BAB I
MENYANYIKAN LAGU SECARA SOLO / TUNGGAL
Kompetensi Inti
KI 1 : Menghargai dan menghayati ajaran agama yang dianutnya
KI 2 : Menghargai dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggungjawabpeduli
(toleransi, gotong royong), santun,
percaya diri dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan
pergaulan dan keberadaannya..
KI 3 : Memahami pengetahuan (faktual, konseptual dan procedural)
berdasarkan rasa ingin tahunya tentang ilmu
pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena
dan kejadian tampak mata.
KI 4 : Mengolah, menyaji, dan menalar
dalam ranah konkret (menggunakan, mengurai, merangkai,
memodifikasi, dan
membuat,)
dan ranah abstrak (menulis, membaca, menghitung,
menggambar, dan mengarang)sesuai dengan yang
dipelajari di sekolah dan sumber lain yang sama
dalam sudut pandang/teori.
Kopetensi Dasar
1.1. Menerima, menanggapi dan menghargai keragaman dan keunikan
modern sebagai bentuk rasa syukur terhadap anugerah Tuhan
2.1 Menunjukkan sikap menghargai, jujur, disiplin, melalui aktivitas berkesenian
2.2 Menunjukkan sikap bertanggung jawab, peduli, santun terhadap
karya musik, dan penciptanya serta arrangernya
2.3. Menunjukkan sikap percaya diri, motivasi internal, kepedulian terhadap
lingkungan dalam berkarya seni
3.1 Memahami teknik pengembangan ornamentasi melodis dan ritmis lagu dalam bentuk vokal solo/tunggal
4.1 Mengembangkan ornamentasi ritmis maupun melodis lagu dalam bentuk vokal solo/tunggal
PETA KONSEP
JENIS PENAMPILAN VOKAL
SOLO / TUNGGAL
MATERI VOKAL TEKNIK VOKAL PENAMPILAN
I. Bentuk Penampilan Vokal Solo/Tunggal
Dalam penampilan jenis vokal ada beberapa bentuk penapilan diantaranya menyanyi dengan
iringan musik (compac disk (CD),ada tampilan dengan musik band lengkap,lalu ada juga
menyanyi dengan bersama –sama lebih dari satu orang.Jenis penampilan vokal solo/Tunggal
sering dinilai bentuk penampilan yang sederhana ,pada hal sebenarnya mempunyai beban
yang sangat berat.Karena keberhasilan penampilan sangat tergantung penyanyi itu sendiri.
Penampilan vokal dengan menggunakan iringan Compac Disk (CD)
Gambar penampilan vokal dengan band lengkap (sumber borobudurnew.com)
II. Bentuk Penampilan Vokal Solo/Tunggal
Pengertian vokal berasal dari kata latin vocalis yang berati berbicara atau bersuara.Vokal dalam
seni musik adalah alunan nada-nada yamg keluar dari suara manusia .Vokal merupakan jenis
bermusik yang paling populer karena dapat dilakukan dimanapun meski tanpa tambahan alat
apapun.
Musik vokal yaitu jenis karya music yang hanya menampilkan suara manusia saja. Penyajian
musik vokal melambangkan kedamaian, keagungan dan kemegahan. Bentuk penyajian
musik vokal yaitu :
sumber Gambar : musik, cahaya, konser, cinta, merah, menunjukkan, solo ...
pxhere.com
1. Solo : bentuk penyajian musik vokal yang dilakukan hanya oleh satu orang
penyanyi.
Duet Bareng Mahalini, Ari Lasso: Seperti Nyanyi dengan Profesional ...
celebrity.okezone.com
2. Duet adalah : bentuk penyajian musik vokal yang dilakukan oleh dua
orang penyanyiyang biasanya menggunakan dua melodi suara yang
berbeda.
Trio Lestari Luncurkan Album Bertajuk "Wangi"
beritasatu.com
3. Trio adalah bentuk penyajian musik vokal yang dilakukan oleh tiga orang
penyanyi yangmasing-masing sura / melodinya berbeda satu dengan lainnya.
Kuartet Il Divo Buai Penonton Konser Kelima di Jakarta - Lifestyle ...
lifestyle.bisnis.com
4. Kwartet adalah bentuk penyajian musik vokal yang dilakukan oleh empat orang
penyayi yang melodinya berbeda.
Lagu Daerah-Pop Modern Bersaing dalam Adu Vokal Pelajar di Kota ...
suryamalang.tribunnews.com
5. Vokal grup adalah bentuk penyajian musik vokal yang dilakukan paling sedikit
empat orang yang dengan harmoni empat suara dengan diiringi oleh
alat musik pengiring. Alatmusik pengiring tersebut dapat berupa piano maupun gitar.
Walikota Buka Pesta Paduan Suara Siswa - cybersulutnews.co.id
cybersulutnews.co.id
6. Paduan Suara adalah bentuk terbesar dari penyajian musik vokal karena dapat
dilakukanoleh minimal 15 orang yang biasanya dibagi menjadi empat suara.
A. Materi vokal
1. Timbre/warna suara
Timbre, atau juga dikenal sebagai warna suara, adalah kualitas suara yang dirasakan oleh
pendengar dari nada musik, suara, atau bunyi alat musik.
Timbre membedakan suara dari sumber suara yang berbeda, seperti perbedaan antara suara
yang diucapkan orang yang berbeda atau membedakan para penyanyi-penyanyi yang berbeda.
Timbre juga memungkinkan pendengar membedakan antara jenis alat musik, seperti beda
suara dari alat musik petik, alat musik tiup, dan alat musik perkusi. Timbre juga memungkinkan
pendengar untuk membedakan alat musik yang berbeda dalam kategori yang sama, misalnya
antara suara drum dan kendang
`Timbre berasal dari atribut suara yang memungkinkan pendengar menilai bahwa dua suara
tidak sama, meski suara tersebut memiliki kekerasan atau intensitas dan nada atau frekuensi
yang sama. Timbre bergantung terutama pada spektrum frekuensi dari gelombang suara, dan
juga bergantung pada tekanan suara dan karakteristik temporal dari suara.
Karena suara yang dihasilkan alat musik yang berbeda misalnya, akan memiliki spektrum
frekuensi dari gelombang suara berbeda, meski dimainkan pada nada yang sama, ini dapat
digunakan oleh musisi untuk membedakan kualitas alat musik yang bagus dengan alat musik
biasa. Misalnya, Biola Stradivarius memiliki warna suara khas yang membuatnya berharga
sangat mahal.
Begitu juga suara pada manusia setiap orang mempuyai warna suara yang berbrda beda
karena dipengaruhi oleh kondisi pita suara manusia yang berbeda satun sama yang lainnya
dan ini merupakan anugerah dan karunia Tuhan Yang Maha Esa setiap manusia mempuyai
frekwensi suara yang berbeda.Warna suara akan lebih berkarakter dan menghasilkan suara
yang bagus jika dilatih dengan teknik vokal yang baik dan benar.
2. Abitus/Wilayah nada
Ambitus adalah batas wilayah nada yang dapat dicapai oleh seseorang dari rentang nada
terendah dan nada tertinggi.Hal inilah yang membedakan mengapa suara seorang laki –
laki,perempuan dan suara anak satu sama lainnya berbeda beda.Setiap orang memiliki
jangkauan wilayah nada yang berbeda beda sesuai kondisi pita suara masing-masing.Ambitus
suara manusia bisa bertambah dan berkurang sesuai intensitasnya dalam melatih teknik
vokalnya.Dilatih secara rutin dan benar dengan waktu yang cukup akan dapat menambah atau
dapat mempertahankan kwalitas ambitus suaranya sesuai dengan perubahan usia pada
manusia.Berikut ini adalah pengelompokan wilayah nada sesuai dengan ambitusnya.
a. Suara anak
Pada dasarnya ambitus nada suara anak laki –laki dan perempuan sama.Ambitus anak laki –
laki akan berubah ketika menginjak usia dewasa dikarenakan perubahan keadaan
fisiknya.Seperti tumbuhnya jakun pada lehernya jelas akan mempengaruhi pita
suaranya.Pengelompokan batas wilayah nada atau ambitus suara anak sebagai berikut
Suara anak
Suara tinggi anak wilayah nada antara c‟ – f‟‟‟
Wilayah nada dalam alat musik Piano
c‟ d‟ e‟ f‟ g‟ a‟ b‟ c‟‟ d‟‟ e‟‟ f‟‟
Suara rendah anak wilayah nadanya antara a – d‟‟
Wilayah nada dalam alat musik Piano
a b c‟ d‟ e‟ f‟ g‟ a‟ b‟ c‟‟ d‟‟
b. Suara orang dewasa
Wanita
Suara Wanita
Suara Tinggi disebut Sopran wilayah nadanya antara
nada c‟ – a‟‟
Wilayah nada dalam alat musik Piano
c‟ d‟ e‟ f‟ g‟ a‟ b‟ c‟‟ d‟‟ e‟‟ f‟‟
Suara Sedang disebut Mezzo Sopran wilayah nadanya antara
nada a – f‟‟
Wilayah nada dalam alat musik Piano
a b c‟ d‟ e‟ f‟ g‟ a‟ b‟ c‟‟ d‟‟ e‟‟ f‟‟
Suara Rendah disebut Alto wilayah nadanya antara nada f – d‟‟
Wilayah nada dalam alat musik piano
f g a b c‟ d‟ e‟ f‟ g‟ a‟ b ‟ c‟‟ d‟‟
2.2. Suara Pria
Suara tinggi disebut Tenor wilayah nadanya antara nada c – a‟‟
Wilayah nada dalam alat musik piano
c d e f g a b c‟ d‟ e‟ f‟ g‟ a‟ b‟ c‟‟ d e‟‟ f‟‟ g‟‟ a‟‟
a – f” Suara sedang wilayah disebut Bariton nadanya antara nada
Wilayah nada pada alat musik Piano
a b c „ d‟ e‟ f‟ g‟ a‟ b‟ c‟‟ d‟‟ e‟‟ f‟‟ ‟
Suara Rendah disebut Bass wilayah nadanya antara
nada F – d‟
Wilayah nada pada alat musik piano
F G A B c d e f g a b c‟ d‟
B. Teknik vokal
Teknik Vokal adalah cara memproduksi suara yang baik dan benar, sehingga suara yang keluar
terdengar jelas, indah, merdu, dan nyaring.
unsur" teknik vokal , meliputi :
1. Artikulasi, merupakan cara pengucapan kata demi kata maupun huruf demi
hurup dengan
jelas dan benar.
Gambar organ artikulasi dan fungsinya
a. Alat artikulasi
Seperti yang diterangkan bahawa bunyi terjadi jika udara mengalami halangan atau
gangguan pada alat-alat artikulasi. Secara terperinci, bagian-bagian anggota tubuh yang ikut
membentuk bunyi, baik secara langsung ataupun tidak langsung ialah alat artikulasi.
Alat artikulasi atau disebut juga artikulator yang berfungsi dalam penghasilan bunyi-bunyi terdiri
daripada yang berikut :
Paru-paru ( lungs )
Batang tenggorok ( trachea )
Pangkal tenggorok ( larynkx )
Pita-pita suara ( vocal cord )
Krikoid ( cricoid )
Tiroid ( throid ) atau halkum
Aritenoid ( arythenoids )
Dinding rongga kerongkong ( wall of pharynx )
Epiglotis ( epiglottis )
Akar lidah ( root of the tongue )
Akar lidah, lidah belakang, pangkal lidah ( hump, back of tongue, dorsum )
Tengah lidah ( middle of the tongue, medium )
Daun lidah ( blade of the tongue, lamina )
Hujung lidah ( tip of the tongue, apex )
Anak tekak ( uvula )
Langit-langit lembut ( soft palate, velum )
Langit-langit keras ( hard palate, palatum )
Gusi dalam, gusi belakang, ceruk gigi, lengkung kaki gigi alveola,(alveolum )
Gigi atas ( upper teeth, deria )
Gigi bawah ( lower teeth, denta )
Bibir atas ( upper lip, laiab )
Bibir bawah ( lower lip, labia )
Mulut ( mouth )
Bentuk mulut yang salah akan mengganggu proses pembentukan suara. Bentuk dan
posisi organ mulut saat memproduksi suara adalah sebagai berikut.
o Buka mulut selebar tiga jari secara vertikal (bentuk mulut elips) sehingga suara
yang ke luar tidak lemah dan bulat.
o Bentuk gigi seri sebelah atas tertutup setengah bagian oleh bibir sebelah atas.
o Posisi bibir bawah ditekan pada gigi seri sebelah bawah supaya kekuatan suara
tidak berkurang.
o Aliran udara diarahkan ke langit-langit keras supaya suara yang ke luar menjadi
jelas dan lantang.
o Langit-langit lunak dan anak lidah ditarik ke atas untuk menutup lubang yang
menuju ke rongga hidung.
o Lengkung langit-langit dibuka lebar dan dijaga agar lidah tetap mendatar,
sedangkan ujung lidah menyinggung gigi seri sebelah bawah.Bentuk dan posisi
yang salah pada waktu menyanyi akan berakibat suara yang dihasilkan menjadi
pekak, lemah, dan tidak nyaring.
Gambar posisi mulut dalam membentuk huruf vokal
Teknik Pembentukan Bunyi Vokal
Bunyi vokal adalah bunyi yang ke luar karena udara dari paru-paru tidak
mendapat
rintangan. Jenis dan macam vokal tergantung dari posisi bibir, tinggi rendah
lidah,dan maju mundurnya lidah. Teknik pembentukan vokal meliputi Vokal o,
u, dan a, vokal e, i dan vokal e (pepet).
Teknik Pembentukan Bunyi Konsonan
Bunyi konsonan adalah bunyi yang keluar dari paru-paru mendapat rintangan
atau hambatan. Terbentuknya bunyi konsonan tergantung peranan lidah
sebagai artikulator dan sasaran titik artikulasi.
Teknik Pembentukan Suara pada alat artikulasi atau pengucapan
Pita Suara
Cobalah latihan ini agar pita suara menjadi tidak kaku
Latihlah dari kunci nada dasar C, C#, D, D# dan seterusnya, lalu ulang lagi dengan kunci nada
dasar yang menurun, contoh : D# ke C.
Bibir.
Bibir atas dan bawah harus lentur pada saat membentuk suara, tidak
kaku atau kejang. Bibir dapat dilatih dengan mengucapkan huruf-huruf
umlaud atau dipotong
contoh :
ui ui ui ui ui ui dan oe oe oe oe oe oe dengan satu nada yang ditahan
beberapa saat.
Rahang Bawah. Rahang yang kaku ibarat engsel yang sudah tidak aktif,
hal ini
mengganggu keindahan suara.Cobalah latihan di bawah ini.
Lidah.
Lidah yang kaku juga dapat mengganggu keutuhan suara. Untuk melatihnya dapat dilakukan
dengan :
- Membunyikan : Aaaaaa..... dengan ujung lidah membentuk lingkaran kecil di
dalam mulut, lalu gerakkan lidah ke kanan dan ke kiri dengan cepat.
- Membunyikan : ru ro ra ..., pli plo pla ..., la la la berulang kali dan semakin
cepat namun harus benar dalam pengucapannya.
- Bersiul ria dan merasakan ujung lidah menyentuh belakang gigi bawah.
Dari kesemua alat-alat tersebut, memang tidak boleh kaku, harus lentur! Semuanya bisa dilatih,
semakin sering dilatih, akan semakin baik dalam pengucapan atau artikulasi
2. Pernapasan, adalah usaha untuk menghirup udara sebanyak-banyaknya
kemudian disimpan, dan dikeluarkan sedikit demi sedikit sesuai dengan
keperluan.Dalam teknik vokal pernapasan di golongkan menjadi
a. Teknik Penapasan Dada
Pernapasan dada biasanya di gunakan untuk nada-nada rendah.
Dilakukan dengan mengisi udara pada paru-paru bagian atas. Pernapasan ini sangat pendek
sehingga tidak cocok untuk nada-nada yang tinggi. pada pernapasan dada bagian tubuh dada
akan mengembang. Walaupun digunakan untuk nada-nada rendah penyanyi akan mudah
kehabisan nafas. Namun pernapasan dada tidak baik digunakan untuk bernyanyi.
Teknik ini sangat popular dengan sebutan teknik Italia, karena hampir
semua penyanyi zaman Renaisesance menggunakan teknik ini.Ketikarongga dada
dibusungkan, bahu serta bagian leher pasti akan sedikit menegang. Akibatnya suara yang
keluar sedikit kurang bebas.
Teknik ini akan menguras banyak tenaga penyanyi.
Lebih – lebih bila harus menggunakan teknik falsetto. Dan disamping itu
pada umumnya sedikit mengganggu penampilan. Kualitas suarapun
cukup lantang, dan paru – paru menanggung beban berat.
b. Teknik Pernapasan Perut
Sewaktu kita menghirup udara, bagian – bagian sekitar pusar
membesar.Karena seluruh kegiatan dan kekuatan ke perut maka akan
mengurangi daya dorong paru – paru. Akibatnya penyanyi sering mengalami kesulitan
sewaktu berusaha menyajikan nada tinggi ataupun nada –nada rendah atau bervolume besar.
c. Teknik Pernapasan Diafragma
Saat diafragma menegang atau lurus rongga dada dan rongga perut menjadi longgar dan
volume menjadi bertambah. Volume yang bertambah ini mengakibatkan tekanan berkurang
sehingga udara dari luar dapat masuk ke paru-paru dan napas yang dikeluarkan dapat diatur
secara sadar oleh diafragma dan otot-otot bagian samping kiri. Pernapasan ini paling cocok
untuk bernyanyi karena dapat mengambil napas sebanyak banyaknya dan mengeluarkan
secara perlahan-lahan dan teratur. Dalam pernapasan diafragma udara ditarik sedalam
mungkin dan disimpan dalam diafragma. Kemudian, udara dikeluarkan secara perlahan
sewaktu bernyanyi. Pernapasan ini memungkinkan kita menghasilkan suara murni dengan
napas yang panjang.
,
3. Frasering Dalam Bernyanyi
Frasering adalah pemenggalan kalimat yang baik dan benar sehingga
kalimat lagu tersebut dapat memberikan, menjelaskan tema dan
menyampaikan pesan dari sebuah lagu/karya kepada pendengar pada saat
bernyanyi.
Terhadap sebuah lagu, penyanyi harus :
a. Memahami arti setiap kalimat yang dinyanyikan.
b. Memahami tujuan/pesan/karakter dari sebuah lagu secara
keseluruhan.
c. Menyadari bahwa susunan nada-nada yang ditulis untuk
dinyanyikan adalah suatu kesatuan, artinya tidak terpenggal-
penggal dari sudut susunan melodinya.
Untuk menghayati isi kata-kata, kita perlu mencari :
a. Mana kelompok kata yang merupakan satu kesatuan, yaitu : bahwa setiap
pemenggalan kalimat harus mengandung arti yang sebenarnya dan disesuaikan
dengan melodi dan irama.
b. mana kata pokok/tema yang perlu penegasan/penonjolan dan diucapkan
lebih keras kemudian diberi tanda dinamika.
c. Pada bagian kata mana aksen harus dimunculkan atau ditonjolkan.
Kalimat musik terdiri dari "nada-nada" yang merupakan "motif" atau "tema" yang
mengungkapkan suatu ide musik, misalnya :
a. Kelompok nada : yaitu dimana ditemukan beberapa nada yang berulang
dinyanyikan.
b. Puncak lagu : yang biasanya selalu terdapat pada nada tertinggi pada
sebuah lagu.
c. Tekanan nada : yang di dalam musik ditentukan oleh irama, dan biasanya
terdapat di setiap awal birama.
Biasanya terdapat dua bentuk kalimat yang dinyanyikan, yaitu :
a. Nyanyian recitative : yaitu dimana peranan kata-kata lebih menonjol
dibanding dengan peranan melodi.
b. Nyanyian melismatis : peranan melodi lebih menonjol dari pada kata-
kata,dan terdapat satu kata yang dinyanyikan dengan serangkaian nada.
4. Sikap Badan, adalah posisi badan ketika seseorang sedang bernyanyi, bisa
dengan duduk atau berdiri yang terpenting saluran pernapasan tidak
terganggu.
Posisi berdiri Posisi duduk
Gambar poisis badan saat bernyanyi
1. Bernyanyi pada sikap duduk
Posisi duduk yang tegap, rileks, dada ke depan.
Posisi kedua kaki di depan dan menempel pada lantai.
Busungkan dada agar tulang rusuk berkembang dan rongga dada
bertambah besar.
2. Bernyanyi pada sikap berdiri
Posisi kedua kaki harus siap menjadi tumpuan saat berdiri,
rilekskan badan dan jangan tegang karena dapat mempengaruhi
produksi suara.
Posisi kedua bahu datar dan busungkan dada agak ke depan
agar suara yg keluar lebih maksimal, dan rilekskan kedua lengan.
Renggangkan kedua kaki dengan santai, lalu salah satu kaki agak
sedikit maju kedepan
Kedua lutut harus rileks dan mudah digerakkan.
5. Resonansi, adalah usaha untuk memperindah suara dengan memfungsikan
rongga-rongga udara yang ikut bervibrasi/ bergetar di sekitar mulut dan
tenggorokan.
Paling tidak ada beberapa hal yang harus kita lakukan dalam melatih resonansi, yaitu sebagai
berikut:
1) Sadar
Sadar bahwa resonansi itu ada. Untuk menyadari hal tersebut kita perlu
bimbingan dua pertanyaan ini:
a. Dimanakah tempat resonansi itu?
b. Bagaimanakah terjadinya resonasi?
Yaitu dengan memantulkan suara kita ke tempat-tempat resonansi di atas,
utamanya rongga dahi.
Latihan:
Bunyikan “m” atau “n” atau “ng”, sambil meraba bagian-bagian dari kepala
kita sendiri dan cobalah temukan bagian yang paling bergetar.
2) Memperbesar
Untuk memperbesar resonansi lakukan tindakan berikut saat bernyanyi:
a. mulut dibuka sebesar 3 jari,
b. gigi atas dan bawah diperlihatkan sedikit,
c. lidah lemas dengan permukaan rata dan ujung lidah menyentuh akar
gigi bawah,
d. jidat diangkat
e. mata terbuka lebar
f. hidung sedikit menegang
Latihan:
Utamakan untuk meresonansi huruf-huruf hidup: a, i, u, e, dan o.
Pergunakan materi vocalizing setiap hari untuk melatih resonansi kita
agar semakin kokoh.
Gambar sumber resonans
Resonansi yang kita miliki
a. Resonansi dada
b. Resonansi tenggorokan
c. Resonansi mulut
d. Resonansi hidung
e. Resonansi kepala
Semakin rendah resonansi yang kita pakai maka semakin rendah pula nada –
nada yang dihasilkan, semakin tinggi resonansi yang kita pakai semakin tinggi
pula resonansi yang dihasilkan
a. Resonansi dada
Resonansi dada digunakan untuk nada – nada yang rendah seperti
penyanyi bass dan alto. Bernyanyi lah di nada – nada yang rendah
sampai rongga dada terasa bergetar.
b. Resonansi tenggorokan
Resonansi ini tidak dipakai dalam bernyanyi tetapi dipakai saat berbicara
c. Resonansi mulut
Resonansi mulut digunakan untuk nada – nada standar atau nada –
nada tengah, resonansi ini juga bisa membuat suara kita tidak kasar.
d. Resonansi hidung
Resonansi hidung kebanyakan dipakai oleh penyanyi dangdut dan melayu.
e. Resonansi kepala
Resonansi ini biasa nya di pakai untuk nada – nada yang tinggi
6. Vibrato, adalah usaha untuk memperindah sebuah lagu dengan cara memberi
gelombang atau suara yang bergetar teratur, biasanya diterapkan diakhir
sebuah syair lagu. Vibrato berarti efek vibrasi suara yang pendek dan cepat pada nada voka
atau instrumentalia.Sebelum mikrofon ditemukan, penyanyi menggunakan vibrato untuk
memaksimalkan kualitas vokal tanpa membebani pita suara.
Saat ini, vibrato membuat suara dan timbre (warna nada) lebih indah
sehingga nyanyian terdengar lebih merdu. Agar bisa menyanyi dengan vibrato,
tingkatkan kualitas vokal dengan mempertahankan postur tubuh yang benar,
bernapas dalam-dalam, dan merilekskan tubuh. Vibrato semakin indah dan jernih jika Anda
tekun berlatih!
Cara membentuk vibrato
1. Lebarkan tenggorok bagian belakang.
Buka mulut lebar-lebar lalu regangkan tenggorok bagian belakang semaksimal mungkin
seperti sedang menguap. Cara ini bermanfaat melebarkan rongga mulut bagian dalam
tanpa memicu kekakuan atau ketegangan otot tenggorok.
Jika tenggorok tertutup, suara akan terhambat sehingga Anda tidak bisa menyanyi
dengan indah dan merdu.
2. Rilekskan otot di seluruh tubuh. Anda tidak bisa menyanyi dengan vibrato jika tubuh tidak
rileks. Agar terbentuk vibrato yang natural, lakukan relaksasi sebelum menyanyi sehingga
tubuh bebas dari ketegangan .Vibrato akan muncul dengan sendirinya jika Anda rileks.
Jangan mengencangkan mulut dan otot yang lain agar Anda mampu memproduksi suara
yang indah.Laring yang tegang tidak bisa bergetar ke depan dan ke belakang untuk
menghasilkan vibrato.
3. Biasakan duduk atau berdiri tegak. Postur tubuh yang benar sangat dibutuhkan untuk
mempertahankan vibrato yang jelas dan jernih. Saat duduk atau berdiri, majukan sedikit 1
telapak kaki dan pastikan punggung, leher, kepala berada dalam 1 garis vertikal.Saat menyanyi
sambil duduk, pastikan Anda duduk di bagian depan dudukan kursi dengan punggung tegak
dan wajah menghadap ke depan. Jangan melihat ke bawah, bahkan saat membaca teks lagu.
Menyanyi sambil berbaringlah telentang di lantai adalah salah satu cara berlatih vokal dengan
tubuh rileks dan punggung lurus sambil bernapas menggunakan otot perut.
4. Bernapaslah dengan tenang dan teratur. Anda tidak bisa memproduksi vibrato yang natural
jika bernapas pendek-pendek. Begitu ada kesempatan menarik napas, tariklah napas panjang
untuk mengisi paru dengan udara sebanyak mungkin.
Aktifkan otot perut untuk menyangga diafragma. Menyanyi dengan vibrato membutuhkan napas
panjang yang konsisten.
5. Berlatihlah menyanyi menggunakan diafragma. Setelah menarik napas panjang, buka mulut,
lalu menyanyilah sambil mengalirkan udara melalui mulut sedikit demi sedikit. Sewaktu
menyanyi, rileks bahu dan berfokuslah pada area perut di antara tulang iga paling bawah,
bukan dada.
Jika tenggorok terasa perih atau Anda harus banyak berusaha agar bisa memproduksi suara,
ada kemungkinan Anda tidak menggunakan diafragma saat menyanyi. Berlatihlah memproduksi
suara dari perut, bukan dari dada.
6. Amati osilasi cepat pada nada saat menyanyi. Vibrato akan terbentuk dengan sendirinya
ketika terjadi variasi nada yang sangat cepat saat Anda memproduksi suara yang terlatih.
Sambil menerapkan teknik vokal yang benar, amati variasi nada pada suara Anda. Vibrato lebih
mudah terbentuk melalui latihan yang konsisten.
Beberapa orang memiliki vibrato yang kurang jelas terdengar, termasuk penyanyi profesional.
Mungkin Anda memiliki vibrato yang lembut jika vibrasi suara kurang tegas atau tidak sejelas
orang lain.
Berbeda dari teknik vokal pada umumnya, menyanyi dengan vibrato adalah kemampuan yang
perlu dikembangkan sendiri dengan tekun berlatih, bukan diajarkan. Berlatih menyanyi,
bernapas, dan mempertahankan postur tubuh dengan teknik yang benar membantu Anda
membentuk vibrato.
Gunakan aplikasi untuk melatih vibrato, misalnya Spectrogram atau Singscope. Aplikasi ini
mampu mendeteksi merata tidaknya perubahan nada sebagai indikator untuk menentukan
kemampuan menyanyi dengan vibrato yang natural.
7. Cari tahu penyebabnya jika vibrato belum terdengar. Kalau Anda sudah tekun berlatih, tetapi
vibrato tetap tidak muncul, cari tahu penyebabnya dengan mengecek postur tubuh, ada
tidaknya ketegangan otot, dan memastikan bahwa Anda bernapas dengan teknik yang benar.
Perbaiki teknik yang salah lalu menyanyi lagi.
Vibrato akan terbentuk jika Anda berlatih dengan tekun beberapa waktu. Agar bisa
memperdengarkan vibrato yang indah, pastikan Anda menyanyi dengan postur tubuh dan
teknik vokal yang benar.
Contohnya, vibrato tidak akan terbentuk jika rahang bawah tegang. Oleh sebab itu, rilekskan
rahang bawah lalu berlatih lagu
8. Improvisasi adalah usaha memperindah lagu dengan merubah sebagian
melodi lagu secara profesional, tanpa merubah melodi pokoknya.
Disamping teknik vokal yang mendukung perlu diketahui beberapa hal berikut
ini :
a. Dinamika ( merubah volume suara )
Perubahan keras atau lembut sesuai dengan tanda-tanda dinamika atau perasaan.
Tanda - tanda dinamika
pp = pianissimo : dinyanyikan dengan sangat lembut
p = piano : dinyanyikan dengan lembut
mf = mezzoforte : dinyamyikan dengan sedang
f = forte : dinyanyikan dengan keras
ff = fortissimo : dinyanyikan dengan sangat keras
= crescendo : makin lama makin keras
= decrescendo : makin lama menjadi lembut
Catatan :
- bagian sebelum klimaks disertai crescendo
- bagian sesudah puncak disertai decrescendo
b. Tempo
Tanda tempo adalah tanda untuk menyatakan cepat lambatnya lagu dinyanyikan.Ketepatan
interpretasi tempo pada suatu lagu akan menghasilkan sesuatu yang baik. Jika keliru
menafsirkan akan mempengaruhi karakter lagu
tersebut.Sering-seringlah mencoba lagu dengan tempo yang tidak sama kemudian tentukan
tempo mana yang paling sesuai.
Tanda-tanda yang dipergunakan adalah :
Rit = ritardando : menjadi lambat
Rall = rallentando : menjadi lambat
Acc. = accelerando : semakin cepat
String. = stringendo : mendesak agar tempo dipercepat
Catatan :
- bagian sebelum klimaks : crescendo disertai sedikit accelerando
- bagian sesudah klimaks : decrescendo disertai sedikit ritardando
c. Gaya Lagu
1. Gaya legato
gaya lagu ini untuk lagu yang lembut, pelan, manis, tenang, hubungan kata
selalu bersambungan (legato), membutuhkan nafas yang baik.
* marcato = kesan semangat, tegas, syair diberi tekanan- tekanan.
* staccato = dinyanyikan pendek pendek dan terputus putus seakan
lepas dari ikatan, meledak ledak.
* rubato = lebih bebas berekspresi, improvisasi, penjiwaan alamiah
sesuai karakter lagu aslamasih dalam batas batas atau
kaidah yang berlaku .
d. Vibrato ( suara yang hidup) vibrato yang baik sebaiknya :
- bergelombang rata/stabil
- bergelombang sedikit saja, tidak sampai setengah nada
vibrato jangan di buat- buat, hindari ketegangan, maka akan timbul vibrato
yang wajar, jaga jangan sampai over.
e. Karakter huruf hidup
Huruf hidup dapat dinyanyikan dengan terang dan gelap sesuai pesan lagu.
Huruf gelap : mengungkapkan suasana sedih, murung, agung.
Huruf terang : memperkuat kesan gembira, ringan, semangat, hidup, indah, lincah.
f. Register suara
Dapat di bedakan ada 3 register suara manusia yaitu :
1. suara kepala (valset) a b .c‟ d‟ e‟ f‟ g‟ a‟ b‟ c‟‟ d‟‟ e‟‟ f‟‟‟ g‟‟ a‟‟ b‟‟
2. suara tengah
3. suara dada
Suara dada ; dari a s/d e‟ : terjadi resonansi dada, mudah tercampur
bunyi „h‟,(nafas menjadi boros).
Suara tengah : dari e‟ s/d e‟‟ : mudah dinyanyikan, resonansi terjadi di
tenggorokan dan rongga mulut.
Suara kepala (falset) : dari e‟‟ s/d b‟‟ : resonansi sepenuhnya di rongga
hidung,rongga dahi, rongga tulang baji, bunyinya halus dan lembut.
Batas batas diatas tidak mutlak,tergantung dari kondisi penyanyinya
sendiri.Dalam bernyanyi yang baik seakan akan hanya ada satu register saja.
g. Attack dan release ( awal dan akhir)
Kesan pertama penonton adalah rasa kepercayaan diri, musikalitas tinggi,
serta konsentrasi, sedangkan release (ending) merupakan kesan terakhir
penampilan, usahakan ada kesan mendalam, mampu menarik perhatian
secara khusus misalnya :
mengakhiri suatu nyanyian dengan mengulang kalimat terakhir dengan
berbagai penerapan tehnik, antara lain :
- mengadakan perubahan tempo semakin lambat dan semakin kuat.
- Mengubah jenis ending dari lembut menjadi ending yang gagah.
- Menggunakan teknik fade out ( hilang secara perlahan lahan)
- Menggunakan improvisasi improvisasi tapi masih pada jalurnya.
8. Intonasi adalah tinggi rendahnya suatu nada (picht) yang harus
dijangkau secara tepat.Intonasi merupakan salah satu dasar latihan yang sangat penting
bagi seorang penyanyi dalam bermusik.
Pengertian Intonasi dalam Olah Vokal
Intonasi mengandung arti ketepatan suatu nada (pitch). Bunyi nada yang
tepat akan menghasilkan suara jernih dan nyaring serta enak didengar,
sebaliknya nada yang tidak tepat akan menghasilkan suara sumbang.
Untuk membentuk intonasi yang baik diperlukan:
a. Pendengaran yang baik
Pendengaran yang baik sangat membantu seseorang untuk
menghasilkan nada-nada yang jernih.
b. Kontrol pernapasan
Seseorang harus mampu mengontrol pemanfaatan pernafasannya.
Hal ini lebih-lebih untuk mencapai nada-nada yang tinggi ataupun
nada-nada rata.
c. Sense of music (rasa musikalitas)
Perasaan musik atau bakat harus benar-benar dikembangkan
kepada penyanyi agar ia mampu mengikuti tempo, gerak irama
maupun menirukan bunyi nada pertama sewaktu akan melakukan
insetting. Latihan sebuah kalimat lagu dengan berbagai nada dasar
sangat membantu mempertajam rasa musikalitas seseorang.
Teknik-teknik latihan Intonasi
Untuk mencapai hasil yang baik dalam melakukan latihan intonasi harus
diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
Tahap pertama harus dilakukan dengan tempo yang lambat danmeningkat ke
tempo yang lebih cepat.
Tahap berikutnya harus dilakuka dengan tempo yang bervariasi.Interval yang
dipergunakan dalam melakukan latihan sebaiknya dimulai dari interval dekat
dan meningkat ke interval jauh.
Setelah melakukan latihan dengan nada-nada natural berjalan dengan
baik, barulah latihan ditingkatakn dengan mempergunakan nada kromatis.
Jumlah nada-nada yang dipergunakanpun harus dimulai dengan nada-nada
yang nilainya makin lama makin kecil serta jumlahnya meningkat.
Mencoba lagu-lagu yang sesuai dengan tahap-tahap latihan yang sedang
dilakukan.
C. Penampilan/Pembawaan Lagu
Di samping penguasaan teknik suara sebagai aspek utama dalam bernyanyi, ada satu hal yang
tidak kalah penting, yaitu penguasaan unsur-unsur yang berkenaan dengan penyajian serta
pembawaan sebuah lagu. Diantara teknik penyajian dan pembawaan yang harus dikuasai
antara lain:
1. Teknik Penguasaan Isi Lagu
Penguasaan isi lagu berarti pembawaan dengan baik suatu lagu sesuai
dengan jiwa dan makna lagu tersebut, misalnya lagu yang bersifat
sedih, gembira, sehingga mampu menciptakan emosional dan daya
imajinasi yang tepat.
2.Penguasaan tempat penyajian lagu.
Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penguasaan tempat penyajian
lagu adalah :
Posisi tubuh waktu berdiri:
Letakkan salah satu kaki agak ke depan, dengan berat badan
dibebankan pada kaki sebelah muka.
Tarik kedua bahu tegak ke belakang, tetapi juga diangkat ke atas.
Busungkan dada ke depan .
Kedua tangan disesuaikan dengan suasana lagu semua dilakukan
dengan wajar dan tidak berlebihan.
Mata memandang ke depan sedikit diatas kepala penonton jangan
langsung pada publik.
III. Latihan Improvisasi Lagu
Tujuan Improvisasi Lagu agar lagu dapat terdengar tidak membosankan dan napak lebih
menarik dalam pembawaanya .Hindari Improvisasi yang berlebihan pada setiap bagian lagu
lakukan hanya bagian- bagian tertentu saja karena improvisasi sifatnya hanya memberi
ornamen melodi lagu dengan tujuan agar bentuk asli dari lagu masih kelihatan. Dalam
membuat variasi lagu dapat dilakukan dengan mengubah tiga unsur lagu berikut:
a. Melodi
Dalam penerapan improvisasi dalam lagu biasanya lagu di bawakan persis
dengan penyanyi aslinya kemudian baru dalam pengulangan lagu divariasikan
dengan menambahkan nada – nada atau melodi yang berbeda dengan jarak
nada yang masih berdekatan.
b. Ritmis
ritmis merupakan unsur musik yang berfungsi untuk memainkan irama.Jadi
dalam menginprovisasikan lagu kita dapat merubah irama dari genre satu ke
genre musik yang lainya.Seperti lagu lagu sekarang terjadi.Contoh perubahan
dari genre musik pop di variasikan ke genre musik Jazz bahkan ke musik dandut.
c. Dinamik
Dinamika dalam sebuah lagu menunjukkan gambaran bagaimana perasaanyang
terkadung dalam sebuah kompossisi lagu baik riang,sedih atau datar.Dengan
pengunaan dinamika yang baik lagu lagu yang kita bawakan akan kelihatan lebih
hidup ,indah dan menarik.