LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI “ Pengaruh Cahaya Terhadap Percobaan Sachs “ Disusun Oleh : KELOMPOK 5 1. Gendis Swacitasari Gayatri ( 13 ) 2. Illona Anindya (15 ) 3. Kevin Yuhan Wahyu Pratama ( 17 ) 4. Saiful Haq ( 30 ) 5. Septiana Dewi ( 31 ) 6. Tiffani Tri Aulia Zahra ( 34 ) Kelas : XII MIPA 7 SMA NEGERI 1 PALIMANAN JL. KH. AGUS SALIM NO. 128, Pegagan, Kec. Palimanan, Kab. Cirebon
BAB I PENDAHULUAN A. Latar Belakang Fotosintesis adalah proses asimilasi/penyusunan senyawa kompleks dari senyawa sederhana dengan menggunakan sumber energi dari cahaya matahari atau sumber cahaya lain. Fotosintesis hanya dapat dilakukan oleh organisme yang memiliki klorofil atau pigmen “penangkap” energi cahaya lain. Pada peristiwa fotosintesis, CO, dari udara dengan H₂O yang berasal dari dalam tanah akan diubah menjadi karbohidrat. Dalam peristiwa ini akan dikeluarkan oksigen untuk membuktikan adanya zat-zat yang diperlukan dan zat-zat yang dihasilkan dalam fotosintesis, dapat dilakukan percobaan sachs. Fotosintesis terjadi di dalam kloroplas. Kloroplas merupakan organel plastid yang mengandung pigmen hijau daun (klorofil). Sel yang mengandung kloroplas terdapat pada mesofil daun tanaman, yaitu sel-sel jaringan tiang (palisade) dan sel-sel jaringan bunga karang (spons). Di dalam kloroplas terdapat klorofil pada protein integral membrane tilakoid. Klorofil dapat dibedakan menjadi klorofil a dan klorofil b. klorofil a merupakan hijau rumput (green grass pigment) yang mampu menyerap cahaya merah dan birukeunguan. Klorofil a ini sangat berperan dalam reaksi gelap fotosintesis. Klorofil b merupakan pigmen hijau-kebiruan yang mampu menyerap cahaya biru dan merah kejinggaan. Klorofil b banyak terdapat pada tumbuhan, ganggang hijau dan beberapa bakteri autotrof. Klorofil terdapat sebagai butir-butir hijau di dalam kloroplas pada umumnya kloroplas itu berbentuk oval, bahan dasarnya disebut stroma, sedang butir-butir yang terkandung di dalamnya disebut grana. Pada tanaman tinggi ada dua macam klorofil: Klorofil-a: C55H7205N4Mg berwarna hijau tua Klorofil-b: CSSH7006N4Mg berwarna hijau muda Pada percobaan ini, praktikan akan melakukan uji Sachs menggunakan daun tumbuhan pacar air (Impatiens balsamina). Daun tersebut dipilih karena memiliki tekstur yang lembut dan tipis. Dari hasil uji Sachs ini, praktikan dapat mengetahui kandungan amilum yang terdapat pada daun tersebut dengan pengujian menggunakan larutan lugol.
B. Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang sudah disebutkan diatas, maka rumusan masalahnya sebagai berikut: 1. Bagaimana pengaruh cahaya terhadap proses fotosintesis untuk menghasilkan amilum? C. Tujuan Berdasarkan latar belakang yang sudah disebutkan diatas, maka tujuan masalahnya sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui pengaruh cahaya terhadap proses fotosintesis untuk menghasilkan amilum D. Hipotesis Proses fotosintesis tumbuhan membutuhkan cahaya matahari untuk pembetukannya karbohidrat, maka bagian daun yang tertutup warnanya pucat karena tidak menghasilkan karbohidrat dan yang tertutup akan bewarna hitam karena mengandung amilum. Sumber : https://kumparan.com
BAB II LANDASAN TEORI 1. Fotosintesis a. Pengertian Fotosintesis berasal dari kata "foton" yang artinya cahaya, dan "sintesis" yang artinya penyusunan. Jadi, fotosintesis adalah penyusunan senyawa karbon organik (glukosa/amilum) dari senyawa karbon anorganik (karbon dioksida) dan air dengan bantuan cahaya matahari dan klorofil. Fotosintesis ini merupakan sumber energi bagi semua kehidupan di bumi, baik secara langsung maupun tidak langsung. Peristiwa fotosintesis ini disebut juga sebagai anabolisme karbohidrat. Singkatnya, proses fotosintesis ini adalah kemampuan tumbuhan dalam mengubah karbon dioksida dan air menjadi gula dan oksigen. b. Sejarah Joseph Priestley (1771), seorang ahli kimia Inggris menemukan bahwa tumbuhan mengeluarkan suatu gas yang membuat api lilin dapat menyala walaupun dalam tabung gelas yang tertutup. Dalam sungkup tabung gelas tanpa tanaman, api lilin yang dinyalakan cepat padam. Namun setelah ke dalamnya disusupkan tanaman, pada beberapa hari kemudian ternyata lilin dapat dinyalakan lagi. Lilin tetap menyala selama “gas” dari tanaman itu masih ada. Pada waktu itu, Dia belum tahu bahwa gas itu adalah oksigen. 1. Jan Ingenhousz (1779), ahli fisiologi dari German melakukan eksperimen dengan menggunakan tumbuhan air (Hydrila verticilata). Dari percobaannya ditunjukkan tiga hal penting, meliputi : (1) Gas yang dikeluarkan oleh tumbuhan itu ternyata adalah O2, (2) Cahaya matahari dibutuhkan untuk proses tersebut, (3) Bagian yang berhijau daun saja yang mengeluarkan O2. 2. Jean Senebier (1782), seorang ahli botani dari Swiss menemukan bahwa CO2 juga dibutuhkan untuk fotosintesis. 3. Nicholas de Saussure (1804), ahli kimia dan ahli fisiologi Swiss menunjukkan bahwa tanaman tumbuh dari air dan CO2 yang diserapnya. 4. Sachs (1860), menunjukkan bahwa fotosintesis menghasilkan zat gula atau karbohidrat yang disebut amilum.
Berdasar temuan-temuan itu maka pemahaman tentang fotosintesis menjadi semakin lengkap. Fotosintesis kemudian dirumuskan dalam persamaan reaksi kimia sebagai berikut : Semula orang mengira bahwa O2 yang dikeluarkan adalah berasal dari pemecahan gas CO2. Van Niel adalah orang pertama yang menyatakan bahwa O2 itu berasal dari pemecahan air. Hal itu didasarkan dari hasil temuannya tentang fotosintesis bakteri Sulfur. Dengan energi matahari, bakteri Sulfur ternyata juga mampu menyusun zat gula dari CO2 dan gas belerang (H2S), bukan dengan air (H2O) seperti pada tumbuhan. Bakteri ini melepaskan S, yang tentu berasal dari pemecahan H2S. Persamaan reaksinya dinyatakan sebagai berikut : Senada dengan hal itu, maka Van Niel menduga bahwa O2 yang dilepaskan pada fotosintesis tumbuhan adalah berasal dari pemecahan air (H2O). Ruben dan Kamen (1941), melakukan percobaan fotosintesis dengan menggunakan air bertanda. Pada air tersebut, komponen O-nya diberi tanda yang mudah dikenali dengan alat tertentu. Dengan cara ini, Dia berhasil membuktikan bahwa “gas” yang dilepaskan itu adalah O2 yang bertanda. Oksigen itu tentu berasal dari pemecahan air bertanda. Pemecahan air dengan energi cahaya yang diserap oleh sel-sel daun yang berfotosintesis ini disebut fotolisis. Dengan demikian, persamaan fotosintesis yang lengkap adalah sebagai berikut :
c. Letak Fotosintesis terjadi pada daun, tepatnya di beberapa tempat tergantung dengan reaksinya. d. Tahap-tahap Secara umum, proses fotosintesis dapat dinyatakan dengan persamaan reaksi kimia berikut : Di mana karbon dioksida dan air sebagai bahan, cahaya dan klorofil sebagai alat utama, dan karbohidrat juga oksigen menjadi hasilnya. Namun dalam proses fotosintesis ini terbagi menjadi 2 reaksi, yaitu reaksi terang yang memerlukan cahaya (yang di dalamnya melibatkan proses fotolisis), dan reaksi gelap yang tidak memerlukan cahaya. Pada reaksi terang, terbagi lagi menjadi reaksi terang nonsiklik dan reaksi terang siklik. Pada reaksi terang nonsiklik, terdiri dari kurang lebih delapan tahapan untuk menghasilkan ATP dan NADPH. Pada reaksi terang nonsiklik ini juga terjadi proses fotolisis yaitu penguraian air dengan bantuan cahaya matahari yang membantu proses reaksi terang nonsiklik ini berlangsung. Sedangkan pada reaksi terang siklik, hanya terdiri dari satu rangkaian proses yang berbentuk siklus (berulang), yang akan menghasilkan ATP sebanyak-banyaknya. Sebenarnya, bahan yang diperlukan pada reaksi terang hanyalah H2O, dan hasilnya adalah O2 (dari fotolisis). Selanjutnya, ATP dan NADPH akan diteruskan untuk keberlangsungan reaksi gelap. Pada reaksi gelap, bahan yang dibutuhkan hanyalah CO2 dan nantinya akan menghasilkan karbohidrat/glukosa/amilum sebagai bahan makanan. ATP dan NADPH akan diuraikan kembali menjadi ADP dan NADP+ untuk diproses kembali pada reaksi terang. Dapat disimpulkan bahwa reaksi kimia dari proses fotosintesis terbagi menjadi dua, H2O digunakan di reaksi terang, CO2 digunakan di reaksi gelap, O2 dihasilkan dari reaksi terang, dan C6H12O6 dihasilkan pada reaksi gelap.
e. Faktor-faktor yang Mempengaruhi 1) Intensitas cahaya Laju fotosintesis akan lebih maksimum ketika banyak cahaya. 2) Konsentrasi CO2 Semakin banyak CO2 di udara, makin banyak jumlah bahan yang dapat digunakan tumbuhan untuk melangsungkan fotosintesis. 3) Suhu Enzim-enzim yang bekerja dalam proses fotosintesis hanya dapat bekerja pada suhu optimumnya. 4) Kadar air Kekurangan air dapat menyebabkan stomata menutup, menghambat penyerapan CO2, sehingga mengurangi keefektifan fotosintesis. 2. Sachs Pada tahun 1962, Gustav Julius Von Sachs, membuktikan bahwa pada fotosintesis terbentuk karbohidrat amilum. Adanya amilum dapat dibuktikan dengan pengujian dengan yodium, amilum dengan yodium memberikan warna hitam.Amilum hanya terdapat pada bagian daun yang hijau dan terkena sinar. Pada percobaan Sachs, daun A yang sebagian tertutup x, terkena sinar sepanjang hari. Daun A tersebut setelah dipetik, direbus, direndam dalam alkohol untuk melarutkan klorofilnya dan setelah itu dicelup dalam larutan lugol. Bagian yang tertutup tampak putih (berarti tanpa amilum), sedang daerah sekitarnya berwarna hitam yang menunjukkan adanya amilum.
BAB III METODE PENELITIAN A. Jenis Penelitian Metode penelitian yang kamu gunakan adalah metode eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan peneliti dalam penelitian ini adalah teknik observasi dan teknik catat yang diamati. Catatan data yang diteliti oleh peneliti kemudian diproses menjadi bentuk laporan. B. Variabel Penelitian Variabel Kontrol, yaitu variabel yang dibuat sama oleh peneliti. Dalam hal ini yang menjadi variabel kontrol adalah : Daun pacar air, Waktu Perebusan dan Takaran air 200 ml Variabel Bebas/Variabel Manipulatif, yaitu variabel yang sengaja dibuat tidak sama. Yang menjadi variabel bebas adalah : Lugol dan Alkohol 70% Variabel Terikat/variabel Respon, adalah variabel yang terjadi akibat perlakuan variabel bebas. Yaitu Yang menjadi variabel terikat adalah : Perubahan warna daun pada bagian yang tertutup maupun tidak tertutup alumunium foil C. Waktu dan Tempat Penelitian • Tempat praktikum : Laboratorium Biologi SMAN 1 Palimanan • Tempat pengujian : Gelas Kimia • Waktu Praktikum : 08.50-10.00 Wib, 26 September 2023 • Waktu Pengujian : 10 Menit D. Alat dan Bahan Alat : •Gelas kimia 250 ml 1 buah •Kaki tiga •Lampu spiritus •Kawat kassa •Cawan petri •Penjepit tabung reaksi •Tabung reaksi 2 buah dan rak tabung reaksi Bahan : •Daun pacar air yang telah ditutup alumunium •Alkohol 70% •Betadine •Air
•Korek api •Spirtus E. Cara Kerja 1. Sediakan tanaman pacar air terlebih dahulu. 2. Setelah itu lapisi setiap daun dengan aluminium sesuai kebutuhan. 3. Diamkan selama seharian terkena sinar matahari. 4. Ketika daun pacar air telah siap, petik 2 helai daun pacar air. 5. Isi gelas kimia dengan 200ml air. 6. Nyalakan spirtus dengan korek. Lalu sediakan kaki tiga dan alas bunsen laboratorium. 7. Taruh gelas kimia yang berisikan air di kaki tiga. 8. Rebus terlebih dahulu air sampai mendidih. 9. Setelah mendidih, lepas alumunium pada daun lalu masukkan daun masukkan daun yang dilapisi aluminium. 10. Rebus daun pacar air selama 5 menit. 11. Sambil menunggu daun pacar air yang direbus, kita tuangkan alkohol pada gelas kimia kecil secukupnya. 12. Setelah mencapai batas waktu perebusan, tiriskan daun lalu pindahkan ke gelas kimia yang berisi alkohol. 13. Kemudian rebus kembali bersamaan daun yang berada di cairan alkohol 14. Rebus daun bersama alkohol selama 10 menit atau sampai daun berwarna pucat. 15. Setelah daun sudah berwarna pucat, lalu ditiriskan. Dan cuci daun dari cairan alkohol dengan air yang mengalir, lalu keringkan. 16. Taruh daun yang sudah dikeringkan pada cawan petri, setelah itu olesi daun dengan cairan betadine pada semua sisinya. 17. Jemurlah daun dan amatilah reaksi yang terjadi.
BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN A. Data Hasil Pengamatan Hasil Pengamatan No. Pengamatan Warna Daun Ditutup Tidak Ditutup 1. Sebelum Direbus Hijau Tua Hijau Tua 2. Direbus Air Hijau Muda Hijau Muda 3. Direbus Alkohol Putih Kehijauan Putih Kehijauan 4. Direbus Lugol Kuning Kuning Kehitaman B. Pembahasan Berdasarkan hasil pengamatan yang telah kami peroleh, kami dapati bahwa hasil penelitian sesuai dengan hipotesis. Hasil pengamatan menunjukkan bahwa daun yang tertutup aluminium foil sejak awal akan berwarna hitam setelah ditetesi lugol karena mengandung amilum. Praktikum ini telah membuktikan adanya perubahan warna pada daun yang ditutup dan tidak ditutup dengan aluminium foil setelah ditetesi lugol. Pada awalnya, setiap daun memiliki klorofilnya masing-masing. Pada daun yang tidak ditutupi oleh aluminium foil akan terjadi proses fotosintesis karena dibantu oleh klorofil dan cahaya matahari sehingga akan menghasilkan amilum. Sedangkan pada daun yang ditutupi aluminium foil tidak terjadi proses fotosintesis karena tidak adanya bantuan dari cahaya matahari sehingga tidak terbentuk amilum pada daun tersebut. Perebusan daun dalam alkohol bertujuan untuk menghilangkan/melarutkan klorofil pada daun sehingga daun yang awalnya berwarna hijau tua berubah warna menjadi hijau muda karena daun telah kekurangan/kehilangan klorofilnya (zat hijau pada daun. Pada saat daun ditetesi cairan lugol, hal itu bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya kadar amilum pada daun. Daun yang tidak ditutupi oleh aluminium foil berubah warna menjadi kuning "kehitaman", warna hitam tersebut menandakan adanya amilum pada daun (sudah berlangsung fotosintesis, sudah menghasilkan amilum). Sedangkan pada daun yang ditutupi oleh aluminium foil tidak muncul bercak-bercak kehitaman, yang artinya tidak terdapat amilum pada daun tersebut (tidak melangsungkan fotosintesis, tidak terbentuk amilum). Dari proses praktikum ini kita dapat mengetahui dan membuktikan bahwa proses fotosintesis itu benar adanya, dan dapat berlangsung apabila ada bantuan dari cahaya matahari. Kita juga dapat membuktikan bahwa hasil akhir dari fotosintesis adalah amilum, yang pada praktikum ini ditandai dengan warna kehitaman.
BAB V PENUTUP A. Kesimpulan Kesimpulannya, Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan, dapat disimpulkan bahwa: Fotosintesis memerlukan cahaya. Buktinya bagian daun yang terbuka terkena cahaya matahari langsung terbentuk amilum dari hasil fotosintesis. Fotosintesis menghasilkan amilum, Buktinya bagian daun yang ditutup aluminium foil (tidak terkena cahaya) berwarna pucat/tidak mengandung amilum karena tidak berlangsung fotosintesis. Ada perbedaan antara daun yang ditutup aluminium foil dengan yang tidak. Setelah ditetesi larutan, bagian permukaan daun yang terbuka berubah menjadi biru kehitaman Ini menandakan adanya amilum yang merupakan hasil fotosintesis. Sedangkan bagian permukaan yang tertutup tampak berwarna pucat. Ini menandakan pada bagian tersebut tidak terdapat amilum karena tidak berlangsung fotosintesis. Maka, dapat disimpulkan bahwa fotosintesis memerlukan cahaya. B. Saran Meskipun penulis menginginkan kesempurnaan dalam penyusunan laporan hasil praktikum ini akan tetapi pada kenyataannya masih banyak kekurangan yang perlu penulis perbaiki. Hal ini dikarenakan masih minimnya pengetahuan penulis. Oleh karena itu kritik dan saran yang membangun dari para pembaca sangat penulis harapkan sebagai bahan evaluasi untuk kedepannya.
DAFTAR PUSTAKA Mutsani, H. (2019), Percobaan Sachs: Pengertian, Sejarah, Teori, Tujuan dan Laporannya Lengkap Retrieved from https://forbes.id/percobaan-sachs-sejarah-teri-tujuan-danlaporannya-lengkap/ aulia, P. author By (2017). Pengertian Fotosintesis: Fungsi, Proses, Reaksi dan Faktor. Retrieved from https://dosenbiologi.com/tumbuhan/pengertianfotosintesis sereliciouz, P. A. (2023), Fotosintesis: Reaksi Terang Biologi Kelas 12 K13 Revisi. Retrieved from https://www.quipper.com/id/blog/mapel/biologi/fotosintesis-reaksi Novianti, I. D. (2017). LAPORAN PRAKTIKUM PERCOBAAN SACHS. Retrieved from https://www.academia.edu/34898973/LAPORAN
BAB VI LAMPIRAN DOKUMENTASI