Ayo Ngaji Tadabur Dalil 7 Asmaul Husna Pengertian Penerapan SMA NEGERI 3 PALOPO Asma’ul Husna TAUFIQ MUSTAMIN, S.Pd.I
Tentang Pembicara • TAUFIQ MUSTAMIN, S.Pd.I • GURU SMA NEGERI 3 PALOPO • MATERI KELAS X SMA NEGERI 3 PALOPO PENDIDIKAN AGAMA ISLAM
Ayo Ngaji
Tadabur
Asma’ul Husna
Pengertian Asma’ul Husna Secara bahasa: Secara istilah: Nama-nama yang indah dan baik Nama-nama yang baik lagi indah yang hanya dimiliki Allah, sebagai bukti keagungan-Nya “Sesungguhnya Allah memiliki 99 nama, Dia ganjil dan mencintai yang ganjil barangsiapa menghafalnya, maka ia akan masuk surga.” (HR. Ibnu Majah)
“Dialah Allah, tidak ada tuhan selain Dia, yang mempunyai nama-nama yang terbaik”. (QS. Thaha: 8) Dalil Naqli Asma’ul Husna • “Dan Allah Swt. memiliki Asmā’ul Husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan (menyebut) nama-nama-Nya yang baik itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang mereka kerjakan.” (QS. Al-A’rāf [7]:180)
Al-Karim Al-Hasib Al-Mu’min Al-Hakim AlGhaffar Al-Akhir Allah Al-’Adl Al-Jaami’ Al-Wakil Al-Matin
semua makhluk-Nya Allah Swt. Yang Mahamulia lagi Maha Pemurah yang memberi anugerah atau rezeki kepada (MAHA MULIA) arti Penjelasan 1. AL-KARIM dalil arti Penjelasan Ulama “Hai manusia apakah yang telah memperdayakanmu terhadap Tuhan Yang Maha Pemurah?” (QS. al-Infitār: 6) Menurut imam al-Ghazali, al-Karim adalah Dia yang apabila berjanji, menepati janjinya, bila memberi, melampaui batas harapan, tidak peduli berapa dan kepada siapa Dia memberi dan tidak rela bila ada kebutuhan dia memohon kepada selain-Nya, meminta pada orang lain. Dia yang bila kecil hati menegur tanpa berlebih, tidak mengabaikan siapa yang menuju dan berlindung kepada-Nya, dan tidak membutuhkan sarana atau perantara.
Menebarkan kebaikan di manapun berada sehingga keberadaan seorang muslim mendatangkan manfaat bagi siapa saja Bersikap pemaaf dan lapang dada kepada siapa saja yang sudah IMPLEMENTASI AL-KARIM berbuat zalim kepadanya Senantiasa menunaikan amanah yang diberikan kepadanya,juga selalu menepati janji yang diucapkan. Mencintai Allah Swt. dan Rasul-Nya dengan melaksanakan segala perintah dan menjauhi larangan-Nya
(Maha Memberi Keamanan dan Maha Tepercaya) المؤمن Allah Maha memberi keamanan dan Maha terpercaya dalam menepati janji-Nya (memberi ganjaran terhadap yang taat dan menghukum terhadap pelaku maksiat) 2.ALMU’MIN Mengamalkan dan meneladani alMu’min, artinya bahwa seorang yang beriman harus menjadikan orang yang ada di sekelilingnya aman dari gangguan lidah dan tangannya. Berkaitan dengan itu, Rasulullah saw. bersabda: “Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman. Demi Allah tidak beriman. Para sahabat bertanya, „Siapa ya Rasulullah saw.?‟ Rasulullah saw. menjawab, „Orang yang tetangganya merasa tidak aman dari gangguannya.‟” (H.R. Bukhari dan Muslim).
Memberikan rasa aman kepada siapapun baik dari lisannya ataupun dari tindakan yang dapat merugikan orang lain Tumbuhnya sikap optimis, tegar menghadapi berbagai cobaan, karena Allah Swt. Telah memberi ketenangan dan jaminan kepada setiap mukmin; IMPLEMENTASI AL-MUKMIN Berpartisipasi aktif menjaga keamanan lingkungan sekolah dan masyarakat Mentaati rambu lalulintas dalam rangka menjaga keselamatan dan keamanan diri sendiri dan orang lain saat berkendara di jalan umum
Allah Swt. yang memelihara dan mengurusi segala kebutuhan makhlukNya, baik itu dalam urusandunia maupun urusan akhirat. “Allah Swt. pencipta segala sesuatu dan Dia Maha PEMELIHARA atas segala sesuatu.” (Q.S. az-Zumar [39]:62) Pendidkan Agama Islam 3. Al-Wakil (Maha Pemelihara)
Berdoa kepada Allah Swt. agar tetap terjaga dari kejahatan yang ditimbulkan manusia dan menjaga diri agar tidak berbuat jahat kepada manusia Memiliki kepedulian terhadap urusan saudara yang seiman di manapun berada. IMPLEMENTASI AL-WAKIL Menjaga segala hal yang diamanahkan kepada diri terkait urusan kemanusian dengan penuh keikhlasan dan semangat. Mengerahkan segala kekuatan yang sudah dianugerahkan Allah Swt. kepada dirinya untuk berkhidmat kepada umat dan memberi manfaat kepada mereka Menyandarkan segala urusannya hanya kepada Allah Swt. Semata setelah berikhtiar agar tidak berputus asa ketika keinginannya tidak terpenuhi atau tidak sombong ketika keinginannya tercapai. Senantiasa memohon ampunan kepada Allah Swt. dan mohon penjagaan-Nya di dalam agama, dunia dan akhirat.
4. Al-Matin (Maha Kokoh) Allah Swt. adalah Mahasempurna dalam kekuatan dan kekokohan-Nya. Kekokohan dalam prinsip sifat-sifat-Nya. Allah Swt. juga Mahakokoh dalam kekuatan-kekuatan-Nya. Oleh karena itu, sifat al-Matin adalah kehebatan perbuatan yang sangat kokoh dari kekuatan yang tidak ada taranya. “Sungguh Allah Swt., Dialah pemberi rezeki yang mempunyai kekuatan lagi SANGAT KOKOH.” (QS. aż-Żariyāt [51]: 58)
Memiliki tekad yang kuat dalam menjaga keutuhan Negara Indonesia Hanya berpegang teguh kepada tali agama Allah Swt. dan tidak ada sesuatupun yang dapat membuatnya berpaling IMPLEMENTASI AL-MATIN Berusahalah sekuat tenaga untuk mengendalikan hawa nafsu yang terdapat dalam diri sehingga seorang muslim tetap berada di jalan yang benar Memiliki prinsip dan pendirian yang kokoh untuk menyebarkan Islam yang memberikan rahmat kepada segenap alam (Islam Rahmatan Lil’alamin)
5. Al-Jaami’ (Maha Mengumpulkan) Allah Swt. Maha Mengumpulkan/Menghimpun segala sesuatu yang tersebar atau terserak. Allah Swt. Maha Mengumpulkan apa yang dikehendaki-Nya dan di mana pun Allah Swt. berkehendak “Ya Tuhan kami, sesungguhnya Engkau MENGUMPULKAN manusia untuk (menerima pembalasan pada) hari yang tak ada keraguan padanya”. Sesungguhnya Allah Swt. tidak menyalahi janji.”(Q.S. Ali Imrān [3]: 9).
IMPLEMENTASI AL-JAAMII Kuatkanlah semangat persatuan agar tidak mudah dipecah belah oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab Tumbuhkan sikap ukhuwwah islamiyah di antara sesama umat Islam tanpa melihat ras, etnis, bahkan negara Kembangkan sikap toleran terhadap perbedaan antara sesama umat Islam selama perbedaan tersebut bukan masalah ushul (pokok). Mengajak umat Islam untuk senantiasa taat kepada Allah Swt., Rasul, dan ulil amri selama perintah ulil amri tersebut tidak melanggar aturan agama
Mahaadil, sangat sempurna keadilan-Nya dan tidak terbatas, keadilan manusia terbatas (kadang khilaf, salah, condong terhadap sesuatu yang dicintainya dan lain-lain). “Telah sempurnalah kalimat Tuhanmu (al-Qur‟ān), sebagai kalimat yang BENAR DAN ADIL. Tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat- Nya dan Dia-lah yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. al- An‟ām [6]: 115). Pendidikan Agama Islam 6. Al-’Adlu (Mahaadil) العدل
Menetapkan hukum yang sama kepada siapa saja yang bersalah, tidak menerapkan seperti yang dikatakan pepatah “tumpul ke atas tajam ke bawah” Hendaknya menempatkan sesuatu pada tempatnya, sehingga tidak menimbulkan masalah IMPLEMENTASI AL-’ADL Jadilah bagian dari solusi bukan bagian dari masalah untuk mendapat ketenangan dan kedamaian dalam hidup Tidak melakukan keberpihakan ketika menjadi seseorang yang dipercaya untuk memutuskan suatu perkara atau sesuatu yang lainnya Bersikap sportif dengan berani mengakui kesalahan yang sudah diperbuat. Memberikan perlakuan yang sama kepada semua orang dalam pergaulan sehari-hari
7. Al-Akhir (Maha Akhir) Allah Swt. Mahakekal tatkala semua makhluk hancur, Mahakekal dengan kekekalanNya. Adapun kekekalan makhluk-Nya adalah kekekalan yang terbatas, seperti halnya kekekalan surga, neraka, dan apa yang ada di dalamnya. Surga adalah makhluk yang Allah Swt. ciptakan dengan ketentuan, kehendak, dan perintah-Nya. “Dialah Yang Awal dan AKHIR Yang Zahir dan Yang Batin, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu “. (Q.S. Al-Hadid [57]: 3).
Menjadikan Allah Swt. sebagai tujuan peribadatan seorang hamba Meyakini sepenuh hati bahwa yang kekal abadi hanya Allah Swt. semata. Oleh karena IMPLEMENTASI AL-AKHIR itu, seluruh sandaran hidup, tempat bergantung, tempat memohon hanya kepada Allah Yang Maha Hidup; Menyadari bahwa kematian pasti akan datang sehingga senantiasa termotivasi untuk selalu beramal saleh
Maha Memberi Keamanan Maha Pemelihara Maha Kokoh Maha Mengumpulkan Maha Adil Maha Akhir Al-Karim Al-Mu’min Al-Wakil KESIMPLAN Al-Matin Al-Jami’ Al-’Adl A H Al-Akhir Maha Mulia
Fungsi Iman Kepada Allah • Dapat menyelamatkan seseorang dari segala sesuatu yang menimpa dirinya karena orang yang beriman akan ditolong Allah. • Hati menjadi tenang, tidak gelisah. • Dapat mendatangkan keuntungan. Karena orang yang tidak beriman akan selalu berada dlam kerugian. • Sebagai pengendali perilaku yang dilarang Allah. • Untuk mendorong seseorang dalam beribadah kepada Allah. • Sebagai penyesuai diri bahwa pada hakikatnya manusia adalah lemah dan tidak berkekuatan jika dibandingkan dengan Allah. • Dapat mempertebal keyakinan akan kekuasaan dan ke-Esaan Allah.
Asma’ul Husna Penerapan Dalam Kehidupan
IMPLEMENTASI AL-’ADL mempelajari dan mengkajinya sehingga memiliki pengetahuan tentang Asmaulhusna. Dari sini kita mampu untuk mengenal Allah Swt mengusahakan dengan sekuat tenaga untuk menghafal asma-asma Allah Swt. yang terdapat dalam Asmaulhusna. menjadikan lafaz-lafaz Asmaulhusna sebagai bagian mengingat Allah Swt. dalam bentuk zikir setelah melakukan salat fardu dan bagian dari bacaan doa yang dilantukan seorang muslim. menghafal ayat-ayat yang berkaitan dengan Asmaulhusna dan menjadikan hafalan tersebut sebagai bacaan ketika melaksanakan salat menerapkan perilaku akhlakulkarimah dengan meneladani asma-asma Allah yang terdapat dalam Asmaulhusna
Contoh: Ar-Rahman (Maha Penyayang) Waktu MPLS di sekolah, siswa baru sangat mengagumi perilaku Muhammad, salah seorang anggota OSIS. Hampir semua siswa di sekolah itu menyukainya. Muhamamd adalah siswa yang senantiasa patuh dan hormat terhadap guru, menghargai sesama serta menyayangi adik-adik kelasnya seperti terhadap adik sendiri. Intinya Muhammad adalah siswa yang penyayang, dan ini berarti bersikap sesuai dengan sifat Ar Rahman
Al-Hadi (Maha Pemberi Petunjuk) Bersikap sesuai dengan sifat Allah Al-Hâdî (Yang Maha Memberi Petunjuk) berarti kita tidak boleh pelit dalam membagi pengetahuan. Meneladani sifat Allah Al-Hâdî juga berarti bahwa kita harus selalu kooperatif (terbuka untuk bekerjasama) dengan orang lain.
Membuat Kisah Pendek Ar-Rahman: Maha Pengasih (kasih Allah pada makhluk-Nya, kasih ibu pada anaknya, sayang anak pada ibunya, kasih kakak pada adiknya, kebaikan kepada tetangga dan sesama, dsb) Al-Hadi: Maha Pemberi Petunjuk (Hidayah Allah untuk makhluk-Nya, kisah muallaf masuk Islam, pendosa yang bertaubat, dsb) As-Salam: Maha Sejahtera (Karunia Allah untuk makhluk-Nya, kisah para pencari rizki, orang kaya dan miskin dari segi harta, rezeki Allah yang melimpah di alam, kisah hamba Allah yang kaya, kisah orangorang pinggiran dan hikmahnya, dsb)
Tebak Asma Allah
Al-Wakil 2 ? Al-Karim 1 ?
3 Al-Akhir 4 ? Al-Jami’ ?
Al-Mukmin Al-Matin 5 6 ? ?
7 Al-’Adl ?
Sekarang Mari Kita Balik
1 ? Maha Memberi Keamanan Mengumpulkan 2 Maha ?
Maha Mulia Maha Kokoh 3 4 ? ?
Maha Akhir 5 ? P Maha emelihara 6 ?
7 Maha Adil ?
SEKIAN... SEMOGA BERMANFAAT. AAMIIN TERIMA KASIH SYUKRAN
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Materinya : IMAN KEPADA ALLAH MELALUI ASMA‟UL HUSNA Semester : Ganjil KOMPETENSI DASAR : 3.3 Menganalisis makna al-Asma‟u al-Husna: al-Karim, al-Mu‟min, al- Wakil, al-Matin, al-Jami‟, al- „Adl, dan al-Akhir 4.3 Menyajikan hubungan makna- makna al-Asma‟u al-Husna: al-Karim, al- Mu‟min, al-Wakil, al-Matin, alJami‟, al-„Adl, dan al-Akhir dalam KKEGIATAN INTI PEMBELAJARAN : 1. Mengamati Buku PAI SMA/SMK Kelas X tentang materi Bab II 2. Menganalisis makan makna al-Asma‟u al-Husna: al-Karim, al-Mu‟min, al- Wakil, al-Matin, al-Jami‟, al-„Adl, dan al-Akhir dalam peta konsep LEMBAR KERJA PESRTA DIDIK (LKPD) 1
PETUNJUK ! Buatlah kelompok, masing -masing kelompok terdiri dari 4 -5 siswa/I, setiap kelompok mengerjakan bahan diskusi tentang Iman kepada Allah melalui Asmaul Husna yaitu tentangmenganalisi makna Asmaul Husna dalam Peta Konsep ketentuannya: salah satu siswa menulis peta konsep dipapan tulis dan kemudian menjelaskannya kepada kelompok lain.b dan bersedia menjawab pertanyaan dari kelompok lain kalau ada yang bertanya. Tugas kelompok satu Nama Kelompok: 1. 2. 3. 4. 5. 6.
PETA KONSEP LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD) Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti PETA KONSEP
Materinya : IMAN KEPADA ALLAH MELALUI ASMA‟UL HUSNA Semester : Ganjil KOMPETENSI DASAR : 3.3 Menganalisis makna al-Asma‟u al-Husna: al-Karim, al-Mu‟min, al- Wakil, al-Matin, al-Jami‟, al- „Adl, dan al-Akhir 4.3 Menyajikan hubungan makna- makna al-Asma‟u al-Husna: al-Karim, al- Mu‟min, al-Wakil, al-Matin, alJami‟, al-„Adl, dan al-Akhir KKEGIATAN INTI PEMBELAJARAN : 1. Mengamati Buku PAI SMA/SMK Kelas X tentang materi Bab II 2. Mengidentifikasikan hubungan makna asmaul husna al karim(mahamulia), al Mukmin(maha Pemberi Aman dan Al wakil (maha Melindungi) al Matin (Maha Kokoh) dalam kehidupan sehari-hari
Nama Kelompok: 2. 2. 3. 4. 5. 6. PETUNJUK ! Buatlah kelompok, masing -masing kelompok terdiri dari 5 -6 siswa/I, setiap kelompok mengerjakan bahan diskusi tentang Iman kepada Allah melalui Asmaul Husna yaitu tentang menjelaskan perilaku para pelajar yang mencerminkan keimanan terhadap keempat asmaul husna diatas dalam kehidupan sehari -hari baik didalam keluarga,sekolah maupun masyarakat ketentuannya: ketua kelompok memaparkan tugasnya didepan kelas Tugas kelompok ke dua
1. Al- Karim( Maha Mulia) 2. 3. 4. 5. 6. Al- Mukmin (Maha Pemberi Aman )
4. Al matin(maha Kokoh) 3. Al- Wakil ( Maha Melindungi)
Mata Pelajaran : Pendidikan Agama Islam Dan Budi Pekerti Materinya : IMAN KEPADA ALLAH MELALUI ASMA‟UL HUSNA Semester : Ganjil KOMPETENSI DASAR : 3.3 Menganalisis makna al-Asma‟u al-Husna: al-Karim, al-Mu‟min, al- Wakil, al-Matin, al-Jami‟, al- „Adl, dan al-Akhir 4.3 Menyajikan hubungan makna- makna al-Asma‟u al-Husna: al-Karim, al- Mu‟min, al-Wakil, al-Matin, alJami‟, al-„Adl, dan al-Akhir KKEGIATAN INTI PEMBELAJARAN : (DL) 5. Mengamati Buku PAI SMA/SMK Kelas X tentang materi Bab II 6. Mengidentifikasikan hubungan makna asmaul husnaAl Jami‟, Al-Adl, dan Al Akhir dengan perilaku sehari-hari 7. LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK (LKPD)
Nama Kelompok: 1. 2. 3. 4. 5. 6. PETUNJUK ! Buatlah kelompok, masing -masing kelompok terdiri dari -5 siswa/I, setiap kelompok mengerjakan bahan diskusi tentang Iman kepada Allah melalui Asmaul Husna yaitu tentang menjelaskan perilaku para pelajar yang mencerminkan keimanan terhadaptiga asmaul husna diatas dalam kehidupan sehari -hari baik didalam keluarga,sekolah maupun masyarakat ketentuannya: ketua kelompok memaparkan tugasnya didepan kelas Tugas kelompok ke tiga