The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.
Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by nuraini71246, 2022-05-20 23:01:21

BUKU BAHASA INDONESIA KELAS VII

BUKU BAHASA INDONESIA KELAS VII

Keywords: Bahasa Indonesia,Kelas VII,SMP/MTs

A. Pilihan Ganda
1. Berikut struktur isi teks prosedur dengan urutan yang benar adalah ….

a. alat/bahan, langkah-langkah, tujuan, dan penutup
b. langkah-langkah, alat/bahan, tujuan, dan penutup
c. tujuan, langkah-langkah, alat/bahan, dan penutup
d. tujuan, alat/bahan, langkah-langkah, dan penutup

2. Di bawah ini merupakan contoh judul yang tepat untuk teks prosedur adalah…
a. Cara Membuat Telur Mata Sapi
b. Kisah si Malin kundang
c. Audisi Cerdas Cermat
d. Lomba Pantun Cerdas

3. Teks … adalah sebuah teks yang menyajikan langkah-langkah kegiatan atau
berbagai tahapan untuk melakukan atau menghasilkan sesuatu. Untuk
melengkapi bagian kosong pada teks yang benar adalah…
a. Anekdot
b. Puisi
c. Eksposisi
d. Prosedur

4. Perhatikan urutan langkah-langkah berikut!

1) Bakar rimpang jahe sampai berbau harum.

2) Cuci rimpang jahe setelah dibakar.

3) Geprek jahe, kemudian seduh dengan air panas.

4) Tambahkan gula secukupnya dan aduk hingga larut.

Pernyataan yang sesuai dengan teks prosedur di atas adalah ….

a. rimpang jahe tidak perlu dicuci
b. tambahkan gula sebelum jahe diseduh
c. aduk seduhan jahe setelah ditambah gula

Halaman | 33

d. jahe diseduh sebelum dibakar

5. Didihkan air di panci. Masukkan mi instan ke dalam air yang sudah mendidih.
Tuangkan bumbu di piring sambil menunggu mi matang. Tiriskan mi dan tuang
ke piring. Aduklah sampai bumbu merata. Mi siap dihidangkan.

Kata-kata yang bermakna perintah adalah ….

a. didihkan, mendidih, tuangkan, aduklah, dihidangkan
b. didihkan, masukkan, tuangkan, tiriskan, aduklah
c. masukkan, tuangkan, menunggu, aduklah, siap
d. tuangkan, menunggu, tiriskan, aduklah, dihidangkan

6. Bacalah petunjuk berikut ini!

1) Tuangkan sampo pada telapak tangan.

2) Bilaslah rambut dengan air sampai bersih.

3) Basahi rambut dengan air sampai merata.

4) Usaplah sampo pada rambut sampai berbusa.

Urutan petunjuk pemakaian sampo tersebut yang benar adalah….

a. 1-3-2-4
b. 3-1-4-2
c. 2-1-3-4
d. 4-1-3-2

7. Instagram adalah media sosial yang sering digunakan oleh masyarakat. Media
sosial tempat berbagi foto dan video ini disukai banyak kalangan, mulai dari
muda sampai tua. Bagaimana cara membuat akun Instagram? Ternyata caranya
cukup mudah. Silakan ikuti langkah-langkah cara membuat akun Instagram
berikut.

Teks di atas termasuk struktur teks prosedur bagian ….

Halaman | 34

a. Tujuan
b. alat/bahan
c. langkah-langkah
d. penutup

8. Ternyata membuat bubur kacang hijau tidak sesulit yang kita bayangkan.
Caranya cukup sederhana dan tidak butuh waktu yang lama, kan? Kita bisa
menyajikan bubur kacang hijau yang sudah kita buat sebagai hidangan sarapan
yang menyehatkan.

Teks di atas adalah struktur teks prosedur bagian ….

a. Tujuan
b. alat/bahan
c. langkah-langkah
d. penutup

9. Perhatikan kutipan teks berikut!

1) Didihkan air, masukkan nasi merah, singkong, ubi, jagung pipil dan sereh.

2) Aduk sampai bubur mengental.

3) Tambahkan kangkung dan bayam, aduk beberapa saat.

4) Sebaiknya sayuran dimasak tidak terlalu layu.

5) Angkat dan hidangkan panas ditemani ikan asin dan kerupuk.

Kutipan teks tersebut termasuk struktur teks prosedur berupa ….

a. Tujuan
b. Pendahuluan
c. langkah-langkah
d. simpulan

10. Perhatikan kutipan teks berikut!

Halaman | 35

1) Didihkan air, masukkan nasi merah, singkong, ubi, jagung pipil dan sereh.

2) Aduk sampai bubur mengental.

3) Tambahkan kangkung dan bayam, aduk beberapa saat.

4) Sebaiknya sayuran dimasak tidak terlalu layu.

5) Angkat dan hidangkan panas ditemani ikan asin dan kerupuk.

Kalimat saran terdapat di kalimat nomor ….

a. 1
b. 2
c. 3
d. 4

11. Perhatikan bagian teks prosedur berikut! (1) Tepung beras (2) Santan (3) Gula
(4) Cetakan. Dari yang disebutkan di atas, yang termasuk jenis "alat” adalah ....

a. 1
b. 2
c. 3
d. 4

12. Berikut adalah contoh kalimat perintah adalah ….

a. Bakso sudah siap dihidangkan.
b. Anda sudah menambahkan garam secukupnya.
c. Kukus adonan kue sampai matang.
d. Segera angkat kue jika sudah tampak kecokelatan.

13. Kalimat di atas menggunakan jenis kata keterangan ….

a. Cara
b. Alat
c. Syarat

Halaman | 36

d. Tujuan

14. Penulisan judul teks prosedur sesuai dengan ejaan bahasa Indonesia yang benar
adalah ….

a. Cara mudah Membuat Nasi Goreng Mawut
b. Cara Mudah Membuat Nasi Goreng Mawut
c. cara mudah membuat donat kentang
d. Cara mudah membuat NASI GORENG MAWUT

15. Masukkan santan gula cair dan vanili
Perbaikan tanda baca pada kalimat di atas adalah ….

a. Masukkan santan, gula dan vanili.
b. Masukkan santan, gula, dan, vanili.
c. Masukkan santan, gula, dan vanili.
d. Masukkan santan gula, dan vanili

A. Uraian
1. Saat membeli barang elektronik, kita biasanya mendapatkan teks prosedur di

dalam bungkus kartonnya. Apa yang dimaksud teks prosedur?
2. Buatlah sebuah paragraf pendahuluan/tujuan untuk teks prosedur yang berjudul

“Membuat Wedang Jahe”!
3. Tuliskan manfaat teks prosedur!
4. Tuliskan dan jelaskan struktur teks prosedur!
5. Buatlah sebuah teks prosedur dengan memilih salah satu topik di bawah ini!

 Terhindar dari Covid 19
 Belajar dari rumah yang efektif

Halaman | 37

BAB 7

PUISI RAKYAT

Nama: Kurnia Indah

A. Deskripsi Singkat

Sumber:
https://www.tahukau.com/wp-content/uploads/2019/10/3-15.jpg

Gambar Gurindam Warisan Nilai dari Leluhur Bangsa Indonesia

Pada bab ini adalah pembelajaran mengenai teks puisi rakyat. Kamu akan belajar
mengenai berbagai puisi rakyat merupakan warisan budaya Indonesia. Pada modul ini
kamu akan belajar mengenai puisi rakyat berupa pantun, gurindam, dan syair. Setiap
puisi rakyat mempunyai perbedaan masing-masing, namun umumnya setiap puisi
rakyat mengandung makna, nilai moral atau nasihat kehidupan. Melalui puisi rakyat
inilah para leluhur kita mewariskan nilai-nilai luhur dengan cara menghibur, segar, dan
indah.

Modul ini terbagi dalam empat kegiatan pembelajaran. Setiap kegiatan ada
beberapa tugas yang harus kamu selesaikain juga ada Tes Formatif yang harus kamu
kerjakan dengan jujur dan percaya diri. Kamu dapat menyelesaikan dengan waktu yang
dapat kamu sesuaikan dengan kemampuan. Waktu yang tertulis pada modul sebagai
pengatur agar kamu termotivasi untuk tertib dan disiplin dalam belajar. Oleh karena itu
manfaatkan waktu dengan bijak agar tercapai tujuan pembelajaran dan kamu beroleh
nilai yang memuaskan.

Halaman | 38

Tugas yang harus kamu kerjakan terdiri atas dua tugas yaitu tugas mandiri dan
tugas kelompok. Jika ada kesulitan dalam memahami materi maupun mengerjakan
tugas bertanyalah pada guru kamu. Apabila seluruh kegiatan beserta tugas telah kamu
selesaikan dengan baik, mintalah tes akhir modul kepada guru kamu.

B. Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar

Kompetensi Inti Pengetahuan Kompetensi Inti Keterampilan

3. Memahami pengetahuan 4. Mencoba, mengolah, dan menyaji

(faktual, konseptual, dan dalam ranah konkret (menggunakan,

prosedural) berdasarkan rasa mengurai, merangkai, memodifikasi, dan

ingin tahunya tentang ilmu membuat) dan ranah abstrak (menulis,

pengetahuan, teknologi, seni, membaca, menghitung, menggambar, dan

budaya terkait fenomena dan mengarang) sesuai dengan yang

kejadian tampak mata. dipelajari di sekolah dan sumber lain

yang sama dalam sudut pandang/teori.

Kompetensi Dasar Kompetensi Dasar Keterampilan
Pengetahuan

3.13 Mengidentifikasi informasi 4.13 Menyimpulkan isi puisi rakyat

(pesan, rima, dan pilihan kata) (pantun, syair, dan bentuk puisi rakyat

dari puisi rakyat (pantun, syair, setempat) yang disajikan dalam bentuk

dan bentuk puisi rakyat tulis dan lisan.

setempat) yang dibaca dan

didengar.

3.14 Menelaah struktur dan 4.14 Menelaah struktur dan kebahasaan

kebahasaan puisi rakyat (pantun, puisi rakyat (pantun, syair, dan bentuk

syair, dan bentuk puisi rakyat puisi rakyat setempat) yang dibaca dan

setempat) yang dibaca dan didengar

didengar

Halaman | 39

C. Petunjuk Belajar

Sebelum kamu menggunakan Modul ini terlebih dahulu kamu baca petunjuk
mempelajari modul berikut ini:

1. Pelajarilah modul ini dengan baik. Mulailah mempelajari materi pelajaran yang
ada dalam Modul di setiap kegiatan pembelajaran hingga kamu dapat
menguasainya dengan baik.

2. Lengkapilah setiap bagian aktivitas dan tugas yang terdapat dalam modul ini
dengan semangat dan gembira. Jika mengalami kesulitan dalam melakukannya,
catatlah kesulitan tersebut pada buku catatan kamu untuk dapat
mendiskusikannya bersama teman, menceritakannya kepada orang tua, atau
dapat menanyakannya langsung kepada Bapak/Ibu Guru pada saat jadwal
kegiatan pembelajaran berlangsung.

3. Lengkapi dan pahamilah setiap bagian dalam rangkuman sebagai bagian dari
tahapan penguasaan materi modul ini.

4. Kerjakan bagian Tes Formatif pada setiap bagian Kegiatan Belajar sebagai
indikator penguasaan materi dan refleksi proses belajar kamu pada setiap
kegiatan belajar. Ikuti petunjuk pegerjaan dan evaluasi hasil pengerjaannya
dengan seksama.

5. Jika kamu telah menguasai seluruh bagian kompetensi pada setiap kegiatan
belajar, lanjutkan dengan mengerjakan Tes Akhir Modul secara sendiri untuk
kemudian dilaporkan kepada Bapak/Ibu Guru.

6. Gunakan Daftar Pustaka dan Glosarium yang disiapkan dalam modul ini untuk
membantu mempermudah proses belajar kamu.

Halaman | 40

KEGIATAN BELAJAR 1

A. Belajar Mengenal Puisi Rakyat
Ketika kalian menyaksikan acara-acara adat, misalnya pernikahan adat

betawi. Kalian sering melihat acara berbalas pantun. Saat ini, kegiatan berpantun juga
marak di layar kaca. Para pemandu acara memanfaatkan pantun sebagai pembuka
acara, pemecah keheningan, dan penyegar suasana. Pantun adalah salah satu puisi
rakyat yang memiliki fungsi sosial yang penting dalam kehidupan masyarkat. Selain
pantun, masih ada lagi puisi rakyat yang hidup, digunakan masyarakat dalam bentuk
karya sastra atau untuk kehidupan sehari-hari, yaitu syair, gurindam, dan puisi rakyat
yang menggunakan bahasa darah di berbagai daerah di Indonesia. Pada lagu-lagu juga
masih ditemukan pantun. Sementara untuk gurindam dan syair agak kurang lagi
didengar. Untuk itu, mari kita pelajari dengan saksama mahakarya warisan leluhur yang
berupa pantun, syair, gurindam, dan puisi rakyat yang ada di negeri kita tercinta.

Puisi lama biasanya disampaikan dari mulut ke mulut dan biasanya tidak
diketahui penulis atau pengarangnya. Puisi lama terlihat kaku karena aturan-aturan
seperti jumlah kata dalam tiap baris, jumlah baris dalam tiap bait, dan juga pengulangan
kata yang bisa di awal atau di akhir sajak atau yang kita kenal dengan sebutan rima.
Agar lebih jelas dalam mempelajari puisi lama silakan kamu baca dengan seksama
indikator pencapaian kompetensi Kegiatan Belajar1 di bawah ini!

A. Indikator Pembelajaran

1. Mengidentifikasi ciri umum pantun, syair, dan gurindam.
2. Membandingkan ciri pantun, syair, dan gurindam.

B. Uraian Materi

1. Puisi Rakyat
Kegiatan Belajar 1 ini, kamu diharapkan dapat mengidentifikasi ciri umum puisi
rakyat (puisi, syair, dan gurindam) dari segi isi dan tujuan serta dapat
membandingkan ciri pantun, syair, dan gurindam. Untuk lebih jelas coba kamu
perhatikan bagan di bawah ini!

Halaman | 41

PUISI RAKYAT

PANTUN SYAIR GURINDAM

Pengertian Puisi Rakyat

Puisi rakyat adalah kesusastraan rakyat yang mempunyai nilai moral
tertentu dan berkembang di dalam kehidupan masyarakat secara turun temurun
yang diwariskan oleh nenek moyang. Puisi rakyat juga dikenal dengan istilah
puisi lama yang pengarangnya tidak diketahui secara pasti dan mempunyai
ketentuan kaidah dan struktur yang baku.

Puisi lama merupakan bagian dari kebudayaan lama. Kebudayaan lama
ini dipancarkan oleh masyarkat lama. Dari puisi lama dapat dilihat kebiasaan,
adat, kebudayaan, dan perasaan masyarakat lama. Dengan kata lain, puisi lama
merupakan cerminan masyarakat lama.

Tidak semua jenis puisi dapat digolongkan menjadi puisi lama. Puisi yang
digolongkan puisi lama harus memenuhi aturan yang telah ditetapkan. Puisi
lama lebih mementingkan bentuk daripada isi. Tidak hanya itu, bentuk puisi
lama juga statis. Ciri-ciri yang terdapat pada puisi lama sebagai berikut.

Ciri-Ciri Puisi Rakyat
1. Puisi rakyat pada umumnya merupakan puisi lama.
2. Para pujangga tidak mau menonjolkan diri serta mengabadikan hasil

karyanya kepada masyarakat sehingga menjadi milik bersama.
3. Puisi lama pada umumnya disampaikan dari mulut ke mulut. Jadi puisi lama

merupakan kesastraan lisan.
4. Puisi lama sangat terikat oleh syarat-syarat mutlak dan tradisional, seperti

jumlah dalam setiap bait, jumlah suku kata dalam setiap baris, sajak atau
rima, dan irama.

Halaman | 42

Jenis-Jenis Puisi Rakyat
Puisi rakyat yang disampaikan dari mulut-ke mulut tanpa diketahui

secara pasti pengarangnya itu umumnya berupa pantun, gurindam, ataupun
syair.
a. Pantun

Pantun merupakan puisi Melayu yang mengakar dan membudaya dalam
masyarakat yang bentuknya terikat dengan aturan dan memiliki pesan di
dalamnya. Pantun dikenal dengan banyak nama di berbagai bahasa di
Nusantara, tonton (bahasa Tagalog), tuntun (bahasa Jawa), pantun (bahasa
Toba) yang memiliki arti kurang lebih sama, yaitu suatu ucapan yang teratur,
arahan yang mendidik, bentuk kesantunan.
Ciri-ciri pantun meliputi:

 Tiap bait terdiri atas empat baris (larik).
 Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata.
 Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b.
 Baris pertama dan kedua merupakan sampiran.
 Baris ketiga dan keempat merupakan isi.

Contoh Pantun

Air dalam bertambah dalam
Hujan di hulu belum lagi teduh
Hati dendam bertambah dendam
Dendam dahulu belum lagi
sembuh
Sumber: Buku Puisi dan Pantun
b. Syair
Syair merupakan puisi rakyat/puisi lama yang bersumber dari Arab yang
bentuknya terikat dengan aturan dan memiliki pesan di dalamnya. Syair
memiliki ciri tiap bait 4 baris, bersajak a-a-a-a, berisi nasihat atau cerita.

Ciri-ciri syair:
 Setiap bait terdiri dari empat baris.
 Bersajak a-a-a-a.

Halaman | 43

 Semua baris adalah isi.
 Bahasa yang digunakan biasanya berupa kiasan.
Contoh Syair:

Pada zaman dahulu kala (a)
Tersebutlah sebuah cerita (a)
Sebuah negeri yang aman sentosa (a)
Dipimpin sang raja nan bijaksana (a)

Sumber: Buku Puisi Lama dan Puisi Baru

c. Gurindam
Gurindam adalah puisi lama yang berasal dari negeri India. Istilah Gurindam
sendiri diambil dari bahasa India, yaitu Kirindam artinya mula-
mula/perumpamaan. Gurindam digunakan sebagai syarat nilai agama dan
moral, sehingga dulu sangat penting dan dijadikan sebagai warisan budaya
kehidupan. Tetapi setelah berkembang mulai digantikan dengan jenis
gurindam (puisi lama Melayu) yang penting sebagai warisan budaya.

Ciri-ciri gurindam:
1) Terdiri dari 2 baris dalam 1 bait.
2) Tiap baris memiliki 10-14 suku kata.
3) Tiap baris memiliki rima sama atau bersajak (A-A, B-B, C-C, D-D).
4) Merupakan 1 kesatuan yang utuh.
5) Baris 1 berisi soal, masalah, atau perjanjian.
6) Baris 2 berisi jawaban, akibat dari masalah, atau perjanjian pada baris
pertama.
7) Isi gurindam berupa nasihat, filosofi hidup, atau kata mutiara.

Contoh gurindam:

Halaman | 44

Barang siapa tinggalkan sembahyang (b)
Bagai rumah tiada bertiang (b)

Sumber: Buku Puisi dan Pantun

2. Membandingkan Persamaan dan Perbedaan Struktur Pantun, Gurindam dan
Syair
Persamaan Puisi Rakyat (Pantun, Syair, dan Gurindam)
1) Ketiganya merupakan jenis dari puisi rakyat yang disampaikan secara
turun-temurun.
2) Dalam penulisannya, terikat oleh aturan-aturan seperti jumlah kata dalam
tiap baris, jumlah baris dalam tiap bait dan juga pengulangan kata yang
bisa di awal maupun di akhir sajak atau kita kenal dengan sebutan rima.
3) Isinya kaya dengan muatan nilai moral, agama, dan budi pekerti.

Perbedaan Puisi Rakyat (Pantun, Syair, dan Gurindam)
1) Jumlah baris
 Gurindam terdiri dari dua baris.
 Pantun dan syair terdiri dari empat baris.
2) Jumlah kata dalam tiap baris
 Gurindam terdiri dari 10-14 suku kata.
 Pantun terdiri dari 8-12 suku kata.
 Syair terdiri dari 8-14 suku kata.
3) Rima
 Gurindam memiliki rima yang sama, yaitu a-a, b-b, c-c, dan
seterusnya.
 Pantun memiliki rima a-b-a-b.
 Syair memiliki rima a-a-a-a.

Halaman | 45

4) Isi
 Pada baris pertama gurindam berisi soal, masalah, atau perjanjian.
Baris kedua berisi jawaban atau akibat dari masalah yang terdapat
di baris pertama.
 Pada pantun, baris pertama dan kedua merupakan sampiran atau
pengantar pantun. Baris ketiga dan keempat merupakan isi atau
inti dari pantun.
 Pada syair, semua baris adalah isi.

Halaman | 46

KEGIATAN BELAJAR 2

B. Menyimpulkan Isi Puisi Rakyat
Setelah mengenal ciri umum puisi rakyat, pada bagian ini kamu akan membaca

berbagai puisi rakyat untuk memahami isi yang berupa nilai-nilai luhur warisan nenek
moyangmu!

A. Indikator Pembelajaran

Indikator pembelajaran pada kegiatan 2 ini sebagai berikut:
1.Menyimpulkan isi pantun, syair, dan gurindam.

B. Uraian Materi

Teks puisi rakyat yang biasa digunakan oleh nenek moyang kita untuk
menyampaikan dan sastra memiliki banyak makna. Makna tersebut adalah berupa
nasehat dan nilai kehidupan. Kamu sebaiknya membaca materi berikut dengan seksama
agar lebih mudah memahami makna dan dapat menyimpulkan isi puisi rakyat (pantun,
syair, dan gurindam).

1. Menyimpulkan isi pantun

Bacalah pantun berikut dan simpulkan nilai pada pantun berikut!

Kalau ada jarum patah
Jangan dimasukkan ke dalam peti
Kalau ada kataku yang salah
Jangan dimasukkan ke dalam hati

Sumber: Buku Puisi dan Pantun

a. Uraikanlah dengan bahasa sendiri isi pantun tersebut!

Isi pantun menurut bahasa saya sendiri: apabila ada ucapan yang melukai

hati, jangalah dibawa ke dalam hati.

b. Tulislah kembali nasihat dan ajakan yang terdapat dalam pantun!

- Nasihat : Memaafkan kesalahan orang lain

- Ajakan : Bersikap lapang dada, dan tidak boleh memendam

rasa benci kepada orang lain

2. Menyimpulkan isi syair

Halaman | 47

Bacalah syair berikut dan simpulkan nilai pada syair berikut!

Di tepi kali saya menyinggah
Menghilang penat menahan jerat
Orang tua jangan disanggah
Agar selamat dunia akhirat
Sumber: Buku Puisi Lama dan Puisi Baru
A. Simpulkan nilai-nilai moral/nasihat yang terdapat pada syair di atas!
Syair tersebut berupa nasihat kepada para pemuda agar tidak
menyanggah/membantah nasihat orang tua agar kita selamat di dunia dan
akhirat.
3. Menyimpulkan isi gurindam
Bacalah gurindam berikut dan simpulkan nilai pada gurindam berikut!
Apabila terpelihara mata
Sedikitlah cita-cita
Sumber: Buku Puisi Lama dan Puisi Baru

A. Simpulkan nilai-nilai moral/ nasihat yang terdapat pada gurindam di
atas!
Nilai moral/ nasihat: Hendaklah kita menjaga pandangan agar terhindar
dari keinginan-keinginan yang kurang baik atau sia-sia.

Halaman | 48

KEGIATAN BELAJAR 3

C. Menelaah Struktur Teks Puisi Rakyat
Di kegiatan belajar ketiga ini kamu akan belajar mengenal struktur teks

puisi rakyat (pantun, syair, dan gurindam). dan menelaah ciri kebahasaan
yang digunakan dalam teks puisi rakyat.

1. Menelaah struktur pantun, gurindam, dan syair
2. Menelaah ciri kebahasaan pantun, gurindam, dan syair

Pada materi sebelumnya telah dijelaskan bahwa puisi rakyat merupakan
karya sastra yang diturunkan dari nenek moyang, memiliki nilai, dan berkembang
dalam kehidupan masyarakat. Ada beberapa bentuk, antara lain pantun, puisi, dan
gurindam. Secara umum pantun, syair dan gurindam memiliki struktur dan kaidah
kebahasaannya sendiri. Struktur dan kaidah bahasa inilah yang membedakan suatu teks
dengan teks lainnya atau puisi rakyat dengan puisi baru atau teks lain.

Struktur tersebut akan berkaitan dengan jumlah baik dari sisi jumlah
baris, jumlah suku kata, isi serta rima. Selain itu, setiap puisi rakyat dalam
penerapannya mempunyai tujuan yang berbeda-beda dan tertuang dalam isinya. Selain
pola struktur yang berbeda, secara kaidah kebahasaan juga memiliki perbedaan. Namun
dilihat secara umum, puisi rakyat lebih banyak menggunakan kalimat perintah dalam
kaidah kebahasaannya.

1. Unsur Kebahasaan Puisi Rakyat
a. Kalimat Perintah. Kalimat perintah adalah kalimat yang berisi atau
bermaksud memberi perintah atau suruhan. Contoh: Buanglah sampah pada
tempatnya!

Halaman | 49

b. Kalimat saran. Kalimat saran adalah kalimat yang berisi tentang saran kepada
orang lain untuk kebaikan orang lain (sebaiknya, seyogyanya). Contoh:
Sebaiknya kau pikir dahulu Demi keputusan yang tepat.

c. Kalimat ajakan. Kalimat ajakan adalah kalimat yang berisi ajakan kepada
orang lain untuk melakukan suatu perbuatan (ayo dan mari). Contoh: Marilah
kita jaga agar lestari.

d. Kalimat seru Kalimat seru adalah kalimat yang mengungkapkan rasa hati,
seperti kagum, heran, senang, dan sedih (alangkah, betapa, dan bukan main).
Contoh: Alangkah indahnya alam Indonesia ini. Wahai, pemuda Indonesia
teruslah berjuang melestarikan budaya kita.

e. Kalimat larangan. Kalimat larangan adalah kalimat yang berisi larangan agar
orang lain tidak melakukan kegiatan (jangan, hidari). Contoh: Janganlah
berprasangka buruk kepada sesame.

2. Struktur Puisi Rakyat
Struktur pantun terdiri atas: dua larik sampiran dan dua larik isi. Dua larik
pertama merupakan pengantar, sedangkan dua larik berikutnya merupakan isi.
Makna larik 1 dan 2 serta 3-4 tidak berhubungan. Berdasarkan jenis kalimatnya,
larik 1 dan 2 berdiri sendiri dan larik 3 serta 4 adalah saran.
Struktur syair terdiri atas: Setiap bait terdiri dari empat baris, pola rima sama
a-a-a-a, keempat larik syair dan merupakan bait-bait yang saling terkait,
menggunakan kalimat menyapa, larik ke 2 dan 3 biasanya ditujukan kepada
generasi muda, larik keempat merupakan akibat jika menjalankan yang ke 2 dan
3.
Struktur gurindam: mempunyai dua larik yang saling berhubungan, kalimat
yang digunakan merupakan pola hubungan syarat.
Berikut ini adalah contoh telaah pada Pantun, Syair, dan Gurindam.

Contoh telaah pada Pantun

Pola 1 Telaah

Beli pensil ke toko Cak Mamat Penyajian pantun dengan dua larik
Beli nasi ke tempat Mbak Lulu sampiran ( 1 dan 2) dan dua larik isi ( 3 dan
Sebaiknya kau pikir dahulu 4 ). Makna isi pada larik sampiran dan larik
Demi keputusan yang tepat isi tidak berhubungan. Pantun bersajak a-b-

Halaman | 50

Pola 2 a-b. Ditinjau dari jenis kalimat yang
Penghasil batik di Yogyakarta digunakan larik 1 dan 2 merupakan kalimat
Penghasil ulos Sumatera Utara berita dan pada larik 3 dan 4 merupakan
Kalau kamu memiliki cita-cita kalimat saran dengan hubungan akibat.
Hendaklah mau sedikit sengsara Telaah

Struktur penyajian pantun dua larik
sampiran dan dua larik isi. Larik 1 dan 2
merupakan pengantar untuk masuk pada isi
larik 3 dan 4. Makna/isi pada larik 1 dan 2
dengan larik 3 dan 4 tidak berhubungan.
Pantun tersebut bersajak a-a-a-a. Ditinjau
dari jenis kalimat yang digunakan larik 1
dan 2 merupakan kalimat berita dan pada
larik 3 dan 4 merupakan kalimat saran
dengan hubungan syarat. Larik 3 dan 4
merupakan satu kalimat majemuk.

Contoh telaah pada Syair Telaah
Syair
Hai muda arif budiman Struktur penyajian syair satu bait terdiri
Hasilkan kemudi dengan pedoman atas 4 larik. Pola rima sama (a-a-a-a).
Alat perahumu jua kerjakan Keempat larik syair merupakan isi dan
Itulah jalan membetuli insan terkait dengan bait-bait yang lain.
Ditinjau dari jenis kalimat yang
digunakan syair tersebut larik 1
menggunakan kalimat untuk menyapa
(menggunakan kata seru Hai ....) Larik
larik 2 dan 3 merupakan kalimat
perintah kepada generasi muda yang
disapa pada larik 1. Larik 4 pada kutipan
syair tersebut merupakan akibat yang
akan ditemui jika melakukan apa yang
diperintahkan pada larik 2 dan 3. Pilihan
kata yang digunakan pada syair tersebut
merupakan kata bersifat simbolik dan
ungkapan lama. Pilihan kata sangat indah
dengan makna yang dalam.

Contoh telaah pada Gurindam Telaah
Gurindam 1
Dengan orang tua jangan pernah melawan Struktur penyajian gurindam dua
Kalau tidak mau hidup berantakan
larik merupakan isi yang

berhubungan. Larik 1

merupakan syarat agar

terjadinya keadaan pada larik 2.

Halaman | 51

Gurindam 2 Ditinjau dari jenis kalimat yang
Belajar janganlah ditunda-tunda
Karena kamu tidak akan kembali muda digunakan, gurindam tersebut
menggunakan kalimat dengan
pola hubungan syarat (kalau)

dan pada larik 2 keadaan jika
syarat dilakukan.
Telaah

Struktur penyajian gurindam dua

larik merupakan isi yang

berhubungan. Larik 1

merupakan sebab terjadinya

keadaan pada larik 2. Ditinjau

dari jenis kalimat yang

digunakan, gurindam tersebut

menggunakan kalimat dengan

pola hubungan sebab-akibat

(karena) larik 1 adalah sebab

dan larik 2 adalah akibat.

Sumber:https://www.mikirbae.com/2017/03/menelaah-struktur-dan-kebahasaan-
pada.html

Halaman | 52

Kegiatan Belajar 4

D. Belajar Menulis Puisi Rakyat (Pantun)

1. Menulis teks puisi rakyat (pantun)
2. Menyajikan pantun dalam bentuk lisan.

Keterampilan menulis sastra dapat diasah melalui pengalaman kamu.
Puisi rakyat adalah salah satu karya sastra yang dapat kamu tulis berdasarkan
pengalaman pribadi. Pada bab ini kamu diminta untuk menulis salah satu puisi rakyat
yang populer di masyarakat, yaitu pantun. Ada beberapa tips untuk mempermudah
menulis pantun, yaitu:

1. Menulis baris/larik ketiga dan keempat (isi) terlebih dahulu
2. Kemudian menulis larik pertama dan kedua dengan memperhatikan rima akhir

pada baris ketiga dan keempat.

Halaman | 53

TES FORMATIF

Untuk mengetahui tingkat penguasaan Ananda terhadap kegiatan 4 ini kerjakan

tes formatif berikut!

A. Pilihan Ganda
1. Kesusastraan rakyat yang mempunyai nilai moral tertentu dan berkembang
di dalam kehidupan masyarakat secara turun temurun yang diwariskan oleh
nenek moyang yang pengarangnya tidak diketahui secara pasti dan
mempunyai ketentuan kaidah dan struktur yang baku. Merupakan
pengertian dari …
A. Pantun
B. Syair
C. Gurindam
D. Puisi Rakyat

2. Tiap bait terdiri atas empat baris (larik).
Tiap baris terdiri atas 8 sampai 12 suku kata.
Rima akhir setiap baris adalah a-b-a-b.
Baris pertama dan kedua merupakan sampiran.
Baris ketiga dan keempat merupakan isi.

Di atas merupakan ciri-ciri dari …
A. Talibun
B. Pantun
C. Seloka
D. Syair

3. Pada zaman dahulu kala
Tersebutlah sebuah cerita
Sebuah negeri yang aman sentosa
Dipimpin sang raja nan bijaksana

Contoh syair di atas memiliki sajak …

Halaman | 54

A. a-b-a-b
B. b-a-b-a
C. a-a-a-a
D. b-b-b-b

4. Salah satu puisi rakyat yang isinya berupa nasihat, filosofi hidup, atau kata
mutiara. Adalah …
A. Syair
B. Gurindam
C. Pantun
D. Karmina

5. Pantun terdiri dari … suku kata.
A. 10-14 suku kata
B. 8-12 suku kata
C. 8-14 suku kata
D. 10-12 suku kata

6. Bacalah pantun yang dirumpangkan berikut!
Anak bayi belum bergigi
Tidak bisa makan ketupat
Makanlah makanan bergizi
[…]

Baris pantun yang paling tepat untuk melengkapi pantun yang rumpang di
atas adalah …
A. Agar rasanya menjadi nikmat.
B. Agar badanmu menjadi kuat.
C. Agar tubuhmu menjadi sehat.
D. Agar badanmu menjadi segar.

7. Perhatikan pantun berikut!
Buah durian buah cempedak

Halaman | 55

Pergi ke pasar membeli ragi
[…] (1)
[…] (2)

Larik yang tepat untuk melengkapi pantun tersebut adalah …
A. Jangan ragu berkata tidak

Agar kita tidak ragu
B. Pikir dulu sebelum bertindak

Agar kita tidak merugi
C. Supaya tidak sesal kemudian

Diperlukan selalu sikap waspada
D. Mari kita jalin silaturahmi

Agarkita hidup berada

8. Bacalah gurindam yang dirumpangkan berikut!
Bila tidak mau belajar
[…]

Baris yang tepat untuk melengkapi gurindam di atas adalah …
A. Mana mungkin bisa pandai.
B. Mana mungkin cinta dikejar.
C. Tidak mungkin terlantar.
D. Alamat hidup akan terlantar.

9. Bacalah pantun di bawah ini!
Raja buah si raja pisang
Sedap disantap di kala senja
Riang hati bukan kepalang
Sepeda impian di depan mata

Ilustrasi yang sesuai dengan isi pantun di atas adalah ...
A. Faras sangat gembira, sepeda yang ia impikan selama ini menjadi

kenyataan.

Halaman | 56

B. Dimas sangat gembira karena impiannya menjadi kenyataan.
C. Dimas membeli sepeda baru.
D. Diana sangat gembira karena mendapat ranking di kelas.

10. Untuk lebih mudah memahami dan menyimpulkan isi dari pantun yang harus
dilakukan adalah …
A. Membaca larik ke 1 dan 2 saja.
B. Membaca semua larik dan menyimpulkannya.
C. Membaca larik ke 3 dan 4 saja.
D. Membaca larik ke 3 dan 4 kemudian menyimpulkannya.

11. Struktur puisi rakyat yang memiliki rima akhir a-a-a-a adalah ….
A. puisi melayu
B. pantun
C. syair
D. gurindam

12. Perhatikan kaidah kebahasaan puisi rakyat di bawah ini!
(1) kalimat perintah
(2) kalimat tanya
(3) kalimat larangan
(4) kalimar pengumuman
Unsur kebahasaan puisi rakyat ditandai oleh nomor …
A. (1) dan (3)
B. (1) dan (4)
C. (2) dan (3)
D. (2) dan (4)

13. Bacalah pantun di bawah ini!
Alangkah manis buah nira
Nira diolah untuk sedekah
Gembira hati tiada terkira
Ibu datang bawa hadiah

Halaman | 57

Berdasarkan pantun di atas, yang merupakan kalimat seru adalah …
A. larik 1
B. larik 2
C. larik 3
D. larik 4

14. Di bawah ini larik pantun yang mengandung kalimat ajakan adalah …
A. Bila kita ingin ke pasar
Pasar modern ada di mall
Ayo kita bergiat belajar
Supaya nilainya maksimal
B. Kuda poni si kuda kepang
Tubuhnya tinggi larinya cepat
Riang hati bukan kepalang
Hadiah prestasi akan didapat
C. Sari kelapa buah nira
Nira diolah untuk sedekah
Gembira hati tiada terkira
Ibu datang bawa hadiah
D. Pergi ke goa Jatijajar
Minum es jeruk banana
Pikir dulu sebelum belajar
Menyesal kemudian tiada guna

15. Puisi rakyat yang strukturnya terdiri dari 2 baris saja adalah .…
A. Pantun
B. Syair
C. Puisi lama
D. Gurindam

Halaman | 58

B. Uraian
1. Mengapa pada puisi rakyat terdapat nilai moral?
2. Jelaskan ciri-ciri gurindam!
3. Bacalah teks berikut!
Barang siapa meninggalkan sembahyang
Seperti rumah tiada bertiang
Apa simpulan isi gurindam di atas?
4. Bacalah teks berikut!
Jika suami tiada berhati lurus
Istri pun kelak menjadi kurus
Apa pesan moral/nasihat dari gurindam di atas?
5. Telaahlah Gurindam di bawah ini!
Belajarlah demi masa depan
Untuk mencapai semua harapan

Halaman | 59

BAB 8
Mengapresiasi dan Mengkreasikan Fabel

Nama: Nur Aini

Sumber: https://www.kozio.com/cerita-fabel/
Gambar 8.1 Buku fabel anak-anak

KOMPETENSI DASAR

3.15 Mengidentifikasi informasi tentang fabel/legenda daerah setempat yang dibaca
dan didengar.

4.15 Menceritakan kembali isi cerita fabel/legenda daerah setempat yang
dibaca/didengar.

3.16 Menelaah struktur dan kebahasaan fabel/legenda daerah setempat yang dibaca
dan didengar.

4.16 Memerankan isi fabel/legenda daerah setempat yang dibaca dan didengar.

Halaman | 60

PENGANTAR Sumber: https://cdn1.katadata.co.id.
Gambar 8.2 Ilustrasi cerita fabel
Kamu tentu pernah membaca fabel. Mengapa
nenek moyang kita menciptakan fabel? Pada
semester lalu kamu sudah belajar cerita fantasi.
Fabel dan cerita fantasi sama-sama teks narasi.
Sebelum belajar teks fabel, kamu perlu
memahami paparan mengenai fabel berikut.
Pemahaman teori mengenai fabel mengenai
hakikat cerita dan fabel akan memudahkan kamu
dalam belajar teks fabel dalam buku siswa ini.
Bacalah paparan berikut dengan saksama!

Cerita

Cerita merupakan jenis teks narasi. Teks

narasi mencakup semua jenis tulisan atau

lisan yang mengandung unsur cerita.

Hampir setiap hari kita terlibat dengan

cerita. Berbincang dengan teman atau

sasuda sambil menceritakan sesuatu

adalah kegiatan bercerita. Membaca atau

Sumber: https://moondoggiesmusic.com/cerita, menonton cerita tentang jagoan
Gambar 8.3 Kumpulan cerita superhero adalah kegiatan menikmati

cerita, Menghayal menjadi jagoan pembasmi kejahatan yang memiliki kehebatan luar

biasa. merupakan kegiatan merancang cerita.

Kita sering mendengar cerita atau menonton cerita di televisi, atau menceritakan diri

kita sendiri kepada orang lain. Saat berkumpul dengan teman-teman, hampir dipastikan

kita mahir bercerita. Dengan kata lain, kita semua pernah menciptakan teks narasi dan

menanggapi berbagai teks narasi. Saat kita menceritakan suatu cerita berdasarkan

pengalaman sendiri atau yang kita dengar dan lihat dari televisi, kita sering kali

menceritakan dengan gaya yang berbeda dengan aslinya. Kita berupaya menceritakan

Halaman | 61

dengan cara sebaik mungkin. Usaha tersebut dapat dilakukan dengan mengubah urutan
cerita, memilih bahasa yang lebih menarik, dan menambahkan rincian agar cerita makin
menarik.

Fabel
Fabel, diambil dari bahasa Latin fibula yang berarti jenis
cerita pendek atau dongeng rakyat yang bermanfaat
(berisi ajaran moral), terutama yang berasal dari
kehidupan binatang atau hewan-hewan yang bertindak
sebagai pelaku dan berbicara seperti manusia. Menurut
Semi (dalam Yasir) menyatakan fabel adalah cerita yang
menggunakan hewan sebagai tokoh utamanya, misalkan,
cerita kancil atau cerita Tantri di Indonesia. Pengertian
Fabel menurut Yasir (2022) adalah cerita tentang dunia Gambar 8.4 Kumpulan fabel Sumber:
hewan dan tumbuhan, cerita-cerita tersebut seolah- http://yrama-widya.co.id
olah seperti manusia pada umumnya. Fabel biasanya menceritakan tentang
kehidupan di alam mereka, di mana mereka hidup dan tinggal. Berdasarkan sudut
pandang di atas, dapat disimpulkan bahwa fabel adalah cerita tentang kehidupan hewan
yang berperilaku seperti manusia. Fabel adalah kisah fiksi, bukan kisah kehidupan
nyata.

A. Mengenali Ciri Fabel
Untuk memahami ciri fabel dengan maksimal, alangkah baiknya kamu baca
cerita fabel berikut!
Fabel 1
Kuda Berkulit Harimau

Suatu hari, seekor kuda sedang berjalan dari ladang gandum menuju ke hutan
yang rindang. Kuda itu baru saja memakan gandum yang ada di ladang dan
merasa puas dan kenyang. Dia tampak gembira karena tidak ada petani gandum
yang menjaga ladangnya.

Di tengah perjalanan, Kuda melihat sesuatu.

Halaman | 62

"Itu seperti kulit Harimau," gumam Kuda.

Karena penasaran, dia mendekati benda itu. Ternyata benar, yang dilihatnya
adalah kulit Harimau yang tak sengaja ditinggalkan para pemburu Harimau.

"Wah, kebetulan sekali, kulit Harimau ini sangat pas di tubuhku. Apa yang akan
kulakukan dengannya, ya?" kata Kuda ketika mencoba kulit Harimau tersebut.

Dengan pikiran jahilnya, Kuda berniat untuk menakuti binatang-binatang hutan
yang melintas.

"Aku harus segera bersembunyi. Tempat itu harus gelap dan sering dilalui oleh
binatang hutan. Di mana ya?" tanya Kuda dalam hati sambil mencari tempat yang
cocok.

Akhirnya, Kuda bersembunyi di semak-semak yang gelap dengan mengenakan
kulit Harimau temuannya. Tak lama kemudian, beberapa Domba gunung
berjalan melewati Kuda. Domba-domba itu jadi sasaran empuk pertama dari
kejahilan Kuda.

Saat Domba melewatinya, Kuda meloncat ke arah mereka dan membuat kaget
Domba-domba itu sampai kalang-kabut melarikan diri. Mereka takut melihat
kulit Harimau yang dikenakan Kuda itu.

"Tolong, ada Harimau! Lari, cepat lari!" teriak salah satu Domba. Kuda itu malah
tertawa terbahak-bahak melihat Domba pontang-panting berlari.

Beberapa hewan berhasil dikelabui oleh kulit Harimau yang dikenakan Kuda.
Namun, seekor Kucing Hutan berlari sambil membawa seekor Tikus di mulutnya.
Kucing itu tidak melewati semak-semak. Dia duduk menyantap Tikus yang ia
tangkap di dekat pohon besar.

"Ah, ternyata Kucing itu tidak melewati semak-semak ini. Aku akan membuatnya
kaget di sana," kata Kuda itu dalam hati.

Kuda pun keluar dari semak-semak dan berjalan dengan hati-hati mendekati
Kucing Hutan. Saat jaraknya sudah sangat dekat dengan Kucing Hutan, Kuda itu
mengaum mengikuti suara seekor Harimau. Tanpa sadar Kuda itu bukannya
mengaum, melainkan meringkik khas suara Kuda.

Halaman | 63

Mendengar suara itu, Kucing Hutan menoleh ke belakang dan melihat seekor
Kuda berkulit Harimau. Sesaat, Kucing Hutan itu siap-siap mengambil langkah
seribu, tetapi ia malah tertawa terbahak-bahak.
"Saat aku melihatmu memakai kulit Harimau itu, aku hampir berlari ketakutan,
tapi rupanya suaramu itu ringkikan Kuda, jadi aku tidak takut, hahaha!"
Kucing Hutan itu juga berkata kepada Kuda bahwa sampai kapanpun, suara
ringkikan tidak akan bisa berubah jadi auman.

Sumber: https://www.detik.com/edu/detikpedia/

Fabel 2

Cerita Burung Gagak dengan Siput

Pada Suatu hari burung gagak pergi berjalan-lajan. Dia tiba pada suatu hari
tempat yang berair di mana siput sedang mencari makanan. Burung gagak ini
lalu menyapa siput dan berkata, "Hai Siput, maukah engkau berlomba lari
dengan saya?" Siput menjawab, "Saya tidak mempunyai kaki dan sayap, tidak
berdaya untuk lari, berbeda dengan engkau dapat berjalan dan terbang di
angkasa bebas."

Mendengar jawaban siput ini burung gagak kemudian mengejek dan
mencelanya, "Kalau demikian, engkau bukan laki-laki karena dari perlombaan
inilah membuktikan kemampuan kita." Siput ketika mendengar ejekan burung
gagak itu menjadi tersinggung dan sakit hati.

Siput berkata kepada burung gagak, "Sebenarnya aku tak menyanggupinya
permintaanmu, tetapi akan aku usahakan dan memenuhi permintaanmu, kapan
akan kita laksanakan." Burung gagak dan siput pada saat itu menentukan waktu
pelaksanaan. Keduanya sepakat bahwa perlombaan lari akan dilaksanakan tiga
hari yang akan datang. Siput tidak henti-hentinya berpikir mencari jalan untuk
menundukkan burung gagak tadi.

Dia bekerja sama dengan temantemannya dan menyuruh temannya yang lain
menunggu di tempat-tempat tertentu mulai dari garis awal lomba sampai
dengan tempat di mana garis akhir. Segala persiapan sudah siput siapkan dan

Halaman | 64

waktu perlombaanpun telah ditetapkan.

Di tempat itu burung gagak menyapa kepada siput, "Apakah engkau sudah siap?"
Siput lalu menjawab, "Dari tadi saya sudah siap." Setelah aba-aba dimulai,
burung gagak terbang ke tempat yang sudah ditentukan, tetapi ternan siput
sudah lama lebih dahulu menunggu di sana.

Burung gagak ketika tiba di tempat itu berteriak, "Hai Siput, di manakah
engkau?" Siput yang sudah lama menunggu di tempat itu menjawab, "Halla, aku
sudah capek menunggu dari tadi." Burung gagak berkata kepada siput, "Aku
mengaku bahwa engkaulah laki-laki." Burung gagak mengajak siput berbincang-
bincang lebih dahulu.

Dalam percakapan ini burung gagak mohon supaya si Siput membersihkan
badannya lebih dahulu dari lendirnya. Siput mengeluarkan badan dari rumah
siput itu dan langsung dimakan oleh burung gagak. Jadi, siput ini ditipu oleh
burung gagak. Dengan demikian, tamatlah cerita ini.

Sumber: Mustari. Kumpulan Cerita Fabel Sulawesi Selatan

Dari dua contoh fabel di atas, dapat kita dilihat ciri-ciri fabel yaitu:
a. Fabel mengambil tokoh para binatang.
b. Watak tokoh para bnatang digambarkan ada yang baik dan ada yang
buruk (seperti watak manusia).
c. Tokoh para binatang bisa berbicara seperti manusia.
d. Cerita memiliki rangkaian peristiwa yang menunjukkan kejadian
sebab-akibat. Rangkaian sebab akibat diurutkan dari awal sampai
akhir.
e. Fabel menggunakan latar alam (hutan, sungai, kolam, dll).
f. Ciri bahasa yang digunakan:
 Kalimat naratif atau kalimat
 Kalimat langsung yang berupa dialog para tokoh
 Menggunakan kata sehari-hari dalam situasi tidak formal
(bahasa percakapan).

Halaman | 65

Sumber: Yuniarto, H.
https://www.academia.edu/40089675/Pengantar_Sastra_Indonesia_Untuk_Maha

siswa_Asing

Kotak Info

1. Tokoh: Orang/ hewan yang menjadi pelaku dalam cerita (tokoh
protagonis, atau antagonis, tokoh utama atau tokoh pembantu).

2. Ciri tokoh utama adalah (1) sering dibicarakan; (2) sering muncul dan (3)
menjadi pusat cerita (menggerakkan jalan cerita). Tokoh pembantu adalah
tokoh tambahan.

3. Penokohan: pemberian karakter pada tokoh. Karakter bisa bersifat
protagonis/yang disukai atau tokoh antagonis/yang tidak disukai

4. Watak tokoh dapat disimpulkan dari penggambaran fisik, penggambaran
tindakan tokoh, dialog tokoh, monolog, atau komentar/ narasi penulis
terhadap tokoh.

5. Setting atau latar adalah tempat dan waktu kejadian serta suasana dalam
cerita. Ada tiga jenis latar, yaitu latar tempat, latar waktu dan latar sosial.

6. Tema adalah gagasan yang mendasari cerita. Tema dapat ditemukan dari
kalimat kunci yang diungkapkan tokoh, atau penyimpulan keseluruhan
peristiwa sebab-akibat pada cerita

7. Amanat adalah pesan yang disampaikan penulis secara tidak langsung.
Amanat disimpulkan dari sikap penulis terhadap permasalahan yang
diangkat pada cerita.
Sumber:
https://repository.unej.ac.id/handle/123456789/92695

A. Mengidentifikasi Jenis Fabel

JENIS FABEL
Ditinjau dari pemberian watak dan latarnya, dibedakan fabel alami dan fabel adaptasi.
Fabel alami menggunakan watak tokoh binatang seperti pada kondisi alam nyata.
Misalnya, kura-kura diberi watak lamban, singa buas dan ganas. Selain itu, fabel alami

Halaman | 66

menggunakan alam sebagai latar (hutan, sungai, kolam, dsb). Fabel adaptasi adalah
fabel yang memberikan watak tokoh dengan mengubah watak aslinya pada dunia nyata
dan menggunakan tempat-tempat lain sebagai latar (di rumah, di jalan raya). Misalnya,
landak yang pemalu berulang tahun di rumah makan.
Ditinjau dari kemunculan pesan dibedakan fabel dengan koda dan tanpa koda. Fabel
dengan koda berarti fabel dengan memunculkan secara eksplisit pesan pengarang di
akhir cerita. Sebaliknya, fabel tanpa koda tidak memberikan secara eksplisit pesan
pengarang di akhir cerita.

B. MENCERITAKAN KEMBALI ISI FABEL Link Video:
https://automate.video/p
Simaklah video berikut ini dan baca juga contoh cerita embacaan_fabel_semua_
fabel berikut ini: istimewa_292f68e9?hide

Script=true

SEMUA ISTIMEWA

Ulu, seekor katak hijau, sedang berdiri di pinggir kolam. Hari itu langit sangat gelap dan
hari seperti itulah yang Ulu sukai. Tidak lama kemudian, air mulai menetes perlahan-
lahan dari angkasa.

“Hujan telah tiba!” Ulu berteriak dengan girang. Ulu pun mulai bersenandung sambil
melompat-lompat mengitari kolam. Ia melihat semut yang kecil sedang berteduh di
balik bunga matahari.

“Wahai semut, hujan telah tiba jangan bersembunyi!” seru Ulu kepada semut yang
sedang berusaha keras menghindari tetesan air hujan. Semut menghela napas dan
menatap Ulu dalam-dalam. “Ulu, aku tidak suka dengan hujan. Kamu lihat betapa
mungilnya tubuhku? Air hujan akan menyeret dan menenggelamkanku ke kolam! Aku
tidak bisa berenang sepertimu, makanya aku berteduh,” sahut Semut.

“Makanya Semut, kau harus berlatih berenang! Aku sejak berupa berudu sudah bisa
berenang, masa kau tidak bisa? Berenang itu sangat mudah, julurkan saja kakimu,” Ulu
menjulurkan kakinya, “dan tendang ke belakang seperti ini! Ups, maaf, kakimu kan
pendek.” Sambil tertawa, Ulu melompat meninggalkan semut. Semut hanya bisa
menatap Ulu dengan kesal. Semut tidak dapat berenang karena ia berjalan.

Ulu kembali berseru, “Hujan telah tiba! Hujan telah tiba! Oh, hai Ikan! Aku sangat suka
dengan hujan, bagaimana denganmu? Ulu berhenti di pinggir kolam dan berbicara
kepada Ikan yang sedang berenang di dalam kolam. Ikan mendongakkan kepalanya ke
atas dan berbicara kepada Ulu. “Aku tidak dapat merasakan hujan Ulu. Lihatlah, aku
tinggal bersama air. Bagaimana caranya aku dapat menikmati hujan seperti kamu Ulu?”

Halaman | 67

Ikan pun kembali berputar-putar di dalam kolam.

“Hah! Sedih sekali hidupmu Ikan! Seandainya kamu seperti aku, dapat hidup di dalam
dua dunia, darat dan air, mungkin kamu akan dapat merasakan kebahagiaan ini.
Nikmati saja air kolammu sebab kamu tidak akan dapat pernah merasakan rintikan
hujan di badanmu!”

Apa yang Ulu katakan sangat menusuk hati Ikan. Ikan menatap ke arah tubuhnya yang
bersisik, lalu menatap ke arah tubuh licin Ulu. Ikan yang bersedih hati pun berenang
meninggalkan Ulu ke sisi kolam yang lain. Ulu pun kembali melompat-lompat di sekitar
kolam dan kembali bersenandung.

Saat Ulu tiba di bawah pohon, ia melihat Burung sedang bertengger di dahan pohon dan
membersihkan bulunya. Ulu mengira Burung juga sama seperti Semut dan Ikan yang
tidak dapat menikmati hujan. “Hai Burung, kenapa kau tidak mau keluar dan menikmati
hujan? Apakah kamu takut bulumu basah? Atau apakah kamu takut tenggelam ke dalam
kolam seperti semut? Ataukah memang kamu tidak bisa menikmati indahnya hujan
seperti Ikan?” Setelah berkata demikian, Ulu tertawa kencang-kencang.

Burung menatap ke arah Ulu yang masih tertawa,” Hai Ulu, apakah kau bisa naik
kemari?” Ulu kebingungan.” Apa maksudmu burung?”

“Apakah kau bisa memanjat naik kemari Ulu?”

“Apa yang kau maksud Burung? Tentu saja aku tidak bisa!” Ulu cemberut dan menatap
kearah dua kakinya. Ulu menyesal punya kaki yang pendek sehingga tidak bisa terbang.

“Ulu, tidakkah kamu tahu bahwa Sang Pencipta membuat kita dengan keunikan yang
berbeda-beda? Aku tidak bisa berenang sepertimu dan ikan, tetapi aku bisa terbang
mengitari angkasa. Burung kembali berkata dengan bijak, “Itulah yang kumaksud Ulu,
kita masing-masing memiliki kelebihan sendiri. Semut tidak bisa berenang sepertimu,
tetapi ia bisa menyusup ke tempat-tempat kecil yang tidak dapat kau lewati. Ikan tidak
dapat melompat-lompat sepertimu, tetapi ia bernapas di bawah air. Kamu tidak
seharusnya menghina mereka!”

Ulu mulai menyadari bahwa tindakannya salah. Diam-diam Ulu berpikir bahwa
tindakannya itu tidak benar. Ia seharusnya tidak menyombongkan kelebihan dan
menghina teman-temannya.

“Maafkan aku Burung.” ucap Ulu seraya menatap sendu kearah Semut dan Ikan yang
sejak tadi memperhatikan pembicaraan mereka. “Maafkan aku Semut, Ikan, selama ini
aku telah menyinggung perasaanmu.” Sejak saat itu, Ulu mulai menghargai teman-
temannya dan mereka pun menyukainya kembali.

Sumber : Harian Kompas 2018

Setelah membaca dan meyimak tayangan video, kamu mulai dapat menentukan
bagaimana cara menceritakan kembali cerita fabel dengan membaca pembahasan
berikut ini:

1. Menentukan Tokoh dan Watak Tokoh

Bagaimana watak tokoh dalam fabel di atas?

Halaman | 68

Nama Tokoh Watak Tokoh Bukti pada Teks
Ulu
Ikan
Semut
Burung

a) Apa latar dari teks fabel di atas?
b) Pesan apa yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui fabel di atas?

2. Menentukan Rangkaian Peristiwa

Uraikan isi fabel di atas menggunakan bahasamu sendiri dengan menjawab
pertanyaan-pertanyaan berikut!
a) Urutkan kejadian yang dialami oleh Ulu di atas dalam tabel bawah ini!

Awalnya ...
Tiba-tiba ...
Lalu ...
Selanjutnya ...
Kemudian ...
Akhirnya ...

b) Mengapa Ulu meremehkan teman-temannya?
c) Ceritakan proses Ulu akhirnya menyadari kesalahannya!

3. Menceritakan Kembali Isi Fabel
Berkelompoklah dan ceritakan isi fabel dengan bahasamu sendiri, dala kegiatan
ini kamu akan menceritakan kembali isi fabel secara berantai.
Berdasarkan ringkasan urutan peristiwa cerita fabel sebelumnya, lakukanlah
hal-hal berikut!
1. Membentuk kelompok yang terdiri atas 5 atau 6 orang satu kelompok.
2. Tiap kelompok diundi untuk ke depan kelas atau di luar kelas dengan
pembagian nomor tiap anggotanya.
3. Guru memerintahkan nomor yang disebut untuk memulai menceritakan isi
cerita.
4. Guru akan menghentikan dan berpindah pada nomor yang lain untuk
melanjutkan isi cerita.

Halaman | 69

C. Menelaah Struktur dan Bahasa Fabel

1. Menelaah Struktur Fabel
Baca paparan berikut!
Fabel merupakan cerita yang menggambarkan watak dan budi manusia yang pelakunya
diperankan oleh binatang (berisi pendidikan moral dan budi pekerti). Fabel ini memiliki
empat bagian dalam strukturnya. Keempat bagian tersebut adalah sebagai berikut

Orientasi Komplikasi Resolusi Koda

.

a. Orientasi
Bagian awal dari suatu ceritayang berisi pengenalan tokoh, latar dan waktu.

b. Komplikasi
Konflik atau permasalahan antara satu dengan tokoh yang lain.

c. Resolusi
Bagian yang berisi pemecahan masalah

d. Koda
Bagian terakhir fabel yang berisi perubahan yag terjadi pada tokoh dan pelajaran
yang dapat dipetik dari cerita tersebut.

Agar kamu lebih memahami struktur fabel, perhatikan contoh dan pengidentifikasian
struktur fabel di bawah ini!

Gajah yang Baik Hati Judul

Siang hari itu suasana di hutan sangat terik. Orientasi
Tempat tinggal si Kancil, Gajah, dan lainnya
seakan terbakar. Kancil kehausan. Dia
berjalanjalan mencari air.

Halaman | 70

Di tengah perjalanan dia melihat kolam Komplikasi
sampai klimaks
dengan air yang sangat jernih. Tanpa pikir
Halaman | 71
panjang dia langsung terjun ke dalam kolam.

Tindakan Kancil sangat ceroboh, dia tidak

berpikir bagaimana cara ia naik ke atas.

Beberapa kali Kancil mencoba untuk

memanjat tetapi ia tidak bisa sampai ke atas.

Si Kancil tidak bisa berbuat apa-apa. Ia hanya

berteriak meminta tolong. Teriakan si Kancil

ternyata terdengar oleh Si Gajah yang

kebetulan melewati tempat itu. ‘’Hai, siapa

yang ada di kolam itu?’’ ‘’Aku.. si Kancil

sahabatmu.’’ Kancil terdiam sesaat mencari

akal agar Gajah mau menolongnya.

‘’Tolong aku mengangkat ikan ini.’’ “Yang

benar kau mendapat ikan?’’ ‘’Bener..benar!

Aku mendapatkan ikan yang sangat besar.’’

Gajah berpikir sejenak. Bisa saja ia turun ke

bawah dengan mudah tetapi bagaimana jika

naiknya nanti.

‘’Kau mau memanfaatkanku, ya Cil?’’ Kau

akan menipuku untuk kepentingan dan

keselamatanmu sendiri?’’ Tanya Gajah. Kancil

hanya terdiam.

‘’Sekali-kali kamu harus diberi pelajaran,’’
kata Gajah sambil meninggalkan tempat itu.
Gajah tidak mendengarkan teriakan Kancil.
Kancil mulai putus asa. Semakin lama berada
di tempat itu Kancil mulai merasa kedinginan.
Hingga menjelang sore tidak ada seekor
binatang yang mendengar teriakannya.
‘’Aduh gawat! Aku benar-benar akan kaku di
tempat ini.’’ Dia berpikir apa ini karma karena
dia sering menjaili teman-temannya.

Tidak lama, tiba-tiba Gajah muncul lagi. Resolusi
Kancil meminta tolong kembali. “Bagaimana Koda
Cil?”
“Tolong aku, aku berjanji tidak akan iseng
lagi”
“Janji?” gajah menekankan.
‘’Sekarang apakah kamu sudah sadar? Dan
akan berjanji tidak akan menipu, jahil, iseng
dan perbuatan yang merugikan binatang
lain?’’
‘’Benar Pak Gajah, saya benar-benar
berjanji.’’ Gajah menjulurkan belalainya yang
panjang untuk menangkap Kancil dan
mengangkatnya ke atas. Begitu sampai di atas
Kancil berkata.
‘’Terima kasih Pak Gajah! Saya tidak akan
pernah melupakan kebaikanmu ini.’’

Sejak itu Kancil menjadi binatang yang sangat
baik. Ia tidak lagi berbuat iseng seperti yang
pernah ia lakukan pada beruang dan
binatangbinatang yang lainya.

Memang kita harus berhati-hati kalau
bertindak. Jika tidak hati-hati akan celaka.
Jika kita ha i-hati kita akan selamat. Bahkan
bisa menyelamatkan orang lain.

Sumber:

https://dongengceritarakyat.com/fabel-
dongeng-sebelum-tidur-gajah-yang-baik-

hati/

Ciri Bagian-bagian Fabel:

a) Ciri Orientasi: Pengenalan tokoh, latar, watak tokoh dan konflik
b) Cri Komplikasi: Hubungan sebab akibat sehingga muncul masalah dan masalah

itu akan memuncak.
c) Ciri Resolusi: penyelesaian masalah
d) Ciri Koda: Nilai moral yang diungkapkan pengarang secara impisit pada akhir

cerita

2. Menelaah Variasi Pengungkapan Struktur Fabel

Bagian Ciri Isi Ciri Bahasa
Orientasi Berisi pengenalan tempat Kata keterangan
terjadinya cerita, tempat/waktu

Halaman | 72

Komplikasi pengenalan tokoh Contoh: di sebuah hutan
Klimaks  Berisi awal terjadinya Tiba-tiba ...
Resolusi Tanpa di duga ...
masalah
Koda  Ada perubahan Semakin ...
 Ada kejutamn Pada puncaknya kesabaran
Berisi puncak masalah tak bisa dibendung
Dia menyadari ...
 Menyatakan pemecahan Akhirnya, ...
masalah atau kondidi
akhir peristiwa  Begitu juga sebaliknya.
 Pelajaran yang dapat
 Akibat dari semua
perilaku tokoh kita ambil dari cerita
itu adalah ...
 Ganjaran yang diterima
tokoh

 Perubahan watak tokoh
menjadi baik

Nilai moral yang
diungkapkan pengarang
secara impisit pada akhir
cerita

3. Mencermati Penggunaan Kata/kalimat pada Fabel

Selain dari segi struktur, fabel juga memiliki karakteristik bahasa yang unik, yaitu
penggunaan bahasa sehari-hari yang bersifat imajinatif atau khayalan. Berikut disajikan
ciri kebahasaan fabel.

a. Penggunaan Sinonim dan Antonim pada Fabel
Fabel menggunakan variasi kata untuk menggambarkan atau mendeskripsikan
sifat. Baik sifat tokoh maupun sifat benda dan keadaan. Meskipun memiliki arti
yang sama, akan tetapi diksi atau pilihan kata yang tepat untuk mendeskripsikan
sifat tokoh dapat mempengaruhi nilai rasa pada pembaca!

Efek emosi lemah Kata Sifat

Senang Efek emosi kuat
Tidak teratur
Sedih Riang gembira
Berantakan
Merana

b. Menelaah Penggunaan Kalimat Langsung
Perhatikan ragam kalimat langsung pada fabel berikut! Diskusikan ketepatan
penulisannya.

Halaman | 73

Kalimat langsung Kalimat langsung Kalimat langsung
dengan kalimat dengan kalimat dengan kalimat
pengiring sebelum pengiring setelah pengiring di tengah
petikan
petikan petikan
Ulu kembali berseru,
“Ulu, aku tidak suka “Makanya Semut, kau
“Hujan telah tiba! Hujan dengan hujan. Kamu lihat harus berlatih berenang!
betapa mungilnya Aku sejak berupa berudu
telah tiba! Oh, hai Ikan! tubuhku? Air hujan akan sudah bisa berenang,
menyeret dan masa kau tidak bisa?
Aku sangat suka dengan menenggelamkanku ke Berenang itu sangat
kolam! Aku tidak bisa mudah, julurkan saja
hujan, bagaimana berenang sepertimu, kakimu,” Ulu
makanya aku berteduh,” menjulurkan kakinya,
denganmu? Ulu berhenti sahut Semut. “dan tendang ke
belakang seperti ini! Ups,
di pinggir kolam dan maaf, kakimu kan
pendek.” Sambil tertawa,
berbicara kepada Ikan Ulu melompat

D. Memerankan Isi Fabel

Pada bagian ini kamu secara berkelompok akan memerankan isi fabel. Kerjasama dan
kreativitasmu akan ditantang pada kegiatan kali ini.

Bacalah fabel berikut dan tentukan urutan peristiwa!
Cici dan Serigala
Karya Lilik Choir

Sore itu tiga kelinci kecil, Cici, Pusi, dan Upi bermain bersama di tempat lapang di hutan.
Tiba-tiba Cici melihat sesuatu tergeletak dalam bungkus plastik.
“Hai Teman-teman… lihatlah! Cici berteriak sambil menunjuk ke arah bungkusan
plastik. “Wah… makanan teman-teman..” teriak Upi.
“Asyik… sore ini kita makan enak..” Pusi bersorak kegirangan.
Cici mengambil kue itu, membuka bungkusnya dan tercium aroma harum dari kue itu.
Tiba-tiba muncul niat liciknya.
“Ah… kue ini pasti nikmat sekali apalagi jika ku makan sendiri tanpa berbagi dengan
mereka”. Gumamnya dalam hati.
“Teman-teman sepertinya kue ini bekal pak tukang kayu yang sering ke hutan ini,
mungkin dia baru saja kesini dan belum pergi terlalu jauh. bagaimana jika kususullkan
kue ini, bukankah menolong orang juga perbuatan mulia? Cici meyakinkan temannya.
Raut kecewa tergambar di wajah Upi dan Pusi, mereka gagal makan kue yang beraroma
lezat itu. Cici berlari menjauhi temannya dan memakan kue itu sendiri. Tiba-tiba...

Halaman | 74

Bruukk..!!
“Aaahhgg… tolooong…” Cici menjerit keras. Seekor serigala muncul dari balik semak
dan langsung menerkam tubuh mungil Cici. Cici pun menangis dan terus berteriak
minta tolong. “Cici pun memutar otak mencari cara bagaimana agar ia bisa bebas dari
cengkeraman serigala itu. Akhirnya ia mendapatkan ide.
“Pak serigala, aku punya dua teman di sana. Bagaimana jika mereka ku jemput ke sini
supaya kamu dapat makan lebih banyak lagi”. Cici berusaha mengelabui serigala itu.
“Baiklah, segera panggil mereka tapi aku harus ikut di belakangmu.” jawab serigala.
“Pelan-pelan saja ya, jalanmu supaya mereka tidak mendengar langkah kakimu. Aku
khawatir mereka akan lari ketakutan.”
Cici pun berlari ke arah teman-temannya yang ditinggalkan tadi. Sementara serigala
mengikutinya dengan langkah pelan. Menyadari hal itu Cici berlari sekuat tenaga sambil
sesekali memanggil temannya.
“Ups…!”, kaki Cici tiba-tiba terasa ada yang menarik. Ia pun menjerit dan bahkan tidak
berani membuka mata.
“Jangan Pak Serigala… jangan makan aku, ampuni aku..”
“Sst…, ini aku Ci, bukalah matamu, ini Upi dan Pusi..”
“Ayo cepat Ci…” dengan rasa kebersamaan mereka pun akhirnya selamat. Napas mereka
tersengal-sengal, keringatnya bercucuran. Cici menangis tesedu-sedu.
“Hik.. hik.. maafkan aku teman-teman, aku bersalah pada kalian. Aku telah berbohong..”
Cici akhirnya menceritakan kejadian yang sebenarnya. Temannya tidak marah apalagi
membencinya. Cici pun berjanji tidak akan mengulanginya lagi.
“Sudahlah Cici… kami memaafkanmu…” kata Pusi dengan bijak.
“Terimaksih kawan, aku janji tidak akan mengulanginya lagi..” jawab Cici dengan tulus.

Diadaptasi dari https://www.poskata.com/pena/cerita-fabel-cici-dan-serigala/

Tugas Kelompok
Bagi kelas menjadi 4 kelompok. Tentukan bagian-bagian berikut ini sesuai
dengan cerita fabel di atas. Seperti halnya dalam sabda Rasulullah yang memiliki
makna untuk saling bekerjasama dan dengan bekerjasama akan meringankan
segala sesatu yang ada. Berikut bunyi hadistnya.

َّّّ‫أََُموَ َّنمَْسّ هلَْنّ ََمعّ ْابَََكّّدََاّ َسَاَّنتَلَََّلهّرَفهَّهُّْبَّيَََاّنَّلَّ َّلُحَّاُع َي ََْمجوََََهّةَّرّمَََّّّأَا َْلره هخقيَي هاَهّهضََمَََّهّيةَّكَّااََلنََّّلَُّّالَ َعلَُّْنّفهُه َمياََّّأَ َح ْاخ َب َج َتهرََهّهُهََّّّأََوَنَّمَّ ََْنّرَّفَُسرو ََََلّّجََّّا َلعَ هّلََْنَّّّ ُم َصل ْس هلَىمََّّّا ُكلَّلَُْرّ َب ََعةَّلَّ ْي َفَههَّرّ َََوجَّّ َساللَََّملََُّّّ َقاَع ْنََلََّّهَُّاّ ْل ُك ُم ْر ْسبَ هلَّةَ َُّمَّّ هأمَ َُْخّنَّوََُكّّا ُْلربَُما ْس هَلهّتَهَمََّّّي ََْولَّهَمَّّ َّيا ْل ْظهقهليَ ُام ََمهََُّّهّةََّو ََوَلّ ََمّيَُّْنَ ّْس هل َسُمتََّهَََُر‬

Artinya:
Dari Ibnu `Umar melaporkan:.Rasulullah bersabda: ”Seorangmuslim adalah saudara
(lain) Muslim, ia tidak kesalahan dia juga tidak menyerahkannya kepada orang yang
tidak dia salah, Jika ada memenuhi kebutuhan saudaranya, Allah akan memenuhi

Halaman | 75

kebutuhannya, jika satu mengurangi seorang muslim dari kesulitan, Allah akan
meringankan kesulitannya pada hari kiamat, dan jika ada yang menutupi seorang
Muslim (dosa-dosanya), Allah akan menutupi dia (dosa-dosanya) di hari Kebangkitan “.
(HR.Mutafaq‘alaihi)

1. Merancang Tokoh, Watak, Dialog, Latar Sesuai Isi Fabel

Tentukanlah tokoh, watak, dialog dan latarnya!

Tokoh Nama Watak

Latar tempat
Latar waktu
Latar suasana

2. Menentukan Urutasn Cerita
Buatlah kerangka, urutan peristiwa cerita fabe!

Awalnya ... Kemudian... Tak
disangka

Tiba-tiba ... Akhirnya ...

3. Merancang Pemeranan dari Fabel yang Dibaca

Rancanglah kalimat narasi, dialog-dialog tokoh, dan musik pengiring/ suasana/
properti yang sesuai isi fabel!

Kalimat Narator Dialog tokoh Musik pengiring atau
Properti

Tentukan narator, pemain, pengiring musik dan pelengkap properti! Bentuk
kelompok dan berlatihlah mengucapkan dialog dengan intonasi, gerak-gerik yang
sesuai!
4. Melakukan Adu Kreatif Pemeranan Fabel

Halaman | 76

Perankan fabel secara berkelompok dan tentukan beberapa tugas berikut ini.
1. Perankan cerita di atas secara berkelompok!
2. Tentukan siapa yang menjadi tokoh cerita!
3. Rancang siapa menjadi narator cerita!
4. Tentukan urutan peristiwa yang utuh sesuai dengan strukturnya (orientasi,

komplikasi, resolusi, koda)!
5. Diskusikan cara memerankan fabel dengan baik.

Halaman | 77

A. Pilihlah salah satu jawaban yang benar dengan memberi tanda silang (X)
pada huruf A, B, C, dan D.

1. Teks narasi (cerita) yang isinya menceritakan tentang kehidupan hewan atau
binatang yang seolah-olah bisa hidup dan melakukan kegiatan sebagaimana
manusia merupakan definisi dari teks…
a. Fantasi
b. Narasi
c. Eksposisi
d. Fabel

2. Latar pada teks cerita fabel dibagi menjadi 3, yaitu….
a. Latar suasana, latar tempat, dan latar waktu
b. Latar suasana, latar lokasi, dan latar waktu
c. Latar suasana, latar tempat, dan latar sifat
d. Latar tempat, latar lokasi, dan latar waktu

3. Pengertian tokoh pada teks cerita fabel adalah ….
a. Pemegang peran dalam sebuah cerita
b. Pemegang suasana dalam sebuah cerita
c. Pemegang lokasi dalam sebuah cerita
d. Binatang-binatang pada sebuah cerita

4. Perhatikan kalimat berikut!
Kedua orang itu, si kecil dan si kancil, adalah pembantu di pasar.

Perbaikan penggunaan huruf kapital pada kalimat tersebut adalah …
a. Kedua orang itu, Si Kecil dan Si Kancil, adalah pembantu di pasar.
b. Kedua orang itu, si Kecil dan si Kancil, adalah pembantu di pasar
c. Kedua orang itu, Si kecil dan si kancil, adalah pembantu di pasar.
d. Kedua orang itu, Si Kecil dan si kancil, adalah pembantu di pasar.

5. Ku Pada teks cerita fabel, bagian cerita yang menggambarkan tokoh terlibat
dalam masalah disebut ….
a. Komplikasi
b. Orientasi
c. Koda
d. Resolusi

6. Pahamilah teks berikut!
Suatu pagi indah dengan matahari yang cerah, Pak Tua Rusa mengunjungi
kediaman keluarga Pip si Tupai di sebuah desa.

Struktur dari teks tersebut adalah …. …

Halaman | 78

a. Dimulai dengan rangkaian peristiwa
b. Dimulai dengan pemecahan masalah
c. Dimulai dengan komplikasi menuju resolusi
d. Dimulai dengan orientasi.

7. Amatilah teks berikut!

Ulu, seekor katak hijau, sedang berdiri di pinggir kolam. Hari itu langit sangat
gelap dan hari seperti itulah yang Ulu sukai. Tidak lama kemudian, air mulai
menetes perlahan-lahan dari angkasa.

Sumber:
https://dongengceritarakyat.com/fabel-dongeng-sebelum-tidur-gajah-yang-

baik-hati/
Teks tersebut berisi ….
a. Pengenalan tokoh, latar, tempat, dan waktu
b. Permasalahan antara satu tokoh dengan tokoh yang lain
c. Rangkaian peristiwa dan pemecahan masalah
d. Perubahan yang terjadi pada tokoh

Bacalah cerita berikut untuk menjawab soal nomor 8-10
SEMUT DAN KEPOMPONG

Di hutan yang rindang, hidup berbagai binatang buas dan jinak. Ada kelinci,
burung, kucing hutan, capung, kupu-kupu dan yang lainnya. Pada suatu hari,
hutan dilanda badai yang sangat dahsyat. Angin bertiup sangat kencang,
menerpa pohon dan daun-daun.

Kraak! terdengar bunyi dahan-dahan berpatahan. Banyak hewan yang tidak
dapat menyelamatkan dirinya, kecuali si semut yang berlindung di dalam tanah.
Badai baru berhenti ketika pagi menjelang. Matahari kembali bersinar
hangatnya.

Tiba-tiba dari dalam tanah muncul seekor semut. Si semut terlindung dari badai
karena ia bisa masuk ke sarangnya di dalam tanah. Ketika sedang berjalan, ia
melihat seekor kepompong yang tergeletak di dahan daun yang patah. Si semut
bergumam, "Hmm, alangkah tidak enaknya menjadi kepompong, terkurung dan
tidak bisa kemana-mana". "Menjadi kepompong memang memalukan!". "Coba
lihat aku, bisa pergi ke mana saja ku mau", ejek semut pada kepompong. Semut
terus mengulang perkataannya pada setiap hewan yang berhasil ditemuinya.

Beberapa hari kemudian, semut berjalan di jalan yang berlumpur. Ia
tidak menyadari kalau lumpur yang diinjaknya bisa menghisap dirinya semakin
dalam. "Aduh, sulit sekali berjalan di tempat becek seperti ini," keluh semut.
Semakin lama, si semut semakin tenggelam dalam lumpur. "Tolong! tolong,"
teriak si semut.

Halaman | 79

"Wah, sepertinya kamu sedang kesulitan ya?" Si semut terheran
mendengar suara itu Ia memandang kesekelilingnya mencari sumber suara.
Dilihatnya seekor kupu-kupu yang indah terbang mendekatinya. "Hai, semut
aku adalah kepompong yang dahulu engkau ejek. Sekarang aku sudah menjadi
kupu-kupu. Aku bisa pergi ke mana saja dengan sayapku. Lihat! sekarang kau
tidak bisa berjalan di lumpur itu kan?" "Yah, aku sadar. Aku mohon maaf karena
telah mengejekmu. Maukah kau menolongku sekarang?" kata si semut pada
kupu-kupu.

Akhirnya kupu-kupu menolong semut yang terjebak dalam lumpur penghisap.
Tidak berapa lama, semut terbebas dari lumpur penghisap tersebut. Setelah
terbebas, semut mengucapkan terima kasih pada kupu-kupu. "Tidak apa[1]apa,
memang sudah kewajiban kita untuk menolong yang sedang kesusahan bukan?,
karenanya kamu jangan mengejek hewan lain lagi ya?" Karena setiap makhluk
pasti diberikan kelebihan dan kekurangan oleh yang Maha Pencipta. Sejak saat
itu, semut dan kepompong menjadi sahabat karib.

Sumber:
http://bokolonts/cerita-pendek-semut-dan-kepompong

8. Pernyataan yang sesuai dengan teks fabel tersebut adalah ...
a. Di suatu sungai yang rindang, hidup berbagai binatang buas dan jinak.
b.Akhirnya semut menolong kupu-kupu yang terjebak dalam lumpur penghisap.
c. Semakin lama, si kupu-kupu semakin tenggelam dalam lumpur.
d.Si semut terlindung dari badai karena ia bisa masuk ke sarangnya di dalam
tanah.

9. Pernyataan yang tidak sesuai dengan tek fabel tersebut adalah…
a. Latar tempat adalah hutan
b. Kupu-kupu berwatak antagonis.
c. Semut berwatak antagonis.
d. Latar waktu adalah pagi.

10. Nilai moral yang terkandung dalam teks fabel tersebut adalah…
a. Kita tidak boleh mengejek sesama makhluk hidup.
b. Kita harus selalu bersyukur atas karunia Tuhan.
c. Kita harus berusaha supaya sukses.
d. Kita tidak boleh menyerah menghadapi cobaan.

11. Perhatikan penggalan cerita berikut!!
1) Kelinci tertidur dan akhirnya kura-kura menang
2) Kelinci yang sombong mengejek kura-kura yang jalannya lambat
3) Ketika lomba di mulai kelinci lari dengan cepat dan jauh meninggalkan kura-
kura
4) Kura-kura menantang kelinci untuk lomba lari
5) Kelinci yang sombong yakin kalau dia pasti menang
6) Karena kelinci merasa kura-kura sangat jauh ia beristirahat di bawah pohon

Halaman | 80

Urutan yang tepat agar kalimat-kalimat diatas menjadi sebuah fabel adalah….
a. 2 – 4 – 5 – 3 – 6 – 1
b. 1 – 3 – 2 – 4 – 6 – 5
c. 4 – 2 – 6 – 1 – 5 – 3
d. 6 – 2 – 3 – 1 – 4 – 5

12. Amatilah kutipan teks fabel berikut!

Suatu hari di sebuah kebun anggur, tinggalah sebuah keluarga Semut dengan
anggota jumlahnya yang sangat banyak. Semut ini membuat sarangnya dari
daun-daun lalu mereka tempel menggunakan cairan seperti lem yang mereka
keluarkan dari mulutnya. Para Semut melihat bahwa musim gugur akan segera
berlalu dan akan segera datang musim dingin yang cukup panjang. Ketika
musim dingin makanan akan sangat sulit untuk didapatkan, maka para Semut
itu segera mencari berbagai macam makanan untuk mereka kumpulkan sebagai
bahan persediaan ketika musim dingin telah tiba.

Peristiwa yang terdapat pada kutipan cerita fabel tersebut adalah ….
a. Semut berpesta pora melihat makanan yang melimpah
b. Semut menikmati musim gugur yang sangat menyenangkan
c. Semut pergi ke gua-gua untuk mengumpulkan makanan
d. Cadangan makanan tidak cukup bagi Semut yang jumlahnya sangat banyak

Kutipan teks fabel berikut untuk soal 13 dan 14!

(1)Pada suatu pagi sang Semut kembali berjalan ke taman itu. Karena hujan,
genangan lumpur terdapat di mana-mana. Lumpur yang licin membuat semut
tergelincir dan jatuh ke dalam Lumpur. Sang Semut hampir tenggelam dalam
genangan lumpur itu. Semut berteriak sekencang mungkin untuk meminta
bantuan. "Tolong, bantu aku! Aku mau tenggelam, tolong..., tolong... (2)
Untunglah saat itu ada seekor Kupu-kupu yang terbang melintas. Kemudian,
kupu-kupu menjulurkan sebuah ranting ke arah semut. "Semut, peganglah erat-
erat ranting itu! Nanti aku akan mengangkat ranting itu" Lalu, sang semut
memegang erat ranting itu. Si kupu kupu mengangkat ranting itu dan
menurunkannya di tempat yang aman.

Sumber: https://www.academia.edu/35733825/TEKS_CERITA_FABEL

13. Kutipan teks cerita bernomor (1) tersebut termasuk ke dalam struktur teks
fabel pada bagian ...
a. Orientasi
b. Komplikasi
c. Resolusi
d. Koda

Halaman | 81

14. Kutipan teks cerita bernomor (2) tersebut termasuk ke dalam struktur teks
fabel pada bagian...
a. Orientasi
b. Komplikasi
c. Koda
d. Resolusi

15. Cermati kalimat berikut ini.
“Kura-kura melukis pemandangan gunung.”
Kalimat pasif yang tepat dari pengubahan kalimat aktif tersebut adalah …
a. ”Gunung itu terlukis oleh kura-kura.”
b. ”Pemandangan gunung terlukis dengan kura-kura.”
c. ”Kura-kura melukis pemandangan gunung.”
d. ”Pemandangan gunung itu dilukis oleh kura-kura.”

URAIAN
1. Jelaskan pengertian dari teks fabel!
2. Sebutkan unsur-unsur yang ada dalam fabel.
3. Sebutkan struktur dari jenis teks fabel dengan koda!
4. Apa saja ciri kebahasaan teks fabel?
5. Sebutkan perbedaan antara kalimat aktif dengan kalimat pasif!

Halaman | 82


Click to View FlipBook Version