut! https://youtu.be /8nO72ARaKFI


Tokoh Geografi Karena temperatur di daerah tropis selalu tinggi, maka massa udara tersebut dipaksa naik secara vertikal (konveksi). Daerah pertemuan kedua angin pasat tersebut dinamakan Daerah Konvergensi Antar Tropik (DKAT). DKAT ditandai dengan temperatur selalu tinggi. Akibat kenaikan massa udara ini, wilayah DKAT terbebas dari adanya angin topan. Akibatnya daerah ini dinamakan daerah Doldrum (wilayah tenang). b) Angin anti pasat, pada ketinggian tertentu massa angin pasat naik secara vertikal kembali bergerak mendatar kearah wilayah subtropis. Angin anti pasat bergerak meninggalkan katulistiwa menuju daerah maksimum subtropis. Perhatikan gambar berikut! 2) Angin muson atau angin musim. Angin muson atau angin musim adalah angin yang bertiup atau berhembus secara periodik berganti arah setiap setengah tahun sekali. a) Angin muson barat laut terjadi Antara Oktober - April, dengan letak matahari berada di belahan bumi selatan terutama Australia lebih banyak menerima panas matahari, sehingga suhu disana lebih tinggi (tekanan udara rendah). Sedangkan suhu di benua Asia rendah (tekanan udara tinggi). Angin bergerak dari Asia ke Australia, sehingga Indonesia terjadi musim penghujan karena di Sir Francis Galton FRS (16 Februari 1822-17 Januari 1911), sebagai penggagas meteorologi ilmiah, ia menciptakan peta cuaca pertama, mengusulkan teori anticyclones, dan yang pertama untuk membuat catatan lengkap tentang fenomena iklim jangka pendek dalam skala Eropa


perjalanannya banyak membawa uap air. b) Angin muson timur laut terjadi Antara April-Oktober. Pada periode ini matahari berada pada belahan bumi bagian utara, terutma bagian Asia yang banyak menerima pemanasan matahari, akibatnya suhu di benua Asia tinggi (tekanan udara rendah) sedangkan di benua Australia rendah (tekanan udara tinggi). Angin bergerak dari Australia menuju Asia, sehingga di Indonesia terjadi musim kemarau karena dalam perjalananya sedikit membawa uap air. 3) Angin lokal a) Angin darat dan angin laut Pada malam hari, suhu udara di daratan lebih cepat dingin sehingga tekanan udara di atas daratan tinggi (maksimum). Sementara itu suhu udara di lautan lambat dingin sehingga tekanan udaranya rendah (minimum), sehingga angin bergerak dari daratan menuju ke laut disebut dengan angin darat. Sebaliknya pada siang hari, terjadi pergerakan udara dari laut menuju darat disebut angin laut. b) Angin lembah dan angin gunung Angin lembah adalah angin yang bertiup dari lembah menuju lereng gunung yang terjadi di siang hari. Sementara angin gunung adalah angin yang bertiup dari puncak gunung menuju lembah, terjadi pada malam hari.


c) Angin fohn (angin jatuh). Angin Fohn merupakan angin yang sifatnya jatuh atau turun, kering dan panas. Hal ini karena uap air yang dibawa telah diturunkan sebagai hujan di lereng gunung yang berhadapan dengan arah datangnya angin. Angin fohn memiliki nama yang berbeda-beda di banyak daerah. Beberapa angin fohn yang bertiup di Indonesia sebagai berikut. 1) Angin Brubu terdapat di Sulawesi Selatan. 2) Angin Bohorok terdapat di Deli, Sumatra Utara. 3) Angin Kumbang terdapat di Cirebon, Jawa Barat. 4) Angin Gending terdapat di Pasuruan dan Probolinggo, Jawa Timur. 5) Angin Wambrau terdapat di Papua. d) Angin yang Bersifat Dingin. Jenis angin yang bersifat dingin antara lain sebagai berikut: ▪ Angin Mistral adalah angin yang berasal dari pegunungan menuju ke dataran rendah di pantai. Sebagai contoh angin yang bertiup di pantai Laut Tengah, selatan Prancis. ▪ Angin Bora adalah angin yang bertiup di wilayah Balkan. Angin ini turun dari Dataran Tinggi Balkan ke Pantai Istria dan Albania. e) Angin Siklon dan Anti Siklon.


Daerah depresi adalah daerah yang bertekanan minimum dikelilingi oleh daerah yang bertekanan maksimum. Di daerah tersebut garis-garis isobarnya tertutup dan verbal atau ketinggian tekanan udara memusat. Akibatnya terjadi gerakan angin berputar memusat yang disebut dengan angin siklon. Sebaliknya, daerah kompresi yaitu daerah yang bertekanan maksimum dikelilingi oleh daerah yang bertekanan minimum. Pada daerah ini, angin berputar dengan arah yag keluar disebut dengan angin antisiklon. Arah gerakan kedua jenis angin tersebut sesuai dengan hukum Buys Ballot. Angin siklon memiliki kecepatan yang sangat kuat sehingga bersifat merusak. Penyebutan angin siklon untuk masing-masing daerah berbeda- beda. Contoh: 1) Angin siklon di Samudra Atlantik disebut Hurricane 2) Angin siklon di Laut Cina Selatan disebut Taifun 3) Angin siklon di Teluk Benggala dan Laut Arab disebut Siklon 4) Angin siklon di Amerika daerah tropis disebut Tornado 5) Angin siklon di Asia Barat disebut Sengkejan. Angin antisiklon tidak kuat seperti halnya angin siklon. Kondisi cuaca daerah yang berangin antisiklon, cerah tidak berawan. Angin ini merupakan angin turun, sehingga lebih panas dan lebih kering dibanding angin siklon. Awan adalah kumpulan uap air dan kristal es pada udara di atmosfer. Awan terjadi karena adanya pengembunan atau pemadatan uap air yang terdapat di udara setelah melampaui keadaan jenuh. Kondisi awan dapat berupa cair, gas, atau padat dan sangat dipengaruhi oleh keadaan suhu. Pembagian jenis awan yang ada sekarang ini adalah hasil dari kongres meteorologi internasional yang diadakan di Munich, Jerman pada tahun 1802 dan Uppsala, Swedia pada tahun 1894. Pembagian jenis awan atau taksonomi awan adalah sebagai berikut: terdapat pada ketinggian Antara 3-18 km . Awan jenis ini selalu terdiri dari Kristal-kristal es karena pengaruh letaknya. Awan yang tergolong awan pada jenis ini adalah sebagai berikut:


▪ Cirrus (Ci) : awan jenis ini halus , berstruktur seperti serat, atau berbentuk seperti bulu burung. Awan ini sering tersusun seperti pita yang melengkung di langit, sehigga seakan-akan tampak bertemu di horizon dan terdapat Kristal es. Awan cirrus tidak menimbulkan hujan. ▪ Cirrostratus (Cs) : bentuknya seperti kelambu putih yang halus dan rata yang menutup seluruh langit sehingga langit nampak cerah, atau seperti anyaman yang bentuknya tidak teratur. Awan ini sering menimbulkam halo (lingkaran bercahaya) yang mengelilingi matahari atau bulan. Biasanya terjadi pada musim kemarau. ▪ Cirromulus (Cc) : Awan jenis ini terputus-putus dan penuh dengan kristalkristal es sehingga bentuknya seperti segerombolan domba dan sering menimbulkan bayangan. terdapat pada ketinggian Antara 2-8 km. awan yang tergolong awan menengah adalah sebagai berikut: ▪ Altocomulus (Ac) : Awan jenis ini berukuran kecil-kecil tetapi banyak biasanya berbentuk seperti bola yang agak tebal berwarna putih pucat da nada bagian yang kelabu. Awan jenis ini bergerombol sehingga tampak saling bergandengan. ▪ Altostratus (As) : Awan jenis ini berukuran luas dan tebal. Warna awan altostratus kelabu, sehingga dapat menghalangi sebagian sinar matahari sebagian siar matahari atau bulan. terdapat pada ketinggian kurang dari 2 km. Awan yang tergolong dalam awan rendah adalah sebagai berikut: Kira-kira dari mana awan terbentuk? Mengapa awan berada di atas kita? Mari kita cari tahu dengan melihat video berikut! https://youtu.be/e5o RsnMrjIM


▪ Stratocumulus (Sc) : Awan jenis ini bentuknya seperti bola-bola yang sering menutupi seluruh langit sehingga tampak seperti gelombang di lautan. Lapisan awan ini tipis sehingga tidak menimbulkan hujan. ▪ Stratus (St) : Awan yang rendah dan sangat luas, tingginya dibawah 2.000 m, melebar seperti kabut dan berlapis-lapis. Kabut dan awan stratus pada dasarnya tidak berbeda. ▪ Nimbostratus (Ns) : Awan ini bentuknya tidak menentu, tepianya tidak beraturan. Di Indonesia awan ini hanya menimbulkan gerimis saja. Awan ini berwarna putih kelabu dan penyebaranya di langit cukup luas. , terdapat pada ketinggian 500- 1500 meter. ▪ Cumulus (Cu) : Merupakan aan tebal dengan puncak-puncak yang agak tinggi, terbenuk pada siang hari karena udara naik. Bila awan ini terkena sinar matahari hanya pada sebelah sisinya, timbul bayangan berwarna kelabu. ▪ Cumulonimbus (Cb) : Awan jenis ini dapat menimbulkan hujan dengan kilat Guntur. Awan ini bervolume besar , pososinya rendah, berpuncak tinggi dan melebar, sehigga merupakan awan yang tebal. Biasanya di atas awan cumulonimbus terdapat awan cirrostratus. Hal ini sering terjadi pada waktu angin ribut. Kemampuan awan menimbulkan hujan tergantung pada musim. Pada musim kering di daerah dingin, walaupun awanya tebal belum tentu mendatangkan hujan karena dapat tertiup angin. Pada musim panas di Daerah tropis , walaupun awanya tipis sering terjadi hujan. Awan yang rendah dan dekat dengan permukaan bumi disebut kabut. Jenis- jenis kabut adalah sebagai berikut: a) Kabut sawah Kabut sawah adalah kabut yang terjadi pada malam atau pagi hari ketika cuaca terang dan udara dingin melalui sungai, selokan, atau wilayah sawah. Oleh karena air bersuhu lebih panas, suhu udara akan naik dan kesanggupan memuat air bertambah sehingga terjadi penguapan. Akan tetapi, setelah sampai daratan agak tinggi, udara tersebut mendingin dan mengalami kondensasi dan membentuk kabut. b) Kabut adveksi


Kabut aveksi adalah kabut yang terjadi karena udara panas yang mengandung uap air melewati daerah dingin , sehingga terjadi kondensasi dan membentuk kabut. • Kabut industri Kabut industri adalah kabut yang berwarna kehitaman yang terdapat diatas wilayah industri akibat kumpulan asap pabrik. Jumlah intikondensasi bertambah banyak sehingga udara yang mengandung uap air membentuk kabut. • Kabut pendinginan Kabut pendinginan adalah kabut yang terjadi pada malam hari dan udara terang karena pendinginan. Lapisan udara yang terjadi mencapai kelembaban relatif 100%. Kelembaban udara adalah kandungan uap air dalam udara yang berasal dari evaporasi atau penguapan. Salah satu alat yang digunakan untuk mengukur kelembaban nisbi adalah hygrometer rambut. Rambut manusia bersifat memanjang pada udara basah dan memendek pada udara kering. Perubahan panjang pendeknya rambut ini mampu menggerakkan jarum pada skala. Higrometer yang mampu mencatat data kelembaban udara secara kontinu disebut Higrograf. Kelembaban udara dibedakan menjadi kelembaban mutlak dan kelembaban nisbi. ▪ Kelembaban mutlak (kelembaban absolut) adalah bilangan yang menunjukan massa uap air yang tertampung dalam satu meter kubik udara. ▪ Kelembaban nisbi (kelembaban relatif) adalah bilangan yang menunjukan perbandingan antara jumlah uap air yang ada di udara saat pengukuran dan jumlah uap air maksimum yang dapat ditampung oleh udara tersebut.


RH = e/E x 100% RH : Kelembaban relatif (100%) e : Jumlah uap air yang secara nyata (mutlak)yang terkandung dalam udara. E : Kapasitas maksimal yang mampu dikandung massa udara (gr/m3), atau kapasitas tekanan uap maksimal pada suhu yang sama. Pada suatu ruangan bersuhu 25°C, kemampuan maksimum udara menampung uap air adalah 100 gr/m3. Berdasarkan hasil pengukuran langsung ternyata kandungan uap air adalah 60 gr/m3. 1. Berapakah kelembaban absolutnya? 2. Berapakah kelembaban relatifnya? Jawab : 1. Kelembaban absolut = 60 gr/m3 (hasil pengukuran langsung pada ruangan) 2. Kelembaban Relatif = ? Pembahasan : Diketahui : e : 60 gr/m3 E :100 gr/m3 Ditanya : Kelembaban Relatif (RH) = ? Dijawab : RH = e/E x 100% = (60 gr/m3)/(100 gr/m3 ) x 100% = 60% Jadi Kelembaban Relatif pada ruangan bersuhu 250C tersebut ialah 60%.


Kandungan titik-titik air dalam awan semakin lama semakin tinggi. Apabila awan sudah tidak mampu lagi menampung titik-titik air karena sudah cukup banyak maka akan dijatuhkan kembali ke permukaan Bumi dalam bentuk hujan atau presipitasi. Untuk mengukur intensitas curah hujan digunakan alat fluviograf atau rain gauge yang biasa menggunakan skala milimeter. Pada peta cuaca, daerah- daerah yang memiliki curah hujan dihubungkan dengan garis yang disebut isohiet. Berdasarkan proses kejadiannya, kita mengenal tiga macam hujan, sebagai berikut. Hujan yang terjadi akibat gerakan massa udara yang mengandung uap air terhalang oleh gunung atau pegunungan sehingga dipaksa naik ke lereng pegunungan. Sampai pada ketinggian tertentu, kelembaban relatifnya mencapai 100% sampai terbentuk awan. Kumpulan awan itu kemudian dijatuhkan sebagai hujan orografis. Massa udara yang telah kering karena kadar airnya telah dijatuhkan sebagai hujan ini, terus bergerak menuruni lereng daerah bayangan hujan disebut sebagai angin fohn. Jenis hujan yang terjadi akibat massa udara yang banyak mengandung uap air naik secara vertikal. Pada daerah ini, awan terbentuk akibat pemanasan materi sehingga terjadi kenaikan massa udara ke atmosfer secara vertikal, sampai pada ketinggian tertentu kelembaban relatifnya mencapai 100%. Kumpulan awan itu kemudian dijatuhkan sebagai hujan konveksi. Jenis hujan ini banyak terjadi di daerah doldrum (antara 10°LU–10°LS), di mana massa angin passat naik secara vertikal.


Jenis hujan yang terjadi akibat pertemuan massa udara panas dengan massa udara dingin. Akibat pertemuan massa udara yang berbeda temperaturnya maka pada bidang frontnya terjadi kondensasi dan terbentuk awan badai siklon, kemudian dijatuhkan sebagai hujan frontal. Jenis hujan ini terjadi di daerah lintang sedang (antara 35°LU–65°LU dan 35°LS–65°LS), akibat pertemuan massa udara panas (angin barat) dan massa udara kutub (angin timur). Banyaknya sinar matahari sampai ke bumi dipengaruhi oleh: ▪ Sudut datangnya sinar ▪ Letak lintang ▪ Lama penyinaran (daerah ekuator lebih banyak dapat sinar) ▪ Relief / Topografi ▪ Banyak / Sedikit awan Proses pemanasan permukaan bumi ada 2: a) Secara langsung ▪ Penyerapan (Absorpsi) ▪ Pemantulan (Refleksi) ▪ Penyebaran (Difusi)


▪ Pemancaran kembali (Reradiasi) b) Secara tidak langsung ▪ Konduksi, perambatan panas dari lapisan udara bawah mengalir ke sekitar. ▪ Konveksi, perambatan panas dari lapisan udara secara vertical ▪ Adveksi, perambatan panas dari lapisan udara secara horizontal ▪ Turbulensi, perambatan panas dari lapisan udara secara berputar-putar


Iklim adalah keadaan cuaca rata-rata dalam waktu satu tahun yang penyelidikannya dilakukan dalam waktu yang lama (minimal 30 tahun) dan memiliki wilayah yang luas. Misalnya Indonesia memiliki iklim tropis. Ragam iklim pada berbagai tempat di muka bumi ditentukan oleh beberapa gabungan proses atmosfer yang berbeda. Perbedaan iklim di setiap negara dipengaruhi oleh beberapa faktor. Pengendali iklim dapat mengatur keberadaan unsur-unsur atau elemen-elemen iklim di suatu wilayah. Adapun dua faktor pengendali atau penentu iklim, yaitu: • Faktor penentu iklim dari luar bumi adalah radiasi matahari. Radiasi matahari merupakan sumber panas yang dapat mempengaruhi keberadaan dan perkembangan terhadap angin, Iklim = Cuaca yang terjadi dalam waktu yang lama dan mencakup wilayah yang luas Cuaca = Keadaan udara yang terjadi dalam waktu singkat dan wilayahnya relatif sempit Musim = Keadaan udara yang terjadi dalam waktu yang lebih lama dari cuaca, namun kurang dari iklim (biasanya dalam hitungan bulan)


awan, hujan, temperatur, dan tekanan udara. Kedudukan matahari terhadap bumi atau sebaliknya sepanjang tahun tidak sama, tetapi selalu bergeser. Hal ini dapat terjadi karena rotasi dan revolusi bumi oleh matahari. Sehingga luasan daerah di bumi yang mendapat energi selalu berubah, baik kuantitas, kualitas, dan lama waktunya. Kedudukan matahari terhadap bumi berpengaruh besar bagi pembagian daerah iklim di bumi. • Faktor penentu iklim yang berasal dari dalam bumi ditentukan oleh manusia dan faktor fisik daerah yang bersangkutan. Adapaun faktor fisik daerah yang berperan seperti: Lintang suatu wilayah serta posisinya terhadap ekuator atau garis khatulistiwa mempengaruhi sinar matahari yang didapatkan oleh wilayah tersebut. Bumi di bagian khatulistiwa, lebih banyak menerima sinar matahari dibandingkan kutub utara dan kutub selatan yang matahari hanya singgah sebentar. Daerah dengan ketinggian lebih tinggi cenderung memiliki suhu yang lebih rendah. Tekanan udara merupakan faktor yang mempengaruhi pergerakan angin di atmosfer. Semakin tinggi suhunya, maka tekanan udaranya semakin rendah. Tekanan udara yang rendah dapat menyebabkan angin bergerak menuju ke area tersebut, sehingga menghasilkan hujan karena membawa uap air. Sedangkan tekanan udara yang tinggi dapat menyebabkan langit menjadi cerah dan hujan tidak terbentuk, karena angin bergerak menjauhi wilayah tersebut dengan


membawa uap udaranya. Suhu secara langsung dipengaruhi oleh radiasi matahari, sehingga bergantung kepada aktivitas matahari, kondisi awan, dan topografi. Aktivitas matahari yang tinggi dan topografi yang landau akan menyebabkan lebih banyak radiasi matahari yang sampai ke bumi. Maka, semakin tinggi pula tekanan udara di bumi serta mempengaruhi pergerakan angin. Suhu yang tinggi akan meningkatkan laju evaporasi (perubahan molekul cair menjadi gas/uap air), sehingga tersedia lebih banyak uap air di udara untuk menjadi awan. Kelembapan udara merupakan jumlah atau banyaknya uap air di udara. Kondisi dimana semakin banyak uap air maka menandakan bahwa wilayah tersebut semakin lembap. Angin menjadi salah satu faktor penentu iklim karena angin dapat membawa uap air ke wilayah lain. Uap air yang banyak akan menyebabkan terjadinya presipitasi (uap air turun ke permukaan bumi, baik berbentuk hujan, salju, atau es). Sedangkan angin juga dapat membawa udara kering yang dapat menyebabkan kekeringan pada wilayah tersebut. Curah hujan merupakan intensitas hujan turun ke permukaan bumi. Semakin tinggi curah hujan, maka semakin besar daerah tersebut memiliki iklim basah. Semakin dekat suatu wilayah dengan air, maka iklim dan cuacanya akan Satuan dari tekanan udara = Milibar


cenderung stabil karena air dapat menyimpan panas lebih banyak dari daratan. Wilayah tersebut akan mengalami musim panas yang hangat dan musim dingin yang lebih ringan. Contohnya adalah di Kawasan pesisir pantai, Kawasan Great Lakes di Amerika Utara, dan kawasan mediterranean di Eropa. Iklim matahari adalah iklim yang pembagiannya berdasarkan banyaknya sinar matahari yang diterima oleh permukaan bumi. Intensitas panas yang diterima oleh suatu tempat dipengaruhi oleh letak lintangnya sehingga iklim ini disebut dengan “iklim garis lintang”. Adapun pembagian daerah iklim matahari adalah sebagai berikut: a) Matahari selalu vertikal sehingga suhu udara rata-rata tinggi (20°C- 30°C) b) Tekanan udaranya lebih rendah dan berubah secara perlahan dan beraturan. c) Kejadian hujan lebih banyak daripada banyak wilayah lainnya. d) Contoh negara yang beriklim tropis yaitu Indonesia, Malaysia, India, dan HongKong. a) Daerah peralihan antar iklim tropis dan iklim sedang. b) Terdapat empat musim, yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. ▪ Pada musim panas, suhu tidak terlalu panas dan pada musim dingin, suhu juga tidak terlalu dingin. ▪ Jika hujannya jatuh pada musim dingin disebut iklim Mediterania. ▪ Jika hujannya jatuh pada saat musim panas, disebut iklim Tiongkok.


c) Wilayah yang memiliki iklim subtropis antara lain meliputi sebagian besar Eropa (kecuali Skandinavia), kawasan Asia Tengah, Asia Timur dan Asia Barat sebelah utara, Amerika Serikat, selatan Amerika Selatan, Afrika Utara, selatan Afrika dan Australia. a) Tekanan udara sering berubah-ubah. b) Arah angin yang bertiup berubah-ubah tidak menentu. Kadang menimbulkan badai yang tiba-tiba. c) Negara yang termasuk iklim sedang adalah Swiss, Jerman, Prancis. a) Terdapat iklim tundra, yaitu musim dingin yang berlangsung lama, sedangkan musim berlangsung singkat, udaranya kering. Pada musim dingin, tanah selalu membeku karena tertutup oleh lapisan es dan salju sepanjang tahun. b) Di musim panas, terdapat banyak rawa akibat es yang mencair di permukaann tanah. Terdapat lumut-lumutan dan semak-semak. c) Wilayahnya meliputi Amerika Utara, pulau-pulau di utara Kanada, pantai selatan Greendland, dan Serbia bagian utara. Terdapat iklim es, yaitu terdapat salju abadi akibat suhu yang terus- menerus rendah. Wilayahnya meliputi Kutub Utara, yaitu Greenland dan Antartika di Kutub Selatan. Seorang ahli klimatologi dari Universitas Graz Austria, Wladimir Koppen (1918) mencoba membuat sistem penggolongan iklim dunia berdasarkan unsur-unsur cuaca, meliputi intensitas, curah hujan, suhu, dan kelembapan. Klasifikasi iklim W. Koppen menggunakan • • • •


sistem huruf. Huruf pertama dalam sistem klasifikasi iklim W. Koppen terdiri atas 5 huruf kapital yang menunjukkan karakter suhu atau curah hujan. Kelima jenis iklim tersebut adalah sebagai berikut. ditandai dengan rata-rata suhu bulan terdingin masih lebih dari 18°C. Adapun rata-rata kelembapan udara senantiasa tinggi. Vegetasi yang tumbuh subur adalah hutan hujan tropis. ditandai dengan rata-rata proses penguapan air selalu tinggi dibandingkan dengan curah hujan yang jatuh, sehingga tidak ada kelebihan air tanah dan tidak ada sungai yang mengalir secara permanen. Vegetasi yang tumbuh subur adalah bioma stepa dan bioma gurun. ditandai dengan rata-rata suhu bulan terdingin adalah di atas -3°C, namun kurang dari 18°C. Minimal ada satu bulan yang melebihi rata-rata suhu di atas 10°C. Iklim C ditandai dengan adanya empat musim (spring, summer, autumn, dan winter). ditandai dengan rata-rata suhu bulan terdingin adalah kurang dari –3°C. ditandai dengan rata-rata suhu bulan terpanas kurang dari 10°C. Di kawasan iklim E tidak terdapat musim panas yang jelas. Huruf kedua menunjukkan tingkat kelembapan, tingkat kekeringan, atau kebekuan wilayah. Untuk tipe iklim A, C, dan D huruf keduanya antara lain: ▪ Huruf f menunjukkan lembap, ditandai dengan curah hujan cukup setiap bulan dan tidak terdapat musim kering; ▪ Huruf w menandai periode musim kering jatuh pada musim dingin (winter);


▪ Huruf s menandai periode musim kering jatuh pada musim panas (summer); ▪ Huruf m menunjukkan muson, ditandai dengan adanya musim kering yang jelas walaupun periodenya pendek Khusus untuk tipe iklim B, huruf keduanya adalah: ▪ Huruf s (steppa atau semi arid) ditandai dengan rata-rata curah hujan tahunan berkisar antara 380 mm - 760 mm, dan ▪ Huruf w (gurun atau arid) ditandai dengan rata-rata curah hujan tahunan kurang dari 250 mm. Khusus untuk tipe iklim E, huruf keduanya adalah: ▪ Huruf t artinya tundra; ▪ Huruf f artinya salju abadi (senantiasa tertutup es); ▪ Huruf h artinya iklim salju pegunungan tinggi. Kombinasi dari kedua kelompok huruf dalam sistem penggolongan iklim Koppen adalah sebagai berikut: ▪ Af artinya iklim hutan hujan tropis. ▪ Aw artinya iklim savana tropis. ▪ Am artinya pertengahan antara iklim hutan hujan tropis dan savana. ▪ BS artinya iklim steppa. ▪ BW artinya iklim gurun. ▪ Cw artinya iklim mesothermal lembap (iklim hujan sedang) dengan winter yang kering. ▪ Cs artinya iklim mesothermal lembap (iklim hujan sedang) dengan summer yang kering. ▪ Cf artinya iklim mesothermal lembap (iklim hujan sedang) dan lembap sepanjang tahun. ▪ Df artinya iklim mikrothermal lembap (iklim hutan salju dingin) dan lembap sepanjang tahun. ▪ Dw artinya iklim mikrothermal lembap (iklim hutan salju dingin) dengan winter yang kering. ▪ ET artinya iklim tundra. ▪ EF artinya iklim kutub (senantiasa beku).


▪ EH artinya iklim salju pegunungan tinggi. Menurut Koppen di Indonesia terdapat tipe-tipe iklim Af, Aw, Am, C, dan D. Af dan Am terdapat di daerah Indonesia bagian barat, tengah, dan utara, seperti Jawa Barat, Sumatera, Kalimantan dan Sulawesi Utara. Aw terdapat di Indonesia yang letaknya dekat dengan benua Australia seperti daerah-daerah di Nusa Tenggara, Kepulauan Aru, dan Irian Jaya pantai selatan. C terdapat di hutan- hutan daerah pegunungan. D terdapat di pegunungan salju Irian Jaya. Iklim fisik adalah klasifikasi iklim yang pembagiannya berdasarkan kondisi sebenarnya suatu daerah sebagai hasil pengaruh keadaan alam dan lingkungan sekitarnya. Faktor yang berpengaruh antara lain daratan yang luas, lautan, angin, arus laut, vegetasi, dan topografi. Iklim ini dapat dibedakan menjadi: ▪ Iklim laut terletak di daerah yang dikelilingi oleh lautan. Ciri-cirinya antara lain penguapan tinggi, udara selalu lembap, langitnya tertutup awan, perbedaan suhu antara siang dan malam hari rendah, serta memiliki curah hujan yang rendah, serta memililki curah hujan yang tinggi. ▪ Iklim darat adalah iklim yang tidak dipengaruhi oleh angin laut karena letaknya di tengah-tengah benua. Ciricirinya antara lain kelembapan udara rendah, perbedaan suhu antara siang dan malam hari sangat mencolok sehingga memungkinkan adanya padang rumput. ▪ Iklim gunung adalah iklim yang terdapat di dataran tinggi. Ciri-cirinya antara lain terdapat di daerah yang beriklim sedang, hujan banyak terjadi di lereng yang menghadap angin dan kadang banyak turun salju. ▪


Iklim musim adalah iklim yang terdapat di daerah yang dilalui oleh angin musim sehingga musim berganti setiap setengah tahun. Ciri-cirinya antara lain setengah tahun angin laut basah yang menimbulkan hujan dan setengah tahun bertiup angin darat yang kering sehingga menimbulkan musim kemarau. Klasifikasi iklim menurut Schmidt-Fergusson adalah klasifikasi iklim yang banyak digunakan dalam bidang perkebunan dan pertanian. Klasifikasi iklim ini dibuat berdasarkan kondisi iklim di daerah tropis. Dasarnya adalah jumlah curah hujan yang jatuh setiap bulan dan tingkat kebasahan yang disebut gradien (Q). Gradien Q atau tingkat kebasahan adalah persentase nilai perbandingan antara jumlah rata-rata bulan kering dan jumlah rata-rata bulan basah. Untuk menentukan bulan basah dan bulan kering dengan menggunakan metode Mohr. Untuk penentuan iklim Schmidt-Fergusson dapat ditentukan dihitung dengan menggunakan rumus sebagai berikut. Makin besar nilai Q, berarti iklimnya semakin kering dan semakin kecil nilai Q, iklim semakin basah. Ketentuan dari sistem klasifikasi iklim Schmidt-Ferguson adalah sebagai berikut. Bulan kering, yaitu bulan-bulan yang curah hujannya kurang dari 60 mm; Bulan basah, yaitu bulan-bulan yang curah hujannya lebih dari 100 mm; Bulan lembap, yaitu bulan-bulan yang curah hujannya antara 60–100 mm. • Tipe Iklim A (sangat basah), jika nilai Q antara 0%–14,33%. • Tipe Iklim B (basah), jika nilai Q antara 14,33%–33,3%. • Tipe Iklim C (agak basah), jika nilai Q antara 33,3%–60%. • Tipe Iklim D (sedang), jika nilai Q antara 60%–100%. • Tipe Iklim E (agak kering), jika nilai Q antara 100%–167%. • Tipe Iklim F (kering), jika nilai Q antara 167%–300%. • Tipe Iklim G (sangat kering), jika nilai Q antara 300%–700%. • Tipe Iklim H (kering sangat ekstrim), jika nilai Q lebih dari 700%.


Seperti halnya Schmidt dan Ferguson, untuk keperluan pola pembudidayaan tanaman perkebunan, seperti tanaman teh, kopi, dan kina, seorang ahli Botani dari Belanda bernama Franz Wilhelm Junghuhn membuat penggolongan iklim khususnya di negara Indonesia berdasarkan pada garis ketinggian. Indikasi tipe iklim adalah jenis tumbuhan yang cocok hidup pada suatu kawasan pada ketinggian dan suhu tertentu. Jadi dasar klasifikasi iklim Junghuhn ialah ketinggian tempat, suhu udara, dan vegetasi yang tumbuh di tempat itu. Junghuhn membagi empat wilayah iklim berdasarkan ketinggian tempat di atas permukaan laut sebagai berikut ini. ▪ antara ketinggian 0–600 meter di atas permukaan laut, dengan suhu ratarata tahunan di atas 22°C. Daerah ini sangat cocok untuk ditanami padi, jagung, tebu, dan kelapa. Friedrich Franz Wilhelm Junghuhn (26 Oktober 1809-24 April 1864), adalah seorang naturalis, doktor, botanicus, geology, dan pengarang berkebangsaan Jerman. Junghuhn berjasa sebagai peneliti Pulau Jawa dari sudut pandang ilmu bumi, geologi, vulkanologi, dan botanik, dan juga daerah Batak di Sumatra.


▪ antara ketinggian 600–1.500 meter di atas permukaan laut, dengan suhu rata-rata tahunan antara 15°C–22°C. Daerah ini sangat cocok untuk ditanami komoditas perkebunan teh, karet, kopi, dan kina. ▪ antara ketinggian 1.500–2.500 meter di atas permukaan laut, dengan suhu rata-rata tahunan antara 11°C–15°C. Daerah ini sangat cocok untuk ditanami komoditas hortikultur seperti sayuran, bunga-bungaan, kopi, teh, dan beberapa jenis buah-buahan. ▪ antara ketinggian 2.500–4.000 meter di atas permukaan laut, dengan suhu rata-rata tahunan kurang dari 11°C. Tumbuhan yang masih mampu bertahan adalah lumut dan beberapa jenis rumput. Penentuan iklim Oldeman berdasarkan urutan bulan basah dan bulan kering untuk kebutuhan air dalam keperluan lahan pertanian, terutama padi. Selain padi, iklim Oldeman dapat dimanfaatkan untuk tanaman karet, kelapa sawit, cengkeh, pala. Adapun ketentuannya sebagai berikut: Oldeman membagi iklim menjadi 14 tipe zona iklim. Penentuan tipe iklim Oldeman pada umumnya berguna untuk menentukan jenis pertanian yang akan dikembangkan di suatu daerah seperti pegunungan dengan tinjauan agroklimat. Dengan demikian, maka perhitungan bulan basah diterapkan secara berurutan.


Sistem klasifikasi Oldeman ini digunakan terutama pada lahan padi sawah lahan kering, atas dasar pertimbangan bahwa curah hujan lebih besar atau sama dengan 200 mm per bulan dianggap cukup untuk usaha padi sawah, sedangkan tanaman palawija membutuhkan curah hujan minimal 100 mm per bulan. Umur padi sawah diperkirakan cukup selama 5 bulan. No Zona Keterangan 1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14. A B1 B2 C1 C2 C3 D1 D2 D3 D4 E1 E2 E3 E4 Jika terdapat lebih dari 9 bulan basah berurutan Jika terdapat 7 sampai 9 bulan basah berurutan dan kurang dari 2 bulan kering Jika terdapat 7 sampai 9 bulan basah berurutan dan 2 sampai 4 bulan kering Jika terdapat 5 sampai 6 bulan basah berurutan dan kurang dari 2 bulan kering Jika terdapat 5 sampai 6 bulan basah berurutan dan 2 sampai 4 bulan kering Jika terdapat 5 sampai 6 bulan basah berurutan dan 5 sampai 6 bulan kering Jika terdapat 3 sampai 4 bulan basah berurutan dan kurang dari 2 bulan kering Jika terdapat 3 sampai 4 bulan basah berurutan dan 2 sampai 4 bulan kering Jika terdapat 3 sampai 4 bulan basah berurutan dan 5 sampai 6 bulan kering Jika terdapat 3 sampai 4 bulan basah berurutan dan lebih dari 6 bulan kering Jika terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan dan kurang dari 2 bulan kering Jika terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan dan 2 sampai 4 bulan kering Jika terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan dan 5 sampai 6 bulan kering Jika terdapat kurang dari 3 bulan basah berurutan dan lebih dari 6 bulan kering Agroklimat itu apa sih?


Jadi begini, Iklim Oldeman sama Iklim Schmidt-Ferguson berkaitan dengan curah hujan, namun perbedaannya adalah pada kriteria bulan basah dan cara menghitungnya sobat! Indonesia berada pada zona iklim tropis karena posisi lintangnya yang terletak antara 6°LU–11°LS. Namun karena adanya berbagai faktor geografis, pola iklim Negara Indonesia memiliki karakteristik tersendiri. Beberapa faktor yang mempengaruhi pola iklim Indonesia antara lain sebagai berikut :


• Letak wilayah Indonesia di sekitar ekuator mengakibatkan rata- rata suhu tahunan senantiasa tinggi (suhu bulan terdingin masih di atas 18°C), karena penyinaran Matahari senantiasa tegak. • Letak kepulauan Indonesia di sekitar ekuator mengakibatkan sebagian besar wilayahnya berada pada kawasan angin tenang (doldrum) sehingga terbebas dari bencana akibat badai tropis (siklon). • Bentuk wilayah Indonesia berupa kepulauan yang dikelilingi laut mengakibatkan ratarata kelembapan udara tinggi, bahkan pada musim kemaraupun kelembapan relatifnya masih di atas 70%–80%. • Posisi negara Indonesia yang diapit oleh samudra dan benua mengakibatkan pola iklim Indonesia dipengaruhi sirkulasi angin muson yang berembus dari benua Asia atau Australia. • Kondisi suhu udara di atas kepulauan Indonesia senantiasa berkisar sepanjang tahun rata-rata di atas 18°C. Suhu udara harian biasanya mencapai puncaknya sekitar pukul 14.00–15.00, sedangkan suhu terendah biasanya sekitar pukul 05.00–06.00. Selain itu, rata-rata suhu harian dipengaruhi oleh perbedaan ketinggian • Curah hujan di wilayah Indonesia berbeda-beda di berbagai tempat. Terdapat daerah-daerah yang memiliki curah hujan sangat tinggi, namun ada pula yang relatif rendah. Secara umum, rata-rata curah hujan kawasan Indonesia bagian barat lebih tinggi dibanding kan dengan bagian tengah dan timur. Oleh karena posisi lintang Indonesia terletak di sekitar ekuator, pola curah hujan di atas wilayah Indonesia dipengaruhi oleh pergeseran Daerah Konvergensi Antar Tropik (DKAT). Bulanbulan yang memiliki curah hujan terbanyak biasanya sesuai dengan posisi DKAT. Sebagai contoh, wilayah Pulau Jawa dilalui oleh garis DKAT sekitar Januari dan Februari. Pada bulan-bulan inilah curah hujan. Pulau Jawa mencapai titik tertinggi. Adapun pengaruh DKAT adalah di wilayah tersebut massa udara naik secara vertikal ke atmosfer sehingga banyak membentuk awan dan mengakibatkan turunnya hujan zenithal atau hujan konveksional.


Click to View FlipBook Version