The words you are searching are inside this book. To get more targeted content, please make full-text search by clicking here.

BAHAN AJAR tema 5 sub tema 2 Kelas 4 (Materi: Tokoh Raja Islam dan membuat daftar kalimat tanya Teks nonfiksi)

Discover the best professional documents and content resources in AnyFlip Document Base.
Search
Published by riskanovietasari, 2021-10-14 07:36:08

BAHAN AJAR tema 5 sub tema 2 Kelas 4

BAHAN AJAR tema 5 sub tema 2 Kelas 4 (Materi: Tokoh Raja Islam dan membuat daftar kalimat tanya Teks nonfiksi)

Keywords: e-bookTEMA 5 subtema 2 kelas 4

BAHAN AJAR

Satuan Pendidikan : SD NEGERI 1 BOJONGSARI
Kelas/Semester : 4/1

Tema : Pahlawanku (Tema 5)
Sub Tema : 2 (Pahlawanku Kebanggaanku)(Subtema 2)

Pembelajaran ke : 3
Muatan Terpadu : IPS dan Bahasa Indonesia

Materi Pokok : IPS (Raja Kerajaan Islam) Bahasa Indonesia (teks nonfiksi)



DISUSUN OLE:H
RISKA NOVITA,S.Pd

NIM, A2G121099

PENDIDIKAN PROFESI GURU (PPG)
ANGKATAN 4

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNIVERSITAS NEGERI JAMBI
2021



PETA KONSEP

KATA PENGANTAR

Segala Puji dan Syukur kami panjatkan selalu kepada Tuhan
Yang Maha Esa atas Rahmat, Taufiq, dan Hidayah yang diberikan
kami bisa menyelesaikan buku ajar untuk Kelas IV Tentang Tema
5 sub tema 2 pembelajaran ke-1. Tujuan dari penulisan buku ini
tidak lain adalah untuk membantu para siswa di dalam
memahami apa saja materi yang harus mereka pelajari dan
pahami selama mereka berada di jenjang kelas IV.

Buku ini juga akan memberikan informasi secara lengkap
mengenai materi apa saja yang akan mereka pelajari yang
berasal dari berbagai sumber terpercaya yang berguna sebagai
tambahan wawasan mengenai bab- bab yang dipelajari tersebut.

Kami sadar bahwa penulisan buku ini bukan merupakan
buah hasil kerja keras kami sendiri. Ada banyak pihak yang
sudah berjasa dalam membantu kami di dalam menyelesaikan
buku ini, seperti pengambilan data, pemilihan materi, soal, dan
lain-lain. Maka dari itu, kami mengucapkan banyak terimakasih
kepada semua pihak yang telah membantu memberikan
wawasan dan bimbingan kepada kami sebelum maupun ketika
menulis buku panduan ini.

Kami juga sadar bahwa buku yang kami buat masih tidak
belum bisa dikatakan sempurna. Maka dari itu, kami meminta
dukungan dan masukan dari para pembaca, agar kedepannya
kami bisa lebih baik lagi di dalam menulis sebuah buku.

Kebumen, 07 Oktober 2021

Penulis

Riska Novita,S.Pd

DAFTAR ISI

JUDUL.....................1 KATA PENGANTAR..4
DAFTAR ISI ...............5
PETUNJUK
PENGGUNAAN.......2 KOMPETENSI INTI...6
PETA KONSEP.....3

KOMPETENSI DASAR DAN
INDIKATOR ................................7

TUJUAN
PEMBELAJARAN.............8

URAIN MATERI..................9

DAFTAR
PUSTAKA..........................22

Kompetensi Inti




1. Menerima, menjalankan, dan

menghargai ajaran agama yang

dianutnya.
2.Memiliki perilaku jujur, disiplin,

tanggung jawab, santun, peduli, dan

percaya diri dalam berinteraksi dengan

keluarga, teman, guru, dan

tetangganya.
3.Memahami pengetahuan faktual dengan

cara mengamati (mendengar, melihat,

membaca) dan menanya berdasarkan

rasa ingin tahu tentang dirinya,

makhluk ciptaan Tuhan dan

kegiatannya, dan benda-benda yang

dijumpainya di rumah, sekolah, dan

tempat bermain.

4.Menyajikan pengetahuan faktual dalam
bahasa yang jelas, sistematis, dan logis,

dalam karya yang estetis, dalam

gerakan yang mencerminkan anak

sehat, dan dalam tindakan yang

mencerminkan perilaku anak beriman
dan berakhlak mulia.

KOMPETENSI DASAR DAN
INDIKATOR PEMBELAJARAN

Tujuan Pembelajaran

1. Setelah mengamati video pembelajaran IPS

tentang 7 tokoh raja Kerajaan Islam, siswa

dapat mengidentifikasi 7 tokoh raja pada

kerajaan Islam dengan tepat (C4).

2. Setelah melakukan permainan puzzle media

gambar 7 tokoh raja Kerajaan Islam, siswa

dapat menganalisis 7 gambar tokoh raja

Kerajaan Islam dengan benar (C4)

3. Setelah mengamati video pembelajaran

tentang 7 tokoh Kerajaan Islam, siswa

dapat menyimpulkan asal tokoh,

perjuangan, dan sikap yang bisa diteladani

dari 7 tokoh raja Kerajaan Islam dengan

tepat(C5)

4. Setelah diskusi kelompok dan tanya jawab

tentang 7 tokoh Kerajaan Islam, siswa

dapat membuat peta konsep asal tokoh,

perjuangan, dan sikap yang bisa diteladani

dari 7 tokoh raja Kerajaan Islam dengan

tepat

5. Setelah membaca teks nonfiksi salah satu

tokoh raja Kerajaan Islam dalam LKPD,

siswa dapat menyimpulkan isi teks nonfiksi

salah satu cerita tokoh Kerajaan Islam

dalam LKPD dengan benar(C5)

6. Setelah membaca teks nonfiksi tentang

salah satu tokoh raja Kerajaan Islam dalam

LKPD, siswa dapat membuat daftar

pertanyaan dengan 5W+1H tentang teks

nonfiksi tokoh raja Kerajaan Islam dalam

LKPD dengan benar(P2)

AKU PBAISSATI!

UMRAATIEARNI

MATERI POKOK :

IPS (RAJA KERAJAAN ISLAM)
BAHASA INDONESIA (TEKS NONFIKSI)

Taukah kalian,
siapa gambar di
bawah ini?

Dari manakah asal
Raja tersebut?

Ayo membaca, agar kalian tahu
jawabanya!

Sultan Malik Al Saleh
 

Pendiri kerajaan Islam samudera pasai adalah
Sultan Malik Al Saleh sekaligus raja pertama
Kerajaan Samudra Pasai yang membawa masa
kejayaan & raja terkenal. Kerajaan Islam pertama di
Indonesia adalah Kerajaan Samudra Pasai. Hal ini
dapat dilihat pada sumber sejarah Kerajaan Samudra
Pasai. Sumber sejarah Kerajaan Samudra Pasai
adalah berupa salah satunya peninggalannya. Selain
bukti bahwasannya Kerajaan Samudra Pasai adalah
Kerajaan Islam pertama di Indonesia, didalamnya
dapat dilihat berbagai isi lainnya.

Sikap kepahlawanan Sultan malik al saleh adalah
merupakan orang yang tegas dan kaya, ia juga
menikahi seorang putri dari kerajaan perlak yaitu
puteri ganggang. Anak Sultan Malik Al Saleh bernama
malikul dhahir dan malikul mansyur. 

Selain itu, keteladanan Sultan Malik Al Saleh
adalah baik hati, rendah hati, bijaksana, dan taat
dalam menjalankan ibadahnya kepada Allah SWT.
Dalam perjuangannya juga sikap Sultan Malik Al
Saleh patut lah untuk dicontoh. Hal ini karena
perjuangan Sultan Malik Al Saleh dalam menyebarkan
agama Islam dan mendirikan Kesultanan Samudra
Pasai. Nah, itulah sikap kepahlawanan Kerajaan
Samudra Pasai.

Disaat dirinya memimpin, kesultanan samudra
pasai pun berkembang dengan baik sehingga banyak
pedagang yang singgah di kesultanan tersebut.
Perjuangan Sultan malik al saleh dalam penyebaran
agama Islam sangat berpengaruh besar terhadap
wilayah nusantara dan asia tenggara. kapan sultan
malik al saleh memerintah kerajaan samudra pasai ?
yaitu pada tahun 1267 M. sultan malik al saleh
diangkat menjadi raja oleh Nazimuddin Al Kamil
seorang laksamana laut mesir.

CARA MEMBUAT PERTANYAAN BERDASARKAN
TEKS BACAAN BESERTA CONTOHNYA

Mengapa siswa perlu mengetahui cara bertanya? Hal

ini karena dengan bertanya, maka akan melatih

kemampuan siswa agar berani mengemukakan pendapat.

Jika mampu mengutarakan pertanyaan, maka siswa akan

mampu belajar untuk memecahkan masalah, baik ketika

mengerjakan soal disekolah maupun ketika menghadapi

kesulitan di luar sekolah.

Rumus 5 W+1H dalam Pertanyaan. Dikutip dari buku

Think Smart Bahasa Indonesia oleh Ismail Kusmayadi

(2008: 11), terdapat rumus pertanyaan yang dapat

digunakan untuk bertanya yaitu 5W+1H. Maksud dari 5W+1H

yaitu sebagai berikut:

What (Apa yang diinformasikan?)

Who (Siapa yang menjadi subjek atau objeknya?)

When (Kapan peristiwa itu terjadi?)

Where (Di mana peristiwa itu terjadi?)

Why (Mengapa peristiwa itu terjadi?)

How (Bagaimana peristiwa itu terjadi?)

Enam pertanyaan tersebut dapat dijadikan sebagai

acuan dalam membuat pertanyaan. Tentunya, hal ini dapat

disesuaikan dengan isi dari teks bacaan yang memuat

informasi-informasi tertentu.

Berikut adalah cara membuat pertanyaan berdasarkan teks

bacaan yang tepat:

Baca teks bacaan secara keseluruhan dengan cermat.

Temukan letak informasi-informasi penting pada bacaan

tersebut karena umumnya, informasi penting yang

terdapat dalam teks bacaan agar dapat dijadikan

sebagai bahan untuk membuat pertanyaan.

Tentukan subjek (orang/hewan), predikat (aktivitas),

objek, keterangan tempat, keterangan waktu dan

keterangan suasana.

Gunakan rumus 5W+1H dan sesuaikan dengan isi teks

bacaan.

Baca kembali pertanyaan yang telah kamu buat dan

pastikan bahwa sudah benar dan tepat.

Dari teks nonfiksi dengan judul Sultan Malik Al
Saleh dapat dibuat dafar contoh pertanyaan
sebagai berikut:

What (Apa yang diinformasikan?):
Apa yang dilakukan oleh Sultan Malik Al Saleh pada
masa pemerintahannya di Kerajaan Samudra Pasai?

Who (Siapa yang menjadi subjek atau objeknya?)
Siapakah pendiri Kerajaan Samudra Pasai?

When (Kapan peristiwa itu terjadi?)
Kapan Sultan Malik Al Saleh memerintah Kerajaan
Samudra Pasai ?

Where (Di mana peristiwa itu terjadi?)
Dimanakah letak Kerajaan Samudra Pasai ?

Why (Mengapa peristiwa itu terjadi?) dapat
Mengapa Kerajaan Samudra Pasai
berkembang dengan cepat?

How (Bagaimana peristiwa itu terjadi?)
Bagaimanakah watak dari Sultan Malik Al Saleh?

BAGAIMANA CARA MENYIMPULKAN
ISI TEKS NONFIKSI?​

a. Membaca Teks

Membaca teks asli beberapa kali untuk
mengetahui kesan umum dan maksud
pengarang/penulis.

b. Menentukan Kalimat Utama

Setelah membaca teks tersebut, tentukanlah
kalimat utamanya. Kalimat utama adalah kalimat
yang mengandung gagasan utama dari sebuah
paragraf. Kalimat utama merupakan kalimat
pertama atau terakhir dari suatu paragraf.
Gagasan utama adalah pikiran utama atau inti
dari sebuah paragraf. Dengan menentukan
kalimat utama, kita dapat menyimpulkan isi
suatu teks.

c. Buatlah Kesimpulan

Setelah menentukan inti dari paragraf, susunlah
kalimat dengan baik agar dapat menjadi sebuah
kesimpulan yang benar. Untuk membuat suatu
kesimpulan lebih baik dan dapat dimengerti ada
beberapa kriteria atau syarat dalam menuliskan
kesimpulan.

Kesimpulan berupa hasil analisis dari teks
yang sudah dibaca.
Kesimpulan menggambarkan isi dan paragraf.
Kesimpulan hanya berisi hal-hal yang ada di
paragraf.

7 TOKOH RAJA PADA KERAJAAN ISLAM
DI INDONESIA

Sikap Kepahlawanan Sultan Malik Al Saleh
Sultan Malik Al Saleh adalah raja dari kerajaan
Samudra Pasai yang memimpin dari tahun 1267 hinga 1297
M. Nama asli Sultan malik al saleh atau nama kecil sultan
malik al saleh atau nama lainnya sultan malik al saleh atau
Nama sebutan raja bagi Sultan Malik Al Saleh yaitu Meurah
Silu.
Disaat dirinya memimpin, kesultanan samudra pasai
pun berkembang dengan baik sehingga banyak pedagang
yang singgah di kesultanan tersebut. Perjuangan Sultan
malik al saleh dalam penyebaran agama Islam sangat
berpengaruh besar terhadap wilayah nusantara dan asia
tenggara. kapan sultan malik al saleh memerintah kerajaan
samudra pasai ? yaitu pada tahun 1267 M. Sultan Malik al
saleh diangkat menjadi raja oleh Nazimuddin Al Kamil
seorang laksamana laut mesir.
Sikap kepahlawanan Sultan Malik Al Saleh adalah
merupakan orang yang tegas dan kaya, ia juga menikahi
seorang putri dari Kerajaan Perlak yaitu puteri ganggang.
Anak Sultan Malik Al Saleh bernama Malikul Dhahir dan
Malikul Mansyur.
Selain itu, keteladanan Sultan Malik Al Saleh adalah
baik hati, rendah hati, bijaksana, dan taat dalam
menjalankan ibadahnya kepada Allah SWT. Dalam
perjuangannya juga sikap Sultan Malik Al Saleh patut lah
untuk dicontoh. Hal ini karena perjuangan Sultan Malik Al
Saleh dalam menyebarkan agama Islam dan mendirikan
Kesultanan Samudra Pasai. Nah, itulah sikap kepahlawanan
Kerajaan Samudra Pasai.

Siapakah Raden Patah itu?



Raden Patah adalah pendiri dan raja Demak pertama dan
memerintah tahun 1500-1518. Raden Patah adalah putra Brawijaya
raja terakhir Majapahit dari seorang selir Cina. Nama asli Raden
Patah adalah Jin Bun yang artinya orang kuat. Nama tersebut identik
dengan nama Arabnya "Fatah (Patah)" yang berarti kemenangan.
Raden Patah dilahirkan di Palembang dan mempunyai seorang adik
bernama Raden Kusen.

Raden Patah menolak menggantikan Arya Damar menjadi bupati
Palembang. Ia kabur ke pulau Jawa ditemani Raden Kusen. Keduanya
berguru pada Sunan Ampel di Surabaya. Raden Kusen kemudian
mengabdi ke Majapahit, sedangkan Raden Patah pindah ke Jawa
Tengah membuka hutan Glagahwangi menjadi sebuah pesantren.
Makin lama Pesantren Glagahwangi semakin maju, Raden Patah pun
diangkat sebagai bupati, sedangkan Glagahwangi diganti nama
menjadi Demak, dengan ibu kota bernama Bintara.

Apa saja yang dilakukan Raden Patah selama memimpin Kerajaan
Demak?

Raden Patah adalah pendiri dan sultan pertama Kesultanan Demak
yang memerintah tahun 1500-1518. Pada masanya Masjid Demak
didirikan, dan kemudian ia dimakamkan di sana.
Kasultanan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa.
Raden Patah memperkenalkan pemakaian Salokantara sebagai
kitab undang-undang.
Raden Patah tidak mau memerangi umat Hindu dan Budha.
Raden Patah memperluas wilayah kekuasaan kerajaan Demak
hingga daerah pesisir jawa tengah dan jawa timur.
Nilai Perjuangan Raden Patah
Raden Patah sangat toleran. Contohnya, kuil Sam Po Kong di
Semarang tidak dipaksa untuk diubah lagi menjadi masjid
sebagaimana dulu saat didirikan oleh Laksamana Cheng Ho yang
beragama Islam. Beliau juga tidak mau memerangi umat Hindu dan
Budha.
Kerja keras, Raden Patah memilih pindah ke Jawa Tengah
membuka hutan Glagahwangi menjadi sebuah pesantren. Yang
nantinya berkembang menjadi Kesultanan Demak.
Mandiri, Raden Patah menolak menggantikan Arya Damar (ayah
angkatnya) menjadi bupati Palembang, namum memilih merantau
ke Jawa.
Percaya Diri, Raden Patah percaya akan kemampuan dirinya
sehingga dapat menjadi pendiri sekaligus Raja Kesultanan Demak.

Sultan Ali Mughayat Syah, Pendiri Kerajaan
Aceh

Sultan Ali Mughayat Syah merupakan
pendiri dan raja yang pertama kali memimpin
Kerajaan Aceh. Meski bukan penguasa pertama
di Aceh, ia dianggap sebagai pendiri Kesultanan
Aceh Darussalam karena berhasil menyatukan
kerajaan-kerajaan kecil di bawah payung
kekuasaannya. Pada awal pemerintahannya,
wilayah Kerajaan Aceh semakin berkembang
hingga mencakup Daya, Deli, Pedir, Pasai, dan
Aru. Sultan Ali Mughayat Syah juga melakukan
perlawanan terhadap kedudukan Bangsa
Portugis di Malaka.
Ketika perang Portugis di sekitar Selat Malaka
semakin besar, Sultan Ali Mughayat Syah mulai
menyusun kekuatan dengan menyatukan
kerajaan-kerajaan kecil di bawah payung
Kerajaan Aceh.
Selain itu, ia juga membentuk angkatan darat
dan laut yang kuat demi membangun kerajaan
yang kokoh. Setelah mendeklarasikan
berdirinya Kerajaan Aceh Darussalam, Sultan
Ali Mughayat Syah meletakkan dasar-dasar
politik luar negeri, yang isinya sebagai berikut.
Mencukupi kebutuhan sendiri, sehingga tidak
bergantung pada pihak luar Menjalin
persahabatan yang lebih erat dengan kerajaan-
kerajaan Islam di nusantara Bersikap waspada
terhadap negara Barat Menerima bantuan
tenaga ahli dari pihak luar Menjalankan dakwah
Islam ke seluruh nusantara. Sultan Malik Al
Saleh adalah seorang Raja yang menegakkan
kebenaran, berani melawan penjajah, dan
pantang menyerah

Kesultanan Mataram Sultan Agung Hanyokrokusumo

Sultan Agung Hanyokrokusumo, Penguasa
Mataram yang Tangkas dan Cerdas. Sultan Agung
Hanyokrokusumo merupakan sultan ke-3 yang
memerintah Kesultanan Mataram. Di bawah
kempemimpinannya, Mataram berkembang cukup pesat
dan menjadi kerajaan besar di Nusantara. Salah satu
perjuangan beliau yang membekas adalah
perlawanannya terhadap VOC di Batavia.
Dalam buku Sejarah Raja-Raja Jawa (2011) oleh
Purwadi, Sultan Agung Hanyokrokusumo memiliki
nama kecil Raden Mas Jatmiko yang berarti sopan dan
rendah hati. Latar belakang pendidikan yang diterima
beliau adalah pengetahuan agama yang didapat dari
beberapa wali. Wali yang sangat berperan dan
berpengaruh terhadap Sultan Agung adalah Sunan
Kalijaga.
Sultan Agung terkenal sebagai raja Mataram yang
tangkas, cerdas, dan taat agama. Sultan Agung juga
dikenal sebagai raja kuat, bijaksana, cakap, dan cerdik
dalam menjalankan pemerintahan hingga kehidupan
perekonomian Mataram berkembang pesat dari hasil
bumi yang melipah. Wilayah kekuasaan Mataram juga
terus meluas seiring pemerintahannya. Sehingga Sultan
Agung dikenal sebagai raja Mataram yang cakap
melakukan ekspansi wilayah.
Untuk melawan VOC, Mataram giat melatih satuan-
satuan angkatan perangnya
Meski tidak membawa keberhasilan untuk merebut
Batavia secara keseluruhan, tekad dan semangat untuk
mengusir VOC menjadi buktu Sultan Agung. Bahkan
sampai akhir hayatnya, Sultan Agung tetap tidak mau
berdamai dengan VOC meskipun diberikan tawaran
yang cukup menjanjikan.

SULTAN HADIWIJAYA (JAKA TINGKIR) KERAJAAN PAJANG

Pangeran Hadiwijaya adalah raja pertama Kerajaan
Pajang. Beliau terkenal dengan nama Joko Tingkir.
Kedudukannya disahkan Sunan Giri dan diakui oleh
adipati di seluruh Jawa Tengah dan Jawa Timur. Demak
sendiri berubah statusnya menjadi kadipaten dengan
adipatinya Arya Pangiri. Ia adalah salah seorang anak
Sultan Prawoto. Arya Pangiri diangkat oleh Sultan
Pajang.

Terlepas dari masa lalu orang tuanya, Jaka Tingkir
mengabdi pada Kerajaan Demak. Dari situlah, Jaka
Tingkir akhirnya diangkat menjadi kepala prajurit
Kerajaan Demak oleh Sultan Trenggono. Atas jasa-
jasanya selama mengabdi, Jaka Tingkir diangkat sebagai
Adipati Pajang dengan gelar Adipati Adiwijaya dan
dinikahkan dengan Ratu Mas Cempaka, putri Sultan
Trenggono. Sepeninggal Sultan Trenggono, Kerajaan
Demak mengalami pergolakan akibat perebutan
kekuasaan.

Kekacauan dapat diakhiri setelah Jaka Tingkir
berhasil menyingkirkan Arya Penangsang, keponakan
Sultan Trenggono yang membunuh Sunan Prawoto,
penerus takhta Kerajaan Demak.

Sultan Hadiwijaya pula yang berhasil
mengantarkan Pajang ke puncak kejayaan. Karena
letaknya di pedalaman, Pajang bersifat agraris dan
mengandalkan pertanian sebagai tulang punggung
perekonomian. Di bawah pemerintahan Sultan
Hadiwijaya, wilayah kekuasaan Kerajaan Pajang
mencapai Madiun, Blora, dan Kediri.

SULTAN HASANUDDIN
Sultan Hasanuddin adalah nama salah satu pahlawan
Indonesia yang berasal dari bumi Sulawesi. Sultan
Hasanuddin ini adalah seorang raja di kerajaan
bernama Gowa. Disebutkan bahwa ia adalah raja ke-16
yang berkuasa dan termasuk yang terbaik.
Nama asli Sultan Hasanuddin sebenarnya adalah
Muhammad Bakir I Mallombasi Daeng Mattawang
Karaeng Bonto Mangape. Namun setelah resmi menjadi
raja, namanya bergandi menjadi Sultan Hasanuddin.
Nama ini bernapaskan islam sebab Kerajaan Gowa
memang bercorak islam.

Sultan Hasanuddin mulai memimpin kerajaan
Gowa pada usia 22 tahun, selama 16 tahun
kepemimpinannya, Kerajaan Gowa berada pada posisi
klimaks dalam perannya mempertahankan nusantara
Indonesia dan melawan penjajahan Belanda.

Ayam Jantan dari Timur adalah julukan yang
melekat padanya. Julukan yang legendaries itu
diberikan oleh Belanda sebagai pengakuan, bahwa
perlawanan Sultan Hasanuddin dan pasukannya telah
menyebabkan kerugian yang sangat besar dari pihak
Belanda. Pertempuran Belanda dengan Kerajaan Gowa
dibawah kepimpinannya merupakan pertempuran yang
sangat berat dan dahsyat, serta sangat melelahkan
pihak penjajah Belanda.

Sikap keteladanan Sultan Hasanuddin yang patut
kita cnontoh yaiu gagah, berani membela kebenaran.
Tidak tunduk pada kedzaliman (tidak berkenan
bekerjasama dengan Belanda saat itu). Rela berkorban
(bahkan nyawa) demi tanah airnya. Gigih dalam
berjuang (oleh sebab itu dijuluki Ayam Jantan Dari
Timur)

Sultan Baabullah dari Maluku Utara


Salah satu tokoh yang akan diberikan gelar
pahlawan berasal dari Provinsi Maluku Utara,
yaitu Sultan Baabullah. Sultan Baabullah adalah
seorang sosok pahlawan yang sangat piawai.
Setelah pengangkatan Baabullah sebagai sultan
Ternate, di bawah sumpah, ia berjanji tidak akan
berhenti mengusir orang-orang Portugis
Dengan kepergian orang Portugis, Sultan
Baabullah menjadikan Benteng Sao Paulo sebagai
benteng sekaligus istana. Beliau merenovasi dan
memperkuat benteng tersebut yang belakang
sekali mengubah namanya dijadikan Benteng
Gamlamo (kampung besar). Sultan Baabullah
bahkan mengeluarkan peraturan yang
mewajibkan setiap bangsa Eropa yang tiba di
Ternate melepaskan topi dan sepatu mereka,
sekedar sebagai mengingatkan mereka supaya
tidak lupa diri. Sultan Baabullah tetap
memelihara persekutuan yang telah terbentuk
dan sering menyelenggarakan lawatan ke
wilayah–wilayah yang mendukung Ternate. Dia
juga meminta kesetiaan mereka terhadap
persekutuan yang dipimpinnya. Berani mati,
gagah dan pantang menyerah demi mengusir
bangsa portugis

DAFTAR PUSTAKA

Kemendikbud. 2016. Buku Tematik Terpadu Kurikulum 2013
Buku Siswa SD/MI Kelas IV Tema 5 Pahlawanku (Edisi
Revisi 2016). Jakarta: Kemendikbud Republik Indonesia.

Irene MUA,dkk. Buku Penilaian BUPENA Tema 4 (Berbagai
Pekerjaanku) dan Tema 5 (Pahlawanku) Jilid 4B (Edisi
Revisi 2017). Jakarta: Erlangga


Click to View FlipBook Version