The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by rizkinurafifah21, 2022-02-03 05:52:05

Spesiasi - Makalah Biologi -Kel5

Spesiasi - Makalah Biologi -Kel5

MAKALAH BIOLOGI
“SPESIASI”

DISUSUN OLEH
KELOMPOK 5

NAMA :
1. ADAM ADNAN (01)

2. DASIRI (06)
3. M. PUTRA RIZKY JULIANTO (24)

4. RIZKI NUR AFIFA (31)
5. SITI UMI ELSA (32)
6. SRI ADISTIYA (33)

KELAS XII MIPA 4
SMAN 1 PALIMANAN
Jl. KH. Agus Salim No. 128 Palimanan Telp. (0231) 8825140

KATA PENGANTAR

Puji syukur kami ucapkan atas rahmat dan karunia yang Allah SWT
berikan sehingga kami dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“SPESIASI EVOLUSI” .

Sholawat dan salam kepada Nabi Muhammad SAW. Karena beliau
kita dapat mempelajari ilmu pengetahuan seperti saat ini. Penulisan
makalah ini bertujuan untuk sarana belajar siswa SMAN 1 Palimanan
dalam mempelajari materi Spesiasi Evolusi pada mata pembelajaran
Biologi. Kami ingin menyampaikan terimah kasih kepada pihak-pihak
yang telah membantu menyelesaikan makalah ini, antara lain :

1. Ibu Ratnawati,S.Pd sebagai guru mata pelajaran Biologi

2. Semua anggota kelompok yang telah membantu dalam menyelesaikan
penulisan makalah ini.

Semoga semua bantuan dan dukungan yang telah diberikan bernilai
ibadah di sisi Allah SWT. Kami berusaha untuk menyusun makalah ini
dengan sebaik mungkin dan menyadari tentu ada kekurangan, oleh
karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang membangun guna
perbaikan makalah ini. Semoga bermanfaat bagi kita semua.

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR……………………………………….………….I
DAFTAR ISI……………………………………………………………II
BAB 1 PENDAHULUAN………………………………………………1
1.1 Latar Belakang………………………………………………………1
1.2 Rumusan Masalah…………………………………………………...2
1.3 Tujuan……………………………………………………………….2
BAB 2 PEMBAHASAN……………………………………………......3
2.1 Pengertian Spesiasi…………………………………………………3
2.2 Mekanisme Isolasi Spesiasi…………………………………………5
2.3 Model Model Mekanisme Spesiasi………………………………...10
BAB 3 PENUTUP …………………………………………………….12
Kesimpulan…………………………………………………………….12
Saran…………………………………………………………………...12
DAFTAR PUSAKA…………………………………………………...13

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Evolusi adalah proses perubahan struktur tubuh makhluk hidup yang berlangsung sangat
lambat dan dalam waktu yang sangat lama. Evolusi juga merupakan perkembangan makhluk
hidup yang berlangsung secara perlahan-lahan dalam jangka waktu yang lama dari bentuk
sederhana ke arah bentuk yang komplek. Evolusi juga dapat diartikan proses perubahan yang
berlangsung sedikit demi sedikit dan memakan waktu yang lama.

Teori evolusi dimaksudkan sebagai penjelasan tentang bagaimana evolusi itu terjadi
(mekanisme evolusi). Bisa terjadi ada beberapa penjelasan yang diberikan mengenai suatu
fenomena. Mengenai evolusi, pada abad ke-19 Lamarck memberikan penjelasan bagaimana
evolusi itu terjadi, yang dikenal sebagai teori evolusi Lamarck atau teori Lamarck. Penjelasan
yang diberikan oleh Lamarck itu kemudian dianggap tidak benar karena ada penjelasan lain yang
dipandang lebih memuaskan, terutama yang diberikan oleh Darwin dan dikenal sebagai teori
evolusi Darwin atau teori Darwin.

Faktor-faktor yang mempengaruhi evolusi adalah seleksi alam, mutasi dan peran isolasi
dalam pembentukan spesies baru. Ada perjuangan untuk hidup yaitu antara individu-individu
dalam suatu spesies untuk mendapatkan makanan, air, cahaya atau faktor-faktor lain yang
penting dalam lingkungan itu. Melalui peristiwa isolasi dapat ditetapkan adanya perbedaan
genetik. Organisme yang hidup di sekitar kita telah mengalami tahap-tahap isolasi menuju
pembentukan spesies baru. Bukti teori evolusi adalah; adaptasi dan seleksi alam. Seleksi alam
berlangsung secara mikro evolusi, dengan hasil akhirnya adalah adaptasi. Dua unsur yang
terdapat pada teori Evolusi Darwin, yaitu; adaptasi dan pembentukan spesies baru. Terjadi
adaptasi melalui proses mikro evolusi, yakni perubahan pada individu dalam populasi secara
bertahap untuk membentuk spesies baru.

Pada makalah ini akan dijelaskan secara terperinci tentang pembentukan spesies baru
(spesiasi).

Spesiasi merupakan salah satu dari hasil akhir dari semua proses evolusi hingga
akhirnysa suatu spesiesnyang sesuai dengan keadaan alam yang ditinggalinya . Spesiasi adalah
proses pembentukan spesies baru melalui mekanisme tertentu. Para ilmuan membedakan spesies
berdasarkan kemampuan organism untuk dapat melakukan perkawinan dan menghasilkan
keturunan yang fertile (subur) atau memiliki kemampuan untuk melakukan hal tersebut.
Memiliki kemampuan berarti kedua organism tersebut dapat melakukan perkawinan dan
menghasilkan keturunan fertile, meskipun hakl tersebut tidak terjadi di alam.

Adanya isolasi reproduksi menyebabkan perkawinan antarspesies tidak dapat terjadi.
Suatu kelompok dalam satu spesies dapat kehilangan kemampuan untuk melakukan perkawinan
dengan kelompok lain. Ketika beberapa varietas dari suatu spesies terisolasi secara reproduksi ,
dalam waktu lama varietas tersebut dapat menjadi spesies baru.

1.2 Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang di atas maka rumusan masalah dapat dirumuskan sebagai berikut:
- apakah pengertian dari spesiasi?
- apakah yang dinamakan mekanisme isolasi reproduksi isolasi prazigotik dan isolasi
postzigotik?
-   Bagaimanakah mekanisme isolasi spesies?
- bagaimanakah model - model mekanisme spesiasi dan contoh dari model - model tersebut?

1.3 Tujuan

Tujuan penulisan dalam makalah ini adalah sebagai berikut:
- Untuk mengetahui dan memahami pengertian dari spesiasi evolusi
 -Untuk mengetahui dan memahami mekanisme isolasi spesies.

-Untuk mengetahui model – model mekanisme spesiasi

BAB II

PEMBAHASAN

2.1 Pengertian Spesiasi.

Spesiasi merupakan salah satu dari hasil akhir dari semua proses evolusi hingga
akhirnysa suatu spesiesnyang sesuai dengan keadaan alam yang ditinggalinya . Spesiasi adalah
proses pembentukan spesies baru melalui mekanisme tertentu. Para ilmuan membedakan spesies
berdasarkan kemampuan organism untuk dapat melakukan perkawinan dan menghasilkan
keturunan yang fertile (subur) atau memiliki kemampuan untuk melakukan hal tersebut.
Memiliki kemampuan berarti kedua organism tersebut dapat melakukan perkawinan dan
menghasilkan keturunan fertile, meskipun hakl tersebut tidak terjadi di alam.

Adanya isolasi reproduksi menyebabkan perkawinan antarspesies tidak dapat terjadi.
Suatu kelompok dalam satu spesies dapat kehilangan kemampuan untuk melakukan perkawinan
dengan kelompok lain. Ketika beberapa varietas dari suatu spesies terisolasi secara reproduksi ,
dalam waktu lama varietas tersebut dapat menjadi spesies baru.

Spesiasi merupakan unit dasar untuk memahami biodiversitas. Spesies adalah adalah
kata dalam bahasa latin yang berarti “jenis” atau “penampakan”.Waluyo (2005) menyatakan
bahwa spesies adalah suatu kelompok organisme yang hidup bersama di alam bebas, dapat
mengandalkan perkawinan secara bebas, dan dapat menghasilkan anak yang fertil dan
bervitalitas sama dengan induknya. Namun di sisi lain pertanyaan tentang “apa itu spesies telah
menimbulkan perdebatan berkepanjangan sementara konsep-konsep spesies baru terus
bermunculan. Riyanto dalam Mayden ( 1997) dan Ariyanti (2003) mengatakan bahwa saat ini
ada sekurang-kurangnya 22 konsep untuk mendefenisikan spesies yang semuanya tampak

berbeda-beda. Itu artinya bahwa para ahli memiliki pandangan yang berbeda-beda dalam
memahami tentang spesies. Munculnya keanekaragaman konsep spesies ini dilatarbelakangi oleh
dua alasan yang mendasar. Alasan pertama adanya perbedaan pendapat tentang spesiasi yang
merupakan proses munculnya suatu spesies baru. Karena spesiasi bukan hanya menarik perhatian
para ahli evolusi, tetapi juga memikat perhatian dari berbagai disiplin ilmu biologi lainnya
seperti morfologi, genetika, ekologi, fisiologi, paleontologi, biologi reproduksi, dan biologi
tingkah laku. Alasan kedua adalah karena spesies adalah hasil proses evolusi yang terus berjalan.
Artinya bahwa konsep spesies yang dibuat berdasarkan proses spesiasi yang dibuat ketika spesies
itu benar-benar sudah sampai pada akhirnya.

              Diantara sekian banyak konsep tentang spesies, Sterns and Hoekstra (2003) menyatakan
bahwa Ernst Mayr pada tahun 1963 mendefinisikan konsep spesies biologis yang dapat diterima
secara luas. Spesies menurut biological species conncept (BSC) adalah suatu populasi atau
kelompok populasi alami yang secara aktual memiliki potensi dapat saling
kawin (interbreeding) dan menghasilkan keturunan yang fertil, namun tidak dapat menghasilkan
keturunan yang fertil jika kawin dengan spesies lain. Dengan kata lain suatu spesies biologi
adalah unit populasi terbesar dimana pertukaran genetik mungkin terjadi dan terisolasi secara
genetik dari populasi kelompok lainnya. Konsep ini didasarkan pada dua pandangan biologis
yaitu reproduksi seksual meningkatkan keseragaman dalam gen pool melalui rekombinasi
genetik dan jika dua kelompok populasi itu tidak dapat melakukan kawin silang maka di sana
terjadi aliran gen. Ketidakmampuan penggabungan perkawinan akan memunculkan spesies yang
berasal dari penggabungan bersama pada beberapa waktu berikut setelah kondisi telah
mengalami perubahan. Jadi berdasarkan konsep ini, maka kriteria yang menentukan keberhasilan
reproduksi seksual adalah kemampuan untuk menghasilkan keturunan yang fertil. Konsep
spesies ini tidak berlaku untuk organisme aseksual dan hibridisasi antar spesies.

              Spesies dalam pandangan modern adalah suatu golongan populasi yang alami (deme)
yang tersendiri secara genetis dan memiliki bersama suatu gene pool. Suatu spesies adalah unit
atau kesatuan terbesar dalam populasi, di dalamnya terjadi pertukaran gen. Kebanyakan spesies
dipisahkan dengan perbedaan-perbedaan yang nyata secara anatomi, fisologi dan tingkah laku.

              Dari uraian di atas dapat disimpulkan bahwa spesiasi merupakan proses  pembentukan
spesies baru yang disebabkan oleh berbagai faktor dimana spesies baru yang dibentuk lambat
laun sifat atau prilakunya akan berbeda.

2.2 Mekanisme Isolasi Spesiasi

2.2.1 Pengertian

Mekanisme Isolasi menurut Futuyama (1981) dalam bukunya Evolutionary
Biologi adalah karakteristik biologi yang menyebabkan spesies simpatrik (yang menempati
daerah geografi yang sama atau saling menutup dengan daerah persebaran geografi) tetap
bertahan (eksis), misalnya mempertahankan gene pool yang terbatas. Istilah ini mungkin kurang
menguntungkan karena pola ini meliputi pencegahan interbreeding (pembiakan dengan spesies
yang berbeda) yang mana sering kali menjadi kasus yang sering muncul.

2.2.2  Macam Mekanisme Isolasi

a.      Premating Isolating
Premating Isolating Mechanisme adalah upaya mencegah gamet bertemu untuk

membentuk zigot (mencegah persilangan). Premating Isolating Mechanisme kadang-kadang
memiliki dasar ekologis seperti pada spesies Spadefoot toads (Scphiopus) yang jarang bertemu
karena perbedaan tipe tempat hidup dan pada parasit yang bertemu pada spesies inang yang
berbeda. Spesies bisa saja terisolasi hanya sementara saja, seperti pada tumbuhan yang
mempunyai musim berbunga yang berbeda atau serangga bertemu pada waktu yang berbeda
pada malam hari. Meskipun isolasi ekologis dan temporal (sementara) pada spesies simpatrik
tidak lengkap, mereka biasanya tidak melakukan interbreed (persilangan) karena karena kondisi
fisiologis atau bentuk perilaku (Levin 1978). Hewan yang menyerbukkan tanaman yang berbeda
dalam bentuk dan warna bunga yang justru menarik hewan yang berbeda.

b. Postmating Isolation
Postmating Isolation adalah mekanisme yang mengurangi keberhasilan  persilangan.

       2.2.3 Klasifikasi Mekanisme Isolasi

a.      Isolasi Geografi
Menurut pendapat Campbel  dalam buku evolusi molekuler (Riyanto,2012:116)

mengemukakan bahwa proses-proses geologis dapat memisahkan suatu populasi menjadi dua
atau lebih terisolasi. Suatu daerah pegunungan bisa muncul dan secara perlahan-lahan
memisahkan populasi organisme yang hanya dapat menempati dataran rendah, suatu danau besar
bisa surut sampai terbentuk hambatan bagi penyebaran spesies, maka populasi yang demikian
tidak akan lagi bertukar susunan gennya dan evolusinya berlangsung sendiri-sendiri. Seiring
dengan berjalannya waktu, kedua populasi tersebut akan mati berbeda sebab masing-masing
menjalani evolusi dengan cara masing-masing. Hampir semua para ahli biologi berpendapat
bahwa sebagian besar faktor yang mencegah persilangan adalah pemisahan secara
geografis. Kalau sistem populasi yang semula continue dipisahkan oleh sebab-sebab geografis
yang menyebabkan hambatan bagi penyebaran spesies, maka sistem populasi yang terpisah ini
tidak mungkin memepertukarkan susunan gen mereka dan sistem evolusi mereka selanjutnya
akan terpisah. Di dalam waktu yang cukup lama, kedua sistem populasi yang terpisah itu
semakin berbeda sebab masing-masing menjalani evolusi dengan caranya masing-masing.

b.      Isolasi Reproduksi
Isolasi reproduksi adalah dua populasi/spesies yang terdapat pada daerah yang sama tidak

mampu elakukan  perkawinan. Isolasi reproduksi dapat di bedakan menjadi isolasi prazigot dan
poszigot.

1.      Isolasi Prazigot
            Isolasi prazigot mencegah perkawinan individu. Isolasi ini dapat timbul akibat :

a.  Isolasi Ekologi, mengakibatkan dua populasi yang terpisah oleh habitat yang berbeda tidak
dapat melakukan perkawinan pada daerah geografi yang sama.

Contoh : pada katak pohon dan kodok .

Pada awalnya, mereka adalah satu spesies yaitu amfibi. Masalahnya, si amfibi ini punya
perbedaan habitat. Meskipun ada di wilayah yang sama, amfibi yang satu hobinya nongkrong di
air, main ke sawah. Sementara amfibi yang satu lagi suka di tempat kering, dan manjat-manjat
pohon. Pada akhirnya, lama kelamaan, amfibi ini menjadi dua spesies yang berbeda. Amfibi
yang hobi ke sawah menjadi kodok, sementara yang suka manjat pohon menjadi katak pohon. 

b.  Isolasi temporal, terjadi akibat perbedaan waktu kematangan antara individu jantan dan
betina.

Contoh : pada pinus radiata dan pinus muricata keduanya terdapat dibebrapa tempat di California
dan tergolong simpatrik. Kedua jenis pinus tersebut dapat disilangkan tetapi perkawinan silang
ini boleh dikatakan tidak pernah terjadi di alam. Hal ini disebabkan karena perberdaan masa
berbunga pinus radiata mengalami pematangan bunga pada awal februari identitas sedangkan
pinus muricata mengalami pematangan bunga pada bulan april. Keduanya tumbuh didaerah
semenanjung Monterey di california .

c. Isolasi perilaku
Isolasi perilaku terjadi jika dua populasi yang berkerabat memiliki perbedaan kebiasaan dalam
melakukan perkawinan. Dengan adanya perilaku ini, reproduksi hanya dapat terjadi antara
populasi yang dapat mengerti perilaku tersebut. Perilaku ini dapat berupa suara, tingkah laku,
dan sekresi zat kimia. Isolasi perilaku umumnya terjadi pada burung dan ikan.
Contoh :

Di Amerika Utara, ada jenis burung yang bernama Meadowlark. Secara fisik, burung
ini berwarna cokelat, punya corak kekuningan dan hitam di lehernya. Tapi, satu hal yang unik
adalah, burung ini suka bernyanyi. Dan iya, tidak semua burung ini punya cara bernyanyi yang
sama. Ada kelompok burung yang lebih suka nyanyi penuh melodi dan kicauan yang jelas. Di
sisi lain, ada kelompok burung yang kicauannya cenderung panjang kayak bunyi suling.
Ternyata, kicauan ini menarik jenis betina yang berbeda juga. Ada tipe cewek yang suka sama
cowok skillfull, ada yang sukanya sama burung-burung pedangdut. Alhasil, lama-kelamaan
mereka menjadi dua jenis burung yang berbeda: burung Meadowlark Barat untuk burung
yang suka berkicau panjang seperti suling, dan Meadowlark Timur untuk burung
yang kicauannya pendek-pendek dan penuh melodi.

d. Isolasi Mekanik, adalah isolasi yang menyangkut struktur tubuh dan perbedaan pada sel
kelamin yang menyebabkan tidak terjadinya reproduksi.

Contoh : pada dua spesies bunga sage, penyerbukan kedua bunga sangat bergantng pada
serangga,seperti lebah. Akan tetapi, kedua spesies memiliki perbedaan bentuk dan ukuran petal
yang hanya dapat dihinggapi pollinator tertentu. Satu spesies pollinator cenderung hanya
membantu tumbuhan yang masih satu spesies.

(a) Bunga sage hitam kecil hanya dapat dihinggapi pollinator kecil, sedangkan (b) bunga
sage besar memiliki struktur yang kuat untuk dihinggapi pollinator besar. . Berbeda dengan

tanaman sage putih yang memiliki struktur bunga yang besar yang hanya dapat diserbukan oleh
lebah besar.

2.      Isolasi Poszigot
Isolasi poszigot terjadi jika isolasi prazigot gagal. Isolasi ini menghalangi

berkembangnya zigot atau jika zigot telah terbentuk akan menjadi organisme mandul. Isolasi
poszigot meliputi:
a.       Hibrid

Embrio yang terbentuk dari dua spesies yang berbeda akan gugur, disebabkan gen-gen
dari kedua induk yang berbeda tidak dapat bekerja sama mendorong mekanisme membentuk
embrio normal.
b.      Hibrid Mandul

Hibrid mandul terjadi jika induk memiliki jumlah kromosom yang berbeda, sehingga
sinapsis/pasangan kromosom homolog dalam meiosis tidak terjadi.

c.       Hibrid Pecah
Kadang-kadang hibrid berkembang subur dan dapat menghasilkan generasi F2 dari

persilangan antara dua hibrid atau hibrid dengan galur induk. Filial-filial (F2) yang dihasilkan
tersebut dinamakan hybrid pecah.

Contoh isolasi poszigotik :  Singa dan harimau. Mereka adalah dua jenis hewan yang

berbeda. Singa merupakan jenis Panthera leo, sementara harimau Panthera tigris. Tapi, jika
“dikawinpaksakan”, mereka akan menghasilkan keturunan baru yang tidak ada sebelumnya. Jika
singa jantan dikawinkan dengan harimau betina, maka akan menghasilkan spesies

bernama liger. Di sisi lain, kalau kita mengawinkan singa betina dan harimau jantan,
akan membuat spesies baru bernama tigon. Para ilmuwan menyebut hewan-hewan
hasil kawin paksa ini dengan sebutan “hewan hibrid”. Lalu, kenapa kita tidak pernah
menemukan liger dan tigon di alam? Kenapa gak ada nama hewan ini di buku
nama-nama hewan anak kecil? Ya karena pada dasarnya, habitat hidup singa dan
harimau sangat berbeda. Makanya, mereka gak akan saling ketemu di alam liar.
Masalahnya, keturunan dari hewan-hewan yang “dikawinpaksa” ini akan menjadi
salah satu di antara 2 efek ini: mengalami kematian/inviabilitas (ini kalo spesiesnya
benar-benar jauh. Contoh: Kuda pejantan, dan kuda laut.)Adapun efek lainnya
adalah, keturunan hewan hibrid menjadi steril (mandul). Iya, semua liger, tigon,
dan mule adalah hewan-hewan mandul yang tidak akan bisa berkembang biak lagi.

2.3 Model – Model Mekanisme Spesiasi

a.      Spesiasi Alopatrik

.

Spesiasi Alopatrik
Merupakan spesiasi melalui isolasi geografik, misalnya melalui fragmentasi habitat dan
migrasi. Seleksi di bawah kondisi demikian dapat menghasilkan perubahan yang sangat cepat
pada penampilan dan perilaku organism,Karena seleksi dan hanyutan bekerja secara bebas pada
populasi yang terisolasi, pemisahan pada akhirnya akan menghasilkan organisme yang tidak
akan dapat berkawin campur.
Spesiasi alopatrik terjadi karena adanya penghalang fisik seperti sungai, gunung, letak geografis
dan sebagainya.  Penghalang ini memisahkan sebuah populasi dari populasi induknya, yang
berarti memotong aliran gen antar kedua pupulasi tersebut.  Setelah terisolasi mereka
membentuk sejumlah perbedaan genetik, termasuk penghalang reproduksi yang membedakannya
dari populasi induknya.  Hal ini terjadi pada tupai scuriurus arberti dan sciurus kaibabensis di
grand canyol yang dibatasi / terpisah oleh sungai Colorado.

b. spesiasi simpatrik

 Spesiasi Simpatrik

Merupakan spesiasi tanpa isolasi geografik,  Mekanisme ini cukup langka karena hanya dengan
aliran gen yang sedikit akan menghilangkan perbedaan genetika antara satu bagian populasi
dengan bagian populasi lainnya. Secara umum, spesiasi simpatrik pada hewan memerlukan
evolusi perbedaan genetika dan perkawinan tak-acak, mengijinkan isolasi reproduksi
berkembang. Salah satu jenis spesiasi simpatrik melibatkan perkawinan silang dua spesies yang
berkerabat, menghasilkan spesies hibrid. Hal ini tidaklah umum terjadi pada hewan karena
hewan hibrid bisanya mandul. Sebaliknya, perkawinan silang umumnya terjadi pada tanaman,
karena tanaman sering menggandakan jumlah kromosomnya, membentuk poliploid. Ini
mengijinkan kromosom dari tiap spesies tetua membentuk pasangan yang sepadan selama
meiosis. Salah satu contoh kejadian spesiasi ini adalah ketika tanaman Arabidopsis
thaliana dan Arabidopsis arenosa berkawin silang, menghasilkan spesies baru Arabidopsis
suecica.

c. spesiasi parapatrik

Spesiasi parapatrik adalah proses evolusi populasi yang secara geografis besebelahan
menjadi spesies yang baru. Dalam ilmu biogeografi, parapatri adalah hubungan
antar organisme yang persebarannya tidak sama tetapi bersebelahan; mereka kadang-kadang
bertemu di suatu zona yang sempit. Parapatri merupakan persebaran geografis yang berbeda
dengan simpatri (wilayah yang sama) dan alopatri (wilayah yang sepenuhnya berbeda).
Persebaran parapatri dapat menyebabkan spesiasi menjadi spesies saudara seiring berjalannya
waktu.

Contohnya adalah spesies utama tikus rumah di Eropa (Hunt dan Selander 1973). Sebuah zona
hibridasi memisahkan tikus rumah utara yang berwarna menonjol-terang (Mus Musculus) di
Eropa utara dan tikus rumah barat yang berwarna menonjol-gelap (M. domesticus) di Eropa
barat.

d. Spesiasi Peripatrik

Spesiasi peripatrik merupakan sub-bagian dari spesiasi alopatrik. Spesiasi peripatrik terjadi
dalam populasi dimana tepi (garis lingkaran) [wilayah] spesies yang terisolasi dan [kemudian]
berkembang secara berbeda untuk membentuk/menciptakan spesies baru. Populasi pendiri
dengan jumlah kecil seringkali terlibat/termasuk/ikut. Contoh yang sangat menarik dari spesiasi
peripatrik adalah burung pekakak surga (Tanysipera) dari Papua Newguinie (Mayr 1942).
Spesies utama, pekakak surga biasa (T. galatea galatea), hidup pada/di Pulau Utama—Papua

Newguinea. Wilayah sekitar pantai dan kepulauan tersebut merupakan rumah bagi pasukan ras
[burung pekakak surga] yang memiliki perbedaan bentuk.

BAB III
PENUTUP

3.1 KESIMPULAN

Spesiasi adalah proses suatu spesies berdivergen menjadi dua atau lebih spesies. Terdapat empat
mekanisme spesiasi yang paling umum terjadi pada hewan adalah spesiasi alopatrik, yang terjadi
pada populasi yang awalnya terisolasi secara geografis, misalnya melalui fragmentasi
habitat. Mekanisme kedua adalah spesiasi peripatrik, yang terjadi ketika sebagian kecil populasi
organisme menjadi terisolasi dalam sebuah lingkungan yang baru. Ini berbeda dengan alopatrik
dalam hal ukuran populasi yang lebih kecil dari populasi tetua. Mekanisme ketiga spesiasi
adalah spesiasi parapatrik. Ia mirip dengan spesiasi peripatrik dalam hal ukuran populasi kecil
namun berbeda dalam hal tidak adanya pemisahan secara fisik antara dua populasi. Mekanisme
keempat spesiasi adalah spesiasi simpatrik, di mana spesies berdivergen tanpa isolasi
geografis. Mekanisme spesiasi dapat dibagi menjadi empat yaitu isolasi geografi, isolasi
reproduksi, isolasi ekologi dan isolasi popiploidi. Isolasi geografis adalah terpisahnya satu
spesies yang sama oleh suatu keadaan geografis menjadi dua atau lebih kelompok

populasi. Isolasi reproduksi  adalah dua  populasi/spesies yang terdapat pada daerah yang sama
tidak mampu melakukan interhibridasi (perkawinan). Isolasi ekologi merupakan bagian dari
isolasi reproduksi. Sedangkan isolasi poliploidi adalah kondisi pada suatu organisme yang
memiliki set kromosom (genom) lebih dari sepasang. Menurut pengertiannya,spesies adalah
populasi makhluk hidup yang mampu melakukan reproduksi sesamanya dan menghasilkan
keturunan yang fertile.Namun, tidak dapat melakukan reproduksi antara satu speies daengan
spesies lain adalah hal yang tidak mungkin,karena terjadi isolasi reproduksi antarspesies. Oleh
karena itu,kunci dari spesiasi adalah adanya isolasi reproduksi.

3.2 SARAN

Pada pembuatan makalah ini mungkin tidak menampilkan penjelasan secara mendalam. Oleh
karena itu, kami meminta kritik dan saran yang membangun dari pembaca sehingga kami dapat
memperbaki pada makalah selanjutnya.

DAFTAR PUSAKA

https://lazarus-sihak.blogspot.com/2014/09/makalah-spesiasi.html
http://nurulita1812.blogspot.com/2015/08/normal-0-false-false-false-in-
x-none-x.html
https://artikelpengertianmakalah.blogspot.com/2015/05/proses-spesiasi-
dalam-evolusi-isolasi.html

https://www.ruangguru.com/blog/spesiasi#:~:text=dari%20hasil%20ka
win).-,Isolasi%20Prazigotik,gampang%20adalah%20katak%20dan%20
kodok

https://www.ruangguru.com/blog/spesiasi

urulbiologi.blogspot.com/2011/11/allopatrik-dan-simpatrik-spesies.html

http://ondyx.blogspot.com/2013/08/munculnya-spesies.html


Click to View FlipBook Version