The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Ensiklopedia elektronik ini digunakan sebagai pendamping pembelajaran bagi peserta didik maupun guru di sekolah, khususnya materi sistem ekskresi.

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by silvianawaliya, 2023-07-24 21:46:16

ENSIKLOPEDIA SISTEM EKSKRESI Untuk Kelas XI SMA/MA

Ensiklopedia elektronik ini digunakan sebagai pendamping pembelajaran bagi peserta didik maupun guru di sekolah, khususnya materi sistem ekskresi.

Keywords: HATI,KULIT,GINJAL,PARU-PARU

ENSIKLOPEDIA SISTEM EKSRESI Li ta Prof . Dr . Ruqiah Put r i Panjai tan, M.Si Dr . Afandi, M.Pd Untuk Kelas XI SMA/MA


IDENTITAS ENSIKLOPEDIA Judul : PENGEMBANGAN E-ENSIKLOPEDIA PADA MATERI SISTEM EKSKRESI KELAS XI SMA/MA Penulis : Lita Prof. Dr. Ruqiah Ganda Putri Panjaitan, M.Si Dr. Afandi, M.Pd Dosen Pembimbing : 1. 2. 2


KATA PENGANTAR Assalamu'alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh Alhamdulillah, segala puji syukur atas rahmat dan kasih sayang Allah SWT. Akhirnya selesai juga penyusunan yang berupa ensiklopedia berbasis elektronik ini. Sehubungan dengan tersusunnyam media Ensiklopedia ini, penulis mendapat bantuan dari berbagai pihak. Oleh karena itu, penulis menyampaikan terimakasih kepada pihak yang membantu dan membimbing penulisan ensiklopedia ini. Penulis menyadari bahwa sumber belajar ensiklopedia ini masih terdapat kekliruan dan kelemahannya, maka daripada itu kritik dan saran pembaca akan diterima penulis dengan senang hati dan lapang dada demi kesempurnaan ensiklopedia ini di masa yang akan datang. 3


KATA PENGANTAR DAFTAR ISI PETUNJUK PENGGUNAAN E-ENSIKLOPEDIA A. MATERI SISTEM EKSKRESI a. Struktur dan fungsi sistem ekskresi pada manusia b.Struktur dan fungsi sistem ekskresi pada hewan (belalang dan cacing) c.Proses sistem ekskresi manusia d.Proses sistem eskresi pada hewan (belalang dan cacing) e.Kelainan dan penyakit yang berhubungan dengan sistem eksresi f.Teknologi yang berkaitan dengan kesehatan sistem ekskresi Daftar Isi 4


Petunjuk Penggunaan Ensiklopedia Bagian pembuka Ensiklopedia elektronik ini digunakan sebagai pendamping pembelajaran bagi peserta didik maupun guru di sekolah, khususnya materi sistem ekskresi. Ensiklopedia ini terdiri atas beberapa bagian yaitu: 1. Bagian ini meliputi: sampul depan identitas ensiklopedia kata pengantar daftar isi petunjuk penggunaan ensiklopedia 2.Bagian isi/inti Bagian ini meliputi: konsep gambar/foto informasi mengenai sistem ekskresi 3.Bagian penutup Bagian ini meliputi : Indeks glosarium daftar pustaka. 5


Sistem ekskresi merupakan proses pengeluaran zat sisa metabolisme tubuh, seperti karbodioksida (CO2), air (H2O), ammonia (NH3), zat warna empedu dan asam urat. Zat hasil metabolisme yang tidak diperlukan oleh tubuh akan dikeluarkan melalui organ sistem eskresi. Setiap saat di dalam tubuh makhluk hidup berlangsung proses biologis menghasilkan zat sisa yang tidak berguna bagi tubuh. Jika kadar zat-zat sisa tersebut di dalam tubuh berlebihan maka akan membahayakan tubuh kita sendiri. Oleh karena itu diperlukan alat pengeluaran zat sisa metabolisme dari dalam tubuh. SISTEM EKSKRESI Organ-organ sistem ekskresi meliputi Paru - Paru Hati Ginjal Kulit 6 KD 3.9 Menganalisis hubungan antara struktur jaringan organ pada sistem ekskresi dalam kaitannya dengan bioproses dan gangguan fungsi yang dapat terjadi pada sistem ekskresi manusia Indikator 3.9.1Mengidentifikasi struktur organ-organ sistem ekskresi pada manusia 3.9.2Mendeskripsikan fungsi organ sistem ekskresi 3.9.3Menjelaskan proses ekskresi pada manusia 3.9.4Menjelaskan gangguan/ kelainan fungsi pada sistem ekskresi. Tujuan Pembelajaran Peserta didik dapat mengidentifikasi struktur dan fungsi organ-organ ekskresi pada manusia, serta menjelaskan proses ekskresi pada manusia dengan memiliki rasa tanggung jawab, jujur, kerjasama dan disiplin, selain itu diharapkan peserta didik dapat menjelaskan kelainan atau gangguan sistem ekskresi pada manusia serta menyebutkan berbagai pola hidup untuk menjaga kesehatan sistem ekskresi.


GINJAL 7


DIMANAKAH LETAK GINJAL? Ginjal merupakan pusat alat ekskresi utama pada manusia. Ginjal berbentuk biji seperti biji kacang merah dan terletak di kanan dan kiri tulang penggang, yaitu di dalam rongga perut sebelah kanan dan kiri ruas tulang belakang. Ginjal sebelah kiri letaknya lebih tinggi daripada ginjal sebelah kanan. Hal ini dikarenakan diatas ginjal sebelah kanan terdapat hati yang berukuran besar. Ginjal memiliki panjang sekitar 10 cm, beratnya kurang lebih 170 gram dan berwarna merah keunguan. Ginjal dibungkus oleh selaput tipis yang disebut kapsul. Membuang limbah dan cairan berlebihan dari tubuh Menyeimbangkan kadar air dan elektrolit di tubuh Melepaskan hormone yang mengontrol produksi sel darah merah Membantu menjaga kesehatan tulang dengan mengontrol kalsium dan fosfor 1. 2. 3. 4. BAGIAN GINJAL FUNGSI GINJAL Kulit ginjal (Korteks), Terdapat jutaan nefron yang terdiri dari badan Malpighi yang tersusun dari glomerulus yang diselubungi kapsula bowman. Selain itu terdapat tubulus kontortus proksimal, tubulus kontortus distal. Sumsum ginjal (Medula) Terdiri dari beberapa badan berbentuk keurcut (piramid) serta terdapat lengkung henle yang menghubungkan tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distal Rongga ginjal (Pelvis) Merupakan tempat bermuaranya tubulus yaitu tempat penampungan urin sementara yang akan dialirkan menuju kandung kemih melalui ureter dan dikeluarkan dari tubuh melalui uretra. 1. 2. 3. 4. 5. 6. 8


STRUKTUR GINJAL Nefron adalah unit fungsional ginjal yang menjalankan tugas utama ginjal yaitu NEFRON menghasilkan urin. Setiap ginjal terdiri atas kira-kira 1 juta nefron. Menurut letaknya, nefron dibagi menjadi dua jenis, yaitu nefron korteks yang terletak di lapisan luar korteks ginjal dan berhubungan dengan kapiler glomerulus serta nefron jukstamedula yang terletak di lapisan dalam korteks di samping medula. Nefron mempunyai dua komponen yaitu komponen vascular dan komponen tubular. Komponen vaskular nefron meliputi arteriol aferen, yang merupakan cabang dari arteri renalis; glomerulus; dan kapiler peritubulus. KAPSULA BOWMAN Kapsula Bowman adalah rongga yang terbentuk oleh invaginasi kapiler menjadi suatu pelebaran ujung nefron. Jadi, kapsula Bowman adalah suatu struktur epitel yang berlapis dua yang tersusun dari epitel gepeng dengan nukleus menggembung ke dalam ruangan Lapisan dalam kapsula Bowman dikenal sebagai lapisan viseral dan membungkus permukaan kapiler glomerulus. Lapisan luar membentuk batas luar korpuskulus. renal dan disebut lapisan parietal. Di antara kedua lapisan kapsula Bowman terdapat ruang urinarius, yang menampung cairan yang disaring melalui dinding kapiler dan lapisan viseral. GLOMERULUS Glomerulus adalah kalpiler yang terletak dibagian awal nefron. Glomerulus dibungkus oleh kapsula baowman. Fungsi glomerulus adalah melakukan tahap filtrasi dalam proses penyaringan darah yaitu menyaring darah langsung dari arteri dan menghasilkan urine primer. Glomerulus terdiri atas arterio aferen dan arterion eferen, kapiler yang melingkar, sel epitel (podosit) membran basalis, sel mesangium dan matriks. Ansa henle terbagi atas 3 bagian yaitu bagian tebal turun (pars asendens), bagian tipis (segmen tipis) dan bagian tebal naik (pars asendens). Segmen tebal turun mempunyai gambaran mirip dengan tubulus kontortus proksimal, sedangkan segmen tebal naik mempunyai gambaran mirip tubulus kontortus distal. Segmen tipis ansa henle mempunyai tampilan mirip pembuluh kapiler darah, tetapi epitelnya sekalipun hanya terdiri atas selapis sel gepeng, sedikit lebih tebal sehingga sitoplasmanya lebih jelas terlihat. Selain itu lumennya tampak kosong. Ansa henle terletak di medula ginjal. LENGKUNG HENLE Lengkung henle adalah struktur berbentuk huruf U yang terdiri atas dua yakni ruas tebal desenden, ruas tipis desenden, ruang tipis asenden. Segmen tebal asenden ansa henle menerobos korteks. Setelah menempuh jarak tertentu, segmen ini menjadi berkelokkelok dan disebut kontortus distal. Fungsi ansa henle adalah untuk memekatkanataumengencerkanurin 9


STRUKTUR GINJAL Tubulus kontortus proksimal berjalan berkelok-kelok dan berakhir sebagai saluran yang lurus di medula ginjal (pars desendens Ansa Henle). Dindingnya disusun oleh selapis sel kuboid dengan batas-batas yang sukar dilihat. Inti sel bulat, bundar, biru dan biasanya terletak agak berjauhan satu sama lain. Sitoplasmanya bewarna asidofili (kemerahan). Permukaan sel yang menghadap ke lumen mempunyai paras sikat (brush border). Tubulus ini terletak di korteks ginjal. Fungsi tubulus kontortus proksimal adalah mengurangi isi filtrat glomerulus 80-85 persen dengan cara reabsorpsi via transport dan pompa natrium. Glukosa, asam amino dan protein seperti bikarbonat, akan diresorpsi. TUBULUS KONTORTUS PROKSIMAL Tubulus kontortus proksimal berjalan berkelok-kelok dan berakhir sebagai saluran yang lurus di medula ginjal (pars desendens Ansa Henle). Dindingnya disusun oleh selapis sel kuboid dengan batas-batas yang sukar dilihat. Inti sel bulat, bundar, biru dan biasanya terletak agak berjauhan satu sama lain. Sitoplasmanya bewarna asidofili (kemerahan). Pada ujung akhir tubula distal terdapat suatu tubula yang pendek. Tubula ini mengandung suatu campuran sifat-sifat sel-sel kubis dari segmen distal dan sel-sel granuler. Ini dianggap daerah pembauran embrionis antara nefron dan tubula pengumpul. Tubulus kontortus distal berjalan berkelok-kelok. Dindingnya disusun oleh selapis sel kuboid dengan batas antar sel yang lebih jelas dibandingkan tubulus kontortus proksimal. Inti sel bundar dan bewarna biru. Jarak antar inti sel berdekatan. Sitoplasma sel bewarna basofil (kebiruan) dan permukaan sel yang mengahadap lumen tidak mempunyai paras sikat. Bagian ini terletak di korteks ginjal. Fungsi bagian ini juga berperan dalam pemekatan urin. TUBULUS DISTAL TUBULUS KOLEKTIVUS Fungsi dari tubulus distal meliputi reabsorpsi bikarbonat dan air, transpor atau sekresi ion-ion yang berupa hidrogen, natrium, klorida, amonia, kalsium dan magnesium Fungsi tubuus kolektivus yaitu mengumpulkan urin sesungguhnya dari tubulus kontortus distal. 10


Proses terakhir yaitu augmentasi (penambahan), berlangsung di tubulus distal. Pada proses ini terjadi peyerapan air dan penambahan zatzat seperti H+, K+, kreatin, dan urea dalam urin sehingga urin hanya berisi zat-zat yang benar-benar sudah tidak berguna lagi. Dari tubulus distal, urin dikumpulkan melalui pembuluh pengumpul dan selanjutnya masuk ke pelvis, kemudian dialirkan ke kandung kemih melalui saluran ureter. Kandung kemih memiliki fungsi sebagai tempat penampungan urin sementara. STRUKTUR GINJAL Terletak dibagian medulla ginjal SEL JUKSTA-GLOMERULUS Ginjal berperan dalam proses pembentukan urin yang terjadi melalui serangkaian proses, yaitu: penyaringan, penyerapan kembali dan augmentasi. REABSOPSI Bagian yang berperan dalam proses ini meliputi sel-sel epitelium pada tubulus kontortus proksimal, lengkung henle dan tubulus distal. Reabsopsi terjadi di tubulus kontortus proksimal dan tubulus kontortus distal, pada tubulus kontortus proksimal lebih diutamkan reabsopsi glukosa, asam amino dan air yang dilakukan dengan proses osmosis. Sedangkan reabsopsi yang terjadi pada tubulus kontortus distal yaitu reabsopsi ion natrium dan air, air yang direabsopsi tergantung dari kebutuhan. Reabsopsi zat-zat tertentu dapat terjadi secara transfor aktif dan difusi. Zat-zat penting bagi tubuh yang secara aktif di reabsopsi adalah garam-garam tertentu, asam amino, glukosa, asam asetoasetat, hormon dan vitamin. Zat-zat tersebut di reabsopsi secara aktif di tubulus proksimal sehingga tidak ada lagi di lengkung henle. Urin yang dihasilkan setelah proses reabsopsi disebut urin sekunder. FILTRASI Pembentukan urin diawali dengan proses filtrasi darah di glomerulus. Filtrasi merupakan perpindahan cairan dari glomerulus menuju ke ruang kapsula bowman dengan menembus membran filtrasi. Di dalam glomerulus, sel-sel darah, trombosit, dan sebagian besar protein plasma disaring dan diikat agar tidak ikut dikeluarkan. Hasil penyaringan tersebut berupa urin primer. Kapiler yang berpori-pori dan sel-sel kapsula yang terspesialisasi bersifat permeable terhadap air dan zatzat terlarut yang kecil, namun tidak terhadap sel darah atau molekul besar seperti protein plasma, dengan demikian filtrat dalam kapsula bowman mengandung garam, glukosa, asam amino, vitamin, zat buangan bernitrogen, dan molekul-molekul kecil lainnya AUGMENTASI PEMBENTUKAN URIN 11


Ketika kandung kemih penuh, orang akan merasakan keinginan untuk buang air kecil. Beberapa hal yang memengaruhi volume urin, di antaranya zat-zat diuretik, suhu, konsentrasi darah, dan emosi. Jika sering mengonsumsi kopi dan teh, zat diuretik (kafein) yang dikandungnya akan menghambat reabsorpsi air sehingga volume urin meningkat. Begitu pula halnya ketika konsentrasi darah meningkat, atau ketika darah menjadi lebih cair karena banyak mengonsumsi cairan. PEMBENTUKAN URIN Urin sekunder dari tubulus kontortus distal akan memasuki tubulus pengumpul. Di tubulus ini, masih terjadi penyerapan kembali air, garam NaCl, dan urea sehingga terbentuk urin yang harus dibuang dari tubuh. Dari tubulus pengumpul, urin memasuki pelvis renalis, lalu mengalir menuju ureter menuju kandung kemih (vesika urinaria). Pada saat terjadi peningkatan suhu, kapiler di kulit melebar dan air berdifusi keluar serta kelenjar keringat menjadi aktif. Saat volume air turun, penyerapan air di ginjal berkurang sehingga volume urin menurun. Ginjal berperan dalam proses pembentukan urin yang terjadi melalui serangkaian proses, yaitu: penyaringan, penyerapan kembali dan augmentasi. KOMPOSISI RATA-RATA URIN NORMAL 12


Jumlah air yang diminum Apabila kita banyak minum, maka konsentrasi protein darah akan turun, sehingga tekanan koloid protein juga menurun. Hal ini menyebabkan tekanan filtrasi menjadi kurang efektif. Saraf Rangsangan saraf renalis menyebabkan penyempitan pembuluh darah yang menuju glomelurus, akibatnya air dan darah ke glomelurus berkurang, sehingga tekanan juga menjadi berkurang. Hal ini menyebabkan proses filtrasi menjadi kurang efektif. Kadar Garam Kadar garam yang harus berlebih/tinggi dikeluarkan dari darah supaya tekanan osmotiknya tetap. Hormon Antidiuretik (ADH) ADH adalah hormon yang mempengaruhi penyerapan air oleh dinding tubulus. Hormon inini dihasilkan oleh hipofisis posterior. Apabila kadar ADH dalam darah naik atau berlebih, maka penyerapan air oleh dinding tubulus meningkat. Hal ini menyebabkan jumlah urine yang terbentuk sedikit. sebaliknya apabila kadar ADH dalam darah turun atau berkurang, maka penyerapan air oleh dinding tubulus menurun. Hal ini menyebabkan jumlah urine yang terbentuk banyak. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI URIN Jumlah urine yang dikeluarkan oleh kita untuk setiap harinya tidak sama. Banyak sedikitnya urin seseorang yang dikeluarkan dipengaruhi oleh beberapa faktor, antara lain sebagai berikut. Di samping itu, peningkatan suhu merangsang pembuluh abdominal mengerut sehingga aliran darah di glomelurus dan filtasi turun. Meningkatnya reabsorpsi dan berkurangnya aliran darah di glomelurus mengurangi volume urin. Itulah sebabnya jika cuaca panas, kita jarang buang air. Suhu Jika suhu internal dan eksternal naik di atas normal, maka kecepatan respirasi meningkat. Ini menyebabkan pembuluh kutaneus melebar sehingga cairan tubuh berdifusi dari kapiler ke permukaan kulit. Saat volume air dalam tubuh menurun, ADH disekresikan sehingga reabsorpsi air meningkat. Penyakit Diabetes Melitus Seseorang yang menderita penyakit diabetes melitus (kencing manis), pengeluaran glukosa diikuti pula oleh kenaikan volme urine. 13


HATI 14


ANATOMI Hati adalah organ intestinal terbesar dengan berat antara 1,2 – 1,8 kg atau kurang lebih 25% berat badan orang dewasayang menempati sebagian besar kuadran kanan atas abdomen dan merupakan pusat metabolism tubh dengan fungsi sangat kompleks. Hati terletak dibagian teratas rongga abdomen di sebelah kanan di bawah diafragma. Hati secara luas dilindungi beberapa costa. Batas atas hati berada sejajar dengan ruangan intercostal V kanan dan batas bawah menyerong ke atas dari iga ix kanan ke iga vii kiri. Hati terbagi dalam dua bagian utama, lobus kanan dan lobus kiri. Permukaan atas berbentuk cembung dan terletak di bawah diafragma. Permukaan bawah tidak rata dan memperlihatkan lekukan, fisura tranversus. Permukaannya dilintasi oleh berbagai pembuluh darah yang masuk keluar hati. Fisura longitudinal memisahkan bagian kanan dan kiri dipermukaan bawah. Selanjutnya hati dibagi menjadi empat bagian (kanan, kiri kaudata dan kuadrata). Setiap bagian atas lobus terdiri dari lobulus.lobulus ini berbentuk polyhedral dan terdiri dari sel hati yang berbentuk kubus, dan cabang-cabang pembuluh darah diikat bersama oleh jaringan hati. HATI Hati merupakan kelenjar terbesar di dalam tubuh, terletak pada rongga perut sebelah kanan tepatnya dibawah diafragma. Hati berwarna merah tua kecoklatan dengan berat sekitar 2 kg dari total berat tubuh kita. Pada bagian luar hati, terdapat suatu selaput tipis yang dinamakan selaput hati (kapsula hepatis). Hati menyerap zat racun seperti obat-obatan dan alkohol dari sistem peredaran darah. Hati mengeluarkan zat racun tersebut bersama dengan getah empedu. Unit fungsional dasar hati adalah lobulus hati, yang berbentuk silindris dengan Panjang beberapa milimeterdan berdiameter 0,8 – 2 mm. Hati manusia berisi 50.000- 100.000 lobulus. Lobulus tersusun atas selsel hati yang merupakan sel-sel besar dengan satu atau dengan dua inti dan sitoplasma granular yang halus. Sel-sel hati diatur dalam lapisan-lapisan, satu sel yang tebal, disebut lamina hepatica. Lamina ini tersusun tidak teratur untuk membentuk dinding dengan sel hati yang menghubungkan lamina di sekitarnya. Diantara lamina terdapat ruang venavena kecil dengan banyak anastomosis diantaranya dan ductus empedu kecil yang disebut kanalikuli. Kanalikuli biliaris di dalam septum yang memisahkan lobulus hati yang berdekatan. Lobulus hati terbentuk mengelilingi sebuah vena sentralis yang mengalir ke vena hepatica dan kemudian ke vena cava. Lobulus sendiri dibentuk terutama dari lempeng sel hepar yang memancarkan secara sentrifugal dari vena sentralis seperti jeruji roda. Di sekitar tepi lobulus terdapat kanal portal, masing-masing berisi satu cabangvena porta (vena interlobular), satu cabang arteri hepatica dan satu ductus empedu kecil. Ketiga struktur ini Bersatu dan disebut triad portal. ANATOMI HATI 15


Arteri hepatica, yang keluar dari aorta dan memberikan 80% darahnya kepada hati, darah ini mempunyai kejenuhan oksigen 95-100% masuk ke hati akan membentuk jaringan kapiler setelah bertemu dengan kapiler vena, akhirnya keluar sebagai vena hepatica. Vena hepatica mengembalikan darah dari hati ke vena kava inferior. Di dalam vena hepatica tidak terdapat katup. HATI hati mempunyai dua jenis persediaan yaitu arteri hepaticadan vena porta . Hepar seluruhnya diliputi kapsula fibrosa namun ada sebagian yang tidak diliputi oleh peritoneum viscerale, yaitu pada suatu daerah pada facies posterior yang melekat langsung pada diafragma, disebut nuda hepatic (NA), syn “bare area” atau dulu disebut pars affixa oleh Hafferl (1953) dan bagian yang dibungkus oleh peritoneum disebut sebagai “pars libera”. Peritoneum viscerale berasal dari mesohepaticum ventrale yang juga ikut membentuk omentum minus dan ligamentum falciforme hepatitis. Pembuluh darah darah pada hepar Vena porta yang terbentuk dari vena lienalis dan vena mesenterika superior, mengantarkan 20% darahnya ke hati, darah ini mempunyai kejenuhan oksigen hanya 70 % sebab beberapa O2 telah diambil oleh limpa dan usus. Darah berasal dari vena porta bersentuhan erat dengan sel hati dan setiap lobulus disaluri oleh sebuah pembuluh sinusoid atau kapiler hepatica. Pembuluh darah halus berjalan di antara lobulus hati disebut vena interlobular. Di dalam hati, vena porta membawa darah yang kaya dengan bahan makanan dari saluran cerna, dan arteri hepatica membawa darah yang kaya oksigen dari system arteri. Arteri dan vena hepatica ini bercabang menjadi pembuluhpembuluh yang lebih kecil membentuk jaring kapiler diantara sel-sel hati yang membentuk lamina hepatica. Jaringan kapiler ini kemudian mengalir ke dalam vena kecil di bagian tengah masingmasing lobulus, yang menyuplai vena hepatic. Pembuluh-pembuluh ini membawa darah dari kapiler portal dan darah yang mengalami dioksigenasi yang telah dibawa ke hati oleh arteri hepatica sebagai darah yang telah dioksigenasi. Peritoneum hepar Hepar mempunyai dua facies (permukaan) yaitu : Facies Diaphragmatika Permukaanya halus dan cembung sesuai dengan bentuk permukaan bawah dari kubah diafragma, namun terpisah dari diafragma oleh adanya celah recessus subphrenicus. Ke arah depan facies diafragmatica berhubungan dengan igaiga, precessus xipinoideus, dan dinding depan abdomen. Di sebelah kanan melalui diafragma berhubungan dengan iga 7-11 (pada linea medioaxillaris). Pada facies superior tedapat lekukan akibat hubungan dengan jantung, disebut impression cardiaca hepatic. (NA). facies superior menghadap ke vertebra thoracalis 10-11, dan pada sebagian besar tidak mempunyai peritoneum (“bare area”). Facies Visceralis (Inferior) Permukaan ini menghadap ke bawah sedikit ke posterior dan kiri. Pada facies visceralis terdapat bentuk huruf-H, dengan dua kaki kanan dan kiri. Lekukan di sisi kiri terdiri dari fissura ligamenti teretis (NA) di depan dan fissura ligamenti venosi (NA) di belakang, yang masingmasing berisi ligamentum teres hepatis (sisa vena umbilicalis) dan ligamentum venosum Arantii (sisa duktus venosus). 16


Pada kadaver yang diawetkan, pada facies visceralis hepar tergambar tonjolan dan lekukan akibat hubungan dengan alat-alat sekitarnya. Pada bagian posterior dari lobus kiri terdapat lekukan dangkal, impressio esophagea (NA) untuk pars abdominalis esophagei. Di lobus kiri tedapat impression gastrica untuk hubungan dengan fundus dan bagian atas corpus ventriculi. HATI Lekukan di sisi kanan diisi oleh vesica fellea di depan dan vena cava inferior di belakang. Porta hepatis di tengah melintang merupakan lekukan dalam di antara lobi caudatus dan quadratus, arahnya transveralis, dengan panjang kurang lebih 5 cm, dan merupakan tempat masuk-keluar alat : vena porta hepatis, arteria hepatica propria/dextra et sinistra, plexus nervosus hepatis, ductus hepaticus, dan saluran limfe. Lobus kaudatus hepar dibatasi oleh porta hepatis di depan, fissure ligamenti venosi di kiri dan vena cava inferior di kanan. Pada lobus kaudatus hepar terdapat tonjolan yang memisahkan porta hepatis dengan vena cava inferior, disebut processus caudatus. Lobus quadaratus di belakang atas dibatasi oleh porta hepatic, di kanan oleh vesica fellea dan di kiri oleh fissure ligamenti teretis hepatis. Di sebelah kiri dari fissura ligamenti venosi terdapat sedikit tonjolan tuber omentale, tempat facies inferior berhubungan dengan omentum minus. Pada lobus quadratus dan lobus kanan terdapat hubungan dengan pylorus dan pars superior duodeni, impression duodenalis. Di sebelah kanan dari vesica fellea terdapat lekukan dalam, yaitu impressio colica untuk hubungan dengan flexura coli dextra. Di belakangnya terdapat impression renalis untuk hubungan dengan ren dexter. Di dekat impression renalis terdapar lekukan dangkal untuk glandula suprarenalis, impressio suprarenalis. Persyarafan Hepar Diurus oleh system simpatis dan parasimpatis. Sarafsaraf itu mencapai hepar melalui flexus hepaticus, sebagian besar melalui flexus coeliaci, yang juga menerima cabang-cabang dari nervus vagus kanan dan kiri serta dari nervus phrenicus kanan. 17


Sebagai alat ekskresi hati menghasilkan empedu yang merupakan cairan jernih kehijauan, didalamnya mengandung zat warna empedu (bilirubin), garam empedu, kolesterol dan juga bakteri serta obat-obatan. Zat racun yang masuk kedalam tubuh akan disaring terlebih dahulu di hati sebelum beredar ke seluruh tubuh. FUNGSI HATI Hati merupakan organ ekskresi yang berfungsi untuk mendetoksifikasi zatzat toksik sehingga ada kerusakan hati merupakan petunjuk apakah zat bersifat toksik atau tidak. Didalam hati terdapat sel yang berfungsi merombak sel darah merah yang sudah tua dan rusak. Sel yang demikian dinamakan sel histosit. Sel darah merah yang sudah tua dan rusak di dalam hati sekitar 10 juta sel. Dalam proses perombakannya, hemoglobin (Hb) dipecah menjadi zat besi, hemin, dan globin. Zat besi akan diambil dan disimpan dalam hati, yang selanjutnya dikembalikan ke sumsum tulang sehingga terbentuk eritrosit baru. Globin akan dibentuk menjadi Hb baru. Sementara hemin dipecah menjadi bilirubin dan biliverdin yang berwarna hijau. Zat warna empedu dikeluarkan ke usus 12 jari dan dioksidasi menjadi urobilin yang berwarna kuning kecokelatan. Warna ini akan memberikan warna khas pada feses dan urin yang dikeluarkan setiap harinya. Apabila terjadi gangguan, pembuluh empedu dapat mengalami penyumbatan. Penyebabnya adalah pengendapan kolesterol yang membentuk batu empedu. Akibatnya, feses yang keluarkan berwarna cokelat abu-abu. Oleh karena empedu mengalami penyumbatan, empedu akan masuk ke dalam peredaran darah sehingga darah berwarna kuningkekuningan. Keadaan ini dinamakan penyakit kuning. 18


KULIT 19


Kulit sebagai alat ekskresi berfungsi mengeluarkan keringat. Selain itu kulit juga berfungsi melindungi tubuh terhadap gesekan, kuman, penyinaran, panas dan zat kimia, serta mengatur suhu tubuh, menerima rangsangan dari luar dan mengurangi kehilangan air. KULIT STRUKTUR KULIT Ketebalan epidermis menentukan ketebalan kulit. Kulit yang tebal, misalnya pada telapak tangan, ujung jari, memiliki lima lapis epidermis, yaitu stratum basal, stratum spinosum, stratum granulosum, stratum lusidum, dan stratum korneum. Kulit yang tipis, sperti yang melapisi tubuh, tidak memiliki stratum lusidum. Sel-sel pada stratum basal, spinosum, dan stratum granulosum merupakan sel hidup karena mendapat nutrient dari kapiler di jaringan ikat (dalam hal ini adalah dermis). Sebaliknya sel-sel di stratum lusidum dan stratum korneum merupakan sel mati karena tidak mencapai lapisan ini Epidermis kulit dinamakan pula kulit ari yang terdiri atas beberapa bagian meliputi bagian luar (stratum korneum) atau lapisan tanduk, bagian tengah (stratum granulosum) dan bagian dalam yaitu lapisan Malpighi. Stratum korneum merupakan jaringan yang mati, kering dan tersusun dari berlapislapis jaringan epitelium pipih. Sel lapisan ini sering mengelupas dan digantikan oleh jaringan di bawahnya karena berisi protein keratin. Fungsi utamanya, antara lain melindungi sel-sel dan mencegah masuknya bibit penyakit. EPIDERMIS Sementara, stratum granulosum tersusun atas sel hidup yang dihasilkan oleh lapisan Malpighi. Di dalam kulit terdapat sel-sel hidup yang aktif membelah dan menghasilkan pigmen melanin. Sel ini berada pada lapisan Malpighi. Melanin merupakan zat warna hitam kecoklatan. Jumlah pigmen melanin yang berbeda menyebabkan warna kulit setiap orang berbeda. DERMIS Dalam dermis terdapat pembuluh darah, akar rambut, dan ujung saraf. Selain itu, terdapat pula kelenjar keringat (glandula sudorifera) serta kelenjar minyak (glandula sebassea) yang terletak dekat akar rambut dan berfungsi meminyaki rambut. Kelenjar keringat berupa pipa terpilin yang memajang dari epidermis masuk ke bagian dermis. Pangkal kelenjarnya menggulung dan dikelilingi oleh kapiler darah dan serabut saraf simpatetik. Dari kapiler darah inilah kelenjar keingat menyerap cairan jaringan yang terdiri dari air dan ± 1% larutan garam beserta urea. Cairan jaringan tersebut dikeluarkan sebagai keringat melalui saluran keringat ke permukaan kulit. 20


Kelenjar keringat kulit memiliki bentuk pipa tergulung yang tumbuh memanjang dari epidermis, hingga dermis. Pada pangkal kelenjarnya banyak dikelilingi oleh kapiler darah dan serabut saraf simpatik. Dari darah pada kapiler, keringat dikeluarkan melewati saluran keringat dan pori-pori pada permukaan kulit. Keringat yang dikeluarkan mengandung sebagian besar air dalam bentuk larutan garam anorganik STRUKTUR KULIT KELENJAR KERINGAT PEMBULUH DARAH Sebagaian besar pembuluh kapiler darah berada pada dermis yang berfungsi membawa sari makanan dan oksigen pada lapisan dermis dan epidermis. Selain itu, pembuluh darah juga berperan menyuplai kelenjar keringat dan rambut akar serta dalam proses pengaturan suhu tubuh. (misalnya sodium klorida) dan sejumlah kecil materi organik seperti urea. Karena keringat mengandung sisa metabolisme, seperti urea, maka kulit tersebut disebut juga organ ekskresi. Kelenjar minyak berada di samping kantung rambut. Kelenjar ini menghasilkan minyak yang disebut sebum. Sebum menahan air masuk ke dalam rambut dan epidermis. Selain menahan air, kelenjar minyak juga menjaga kelenturan epidermis dan melindunginya dari bakteri. KELENJAR MINYAK Meskipun rambut berada dalam lapisan dermis, namun proses produksinya berada pada lapisan epidermis. Lapisan Malpighi pada epidermis masuk ke dalam lapisan dermis membentuk sebuah pipa berlubang yang dinamankan kantung rambut. Rambut tumbuh bersebelahan dengan kantung rambut. Di bagian dasar kantung terdapat sekumpulan jaringan yang berisi kapiler darah dan saraf, yang dinamakan akar rambut. Akar rambut dilindung oleh sel epidermis yang terus-menerus membelah dan mendorong sel baru ke atas. Sel ini akan segera mati dan mengeras membentuk rambut. RAMBUT Ujung saraf merupakan salah satu bagian sel saraf yang mengirimkan informasi dari lingkungan luar. Di dalamnya terdapat berbagai reseptor (penerima rangsangan), seperti reseptor sentuhan, reseptor tekanan, reseptor sakit, dan reseptor suhu UJUNG SYARAF 21


Proses pengeluaran keringat diatur oleh pusat pengatur suhu di dalam otak, yaitu hipotalamus. Hipotalamus menghasilkan enzim bradikinin yang mempengaruhi kegiatan kelenjar keringat. Jika pusat pengatur suhu mendapat ransangan, misalnya berupa perubahan suhu pada pembuluh darah, maka ransangan tersebut akan diteruskan oleh saraf simpatetik ke kelenjar keringat. PROSES PENGELUARAN KERINGAT Selanjutnya kelenjar keringat menyerap air, garam, dan sedikit urea dari kapiler darah, lalu mengirimkannya ke permukaan kulit dalam bentuk keringat. Keringat tersebut menguap dan menyerap panas sehingga suhu tubuh kembali normal. 22


PARU - PARU 23


Paru-paru manusia terletak pada rongga dada, bentuk dari paruparu adalah berbentuk kerucut yang ujungnya berada di atas tulang iga pertama dan dasarnya berada pada diafragma. Paru terbagi menjadi dua yaitu bagian yaitu, paru kanan dan paru kiri. Paruparu kanan mempunyai tiga lobus sedangkan paru-paru kiri mempunyai dua lobus. Setiap paruparu terbagi lagi menjadi beberapa subbagian, terdapat sekitar sepuluh unit terkecil yang disebut bronchopulmonary segments. Paru-paru bagian kanan dan bagian kiri dipisahkan oleh sebuah ruang yang disebut mediastinum. PARU - PARU Paru-paru manusia dibungkus oleh selaput tipis yang bernama pleura. Pleura terbagi menjadi pleura viseralis dan pleura pariental. Pleura viseralis yaitu selaput tipis yang langsung membungkus paru, sedangkan pleura parietal yaitu selaput yang menempel pada rongga dada. Diantara kedua pleura terdapat rongga yang disebut cavum pleura. ANATOMI PARU - PARU sistem pernapasan terbagi menjadi dari dua proses, yaitu inspirasi dan ekspirasi. Inspirasi adalah pergerakan dari atmosfer ke dalam paru, sedangkan ekspirasi adalah pergerakan dari 10 dalam paru ke atmosfer. Agar proses ventilasi dapat berjalan lancar dibutuhkan fungsi yang baik pada otot pernafasan dan elastisitas jaringan paru. Otot-otot pernafasan dibagi menjadi dua yaitu Otot inspirasi yang terdiri atas, otot interkostalis eksterna, sternokleidomastoideus, skalenus dan diafragma. Otot-otot ekspirasi adalah rektus abdominis dan interkostalis internus. FISIOLOGI PARU - PARU Paru-paru dan dinding dada mempunyai struktur yang elastis. Dalam keadaan normal terdapat lapisan cairan tipis antara paru-paru dan dinding dada sehingga paru-paru dengan mudah bergeser pada dinding dada karena memiliki struktur yang elastis. Tekanan yang masuk pada ruangan antara paruparu dan dinding dada berada di bawah tekanan atmosfer Fungsi utama dari paru-paru adalah untuk pertukaran gas antara darah dan atmosfer. Pertukaran gas tersebut bertujuan untuk menyediakan oksigen bagi jaringan dan mengeluarkan karbon dioksida. Kebutuhan oksigen dan karbon dioksida terus berubah sesuai dengan tingkat aktivitas dan metabolisme seseorang, akan tetapi pernafasan harus tetap dapat berjalan agar pasokan kandungan oksigen dan karbon dioksida bisa normal Udara yang dihirup dan masuk ke paruparu melalui sistem berupa pipa yang menyempit (bronchi dan bronkiolus) yang bercabang di kedua belah paruparu utama (trachea). Pipa tersebut berakhir di gelembunggelembung paru-paru (alveoli) yang merupakan kantong udara terakhir dimana oksigen dan karbondioksida dipindahkan dari tempat dimana darah mengaliR 24


Ada lebih dari 300 juta alveoli di dalam paru-paru manusia dan bersifat elastis. Ruang udara tersebut dipelihara dalam keadaan terbuka oleh bahan kimia surfaktan yang dapat menetralkan kecenderungan alveoli untuk mengempis PARU - PARU Inspirasi merupakan proses aktif kontraksi otot-otot. Selama bernafas tenang, tekanan intrapleura kira-kira 2,5 mmHg relatif lebih tinggi terhadap atmosfer. Pada permulaan, inspirasi menurun sampai - 6mmHg dan paru-paru ditarik ke posisi yang lebih mengembang dan tertanam dalam jalan udara sehingga menjadi sedikit negatif dan udara mengalir ke dalam paru-paru. Pada akhir inspirasi, recoil menarik dada kembali ke posisi ekspirasi dimana tekanan recoil paru-paru dan dinding dada seimbang. Tekanan dalam jalan pernafasan seimbang menjadi sedikit positif sehingga udara mengalir ke luar dari paru-paru Proses setelah ventilasi adalah difusi yaitu, perpindahan oksigen dari alveoli ke dalam pembuluh darah dan berlaku sebaliknya untuk karbondioksida. Difusi dapat terjadi dari daerah yang bertekanan tinggi ke tekanan rendah. Ada beberapa faktor yang berpengaruh pada difusi gas dalam paru yaitu, faktor membran, faktor darah dan faktor sirkulasi. Selanjutnya adalah proses transportasi, yaitu perpindahan gas dari paru ke jaringan dan dari jaringan ke paru dengan bantuan aliran darah Selama pernafasan tenang, ekspirasi merupakan gerakan pasif akibat elastisitas dinding dada dan paru-paru. Pada waktu otot interkostalis eksternus relaksasi, dinding dada turun dan lengkung diafragma naik ke atas ke dalam rongga toraks, menyebabkan volume toraks berkurang. Pengurangan volume toraks ini meningkatkan tekanan intrapleura maupun tekanan intrapulmonal. Selisih tekanan antara saluran udara dan atmosfir menjadi terbalik, sehingga udara mengalir keluar dari paru-paru sampai udara dan tekanan atmosfir menjadi sama kembali pada akhir ekspirasi 25


PARU - PARU Faktor-faktor yang dapat mempengaruhi fungsi paru-paru manusia adalah sebagai berikut : Usia Kekuatan otot maksimal paru-paru pada usia 20-40 tahun dan dapat berkurang sebanyak 20% setelah usia 40 tahun. Selama proses penuan terjadi penurunan elastisitas alveoli, penebalan kelenjar bronkial, penurunan kapasitas paru Jenis kelamin Fungsi ventilasi pada laki-laki lebih tinggi sebesar 20-25% dari pada funsgi ventilasi wanita, karena ukuran anatomi paru pada laki-laki lebih besar dibandingkan wanita. Selain itu, aktivitas lakilaki lebih tinggi sehingga recoil dan compliance paru sudah terlatih Tinggi badan Seorang yang memiliki tubuh tinggi memiliki fungsi ventilasi lebih tinggi daripada orang yang bertubuh kecil pendek VOLUME Volume tidal (VT) adalah volume udara yang masuk dan keluar paru-paru selama ventilasi normal biasa. VT pada dewasa muda sehat berkisar 500 ml untuk laki-laki dan 380 ml untuk perempuan. Volume cadangan inspirasi (VCE) adalah volume udara ekstra yang masuk ke paruparu dengan inspirasi maksimum di atas inspirasi tidal. CDI berkisar 3.100 ml pada laki-laki dan 1.900 ml untuk perempuan. Volume cadangan ekspirasi (VCE) adalah volume ekstra udara yang dapat dengan kuat dikwluarkan pada akhir ekspirasi tidal normal. VCE biasanya berkisar 1.200 ml pada laki-laki dan 800 ml untuk perempuan. Volume residual adalah volume udara sisa dalam paru-paru setelah melakukan ekspirasi kuat. Rata-rata volume ini pada laki-laki sekitar 1.200 ml dan 1.000 ml untuk perempuan. Volume paru-paru berkisar antara 5-6 liter, yang terdiri dari: KAPASITAS PARU - PARU KAPASITAS RESIDUAL FUNGSIONAL (KRF) adalah penambahan volume residual dan volume cadangan ekspiral (KRF : VR + VCE). Kapasitas ini merupakan jumlah udara sisa dalam sistem respiratorik setelah ekspirasi normal. Nilai rata-ratanya adalah 2.200 ml Kapasitas inspirasi (KI) adalah penambahan volume tidal dan volume cadangan inspirasi (KI = VT + VC). Nilai rat-ratnanya adalah 3.500ml Kapasitas vital (KV) adalah penambahan volume tidal, volume cadangan inspirasi, dan volume cadangan ekspirasi (KT = VT + VCI +VCE). Karena diukur dengan spirometer, kapasitas vital merupakan jumlah udara maksimal yang dapat dikeluarkan dengan kuat setelah inspirasi maksimum. Kapasitas vital dipengaruhi oleh beberapa factor seperti postur dan ukuran rongga toraks tetapi nilai rataratanya sekitar 4.500 ml. Kapasitas total paru (KTP) adalah jumlah total udara yang dapat ditampung dalam paru-paru dan sama dengan kapasitas vital ditambah volume residual (KTP = KV +VR). Nilai rata-ratanya adalah 5.700 ml. Volume ekspirasi kuat dalam satu detik (VEK1) adalah volume udara yang dapat dikeluarkan dari paru-paru yang terinflasi maksimal saat detik pertama ekshalasi maksimum. Nilai normal VEK1 sekitar 80% KV. Volume respirasi menit adalah volume tidal dikalikan jumlah pernapasan per menit. 26


PARU - PARU MEKANISME PERTUKARAN OKSIGEN DAN KARBONDIOKSIDA 27


SISTEM EKSRESI PADA HEWAN 28


SISTEM EKSKRESI PADA HEWAN BELALANG Alat ekskresi pada belalang adalah pembuluh Malpighi, yaitu alat pengeluaran yang berfungsi seperti ginjal pada vertebrata. Pembuluh Malphigi berupa kumpulan benang halus yang berwarna putih kekuningan dan pangkalnya melekat pada pangkal dinding usus. Disamping pembuluh Malphigi, serangga juga memiliki sistem trakea untuk mengeluarkan zat sisa hasil oksidasi yang berupa CO2. Sistem trakea ini berfungsi seperti paru-paru pada vertebrata. Belalang tidak dapat mengekskresikan amonia dan harus memelihara konsentrasi air di dalam tubuhnya. Amonia yang diproduksinya diubah menjadi bahan yang kurang toksik yang disebut asam urat. Asam urat berbentuk kristal yang tidak larut. CACING TANAH Cacing tanah memiliki warna coklat kemerahan dengan tubuh berbentuk silinder. Secara morfologi, cacing tanah tersusun atas segmen-segmen yang berbentuk cincin, dan setiap segmen memiliki seta kecuali dua segmen pertama. Cacing tanah memiiki alat ekskresi yaitu nefridium, setiap nefridium memiliki corong yang terbuka dan bersilia yang disebut nefrostom. MEKANISMENYA : Nefrostom yang terdapat di dalam rongga tubuh dan terisi penuh dengan cairan, cairan yang diambil oleh nefrostom tersebut kemudian masuk ke dalam nefridia, di dalam nefridia terjadi reabsopsi atau penyerapan kembali cairan yang masih bermanfaat. Cairan yang sudah tidak bermanfaat akan dikeluarkan melalui nefridiofor. Cacing tidak memiliki mata, tetapi tubuhnya terdapat prostomium. Prostomium merupakan organ syaraf perasan dan berbentuk seperti bibir. 29


KELAINAN/GANGGUAN PADA SISTEM EKSRESI 30


KELAINAN/GANGGUAN PADA SISTEM EKSRESI Sistem ekskresi pada dasarnya merupakan sistem biologis yang memiliki fungsi untuk melakukan pembangunan atau pengeluaran terhadap berbagai zat yang sudah tidak digunakan lagi oleh tubuh makhluk hidup. Zat dari sisa metabolism sendiri berupa senyawaa yang bersifat toksik atau racun. Apabila tidak dikeluarkan, tentu bias menjadikan tubuh mengalami gangguan pada beberapa fungsi organnya. Dengan begitu sistem ekskresi dapat kita sebut sebagai cara yang dilakukan tubuh untuk mengeluarkan zat beracun dari tubuh manusia. Mekanisme ini memiliki fungsi yang sangat penting untuk tubuh dalam menjaga homeostatis dan mencegah kerusakan pada tubuh. ANURIA ANURIA merupakan kegagalan ginjal karena kerusakan di glomerulus sehingga tidak ada urin yang dihasilkan oleh penderita. KELAINAN/GANGGUAN PADA GINJAL ALBUMINARIA Albuminaria adalah penyakit yang terjadi akibat ginjal tidak dapat melakukan penyaringan protein (albumin) yang tidak dapat disaring tersebut akan keluar bersama urin. Penyakit ini disebabkan oleh kerusakan pada glomerulus. Penyebab; asupan protein, kalsium dan vitamin C yang terlalu berlebihan membuat glomerulus harus bekerja lebih keras sehingga terjadi kerusakan pada glomerulus Gejala; timbulnya edema pada daerahdaerah tertentu. Edema ini timbul karena kurangnya kadar protein albumin di dalam darah sehingga tekanan osmotic di dalam pembuluh darah semakin berkurang. Hal ini mengakibatkan cairan yang ada di pembuluh darah akan merembes ke jaringan-jaringan lain di luar pembuluh darah. BATU GINJAL Batu ginjal atau kencing batu adalah penyakit yang terjadi karena adanya pengendapan pada rongga ginjal atau kandung kemih. Endapan bias berupa senyawa kalsium dan penumpukan asam urat, kelainan metabolism. Selain itu, ketikaa kamu sering menahan buang air kecil dan kurang minum, batu ginjal juga bisa terbentuk 31


Diabetes melitus (DM) menjadi salah satu prioritas penyakit tidak menular yang harus dicegah.Faktor risiko yang mempengaruhi glukosa yaitu infeksi virus, kegemukan, pola makan dan stress. Orang yang memiliki keluarga dengan DM memiliki pe;uang 10,938 kali lebih besar menderita DM Tipe 2 daripada orang yang tidak memilki keluarga riwayat DM. DIABETES MILITUS Diabetes mellitus (kencing manis) juga merupakan kelainan pada sistem ekskresi. Diabetes mellitus adalah penyakit yang terjadi karena terdapat glukosa dalam urin. Kondisi ini terjadi karena adanya KELAINAN/GANGGUAN PADA GINJAL DIABETES INSIPIDUS Penyakit ini disebabkan karena seseorang kekurangan hormon ADH atau hormon anti diuretik. Kondisi tersebut menyebabkan tubuh tidak dapat menyerap air yang masuk ke dalam tubuh, sehingga penderita akan sering buang air kecil secara terusmenerus. penurunan produksi insulin yang dihasilkan oleh pankreas. Menurunnya hormon insulin menyebabkan terganggunya proses perombakan glukosa menjadi glikogen dan reabsorpsi glukosa dalam glomerulus. Diabetes Melitus (DM) merupakan suatu penyakit menahun yang ditandai dengan kadar glukosa darah (gula darah) melebihi normal yaitu kadar gula darah sewaktu sama atau lebih dari 200 mg/dl, dan kadar gula darah puasa di atas atau sama dengan 126 mg/dl Berat badan menurun Ketika tubuh tidak mampu mendapatkan energi yang cukup dari gula karena kekurangan insulin, tubuh akan bergegas mengolah lemak dan protein yang ada di dalam tubuh untuk diubah menjadi energi. Dalam sistem pembuangan urine, penderita DM yang tidak terkendali bisa kehilangan sebanyak 500 gr glukosa dalam urine per 24 jam (setara dengan 2000 kalori perhari hilang dari tubuh). Kemudian gejala lain atau gejala tambahan yang dapat timbul yang umumnya ditunjukkan karena komplikasi adalah kaki kesemutan, gatal-gatal, atau luka yang tidak kunjung sembuh, pada wanita kadang disertai gatal di daerah selangkangan (pruritus vulva) dan pada pria ujung penis terasa sakit (balanitis) Gejala dari penyakit DM yaitu antara lain: Polifagi (cepat merasa lapar) Nafsu makan meningkat (polifagi) dan merasa kurang tenaga. Insulin menjadi bermasalah pada penderita DM sehingga pemasukan gula ke dalam selsel tubuh kurang dan energi yang dibentuk pun menjadi kurang. Ini adalah penyebab mengapa penderita merasa kurang tenaga. Selain itu, sel juga menjadi miskin gula sehingga otak juga berfikir bahwa kurang energi itu karena kurang makan, maka tubuh kemudian berusaha meningkatkan asupan makanan dengan menimbulkan alarm rasa lapar. 32


Gejala dari penyakit DM yaitu antara lain: Poliuri (sering buang air kecil) Buang air kecil lebih sering dari biasanya terutama pada malam hari (poliuria), hal ini dikarenakan kadar gula darah melebihi ambang ginjal (>180mg/dl), sehingga gula akan dikeluarkan melalui urine. Guna menurunkan konsentrasi urine yang dikeluarkan, tubuh akan menyerap air sebanyak mungkin ke dalam urine sehingga urine dalam jumlah besar dapat dikeluarkan dan sering buang air kecil. Dalam keadaan normal, keluaran urine harian sekitar 1,5 liter, tetapi pada pasien DM yang tidak terkontrol, keluaran urine lima kali lipat dari jumlah ini. Sering merasa haus dan ingin minum air putih sebanyak mungkin (poliploidi). Dengan adanya ekskresi urine, tubuh akan mengalami dehidrasi atau dehidrasi. Untuk mengatasi masalah tersebut maka tubuh akan menghasilkan rasa haus sehingga penderita selalu ingin minum air terutama air dingin, manis, segar dan air dalam jumlah banyak. Tahukah kamu? Indonesia menempati posisi ke-7 di dunia dengan prevalensi diabetes pada tahun 2019. Terkonfirmasi 10,7 juta orang menginap diabetes. Kalimantan Barat pada tahun 2017 yaitu sebesar 5,3%. KELAINAN/GANGGUAN PADA GINJAL Ulkus diabetes merupakan suatu kerusakan pada integritas kulit yang ditandai dengan luka terbuka pada lapisan kulit sampai ke dalam bagian kulit dermis dan biasanya luka kaki ini terjadi dibagian telapak kaki Semakin sering konsumsi makanan cepat saji atau fast food maka semakin besar risiko terjadinya obesitas dan meningkatkan Diabetes mellitus. 33


KELAINAN/GANGGUAN PADA GINJAL SISTITIS Sistitis (Cystitis) adalah perdangan yang terjadi di kantung urinaria. Biasanya, terjadi karena infeksi oleh bakteri yang masuk ke dalam tubuh. GAGAL GINJAL POLIURIA NEFRITIS Nefritis adalah peradangan pada nefron, yaitu kerusakan bagian glomerulus ginjal. Nefritis disebabkan adanya infeksi bakteri Streptococcus. Nefritis mengakibatkan masuknya kembali asam urin dan urea ke pembuluh darah serta adanya penimbunan air di kaki karena reabsobsi air yang terganggu. Anuria adalah kegagalan ginjal menghasilkan urin. Anuria bisa disebabkan oleh kurangnya tekanan untuk melakukan filtrasi atau radang glomerulus, sehingga plasma darah tidak bisa masuk ke dalam glomerulus. Kurangnya tekanan hidrostatis bisa disebabkan oleh penyempitan (konstriksi) arteriol efferen oleh hormon epinefrin atau oleh pendarahan sehingga darah tidak dialirkan ke ginjal. Pengobatan : Penderita Nefritis bisa disembuhkn dengan cangkok ginjal atau cuci darah secara rutin. Cuci darah biasanya dilakukan sampai penderita mendapatkan donor ginjal yang memenuhi kesesuaian jaringan dengan organ penderita. Poluria adalah istilah medis untuk pengeluaran urin yang berlebihan (sering kencing), poliuria merupakan kelainan frekuensi buang air kecil sebagai akibat kelebihan produksi urin, dan merupakan keadaan dimana volume urin dalam 24 jam meningkat melebihi batas normal di sebabkan gangguan fungsi ginjal dalam mengkonsentrasikan urin. Poliuria biasa didefinisikan sebagai jumlah urin lebih dari 125 ml/jam atau 3 liter/hari. Penyebab poliuria terlazim disebabkan oleh diuresis osmotik, diuresis kerena obat, diuresis pasca penyumbatan, diabetes insipidus dan gagal ginjal bila pemberian cairan tidak mengimbangi jumlah yang dikeluarkan. Rata-rata di daerah tropik volume urin dalam 24 jam antara 800-1300 ml untuk orang dewasa. Bila didaptkan volume urin selama 24 jam lebh dari 2000 ml 34


HEPATITIS Radang hati yang disebakan oleh virus. Virus hepatitis ada beberapa macam yakni virus hepatitis A dan hepatitis B. hepatitis B lebih berbahaya daripada hepatitis A. KELAINAN/GANGGUAN PADA HATI HEMOKROMATOSIS Virus hepatitis ditemukan pertama kali oleh Blumberg dan kawan-kawantahun 1965, saat itu dikenal dengan Australia Antigen. Hepatitis B adalah suatu sindroma klinis atau patologis yang ditandai oleh berbagai tingkat peradangan dan nekrosis pada hepar, disebabkan oleh virus Hepatitis B (HBV), dimana infeksi dapat berlangsung akut atau kronik, terus - menerus tanpa penyembuhan paling sedikit enam bulan. Virus Hepatitis B menyerang sel hati. Mekanisme terjadinya hepatitis akut, kronik atau karsinoma hepatoseluler diawali oleh kerusakan sel hepar. KANKER HATI Kanker hati merupakan salah satu kanker yang berkontribusi besar terhadap angka kematian di dunia setiap tahunnya. Kanker hati yang banyak terjadi adalah hepaticullar carcinoma (HCC), yaitu efek komplikasi dari penyakit hepatitis yang telah berkembang menjadi sirosis hati. Penyakit yang mengganggu metabolisme zat besi, sehingga tubuh akan kelebihan cadangan zat besi terutama di dalam hati, yang dapat disebabkan penyakit thalassemia, sideroblastic, anemia, dan alkohol kronis Untuk terjadinya karsinoma hepatoselular belum diketahui secara pasti, dari beberapa penelitian mengungkapkan bahwa faktor penderita (umur, jenis kelamin, faktor genetik, imunologik) serta respon imun seluler terhadap antigen VHB terlibat dalam klirens virus dan bertanggung jawab atas terjadinya karsinoma. Orang yang terinfeksi virus hepatitis B lebih dari 65% asymptomatis, selebihnya berupa gejala ringan menyerupai flu,(demam, lemah pada badan, mual, muntah, sampai nyeri sendi dan berat badan menurun), Infeksi yang tersembunyi dari penyakit ini membuat sebagian orang merasa sehat dan tidak menyadari bahwa mereka terinfeksi dan berpotensi menularkan virus tersebut kepada orang lain. Selanjutnya muncul gejala akut, seperti urin kuning gelap, feses tidak berwarna, nyeri perut dan kuning 35


Empedu adalah caitan yang disekresikan hati berwarna hijau kekuningan merupakan kombinasi produksi dari hepatosit dang kolangiosit. Empedu mengandung asam empedu, kolesterol, phospholipid, toksin yang terdetoksifikasi, elektrolit, protein, dan bilirubin terkonyugasi. Gangguan dapat terjadi mulai dari membrana-basolateral dari hepatosit sampai tempat masuk saluran empedu ke dalam duodenum. Dari segi klinisn didefinisikan sebagai akumulasi zat-zat yang diekskresi ke dalam empedu seperti bilirubin, asam empedu, dan kolesterol di dalam darah dan jaringan tubuh. KELAINAN/GANGGUAN PADA HATI KOLESTASIS Berdasarkan lokasi anatomisnya kolestasis dibagi menjadi dua, yaitu yang berasal dari organ hati (kolestasis intrahepatic) dan yang berasal dari luar organ hati (kolestasis ekstrahepatik. Kolestasis intrahepatic terjadi karena adanya penumpukan komponen empedu seperti bilirubin, asam empedu serta kolesterol di dalam hati. PENYAKIT KUNING Kolestasis pada ibu hamil Kolestasis adalah kegagalan aliran cairan empedu masuk ke dalam usus halus dalam jumlah normal. Dikatakan kolestasis apabila kadar bilirubin direk melebihi 2.0 mg/dl atau 20% dari bilirubin total. Kolestasis ekstrahepatik terjadi akibat adanya penyumbatan atau kerusakan di saluran empedu. Mengenal kolestasis pada bayi Kolestasis bias terjadi pada usia berapapun, termasuk pada bayi yang baru lahir. Beberapa penelitian juga kalua bayi perempuan lebih besar peluanya dibanding nayi laki-laki. Kolestasis kehamilan intrahepatic (ICP), yang juga dikenal sebagai kolestasis obstetri adalah penyakit hati kehamilan yang terkait dengan peningkatan asam empedu serum dan peningkatan angka hasil janin yang merugikan . Disebabkan oleh tersumbatnya saluran empedu yang mengakibatkan cairan empedu tidak dapat dialirkan ke dalam usus dua belas jari, sehingga masuk ked ala darah dan warna darah menjadi kuning SIROSIS HATI Merupakan penyakit puncak dari penyakit hati yang kronis dan menyebabkan guratan pada hati, sehingga hati menjadi tidak berfungsi STEATOHEPATITIS (PERLEMAKAN HATI) Perlemakan hati disebabkan oleh penumpukan lemak di hati yang dapat menyebabkan kerusakan hati, sirosis atau jaringan parut. 36


Gejala utama yang dirasakan penderita eksim adalah rasa gatal yang berlebihan pada kulit. Lalu disertai dengan kulit memerah, bersisik dan pecah-pecah, timbul gelembunggelembung kecil yang mengandung air atau nanah. Bagian tubuh yang sering terkena eksim biasanya tangan, kaki, lipatan paha dan telinga. Eksim terbagi menjadi dua, yaitu eksim kering dan basah. Pada eksim basah, juga akan terasa panas dan dingin yang berlebihan pada kulit. KELAINAN/GANGGUAN PADA KULIT BISUL ATAU FURUKEL Bisul atau furukel adalah radang folikel rambut dan sekitarnya. Staphylococcu s aureus adalah Dinamakan penyakit kaki atlet karena kebanyakan jamur ini menyerang bagian kaki seorang olahragawan yang biasanya lembab karena rutinitas olahraganya. Jika terinfeksi jamur ini akan timbul rasa gatal, terbakar, kulit mengelupas, bahkan bisa lecet dan luka, serta menimbulkan bau tak sedap. Jamur ini timbul di area yang lembab seperti kaki para atlet, kolam renang, sungai, kaos kaki. Dan ketika jamur ini bertemu dengan sel mati dari kulit, kulit kepala, kuku dan lain-lain maka jamur tersebut akan berkembang biak dengan subur. Gelaja pada penyakit ini seperti rasa gatal, kulit mengelupas, kulit retak, rasa terbakar, pelunakan. Gejalanya berupa benjolan berisi nanah yang berukuran kecil, bengkak, dan sakit saat disentuh. Benjolan ini memiliki titik putih dibagian puncak yang kemudian akan pecah dan mengeluarka nanah. Eksem (Dermatitis) Kaki atlet (Athlete’s foot) bakteri pathogen pada manusia yang dapat menyebabkan penyakit bisul 37


KELAINAN/GANGGUAN PADA KULIT KUSTA Penyakit kusta merupakan salah satu penyakit menular kronik yang disebabkan oleh kuman Mycobacterium leprae yang intra seluler obligat menyerang saraf perifer sebagai afinitas pertama, lalu kulit dan mukosa traktus respiratorius bagian atas kemudian ke organ lain kecuali susunan saraf pusat. Hal ini juga disebabkan oleh bakteri kusta sendiri mengalami proses pembelahan yang cukup lama yaitu 2-3 minggu dan memiliki masa inkubasi 2-5 tahun bahkan lebih Besarnya frekuensi dan intensitas aktivitas pada seseorang diluar rumah misalnya dalam bekerja, bersosialisasi, dan melakukan interaksi dengan banyak orang bisa menjadi faktor risiko penularan kusta, sebab bisa jadi interaksinya tersebut dilakukan dengan orang yang sudah terinfeksi oleh bakteri kusta dan berpotensi menularkannya pada orang lain yang ada disekitarnya KLAVUS Klavus merupakan penyakit mata ikan yang disebabkan oleh virus atau bakteri, dan gesekan secara terusmenerus seperti pemakaian sepatu yang terlalu sempit. Merasakan mati rasa, baik sensasi terhadap perubahan suhu, sentuhan, tekanan ataupun rasa sakit pada bagian bercak berwarna putih. Muncul lesi berwarna pucat dan menebal pada kulit yang berbercak. Muncul luka pada bercak putih tetapi tidak terasa sakit. Pembesaran saraf yang biasanya terjadi pada daerah siku dan lutut. Merasakan kelemahan otot hingga kelumpuhan, terutama pada otot kaki dan tangan. Kehilangan alis dan bulu mata. Mata menjadi kering dan jarang mengedip hingga dapat menimbulkan kebutaan. Hilangnya jari jemari. Kerusakan pada bentuk hidung, yang dapat menimbulkan mimisan, hidung tersumbat atau kehilangan tulang hidung GEJALA Gejala penyakit kusta juga tidak Nampak jelas dan berjalan sangat lambat. PENULARAN Cara penularan bakteri ini diduga melalui cairan dari hidung yang biasanya menyebar ke udara ketika penderita bersin atau batuk, dan dihirup oleh orang lain. Bakteri tersebut tersebar kontak jangka Panjang antara orang yang rentan dengan seseorang yang memiliki penyakit kusta tapi belum diobati. 38


Faringitis merupakan radang pada faring karena infeksi. Peradangan juga dapat terjadi karena terlalu banyak merokok yang ditandai dengan rasa sakit saat menelan dan rasa kering di kerongkongan FARINGITIS KELAINAN/GANGGUAN PADA PARU - PARU Pneumonia merupakan peradangan paruparu yang diakibatkan karena infeksi virus, bakteri atau benda-benda asing yang masuk ke dalam paru-paru. Terdapat berbagai faktor risiko yang menyebabkan tingginya angka mortalitas pneumonia, pada anak balita di Negara berkembang. Faktor risiko tersebut yaitu umur, jenis kelamin, berat badan lahir, imunisasi tidak lengkap, idak mendapatkan ASI yang PNEUMONIA KANKER PARU-PARU Kanker paru-paru, biasanya diderita oleh pecandu rokok. Rokok adalah faktor utama dan risiko terbesar kanker paru. Didalam sebatang rokok mengandung 60 zat racun yang berbeda, sehingga dapat menyebabkan kanker. Zat racun tersebut dikenal sebagai zat karsinogenik. Kanker paru disebabkan oleh adanya tumor ganas yang terbentuk di dalam epitel bronkiolus ASMA Asma adalah penyempitan dan peradangan saluran pernapasan yang mengakibatkan sesak. Penderita asma akan mengalami kesukaran saat bernapas (Rochmah, dkk., 2009). Kondisi ini terjadi karena adanya kontraksi kaku dari bronkiolus. Suatu kondisi bronkus atau bronkiolus mengalami penyempitan karena alergi atau menghirup udara kotor seperti asap dan debu. Pencegahan Menjauhi faktor-faktor penyebab yang memicu timbulnya serangan asma eksklusif, status gizi kurang, defesiensi vitamin A, tingginya prevalensi kolonisasi bakteri patogen di nasofaring, orang dengan terpapar polusi udara, kepadatan hunia dan ventilasi udara rumah yang tidak baik Yuwono. Memelihara kebersihan dan menjaga daya tahan tubuh tetap kuat. Biasakan untuk mencuci tangan, makan makanan yang bergizi. Berolahraga secara teratur PENCEGAHAN PENGOBATAN Disembuhkan dengan mengkonsumsi antibiotik 39


KELAINAN/GANGGUAN PADA PARU - PARU Tuberkulosis adalah penyakit menular langsung lewat udara, pada saat penderita bersin atau batuk, kuman tersebar ke udara dalam bentuk percikan dahak. PLEURITIS Pleuritis adalah peradangan pleura atau selaput tipis yang menyelimuti paruparu. Biasanya, gejala yang ditimbulkan adalah rasa sakit di bagian dada saat menghirup udara ketika kita bernafas. TUBERKULOSSIS (TBC) Penyebab pleuritis Pleuritis terjadi jika suatu penyebab (biasanya virus atau bakteri) mengiritasi pleura, sehingga terjadi peradangan. Bila disertai dengan penimbunan cairan di rongga pleura maka disebut efusi pleura. Setelah terjadi peradangan, pleura bias normal kembali atau terjadi perlengketan. Efusi pleura, yaitu akumulasi cairan yang berlebihan di ruang pleura, menunjukan ketidakseimbangan antara pembentukan dan pengeluaran cairan pleura. Nyeri dada saat menarik dan membuang nafas Nafas cepat dan dangkal Demam dan menggigil Kehilangan nafsu makan Nyeri yang muncul pada pluritis sangat khas. Nyeri dada biasanya bersifat tajam dan bertambah hebat saat bernafas. Namun, rasa nyeri juga bias dikacaukan dengan rasa nyeri yang disebabkan oleh Peradangan disekitar jantung (perikarditis) Serangan jantung Gejala dan tanda-tanda pleuritis Penyakit ini disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Tuberculosis paru merupakan infeksi kronik yang sudah sangat lama dikenal manusia dan sekarang penyakit ini masih menjadi masalah utama kesehatan. Penyakit TBC adalah timbulnya bintil-bintil pada alveolus akibat infeksi bakteri. Jika dibiarkan akan menyebabkan paru-paru tidak berfungsi, akibatnya penderita sering mengalami kesulitan bernapas Menghindari kontak dengan penderita TBC Tidak menggunakan peralatan yang tertular penderita TBC Pencegahan 40


K E L A I N A N / G A N G G U A N P A D A P A R U - P A R U 41


TEKNOLOGI YANG BERKAITAN DENGAN KESEHATAN SISTEM EKSKRESI 42


TEKNOLOGI YANG BERKAITAN DENGAN KESEHATAN SISTEM EKSKRESI A. CANGKOK KULIT Cangkok kulit atau skin grafting adalah tindakan memindahkan sebagian atau seluruh ketebalan kulit dari donor ke resipien yang membutuhkannya. Kulit yang digunakan dapat berasal dari diri sendiri atau orang lain. Biasanya, kulit donor diambil dari paha, pantat, punggung atau perut. Perkembangan teknologi yang semakin maju sehingga menghasilkan temuam alat medis dimana teknologi tersebut sekarang ini sangat dibutuhkan untuk menangani beragam penyakit. Adapun teknologi sistem ekskresi dimanfaatkan untuk membantu fungsi sistem ekskresi tubuh yang sedang mengalamai suatu gangguan. Cangkok kulit bertujuan untuk penanganan luka bakar yang parah, dengan area luka yang luas. Selain untuk menangani berbagai luka badan, cangkok kulit juga bisa digunakan untuk operasi plastik atau bedah rekonstruktif. 43


Transplantasi ginjal adalah terapi penggantian ginjal pasien dengan ginjal lain yang berasal dari orang yang hidup atau yang sudah meninggal. Transplantsi ginjal menjadi terapi pilihan untuk sebagian besar pasien yang menderita gagal ginjal dan penyakit ginjal stadium akhir dengan tujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien. Ada serangkaian tes yang harus dilewati pasien untuk memastikan tubuhnya cocok dengan ginjal dari pendonor. Selain itu, pasien juga dianjurkan untuk berhenti merokok, membatasi minuman beralkohol, berolahraga. TEKNOLOGI YANG BERKAITAN DENGAN KESEHATAN SISTEM EKSKRESI B. Transplantasi ginjal Prosedur transplantasi ginjal Dokter bedah akan meletakkan ginjal di dalam perut sebelah bawah, kemudian menghubungkan pembuluh darah dan saluran kencing (ureter) ginjal baru tersebut ke pembuluh darah dan ureter penderita. Setelah terhubung, ginjal akan dialiri darah yang akan dibersihkan. Urin biasanya langsung diproduksi. Tetapi beberapa keadaan, urin diproduksi bahkan setelah beberapa minggu. Ginjal lama akan dibiarkan ditempanya, tetapi jika ginjal tersebut menyebabkan infeksi atau menmbulkan penyakit darah tinggi, maka harus diangkat. Transplantasi ginjal pertama sukses dilakukan pada 4 maret 1954.dan bertahan selama 8 tahun. 44


Dinamakan terapi pengganti ginjal karena ginjal yang sudah rusak akibat gagal ginjal kronis tidak dapat membaik, tetapi dapat digantikan kerjanya. Pada Transplantasi ginjal, ginjal yang sudah rusak akan digantikan kerjanya oleh ginjal donor yang cocok. Salah satu penelitian mengatakan bahwa transplantasi ginjal dapat memperpanjang hidup seseorang bila dibandingkan dengan cuci darah dan CAPD. Ginjal baru dapat diperoleh dari donor yang baru saja meninggal dunia, atau dari donor hidup. Transplantasi ginjal merupakan 1 dari 3 terapi pengganti ginjal pada penderita gagal ginjal kronis tahap akhir, selain cuci darah dan continuous ambulatory peritoneal dialysis (CAPD), atau yang dikenal dengan cuci darah lewat perut. TEKNOLOGI YANG BERKAITAN DENGAN KESEHATAN SISTEM EKSKRESI C. HEMODIALISIS Hemodialisis ini sering juga disebut dengan istilah cuci darah. Proses cuci darah ini sendiri bertujuan untuk membersihkan darah dari zat-zat sisa metabolisme melalui proses penyaringan yang terjadi di luar tubuh. Umumnya, hemodialisis dilakukan untuk menolong penderita gagal ginjal. Hemodialisis menggunakan alat yang berfungsi sebagai ginjal buatan. Alat tersebut namanya dialiser, yang berisi membran selektif permeabel dan cairan dialisat. Pada mesin juga terdapat alat pencatat serta pengontrol aliran darah, suhu dan tekanan. Obat anti pembekuan darah (heparin) juga diberikan pada pasien, untuk mencegah pembekuaan darah selama proses pencucian darah Reaksi penolakan tubuh Reaksi penolakan akut, biasanya terjadi selama 1 tahun pertama setelah transplantasi dan biasanya dapat ditangani dengan baik. Dokter dapat menilai adanya penolakan akut dari hasil pemeriksaan kadar ureum dan kreatinin dan melalui biopsi. Beberapa gejala yang dapat dirasakan oleh pasien antara lain; penurunan volume urin, rasa sakit pada ginjal. Reaksi penolakan kronis, biasanya terjadi secara perlahan-lahan dalam periode waktu yang Panjang. Penyebabnya sering kali tidak diketahui dan penanganannya sering kali kurang berhasil. 45


INDEKS Albuminuria, 31. Ansa henle, 9, 10. Anuria, 31, 34. Empedu, 6, 15, 18, 36. Diabetes mellitus , 32, 33. Diabetes insipidus, 32, 34. Epidermis, 20, 21. Faringitis , 39. Hemodialisis, 45. Hemokromatosis , 35. Hormon Antidiuretik, 13. Kolestasis , 36. Klavus , 38. Medulla , 11. Pelvis , 8, 11. Pembuluh malpighi, 29. Pleuritis , 40. Polyuria, 33, 34. Nefritis , 34. 46


GLOSARIUM Asimtomatis suatu kondisi penyakit yang sudah positif diderita, tetapi tidak memberikan gejala klinis apapun terhadap orang tersebut. Edema membengkaknya bagian tubuh tertentu karena terdapat penumpukan cairan berlebih Diensefalon, bagian dari otak yang memiliki tiga bagian utama, salah satunya adalah hipotalamus yang berperan mengatur nafsu makan, emosi, suhu tubuh jam biologis tubuh, dan produksi serta pelepasan hormon Homeostatis, keseimbangan kondisi internal tubuh Karsinoma, kanker yang berkembang dari jaringan kulit atau jaringan penyusun dinding organ. Sel Langerhans sel penghasil kekebalan tubuh Sel melanosit sel penghasil melanin yang dapat ditemui di lapisan bawah (stratum basale) epidermis kulit. Thalassemia, kelainan darah dengan kondisi jumlah protein pembawa oksigen kurang dari jumlah normal. Uretra, saluran tempat mengalirnya urin dari kandung kemih sehingga dapat dikeluarkan dari tubuh Vesika urinaria, sebuah kantong yang dibentuk oleh jaringan ikat dan polos, berfungsi sebagai tempat penyimpanan urin. 47


Daftar Pustaka Campbell, Neil A. (2008). Biologi Edisi 8. Jilid 3. Jakarta: Erlangga. Djuanda. (2011). Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin. Edisi 6. Jakarta: Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia. Ferdinand, P. Fictor. (2009). Mudah dan Aktif Belajar Biologi 2 Kelas XI SMA. Jakarta: Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional. Gobel, Yustiya C. 2018. Sistem Pakar Penyakit Liver Menggunakan KNearest Neighbors Algoritm Berbasis Website. Jurnal Ilmiah Vol. 10 No. 2. Guyton, A.C & J.E. Hall. (2007). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Edisi 9. Jakarta: EGC. Vina, Florentina & Wilson,. M.In’am Iimiawan. (2021).Hubungan Tingkat Depresi terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa pada Penderita Diabetes Melitus Tipe 2 di Poli Penyakit Dalam RSUD Sultan Syarif Mohamad Alkadrie Kota Pontianak. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan. https:// jurnal .umj.a.id/index.php/JKK/article/view/5911/4269 Purnomo. (2009). Biologi Kelas XI untuk SMA dan MA. Jakarta: Pusat Perbukuan, Departemen PendidikanNasional. Qifti, Fauziah,. Hema Malini & Hilda Yeti. (2020). Karakteristik remaja SMA dengan Faktor Risiko Diabetes Melitus di Kota Padang.Jurnal Ilmiah Universitas Batanghari Jambi 20(2) Susanti, K. N., & Azam, M. (2016). Hubungan Status Vaksinasi BCG, Riwayat Kontak, dan Personal Hygiene dengan Kusta Di Kota Pekalongan. Unnes Journal of Public Health, 5(2), 130–139. Syaifuddin. (2012). Anatomi Fisiologi Kurikulum Berbasis Kompetensi Untuk Keperawatan Dan Kebidanan. Edisi 4. Jakarta: EGC. Wijayakususma. (2005). Buku Ajar Fisiologi Kedokteran. Jakarta: EGC. 48


Click to View FlipBook Version