MAJALAH
SAHABAT
BERITA
OPINI
FEATURE
RESENSI
PUISI
KECELAKAAN LALU BERITA
LINTAS DI JEMBATAN
BUDDAGAN PAMEKASAN SEBAGAI RANGKAIAN ACARA
ANNIVERSARY KE-7, HMPS TIPS ADAKAN
Sahabat. com- Kecelakaan lalu lintas terjadi PENGGALANGAN DANA.
yang terjadi antara dua motor yang saling
berlawanan arah di Jembatan Buddagan Sahabat.com_Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Ilmu Pengetahuan
Pamekasan. Kecelakaan lalu lintas terjadi Sosial (TIPS) mengadakan gerakan peduli
sosial yakni penggalangan dana sebagai
rangkaian acara anniversary ke-7 Program Studi TIPS. Senin (16/05/22)
pada ha
ri Kamis, 24 Maret 2022 bertepatan Penggalangan dana yang diikuti oleh beberapa pengurus HMPS tersebut merupakan salah
satu rangkaian acara dalam rangka memperingati Anniversary ke-7 Prodi TIPS, dan hasil
pukul 16.00 petang saat jalan raya sedang dari penggalangan tersebut akan disalurkan ke anak yatim dan kaum duafa'.
ramai.
Kecelakaan lalu lintas yang terjadi tersebut Lulu'atul Hasanah, selaku ketua panitia Sementara Joni Pranata, selaku Ketua Umum
antara dua pengendara motor. Salah satu memaparkan bahwa penggalangan tersebut HMPS Tadris Ilmu Pengetahuan Sosial
motor yang dikendarai oleh seorang Bapak tidak hanya dilakukan pada satu tempat. menuturkan harapannya.
yang datang dari arah Bentul. Bapak "Penggalangan dana ini tidak hanya kami "Saya berharap dengan adanya gerakan peduli
tersebut hendak menyebrang ke arah lakukan di lampu merah, tapi kita juga turun ke sosial berupa penggalangan dana ini, kami
Acemmanis, tak disangka dari arah selatan pasar dan toko. Selain itu kami juga melakukan bisa menebar kebermanfaatan terutama
ada pengendara motor yang sedang melaju open donasi melalui rekening". Ujarnya terhadap anak yatim dan kaum du'afa, dan
dengan kecepatan yang cukup tinggi. Lulu' juga menuturkan tentang esensi dari saya harap kegiatan ini bisa menjadi kegiatan
Pengendara motor yang datang dari arah kegiatan tersebut. tahunan di HMPS TIPS". Jelasnya. (NH)
selatan tersebut adalah seorang mahasiswa "Kegiatan ini bukan semata-mata kita hanya
IAIN Madura yang akan pulang dari kampus meminta uluran bantuan, tetapi juga bagaimana
ke rumahnya. Mahasiswa tersebut berasal kegiatan ini dapat menimbulkan sikap peduli
dari desa Pragaan kecamatan Pragaan Daya sosial kita sebagai Mahasiswa TIPS". Imbuhnya
kabupaten Sumenep. Saat kecelakaan
terjadi, beberapa orang yang juga melintas
di jalan raya tersebut langsung berkerumun
di Tempat kejadian peristiwa.
Seorang Bapak yang menjadi korban di
kecelakaan tersebut mengalami luka-luka
ringan di daerah kakinya. Sedangkan
seorang mahasiswa yang menjadi lawan
Bapak itu dalam kecelakaan tersebut
mengalami luka yang cukup berat di bagian
kakinya. Mahasiswa tersebut langsung
dilarikan ke Rumah Sakit Paru yang ada di
Lawangan Daya oleh beberapa orang yang
sempat berkerumun. Rumah sakit Paru
merupakan rumah sakit yang paling dekat
dengan tempat kejadian kecalakaan
tersebut.
Sebelum dilarikan ke rumah sakit, salah satu
dari orang yang berkerumun itu berusaha
membantu menghubungi pihak
keluarganya. Mahasiswa dan seorang Bapak
yang menjadi korban dalam peristiwa
kecelakaan tersebut menyikapi peristiwa ini
deTnegkannodlaomgai iKdianni |laEpdainsgi 7d0ad|a2.3(R4A)
BERITA
HMPS TIPS TIDAK ADA POLISI, JALAN NIAGA
RAYAKAN PAMEKASAN TERJADI MACET
ANNIVERSARY
TIPS KE-7 Sahabat.com-Pada tanggal 20, juni 2022, pkl 17.10 Jalan Niaga Pamekasan terjadi
kemacetan dikarenakan volume kendaraan dari daerah selatan sangat melunjak,
Saha
bat.com- Himpunan Mahasiswa (20/06/2022)
Program Studi (HMPS) Tadris Ilmu Penyebab terjadinya kemacetan ters
ebut dikarenakan ada dokter praktek yang
Pengetahuan Sosial (TIPS) Institut pada saat itu banyak sekali pasien yang datang sehingga terjadilah kemacetan
Agama Islam Negeri (IAIN) Madura dan juga perkiraan mobil sembarangan sehingga itu juga faktor terjadinya macet
adakan anniversary ke-7 dengan di jalan niaga pamekasan.
mengusung tema “ Pioneers of the Pada saat terjadi kemacetan, tidak ada satupun pihak dari kepolisian yang ada di jalan
golden generation”. Selasa niaga tersebut sehingga dari warga sekitar yang mengatur macet tersebut sampai hampir
(07/06/2022). maghrib masih terjadi kemacetan ke arah sumenep. (MR)
Kegiatan ini berlangsung di
Auditorium Pusat IAIN Madura dan BANJIR MELUAP, MASYARAKAT ALAMI KERUGIAN
dihadiri oleh dekan Fakultas Tarbiyah,
Ketua Prodi, civitas akademika, sahabat.com- Sedikitnya 3 dusun di Kabupaten Masyarakat yang kebunnya digenangi banjir
demisioner, kepengurusan, Organisasi Sumenep jum at (13/5) kemaren hari sebagian di menjadi rugi karenah ada yang rusak dan ada
Mahasiswa (Ormawa), dan seluruh desa bragung ditimpa banjir akibat meluapnya yang harus bertnama dari awal lagi.
mahasiswa TIPS. Sungai di dusun Lengkong menyusul hujan Sedangkan sebagian rumah masyarakat yang
Nurul Hidayati, selaku panitia dalam deras yang mengguyur wilayah dusun tersebut kandangnya digenang air berbondong-
kegiatan tersebut menyampaikan selama 1 hari 1 malam.. bondong untuk menyelamatkan hewan
bahwa kegiatan tersebut merupakan Hingga kemaren malam belum diperoleh angka peliharaannya., namun sejauh ini alhamdulillah
puncak dari serangkaian acara yang pasti tanaman yang dibawa arus banjir kerugian tidak ada korban jiwa yang menimpa
sudah dilaksanakan sebelumnya. serta akses jalan yang tidak bisa dilewati masyarakat desa bragung akibat banjir. (RR)
“Sebelum ini, kami dari HMPS juga masyarakat penduduk yang terendam akibat
telah mengadakan serangkaian
agenda dalam memperingati DETAIL >
Anniversary TIPS ke-7, salah satunya
yaitu gowes-gowes, lomba futsal, banjir tersebut. Untuk menyelamatkan para
lomba debat, dan masih banyak lagi,” penduduk yang rumah atau kandang sapi
tuturnya. terperangkap banjir, sebagian masyrakat dusun
Selain itu, Sofiyullah yang merupakan tersebut membantunya. Dusun-dusun yang
semester dua mengaturkan dilanda banjir itu umumnya berada di deket
harapannya terhadap Prodinya sepanjang sungai tersebut, terutama di 4 dusun
tersebut. yakni lengkong timur, lengkong dajah, lengkong
“Saya berharap di umur yang sudah barat, dan reng-perreng.
tujuh tahun ini Prodi TIPS semakin Dari 4 dusun tercatat 2 dusun yang menderita
maju, progress, dan mampu bersaing sedikit parah, yakni Dusun lengkong dajah, dan
serta bisa menghasilkan lulusan lengkong timur. Di dua dusun tersebut hampir
terbaik yang bisa bermanfaat sebagian halaman ,kandang sapi, dan sawah-
terhadapa bangsa dan masyarakat,: nya terendam air banjir, karena ketinggian air
harapnya. (MM) mencapai 0,25 sampai 0.50 meter. Dari sebagian
halaman rumah penduduk, yang terendam
banjir sebanyak 6 rumah, dibiarkan sampai surut
selama 1 malam, sedangkan kebun-kebun yang
kena banjir rusak dan harus menanam dari awal
lagi.
OPINI
FENOMENA GADGET
MIRING DI KALANGAN
MAHASISWA
(NURUL HIDAYATI)
Mahasiswa adalah anggota civitas akdemika yang Jika kita kembalikan pada mahasiswa yang lazimnya
diposisikan sebagai insan dewasa yang memiliki nongkrong di kantin ataupun di luar kantin ditemani
kesadaran sendiri dalam mengembangkan potensi dengan sebuah buku, tapi sekarang yang banyak kita
dirinya untuk menjadi insan yang berintelektual, jumpai mereka malah memiringkan hp-nya masing-
ilmuwan, praktisi, dan/atau professional.Mahasiswa masing dan bahkan sampai lupa untuk membaca,
dikenal dengan sebutan yang sering kita dengar di belajar dan diskusi. Penampakkan gadget miring di
lingkungan kampus, yaitu agent of change, agent kalangan mahasiswa sepertinya sudah meraja lela,
of control, iron stock (penerus masa depan).Banyak tidak hanya di luar kelas bahkan ada yang sampai
pengharapan yang tinggi kepada mahasiswa, baik main di dalam kelas meskipun ada dosennya. Warung
pemerintah, orang tua, bahkan kopi yang biasanya dimanfaatkan untuk tempat
masyarakat.Mahasiswa dipandang mampu berdiskusi, sekarang tidak sedikit yang menjadikan
menjadi solusi terhadap segala permasalahan yang warung kopi hanya untuk memiringkan HP.
ada di kehidupan manusia.
Jika fenomena tersebut menjadi budaya dan
Di era 5.0 ini teknologi dan manusia tidak dapat dipisahkan, mengakar bagi mahasiswa karena sudah candu, lalu
semuanya saling bergantungan. Konsep 5.0 yang digagas oleh bagaimana dengan tanggung jawab moralnya sebagai
Negara Jepang ini ditujukan supaya manusia dapat hidup dengan mahasiswa yang seharusnya menjadi tauladan malah
nyaman. Manusia diharapkan dapat berkolaborasi dengan ikut-ikutan. Lalu bagaimana cara menjadi agent of
tekhnologi sehingga mengurangi ketimpangan dalam hidup change sesungguhnya jika hanya kepada dirinya saja
manusia itu sendiri. Gadget atau hand phone merupakan salah satu tidak bisa merubah lebih baik. Hal itu perlu kita
bentuk dari adanya teknologi. renungkan bersama-sama sebagai mahasiswa untuk
Era 5.0 yang digadang-gadang dapat memberikan perubahan yang bagaimana benar-benar menjadi apa yang di
lebih baik, realitanya masih banyak orang yang belum siap dan harapkan dan di cita-citakan bangsa, orang tua, dan
mampu berkolaborasi dengan teknologi. Parahnya, bahkan ada yang masyarakat.Semua itu bisa kita wujudkan dengan
malah terseret dan bergantung pada teknologi tanpa tahu apakah memulai dari diri sendiri dan sadar akan tanggung
itu bermanfaat atau bahkan merugikan. Hal ini banyak kita jumpai di jawab moral yang kita pikul karena mahasiswa adalah
kehidupan sekitar kita, terutama kita yang berada di lingkungan pemegang kendali kemana arah bangsa ini berlayar.
kampus pasti akan melihat realita tersebut. Dimana khususnya
mahasiswa yang seharusnya menjadi penggerak menuju perubahan
yang lebih baik, malah tidak sedikit yang juga terseret dalam lautan
nikmatnya teknologi khususnya hand phone atau gadget. Hal
tersebut ada banyak penyebabnya dan salah satunya karena dalam
gadget yang sudah canggih sekarang terdapat banyak aplikasi-
aplikasi yang malah merugikan manusia, bisa rugi waktu, ruang dan
tenaga.
OPINI
KEBIASAAN MASYARAKAT
MEMBUANG SAMPAH
SEMBARANGAN
( M A S R U R O H )
Membuang sampah sembarangan sudah menjadi kebiasaan atau tradisi bagi sebagian masyarakat di
Indonesia. Dikatakan dengan kebiasaan karena memang sering terlihat banyak sekali warga yang masih
membuang sampah tidak pada tempatnya. Terkadang tempat sampah sudah tersedia namun
masyarakat seolah-olah tidak melihatnya dan malah membuang sampah tersebut dimana-mana.
Namun, terkadang juga memang kurangnya pemerintah dalam menyediakan tempat sampah.
Masyarakat yang membuang sampah tidak mengenal usia, jenis kelamin, dan status pekerjaan. Baik itu
dari kalangan remaja, kalangan orangtua, bahkan anak-anak pun sering membuang sampah
sembarangan. Kemungkinan anak-anak tersebut membuang sampah sembarangan karena mereka
melihat kebiasaan dari orangtuanya yang tidak pernah menjaga kebersihan lingkungan, salah satunya
sering membuang sampah sembarangan.
Kebiasaan membuang sampah dilakukan oleh masyarakat secara terang-terangan di depan umum
tanpa rasa malu dan bersalah sedikitpun. Mereka yang membuang sampah sembarangan itu tidak
memikirkan bagaimana jika orang lain yang melihat perbuatannya.
Disisi lain, mereka ketika melihat orang lain yang membuang sampah sembarangan tidak ada yang
menegur, bahkan mereka sama sekali tidak memperdulikan hal tersebut. Dari ketidakpedulian tersebut
telah menjadikan aktivitas membuang sampah itu sulit dihentikan dan lambat laun menjadi sebuah
kebiasaan.
Biasanya masyarakat yang tinggal di daerah Ibu Kota yang di dekat sungai-sungai yang sering
melakukan aktivitas tersebut. Mereka sering membuang sampah ke Sungai karena memang minimnya
tempat pembuangan sampah, jadi mereka membuangnya ke Sungai,Tumpukan sampah yang
menggenang di sungai tersebut sebenarnya bisa mengakibatkan banjir.Padahal seluruh masyarakat
banyak yang menginginkan dan mendambakan lingkungan hidup tempat tinggal mereka itu sehat dan
bersih.
Sepertinya untuk mengatasi kebiasaan masyarakat pemerintah harus melakukan sosialiasi yang
rutin.Masyarakat harus belajar untuk tidak membuang sampah sembarangan di tempat manapun, baik
itu di lingkungan rumah, kantor, sekolah, bahkan di Sungai. Masyarakat janganlangsung menyalahkan
pemerintah atas sampah yang menumpuk, lingkungan yang tidak bersih dan banjir yang sering
terjadi.Masyarakat dan pemerintah harus bekerja sama untuk menjaga lingkungan serta tidak
membuang sampah sembarangan lagi.
OPINI
“SARJANA” KOK JADI IBU RUMAH
TANGGA?
( R I F K I A L F A N A N I )
Sesuatu yang mengerikan pada saat sudah diwisuda sebagai sarjana tetapi pada akhirnya menjadi pengangguran. “Pengangguran ber-
ijazah”, itulah sebutan yang sering kita dengar bagi mereka yang masih terlunta-lunta mencari pekerjaan dengan sebuah ijazah sarjana
yang ia genggam. Sudah kita ketahui bersama bahwa di Indonesia minim sekali lapangan pekerjaan, apalagi yang diinginkan sesuai
dengan jurusan di bangku kuliah. Banyak alumni jurusan teknik tetapi bekerja sebagai buruh bangunan. Miris sekali, jika kita lihat alumni
suatu perguruan tinggi tetapi masih bekerja kasar akibat dari kurangnya lapangan pekerjaan disaat mereka dipaksa keadaan untuk
berjuang membiayai hidupnya dan keluarganya. Oleh karena itu, kita harus kuliah bersungguh-sungguh dan mempunyai keterampilan
khusus untuk menghadapi tantangan masa yang akan datang. Karena seperti yang kebanyakan orang katakan, bahwa “ Orang pintar
akan dicari, tidak perlu mencari sendiri”.
Laki-laki maupun perempuan mempunyai hak yang sama dalam memperoleh pendidikan, tetapi mengapa akhirnya seorang
perempuan yang bergelar sarjana memilih menjadi ibu rumah tangga?. Masyarakat selalu melihat perempuan yang ideal adalah
perempuan yang mampu berperan di ranah domestik maupun publik, tetapi tidak sedikit seorang perempuan yang lebih memilih
perannya di ranah domestik saja, dengan tujuan menfokuskan perhatian dan waktu yang ia punya untuk keluarga. Hal itu bukan karena
perempuan tidak bisa, tetapi karena perempuan ingin keluarganya terawat dengan baik, anak-anak tidak perlu dititipkan kepada orang
lain, dan seorang ibu bisa melihat secara intens perkembangan seorang anak. Salah kaprah jika orang tua maupun masyarakat
beranggapan bahwa anak perempuan tidak perlu berpendidikan tinggi, jika pada akhirnya akan menjadi ibu rumah tangga. Hanya
menghabiskan waktu dan uang, jika tidak mampu merintis karir dan pada akhirnya kembali ke dapur. Sebagai orang yang sadar akan
pendidikan, kita harus mampu meluruskan mindset orang tua dan masyarakat sekitar kita yang salah. Karena dengan adanya anggapan
seperti itu, seorang perempuan tidak akan merasakan indahnya pendidikan. Bahkan, orang tua akan dengan senang hati menikahkan
puterinya yang masih berusia dini.
Ada berbagai alasan yang perlu kita ketahui mengapa seorang perempuan berpendidikan tinggi masih memilih menjadi ibu rumah
tangga. Suami yang baik dalam memimpin karena ada seorang istri yang baik di belakangnya. Baik itu pemimpin keluarga, perusahaan,
ataupun sebuah instansi lain. Oleh karena itu, dibutuhkan seorang isteri yang baik dan berpendidikan. Untuk mengimbangi suami, baik
berupa intelektual maupun spiritual dan mencakup segala aspek wawasan.
Berpendidikan tinggi untuk seorang perempuan bukanlah suatu hal yang menghabiskan uang saja, bukan juga sesuatu yang tiada
gunanya. Jika akhirnya perempuan berpendidikan tinggi, tetapi dia hanya menjadi ibu rumah tangga yang katanya hanya berkecipung di
dapur saja, Hal itu bukan merupakan suatu kerugian. Karena mengurus keluarga adalah sesuatu yang mulia. Siapa yang akan mengurus
keluarga jika bukan seorang isteri?. Dan mengurus keluarga akan lebih baik jika yang mengurus adalah seseorang yang berpendidikan
tinggi, sehingga manajemen keluarga bisa terlaksana dengan baik.
Menghabiskan masa remaja untuk menuntut ilmu bukan juga hal yang hanya menghabiskan waktu secara percuma. Karena kodrat
seorang wanita adalah mengandung, Ibu yang berkualitas akan melahirkan anak yang berkualitas pula. Bagaimana jika sebagai ibu tidak
mampu mengurus dan mendidik anak dengan baik?. Mau dibawa kemana visi dan misi seorang anak? Mengingat seorang ibu adalah
orang yang paling dekat dengan seorang anak, maka diharuskannya seorang perempuan untuk berpendidikan, agar mampu
membimbing dan memberi pelajaran tentang ilmu agama maupun akademis bagi seorang anak. Seperti pepatah Arab yang artinya
bahwa “Madrasah/sekolah pertama bagi seorang anak adalah ibunya sendiri”. Oleh sebab itu perlu kita sadari bersama betapa pentingnya
seorang perempuan berpendidikan tinggi.
Jadi mengapa harus merasa rugi jika biaya yang dihabiskan semasa kuliah sangat bisa direalisasikan dengan mengurus keluarga di
rumah?. Harus kita buang jauh-jauh anggapan yang tidak selayaknya dipergunakan sebagai alasan mengapa seorang perempuan tidak
pantas mengenyam pendidikan tinggi. Karena laki-laki wajib sukses, dan perempuan layak untuk sukses. Meskipun perempuan memilih
ranah kesuksesannya yang berbeda.
OPINI
PERKARA MENCIUM TANGAN
( M A D I N A T U L M U N A W W A R A H )
Sungkem (berjabat tangan) menurut Islam kenapa harus dibahas? Mungkin menurut sebagian tidak penting, namun bagi kami
sangat penting karena sekarang banyak santri melupakan guru, anak tidak menghormati orang tua, laki-perempuan tidak hanya
sekedar salaman tapi cipika-cipiku (ini adalah awal merasuknya syahwat yang bisa menimbulkan perzinahan. Mencium
tanganbahkan kaki (Orang tua atau Guru), dari Ummu Aban binti Wazi’ bin al-Zari’, dari kakeknya, al-Zari’ dan beliau pernah
menjadi salah satu delegasi suku Abdil Qais, beliau berkata, Ketika sampai di Madinah kami bersegera turun dari kendaraan, lalu
kami mengecup tangan dan kaki Nabi shallAllaahu ‘alaihi wasallam. (H.R Abu Daud dan Tirmidzi para ulama’ hadits mengatakan
haditsnya hasan, Imam Tirmidzi),
Mencium tangan dalam presepektif islam adalah salah satu hal yang pernah dipraktekan oleh nabi
muhammad SAW. di dalam hadispun mencium tangan itu sunnah.Dalam hadits Imam tabrani
mengatakan: “(sesusungguhnya sewaktu beliau ditimpa keuzuran, nabi tiba, maka beliau terus
mengambil tangan nabi kemudian menciumnya)”. Mencium tangan merupakan sebuah bentuk rasa
hormat, sopan dan ketakdiman kepada orang lain, teutama kepada kedua orang tua kita, orang yang
jauh lebih tua dari kita.
Mencium tangan bisa disebut sebagai simbol penghormatan kepada orang yang mempunyai
kedudukan, dan mempunyai ilmu. Mencium tangan sudah menjadi tradisi bagi orang jawa timur
khususnya dimadura, di madura sangat kental daklam perkara mencium tangan, dan sebagai orang tua
membiasakan cara mendidik anaknya dengan membiasakan atau memberi contoh teladan yang baik
seperti mencium tangan sebelum berangkat sekolah ataupun kegiatan lainnya sehingga nilai etika
kesopanan anak ketika dewasa menjadi yang tidak terpisahkan dan menjadi kebiasaan bagi anak dalam
kehidupan. Dan sekarang kita berada di era globalisasi atau era modern, dimana nilai –nilai kesopanan
dan akhlaq pada manusia ( remaja) luntur dalam hal mencium tangan terkadang sering dilupakan untuk
melakukannya dan terkadang dianggap aneh.
Mencium tangan orang tua merupakan suatu perintah yang harus dilakukan seorang anak terhadap
orang tua dan dikalangan masyarakat. Seperti kisah fatimah putri rasulullah. Fatimah ketika masuk ke
rumah dan mendapati rasulullah fatimah berdiri dan mencium tangan rasulullah. Namun ketika hal
yang dilakukan fatimah dilakukan oleh rasulullah denagan mencium tangan putrinya dan berdiri
didepan putrinya. Ciuman tangan itu sebagai tanda ksih sayang rasolullah.Sungguh Betapa muliya
akhlaq beliau. Mari kita selalu membiasakan mencium tangan (sungkem) kepada orang tua, guru, dan
orang yang lebih tua dari kita. Kita amalakan dan hukumnya sunnah bagi orang yang mengerjakan. nabi
muhammadpun telah melakukannya, kita sebagai umatnya harus meneladaninya bukan?
OPINI
DAMPAK MEDIA SOSIAL TERHADAP KONSUMERISME
( R I F D A R O H A D A T U L ' A I S Y )
Pengertian media sosial adalah sebuah media on line, dimana para penggunanya bisa dengan
mudah berpartisipasi, berbagi dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial (Facebook, Youtube,
Myspace dan Twitter), wiki, forum dan dunia virtual. Dalam penggunaan media sosial yang paling
sering digunakan orang adalah jejaring sosial, karena situs ini memungkinkan orang untuk membuat
web page pribadi, yang dapat terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan
berkomunikasi.
Dari sekian banyak jejaring social, penggunaan Facebook dan Twitter yang paling banyak
digandrungi orang karena lebih praktis, ekonomis dan murah penggunaannya. Cukup memiliki
smartphone maka kita sudah dapat mengakses informasi kapan dan dimana saja melalui media
social, dan yang paling menarik karena kita dapat menyampaikan informasi terkait dengan kegiatan-
kegiatan kita, baik yang sifatnya pribadi maupun kelompok.
Dari sekian banyak media sosial yang ada, pasti mempunyai dampak positif dan negative nya.
Dampak dari Penggunaan media sosial memberikan dampak yang sangat positif terutama dalam
melakukan interaksi baik secara sosial, politik maupun ekonomi, dan juga untuk mempermudah
komunikasi kita terhadap keluarga dan kerabat yang jauh dari kita secara virtual (melalui media
sosial ). Dari sekian banyak dampak positif yang terjadi, ada juga dampak negativenya terhadap
masyarakat, seperti yang kita lihat sekarang media sosial dijadikan media untuk menanamkan
kebencian terhadap orang lain dengan mengunggah kata-kata atau gambar yang tidak etis
sehingga terbangun rasa tidak senang dan benci terhadap seseorang, dan juga ketika masyarakat
mengoprasikannya sampai lupa dengan waktu.
Dari sekian banyak manfaat dan kegunaan, dan juga dampak nya, marilah kita pergunakan media
sosial dengan baik karna dengan media sosial kita menjadi mudah untuk melakukan apapun.
FEATURE
ISMAWATI : GADIS DESA YANG
TERBELENGGU DALAM BUDAYA
PATRIARKI
Oleh Nurul Hidayati
Guru dan orang tua bukanlah Tuhan yang harus kita patuhi segala perkataanya. Ada saatnya kita di
perbolehkan membantah atau melanggar perkataan dari keduanya jika apa yang kita lakukan tidak dilarang
oleh agama. Hal itu yang dialami oleh seorang gadis desa yang nekat melangkah untuk menimba ilmu ke
jenjang yang lebih tinggi untuk meraih kesuksesan di masa depan sehingga jadi kebanggaan dalam
keluarganya dan menjadi contoh terhadap adik-adiknya.
Namanya Ismawati, ia terlahir di pelosok tepatnya di Desa Pasarenan Kecamatan Kedungdung Kabupaten
Sampang. Ia hidup di lingkungan yang masih kental dengan budaya Patriarkinya, dimana perempuan
tempatnya hanya di dapur, sumur, dan kasur. Tidak ada kemerdekaan dalam diri perempuan, budaya tersebut
masih menggaung di permukaan terutama di desa tempat tinggal gadis tersebut. Hal itu menjadi boomerang
terhadap perempuan untuk bergerak maju menjadikan dirinya selayaknya manusia seutuhnya.
Dalam keadaan lingkungan tersebut, Ismawati sebagai perempuan tidak ingin prosesnya terhenti di bangku
sekolah saja hanya karena anggapan tersebut, dia memiliki tekad yang bulat serta kuat untuk melanjutkan
pendidikan di perguruan tinggi. Namun di suatu hari, keinginannya dipatahkan karena tidak dapat restu dari
guru dan orang tuanya. Mereka masih berat hati untukmengizinkan anak gadis untuk pergi ke luar kota untuk
menempuh pendidikan. Sehingga hal itu membuat dia pasrah dan ikhlas jika memang dia tidak bisa memiliki
kesempatan untuk kuliah.
Saat ia mau lulus, keinginannya tumbuh kembali bahkan semakin menggebu karena termotivasi oleh
pamannya yang memang pada saat itu sedang menempuh pendidikan di bangku kuliah. Akhirnya meski harus
melalui perdebatan dengan keluarganya dan sulitnya memberikan keyakinan kepada keluarga di pesantrennya,
ia kemudian diberikan izin untuk melanjutkan pendidikan di bangku kuliah dengan syarat ia tidak melakukan hal
yang di larang oleh agama dan menjaga diri baik-baik.
Gadis desa yang sekarang duduk di semester empat prodi TBIN ini tiada hentinya bersyukur kepada Allah
karena masih diberikan kesempatan untuk mengarungi dalamnya samudera ilmu. Banyak pengalaman yang ia
dapatkan selama ini dan pastinya ia akan menyalurkan apa yang sudah ia dapat kepada masyarakat di
desanya. Ia juga ingin menghilangkan budaya patriarki dari desanya supaya perempuan atau gadis-gadis di
desanya juga bisa merasakan dan memperoleh seperti apa yang sudah ia dapatkan sekarang.
Menurutnya, sebagai gadis desa yang tidak jarang digunjing oleh tetangganya tidak harus patah semangat
karena hal itu, sebagai perempuan kita harus bisa menjadi pribadi yang mandiri, bisa mengambil peran di
tenganh-tengah masyarakat. “Marilah kita sebagai perempuan tidak boleh kerdil dalam pemikiran, meskipun
kita hidup di pedesaan yang tidak jarang menjadi buah bibir, kita bungkam semua itu dengan cara
berpendidikan dan berprestasi,” tuturnya dengan tegas.
FEATURE
RAIH SARJANA DENGAN
JUALAN SIOMAY
Oleh Masruroh
Siang itu perasaan bangga dan tercampur haru berkecamuk dalam
diri Moh hosnan (24). Ia baru saja diyudisium sebagai sarjana hukum
di kampus STISA di kecamatan Pakong. Sesaat setelah mendapat
gelar sarjana, Kamis (14 Februari 2019), ia bergegas pergi ke
sekolah Mts assalafiyah untuk menemui ayahnya, Ahmad Masduki
yang sedang berjualan di di sana. Setibanya, Hosnan langsung
memeluk erat ayahnya, sebagai ungkapan tanda syukur.Video aksi
hosnan itu kemudian viral di media sosial.
Hosnan merupakan Mahasiswa STISA yang selama kuliah ia juga berdagang
sebagai tambahan untuk biaya kuliahnya. Selama menempuh kuliah, hosnan
harus tegar menghadapi cobaan hidup. Mulai dari disindir karena jualan
siomay, hingga diusir dari tempat jualan.
Di kampus, hosnan mampu bersaing dengan teman temannya Menempuh
kuliah selama lima tahun, IPK terakhir hosnan mencapai 3,50. Padahal, sore
setelah pulang kampus, hosnan harus mendorong gerobak cilok berkilo-kilo
meter jauhnya. Pada akhir pekan, dia malah harus berjualan hingga malam
hari.
Selama lima tahun kuliah di STISA, hosnanbercerita tak pernah sekali pun
membeli pensil. Ayahnya yang juga pedagang siomai memberinya pensil
bekas yang dibuang oleh anak sekolah. Hosnan mengakui untuk urusan uang
kuliah, dia kadang sering mengutang, beberapa kali dia harus mengutang
biaya SPP karena uang hasil jualannya belum cukup.
Dibalik kegigihan Hosnan dalam menempuh kuliah, terdapat dorongan
semangat dari Ibunya. Dan sekarang Hosnan dapat membuktikan kepada
semua orang bahwa meskipun kita terlahir dengan ketidakcukupan, itu
bukanlah alasan untuk kita tidak berpendidikan yang tinggi.
FEATURE
RAIH SARJANA DENGAN
JUALAN SIOMAY
Oleh Masruroh
Siang itu perasaan bangga dan tercampur haru berkecamuk dalam
diri Moh hosnan (24). Ia baru saja diyudisium sebagai sarjana hukum
di kampus STISA di kecamatan Pakong. Sesaat setelah mendapat
gelar sarjana, Kamis (14 Februari 2019), ia bergegas pergi ke
sekolah Mts assalafiyah untuk menemui ayahnya, Ahmad Masduki
yang sedang berjualan di di sana. Setibanya, Hosnan langsung
memeluk erat ayahnya, sebagai ungkapan tanda syukur.Video aksi
hosnan itu kemudian viral di media sosial.
Hosnan merupakan Mahasiswa STISA yang selama kuliah ia juga berdagang
sebagai tambahan untuk biaya kuliahnya. Selama menempuh kuliah, hosnan
harus tegar menghadapi cobaan hidup. Mulai dari disindir karena jualan
siomay, hingga diusir dari tempat jualan.
Di kampus, hosnan mampu bersaing dengan teman temannya Menempuh
kuliah selama lima tahun, IPK terakhir hosnan mencapai 3,50. Padahal, sore
setelah pulang kampus, hosnan harus mendorong gerobak cilok berkilo-kilo
meter jauhnya. Pada akhir pekan, dia malah harus berjualan hingga malam
hari.
Selama lima tahun kuliah di STISA, hosnanbercerita tak pernah sekali pun
membeli pensil. Ayahnya yang juga pedagang siomai memberinya pensil
bekas yang dibuang oleh anak sekolah. Hosnan mengakui untuk urusan uang
kuliah, dia kadang sering mengutang, beberapa kali dia harus mengutang
biaya SPP karena uang hasil jualannya belum cukup.
Dibalik kegigihan Hosnan dalam menempuh kuliah, terdapat dorongan
semangat dari Ibunya. Dan sekarang Hosnan dapat membuktikan kepada
semua orang bahwa meskipun kita terlahir dengan ketidakcukupan, itu
bukanlah alasan untuk kita tidak berpendidikan yang tinggi.
FEATURE
PETIK TAKUT
Oleh Rifda
Tradisi dalam mengungkapkan rasa syukur warga kepada sang
pencipta disetiap daerah tentunya berbeda-beda, salah satunya
yaitu seperti istilah *"Petik Laut"* yang merupakan tradisi
pengungkapan rasa syukur bagi warga desa Aengdake, kecamatan
Bluto, kabupaten Sumenep.Ritual *Petik Laut* ini biasanya digelar
setiap satu tahun sekali, lebih tepatnya digelar pada bulan-bulan
terakhir dipenghujung tahun. Dalam ritual ini ada beberapa tata cara
yg harus diikuti dalam upacara semestinya, yaitu dengan menghias
perahu milik nelayan yang kemudian diisikan sesajen yang terbuat
dari pohon pisang yang berisikan kepala kambing, kembang tujuh
rupa, dan ayang hitam. Kemudian diluncurkan ke tengah laut.
Setelah tiba di tengah laut sebagai tempat pelarungan sesajen,
seluruh perahu nelayan berkeliling membentuk bulat sembari
merebut air laut di area sesajen dilepas, dengan harapan dijauhkan
dari malapetaka.Semua nelayan di desa tersebut wajib mengikuti
ritual Petik Laut tersebut karena itulah bentuk rasa syukur warga
setempat terhadap rezeki yg diberikan tuhan dari hasil Laut. Dengan
cara itulah, masyarakat khususnya para nelayan, bisa mensyukuri
nikmat yg tuhan berikan dalam kurun waktu satu tahun.
Setiap digelarnya acara tersebut biasanya, terdapat para penjual
dan juga berbagai macam msyarakat dari desa lain yang datang
untuk menyaksikan acara petik laut tersebut, karna momentum
seperti ini hanya digelar dalam satu tahun sekali, jadi masyarakat
sangat berantusias untuk menyaksikan pergelaran acara petik laut
tersebut. Budaya yang seperti ini harus terus dikembangkan sampai
kapanpun, supaya tetap menjaga warisan dari nenek moyang.
BOOK REVIEW
Perempuan dalam Pandangan Islam
Judul : Nalar Kritis Muslimah
(Refleksi Keperempuanan,
Kemanusiaan, dan Keislaman
Penulis : Dr. Nur Rofiah, Bil.
Uzm.
Penerbit : Afkaruna.id
Cetakan : Pertama
Tahun : 2020
Tebal : 225 hlm
Berbicara tentang kesetaraan gender bukanlah sesuatu yang baru. Melainkan sudah ada
jauh hari semasa Rasulullahm SAW. Buku ini selain menjadi pemompa semangat buat
kaum muslimah sendiri, juga memberikan pengetahuan yang sebelumnya kita salah
tafsirkan mengenai perempuan. Buku ini menerangkan pada abad ketujuh maseh, Islam
menegaskan bahwa perempuan adalah manusia, setiap manusia hanyalah hamba dan
setiap manusia adalah khalifah fiil ard yang bertugas untuk menjaga kemaslahatan di
muka bumi. (hlm 13)
Artinya, konsep kesetaraan gender lahir bersamaan dengan hadirnya Islam di muka
bumi ini. Sebab,Allah SWT sudah menegaskan keadilan Islam itu untuk semua ummat,
tidak memandang laki-laki ataupun perempuan. Namun sepertinya, ajaran islam yang
mengajarakan kesetaraan gender kurang populer, padahal ajaran Islam tentang
kemanusiaan perempuan hadis 1400 tahun silam.
“Nalar Kritis Muslimah”, terdiri dari empat bab, yaitu “Agama untuk perempuan,
Memahami yang Transenden, kemanusiaan Sebelum Keberagaman, dan Serpihan
Renungan”. Di setiap membaca buku ini seperti saya berselancar kembali ke
pengalaman saya sebagai perempuan, baik secara biologis maupun sosial. Buku ini
benar-benar mengajak para Muslimah untuk berpikir kritis. Untuk siapapun yang ingin
belajar konsep keadilan gender Islam, buku ini menjadi solusinya sebagai bahan bacaan
dan pembelajaran. Bahsanya yang ringan sehingga mudah dimengerti, juga dijelaskan
dengan secara rinci.
(NH)
PUISI
Sahabat Tersayang
(Madinatul M)
Bergandeng tangan
Ke mana pun berjalan
Berjalan menyusuri lorong kecil pun jalanan besar
Tak pernah sekalipun menyerah
Tuk sampai sebuah tujuan
Erat sungguh kala itu
Kau pegang tanganku
Begitupun aku
Memoriku masih ingat betul
Kala itu kita masih begitu polosnya
Berjalan tak peduli itu duri,
Hujan lebat, ataupun berliku
Kita terjang begitu saja
Akupun tak takut apapun itu
Karena aku tak sendiri
Ada kamu sahabatku...
Aku percaya padamu
Menyusuri jalan yang berliku
Mengambil keputusan tanpa pemikiran panjang
Berjalan dan berlari
Dengan begitu yakinnya
Tak peduli hujan pun gelap malam
Teringat pada tujuan nan jauh disana
Demi itu saja
Dan kini kita telah sampai, sahabat
Lakukan apa yang kau impikan
Akupun demikian
Mari kita lukis kembali perjalanan hidup
Di tanah rantauan ini.