The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by Danita Kurnia, 2020-08-16 22:40:18

Laporan Praktikum Asosiasi

Laporan Praktikum Asosiasi

Laporan Ekologi Tumbuhan 5 Mei 2020
Pendidikan Biologi 2017

Asosiasi Spesies Alternanthera sessilis dan Eleusine indica di Waduk
Cengklik, Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten
Boyolali, Jawa Tengah.

Danita Kurnia Anfira

K4317017 / A / Pendidikan Biologi 2017
*) Email: [email protected]

Abstrak: Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui asosiasi spesies Alternanthera sessilis dan Eleusine indica di
Waduk Cengklik, Desa Ngargorejo, Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah..
Praktikum ini dilaksanakan menggunakan metode kuadrat dengan meletakkan 3 plot dengan ukuran 1x1
meter pada daerah yang tidak terlalu berdekatan dan mendata jumlah spesies di setiap plot. Jenis
tumbuhan yang dapat dihitung asosiasinya adalah yang memiliki INP > 10%. Tipe asosiasi didasarkan
pada perbandingan Chi square tabel dan Chi square hitung. Jika X2 hitung < X2 tabel maka tidak terjadi
asosiasi, dan jika X2 hitung > X2 tabel maka terjadi asosiasi positif. Tingkat asosiasi diukur menggunakan
Jaccard Index (JI), Indeks ochiai (IO), dan Dice Indeks (DI). Asosiasi juga dapat ditentukan dengan grafik
on off. On menandakan asosiasi positif dan off menandakan asosiasi negatif.

Kata Kunci : Asosiasi, Alternanthera sessilis, Eleusine indica

PENDAHULUAN ada asosiasi yang terjadi diantara organisme
Latar Belakang tumbuhan.

Waduk Cengklik memiliki area yang Praktikan melakukan analisis asosiasi
sangat luas dan ditumbuhi oleh banyak sekali diantara 2 spesies tumbuhan, yaitu
jenis tumbuhan mulai dari spesies pepohonan, Alternanthera sessilis dan Eleusine indica
semak, sampai LCC (Lower Crop karena kedua spesies tersebut ditemukan dan
Community). Spesies LCC sangat banyak sama-sama tumbuh pada semua plot yang
ditemukan di area waduk dikarenakan dibuat oleh praktikan. Kedua spesies tersebut
tanahnya yang subur dan memiliki pun ditemukan di ketiga plot dengan posisi
konsentrasi nutrien yang melimpah sehingga tumbuh yang saling berdekatan, bahkan ada
mendukung banyak sekali spesies LCC yang yang tumbuh dengan sangat rapat satu sama
dapat tumbuh dan berkembang dengan baik di lain. Sehingga memiliki kemungkinan untuk
wilayah tersebut (Roziaty et al., 2018). berasosiasi satu sama lain.

Setiap organisme tumbuhan pada Eleusine indica merupakan tumbuhan
umumnya tumbuh bersama dengan organisme yang dianggap gulma semusim karena
lainnya di suatu wilayah dengan sumber daya pertumbuhannya yang sangat cepat (Kastono,
yang sama. Oleh karena itu praktikan 2005). Tumbuhan ini merupakan C4 dan
melakukan pengamatan dan analisis apakah dapat hidup di area dengan intensitas cahaya
penuh. Populasi Eleusine indica sangat besar

Laporan Ekologi Tumbuhan – Pendidikan Biologi 2017 2

dikarenakan dapat menghasilkan 140.000 biji sering dari yang diharapkan. Sedangkan
per individu, serta masa tumbuhnya yang asosiasi negatif terjadi apabila suatu spesies
relatif cepat, yaitu dari masa perkecambahan tumbuhan tidak tumbuh bersamaan dengan
sampai menghasilkan biji hanya sekitar 2 spesies tumbuhan yang lain, atau dapat
bulan (Tampubolon et al., 2018). dikatakan pasangan jenis terjadi kurang dari
yang diharapkan (Arsyad, 2017). Terjadinya
Alternanthera sessilis juga merupakan asosiasi yang bersifat negatif dikarenakan
tumbuhan yang dianggap gulma, biasanya beberapa faktor, diantaranya yaitu 1) adanya
ditemukan di daerah persawahan sebagai keterbatasan daya dukung lahan atau area
gulma padi atau hidup di area tanah terbuka yang menentukan jumlah populasi maksimum
(Dwinata et al., 2014). Spesies dengan nama dapat tumbuh di suatu area, dan 2) adanya
lokal gulma kremah ini biasanya hidup di keterbatasan faktor pertumbuhan di suatu area
daerah yang lembab, di daerah tropis maupun (Hidayat, 2012).
subtropis (Suwitnyo et al., 2017). Keberadaan
gulma ini sering dimanfaatkan sebagai obat Tipe asosiasi dapat ditentukan
sakit perut, sakit kepala, muntaber, dan menggunakan tabel kontingensi 2x2 melalui
sebagainya (Hariana, 2006) perbandingan nilai pengamatan (E) dengan
nilai harapan (O) yang disebut nilai Chi
Dasar Teori Square (X2). Sedangkan tingkat asosiasi dapat
Asosiasi merupakan sebutan untuk ditentukan melalui perhitungan indeks
Jaccard dan indeks Dice (Sirami, 2015).
ketertarikan suatu organisme tumbuhan untuk
tumbuh secara bersama-sama (Arsyad, 2017). Terdapat beberapa rumus yang digunakan
Asosiasi merupakan komunitas, tetapi tidak dalam penentuan asosiasi. Untuk mencari
semua komunitas merupakan asosiasi. tingkat asosiasi suatu tumbuhan, terlebih
dahulu harus mencari nilai INP masing-
Syarat untuk dapat dianalisis asosiasinya masing spesies kemudian dipilih yang
adalah dengan menghitung nilai INP suatu memiliki nilai > 10%. Lalu dibuat tabel
spesies terlebih dahulu. Jika masing-masing kontingensi 2x2, menghitung X2 dan
nilai INP spesies diatas 10% (>10%) maka dibandingkan dengan X2 tabel. Setelah
dapat dianalisis hubungan asosiasinya (Sofiah diketahui bahwa ada asosiasi antar spesies
et al., 2013). tumbuhan, maka untuk menentukan tingkat
asosiasinya, maka digunakan Jaccard Index
Asosiasi memiliki dua tipe, yaitu asosiasi (JI), Indeks ochiai (IO), dan Dice Indeks (DI).
positif dan asosiasi negatif. Asosiasi positif
dapat terjadi apabila suatu spesies tumbuhan Setelah menghitung ketiga indeks
tumbuh bersamaan dengan spesies tumbuhan tersebut, kemudian membuat grafik on off
lainnya atau pasangan jenis terjadi lebih

Laporan Ekologi Tumbuhan – Pendidikan Biologi 2017 3

untuk menentukan jenis asosiasi yang terjadi mendokumentasikan hasil praktikum
juga. (Manlea et al., 2016).

Rumusan Masalah - Deskripsi metodologi
Praktikum ini dilaksanakan dengan
1. Bagaimanakah asosiasi spesies
menggunakan metode kuadrat dengan
Alternanthera sessilis dan Eleusine indica meletakkan 3 plot dengan ukuran 1x1 meter
pada daerah yang tidak terlalu berdekatan.
di Waduk Cengklik, Desa Ngargorejo,
Metode kuadrat merupakan salah satu
Kecamatan Ngemplak, Kabupaten contoh metode analisis vegetasi, yaitu
melalui pengamatan petak contoh (plot)
Boyolali, Jawa Tengah? dengan luas yang diukur dengan satuan
kuadrat, karena itulah bentuk plot biasanya
Tujuan berupa persegi panjang, persegi empat, atau
1. Mengetahui asosiasi spesies Alternanthera lingkaran (Ufiza et al., 2018).

sessilis dan Eleusine indica di Waduk - Deskripsi prinsip kerja
Cengklik, Desa Ngargorejo, Kecamatan a. Pengambilan data
Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa Pengambilan data dilakukan
Tengah dengan pengamatan area yang akan di
plot terlebih dahulu, apakah luasnya
METODE PENELITIAN layak untuk meletakkan 3 buah plot.
- Tempat, tanggal praktikum Setelah mendapatkan area yang baik,
maka alat dan bahan untuk membuat plot
Praktikum ini dilaksanakan di Waduk disediakan terlebih dahulu. Kemudian
Cengklik, Desa Ngargorejo, Kecamatan memilik 3 titik tertentu yang akan
Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Jawa diletakkan plot. Setelah itu, pada titik-
Tengah pada hari Minggu, 12 April 2020. titik tersebut ditanam patok sebagai batas
area yang akan di plot, tali raffia yang
- Alat bahan sudah diukur panjangnya 1x1 meter
Alat dan bahan yang digunakan dalam kemudian dipasang pada patok tersebut
dan jadilah plot berbentuk persegi
praktikum ini adalah patok untuk membuat dengan ukuran 1x1 meter. Melakukan
batas-batas area yang akan dibuat plot, tali
rafia untuk menarik garis sebagai batas area
plot yang akan diteliti, rol meter untuk
mengukur tali raffia sepanjang 1 meter
sebanyak 4 buah, gunting untuk memotong
raffia, kertas dan alat tulis untuk mencatat
data hasil pengamatan dan kamera untuk

Laporan Ekologi Tumbuhan – Pendidikan Biologi 2017 4

lagi cara tersebut untuk membuat plot di b. Jumlah plot yang tidak terdapat
titik kedua dan ketiga juga.
spesies A dan terdapat spesies B
Titik pengambilan sampel untuk
dibuat plot : c. Jumlah plot yang terdapat spesies A

 Plot 1 di daerah ternaung dan tidak terdapat spesies B
 Plot 2 di daerah yang mendapatkan
d. Jumlah plot yang tidak terdapat
cahaya matahari penuh
 Plot 3 di dekat aliran air waduk spesies A dan B
Dokumentasikan spesies apa saja yang
terdapat di dalam plot tersebut. Kemudian menghitung masing-
Kemudian menghitung jumlah tiap-tiap
spesies yang ada di dalam plot tersebut. masing nilai Chi Square (X2) dengan
Mencatat data hasil pengamatan pada
kertas laporan pengamatan (laporan rumus :
sementara).
X2 = ( −ℎ )^2


Setelah itu dijumlahkan (X2) dan

dibandingkan dengan X2 tabel. Jika X2

hitung < X2 tabel maka tidak terjadi

asosiasi, dan jika X2 hitung > X2 tabel

maka terjadi asosiasi positif (Hidayat,

2012). Setelah diketahui bahwa ada

b. Perhitungan data yang diperoleh dengan asosiasi antar spesies tumbuhan, maka

perhitungan asosiasi untuk menentukan tingkat asosiasinya,

Untuk mencari tingkat asosiasi suatu maka digunakan Jaccard Index (JI),

tumbuhan, terlebih dahulu harus mencari Indeks ochiai (IO), dan Dice Indeks (DI).

nilai INP masing-masing spesies

kemudian dipilih yang memiliki nilai >

10%. Setelah itu, spesies yang dipilih

dibuat tabel kontingensi 2x2 seperti (Sirami, 2015).
Rumus IO (Indeks Ochiai) :
berikut :
Selain itu, digunakan juga rumus
Spesies A (X) untuk mencari grafik on off yang dapat
menentukan tipe asosiasi kedua spesies
+ - Jumlah tumbuhan juga. Grafik on menunjukkan
bahwa terjadi asosiasi positif dan
Spesies + a b sebaliknya. Rumus yang dipakai yaitu :
B (Y) - c d
Jumlah

Keterangan tabel :
a. Jumlah plot yang terdapat spesies A

dan B

Laporan Ekologi Tumbuhan – Pendidikan Biologi 2017 5

( ) = ( + )( + ) Jika a > E(a) maka asosiasinya
positif, dan jika a < E(a) maka
asosiasinya negatif (Arsyad, 2017).

HASIL DAN PEMBAHASAN TOTAL KM KR (%) FM FR (%) INP (%)
51 17 43.2203 1 15.7895 59.0098
- Data pengamatan 72 24 61.0169 1 15.7895 76.8064
Tabel 1. Data Pengamatan
NO SPESIES
1 Alternanthera sessilis
2 Eleusine indica

- Analisis kuantitatif ∑
Kuadrat
(X) Alternanthera sessilis Simbol ∑ Kuadrat Harapan
a yang n = (a+b) (a+c) / Ʃ plot
Teramati

3

+ - Jumlah n = (3+0) (3+0) / 3

(Y) + 3 0 3 n=3
Eleusine - 0 0 0
indica Jumlah 3 0 3 b 0 m = (a+b)-n
m = (3+0) – 3
Tabel 2. Kontingensi 2x2

Tabel yang berwarna kuning m=0

menunjukkan jumlah plot yang terdapat c 0 z = (a+c)-n
z = (3+0) – 3
spesies Alternanthera sessilis dan Eleusine

indica. Tabel yang berwarna merah z=0
d 0 y = Ʃplot - (n+m+z)
menunjukkan jumlah plot yang tidak terdapat
y = 3 - (3+0+0)

spesies Alternanthera sessilis dan terdapat y=0

spesies Eleusine indica. Tabel berwarna hijau Jumlah 3 3

menunjukkan jumlah plot yang terdapat Tabel 3. Perhitungan ∑ Kuadrat Harapan

spesies Alternanthera sessilis dan tidak Selanjutnya dicari nilai Chi Square

terdapat spesies Eleusine indica. Dan tabel masing-masing :

berawarna biru menunjukkan jumlah plot  X2a = ( − )^2

yang tidak terdapat spesies Alternanthera

sessilis dan Eleusine indica. X2a = (3−3)^2
3

Kemudian data yang terdapat pada tabel X2a = 0

kontingensi 2x2, dimasukkan pada tabel  X2b = ( − )^2
perhitungan ∑ Kuadrat Harapan :

X2b = (0−0)^2
0

Laporan Ekologi Tumbuhan – Pendidikan Biologi 2017 6

X2b = 0 Karena a = E(a) maka tidak diketahui

 X2c = ( − )^2 apakah terjadi asosiasi positif atau negatif.


X2c = (0−0)^2 Terjadi keanehan dalam perhitungan grafik on
0
off dikarenakan jumlah plot yang digunakan

X2c = 0 terlalu sedikit.

 X2d = ( − )^2

Simbol Kuadran
X2d = (0−0)^2 a I = a / Ʃ plot x 100%
0
I = 3 /3 x 100%
X2d = 0
I = 100 %

Simbol ∑ ∑ Kuadrat X2 b II = b / Ʃ plot x 100%
a Kuadrat Harapan II = 0 / 3 x 100%
0 II = 0 %
yang 3 0
Teramati 0 c III = c / Ʃ plot x 100%
0 III = 0 / 3 x 100%
3 0 III = 0 %

b0 0 maka

c0 0

d0 0 d IV = d / Ʃ plot x 100%
IV = 0 / 3 x 100%
Jumlah 3 3 IV = 0 %

Tabel 4. Hasil perhitungan X2

Setelah diketahui nilai X2 Tabel 5. Hasil perhitungan kuadran

dibandingkan dengan nilai X2 tabel. Untuk

mencari nilai X2 tabel harus dicari terlebih
dahulu nilai df dan α (taraf signifikan). Df =
jumlah plot – 1 = 2 dan α = 0,05. sehingga X2

tabelnya yaitu 5,99146. Dikarenakan nilai X2

hitung = 0 dan nilai X2 tabel = 5,99146 maka

X2 hitung < X2 tabel yang artinya tidak terjadi

interaksi diantara spesies Alternanthera

sessilis dan Eleusine indica.

- Grafik on off Gambar 1. Grafik on off
Grafik on off menunjukkan jenis interaksi
- ( ) = ( + )( + ) yang terjadi apabila suatu tumbuhan
berasosiasi. Kuadran I (kanan atas) yang
bersimbol ++ menunjukkan bahwa kedua
spesies mendapatkan keuntungan ketika
- ( ) = (3+0)(3+0) melakukan interaksi. Kuadran II (kanan

3

- ( ) = 9

3

- E(a) = 3

Laporan Ekologi Tumbuhan – Pendidikan Biologi 2017 7

bawah) yang bersimbol +- menunjukkan dimana kedua tumbuhan tersebut saling
bahwa ketika terjadi interaksi maka spesies X berbagi sumber daya (partitioning resource).
mendapat keuntungan sedangkan spesies Y
dirugikan. Kuadran III (kiri atas) yang SIMPULAN
bersimbol -+ menunjukkan bahwa ketika Berdasarkan hasil praktikum, dapat
terjadi interaksi maka spesies X dirugikan dan
spesies Y mendapat keuntungan. Dan kuadran disimpulkan bahwa uji asosiasi spesies
IV (kiri bawah) yang bersimbol - - Alternanthera sessilis dan Eleusine indica
menunjukkan bahwa kedua spesies akan pada Waduk Cengklik menunjukkan
dirugikan ketika terjadi interaksi. menunjukkan hasil yang tidak signifikan. Hal
ini, menunjukkan bahwa tidak terdapat
Pada spesies yang diuji asosiasinya, interaksi kedua spesies yang dibuktikan
menunjukkan persentase 100% pada kuadran dengan perhitungan Chi-Square. Tipe asosiasi
I yang menunjukkan bahwa kedua spesies antara spesies Alternanthera sessilis dan
akan saling menguntungkan dalam interaksi. Eleusine indica pada Waduk Cengklik
Hasil tersebut menunjukkan bahwa terjadi menunjukkan asosiasi positif, dibuktikan
asosiasi positif diantara kedua spesies dengan perhitungan grafik on-off yang
(Alternanthera sessilis dan Eleusine indica). meunjukkan bahwa Asosiasi spesies
Alternanthera sessilis dan Eleusine indica
Perbedaan hasil perhitungan termasuk asosiasi positif. Perbedaan hasil
menggunakan Chi square yang menyebutkan antara chi square dan grafik on-off disebabkan
bahwa tidak terjadi interaksi dan grafik on off karena keterbatasan jumlah plot yang
yang menyebutkan bahwa terjadi asosiasi digunakan sehingga berpengaruh terhadap
kemungkinan disebabkan oleh keterbatasan perhitungan rumus. Selain itu kemungkinan
lahan dan jumlah plot yang dibuat tidak terjadi kompetisi memperebutkan
dikarenakan kondisi pandemi COVID-19 sumber daya, namun terjadi asosiasi
yang belum membaik juga sangat interspesifik dimana kedua tumbuhan tersebut
mempengaruhi perhitungan asosiasi ini saling berbagi sumber daya (partitioning
sehingga muncul keanehan dalam data resource).
tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Dalam perhitungan Chi square dikatakan Arsyad, M. (2017). Asosiasi Antar Spesies
bahwa tidak terjadi interaksi yang
dimaksudkan adalah tidak terjadi kompetisi Famili Palmae Di Kawasan Air Terjun
memperebutkan sumber daya antar kedua Bajuin Kabupaten Tanah Laut.
spesies, namun terjadi asosiasi interspesifik Bioeksperimen: Jurnal Penelitian
Biologi, 3(1), 39–47.
https://doi.org/10.23917/bioeksperimen.

Laporan Ekologi Tumbuhan – Pendidikan Biologi 2017 8

v3i1.3669 Sirami, E. Y. I. V. (2015). Tingkat dan Tipe
Asosiasi Enam Jenis Paku Epifit Dengan
Dwinata, Y. A., Widaryanto, E., & Sudiarso. Pohon Inang di Taman Wisata Alam
(2014). Kompetisi Gulma Kremah ( Gunung Meja Manokwari. Jurnal
Alternanthera sessilis ) dengan Tanaman Kehutanan Papuasia, 1(1), 18–27.
Terung ( Solanum melongena L .).
Jurnal Produksi Tanaman, 2(1), 17–24. Sofiah, S., Setiadi, D., & Widyatmoko, D.
(2013). Pola Penyebaran, Kelimpahan
Hariana, A. (2006). Tumbuhan Obat dan dan Asosiasi Bambu pada Komunitas
Khasiatnya Seri 3. Jakarta: Penebar Tumbuhan Di Taman Wisata Alam
Swadaya. Gunung Baung Jawa Timur. Jurnal
Berita Biologi, 12(2), 239–247.
Hidayat, S. (2012). Asosiasi Spesies
Tumbuhan Obat Langka di Beberapa Suwitnyo, H., Widaryanto, E., & Herlina, N.
Kawasan Hutan Taman Nasional, Pulau (2017). Kompetisi Gulma Kremah (
Jawa Syamsul Hidayat. Jurnal Biologi Alternanthera sessilis ) Dengan Tanaman
Indonesia, 8(2), 279–287. Kubis Bunga ( Brassica oleraceae var .
botrytis L .) Pada Berbagai Tingkat
Kastono. (2005). Ilmu Gulma, Jurusan Pemupukan Nitrogen . Jurnal Produksi
Budidaya Pertanian. Yogyakarta: UGM Tanaman, 5(2), 316–325.
Press.
Tampubolon, K., Purba, E., & Hanafiah, D. S.
Manlea, H., Ledheng, L., & Pereira, F. S. (2018). Resistensi Eleusine indica
(2016). Analisis Struktur Dan Komposisi terhadap Glifosat pada Perkebunan
Tumbuhan Tingkat Tiang Dan Anakan Kelapa Sawit di Kabupaten Batu Bara.
Di Hutan Buamese Desa Tulakadi Jurnal Agrotek Tropika, 6(3), 133–139.
Kecamatan Tasifeto Timur Kabupaten https://doi.org/10.32734/jpt.v5i2.3016
Belu. Bio-Edu: Jurnal Pendidikan
Biologi, 1(1), 16–20. Ufiza, S., Salmiati, & Ramadhan, H. (2018).
Analisis Vegetasi Tumbuhan dengan
Roziaty, E., Aksiwi, D. H., & Setyowati, N. Metode Kuadrat pada Habitus Herba di
A. D. (2018). Keragaman Plankton Di Kawasan Pegunungan Deudap Pulo Nasi
Wilayah Perairan Waduk Cengklik Aceh Besar. Prosiding Seminar Nasional
Boyolali Jawa Tengah. Bioeksperimen: Biotik, 5(1), 209–215.
Jurnal Penelitian Biologi, 4(1), 69–77.
https://doi.org/10.23917/bioeksperimen.
v4i1.5935

.

Laporan Ekologi Tumbuhan 5 Mei 2020
Pendidikan Biologi 2017

LAMPIRAN
Plot 1

Alternanthera sessilis Eleusine indica

Plot 2

Alternanthera sessilis Eleusine indica

Laporan Ekologi Tumbuhan – Pendidikan Biologi 2017 10

Plot 3

Alternanthera sessilis Eleusine indica


Click to View FlipBook Version