d. Umbi Batang
Umbi batang adalah batang yang menggelembung di bawah tanah. Umbi
batang berisi cadangan makanan. Pada umbi batang terdapat mata tunas-mata
tunas yang kelak tumbuh menjadi tumbuhan baru. Umbi batang terdapat
antara lain pada kentang.
e. Kuncup Adventif Daun
Biasanya tunas muncul pada tumbuhan yang telah dewasa (tua). Tunas ini
dapat muncul dari akar,batang,atau daun. Pembentukan tunas batang misalnya
terjadi pada tumbuhan bamboo, tebu, dan pisang. Tunas akar misalnya pada
tumbuhan cemara, sukun, kesemek. Tunas daun pada tumbuhan cocor bebek.
Tunas-tunas yang muncul selain pada batang dinamakan tunas adventif (liar).
2) Reproduksi Aseksual Buatan
Apakah kamu tahu kenapa pohon durian yang masih terlihat kecil tapi
sudah memiliki buah? Banyak jenis tumbuhan yang memiliki buah lebat dan
manis-manis bagaimana cara tumbuhan itu bereproduksi? Reproduksi tumbuhan
jenis ini dikenal dengan reproduksi aseksual buatan.Reproduksi Aseksual Buatan
adalah perkembangbiakan vegetatif yang sengaja dilakukan atau dibuat oleh
manusia.
Reproduksi ini tidak terjadi dengan sendirinya. Reproduksi vegetatif
secara buatan sering dilakukan untuk menghasilkan individu baru yang memiliki
sifat sama dengan induknya. Selain itu, dengan reproduksi vegetatif akan lebih
cepat diperoleh hasil. Beberapa cara reproduksi vegetatif secara buatan adalah
mencangkok, merunduk, menyambung (enten), menempel (okulasi), dan setek.
1. Mencangkok
Mencangkok adalah usaha manusia dalam memperbanyak tanaman baru
atau pengembangbiakan dengan cara vegetatif buatan. Tidak semua tumbuhan
dapat dicangkok, tumbuhan yang dapat di cangkok hanya tumbuhan dikotil dan
biji terbuka. Mencangkok adalah cara perkembangbiakan dengan membuang
sebagian kulit dan kambium secara melingkar pada cabang batang, lalu ditutup
dengan tanah yang kemudian dibungkus dengan pembalut (sabut atau pelastik).
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 51
SEMESTER 1
Setelah akar tumbuh , batang dipotong kemudian ditanam. Cangkok hanya dapat
dilakukan pada tumbuhan yang tergolong dikotil, terutama buah-buahan.
Contohnya tumbuhan. Contohnya pada tanaman berkayu seperti mangga,
rambutan, kelengkeng.
2. Merunduk
Merunduk adalah proses pembiakan vegetative buatan yang dilakukan
pada tumbuhan bercabang panjang dengan merundukkannya ke tanah. Merunduk
adalah menundukkan cabang/batang tumbuhan hingga masuk ke dalam tanah.
Pada bagian yang ditimbun tanah tersebut kemudian akan muncul akar. Setelah
perakaran kuat, lalu batang dipotong dan dipisahkan dengan induknya.
Reproduksi vegetatif buatan yang memanfaatkan kemajuan teknologi adalah
dengan system kultur jaringan. Kultur jaringan adalah menanam/mengkultur sel
tumbuhan dalam medium buatan yang dilengkapi hormone. Dari sel tersebut akan
tumbuh individu baru yang sama dengan induknya.
Contohnya tanaman alamanda, apel dan bunga kertas.
Sumber: backspacetree.blogspot.co.id
Gambar 2.1 Merunduk
3. Menyambung
Menyambung atau mengenten merupakan penggabungan batang bawah
dengan batang atas dari tanaman yang berbeda sedemikian rupa sehingga terjadi
penyatuan, dan kombinasi ini akan terus tumbuh membentuk tanaman baru.
Terjadinya penyatuan ini disebabkan oleh menyatunya kambium batang bawah
dan kambium batang atas. Mengenten adalah menyambung dua jenis tumbuhan
yang -berbeda. Mula-mula biji tumbuhan disemaikan. Setelah tumbuh sebesar
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 52
SEMESTER 1
yang diinginkan, lalu dipotong dan disambung dengan potongan cabang/ranting
jenis tumbuhan lain yang kualitasnya lebih baik dan diameter batangnya kurang
lebih sama, lalu dibalut dan diikat dengan kuat.
Contohnya tanaman terong hijau disambung dengan terong ungu.
Sumber: belajarberkebun.com
Gambar 2.2 Menyambung
4. Menempel (okulasi)
Menempel (okulasi) adalah salah satu cara meningkatkan mutu tumbuhan
dengan cara menempelkan sepotong kulit pohon yg bermata tunas dari batang atas
pada suatu irisan dari kulit pohon lain dari batang bawah sehingga tumbuh bersatu
menjadi tanaman yang baru. Okulasi pada dasarnya sama dengan mengenten,
tetapi tumbuhan yang ditaruh di atas hanya diambil mata tunasnya saja. Kedua
macam tumbuhan yang diokulasi biasanya mempunyai kelebihan-kelebihan
tersendiri, misalnya tumbuhan jeruk yang perakarannya kuat, buahnya sedikit dan
kecil-kecil dengan tumbuhan jeruk yang perakaran lemah namun dapat berbuah
banyak dan besar-besar.
Contohnya pohon jeruk.
Sumber: jadidpintar.com
Gambar 2.3 Menempel
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 53
SEMESTER 1
5. Setek
Setek adalah suatu perlakuan pemisahan, pemotongan beberapa bagian
tanaman (akar, batang, daun dan tunas) dengan tujuan agar bagian-bagian itu
membentuk akar. Stek adalah cara perkembangbiakan dengan menggunakan
potongan-potongan batang atau cabang, terutama pada daerah yang berbuku-buku,
misalnya tanaman Hibiscus tiliaceus(waru) dan Saccharum officinarum (tebu).
Contohnya tanaman singkong, tebu, dan rumput gajah.
Sumber: catatan-dunia-kuliner.blogspot.co.id
Gambar 2.4 Setek Batang Sinkong
Keuntungan-keuntungan reproduksi secara vegetatif buatan antara lain,
sifat-sifat tumbuhan hasil reproduksi sama dengan sifat-sifat tumbuhan induknya
dan cepat menghasilkan buah. Kekurangan-kekurangannya antara lain system
perakaran kurang kuat, terutama yang dilakukan dengan stek atau cangkok; dan
jika tanaman dipotong ranting-rantngnya maka dapat menyebabkan menurunnya
pertumbuhan.
Sekarang carilah olehmu tumbuhan yang bereproduksi secara vegetatif
alami dan buatan? Serta jelaskan secara rinci cara tumbuhan tersebut
bereproduksi
b. Reproduksi Seksual pada Tumbuhan Angiospermae
Organ reproduksi Angiospermae adalah bunga. Bunga terdiri atas kelopak
(calyx), mahkota (corolla), benang sari (stamen), dan putik (pistillum). Yang
berfungsi sebagai alat kelamin betina adalah putik.
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 54
SEMESTER 1
Sumber : mengakujenius.com
Gambar 2.16 bagian bunga
Benang sari terdiri atas kepala sari (anthera) dan tangkai sari (filament).
Gamet jantan (serbuk sari) dibentuk dalam kepala sari. Di dalam kepala sari
terdapat ruang-ruang serbuk sari yang jumlahnya tergantung spesiesnya. Di tiap
ruang serbuk sari terdapat sejumlah mikrosporofit yang bersifat diploid.
Mikrosporosit-mikrosporosit membelah secara meiosis menjadi 4 mikrospora.
Tiap mikrospora lalu berkembang menjadi mikrospora dewasa atau serbuk sari
(pollen). Tiap serbuk sari mengandung 1 inti generatif dan 1 ssel tabung yang siap
untuk membuahi.
Putik terdiri atas kepala putik (stigma), tangkai putik (stilus), dan ovarium
yang berisi ovulum (bakal biji). Kepala putik berfungsi sebagai tempat
melekatnya serbuk sari, tangkai putik berfungsi sebagai tempat lewatnya buluh
serbuk, dan ovarium adalah tempat pembentukan gamet betina atau sel induk
megaspora (kandung lembaga).Sel tersebut membelah secara meiosis membentuk
4 sel, tetapi hanya satu yang bertahan menjadi megaspore.
Inti sel megaspora ini kemudian membelah menjadi dua, dan tiap-tiap inti
membelah menjadi dua, dan tiap-tiap inti membelah lagi dua kali berturut-turut
dan akhirnya menjadi delapan inti. Selanjutnya, tiga inti menempatkan diri di
bagian dinding dan disebutantipoda dan satu inti menuju ketengah; tiga inti
lainnya menempatkan diri pada daerah dekat mikrofil dan satu inti menuju
ketengah. Dua dari tiga inti di dekat mikrofil tersebut yang berada di tepi
dinamakan sinergid (sel pengiring) dan yang di tengah adalah sel telur (ovum).
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 55
SEMESTER 1
Adapun inti-inti yang menuju ke tengah kemudian melebur menjadi inti yang
diploid (2n) dan dinamakan inti kandung lembaga sekunder (inti sel polar).
a) Penyerbukan (Polinasi)
Seperti yang kita ketahui sebelumnya jika serbuk sari dihasilkan dalam
kepala sari, dari bunga yang kamu amati apakah warna dari benang sari tersebut?
Bagaimanakah cara meleburnya sel kelamin jantan dan betina yang terjadi pada
tumbuhan? Sering kali kita melihat hewan yang mendatangi bunga,apakah yang
dikerjakan hewan-hewan tersebut? Ada hubungan apakah diantara bunga dan
hewan itu? Ayo kita pelajari bersama.
Penyerbukan (polinasi) adalah proses menempelnya serbuk sari ke kepala
putik,apa sajakah yang dapat membantu terjadinya proses penyerbukan? Apakah
semua bunga penyerbukannya dibantu hewan? Apa sajakah selain hewan yang
dapat membantu penyerbukan? Ayo kita pelajari bersama.
a) Angin (Anemogami)
Tanaman dengan bunga yang berukuran kecil, jumlah bunga banyak dan
ringan, serta tidak menghasilkan nektar atau bau merupakan beberapa ciri
tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh angin. Penyerbukan yang dibantu
oleh angin disebut anemogami. Anemogami adalah sampainya serbuk sari ke
kepala putik dengan bantuan angina. Ciri-ciri bunga yang penyerbukannya secara
anemogami adalah sebagai berikut:
1. bunga tidak berwarna cerah, biasanya hijau, dan tidak terdapat kelopak
bunga
2. bunga tidak berbau
3. tidak memiliki kelenjar madu
4. benang sari bertangkai panjang dan berjumbai di luar bunga
5. putik melekat di tengah
6. serbuk sari sangat banyak, kecil seperti bubuk, kering, ringan, dan
permukaannya halus
7. struktur bunga sederhana
8. putik berbentuk spiral atau pensil sehingga membentuk permukaan yang
lebih besar untuk memudahkan menangkap serbuk sari.
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 56
SEMESTER 1
Anemogami dapat terjadi pada rumput-rumputan.
b) Serangga (entomogami)
Penyerbukan yang terjadi dengan bantuan serangga disebut entomogami.
Entomogami adalah penyerbukan dengan perantara serangga. Entomogami
biasanya terjadi pada tumbuhan yang menghasilkan madu dan serbuk sari. Contoh
hewannya, antara lain kupu-kupu, lalat, kumbang, dan lebah. Saat mengisap
madu, tubuh serangga tertempel serbuk sari, dan jika serangga beralih ke bunga
lain atau menyentuh kepala kepala putik tersebut sehingga terjadilah penyerbukan.
Nektar atau madu yang dihasilkan bunga mengandung berbagai karbohidrat,
seperti sukrosa, fruktosa, dan glukosa, hingga mencapai 87%. Selain itu, nektar
juga mengandung asam amino, asam organik, vitamin, senyawa aromatik, dan
juga mineral. Lebah atau serangga mencari madu sebagai sumber energi untuk
disimpan sebagai cadangan.
Ciri-ciri bunga yang diserbuki oleh serangga adalah sebagai berikut:
1. mahkota dan benang sari berwarna cerah
2. memiliki kelenjar madu
3. benang sari di dalam bunga
4. anthera (kepala sari) bersatu di bagian dasar atau belakangnya
5. serbuk sari hanya sedikit, besar seperti tepung, berat, lengket, dan kadang-
kadang permukaannya berukir
6. putik lengket dan kecil
7. struktur bunga termodifikasi untuk tempat mendarat dan makan bagi
serangga
8. bunga berbau harum
c) Burung (Ornitogami)
Ornitogami adalah penyerbukan dengan bantuan burung. Bunga yang
dipolinasi oleh burung biasanya mengandung madu dan air, serta berwarna merah
atau mengandung unsure warna merah karena burung peka terhadap warna ini.
Selain itu, bentuk bunga yang diserbuki burung biasanya khusus. Contohnya,
bunga yang diserbuki oleh burung kolibri memiliki tabung nectar yang panjang
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 57
SEMESTER 1
dan sempit. Burung kolibri menjilat madu dengan lidahnya yang tipis dan
panjang. Tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh burung umumnya memiliki
ukuran bunga yang besar, berwarna merah cerah, tidak berbau, menghasilkan
nektar dalam jumlah cukup banyak, dan mahkota bunga berbentuk terompet,
misalnya bunga cangkring atau dadap (Erythrina variegata). Ukuran bunga yang
besar berguna untuk menahan berat dari burung. Namun tidak semua jenis burung
dapat membantu penyerbukan. Contoh burung yang dapat membantu
penyerbukan adalah burung isap madu dan burung kolibri.
d) Kelelawar (Kiropterogami)
Kripterogami adalah penyerbukan dengan bantuan kelelawar. Bunga yang
dipolinasi oleh kelelawar biasanya mekar di malam hari, berukuran besar,
berwarna cerah, dan letaknya tidaknya tersembunyi. Menghasilkan nektar,
memiliki warna yang menarik, menghasilkan bau, dan mekar pada malam hari,
misalnya yaitu tanaman kaktus.
e) Manusia (Antropogami)
Antropogami adalah penyerbukan yang sengaja dilakukan oleh manusia,
misalnya penyerbukan pada bunga tumbuhan vanili dan beberapa jenis anggrek.
Penyerbukan dengan perantara manusia biasanya dilakukan karena bunga tersebut
tidak dapat menyerbuk sendiri atau karena manusia ingin melakukan persilangan
buatan untuk mencari varietas-varietas baru. Tanaman yang penyerbukannya
dibantu oleh manusia biasanya merupakan bunga yang berumah dua, artinya
dalam pohon hanya terdapat bunga jantan atau bunga betina saja. Ada pula
tanaman yang serbuk sarinya sulit untuk bertemu dengan putik, sehingga sulit
untuk melakukan penyerbukan sendiri, misalnya bunga vanili dan anggrek.
b) Pembuahan (Fertilisasi)
Pembuahan pada Angiospermae diawali oleh peristiwa penyerbukan, yaitu
sampainya serbuk sari pada kepala putik. Melekatnya serbuk sari karena adanya
zat perekat yang dihasilkan oleh kepala putik. Serbuk sari tumbuh menjadi buluh
serbuk sari yang kemudian dengan gerak kemotropi bergerak ke bakal biji di
dalam bakal buah. Serbuk sari memiliki inti vegetatif dan inti generatif.Setelah
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 58
SEMESTER 1
serbuk sari melekat pada kepala putik (stigma) yang sesuai (berasal dari tumbuhan
yang sejenis), maka serbuk sari akan menyerap air dan berkecambah membentuk
buluh serbuk sari.
Buluh serbuk sari tumbuh dan bergerak menuju bakal buah melalui
tangkai putik. Inti sel di dalam buluh serbuk sari akan membelah menjadi dua.
Dua inti sel generatif tersebut akan berkembang menjadi dua inti sel sperma. Satu
inti vegetatif di dalam serbuk sari berperan menjadi penuntun gerak tumbuh buluh
serbuk sari ke bakal biji. Satu inti sel sperma membuahi inti sel telur (ovum)
membentuk zigot (calon individu baru), dan satu inti sel sperma yang lain
membuahi inti kandung lembaga sekunder membentuk endosperma atau cadangan
makanan. Endosperma berfungsi sebagai cadangan makanan bagi embrio. Pada
proses ini terjadi dua kali pembuahan maka disebut dengan pembuahan ganda.
Dengan demikian, terjadilah dua macam pembuahan, oleh sebab itu
dinamakan pembuahan ganda. Selang waktu antara terjadinya peristiwa
penyerbukan sampai pembuahan relative singkat. Pada peristiwa pembuahan, jika
inti generatif masuk melalui mikrofil dinamakan porogami,dan jika tidak melalui
mikrofil disebut aporogami. Bilamana melalui kalaza disebut kalazogami.
Menurut asal terbentuknya, embrio dapat terjadi secara am
amfimiksis dan apomiksis.Amfimiksis adalah terbentuknya embrio melalui
peleburan sperma dan ovum, sedangkan apomiksis adalah terbentuknya embrio
tanpa melalui peleburan sperma dan ovum.
Apomiksis dapat terjadi karena adanya peristiwa berikut ini.
1. Partenogenesis; merupakan pembentukan embrio dari sel tanpa di buahi
oleh spermatozoid.
2. Apogami; merupakan pembentukan embrio dari bagian-bagian lain dari
kandung lembaga tanpa perkawinan, misalnya antipoda atau sinergid.
3. Embrio adventif; merupakan pembentukan embrio dari sel selain kandung
lembaga, misalnya dari sel-sel nuselus.
Peristiwa apomiksis menyebabkan poliembroni, yaitu terdapat lebih dari
satuembrio dalam biji, misalnya kita jumpai pada jeruk (Citrus sp), mangga
(Mangifera indica), dan duku (Lansium domesticum).
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 59
SEMESTER 1
c) Penyebaran Biji
Pada Angiospermae biji diselubungi oleh buah yang telah berkembang
dari bakal buah (ovarium). Buah juga dapat membantu dalam penyebaran biji.
Penyebaran biji yang jauh dari induk akan meningkatkan peluang biji untuk
tumbuh dan berkembang dengan baik menjadi individu baru. Hal ini dikarenakan
biji yang tumbuh pada suatu area yang dekat dengan induk, akan berkompetisi
dengan induk untuk mendapatkan cahaya, air, dan nutrisi. Proses penyebaran biji
dapat terjadi secara alami atau dengan bantuan manusia.
1. Anemokori
Anemokori adalah pemencaran biji dengan bantuan angin. Hembusan
angin dapat membawa spora atau biji pergi meninggalkan induknya untuk
menemukan daerah baru yang cocok dan sesuai dengan habitat sebelumnya, untuk
tumbuh menjadi tumbuhan baru.Ciri alat pemencaran pada cara ini:
1. Biji kecil dan ringan, contohnya biji anggrek (Orchidaceae) dan spora
jamur.
2. Biji berbulu atau berambut, contohnhya alang-alang (Imperata cylindrical)
dan kapuk (Ceiba pentandra).
3. Biji bersayap, contohnya mahoni (Switenia sp) dan dammar
(Agathis alba).
4. Buah bersayap, contohnya meranti dan tengkawang
(famili Dipterocarpaceae).
5. Biji terpencar karena tangkainya tergoyang angin dan keluar lewat lubang
atau celah pada biji. Mekanisme ini disebut pendupaan, misalnya pada
opium (Papaver).
2. Hidrokori
Hidrokori adalah proses pemencaran menggunakan bantuan air. Hidrokori
dapat terjadi melalui air sungai maupun air laut. Proses ini dapat membawa biji
yang memiliki ciri pada umumnya ringan dan embrio/lembaga yang mempunyai
pelindung baik menjauh dari induknya. Tanaman yang disebarkan dengan cara ini
biasanya mempunyai struktur buah dengan 3 lapis kulit, yaitu eksokarp yang licin
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 60
SEMESTER 1
dan berkilat sehingga kedap air, mesokarp yang tebal dan banyak rongga udara
sehingga ringan, dan endokarp yang keras dan kuat sebagai pelindung lembaga
yang ada di dalamnya. Contohnya kelapa (Cocos nucifera), nyamplung
(Calophylum sp.), eceng gondok, teratai, dan bakau.
3. Zookori
Zookori adalah pemencaran dengan bantuan hewan. Cara pemencaran ini
dapat dibedakan lagi sebagai berikut:
1. Ornitokori
Pemencaran ini terjadi dengan perantara burung. Biasanya biji tanaman ini
tidak dapat dicerna dan akan keluar berwama kotoran burung. Contohnya beringin
(Ficus benjamina), talok (Muntingia calabora, dan benalu (Loranthus sp.).
2. Kiropterokori
Kiropterokori merupakan pemencaran dengan perantara kelelawar (codot
dan kalong). Tumbuhan yang pemencarannya seperti ini buahnya berdaging dan
dapat dimakan oleh kelelawar, contohnya jambu biji (Psidiumgunjava), dan
papaya (Papaya sp).
3. Entomokori
Pemencaran ini terjadi dengan perantara serangga. Biasanya terjadi pada
tumbuhan berbiji kecil dan berlemak, misalnya wijen (Sesamum) dan tembakau
(Nicotiana).
4. Mammokori
Pemencaran ini melalui bantuan hewan menyusui selain manusia.
Pemencaran mammokori dibagi 2, yaitu endozoik, cara pemencarannya melaui
feses hewan yang memakan buah tumbuhan tersebut. Misalnya pada biji kopi,
arbei, jambu biji, delima. Eksozoik, cara pemencarannya melalui biji yang melekat
pada bulu-bulu binatang.
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 61
SEMESTER 1
4. Antropokori
Antropokori merupakan pemencaran dengan perantara manusia.
Tumbuhan yang memencar dengan cara ini dapat menyebar pada area yang sangat
luas. Penyebaran cara ini dapat dibedakan sebagai berikut.
1. Penyebaran secara sengaja
Pemencaran tumbuhan terjadi sesuai dengan kepentingan manusia
terhadap tumbuhan tersebut. Contohnya kopi dan kelapa sawit yang berasal dari
Afrika sekarang ada di Indonesia.
2. Penyebaran secara tidak sengaja
Pemencaran ini terjadi karena tanpa sengaja terbawa, misalnya bij rumput-
rumputan yang menempel di baju atau celana waktu melewatinya. Pemencaran
seperti ini disebut eksozoik.
d) Perkecambahan
Periode pertumbuhan tiap jenis tumbuhan berbeda, namun semua diawali
dari proses yang sama, yaitu perkecambahan. Biji yang masih belum tumbuh me
rupakan biji yang berada pada keadaan dormansi biji. Dormansi yaitu peristiwa
dimana biji mengalami masa istirahat. Berakhirnya masa dormansi biji adalah
ketika biji mulai tumbuh menjadi tumbuhan baru yang disebut dengan tahapan
perkecambahan. Embrio yang terdapat di dalam biji mempunyai beberapa bagian,
antara lain embrio akar (radikula), embrio daun (plumula), embrio pucuk
(epikotil) dan embrio batang (hipokotil).
Proses perkecambahan melibatkan proses fisika maupun kimiawi.
1) Proses fisika proses fisika terjadi ketika biji menyerap air
(imbibisi) akibat dari potensial air rendah pada biji yang kering
2) Proses kimia dengan masuknya air, biji mengembang dan kulit biji
akan pecah. Air yang masuk mengaktifkan embrio untuk melepaskan
hormon giberelin (GA). Hormon ini mendorong aleuron (lapisan tipis
bagian luar endosperma) untuk mensintesis dan mengeluarkan
enzim.
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 62
SEMESTER 1
e) Sifat Keturunan Reproduksi Seksual
Reproduksi seksual dihasilkan dari peleburan inti sel kelamin jantan
(sperma) dan sel kelamin betina (telur). Sifat keturunan diperoleh dari gabungan
sifat kedua in duk. Hal inilah yang menyebabkan sifat keturunan yang dihasilkan
da ri reproduksi seksual bervariasi.
a. Siklus Hidup Tumbuhan Angiospermae
siklus hidup dari tumbuhan berbiji tertutup atau Angiospermae. Selama
hidupnya tumbuhan melalui dua tahapan generasi, yaitu generasi gametofit
(gamet=sel kelamin, fit=tumbuhan) dan generasi sporofit (sporo=spora,
fit=tumbuhan). Generasi gametofit adalah generasi penghasil gamet (sel telur dan
sel spermatozoa) yaitu generasi haploid (n). Generasi Sporofit adalah generasi
penghasil spora yaitu generasi diploid (2n). Mungkin kamu belum pernah melihat
dan mengamati spora dari tumbuhan Angiospermae. Spora pada tumbuhan
Angiospermae tidak terlihat secara jelas, seperti pada tumbuhan paku yang terlihat
jelas sporanya (spora pada tumbuhan paku akan dibahas pada bahasan
selanjutnya). Hal tersebut karena spora pada tumbuhan Angiospermae akan
berkembang menjadi serbuk sari.
Sel telur terdapat di dalam bakal biji. Peleburan sel telur dan sperma
mengakibatkan bakal biji berkembang menjadi biji. Sel kelamin terbentuk dari
perkembangan spora yang bersifat haploid (n). Hasil peleburan bersi fat diploid
(2n).Biji akan tumbuh menjadi tumbuhan baru. Tumbuhan baru akan memiliki
akar, batang, daun, dan pada suatu saat terbentuk bunga.tumbuhan ini bersifat
diploid dan dikenal dengan generasi sporofit (penghasil spora). Benang sari dan
putik merupakan organ reproduksi tumbuhan.Pada bagian ujung benang sari
terdapat kepala sari (antera).
Pada antera inilah serbuk sari dibentuk. Bila serbuk sari menempel pada
kepala putik akan membentuk buluh serbuk sari dan menghasilkan dua inti
sperma yang haploid, dua inti sperma yang haploid inilah yang disebut gamet
jantan. Pada bagian pangkal putik adalah ovarium atau bakal buah. Di dalam
bakal buah terdapat bakal biji. Di dalam bakal biji inilah terdapat kantung
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 63
SEMESTER 1
lembaga yang tersusun atas 7 sel dan 8 inti yang haploid, yaitu 3 sel antipoda, 2
sel sinergid, 1 sel telur, 1 sel kandung lembaga sekunder. Masing-masing
sel mempunyai satu inti haploid kecuali sel kandung lembaga sekunder yang
mempunyai 2 inti haploid. Kantung lembaga inilah yang disebut dengan gametofit
betina. Pembentukan gametofit betina dari spora yang mengalami meiosis inilah
yang merupakan generasi gametofit tumbuhan.
Reproduksi Tumbuhan Gymnospermae
Gymnospermae adalah tumbuhan yang tidak memiliki pembungkus biji
sehingga bijinya tampak dari luar atau berada pada permukaan daun buah.
Tumbuhan yang bijinya tidak tertutup kulit buah atau berbiji terbuka disebut
tumbuhan Gymnospermae. Pohon pinus, pohon damar, pohon ginkgo, dan pakis
haji juga tergolong Gymnospermae. Tumbuhan Gymnospermae tidak memiliki
bunga seperti halnya tumbuhan Angiospermae. Namun, tumbuhan
Gymnospermae memiliki alat reproduksi generatif yang disebut strobilus atau
runjung. Pada tumbuhan pinus dan melinjo terdapat dua jenis strobilus dalam satu
pohon yaitu strobilus jantan dan strobilus betina.
Pada tumbuhan pakis haji strobilus jantan dan betina terpisah atau tidak
berada dalam satu pohon. Pada strobilus jantan terdapat sporangia (ruang-ruang
spora). Sel-sel di dalam sporangia akan mengalami meiosis dan menghasilkan
mikrospora. Mikrospora akan berkembang membentuk serbuk sari.
Sedangkan strobilus betina berbentuk sisik dengan 2-5 bakal biji. Megaspora
(karpel) dari strobilus betina tersusun lepas satu dengan yang lain, setiap
makrospora membawa 2 atau lebih ovula dipinggirnya. Ovum kemudian akan
berkembang dan menghasilkan biji. Dengan bantuan angin atau hewan, karena
strobilus jantan menghasilkan aroma yang membuat serangga tertarik kepadanya
Setelah datang, serangga tersebut akan memakan strobilus dan
berkembangbiak pada saat yang sama.Strobilus jantan dan betina pada pinus
terpisah, namun masih berada pada satu pohon yang sama. Serbuk sari yang
dihasilkan oleh tumbuhan pinus adalah serbuk sari yang sari yang dihasilkan oleh
tumbuhan pinus adalah serbuk sari yang bersayap. Pada strobilus betina terdapat
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 64
SEMESTER 1
banyak megasporofil. Tiap megasporofil mengandung dua bakal biji. Tiap bakal
biji mengandung megasporangium. Sel dalam megasporangium akan mengalami
meiosis dan menghasilkan megaspora. Inti megaspora akan mengalami mitosis
membentuk sel telur.
Penyerbukan pada Gymnospermae terjadi jika serbuk sari menempel pada
liang bakal biji. Serbuk sari akan tertangkap oleh cairan yang terdapat di lubang
bakal biji. Jika cairan menguap maka serbuk sari dapat masuk ke bakal biji dan
terjadilah pembuahan. Biji tumbuh di dalam megasporofil dan dilengkapi dengan
sayap.Tumbuhan Gymnospermae yang dapat bereproduksi secara aseksual
misalnya tumbuhan pakis haji dan pinus. Tumbuhan pakis haji dapat reproduksi
dengan menggunakan tunas yang disebut bulbil.
Tumbuhan pinus dapat berkembangbiak dengan menggunakan tunas akar.
Tumbuhan berbiji terbuka memiliki beberapa ciri utama, diantaranya adalah
sebagai berikut.
Bakal bijinya tumbuh dan terletak di luar megasporofil (ovarium).
Megasporofil berupa sisik pendukung bakal biji yang terkumpul dalam
bentuk strobilus (runjung)
Berkayu (kecuali pada Cycas).
Sporofil jantan dan betina terpisah sehingga dapat dibedakan ciri-ciri
fisiknya.
Gymnospermae berumah dua hanya memiliki salah satu strobilus (jantan
atau betina), sedangkan Gymnospermae berumah satu memiliki kedua
jenis strobilus.
Siklus Hidup Gymnospermae
Siklus hidup pada Gymnospermae terdiri atas dua tahapan, yaitu gametofit
dan sporofit. Tumbuhan gymnospermae mengalami pergiliran keturunan dari fase
gametofit ke sporofit sebagai berikut.
Dalam gymnospermae baik gametofit betina dan gametofit jantan
diproduksi secara terpisah. Gymnospermae tergantung pada angin untuk
penyerbukan. Strobilus dari gametofit mengandung sporofit berdaun hijau dan
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 65
SEMESTER 1
gametofit jantan dan betina. Strobilus betina lebih besar dari strobilus jantan dan
terletak lebih tinggi di atas pohon. Strobilus jantan adalah mikrosporofil di mana
gametofit jantan diproduksi dan dibawa oleh angin ke megaspora atau gametofit
betina. Strobilus betina memiliki sel induk megaspora dan membagi dengan
meiosis untuk menghasilkan megaspora haploid; megaspora membagi untuk
membentuk gametofit betina. Salah satu sel sperma menyatu dengan telur
membentuk zigot diploid yang berkembang membentuk embrio.
1. Reproduksi Tumbuhan Paku
Tumbuhan paku hampir sama seperti tanaman hias, sehingga sering
dijadikan sebagai tanaman pajangan di beberapa tempat. Tapi kebuners tahu
nggak, kalau tumbuhan paku ini merupakan salah satu tumbuhan yang unik.
Mengapa dikatakan demikian? Karena tumbuhan paku memiliki pergiliran
keturunan yang berbeda dengan tumbuhan pada umumnya. Tumbuhan paku
memang memiliki daun, akar, serta batang yang sempurna. Hanya saja yang
membedakannya dengan tumbuhan lainnya yaitu tumbuhan paku memiliki
kantong spora.
Kotak spora akan sobek dan mengeluarkan spora yang ada di dalamnya.
Spora akan tersebar dan akan tumbuh menjadi protalium jika lingkungannya
sesuai untuk tumbuh. Tahaf gametofit dimulai ketika protalium tumbuh.
Protalium akan berkembang dan menghasilkan anteridium dan arkegonium.
Anteridium akan menghasilkan sperma berflagel (berekor) dan arkegonium
menghasilkan sel telur. Fertilisasi terjadi jika sperma yang dihasilkan oleh
anteridium sampai pada sel telur yang dihasilkan oleh arke gonium.
Meskipun memiliki flagel,sperma tumbuhan paku memerlukan air untuk
pergerakannya. Zigot yang tumbuh dan berkembang akan memulai tahap sporofit
baru,siklus yang terjadi pada tumbuhan paku disebut juga pergiliran keturunan.
Reproduksi aseksual pada tumbuhan paku dilakukan dengan rhizoma. Rhizoma
dapat tumbuh ke segala arah dan membentuk koloni tumbuhan paku yang baru.
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 66
SEMESTER 1
Ciri-ciri tumbuhan paku
Tumbuhan paku memiliki ciri-ciri sebagai berikut :
· Memiliki batang yang berpembuluh
· Memiliki batang, akar dan daun yang sempurna
· Pada akar dan daun tumbuhan paku terdapat pembuluh
· Tumbuhan paku bisa hidup di darat dan di perairan
· Memiliki klorofil
· Tumbuhan paku bereproduksi secara aseksual
2. Reproduksi Tumbuhan Lumut
Tumbuhan lumut memiliki dua jenis reproduksi. Reproduksi secara
aseksual (vegetatif) dan seksual (generatif). Reproduksi aseksual terjadi melalui
dengan pembentukan spora dengan pembelahan meiosis sel induk spora yang ada
didalam sporangium (kotak spora). Spora tersebut kemudian akan tumbuhan
menjadi gametofit. Tumbuhan lumut terkhusus lumut hati memiliki reproduksi
secara aseksual (vegetatif) yang dilakukan dengan pembentukan gemmae cup
(piala tunas) dan Fragmentasi, fragmentasi adalah pemutusan sebagian tubuhnya.
Sedangkan reproduksi secara seksual melalui fertilisasi ovum oleh spermatozoid
yang kemudian menghasilkan zigot. Zigot akan tumbuh menjadi sporofit. Sporofit
memiliki umur pendek yaitu sekitar 3-6 bulan.
Dalam siklus hidup tumbuhan lumut, tumbuhan lumut mengalami
pergiliran keturunan atau metagenesis antara generasi gametofit yang
berkromosom haploid (n) dengan generasi sporofit yang memiliki kromosom
diploid 2n). Bentuk lumut gametofit sering kita temukan karena gametofit lebih
dominan dan mempunyai waktu hidup yang lama dibandingkan dengan bentuk
sporofit.
Jenis-Jenis Gametangium
Arkegonium adalah alat kelamin betina yang memiliki bentuk seperti botol
dengan bagian yang lebar disebut perut sedangkan bagian yang sempit
disebut dengan leher.
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 67
SEMESTER 1
Anteridium adalah alat kelamin jantan yang memiliki bentuk bulat yang
menyerupai gada. Bagian anatomi anteridium yaitu dinding anteredium
terdiri dari selapis sel dan bagian dalamnya terdapat sejumlah sel induk.
Penjelasan Lebih Lengkap Pembagian Reproduksi Tumbuhan Lumut
Reproduksi Aseksual : Reproduksi aseksual atau secara vegetatif yang
memiliki spora dengan kromosom haploid (n) yang dihasilkan dari dalam
sporangium yang kemudian tumbuhan menjadi protonema, selanjutnya
tumbuhan menjadi gametofit.
Reproduksi Seksual : Reproduksi Seksual atau secara generatif, yang
memiliki dimulai dari peleburan antara spermatozoid dengan ovum dengan
menggunakan perantaraan air. Zigot hasil dari fertilisasi kemudian akan
berkembang menjadi embrio, setelah itu sporofit berkromosom diploid
(2n) memiliki kotak spora (sporangium) dan akan menghasilkan spora
homosfor.
Proses Pergiliran Keturunan (Metagenesis)
Pergiliran Keturunan (metagenesis) pada siklus hidup lumut daun dapat kita
gambarkan sebagai berikut:
Spora berkromosom haploid (n) yang jatuh di habitat yang cocok akan
berkecambah, sel-selnya membelah secara mitosis, dan tumbuhan menjadi
protonema yang haploid (n).
Protonema akan tumbuhan menjadi gametofit (tumbuhan lumut) jantan
dan betina yang haploid (n)
Tumbuhan lumut yang sudah dewasa akan membentuk alat kelamin jantan
yaitu anteridium dan alat kelamin betina yaitu arkegonium.
Anteridium kemudian menghasilkan spermatozoid berflagel yang
berkromosom haploid (n). Sedangkan arkegonoium menghasilkan ovum
yang berkromosom haploid (n). Ovum memproduksi zat gula dan protein
yang merangsang pergerakan spermatozoid menuju ovum. Pergerakan
spermatazoid disebut dengan kemotaksis.
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 68
SEMESTER 1
Fertilisasi ovum oleh spermatozoid menghasilkan zigot yang memiliki
kromosom diploid (2n).
Zigot mengalami pembelahan secara mitosis dan akan tumbuh menjadi
embrio dengan diploid (2n).
Sporofit akan membentuk sporogonium (2n) yang memiliki kotak spora
atau sporangium.
Di bagian dalam kota spora terdapat sel induk spora yang diploid (2n)
yang kemudian akan membelah secara meiosis dan akan menghasilkan
spora-spora yang haploid (n).
3. Teknologi Reproduksi pada Tumbuhan
a. Hidroponik
Hidroponik merupakan suatu sistem penanaman pada tumbuhan tanpa
menggunakan unsur hara yang terdapat di dalam tanah. Dengan demikian,
penanaman tumbuhan dengan sistem ini tidak menggunakan media tanah sama
sekali. Media tanah yang secara umum digunakan untuk bercocok tanam,
disubtitusikan dengan air. Tentu saja air yang digunakan sebagai media tanam
tersebut diberikan campuran larutan nutrisi serta mineral sebagai asupan tambahan
bagi tumbuhan. Dengan adanya tambahan nutrisi khusus di dalam larutan air,
maka tumbuhan tidak lagi memerlukan tanah yang mengandung unsur hara
sebagai media tanamnya.
Sebagai pengganti media tanah, dalam penerapan sistem hidroponik juga
dapat ditunjang dengan beberapa material yang bersifat tidak memiliki daya serap
terhadap air, seperti misalnya spons, sekam padi, kerikil, serbuk kayu, pasir
malang, dan lain sebagainya. Penanaman tumbuhan dengan sistem ini telah
banyak digunakan oleh sebagian petani diseluruh dunia. Umumnya jenis tanaman
yang menggunakan sistem hidroponik adalah tumbuhan dari jenis sayur-sayuran
dan buah-buahan semisal sawi, tomat, kangkung, timun, melon, selada, dan lain
sebagainya. Sistem hidroponik terdiri atas beberapa komponen penting
diantaranya yakni air, cahaya, oksigen, dan nutrisi. Komponen penting bagi
tanaman hidroponik diantaranya adalah :
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 69
SEMESTER 1
a. Air
Air merupakan aspek terpenting dalam sistem penanaman hidroponik
yakni sebagai media tanam penyedia nutrisi bagi tumbuhan.
b. Cahaya
Intensitas asupan cahaya yang cukup juga sangat berpengaruh pada
pertumbuhan tak terkecuali pada tumbuhan yang hidup dengan menggunakan
sistem ini.
c. Oksigen
Selanjutnya komponen yang tak kalah pentingnya lagi adalah oksigen.
Kadar oksigen bagi tumbuhan hidroponik sangatlah penting dalam permeabilitas
membrane sel pada tumbuhan hidroponik.
d. Nutrisi
Nutrisi bagi tumbuhan yang ditanam dengan sistem hidroponik adalah hal
penting yang harus ada. Mengingat media tanam yang digunakan adalah air yang
mesti diberi asupan nutrisi khusus sebagai suplemen bagi tumbuhan. Berbeda
halnya dengan media tanah yang di dalamnya terdapat unsur hara / makanan bagi
tumbuhan.
b. Vertikultur
Vertikultur adalah suatu teknik dalam perkembangbiakan tumbuhan
dengan cara membuat instalasi khusus secara bertingkat untuk menanam.
Penerapan sistem ini dapat dilakukan dengan cara menggantung tanaman ataupun
meletakkannya secara bersusun. Sama halnya dengan hidroponik, sistem ini
memungkinkan untuk menghasilkan tanaman dengan jumlah yang besar namun
tetap dapat mendayagunakan lahan terbatas dengan sangat efisien. Karenanya,
sistem ini sangatlah cocok jika diterapkan di wilayah perkotaan yang umumnya
hanya terdapat lahan yang minim dan amat terbatas.
Disamping dibudidayakan dengan menggunakan media tanam pada
umumnya, tekni bertikultur juga sejauh ini berkembang dengan cara pemberian
unsur hara bersama dengan air siraman melalui drip irrigation / irigasi tetes
(pengaliran air secara berkesinambungan). Selain itu dapat pula dengan
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 70
SEMESTER 1
menggunakan beberapa teknik penanaman terbaru seperti misalnya dengan
menggunakan sistem vertigo dan air oponik.
c. Kultur Jaringan Tumbuhan
Kultur jaringan merupakan sebuah metode pengembangbiakan tumbuhan
dengan cara mengambil sel ataupun jaringan sel pada suatu tumbuhan yang
selanjutnya akan diletakkan di tempat yang terdapat nutrisi serta zat pengatur
hormon. Sel atau jaringan sel tumbuhan tersebut nantinya akan berkembang
menjadi tumbuhan baru yang utuh dengan kelengkapan akar, batang, dan daun.
Kultur jaringan dapat dibagi menjadi beberapa jenis berdasarkan jaringannya,
diantaranya ialah :
a. Kultur Embrio
Kultur embrio ialah jenis kultur yang menggunakan sebagian dari tanaman
yakni yang berupa embrio tanaman. contohnya ialah pada embrio kelapa kopyor.
b. Kultur Polen
Kultur polen adalah jenis kultur jaringan yang memanfaatkan serbuk sari
sebagai jaringan yang dipilih lagi untuk melakukan kultur (eksplan).
c. Kelapa Protoplas
Kelapa protoplas adalah jenis kultur yang memanfaatkan sel jaringan
hidup tanpa adanya dinding sebagai eksplannya.
d. Kultur Enter
Kultur enter adalah kultur yang memanfaatkan sebagian tanaman yang
berupa kepala sari sebagai eksplan.
e. Kultrur Kloroplas
Kultur kloroplas adalah jenis kultur yang memanfaatkan sel hijau /
kloroplas dari suatu tanaman untuk membuat tanaman lain yang lengkap.
f. Kultur Meristem
Kultur meristem adalah kultur yang memanfaatkan bagian tanaman yang
berupa jaringan muda yang masih aktif membelah meristem sebagai eksplan
kultur.
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 71
SEMESTER 1
Reproduksi pada Hewan
Reproduksi Aseksual pada Hewan
Perkembangbiakan aseksual pada hewan umumnya terjadi pada hewan
tingkat rendah/Avertebrata. Reproduksi aseksual artinya reproduksi yang terjadi
tanpa didahului dengan peleburan dua sel kelamin yang berbeda jenisnya.
a. Tunas
Hewan yang berkembang biak dengan cara tunas adalah hydra. Hydra
(haidra) merupakan genus yang berasal dari binatang air. Hewan ini juga termasuk
ke dalam kelompok hewan predator dalam filum cnidaria dan kelas hyrozoa.
Bentuk tubuhnya menyerupai tabung dan memiliki ukuran tubuh sepanjang 10
milimeter yang hanya dapat dilihat dengan bantuan microskop (bersifat
microskopis,) Hydra seringkali dijumpai di wilayah perairan tawar yang memiliki
suhu tropis.
Mekanisme perkembangbiakan hydra adalah dengan cara menumbuhkan
tunas di dalam tubuhnya. Selanjutnya tunas tersebut akan bertumbuh dan
berkembang hingga batas ukuran tertentu. Setelah tunas dewasa, ia akan
melepaskan diri dari induknya dan menjadi hewan yang baru. Contoh hewan yang
melakukan reproduksi dengan cara ini antara lain Hydra sp, Porifera dan
Coelenterata.
b. Fragmentasi
Fragmentasi adalah suatu bentuk reproduksi aseksual suatu organisme
(hewan) dengan cara memecah tubuhnya menjadi beberapa fragmen. Tiap-tiap
fragmen tersebut selanjutnya tumbuh dan berkembang menjadi dewasa sebagai
cloning dari tubuh hewan sebelumnya. Cara reproduksi semacam ini dapat terjadi
dengan adanya keterlibatan makhluk lain secara sengaja ataupun tanpa disengaja.
Hewan yang berkembang biak dengan fragmentasi secara alamiah mampu
mengembangkan organ tertentu pada tubuhnya sehingga dapat dengan mudah
untuk dilepaskan atau diputus.
Model reproduksi fragmentasi digunakan oleh sejumlah organisme semisal
spons, cacing annelid, bintang laut, cacing pipih, dan lain sebagainya. sistem
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 72
SEMESTER 1
reproduksi ini terbagi atas tiga macam yakni arsitomi, tunas, dan paratomi. Pada
arsitomi, hewan terpisah pada titik-titik tertentu dan selanjutnya kedua fragmen
melakukan regenerasi jaringan dan organ yang telah hilang.
pada paratomi, pemecahan terjadi secara tegak lurus pada sumbu antero-
posterior. Selanjutnya pelepasan didahului oleh pregenerasi struktur anterior pada
bagian posterior.Kekurangan dari sistem reproduksi ini adalah terletak pada tidak
adanya keanekaragaman genetika yang dihasilkan oleh proses perkembangbiakan
tersebut. Oleh karenanya, individu yang terlahir dari sistem fragmentasi secara
fisik lebih rentan terhadap faktor perubahan lingkungan yang mengancap
senantiasa kehidupannya.
Planaria merupakan salah satu contoh hewan yang melakukan fragmentasi.
Reproduksi dengan cara ini terjadi melalui dua tahap. Tahap pertama adalah
fragmentasi, yaitu pematahan atau pemotongan tubuh induk menjadi dua bagian
atau lebih. Selanjutnya terjadi tahap regenerasi, yaitu setiap potongan tubuh induk
tersebut membentuk bagian tubuh lain yang tidak ada pada bagian tersebut. Pada
akhirnya, setiap potongan tubuh tersebut akan membentuk individu baru dengan
bagian tubuh yang lengkap seperti induknya.
c. Partenogenesis
Partenogenesis adalah reproduksi secara aseksual dimana sel telur betina
berkembang dan membelah menjadi organisme baru tanpa dibuahi oleh sperma.
Olehkarena itu, individu yang baru memiliki setengah kromosom induknya yaitu
haploid Dalam kondisi yang sangat langka, komodo dan hiu adalah beberapa
contoh vertebrata yang mengalami partenogenesis. Amfibi dan reptil beberapa
jenisnya telah diketahui melakukan partenogenesis juga saat terisolasi dari sang
pejantan.
Partenogenesis secara alami dapat terjadi pada hewan seperti lebah, semut,
tawon, kutu daun, dan kutu air. Pada hewan tertentu, misalnya lebah, ovum yang
dibuahi akan tumbuh dan berkembang menjadi lebah betina, sedangkan yang
tidak dibuahi akan tumbuh menjadi lebah jantan. Lebah betina bersifat steril dan
memiliki tugas sebagai pekerja dalam kawanan lebah. Lebah jantan bersifat fertil.
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 73
SEMESTER 1
Lebah jantan mampu menghasilkan sel kelamin yang digunakan untuk membuahi
sel telur yang dihasilkan oleh lebah ratu. Lebah ratu adalah lebah yang
menghasilkan telur-telur yang menjadi lebah betina dan lebah jantan.
Selain lebah, kutu daun dan kutu air juga dapat bereproduksi dengan cara
partenogenesis. Kutu daun betina dan kutu air betina dapat terus menerus bertelur.
Te lur yang dihasilkan akan berkembang dan menetas menjadi kutu betina tanpa
didahului proses fertilisasi. Meski demikian fertilisasi tetap diperlukan untuk
menghasilkan individu baru setelah beberapa ge nerasi kutu mengalami
partenogenesis.
Reproduksi Seksual pada Hewan
Hewan bereproduksi secara seksual. Reproduksi seksual terjadi melalui
proses perkawinan antara hewan jantan dan hewan betina. Melalui proses ini akan
terjadi proses fertilisasi, yaitu proses peleburan inti sel sperma dan inti sel telur.
Proses fertilisasi ini akan meng hasilkan zigot. Selanjutnya, zigot akan
berkembang menjadi embrio (calon anak) dan pada tahap selanjutnya embrio akan
berkembang menjadi individu baru. Tahukah kamu bahwa proses fertilisasi dapat
terjadi melalui dua cara, yaitu fertilisasi internal dan fertilisasi eksternal.
Fertilisasi internal terjadi apabila proses peleburan antara inti sel telur dan
inti sel sperma terjadi di dalam tubuh hewan betina. Contoh hewan yang
melakukan fertilisasi secara internal antara lain: sapi, ayam, kura-kura, buaya, dan
lain-lain. Fertilisasi eksternal terjadi apabila proses peleburan antara sel telur dan
sel sperma terjadi di luar tubuh hewan betina. Fertilisasi dengan cara ini biasanya
terjadi pada hewan yang hidupnya di lingkungan perairan, misalnya ikan.
a) Hewan Vivipar
Hewan vivipar disebut juga hewan beranak. Hewan ini memiliki embrio
yang berkembang di dalam rahim induk betinanya dan akan dilahirkan pada saat
umurnya sudah mencukupi. Embrio akan memperoleh nutrisi melalui perantara
plasenta. Hewan yang baru dilahirkan memerlukan nutrisi. Sayangnya karena
pencernaan bayi hewan belum kuat maka diperlukan makanan yang mudah
dicerna. Pada hewan mamalia, induk hewan tidak perlu mencari makanan
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 74
SEMESTER 1
tambahan untuk anaknya. tubuh mamalia dengan kelenjar mammae yang dapat
menghasilkan susu. Susu mengandung laktosa yang dapat dicerna oleh perut bayi
hewan dengan mudah untuk menghasilkan nutrisi dan energi yang diperlukan.
Umumnya, perkembangbiakan ini terjadi pada hewan yang menyusui, atau
bisa disebut dengan nama mamalia. Contoh lain hewan vivipar, selain di atas, ada
juga gajah, kera, kuda, ikan paus dan juga sapi. Memang, pada dasarnya, tujuan
dari semua makhluk hidup akan berkembang biak, di mana mampu dalam
menghasilkan keturunan. Tujuan dari makhluk hidup yang berkembang biak ini
untuk memperbanyak keturunan, sehingga jenisnya nanti tidak akan habis atau
tidak akan punah.
Salah satu contohnya, kucing. Kucing berkembang biak dengan cara
vivipar atau melahirkan atau beranak. Setelah melahirkan, nantinya, kucing akan
menyusui anaknya. Sehingga, kucing ini bisa disebut dengan hewan mamalia. Jika
manusia hamil selama 9 (sembilan) bulan, maka kucing selama 9 (sembilan)
minggu.
Ciri-ciri Hewan Vivipar (Beranak/Melahirkan)
Mempunyai kelenjar susu.
Mempunyai daun telinga.
Penutup tubuh dari hewan vivipar merupakan rambut.
Biasanya, hewan vivipar ini tergolong dari hewan mamalia.
Janin tumbuh di dalam rahim.
Individu baru akan dikeluarkan atau dilahirkan dari tubuh sang induk.
b) Hewan Ovipar
Hewan ovipar adalah hewan yang berkembang biak dengan cara
bertelur. Hampir semua unggas, reptil, ikan serangga, dan amfibi tergolong hewan
ovipar. Ciri-ciri dan karakteristik mereka umumnya tidak memiliki daun telinga
dan tidak memiliki kelenjar susu. Hewan ovipar tidak menyusui anaknya. Calon
individu baru hewan ovipar berkembang dalam telur dengan memanfaatkan
cadangan makanan yang terdapat dalam telur tersebut. Telur hewan ovipar akan
menetas pada waktu tertentu atau setelah dierami.Ada 5 kelas dalam kerajaan
animalia yang umumnya termasuk hewan ovipar. Keempat kelas tersebut antara
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 75
SEMESTER 1
lain aves (burung), insecta (serangga), reptilia (reptil), pisces (ikan), dan amfibi
(amphibi).
c) Hewan Vivipar
Hewan vivipar adalah hewan yang berkembang biak dengan cara
beranak atau melahirkan. Dalam perkembangbiakannya, embrio hewan vivipar
tumbuh di dalam rahim dan baru akan keluar setelah mencapai pertumbuhan
optimal. Manusia juga termasuk organisme vivipar. Selain itu, hampir semua
mamalia juga adalah contoh hewan vivipar. Secara umum, hewan vivipar
memiliki beberapa ciri. Ciri-ciri hewan vivipar di antaranya memiliki daun
telinga, penutup tubuh berupa bulu, dan puting atau kelenjar susu. Dengan adanya
kelenjar susu ini, hewan vivipar akan menyusui bayinya setelah terlahir. Contoh
hewan vivipar diantaranya kera,gajah,kuda,sapi dan lain-lain.
1. Siklus Hidup Hewan
Semua makhluk hidup mengalami siklus hidup atau daur hidup. Daur
hidup adalah suatu proses yang dialami makhluk hidup yang dimulai dari awal
pertama kali organisme itu hidup dibumi lalu tumbuh dan berkembang menjadi
organisme atau makhluk hidup dewasa dan berkembang biak untuk
mempertahankan kelangsungan jenisnya. Daur hidup hewan dimulai saat
kelahiran dari perut induknya atau menetas dari telur. Hewan semakin besar saat
masa pertumbuhanya dan berkembang menjadi hewan dewasa.
Daur hidup hewan berakhir pada kematian. Proses daur hidup hewan
tersebut merupakan suatu perputaran atau siklus (life Cycle) karena akan kembali
pada titik awal mulanya. Daur hidup hewan berakhir pada saat hewan tersebut
mati, dan dimulai lagi dari awal yaitu lahir lalu tumbuh dan berkembang hingga
akhirnya mati.Daur hidup hewan berdasarkan proses perubahan bentuk tubuhnya
dapat dibagi menjadi dua yaitu :
1. Daur hidup tanpa metamorfosis
2. Daur hidup dengan metamorfosis
Metamorfosis adalah perubahan bentuk hewan secara bertahap setelah kelahiran
atau penetasan hingga dewasa. sebagian besar daur hidup hewan tanpa mengalami
metamorfosis, contohnya daur hidup kucing, anjing, dan ayam. Sebagian kecil
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 76
SEMESTER 1
hewan di bumi ini mengalami metamorfosis pada daur hidupnya, contohnya kupu-
kupu dan kecoa.
1. Daur Hidup Hewan Tanpa Metamorfosis
Daur hidup hewan tanpa metamorfosis adalah daur hidup hewan yang
diawali dari lahirnya atau menetasnya hewan baru yang bentuk tubuhnya sama
dengan bentuk tubuh induknya. Pada daur hidup tanpa metamorfosis hewan hanya
mengalami perubahan ukuran tubuh namun tidak mengalami perubahan bentuk.
Contohnya ayam dan kucing, adakah ayam atau kucing dirumahmu? Ayam dan
kucing adalah contoh makhluk hidup yang mengalami daur hidup tanpa
metamorfosis.
Dalam daur hidupnya, kucing hanya mengalami perubahan ukuran tubuh.
Namun tidak mengalami perubahan bentuk. Bentuk anak kucing sama dengan
bentuk kucing dewasa, yang berbeda hanya ukuran tubuhnya saja. Oleh sebab itu
kucing dikatakan mengalami daur hidup tanpa metamorfosis, sama halnya dengan
daur hidup ayam. Anak ayam yang baru menetas dari telurnya memiliki bentuk
tubuh yang mirip dengan induknya.
2. Daur Hidup Hewan Dengan Metamorfosis
Daur hidup hewan dengan metamorfosis adalah daur hidup sekelompok
hewan yang terlahir dengan bentuk yang berbeda dengan induknya, dan
mengalami perubahan bentuk yang bertahap hingga dewasa.
Metamorfosis ada dua yaitu :
Metamorfosis sempurna
Metamorfosis tidak sempurna
a. Metamorfosis Sempurna
Metamorfosis sempurna dialami oleh hewan yang pada saat lahir memiliki
bentuk tubuh yang sangat berbeda sekali dengan induknya. Hewan ini harus
melalui beberapa tahap untuk memiliki tubuh yang sama dengan hewa dewasa.
Hewan yang mengalami metamorfosis sempurna yaitu kupu-kupu, nyamuk, katak,
ngengat dan lalat. Nyamuk dan kupu-kupu memiliki 4 tahapan dalam daur
hidupnya. Nyamuk betina bertelur di air, kemudian telur menetas menjadi jentik
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 77
SEMESTER 1
nyamuk. Jentik nyamuk lalu menjadi kepompong atau pupa, setelah beberapa hari
pupa pecah menjadi nyamuk dewasa.
b. Metamorfosis Tidak Sempurna
Hewan yang mengalami metamorfasis tidak sempurna bentuk hewan muda
mirip dengan induknya, tetapi ada bagian-bagian tubuh yang belum terbentuk,
misalnya sayap. Contoh hewan yang mengalami metamorfosis tidak sempurna
yaitu capung, kecoa, jangkrik, belalang dan masih banyak lagi.Tahapan daur
hidup kecoa dan belalang Serangga seperti belalang dan kecoa mengalami 3
tahapan dalam hidupnya yaitu telur-nimfa-serangga dewasa. Telur menetas
menjadi bayi serangga yang sudah menyerupai serangga dewasa tetapi tanpa
sayap (nimfa). Nimfa akan berganti kulit beberapa kali sebelum menjadi serangga
dewasa.
Teknologi Reproduksi pada Hewan
Inseminasi Buatan ( Kawin Suntik )
Inseminasi buatan adalah proses memasukkan cairan sperma (semen) dari
sapi jantan yang unggul ke dalam saluran reproduksi sapi be tina dengan bantuan
manusia. Inseminasi buatan ini dilakukan dengan cara me masukkan sperma
(semen) yang telah dibekukan dengan menggunakan alat seperti suntikan.
Inseminasi buatan atau disebut juga dengan kawin suntik merupakan suatu
terobosan yang boleh dikatakan baru dalam membantu peternak untuk
meningkatkan hasil produksi. Sekarang inseminasi buatan diIndonesia boleh
dikatakan sudah mulai memasyarkat, khususnya pada sapi. Karena sudah banyak
masyarakat yang tahu dan melakukan inseminasi buatan pada ternak mereka.
Yang mempengaruhi keberhasilan inseminasi buatan diantaranya usia
calon induk, usia pejantan yang diambil spermanya, Kondisi semen yang
dimasukkan, Waktu dilakukan inseminasi, Kondisi organ reproduksi calon induk,
Proses inseminasi yang benar atau tidak, Pakan / nutrisi yang diberikan kepada
calon induk sebelum inseminasi dan sesudah insminasi. Tujuan inseminasi buatan
Memperbaiki mutu genetik dan fenotipe hewan, menghemat waktu dan biaya
karena pejantan tidak diharuskan dibawa ketempat yang diperlukan,
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 78
SEMESTER 1
meningkatkan kelahiran dalam waktu yang dibutuhkan, mencegah penularan
penyakit, mengoptimalkan penggunaan pejantan unggul dalam jangka waku yang
lama dan penyebarannya lebih luas.
Keuntungan inseminasi buatan diantaranya menghemat biaya produksi,
Tidak diharuskan mencari pejantan, kelahiran dapat diatur, mencegah kawin
keluarga / sedarah (inbreeding), sperma dapat disimpan dalam jangka waktu yang
lama, menghindari ternak / hewan tertular penyakit, dan lain-lain. Adapun
kerugian inseminasi buatan diantaranya Dapat terjadi infeksi pada saluran
kelamin apabila terjadi pendarahan saat inseminasi, kesulitan melahirkan apabila
induknya kecil sedangkan bibit yang dimasukkan berukuran besar,
terjadinya kawin sedarah apabila bibit yang digunakan tidak dipantau,
sifat genetik dan fenotipe menurun apabila bibit yang digunakan tidak dipantau.
Kelangsungan Hidup Hewan dan Tumbuhan
Di alam banyak kita jumpai kejadian atau peristiwa kemiripan mahkluk
hidup dengan lingkungan sekitarnya (dapat berupa lingkungan biotik dan
lingkungan abiotik). Hal tersebut berkaitan dengan kemampuan mempertahankan
diri dari makhluk hidup.
1. Adaptasi
Adaptasi adalah cara makhluk hidup untuk menyesuaikan diri dengan
lingkungan hidup dimana mereka tinggal. Adaptasi ini diperlukan oleh makhluk
hidup dibumi, karena setiap lingkungan dibumi memiliki karakteristik sendiri.
Misalkan dikutub suhunya sangat dingin serta banyak terdapat air sedangkan
sebaliknya di daerah gurun suhunya panas, gersang, dan sulit untuk mendapatkan
air. Oleh karena itu ditempat tersebut makhluk hidupnya memiliki bentuk dan
karakteristik berbeda untuk menyeseuaikan diri dengan lingkungannya. Seperti,
Beruang kutub memiliki bulu yang lebat untuk melindungi tubuhnya dari suhu
dingin dan di gurun unta memiliki punuk atau bagian yang menonjol di
punggungnya sebagai penyimpan cadangan air karena digurun sulit untuk
mendapatkan air.
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 79
SEMESTER 1
Lingkungan tempat makhluk hidup berkembang biak disebut dengan
habitat. Pada umumnya, makhluk hidup yang sudah beradaptasi dilingkungan
tertentu sulit untuk beradaptasi ditempat lain. Kecuali manusia, karena manusia
memliki otak dan pikiran sebagai alat untuk beradaptasi dengan berbagai
lingkungan yang ada. Otak dan pikiran ini digunakan untuk menyesuaikan
lingkungan dengan kemauannya. Misalkan, dikutub itu dingin maka ia membuat
rumah yang berbentuk seperti kubah karena dengan bentuk seperti itu maka suhu
didalamnya akan lebih hangat.
Adaptasi pada Hewan
1. Adaptasi untuk Memperoleh Energi
Semua makhluk hidup memerlukan makan, termasuk juga hewan. Melalui
proses adaptasi, hewan memiliki kemampuan yang berbeda dalam memperoleh
makanan, memakan dan mencerna makanan. Berdasarkan jenis makanannya,
hewan dibagi menjadi hewan herbivora, karnivora dan omnivora. Rusa, beberapa
ikan, kambing, banteng, dan serangga merupakan contoh dari herbivora.
Herbivora merupakan hewan pemakan tanaman. Hewan yang memakan hewan
lain disebut karnivora. Misalnya elang, harimau, singa dan serigala.
Beberapa karnivora merupakan pemakan sisa makanan hewan lain. Hewan
yang memakan hewan lain dan juga tumbuhan disebut omnivora. Misalnya
beruang dan rakun. Perbedaan diantara ketiga jenis hewan tersebut ialah pada
enzim yang terdapat pada sistem pencernaan dan pada struktur gigi. Beberapa
kumbang dan lipan merupakan detritivor, yaitu organisme pemakan detritus (zat
yang telah hancur dan busuk)
2. Adaptasi Fisik
Adaptasi fisik merupakan penyesuaian fungsi alat tubuh bagian dalam
pada makhluk hidup terhadap lingkungannya. Adaptasi ini menyangkut fungsi
organ tubuh makhluk hidup serta melibatkan zat-zat tertentu untuk membantu
proses metabolisme. jenis makanan pada hewan itu berbeda-beda, maka ukuran
atau panjang usus dan enzim yang dimilikinya-pun akan berbeda juga. Jika pada
hewan herbivora untuk dapat mencerna tumbuhan yang memiliki sel-sel
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 80
SEMESTER 1
berdinding keras, biasanya hewan herbivora memiliki usus yang lebih panjang
daripada hewan karnivora.
Adapun contoh lain adaptasi fisiologi pada hewan, yang
diantaranya Hewan yang berdarah dingin kecepatan metabolismenya akan
menurun jika berada di tempat atau daerah berhawa dingin. Sedangkan hewan
yang berdarah panas kecepatan metabolismenya akan naik jika berada di tempat
atau daerah bersuhu panas. Unta dapat menyimpan cadangan air di kantung yang
ada dalam punuknya, sehingga unta dapat bertahan hidup di tempat kering atau
gurun. Burung hantu memiliki penglihatan yang tajam pada malam hari, sehingga
memudahkannya untuk mencari makan.
Hewan mamalia yang bisa memamah biak, misalnya sapi, kambing,
kerbau. Makanan hewan tersebut adalah rumput-rumputan di dalam saluran
pencernaannya terdapat enzim selulose, musang yang yang memiliki kelenjar bau
dan menyemburkan cairan untuk mengelakkan dirinya dari musuh, burung hantu
memiliki penglihatan dan pendengaran yang sangat tajam yang
memungkinkannya untuk dapat melihat di malam hari.
3. Adaptasi Tingkah Laku
Adaptasi tingkah laku adalah adaptasi yang dilakukan dengan
menyesuaikan tingkah laku mahluk hidup sesuai dengan kondisi habitat tempat
tinggalnya. Adaptasi tingkah laku memungkinkan hewan untuk menangkap
mangsa ataupun untuk menghindari predator. Bahan kimia merupakan bahan yang
sering digunakan oleh beberapa hewan untuk menghindar dari predator. Beberapa
contoh adaptasi tingkah laku diantaranya Rayap merupakan salah satu contoh
hewan yang melakukan adaptasi tingkah laku. Mereka biasanya akan memakan
kembali kulit yang terkelupas dari tubuhnya. Bayi rayap juga melakukan adaptasi
tingkah laku. Mereka akan memakan atau menjilati dubur rayap dewasa untuk
memperoleh flagellata.
Kebiasaan tersebut dilakukan untuk mendapatkan kembali
flagellata. Flagellata adalah semacam zat yang dapat membantu rayap untuk dapat
mencerna kayu. Paus adalah mamalia laut yang bernafas menggunakan paru-paru.
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 81
SEMESTER 1
Mereka secara periodik akan akan muncul ke permukaan air untuk menarik nafas
dan mengambil oksigen. Kebiasaan ini dilakukannya untuk dapat bertahan hidup.
Oleh karena itu, kebiasaan ini juga bisa menjadi salah satu contoh adaptasi
tingkah laku pada hewan.
Beberapa hewan melakukan mimikri untuk bertahan dari serangan musuh
atau predatornya. Mimikri adalah suatu tingkah hewan yang dilakukan hewan
untuk menghasilkan kemiripan (berkamuflase) dengan lingkungan sekitarnya.
Beberapa hewan yang melakukan mimikri misalnya bunglon yang menyerupai
dedaunan atau tanah, laba-laba yang menyerupai lebah, atau lalat yang
menyerupai rumpun bunga.
Adaptasi pada Tumbuhan
Tumbuhan juga melakukan adaptasi. Adaptasi dilakukan agar tumbuhan
dapat bertahan hidup di daratan. Adaptasi yang dilakukan ialah berupa
perlindungan dan penyokong, substansi tambahan pada dinding sel, dan adaptasi
pada reproduksi.
1. Perlindungan dan Penyokong
Air merupakan komponen penting bagi semua makhluk hidup, begitupun
bagi tumbuhan. Adaptasi bagaimanakah yang membantu tumbuhan
mempertahankan kandungan airnya? Batang, daun maupun bunga memiliki
lapisan sel epidermis yang diselubungi oleh kutikula. Kutikula merupakan suatu
lapisan lilin yang disekresikan oleh sel ke bagian permukaan tanaman. Kutikula
memperlambat kehilangan air pada tumbuhan. Penyokong merupakan bentuk
adaptasi yang dilakukan tumbuhan agar dapat tumbuh dengan kuat di daratan.
Sel tumbuhan memiliki dinding sel yang tersusun atas selulosa. Selulosa
memberikan bentuk dan kekuatan pada tanaman. Pada permukaan daun beberapa
tumbuhan memiliki stomata yang umumnya membuka pada siang hari dan
menutup pada malam hari. Stomata membuak di siang hari ketika tumbuhan
membutuhkan zat yang diperlukan untuk fotosintesis. Stomata juga dapat
menutup ketika tumbuhan kehilangan banyak air. Adaptasi ini juga dapat
mempertahankan keberadaan air pada sel daun tumbuhan.
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 82
SEMESTER 1
2. Zat Tambahan pada Dinding Sel
Beberapa sel tumbuhan menghasilkan substansia lain selain selulosa untuk
membuat dinding sel lebih kuat. Misalnya daun pada tanaman pinus yang tahan
terhadap es yang membeku di atasnya.
3. Reproduksi
Adaptasi pada reproduksi juga dapat membantu tumbuhan bertahan hidup
di daratan, misalnya saja tumbuhan memiliki spora yang tahan terhadap
kekeringan. Tumbuhan lain memiliki biji yang dilapisi oleh lapisan yang dapat
mencegah biji kekurangan air. Adaptasi dalam proses penyebaran biji. Beberapa
biji memiliki struktur yang membantu biji tersebut untuk tersebar dan jatuh pada
tempat yang sesuai untuk tumbuh. Coba ingat lagi pada sub bab penyebaran biji,
apa saja perantara penyebaran biji? Biji dandelion memiliki “sayap” yang
membantunya untuk dapat terbang jika tertiup angin.
Biji beberapa rerumputan memiliki kait yang mudah terikat pada baju
maupun bulu burung sehingga dapat tersebar melalui perantaraan manusia
maupun burung. Kelapa memiliki sabut kelapa yang juga memiliki fungsi
menyerupai pelampung sehungga kelapa dapat mengapung di air dan terbawa
aliran air.
Seleksi Alam
Seleksi alam adalah pemilihan yang dilakukan oleh alam untuk memilih
makhluk hidup yang dapat terus bertahan hidup dan makhluk hidup yang tidak
dapat terus bertahan hidup. Makhluk hidup yang terus dapat bertahan hidup akan
tetap hidup sedangkan makhluk hidup yang tidak dapat bertahan hidup akan mati.
Selama kehidupan di bumi ini terus berlangsung, peristiwa alam juga akan terus
berlangsung menyertai aktivitas kehidupan makhluk hidup. Peristiwa alam
tersebut dapat berlangsung setiap saat dan setiap waktu tanpa adanya kesiapan
dari makhluk hidup yang ada di alam ini.
Peristiwa alam tersebut erat hubungannya dengan kelangsungan hidup
makhluk hidup seperti banjir, tanah longsor, gunung meletus, gempa bumi, dan
bencana alam lain.Keadaan tersebut dapat di artikan bahwa alam telah melakukan
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 83
SEMESTER 1
seleksi terhadap mahluk hidup yang ada di dalamnya. Mahluk hidup yang mampu
bertahan hidup akan dapat bertahan hidup, sedangkan mahluk hidup yang tidak
bertahan hidup akan mati dan mengalami kepunahan.
Seleksi alam erat kaitannya dengan jenis (spesies), macam (varian), rantai
makanan, jaring-jaring makanan, perkembangbiakan secara kawin, genetika dan
adptasi. Proses perubahan karena seleksi alam tersebut berlangsung secara
perlahan, sedikit demi sedikit, dan dalam jangka waktu yang relatif sangat lama
(ratusan, ribuan bahkan jutaan tahun).
Contoh Seleksi Alam
1. Kepunahan Dinosaurus akibat adanya seleksi alam.
2. Jari kaki kuda semula lima buah untuk menyesuikan diri dengan tanah yang
lunak sekarang berjari satu.
3. Adanya kupu-kupu Biston betularia bersayap gelap lebih banyak dibandingkan
yang bersayap cerah di daerah industri.
4. Adanya variasi paruh burung finch di kepulauan Galapagos
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 84
SEMESTER 1
LEMBAR KERJA PESERTA DIDIK
Sekolah : SMP...
Mata Pelajaran : IPA
Kelas / Semester : IX / Ganjil
Materi Pokok : Sistem Reproduksi pada tumbuhan
A. Tujuan Pembelajaran
1. Setelah melakukan percobaan, peserta didik dapat menjelaskan reproduksi
aseksual pada tumbuhan.
2. Setelah melakukan percobaan, peserta didik dapat menjelaskan reproduksi
seksual pada tumbuhan.
B. Informasi Pendukung
Sistem reproduksi pada tumbuhan
Beberapa tumbuhan melakukan reproduksi dengan cara berbeda,
tumbuhan dapat bereproduksi menggunakan bagian tumbuhan seperti akar, batang
ataupun daun. Cara reproduksi tumbuhan dengan menggunakan bagian tumbuhan
disebut dengan reproduksi vegetatif. Reproduksi tumbuhan secara vegetatif
disebut juga reproduksi aseksual karena tumbuhan dapat menghasilkan individu
baru tanpa melibatkan peleburan inti sel sperma dengan inti sel telur. Tumbuhan
dapat melakukan reproduksi aseksual karena tumbuhan memiliki sel-sel yang
memiliki kemampuan untuk berkembang menjadi berbagai jenis sel penyusun
jaringan dan organ tumbuhan yang disebut sel meristem.
keturunan yang dihasilkan memiliki sifat dan karakteri sama dengan
induk. Sedangkan reproduksi seksula adalah menggunakan sel kelamin yaitu sel
sperma dan sel telur dan proses fertilisasi untuk menghasilkan biji,biji tumbuh dan
berkembang menjadi tumbuhan baru.
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 85
SEMESTER 1
C. Alat dan Bahan
1. bawang merah
2. kentang
3. jahe
4. kunyit
5. bunga sepatu
6. bunga anggrek
7. bunga asoka
D. Langkah-Langkah Percobaan
Siapkan alat dan bahan yang diperlukan
Amati jahe,bawang merah,kentang dan kunyit yang dibawa tadi !
Tentukan cara perkembangbiakannya,masukan pada tabel pengamatan.
Amati bunga sepatu,bunga anggrek dan bunga asoka kemudian tentukan
bagian-bagian dari bunga tersebut dan cara penyerbukannya.
Masukan hasil yang didapat pada tabel pengamatan.
E. Hasil Pengamatan
No Nama tumbuhan Cara gambar keterangan
berkembangbiak
1 Bawang merah
2 Kentang
3 Jahe
4 Kunyit
5 Bunga sepatu
6 Bunga anggrek
7 Bunga asoka
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 86
SEMESTER 1
F. Pertanyaan
1. Sebutkan dan jelaskan bagian-bagian dari no 5-7 !
2. Apa perbedaan perkembangbiakan aseksual dan seksual pada tumbuhan
G. Kesimpulan
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
....................................................................................................................................
H. Sumber Belajar
1. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik indonesia. 2017. IPA
SMP/MTs kelas IX Jakarta. Pusat Kurikulum dan Pembukuan
Balitbang Kemdikbud.
2. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik indonesia. 2017. Buku
Guru IPA SMP/MTs kelas IX Jakarta. Pusat Kurikulum dan
Pembukuan Balitbang Kemdikbud.
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 87
SEMESTER 1
Rangkuman
Tumbuhan dan hewan dapat melakukan reproduksi secara seksual dan
aseksual.
Reproduksi aseksual adalah reproduksi tumbuhan atau hewan tanpa
melewati proses fertilisasi. Reproduksi aseksual menggunakan organ
tubuh ataupun bagian tubuh hewan ataupun tumbuhan.
Reproduksi seksual adalah reproduksi yang melalui proses fer tilisasi,
yaitu proses peleburan inti sel kelamin jantan (sel sperma) dan inti sel
kelamin betina (sel telur).
Reproduksi aseksual alami tumbuhan Angiospermae dengan menggu
nakan rhizoma, stolon, umbi lapis, umbi batang, kuncup adventif
daun, dan anakan. Reproduksi aseksual buatan dapat dilakukan
melalui cang kok, merunduk, menyambung, menempel dan setek.
Reproduksi seksual merupakan cara reproduksi yang melibatkan sel
kelamin dan fertilisasi. Reproduksi seksual pada tumbuhan
melibatkan sel kelamin berupa sel sperma yang dihasilkan oleh serbuk
sari dan sel telur yang dihasilkan oleh putik.
Reproduksi pada tumbuhan Gymnospermae secara seksual melalui
penyerbukan dan pembuahan yang terjadi pada strobilus. Reproduksi
aseksual terjadi melalui tunas akar pada tumbuhan pinus dan bulbil
pada tanaman pakis haji
Penyerbukan oleh angin (anemogami), serangga (entomogami),
burung (ornitogami), kelelawar (kiropterogami),manusia
(antropogami)
Beberapa penyebaran biji diantaranya anemokori, hidrokori, zookori,
dan antropokori.
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 88
SEMESTER 1
Tumbuhan Lumut (Bryophyta) mengalami reproduksi seksual dan
aseksual pada satu kali siklus hidupnya. Reproduksi seksual
dengan menghasilkan gamet jantan dan gamet betina, yaitu pada
tahap
Teknologi reproduksi pada tumbuhan meliputi vertikultur,
hidroponik, dan kultur jaringan tumbuhan.
Hewan dapat melakukan reproduksi aseksual melalui tunas,
fragmentasi, dan partenogenesis.
Berdasarkan cara perkembangan dan kelahiran embrionya hewan
yang bereproduksi secara seksual dibagi menjadi hewan
vivipar,ovipar dan ovovivipar.
Beberapa hewan dapat mengalami tahap reproduksi seksual dan
tahap reproduksi aseksual dalam satu kali siklus hidup, misalnya
pada ubur-ubur.
Beberapa hewan dapat mengalami metamorfosis atau perubahan
struktur tubuh tiap tahap pertumbuhan dan perkembangannya.
Metamorfosis da pat digolongkan menjadi metamorfosis sempuna
dan metamorfosis tidak sempurna.
Teknologi reproduksi pada hewan ialah melalui inseminasi
buatan.
Hewan dan tumbuhan terjaga kelangsungan hidupnya selain
melalui re produksi juga melalui peristiwa adaptasi dan seleksi
alam
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 89
SEMESTER 1
Uji Kompetensi
A. Jawablah pertanyaan dibawah ini dengan benar!
1. Perkembangbiakan tumbuhan dengan cara menimbun cabang yang tumbuh
memanjang dalam permukaan tanah dinamakan.....
a. merunduk c. stek
b. okulasi d. Mengenten
2. Berikut ini yang termasuk tumbuhan yang berkembang biak melalui tunas
adalah....
a. pisang dan padi c. mangga dan pisang
b. bambu dan pisang d. Mahoni dan bambu
3. Berikut ini yang termasuk tumbuhan yang berkembangbiak dengan cara umbi
lapis yaitu ....
a. bawamg merah,kentang dan bawang putih
b. bambu,tebu dan pisang
c. bawang putih,bawang merah dan bawang bombay
d. mangga, jambu dan rambutan
4. Perkembangbiakan generatif pada tumbuhan hanya bisa terjadi pada tumbuhan
yang mempunyai....
a. akar c. batang
b. daun d. Bunga
5. Alat kelamin jantan pada bunga dinamakan .....
a. benang mahkota c. putik
b. mahkota bunga d. Benang sari
6. di bawah ini yang bukan merupakan bagian-bagian yang terdapat pada bunga
adalah....
a. putik c. kepala sari
b. kelopak bunga d. Mahkota bunga
7. Perkembangan vegetatif dibagi menjadi dua macam,antara lain....
a. buatan dan fisika c. alami dan biologi
b. biologi dan kimia d. Alami dan buatan
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 90
SEMESTER 1
8. Penyerbukan yang terjadi apabila serbuk sari yang jatuh diatas kepala putik
berasal dari tanaman yang berbeda tetapi masih satu jenis dinamakan
penyerbukan....
a. bartas c. sendiri
b. tetangga d. Silang
9. Hewan dibawah ini yang dapat membantu penyerbukan pada tumbuhan ialah....
a. jangkrik c. gajah
b. lebah d. Ayam
10.Perkembangbiakan secara bertelur dan beranan dinamakan dengan
perkembang biakan....
a. spora c. ovipar
b. vivipar d. Ovovivipar
11. Hewan yang berkembang biak secara ovipar yaitu....
a. kambing, sapi dan kelinci c. bebek, ayam dan angsa
b. hiu, ayam dan lumba-lumba d. Hiu, kadal dan ular
12. Pada tanaman yang penyerbukannya sering dibantu oleh serangga maka jenis
penyerbukannya disebut ....
a. ornitogami c. geitonogami
b. anemogami d. Entomogami
13. Tanaman yang penyerbukannya dibantu oleh manusia adalah .....
a. kelapa c. vanili
b. mangga d. Pisang
14. Kuning telur yang terdapat pada telur ayam berfungsi sebagai....
a. sumber makanan embrio c. tempat kotoran embrio
b. bakal anak ayam d. Sumber oksigen embrio
15. Pada mamalia proses perkembangan janin terjadi di.....
a. ovarium c. tuba faloppi
b. uterus d. Oviduk
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 91
SEMESTER 1
16. Hewan dibawah ini yang mengalami pembuahan di dalam tubuh induk
betinanya adalah.....
a. ikan paus c. belut
b. ikan mas d. Katak
17.Embrio dalam rahim betina mamalia dilindungi supaya terhindar dari
kekeringan dan guncangan,maka ditemukannya adanya....
a. chorion c. amnion
b. plasenta d. Sacus vitellus
18. Perkembangbiakan secara vegetatif yang terjadi dengan cara memisahkan
bagian tubuhnya yang terpisah adalah.....
a. afratmentasi c. pembelahan biner
b. pertunasan d. Fermentasi
19. Berikut ini yang bukan merupakan hewan yang melakukan reproduksi
vegetatif dengan cara membelah diri adalah.....
a. amuba c. euglena
b. obelia d. Paramecio
20. Sepasang alat yang dimiliki reptil jantan untuk memasukkan sperma kedalam
kelamin betina disebut .....
a. hemipenis c. Vasdeferens
b. testis d. kloaka
B. Uraian
1. Jelaskan perbedaan perkembangbiakan generatif dan vegetatif ....
2. sebutkan ciri-ciri perkembangbiakan generatif....
3. jelaskan perkembangbiakan generatif secara vivipar,ovipar dan ovovivipar ....
4. sebutkan ciri-ciri hewan yang berkembang biak secara vivipar
5. jelaskan manfaat teknologi reproduksi hewan pada inseminasi buatan.....
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 92
SEMESTER 1
BAB 3
Pewarisan Sifat Pada Makhluk Hidup
Coba lihat apakah ada kemiripan antara kamu dan saudara-
saudaramu, pernahkah kamu melihat bunga yang warna warni
dalam satu pot bunga? Mengapa bisa seperti itu? Mari kita pelajari
bersama-sama
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 93
SEMESTER 1
Ayo lihat apakah kamu dan teman-teman sekelasmu ada kemiripan?
Apakah karakteristik tubuhmu dan kamu memiliki kemiripan atau tidak ? Seperti
apakah karakteristik teman-temanmu, kamu,teman-temanmu dan orang-orang di
sekitarmu memiliki karakteristik tersendiri. Bayangkan betapa maha kuasanya
sang pencipta menciptakan hambaNya, karena itu sudah seharusmya kita
bersyukur. Ayo kita pelajari mengapa kita semua berbeda!
Molekul Yang Mendasari Pewarisan Sifat
1. Materi Genetik
Coba kamu perhatikan dirimu dan kedua orang tuamu, mirip siapakah
kamu? Mengapa kamu mirip dengan kedua orang tuamu? Hal ini disebabkan
karena gen-gen yang dimiliki oleh orang tuamu diturunkan atau diwariskan
kepadamu. Setiap sel organisme mengandung materi genetik. Materi genetik
tersebut dikenal sebagai gen yang terdapat dalam kromosom di dalam nukleus.
Gen merupakan unit terkecil materi genetik. Gen terdapat dalam setiap lokus yang
khas pada kromosom.
Molekul yang berperan sebagai materi genetik adalah asam nukleat, yaitu
DNA(deoxyribonucleic acid) dan RNA (ribonucleic acid). Pada suatu untai DNA
terdapat unit instruksi atau perintah yang mempengaruhi sifat atau yang
menentukan karakteristik setiap makhluk hidup yang disebut gen. Jadi,
keseluruhan informasi genetik yang menentukan karakteristik makhluk hidup juga
disimpan dalam DNA.
Gen adalah substansi genetik terkecil yang terdiri atas sepenggal DNA
yang menentukan sifat individu melalui pembentukan polipeptida. Jadi, gen
berperan penting dalam mengontrol sifat-sifat individu yang diturunkan. Gen-gen
yang ada dalam kromosom tidak memiliki batas- batas yang jelas. Walaupun
demikian, gen-gen dapat diumpamakan dalam satu deretan berurutan dan teratur
pada benang kromosom.Di dalam sel tubuh, kromosom biasanya berpasangan.
Sepasang kromosom merupakan homolog sesamanya, artinya keduanya
mempunyai bentuk yang sama dan lokus gen-gen yang bersesuaian. Gen-gen yang
terdapat pada lokus yang bersesuaian ini disebut alel.
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 94
SEMESTER 1
Gen merupakan suatu kesatuan kimia. Sebagai materi hereditas, gen
memiliki beberapa fungsi, antara lain:
a) Sebagai zarah tersendiri yang ada pada kromosom. Zarah adalah zat terkecil
dan tidak dapat dibagi-bagi lagi.
b) Menyampaikan informasi genetik dari induk kepada keturunannya.
c) Mengatur proses metabolisme dan perkembangan.
Alel dapat memiliki tugas yang sama atau berlawanan untuk suatu
pekerjaan tertentu. Alel yang mempunyai tugas yang sama disebut alel homozigot.
Sedangkan, alel yang tugasnya berbeda disebut alel heterozigot. Alel yang
tugasnya sama, misalnya gen penentu warna hitam pada gandum yang
mempunyai pasangan gen penentu warna hitam pula. Contoh alel yang tugasnya
berlawanan adalah gen penentu warna hitam pada gandum mempunyai pasangan
gen penentu warna putih.Kegiatan sel dikendalikan oleh gen di dalam inti.
Pengendalian ini dilakukan dengan menyusun materi tertentu yang sesuai dengan
pola gen untuk membentuk suatu rantai asam amino (polipeptida). Polipeptida
tersebut difungsikan menjadi enzim yang akan mengatur reaksi metabolisme
dalam sel.
Sumber: biologigonz.blogspot.co.id
Gambar 3.1 alel homozigot dan heterozigot
2. Struktur DNA dan RNA
DNA terletak di dalam inti sel. DNA merupakan untaian yang sangat
panjang. Agar DNA dapat tersusun didalam inti sel yang kecil, untaian DNA ini
melilit pada protein yang disebut protein histon. Lilitan DNA dengan protein
histon membentuk benang-benang kromatin. Pada saat sel akan membelah,
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 95
SEMESTER 1
benang-benang kromatin ini akan memadat sehingga membentuk kromosom. leh
karena itu, kita dapat melihat struktur kromosom pada saat sel akan membelah.
Jadi hubungan antara DNA, RNA, dan protein adalah : DNA merupakan
pembawa informasi genetik yang menjadi sumber data pembentukan RNA.
Dengan RNA yang terbentuk itulah kemudian dapat dilakukan proses sintesis
protein yang mempengaruhi sifat individu. DNA dapat ditemukan dalam nukleus,
mitokondria, dan kloroplas. DNA sel eukariotik terbungkus dalam membran inti
sehingga tercipta struktur nukleus, sedangkan DNA sel prokariotik tidak
terbungkus membran inti sehingga tidak terdapat nukleus, hanya terdapat bagian
dimana DNA tersebut berkumpul yang disebut nukleosom.
Basa nitrogen penyusun DNA dapat digolongkan menjadi kelompok purin
dan pirimidin. Basa nitrogen yang masuk golongan purin adalah adenin (A) dan
guanin (G), sedangkan basa nitrogen yang masuk golongan pirimidin adalah
sitosin (C) dan timin (T). Ketika membentuk DNA, adenin selalu berikatan
dengan timin melalui tebentuknya 2 ikatan hidrogan. Sedangkan guanin akan
berikatan dengan sitosin melalui terbentuknya 3 ikatan hidrogen. Karena tersusun
atas banyak molekul nukleotida, DNA disebut sebagai polinukleotida.
DNA makhluk hidup memiliki jumlah A-T dan G-C yang berbeda-
beda.RNA memiliki struktur tunggal, tidak ganda seperti DNA. RNA terbentuk
atas gula ribosa, fosfat, dan basa nitrogen. (ingat bahwa gula pembentuk DNA
adalah deoksiribosa). Basa nitrogen RNA juga digolongkan menjadi purin ydan
pirimidin. Purin tersusun atas adenin (A) dan guanin (G), sedangkan pirimidin
tersusun atas sitosin (C) dan urasil (U). Basa nitrogen timin pada DNA
digandtikan oleh urasil pada RNA.
Perbedaan DNA dan RNA
Molekul DNA
Terdapat dalam nukleus, mitokondria, dan kloroplas
Berupa rantai ganda
Kadarnya tidak dipengaruhi oleh kecepatan sintesis protein
Basa nitrogennya adalah adenin (A), guanin (G), sitosin (C), dan timin (T)
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 96
SEMESTER 1
Gula penyusunnya adalah deoksiribosa, yaitu ribosa yang kekurangan satu
atom oksigen.
Molekul RNA
Terdapat dalam nukleus, sitoplasma, dan ribosom
Strukturnya berupa rantai tunggal
Kadarnya dipengaruhi kecepatan sintesis protein
Basa nitrogennya adalah adenin (A), guanin (G), sitosin (C), dan urasil (U)
Gula penyusunnya adalah ribosa.
Sumber: agroteknologi.web.id
Gambar 3.2 Struktur RNA dan DNA
3. Peranan Materi Genetik dalam Penentuan Sifat
Dalam pewarisan sifat dikenal istilah sifat dominan dan sifat resesif.
Sebagai contoh, karakter Warna kulit hitam menutupi karakteri warna kulit putih
. Karakter yang mampu mengalahkan atau menutupi karakter yang lain disebut
sifat dominan. Karakteristik yang kalah isebut sifat resesif. Gen dominan ditulis
dengan huruf kapital, sedangkan gen resesif ditulis dengan huruf biasa (kecil).
Kamu tentunya dapat melihat secara langsung oleh mata karakter-karakter yang
ada pada tubuhmu atau temanmu yang merupakan perwujudan dari gen bukan?
Sifat-sifat atau karakter yang terlihat oleh mata seperti bentuk rambut, warna
kulit, dan jenis cuping telinga disebut fenotip. Fenotip merupakan perwujudan
“ekspresi” dari gen. Sedangkan, susunan informasi genetik (gen) dari suatu
individu yang Mengkode karakter karakter fisik disebut genotip.
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 97
SEMESTER 1
Tentu kamu tahu bahwa manusia berdasarkan jenis kelaminnya dibedakan
menjadi jenis kelamin laki-laki dan perempuan. Susunan kromosom pada sel
penyusun tubuh berbeda dengan susunan kromosom pada sel kelamin (sel telur
atau ovum dan sel sperma). Kromosom pada sel tubuh susunannya berpasangan
Keadaaan kromosom yang berpasangan disebut dengan diploid , sedangkan
susunan kromosom pada sel kelamin tidak berpasangan dan disebut dalam
keadaan haploid .Keadaan diploid ditulis dengan simbol 2n dan keadaan haploid
ditulis dengan simbol n. Sehingga kromosom sel kelamin jumlahnya setengah dari
kromosom sel tubuh.
Jumlah kromosom sel tubuh sebanyak 23 pasang. Karena dalam keadaan
diploid atau 2n, jumlah total kromosomnya 23 x 2 = 46 buah kromosom.
Kromosom nomor 1 sampai nomor 22 disebut autosom (kromosom tubuh),
sedangkan kromosom nomor 23 disebut gonosom (kromosom kelamin).
Kromosom nomor 23 (gonosom) inilah yang membedakan kalian laki-laki atau
perempuan. Penulisan kromosom kelamin atau gonosom laki-laki ditulis dengan
pasangan huruf XY dan untuk perempuan ditulis dengan pasangan huruf XX.
Kariotipe atau susunan kromosom laki-laki dapat ditulis dengan rumus 22AA +
XY dan untuk perempuan ditulis dengan rumus 22AA + XX. Karena pada sel
kelamin kromosom tidak dalam keadaan berpasangan (haploid), maka kariotipe
sel kelamin jantan (sel sperma) yaitu 22A + X atau 22A + Y, sedangkan kariotipe
sel kelamin betina (sel ovum) yaitu 22A + X.
Sumber: nafiun.com/2012/11
Gambar 3.3 Diagram Kromosom Perkawinan Laki-Laki dengan Perempuan
Gen-gen pada kromosom kelamin Y memiliki peranan penting dalam
menentukan jenis kelamin pada manusia. Pada sel ovum hanya terdapat autosom
dan kromosom kelamin X saja. Jadi, ketika sel telur yang mengandung kromosom
kelamin X bertemu dengan sel sperma yang mengandung kromosom kelamin X
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 98
SEMESTER 1
maka akan menghasilkan anak (keturunan) dengan jenis kelamin perempuan
(XX). Jika sel telur yang mengandung kromosom kelamin X bertemu dengan sel
sperma yang mengandung kromosom kelamin Y maka akan menghasilkan anak
(keturunan) dengan jenis kelamin laki-laki (XY). Keturunan dalam proses
pewarisan sifat dapat disebut dengan filial (F) sedangkan orangtua atau induk
disebut dengan parental (P).
Hukum Pewarisan Sifat
Penelitian pertama tentang penurunan sifat dilakukan oleh Gregor Mendel,
seorang pendeta dan juga ahli botani dari Austria. Mendel mulai meneliti tentang
pewarisan sifat pada tahun 1856 dan mencatat hasil temuannya pada Natural
Science Society of Brunn, Austria pada tahun 1866. Beberapa tahun kemudian
padatahun 1900 para ahli botani lainnya meneliti kembali hasil penelitian Mendel
dan merekamenemukan kesimpulan yang sama dengan apayang telah dilakukan
oleh Mendel sebelumnya.
Mendel menggunakan kacang kapri sebagai obyek penelitiannyakarena
kacang kapri memiliki pasangan sifat yang kontras, dapat melakukan penyerbukan
sendiri, mudah dilakukan penyerbukan silang, mempunyai daur hidup yang relatif
pendek, dan menghasilkan keturunan dalam jumlah banyak. Mendel juga orang
yang dikenal pertama kali memperkenalkan teori penurunan sifat. Teorinya
dikenal dengan Hukum Mendel. Atas jasanya dalam bidang pewarisan sifat beliau
dijuluki sebagai Bapak Genetika. Mendel melakukan dua jenis persilangan,
pertama Mendel menyilangkan ercis dengan satu karakter beda yang dikenal
dengan persilangan monohibrid dan menyilangkan ercis dengan dua karakter beda
yang dikenal dengan persilangan dihibrid.
1. Persilangan Monohibrid
Pada tahun 1866 Mendell melaporkan hasil penyelidikannya selama
bertahun-tahun atas kacang ercis/kapri (Pisum sativum). Untuk mempelajari sifat
menurun Mendell menggunakan kacang ercis dengan alasan:
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 99
SEMESTER 1
– memiliki pasangan sifat yang menyolok
– bisa melakukan penyerbukan sendiri
– segera menghasilkan keturunan atau umurnya pendek
– mampu menghasilkan banyak keturunan, dan
– mudah disilangkan
Hukum Mendell I/Hukum Pemisahan Bebas
Hukum Mendell I dikenal juga dengan Hukum Segregasi menyatakan:
‘pada pembentukan gamet kedua gen yang merupakan pasangan akan
dipisahkan dalam dua sel anak’. Hukum ini berlaku untuk persilangan
monohibrid (persilangan dengan satu sifat beda).Contoh dari terapan Hukum
Mendell I adalah persilangan monohibrid dengan dominansi. Persilangan
dengan dominansi adalah persilangan suatu sifat beda dimana satu sifat lebih kuat
daripada sifat yang lain. Sifat yang kuat disebut sifat dominan dan bersifat
menutupi, sedangkan yang lemah/tertutup disebut sifat resesif.
Individu yang memiliki karakter atau sifat yang dikontrol oleh dua gen
(sepasang) identik disebut dengan homozigot. Individu yang memiliki karakter
atau sifat yang dikontrol oleh dua gen (sepasang) tidak identik (berlainan) disebut
dengan heterozigot. Perhatikan contoh berikut ini.
Disilangkan antara mawar merah yang bersifat dominan dengan mawar putih yang
bersifat resesif.
P1 (parental) : Mawar merah x Mawar putih
Genotif : MM x mm
G (gamet) : Mx m
F1 (filial) : Mm (fenotif merah 100%)
P2 : Mm x Mm
G : M dan m x M dan m
F2 :
Mm
M MM Mm
m Mm mm
BAHAN AJAR IPA KELAS IX TAHUN PELAJARAN 2020/2021 Page 100
SEMESTER 1