KATA PENGANTAR
Dengan menyebut nama ALLAH SWT yang maha pengasih lagi maha penyayang,
akmi panjat kan puji syukur atas kehadirat nya yang telah melimpahkan rahmat, hidayah, dan
inayah nya kepada kami, sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini.
Modul ini telah kami susun dengan maksimal. Terlepas dari semua itu, kami
menyadari sepenuhnya bahwa masih ada kekurangan baik dari segi tata bahasanya. Oleh
karena itu denagn tangan terbuka kami menerima segala saran dan kritik dari pembaca agar
kami dapat memperbaiki makalah ini.
Akhir kata kami berharap semoga modul ini dapat memberikan manfaat bagi pembaca
Penulis
DAFTAR ISI 1
A. PENGERTIAN BORDIR 1
B. JENIS JENIS BORDIR 2
C. PERALATAN BORDIR 4
D. CARA PENGOPRASIAN MESIN BORDIR 6
E. MACAM MACAM SETIKAN BORDIR 14
F. EVALUASI
A. Pengertian Bordir
Bordir atau sulaman adalah hiasan yang dibuat di atas kain atau bahan-bahan
lain dengan jarum jahit dan benang. Selain benang, hiasan untuk sulaman atau bordir
dapat menggunakan bahan-bahan seperti potongan logam, mutiara, manik-manik,
bulu burung, dan payet.
Di antara jenis tusukan yang umum dikenal dalam menyulam adalah tusuk
rantai, tusuk jelujur, tusuk kelim, dan tusuk silang. Selain dijahit dengan tangan,
sulaman dibuat dengan mesin jahit dan Mesin Bordir komputer.
Kain dan benang yang dipakai untuk seni bordir berbeda-beda menurut tempat
dan negara. Sejak ribuan tahun yang lalu, kain atau bedang dari wol, linen, dan sutra
sudah dipakai untuk membuat sulaman. Selain benang dari wol, linen, dan sutra,
sulaman modern menggunakan benang sulam dari katun atau rayon.
Sulam pita adalah sulaman yang menggunakan pita berbagai ukuran dan bahan
untuk membuat motif-motif bunga. Pita memberi efek tiga dimensi karena ukuran pita
lebih besar dari benang. Hasil sulaman pita juga lebih dekoratif karena bahan pita
yang lebih beragam.
Hasil akhir sulaman dapat dibedakan menjadi:
- Sulam datar: hasil sulaman rata dengan permukaan kain
- Sulam terawang (kerawang): hasil sulaman berlubang-lubang, misalnya untuk
taplak meja dan pinggiran kebaya
- Sulam timbul: hasil sulaman membentuk gelombang di permukaan kain sesuai
lekuk gambar.
B. Jenis Jenis Bordir
- Sulam bebas atau sulam benang
Dalam sulam benang, benang dijahit di atas kain dengan mengabaikan pola
tenun kain. Teknik sulam seperti ini dipakai dalam sulam wol seperti bordir
tradisional Cina dan Jepang.
- Sulam hitung jahitan
Sulaman dibuat sambil menghitung jumlah jahitan yang dibuat. Sulaman
1
dilakukan di atas kain tenunan sejajar seperti kain kanvas, kain aida, kain strimin,
dan kain linen. Jenis sulaman yang termasuk sulam hitung jahitan adalah
kruistik,sulam Assisi, needlepoint, dan blackwork.
C. Perlengkapan Yang di Butuhkan Saat Membordir.
1. Pemidangan
Pemidangan yaitu bingkai atau ram atau tatakan, adalah alat bantu
bordir berbentuk bulat atau persegi dengan lubang pada bagian tengah. Terdiri
dua bagian dengan bentuk yang sama dengan ukuran berbeda, yang satu lebih
besar dari yang lain sehingga satu sama lain dapat saling berhimpitan.
Berfungsi untuk menjaga agar kain tetap rata dan kencang, tidak kerut
saat dibordir, juga berfungsi menggerakkan kain dengan cara memegang
tepian pemidangan. Pemidangan dapat terbuat dari kayu, alumunium, maupun
plastik dengan berbagai ukuran.
2. Gunting
Gunting yang dipergunakan dalam kegiatan ini ada dua macam, yaitu
gunting biasa yang biasa dipergunakan untuk menggunting kain, dan gunting
bordir yang dipergunakan untuk menggunting benang,
menggunting/melubangi motif-motif kecil, dan untuk membersihkan tiras-tiras
benang. Gunting bordir ini mempunyai ukuran kecil, pada bagian ujungnya
runcing dan melengkung ke atas.
2
3. Jarum Mesin
Ukuran jarum yang dipakai adalah ukuran kecil, yaitu 9 atau 11,
hal ini perlu diperhatikan mengingat kehalusan benang bordir yang akan
dipergunakan.
4. Plat Bordir
Plat bordir adalah alat bantu bordir, dipergunakan jika mesin
jahit tidak mempunyai pengatur untuk menaikkan atau menurunkan
gigi mesin. Selain harus melepas sepatu mesin jahit, pada saat
membordir harus menurunkan gigi mesin, apabila mesin tidak
memiliki alat pengaturnya, maka dapat ditutup dengan menggunakan
plat bordir ini.
Agar tidak mengganggu pengamatan dalam menentukan posisi
jatuhnya jarum jahit pada kain dan mengganggu pergerakan kain saat
membordir sebaiknya sepatu mesin jahit dilepas. Agar tidak
mengganggu pergerakan kain, maka gigi penggerak yang terdapat pada
mesin jahit harus diturunkan terlebih dahulu dengan cara mengatur
3
tombol pengatur naik turunnya gigi penggerak kain pada posisi paling
dibawah.
Jika mesin jahit yang digunakan tidak memiliki tombol
pengatur naik turunnya gigi mesin jahit, maka bisa dengan melepas
skrup yang menahan gigi penggerak mesin jahit menggunakan obeng
dan kunci pas, diangkat sedikit palang rel pada bagian dalam mesin
jahit agar gigi penggerak kain tersebut berada pada posisi diturunkan
kebawah.
Cara lain yang dapat diterapkan pada penggunaan mesin jahit
yang tidak memiliki tombol pengatur naik turun gigi penggerak kain
adalah dengan memasang alat yang bernama plat bordir.
D. Cara Pengoprasian Mesin dan Cara Membordir
Cara pengoprasian mesin bordir :
Membersihkan mesin dan memberi minyak mesin jika diperlukan, kemudian
mencoba mesin sampai
Menghasilkan setikan yang baik
Mengisi benang pada kumparan
Memasang jarum mesin dan kumparan dan rumah kumparan pada tempatnya
Memasang benang atas sesuai urutan jalannya benang
Memasukkan bahan yang telah diletakkan pada pemidangan dibawah jarum
mesin, kemudian menurunkan pengatur sepatu mesin jahit
4
Proses Membordir
Prinsip dalam membordir menggunakan mesin jahit biasa adalah tangan kiri
berfungsi seperti gigi penggerak kain pada mesin jahit (berfungsi sebagai
penggerak/pengajak, tangan kanan berfungsi seperti sepatu mesin (untuk menahan
dan menekan pemidangan), pada saat membuat setikan/loncatan, gerak tangan dan
kaki harus seirama.
Sedangkan pada mesin bordir yang digerakkan dengan listrik menggunakan
pijakan dinamo dan stang penggerak untuk menentukan jarak setikan/loncatannya,
stang penggerak pada mesin bordir ini terletak di bagian bawah mesin, adapun
cara menggunakannya cukup dengan menggeser stang dengan kaki. Panjang
pendek geseran tersebut akan menentukan jarak setikannya. Setelah selesai
dibordir, bersihkan bordiran dari tiras-tiras benang yang tersisa sehingga bersih
dan rapi.
5
G. Macam Macam Setikan Dasar
1. Setik Loncat
Setok loncat di sini ada dua macam yaitu setikan loncat pendek dan setikan
loncat Panjang. Setikan loncat pendek dikenal juga dengan setikan pipih, yang
berfungsi menutup tusuk suji cair dengan kerapatan yang penuh. Cara
pengerjaan tusuk ini adalah sebagai berikut :
1. Lakukan tahap persiapan.
Mulailah membordir dengan membuat tusuk suji cair pada sekeliling
motif, kemudian ulangi dengan cara memenuhi sebagian motif secara
berimpitan dan rapat dengan tusuk pipih.
C. Tusuk Loncat Panjang
Tusuk loncat panjang atau biasa disebut dengan tusuk pipih lebar
merupakan salah satu teknik dalam membordir. Tusuk ini dikatakan tusuk
locat panjang karena tusuk tersebut dibuat dengan loncat di antara dua
setikan. Cara pembuatan tusuk loncat panjang adalah sebagai berikut.
1. Lakukan tahap persiapan.
2. Mulailah membordir dengan membuat tusuk suji cair/setik pada motif
yang akan dibuat sesuai dengan namanya, yaitu tusuk loncat di antar dua
setikan, Setelah itu, buat lagi tusuk suji cair/setik yang disesuaikan dengan
motif dan dengan jarak setikan sesuai dengan yang diinginkan.
3. Setelah selesai membuat tusuk suji cair/setikan, buatlah setikan loncat
panjang yang meloncati garis pada tusuk suji cair/setik yang telah dibuat
sebelumnya dengan arah yang disesuaikan dengan motif yang ada.
6
CONTOH PRODUK :
2. Setikan Lurus / Setikan Suji Air
Setikan suji cair atau biasa juga disebut dengan tusuk setik merupakan salah satu
tusuk hias yang biasa digunakan pada teknik bordir. Tusuk suji terbagi atas tusuk suji
cair, tusuk suji cair setengah penuh, dan tusuk suji cair penuh.
Membuat Tusuk Suji Cair
a. Lakukan tahap persiapan.
b. Setelah posisi raam sudah betul, mulailah membordir dengan membuat tusuk suji
cair/setik mesin pada sekeliling motif
7
CONTOH PRODUK :
3. Setikan Pasir / Uter
Setikan granit sering juga disebut dengan setikan pasir atau uter , yang
pengerjaannya menggunakan tusuk suji cair/setik lurus dengan cara berputar-putar.
Perputarannya dikerjakan secara beraturan dan searah. Cara pengerjaan tusuk granit
adalah sebagi berikut.
a. Lakukan tahap persiapan.
b. Setik sekeliling motif dengan menggunakan tusuk suji cair dan selesaikan dengan
tusuk loncat pendek.
c. Apabila motif yang kita buat di dalamnya terdapat gambar tangkai atau tulang
daun, kerjakan terlebih dahulu motif tersebut.
d. Isilah seluruh motif dengan tusuk granit/sasak dengan jarak beraturan
8
4. Setikan Ringgit
Setikan ringgit juga disebut dengan setikan Pinggiran, yang pengerjaannya
menggunakan tusuk suji cair/setik lurus kemudian bagian dalam di isi juga dengan
setikan lurus kemudian di tutup dengan setikan loncat. Cara pengerjaan setikan Granit
ialah sebagai berikut :
a. Setik sekeliling motif dengan suji cair
b. hasil jadi yang baik biasanya sedikit timbul, sehingga dalam membuat ringgitan,
motif terlebih dahulu diisi dengan dengan setikan suji cair sampai penuh,
kemudian diselesaikan dengan tusuk loncat.
CONTOH PRODUK :
9
5. Setikan Esek / Esek Kombinasi
Bordir Esek / Esek kombinasi adalah bordir dengan menggunakan tusuk Esek
(panjang pendek) menggunakan benang dengan warna kombinasi dalam satu
gulungnya (sembur). Mengingat namanya, maka pembuatannya diusahakan warna
yang muda atau yang tua tidak terkumpul jadi satu. Dengan demikian warna hasil
bordirannya benar-benar serak atau tersebar. Untuk menghasilkan warna yang
demikian, maka dalam pembuatannya tidak boleh menyelesaikan pinggiran motif
secara penuh mengelilingi pinggiran motif (seperti pada pembuatan tusuk sasak)
tetapi harus dikerjakan secara acak, sehingga warnanya membaur. Meskipun
demikian kaidah pembuatan tusuk sasaknya tidak boleh ditinggalkan. Cara
pembuatannya ialah sebagai berikut :
a. Siapkan mesin jahit/mesin bordir.
b. Siapkan bahan yang telah diberi motif yang sesuai untuk tusuk sasak kombinasi
pada pemidangan.
c. Masukkan pemidangan pada mesin dengan posisi pemidangan ada di bawah
tempat jarum, dengan bagian baik kain yang dibordir menghadap ke atas.
d. Mulailah membordir dengan membuat suji cair pada sekeliling motif.
e. Di atas tusuk suji cair yang telah dibuat, penuhi motif dengan tusuk panjang
pendek dengan memperhatikan pembauran warnanya., selesaikan sampai seluruh
motif terisi.
f. Untuk pembuatan tusuk kombinassi dengan batas, antara bidang yang satu dengan
bidang yang lain diberi antara dengan menggunakan tusuk suji cair dengan warna
benang dari warna benang sembur yang paling tua, atau warna hitam, dan dapat
juga menggunakan benang bordir warna emas atau perak.
10
CONTOH PRODUK :
6. Setikan Kerancang
Bordir kerancang adalah bordir yang di bagian dalam motif nya terdapat
lubang lubang yang bagian tepinya di selesaikan dengan setik loncat pendek. Langkah
pertama ialh dengan menggambar motif terlebih dahulu kemudian beri setikan motif
dengan menggunakan setikan lurus selanjutnya di lapisi dengan setikan loncat
pendek.
11
7. Setikan Terawang
Bordir terawang adalah bordir yang dikelilingi oleh lubang-lubang yang
bagian tepinya diselesaikan dengan tusuk loncat pendek.Terawang dapat
digunakan dengan menggunakan variasi motif atau tanpa variasi sama sekali,
hanya membentuk lubang-lubang.
Apabila menghendaki motif hiasan, penuhi dengan motif tusuk hias, misalnya
kombinasi tusuk pipih dan tusuk sasak dengan menggunakan benang yang
sewarna atau kombinasi benang yang serasi. Motif pada terawang terletak di
tengah sehingga motif tengahnya harus diselesaikan terlebih dahulu.
Langkah pengerjaan:
1. Setik pinggiran motif dengan benang yang sewarna dengan bahan
menggunakan tusuk suji cair, kemudian atasnya diberi tusuk kasar.
2. Selesaikan motif di tengah dengan tusuk bordir yang dikehendaki dan warna
benang yang dikehendaki (tergantung jenis sulaman yang dikehendaki, boleh
sulaman sewarna maupun sulaman bebas)
3. Buat rentangan-rentangan benang sekeliling motif menggunakan loncat
pendek sesuai dengan motif lubang-lubang yang dikehendaki
4. Gunting/sorder sisa bagian dalam pada tempat yang akan dibuat lubang-
lubang/terawangnya.
12
CONTOH PRODUK
13
EVALUASI
A. Tes Tertulis
Pilihlah salah satu jawaban yang tepat pada pilihan ganda berikut ini:
1. Bordir berasal dari kata:…….
a. Borduur b. Bordur c. Sulam d. Sulaman
2. Fungsi gunting bordir adalah….. b. menggunting kain
a. melubangi motif d. sebagai pengganti gunting kain
c. membuang kotoran pada kain
3. Posisi runner (gerigi mesin) pada saat membordir dalam keadaan…..
a. terpasang (dinaikkan) b. tidak terpasang (diturunkan)
c. di lepas d. di diamkan
4. Pada saatmembordir kain katun,ukuran jarumyang digunakan bernomor….
a. 9 b. 11
c. 12 d. 13
5. Pegas pengatur ketegangan benang atas pada saat membordir dalam keadaan……
a. kencang b. kendor
c. sangat kencang d. sedang
14
6. Apabila bahan yang dibordir pada pemidangan/raam posisinya kendor, maka hasil
bordirannya….
a. tidak ada pengaruhnya b. kain akan berkerut
c. kain berlubang d. kain akan terlipat
7. Mesin yang digunakan untukmembordir kondisi kelembaban minyaknya harus…..
a. kering b. basah kuyup c. cukup lembab d. sedang saja
8. Apabila jarum yang digunakan untuk membordir sudah tumpul,maka pengaruhnya pada
kain adalah…..
a. benang tenun tersangkut b. jarum patah
c. bordiran berlubang c. tidak ada pengaruhnya
9. Bordir gelombang sebelumdijahit lompat,terlebih dahulu dibuat….
a. jahit/setiklurus b. jahit renggang
c. jahit jelujur d. jahit zigzag
10. Bordir lubang kecil apabila menggunakan mesin jahit manual membutuhkan….
a. gunting kain b. gunting zigzag
c. gunting benang d. gunting bordir
15
B. Tes Praktik
Buatlah bordir pada benda sederhana (Produk) dengan ketentuan sebagai berikut:
1. Waktu yang disediakan 5 jam pelajaran (6 x 45 menit)
2. Motif Bordir yang di buat antara lain (di acak)
a. Ringgit-ringgit
b. Loncat
c. Esek
16