The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Modul ini berisi materi IPA untuk kelas 7 semester genap tahun ajaran 2020/2021 sesuai dengan KD yang berlaku

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by lindaibrahimspd, 2022-11-26 01:24:04

MODUL AJAR IPA KELAS 7 SEMESTER GENAP TAHUN 2020/2021

Modul ini berisi materi IPA untuk kelas 7 semester genap tahun ajaran 2020/2021 sesuai dengan KD yang berlaku

Keywords: modul ajar

BAHAN AJAR IPA

KELAS VII
Semester Genap

DISUSUN OLEH:
LINDA P. UTAMI, S.Pd

2020/2021

DAFTAR ISI
BAB I Sistem Organisasi Kehidupan Makhluk Hidup .......................................................... 2
BAB II Interaksi Makhluk Hidup Dengan Lingkungannya .................................................. 9
BAB III Pencemaran lingkungan .......................................................................................... 16
BAB IV Pemanasan Global ................................................................................................... 27
BAB V Lapisan Bumi Dan Ancaman Bencana Alam ........................................................... 33
BAB VI Tata Surya ................................................................................................................ 49

PAGE 1

BAB i
SISTEM ORGANISASI KEHIDUPAN

MAKHLUK HIDUP

PAGE 2

Tubuh manusia terdiri atas beberapa unit dimulai dari unit terkecil hingga unit terbesar.
Urutan unit terkecil dari unit terbesar penyusun makhluk hidup disebut dengan hierarki kehidupan
atau hierarki biologi. Lalu, apa saja unit terkecil hingga unit terbesar penyusun makhluk hidup
tersebut? Untuk mengetahui jawabannya, yuk baca materinya dibawah ini.

1. Sel sebagai Unit Struktural dan Fungsional Kehidupan

Hierarki biologi atau struktur kehidupan adalah tingkatan atau urutan unit – unit
penyusun makhluk hidup. Struktur kehidupan dimulai dari atom →molekul → sel →

jaringan → organ → sistem organ → organisme → ekosistem.

Nah, sekarang mari kita bahas satu persatu. Dapatkah Ananda menjelaskan apa itu sel? Apa
saja komponen penyusun sel? Menyebutkan contoh-contoh jaringan? Apa saja organ penyusun
tubuh organisme? dan bagaimana hubungan kerja antara unit komponen organisme tersebut?

Setiap organisme tersusun atas salah satu dari dua jenis sel yang secara struktural berbeda.
Kedua jenis sel tersebut adalah sel prokariotik dan sel eukariotik. Apa pengertian sel prokariotik dan
sel eukariotik? Sel prokariotik berasal dari bahasa Yunani, yaitu Prokaryote, pro berarti “sebelum”
dan karyote berarti nukleus. Sel prokariotik memiliki nukleus atau inti sel, tetapi inti sel tersebut tidak
diselubungi membran inti. Sel eukariotik (bahasa Yunani, eu berarti “sejati atau sebenarnya”)
merupakan sel yang memiliki inti sel dan inti sel tersebut dibungkus oleh membran inti.

Apa yang membedakan sel prokariotik dan sel eukariotik? Dari asal katanya, perbedaan
antara sel prokariotik dan sel eukariotik terletak pada ada atau tidaknya membran inti. Membran inti
adalah membran yang menyelimuti inti sel. Pada sistem lima kingdom, hanya kelompok monera
yaitu bakteri dan ganggang biru yang memiliki sel prokariotik. Protista, jamur, tumbuhan, dan hewan
semuanya terdiri atas sel eukariotik.

Sel prokariotik strukturnya lebih sederhana daripada struktur sel eukariotik. Sel prokariotik
tidak memiliki membran inti sehingga bahan inti selnya berada di dalam sitoplasma, sedangkan
sebagian besar DNA pada sel eukariotik berada di dalam inti sel yang diselubungi membran.

Sel prokariotik dan eukariotik dikelilingi oleh membran plasma yang membuat sel menjadi
utuh, dan mengatur pertukaran zat ke dalam dan keluar dari sel. Semua prokariotik memiliki dinding
sel yang kaku yang mengelilingi membran plasma, seringkali berupa kapsul luar yang mirip jeli.
Sebagian bakteri memiliki flagella (organel pergerakan), pili (struktur pelekatan), atau keduanya
yang menonjol dari permukaan selnya. Beberapa eukariota, misalnya tumbuhan, alga, dan jamur
juga memiliki dinding sel. Namun, hewan dan kelompok protista, tidak memiliki dinding sel.

Sel merupakan unit struktural dan fungsional terkecil mahkluk hidup. Sebagai unit struktural
artinya setiap makhluk hidup tersusun dari sel atau sel-sel. Sebagai unit fungsional berarti sel dapat
melakukan fungsi-fungsi kehidupan yang berlangsung di dalam sel.

Sel yang menyusun tubuh makhluk hidup pada umumnya berukuran sangat kecil, hanya
dapat dilihat dengan bantuan mikroskop. Namun, beberapa sel dapat dilihat dengan penglihatan
biasa contohnya sel telur ayam. Semua sel pada dasarnya memiliki struktur yang sama, tersusun

PAGE 3

atas membrane plasma, sitoplasma, dan inti. Sekalipun ada sedikit perbedaan antara sel hewan
dengan sel tumbuhan, namun semua struktur umum sel pada semua makhluk hidup adalah sama.

Dalam sitoplasma terdapat organ-organ kecil yang merupakan “mesin” sel. Oleh karena
organ-organ tersebut berukuran kecil maka mereka disebut organel. Organel - organel inilah yang
sesungguhnya menjalankan fungsi-fungsi kehidupan sel, seperti mencerna makanan, menguraikan
makanan, membentuk sel baru, dan membentuk energi. Beberapa organel penting di antaranya
adalah sebagai berikut:

1) Membran Sel: Membran sel berfungsi melindungi isi sel dan tempat keluar masuknya
bahan yang ada di dalam sel

2) Dinding sel: Dinding sel hanya ditemukan pada sel tumbuhan. Dinding sel ini kaku dan
kekakuan tersebut memberi bentuk pada sel. Terdapat di sebelah luar dari membran sel

3) Kloroplas: Kloroplas ini adalah organel yang hanya dapat ditemukan pada sel tumbuhan.
Di dalam kloroplas terdapat klorofil

4) Sitoplasma: Sitoplasma berbentuk gel (= seperti jeli, kental), semua organel dapat
ditemukan pada sitoplasma

5) Mitokondria: Mitokondria merupakan tempat pembangkit energi untuk keperluan sel. Sel
yang aktif biasanya lebih banyak memiliki mitokondria

6) Membran Inti: Membran inti merupakan bagian yang melindungi inti, dan tempat lalu
lintas bahan inti

7) Inti: Inti berfungsi mengontrol semua kegiatan sel
8) Vakuola: Vakuola berfungsi untuk menyimpan makanan dan zat-zat kimia

Perbedaan Sel hewan dan Sel Tumbuhan

Gambar 1.1 : Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Perbedaan sel hewan dan sel tumbuhan dapat Ananda lihat pada tabel berikut ini!

PAGE 4

Sel Hewan dan Sel Tumbuhan
Tabel 1.1. Perbedaan Sel

Tugas
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini di buku latihan Ananda!
1. Apakah yang dimaksud dengan sel?
2. Apa perbedaan antara sel prokariotik dengan sel eukariotik?
3. Tuliskan 3 perbedaan antara sel hewan dan sel tumbuhan!
4. Jelaskan struktur dasar yang menyusun suatu sel!
5. Jelaskan fungsi 3 organel yang terdapat pada sel hewan!
2. Jaringan pada Hewan dan Tumbuhan
Setiap sel memiliki ukuran yang bervariasi, yang mencerminkan fungsi dari sel tersebut.
Pada organisme ber sel satu, semua fungsi kehidupan dilakukan oleh sel itu sendiri. Namun, pada
organisme ber sel banyak, seringkali sel tidak dapat bekerja sendiri. Setiap sel bergantung pada sel
lain.
Kerjasama dan interaksi diantara sel ini menyebabkan organisme dapat mempertahankan
hidupnya. Sel – sel yang mempunyai fungsi dan struktur sama akan berkelompok membentuk
jaringan.
a. Jaringan hewan

Ananda dapat menemukan empat macam jaringan pada hewan, yaitu: jaringan epitel,
jaringan ikat, jaringan otot, dan jaringan saraf. Nah, untuk jelasnya akan diuraikan masing
masing sebagai berikut:

 Jaringan Epitel
Jaringan epitel merupakan jaringan yang melapisi seluruh permukaan dalam
dan luar dari tubuh atau organ tubuh. Jaringan epitel berfungsi sebagai
pelindung tubuh atau organ, dan sebagai pelapis saluran kelenjar
PAGE 5

 Jaringan Ikat
Jaringan ikat adalah jaringan yang berfungsi mengikat jaringan lain agar tetap
pada tempatnya. Apa contohnya? Misalnya tendon merupakan jaringan ikat
yang menghubungkan otot dengan tulang dan ligamen yang menghubungkan
tulang dengan tulang.

 Jaringan Otot

Gambar 1.2. Jaringan Otot
1) Otot lurik.

Otot lurik terletak pada rangka atau tulang. Ciri-ciri otot lurik adalah berinti banyak
ditepi, mempunyai bagian melintang gelap berseling terang seperti motif lurik-
lurik, dan bekerja secara sadar (sesuai kehendak kita).
2) Otot jantung
Sesuai namanya, otot ini hanya terdapat di jantung. Strukturnya mirip otot lurik
tetapi bercabang dan berinti sel banyak di tengah serta bekerja secara tidak
sadar atau otonom (artiya tidak sesuai kehendak kita).
3) Otot polos.
Otot polos terdapat pada organ-organ dalam tubuh, seperti usus besar, usus
kecil, lambung ginjal, dan hati. Bentuk otot ini berujung runcing, berinti sel satu
yang terletak ditengah, dan bekerja secara tidak sadar atau otonom.
 Jaringan Saraf
Jaringan saraf adalah jaringan yang tersusun atas sel-sel saraf atau neuron yang
berfungsi sebagai penghantar rangsang. Yaitu membawa rangsang dari alat
penerima rangsang (reseptor) ke otak kemudian diteruskan ke otot. Jaringan saraf
hanya dimiliki hewan dan manusia.

b. Jaringan tumbuhan
 Jaringan meristem
Jaringan meristem merupakan sekelompok sel yang aktif membelah. Sel-sel
meristem akan menghasilkan sel baru yang sebagian dari hasil pembelahan akan tetap
berada di dalam jaringan meristem. Sel ini dikenal dengan sel permulaan atau inisial.

PAGE 6

Meristem dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: 1) Meristem apikal,
Merupakan meristem yang terletak di ujung batang (pucuk) dan ujung akar. Meristem
pada ujung akar dilindungi dari gesekan oleh kaliptra (tudung akar); 2) Meristem
interkalar, meristem ini terletak di antara jaringan dewasa, yakni pada ruas batang.
Meristem ini terdapat pada kelompok tumbuhan Graminae (rumput-rumputan), seperti
bambu, tebu, rumput, alang-alang, dll. Fungsi dari meristem interkalar ialah
pemanjangan ruas batang; 3) Meristem lateral, Disebut juga dengan meristem
samping, merupakan jaringan meristem yang terletak sejajar dengan keliling organ
dimana jaringan ini ditemukan (batang dan akar). Meristem lateral sangat berperan
dalam pembesaran (pertambahan diameter) pada batang dan akar.

Berdasarkan asal pembentukannya, meristem dibedakan menjadi dua macam,
yaitu:

1) Meristem primer yaitu jaringan meristem yang pertama kali dibentuk langsung
oleh sel-sel embrionik pada saat proses perkecambahan. Meristem ini berfungsi
sebagai titik pertumbuhan primer, yaitu pertambahan ukuran tumbuhan. Yang
termasuk meristem primer ialah meristem apikal batang dan akar.

2) Meristem sekunder Yaitu jaringan meristem yang berkembang dari jaringan
meristem primer yang telah mengalami diferensiasi. Meristem ini berperan
dalam pertumbuhan sekunder tumbuhan, yaitu pertambahan diameter batang
dan akar. Contoh aktivitas meristem sekunder yaitu xilem sekunder dan floem
sekunder yang berkembang dari kambium pembuluh. Yang termasuk meristem
sekunder antara lain: kambium gabus, kambium vaskular, dan parenkim.

 Jaringan Dewasa
Jaringan dewasa merupakan jaringan yang sel-selnya sudah tidak membelah, tetapi

telah mengalami diferensiasi dan spesialisasi fungsi dari sel-sel hasil pembelahan
meristem. Karena itu, jaringan dewasa disebut juga jaringan permanen. Jaringan
dewasa meliputi:

1) Jaringan pelindung (jaringan epidermis dan jaringan gabus)
2) Jaringan dasar (parenkim)
3) Jaringan penguat (kolenkim dan sklerenkim)
4) Jaringan pengangkut (xilem dan floem)

PAGE 7

Tugas
Jawablah pertanyaan-pertanyaan di bawah ini di buku latihan Ananda!
1. Apakah yang dimaksud dengan jaringan?
2. Tuliskan 3 jaringan yang terdapat pada hewan dan jelaskan pula fungsinya!
3. Tuliskan 3 jaringan yang terdapat pada tumbuhan dan jelaskan pula fungsinya!
4. Jaringan- jaringan apa saja yang menyusun akar, batang, dan daun pada tumbuhan?
5. Menurutmu, apakah ada persamaan fungsi sel epitel pada hewan dan sel epidermis
pada tumbuhan? Jelaskan.

3. Organ pada Hewan dan Tumbuhan
Organ adalah kumpulan dari beberapa jaringan untuk melaksanakan fungsi tertentu. Organ-
organ pada hewan dan manusia diantaranya: mata, paru-paru, jantung, usus dan lain-lain. Organ
pada tumbuhan diantaranya akar, batang dan daun.
4. Sistem Organ dan Organisme
Sistem organ adalah kumpulan organ-organ dengan fungsi tertentu. Sistem organ saling
bekerjasama untuk menjaga keselarasan dalam tubuh makhluk hidup. Jika salah satu sistem organ
mengalami gangguan maka akan menggangu system organ lainnya. Contohnya, jika ginjal sebagai
organ penyaring darah rusak, maka system peredaran darah akan terganggu.
Berikut contoh sistem organ pada manusia:

PAGE 8

Bab ii
INTERAKSI MAKHLUK HIDUP
DENGAN LINGKUNGANNYA

PAGE 9

A. lingkungan

Apa kalian tahu apa yang dimaksud dengan lingkungan? Lingkungan adalah satu kesatuan
hidup antara kondisi fisik yang mencakup keadaan sumber daya alam seperti tanah, air, energy
surya, mineral, serta flora dan fauna yang ada di atas tanah, di dalam tanah maupun di perairan. Di
dalam lingkungannya, setiap makhluk hidup bergantung pada makhluk hidup lain dan bergantung
pula pada sumber daya alam yang ada di sekitarnya.

Istilah lingkungan berasal dari kata “Environment”, yang memiliki makna “The physical,
chemical, and biotic condition surrounding an organism”. Berdasarkan istilah tersebut, lingkungan
secara umum diartikan sebagai segala sesuatu di luar individu. Segala sesuatu di luar individu
merupakan sistem yang kompleks sehingga dapat memengaruhi satu sama lain.

Lingkungan terdiri atas dua komponen utama, yaitu komponen biotik terdiri atas makhluk
hidup dan komponen abiotik terdiri atas makhluk tak hidup atau benda mati. Hubungan antara
makhluk hidup dengan lingkungannya, baik lingkungan yang berupa makhluk hidup maupun benda-
benda tak hidup membentuk suatu hubungan timbal balik yang rumit dan kompleks. Makhluk hidup
dengan lingkungannya yang saling berhubungan di alam, biasa di sebut dengan ekosistem.

1. Komponen Biotik
Komponen biotik adalah komponen dalam ekosistem yang mengacu pada makhluk hidup
atau organisme. Artinya semua makhluk hidup dalam ekosistem termasuk dalam komponen biotik,
baik itu manusia, hewan, tumbuhan, hingga makhluk mikroskopik seperti bakteri atau dekomposer.
Berdasarkan cara mendapatkan makanannya, komponen biotik ini dibedakan menjadi tiga,
yakni a) produsen (autotrof) yaitu komponen biotik atau makhluk hidup yang mampu menghasilkan
makanannya sendiri; b) konsumen (heterotrof) yaitu heterotrof adalah komponen biotik atau
makhluk hidup yang tidak dapat menghasilkan makanannya sendiri dan bergantung pada organisme
lain sebagai bahan makanan, dan c) pengurai (dekomposer) yaitu organisme yang bertugas untuk
menguraikan sisa-sisa makhluk hidup lainnya yang telah mati untuk dijadikan mineral dan unsur
hara tanah.
2. Komponen Abiotik
Komponen abiotik adalah komponen tidak hidup yang ada pada sebuah ekosistem. Adanya
komponen abiotik sangat menentukan apa saja jenis makhluk hidup yang bisa tinggal dan bertahan
di sebuah lingkungan ekosistem tertentu. Yang termasuk dalam komponen abiotik atau tak hidup
dalam ekosistem antara lain adalah air, udara, tanah, suhu, kelembaban, sinar matahari, iklim, dan
lain-lain.

Tugas

Setelah Ananda mempelajari materi lingkungan dan komponen-komponennya, kerjakan

tugas berikut ini!

1. Tuliskan pengertian dari lingkungan!

2. Sebutkan 2 komponen lingkungan dan berilah masing-masing contohnya! PAGE 10
3. Berilah contoh interaksi antara komponen biotik dengan komponen abiotik!

4. Mengapa komponen biotik dalam satu ekosistem sangat dipengaruhi oleh komponen
abiotik?

5. Mengapa tumbuhan berhijau daun termasuk ke dalam produsen?

B. Satuan dalam ekosistem

a. Individu
Satu satuan makhluk hidup disebut individu. Individu berasal dari bahasa latin individuum

yang artinya tidak dapat dibagi (satu makhluk hidup tunggal).

Gambar 2.1: Seekor Rusa
Sumber: https://kids.grid.id/read/472439392/apa-itu-ekosistem-ini-arti-komponen-yang-membentuk-dan-

jenisnya?page=all
b. Populasi

Populasi adalah sekelompok makhluk hidup yang memiliki karakteristik yang sama,yang
hidup pada waktu yang sama, dan wilayah geografis yang sama Jumlah populasi dari satu
ekosistem dapat berubah dari waktu ke waktu. Populasi akan bertambah jika terdapat kelahiran baru
dan akan berkurang jika terjadi kematian. Demikian juga jika terjadi perpindahan. Perpindahan ke
dalam (imigrasi) akan menambah populasi, sedangkan perpindahan keluar (emigrasi) akan
mengurangi jumlah populasi.

Gambar 2.2. Populasi Jerapah Gambar 2.3. Populasi Jagung
Sumber : https://www.beritasatu.com/feri- Sumber : https://alamtani.com/budidaya-
awanhidayat/digital/528209/populasi-terus- jagungmanis-organik/
menurunjerapah-terancam-punah

PAGE 11

c. Komunitas
Seluruh makhluk hidup yang Ananda dapatkan dalam kegiatan 1 adalah komunitas. Dengan

kata lain, yang hidup di dalam komunitas terdiri dari bermacam-macam populasi makhluk hidup.
d. Habitat

Habitat merupakan lingkungan fisik dimana suatu organisme hidup. Kita dapat mengatakan
bahwa habitat kambing di padang rumput. Habitat kera di atas pohon. Dapat dikatakan bahwa
habitat adalah tempat hidup asli suatu organisme.

Keadaan habitat suatu organisme meliputi iklim, keadaan tanah, air, serta jenis tumbuh-
tumbuhan dan hewan. Jika lingkungan fisik itu rusak, maka dapat mempengaruhi organisme yang
hidup di dalamnya dan dapat mempengaruhi seluruh ekosistem.
e. Ekosistem

Ekosistem adalah kesatuan komunitas dengan lingkungan hidupnya yang saling berinteraksi
atau membentuk hubungan timbal balik. Dalam suatu habitat atau tempat berjenis-jenis makhluk
hidup (komunitas) melangsungkan kehidupannya, komunitas ini tidak terlepas dari pengaruh
lingkungan abiotik di sekitarnya, seperti dengan air, tanah, udara, dan sinar matahari. Diantara
anggota komunitas dengan lingkungan abiotik tersebut terjadi interaksi atau hubungan yang saling
mempengaruhi, membentuk suatu sistem ekologi yang disebut ekosistem. Contohnya ekosistem
sungai, kebun, dan pantai.

Gambar 2.4.. Ekosistem Darat
Sumber : https://www.zonapeserta didik.com/2017/01/ekosistem-darat-pengertian-jenis-ciri.html
f. Biosfer
Komunitas-komunits di bumi kita berinteraksi dengan lingkungan hidupnya akan membentuk
ekosistem-ekosistem. Akuarium adalah suatu ekosistem yang berukuran kecil, sedangkan hutan
dan lautan merupakan ekosistem yang berukuran besar. seluruh ekosistem di permukaan bumi kita
ini membentuk biosfer.

PAGE 12

Tugas

Kerjakan soal-soal berikut dengan jawaban yang benar!
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan ekosistem?
2. Jelaskan apa yang dimaksud dengan populasi?
3. Jelaskan apa yang dimaksud dengan komunitas?
4. Jelaskan apa yang dimaksud dengan habitat?
5. Suatu lingkungan hidup terdiri dari..........dan..........yang saling ........... sehingga

terbentuk suatu ekosistem.

C. POLA INTERAKSI DALAM EKOSISTEM

Di alam ini tidak ada satupun organisme yang dapat hidup sendirian. Setiap organisme selalu
membutuhkan organisme lain. Adanya saling membutuhkan antara organisme satu dengan
organisme lainnya menimbulkan interaksi. Bentuk interaksi yang sangat erat antara dua jenis
makhluk hidup sehingga membentuk hubungan yang sangat khas disebut simbiosis. Dalam
kehidupan, terdapat tiga bentuk simbiosis, yaitu simbiosis mutualisme, simbiosis komensalisme,
dan simbiosis parasitisme.
1. Interaksi Antara Komponen Biotik dan Abiotik

Dalam suatu ekosistem, komponen abiotik berpengaruh atau menentukan jenis makhluk
hidup yang sesuai dengan lingkungannya. Sebaliknya, komponen biotik pun berpengaruh pada
komponen abiotik.

Ekosistem adalah suatu sistem ekologi yang terbentuk oleh hubungan timbal balik antara
makhluk hidup dengan lingkungannya. Komponen-komponen pembentuk ekosistem adalah
komponen hidup (biotik) dan komponen tak hidup (abiotik). Kedua komponen tersebut berada
dalam suatu tempat dan berinteraksi membentuk suatu kesatuan yang teratur.
2. Rantai makanan

Dalam suatu ekosistem terjadi peristiwa makan dan dimakan dalam suatu garis lurus yang
disebut rantai makanan. Rantai makanan ini terjadi jika satu jenis produsen dimakan oleh
satujenis konsumen pertama, konsumen pertama dimakan oleh satu jenis konsumen kedua,
dan seterusnya. Konsumen yang menjadi pemakan terakhir disebut konsumen puncak.
Perhatikan gambar rantai makanan di bawah ini!

PAGE 13

Gambar 2.5. Rantai Makanan
Sumber : https://gurusekolah.co.id/rantaimakanan/
3. Jaring-Jaring Makanan
Di alam ini produsen tidak hanya dimakan oleh satu jenis konsumen pertama. Tetapi, bisa
dimakan oleh lebih dari satu jenis konsumen pertama. Satu jenis konsumen pertama bisa
dimakan lebih dari satu jenis konsumen kedua dan seterusnya.

Gambar 2.6 jaring-jaring makanan
Sumber:https://www.kibrispdr.org/gambar-tikus-kartun-jaring-jaring-makanan-di-sawah.html

4. Piramida Makanan
Dalam ekosistem yang seimbang jumlah produsen lebih banyak daripada jumlah konsumen

tingkat I, jumlah konsumen tingkat II lebih banyak daripada konsumen tingkat III, demikian
hilangnya energi pada setiap tingkatan makanan. Jika rantai makanan digambarkan dari
produsen sampai konsumen tingkat tinggi, maka akan terbentuk suatu piramida makanan.

Setiap tingkatan organisme menempati tingkatan tertentu yang disebut tingkatan tropik.
Tingkatan tropik tersebut dapat dihitung berdasarkan jumlah individu, biomasa, dan kandungan
energinya. Perbedaan tingkat tropik dinyatakan dalam perbandingan luas yang disusun mulai
dari tingkat tropik I sampai tingkat tropic tertinggi.
5. Macam-Macam Ekosistem

Berdasarkan proses terbentuknya, ekosistem dibedakan atas dua macam, yaitu:

PAGE 14

1. Ekosistem alami, yaitu ekosistem yang terbentuk secara alami tanpa campur tangan
manusia, misalnya laut, hutan, sungai dan gurun.

2. Ekosistem buatan, yaitu ekosistem yang sengaja di buat oleh manusia. Misalnya waduk,
kolam, dan akuarium.

3. Sedangkan berdasarkan habitatnya, ekosistem dibedakan atas dua golongan, yaitu:
a. Ekosistem darat atau teresterial, misanya hutan, gurun, padang rumput, dan tundra.
Apakah kalian tahu apa yang disebut tundra? Tundra merupakan daerah dingin dan
tandus yang terdapat di daerah kutub bumi. Di daerah tersebut, tumbuhan yang dapat
hidup hanyalah lumut. Oleh karena itu, daerah ini biasanya disebut sebagai padang
lumut.
b. Ekosistem perairan atau akuatik.

Tugas
Kerjakan soal-soal berikut dengan jawaban yang benar!
1. Jelaskan apa yang dimaksud dengan interaksi?
2. Pola interaksi apa sajakah yang terjadi dalam ekosistem?
3. Apa yang dimaksud dengan simbiosis? Jelaskan pula macam-macamnya!
4. Faktor apakah yang mempengaruhi keseimbangan ekosistem?
5. Ekosistem dibedakan atas dua macam, sebutkan dan jelaskan!

PAGE 15

Bab iii
Pencemaran lingkungan

PAGE 16

A. DEFINISI PENCEMARAN

Pencemaran lingkungan (environmental pollution) adalah segala sesuatu termasuk bahan –
bahan fisika dan kimia yang dapat mengganggu ekosistem. Pencemaran lingkungan merupakan
salah satu faktor yang menyebabkan menurunnya kualitas lingkungan.

Menurut UU RI No. 23 Tahun 1997 : pencemaran lingkungan adalah masuknya atau
dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi atau komponen lain kedalam lingkungan oleh manusia
sehingga kualitasnya turun yang menyebabkan lingkungan tidak sesuai peruntukannya.

Di lingkungan terdapat faktor biotik dan abiotik, apabila tidak ada keseimbangan antar
keduanya maka tidak ada keseimbangan alam. Pencemaran terjadi akibat kegiatan kumpulan
manusia (populasi) dan faktor alam seperti gunung meletus yang menimbulkan abu vulkanik.

Zat yang dapat mencemari lingkungan dan dapat mengganggu kelangsungan hidup makhluk
hidup disebut polutan. Polutan dapat berupa zat kimia, debu, suara, radiasi dan panas.
Ciri -ciri dari polutan :
1). Kadarnya melebihi diatas normal (melebihi ambang batas)
2). Berada pada waktu yang tidak tepat
3). Berada pada tempat yang tak semestinya

Manusia tidak dapat mencegah pencemaran akibat faktor alam, tetapi dapat mencegah
pencemaran akibat kegiatannya sendiri seperti limbah rumah tangga, industri, zat – zat kimia
berbahaya, tumpahan minyak, asap hasil pembakaran hutan, minyak bumi dan limbah nuklir.

B. PENCEMARAN AIR

Pencemaran air adalah masuknya makhluk hidup, zat, energi atau komponen lain kedalam
air yang menyebabkan air tidak berfungsi sesuai peruntukannya. Pencemaran air merupakan
kondisi air dalam keadaan normal. Ciri – ciri air tercemar : warna, bau dan rasanya berubah; pH
kurang dari 7 atau lebih dari 7 (pH air = 7).

Air dapat tercemar oleh komponen – komponen anorganik seperti logam berat yang berasal
dari industri : tekstil, pelapisan logam, cat/tinta warna, percetakan, bahan agrokimia dan sebagainya.
Kualitas air menentukan kehidupan di perairan laut dan sungai, apabila perairan tercemar maka
keseimbangan ekosistem didalamnya akan terganggu.
 Limbah industri: air limbah industri mengandung zat berbahaya. Kegiatan industri

menghasilkan produk utama yaitu bahan jadi dan produk yang tidak terpakai yaitu limbah.
Jenis limbah yang berasal dari hasil industri yaitu :
1). Limbah organik yang bau : hasil industri tekstil dan kertas
2). Limbah anorganik berupa cairan panas, berbuih, berwarna, mengandung asam belerang
dan berbau menyengat : hasil industri baja, emas, cat, pupuk organik, farmasi dan sebagainya.

PAGE 17

Apabila limbah tersebut dibuang ke saluran air, sungai atau laut akan merusak ekosistem
didalamnya. Limbah industri berupa logam berat sering dialirkan ke sungai dan mencemari sungai
tersebut. Jenis – jenis logam berat tersebut adalah raksa, timbal, kadmium yang apabila terkonsumsi
manusia akan sangat berbahaya.

Contoh pencemaran limbah yaitu pencemaran raksa di Teluk Minamata, Jepang. Para
nelayan dan penduduk disekitar teluk memakan ikan yang tercemar raksa tersebut sehingga
mengalami kerusakan saraf yang dinamakan penyakit Minamata. Korban yang meninggal akibat
penyakit Minamata yaitu lebih dari 80 ribu orang.
 Limbah Rumah Tangga adalah: limbah yang berasal dari kegiatan perumahan, pasar,

perkantoran, penginapan puing – puing bahan bangunan, dan besi tua bekas mesin atau
kendaraan. Limbah rumah tangga berupa bahan organik, anorganik, bahan berbahaya dan
beracun (B3).
 Limbah organik adalah: limbah yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme, contohnya kulit
buah sayuran, sisa makanan, kertas, kayu dan daun. Limbah anorganik adalah limbah yang
tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme, contohnya kaca, plastik, besi, alumunium, kaleng
susu, kaleng cat, minyak wangi dan sebagainya.
 Limbah Pertanian adalah: Air limbah pertanian tidak menimbulkan dampak negatif bagi
lingkungan, namun penggunaan pertisida secara berlebihan menimbulkan kerusakan
ekosistem perairan. Limbah bahan berbahaya dan beracun timbul akibat adanya kegiatan
pertanian.

Kegiatan pertanian menggunakan obat – obat pembasmi hama seperti insektisida dan pupuk
yang berlebihan. Pupuk yang berlebihan dapat menyebabkan suburnya ekosistem perairan.
Sehingga, terjadi blooming algae atau tumbuh sumbuh suburnya ganggang di permukaan air.

Ganggang di permukaan air menutupi seluruh permukaan sehingga mengurangi sinar
matahari yang masuk kedalam perairan tersebut. Akibatnya proses fotosintesis oleh fitoplankton
terganggu dan kadar oksigen yang larut dalam air menurun sehingga meruikan organisme
didalamnya.
Dampak Pencemaran Air
 Penurunan kualitas lingkungan: apabila air tercemar, maka kandungan oksigen didalamnya

berkurang dan mengganggu ekosistem didalamnya. Apabila ekosistem perairan terganggu,
maka menyebabkan kualitas lingkungan menurun.
 Gangguan kesehatan: air limbah yang tidak dikelola terlebih dahulu sebelum dibuang,
kemungkinan mengandung kuman, bakteri dan virus yang menyebabkan penyakit. Air limbah
juga digunakan sebagai sarang nyamuk dan lalat yang membawa (vektor) penyakit tertentu.

PAGE 18

Berikut beberapa penyakit yang disebabkan oleh pencemaran air:

No Penyebab Penyakit
1 Virus :
Diare pada anak
Rota Hepatitis A
Hepatitis A Poliomyelitis
Poliomyelitis
2 Bakteri : Kolera
Vibrio cholerae Diare
Escherichia coli Tifus abdominal
Salmonella typhi Paratifus
Salmonella paratyphi Disentri
Sigella dysenteriae
3 Protozoa : Disentri amoeba
Entamoeba histolytica Balantidiasis
Balantidia coli Giardiasis
Giardia lamblia
4 Metazoa : Ascariasis
Ascaris lumbricoides Clonorchiasis
Clonorchis sinensis Dyphylobotriasis
Diphyllobotrium latum Taeniasis Schistosomiasis
Taenia solium Schistosoma

Sumber: https://wirahadie.com/pencemaran-lingkungan/

 Pemekatan hayati: bahan beracun yang mencemari perairan mengakibatkan

terkontaminasinya racun dalam tubuh organisme. Organisme didalam perairan juga memiliki

rantai makanan seperti : apabila ganggang terkontaminasi racun maka zooplakton yang
memakan gangang juga terkontaminasi racun. Kemudian zooplankton dimakan oleh ikan kecil,

ikan kecil dimakan ikan besar, ikan besar ditangkap manusia dan dimakan manusia. Sehingga,

manusia terkontaminasi racun tersebut dan sangat mengganggu kesehatan.
 Mengganggu pemandangan: perairan yang tercemar kadang tidak berbau, tetapi berubah

warna. Hal ini mengganggu pemandangan karena air sudah tidak asri lagi.
 Mempercepat proses kerusakan benda: sebagian air limbah mengandung zat yang dapat

diuraikan oleh bakteri anaerob menjadi gas yang dapat merusak seperti H2S. H2S dapat

mempercepat perkaratan pada besi
Penanggulangan Pencemaran Air

Pengolahan limbah bertujuan untuk menetralkan air dari bahan – bahan tersuspensi dan
terapung, menguraikan bahan organik biodegradable (bahan organik yang dapat terurai oleh

aktiviats makhluk hidup), meminimalkan bakteri patogen (bakteri penyebab penyakit),
memperhatikan estetika dan lingkungan.

Pengolahan air limbah dapat dilakukan dengan cara : Pembuatan Kolam Stabilisasi, Instalasi

Pengolahan Air Limbah (IPAL) dan Pengelolaan Excreta.
 Pembuatan Kolam Stabilisasi: air limbah diolah secara alami untuk menetralisasi polutan

sebelum air limbah dibuang ke sungai. Kolam stabilisasi yang digunakan yaitu kolam anaerobik,

PAGE 19

kolam fakultatif (pengolahan air limbah yang tercemar bahan organik pekat) dan kolam maturasi
(pemusnahan mikroorganisme patogen).
Kolam stabilisasi dapat digunakan oleh semua kalangan karena mudah memilikinya dan
harganya murah.
 Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL): pengolahan ini dilakukan melalui 3 tahap yaitu
1) Primary treatment (pengolahan pertama) yaitu memisahkan zat cair dan zat padat

menggunakan filter (saringan) dan bak sedimentasi.
2) Secondary treatment (pengolahan kedua) yaitu mengkoagulasikan, menghilangkan koloid

dan menstabilisasi zat organik dalam limbah.
3) Tertiary treatment (pengolahan lanjutan) yaitu penghilangan nutrisi atau unsur hara

khususnya nitrat dan fosfat, penambahan klor untuk memusnahkan organisme patogen.
 Pengelolaan Excreta: excreta terdapat dalam air limbah rumah tangga, mengandung bakteri

patogen, jika tidak dikelola terlebih dahulu menimbulkan berbagai penyakit. Pengolahan excreta
dapat dilakukan dengan menampung dan mengolahnya pada jamban atau septictank disekitar
tempat tinggal, dialirkan ke tempat pengolahan, dapat dilakukan secara kolekif.

Untuk mencegah meresapnya air limbah excreta ke sumur atau resapan air, jamban yang
dibuat harus sehat. Syarat jamban harus sehat : tidak mengotori permukaan tanah, tidak mengotori
permukaan air tanah, tidak berbau, sederhana, jauh dari serangga (lalat, nyamuk, kecoa), murah
dan bisa diterima masyarakat.
Recycle (daur ulang): untuk sampah yang dapat terurai dan dapat diolah menjadi hal yang
bermanfaat, contohnya sebagai kompos yang dipadukan dengan pemeliharaan cacing tanah.
Kompos untuk pupuk dan cacing tanah dapat menyuburkan tanah.
Reuse (penggunaan ulang): untuk sampah yang tidak dapat terurai dan dapat digunakan ulang.
Contohnya botol sirup dapat digunakan lagi untuk menyimpan air minum.
Reduce (pengurangan): melakukan pengurangan bahan atau penghematan. Contohnya jika akan
berbelanja ke pasar atau supermarket, sebaiknya membawa tas dari rumah untuk megurangi
sampah plastik.
Repair (pemeliharaan): menjaga lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan
terutama di perairan.

C. PENCEMARAN UDARA

Pencemaran udara adalah kondisi udara mengandung senyawa – senyawa kimia atau
substansi fisik atau biologi yang berdampak buruk bagi kesehatan : manusia, hewan, tumbuhan,
merusak: keindahan alam, kenyamanan, properti.

Udara mengandung oksigen yang penting untuk kehidupan organisme. Di atmosfer bumi,
terkandung sekitar 20% oksigen yang dibutuhkan semua organisme. Oksigen berperan dalam

PAGE 20

pembakaran karbohidrat melalui pernapasan. Pembakaran juga sering dilakukan di lingkungan
pembakaran seperti pembakaran sampah, kayu dan sebagainya.

Hasil samping dari pembakaran adalah karbon (CO2 dan CO) yang dibuang ke udara. CO2
sangat penting untuk tumbuhan dalam proses fotosintesis. Namun, semakin banyaknya populasi
manusia kebutuhan tempat tinggal pun meningkat membuat lahan yang ditumbuhi pepohonan
berkurang serta adanya illegal loging (penebangan liar) yang membuat tumbuhan berkurang.

Pencemaran udara ada 2 yaitu 1). Primer: disebabkan langsung dari sumber pencemar.
Contohnya peningkatan CO2 yang disebabkan oleh aktivitas pembakaran manusia. 2). Sekunder:
disebabkan oleh reaksi antar substansi pencemar udara primer yang terjadi di atmosfer. Contohnya
pembentukan ozon yang terjadi dari reaksi kimia partikel yang mengandung oksigen.
Faktor Penyebab Pencemaran Udara ada 2 yaitu
1). Aktivitas Alam : aktivitas alam seperti bencana alam contohnya gunung meletus menimbulkan
abu vulkanik yang mencemari udara sekitar dan merugikan organisme dan kebakaran hutan yang
menghasilkan karbondioksida dalam jumlah banyak.
2). Aktivitas Manusia : pembakaran sampah, asap – asap industri, asap kendaraan, asap rokok,
senyawa kima buangan seperti CFC dan sebagainya. Pencemaran udara dapat berdampak pada
kesehatan, tumbuhan, efek rumah kaca dan rusaknya lapisan ozon.
Dampak Pencemaran Udara
 Kesehatan: pencemaran udara menurunkan kualitas udara sehingga menimbulkan banyak

penyakit seperti infeksi saluran pernapasan (ISPA) yaitu Emfisema. Emfisema adalah gejala
kesulitan pengangkutan oksigen karena CO2 di udara lebih banyak dari O2. Sehingga, tubuh
akan kekurangan oksigen dan menjadi sesak napas, pusing, berlanjut pada kematian.
 Bagi tumbuhan: abu vulkanik dan hujan asam mengandung sulfur yang tidak bagus untuk
tumbuhan karena bisa menyebabkan kematian. Efek rumah kaca : peningkatan suhu bumi yang
diakibatkan meningkatnya CO2 dan CO di atmosfer. CO2 dan CO di atmosfer membentuk
lapisan yang menghalangi panas bumi keluar, sehingga panas bumi tetap berada didalam bumi.
 Rusaknya lapisan ozon: CFC adalah senyawa dalam produk pendingin (freezer, AC, dan
aerosol). Ketika CFC terurai di atmosfer, ozon terurai dan lapisan ozon berlubang. Lapisan ozon
berfungsi sebagai pelindung bumi dari panas dan sinar UV matahari. Apabila lapisan ozon
berlubang, pemanasan global meningkat.

D. PENCEMARAN TANAH

Pencemaran tanah adalah keadaan bahan kimia buatan manusia masuk dan mengubah
lingkungan alami tanah. Pencemaran tanah terjadi karena kebocoran limbah atau bahan industri,
penggunaan pestisida, kecelakaan kendaraan pengangkut minyak, zat kimia atau limbah, air limbah
dari penimbunan sampah dan limbah industri.

PAGE 21

Faktor penyebab pencemaran tanah ada 3 yaitu : limbah domestik, limbah industri dan limbah
pertanian.
 Limbah domestik: berasal dari pedagang, tempat usaha, hotel, kantor – kantor pemerintahan

dan tempat wisata. Limbah domestik berupa limbah padat dan cair. Limbah cair berupa tinja
(feses), deterjen, oli dan cat. Apabila meresap ke tanah dapat merusak kandungan air tanah
dan membunuh mikroorganisme tanah.
Limbah padat berupa senyawa anorganik yang tidak dapat diuraikan (tidak terbiodegradasi)
mikroorganisme seperti plastik, serat, keramik, kaleng dan bekas bahan bangunan yang dapat
mengurangi kesuburan tanah. Limbah padat akan tetap utuh hingga 300 tahun.
 Limbah industri: berasal dari sisa produk industri, berupa limbah padat dan cair. Limbah padat
merupakan hasil buangan industri berupa padatan, lumpur dan bubur yang berasal dari proses
pengolahan. Contohnya sisa pengolahan pabrik gula, pulp, kertas, rayon, plywood, pengawetan
ikan, daging, buah dan sebagainya.
 Limbah cair: merupakan sisa pengolahan industri pelapisan logam dan industri kimia lainnya.
Tembaga, timbal, perak, krom, arsen dan boron adalah zat – zat yang dihasilkan dari proses
industri pelapisan logam seperti Hg, Zn, Pb dan Cd.
 Limbah pertanian: karena pengetahuan petani kurang, menggunakan pupuk sintetik melebihi
ketentuan atau caranya tidak tepat. Akibatnya, limbah pertanian berupa sisa pupuk sintetik
untuk menyuburkan tanah membuat tanah tercemar. Misalnya, pupuk urea dan pestisida untuk
pemberantas hama tanaman.
Penggunaan pupuk yang terus menerus akan merusak struktur tanah. Akibatnya, kesuburan
tanah berkurang dan tidak dapat ditanami jenis tanaman tertentu karena hara tanah semakin
berkurang. Penggunaan juga mematikan mikroorganisme yang berguna di dalam tanah.
Padahal kesuburan tanah tergantung pada jumlah organisme di dalamnya.
Dampak pencemaran tanah:
 Contohnya kromium dan herbisida merupakan bahan karsinogenik untuk semua organisme.
Timbal berbahaya bagi anak-anak, menyebabkan kerusakan otak dan kerusakan ginjal pada
seluruh organisme. Raksa dan siklodiena menyebabkan kerusakan ginjal. PCB dan siklodiena
mengakibatkan kerusakan hati ditandai dengan keracunan.
 Organofosfat dan karmabat menyebabkan gangguan saraf otot. Pelarut yang mengandung
klorin merangsang perubahan hati, ginjal dan penurunan sistem saraf pusat. Gejalanya sakit
kepala, pusing, letih, iritasi mata, dan ruam kulit. Pada dosis tinggi, menyebabkan kematian.
 Pencemaran tanah juga memberikan dampak terhadap ekosistem. Perubahan kimiawi tanah
timbul dari bahan kimia beracun dan berbahaya. Perubahan ini menyebabkan perubahan
metabolisme dari mikroorganisme endemik dan Arthropoda yang hidup di dalamnya. Akibatnya,
memusnahkan spesies primer rantai makanan, memberi akibat predator atau tingkatan lain.

PAGE 22

Penanggulangan Pencemaran Tanah
Penanggulangan pencemaran tanah dapat dilakukan dengan: remidiasi dan bioremidiasi.

 Remidiasi adalah kegiatan membersihkan permukaan tanah yang tercemar. Ada 2 jenis
remidiasi tanah yaitu in situ (on – site) dan ex situ (off – site).
Pembersihan off – site meliputi penggalian tanah yang tercemar kemudian dibawa ke daerah
aman dan dibersihkan dari pencemar. Caranya : disimpan di bak atau tanki yang kedap
kemudian diolah dengan IPAL. Pembersihan off – site lebih mahal dan rumit.

 Bioremidiasi adalah pembersihan pencemaran tanah menggunakan mikroorganisme (jamur,
bakteri). Bioremidiasi bertujuan memecah atau mendegradasi zat pencemar menjadi bahan
yang kurang beracun atau tidak beracun (CO2 dan H2O).
Mikroorganisme yang berfungsi sebagai bioremediasi adalah jamur vesikular arbuskular
mikoriza, berperan langsung maupun tidak langsung dalam remediasi tanah, berperan langsung
menyerap unsur logam dari tanah, menstimulir pertumbuhan mikroorganisme bioremediasi lain
seperti bakteri tertentu, jamur spesies lain, dan sebagainya.

Tugas

Kerjakan soal-soal berikut dengan benar!
1. Zat yang menyebabkan pencemaran disebut … .

A. polusi
B. sampah
C. polutan
D. limbah
2. Peristiwa masuknya zat atau komponen lainnya ke dalam lingkungan perairan sehingga mutu
air terganggu disebut … .
A. pencemaran air
B. pencemaran tanah
C. pencemaran udara
D. pencemaran suara
3. Blooming algae disebabkan oleh … .
A. pembuangan limbah yang mengandung logam
B. penggunaan pestisida yang berlebihan
C. penggunaan pupuk buatan yang berlebihan
D. air buangan yang mengandung detergen
4. Pengaruh pestisida DDT sangat berbahaya terhadap makhluk hidup, misalnya jika DDT
terkumpul dalam tubuh burung betina akan menyebabkan … .
A. kematian
B. kemandulan

PAGE 23

C. tipisnya cangkang telur
D. rusaknya organ-organ tubuh
5. Bioremidiasi adalah penggunaan mikroorganisme untuk membersihkan pencemaran yang
disebabkan oleh …
A. limbah minyak
B. sampah plastik
C. pembakaran hutan
D. pertumbuhan alga
6. Limbah pertanian yang dapat menjadi polutan adalah … .
A. logam berat dan hujan asam
B. pupuk buatan dan pestisida buatan
C. sampah organik dan detergen
D. sisa makanan dan plastic
7. Salah satu cara menanggulangi pencemaran yang disebabkan oleh limbah pabrik yaitu…
A. mengurangi dan menutup industri bahan kimia
B. membatasi penggunaan bahan kimia
C. membuang limbah pabrik sedikit demi sedikit
D. mengolah limbah pabrik sebelum dibuang
8. Di suatu ekosistem perairan terdapat zooplankton, ikan kecil, ikan besar, dan fitoplankton,
maka DDT akan terakumulasi pada… .
A. fitoplankton
B. zooplankton
C. ikan kecil
D. ikan besar
9. Peristiwa masuknya zat, energi/komponen lain ke dalam lingkungan udara disebut … .
A. pencemaran air
B. pencemaran suara
C. pencemaran tanah
D. pencemaran udara
10.Kandungan CO yang berlebih di udara dapat menimbulkan … .
A. pemanasan global
B. sesak nafas
C. hujan asam
D. berlubangnya ozon
11. Suhu lingkungan yang meningkat akan menyebabkan pemanasan global. Dampak pemanasan
global adalah sebagai berikut, kecuali ....
A. mencairnya es di kutub menyebabkan turunnya permukaan air laut
B. keseimbangan ekosistem menjadi terganggu

PAGE 24

C. berkurangnya keanekaragaman hayati
D. mencairnya es di kutub menyebabkan pulau-pulau kecil terendam
12. Salah satu upaya dalam pengendalian hama yang tidak menimbulkan pencemaran lingkungan
adalah...
A. penggunaan pestisida
B. pengendalian dengan herbisida
C. pengendalian secara biologis
D. penyemprotan dengan insektisida
13. Contoh polusi udara yang terjadi secara alami, yaitu.....
A. pembakaran sampah
B. kebakaran hutan
C. uap dari laut
D. gas dari aktivitas gunung merapi
14. Penanggulangan yang dapat dilakukan untuk mencegah pencemaran tanah diantaranya,
kecuali....
A. menanggulangi sampah plastik
B. sistem tanam monokultur
C. mengelola sisa radioaktif
D. pemakaian pupuk sesuai kebutuhan
15. Bu Tini sangat rajin memberikan pupuk pada lahan kebunnya, namun lama kelamaan
tumbuhan di kebunnya tumbuh kurang subur. Bu Tini mulai berpikir apakah penggunaan pupuk
yang terus menerus mengakibatkan tanaman di kebunnya menjadi kurang subur?
Menurut Ananda penggunaan pupuk yang terus menerus akan berakibat ……
A. tanah menjadi lebih subur
B. berkurangnya hara tanah
C. menurunnya hama penyakit
D. pH tanah meningkat
16. Anita sedang memperhatikan kondisi sungai di dekat rumahnya, kondisi yang dia temukan
yaitu: ditumbuhi eceng gondok yang subur, terdapat berbagai jenis tanaman di pinggiran
sungai, banyak anak-anak bermain di sekitar sungai. Anita berpikir bahwa sungai di dekat
rumahnya sudah tercemat, karena pada air sungai yang telah tercemar akan terlihat tanda-
tanda....
A. airnya jernih dan tidak berwarna
B. terdapat berbagai jenis fauna
C. ditumbuhi eceng gondok yang subur
D. airnya tidak berbau busuk
17. Berikut yang merupakan upaya pelestarian lingkungan adalah . . .
A. denitrifikasi

PAGE 25

B. urbanisasi
C. sanitasi
D. reboisasi
18. Pak Anton merasakan sesak nafas ketika dia berada di tengah kemacetan di jalan raya. Di
sekitar pak Anton banyak asap kendaraan bermotor yang berasal dari knalpot.
Menurut Ananda apakah gas yang menyebabkan pak Anton menderita sesak nafas?
A. CO2
B. CO
C. NO2
D. H2O
19. Usaha-usaha manusia untuk melestarikan lingkungan agar serasi dan seimbang adalah ….
A. pemakaian sumber daya alam secara berlebihan
B. perburuan satwa tanpa memperdulikan jumlah populasi
C. penebangan hutan secara ekonomis
D. pemanfaatan sumber daya alam secara bijaksana
20. Cara alami yang dapat dilakukan untuk mempertahankan atau meningkatkan kualitas tanah
adalah ....
A. reboisasi dan rotasi tanaman
B. erosi dan pemupukan
C. sengkedan dan erosi
D. pemupukan dan rotasi tanaman

KUNCI JAWABAN Jawaban yang Nomor Soal/ Jawaban yang
Nomor Soal/ Benar Pertanyaan Benar
Pertanyaan C A
1 A 11 C
2 C 12 D
3 C 13 B
4 A 14 B
5 B 15 C
6 D 16 D
7 D 17 B
8 D 18 D
9 B 19 A
10 20

PAGE 26

Bab iv
PEMANASAN GLOBAL

PAGE 27

Ananda pernah membayangkan berada di dalam mobil yang tertutup rapat pada siang hari?
Sinar matahari dengan leluasa dapat memasuki ruangan mobil melalui kaca mobil, sehingga
menyebabkan udara di dalam mobil menjadi lebih panas. Udara di dalam mobil menghangat, karena
panas sinar matahari yang masuk tidak dapat leluasa keluar. Sehingga panas tersebut terperangkap
di dalam mobil.

Demikian halnya dengan pemanasan global. Matahari memancarkan radiasinya ke bumi
menembus lapisan atmosfer bumi. Radiasi tersebut akan dipantulkan kembali ke angkasa, namun
sebagian gelombang tersebut diserap oleh gas rumah kaca, yaitu CO2, CH4,N2O, HFCs dan SF4
yang berada di atmosfer. Sebagai akibatnya gelombang tersebut terperangkap di dalam atmosfer
bumi. Peristiwa ini terjadi berulang-ulang, sehingga menyebabkan suhu rata-rata di permukaan bumi
meningkat. Peristiwa inilah yang sering disebut dengan pemanasan global.

Pemanasan global menimbulkan dampak yang sangat besar terhadap kehidupan di dunia
yang diduga menjadi penyebab terjadinya perubahan iklim dunia dengan berbagai akibat yang
ditimbulkannya. Pemanasan global adalah suatu fenomena global yang dipicu oleh kegiatan
manusia terutama yang berkaitan dengan penggunaan bahan fosil dan kegiatan alih guna lahan.
Kegiatan ini menghasilkan gas-gas yang semakin lama semakin banyak jumlahnya di atmosfer,
terutama gas karbon dioksida (CO2). Gas CO2 ini yang menjadi biang keladi dari terjadinya
pemanasan global melalui proses yang disebut efek rumah kaca.
1. Efek Rumah Kaca

Efek rumah kaca adalah pemanasan alami yang terjadi ketika gas – gas tertentu di
atmosfer bumi memerangkap panas. Di atmosfer bumi terdapat banyak gas rumah kaca seperti
CO2, metana, siklus air dan gas lainnya.

CO2, siklus air dan dan gas – gas rumah kaca lainnya di atmosfer adalah transparan untuk
radiasi matahari, namun mampu menangkap dan menyerap cahaya yang memancar ke bumi.
Radiasi yang sebagian terserap akan direfleksikan kembali oleh bumi. Dalam keadaan normal,
jumlah radiasi panas yang diserap dengan yang direfleksikan kembali adalah sama.

Proses efek rumah kaca : ketika radiasi matahari mengenai permukaan bumi, bumi
menjadi panas. Radiasi panas bumi dipancarkan kembali ke atmosfer, namun terhalang polutan
udara sehingga terperangkap dan dipantulkan kembali ke bumi. Proses ini menahan beberapa
panas yang terperangkap dan menyebabkan suhu bumi meningkat.

Para ilmuwan mempelajari efek rumah kaca sejak tahun 1824. Josep Fourier menyatakan:
bumi jauh lebih dingin jika tidak ada atmosfer. Adanya gas rumah kacalah sehingga bumi layak
dihuni. Tanpa adanya gas rumah kaca, permukaan bumi akan berubah sekitar 60°F atau
15,6°C.

PAGE 28

Gambar 4.1. Efek Rumah Kaca
Sumber: https://minimalistdesignmaster.blogspot.com/2019/09

/inspiration-12-pengertian-rumah-kaca.html

2. Pemanasan Global
Pemanasan global adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan peningkatan

suhu rata-rata atmosfer Bumi dan lautan secara bertahap, serta sebuah perubahan yang
diyakini secara permanen mengubah iklim bumi.

Penggunaan bahan bakar fosil, penebangan dan pembakaran hutan untuk
pengalihfungsian menjadi lahan pertanian, pemukiman dan industri menyumbangkan CO2 ke
atmosfer dalam jumlah banyak. Meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca seperi CO2
memengaruhi kadar panas di bumi.

100 tahun lalu, temperatur rata – rata suhu di permukaan bumi meningkat sekitar 0,6°C.
Ilmuwan mempelajari gas-gas rumah kaca menghangatkan bumi dan pembakaran bahan bakar
fosil berkontribusi terhadap pemanasan suhu bumi. Pemanasan global telah dimulai dan akan
meningkat cepat di abad ini.

Penyebab pemanasan global di yaitu :
1) Emisi CO2 yang berasal dari pembakaran bahan bakar fosil sebagai pembangkit

tenaga listrik.
2) Emisi CO2 yang berasal dari pembakaran gasoline sebagai bahan bakar alat

transportasi.
3) Emisi metana dari hewan, lahan pertanian, dan dari dasar laut Arktik.
4) Deforestation (penebangan liar) yang disertai pembakaran lahan hutan.
5) Penggunaan chlorofluorocarbons (CFCs) dalam refrigator (pendingin).
6) Meningkatnya penggunaan pupuk kimia dalam pertanian.

Berikut ilustrasi terjadinya pemanasan global, perhatikan gambar berikut!

PAGE 29

Gambar 4.2. Penyebab Pemanasan Global
Sumber: https://wirahadie.com/pemanasan-global/

3. Dampak Pemanasan Global
Dampak pemanasan global yang nampak yaitu :

1) Temperatur bumi semakin tinggi, di beberapa wilayah temperaturnya lebih tinggi dan di
wilayah lainnya tidak.

2) Tingginya temperatur bumi menyebabkan lebih banyak penguapan dan curah hujan secara
keseluruhan, tetapi masing – masing wilayah berbeda, beberapa menjadi basah dan
bagian lainnya kering.

3) Mencairnya glasier yang menyebabkan volume air laut meningkat. Begitu pula dengan
daratan pantai yang landai, lama – kelamaan mengalami peningkatan akibat
penggenangan air.

4) Hilangnya terumbu karang. Sebuah laporan tentang terumbu karang yang dinyatakan
bahwa dalam kondisi terburuk, populasi karang akan hilang pada tahun 2100 karena
meningkatnya suhu dan pengasaman laut. Sebagaimana diketahui bahwa banyak spesies
lain yang hidupnya bergantung pada terumbu karang.

5) Kepunahan spesies semakin meluas. Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam
majalah Nature, peningkatan suhu menyebabkan kepunahan lebih dari satu juta spesies.
Hingga saat ini hilangnya spesies semakin meluas dan daftar spesies yang terancam
punah terus berkembang dan bertambah.

6) Kegagalan panen besar-besaran. Menurut penelitian terbaru, terdapat 90% kemungkinan
bahwa 3 miliar orang di dunia harus memilih antara pergi bersama keluarganya ke tempat
yang beriklim baik atau kelaparan akibat perubahan iklim dalam kurun waktu 100 tahun.

7) Penipisan lapisan ozon. Berdasarkan pengamatan satelit, diketahui bahwa lapisan ozon
secara berangsur-angsur mengalami penipisan sejak pertengahan tahun 1970.

4. Upaya Menanggulangi Pemanasan Global
Penyebab terbesar pemanasan global adalah karbon dioksida (CO2) yang dilepaskan ketika

bahan bakar fosil seperti minyak dan batu bara yang dibakar untuk menghasilkan energi. Besarnya
penggunaan bahan bakar fosil untuk aktivitas manusia akan menyumbangkan peningkatan CO2 di

PAGE 30

udara. Beberapa usaha yang dapat dilakukan untuk menanggulangi pemanasan global, diantaranya
sebagai berikut:

1) Menggunakan energi terbarukan dan mengurangi penggunaan batu bara, gasoline, kayu,
dan bahan bakar organik lainnya.

2) Meningkatkan efisiensi bahan bakar kendaraan.
3) Mengurangi deforestation.
4) Mengurangi penggunaan produk-produk yang mengandung Chlorofluorocarbons (CFCs)

dengan menggunakan produk-produk yang ramah lingkungan.
5) Mendukung dan turut serta pada kegiatan penghijauan

Tugas

Kerjakan soal-soal berikut dengan jawaban yang benar!
1. Efek rumah kaca adalah istilah untuk menggambarkan pemanasan alami yang terjadi akibat

pemantulan gas tertentu yang kemudian terperangkap di atmosfer. Efek rumah kaca dapat
menjadi masalah lingkungan secara global jika terjadi …
A. kenaikan kadar karbondioksida
B. kenaikan kelembaban udara
C. radiasi sinar ultraviolet
D. penurunan suhu lingkungan
2. Efek rumah kaca dapat berdampak pada pemanasan global. Salah satu usaha yang dapat
dilakukan untuk mengurangi terjadinya efek rumah kaca adalah ….
A. membatasi penggunaan kompos
B. meningkatkan pembangunan pabrik
C. membatasi pemakaian bahan bakar fosil
D. meningkatkan produksi sepeda motor
3. Perhatikan beberapa peristiwa berikut!
(1) Mencairnya es di kutub
(2) Terjadinya perubahan iklim
(3) Suhu lingkungan menjadi sejuk
(4) Berkurangnya flora dan fauna
(5) Banyaknya tumbuhan baru
Dampak dari pemanasan global ditunjukkan oleh nomor ….
A. 1, 2, dan 4
B. 2, 3, dan 5
C. 2, 3, dan 4
D. 3, 4, dan 5

PAGE 31

4. Meningkatnya jumlah kendaraan bermotor mengakibatkan naiknya suhu udara di daerah
perkotaan yang dapat mengganggu proses pernafasan makhluk hidup. Gas buangan dari
kendaraan tersebut bersifat sebagai gas rumah kaca dan racun bagi tubuh . Salah satu
alternatif untuk mengatasi masalah tersebut yang paling tepat adalah ….
A. membuat saringan CO2 ditempat tempat tertentu
B. membuat alat deteksi CO2 pada kendaraan bermotor
C. memberi penyuluhan tentang kesehatan lingkungan
D. menggalakkan kegiatan penghijauan di kota besar

5. Komponen pada penggunaan alat transportasi yang menyebabkan terjadinya peningkatan
suhu udara adalah ….
A. pembakaran yang terjadi didalam mesin tidak sempurna
B. emisi CO2 dari bahan bakar transportasi
C. banyaknya penggunaan transportasi
D. energi yang dihasilkan dari proses pemanasan

Kunci jawaban
No Kunci
1A
2C
3A
4D
5B

PAGE 32

Bab v
Lapisan bumi dan ancaman

bencana alam

PAGE 33

1. Permukaan Bumi (Geosfer)
Geosfer berasal dari kata geo yang berarti wilayah serta spere yang berarti yang menanungi

atau yang mengelilingi. Dalam hal ini meliputi lapisan atmosfer, litosfer, biosfer, hidrosfer, serta
antroposfer.

Litosfer merupakan bagian bumi yang terluar, atau biasa disebut sebagai kulit bumi. Pengertian
lain dari bagian bumi ini adalah bagian terluar dari lapisan kerak bumi berupa batuan. Batuan di sini
sebenarnya bukan saja berupa benda keras seperti batu yang biasa kita jumpai dalam kehidupan
sehari-hari, akan tetapi bisa dalam bentuk tanah liat, pasir, kerikil, abu gunung berapi, dan lain
sebagainya.

Permukaan bumi maupun planet-planet yang lain diselimuti oleh suatu lapisan gas yang disebut
atmosfer yang membentang mulai dari permukaan bumi hingga jauh ke luar angkasa. Gejala yang
terdapat di lapisan ini terdiri dari berbagai macam unsur cuaca seperti angin, suhu, awan, hujan,
kelembaban udara, serta udara.

Merupakan bagian dari permukaan bumi yang terdiri dari lapisan air. Beberapa element dari
hidrosfer bumi antara lain adalah sungai, danau, laut, gletser, air tanah, serta uap air yang berada
di lapisan udara. Hidrosfer memiliki siklus yang dinamakan sebagai siklus hidrologi.

Antroposfer merupakan bagian dari geosfer yang menjadi tempat hidup bagi manusia serta
memiliki fungsi lingkungan hidup bagi manusia. Contoh dari antroposfer adalah wilayah pedesaan,
wilayah perkotaan, lokasi pemukiman, dan lain sebagainya.
2. Struktur dan Lapisan Bumi

Para ilmuwan menyimpulkan bahwa bumi tersusun dari 3 lapisan yaitu lapisan kulit bumi/kerak
bumi, kemudian mantel/selimut bumi, lapisan inti bumi.

a. Lapisan Inti Bumi
Lapisan terdalam bumi membentuk inti Bumi. Inti bumi terbentuk dari material cair yang

bertekanan sangat tinggi. Inti bumi tersusun dari mineral cair Besi (Fe) dan Nikel (Ni),
disebut Nife. Inti bumi terbagai menjadi dua, yaitu inti dalam bumi (inner core) yang berupa
material padat, dan inti luar bumi (outer core) yang berupa cairan.
b. Lapisan Mantel Bumi

Lapisan kedua dari dalam bumi adalah lapisan selimut bumi atau selubung bumi atau
mantel bumi. Lapisan selimut bumi merupakan lapisan terbesar, sebagian besar massa
bumi (± 80%) berada dalam lapisan mantel ini. Ketebalan keseluruhan lapisan mantel
adalah 2.900 Km. Mantel bagian atas yang mengalasi kulit bumi bersifat padat dan bersama
dengan kulit bumi membentuk satu kesatuan yang dinamakan litosfer. Mantel bagian
bawah yang bersifat plastis disebut astenosfer. Secara umum lapisan selimut bumi terdiri
atas 3 bagian, yaitu litosfer, astenosfer, dan mesosfer.

PAGE 34

Gambar 5,1. Struktur Bumi
Sumber: https://www.medcom.id/pendidikan/tips-pendidikan/0k8ayjWK-mengenal-struktur-lapisan-bumi-dari-

terdalam-sampai-terluar

1) Litosfer
Litosfer adalah lapisan bumi yang paling luar atau biasa disebut dengan kulit bumi.

Lapisan ini pada umumnya tersusun dari materi-materi yang berwujud padat dan senyawa
kimia yang kaya akan SiO2, itulah sebabnya lapisan litosfer sering dinamakan lapisan
silikat. Litosfer terdiri dari kulit bumi dan selimut bumi bagian atas, sering disebut lempeng
litosfer. Tebal lapisan ini sekitar 50-100 Km. Litosfer bersuhu dingin. Litosfer membentuk
lempeng-lempeng yang kaku, bergerak diatas astenosfer yang lebih cair. Arus konveksi
memindahkan panas melalui zat cair atau gas, membuat lempeng-lempeng dapat
bergerak, sehingga dapat menimbulkan getaran yang terjadi dipermukaan bumi.
2) Astenosfer

Astenosfer merupakan lapisan dibawah litosfer yang wujudnya sangat kental. Lapisan
astenosfer tersusun dari batuan yang meleleh akibat panas, namun kepadatannya rendah
karenanya bersifat plastis. Tebal lapisan ini sekitar 130-160 Km. Lapisan ini kaya dengan
silium, aluminium dan magnesium, dikenal dengan magma. Wujud cairan magma lebih
kental dari cairan aspal, semisolid, dan dapat mengalir. Astenosfer mengalir akibat suhu
yang tinggi, dan tekanan yang terjadi sepanjang waktu.
3) Mesosfer
Mesosfer merupakan bagian dari mantel bumi yang terdiri dari lapisan batuan yang lebih
berat dan tebal, kaya dengan silium dan magnesium. Lapisan ini merupakan lapisan
terbesar dari lapisan selubung bumi. Tebalnya sekitar 2400-2750 Km. Mesosfer lebih kaku
dibandingkan astenosfer namun lebih kental dibandingkan litosfer.
c. Lapisan Kulit/Kerak Bumi

Lapisan ketiga yang merupakan bagian terluar bumi adalah kulit bumi. Ketebalan
lapisan kulit bumi antara 0-100 Km, dan merupakan lapisan tanah dan bebatuan. Lapisan
ini hanya sekitar satu persen dari massa bumi dan merupakan lapisan tipis dibandingkan
dengan lapisan lainnya. Lapisan ini menjadi tempat tinggal seluruh makhluk hidup di bumi.
Lapisan kulit bumi dibedakan menjadi dua, yaitu kerak samudera dan kerak benua.

PAGE 35

Kerak samudra tersusun oleh mineral yang kaya akan Silika, dan Magnesium, disebut
sima. Kerak samudra biasanya disebut lapisan basaltis karena batuan penyusunnya
terutama berkomposisi basalt, sedangkan kerak benua tersusun oleh mineral yang kaya
akan Silika dan Aluminium, oleh karenanya disebut sial. Lempeng benua biasanya disebut
sebagai lapisan granitis karena batuan penyusunnya terutama terdiri dari batuan yang
berkomposisi granit.

Gambar 5.2. Lapisan Kuit Bumi
Sumber: ipapedia.web.id

3. Lapisan Atmosfer Bumi

Atmosfer Bumi juga terdiri atas berbagai lapisan. Setiap lapisan memiliki karakteristik sebagai

berikut:

Tabel 5.1
Lapisan – Lapisan Atmosfer Bumi

Nama Lokasi pada Karakteristik
No Lapisan Ketinggian
1 Eksosfer
2 Termosfer Di atas 500 tempat mengorbit satelit buatan, memiliki molekul

3 Mesosfer km yang sangat sedikit.

4 Stratosfer tempat mengorbit teleskop Hubble milik NASA,

5 Troposfer 85-500 km memiliki suhu yang tinggi namun karena molekul
udara sangat sedikit jadi objek yang berada di

sana tidak terasa panas.

tempat terbakarnya meteor yang menuju bumi,

50-85 km kebanyakan meteor yang menuju bumi akan habis

terbakar di mesosfer.

terdapat dari lapisan ozon (O3) untuk melindungi

10-50 km kita dari radiasi sinar ultraviolet, sekaligus tempat
melintasnya pesawat udara saat berada di atas

awan.

lapisan atmosfer paling bawah, tempat aktivitas

0- 10 km manusia dan hewan (termasuk burung), tempat

berlangsungnya hujan, angin, salju dan awan.

Pada mesosfer dan termosfer terdapat lapisan yang memiliki partikel ion (bermuatan) yang
disebut ionosfer. Ketika Anda mendengarkan radio pada malam hari, siaran radio dari kota lain akan
terdengar lebih jelas. Hal ini disebabkan karena adanya lapisan ionosfer.

PAGE 36

4. Lapisan Hidrosfer Bumi
Bumi yang kita huni diselimuti oleh air, atau yang sering disebut Hidrosfer. Hidrosfer berasal

dari kata hidros yang berarti air dan sphaira yang berarti selimut. Jadi, hidrosfer merupakan lapisan
air yang menyelimuti Bumi. Hidrosfer tidak hanya meliputi perairan yang luas seperti laut dan
samudera. Hidrosfer juga meliputi air di danau, sungai, air tanah, dan uap air yang ada di udara.

Air sangat penting bagi kehidupan. Hampir setiap elemen kehidupan memerlukan air untuk
melangsungkan kehidupannya. Tumbuhan memerlukan air untuk berfotosintesis, sedangkan
manusia memerlukan air untuk metabolisme dan memenuhi kebutuhan hidup. Tidak ada makhluk
hidup yang dapat hidup tanpa air.

Jika semua makhluk di Bumi menggunakan air untuk melangsungkan kehidupannya, apakah
air yang ada di Bumi akan berkurang dan habis? Atau jumlah air akan bertambah karena adanya
hujan? Ataukah jumlah air di Bumi tetap? Air yang ada di Bumi memiliki sebuah siklus yang
dinamakan siklus hidrologi atau siklus air. Siklus hidrologi merupakan sebuah proses daur ulang air
secara terus menerus.

Siklus air bermula ketika panas Matahari menguapkan air yang ada di laut dan dipermukaan
Bumi (evaporasi). Uap air tersebut akan berkumpul di angkasa dan terjadi proses kondensasi
(pengembunan) hingga terbentuk awan. Awan tersebut kemudian akan berjalan sesuai dengan arah
hembusan angin. Penguapan yang terjadi setiap hari mengakibatkan uap yang menjadi awan
semakin banyak. Jika awan sudah tidak dapat menampung uap dari evaporasi, maka uap air di
awan akan turun sebagai hujan. Air hujan akan mengisi cadangan air yang berada di permukaan
Bumi. Proses ini berlangsung terus menerus seperti yang ditunjukan pada Gambar 5.3. berikut.

Gambar 5.3. Siklus Air
Sumber: https://www.kompas.com/sains/read/2022/05/07/163200523/penjelasan-siklus-air-per-tahapannya-

ini-yang-terjadi

Kuis

Lengkapilah rangkuman berikut sesuai dengan materi yang telah dibahas pada uraian materi
1. Geosfer secara umum merupakan lapisan bumi yang meliputi atmosfer, biosfer, antroposfer,

_________, _________.
PAGE 37

2. Lapisan inti bumi terbentuk dari material cair dimana unsur utamanya terdiri dari _________
dan _________.

3. Kerak bumi terdiri dari dua bagian diantaranya adalah kerak _________ dan kerak _________.
4. Atmosfer memiliki beberapa lapisan dimulai dari Troposfer, _________, _________,

_________, hingga Eksosfer.
5. Pada lapisan Stratosfer, terdapat lapisan _________ yang melindungi kita dari bahaya sinar

ultraviolet.
6. Tempat terbakarnya meteor yang menuju bumi terjadi pada lapisan _________.
7. Telesko Hubble mengorbit pada lapisan _________.
8. Satelit buatan mengorbit pada lapisan _________.
9. Tekanan udara paling tinggi beraada pada lapisan _________.
10. Siklus air bermula ketika _________ menguapkan air. Uap air tersebut berkumpul di angkasa

dan terjadi proses _________ hingga terbentuk awan. Awan tersebut bergerak sesuai arah
hembusan angin hingga awan tidak dapat menampung lagi dan berakhir dengan turunnya
hujan.

PAGE 38

Gunung Api dan Gempa Bumi

1. Gunung Api

Secara umum, gunung berapi atau gunung api adalah istilah yang dapat didefinisikan sebagai

suatu sistem saluran fluida panas (batuan dalam wujud cair atau lava) yang memanjang dari

kedalaman sekitar 10 km di bawah permukaan bumi sampai ke permukaan bumi, termasuk endapan

hasil akumulasi material yang dikeluarkan pada saat meletus.

Suatu gunung berapi merupakan bentukan alam dari pecahan yang terjadi di kerak dari benda

langit bermassa planet, seperti Bumi.

Patahan tersebut mengakibatkan lava panas, abu vulkanik dan gas bisa keluar dari dapur

magma yang terdapat di bawah permukaan bumi.

Macamnya sendiri ada banyak, dilihat dari aktivitas dan tipe bentuknya. Dari aktivitas, ada yang

aktif, ada yang mati, dan ada juga yang istirahat.

 Gunung Api Mati

Seperti namanya, gunung ini sudah tidak lagi memiliki aktivitas erupsi. Bisa saja gunung ini

pernah meletus, tapi tidak akan meletus lagi.

 Gunung Istirahat

Gunung istirahat merujuk kepada gunung yang masih memiliki aktivitas vulkanik, tapi

sedang beristirahat. Gunung jenis ini dapat meletus sewaktu-waktu, kemudian beristirahat

lagi. Contohnya adalah Gunung Kelud.

Sedangkan berdasarkan tipe bentuknya, terdapat gunung kerucut (strato), gunung perisai, dan

gunung maar.

 Gunung api strato mempunyai bentuk kerucut berlereng

curam dan luas yang terdiri atas banyak lapisan lava

yang terbentuk dari aliran lava yang berulang-ulang.

Lava dapat mengalir melalui sisi kerucut. Sifat letusan

keras.

 Gunung api maar terbentuk karena letusan akan tetapi

tidak terlalu kuat dan hanya terjadi sekaili sehingga

menghasilkan kawah yang menyerupai danau. Contoh

Gunung Api Lamongan di Jawa Timur.

 Gunung api perisai terbentuk karena lava yang cair dan

tekanan yang rendah. Berbentuk landai dan aliran lava

panas dari saluran tengah. Daerah persebaran magma

luas serta proses pendinginan dan pembekuannya

pelan. Frekuensi letusan sedang dan pelan dengan Gambar 5.4. Bentuk Gunung Api
jumlah cairan lava cair yang banyak. Sumber: zenius.net

PAGE 39

2. Kaldera

Kaldera merupakan suatu kawasan berbentuk bulat yang membentang rendah di tanah.

Kawasan ini terbentuk pada saat tanah amblas setelah letusan eksplosif. Bentuk morfologinya

seperti kawah tetapi garis tengahnya lebih dari 2 km Sebagian besar kaldera terbentuk akibat dari

letusan. Di Indonesia terdapat lebih dari 5 kaldera yang terbentuk akibat letusan gunung berapi.

Kaldera tersebut yaitu kaldera Danau Toba (meletus 73.000-75.000 tahun lalu), kaldera Gunung

Rinjani (1287), kaldera Gunung Tambora (1815), kaldera Gunung Krakatau (1883), dan kaldera

Gunung Batur (1926).

3. Tipe Letusan Gunung Api

Setiap gunung memiliki letusan yang berbeda-beda. Dengan mengetahui bentuk gunung,

Ananda dapat memprediksi jenis letusan yang mungkin dikeluarkan oleh gunung tersebut.

Berdasarkan juga kuat lemahnya letusan serta tinggi tiang asap, gunung api dibagi menjadi

beberapa tipe erupsi diantaranya adalah sebagai berikut.

a. Letusan Tipe Stromboli merupakan jenis

letusan yang mempunyai interval waktu

yang hampir sama di setiap letusannya

sehingga letusan dapat terjadi setiap

beberapa kali dalam interval waktu yang

sama. Material-material yang keluar akibat

letusan ini berupa bom, lipari maupun abu

vulkanik. Gambar 5.5. Letusan Stromboli
Sumber: Zenius.net

b. Letusan Tipe Hawaiian merupakan letusan

yang terjadi pada gunung yang memiliki lava

sangat cair dan memiliki bentuk seperti

perisai atau tameng yang dapat mengalir ke

segala arah. Skala letusan tipe Hawaii ini

relatif kecil namun memiliki intensitas yang Gambar 5.6. Letusan Hawaiian
tinggi. Sumber: Zenius.net

c. Letusan Tipe Merapi adalah letusan untuk Gambar 5.7. Letusan Merapi
gunung yang memiliki lava yang kental yang Sumber: Zenius.net
dapat menyumbat mulut kawah. Hal ini akan
berakibat tekanan gas menjadi semakin kuat
dan menyebabkan sumbatan di mulut kawah
menjadi pecah dan terangkat ke atas.

PAGE 40

d. Letusan Tipe Volcano merupakan letusan Gambar 5.8. Letusan Volcano
yang mengeluarkan material- material padat Sumber: Zenius.net
seperti bom, abu vulkanik, lapili dan juga
bahan-bahan padat atau cair seperti lava. Gambar 5.9. Letusan Perret
Sumber: Zenius.net
e. Letusan Tipe Perret atau Plinian adalah
letusan gunung berapi yang disertai ledakan
yang sangat dahsyat dan dapat merusak
lingkungan. Dengan demikian, material yang
dikeluarkan pun jangkauannya bisa sangat
sejauh hingga 80 km. Karakteristik yang
dimiliki oleh letusan ini adalah ketika erupsi
dikeluarkannya juga gas yang sangat tinggi
dan juga awan yang menyembur
menyerupai kembang kol.

f. Letusan Tipe Pelee adalah letusan yang Gambar 5.10. Letusan Pelle
terjadi apabila terdapat sumbatan kawah di Sumber: Zenius.net
puncak gunung api yang berbentuk jarum
sehingga akan menyebabkan tekanan gas
menjadi bertambah besar. Apabila
sumbatan pada kawah gunung tersebut
tidak terlalu kuat maka gunung ini akan
meletus.

g. Letusan Tipe Saint Vincent Terjadi pada
gunung api yang memiliki danau kawah.
Ketika gunung ini meletus maka air di danau
kawah tersebut akan tumpah bersama lava.

Gambar 5.11. Letusan St. Vincent
Sumber: Zenius.net

PAGE 41

Gerak orogenetik atau oroganesa adalah proses pembentukan pegunungan. Proses
orogenetik meliputi luas areal yang relatif sempit dan dalam waktu relatif singkat dibandingkan
dengan gerakan epirogenetik. Gerak orogenetik menyebabkan perubahan bentuk kerak bumi dan
biasanya penebalan kerak bumi akibat interaksi kedua lempeng yang saling bertemu.

Gerak epirogenetik merupakan gerakan yang mengakibatkan bergesernya lapisan kulit bumi
dengan gerakan yang relatif lambat, berlangsung dalam kurun waktu yang lama dan meliputi daerah
yang luas yang menyebabkan gerak pembentuk kontinen atau benua.
4. Gempa Bumi

Gempa bumi merupakan getaran yang terjadi di permukaan bumi akibat yang disebabkan oleh
lempengan bumi yang bergerak sehingga terjadi pelepasan energi dari dalam perut bumi secara
tiba-tiba yang biasanya diikuti dengan terjadinya patahan/sesar (fault). Timbulnya patahan atau
sesar tersebut karena adanya gerakan plat-plat tektonik/lapis kerak bumi yang saling bertumbukan,
bergeser atau saling menyusup satu dengan yang lain (subduksi).

Pergerakan lempeng tersebut diklasifikasikan menjadi tiga macam, yaitu sebagai berikut:
1) Konvergen, merupakan pergerakan lempeng yang saling mendekati satu sama lain/

bertubrukan. Gerak konvergen antara dua kerak benua menyebabkan pembentukan
pegunungan (lipatan) misalnya pembentukan Pegunungan Himalaya (interaksi lempeng
India dengan Lempeng Eurasia). Gerak konvergen antara lempeng benua dengan lempeng
samudra menyebabkan penujaman sehingga terbentuk gunung api dan palung laut
misalnya pada Pegunungan Andes (interaksi lempeng Nazca dan lempeng Amerika
Selatan).
2) Divergen, merupakan pergerakan lempeng yang saling menjauh. Gerakan ini
menyebabkan pembentukan punggung, samudera (mid ocean ridge).
3) Transform, merupakan pergerakan lempeng yang saling berpapasan yang dapat
menimbulkan patahan secara mendatar.
Dampak dari pergerakan lempeng-lempeng bumi yaitu terbentuknya lipatan dan patahan/sesar
pada lapisan tanah sehingga terbentuk gunung dan pegunungan, lembah, bukit dan perbukitan,
jurang dan lain sebagainya.
Lipatan disebabkan oleh gerakan dari dalam tekanan yang besar dalam bumi akibat arus
konveksi dan temperatur yang tinggi dari, sehingga menjadikan sifat batuan menjadi cair liat atau
plastis. Patahan bumi adalah perubahan bentuk bumi yang terjadi akibat adanya tekanan tenaga
dari pusat bumi yang cepat sehingga permukaan bumi tidak sempat melipat atau melewati batas
elastisitasnya dan menyebabkan patahan.
Selain disebabkan oleh pergerakan lempeng bumi. Gempa Bumi dapat disebabkan oleh faktor
lainnya. Berbagai macam gempa bumi berdasarkan penyebabnya diantaranya adalah sebagai
berikut:
1) Gempa bumi runtuhan, gempa bumi ini biasanya terjadi pada daerah kapur ataupun pada
daerah pertambangan, gempabumi ini jarang terjadi dan bersifat lokal.

PAGE 42

2) Gempa bumi tumbukan, gempa bumi ini diakibatkan oleh tumbukan meteor atau asteroid
yang jatuh ke Bumi, jenis gempa Bumi ini jarang terjadi.

3) Gempa bumi buatan, gempa bumi buatan adalah gempa bumi yang disebabkan oleh
aktivitas dari manusia, seperti peledakan dinamit, nuklir atau palu yang dipukulkan ke
permukaan bumi.

4) Gempa bumi vulkanik, gempa bumi ini terjadi akibat adanya aktivitas magma, yang biasa
terjadi sebelum gunung api meletus. Apabila keaktifannya semakin tinggi maka akan
menyebabkan timbulnya ledakan yang juga akan menimbulkan terjadinya gempa bumi.
Gempa bumi tersebut hanya terasa di sekitar gunung api tersebut.

5) Gempa bumi tektonik, gempa bumi ini disebabkan oleh adanya aktivitas tektonik, yaitu
pergeseran lempeng-lempeng tektonik secara mendadak yang mempunyai kekuatan dari
yang sangat kecil hingga yang sangat besar.

Ancaman Bencana Alam

Mitigasi Bencana
Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui

pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman
bencana (Pasal 1 ayat 6 PP No 21 Tahun 2008 tentang Penyelenggaraan Penanggulangan
Bencana).

Mitigasi bencana merupakan langkah yang sangat perlu dilakukan sebagai suatu titik tolak
utama dari manajemen bencana. Ada 4 (empat) hal penting dalam mitigasi bencana, yaitu:

a. Tersedia informasi dan peta kawasan rawan bencana untuk tiap jenis bencana.
b. Sosialisasi untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat dalam

menghadapi bencana, karena bermukim di daerah rawan bencana.
c. Mengetahui apa yang perlu dilakukan dan dihindari, serta mengetahui cara

penyelamatan diri jika bencana timbul, dan
d. Pengaturan dan penataan kawasan rawan bencana untuk mengurangi ancaman

bencana.
Terdapat beberapa tahap dalam upaya penanggulangan bencana yaitu fase Pra Bencana,
fase Tanggap Darurat (saat Terjadi Bencana), dan fase Pasca Bencana. Di dalam Fase Pra
Bencana dibedakan atas kondisi tidak ada ancaman bencana dan kondisi potensi ancaman
bencana. Pada kondisi ancaman bencana terdiri atas tahapan perencanaan, mitigasi, dan tahap
kesigapan. Pada fase tanggap darurat terdiri atas tahap kesiapan dan penanganan korban. Pada
fase pasca bencana terdiri atas pemulihan dan rekonstruksi.

PAGE 43

Berikut ini adalah beberapa bencana yang sering terjadi di Indonesia diantaranya adalah:

a. Letusan Gunung Api

b. Gempa Bumi

c. Tsunami

d. Banjir

e. Air Bah (Banjir Bandang)

f. Tanah Longsor

g. Kebakaran Hutan

h. Angin Putting Beliung (Angin Topan)

Mitigasi Bencana Letusan Gunung Api

Jika Ananda bertempat tinggal di kawasan gunung api Ananda harus mengetahui dan

memahami gejala-gejala agar terhindar dari resiko yang berbahaya. Gejala-gejala vulkanisme

berikut diantaranya adalah:

a. Fumarol: adalah uap air yang keluar dari rekahan-rekahan bumi. Fumarol juga dapat

diartikan sebagai mata air panas yang terdapat di permukaan bumi.

b. Solfatar: adalah gas sulfur/belerang yang keluar dari dalam bumi. Solfatar mudah dikenali

karena baunya yang busuk seperti kentut dan jika dalam tingkat konsentrasi tinggi dapat

berbahaya bagi mahluk hidup.

c. Mofet: adalah gas asam arang (CO2) yang keluar dari kawasan gunung api. Gas ini sangat

berbahaya dan dapat menyebabkan kematian jika dihirup manusia.

d. Geyser: adalah semburan air panas yang berasal dari dalam perut bumi. Semburan tersebut

diakibatkan oleh tekanan yang tinggi dibawah permukaan bumi. Gejala ini termasuk

berbahaya apabila kita berada didekatnya karena suhu air panas yang tinggi serta tanahnya

yang rapuh.

Untuk mempermudah membaca aktivitas gunung api dan proses evakuasi, dibuatlah

tingkatan isyarat atau status gunung berapi, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya

Manusia (ESDM) membedakan status gunung api menjadi empat (4) tingkatan. Level terendah

adalah status NORMAL dengan warna isyarat hijau. Tingkatan level paling tinggi adalah status

AWAS dengan isyarat warna merah diantaranya adalah sebagai berikut:

1. NORMAL : Tidak ada gejala aktivitas tekanan magma level aktivitas dasar.

2. WASPADA : Ada aktivitas di atas level normal

3. SIAGA : Menandakan gunung api sedang bergerak ke arah letusan

4. AWAS : Menandakan gunung api akan segera meletus

Gunung api yang akan meletus memiliki tanda-tanda yang dapat Ananda pelajari. Di daerah

sekitar gunung api yang akan meletus akan memiliki suhu yang terus meningkat. Gunung yang akan

meletus juga menimbulkan suara gemuruh. Selain itu, gempa kecil yang terjadi terus menerus di

sekitar gunung api juga merupakan tanda bahwa gunung tersebut akan meletus. Jika hewan yang

PAGE 44

tinggal di atas pegunungan mulai bermigrasi turun gunung, maka itu merupakan pertanda bahwa
gunung akan meletus.

PAGE 45

Mitigasi Bencana Gempa Bumi

Gambar 5.12. Tindakan yang harus dilakukan ketika gempa terjadi
PAGE 46

Gambar 5.13. Tindakan yang harus dilakukan setelah gempa terjadi

Tugas

Mitigasi Bencana Lainnya

Lengkapi tabel mengenai tindakan yang perlu kita lakukan dalam menghadapi ancaman bencana

alam berikut:

Gejala/Hal yang Rekomendasi Singkat
harus
No Bencana Tindakan Tindakan saat Tindakan
Alam diperhatikan
sebelum bencana dan berada di setelah
 Mendapat
peringatan bencana lokasi bencana bencana
dari Tsunami
1 Tsunami Early  Menanam  Mencari daratan  Mencari
Warning
(TEWS) pohon yang lebih tinggi, tempat

 Terjadi bakau  Tinggalkan benda- perlindungan
gempa yang
besar di disekitar benda yang dan
kawasan
pantai (di pantai menghambat makanan
atas 7.0 SR)
untuk penyelamatan untuk

mengurangi  Jika tidak sempat beristirahat

terjangan, menuju tempat  Mencari

 Memasang tinggi, naik ke atap bantuan

alat rumah, pohon/ mulai dari

pendeteksi lainnya. kerabat

tsunami terdekat

PAGE 47

 Gempa
berpusat di
tengah laut

 Air laut
mendadak
surut

2 Banjir

3 Banjir
Bandang

4 Angin
Putting
Beliung

PAGE 48

BAB Vi
TATA SURYA

PAGE 49


Click to View FlipBook Version