WARTA NUSANTARA
tidak cukup, tetapi harus diteruskan lebih berbahaya sebagai objek pemujaan agen
dengan pengalaman langsung, inte dari pada ego individual.”
lektual diteruskan ke spiritual. MediaHindu
Akibat Etis. Paul Harisson menyatakan panthe
ism e menerima dan menegaskan kehi disini:
Paham ketuhanan bukanlah seked ar dupan secara bahagia. Ia tidak meng
pemikiran abstarak tetapi ada penga anggap kehidupan ini sebagai ruang NTT
ruhnya atas perilaku, atau etika. Masing- tunggu bagi kehidupan yang lebih baik I Wayan Budi Adnyana - 081236565934
masing paham itu memiliki akibat di surga kelak, setelah kematian. Ia
etisnya. Monotheisme Menciptakan memiliki pandangan positif dan sehat KALTENG
seluruh dunia, tetapi hanya mengurusi terhadap seks. Ia mengajarkan cinta dan Made Sudiana - 081349758555
satu kelompok manusia berdasarkan penghormatan atas alam. alam tidak
darah (Yahudi) atau keyakinan (Kristen diciptakan hanya untuk digunakan atau Wandi - 081251533914
dan Islam). Membagi menusia ke disalah gunakan, kita adalah bagian tak Nali Eka - 081349059953
dalam dua kelompok antagonistik: terpisahkan dari padanya dan punya
Orang yang diselamatkan vs orang yang kewajiban untuk memeliharanya. KALSEL:
dikutuk; orang beriman vs orang kafir. Secara penuh memeluk sains sebagai Wayan Landep - 08125132409;
Persaudaraan hanya hanya level sosial bagian dari eksplorasi manusia atas
politik. kesucian alam. KALTIM:
Kesimpulan Ngakan Putu Suartika - 08167514716;
Pantheisme adalah Tuhan bagi Dewa Nyoman Raka - 081347911945;
semua makhluk, karena Dia ada di Jadi apa paham ketuhanan Upanisad?
dalam semua mahkluk. Menyatukan Pantheisme. Dalam Upanisad ada SULUT:
Makhluk; Tat Tvam Asi, Vasudhaiva mahavakya “Sarvam Khalvidam Dewa Ayu Martini - 085256541055
Kutumbakan. Persaudaraan sampai Brahman.” (Chand. Up. III.14.1.): “Se
pada level filsafat. mua ini adalah Brahman, Dari Itu alam SULTRA:
Pendapat Ahli. semesta muncul, di dalamnya alam I Made Suradana - 081341707926;
semesta menyatu, dan di dalamnya
Bagaimana pendapat para ahli ten alam semesta bernafas. Oleh karena Agus Satyawan - 08167731245
tang kedua paham ketuhanan ini, itu, seorang manusia harus bermeditasi SULSEL:
monothesme dan panteisme? Anwar pada Brahman dengan pikiran yang
Shaikh menyatakan monotheisme ada tenang. Nah, sesungguhnya, seorang Gde Durahman, Telp/Hp : 0411-854030,
lah Tuhan sebagai kepala suku (tribal). manusia terdiri dari kemauan. Seperti O8124167264,
Pantheisme adalah Tuhan universal. yang dia inginkan di dunia, dia SULTENG:
menjadi itu ketika dia pergi dari sini.
David Hume, Wafa Sultan, Reza Biarkan dia (dengan pengetahuan NW Paryatni Iswaramba -
Aslan, Sam Harris, Richard Dawkin dll ini dalam pikirannya) membentuk 085756261008;
memberi kritik kepada monotheisme keinginannya.” (Terjemahan oleh
sebagai Tuhan yang membenci, Swami Nikhilananda). Nyoman Sudarma - 04617006462;
mengajarkan kekerasan dan memecah SUMATERA UTARA:
belah,. (MH 205, Kitik terhadap Apa para Dewa dan Bhetara? = “nama
Monotheisme). rupa” nama dan bentuk dari Brahman Komang Agus Aryawan -
yang satu dan sama. Ibarat sebatang 085936118499;
Arnold J. Toynbee menyatakan emas dibentuk menjadi berbagai
pemujaan kepada Tuhan monotheisme macam perhiasan, dengan bentuk dan Jaya Prtakas - 081396276079;
(anthropomorfik) menyebabkan kon nama berbeda: gelang, cincin, kalung, Bengkulu: Wayan Bagus Miasa -
flik dan perang. Pemujaan kepada kancing baju, tempat tirta, bunga,
Tuhan monotheistik membuat para tetapi substansinya tetapi emas, tiada 082178662889
pemeluknya masing-masing bermusu lain. SUMATERA SELATAN:
han karena agama ini adalah ekspresi I Nyoman Suwija - 081367717510
mementingkan diri sendiri; karena Acara ini dimulai 08.30 selesai 11.00
sifat mementingkan diri sendiri adalah Wita. Pada sesi tanya jawab, banyak LAMPUNG:
sumber konflik; dan karena ego kolektif sekali pertanyaan yang diajukan. Kadek Sayang - 08127906950;
MEDIA HINDU IB Aryaka - 081369054022;
NOMOR 206 • JUNI 2021 I Ketut Junaedi - 081272233364;
Gede Karyana - 085273918279;
BENGKULU:
Putu Nalle - 085273014809
JAMBI:
I Wayan Murna - 081916764605;
RIAU:
Purwadi - 081805524777
JAYAPURA:
Ismawati - 081344777775
49
TOKOH
Ida Pedanda Gde Made Keniten
OLEH: SANISCA MADERA PAUTRA Menyenangkan untuk dilihat. Sikap
lemah lembut beliau kemudian berubah
Di pertengahan tahun 1990an, pada suatu pagi di menjadi dinamis ketika sudah duduk
halaman sebuah griya (rumah pendeta), terlihat melantumkan mantram. Tutur dan lafal
seorang sulinggih sedang bersiap-siap memulai mantra beliau terdengar jelas, demikian
akfititas hariannya. Beliau duduk di sebuah kursi roda, pula gerakan tangan mudra beliau.
dan didorong menuju bale pawedan untuk melakukan Penuh semangat dan energik. Kesan
pemujaan (surya sewana). Usia beliau sudah cukup sebelumnya saat Beliau masih duduk di
lanjut saat itu, tetapi pancaran wajah beliau teduh, kursi roda yang identik dengan ringkih,
pupus sudah.
persis seperti seorang bayi.
Demikian pula ketika Beliau mem
50 basuh tubuh penulis yang sengaja
datang untuk memohon agar Beliau
berkenan melakukan penglukatan
(pembersihan). Ketika tangan beliau
menyentuh punggung, bersama dengan
kuncuran air tirta dan kembang, ada
kehangatan terasa. Suatu sensasi yang
menyenangkan. Dan pengalaman ini
terkenang, sampai sekarang.
Bayi Yang Dinanti
Ida Pedanda Gde Made Keniten
lebih masyur di kenal sebagai Pedanda
Dawan. Maklum, griya beliau, Griya
Jumpung Anyar, terletak di Desa
Dawan Kelod Kabupaten Klungkung,
Bali. Beliau merupakan putra tunggal
Ida Pedanda Gede Nyoman Jumpung
dengan Jro Istri Wayan Meregan.
Sebetulnya beliau mempunyai seorang
kakak tiri yang bernama Ida Bagus Putu
Rengu, sayangnya meninggal sewaktu
usia muda. Hingga kemudian di usia
yang cukup sepuh, Ida Pedanda Gede
Nyoman Jumpung tidak mempunyai
keturunan lagi, sehingga beliau
memutuskan menikah kembali dengan
Jro Istri Wayan Meregan dengan tujuan
untuk memperoleh keturunan.
Sebagai seorang rohaniawan, Ida
Pedanda juga mengupayakan jalan
niskala agar diberikan keturunan
sebagai penerus di griya. Acap kali
beliau bersembahyang dan bermeditasi
MEDIA HINDU
NOMOR 206 • JUNI 2021
TOKOH
di larut malam, dan tangkil ke berbagai belajar tentang tari-tarian Bali. Ida Bagus pertimbangan yang matang, Ida
pura. Satu di antaranya adalah Pura Kade Purwa pernah mempertunjukkan Bagus Kade Purwa dan Ida Ayu Raka
Manuaba yang terletak tidak jauh dari keahliannya menari di keraton Solo dan memohon kepada Ida Pedanda Putu
griya. Dan seperti kata pepatah, “hasil Yogyakarta dalam rangka pertukaran Oka dari griya Taman Belayu Marga,
tidak pernah mengkhianati usaha”, Ida budaya Puri Karangasem dengan agar berkenan menjadi Nabe bagi
Bhatara berkenan memberikan paica keraton. mereka berdua. Ida Pedanda Putu Oka
berupa sepasang patung kayu berwujud Memasuki tahap Grahasta sendiri merupakan seorang sulinggih
laki-laki dan perempuan. Karena pewisik yang memiliki kharisma dan merupakan
yang diterima bahwa beliau hanya akan Seorang gadis belia, bernama Ida bhagawanta (penasihat spiritual) dari
memperoleh satu orang anak saja, Ayu Raka yang masih terhitung sanak Puri Belayu. Pada saat menempuh
maka patung kayu perempuan tersebut keluarga dan tinggal berdekatan telah dwijati, Ida Bagus Kade Purwa berusia
dilarung ke sungai. memikat hati Ida Bagus Kade Purwa sekitar 35 tahun.
yang masih remaja. Sesungguhnya,
Tidak berapa lama kemudian, banyak yang telah menaruh hati pada Setelah melakukan proses dwi jati,
lahirnya seorang bayi laki-laki di Ida Ayu Raka, bahkan beliau sudah maka Ida Bagus Kade Purwa didiksa
lingkungan griya pada tanggal 15 dijodohkan dengan saudara dekatnya dengan abhiseka Ida Pedanda Gde
September 1908 dan di beri nama juga. Tetapi panah asmara telah terjalin Made Keniten. Sedangkan Ida Ayu
Ida Bagus Kade Purwa. Tidak berapa di antara sepasang remaja secara diam- Raka berabhiseka Ida Pedanda Istri
lama kemudian, Jero Istri Wayan diam. Anom. Ida Pedanda diabhiseka tepat di
Meregan Kembali hamil. Sayangnya, hari otonan (hari kelahiran berdasarkan
di suatu pagi, di saat Ida Pedanda Gede Ida Ayu Raka sendiri juga tumbuh kalender Bali ) beliau, yaitu Anggara
Nyoman Jumpung sedang bersiap-siap dalam lingkungan rohaniawan. Aya Umanis Krulut, bertahun Caka 1865
melakukan Surya Sewana, Jero Istri handa beliau bernama Ida Pedanda atau 16 Maret 1943.
Wayan Meregan terjatuh saat hendak Kerta dari Griya Telaga Dawan Kelod.
memetik dauh sirih. Dan bayi di dalam Mengingat Ida Bagus Kade Purwa Selai Ida Pedanda Gde Made
kandungannya tidak bisa di selamatkan. merupakan pewaris tunggal dari Griya Keniten, sang Nabe Ida Pedanda Putu
Masa Belajar Jumpung Anyar maka pernikahan Oka juga mempunyai delapan putra
segera dilaksanakan dharma/nanak lainnya, antara :
Sejak remaja, Ida Bagus Kade Purwa 1. Ida Pedanda Putu Gelgel (Griya
sudah menunjukkan bakat di bidang Dalam mengarungi bahtera perni
spiritual. Dari sang ayahanda, beliau kahan, Ida Bagus Kade Purwa dan Ida Jumpung, Timpag)
dibimbing dalam hal usada/pengobatan. Ayu Raka tidak dikaruniai keturunan, 2. Ida Pedanda Ketut Agung (Griya
Bahkan beliau sempat menjadi tabib/ maka mereka sepakat mengadopsi
balian di puri Karangasem. Sedangkan seorang putra dari sepupu mereka Lebah, Payangan)
dalam hal kawisesan, beliau menimba yang bernama Ida Bagus Anom Pugug. 3. Ida Pedanda dari Griya Bantas,
ilmu dari I Dewa Nyoman Latig Sayangnya, putra angkat ini meninggal
dari Desa Pejeng, Tampak Siring, di usia muda. Sibang
Kabupaten Gianyar-Bali. Selain itu juga Dwijati 4. Ida Pedanda dari Griya Telaga,
sempat belajar pada Ida Bagus Ketut
Telaga dari Griya Telaga, Kemenuh- Untuk memasuki tahap biksuka, Tajen.
Gianyar. Bahkan Beliau juga sampai maka wajib diperlukan bimbingan 5. Ida Pedanda dari Griya Tengah,
jauh-jauh belajar ke Lombok untuk seorang Nabe/Guru. Setelah melalui
menimba ilmu dari A. A. Made Jelantik Marga.
Bharayangwangsa, yaitu putra dari Raja 6. Ida Pedanda dari Griya Gunung,
Lombok terakhir (Anak Agung Gde
Ngurah Karangasem). Abiansemal
7. Ida Pedanda dari Griya Pekilen,
Tidak hanya berbakat di bidang
spriritual, Ida Bagus Kade Purwa juga Marga
berbakat di bidang kesenian. Dengan 8. Ida Pedanda Ngurah (dari Griya
bimbingan seorang seniman tari dari
Batuan, I Kakul atau Pan Ruji, beliau Taman Belayu), beliau merupakan
putra kandung dari Nabe Ida
Pedanda Putu Oka.
Kemampuan Istimewa
Beberapa cerita tentang kemampuan
istimewa yang sempat dibukukan
adalah ketika di suatu Purnama, Ida
Pedanda memanggil sisya beliau yang
MEDIA HINDU 51
NOMOR 206 • JUNI 2021
TOKOH
bernama Nyoman Suwerdi agar tangkil Demikian pula dalam suatu penang sudah padam dari tadi, Ida Pedanda
(berkunjung) ke griya malam itu juga. kilan, ada seseorang yang pernah diam dan suasana menjadi hening. Dan
Sang sisya datang malam itu juga bertanya tentang keadaan atman dari jam 5 pagi, di saat Brahma Muhurta,
bersama istrinya, tetapi sudah larut orang tuanya? Kebetulan Ida Pedanda tanggal 21 Mei 1999, Sukra Umanis
malam, sekitar jam 24.00. Saat itu Ida adalah sang yajamana dalam upacara Warigadian, Ida Pedanda menuju alam
Pedanda sudah menunggu kedatangan pitra yadnya dari orang tua yang keabadiaan.
mereka di mrajan, duduk di kursi roda bertanya tersebut. Seperti biasa, Ida Warisan Dharma
seorang diri mengharap ke arah timur. Pedanda tidak berbicara banyak. Beliau
hanya meminta agar sang penanya Dalam pengabdian beliau sepanjang
Melihat kedatangan sisyanya, Ida melihat ke arah dinding. Dan ajaibnya, 56 tahun menjadi sulinggih, Beliau
Pedanda meminta agar segera menarik di sana terdapat bayangan perjalanan telah melahirkan 26 putra-putri
kursi rodanya. Tentu saja permintaan sang atman. Demikian Ida Pedanda Dharma. Dimulai dari Ida Pendanda
ini tidak berani dituruti oleh sang sisya Gde Made Keniten menjawab berbagai Istri Kania dari Griya Melingih
karena khawatir Ida Pedanda akan pertanyaan dengan caranya yang khas Payangan (cat: Kania berarti Sulinggih
jatuh. Tetapi Ida Pedanda dengan tegas dan unik. yang hidup selibat/tidak kawin,
meminta agar segera menarik kursi Kembali ke tanah Para Dewa umumnya sulinggih wanita) yang
rodanya. Dengan penuh kekhawatiran, didiksa pada tahun 1950 sampai putra
sang sisya menarik kursi roda itu pelan- Semenjak kepergian Ida Pedanda dharma ke 26 sampai putra dharma
pelan. Ajaibnya, tubuh Ida Pedanda Istri pada tanggal 26 Juni 1990, Ida ke beliau, Ida Pedanda Gede Rai dari
pelan-pelan terangkat ke angkasa dalam Pedanda Gde Made Keniten mengisi Griya Karang Kediri Klungkung yang
posisi bersila, hingga kemudian lenyap harinya bersama keluarga dan para sisya. diembas (dilahirkan secara rohani) pada
dalam kegelapan malam. Hingga suatu saat, karena usia tua, Ida tahun 1998. Putra dharma Beliau yang
Pedanda dirawat di suatu rumah sakit ke 25 , Ida Pedanda Gde Putra Telabah
Dengan penuh kecemasan, sang sisya di bilangan kota Denpasar. Di malam banyak menelurkan putra-putri dharma
menanti. Hinga kemudian sekitar jam 2 terakhir beliau, suatu kerabat beliau di seluruh tanah air.
pagi, Ida Pedanda kembali muncul dari datang menengok. Saat itu lampu telah
angkasa, masih dengan sikap bersila, dimatikan agar Ida Pedanda dapat Referensi: Ida Pedanda Gde Made
pelan-pelan mendarat dan menyentuh tidur dengan nyenyak. Tetapi justru Keniten, Penyalur Energi Siwa (Ida
kursi roda beliau. Ternyata hal ini Ida Pedanda merasa sangat silau dan Bagus Putu Suamba ) – Dharmopadesa
merupakan jawaban dari pertanyaan meminta agar lampu dimatikan.
sang sisya saat penangkilan sebelumnya, Pusat 2005.
di mana sang sisya menanyakan apakah Setelah di beri tahu bahwa lampu
Ida Pedanda mampu terbang.
Milikilah Buku Bermutu Banyak anak-anak Hindu merasa
Terbitan Media Hindu minder karena tidak mampu menjawab
pertanyaan atau kritik yang diajukan
CETAKAN KE-6 kepada agamanya.
Buku ini menyediakan semua jawaban
atas pertanyaan-pertanyaan kritis yang
bisa diajukan. Disusun dalam bentuk
dialog yang memungkinkan anak-anak
Hindu menjawab pertanyaan dan kritik
dengan spontan, bahkan memungkinkan
mereka mengajukan pertanyaan kritis
mengenai agama teman-temannya.
Setelah membaca buku ini, anak-anak
Hindu akan mampu berjalan tegak
sebagai orang Hindu.
52 MEDIA HINDU
NOMOR 206 • JUNI 2021
KONVERSI
Masif dan Maraknya
Konversi ke Non Hindu
Beberapa waktu yang lalu, kita pelajaran hukum-hukum alam yang Kita tidak bisa hanya memberikan
sempat menyangkal adanya gerakan telah ditemukan leluhur kita. ritual saat mereka membutuhkan uang.
sistematis konversi dari Hindu ke non Mereka butuh pelajaran dari Dewi
Hindu. Tetapi dengan adanya bukti Apa itu hukum reinkarnasi. Lalu Laksmi lewat shastra-shastra tertentu.
berupa dua (2) video di YouTube ini: samsara, kemudian hukum sebab dan
https://youtu.be/2wi_tQ8e1c0 (DGS TV akibat (karma dan phala), deva dan Keempat. Jelaskan bagaimana se
Channel) dan https://youtu.be/XT5ysa_ devi, dimensi-dimensi ruang-waktu, mestinya mereka ber-etika dalam
hB0k (Zelobi Omnivora Channel) yang Pancha Maya Kosha lengkap beserta lingkungan pergaulan NKRI yang
tejadi di daerah dimaksud, maka, sudah Shuksma Sharira, Mantra-Mudra- beragam keyakinannya. Bagaimana
seharusnya kita menerima kenyataan, Yantra dan kaitannya dengan frekuensi etika yang tepat jika ada yang membujuk
seberapapun pahitnya. serta nada dan string alam semesta, untuk konversi ataupun jika ada yang
dan seterusnya. Jelaskan mengapa batu menghina keyakinannya.
Kenyataan negatif janganlah berusaha dan pohon dan sungai juga dihormati,
diubah dengan pikiran positif. Ubahlah berdasarkan sains hukum-hukum alam Kelima. Jelaskan beragam ritual
dengan sikap yang positif. Sikap positif tersebut. atau upakara yang ada di Nusantara.
seperti apa yang patut direncanakan Serta falsafah di baliknya. Jelaskan,
dan dilakukan agar kejadian yang sama Jelaskan jika struktur fondasi atau jika semuanya dapat berubah, tetapi
tidak terulang lagi? dasar peradaban Hindu Dharma falsafahnya tetap, karena berlandaskan
berlandaskan pada falsafah yang men pada hukum-hukum alam yang juga
Jika sebagian besar pemeluk Hindu jelaskan hukum-hukum alam tersebut. tetap. Berikan kebebasan pada generasi
Dharma sudah beralih keyakinan, Ini adalah struktur perspektif generasi penerus untuk menentukan sendiri
dan tidak menyisakan generasi muda penerus yang mesti menjadi tanggung bagaimana cara mereka yang mereka
sebagai generasi penerus peradaban jawab orang tua, bahkan menjadi favoritkan untuk mengekspresikan
Hindu Dharma, maka, siapa yang Yajna yang wajib dilakukan untuk hukum-hukum alam yang sudah
akan mewarisi dan mengembangkan membentuk perspektif yang tepat mereka pelajari.
peradaban kita ini? Mari kita susun untuk anak-anak kita.
mind mapping sederhana ini sebagai Keenam. Siapkan tim hukum yang
rencana awal, yang kelak masih bisa Ketiga. Berikan penjelasan tentang solid seandainya ada persekusi atau
dimodifikasi sesuai kebutuhan situasi metode-metode untuk melepaskan stres, konversi yang dipaksa, bukan atas
dan kondisi: mencari uang di jalan Dharma. Pendek kemauan sendiri. Semoga keyakinan kita
kata, jelaskan tentang bagaimana cara atas Peradaban luhur Hindu Dharma
Pertama. Jumlah anak harus dihitung mereka hidup di dunia ini. Jelaskan tidak tergoyahkan.Semoga kita dapat
dengan cermat. Jika jumlah anak hanya tentang Catur Purusartha. mewarisinya dengan baik dan dapat
2, dalam 50 tahun saja, sudah pasti dengan adaptif, mengembangkannya.
peradaban kita akan punah, karena Generasi penerus memerlukan keta Semoga peradaban luhur Hindu
tidak ada yang meneruskan. Minimal hanan mental-emosional yang baik. Dharma menjadi obor bagi pengem
jumlah anak mesti 3 orang, dan mesti Mereka butuh cara-cara untuk mere bangan kemanusiaan dan obor bagi
berkualitas. Jadi, direncanakan. Tetapi, dakan stres. Mereka butuh banyak uang kebahagiaan umat manusia.
bukan berarti lalu "memproduksi" untuk pengembangan diri mereka.
anak sebanyak-banyaknya. Tidak. Daya Mereka butuh banyak hal.
dukung bumi, ada batasnya. Yaitu
sekitar 10-15 milayar penduduk. Jelaskan dalam bahasa sederhana,
jika semua itu sudah ada dalam Vigyan
Kedua. Anak-anak tersebut mesti Bhairav Tantra dan pelajaran-pelajaran
diberikan Pendidikan Falsafah Per seperti Shri Yantra dan Niti Shastra. Kita
adaban Hindu Dharma. Ini biasanya tidak bisa memberikan ritual semata
disebut Tattva. Bukan asal teologi atau saat mereka stres dan depresi. Mereka
asal filsafat. Tetapi berikanlah pelajaran- butuh asana, pranayama, mantra, dan
seterusnya.
MEDIA HINDU 53
NOMOR 206 • JUNI 2021
PURVA PAKSHA
Illustrator: Ananta Wijaya Pada sebuah diskusi buku yang
saya pimpin, salah satu peserta yang
Purva Paksha: beragama Kristen menyatakan, “Umat
Hindu pasti meminjam ide-ide ini dari
Pilihan Rasional kami [Umat Kristen].” Belakangan ini
Menghadapi Penistaan saya sangat geli mendengar pernyataan
Agama Hindu tersebut, terutama dari orang-orang
yang beragama Hindu, nyatakan secara
OLEH: DR. NANDINI MURALI faktual, "Semua agama adalah sama."
Penangkal (antidote) universalisme tentang "yang lain" ini menghormati Saya tidak setuju dengan mereka.
Barat yang mengutamakan pandangan dan menghargai perbedaan tanpa Semua agama tidak sama. Mereka
Barat dan mereduksi semua perbedaan menghomogenkan perbedaan menjadi berbeda tapi setara. Ini menyiratkan
menjadi kesamaan, terletak pada praktik "kesamaan" yang tidak berbentuk bahwa sementara saya menghormati
dharma purva paksha, keterlibatan yang oleh karena itu secara implisit semua agama dengan hormat, saya
yang dalam dan penuh hormat setidaknya membenarkan universalisme berharap bahwa pengikut agama
dengan perspektif yang berbeda. Studi Barat. lain juga akan menghormati Hindu
Dharma dengan rasa hormat yang tulus
dan bukan sekadar toleransi atau lebih
buruk lagi, merendahkan.
Apa "kesamaan" ini dan bagaimana
hal itu mereplikasi dirinya sendiri dalam
ideologi dharma? Matriks budaya dan
spiritual dari peradaban dharma sama
sekali berbeda dari yang ada di Barat.
Pembongkaran yang meluas, penataan
ulang, distorsi dan misrepresentasi serta
pencernaan budaya dharma ke dalam
kerangka Barat (yang pada dasarnya
tidak sesuai satu sama lain) yang
dianggap universal.
Universalisme Barat kemudian me
ngacu pada proses budaya yang dominan
atau hegemonik yang menyerap dan
mengasimilasi budaya lain atas dasar
kemiripan yang sangat besar.
“Proses penyerapan dapat terjadi
dengan niat terbaik dan dengan kerja
sama banyak individu yang tenggelam
dalam dharma. Mereka bertanya, 'Me
ngapa tidak berasimilasi? Bukankah
kita semua sama? Apa yang salah de
ngan sudut pandang universal? Bukan
kah penyerapan ide-ide, seni, sains,
kedokteran, praktik bisnis, dan sastra
India dalam skala besar adalah hal yang
baik?
Bukankah kita hidup di dunia
pasca-kolonial, pasca-ras, pasca-etnis?
Bukankah luar biasa bahwa jutaan
orang Amerika dan Eropa berlatih yoga
54 MEDIA HINDU
NOMOR 206 • JUNI 2021
PURVA PAKSHA
dan masakan India telah mendunia? tampaknya universal ini bahwa orang- Milenium Perserikatan Bangsa-Bangsa
Dan di samping itu, tidakkah Barat orang di seluruh dunia "pada dasarnya (2000) secara luas dipandang sebagai
memiliki sesuatu untuk ditawarkan sama". platform untuk mempromosikan dan
kepada India sebagai gantinya, seperti memelihara kerukunan antaragama.
kemajuan ilmiah, keadilan sosial, Universalisme Barat dengan demi Pujya Shri Swami Dayananda Saraswati,
bisnis, dan pengetahuan politik, tulis kian bertumpu pada asumsi bahwa yang memimpin delegasi Hindu, me
Rajiv Malhotra dalam “Being Different: hanya paradigma Barat yang dapat nganjurkan penggantian kata toleransi
An Indian challenge to Western berfungsi sebagai kerangka untuk dengan saling menghormati karena
Universalism.” yang universal. Ini menghasilkan hu yang terakhir mengakui perbedaan
bungan antara pengetahuan dan tetapi tidak menganggapnya sebagai
Namun, ia juga mengingatkan kekuasaan. Dengan demikian, dunia kekurangan atau inferior. Pergeseran
bahw a sikap yang baik itu sering me Barat dengan hegemoni politik dan radikal ini mengguncang fondasi agama
nimbulkan kesan yang keliru bahwa militernya mengontrol produksi penge Abrahamik sebagai eksklusif dan su
perpaduan dharma dan budaya Barat tahuan dalam universalisme Barat perior yang juga mendorong upaya
sering kali sangat saling mengun yang merupakan prisma absolut yang dakwah gereja.
tungkan dan bersimbiosis. “Asumsi digunakan untuk melihat budaya
tersebut mengabaikan banyak distorsi dan orang-orang yang karena itu “Anjuran bahwa perbedaan harus
dan apropriasi yang tidak diakui di dilihat sebagai hal positif dan diperiksa
sisi Barat, serta pengaruh yang sangat Menurut Shri secara terbuka oleh semua pihak
merusak dari fundamentalis Kristen, Malhotra, toleransi sering kali mendapat perlawanan
Marxisme, ekspansionisme kapitalis menyiratkan posisi dari orang India dan Barat. Saya
dan sekularisme rabun. menyebut perlawanan ini sebagai
merendahkan; 'kecemasan perbedaan' untuk merujuk
Argumen bahwa budaya yang ber sedangkan rasa pada ketidaknyamanan mental yang
beda harus melebur menjadi sesuatu saling menghormati disebabkan oleh persepsi perbedaan
yang universal diekspresikan dalam menyiratkan bahwa yang dikombinasikan dengan keinginan
teori yang melihat masyarakat modern kita menganggap yang jelas untuk mengurangi, menyem
sebagai 'post modern', 'post rasial' yang lain sama-sama bunyikan, atau menghapusnya. Kece
'post religius' dan 'post nasionalis'. sah, sah, dan dihargai masan akan perbedaan sering terjadi
Konstruksi yang modis ini tampaknya dalam konteks budaya dan agama,”
mengumumkan kedatangan dunia dibuat untuk "menyesuaikan" dengan jelas Shri Malhotra.
sekuler yang datar yang tidak dibedakan perspektif Euro-Anglo-sentris.
oleh sejarah kolektif, identitas, dan Perbedaan menghasilkan ketakutan
sudut pandang agama, tulis Malhotra. Gagasan tentang universalisme Barat yang terinternalisasi dan karena itu
dan pandangan orang luar paling jelas membangkitkan keinginan yang dalam
Globalisasi, yang secara niscaya terlihat dalam persepsi Barat tentang untuk dilihat sebagai orang yang
menyiratkan Westernisasi, meskipun teks dan praktik Hindu Dharma. "sama". Misalnya, kebanyakan orang di
klaim tinggi atas dunia datar meri Popularitas dialog antaragama yang Bharat (India), terutama mereka yang
tokrasi menyembunyikan lebih dari semakin meningkat telah menciptakan menganut Hindu Dharma, merasa
yang diungkapkannya. Jelas bahwa dua istilah yang banyak digunakan bersalah dan tidak nyaman tentang
ketika kita menggunakan kerangka dalam konteks seperti ini: 'toleransi' dan perbedaan yang mereka rasakan yang
acuan yang tidak kompatibel seperti 'saling menghormati'. Menurut Shri membedakan mereka dari Barat. Oleh
universalisme Barat untuk mempelajari Malhotra, toleransi menyiratkan posisi karena itu mereka mempopulerkan versi
budaya dan masyarakat non-Barat, ada merendahkan; sedangkan rasa saling kebarat-baratan Hindu Dharma yang
kecenderungan kuat untuk mengadopsi menghormati menyiratkan bahwa kita mengarah ke 'kesamaan' dalam upaya
unsur-unsur kesamaan yang dangkal menganggap yang lain sama-sama sah, putus asa untuk menyembunyikan,
yang menyatu dengan budaya global sah, dan dihargai. mengh apus dan melenyapkan identitas
yang sama. mereka.
Konferensi Tingkat Tinggi Agama
Namun, yang tetap utuh adalah Sejak awal waktu, umat manusia
bahwa struktur dan sistem kekuasaan telah terlibat secara mendalam dengan
yang berasal dari hegemoni Barat, pertanyaan-pertanyaan eksistensial se
pandangan dunia dan nilai-nilai perti: Siapakah saya? Apa tujuan hidup
adalah perancah dari pandangan yang
MEDIA HINDU 55
NOMOR 206 • JUNI 2021
PURVA PAKSHA
saya? Kenapa saya disini? Dalam mela Dalam Purva paksha, Dr. Nandini Murali
kukan apa yang saya lakukan, apa seseorang tidak
yang sebenarnya saya lakukan? Apakah berpaling, bisa diperlukan atau otoritas moral yang
realitas atau Kebenaran tertinggi itu dikatakan, dari membuat mereka memenuhi syarat
dan bagaimana kita bisa mencapainya? untuk membantah.
Pendekatan terhadap pertanyaan-per perbedaan yang nyata,
tanyaan ini sangat bervariasi dalam tetapi berusaha untuk Ini adalah perspektif yang me
tradisi Abrahamik dan Hindu Dharma. menjelaskannya, tanpa nyegarkan dari pertandingan gaul
kecemasan tetapi juga (slanging matches) yang menjadi ciri
“Melalui kategori-kategori Barat dan tanpa kepura-puraan perdebatan modern! Prosesnya me
karenanya pandangan 'Barat' itulah nuntut fleksibilitas perspektif, rasa
orang-orang yang membentuk tradisi tentang kesamaan hormat untuk beragam pendapat dan
Yahudi-Kristen melihat dunia. Ini kejujuran daripada kemenangan egois
memberi perspektif Barat status de facto memiliki pemahaman kognitif melalui yang berdebar-debar dan membesar-
sebagai penengah dari apa yang benar sudut pandang lawan. Hal ini dilakukan besarkan diri.
secara universal. Ketika peradaban lain dengan semangat penuh hormat, keter
menjadi objek pandangan seperti itu, ia libatan langsung dan mendalam serta “Dalam Purva paksha, seseorang
menjadi relatif dan tidak universal lagi. konfrontasi dan tidak merusak validitas tidak berpaling, bisa dikatakan, dari
Memang, penggambarannya sebagai perspektif lawan. Keyakinan yang perbedaan yang nyata, tetapi berusaha
alien membuatnya sangat menarik mendasarinya adalah bahwa hanya untuk menjelaskannya, tanpa kecemasan
justru karena sifatnya yang khusus dan keterlibatan yang begitu dalam yang tetapi juga tanpa kepura-puraan tentang
tidak universal. akan memberi pendebat adhikar yang kesamaan. Ini melibatkan tidak hanya
niat yang kuat tetapi juga penguasaan
Pose universalis dan kegagalan untuk diri yang cukup besar (gerakan di luar
mengalami dirinya sendiri melalui mata ego) dikombinasikan dengan pema
yang berbeda membuat orang Barat haman tentang besarnya masalah yang
buta terhadap keterbatasan, kegagalan, dipertaruhkan. Membalikkan pan
keanehan, kejanggalan, dan eksotika dangan dalam purva paksha bukan
mereka sendiri. Selama seseorang lah tanpa rasa sakit dan resistensi
tetap dalam posisi istimewa subjek, diharapkan,” tulis Shri Malhotra.
melihat orang lain dan tidak menatap
diri sendiri, seseorang dapat berasumsi
bahwa posisi dan asumsi mewakili
norma universal," jelas Shri Malhotra.
Menurut Shri Malhotra, koreksi
untuk kesalahan bias ini adalah praktik
kuno dan kuat Purva Paksha yang
merupakan bagian integral dari tradisi
dharma dan strategi yang dipraktikkan
secara luas untuk terlibat dengan sekolah
(filsafat) saingan dalam tradisi dharma
itu sendiri seperti Mimamsa, Advaita,
Dwaita, Vishishtadvaita, Tantra, Sam
khya dan Buddhisme. Pendekatan
dialektis, melibatkan pengambilan tesis
lawan (Purva Pakshin), terlibat secara
mendalam dan hormat dengan premis
dan kemudian menawarkan bantahan
(khandanam) untuk menetapkan pan
dangan protagonis (sidhanta).
Tradisi purva paksha mengharuskan
setiap pendebat untuk terlebih dahulu
56 MEDIA HINDU
NOMOR 206 • JUNI 2021
PURVA PAKSHA
Purva paksha secara luas digunakan nangkap imajinasi orang-orang yang mempertahankan beberapa kualitas
oleh semua aliran filsafat dharma dan terjajah dengan bukunya The Wretched yang tidak sering ditemukan saat ini:
pelatihan lanjutan di berbagai aliran of the Earth yang berbicara tentang konfrontasi langsung, klarifikasi per
filsafat dharma membutuhkan magang kesadaran pan-Afrika. Dia mengulangi bedaan, dan asumsi kesetaraan. Purva
yang lama dan keterlibatan yang dalam bagaimana “kaum borjuis kolonial… paksha harus berlangsung dengan trans
dengan tradisi purva paksha dan studi pada kenyataannya telah tertanam paransi dalam forum terbuka sebanyak
yang dekat dari perdebatan ini, seperti dalam di benak intelektual terjajah mungkin dan sedemikian rupa sehingga
yang dilakukan melalui purva paksha [gagasan] bahwa kualitas esensial tetap menguntungkan masing-masing pihak.
di masa lalu dari setiap cabang filsafat abadi terlepas dari semua kesalahan Penerimaan akan kebutuhan dan
menyempurnakan dirinya sendiri dan yang mungkin dibuat manusia: kualitas potensi perubahan harus menjadi dasar
berkembang. esensial Barat, tentu saja. ” untuk bekerja."
Para sarjana Dharma dapat mengam Sayangnya, tradisi purva paksha Sudah waktunya kita menghidupkan
bil contoh dari cara budaya kontem hilang ketika Islam, Kristen, dan kembali tradisi dharma purva paksha,
porer lainnya telah menunjukkan cara Pencerahan Eropa menyerbu Bharat menghapusnya dari berbagai lapisan
membalikkan pandangan kolonial dan (India). kesalahan representasi dan distorsi
melihat langsung ke Barat dari posisi yang kotor selama berabad-abad, dan
mereka masing-masing. Edward Said, “Daripada terlibat dengan Islam menggunakan lensa untuk memeriksa
akademisi Palestina yang terkenal, dan Kristen, atau baru-baru ini, de dan merefleksikan peradaban barat,
dalam karya seminalnya Orientalism, ngan Marxisme dan sekularisme, fil terutama dasar-dasar agama dan meta
mempraktikkan suatu bentuk purva suf dharma cenderung mengabaikan fisik Abrahamik yang memberikan
paksha ketika dia menyatakan bahwa entri asing ini atau menundanya de cengkeraman pada traksi dharma;
"Barat modern adalah identitas yang ngan mengadopsi sikap 'semua adalah terutama melalui Indologi Barat.
dibuat-buat berdasarkan studinya satu.' Sikap ini, salah membaca ajar
tentang 'orang lain' dan menekankan an dharma, menjadi alasan untuk Purva Paksha: “Reversing the
perjumpaan dengan Arab dan meninggalkan purva paksha, karena gaze” by: Dr. Nandini Murali.
Peradaban Islam." jika tidak ada perbedaan, tidak ada yang Diterjemahkan oleh Sang Ayu Putu
penting untuk dilihat. Renny. HinduPost 30 April 2021
Pada 1950-an, selama Perang
Kemerdekaan Aljazair dari pemerin Metode pelibatan purva paksha
tahan kolonial, Franz Fanon me dapat menimbulkan simpati serta jarak,
pengertian serta kritik. Namun, ia harus
*PRINTING : Foto Copy, Print, Jilid, dll.
*SEMBAKO : Kebutuhan harian Rumah Tangga
*ONLINE : Pulsa, BPJS, PDAM, Listrik,dll
MEDIA HINDU 57
NOMOR 206 • JUNI 2021
ETIKA HINDU
(Bravery, Abhayam) Belanda sangat bau.
Dalam perang Jagaraga pertama,
OLEH: NGAKAN PUTU PUTRA
pada tahun 1848, di mana Belanda
“Tidak akan pernah selama saya Patih Jelantik, seorang yang berdarah mengirim pasukannya yang paling
hidup satu Negara mengakui kedaulatan panas dan pemimpin alamiah yang terkemuka, dihancurkan oleh pasukan
Belanda dalam arti sebagaimana kamu akan muncul sebagai pahlawan Bali Patih Jelantik. Setelah kekalahan yang
menafsirkannya. Setelah kematianku dalam perang yang segera tiba, telah memalukan ini, pada tahun berikut
Raja boleh melakukan apa yang dia menghina kehormatan Belanda dengan Belanda mengirimkan pasukan
pilih. Tidak hanya dengan secarik kertas meludahkan kunyahan daun sirih lebih banyak (5000 tentara) dengan
seseorang dapat menjadi tuan dari suatu kepada Paspor Belanda. Kata-katanya persenjataan lebih lengkap. Dalam
Negara lain. Sebaliknya, biarkan keris di atas, yang marah kepada Komisoner serangan ini pasukan Bulelang dipukul
memutuskannya.” Belanda yang ada di hadapannya adalah mundur, Raja dan Patih Jelantik
profetis/ramalan. mundur ke Karangasem untuk mencari
Ketika Komisioner Belanda datang sekutu. Semantara itu istrinya dan
ke Singaraja untuk memaksakan per Orang-orang Bali lebih lanjut me para perempuan merangsek maju
janjian “Tawan Karang” Raja dan ngagetkan utusan itu dengan sikap menghadapi pasukan Belanda dalam
Patihnya, I Gusti Ketut Jelantik mereka yang sangat berani dan diang suatu upaya puputan (perang habis-
menolak mengakui perjanjian itu. gap kurang ajar oleh Belanda, yang habisan).
demikian kontras dengan para bang
sawan Jawa yang amat sopan dan Tahun 1849 Belanda menyerang
tunduk (sangat merendahkan diri). Klungkung. Dipimpin oleh Putri
Patih Jelantik bersama para pengikutnya Klungkung Ratu Kania, pasukan
terus menertawakan orang Belanda itu, Klungkung berhasil membunuh pahla
sementara mengagumi pakaiannya, wan Belanda dalam perang Aceh,
tetapi mereka mengetahui badan orang Jenderal Michiels. (Robert Pringle:
2004).
Pada zaman perang kemerdekaan
rakyat Bali, dipimpin oleh Letkol I
Gusti Ngurah Rai, bertempur habis-
habisan melawan penjajah Belanda.
Ngurah Rai juga berkata hampir sama
dengan perkataan Patih Jelantik ketika
diajak berunding untuk berdamai oleh
Letkol Termeulen. Perundingan adalah
urusan Jakarta, urusan kami di Bali
adalah mempertahankan kedaulatan RI
sampai titik darah penghabisan.
Dalam perang puputan di Desa
Marga, Tabanan 20 Nopember 1946
Ngurah Rai gugur bersama seluruh 96
dari pasukan Ciung Wanara, sementara
dari pihak Belanda tidak kurang dari
400 orang yang tewas. (Wikipedia).
Pada zaman penjajahan Belanda
orang Bali melakukan perlawanan
melalui 6 perang: perang Buleleng
(1846), perang Jagaraga 1 (1848),
perang Jagaraga 2 (1849), perangt
Kusamba (1849), pembrontakan Banjar
(1868), perangn Margarana (1946) dan
2 puputan: puputan Badung (1906)
58 MEDIA HINDU
NOMOR 206 • JUNI 2021
ETIKA HINDU
dan puputan Kelungkung 1908). Setelah kejujuran (kebenaran), kebe diberi tepuk tangan secara tidak adil.
Puputan ini ada dua jenisnya, yaitu ranian adalah unsur yang membentuk Mati untuk sebab yang tidak berharga
karakter. Orang yang jujur, bila tidak disebut kematian anjing. Pangeran Mito
bertempur sampai mati, dan bunuh diri ada keberanian, bisa jadi tidak akan (Tokugawa Matsukuni, cucu Tokugawa
baik di depan musuh maupun di dalam berkata benar, atau berbuat benar Iyeyatsu) mengatakan: “Berlari terburu-
puri. Yang pertama dilakukan oleh bila ia ada di dalam situasi yang tidak buru ke tengah-tengah pertampuran
para istri perwira pasukan Bali dalam menguntungkan, bagi kepentingan adalah mudah, dan hanya cocok untuk
perang Jaga Raga 2. Ketika pasukan atau jiwanya. tugas prajurit rendah; tetapi adalah
Buleleng di bawah pimpinan Patih keberanian untuk hidup ketika adalah
Jelantik mundur ke Karangasem karena Oleh karena itu, kejujuran memer benar untuk hidup dan untuk mati
terdesak oleh pasukan Belanda para istri lukan bantuan keberanian. Tanpa ketika benar untuk mati.” Ini mirip
perwira itu maju merangsek pasukan keberanian orang jujur juga tidak bisa dengan kata-kata Plato: “Keberanian
Belanda dengan keris, dan mereka maju, karena takut memikul risiko. adalah pengetahuan tentang hal-hal
semua gugur diberondong oleh senjata Sebaliknya keberanian dan kepintaran yang manusia harus takuti dan apa yang
api tentara Belanda. Perang Margarana memerlukan kejujuran tidak harus ditakuti.”
juga disebut puputan dalam arti ini. Apakah Keberanian?
Ada seorang Hindu asal Bali yang
Yang kedua, karena menyadari kalah terkenal jujur dan pintar, sampai ia “Jika anda membaca Weda, anda
jauh dalam persenjataan, raja dan menduduki jabatan wakil direktur akan menemukan kata ini selalu di
pengikutnya melakukan bunuh diri utama dalam suatu bank besar milik ulang - keberanian – jangan takut
masal di depan pasukan Belanda. Hal pemerintah. Dan dia cukup aktif dalam pada apapun. Ketakutan adalah tanda
ini memang perlu penjelasan, karena kegiatan masyarakat Hindu di Jakarta. kelemahan.Seorang harus menjalankan
generasi sekarang merasa cara ini tidak Tiba-tiba ia menjadi tersangka korupsi tugas-tugasnya tanpa perduli cibiran
heroik. Tetapi kita harus melihat, tradisi bersama direktur utama dari bank itu, dan ejekan dari dunia.” Demikian
ini sudah berlakau sejak zaman kerajaan yang merupakan atasannya langsung. dikatakan oleh Swami Vivekananda
Bali, misalnya dilakukan oleh raja Akhirnya dia dihukum penjara selama (1863-1902).
Payangan ketika terdesak oleh pasukan 10 tahun. Terdengar kabar, ia ikut
Buleleng. Raja dan keluarganya me menanda-tangani suatu persetujuan Keberanian atau abhayam beberapa
lakukan bunuh diri masal di dalam puri. kredit yang tidak layak, karena bosnya kali disebutkan di dalam Bhagawad
Ini diraskan lebih terhormat dari pada itu sudah menanda-tangani terlebih Gita: “Abhayam sattva samsuddhih
mati di tangan musuh atau menyerah dahulu. Ia tidak berani melawan bosnya, jnana yoga vyavastithtih; danam
kemudian dijajah musuh dirasakan akibatnya ia ikut terseret. Direktur damasca yajnasca svadyayastapa arja
lebih tidak terhormat lagi. Utamanya berasal dari Indonesia bagian vam”. 16.1 “Keberanian, kemurnian
timur, beragama Kristen, adalah orang hati, ketekunan dalam ilmu penge
Tanpa perang dan puputan Bali yang pintar dan berani tetapi tidak tahuan, dan yoga, pemberian derma,
hanya akan menjadi penumpang gelap memiliki kejujuran. pengendalian indera, yajna atau pe
di NKRI ini, Ini akan memalukan Keberanian (Bushido) ngorbanan, mempelajari pustaka suci,
orang Bali. Untunglah orang Bali, yang berhemat, kejujuran atau kelurusan
terkenal berani itu mau angkat senjata Keberanian jarang dianggap bernilai hati.” “Kebarnian adalah sifat-sifat dari
dan mengorbankan jiwanya. Kalau untuk dihitung dalam kebajikan, kecuali mereka yang lahir dari kesucian.”16.3)
tidak, orang Bali akan dituduh sebagai itu dilaksanakan dalam sebab-sebab
penumpang gelap di negara Indonesia yang benar. Konghucu menjelaskan Swami Ranganathananda dalam ko
merdeka ini. keberanian sebagai, “memahami/meli mentarnya atas sloka 16.1 di atas me
hat apa yang benar dan tidak mela nyatakan, keberanian adalah karakter
Apa yang menyebabkan lahirnya kukannya membuktikan kurang kebe manusia yang mengagumkan yang
keberanian di dalam diri mereka? Harga ranian,” atau dikatakan secara positif, dapat kita hargai. Dan untungnya, di
diri mereka sebagai para ksatriya tidak “Keberanian adalah melakukan apa dalam Vedanta, sifat karakter pertama
akan membiarkan negeri mereka dihina yang benar/adil.” yang harus kita miliki adalah abhayam,
dan diinjak-injak oleh bangsa lain; dan keberanian atau tanpa takut. Tidak
keyakinan bahwa apa yang mereka Menjalankan semua jenis bahaya, ada keutamaan (virtue) atau karakter
lakukan adalah benar. Jika mereka tahu membahayakan diri sendiri, lari dapat bergerak atau berkembang di
sesuatu adalah benar, tetapi mereka menuju rahang kematian, dan dalam atas ketakutan. Ini adalah diktum atau
tidak bertindak apapun, maka mereka profesi prajurit bertindak terburu-buru,
akan menjadi pengecut.
MEDIA HINDU 59
NOMOR 206 • JUNI 2021
ETIKA HINDU
ucapan Vedanta. hantu dan roh-roh jahat, takut kema Hanya orang berani yang mampu
Bila anda ingin membuat anak anda rahan siapa pun. Bebas dari semua melakukan hal-hal besar, bukan orang
ini dan ketakutan lainnya merupakan pengecut. Orang yang berani saja bisa
bermoral, jangan menakut-nakutinya. keberanian. bersikap tulus. Bandingkan singa dan
Takut hanya akan membuat anak itu rubah. Pengecut tidak pernah mem
secara rahasia tidak bermoral. Takut Gandhi menegaskan berani bukan peroleh kemenangan. Kita harus me
tidak mempunyai sumbangan untuk berarti kesombongan dan agresivitas. lawan rasa takut jika kita mengharapkan
hidup bermoral. Jadi, kebajikan pertama Hal itu sendiri merupakan tanda masalah dan ketidaktahuan melarikan
yang disebutkan dalam Bhagawad Gita ketakutan. Keberanian mengandaikan diri dari depan kita.
dan Upanisad, adalah keberanian. ketenangan dan kedamaian pikiran.
Untuk itu perlu memiliki keyakinan Aristoteles juga menyebut keberanian
Kita mencoba memperbaiki manusia yang hidup di dalam Tuhan. (Harijan, sebagai keutamaan. Sebagai definisi
dengan ketakutan, tetapi perbaikan 3 November, Gandhi's 11 Vows (11 sementara, yang dimaksud dengan
itu hanya sedalam kulit. Segera setelah Sumpah Gandhi). keutamaan adalah jalan tengah antara
situasi berubah, kejahatan itu akan dua keburukan atau kejahatan, salah
muncul. Tetapi ketika perilaku moral Swami Vivekananda berbicara ten satunya kelebihan (ekses) dan yang
diserap oleh seseorang, maka karakter tang keberanian dalam banyak kuliah lain kekurangan (defisiensi). Misalnya,
itu menjadi mantap atau kokoh. Hanya nya. Berikut adalah beberapa di an dalam lapangan ketakutan (fear) dan
ketika itulah abhaya masuk. Seluruh taranya. keyakinan akan diri sendiri (confidence)
kehidupan moral didasarkan atas jalan tengah adalah keberanian (courage).
keberanian. Usaha besar, keberanian tak Dan mereka pergi ke ekstrim yang
terbatas, energi yang luar melebihi ketakutan tidak memiliki nama
Bahwa takut adalah buruk bagi biasa, dan, di atas semua, untuk menjelaskannya; dan seseorang
pendidikan anak-anak dewasa ini kepatuhan yang sempurna yang melebihi di dalam kepercayaan diri
dipahami di mana-mana. Satu contoh - ini adalah satu-satunya sendiri disebut gegabah.
oleh filsuf agnostik Inggris, Bertrand ciri yang mengarah pada
Russell, sangat menarik. Seorang laki- regenerasi individu dan Misalnya seseorang tidak berani
laki memiliki seekor anak kucing. melompati parit sedalam satu meter,
Dia mencoba melatih anak kucing itu nasional selebar setengah meter, disebut sebagai
untuk menangkap tikus. Secara alamiah seorang yang memiliki ketakutan
kucing tahu bagaimana menangkap Swami Vivekananda berlebihan. Sebaliknya seseorang yang
tikus.Tetapi orang ini ingin memberinya mau melompat dari pohon kelapa
pelatihan juga! Ia membawa seekor Usaha besar, keberanian tak terbatas, setinggi 15 meter disebut gegabah;
tikus dan mengikatnya, dan menaruh energi yang luar biasa, dan, di atas tindakan gegabah bisa mencelakainya.
anak kucing di depannya. Dengan satu semua, kepatuhan yang sempurna - ini
tongkat dia memukuli anak kucing adalah satu-satunya ciri yang mengarah Keberanian tidak hanya diperlukan
itu dan berkata, “Ayo, pergi, tangkap pada regenerasi individu dan nasional. di medan perang tetapi di dalam
itu”. Ini terus dilakukan sampai anak Kita ingin energi tak terbatas, semangat berbagai bidang kehidupan. Mau
kucing itu gemetar ketika melihat yang tak terbatas, keberanian yang tak mendirikan usaha perlu keberanian;
tikus itu! Ini adalah hasil dari unsur terbatas, dan kesabaran tak terbatas, ma keberanian untuk melawan ketakutan
ketakutan di dalam melatih seorang ka dengan itu hal-hal besar akan tercapai. akan gagal. Bahkan mau mencari
manusia. Hanya keberanian saja yang pasangan hidup pada waktu muda, juga
dapat menghasilkan sifat alamiah dari Oposisi terhadap sebuah karya yang perlu keberanian; keberanian untuk
seseorang. Ketakutan menghalangi benar dimulai dengan keberanian moral melawan ketakutan ditolak.
semua sifat baik pada manusia. hanya akan membangkitkan kekuatan
moral lebih besar pada penggagasnya. Goethe, pengarang Jerman terkenal
Mahatma Gandhi memasukkan Mereka yang tidak berhadapan dengan mengatakan, “keberanian memiliki ke
keberanian sebagai salah satu dari se halangan, tidak ada oposisi, hanya jeniusan sendiri.” Jika kita berani, ide-ide
belas sumpahnya yang disebut Sarvatra membawa mereka ke jalan kematian akan bermunculan, tantangan-tantangan
Bhayavarjana. Menurut Gandhi, ke moral. Perjuangan adalah tanda yang kita hadapi akan membuat ide
beranian harus berkonotasi tiadanya kehidupan. itu kuat dan berkembang. Sebaliknya
segala macam rasa takut - takut mati, kalau kita takut, ide-ide itu akan tetap
takut cedera, takut kelaparan, takut bersembunyi di batok kepala, seperti
pengh inaan, takut celaan publik, takut bayi yang meninggal dalam kandungan.
60 MEDIA HINDU
NOMOR 206 • JUNI 2021
DARI ANAND ASHRAM
Jati Diri Bali - 1
OLEH: ANAND KRISHNA*
Catatan Redaksi.
Tulisan dalam 3 bagian ini pernah terbit di Radar Bali - April/Mei 2007. Hampir 15
tahun kemudian, apa yang penulis sarankan saat itu menjadi makin relevan.
“Bal” dalam Bahasa Sanskrit selalu ingat potensi diri kita. Supaya kita Dengan jumlah penduduk di bawah
berarti “Kekuatan”, dan “Bali” tidak melupakan kekuatan kita. Supaya satu juta, pulau ini memang sudah
berarti “Pengorbanan”. Kekuatan dan kita selalu siap untuk berkorban. cukup kaya sejak zaman dulu. Adalah
Pengorbanan – dua kata yang belakang perkara lain, jika kekayaan itu tidak
ini terasa tidak nyambung lagi. Sebagai Manusia Bali, Warga Pulau terbagi rata – dan tidak dinikmati oleh
Dewata, apakah kita masih mengingat seluruh penduduk di pulau ini.
Mereka yang kuat merasa tidak potensi diri kita? Potensi kita di bidang
perlu berkorban. Untuk apa? Dan, Pariwisata baru berkembang sejak Inilah “Potensi Primer” Bali – Hasil
mereka yang lemah selalu menjadi tahun 1970-an. Antara tahun 1930- Bumi, Hasil Pertanian. Kesuburan
korban. Mereka pun tidak berkorban an, ketika rombongan wisman pertama Tanah Bali adalah “Berkah” dari Hyang
karena kemauan mereka, tetapi karena menginjakkan kaki mereka di pulau ini, Maha Kuasa. Dengan menjual tanah
kelemahan mereka. Terpaksa. hingga akhir 1960-an, kita masih sibuk dan lahan pertanian untuk dijadikan
meletakkan fondasi bagi kepariwisataan. hotel dan resor – kita telah menyia-
Manusia lebih suka mengorbankan nyiakan “Berkah” ini, “Anugerah” ini.
daripada berkorban. Awalnya, hanyalah Pariwisata adalah “potensi sekunder” Kita telah menghina apa yang diberikan
hewan-hewan tak bersalah yang – potensi yang relatif baru. Kita harus oleh Hyang Maha Kuasa kepada kita.
menjadi korbannya. Kemudian, sesama mencari tahu “apa” yang menyebabkan
manusia. Sekarang, apa saja. potensi sekunder itu? Apa yang menjadi Kita Tidak Menghargai Pemberian
potensi primer? Apa yang menyebabkan Hyang Widhi, Gusti, Allah, atau apa
Memang tak dapat dipungkiri terjadinya boom pariwisata? pun sebutan-Nya, karena kita tidak
bahwa manusia mewarisi banyak sifat- pernah tahu betapa sulitnya hidup di
sifat hewani, insting-insting primitif. Orang-orang Asing yang Datang tengah kegersangan dan ketandusan.
Kemanusiaan diwarisinya sebagai benih, ke Bali, awalnya bukanlah untuk
sebagai potensi. Sesuatu yang masih menikmati keindahan alam pulau Adalah urgent dan imperative bahwa
harus dikembangkannya. Jika tidak, dewata. Mereka juga tidak datang mulai saat ini juga, detik ini juga,
benih itu mati sebagai benih. Potensi untuk berekreasi. Mereka tidak datang kita tidak lagi menjual tanah kita.
itu terpendam untuk selamanya. untuk bermain golf. Mereka datang Cukup sudah pembangunan di bidang
untuk membeli hasil bumi kita, antara kepariwisataan yang kita lakukan.
Leluhur Kita Memberi Nama lain kelapa. Cukup sudah tanah persawahan kita
“Bali” kepada pulau ini, supaya kita yang dilapisi oleh semen dan beton.
Sisa tanah yang kita miliki, harus
dipertahankan untuk pertanian.
Ingat, “bumi” dan “hasil bumi”
adalah “bekal utama” yang diberikan
oleh Keberadaan kepada kita.
Menggadaikan pemberian utama itu
demi sesuatu apa pun jua – sungguh
tidak cerdas. Mari kita belajar dari
negara-negara maju seperti Amerika
Serikat, Jepang, Belanda.....
MEDIA HINDU 61
NOMOR 206 • JUNI 2021
DARI ANAND ASHRAM
Para Petani di sana disubsidi oleh Saya Mendengar dari Seorang Ahli terungkap lewat wakil rakyat kita.
pemerintah supaya tidak meninggalkan Pertanian kita yang sekarang pindah ke Kita masih belum cukup cerdas untuk
desa dan pindah ke kota. Sebagai contoh negeri Jiran, bahwa tanah Bali sungguh memahami dampak pembangunan yang
saja, pemerintah Belanda mengeluarkan sangat subur. Ia menyayangkan kurang cerdas terhadap lingkungan yang
dana subsidi sebesar 2.5 dollar A.S. pembangunan Bali yang dianggapnya menyebabkan “Pemanasan Global”.
setiap hari untuk setiap ekor sapi dan tidak sesuai dengan potensi Bali. Ketika
kerbau di negeri itu. Dana subsidi saya menantang dia untuk berbicara Sadarkah kita akan dampak kenaikan
per hari untuk setiap ekor ternak itu di depan umum dan menyampaikan suhu 1.5 derajat saja? Sadarkah kita
melebihi upah minimum seorang anak ide-idenya kepada pemerintah, ia akan dampaknya terhadap wilayah
manusia di negeri kita (angka-angka ini tersenyum: “Kamu pikir saya tidak sekitar Bandara Ngurah Rai dan Kuta?
dari tahun 2007). melakukan hal itu? Sudah. Dan, tidak
seorang pun mau mendengarku. Maka, Tanah-tanah yang dianggap “tidak
Dengan segala kemajuan di bidang aku frustrasi sendiri.” produktif ” dan sekarang dialihkan
teknologi dan sains, Amerikat Serikat peruntukannya adalah wetlands, tanah
tetap saja melindungi para petani Dalam keadaan frustrasi itu, ia resapan air. Semoga Betara Baruna,
mereka. Hasil bumi mereka berlimpah mendapat tawaran dari salah satu Hyang Maha Kuasa, Gusti Allah
dan diekspor ke manca-negara. universitas termuka di Malaysia, dan ia melindungi kita dari marabahaya
menerimanya. yang dapat terjadi karena peralihan
Sementara itu, kita - Indonesia peruntukan tersebut!
dengan sekian belas ribu pulau dan Memang sih... beberapa waktu
tanah yang jauh lebih subur dari mereka yang lalu kita mendengar pernyataan * Seorang Humanis Spiritual, Anand
– malah menjadi pengimpor buah- dari seorang wakil rakyat kita yang Krishna adalah penulis lebih dari 180
buahan, sayuran dan makanan kaleng menganggap pembangunan hotel judul buku, pendiri Anand Ashram, One
dari mereka. Sepanjang tahun 2006, di Kuta masih belum optimal. Ia Earth School, dan menginspirasi banyak
kita sudah mengeluarkan lebih dari 200 mendukung pembangunan hotel- lembaga serta kegiatan di bidang sosial,
juta dolar Amerika untuk mengimpor hotel baru. Dan, wakil rakyat itu tidak kesehatan holistik pendidikan dan lain
buah-buahan, sayuran dan makanan salah. Ia hanya mewakili kita – rakyat. sebagainya (www.anandkrishna.org, www.
kaleng dari China saja (ini angka tahun Bukankah ia hanyalah penyambung
2007, sekarang sudah berlipatganda). lidah kita? anandashram.or.id)
Belum lagi dari Australia, Amerika, Pembaca juga dapat mengakses videonya di
Timur Tengah, Eropa dan negara- Kesalahan Terletak pada Diri Kita. 2 channel Youtube AnandKrishnaIndo dan
negara lain. Dan, kesalahan itulah yang kemudian
AnandAshramIndonesia.
Harga
Belum Termasuk
Ongkir
Rp 60.000 Rp 50.000 Rp 50.000 Rp 80.000 Rp 70.000
Hubungi: Jakarta : 0878 8511 1079 | Yogyakarta : 0852 9237 9943
Ubud : 0822 4723 3859 | Denpasar : 0817 4797 927 | Singaraja : 0812 3648 629
62 MEDIA HINDU
NOMOR 206 • JUNI 2021
MITOLOGI HINDU
Gajah Mina
Hewan dalam
Mitologi Hindu
OLEH: SANISCA MADERA PAUTRA
Belum lama ini masyarakat di Banyak yang tidak tahu bahwa Source gambar : trepelin.com dan Wikipedia.com
sekitar Kepulauan Natuna heboh sebenarnya Gajah Mina (mina=ikan)
dengan penemuan bangkai hewan yang merupakan hewan dalam mitologi dan Bhatara Baruna, penguasa lautan.
terdampar di pesisir pantai laut Natuna Hindu. Dalam sastra Weda Gajah Selain itu, Gajah Mina juga merupakan
Selatan. Panjang dari jasad hewan Mina ini lebih dikenal dengan nama satu simbul rasi bintang dalam
tersebut sekitar belasan meter, dan “Makara”. Misalkan disebutkan dalam perbintangan Hindu, yang merupakan
ada semacam cula gading yang tersisa. Yajur Weda Putih mantra 33, tentang perlambang dari Dewa Kama, yaitu
Masyarakat sekitar menyebutnya sosok makara ini yang mendiami dasar Dewa keinginan dan asmara.
sebagai Gajah Mina, yaitu merujuk pada Samudra. Dalam sastra Nusantara, yaitu
legenda masyarakat di pesisir pantai di dalam lontar Yama Tatwa, Gajah Mina Satu dari putra Awatara Shri Krishna
Indonesia tentang sesosok hewan yang merupakan satu dari beberapa bentuk yang bernama Pradyumna dipercaya
tinggi besar, hidup di kedalaman lautan petulangan (wadah bade). Sedangkan merupakan titisan dari Dewa Kama,
dan merupakan gabungan dari gajah dalam berbagai Purana, Gajah Mina yang ketika lahir diculik dan dibuang ke
dan ikan. merupakan wahana dari Dewi Gangga laut oleh musuh dari Shri Krishna yang
bernama Shambara. Bayi Pradyuma ini
Ornamen Gajah Mina pada Candi Kalasan kemudian selamat karena dimakan oleh
ikan besar yang kemudian ditangkap
oleh para nelayan. Pradyuma ini
kemudian lebih di kenal dengan nama
Makaradhvaja, yang berarti “dia yang
berpanji Makara”.
Kisah tentang Gajah Mina ini
sebetulnya menyebar ke hampir seluruh
anak benua Asia, mulai dari India, Sri
Langka sampai ke Semanjung Malaya
dan Indonesia, tentunya. Karenanya,
kemudian ada beberapa perbedaan
tentang mitos dari wujud Gajah Mina
karena menyesuaikan dengan tradisi
setempat.
Jika sebagai wahana dari Dewi
MEDIA HINDU 63
NOMOR 206 • JUNI 2021
MITOLOGI HINDU
Gangga, maka umumnya bentuk dari Ornamen Gajah Mina pada Candi Prambanan hewan tersebut adalah paus Balen.
Gajah Mina ini merupakan campuran Setelah membusuk, tulang rahang
antara gajah dan lumba-lumba. sebagai Gajah Mina, hewan apakah itu? yang tersisa dikira sebagai taring
Maklum, terdapat ikan lumba-lumba Apakah hewan tersebut memang ada oleh masyarakat setempat, sehingga
air tawar di sungai Ganga. dan langka? Tidak hanya terdapat dalam memunculkan praduga itu adalah
mitologi Hindu saja? Setelah dilakukan hewan Gajah Mina.
Tetapi ada juga yang menggambarkan penelitian secara mendalam oleh team
makara sebagai perpaduan dari buaya LIPI, maka diambil kesimpulan bahwa
dan gajah. Misalkan dalam kuil-kuil
yang memuja Pradyuma. Sedangkan
di India selatan, bentuk makara
ini terkadang lebih rumit lagi. Bisa
merupakan campuran dari gajah, singa
bertaring dan monyet. Sedangkan
di Indonesia dan di Srilangka, gajah
mina ini hampir menyerupai ular besar
berekor dengan taringnya.
Di mana makara/gajah mina lazim
menjadi hiasan dari dasar candi-candi
ataupun tangga pada candi-candi
kuno dan berbagai pura di Indonesia.
Demikian juga jika di perhatikan,
pada setiap sudut bangunan candi atau
bangunan bercorak Bali, ukiran Gajah
Mina ini umum di jadikan hiasan
Kembali ke temuan awal tentang
sesosok jasad hewan yang dipercaya
64 Di antara Agama-Agama,
Hindu Adalah Seorang Ibu Bijaksana
yang mengetahui semuanya.
Dialog dengan Kristen dan Islam
Ngakan Made Madrasuta
MEDIA HINDU
NOMOR 206 • JUNI 2021
Buku: Reformasi Adat
dan Bangun Karakter
AGAR KRAMA BALI
MENANG DALAM
KOMPETISI
Bali telah menjadi daerah industri pariwisata
yang menyediakan peluang besar bagi bisnis
dan lapangan kerja untuk siapa saja yang
memiliki modal dan ketrampilan. Dan ini
menjadikan Bali sebagai medan persaingan
ekonomi, tenaga kerja, politik dan agama.
Bila ingin menang dalam kompetisi itu, Krama
Bali harus melakukan reformasi atas tradisi
atau adat yang sudah tidak sesuai.
Untuk dapat mengendalikan perubahan yang
semakin cepat karena kemajuan sains dan
teknologi dengan dampak luas dan menyeluruh,
Krama Bali harus membangun karakternya:
menguatkan kembali karakter positif yang
sudah dimilikinya tapi mulai melemah; Atau
mengembangkan potensi karakter yang masih
laten, atau membangun karakter baru yang
digali dari budaya Bali dan Agama Hindu.
Dengan melakukan itu Krama Bali akan mampu
menang dalam persaingan di daerahnya
sendiri, dan juga di luarnya. Sebaliknya, Krama
Bali bisa mengalami nasib seperti penduduk
asli Hawaii, tersingkir di pulaunya sendiri.
UKURAN BUKU : 14 x 21 cm
Tebal Buku : 224 halaman
Pemesanan Dapat Menghubungi:
MEDIA HINDU Email:
Ph. (021) - 8690.6346 [email protected]
[email protected]
WA 08129367079 [email protected]
[email protected]
MEDIA HINDU BOOKSTORE
Rp60.000
Ukuran Buku: 14 x 21 cm Tebal Buku: 272 halaman Buku “Saya Beragama Hindu” telah berhasil
• Mengapa Kita Beragama Hindu? “menghindukan” orang Hindu yang selama ini beragama
• Apakah Agama Hindu?
• Kitab Suci: Rekaman Pengalaman Jiwa Para secara gugon tuwon.”
Maharsi
• Tuhan: Dia yang Mendengar Doa Semua Orang Dr. I Dewa Gede Palguna, SH, MH
• Atman: Dia yang Memiliki dan Mengendalikan mantan hakim Mahkamah Konstitusi
Badan
• Karma: Manusia Membentuk Nasibnya Sendiri ***
• Reinkarnasi: Keadilan dan Kesempatan Baru
• Sorga: Dunia Para Leluhur Buku “Saya Beragama Hindu” adalah virus anti
• Neraka: Penderitaan di Dunia Ini konversi.”
• Moksa: Persatuan Jiwa dengan Tuhan
• Awal dan Akhir Dunia: Yang Alamiah dan Yang Ketut Donder, Ph.D
Tidak Sekjen World Hindu Parishad
• Awatara, Maharesi dan Nabi: Yang Hening dan
Yang Gaduh ***
Buku “Saya Beragama Hindu” adalah sebuah
masterpiece.”
Dr. Nyoman Yoga Segara
Pembantu Rektor II Universitas Hindu Negeri IGB.
Sugriwa, Denpasar Bali.
***
Buku “Saya Beragama Hindu” tiyang berikan pada
Kadek Putra dagang tipat cantok langganan di Kreneng,
Denpasar. Kadek putra satu-satunya dari orang tuanya,
kecantol janda Banyuwangi. Ibunya sangat khawatir.
Terus tiyang kasi Kadek buku ini dan suruh baca
saja. Dan silakan putuskan yang terbaik buat diri dan
keluarganya. Astungkara Kadek sekarang sudah punya
anak 2 dengan istri Hindu Bali. Tiyang masih langganan
tipat, soto, rujak, ke dia. Istrinya yang sekarang teruskan
usaha Ibunya.
Ir. Ketut Rai Mahajoni
pengusaha dan penggerak UKM Bali.
***
Mantap Pak Rai. Saya yakin banyak kisah atau
kesaksian mengenai manfaat buku ini yang tak
terceriterakan.
Dr. I Dewa Gede Palguna, SH, MH
mantan hakim Mahkamah Konstitusi
MEDIA HINDU BOOKSTORE