Sejarah lokal
1. Kisah sultan Nuku 2. Kisah ratu Kalinyamat 3. Kisah laksamana Malahayati Daftar isi Latar belakang kisah pahlawan lokal :
Sultan Nuku memiliki nama lengkap Nuku Muhammad Amiruddin, dia merupakan putra Sultan Jamaluddin dari kesultanan Tidore. Pada tahun 1779 sultan Jamaluddin yang tengah memimpin kesultanan Tidore di anggap berbahaya bagi kedudukan Belanda, sehingga ia di tangkap dan di asingkan ke Batavia. Kemudian Belanda mengangkat Sultan Gaizira sebagai penggantinya, hal ini menjadi pemicu utama pangeran Nuku melawan Belanda, karena telah melanggar tradisi kesultanan Tidore. Karena hal ini timbul protes dari rakyat yang setuju bahwa pangeran Nuku lah yang berhak menjadi Sultan. Pergolakan itu di pimpin oleh pangeran Nuku di bantu adiknya yang bernama Kamaluddin. pangeran Nuku berhasil melarikan diri ke Papua. Kedudukan pangeran Nuku semakin kuat setelah di nobatkan menjadi Sultan di Papua. Pada tahun 1794 sultan Nuku mendapat dukungan dari Inggris dan rakyat Tidore, Sultan Jamaluddin yang kembali dari pengasingan juga bergabung pada tanggal 12 April 1797 muncul angkatan laut yang terdiri dari 79 kapal angkatan kaut Nuka dan 1 kapal Inggris. Dan pada tanggal 12 Januari 1781 Nuku mendapat pengakuan resmi dan di angkat menjadi Sultan Tidore. Dengan ketekunan dan kesungguhan akhirnya sultan Nuku berhasil mengamankan dan membawa suasana damai dan tenang di wilayah Maluku dan Papua dari penjajahan bangsa asing. Sultan Nuku memerintah sampai tanggal 14 November 1805 dan wafat sebagai sultan kerajaan Tidore. Kisah sultan Nuku :
Ratu Kalinyamat adalah putri Sultan Trenggono,nama kecilnya adalah Retna Kencana. Gelar Kalinyamat di peroleh dari suami nya yang bernama Pangeran Hadlirin, setelah pindah ke Jawa dan mendirikan kampung di wilayah Kalinyamatan yang berada di antara Jepara dan Kudus, Pangeran Hadlirin di kenal sebagai Pangeran Kalinyamat. Ratu Kalinyamat menjadi penguasa Jepara selama 30 tahun, yakni dari 1549 - 1579. Iya memberi perhatian besar pada bidang politik militer, berhasil membangun potensi kemaritiman yang di miliki Jepara. Di bawah kekuasaan, Jepara menjadi kerajaan bahari, dan mengandalkan laut sebagai sumber utama penghidupannya. Memiliki 4 kota pelabuhan yaitu di Jepara, Juana, Rembang,dan Lasem. Ratu Kalinyamat juga memiliki peran besar dalam sejarah perjuangan bangsa Indonesia, khususnya dalam melawan bangsa Portugis pada abad ke 16. Berkat keberanian dan pemikiran besar nya, nama Ratu Kalinyamat meninggalkan kesan bagi bangsa Portugis. Diego de Conto, seorang penulis berkebangsaan Portugis, menjuluki Ratu Kalinyamat sebagai "Rainha de Jepara senhora Poderosa e ride", yakni Ratu Jepara seorang perempuan kaya dan mempunyai kekuasaan besar. Setelah Ratu Kalinyamat meninggal pada 1579, pengganti nya adalah salah satu putra angkat nya, yakni pangeran Arya dari Banten. Yang kemudian bergelar pangeran Jepara. Kisah Ratu Kalinyamat :
Laksamana Malahayati merupakan bangsawan Aceh .yang memerintah kesultanan Aceh pada 1530 - 1539 . Malahayati bertemu suaminya ( Tuanku Mahmuddin bin Said AL Latief, saat ia mengenyam pendidikan di Akademi Militer Mahad Baitul Maqdis. Dari situ, ia bertekad untuk membentuk pasukan bernama Inong Balee yang terdiri dari para janda yang suami nya gugur dalam peperangan, memiliki pangkalan militer di teluk Lamreh Krueng Jaya. Malahayati dikenal sebagai laksamana laut perempuan pertama di Indonesia dia adalah panglima perang kesultanan Aceh yang tersohor berkat keberaniannya melawan armada angkatan laut Belanda dan Portugis pada abad ke 16 M. Kapal Belanda "de leeuw" dan " leeuwin" yang di pimpin oleh Cornelis de Houtman dan Frederick de Houtman pada tanggal 21 Juni 1599 berlabuh di ibukota kerajaan Aceh. Mereka di sambut baik tetapi justru mengacau kerajaan Aceh. Laksamana Malahayati berhasil menggagalkan upaya Belanda tersebut, ia melawan musuh nya menggunakan senjata rencong. Perjuangan laksamana Malahayati harus berhenti pada tahun 1606. Iya gugur melawan pasukan Portugis di perairan selat Malaka. Jasad Malahayati di makamkan di lereng bukit Lamkuta, Banda Aceh Kisah LaksamanaMalahayati :
Terimakasih kelompok 3 IPS anggota : - Nabila Kirana Ramadhani - Anisa Widiya Pratiwi (4) - Arjuna Putra Zaeri (6)
Penerbit kelompok 3, kelas 7c, Kirana, Anisa, Arjuna SMPN 1 Purwodadi Grobogan. Daftar Pustaka Pembina : Bu triset Tim penyusun : - Nabila Kirana Ramadhani - Anisa Widiya Pratiwi - Arjuna Putra Zaeri