The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Tata liturgi perayaan Krisma dipimpin oleh uskup sekaligus peresmian gedung Pastoran dan pelantikan DPP

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by abdon manalu, 2024-05-30 00:56:08

TATA PERAYAAN KRISMA

Tata liturgi perayaan Krisma dipimpin oleh uskup sekaligus peresmian gedung Pastoran dan pelantikan DPP

Keywords: Krisma,Uskup,Tata Perayaan

1 Keuskupan Agung Medan Paroki St. Agustinus, Seirampah Hari Minggu XXII Masa Biasa 1 September 2019 PERAYAAN SAKRAMEN KRISMA PEMBERKATAN PASTORAN DAN PELANTIKAN DALAM MISA Dipimpin oleh Mgr. Kornelius Sipayung OFMCap Uskup Agung Medan


2 Keterangan Singkat Pelayan Sakramen Krisma adalah Uskup. Ia, karena alasan khusus misalnya krismawan banyak, dapat dibantu oleh Imam tertentu sebagai pelayan tak lazim. Imam-imam berkonselebrasi dengan Uskup. Warna busana liturgi adalah merah atau putih. Misa Ritual untuk Krisma dapat dilaksanakan setiap hari kecuali pada hari-hari Minggu: Adven, Puasa dan Paska, hari Raya, Rabu Abu dan pada hari biasa Pekan Suci. Perarakan, ritus pembuka, dan Liturgi Sabda dilaksanakan seperti biasa, sampai dengan Injil. Uskup mengenakan mitra bila: duduk, menyampaikan homili, memberi salam dan ajakan, memberkati umat, melaksanakan gerak tanda sacramental, dalam perarakan. Uskup tidak mengenakan mitra saat: Doa Pembuka, doa, Doa Umat, Doa Ekaristi, pewartaan Injil. Urutan Perarakan sebagai berikut: 1. Pembawa dupa dan pendupaan berasap. 2. Pembawa salib, dengan gambar salib ke depan. 3. Pembawa lilin bernyala, dua atau lebih. 4. Pelayan-pelayan lain (dua berdua). 5. Diakon atau Pembawa Evangeliarium 6. Para Diakon (bila ada). 7. Para Imam (dua berdua). 8. Uskup Pemimpin (seorang diri), mengenakan mitra, tangan kiri memegang tongkat, tangan kanan memberkati. 9. Sedikit di belakang Uskup, dua Diakon yang membantunya. 10. Terakhir pelayan-pelayan untuk buku perayaan, mitra dan tongkat. RITUS PEMBUKA Perarakan Masuk Diiringi Nyanyian Pembuka Pada waktu yang sudah ditentukan, perarakan masuk dilaksanakan diiringi dengan Nyanyian Pembuka. Salib Perarakan ditempatkan dekat altar menjadi salib altar, tetapi bila salib altar sudah ada, salib perarakan dikembalikan ke sakristi, atau salib perarakan menjadi pengganti salib biasa. Lilin-lilin ditempatkan dekat altar sekitar pelataran suci, buku Evangeliarium di atas altar.


3 Peserta perarakan memasuki pelataran suci dua berdua menghormati altar, diakon dan imam menuju altar dan menghormatinya dengan mencium, kemudian pergi ke tempatnya. Uskup tiba di depan altar, menyerahkan tongkat kepada pelayan, melepaskan mitra, bersama Diakon dan pelayan-pelayan yang mendampinginya ia menghormati altar. Kemudian ia menuju altar dan ia bersama Diakon mencium altar. Setelah itu, bila perlu, dupa ditaruh lagi ke dalam wiruk oleh pelayan, Uskup mendupai altar dan salib, didampingi oleh dua Diakon. Setelah pendupaan, Uskup didampingi oleh pelayan menuju kursi (katedra). Dua Diakon berdiri seorang di kiri dan seorang lagi di kanan kursi, dan siap melayani Uskup. Bila tidak ada Diakon, tugasnya diambil alih oleh Imam-imam konselebran. Tanda Salib Uskup: Dalam nama Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Semua: Amin. Salam Uskup: Damai bersamamu. Semua: Dan bersama rohmu. Kata Pengantar Kemudian Uskup atau Diakon atau seorang konselebran menyampaikan Kata Pengantar berikut atau yang senada. Uskup: Saudara-saudari terkasih dalam Kristus, hari Minggu ini, 1 September 2019, merupakan hari bersejarah. Dengan hati gembira dan penuh rasa syukur, kita berkumpul untuk merayakan tiga peristiwa iman: 1) penerimaan Sakramen Krisma bagi umat Kuasi Paroki St. Agustinus Sei Rampah dan umat Paroki St. Joseph Tebing Tinggi, 2) pelantikan Dewan Pastoral Kuasi Paroki St. Agustinus Sei Rampah, 3)


4 pemberkatan pastoran Kuasi Paroki St. Agustinus Sei Rampah. Dengan ketiga peristiwa ini, pendampingan Allah semakin kita rasakan. Kita dipanggil menjadi saksi Kristus dalam kehidupan di tengah masyarakat kita. Kenangan akan Baptisan Uskup: Saudara-saudari, kita awali perayaan ini dengan mengenang baptisan yang telah mempersatukan kita dalam Kristus. Marilah memohon supaya Allah, Bapa kita, berkenan menguduskan air yang akan dipercikkan atas kita. Semoga Allah menolong kita supaya kita tetap setia kepada Roh Kudus yang kita terima dalam pembaptisan. Seorang pelayan membawa wadah berisi air kepada Uskup untuk diberkati. Uskup: Tangan terulur di atas air: Allah yang mahakuasa dan kekal, Engkau menghendaki agar jiwa pun dibersihkan dan dianugerahi hidup ilahi berkat curahan air, sumber kehidupan dan sarana penyucian. Kami mohon, kuduskanlah air ini, yang akan kami gunakan untuk meneguhkan penghayatan iman kami.


5 Tangan terkatup Segarkanlah sumber kurnia-Mu dalam diri kami supaya kami dapat menghadap Engkau dengan hati yang suci murni, dan menjadi layak memperoleh keselamatan-Mu. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Semua: Amin. Kemudian Uskup dan Imam memerciki seluruh umat, didampingi oleh para pelayan. Saat pemercikan dapat dinyanyikan lagu yang sesuai, misalnya: SYUKUR KEPADAMU, TUHAN Puji Syukur, No. 592; do = es; 3/4 5 3 1 | 1 7. 1 | 25 4 | 43 0 | 3 2 1 | 6. 4 2 | 1 . 7. |1. . | 1. Syu-kur ke - pa- da-Mu, Tuhan, sumber se-ga- la rah-mat. 2. Kautumbuhkan da-lam ha-ti pengha-rap-an dan i - man. 3. Ka - mi hendak mengi- kut-i je-jak Yesus Sang Ab- di. 5 3 1 | 1 7. 1 | 2 5 4 | 43 0 | 3 2 1 | 6. 4 2 | 1 . 7. | 1 . . | 1. Meski ka- mi tan-pa ja- sa, Kau-pi-lih dan Kau-ang-kat. 2. Kauko-bar-kan cin-ta su-ci dan se-ma-ngat ber-kur- ban. 3. Mengamal-kan cin-ta bakti di masya-ra - kat ka - mi. 5 5 5 | 6 . 6 | 7 . 7 | 1 . . . | 5 4 3 | 6 . 4 | 2 5 4 | 4 3 . | 1. Do- sa ka-mi Kauam-puni Kaube-ri hi-dup i - la- hi, 2. Ka- mi Kaula-hir-kan pu-la un-tuk hidup ba- ha- gi - a 3. Syukur ke-pada-Mu, Tuhan, a- tas baptis yang mu-li - a, 3 2 1 | 6. 4 2 | 1 . 7. | 1 . . ||


6 1. ka - mi ja - di pu- tra - Mu. 2. da- lam ke - ra - ja - an - Mu. 3. tan- da rah- mat dan i - man. Setelah pemercikan, Uskup dan Imam beserta pelayan kembali ke pelataran suci. Uskup Semoga Allah yang mahakuasa mengasihani kita, mengampuni dosa kita, dan mengantar kita ke hidup yang kekal. Semua: Amin. Kemuliaan Kemudian dinyanyikan Madah Kemuliaan. Kemuliaan kepada Allah di surga, dan damai di bumi kepada orang yang berkenan kepada-Nya. Kami memuji Dikau. Kami meluhurkan Dikau. Kami menyembah Dikau. Kami memuliakan Dikau. Kami bersyukur kepada-Mu, karena kemuliaan-Mu yang besar. Ya Tuhan Allah, Raja Surgawi, Allah Bapa yang Mahakuasa. Ya Tuhan Yesus Kristus, Putra yang tunggal. Ya Tuhan Allah, Anak Domba Allah, Putra Bapa. Engkau yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami. Engkau yang menghapus dosa dunia, kabulkanlah doa kami. Engkau yang duduk di sisi Bapa, kasihanilah kami. Karena hanya Engkaulah kudus. Hanya Engkaulah Tuhan. Hanya Engkaulah Mahatinggi, ya Yesus Kristus, bersama dengan Roh Kudus, dalam kemuliaan Allah Bapa. Amin.


7 Kolekta (Doa Pembuka) Uskup: Marilah kita berdoa. (Hening sejenak) Allah Bapa yang mahamurah, Engkaulah sumber segala rahmat. Ajarilah kami untuk rendah hati di hadapan-Mu, sehingga kami mau menyadari kelemahan kami dan membuka diri untuk menerima anugerah-Mu. Dengan pengantaraan Yesus Kristus, Putra-Mu, Tuhan kami, yang bersama dengan Dikau dalam persatuan Roh Kudus, hidup dan berkuasa, Allah, sepanjang segala masa. Semua: Amin. Kemudian Uskup duduk, dan menerima mitra dari seorang Diakon. LITURGI SABDA Liturgi Sabda dilaksanakan seperti biasa. Hendaknya calon Krisma dan calon DPP tidak diberi tugas. Bacaan Pertama (Sir 3:17-18.20.28-28) Umat duduk L : Bacaan dari Kitab Putra Sirakh Anakku, lakukanlah pekerjaanmu dengan sopan, maka engkau akan lebih disayangi daripada orang yang ramah-tamah. Makin besar engkau, patutlah makin kaurendahkan dirimu, supaya engkau mendapat karunia di hadapan Tuhan. Sebab besarlah kekuasaan Tuhan, dan oleh yang hina-dina Ia dihormati. Kemalangan tidak menyembuhkan orang sombong, sebab tumbuhan


8 keburukan berakar di dalam dirinya. Hati yang arif merenungkan amsal, dan telinga yang pandai mendengar, merupakan idaman orang bijak. Bacaan Pertama diakhiri dengan: Lektor: (Demikianlah) Sabda Tuhan. Umat: Syukur kepada Allah. Hening Sejenak. Mazmur Tanggapan (Mzm 68:4-5ac.6-7ab.10-11) Ulangan Tuhan mendengarkan doa orang beriman. Ayat : 1. Orang-orang benar bersukacita, mereka beria-ria di hadapan Allah, bergem-bira dan bersukacita. Bernyanyi bagi Allah, bermazmurlah bagi nama-Nya! Nama-Nya ialah Tuhan; beria-rialah di hadapan-Nya. 2. Bapa bagi anak yatim dan pelindung bagi para janda, itulah Allah di kediaman-Nya yang kudus; Allah memberi tempat tinggal kepada orang-orang sebatang kara, Ia mengeluarkan orang-orang tahanan, sehingga mereka bahagia. 3. Hujan yang melimpah Engkau siramkan, ya Allah; tanah milik-Mu yang gersang Kaupulihkan, sehingga kawanan hewan-Mu menetap di sana; dalam kebaikan-Mu, ya Allah, Engkau memenuhi kebutuhan orang yang tertindas. Bacaan Kedua (Ibr 12:18-19.22-24a) Umat Duduk L : Bacaan dari Surat kepada Orang Ibrani Saudara-saudara, kamu tidak datang kepada gunung yang tidak dapat disentuh, dan tidak menghadapi api yang menyala-nyala; kamu tidak mengalami kekelaman, kegelapan atau angin badai; kamu tidak mendengar bunyi sangkakala dan suara dahsyat yang membuat mereka yang mendengarkannya memohon supaya suara itu jangan lagi berbicara kepada mereka. Sebaliknya, kamu sudah datang ke Bukit Sion, dan ke kota Allah yang hidup, Yerusalem


9 surgawi. Kamu sudah datang kepada beribu-ribu malaikat, suatu kumpulan yang meriah, dan kepada jemaat anak-anak sulung, yang namanya terdaftar di surga; kamu telah sampai kepada Allah, yang menghakimi semua orang, dan kepada roh orang-orang benar yang telah menjadi sempurna. Dan kamu telah datang kepada Yesus, Pengantara Perjanjian Baru. Bacaan Kedua diakhiri dengan: Lektor: (Demikianlah) Sabda Tuhan. Umat: Syukur kepada Allah. Hening sejenak. Alleluya dan Bait Pengantar Injil (Mat 11:29ab) Pada awal Alleluya, Umat berdiri kecuali Uskup. Kepada Uskup dibawa wiruk. Ia menaruh dupa pada wiruk, kemudian memberkatinya tanpa mengatakan apa-apa. Diakon/Imam berlutut di depan Uskup meminta berkat dengan suara lembut, “Ya Bapa berkatilah saya”. Uskup memberkatinya sambil berkata, “Semoga Tuhan berada dalam hatimu”. Diakon/Imam membuat Tanda Salib dan menjawab, “Amin”. Kemudian Uskup mengenakan mitra, lalu berdiri. Diakon/Imam menuju altar, didampingi oleh pelayan pembawa dupa dan lilin bernyala, mengambil buku Evangeliarium dari altar dengan hormat, lalu menuju ambo. Uskup menerima tongkat. Diakon/Imam, setelah menyampaikan salam dari ambo kepada umat, mendupai buku Evangeliarium. Umat berdiri Ulangan: S : Alleluya, alleluya U : Alleluya, alleluya S : Pikullah kuk yang Kupasang padamu, sabda Tuhan, dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati. U : Alleluya, alleluya


10 Bacaan Injil (Luk 14:1.7-14) Umat berdiri Diakon/Imam: Tuhan bersamamu. Umat: Dan bersama rohmu. Diakon/Imam: Inilah Injil Yesus Kristus menurut Lukas Umat: Dimuliakanlah Tuhan. Pada suatu hari Sabat, Yesus masuk ke rumah salah seorang pemimpin dari orang-orang Farisi untuk makan di situ. Semua yang hadir mengamat-amati Dia dengan saksama. Melihat tamutamu berusaha menduduki tempat-tempat kehormatan, Yesus lalu mengatakan perumpamaan ini, “Kalau engkau diundang pesta perkawinan, janganlah duduk di tempat kehormatan. Sebab mungkin ada undangan yang lebih terhormat daripadamu. Jangan-jangan orang yang mengundang engkau dan tamu itu datang dan berkata kepadamu, „Berikanlah tempat itu kepada orang ini.‟ Lalu dengan malu engkau harus pergi pindah ke tempat yang paling rendah. Tetapi, apabila engkau diundang, duduklah di tempat yang paling rendah. Mungkin tuan rumah akan datang dan berkata kepadamu, „Sahabat, silakan duduk di depan,‟ Dengan demikian engkau akan mendapat kehormatan di mata semua tamu yang lain. Sebab barangsiapa meninggikan diri akan direndahkan, dan barangsiapa merendahkan diri akan ditinggikan.” Dan Yesus berkata juga kepada orang yang mengundang-Nya, “Apabila engkau mengadakan perjamuan siang atau malam, janganlah mengundang sahabat-sahabatmu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu, atau tetangga-tetanggamu yang kaya, karena mereka akan membalasnya dengan mengundang engkau pula, dan dengan demikian engkau mendapat balasnya. Tetapi apabila engkau mengadakan perjamuan, undanglah orang-orang miskin, cacat, lumpuh dan buta. Dan engkau akan berbahagia, karena mereka tidak mempunyai apa-apa untuk membalas engkau. Sebab engkau akan mendapat balasnya pada hari kebangkitan orangorang benar.” Bacaan Injil diakhiri dengan: Diakon/Imam: (Demikianlah) Injil Tuhan. Umat:


11 Terpujilah Kristus. Diakon/Imam dan para pelayan kembali ke tempatnya. Buku Injil dibawa ke meja kredens atau tempat lain yang sesuai. Sesudah ini dimulai Ritus Sakramen Krisma (bersama dengan pelantikan Dewan Pastoral Paroki) LITURGI SAKRAMEN KRISMA dan Pelantikan Dewan Pastoral Paroki Setelah pembacaan Injil, Uskup duduk di kursinya dan mengenakan mitra. Para konselebran duduk di sebelah Uskup. Penyerahan Calon Calon Krisma dihadirkan oleh Pastor Paroki atau Pastor lainnya atau Diakon atau seorang katekis, sesuai dengan kebiasaan daerah itu. Jika mungkin nama masing-masing calon dipanggil, ia kemudian berdiri di depan Uskup. Tetapi jika jumlah calon cukup banyak, maka nama masing-masing tidak dipanggil, mereka semua berdiri di tempat yang sesuai di depan Uskup. Setelah itu calon Dewan Pastoral Paroki (DPP) juga dihadirkan. Pastor Paroki: Para calon penerima Sakramen Krisma kami undang berdiri. Semua calon Krisma berdiri. Kemudian nama calon Anggota Dewan Pastoral Paroki (DPP) dipanggil satu demi satu. Pastor Paroki: Para calon anggota Dewan Pastoral Paroki periode 2019 – 2024, Kuasi Paroki St. Agustinus, Seirampah: Sdr. N. Calon DPP: Saya hadir. Calon berdiri di tempatnya menghadap Uskup. Setelah semua calon berdiri, Pastor Paroki berkata kepada Uskup: Pastor Paroki: Bapa Uskup yang mulia,


12 setelah melaksanakan persiapan dengan saksama kami dari Paroki St. Agustinus Sei Rampah: mengantar … orang calon krismawan-krismawati. Menurut pengamatan kami, mereka sudah pantas menerima Sakramen Penguatan. Maka kami mohon dengan rendah hati, agar Bapa Uskup berkenan menerimakan Sakramen Penguatan kepada mereka. Kami mohon juga agar Bapa Uskup sudi melantik Dewan Pastoral Paroki St. Agustinus, Seirampah, periode 2019 – 2024. Uskup dapat menyampaikan tanggapan singkat: Uskup: Saya sebagai Uskup Agung Medan dengan senang hati mengabulkan permohonan Paroki St. Agustinus Sei Rampah. Semua duduk dan Uskup menyampaikan homili. Homili Setelah homili, hening sejenak. Pembaruan Janji Baptis Setelah homili, Uskup duduk dan mengenakan mitra dan memegang tongkat. Kemudian ia menyampaikan pertanyaan kepada calon krisma dan calon DPP Semua calon berdiri. Uskup: Sebelum menerima Sakramen Penguatan, dan sebelum dilantik menjadi Dewan Pastoral Paroki,


13 saya mengajak saudara-saudari untuk membarui janji baptis kalian dan pengakuan iman kalian. Apakah Saudara menolak kejahatan di dalam diri saudara sendiri dan dalam masyarakat? Semua calon menjawab bersama-sama. Calon: Ya, saya menolak. Uskup: Apakah Saudara menolak setan dalam bentuk takhayul, perjudian, dan hiburan yang tidak sehat? Calon: Ya, saya menolak. Uskup: Apakah Saudara menolak segala tindakan dan kebiasaan yang tidak adil atau tidak jujur dan yang melanggar hak-hak asasi manusia? Calon: Ya, saya menolak. Uskup: Apakah Saudara menolak setan sumber segala dosa dan penguasa kegelapan? Calon: Ya, saya menolak. Uskup: Percayakah Saudara akan Allah Bapa yang Mahakuasa, Pencipta langit dan bumi? Calon: Ya, saya percaya. Uskup: Percayakah Saudara akan Yesus Kristus, Putra-Nya yang tunggal, Tuhan kita, yang dikandung dari Roh Kudus, dilahirkan oleh Perawan Maria; yang wafat, dan


14 dimakamkan, yang bangkit dari antara orang mati, dan duduk di sebelah kanan Allah Bapa? Calon: Ya, saya percaya. Uskup: Percayakah Saudara akan Roh Kudus? Calon: Ya, saya percaya. Uskup (hanya kepada calon krisma): Para calon Krisma, percayakah Saudara akan Roh Kudus, Ia Tuhan yang menghidupkan, yang hari ini melalui Sakramen Penguatan, yang secara khusus diberikan kepada Saudara, seperti kepada para rasul pada saat Pentakosta? Calon (hanya oleh calon krisma): Ya, saya percaya. Uskup (kepada semua calon): Para calon Krisma dan Anggota Dewan Pastoral Paroki, percayakah Saudara akan Gereja Katolik yang kudus, persekutuan para kudus, pengampunan dosa, kebangkitan badan, dan kehidupan kekal? Calon: Ya, saya percaya. Terhadap pengakuan iman ini, Uskup menyatakan persetujuannya, dengan menyatakan iman Gereja: Uskup: Inilah iman kita. Inilah iman Gereja. Dan kita dimuliakan dengan menyatakannya,


15 dalam Kristus Yesus Tuhan kita. Semua umat beriman menyatakan persetujuan dengan ungkapan: Semua: Amin. Calon DPP duduk. Tindakan liturgis berikut ini khusus untuk Krismawan/ti. Penumpangan Tangan Uskup (dan, di sampingnya, para Imam yang membantunya) berdiri, dengan tangan terkatup dan menghadap umat. Uskup: Saudara-saudari terkasih, marilah kita berdoa kepada Allah, untuk para calon krisma ini: Allah yang dalam cinta-Nya telah melahirkan anak-anak-Nya ini kembali kepada hidup abadi melalui Pembaptisan, dan yang telah memanggil mereka menjadi bagian dari keluarga-Nya, kini berkenan mencurahkan Roh Kudus. Semoga Roh Kudus itu menguatkan mereka dengan anugerah-Nya yang berlimpah, dan semoga dengan pengurapan krisma, mereka sepenuhnya menjadi serupa dengan Kristus, Putra tunggal-Nya. Seluruh umat hening sejenak, berdoa dalam hati. Kemudian Uskup bersama para imam mengulurkan kedua tangannya ke arah para calon, lalu Uskup mengucapkan doa berikut. Uskup: Allah yang mahakuasa, Bapa Tuhan kami Yesus Kristus, Engkau telah melahirkan kembali para hamba-Mu ini dari air dan Roh Kudus, dan membebaskan mereka dari dosa. Sudilah kiranya


16 mencurahkan Roh Kudus penghibur kepada mereka. Semoga mereka Engkau anugerahi Roh kebijaksanaan dan pengertian, Roh penasihat dan kekuatan, Roh pengetahuan dan ibadat; dan semoga mereka Engkau penuhi dengan Roh takwa kepada-Mu. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Semua: Amin. Pengurapan Kemudian Uskup duduk dan mengenakan mitra. Diakon/Imam atau pelayan lain membawa minyak Krisma kepada Uskup (dan juga kepada para Imam yang membantunya). Sesudah itu para calon diantar satu persatu oleh Wali Penguatan atau orang tua kepada Uskup. Uskup (atau Imam) mencelupkan ibu jari kanan dalam minyak Krisma lalu membuat tanda salib pada dahi Calon Penguatan dengan mengatakan rumus sakramental. Uskup/Imam: N. terimalah meterai Roh Kudus yang dikurniakan kepadamu. Calon: Amin. Uskup/Imam: Damai bersamamu. Dan ia memberi tanda damai. Krismawan/ti: Dan bersama rohmu. Saat pengurapan berlangsung, dapat dinyanyikan lagu yang sesuai. Sesudah pengurapan, Uskup (dan Imam) membasuh tangan.


17 Doa Umat Uskup Marilah kita berdoa kepada Bapa kita di surga dengan pengantaraan Yesus, ikatan kasih antara Allah dan kita. Ujud-1 Bagi Gereja dewasa ini. Semoga kesederhanaan dan pelayanan yang tanpa pamrih, menandai para pemimpin dan warga Gereja sebagai pengikut Yesus. Marilah kita mohon ... Umat: Kabulkanlah doa kami. Ujud-2 Bagi semua orang yang melayani sanak saudara serta orang lain dalam kesulitan mereka dengan cara yang tidak menonjol. Semoga Engkau menjadi kekuatan dan tujuan segala aktivitas mereka. Marilah kita mohon ... Ujud-3 Bagi orang-orang yang kecil dan lemah. Semoga kaum kecil dan lemah tidak gentar membela segala sesuatu yang baik dan benar di hadapan para penguasa; dan semoga kami melayani dan menolong mereka. Marilah kita mohon ... Ujud-4 Bagi saudara-saudari kita yang pada hari ini dikuatkan dengan karunia Roh Kudus. Semoga mereka berakar dalam iman, berkanjang dalam cinta kasih, dan memberi kesaksian tentang Kristus Tuhan dalam hidup mereka. Marilah kita mohon ... Ujud-5 Bagi para orangtua dan wali penguatan. Semoga mereka tetap mendorong saudarasaudari kita yang menerima karunia Roh Kudus dengan perkataan maupun dengan teladan, untuk mengikuti jejak Kristus. Marilah kita mohon ...


18 Ujud-6 Bagi kita semua yang ada di sini. Semoga kami tidak mencoba untuk memengaruhi orang lain dan tidak mau maju sendiri dengan mengorbankan orang lain. Marilah kita mohon ... Doa “Adsumus” Anggota Dewan Pastoral Paroki mengundang Roh Kudus dengan doa “Adsumus” (kami hadir di hadapan-Mu), yang didaraskan pada awal setiap sesi dalam konsili, sinode, dan pertemuan gerejawi lainnya. Lihat Puji Syukur No. 170. Doa dipanjatkan sambil berdiri di depan altar di hadapan Uskup. Dewan Pastoral Paroki: Ya Roh Kudus, kami berhimpun di hadapan-Mu. Kami sadar akan kedosaan kami, tetapi sadar pula bahwa kami berhimpun dalam nama-Mu. Datanglah ke tengah kami, tinggallah bersama kami, dan terangilah hati kami. Berilah kami cahaya dan kekuatan untuk mengenal kehendak-Mu, untuk menjadikannya kehendak kami, dan untuk mengamalkannya dalam hidup kami. Bimbinglah kami dengan kebijaksanaan-Mu, topanglah kami dengan kekuatan-Mu, karena Engkaulah Allah, yang dimuliakan bersama Bapa dan Putra. Ya Roh Kudus, Engkau menghendaki keadilan. Bantulah kami menghargai hak orang lain; janganlah Kau izinkan kami disesatkan oleh ketidaktahuan, binasa karena ketakutan atau kesembronoan. Persatukanlah kami dengan diri-Mu dalam ikatan kasih, dan buatlah kami setia pada yang benar. Karena kami berkumpul dalam nama-Mu, semoga kami memupuk keadilan dengan kasih, sehingga semua keputusan kami berkenan kepada-Mu dan layak Kauberi pahala yang dijanjikan kepada hamba yang baik dan setia. Amin. Doa Pemberkatan Anggota Dewan Pastoral Paroki yang masih berdiri di kaki pelataran suci kini berlutut, Uskup sambil menumpangkan tangan di atas mereka, mengucapkan doa berkat. Uskup: Kami bersyukur dan memuji-Mu, ya Tuhan: Engkau berulangkali dan berbagai cara berbicara kepada leluhur kami melalui para nabi dan pada akhirnya Engkau berbicara melalui Putra-Mu,


19 untuk menyatakan kepada semua manusia kelimpahan rahmat-Mu; Dalam kemahabaikan-Mu pandanglah hamba-hamba-Mu ini yang sekarang mengembang tugas melayani komunitas Paroki St. Agustinus, Seirampah. Terangilah mereka dengan kebijaksanaan-Mu agar dalam mulut mereka bergema suara Kristus dan melayani Engkau dalam Gereja yang kudus. Curahkanlah Roh Kudus-Mu ke dalam hati mereka, agar mereka bekerja untuk kebaikan Injil-Mu, dan dalam pelayanan pastoral, mereka hanya mencari kemuliaan-Mu, kebaikan bagi saudara-saudari dan bagi yang miskin. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kami. Semua: Amin. Sesudah Doa Umat, dilanjutkan dengan Liturgi Ekaristi. LITURGI EKARISTI A. PERSIAPAN PERSEMBAHAN Persiapan Persembahan Umat duduk Persiapan Persembahan dapat diawali dengan kolekte yang diiringi dengan nyanyian. Kemudian wakil-wakil umat mengantar kepada Uskup bahan-bahan persembahan: roti dan anggur, yang akan dikuduskan dalam Doa Syukur Agung, dan persembahan lain untuk keperluan Gereja dan orang miskin.


20 Menghunjukkan Persembahan Uskup, berdiri di belakang altar, mengambil patena dengan roti di atasnya, lalu mengangkatnya sedikit sambil berdoa dengan suara lembut. Apabila tidak ada nyanyian, Uskup dapat berdoa dengan suara lantang. Uskup: Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima roti yang kami siapkan ini. Inilah hasil dari bumi dan dari usaha manusia yang bagi kami akan menjadi roti kehidupan. Umat: Terpujilah Allah selama-lamanya. Uskup: Sebagaimana dilambangkan oleh percampuran air dan anggur ini, semoga kami boleh mengambil bagian dalam keallahan Kristus, yang telah berkenan menjadi manusia seperti kami. Uskup mengambil piala berisi anggur, lalu mengangkatnya sedikit sambil berdoa dengan suara lembut. Apabila tidak ada nyanyian, Imam dapat berdoa dengan suara lantang. Uskup: Terpujilah Engkau, ya Tuhan, Allah semesta alam, sebab dari kemurahan-Mu kami menerima anggur yang kami siapkan ini. Inilah hasil dari pohon anggur dan dari usaha manusia


21 yang bagi kami akan menjadi minuman rohani. Umat: Terpujilah Allah selama-lamanya. Uskup menaruh piala di atas korporale. Kemudian Uskup membungkuk khidmat dan berdoa dengan suara lembut. Uskup: Dengan rendah hati dan tulus, kami menghadap kepada-Mu, ya Allah, Bapa kami. Terimalah kami, dan semoga persembahan yang kami siapkan ini berkenan kepada-Mu. Kalau dipakai pendupaan, Uskup mengisi pendupaan dan mendupai bahan persembahan, salib, dan altar. Kemudian Diakon atau pelayan mendupai Uskup, lalu umat. Setelah itu, Uskup membasuh tangan di sisi meja altar sambil berdoa dalam hati: Uskup: Ya Tuhan, bersihkanlah aku seluruhnya dari kesalahanku dan sucikanlah aku dari dosaku. Uskup berdiri di belakang altar menghadap ke arah umat. Ia membuka tangan dan mengatupkannya kembali sambil berkata: Umat berdiri Uskup: Berdoalah, Saudara-saudari, supaya persembahanku dan persembahanmu berkenan pada Allah, Bapa yang mahakuasa.


22 Umat: Semoga persembahan ini diterima demi kemuliaan Tuhan dan keselamatan kita serta seluruh umat Allah yang kudus. Doa Persiapan Persembahan Uskup: Allah Bapa penuh kasih, dengan rendah hati dan tulus ikhlas, kami datang kepada-Mu sambil membawa persembahan ini. Semoga Engkau berkenan menerimanya dan menjadikan sumber berkat bagi kami. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Umat: Amin. B. DOA EKARISTI Dialog Prefasi Umat berdiri Uskup: Tuhan bersamamu. Umat: Dan bersama rohmu. Uskup: Marilah mengarahkan hati kepada Tuhan. Umat:


23 Sudah kami arahkan. Uskup: Marilah bersyukur kepada Tuhan, Allah kita. Umat: Sudah layak dan sepantasnya. Prefasi Uskup: Sungguh layak dan sepantasnya, ya Bapa yang kudus, Allah yang kekal dan kuasa, bahwa di mana pun juga kami senantiasa bersyukur kepada-Mu dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Sebab Ia telah naik melampaui segala langit, lalu duduk di sisi kanan-Mu; dan sesuai dengan janji-Nya, Ia mencurahkan Roh Kudus ke dalam hati setiap orang yang Engkau angkat menjadi anak-Mu. Maka dari itu, kami bersujud di hadapan-Mu bersama laskar para malaikat yang tak henti-hentinya melambungkan pujian bagi-Mu sambil bernyanyi: Pada akhir Prefasi, Uskup mengatupkan tangan, dan bersama-sama umat melagukan/menyerukan: Umat: Kudus, kudus, kuduslah Tuhan, Allah segala kuasa. Surga dan bumi penuh kemuliaan-Mu.


24 Terpujilah Engkau di surga. Diberkatilah yang datang dalam nama Tuhan. Terpujilah Engkau di surga. DOA EKARISTI III Berlutut/Berdiri Uskup: Sungguh kuduslah Engkau, ya Bapa. Segala ciptaan patut memuji Engkau. Sebab, dengan pengantaraan Putra-Mu, Tuhan kami Yesus Kristus, dan dengan daya kekuatan Roh Kudus, Engkau menghidupkan dan menguduskan segala sesuatu. Tak henti-hentinya Engkau menghimpun umat-Mu, sehingga dari terbitnya matahari sampai terbenanmnya di seluruh bumi dipersembahkan kurban yang murni untuk memuliakan nama-Mu. Selebran utama mengatupkan tangan. Kemudian, sambil mengulurkan tangan di atas roti dan anggur, ia berkata: Uskup: Maka, kami mohon, ya Bapa, SI sudilah menguduskan persembahan ini dengan Roh-Mu, agar bagi kami menjadi Tubuh dan () Darah Putera-Mu terkasih,


25 Tuhan kami Yesus Kristus, yang menghendaki kami merayakan misteri ini. Sebab pada malam Ia dikhianati, Yesus mengambil roti. Ia mengucap syukur dan memuji Dikau, memecah-mecahkan roti itu, dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, seraya berkata: TERIMALAH DAN MAKANLAH: INILAH TUBUHKU YANG DISERAHKAN BAGIMU. Selebran utama memperlihatkan hosti suci kepada umat, lalu meletakkannya kembali, kemudian berlutut menyembah-Nya. Uskup: Demikian pula, sesudah perjamuan, Yesus mengambil piala. Sekali lagi Ia mengucap syukur dan memuji Dikau, lalu memberikan piala itu kepada murid-murid-Nya seraya berkata: TERIMALAH DAN MINUMLAH: INILAH PIALA DARAH-KU, DARAH PERJANJIAN BARU DAN KEKAL, YANG DITUMPAHKAN BAGIMU DAN BAGI SEMUA ORANG DEMI PENGAMPUNAN DOSA. LAKUKANLAH INI


26 UNTUK MENGENANGKAN DAKU. Selebran utama memperlihatkan piala kepada umat, lalu meletakkannya kembali, kemudian berlutut menyembah-Nya. Uskup: 1 … 1 _ 6. ____ 5. 6. ’ 5. _ 6. ______ 1 … 2 _ 3 ’ Setiap kali kita makan ro-ti i- ni dan mi-num dari piala i- ni, 3 ______ 5 3 _ 2 _________ 1 2 2 ________ 1 6. 5. || ki- ta me-nya-ta-kan i - man ki - ta. Umat: 5. ______ 6. 1 1 _______ 1 6. ___ 5. 6. . | 5. ______ 6. 1 1 ____ 2 1 _________ 2 3 3 . | WafatMu kami ke-nang ya Tu-han yg bangkit mu-lia. 2 ________ 3 5 5 ____ 6 5 ________ 3 2 2 1 ______ 2 3 2 1 ________ 1 6. ___ 1 1 . || Datanglah umat-Mu me-nanti penuh i-man dan ha-rap-an. Uskup: Bapa, SI kami mengenangkan sengsara Putera-Mu yang menyelamatkan, kebangkitan-Nya yang mengagumkan, dan kenaikan-Nya ke surga. Sambil mengharapkan kedatangan-Nya kembali, dengan penuh syukur kami mempersembahkan kepada-Mu kurban yang hidup dan kudus ini. Kami mohon,


27 pandanglah persembahan Gereja-Mu ini dan indahkanlah Kurban yang telah mendamaikan kami dengan Dikau ini. Kuatkanlah kami dengan Tubuh dan Darah-Nya, penuhilah kami dengan Roh Kudus-Nya, agar kami sehati dan sejiwa dalam Kristus. Semoga kami disempurnakan oleh-Nya K-1 menjadi suatu persembahan abadi bagi-Mu, agar kami pantas mewarisi kebahagiaan surgawi, bersama para pilihan-Mu, terutama bersama Santa Perawan Maria, Bunda Allah, Santo Yusuf suaminya, para rasul-Mu yang kudus dan para martir-Mu yang jaya, dan bersama Santo Agustinus serta semua orang kudus yang selalu mendampingi dan menolong kami. Ya Bapa, semoga berkat kurban yang mendamaikan ini, damai sejahtera dan keselamatan semakin dirasakan di seluruh dunia. Kuatkanlah iman dan cinta kasih Gereja-Mu K-2 yang kini masih berziarah di bumi ini, bersama hamba-Mu, Paus kami Fransiskus, Uskup kami Kornelius Sipayung, serta semua uskup,


28 para imam, diakon, serta semua pelayan umat, dan seluruh umat kesayangan-Mu. Dengarkanlah doa-doa umat-Mu yang Engkau perkenankan berhimpun di sini. Demi kerahiman dan kasih setia-Mu, ya Bapa, persatukanlah semua anak-Mu di mana pun mereka berada. Terimalah dengan rela ke dalam kerajaan-Mu: saudara-saudari kami dan semua orang yang berkenan pada-Mu, yang telah beralih dari dunia ini. Kami berharap, agar bersama mereka S kami pun menikmati kemuliaan-Mu selama-lamanya dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Selebran utama mengatupkan tangan. Sebab melalui Dialah, Engkau melimpahkan segala yang baik kepada dunia. Uskup: Dengan pengantaraan Dia, bersama Dia dan dalam Dia, bagimu, Allah Bapa yang mahakuasa, SI dalam persekutuan dengan Roh Kudus, segala hormat dan kemuliaan sepanjang segala masa. Umat:


29 Amin. C. RITUS KOMUNI Bapa Kami Umat berdiri Uskup: Atas pentunjuk Penyelamat kita dan menurut ajaran ilahi, maka beranilah kita berdoa. Umat: Bapa kami yang ada di surga, dimuliakanlah nama-Mu, datanglah kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di atas bumi seperti di dalam surga. Berilah kami rezeki pada hari ini dan ampunilah kesalahan kami, seperti kami pun mengampuni yang bersalah kepada kami; dan janganlah masukkan kami ke dalam pencobaan, tetapi bebaskanlah kami dari yang jahat. Embolisme Uskup: Ya Bapa, bebaskanlah kami dari segala yang jahat dan berilah kami damai-Mu. Kasihanilah dan bantulah kami


30 supaya selalu bersih dari noda dosa dan terhindar dari segala gangguan, sehingga kami dapat hidup dengan tenteram, sambil mengharapkan kedatangan Penyelamat kami, Yesus Kristus. Umat: Sebab Engkaulah Raja yang mulia dan berkuasa untuk selama-lamanya. Doa Damai Umat berdiri Uskup: Tuhan Yesus Kristus, Engkau bersabda kepada para rasul: “Damai Kutinggalkan bagi-Mu, damai-Ku Kuberikan kepadamu.” Janganlah memperhitungkan dosa kami, tetapi perhatikanlah iman Gereja-Mu, dan restuilah kami supaya hidup bersatu dengan rukun sesuai dengan kehendak-Mu. Sebab Engkaulah pengantara kami, kini dan sepanjang masa. Umat: Amin.


31 Sambil merentangkan tangan, selebran utama mengucapkan Salam Damai. Uskup: Damai Tuhan bersamamu. Umat: Dan bersama rohmu. Diakon/Imam, atau kalau tidak ada, Uskup sendiri dapat mengajak umat saling menyatakan Salam Damai tanda damai dan cinta kasih, khususnya kepada umat di dekatnya. Kegiatan ini dilakukan dalam suasana tenang, tanpa nyanyian. Uskup: Marilah kita saling memberikan Salam Damai. Pemecahan Hosti Uskup mengambil Hosti (besar), memecah-mecahkannya, lalu memasukkan pecahan kecil ke dalam piala sambil berdoa dalam hati. Uskup: Semoga pencampuran Tubuh dan Darah Tuhan kita Yesus Kristus ini memberikan kehidupan abadi kepada kita semua yang akan menyambut-Nya. Pemecahan Hosti diiringi dengan Anak Domba Allah. Anak Domba Allah Umat: Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami. Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia, kasihanilah kami. Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia,


32 berilah kami damai. Persiapan Komuni Dengan tangan terkatup,Uskup berdoa dalam hati. Umat mempersiapkan diri dengan sikap doa pribadi. Uskup: Ya Tuhan Yesus Kristus, semoga Tubuh dan Darah-Mu, yang akan kusambut melindungi dan menyehatkan jiwa ragaku. Uskup berlutut, mengambil Hosti, mengangkat-Nya sedikit di atas patena atau piala, lalu berkata kepada seluruh umat, misalnya sebagai berikut: Uskup: Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia. Berbahagialah kita yang diundang ke perjamuan-Nya. Umat: Ya Tuhan saya tidak pantas, Engkau datang pada saya, tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh. Penerimaan Tubuh (dan Darah) Kristus Kemudian Uskup mengambil patena atau sibori berisi Hosti, dan pergi ke tempat umat akan menyambut Tubuh (dan Darah) Kristus. Kepada setiap orang yang datang menyambut, Uskup/Imam/Diakon memperlihatkan Hosti sambil berkata: Uskup: Tubuh Kristus. Umat: Amin.


33 Nyanyian Komuni Penerimaan Tubuh (dan Darah) Kristus, dapat diiringi Nyanyian Komuni. Pembersihan (Bejana) Sesudah Komuni selesai, Diakon/Imam membersihkan patena dan piala. Saat Hening Umat duduk Saat Hening untuk berdoa dalam hati. Madah Pujian Saat Hening ini dapat diganti/dilanjutkan dengan Madah Pujian berupa Mazmur atau Madah lain, yang dilambungkan oleh seluruh umat. Doa Sesudah Komuni Umat berdiri Uskup: Marilah kita berdoa. (Hening sejenak) Allah Bapa sumber hidup, kami bersyukur atas santapan suci yang menghidupi kami dalam peziarahan kami ini. Semoga kami semakin tekun dan setia dalam menghayati semangat Ekaristi, yaitu berani berserah kepada-Mu dan berbagi hidup dengan sesama, sehingga kelak kami pun layak menerima anugerah kehidupan abadi yang Kaujanjikan. Dengan pengantaraan Kristus, Tuhan kami. Umat: Amin.


34 PEMBERKATAN GEDUNG PASTORAN Seusai Doa Sesudah Komuni dilanjutkan dengan pemberkatan pastoran. Uskup bersama utusan yang telah dipilih bergerak menuju pintu utama pastoran, sementara itu umat menyanyikan lagu yang sesuai. Setibanya di pintu utama pastoran, Uskup bersama utusan berhenti. Membuka Pintu Pelayan menyerahkan gunting kepada Uskup untuk menggunting pita. Bapa Uskup menggunting pita. Setelah itu pastor paroki atau utusan umat menyampaikan permohonan kepada Uskup. Pastor Paroki/Utusan: Bapa Uskup yang kami hormati, kini kami mohon agar melalui Bapa Uskup sudi kiranya Allah memberkati pastoran ini, seluruh rumah ini serta isinya, dan semua orang yang datang ke rumah ini. Setelah itu kunci diserahkan kepada Uskup; Uskup memberkati kunci tanpa mengatakan apa-apa, kemudian ia membuka pintu dan memasuki pastoran. Setelah itu Uskup memberkati salib. Doa Pemberkatan Salib Uskup: Kini, marilah kita mohon berkat Allah atas salib ini, yang nanti akan kita pasang di dalam pastoran ini, supaya setiap kali memandang salib suci ini, para anggotanya teringat akan hikmah luhurnya. Ya Allah, Bapa kami, sudilah memberkati () salib, lambang cinta dan semangat pengorbanan tanpa pamrih ini. Semoga siapa saja yang diberkati dengan salib ini Engkau anugerahi cinta kasih yang tulus ikhlas sehingga semuanya hidup dengan rukun dan damai. Dan siapa saja memandangnya,


35 berilah semangat pengorbanan yang tanpa pamrih, sesuai dengan teladan Yesus sendiri. Sebab Dialah Tuhan dan pengantara kami, sepanjang segala masa. Umat: Amin. Umat/utusan diberkati dengan salib. Limpahkanlah damai sejati atas rumah pastoran ini dan semua yang tinggal di dalamnya, ya Allah yang Mahakuasa, Bapa, dan Putra, dan Roh Kudus. Salib diserahkan kepada pastor paroki. Pemberkatan Kamar-kamar Semua ruang diberkati. Di setiap ruang berhenti. Uskup: Ruang doa. Tuhan, berkatilah Ruang doa ini, Penuhilah ruangan ini dengan kuasa Roh-Mu. Semoga setiap pujian, doa dan harapan yang disampaikan anak-anakMu memenuhi tempat Kudus-Mu dan menjadi wangi-wangian yang Menyenangkan-Mu. Kamar tamu. Tuhan, berkatilah kamar tamu ini, penuhilah ruangan ini dengan kesejukan sejati.


36 Semoga para tamu yang memasuki rumah ini membawa damai dan cinta. Dan semoga mereka pulang dengan senang hati dan penuh kelegaan. Kamar tidur. Tuhan, berkatilah kamar tidur ini, semoga kamar ini dapat menjadi tempat istirahat yang nyaman, sehingga pulihlah segala kelelahan. Lindungilah para penghuninya dari bahaya yang mengancam di kala mereka tidur. Kamar dapur. Tuhan, berkatilah dapur ini. Semoga rezeki yang disiapkan di tempat ini sungguh membawa manfaat bagi perkembangan hidup jasmani dan rohani keluarga ini. Jauhkanlah keluarga ini dari kekurangan ataupun kelaparan, supaya mereka tetap hidup dengan tenteram dan aman sentosa. Jauhkanlah pula tempat ini dari bahaya kebakaran. Keliling rumah. Tuhan, berkatilah seluruh rumah ini, karena di dalamnya


37 tinggallah putra-putri kesayangan-Mu. Jauhkanlah keluarga ini dari segala yang dapat merusak dan mengganggu ketenangan. Berilah mereka rezeki yang berlimpah. Jagalah agar rumah ini tetap kokoh berdiri, sehingga dapat menjadi naungan yang aman bagi seluruh penghuninya. Pemasangan Salib Salib dipasang pada tempat yang diinginkan. Semoga salib suci ini menjadi tanda kehadiran-Mu di rumah ini dan menjadi sumber kekuatan dalam menghadapi suka duka hidup di dunia ini. Semoga damai Kristus memenuhi hati kita, dan semoga sabda-Nya dengan berlimpah tinggal dalam kita, sehingga segala sesuatu yang kita lakukan dengan perkataan atau perbuatan, dapat kita lakukan dalam nama Tuhan. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan kita. Umat: Amin. Kemudian Uskup, para utusan, dan pelayan kembali ke pelataran suci (dalam hal ini panggung) kembali ke tempat duduk masing-masing.


38 RITUS PENUTUP Pengumuman Semua umat mendengarkan pengumuman dengan hikmat. Berkat Meriah Uskup: Saudara-saudari, marilah kita mengakhiri perayaan ini dengan mohon berkat Tuhan. Uskup: Tuhan bersamamu. Umat: Dan bersama rohmu. Uskup: Semoga Allah Bapa yang telah melahirkan saudara-saudari dari air dan Roh Kudus dan mengangkat saudara-saudari menjadi anak-Nya, memelihara saudara-sadari dalam cinta kasih-Nya. Umat: Amin. Uskup: Semoga karena kebangkitan-Nya, Sang Putera Tunggal Allah menganugerahkan rahmat penebusan dan berkat kepada saudara-saudari yang telah diangkat menjadi anak-Nya. Umat: Amin. Uskup: Semoga saudara-saudari ikut menikmati kebahagiaan abadi bersama dengan Kristus yang telah menebus dan membebaskan saudara-saudari. Umat: Amin. Uskup: Semoga setelah dibangkitkan lewat pembaptisan dan dengan mengamalkan hidup yang benar di dunia ini, saudara-saudari disambut Kristus di tanah air surgawi. Umat: Amin.


39 Uskup: Semoga saudara-saudari sekalian, senantiasa dilindungi, dibimbing, dan diberkati oleh Allah yang mahakuasa, Bapa (†) dan Putera (†) dan Roh Kudus (†). Umat: Amin. Pengutusan Umat berdiri Uskup: Saudara-saudari sekalian, Perayaan Ekaristi sudah selesai. Umat: Syukur kepada Allah. Uskup: Marilah pergi! Kita diutus. Umat: Amin. Lagu Penutup Umat berdiri Uskup, imam konselebran, dan para petugas lainnya berarak keluar meninggalkan ruang altar. Perarakan keluar dapat diiringi dengan nyanyian yang sesuai.


Click to View FlipBook Version