The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

Materi Cerita Hikayat & Cerpen Kelas X

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by syafilachabsarotulislamiyah0, 2023-10-29 02:08:31

Buku Ajar Hikayat & Cerpen

Materi Cerita Hikayat & Cerpen Kelas X

MENYUSURI NILAI DALAM CERITA LINTAS ZAMAN KELAS X SYAF I LA CHABSAROT U L I .


1 1. Pengertian Hikayat Dalam Karya Sastra Melayu hikayat berasal dari bahasa Arab hikayah, artinya kisah, cerita, atau dongeng. Dalam sastra Melayu lama, pengertian hikayat adalah cerita rekaan berbentuk prosa panjang berbahasa Melayu, yang menceritakan tentang kehebatan dan kepahlawanan orang ternama dengan segala kesaktian dan keanehan yang dimiliki. Tidak hanya itu, hikayat adalah jenis karya sastra lama yang berbentuk prosa. Hikayat biasanya mengandung nilai-nilai moral dan sering kali disampaikan secara lisan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Sedangkan menurut KBBI, hikayat adalah karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah bersifat rekaan, keagamaan, historis, biografis, atau gabungan sifat-sifat itu Hikayat biasanya dibaca untuk pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta. Orang ternama yang menjadi tokoh dalam hikayat biasanya raja, putera-puteri raja, orang-orang suci, dan sebagainya. Hikayat biasanya diawali dengan pembukaan yang panjang dan kemudian menceritakan kisah-kisah yang terkait dengan tokoh heroik atau romantis. Tokoh dalam hikayat sering kali dipandang sebagai simbol dari kebaikan atau keburukan. Lalu, cerita yang disampaikan sering kali diambil dari sejarah atau legenda masyarakat. 2. Pengertian Cerita Pendek (Cerpen) Cerpen merupakan suatu karya sastra dalam bentuk tulisan yang mengisahkan tentang sebuah cerita fiksi lalu dikemas secara pendek, jelas dan ringkas. Cerpen biasanya hanya mengisahkan cerita pendek tentang permasalahan yang dialami satu tokoh saja. I. Mengidentifikasi Ide dan Makna Kata dalam Hikayat


2 Cerpen juga bisa disebut sebagai fiksi prosa karena cerita yang disuguhkan hanya berfokus pada satu konflik permasalahan yang dialami oleh tokoh mulai dari pengenalah karakter hingga penyelesaian permasalahan yang dialami oleh tokoh. Cerpen juga terdiri tidak lebih dari 10.000 kata saja. Cerpen merupakan singkatan dari cerita pendek. Saat membaca cerpen biasanya sangat cepat selesai. Selain itu, isi pada cerpen juga sangat mudah dipahami karena ceritanya yang relatif pendek. Oleh karena itu banyak orang yang suka dengan cerita yang singkat dan tidak rumit seperti pada cerpen. Pada umumnya, permasalahan yang dikisahkan pada cerpen tidak terlalu rumit. Maka dari itu jumlah kata pada cerpen juga dibatasi. Biasanya cerpen terdiri dari berbagai kisah seperti genre percintaan, kasih sayang, jenaka, dan lainlain. Pada cerpen juga mengandung pesan dan amanat untuk para pembaca, sehingga bukan hanya terhibur saja kita bisa menerapkan setiap pesan tersebut dalam kehidupan seharari-hari. 3.Struktur Cerita hikayat dan Cerpen Ada beberapa unsur yang perlu diperhatikan dalam membuat cerita hikayat serta cerpen, yaitu: 1. Abstrak Pada dasarnya, dalam penulisan hikayat abstrak bersifat opsional. Artinya, abstraksi boleh disertakan dan boleh juga tidak. Dengan begitu, struktur abstraksi bergantung dari penulis hikayat itu sendiri. 2. Orientasi Orientasi adalah salah satu bagian teks yang berkaitan dengan beberapa aspek, mulai dari aspek waktu, tempat, dan suasana. Nah, ketiga aspek itu akan mempengaruhi penulisan hikayat.


3 3. Komplikasi Komplikasi adalah urutan kejadian yang mengaitkan antara sebab dan akibat. Komplikasi dapat juga diartikan sebagai puncak masalah dan munculnya konflik dalam alur hikayat. Nah, konflik tersebut yang sebenarnya mengeluarkan karakter dan watak asli dari tokoh yang diceritakan di dalam hikayat. 4. Evaluasi Sesuai namanya, evaluasi adalah bagian struktur dalam hikayat yang menjelaskan tentang penyelesaian atau jalan keluar dari suatu masalah. 5. Resolusi Resolusi adalah bagian yang menawarkan solusi terhadap permasalahan yang sudah diciptakan oleh penulis di dalam hikayat. Setelah kehadiran solusi, biasanya penulis akan mengarahkan hikayat pada koda. 6. Koda Istilah koda lebih tepat digunakan untuk mengartikan pesan dan amanat yang disampaikan oleh penulis. Jadi, di bagian koda para pembaca hikayat bisa mengambil pelajaran atau pesan moral. 4. Nilai-nilai dalam Hikayat Hikayat memiliki sejumlah nilai-nilai penting, baik itu kepada penulis atau para pembacanya. Untuk lebih jelasnya, berikut beberapa nilai-nilai di dalam hikayat. Sarana untuk membangkitkan semangat para pembacanya. Sebagai sarana untuk menghibur. Hikayat sering kali dijadikan sebagai sarana untuk meramaikan suatu acara atau suasana.


4 Tak hanya menghibur, hikayat disampaikan kepada masyarakat umum untuk menyampaikan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam cerita. 5.Jenis Teks Hikayat Berdasarkan Isinya Teks hikayat berdasarkan isinya terbagi lagi ke dalam beberapa jenis, seperti: Cerita rakyat Folklor atau budaya rakyat dapat meliputi cerita rakyat, legenda, musik, sejarah lisan, pepatah, lelucon, takhayul, dongeng, dan kebiasaan yang menjadi tradisi dalam suatu budaya, subbudaya, atau kelompok. Folklor juga merupakan salah satu sarana dalam penyebaran berbagai tradisi budaya. Contoh: Jaka Tarub, Sangkuriang, Joko Kendil, Malin Kundang, Danau Toba Epos India Epos India adalah cerita kepahlawanan, atau syair panjang yang menceritakan riwayat perjuangan seorang pahlawan, yang disebut juga Wiracarita. Wiracarita atau Epos, adalah sejenis karya sastra tradisional yang menceritakan kisah kepahlawanan. Contoh: Ramayana dan Mahabarata Cerita dari Jawa Cerita dari jawa merupakan salah satu cerita hikayat yang berasal dari suatu daerah (Jawa) dengan mengandung nilai unsur moral yang tertuang di dalam sebuah tulisan yang berasal dari kehidupan sosial mereka Contoh: Sangkuriang, Situ Bagendit, Misteri Telaga Warna, Si Kabayan, Ciung Wanara, Purbasari dan Purbararang. Cerita-cerita Islam Cerita hikayat islam merupakan salah satu bentuk manifestasi Islam terhadap kebudayaan dan kesusastraan Indonesia. Hikayat dikenal sebagai salah satu genre sastra yang berkembang setelah masyarakat Indonesia mengenal agama Islam. Contoh: Kisah Abu Nawas


5 Sejarah dan Biografi Cerita sejarah dan biografi, teks sejarah merupakan teks narasi yang mengandung fakta tentang tokoh, waktu, nama tempat, dan peristiwa sejarah. Sedangkan biografi merupakan tulisan yang menyajikan dan menguraikan riwayat hidup seseorang berdasarkan peristiwa yang dialami. Contoh: Kisah Epik Sukarno, Mohammad Hatta: Hidup Jujur dan Sederhana untuk Indonesia, Tan Malaka, Buya Hamka. Cerita Bertingkat Adalah jenis hikayat yang isinya mempunyai alur cerita yang bertingkat, di mana suatu tokoh mengalami satu fase ke fase lainnya, sehingga si tokoh digambarkan mengalami kisah hidup yang berat dan dramatis. Jenis hikayat ini juga bisa berbentuk sebuah cerita yang di dalamnya ada cerita lainnya. Contoh: Hikayat 1001 malam. 6. Jenis Teks Hikayat Berdasarkan Isinya Setelah mengetahui pengertian dan struktur tentang hikayat, mari kita simak salah satu contoh cerita hikayat yang terkenal, yakni Hang Tuah. Sedikit informasi, cerita hikayat ini mengisahkan seorang pejuang Melayu bernama Hang Tuah, yang dikenal sebagai salah satu pejuang terhebat di masa lalu. Hang Tuah Pada suatu ketika ada seorang pemuda yang bernama Hang Tuah, anak Hang Mahmud. Mereka bertempat tinggal di Sungai Duyung. Pada saat itu, semua orang di Sungai Duyung mendengar kabar tentang Raja Bintan yang baik dan sopan kepada semua rakyatnya. Ketika Hang Mahmud mendengar kabar itu, Hang Mahmud berkata kepada istrinya yang bernama Dang Merdu, "Ayo kita pergi ke Bintan, negeri yang besar itu, apalagi kita ini orang yang miskin. Lebih baik kita pergi ke Bintan agar lebih


6 mudah mencari pekerjaan." Lalu pada malam harinya, Hang Mahmud bermimpi bulan turun dari langit. Cahayanya penuh di atas kepala Hang Tuah. Hang Mahmud pun terbangun dan mengangkat anaknya serta menciumnya. Seluruh tubuh Hang Tuah berbau seperti wangi-wangian. Siang harinya, Hang Mahmud pun menceritakan mimpinya kepada istri dan anaknya. Setelah mendengar kata suaminya, Dang Merdu pun langsung memandikan dan melulurkan anaknya. Setelah itu, ia memberikan anaknya itu kain, baju, dan ikat kepala serba putih. Lalu Dang Merdu memberi makan Hang Tuah nasi kunyit dan telur ayam, ibunya juga memanggil para pemuka agama untuk mendoakan selamatan untuk Hang Tuah. Setelah selesai dipeluknyalah anaknya itu. Lalu kata Hang Mahmud kepada istrinya, "Adapun anak kita ini kita jaga baik-baik, jangan diberi main jauh-jauh." Keesokan harinya, seperti biasa Hang Tuah membelah kayu untuk persediaan. Lalu ada pemberontak yang datang ke tengah pasar, banyak orang yang mati dan luka-luka. Orang-orang pemilik toko meninggalkan tokonya dan melarikan diri ke kampong. Gemparlah negeri Bintan itu dan terjadi kekacauan di mana-mana. Ada seorang yang sedang melarikan diri berkata kepada Hang Tuah, "Hai, Hang Tuah, hendak matikah kau tidak mau masuk ke kampung?" Maka kata Hang Tuah sambil membelah kayu, "Negeri ini memiliki prajurit dan pegawai yang akan membunuh, ia pun akan mati olehnya." Waktu ia sedang berbicara, ibunya melihat bahwa pemberontak itu menuju Hang Tuah sambil menghunuskan kerisnya. Maka ibunya berteriak dari atas toko, katanya, "Hai, anakku, cepat lari ke atas toko!" Hang Tuah mendengarkan kata ibunya, ia pun langsung bangkit berdiri dan memegang kapaknya menunggu amarah pemberontak itu. Pemberontak itu datang ke hadapan Hang Tuah lalu menikamnya bertubi-tubi. Maka Hang Tuah pun melompat dan mengelak dari tikaman orang itu. Hang Tuah lalu mengayunkan kapaknya ke kepala orang itu, lalu terbelah kepala orang itu dan mati.


7 Maka kata seorang anak yang menyaksikannya, "Dia akan menjadi perwira besar di tanah Melayu ini." Terdengarlah berita itu oleh keempat kawannya, Hang Jebat, Hang Kasturi, Hang Lekir, dan Hang Lekiu. Mereka pun langsung berlarilari mendapatkan Hang Tuah. Hang Jebat dan Hang Kesturi bertanya kepadanya, "Apakah benar engkau membunuh pemberontak dengan kapak?" Hang Tuah pun tersenyum dan menjawab, "Pemberontak itu tidak pantas dibunuh dengan keris, melainkan dengan kapak untuk kayu." Kemudian karena kejadian itu, baginda raja sangat mensyukuri adanya sang Hang Tuah. Jika ia tidak datang ke istana, pasti ia akan dipanggil oleh Sang Raja. Maka Tumenggung pun berdiskusi dengan pegawai-pegawai lain yang juga iri hati kepada Hang Tuah. Setelah diskusi itu, datanglah mereka ke hadapan Sang Raja. Maka saat sang Baginda sedang duduk di tahtanya bersama para bawahannya, Tumenggung dan segala pegawai-pegawainya datang berlutut, lalu menyembah Sang Raja, "Hormat tuanku, saya mohon ampun dan berkat, ada banyak berita tentang pengkhianatan yang sampai kepada saya. Berita-berita itu sudah lama saya dengar dari para pegawai-pegawai saya." Setelah Sang Baginda mendengar hal itu, maka Raja pun terkejut lalu bertanya, "Hai kalian semua, apa saja yang telah kalian ketahui?" Maka seluruh menteri-menteri itu menjawab, "Hormat tuanku, pegawai saya yang hina tidak berani datang, tetapi dia yang berkuasa itulah yang melakukan hal ini." Maka Baginda bertitah, "Hai Tumenggung, katakan saja, kita akan membalasnya." Maka Tumenggung menjawab, "Hormat tuanku, saya mohon ampun dan berkat, untuk datang saja hamba takut karena yang melakukan hal itu, tuan sangat


8 menyukainya. Baiklah kalau tuan percaya pada perkataan saya karena jika tidak, alangkah buruknya nama baik hamba, seolah-olah menjelek-jelekkan orang itu." Setelah Baginda mendengar kata-kata Tumenggung yang sedemikian itu, maka Baginda bertitah, "Siapakah orang itu, Sang Hang Tuah kah?" Maka Tumenggung menjawab, "Siapa lagi yang berani melakukannya selain Hang Tuah itu. Saat pegawai-pegawai hamba memberitahukan hal ini pada hamba, hamba sendiri juga tidak percaya, lalu hamba melihat Hang Tuah sedang berbicara dengan seorang perempuan di istana tuan ini. Perempuan tersebut bernama Dang Setia. Hamba takut ia melakukan sesuatu pada perempuan itu, maka hamba dengan dikawal datang untuk mengawasi mereka." Setelah Baginda mendengar hal itu, murkalah ia, sampai mukanya berwarna merah padam. Lalu ia bertitah kepada para pegawai yang berhati jahat itu, "Pergilah, singkirkanlah Si Durhaka itu!" Maka Hang Tuah pun tidak pernah terdengar lagi di dalam negeri itu, tetapi si Tuah tidak mati karena si Tuah itu perwira besar, apalagi dia menjadi wali Allah. Kabarnya sekarang ini Hang Tuah berada di puncak dulu Sungai Perak, di sana ia duduk menjadi raja segala Batak dan orang hutan. Sekarang pun Raja ingin bertemu dengan seseorang, lalu ditanyainya orang itu dan ia berkata, "Tidakkah Tuan ingin mempunyai istri?" Lalu jawabnya, "Saya tidak ingin mempunyai istri lagi."


9 Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Pengayaan Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat! 1. Definisikan pengertian dari cerita hikayat dan cerpen menurut pendapat pribadi kalian? 2. Buatlah bagan struktur dari cerita hikayat serta berikan penjelasan singkat! 3. Cerita hikayat biasanya disampaikan kepada masyarakat umum untuk menyampaikan nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam cerita. Bagaimanakah cara memunculkan nilai luhur lewat sebuah cerita hikayat? 4. Apakah cerita hikayat harus dituliskan secara realita sesuai dengan keadaan lingkungan sekitar yang sebenarnya? Berikan Pendapat Kalian? 5. Uraikan unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik dalam sebuah cerita hikayat! berikah penjelasan dengan bahasa kalian sendiri! Remidial 1. Carilah sebuah cerita hikayat 2. Analisisnlah ide dan makna yang terdapat di dalam cerita hikayat 3. Analisislah unsur kebahasan yang digunakan dalam penulisan cerita hikayat tersebut 4. Carilah milai moral yang terkandung di dalam cerita hikayat tersebut, dan kaitkan kepada kehidupan sosial masyarakat LATIHAN SOAL 1


10 GLOSARIUM Abstrak : Abstrak adalah suatu penjelasan singkat mengenai isi pada suatu artikel atau tulisan. Biasanya abstrak ini terdapat pada awal bagian suatu tulisan sebelum bab pembahasan yang akan menjelaskan secara singkat kepada pembaca. Komplikasi : Konflik, cerita imajinasi akan memasuki bagian cerita dinamakan komplikasi. Bagian komplikasi berisi hubungan sebab akibat sehingga memunculkan masalah, masalah menjadi semakin rumit, dan masalah mencapai puncaknya. Epos : Epos atau epik adalah sejenis karya sastra tradisional yang menceritakan kisah kepahlawanan. Epos ini sering kali dinyatakan dalam bentuk syair. Beberapa contoh epos terkenal adalah Ramayana, Mahabharata, Illiad, Odysseus, La Chanson de Roland, La Galigo, dan Hikayat Hang Tuah. Biografi : Biografi adalah karya sastra yang berisikan riwayat hidup seorang tokoh yang dianggap penting oleh masyarakat tertentu. Penulisan biografi umumnya untuk menyampaik sesuatu hal yang sifatnya istimewa yang dimiliki oleh seorang tokoh. Dalam sejarah, biografi merupakan pengembangan dari otobiografi masa aprasejarah. Resolusi : Bagian resolusi berisi penyelesaian masalah dari konflik yang terjadi dan timbulnya kesadaran tokoh. Biasanya di bagian ini pembaca dapat memetik pelajaran dari cerita imajinasi tersebut.


11 7.Karakteristik Cerpen Masyarakat Indonesia pastinya sangat familiar dengan cerpen atau cerita pendek. Cerita pendek adalah jenis naskah cerita yang disampaikan dengan lugas dan memiliki ukuran yang cukup pendek. Sehingga jenis cerita yang satu ini sangat beredar luas di Indonesia sebagai sarana menyebarluaskan nilai-nilai moral yang akan disampaikan penulis. Jika Anda membaca sebuah cerita yang berukuran cukup pendek, bisa jadi cerita tersebut merupakan cerpen. Namun tidak hanya itu, ada beberapa poin lain yang menjadi ciri-ciri penting sebuah cerpen yang harus Anda kenali sejak dini. Ciri tersebut antara lain: Karakteristik Cerpen Ceritanya Fiktif Ciri-ciri cerpen yang pertama, yaitu ceritanya fiktif atau tidak terjadi di dunia nyata. Dan benar saja, hampir semua cerpen menceritakan kisah yang tidak terjadi di dunia nyata, alias fiksi belaka. Sehingga jika membuat sebuah cerpen, hendaknya yang tidak benar-benar ada kejadiannya di dunia nyata. Walaupun begitu, cerita pendek dibuat semirip mungkin dengan kejadian di dunia nyata. Namun begitu, tidak sedikit pula pembuat cerita pendek yang membuat cerita bergenre fantasi yang bisa dikatakan mustahil untuk terjadi di dunia nyata. Dan inilah yang membedakan cerpen dengan jenis cerita lainnya. Berfokus Pada Satu Berbeda dengan novel, cerita pendek biasanya berfokus pada satu aspek cerita. Inilah yang membuat cerpen begitu disukai, karena penyampaian ceritanya begitu jelas dan to the point. Dan jenis cerita yang satu ini banyak digunakan oleh para tenaga pengajar ketika II. Membandingkan Karakterisasi dan Plot pada Hikayat dan Cerpen


12 Aspek Cerita hendak menyampaikan pesan moral tertentu. Tak heran jika cerpen banyak didapati pada buku pelajaran di sekolah. Mengungkapkan Masalah Yang Terbatas Pada Hal Penting Saja Sebuah cerita pendek bisa dikatakan lebih seperti penyampai suatu aspek cerita, sehingga nantinya hanya masalah penting saja yang disorot serta dijabarkan. Poin yang satu ini seperti poin sebelumnya, dan semakin jelas jika cerpen adalah jenis cerita yang dijabarkan secara to the point. Tidak bertele-tele, tidak terlalu banyak penjelasan, dan tidak membuat pusing pembaca. Biasanya hal-hal penting dalam sebuah cerpen diceritakan begitu bagian pembukaan yang singkat telah selesai ditulis. Dan hal terpenting dalam sebuah cerita pendek biasanya ada pada bagian konfliknya. Selain itu, bagian solusi atau penyelesaian konflik juga menjadi bagian terpenting yang dijelaskan dengan bahasa yang lugas namun tetap memiliki unsur sastra. Peristiwa Disajikan Dengan Cermat Dan Jelas Sama yang telah kami beritahukan sebelumnya, cerita pendek biasanya dijelaskan dengan bahasa yang lugas dan langsung pada intinya. Selain itu, cerpen juga biasanya disajikan dengan bahasa yang cukup jelas dan mudah dimengerti. Kalimat yang bertele-tele seperti penjelasan pada novel tidak terlalu cocok diaplikasikan pada cerita. Dengan begitu, nantinya siapapun yang membaca cerita pendek tersebut akan dengan mudah menerka maksud yang ingin disampaikan penulis. Namun itulah esensi sebenarnya dari cerita pendek. Karena para pembaca bisa dengan mudah menangkap maksud cerita yang disampaikan nantinya. Pelajari cara pembuatan cerpet dengan baik pada buku Pembelajaran Cerpen. Penokohannya Sederhana Cerita pendek memiliki panjang kurang dari 10.000 kata, demikianlah kata para ahli. Dan dalam rentang cerita yang sepanjang itu, tentu saja penokohan dalam cerita pendek tidak serumit dalam novel. Bahkan mungkin ketika membuat kerangka cerita, penulis hanya menyoroti sebagian kecil dari karakter tokoh untuk dimasukkan dalam cerita. Contohnya, seorang perempuan dengan tubuh jangkung yang suka mencuri. Ada pula tokoh lain yang diceritakan bertubuh pendek dan murah hati. Dengan penokohan yang sederhana, nantinya cerita pendek akan bisa disampaikan to the point


13 tanpa bertele-tele. Para pembaca juga bisa dengan mudah mengidentifikasi alur cerita karena penokohan yang sederhana. Tidak Menggambarkan Kisah Semua Tokoh Ciri lainnya, sebuah cerpen digambarkan sebagai sebuah cerita yang hanya menceritakan sekelumit kisah dari beberapa tokoh saja. Walaupun misalnya ada 5 tokoh yang diceritakan dalam cerita tersebut, akan tetapi nantinya akhir dari cerita kemungkinan menceritakan 2 atau 3 tokoh dari keseluruhan tokoh. Penulisan cerita pendek yang tidak menggambarkan keseluruhan cerita dari tokoh yang ditampilkan menjadikan cerita jenis ini cukup pendek dan disukai. Cerpen juga memiliki ciri khas tersendiri yang membuatnya banyak ditampilkan terutama pada buku bahasa Indonesia di sekolah-sekolah. Jumlah Katanya Pendek Atau Singkat Cerita pendek memiliki panjang yang lebih sedikit dibandingkan dengan novel. Bahkan ada yang membuat cerita pendek hanya dengan panjang kata sekitar 300 – 500 kata saja. Namun yang paling umum, cerita pendek tidak dibuat lebih dari 10.000 kata, membuat jenis cerita yang satu ini cukup disukai. Biasanya cerita pendek juga dijadikan sarana belajar anak SD – SMA agar nantinya bisa memperoleh informasi tertentu. Tak heran jika jenis cerita yang satu ini sering ditampilkan di buku-buku sekolah terutama pada buku bahasa Indonesia. Selain itu, jenis cerita yang satu ini juga ditampilkan untuk menyampaikan pesan moral tertentu yang harapannya akan dijadikan sarana belajar para pembaca. Habis Sekali Duduk Berbeda dengan karya sastra novel atau cerita bersambung atau cerbung, cerpen memiliki sifat yang habis dibaca sekali duduk. Artinya saat membaca cerpen akan langsung selesai dan bisa memperoleh isi keseluruhan cerita dalam satu waktu membaca. Habis sekali duduk adalah ciri-ciri cerpen yang paling umum ditemukan karena cerpen memang memiliki bentuk tekstual yang lebih pendek daripada karya sastra novel. Temukan berbagai cerita pendek pilihan pada buku Cerpen Pilihan Kompas 2020: Macan yang menceritakan situasi pandemi yang menyapu dunia saat ini.


14 8.Karekteristik Hikayat Hikayat juga termasuk ke dalam jenis cerita rakyat. Melansir Modul Pembelajaran Bahasa Indonesia Kelas X yang diterbitkan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, hikayat merupakan karya sastra lama Melayu berbentuk prosa yang berisi cerita, undang-undang, dan silsilah. Prosa ini bersifat rekaan, historis, keagamaan, biografis atau gabungan sifat-sifat tersebut. Hikayat berfungsi untuk menumbuhkan jiwa kepahlawanan dan sebagai sarana hiburan. Prosa Melayu ini umumnya dibaca sebagai pelipur lara, pembangkit semangat juang, atau sekadar untuk meramaikan pesta. Pada zaman dahulu, hikayat sering disajikan pada saat hati sedang gundah, gelisah, dapat juga untuk menghibur teman atau dibacakan pada saat perang untuk mengobarkan api semangat para pahlawan. Beberapa karakteristik yang terdapat di dalam cerita hikayat akan diuraikan dalam tabel berikut ini. 1. Kemustahilan Karakteristik hikayat yang paling umum adalah kemustahilan, baik dari segi bahasa maupun dari segi cerita. Artinya, cerita yang disampaikan dalam bentuk hikayat tidak logis atau tidak bisa dinalar. 2. Kesaktian Seringkali dapat kita temukan kesaktian para tokoh dalam sebuah hikayat. Karakteristik jenis ini mudah ditemukan dalam hikayat yang mengisahkan raja. 3. Anonim Maksudnya adalah tidak diketahui secara jelas nama pencerita atau pengarangnya. Hal tersebut disebabkan cerita disampaikan secara lisan. Dahulu masyarakat


15 mempercayai bahwa cerita yang disampaikan adalah nyata dan tidak ada yang sengaja mengarang. 4. Istana Sentris Hikayat seringkali bertema dan berlatar kerajaan. Selain itu, latar tempat dalam cerita tersebut adalah negeri yang dipimpin oleh raja dalam suatu kerajaan. 5. Tradisional Karakteristik hikayat lainnya adalah tradisional, yakni mempertahankan kebiasaan masyarakat zaman dulu atau adat istiadat. Hal ini menjadikan karya tersebut klise dalam susunan atau cara pengungkapannya. 6. Mendidik Moral atau Religius Nilai moral merupakan unsur ekstrinsik yang mempengaruhi karya sastra. Umumnya, para penulis tidak menuliskan nilai tersebut secara eksplisit, melainkan tersirat dalam cerita. Untuk itu, apabila detikers ingin mengenalinya, maka dapat membaca karya tersebut secara tuntas terlebih dahulu. Dengan demikian, nilai-nilai kehidupan yang mewarnai cerita tersebut dapat dirasakan oleh pembacanya. 9.Jenis-jenis Plot Alur cerita atau plot adalah struktur rangkaian kejadian-kejadian dalam suatu cerita yang tersusun secara kronologis. Sebagian masyarakat yang memiliki ketertarikan dalam karya sastra dan sejenisnya. Alur cerita merupakan salah satu unsur intrinsik yang terdapat dalam karya sastra. Umumnya alur cerita diperlukan guna membuat suatu cerita dapat dinikmati dan menjadi lebih menarik. Secara sederhana, alur atau jalan cerita adalah urutan alias serangkaian peristiwa yang membentuk sebuah cerita menjadi kesatuan yang utuh.


16 Untuk penggambaran alur cerita maju yang digunakan dalam sebuah novel akan disajikan dalam diagram berikut. Gambar 1. Sumber: https://www.rctiplus.com/news/detail/nasional/3138134/alur-cerita:- pengertian-jenis-contoh-fungsi-dan-tahapannya. 1. Alur 1 Alur maju dalam sebuah cerita dapat pula disebut dengan istilah progresif, yaitu tindakan atau peristiwa yang memuncak pada akhir cerita. Jalan cerita jenis ini merupakan rangkaian yang dimulai secara teratur dari awal sampai dengan akhir. Dalam penggambaran diagram plot di atas alur maju terbagi menjadi beberapa tahapan yaitu : a. Pengenalan Rangkaian Kejadian – Klimaks – Resolusi b. Mulai Terjadi Masalah – Klimaks - Resolusi c. Pengenalan – Rangkaian Kejadian - Klimaks Untuk penjelasan terkait bagaimana penggunaan plot dalam sebuah cerita cerpen akan diuraikan dalam tabel berikut dengan sistematika penulisan yang berbeda dalam setiap alur.


17 Alur 1 Pengenalan Rangkaian Kejadian Klimaks (Puncak Permasalahan/konflik) Resolusi (Penyelesaian) Pada cerita yang memiliki alur maju, biasanya akan diberi sebuah penggambaran di awal cerita. Sehingga pembawa akan disuguhkan kejadian awal dimulainya sebuah permasalahan. Setelah pengenalan awal rangkaian kejadian, pada cerita alur maju akan disuguhkan konflik yang terjadi di dalam cerita tersebut yang akan menjadi point utama dalam permasalahan sebuah cerita. Ketika semua konflik/permasalahan dimunculkan. Pada cerita yang memiliki alur maju, maka di akhir cerita akan disuguhkan sebuah penyelesaian dari konflik cerita yang dibahas sebelumnya. Alur 2 Mulai Terjadi Masalah Klimaks (Puncak Permasalahan/konflik) Resolusi (Penyelesaian) Pada awal cerita, biasanya penulis mulai memunculkan masalah yang di hadapi oleh tokoh yang diceritakannya. Permasalahan tersebut biasanya digambarkan langsung pada awal kalimat. Setelah memberikan sebuah inti permasalahan pada sebuah cerita, penulis biasanya akan memberikan puncak permasalahan/konflik di tengah-tengah bagian cerita. Biasanya apabila pada awal kalimat sudah dihadirkan pokok permasalahan, maka dalam tahapan ini, puncak permasalahan akan dihadirkan dengan memberikan sebuah kesan emosi yang cukup kompleks sehingga cerita yang dituliskan akan semakin hidup dengan adanya konflik yang menggebu-gebu. Pada tahapan ini, penulis akan mulai memberikan inti penyelesaian yang telah dibuat sebelumnya pada cerita. Setelah penulis meluapkan segala bentuk emosi yang menciptakan sebuah konflik, maka dalam tahapan ini penulis mulai menghadirkan sebuah solusi dari konflik cerita sebelumnya yang telah dibuat. Pada tahap resolusi ini, penulis berusaha memadamkan sebuah konflik yang telah di buatnya dengan solusi sebagai bagian akhir.


18 Alur 3 Pengenalan Rangkaian Kejadian Klimaks (Puncak Permasalahan/konflik) Pada tahapan ini, seorang penulis menunjukkan sebuah pengenalan mulai dari karakter tokoh hingga kepada peran yang akan diceritakannnya. Setelah pada tahapan pengenalan, seorang penulis memberikan sebuah rangkaian kegiatan berupa permasalahan awal yang terjadi di antara tokoh. Rangkaian kejadian digambarkan dengan permasalahan rendah, sedang, hingga kepada permasalahan yang berat. Ketika permasalahan telah dimunculkan, seorang penulis akan memunculkan konflik yang membuat pembaca semakin penasaran dan dilanjutkan dengan akhiran yang bersifat singkat. 10. Cara menuliskan sebuah cerita pendek dengan menggunakan plot Sebuah cerita pendek yang bagus membawa pembaca ke dalam dunianya dengan cepat dan menarik perhatian mereka sepanjang cerita. Membuat plot cerita pendek tidak harus melibatkan daftar poin plot yang lengkap, maksudnya dapat secara sederhana mengetahui beberapa momen penting yang ingin diceritakan , atau membuat sketsa rangkaian peristiwa yang mungkin anda acak-acakan nanti di cerita pendek. Tidak hanya itu, dalam menuliskan sebuah cerpen tentu terdapat proses revisi. Anda pasti akan membuat perubahan pada rencana awal Anda, dan ini adalah hal yang baik. Cerpen yang anda buat akan selalu berakhir dengan halhal yang tidak pernah Anda bayangkan pada awalnya, jadi jika Anda seorang pembuat plot maka adnda harus menentukan bagaimana plot yang akan disajikan dalam sebuah cerita pendek. Sehingga cerita yang anda buat akan memiliki sebuah ciri khas yang unik sehingga menarik untuk dibaca, karena pada dasarnya cerpen yang baik adalah cerpen yang menggunakan imajinasi dari penulis itu sendiri, baik secara nyata ataupun sekedar fiksi belaka. Untuk menuliskan sebuah cerita pendek, kalian perlu memperhatikan beberapa hal agar cerita yang dibuat menarik, beberapa hal yang harus diperhatikan adalah:


19 1. Bertukar pikiran Anda tidak perlu menyiapkan banyak ide cerita pendek dalam waktu singkat. Yang Anda butuhkan hanyalah satu konsep yang solid. Ketika sebuah ide muncul di benak Anda, duduklah dan kembangkan ide tersebut. Gunakan petunjuk menulis untuk memicu ide. Catat karakter, latar, atau potongan dialog apa pun yang Anda lihat. 2. Tuliskan konflik utama Fondasi dari konflik atau tema utama Anda sering kali membentuk aksi yang meningkat dalam sebuah cerita pendek. Untuk menciptakan ketegangan dan gerakan, Anda harus tahu persis apa yang karakter Anda inginkan dan apa yang menghalangi mereka untuk mendapatkannya. Konflik bisa bersifat internal atau eksternal , jadi bayangkan pada tahap apa pembaca akan bertemu dengan karakter Anda. (Konflik eksternal, adalah konflik yang terjadi antara seorang tokoh dengan sesuatu di luar dirinya, mungkin dengan lingkungan alam atau mungkin dengan lingkungan manusia. Sedangkan, konflik internal adalah konflik kejiwaan, masalah muncul akibat adanya pertentangan antara manusia dengan dirinya sendiri). 3. Buatlah outline singkat Buat sketsa alur peristiwa yang akan dimuat dalam cerita pendek Anda, termasuk interaksi antar karakter dan momen-momen penting. Catatlah ciri-ciri dan ciriciri yang dapat diidentifikasi—tetapi ketika akan membuat draf, pilihlah momen-momen latar cerita Anda dengan hati-hati: Agar dapat berhasil, sebuah informasi harus berkontribusi pada peristiwa-peristiwa utama cerita dalam beberapa cara. 4. Pilih sudut pandang Banyak cerita pendek yang cocok digunakan dengan sudut pandang orang pertama karena singkatnya gaya sketsa, namun tidak ada aturan tegas yang mengharuskan cerita Anda: Jika cerita Anda perlu diceritakan dalam sudut pandang orang kedua atau ketiga, itu juga bisa digunakan. Terlepas dari POV mana yang Anda pilih, biasanya yang terbaik adalah memusatkan narasi tersebut pada satu karakter utama untuk memastikan pembacaan yang konsisten mengenai situasi yang ada dan pemahaman yang jelas tentang taruhannya bagi pembaca.


20 5. Pilih struktur cerita yang tepat Cerita pendek adalah tempat yang tepat untuk melepaskan cengkeraman Anda pada aturan struktur. Anda bisa melakukannya secara linier atau menggunakan narasi nonlinier. Cerita Anda mungkin menampilkan alur naratif penuh, atau hanya satu momen penting di dalamnya. Anda dapat mencoba memulai cerita Anda dengan membuka cerita di tengahtengah aksi atau mengawalinya dengan sebuah kejadian yang memicu. Karena pada dasarnya cerita pendek memberikan kebebasan penulis untuk bereksperimen.


21 Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Pengayaan Jawablah pertanyaan di bawah ini dengan tepat! 1. Definisikan pengertian dari cerita hikayat dan cerpen menurut pendapat pribadi kalian serta berikan 2 pendapat para ahli? 2. Jelaskan secara singkat ciri-ciri apa saja yang dimiliki oleh teks hikayat! 3. Sebutkan apa saja langkah yang perlu untuk diperhatikan sebelum menceritakan isi dari sebuah teks hikayat! 4. Berikan pendapat kalian mengenai perbedaan antara sage dan legenda! 5. Jelaskan secara singkat apa perbedaan yang dimiliki oleh amanat dan nilai! berikah penjelasan dengan bahasa kalian sendiri! Perhatikan kutipan cerpen berikut untuk soal 6-10! Setibanya Pak Usman di restoran kecil sepulang dari sekolah, Larasati segera memulai pembicaraan. "Sebelum membicarakan soal Diah, saya perlu menjelaskan menggapa saya tidak mau membicarakan hal ini di sekolah karena saya ingin saya bicarakan adalah masalah yang harus diselesaikan dengan kacamata kemanusiaan, bukan kedinasan." "Maksud ibu apa?" "Saya khawatir, keinginan Bapak untuk menghabisi Diah itu karena kebencian Bapak terhadap saya. Selama ini orang kan tahu saya sangat perhatin terhadap Diah. Dia anak yang lemah Pak, sudah mengalami berbagai cobaan hidup, sering murung karena menerima beban yang terlalu banyak dalam hidupnya." 6. Bagaimanakah penggambaran sifat tokoh Larasati berdasarkan kutipan di atas adalah? Jelaskan! 7. arakter tokoh Pak Usman dalam kutipan cerpen di atas memiliki sifat seperti apa? Jelaskan! 8. Bagaimana gambaran karakter tokoh Diah dalam cerpen di atas? Jelaskan! LATIHAN SOAL 2


22 9. Identifikasilah kedudukan tokoh Pak Usman dan Larasati dalam kutipan cerpen di atas! 10. Pesan moral apakah yang dapat dipetik dalam kutipan cerpen di atas? Jelaskan! Remidial 1. Carilah 2 buah cerita pendek (cerpen)! 2. Identifikasilah unsur penokohan hingga karakteristik tokoh di dalamnya! 3. Analisislah unsur kebahasan yang digunakan dalam penulisan kedua cerita pendek (cerpen) tersebut! 4. Carilah milai moral, persamaan, hingga perbedaan dari kedua cerita pendek (cerpen) tersebut!


23 GLOSARIUM Mite : Mitos atau mite adalah bagian dari suatu folklor yang berupa kisah berlatar masa lampau, mengandung penafsiran tentang alam semesta, serta dianggap benar-benar terjadi oleh yang punya cerita atau penganutnya. Dalam pengertian yang lebih luas, mitos dapat mengacu kepada cerita tradisional. Fabel : Fabel adalah cerita yang menceritakan kehidupan hewan yang berperilaku menyerupai manusia. Fabel adalah cerita fiksi atau khayalan belaka. Kadang kala fabel memasukkan karakter minoritas berupa manusia. Cerita fabel juga sering disebut cerita moral karena mengandung pesan yang berkaitan dengan moral. Ekstrinsik : Unsur ekstrinsik merupakan unsur luar yang berada dalam sebuah cerita yang juga ikut membangun jalannya suatu cerita. Intrinsik : Unsur intrinsik adalah unsur yang terkandung dan mampu membangun cerita dari dalam. Anonim : Anonim artinya tidak diketahui secara jelas siapa nama pencerita atau pengarang cerita tersebut. Penyebabnya, cerita rakyat hikayat biasanya disampaikan secara lisan. Plot : Alur atau Plot adalah rangkaian peristiwa yang direka dan dijalin sedemikian rupa sehingga menggerakkan jalan cerita, dari awal, tengah, hingga mencapai klimaks dan akhir cerita. Klimaks : Klimaks merupakan tahapan puncak dari konflik yang ada. Tahapan ini adalah tahap puncak dari ketegangan yang terjadi mulai dari awal cerita. Resolusi : Resolusi pada teks cerpen adalah tahapan di mana tokoh mengungkap solusi dari masalah yang dialami.


24 1.Definisi Kaidah Bahasa Setiap teks atau naskah memiliki kaidah kebahasaan masing-masing yang disesuaikan dengan jenis dan tujuannya. Kaidah kebahasaan dari setiap teks perlu dipahami agar dapat membuat jenis teks dengan baik dan tentunya sesuai dengan tujuannya. Kaidah kebahasaan secara sederhana adalah sejumlah aturan yang dijadikan sebagai pedoman dalam suatu karya sastra, termasuk dalam pembuatan suatu cerita sastra. Jika ditelaah secara etimologi (bahasa), kaidah kebahasaan berasal dari dua kata, yakni kaidah dan kebahasaan. Kedua kata tersebut memiliki makna yang berbeda lalu membentuk suatu istilah yang mempunyai makna tersendiri. Kaidah adalah rumusan asas yang menjadi hukum atau aturan yang sudah pasti atau patokan, sedangkan kebahasaan adalah suatu hal yang berkaitan dengan bahasa (perihal bahasa). Berdasarkan penjelasan etimologi di atas, dapat disimpulkan bahwa kaidah kebahasaan adalah suatu aturan dalam penggunaan suatu bahasa untuk membentuk tata bahasa yang baik. Menurut Taufiqur Rahman dan Hamidulloh Ibda dalam buku yang berjudul Teks dalam Kajian Struktur dan Kebahasaan, kaidah kebahasaan adalah aturan-aturan mendasar yang menjadi standar untuk dipakai dalam pemahaman bahasa. Kaidah kebahasaan juga digunakan untuk memahami bagaimana ketentuan mengatur tata cara berbahasa baik secara lisan maupun tulisan. Dalam suatu teks, kaidah kebahasaan dapat digunakan menjadi ciri-ciri atau karakteristik yang membedakan teks tersebut dengan jenis teks lainnya. 2.Kaidah Bahasa dan Struktur dalam Sebuah Cerita Hikayat Di Indonesia, terdapat berbagai macam jenis karya sastra. Salah satu di antara karya sastra tersebut adalah hikayat. Hikayat sering kita temukan pada III. Menggunakan Kaidah Bahasa dalam Hikayat dan Cerpen


25 buku-buku, terutama buku karya sastra dan buku pelajaran di sekolah. Secara universal, hikayat dapat di definisikan sebagai jenis prosa dalam karya sastra Melayu Lama yang berisikan (fiksi), riwayat, sejarah, atau kisah kerajaan. Kaidah kebahasaan teks hikayat berbeda dengan kaidah kebahasaan teks lainnya, yakni: Menggunakan kata-kata arkais Teks hikayat menggunakan kata-kata arkais, yaitu kata-kata yang sudah jarang digunakan di Indonesia atau bahkan asing bagi masyarakat karena hikayat memiliki umur yang lebih tua dari Indonesia dan bahasa telah berkembang semenjak itu. Menggunakan banyak konjungsi Teks hikayat menggunakan banyak konjungsi atau kata penghubung pada kalimatnya. Menggunakan majas Pada cerita hikayat, banyak ditemukan jenis-jenis majas untuk memperluas gaya bahasa kisah hikayat. Setelah mengetahui kaidah kebahasaan teks hikayat, berikut contoh teks hikayat singkat menurut C. Hooykaas. Maka kata mualim, “Hai Panglima kami! Sehari semalam lagi berlayar maka kita bertemu dengan sebuah pulau. Tiga hari tiga malam lagi maka sampailah ke jajahan Benua Keling. Daripada jajahan itu tujuh malam maka sampailah ke kuala Benua Keling.” Maka Laksamana pun berdiam dirilah. Maka antara sehari semalam maka kelihatanlah suatu rupa, seperti gajah kelihatan dari jauh. Maka Laksamana pun bertanya, “Hai, Mualim, pulau apa namanya itu?” Maka kata mualim itu, “Hai, Panglima kami, itulah pulau yang bernama Biram Dewa itu. Adapun di pulau itu tiada pernah orang singgah.”


26 3.Kaidah Bahasa dan Struktur Penyusunan dalam Sebuah Cerpen Penting diketahui, cerpen memiliki kaidah kebahasaan terkait cara pembuatan atau penulisan cerpen. Secara sederhana, kaidah dapat diartikan sebagai patokan atau aturan yang telah baku dalam penulisan sebuah teks. Sebagai salah satu teks karya sastra, cerpen juga memiliki kaidah ini yang membedakannya dengan bentuk karya sastra lainnya. Kaidah kebahasaan cerpen dapat pula disebut sebagai ciri atau karakteristik karangan cerita pendek dari segi penggunaan bahasa. Kaidah tersebut mengatur cara pengarang dalam menyusun sebuah cerpen. Umumnya, karangan teks berupa cerita pendek memuat kaidah-kaidah bahasa berikut ini. Penggunaan Kata Sifat Kaidah kebahasaan cerpen yang pertama adalah penggunaan kata sifat. Jenis kata ini akan sering digunakan dalam membangun kata dan kalimat untuk membentuk rangkaian cerita. Para tokoh yang terlibat dalam cerpen sering dideskripsikan kepribadian maupun penampilan fisiknya menggunakan kata sifat. Contohnya: perawakannya gagah, sosoknya tinggi, rambutnya memutih, muka putih bersih, dan lain-lain sebagainya. Penggunaan Kata Keterangan Kaidah kebahasaan cerpen yang kedua adalah penggunaan kata keterangan. Dalam sebuah cerpen, kata keterangan berfungsi untuk mendeskripsikan latar, baik itu latar tempat maupun latar waktu. Contohnya: di kebun teh yang menghijau, di malam hari yang gelap, dan lain sebagainya.


27 Penggunaan Kalimat Langsung/Tidak Langsung Kaidah kebahasaan cerpen yang ketiga adalah terkait dengan penggunaan kalimat langsung dan tidak langsung. Para penulis cerpen harus piawai menggunakan dua jenis kata ini, dimana penerapannya sering kita lihat berguna untuk membangun percakapan dalam cerpen. Contohnya: Kalimat Langsung: Ibu berkata, “Jangan menangis, nanti akan ibu belikan permen.” Kalimat Tidak Langsung: Ibu mengatakan pada adik agar tidak bermain ke luar rumah. Gaya Bahasa Kaidah kebahasaan cerpen yang keempat adalah gaya bahasa atau majas. Cerpen sering juga menggunakan majas untuk memperkaya keindahan cerita. Paling sering digunakan adalah majas yang memiliki sifat konotasi Contohnya: laut yang biru seakan menatapku penuh keheningan, pucuk langit, dan sebagainya. Bahasa Tidak Baku Kaidah kebahasaan cerpen yang terakhir adalah umumnya menggunakan bahasa yang tidak baku atau tidak formal. Penggunaan bahasa itu dimaksudkan agar pembaca bisa lebih akrab dengan cerpen yang dibacanya. Contohnya: Bagaimana caraku untuk mengatasi semua problematika ini tuhan!! Aku lelah.


28 4.Cara Menulis Sebuah Cerpen dengan Struktur dan Kaidah Bahasa yang Baik Sebagai langkah awal cara membuat cerita pendek untuk pemula, sebaiknya kamu menyisihkan waktu khusus untuk menulis. Hal ini karena, pengerjaan membutuhkan beberapa tahapan proses yang cukup panjang sebagai berikut. Menentukan tema atau ide cerita Pilih topik yang menarik untuk kamu atau ide-ide seperti pengalaman yang ingin dibagikan kepada pembaca. Pikirkan juga pesan atau moral atau nilai-nilai yang ingin kamu sampaikan melalui cerpen. Membuat karakter Ciptakan karakter-karakter yang akan membangun keseluruhan jalannya cerita. Berikan nama, watak atau karakterisasi, dan juga latar belakang tokoh yang membuat mereka menarik dan mudah diingat. Buat kerangka atau plot cerita Atur alur cerita dengan menggambarkan kejadiankejadian penting yang terjadi. Tuliskan titik poin ketika konflik muncul, permasalahan terjadi, serta resolusi kunci dari permasalahan tersebut. Deskripsikan suasana dalam cerpen Gambarkan latar tempat dan suasana yang ada dalam cerita dengan menggunakan kata-kata dan kalimat yang deskriptif. Kamu juga bisa menghubungan latar dan suasana dengan karakteristik atau kondisi tokoh. Menentukan sudut pandang Sudut pandang adalah cara penulis memposisikan diri dalam penulisan kisahnya. Dalam proses melahirkan suatu karya fiksi cerpen, sudut pandang digunakan dalam menampilkan penokohan dengan gaya yang diinginkan penulis. Sederhananya, sudut pandang berupa cara kamu dalam penyebutan tokoh pada cerita. Kebanyakan penulis menggunakan sudut pandang orang


29 pertama seperti penggunaan subyek “saya” atau “aku” dalam menyampaikan cerita. Ada pula penulis yang menggunakan sudut pandang orang ketiga dengan menyebut subjek “mereka” atau “dia” untuk menyampaikan cerita. Menulis cerpen dengan ciri khas sendiri Seperti disinggung sebelumnya, cerpen dapat menggambarkan ciri khas seorang penulisnya. Karena itu, tips menulis cerpen bagi pemula selanjutnya adalah menulis dengan gaya bahasa sendiri. Artinya, kamu boleh terinspirasi dari gaya penulis lain. Tetapi, jangan sampai kamu sepenuhnya berusaha untuk meniru cara kepenulisannya. Gunakan teknik ATP (amati, tulis, modifikasi) dalam menuliskan sebuah cerpen. Swasunting dan Revisi Setelah selesai menulis cerpen, baca kembali hasil karya tulis kamu dan perbaiki kesalahan yang ada. Periksa tata bahasa, ejaan, dan struktur kalimat untuk memastikan cerpen kamu mudah dibaca dan dimengerti.


30 Lembar Kerja Peserta Didik (LKPD) Pengayaan Perhatikan perintah pengerjaan tugas di bawah ini! 1. Pilihlah salah satu judul cerpen dari buku antologi cerpen yang telah dikirimkan oleh guru. 2. Baca secara seksama isi cerpen secara keseluruhan. 3. Identifikasilah struktur di dalamnya, yang meliputi: a. Penggunaan kata sifat b. Penggunaan kata keterangan c. Penggunaan gaya bahasa d. Penggambaran karakter tokoh yang diceritakan e. Penggambaran suasana di dalam cerpen 4. Presentasikan hasil diskusi secara berkelompok! Remidial 1. Carilah cerita hikayat serta cerita pendek (cerpen) dengan judul yang berbeda. 2. Identifikasilah perbedaan dari kedua cerita tersebut yang meliputi unsur kebahasaan hingga struktur dari kedua cerita tersebut. 3. Carilah unsur nilai moral yang terkandung di dalam nilai cerita hikayat serta cerita cerpen tersebut. 4. Kumpulkan hasil analisa kepada guru, dan presentasikan di depan kelas secara individu. LATIHAN SOAL 3


31 GLOSARIUM Arkais : Arkais merupakan sesuatu yang berhubungan dengan masa lalu atau berciri kuno dan sudah tidak lazim lagi dipakai. Kata arkais adalah kata- kata yang lazim digunakan pada masa lampau yang memiliki makna atau bentuk sesuai dengan konteks pada saat itu dan sudah jarang atau tidak pernah digunakan pada masa sekarang. Konjungsi : Konjungsi, kata sambung, kata hubung, atau kata penghubung adalah partikel yang digunakan untuk menghubungkan dua satuan bahasa yang sederajat, seperti paragraf dengan paragraf. Majas : Majas atau gaya bahasa yaitu bahasa indonesia bahasa, pemakaian ragam tertentu untuk memperoleh efek tertentu yang membuat sebuah karya sastra semakin hidup, keseluruhan ciri bahasa sekelompok penulis sastra dan cara khas dalam menyampaikan pikiran dan perasaan, baik secara lisan maupun tertulis. Kaidah : Kaidah adalah patokan atau ukuran sebagai pedoman bagi manusia dalam bertindak. Kaidah juga dapat dikatakan sebagai aturan yang mengatur perilaku manusia dan perilaku sebagai kehidupan bermasyarakat.


32 CATATAN


Tentang Penulis Syafila Chabsarotul Islamiyah, wanita berumur 21 tahun yang saat ini sedang menempuh jenjang S1 di Universitas Islam Majapahit dengan konsentrasi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia. Wanita dengan segudang impian yang mempunyai kemauan untuk menjadi Dosen di Usia Muda, serta memiliki hobi menulis. Syafila Chabsarotul Islamiyah Penulisan E-Book yang berjudul “Menyusuri Nilai dalam Cerita Lintas Zaman” merupakan salah satu media bahan ajar yang ditujukan untuk memenuhi materi pembelajaran di kelas X. Di dalam E-Book ini terdapat berbagai sub-bab yang memuat beberapa komponen yang dapat menunjang sarana belajar siswa dalam menuliskan hingga mengidentifikasi nilainilai yang terkandung dalam cerita hikayat dan cerpen. Dengan disusunnya E-Book berbasis digital ini diharapkan dapat memberikan inspirasi kepada Pendidik untuk menghasilkan suatu media bahan ajar yang kreatif dan inovatif sesuai dengan tuntutan zaman. Serta manfaat bagi Peserta Didik, E-Book ini dapat dijadikan sebagai sarana pembelajaran dalam penulisan Cerita Pendek dengan media yang menarik dan bisa menumbuhkan minat baca siswa. Terimakasih sudah membaca E-Book ini. Semoga kalian selalu diberkahi oleh Allah SWT. Aminn.


Click to View FlipBook Version